Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Banjar/c

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

- Acil = Bibi/Tante/Emak/Ibu-ibu (Panggilan emak-emak di Kalimantan Selatan)

- Abah = Ayah/Papa

- Ading = Adik

- Agak/Arai = Suka pamer

- Agahi = Ingin mendaptkan

- Aja/Ayuja/Ayuha/Anja = Ok

- Ajar = Hajar

- Akayah = Aduh

- Aku/Ulun/Diyaku/Unda = Aku/Saya

- Alaban/Halaban = Sejenis kayu yang dijadikan arang berkualitas tinggi

- Alahan/Bangat = Terlebih lagi/Bahkan

- Alar = Sayap

- Aluh/Galuh = Gadis atau panggilan perempuan muda. Galuh secara historis, gelar ini digunakan untuk keturunan perempuan bangsawan Kesultanan Banjar dan kini sering digunakan sebagai sebutan kehormatan untuk Duta Wisata perempuan di Kalimantan Selatan yaitu Nanang & Galuh Banjar

- Aluk = Sorak

- Alung = Pincuk (Lipatan daun pisang yang dibentuk menjadi semacam mangkuk segitiga atau kerucut dan disematkan dengan lidi)

- Amang/Busu/Paman = Paman

- Amas = Emas

- Ambah = Berjalan di hutan

- Ambung = Lempar/Banting ke atas

- Ampah = Arah

- Ampih = Berhenti

- Ampihan/Jua'an = Putusan/Selesai

- Anang/Nanang = Panggilan untuk laki-laki. Nanang secara historis, gelar ini digunakan untuk keturunan laki-laki bangsawan Kesultanan Banjar dan kini sering digunakan sebagai sebutan kehormatan untuk Duta Wisata laki-laki di Kalimantan Selatan yaitu Nanang & Galuh Banjar

- Andak = Letak/Taruh

- Andakan/Intangan/Pintangan = Letak posisi

- Andakakan = Letakan

- Angah/Tangah = Salah satu panggilan saudara orang tua yang ke-3 atau bisa juga saudara orang tua pertengahan

- Angsulan = Kembalian

- Anggrah = Kasar

- Ambak = Pendiam

- Anyak = Jelas

- Apik/Engken = Pelit/Kikir/Perhitungan

- Arba = Rabu

- Aruh = Hajatan Besar

- Aruh Ganal = Acara Besar ritual adat suku Dayak Meratus di Kalimantan Selatan

- Asak/Tatujah/Cacikang/Talajuk/Tantajuk/Tatanjang = Tugal/Tatugal (Alat tradisional berbentuk tongkat kayu runcing yang digunakan petani untuk membuat lubang di tanah untuk menanam benih, terutama padi atau biji-bijian lainnya)

- Atang = Dapur tradisional suku Banjar

- Atang-atang = Pagar kuburan

- Atung = Panggilan sayang kepada anak maupun cucu

- Awak = Badan/Tubuh

- Ayak = Goyang pinggul

- Ayak/Sarakai = Ayak (Memisahkan atau menyaring bahan-bahan berdasarkan perbedaan ukurannya menggunakan alat ayakan)



Cabang : cabang

Cabul : cabul

Cabur : cebur

Cabut : cabut

Caca : bicara ; bacaca : banyak bicara

Cacak : Cacak > cacak burung; tanda tambah ditulis di telapak kaki sebagai penggugah semangat

Cacar : cacar

Cacat : kurang sempurna

Cacing : cacing

Cagak : tiang

Cagar : calon

Cagat : tegak

Cakuk : meminumkan obat cara paksa pada anak

Calap : rendam / ketinggian air mencapai lantai rumah

Caluk : memasukan tangan ke lubang > caluk mulang ; keluar masuk rumah orang

Calutak/ludu = Suka minta-minta kepunyaan orang

calungap sandukan

Campah : penyakit kulit > campah / kadas kudung ; koreng gatal yang menakutkan / semacam santet

Campur/kambur : campur

Camuh : rusak berantakan

Cancang : cincang

Cancut : pembalut wanita dari kain usang

Candu : ketagihan

Cangkal/Tugul/Saing : rajin berusaha

Cangkam : terkam dengan jemari > cangkam kodok ; robek berbentuk huruf L

Cangkir : cangkir / gelas

Cangkuk : tiru / tiruan

Cangkul : cangkul / pacul

Capak : suara orang berjalan di air pasang

Capak : rendah

Capil : cepat > capil capil ; ke sana sini segera

Carucuk : Tonggak - tonggak

Caruk : campur > sing caruk ; bermain campuran besar dan kecil

Catuk/pupuh/pangkung : memukul dengan pemukul

Caur : berantakan

Cawah : mulut lebar

Cawat : cawat / celana dalam wanita

Cekek : cekik

Celak : penghitam bulu mata dari Mekkah

Celoteh : perempuan banyak bicara

Cemeti : cambuk sakti / ajimat

Cemot : sudut bibir kotor

Cempedeh : bela diri dengan ilmu

Cengor : hidung sapi / kerbau

Cerancam/cacapan : mangga muda dicecang dicampur garam dan air penambah selera makan

Cerancang : wanita suaranya tinggi

Cerdek : cerdik

Cerengeh : wanita suara kecil dan tinggi

Cerewet : banyak tingkah

Cicit : dibawah cucu

cilapan

cilutak

Cincing : lari kencang

Cincin : kue manis sejenis cucur

Cingkaruk : beras ketan di sanga campur gula merah

Cikak : lingkaran ngepres di leher

Cirak : jenis mainan kelereng

Cirat : teko

Colok : obor

Copet : pencopet

Coreng : goresan bekas luka

Corek : nanah dalam telinga

Coret : coret

Cucu : cucu

Cucuk : serasi / tusuk

Cucul/salukut : bakar

Cugut : duduk tegak sendirian

Cuk : pungutan sewa tempat berjudi

Cuka : cuka

Cukuk : bahasa khas orang latah

Culas : Nakal

Culit : mengambil dengan ujung jari

Culup : celup

Cundai : condong

Cungul : muncul

Cuntan : curi

Curat : benda cair yang keluar dari lubang

Cu’ur : mencari hubungan keluarga

Cupu : gelas cupu / tempurung lutut

Cuwit : burung kecil, lebih kecil dari pipit

candak
cakut
cumut
cucul
cuntan
cuntang
catuk
cacampan
cerobo
cirat
ciruk
cucuk
cibuk
calak
cakah
carang

Dahai = Terlalu banyak menghabiskan uang

Dadai = Menjemur pakaian di atas tali jemuran

Dulak/Muyak = Bosan

Garing = Sakit

Ganal = Besar

Ganggam = Genggam

Galang = Gelang

Gadur = Sejenis wadah penampungan air

Galianan = Geli

Gumpa = Hampa

Ganting = Genting

Gangan = Sayuran berkuah

Gancang = Kuat

Gayur/Galai = Bergerak lambat/Tidak lincah

Gandah = Gedor

Gambung = Kembung

Galambungan = Balon

Gasan/Sagan = Untuk/Buat

Ganyir = Anyir

Gayung = Timba

Hancap = Cepat/Laju/Cepat

Hamput/Tawak/Tukun = Lontar

Hanggus = Tarik dengan paksa

Harat = Hebat

Hara = Cemburu

Hara'an = Mudah cemburu

Harakat = Ekonomis dan irit

Hanyar/puga = Baru

Himung = Senang

Hingut = Cium

Humap = Pengap

Igut/Ukang/Gugut = Gigit

Ilat = Lidah

Ingkut = Pegang

Jamba = Tangkap

Jingkar = Mengangis keras

Junggau = Jangkung

Julak = Saudara tertua orang tua

Japai = Sentuh

Juhut = Ambil

Janar = Kunyit


Kakapuran = Belum menguasai

Kapin-kapin = Lupa-lupa ingat ketika melihat wajah seseorang

Karamicikan = Kecil-kecil

Kasasuban = Kulit tertusuk serpihan kayu yang kecil

Katulangan = Tenggorokan tertusuk tulang atau lainnya

Kalimpanan/Kalumpanan = Kelilip

Kapul = Apung

Karangkapulan = Mengapung ke atas perumakaan air

Kasasipuan = Malu sendiri

Kilum = Sudah tidak punya gigi

Kulibi = Mengolok-olok dengan ekpresi muka buruk

Kipung = Makan ikan/lauk tanpa nasi

Kitar = Geser

Kubas/Kawau = Pudar

Kabus = Samar-samar/Tidak begitu jelas

Langlam = Hilang tanpa kabar

Lawas/Kuat = Lama

Lalingutan = Bau yang kecil

Lantau = Panjang

Liga = Luas

Linggar = Oleng ke kiri dan ke kanan

Larut = Hanyut/Terbawa arus

Lintuhut = Lutut

Landau = Bagian kaki antara lutut dan tumit

Lampang/Kujur = Lurus

Lahar = Bernafsu makan

Lungur = Tidak ada daun/Tidak ada bulu/Tidak ada rambut

Larang = Mahal

Lalakian = Laki-laki

Lalipan = Lipan/Kelabang

Limanyar/Alimanyar = Binatang kecil yang darahnya berwarna hijau

Lajang = Jauh lemparannya

Lincar = Licin

Lahung = Pelacur/PSK

Lintuk = Lemah tidak bisa tegak

Lanjar = Lancar berfikir

Langkar/Bungas = Elok/Cantik

Luruk/Ruak = Menuangkan air ke dalam gelas (tergantung konteks)

Luau/Luwau = Lubang kecil yang sudah lebar

Lamas = Orang mati yang tenggelam di air

Lamah = Lemah

Lamak = Gemuk

Lamak = Lemak

Lambak = Semai

Lancing = Jauh meninggalkan

Lajak = Sepeda/motor yang terus dipakai setiap hari

Langgar = Musholla

Langgar/Rampak/Rumpak/Ranjah = Tabrak

Lihir = Licin dan berlender

Lambing = Telinga besar

Landung = Telat

Lampang = Tidak berbelok

Lumpi = Habis tenaga

Layau = Merembet kemana-mana

Langis = Ludes

Lalap = Sayur

Lumbus = Lepas dari tangkapan/pegangan

Limpak = Penyok

Madam = Merantau

Masam = Asam

Maras = Iba

Mandaras = Mengulangi pelajaran

Mukung = Cekung

Mama/Ibu = Uma/Mama

Maram/Muru = Mendung tidak hujan

Marha/Biarha/Biar aja = Biar saja

Muha = Wajah

Muntung = Mulut

Mungkur = Bukit kecil

Mamai = Ngomel

Mariap/Marap Dingin = Meriang

Manggatar = Menggigil