Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/A
Tampilan
Abrap
[sunting]Abui
[sunting]Aceh
[sunting]

- abek kolam kecil yang biasanya ditumbuhi tumbuhan liar
- acekarom kain berwarna biru tua yang digunakan untuk selimut
- adang abu hitam yang menempel pada kuali atau belanga
- adat bak poteumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bank putro phang, reusam bak laksamana hukum adat berada di tangan pemerintah dan hukum syariat ada di tangan ulama
- aderang jin yang berwarna merah (dalam hikayat)
- agai menganggap diri sendiri melebihi orang lain
- agie pinggir kepala kemaluan laki-laki
- agok tabung kecil berbentuk silinder, terbuat dari logam dan berisi jimat yang terbungkus, dipasang pada kalung rantai anak kecil
- ai sangat rindu
- alang botol berleher panjang tempat air minum
- alangan batang tebu berdaun yang dipegang oleh orang-orang yang turut dalam arak-arakan pengantin pria
- alen rakit kecil dari bambu atau upih pinang tempat menaruh sajen yang dihanyutkan ke sungai
- alue anak cabang sungai atau rawa yang buntu
- Ampon gelar untuk bangsawan laki-laki keturunan sultan dalam masyarakat adat Aceh
- apon mengharapkan sesuatu dengan sia-sia; merindukan sesuatu yang tidak kunjung tiba, menyesali sesuatu yang diharapkan
- areng jaring atau jala untuk menangkap rusa dan lain-lain
- areng bagian terlebar pada mata keris
- ayam biring ayam jantan yang mata dan bulunya berwarna kekuning-kuningan
- bahri keris panjang
- banien khazanah kerajaan
- barah permainan lemparan kulit kerang
- belibeh alat untuk menganyam jala, terbuat dari bambu
- belimbeng kaki gunung yang menjorok jauh ke luar
- bengka memperlonggar, memperbesar lubang cuping telinga seorang gadis
- beregu sangkakala yang terbuat dari tanduk kerbau atau kayu untuk menyampaikan isyarat
- beti keadaan tali yang sangat keras gulungan atau pintalannya
- beti keadaan tali yang beberapa uratnya telah putus
- bideng sisa sayatan penyiangan pada tanaman kumpai yang tidak digunakan
- biek kerabat dari pihak ayah dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh
- bilaih mata pedih karena asap
- bimaran nazar yang belum terpenuhi karena orang yang bernazar tidak memberitahukan nazarnya kepada orang lain hingga ia meninggal
- biram intan berwarna merah
- blang upacara kesuburan yang biasa dilakukan setiap tahun oleh masyarakat petani Aceh dan Gayo
- blet anyaman yang digunakan sebagai alas untuk menjemur rempah-rempah, dibuat dari daun kelapa
- boh leping kelapa yang sudah dilubangi tupai
- boh pong buah kelapa yang jatuh dengan kondisi berlubang karena dimakan oleh tupai
- bong tanah pekuburan keluarga
- bubur kanji rumbi bubur dari beras yang dibumbui dengan rempah dan diberi suwiran daging ayam
- bujangga pemuda pembawa perisai
- bunian orang kerdil yang berdiam di pesisir
- burok batu karang yang tampak di dalam laut
- calok lubang yang agak dalam di sawah
- calok paya kecil
- calok hutan kecil di sebuah padang
- capah piring besar, bulat, dan datar terbuat dari kayu
- carak saluran air terbuat dari batang pinang atau bambu
- caruk ruang antara dinding haluan dan buritan perahu
- cato menjahit dengan pola petak-petak (tentang kasur)
- celempong alat musik tradisional yang terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5—7 cm dengan lebar 6—8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur
- ceracak kayu tempat menggantung timba dan air pencuci kaki di dekat tangga rumah
- cob menggerak-gerakkan badan ke atas dan ke bawah (pada waktu berjalan cepat)
- cubek alat dari besi, berbentuk tongkat berukuran sekitar 20 cm, digunakan untuk menumbuk sirih dalam lesung besi
- diye batu karang yang berbentuk memanjang, berada di laut yang agak dangkal, tetapi masih terlihat dari tepi pantai
- enti adonan tepung yang dibubuhi garam untuk digoreng
- galaran uang hasil menggadaikan sesuatu
- galawala tidak wajar; tidak sopan
- gampet menjepit sesuatu dengan kedua paha
- gampong permukiman masyarakat adat Aceh
- hadi zikir bersama yang dilakukan oleh perempuan selama masa istirahat ketika ratib saman
- hendi orang India yang menganut agama Islam
- hobo rawa yang ditumbuhi rumput yang terapung
- ija lunggi songket berbahan dasar sutra dengan motif garis-garis horizontal
- ilang gelendong untuk menggulung sutra
- indai penyumbat pada senapan dan mortir
- indai penyumbat pada bagian bawah penumbuk sirih
- jab leher bubu, terdiri atas corong bambu yang dianyam melintang dan terbuka ke mulut bubu, tertutup rapat pada ujungnya
- jako kotoran yang melekat pada barang pecah belah
- jalak berkaki agak kekuning-kuningan (tentang ayam sabungan)
- jalen lantai bambu atau kayu yang dirangkai rapat-rapat dalam perahu untuk mengangkut sesuatu (ikan, pisang, atau tanah)
- jendrang batang padi di sawah yang masih panjang setelah dipotong tangkainya
- jereka alat untuk memintal sutra kasar
- jong rumbia yang dagingnya belum berisi penuh
- jujoh mengeluarkan hawa, berkeringat, mengeluarkan air (misalnya buah-buahan yang membusuk), menetes (untuk cairan)
- karong kerabat dari pihak ibu dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh
- kemamah ikan kayu
- koi kerabat dari pihak ibu dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh
- kom telur ayam yang tidak bisa menetas lagi walaupun sudah dieram lebih lama daripada biasanya
- kri alat pertanian yang digunakan untuk membersihkan gulma di sekeliling tanaman, bentuknya menyerupai sabit dengan bagian ujungnya seperti cangkul
- kukuet kulit kerbau yang direbus dan dikeringkan menjadi kikil atau kerecek
- lagoko penunjuk waktu yang sama pada hari berikutnya untuk suatu janji pertemuan
- Lam Muri sebutan untuk suku bangsa Aceh
- male kata sapaan kepada perempuan yang mandul
- mambang kuning penyakit yang menyerang daun tembakau yang menyebabkan daunnya berwarna kuning
- mata kakab lubang yang disumbat dengan kayu pada dasar perahu untuk mencegah masuknya air
- mata kakab lubang di dinding; lubang jendela (dalam hikayat)
- matang tanah tinggi yang letaknya di tengah-tengah daerah datar atau berpaya-paya
- mawaih cara bagi hasil untuk sawah atau ternak
- merenyok mengangkat kemudian menjatuhkan keras-keras ke bawah dan menarik atau menggoyang-goyang (tentang karung beras supaya padat isinya)
- meretok melakukan sesuatu dengan lambat-lambat dan bersusah payah karena badan lemah atau baru sembuh dari sakit
- meunasah bangunan umum di desa-desa sebagai tempat melaksanakan upacara agama, pendidikan agama, bermusyawarah, dan sebagainya
- nuga palu kecil dari kayu untuk memukul pasak kayu
- pace serbuk rempah-rempah yang ditaburkan di kain kafan
- pasong perhiasan yang terdiri atas dua keping emas yang berbentuk wajik atau segi enam
- patarakna bangku kebesaran berukuran kecil, rendah, dan berkasur, terletak di kiri kanan singgasana raja
- patisah penganan khas Aceh, terbuat dari adonan tepung beras, air, gula, dan telur, dibakar dengan mentega atau lemak, berbentuk dadar dilipat dua
- pecicap upacara tradisional untuk mengenalkan bayi pada berbagai jenis makanan dengan mencicipinya
- pemure memulai suatu pekerjaan dengan maksud agar diikuti oleh orang lain
- pengelet ikat pinggang kain yang sebagiannya dijahit dalam bentuk kantong tempat menyimpan uang
- penuman pinggan ceper biasanya dari logam untuk mengulas sesuatu
- penyeket alat pelicin dan pelembut bahan-bahan anyaman
- peusijuek tradisi tabur tepung tawar, biasa dilakukan saat ada peristiwa besar dan penting (menikah, naik haji, dan lain-lain)
- pilik memegang sesuatu dengan ujung jari sambil memperlihatkan keadaannya (tentang kain)
- pingkom menekan sesuatu dengan kuku ibu jari
- pipot mematahkan bagian demi bagian atau sedikit demi sedikit
- plik ampas kelapa yang telah diperas minyaknya melalui proses pembusukan
- puncek keranjang kulit berbentuk kerucut
- pupaleh mercu yang ditinggikan
- rabok menuju arah yang tidak tetap, tidak menentu
- rabon campuran dedaunan kering, bawang, tulang, tanduk, dan sebagainya yang dibakar untuk obat-obatan atau mantra
- radat pemimpin atau pemberi nada irama pada bacaan salawat
- rahop melumuri wajah dengan sesuatu, dapat berupa air, sabun, bedak, dan sebagainya
- ramin menyembelih hewan dan sebagainya untuk dimakan bersama-sama di alam terbuka
- rande mengangkat sesuatu beramai-ramai dan mendorongnya lambat-lambat
- rangkang pondok kecil di ladang yang bertiang, tempat tinggal laki-laki yang tidak beristri selama beberapa waktu, tempat tinggal pelajar agama
- raweet menyisir rambut dengan jari-jari tangan
- remet menggerakkan perlahan-lahan ke atas dan ke bawah, menari ke sana kemari (tentang pancing)
- rencam penuh luka
- rencong senjata tradisional khas Aceh berbentuk pisau, bersarung, bentuknya melengkung dan tipis tajam, biasanya untuk membela diri atau lambang kegagahan
- rentah masak sekali (tentang padi)
- ribang mengikat kuat-kuat
- rise berkelakuan buruk atau jahat, hidup tidak beraturan, bertualang ke mana-mana
- rudui jatuh terkulai
- ruek kering sekali atau menjadi kering (tentang buah-buahan seperti pinang, jagung)
- sayong menambahkan air tawar ke dalam air laut yang berkurang ketika diproses menjadi garam
- seba menumbuk padi (masih kasar) untuk pertama kalinya
- sebon tidak bersemangat; tidak bernafsu makan, sangat lemah
- seleng tali pengikat peti untuk dimuat ke atau dibongkar dari perahu
- selugot hutan belukar yang berpaya-paya
- semong tsunami
- senong tempat minum binatang liar (terutama kerbau liar)
- senong tempat berkumpul ikan di dalam sungai
- serempe teman dalam perjalanan untuk mengunjungi seseorang yang tidak dikenal
- serok menenun berselang-seling dengan benang perak atau benang emas
- seulumat kulit ari-ari pada pusat anak ayam yang baru menetas
- simprak duduk mengangkang (misalnya di atas kuda)
- siwet menyusun, menegangkan, melilit, atau mengatur benang untuk dipintal pada alat tenun
- suak alur yang ketika air surut berdiri sendiri dan terpisah oleh daratan dari laut
- suro bubu kecil terbuat dari lidi untuk menangkap ikan (ikan gabus)
- talum memasukkan sesuatu ke dalam mulut dalam jumlah besar
- tebet mengeluarkan atau membersihkan biji kapuk
- Teuku gelar untuk keturunan bawahan sultan dalam masyarakat dalam masyarakat Aceh
- timpeng melangkah panjang-panjang untuk naik atau turun
- timphan penganan khas Aceh yang dihidangkan pada hari raya Idulfitri dan Iduladha, berupa kue yang berbalut daun pisang
- tungo potongan kayu yang sebagiannya telah atau sedang terbakar, atau yang tidak terbakar lagi; potongan kayu api
- tunten sisir tandan pisang yang paling bawah
- ube pelepah kelapa yang sudah kering
- upa menggosok dengan tangan (misalnya badan atau kepala ketika mandi)
- upa menggosok di antara kedua tangan (misalnya daun-daun obat)
- uram bagian paling bawah dan tebal (misalnya batang kayu, cabang)
Alas
[sunting]- adah menduga kedalaman air dengan kayu atau kaki
- antat taruh upacara berkhitan dalam masyarakat suku Alas, dilakukan di rumah paman si anak yang berkhitan dengan tujuan untuk menjodohkannya dengan anak gadis si paman
- baker nyeri kepala sebelah; migrain
- batat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya
- bayo ipar yang berlainan jenis
- bibi alang panggilan kepada saudara perempuan ayah yang kelima
- bibi aling panggilan kepada saudara perempuan ayah yang keenam
- bibi alung panggilan kepada saudara perempuan ayah yang keempat
- bibok sisa yang dapat dimanfaatkan kembali
- bujul kawin dengan orang yang satu marga
- celos membelah-belah daun pandan
- coli nangka dan cempedak yang mulai masak
- cude mengangkat sesuatu dengan kaki
- cui pembusukan pada kuku kaki
- duli ruangan yang gelap gulita
- gambuk pohon besar dan rimbun
- gatap daun sirih yang sudah tua
- gedam terjun ke tempat berbahaya
- gelet garis melingkar pada benda bulat
- geweng melempar dengan memutarkan badan
- indung jabu keluarga inti dalam masyarakat suku Alas
- jujul mendorong ke atas
- kabung pekerjaan pertama yang dilakukan dalam bersawah
- kambam mengurung dalam waktu yang lama (tentang binatang ternak)
- kandu panggilan sopan bagi orang tua
- keben lumbung padi yang terbuat dari kulit kayu
- kele panggilan sopan mertua kepada menantu laki-laki
- kikas bekas yang masih tersisa
- kudun periuk untuk menanak nasi
- kusu bapak dari nenek
- lantas menyeberangi air dengan berjalan kaki
- lantu pembungkus atau kotak yang terbuat dari pelepah pinang
- lesung gening lesung kincir
- lintung daun pisang yang masih berpelepah
- mandi megang kegiatan mandi bersama yang dilakukan sehari sebelum bulan Ramadan tiba sebagai bentuk penyucian diri
- megang rangkaian kegiatan menyambut bulan puasa
- muang mulai berjatuhan karena sudah ranum atau masak (tentang buah)
- mului lahir sebelum waktunya
- naban mempertahankan kemenangan
- nagu mengambil pati pohon sagu
- narang membaca mantra supaya hujan tidak turun
- nutu memisahkan bulir padi dari batangnya dengan menggunakan lesung
- onggar membongkar muatan
- onjal muatan yang berlebihan
- pangkoh pelangi yang tampak pada waktu pagi
- pidem berputar cepat sekali sehingga tampak diam tidak bergerak
- remang embun yang turun pada waktu musim bersawah
- senawak kain sarung yang dikenakan di atas atau di luar celana panjang
- tenapel tikar berlapis dua
- tumpuk sebutan untuk klan dalam masyarakat suku Alas
Alune
[sunting]- abeli menjual barang dagangan dengan cara berjalan keliling dari satu tempat ke tempat lain sambil berteriak
- ailakua pijakan yang dibuat di pohon kelapa untuk memudahkan saat memanjat pohon kelapa
- akuene perisai yang digunakan untuk menangkis pedang, biasanya digunakan pada saat menari cakalele
- alati pembungkus biji pala yang berwarna cokelat kehitaman, tempat menempelnya fuli, berbentuk seperti tempurung tipis
- alena berjalan sambil bercerita
- apula lapisan kulit luar buah kenari yang berwarna hitam dan telah membusuk
- asakue kasur atau alas tidur yang terbuat dari kapuk
- ataninai alat untuk menjepit bara api berbentuk seperti sepit
- biru mulut merah bekas makan pinang
- bobale gelang yang terbuat dari kulit kerang dan dipakai sebagai perlengkapan pakaian adat daerah Maluku
- forna cetakan untuk membuat sagu bakar
- hali bibir sumbing
- kikul kulit pohon sagu yang keras
- sasi larangan untuk mengambil barang atau hasil sumber daya alam karena telah didoakan sampai batas waktu yang telah ditentukan sebagai upaya pelestarian sumber daya alam
Amungkal
[sunting]- dontok kura-kura kecil
Asmat
[sunting]- ces anak panah yang terbuat dari jali-jali
- mbis patung orang terhormat suku Asmat yang telah meninggal
- mbis tonggak leluhur
- saravon demonstrasi kekuatan yang lazim dilakukan untuk menenteramkan hati tamu dan juga untuk memberikan peringatan kepada orang yang berniat mengadakan permusuhan agar berpikir dua kali sebelum bertindak
- tapin tikar yang terbuat dari sematan daun sagu
Awyu
[sunting]- ajuna perlengkapan atau hiasan yang dipakai laki-laki dewasa, terbuat dari manik-manik dari biji pohon
- cage tarian tradisional khas Awyu, dibawakan oleh laki-laki dan perempuan dengan iringan suara tifa dan nyanyian
- incipu arang hitam dari butiran tungku atau jelaga yang dipakai untuk melukis badan penari
- kabumuh penyembuhan penyakit dengan cara menarik-narik rambut sambil menyebut nama orang-orang tertentu yang dicurigai
- karwemusbo kalung yang dikenakan perempuan dewasa Awyu, terbuat dari tenggorokan kasuari
- wase lumpur merah yang digunakan sebagai mewarnai badan atau perisai
- yacung tas suku Awyu yang terbuat dari pintalan serat pohon gaharu atau melinjo
- yahu sume hiasan berupa mahkota yang terdapat pada ujung bagian depan perahu
- yame nyanyian atau lagu yang mengisahkan kegembiraan tentang kenangan indah dan rasa sayang dari kehidupan yang sudah lampau