Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/A

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Abrap

[sunting]
  1. anggo jenis kunyit hutan
  2. embari duri rotan
  3. gagar lantai rumah terbuat dari pohon palem
  4. netenga pucuk pohon sagu
  5. penggar tulang pelepah sagu berwarna kemerah-merahan
  6. pupu peralihan dari alam tak sadar ke alam sadar
  7. temar menempa kulit kayu
  8. tingkai tidak tahu aturan (adat)
  9. yawi mata kapak (batu)

Abui

[sunting]
  1. afui segala jenis pohon yang daunnya dapat dimakan manusia
  2. lego-lego tarian massal yang dilakukan dengan cara bergerak melingkar sambil bergandeng tangan

Aceh

[sunting]
Kamus Aceh Indonesia 1
Kamus Aceh Indonesia 2
  1. abek kolam kecil yang biasanya ditumbuhi tumbuhan liar
  2. acekarom kain berwarna biru tua yang digunakan untuk selimut
  3. adang abu hitam yang menempel pada kuali atau belanga
  4. adat bak poteumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bank putro phang, reusam bak laksamana hukum adat berada di tangan pemerintah dan hukum syariat ada di tangan ulama
  5. aderang jin yang berwarna merah (dalam hikayat)
  6. agai menganggap diri sendiri melebihi orang lain
  7. agie pinggir kepala kemaluan laki-laki
  8. agok tabung kecil berbentuk silinder, terbuat dari logam dan berisi jimat yang terbungkus, dipasang pada kalung rantai anak kecil
  9. ai sangat rindu
  10. alang botol berleher panjang tempat air minum
  11. alangan batang tebu berdaun yang dipegang oleh orang-orang yang turut dalam arak-arakan pengantin pria
  12. alen rakit kecil dari bambu atau upih pinang tempat menaruh sajen yang dihanyutkan ke sungai
  13. alue anak cabang sungai atau rawa yang buntu
  14. Ampon gelar untuk bangsawan laki-laki keturunan sultan dalam masyarakat adat Aceh
  15. apon mengharapkan sesuatu dengan sia-sia; merindukan sesuatu yang tidak kunjung tiba, menyesali sesuatu yang diharapkan
  16. areng jaring atau jala untuk menangkap rusa dan lain-lain
  17. areng bagian terlebar pada mata keris
  18. ayam biring ayam jantan yang mata dan bulunya berwarna kekuning-kuningan
  19. bahri keris panjang
  20. banien khazanah kerajaan
  21. barah permainan lemparan kulit kerang
  22. belibeh alat untuk menganyam jala, terbuat dari bambu
  23. belimbeng kaki gunung yang menjorok jauh ke luar
  24. bengka memperlonggar, memperbesar lubang cuping telinga seorang gadis
  25. beregu sangkakala yang terbuat dari tanduk kerbau atau kayu untuk menyampaikan isyarat
  26. beti keadaan tali yang sangat keras gulungan atau pintalannya
  27. beti keadaan tali yang beberapa uratnya telah putus
  28. bideng sisa sayatan penyiangan pada tanaman kumpai yang tidak digunakan
  29. biek kerabat dari pihak ayah dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh
  30. bilaih mata pedih karena asap
  31. bimaran nazar yang belum terpenuhi karena orang yang bernazar tidak memberitahukan nazarnya kepada orang lain hingga ia meninggal
  32. biram intan berwarna merah
  33. blang upacara kesuburan yang biasa dilakukan setiap tahun oleh masyarakat petani Aceh dan Gayo
  34. blet anyaman yang digunakan sebagai alas untuk menjemur rempah-rempah, dibuat dari daun kelapa
  35. boh leping kelapa yang sudah dilubangi tupai
  36. boh pong buah kelapa yang jatuh dengan kondisi berlubang karena dimakan oleh tupai
  37. bong tanah pekuburan keluarga
  38. bubur kanji rumbi bubur dari beras yang dibumbui dengan rempah dan diberi suwiran daging ayam
  39. bujangga pemuda pembawa perisai
  40. bunian orang kerdil yang berdiam di pesisir
  41. burok batu karang yang tampak di dalam laut
  42. calok lubang yang agak dalam di sawah
  43. calok paya kecil
  44. calok hutan kecil di sebuah padang
  45. capah piring besar, bulat, dan datar terbuat dari kayu
  46. carak saluran air terbuat dari batang pinang atau bambu
  47. caruk ruang antara dinding haluan dan buritan perahu
  48. cato menjahit dengan pola petak-petak (tentang kasur)
  49. celempong alat musik tradisional yang terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5—7 cm dengan lebar 6—8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur
  50. ceracak kayu tempat menggantung timba dan air pencuci kaki di dekat tangga rumah
  51. cob menggerak-gerakkan badan ke atas dan ke bawah (pada waktu berjalan cepat)
  52. cubek alat dari besi, berbentuk tongkat berukuran sekitar 20 cm, digunakan untuk menumbuk sirih dalam lesung besi
  53. diye batu karang yang berbentuk memanjang, berada di laut yang agak dangkal, tetapi masih terlihat dari tepi pantai
  54. enti adonan tepung yang dibubuhi garam untuk digoreng
  55. galaran uang hasil menggadaikan sesuatu
  56. galawala tidak wajar; tidak sopan
  57. gampet menjepit sesuatu dengan kedua paha
  58. gampong permukiman masyarakat adat Aceh
  59. hadi zikir bersama yang dilakukan oleh perempuan selama masa istirahat ketika ratib saman
  60. hendi orang India yang menganut agama Islam
  61. hobo rawa yang ditumbuhi rumput yang terapung
  62. ija lunggi songket berbahan dasar sutra dengan motif garis-garis horizontal
  63. ilang gelendong untuk menggulung sutra
  64. indai penyumbat pada senapan dan mortir
  65. indai penyumbat pada bagian bawah penumbuk sirih
  66. jab leher bubu, terdiri atas corong bambu yang dianyam melintang dan terbuka ke mulut bubu, tertutup rapat pada ujungnya
  67. jako kotoran yang melekat pada barang pecah belah
  68. jalak berkaki agak kekuning-kuningan (tentang ayam sabungan)
  69. jalen lantai bambu atau kayu yang dirangkai rapat-rapat dalam perahu untuk mengangkut sesuatu (ikan, pisang, atau tanah)
  70. jendrang batang padi di sawah yang masih panjang setelah dipotong tangkainya
  71. jereka alat untuk memintal sutra kasar
  72. jong rumbia yang dagingnya belum berisi penuh
  73. jujoh mengeluarkan hawa, berkeringat, mengeluarkan air (misalnya buah-buahan yang membusuk), menetes (untuk cairan)
  74. karong kerabat dari pihak ibu dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh
  75. kemamah ikan kayu
  76. koi kerabat dari pihak ibu dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh
  77. kom telur ayam yang tidak bisa menetas lagi walaupun sudah dieram lebih lama daripada biasanya
  78. kri alat pertanian yang digunakan untuk membersihkan gulma di sekeliling tanaman, bentuknya menyerupai sabit dengan bagian ujungnya seperti cangkul
  79. kukuet kulit kerbau yang direbus dan dikeringkan menjadi kikil atau kerecek
  80. lagoko penunjuk waktu yang sama pada hari berikutnya untuk suatu janji pertemuan
  81. Lam Muri sebutan untuk suku bangsa Aceh
  82. male kata sapaan kepada perempuan yang mandul
  83. mambang kuning penyakit yang menyerang daun tembakau yang menyebabkan daunnya berwarna kuning
  84. mata kakab lubang yang disumbat dengan kayu pada dasar perahu untuk mencegah masuknya air
  85. mata kakab lubang di dinding; lubang jendela (dalam hikayat)
  86. matang tanah tinggi yang letaknya di tengah-tengah daerah datar atau berpaya-paya
  87. mawaih cara bagi hasil untuk sawah atau ternak
  88. merenyok mengangkat kemudian menjatuhkan keras-keras ke bawah dan menarik atau menggoyang-goyang (tentang karung beras supaya padat isinya)
  89. meretok melakukan sesuatu dengan lambat-lambat dan bersusah payah karena badan lemah atau baru sembuh dari sakit
  90. meunasah bangunan umum di desa-desa sebagai tempat melaksanakan upacara agama, pendidikan agama, bermusyawarah, dan sebagainya
  91. nuga palu kecil dari kayu untuk memukul pasak kayu
  92. pace serbuk rempah-rempah yang ditaburkan di kain kafan
  93. pasong perhiasan yang terdiri atas dua keping emas yang berbentuk wajik atau segi enam
  94. patarakna bangku kebesaran berukuran kecil, rendah, dan berkasur, terletak di kiri kanan singgasana raja
  95. patisah penganan khas Aceh, terbuat dari adonan tepung beras, air, gula, dan telur, dibakar dengan mentega atau lemak, berbentuk dadar dilipat dua
  96. pecicap upacara tradisional untuk mengenalkan bayi pada berbagai jenis makanan dengan mencicipinya
  97. pemure memulai suatu pekerjaan dengan maksud agar diikuti oleh orang lain
  98. pengelet ikat pinggang kain yang sebagiannya dijahit dalam bentuk kantong tempat menyimpan uang
  99. penuman pinggan ceper biasanya dari logam untuk mengulas sesuatu
  100. penyeket alat pelicin dan pelembut bahan-bahan anyaman
  101. peusijuek tradisi tabur tepung tawar, biasa dilakukan saat ada peristiwa besar dan penting (menikah, naik haji, dan lain-lain)
  102. pilik memegang sesuatu dengan ujung jari sambil memperlihatkan keadaannya (tentang kain)
  103. pingkom menekan sesuatu dengan kuku ibu jari
  104. pipot mematahkan bagian demi bagian atau sedikit demi sedikit
  105. plik ampas kelapa yang telah diperas minyaknya melalui proses pembusukan
  106. puncek keranjang kulit berbentuk kerucut
  107. pupaleh mercu yang ditinggikan
  108. rabok menuju arah yang tidak tetap, tidak menentu
  109. rabon campuran dedaunan kering, bawang, tulang, tanduk, dan sebagainya yang dibakar untuk obat-obatan atau mantra
  110. radat pemimpin atau pemberi nada irama pada bacaan salawat
  111. rahop melumuri wajah dengan sesuatu, dapat berupa air, sabun, bedak, dan sebagainya
  112. ramin menyembelih hewan dan sebagainya untuk dimakan bersama-sama di alam terbuka
  113. rande mengangkat sesuatu beramai-ramai dan mendorongnya lambat-lambat
  114. rangkang pondok kecil di ladang yang bertiang, tempat tinggal laki-laki yang tidak beristri selama beberapa waktu, tempat tinggal pelajar agama
  115. raweet menyisir rambut dengan jari-jari tangan
  116. remet menggerakkan perlahan-lahan ke atas dan ke bawah, menari ke sana kemari (tentang pancing)
  117. rencam penuh luka
  118. rencong senjata tradisional khas Aceh berbentuk pisau, bersarung, bentuknya melengkung dan tipis tajam, biasanya untuk membela diri atau lambang kegagahan
  119. rentah masak sekali (tentang padi)
  120. ribang mengikat kuat-kuat
  121. rise berkelakuan buruk atau jahat, hidup tidak beraturan, bertualang ke mana-mana
  122. rudui jatuh terkulai
  123. ruek kering sekali atau menjadi kering (tentang buah-buahan seperti pinang, jagung)
  124. sayong menambahkan air tawar ke dalam air laut yang berkurang ketika diproses menjadi garam
  125. seba menumbuk padi (masih kasar) untuk pertama kalinya
  126. sebon tidak bersemangat; tidak bernafsu makan, sangat lemah
  127. seleng tali pengikat peti untuk dimuat ke atau dibongkar dari perahu
  128. selugot hutan belukar yang berpaya-paya
  129. semong tsunami
  130. senong tempat minum binatang liar (terutama kerbau liar)
  131. senong tempat berkumpul ikan di dalam sungai
  132. serempe teman dalam perjalanan untuk mengunjungi seseorang yang tidak dikenal
  133. serok menenun berselang-seling dengan benang perak atau benang emas
  134. seulumat kulit ari-ari pada pusat anak ayam yang baru menetas
  135. simprak duduk mengangkang (misalnya di atas kuda)
  136. siwet menyusun, menegangkan, melilit, atau mengatur benang untuk dipintal pada alat tenun
  137. suak alur yang ketika air surut berdiri sendiri dan terpisah oleh daratan dari laut
  138. suro bubu kecil terbuat dari lidi untuk menangkap ikan (ikan gabus)
  139. talum memasukkan sesuatu ke dalam mulut dalam jumlah besar
  140. tebet mengeluarkan atau membersihkan biji kapuk
  141. Teuku gelar untuk keturunan bawahan sultan dalam masyarakat dalam masyarakat Aceh
  142. timpeng melangkah panjang-panjang untuk naik atau turun
  143. timphan penganan khas Aceh yang dihidangkan pada hari raya Idulfitri dan Iduladha, berupa kue yang berbalut daun pisang
  144. tungo potongan kayu yang sebagiannya telah atau sedang terbakar, atau yang tidak terbakar lagi; potongan kayu api
  145. tunten sisir tandan pisang yang paling bawah
  146. ube pelepah kelapa yang sudah kering
  147. upa menggosok dengan tangan (misalnya badan atau kepala ketika mandi)
  148. upa menggosok di antara kedua tangan (misalnya daun-daun obat)
  149. uram bagian paling bawah dan tebal (misalnya batang kayu, cabang)

Alas

[sunting]
  1. adah menduga kedalaman air dengan kayu atau kaki
  2. antat taruh upacara berkhitan dalam masyarakat suku Alas, dilakukan di rumah paman si anak yang berkhitan dengan tujuan untuk menjodohkannya dengan anak gadis si paman
  3. baker nyeri kepala sebelah; migrain
  4. batat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya
  5. bayo ipar yang berlainan jenis
  6. bibi alang panggilan kepada saudara perempuan ayah yang kelima
  7. bibi aling panggilan kepada saudara perempuan ayah yang keenam
  8. bibi alung panggilan kepada saudara perempuan ayah yang keempat
  9. bibok sisa yang dapat dimanfaatkan kembali
  10. bujul kawin dengan orang yang satu marga
  11. celos membelah-belah daun pandan
  12. coli nangka dan cempedak yang mulai masak
  13. cude mengangkat sesuatu dengan kaki
  14. cui pembusukan pada kuku kaki
  15. duli ruangan yang gelap gulita
  16. gambuk pohon besar dan rimbun
  17. gatap daun sirih yang sudah tua
  18. gedam terjun ke tempat berbahaya
  19. gelet garis melingkar pada benda bulat
  20. geweng melempar dengan memutarkan badan
  21. indung jabu keluarga inti dalam masyarakat suku Alas
  22. jujul mendorong ke atas
  23. kabung pekerjaan pertama yang dilakukan dalam bersawah
  24. kambam mengurung dalam waktu yang lama (tentang binatang ternak)
  25. kandu panggilan sopan bagi orang tua
  26. keben lumbung padi yang terbuat dari kulit kayu
  27. kele panggilan sopan mertua kepada menantu laki-laki
  28. kikas bekas yang masih tersisa
  29. kudun periuk untuk menanak nasi
  30. kusu bapak dari nenek
  31. lantas menyeberangi air dengan berjalan kaki
  32. lantu pembungkus atau kotak yang terbuat dari pelepah pinang
  33. lesung gening lesung kincir
  34. lintung daun pisang yang masih berpelepah
  35. mandi megang kegiatan mandi bersama yang dilakukan sehari sebelum bulan Ramadan tiba sebagai bentuk penyucian diri
  36. megang rangkaian kegiatan menyambut bulan puasa
  37. muang mulai berjatuhan karena sudah ranum atau masak (tentang buah)
  38. mului lahir sebelum waktunya
  39. naban mempertahankan kemenangan
  40. nagu mengambil pati pohon sagu
  41. narang membaca mantra supaya hujan tidak turun
  42. nutu memisahkan bulir padi dari batangnya dengan menggunakan lesung
  43. onggar membongkar muatan
  44. onjal muatan yang berlebihan
  45. pangkoh pelangi yang tampak pada waktu pagi
  46. pidem berputar cepat sekali sehingga tampak diam tidak bergerak
  47. remang embun yang turun pada waktu musim bersawah
  48. senawak kain sarung yang dikenakan di atas atau di luar celana panjang
  49. tenapel tikar berlapis dua
  50. tumpuk sebutan untuk klan dalam masyarakat suku Alas

Alune

[sunting]
  1. abeli menjual barang dagangan dengan cara berjalan keliling dari satu tempat ke tempat lain sambil berteriak
  2. ailakua pijakan yang dibuat di pohon kelapa untuk memudahkan saat memanjat pohon kelapa
  3. akuene perisai yang digunakan untuk menangkis pedang, biasanya digunakan pada saat menari cakalele
  4. alati pembungkus biji pala yang berwarna cokelat kehitaman, tempat menempelnya fuli, berbentuk seperti tempurung tipis
  5. alena berjalan sambil bercerita
  6. apula lapisan kulit luar buah kenari yang berwarna hitam dan telah membusuk
  7. asakue kasur atau alas tidur yang terbuat dari kapuk
  8. ataninai alat untuk menjepit bara api berbentuk seperti sepit
  9. biru mulut merah bekas makan pinang
  10. bobale gelang yang terbuat dari kulit kerang dan dipakai sebagai perlengkapan pakaian adat daerah Maluku
  11. forna cetakan untuk membuat sagu bakar
  12. hali bibir sumbing
  13. kikul kulit pohon sagu yang keras
  14. sasi larangan untuk mengambil barang atau hasil sumber daya alam karena telah didoakan sampai batas waktu yang telah ditentukan sebagai upaya pelestarian sumber daya alam

Amungkal

[sunting]
  1. dontok kura-kura kecil

Asmat

[sunting]
  1. ces anak panah yang terbuat dari jali-jali
  2. mbis patung orang terhormat suku Asmat yang telah meninggal
  3. mbis tonggak leluhur
  4. saravon demonstrasi kekuatan yang lazim dilakukan untuk menenteramkan hati tamu dan juga untuk memberikan peringatan kepada orang yang berniat mengadakan permusuhan agar berpikir dua kali sebelum bertindak
  5. tapin tikar yang terbuat dari sematan daun sagu

Awyu

[sunting]
  1. ajuna perlengkapan atau hiasan yang dipakai laki-laki dewasa, terbuat dari manik-manik dari biji pohon
  2. cage tarian tradisional khas Awyu, dibawakan oleh laki-laki dan perempuan dengan iringan suara tifa dan nyanyian
  3. incipu arang hitam dari butiran tungku atau jelaga yang dipakai untuk melukis badan penari
  4. kabumuh penyembuhan penyakit dengan cara menarik-narik rambut sambil menyebut nama orang-orang tertentu yang dicurigai
  5. karwemusbo kalung yang dikenakan perempuan dewasa Awyu, terbuat dari tenggorokan kasuari
  6. wase lumpur merah yang digunakan sebagai mewarnai badan atau perisai
  7. yacung tas suku Awyu yang terbuat dari pintalan serat pohon gaharu atau melinjo
  8. yahu sume hiasan berupa mahkota yang terdapat pada ujung bagian depan perahu
  9. yame nyanyian atau lagu yang mengisahkan kegembiraan tentang kenangan indah dan rasa sayang dari kehidupan yang sudah lampau