Wiktionary:Kata Indonesia yang sering salah dieja
Kata Indonesia yang sering salah dieja adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia yang sering rancu, salah dieja, memiliki standar berlainan, berubah standar, dan sering salah kaprah yang dikategorikan untuk memudahkan pencarian.
[sunting] Kata majemuk
[sunting] Ditulis serangkai
Kata-kata ini harus ditulis serangkai, namun terkadang salah ditulis dan dipisah menjadi dua kata.
[sunting] Ditulis terpisah
- Tata bahasa, juru tulis, kerja sama, kambing hitam, tepuk tangan, anak emas, duta besar, beri tahu, lipat ganda, tanda tangan, dua puluh lima, tanggung jawab, hancur lebur, rumah sakit umum, sepak bola
- Jika diberi imbuhan konfiks (awalan dan akhiran), penulisannya dirangkai, misalnya: pemberitahuan, melipatgandakan, kutandatangani, dipertanggungjawabkan, kauhancurleburkan, dll.
[sunting] Bentuk terikat
Selain itu ada pula kategori 'bentuk terikat'. Kata "antar" adalah salah satu contoh bentuk terikat yang jika digabungkan dengan bentuk dasar maka penulisannya harus disatukan. Jika diikuti dengan kata dasar, bentuk terikat ditulis tanpa jeda (spasi). Contoh bentuk terikat lain di antaranya:
- Dari bilangan angka bahasa Sanskerta: eka-, dwi-, catur-, panca-, sapta-, dasa-, dan sebagainya[1]
- Dari awalan satuan: kilo-, mega-, tera-, giga-, senti-, dan sebagainya
- Dari bahasa lain: a-, e- (dengan tanda hubung), ko-, adi-, manca-, swa-, nara-, mara-, maha-, pra-, pasca-, tuna-, pro-, anti-, kontra-, non-, multi-, antar-, inter-, intra-, ekstra-, per-, purna-, non-, pan-, sub-, juru-, peri-, super-/supra-, hiper-, tele-, wira-, purwa- dan sebagainya.
- Dari bahasa Jawa Kuna yang kemudian diserap pula oleh bahasa Melayu: mala-. Bahasa Inggris juga memiliki awalan yang memiliki arti sama "mal-" namun bahasa Indonesia yang benar menggunakan awalan "mala-"[2]
Contoh:
| Kata | ||
|---|---|---|
| malpractice | malapraktik | malpraktik |
| malfunction | malafungsi | malfungsi |
| malabsorption | malaserap | malserap |
| maladaption | malaadaptasi | maladaptasi |
| maladjustment | malasuai | malsuai |
| maldistribution | maladistribusi | maldistribusi |
| malnutrition | malagizi | malgizi |
| malposition | malasikap | malsikap |
Bentuk terikat dapat pula ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
- Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital, misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati
- Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB
- Diikuti dengan kata yang sudah berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan
[sunting] Partikel 'pun'
Partikel 'pun' kadang dipisah kadang disambung. Jika partikel 'pun' yang berpadanan dengan kata 'saja'/'juga', maka penulisannya dipisah (kabar pun, saya pun). Ada dua belas bentuk 'pun' yang sudah dianggap padu harus ditulis serangkai[3]. Berikut daftar artikel 'pun' yang digabung:
| Lema KBBI | ||
|---|---|---|
| adapun | ada pun | adapun |
| andaipun | andai pun | - |
| ataupun | atau pun | atau |
| bagaimanapun | bagaimana pun | - |
| biarpun | biar pun | biarpun |
| kalaupun | kalau pun | kalaupun |
| kendatipun | kendati pun | kendati |
| maupun | mau pun | mau |
| meskipun | meski pun | meski |
| sekalipun | 1 | sekalipun |
| siapapun | siapa pun | siapa(terpisah) |
| sungguhpun | sungguh pun | sungguhpun |
| walaupun | walau pun | walau |
1 Khusus untuk partikel 'pun' pada "sekalipun" dapat ditulis secara terpisah karena frasa 'sekali pun' dapat bermakna ’satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu kali’
[sunting] Partikel per
Partikel per harus ditulis terpisah jika:
- berarti "tiap": per meter, per orang;
- berarti "mulai": per Oktober, per April;
- berarti "demi": satu per satu.
Selain dari ketiga kasus tersebut, bentuk terikat "per-" yang berarti pecahan dan yang tergolong imbuhan ditulis serangkai, misalnya: lima persen, dua pertiga, tujuh persembilan, seperlima, perhatikan, perbaiki, permudahlah, persatukan.
[sunting] Tanda baca
[sunting] Tanda Koma
Sebelum kata-kata berikut tidak boleh ada tanda koma.
- bahwa, karena, agar, sehingga, walaupun, meskipun, kendatipun, apabila, jika, supaya, ketika, sebelum, sesudah, andaikata, sungguhpun, sekalipun, setelah, dan sebagainya.
Ungkapan penghubung antarkalimat diikuti tanda koma.
- oleh karena itu, padahal, malah, oleh sebab itu, meskipun begitu, lagi pula, kalau begitu, selain itu, bahkan, jadi, lagi pula, namun, meskipun demikian,
[sunting] Tanda hubung
- se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya: se-Jakarta, se-Jawa Barat
- ke- dengan angka atau huruf kapital, misalnya: ke-25, ke-Allahan
- angka dengan -an, misalnya: 2000-an
- singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya: di-PTUN-kan, mem-PHK.
Bentuk terikat dapat pula ditulis dengan menyertakan tanda hubung (-) apabila:
- Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital, misalnya: anti-Amerika, pro-Megawati
- Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB
- Diikuti dengan kata yang sudah berimbuhan, misalnya: pro-kemerdekaan
- Diikuti dengan frasa, misalnya: pasca-gempa bumi
[sunting] Awalan di-/ke- dan kata depan di/ke
Templat:utama Kata depan "di" yang menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan "Di mana?" dituliskan terpisah.
| di antara | diantara |
| di akhir | diakhir |
| di atas | diatas |
| di awal | diawal |
| di bagian | dibagian |
| di bawah | dibawah |
| di belakang | dibelakang |
| di dalam | didalam |
| di dekat | didekat |
| di depan | didepan |
| di hadapan | dihadapan |
| di jalan | dijalan |
| di kanan | dikanan |
| di kiri | dikiri |
| di mana | dimana |
| di muka | dimuka |
| di pusat | dipusat |
| di rumah | dirumah |
| di samping | disamping |
| di saat | disaat |
| di sana | disana |
| di sebelah | disebelah |
| di seberang | diseberang |
| di sekeliling | disekeliling |
| di sekitar | disekitar |
| di seluruh | diseluruh |
| di sini | disini |
| di sisi | disisi |
| di situ | disitu |
| di tanah | ditanah |
| di tempat | ditempat |
| di tengah di tengah-tengah |
ditengah ditengah-tengah |
| di tepi | ditepi |
| di tiap di tiap-tiap |
ditiap ditiap-tiap |
Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya
- Dibalik = bentuk pasif dari Membalik
- Di balik = di bagian sebaliknya
- Dikarantina = bentuk pasif dari Mengkarantina
- Di karantina = di (tempat) karantina
- Disalib = bentuk pasif dari Menyalib
- Di salib = di (atas) salib
- dan lain-lain,
Beberapa kata dapat diberi konfiks "di-kan", misalnya "diseberangkan", atau konfiks "di-i", misalnya "diawali"
"Ke" yang menyatakan arah dan dapat menjawab pertanyaan "Ke mana?" ditulis terpisah.
Penulisan preposisi ke- yang ditulis serangkai hanyalah untuk
- kepada, kemari, dan keluar (sebagai lawan kata "masuk", untuk lawan kata "ke dalam", penulisan harus dipisah, "ke luar").
- "kemeja" (baju), yang artinya berbeda dari "ke meja"
- Untuk menunjuk pada suatu bilangan ordinal, gunakan awalan 'ke-' (kedua anak ini, kelima buku itu)
- Untuk menunjuk pada suatu bilangan kardinal, gunakan kata depan 'ke' (anak ke dua, buku ke lima)
- Beberapa kata dapat diberi konfiks "dike-kan", misalnya "depan"->"dikedepankan", "mana"->"dikemanakan", "samping"->"dikesampingkan", atau konfiks "ke-an", misalnya "dalam"->"kedalam, kedalaman"
[sunting] Awalan peN- dan meN-
- Jika diikuti k/p/t/s
- Jika kata dasar berawalan konsonan ganda, maka tidak luluh
- Perkecualian: Pemrograman, bukan pemprograman
- Jika kata serapan masih belum umum dipakai
- Jika awalan adalah "memper-", termasuk "memperhatikan", bukan "memerhatikan"
- menyomasi, menyosialisasi, menyukseskan, memunyai, menerjemahkan,
- Jika diikuti kata dasar bersuku satu
- Mendapatkan sisipan /-nge/ bila diikuti dengan awalan /me-/ atau /pe-/: Mengebom/pengebom, mengecat/pengecat, mengecor/pengecor, mengelap/pengelap, mengelas/pengelas, pengepakan/mengepak, pengesahan/mengesahkan, pengetikan/mengetik
[sunting] Awalan ber- dan ter- yang diikuti suku kata berakhiran /er/
Awalan /ber-/ dan /ter-/ akan menjadi /be-/ dan /te-/ jika melekat pada kata dasar yang suku pertamanya mengandung /er/.
[sunting] Huruf-huruf yang hampir sama bunyinya
Huruf-huruf dalam kata-kata berikut ini terkadang saling tukar-menukar
[sunting] Huruf a menjadi e
| akta | akte |
| esai | esei |
| frasa | frase |
| kendaraan | kenderaan |
| masjid | mesjid |
| saksama | seksama |
| sekadar | sekedar |
[sunting] Huruf e menjadi a
| aritmetika | aritmatika |
| metode | metoda |
| kalender | kalendar |
| kategori | katagori |
| parlemen | parlamen |
[sunting] Huruf e menjadi i
| antre | antri |
| apotek, apoteker | apotik, apotiker |
| atlet, atletik | atlit, atlitik |
| atmosfer1 | atmosfir |
| desain | disain |
| deskripsi | diskripsi |
| kredit | kridit |
| personel | personil |
| teoretis | teoritis2 |
1 dan akhiran -ir yang lain
2 diserap dari theoretical (bahasa Inggris)
[sunting] Huruf i menjadi e
| hakikat | hakekat |
| intelijen | intelejen |
| monitor | monetor |
| nasihat | nasehat |
| praktik, praktikum | praktek, praktekum |
| risiko | resiko |
| ritsleting | retsleting |
| Senin | Senen |
[sunting] Akhiran em/im
| eksem | eksim |
| ekstrem | ekstrim |
| sistem | sistim[4] |
[sunting] Akhiran et/it
| debit | debet[5] |
| dekret | dekrit1 |
| komplet | komplit |
| konkret | konkrit, kongkrit |
1 diserap dari bahasa Belanda decreten, bukan bahasa Inggris decree[6]
[sunting] Huruf j menjadi y
| objek | obyek |
| objektif | obyektif, obyektip |
| subjek | subyek |
| subjektif | subyektif, subyektip |
[sunting] Huruf f, p, dan v
- Huruf f menjadi p/v
1 lihat pula akhiran -iti/-itas
- Huruf p menjadi f
| paham | faham |
| pikir | fikir |
| telepon | telefon*, telfon, telpon, tilpon |
| napas | nafas |
| permak | vermak* |
*Dari bahasa Belanda (telefoon, vermaak)
- Huruf v menjadi f/p
| aktivis | aktifis |
| konveksi | konfeksi |
| November | Nopember |
| provinsi | propinsi |
| universitas | unipersitas |
[sunting] Huruf s menjadi z
| asas | azas |
[sunting] Huruf u menjadi i
| bus | bis |
[sunting] Huruf u menjadi o
| Rabu | Rebo |
| guncang | goncang |
| gua | goa |
| kukuh | kokoh |
| kumulatif | komulatif |
| kolumnis | kolomnis |
| lubang | lobang |
| mangkuk | mangkok |
| surga | sorga, syurga |
[sunting] Huruf o menjadi u
| kantong | kantung |
| roboh | rubuh |
| pastor | pastur |
| sopir | supir |
[sunting] Huruf ua/ue/ui menjadi wa/we/wi
| frekuensi | frekwensi |
| konsekuensi | konsekwensi |
| kuadrat | kwadrat |
| kualifikasi | kwalifikasi |
| kualitas | kwalitas, kwalitet |
| kuantitas | kwantitas |
| kuantum | kwantum |
| kuartal | kwartal |
| kuitansi | kwitansi |
gugus konsonan "kw" yang tidak berubah menjadi "ku" hanyalah pada kata "dakwa"
[sunting] Huruf wa menjadi ua
| jadwal | jadual1 |
1 diserap dari bahasa Arab jadwaal
[sunting] Huruf y menjadi j
| proyek | projek |
[sunting] Huruf z menjadi j
| izin | ijin |
| rezeki | rejeki |
| zaman | jaman |
| zamrud | jamrud |
[sunting] Huruf z menjadi s
| ijazah | ijasah |
[sunting] Diftong ie
Diftong ini hanya diucapkan seperti "i" dengan huruf "e" yang pelan, jadi orang kadang menafsirkan bahwa penulisannya menggunakan "i":
| hierarki | hirarki |
| karier | karir |
[sunting] Klausa -er-
Bagian kata -er- sering kali mengalami salah tulis. Meskipun dalam pengucapannya huruf "e" dalam "-er-" hanya dieja dengan pelan, namun beberapa kata penulisannya menggunakan "-er-" dan beberapa kata lainnya hanya "-r-" saja, yaitu pada gugus konsonan -dr-, -pr-, dan -tr. Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-er-":
| indera | indra |
| jenderal | jendral |
| menteri | mentri |
| terampil | trampil |
| perancis | prancis |
| sumatera | sumatra |
Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-r-":
| cendrawasih | cenderawasih |
| indragiri | inderagiri |
| istri | isteri |
| ksatria | kesatria |
| prajurit | perajurit |
| putra | putera |
| putri | puteri |
| samudra | samudera |
[sunting] Konsonan ganda kh
Bagian kata -kh- hanya diucapkan seperti "k" dengan huruf "h" yang pelan, jadi orang kadang salah menulis menggunakan "k" atau "h" saja:
| Khafilah | kafilah |
| khawatir | kawatir, kuatir |
| khotbah | kotbah |
| makhluk | makluk, mahluk, mahkluk |
| nakhoda | nahkoda, nakoda |
| takhta | tahta |
Beberapa kata juga sering ditulis menggunakan "-kh-" padahal yang benar hanya "k" atau "h" saja:
| ahli | akhli |
| karisma | kharisma |
| maksud | mahsud, makhsud |
| teknik | tekhnik, tehnik |
| teknologi | tehnologi |
[sunting] Konsonan ganda ks menjadi x
| ekspor | expor, eksport |
| kompleks | komplex, komplek |
| seks | sex (inggris) |
| taksi | taxi (inggris) |
[sunting] Konsonan ganda t menjadi th
| batin | bathin |
| katolik | katholik |
| ortografi | orthografi |
| patogen | pathogen (inggris) |
| teologi | theologi (namun S.Th. untuk Sarjana T[h]eologi) |
[sunting] Akhiran -is/-a
Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris "-ize":
| analisis | analisa |
| diagnosis | diagnosa |
| sintesis | sintesa |
[sunting] Akhiran -iti/-itas
Umumnya berasal dari akhiran bahasa Inggris "-ity", beberapa menjadi akhiran "-iti", dan beberapa menjadi "-itas". Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-iti" (lihat [7]):
| komoditi | komoditas |
| sekuriti | sekuritas |
Kata-kata yang penulisannya menggunakan "-as":
| aktivitas | aktiviti, aktifitas[8] (tapi aktif, bukan aktiv*) |
| komunitas | komuniti |
| realitas | realiti, realita |
| selebritas | selebriti |
| universitas | universiti |
| utilitas | utiliti (bukan kesalahan umum) |
| validitas | validiti |
| serta banyak serapan bahasa Inggris berakhiran -ity lainnya | |
* Aturan untuk kata serapan utuh ini juga berlaku untuk kata yang diserap dari kata bahasa Inggris berakhiran -ivity seperti efektivitas, sportivitas, kreativitas, produktivitas
[sunting] Salah imbuhan
Imbuhan dalam bahasa Indonesia kadang membingungkan bagi sebagian orang. Berikut kata-kata yang sering salah bentukan berimbuhannya:
- kata dasar ubah:
| diubah | dirubah |
| mengubah | merubah |
- kata dasar berawalan "c":
| mencolok | menyolok |
| mencintai | menyintai |
- Kata benda dengan kata kerja:
| pelepasan | penglepasan |
| penglihatan | pelihatan (dari dasar "kelihatan") |
| permukiman | pemukiman |
| perumahan | pengrumahan (untuk maksud dari housing maupun PHK) |
| persewaan | penyewaan |
[sunting] Huruf kapital
| Anda | anda (karena merupakan kata sapaan, seperti "Bapak", "Ibu", dll) |
| Internet | internet (lihat pula Internet) |
[sunting] Ditambah satu huruf
| andal | handal |
| azan | adzan |
| embus | hembus |
| gladi | geladi |
| hadis | hadits, hadist |
| imbau | himbau |
| interpretasi | interprestasi |
| kanker | kangker |
| kongres | konggres |
| magrib | maghrib |
| peduli | perduli |
| ramadan | ramadhan |
| sri lanka | sri langka |
| salat | shalat, sholat |
| silakan | silahkan (Ingat!) |
| standar | standard tapi: standardisasi |
| telantar | terlantar |
[sunting] Ditambah tanda petik tunggal
| Jumat | Jum'at |
| maaf | ma'af |
| taat | ta'at |
[sunting] Dikurang satu huruf
| australia | australi |
| ensiklopedia | ensiklopedi |
| italia | itali |
| karena | karna |
| mukjizat | mujizat |
| respons direspons |
respon diresponi |
| singapura | singapur |
| standardisasi | standarisasi[9] tapi dari kata dasar: standar |
[sunting] Sama namun beda (homofon)
Berikut beberapa pasang kata yang bunyinya sama (homofon) atau hampir sama, namuna artinya jauh berbeda. Hati-hati dalam memilih kata-kata berikut:
- analisis (verba), analitis (adjektifa)
- hipnosis (=sugesti, nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
- ialah (=ia adalah), adalah (=yaitu)
- pernyataan (=menyatakan sesuatu), pertanyaan (=bertanya sesuatu)
- sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
- sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)
- tolok (=imbangan), tolak (=dorong) dalam frasa 'tolok ukur'
- ubah (=mengganti), rubah (=serigala) -- sepertinya kedua-duanya berlaku
[sunting] Bentuk mirip makna berbeda
Bentuk mirip makna berbeda
- acu (mengacu) -> acuh (mengacuhkan)
- asa (putus asa) -> asah (mengasah pisau)
- basa (asam basa) -> basah (kena air)
- dakwa -> dakwah
- gaji -> gajih (lemak)
- mega -> megah
- menjaring (jaring) -> menyaring (saring)
- papasan -> pampasan
- peri -> perih
- sah -> syah
- sarat -> syarat
- tua -> tuah (bertuah)
- mengaji -> mengkaji
- pengajian -> pengkajian
- beruang -> ber-uang
- berikan -> ber-ikan
- kemeja hijau -> ke meja hijau
[sunting] Anomali / belum dikategorikan
| baptis | babtis |
| bolpoin | bolpen, pulpen |
| cabe | cabai |
| lembap | lembab |
| masyhur | mahsyur |
| mazhab | mahzab |
| mungkir | pungkir (Ingat!) |
| negosiasi | negoisasi |
| nekat | nekad |
| otomotif | automotif |
| pasca | paska |
| persen | prosen |
| remunerisasi | renumerisasi |
| sekretaris | seketaris, sekertaris |
| sabtu | saptu |
| sontek | contek (Ingat!) |
[sunting] Referensi
Wikipedia:Daftar kosakata bahasa Indonesia yang sering salah dieja
- ↑ Pusatbahasa: Sapta Pesona atau Saptapesona?
- ↑ Pusatbahasa: Malpraktik atau Malapraktik?
- ↑ EYD Bab III.H.2
- ↑ (menurut http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Edukasi&id=88572 yang benar adalah system)
- ↑ Pusatbahasa: Debit atau Debet?
- ↑ Pusatbahasa: Kabinet dan dekret
- ↑ http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/09/khazanah/wisatabahasa.htm
- ↑ Pusatbahasa: Aktivitas atau aktifitas?
- ↑ Pusatbahasa: Mengapa standardisasi, bukan standarisasi?