Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/B
Tampilan
Bacan
[sunting]- amastampawang penganan yang berbentuk seperti bola, terbuat dari pisang mentah yang ditumbuk, kemudian diberi parutan kelapa dan gula merah
- andara penganan yang terbuat dari tepung beras, dicampur dengan gula putih yang dipanaskan, kemudian digoreng
- asahi penganan yang terbuat dari ubi jalar, dicampur dengan tepung terigu dan pewarna makanan, kemudian dibakar
- bago bara api
- bakaya membuat sagu dengan tahapan menebang, membela, membersihkan, dan menokok pohon sagu
- balonggar pertemuan keluarga yang dilakukan satu hari menjelang pernikahan dengan menghidangkan aneka kue
- bamayo berburu dengan membawa hewan seperti anjing
- basarok menghadiri undangan pernikahan
- baulaco lemas karena belum makan
- dalikang api yang dinyalakan di antara tiga tungku batu yang berukuran sebesar kepala orang
- dastari kain berwarna putih yang dililit di tengah penutup kepala, biasa digunakan oleh imam atau khatib salat
- didit anyaman dari daun pandan hutan yang dikeringkan, berfungsi sebagai alas duduk atau tidur
Bahau
[sunting]- amal abon daging ikan yang dipanggang hingga kering, ditumbuk halus hingga menjadi seperti tepung, dimakan sebagai lauk
- anit kulit hewan yang sudah dilepaskan dari daging
- anyeh minyak goreng
- apen dinding perahu
- atak sungai yang airnya tidak jernih atau keruh
- avit besi pemberat pada jala dan pukat
- ban satuan ukuran yang dipakai untuk mengukur ketebalan lemak babi
- banbarang tutup bakul
- belavukan luka-luka di kulit pohon
- engkam satuan ukuran panjang dengan menggunakan kepalan tangan
- halun babi betina besar yang mandul
- hapang anak bayi yang belum diberi nama
- jekuan jarum dari kayu untuk menyulam jala
Bahasa Bali
[sunting]B [ban]
- ala ayuning dewasa baik buruk hari dalam kalender Bali
- alab segar (tentang daun, rumput, dan sebagainya)
- alpaka lalai terhadap ajaran atau petunjuk yang wajib dilaksanakan
- alutan sisa kayu api yang terbakar
- ambis tarik dengan keras
- ambu daun enau muda
- amiug tersebar luas (tentang berita)
- ampal sapi atau kerbau putih dengan tanduk dan kuku berwarna hitam
- ampok-ampok secarik kain hitam untuk menutup kemaluan jenazah pada waktu upacara memandikan jenazah
- ampok-ampok pakaian tari yang terbuat dari kulit binatang yang diukir, dipulas dengan cat emas, biasanya dipasang pada pinggul penari Bali
- amputan padi yang dipersembahkan ke pura subak sebagai ungkapan rasa syukur
- Anak Agung gelar kebangsawanan pria dan wanita Bali
- Anak Agung Istri gelar kebangsawanan wanita Bali
- Anak Agung Ngurah gelar kebangsawanan pria Bali
- ancak saji ruangan untuk menerima tamu di puri
- ancak saji pagar yang terbuat dari belahan bambu berujung runcing digunakan untuk alat merontokkan padi di sawah
- ancruk ulat kumbang
- ancut tempat terpencil
- angkul-angkul pintu gerbang pekarangan
- angsel perhentian sebentar atau jeda pendek (dalam lagu, tari, dan sebagainya) dengan tiba-tiba
- angson anjing peliharaan
- antol rambut cemara yang digunakan untuk membuat sanggul Bali
- apid merah-merah pada lipatan kulit (leher, paha)
- apsari makhluk kahyangan berjenis kelamin feminin yang tidak mengenal usia tua dan mati; bidadari
- arja drama tradisional yang dinamis yang dimainkan dengan menyanyi dan menari, biasanya mengambil cerita-cerita Panji
- asagan balai-balai (biasanya dari bambu) sebagai tempat sesajen, jenazah yang akan dimandikan, dan sebagainya
- asta sari bangunan utama di bagian timur atau selatan tempat suci, berfungsi sebagai balai serba guna
- atos persembahan berupa hasil bumi kepada pandita untuk memastikan pelaksanaan upacara
- awatara penjelmaan Dewa Wisnu; avatar
- awig-awig hukum adat berupa peraturan atau undang-undang yang disusun dan ditetapkan oleh anggota masyarakat desa, banjar, dan subak tentang aturan tata kehidupan masyarakat di bidang agama, budaya, dan sosial ekonomi di Bali
- babarangan alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul; bonang
- bade menara usungan mayat
- bades biang keringat
- bakaran sajen berupa daging penyu, babi, ayam, atau itik yang masih mentah
- Bala wuku ke-25
- balai banjar balai desa
- balai bengong balai tempat beristirahat atau bersantai; balai peranginan
- balai gede bangunan tempat upacara adat, musyawarah, dan sebagainya
- balai gong bangunan tempat menabuh gamelan
- balai kulkul bangunan tempat kentungan yang dibunyikan pada awal dan akhir rangkaian upacara, musyawarah, dan sebagainya
- balai pawedan bangunan tempat duduk pendeta dalam melakukan pemujaan atau memimpin upacara ritual keagamaan
- balai pemaksan bangunan tempat pertemuan atau musyawarah antarkeluarga besar dalam satu ikatan sanggah
- balai petemu tempat pertemuan para teruna
- baleman bara sabut kelapa yang terbakar dan masih berapi, biasanya untuk membakar ubi, jagung, dan sebagainya
- bali dwipa jaya jayalah Pulau Bali; semboyan Pemerintah Provinsi Bali
- bancingah ruang depan rumah tradisional Bali golongan kesatria
- bandrang tombak berhiaskan bulu binatang
- bangar warna merah kekuning-kuningan (tentang padi)
- bangkal babi jantan besar bertaring
- bangket perasan kunyit, laos, dan sebagainya untuk menghilangkan bau anyir atau amis pada daging atau ikan
- bangkung induk babi
- bangsung keranjang untuk membawa babi, terbuat dari anyaman bambu atau besi, berlubang-lubang besar, dan berbentuk silinder
- banjar bagian desa setingkat dengan rukun warga atau dukuh yang dikepalai oleh seorang kelian
- banjar balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
- banteh radang atau bengkak pada luka atau cedera lama yang tidak dirawat
- banten sajen
- barong tarian yang memakai topeng dan kelengkapan sebagai binatang buas (singa), dimainkan oleh dua orang (satu di depan, yaitu di bagian kepala dan satu di belakang, yaitu di bagian ekor), dipertunjukkan dengan cerita Calon Arang
- bebali tarian sakral untuk menyertai upacara di pura
- bebangkit sajen persembahan kepada Dewi Durga dan para butakala berupa buah-buahan dan kue-kue yang melambangkan isi dunia dan planet
- bebarongan bentuk atap bangunan yang tidak menggunakan bubungan sudut-sudut atap
- bebarongan gelung pintu keluar masuk pekarangan pura
- bebekel harta yang dibawa suami atau istri (yang berasal dari pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yang merupakan harta warisan ke dalam perkawinan)
- beberasan telur cacing pita
- bekekok anak bekisar dari induk ayam buras
- beli kakak laki-laki
- belong tempat penyimpanan air untuk keperluan masak-memasak di dapur, terbuat dari batu padas, berbentuk silinder, dan berpenutup di bagian atasnya
- bendesa kepala
- betong tempayan besar tempat air, terbuat dari batu padas, biasanya ditempatkan di dalam kolam
- betutu masakan yang terbuat dari daging ayam atau bebek yang diberi bumbu khas, dimasak dalam sekam hingga daging dan tulang menjadi empuk
- blagandang melarikan gadis di tengah jalan untuk dikawini
- blanguh saluran air terbuat dari bambu atau batang pohon pisang
- blauk anak capung yang belum dapat terbang, biasanya hidup di permukaan lumpur sawah
- bleganjur gamelan yang terdiri atas gendang, kempul, dan cengceng
- blongkak buah kelapa yang sudah dibelah dan diambil dagingnya, dahulu digunakan untuk kayu bakar; tempurung kelapa dengan sabutnya
- blonyoh campuran air, minyak kelapa, dan kunyit yang telah ditumbuk, dipakai untuk melumuri bagian luar babi, bebek, dan sebagainya saat dipanggang atau diguling
- bluang anjing tanah
- blubuh mudah tertidur
- boma nama lukisan atau ukiran berupa wajah kala (raksasa)
- bondres bentuk topeng yang lucu-lucu
- bondres lawakan dalam pertunjukan yang memakai bondres
- bonjor tabung bambu untuk tempat air
- brumbun campuran empat warna (merah, putih, hitam, dan kuning)
- brumbun warna bulu ayam yang tersusun secara acak tanpa membentuk pola tertentu, terdiri atas warna putih, merah, kuning, dan hitam
- Buda hari ke-4 dalam jangka waktu satu minggu; Rabu
- buncing kembar laki-laki dan perempuan; dampit
- bungkak buah kelapa muda yang belum berdaging
- cabak tempat air suci, dibuat dari tempurung
- camok keranjang kecil yang dipasang pada mulut sapi atau kerbau ketika membajak agar sapi atau kerbau tidak makan rumput yang ada di pematang
- canang wadah sajen terbuat dari janur, berisi daun sirih, pinang, bunga, dan sebagainya
- cane perlengkapan upacara adat yang terdiri atas sirih, pinang, tembakau, dan sebagainya, dihiasi dengan bunga-bungaan yang ditancapkan melingkar pada batang pisang yang diletakkan di tengah-tengah dulang
- caping hiasan pada sudut-sudut tiang bangunan
- caturjalma lapis masyarakat dalam bentuk empat kasta; caturwarna
- ceeng takaran beras terbuat dari tempurung kelapa, sama dengan ½ kg
- cekah potong tebal-tebal
- celong pucat karena sakit
- cengkang ukuran sepanjang ujung ibu jari sampai ke ujung telunjuk (±) 18 cm
- ceraki wadah berbentuk persegi empat yang di bagian dalamnya terdapat kotak-kotak sebagai tempat menaruh bumbu-bumbu
- cokorda gelar bangsawan (golongan atau kasta kesatria)
- cono bentuk tanduk sapi jantan yang ujungnya melengkung ke belakang
- contok bentuk tanduk sapi jantan yang ujungnya melengkung ke depan
- cucuk tusuk konde
- dadia sebutan untuk pura klan (antargenerasi), berukuran lebih besar dari merajan dan sanggah
- danyuh belarak
- daun cemcem daun yang bentuknya pendek, kecil, dan runcing di bagian pinggirnya, berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah
- desak gelar perempuan golongan bangsawan tertentu di Bali
- Dewa gelar kasta (golongan) Brahmana
- Dewa Agung gelar kebangsawanan pria Bali
- Dewa Ayu gelar kebangsawanan wanita Bali
- druwe tanah (garapan dan sebagainya) yang dimiliki oleh raja
- druwe dalem tanah milik raja
- druwe desa tanah-tanah milik desa
- Dukut wuku ke-29
- Dungulan wuku ke-11
- gabor tarian penyambutan kreasi modern serupa dengan tari pendet
- gayor hiasan berbentuk gapura atau ornamen lain berbahan janur
- gayot jerawat besar dan membatu
- geblagan sajen di kuburan setelah selesai mengumpulkan abu jenazah
- gebogan sajen berupa buah-buahan yang ditusukkan dengan lidi ke batang pisang
- gedong bangunan gaya Bali berbentuk mengecil ke atas, beratap alang-alang atau ijuk
- gedubang ludah merah pertama ketika mengunyah sirih
- gelung mahkota (hiasan kepala) yang dikenakan penari
- gelung kori mahkota pada gapura
- gerantang alat musik sejenis calung dengan beberapa bumbung yang panjangnya berbeda-beda dan tersusun pada sebuah rak, dimainkan dengan dua pemukul, digunakan dalam gamelan, kolintang, dan angklung
- geria rumah tempat tinggal golongan Brahmana
- godem jawawut berwarna hitam
- gule warna cokelat tua (tentang bulu itik)
- guli ruas jari tangan (biasanya yang terpanjang), digunakan sebagai ukuran dalam arsitektur tradisional
- guli linjong guli kedua pada jari manis
- guli madu guli kedua pada jari tengah
- guli tujuh guli kedua pada jari telunjuk
- Gumbreg wuku ke-6
- hembak maskawin dalam jumlah besar yang harus dibayar karena melarikan gadis untuk dinikahi
- Ida gelar golongan Brahmana
- janger kesenian tradisional Bali berupa tarian yang dimainkan oleh 10 pasang penari (laki-laki dan perempuan)
- jegog gamelan atau tetabuhan khas Jembrana, terbuat dari bambu, berukuran besar, biasanya dipakai untuk mengiringi pencak
- jegogan alat musik gender, berbilah besar sebanyak lima buah, bernada rendah, dimainkan dengan sebuah pemukul yang berbentuk bulat dan bertangkai
- jero tempat tinggal untuk kasta kesatria yang tidak memegang pemerintahan secara langsung
- jublag alat musik termasuk jenis gender, berbilah enam, besar-besar, bernada rendah dimainkan dengan pemukul berbentuk palu agak tumpul
- Julungwangi wuku ke-9
- kahyangan tias kesatuan hidup religius masyarakat suku Bali, terdiri atas tempat-tempat ibadah desa
- kahyangan tiga tempat pemujaan di desa yang terdiri atas tiga pura (Pura Dalem, Pura Desa atau Pura Puseh, dan Pura Segara)
- kaja penunjuk posisi pegunungan
- kaja dataran tinggi atau daerah pegunungan di Pulau Bali yang menjadi tempat tinggal penduduk suku Bali
- karawista alang-alang yang sudah disucikan oleh pendeta untuk diikatkan di kepala
- kayangan pura
- kecer alat musik tradisional yang terdiri atas setangkup logam berbentuk bulat atau persegi delapan yang pada bagian atas tengahnya cembung dan berlubang untuk tempat tali pengikat (penggantung) untuk menggerak-gerakkan tangkupan logam itu ke atas dan ke bawah agar dapat berbenturan dan menghasilkan bunyi
- Kelawu wuku ke-28
- kelian kepala desa
- kelot dataran rendah atau daerah pantai di Pulau Bali yang menjadi tempat tinggal penduduk suku Bali
- kertha masa tertib tanam dan penggiliran tanaman (tentang pertanian)
- ketut anak keempat dan kelipatannya
- kewangen karangan bunga beserta uang kepeng khusus untuk sembahyang
- klabang anyaman daun kelapa untuk dinding, atap, atau alas duduk
- klabang wadah yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk persegi panjang, biasanya digunakan untuk menjemur makanan
- Krulut wuku ke-17
- kucit anak babi
- Kulantir wuku ke-4
- kupahan orang yang naik pentas dengan mendapat bayaran
- kuren ikatan suami istri
- lad keluar dari desa karena tidak mematuhi ketentuan adat yang berlaku di desa itu
- lamak alas sesajen, berbentuk persegi panjang, terbuat dari daun enau yang dirajut dengan semat
- Landep wuku ke-2
- Langkir wuku ke-13
- leak hantu jadi-jadian, konon berupa binatang (kera, burung hantu, dan sebagainya) yang diciptakan seseorang dengan jalan memantrai diri
- legong tari tradisional yang berasal dari lingkungan istana, melukiskan riwayat hidup raja-raja Karangasem, dibawakan oleh penari wanita
- legong keraton tarian legong yang tergolong klasik
- lekas melekas
- lerap nama mata uang (pada zaman dulu)
- likah bilah dari kayu atau bambu yang melintang pada bagian bawah tempat tidur di bawah galar
- madewi istri yang kedudukannya sederajat dengan suami
- makakawin membaca lontar (berisi kakawin)
- makantah perjanjian dengan jaminan tanah, misalnya perjanjian pinjam-meminjam uang
- Maktal nama wuku ke-21
- makurung hukuman berupa tahanan rumah selama 15 hari karena tidak ikut serta dalam kerja bakti
- manyama braya ikatan persaudaraan
- matur suksma terima kasih
- maweda upacara keagamaan di Bali yang dilakukan oleh para pedanda, dengan mengucapkan mantra menyebabkan Dewa Syiwa turun ke dalam tubuhnya sehingga dewa itu dapat mengubah air menjadi air suci
- mbok kata sapaan untuk perempuan yang lebih tua di Bali
- Medangsia wuku ke-14
- megibung makan bersama (dari satu wadah)
- melanting pura tempat pemujaan yang berkaitan dengan profesi dagang biasanya terletak di bagian timur laut pasar
- melasti upacara penyucian arca-arca simbol dewa dan sebagainya di laut
- memplaspas menyucikan bangunan yang baru selesai dengan upacara sebelum ditempati atau digunakan
- Menail wuku ke-23
- mendengkleng berdiri dengan menggunakan satu kaki
- mengaben membakar mayat
- menyeledet melihat dengan cara melirik dengan ekspresi datar (pada tarian Bali)
- merajan pura keluarga milik golongan brahmana dan kesatria, umumnya terletak di pekarangan depan rumah
- Merakeh nama wuku ke-18
- meru atap bangunan pura yang bersusun dan makin ke atas makin kecil
- musti satuan ukuran sepanjang kepalan tangan ditambah panjang ibu jari untuk menentukan jarak antarbangunan
- naga perhitungan banyaknya usuk yang baik untuk pintu
- nangluk merana cara pengendalian hama dan penyakit tanaman
- nasi brumbun nasi dari campuran warna merah, putih, kuning, dan hitam untuk pelengkap sajen
- natar halaman; pekarangan
- ngaben upacara pembakaran jenazah pada masyarakat Bali yang beragama Hindu; pelebon
- nyari satuan ukuran panjang dari ujung sampai pangkal telunjuk
- nyawang pembakaran patung
- nyoman nama tetap untuk anak ketiga
- odalan perayaan yang diadakan setiap tahun di dalam pura
- ogoh-ogoh patung yang terbuat dari bambu, kertas, dan sebagainya berbentuk raksasa dan lain-lain yang diarak keliling desa pada hari tertentu (biasanya sehari menjelang Nyepi)
- otonan upacara perayaan hari lahir yang diadakan ketika bayi genap berusia 210 hari berdasarkan sistem kalender Saka
- Pahang wuku ke-16
- pamerajaan bangunan kecil untuk pemujaan yang terdapat dalam rumah masyarakat suku Bali
- pancawalikrama upacara kurban yang diadakan 10 tahun sekali menjelang Hari Raya Saka, Nyepi, tujuannya agar masyarakat dan negara bersih dan selamat, terhindar dari malapetaka, dan sebagainya
- pangkon kayu berongga, bagian yang atas dipakai untuk menumpangkan (meletakkan) bilah-bilah logam gamelan, saron, dan sebagainya, berperan sebagai pembentuk bunyi
- panyembrama tarian untuk menyambut tamu terhormat, ditarikan oleh beberapa gadis
- patu alat semacam beliung kecil untuk mencari batu padas, memilah batu padas atau batu merah agar mudah dihaluskan dengan sangkal
- patung bojog patung berupa kera-kera yang diekspresikan dan dilukiskan dalam cerita Ramayana, digunakan sebagai hiasan dari bagian bangunan
- pawongan kesatuan hidup masyarakat suku Bali setingkat desa, terdiri atas desa adat dan desa dinas
- pekaseh petugas yang mengatur sistem irigasi (mengatur pembagian air dan perbaikan saluran air)
- pendet tarian suci untuk upacara menyambut tamu dan sebagainya
- penjor hiasan berupa bambu (dari pangkal sampai ujung yang dihiasi dengan daun kelapa muda dan sebagainya)
- perbekel kepala desa
- petegian seluruh areal yang digunakan untuk bangunan rumah
- petuding salah satu perangkat gamelan selonding, berbilah empat dengan pangkon dari kayu
- prajuru perangkat desa
- Prangbakat wuku ke-24
- pucuk bunga kembang sepatu
- pujer tunas kelapa
- Pujut wuku ke-15
- Redite hari ke-1 dalam jangka waktu satu minggu; Minggu
- sakamulan semua unsur tanaman, dari akar sampai buahnya
- sangkol menggendong (biasanya anak kecil) dengan melingkar di pinggang kiri atau kanan
- Sangsang nama wuku ke-10
- Saniscara hari ke-7 dalam jangka waktu satu minggu; Sabtu
- saput kain persegi yang dikenakan setelah kain panjang, biasanya digunakan oleh laki-laki saat berpakaian adat Bali
- sate lilit makanan khas yang terbuat dari daging yang dihaluskan dan diberi bumbu, dibentuk bulat dan direkatkan di ujung tusuk satai
- sayut sajen penolak bala
- seka organisasi masyarakat desa yang dibentuk untuk tujuan tertentu, baik waktu singkat maupun lama, misalnya perkumpulan kesenian legong
- senteng kain (selendang) penutup dada; kain dada; kemban
- setiman empat puluh lima
- sikep warna hitam (tentang bulu itik)
- Sinta wuku ke-1
- slepan daun kelapa yang masih hijau
- Soma hari ke-2 dalam jangka waktu satu minggu; Senin
- sugkal gagang ketam (alat tukang kayu)
- sukak tertusuk tulang dan sebagainya pada kerongkongan
- Sukra hari ke-6 dalam jangka waktu satu minggu; Jumat
- sumping nagasari2
- susuban tertinggal di dalam kulit karena tertusuk serat kayu dan sebagainya, biasanya pada jari
- tajen sabung ayam
- takepan jilid naskah lontar, biasanya terbuat dari bilah kayu atau bambu
- taksu kekuatan gaib yang memberi kecerdasan, keindahan, mukjizat, dan sebagainya
- taksu bangunan suci di sanggah yang berfungsi memberi kekuatan gaib
- tamas wadah sajen, terbuat dari janur atau daun enau yang muda, berbentuk bundar
- Tambir wuku ke-19
- tampin gulungan sirih yang berisi kapur, gambir, dan pinang
- tampus jerat berupa jaring kantong untuk menangkap burung
- tapakan sajen yang diinjak dalam upacara potong gigi
- tarib atap darurat dari daun kelapa
- Tolu wuku ke-5
- triboga tiga keperluan hidup utama (pakaian, makanan, dan perumahan)
- tribuana tiga dunia (dunia, angkasa, dan angkasa luar)
- trihita karana tiga unsur yang menyebabkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam
- trikona segitiga
- trimarga tiga jalan untuk mencapai kesempurnaan (kebijaksanaan, filsafat dengan sujud bakti, dan berbuat kebajikan)
- tripada tempat air suci untuk pendeta
- trisandia sembahyang tiga kali sehari bagi umat Hindu (pukul 6 pagi, 12 siang, dan 6 sore)
- triwarga tiga tujuan hidup yang terjalin erat (kebajikan, harta benda, dan kesenangan)
- tukang terang pawang hujan
- Ugu wuku ke-26
- Ukir wuku ke-3
- upacara piodalan upacara di pura desa
- upacara pitra yadnya upacara yang dilakukan untuk roh leluhur yang sudah meninggal
- Uye wuku ke-22
- wantilan bangunan untuk umum, berbentuk persegi panjang, tidak berdinding, tempat orang berapat atau mengadakan sabung ayam
- Wariagung nama wuku ke-18; Warigadean
- Wariga wuku ke-7
- Warigadian wuku ke-8
- warna bahasa tingkat-tingkat bahasa
- Watugunung wuku ke-30
- Wayang wuku ke-27
- wisata puri wisata yang objeknya adalah puri (istana) dengan segala isi dan kegiatannya
- Wraspati hari ke-5 dalam jangka waktu satu minggu; Kamis
Bahasa Banjar
[sunting]B [bjn]


- abun kotak terbuat dari kayu atau kuningan untuk menyimpan alat keperluan menjahit
- agas tikus kecil yang merusak tanaman padi
- ajak kalah (tentang permainan anak-anak)
- ajakan lumpur tebal yang terapung
- alkah perkuburan muslim
- ambang parang khas Banjar
- amparan tatak penganan kukus yang dibuat dari campuran tepung beras, santan, pisang, gula, dan telur, dilapis dengan adonan santan kental
- anang gelar kebangsawanan Banjar
- anang kata sapaan terhadap anak atau orang tua laki-laki Banjar
- angah kata sapaan terhadap saudara ayah atau ibu nomor tiga tertua
- anjung surung rumah adat Banjar
- antung gelar keturunan bangsawan Banjar yang dilekatkan pada anak dari seorang laki-laki bergelar gusti yang menikah dengan seorang wanita biasa
- apil alas kaki terbuat dari pelepah pinang atau upih untuk bermain sepak raga
- asalan barang yang belum diolah
- atal bedak dingin berwarna kuning
- awar-awar kayu penopang dalam lubang penambangan intan
- baasuh upacara adat memangku bayi yang baru lahir sambil berdoa dan berpantun semalam suntuk
- babongko penganan kukus yang terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula merah dibungkus dengan daun pisang
- baburin minyak yang terbuat dari bunga-bungaan yang dimasak dengan lilin dan minyak wangi
- bacuur saling menyebutkan silsilah untuk mengetahui apakah dua orang atau lebih memiliki hubungan kekerabatan
- bagarit berburu dengan menggunakan jaring atau jerat yang dipasang pada pohon
- bahandup berburu dengan menggunakan anjing untuk mengejar buruan
- balamika gundukan tanah berupa sarang rayap
- balugut menyusu pada saat sebelum hingga setelah tertidur
- balumba bermain di air (sungai) dalam waktu lama
- banawa kapal raja Banjar
- bangas bau busuk (seperti bau rumput terendam)
- bangkat rabun ayam
- bapanduk transaksi pertukaran barang (barter) oleh sesama pedagang di pasar terapung
- baruangan ruang di bawah lantai perahu
- batang tempat mandi, cuci, dan kakus yang berada di tepi sungai, dibuat dari balok kayu besar yang diikat menyerupai rakit
- batatapas mencuci pakaian
- batung betung
- batung bertulis bambu atau betung yang berisi pesan dalam mitologi Putri Junjung Buih, cikal bakal raja-raja Banjar
- becik alat pertukangan untuk membuat garis lurus
- belawa strok karena serangan jantung mendadak
- bengkar rakit yang terdiri atas batang kayu
- berangka keranjang dari anyaman rotan
- berkatupung memakai katupung
- berwatun memakai (mempunyai) watun
- bidas ukuran lingkaran yang terbentuk dengan mempertemukan ibu jari kiri dan jari tengah kiri dengan ibu jari kanan dan jari tengah kanan
- bula-bula santan yang dimasak (tetapi belum menjadi minyak)
- burungan ukuran 10 x 10 rentangan dua tangan
- butah ransel yang terbuat dari purun
- cagat tegak lurus
- carancam asinan mangga muda
- catik potongan kecil daun sirih berbentuk jajaran genjang yang ditempelkan di kening antara dua mata
- damang kepala adat suku Dayak
- erkan kalung dengan permata berlian
- gagampam penganan, dibuat dari singkong yang diparut halus, dicampur gula merah dan gula pasir, lalu dikukus
- gagasang arang penggosok gigi
- galuh kata sapaan kepada anak perempuan
- gandot tarian laki-laki dan perempuan yang erotis seperti ronggeng
- gangan humbut masakan yang terbuat dari bagian inti pohon kelapa, masakan ini harus ada pada acara perkawinan
- giba keranjang atau kaleng yang digendong di punggung untuk mengangkut getah karet dan sebagainya
- halilipan untaian janur menyerupai lipan pada mahkota pengantin Banjar gajah gemuling
- hintuk cara pengobatan dengan menarik sebagian rambut hingga berbunyi untuk menghilangkan sakit kepala
- ilai alat musik khas Banjar, dibuat dari bambu
- jaba keturunan raja Banjar yang sudah sangat jauh hingga menjadi rakyat biasa
- jabang penyimpan senjata khas Banjar
- jarinting mengangkat anak dengan memegang tangannya
- jarujut getaran saat ikan menelan umpan pancing
- kaduluran mendapat harta karun atau mendapat anugerah
- kakalan nasi yang belum matang
- kakicak penganan kukus, dibuat dari adonan tepung ketan, dibentuk sebesar benggol dengan lekukan di tengah, dimakan dengan unti
- kalacingan anak ikan gabus yang mulai beranjak besar, ukuran panjangnya sekitar satu jengkal
- kalalah penyakit perempuan sehabis melahirkan akibat melanggar pantangan
- kamirawaan menangis akibat tertawa yang berlebihan
- kangkurung alat musik rakyat Banjar yang terbuat dari batang bambu dalam berbagai ukuran, dimainkan dengan mengentakkan ke tanah untuk mengeluarkan bunyi
- karangkan batu yang menjadi pertanda adanya intan di daerah tersebut
- karungkup penyakit kejang-kejang pada anak-anak akibat panas tinggi
- katupung hiasan kepala pada pemain wayang orang
- kujajing pohon tinggi hingga 10 m, buahnya sebesar ibu jari dan sangat digemari kancil, pucuk yang muda enak dimakan mentah dengan nasi
- kumpang sarung mandau yang terbuat dari kayu, dilapisi tanduk rusa, biasanya diberi hiasan dari anyaman rotan, manik-manik atau bulu burung, memiliki kantong kecil tempat pisau penyerut
- kuriding alat musik tiup khas Banjar terbuat dari bilah bambu dengan tali di bagian mulut, dimainkan dengan menarik tali sehingga mengeluarkan bunyi
- kutal tidak rata (tentang cukuran rambut)
- langgatan panggung bertingkat untuk upacara perkawinan dalam masyarakat Bukit
- lanjung bakul besar dari rotan
- lihap selimut tebal berisi kapuk, dapat digunakan sebagai kasur
- logo mainan anak-anak terbuat dari tempurung dibentuk bundar atau seperti layang-layang, diletakkan di tanah dan dilentingkan dengan sebilah bambu ke milik lawan
- madihin kesenian khas Kalimantan Selatan berupa pembacaan syair atau pantun yang diiringi dengan tabuhan rebana
- malandau bangun kesiangan
- mandai makanan yang terbuat dari jerami cempedak yang diasinkan
- marut belum sadar sepenuhnya dari tidur
- menduru mengumpulkan ranting kayu sisa pembakaran ladang
- meribi banyak ingus berlepotan di wajah anak-anak
- pabatangan pedagang berperahu yang berjualan dari sungai ke sungai
- palimasan rumah tradisional khas Banjar
- papikat uang pemikat yang disimpan dalam pundi-pundi atau tempat uang lainnya
- papikat orang tua yang selalu ada di rumah dan tidak dapat bekerja apa-apa lagi
- paradah kapak dengan hulu seperti beliung digunakan untuk memotong dahan
- paradah puting beliung
- parang bungkul parang tradisional Banjar
- pardipah belanga antik raja-raja Banjar
- penes kapal pinisi khas Banjar
- pikaras syarat untuk memperkuat proses pengobatan tradisional, misalnya jarum dengan benang hitam, uang sepicis atau benda lain yang diminta oleh dukun
- pilis lis yang dipasang untuk menutup balok pada sekeliling atap rumah tradisional Banjar
- pinduku tanah yang ditinggikan dari tanah sekitar, digunakan untuk bercocok tanam di daerah pasang surut
- pitugur tiang induk rumah Banjar
- randang makanan yang terbuat dari sagu
- rumah lanting rumah terapung khas suku Banjar, memiliki landasan mengapung berupa tiga balok kayu besar, biasanya diikatkan pada tiang kayu yang menancap di dasar sungai supaya tidak hanyut
- sakoncang celana yang panjangnya di bawah lutut
- salabau jala yang dipasang terbuka di muara sungai menghadap arus
- sampung kepala atau ekor perahu yang mencuat tinggi di haluan dan di buritan
- sangkiat tali yang diikatkan di kedua kaki untuk membantu pemanjat ketika memanjat pohon kelapa
- sasirangan kain celupan khas Banjar
- sempol gulungan sarung di pinggang
- serkam batu permata yang menyerupai intan
- simbanan senang dan langsung merespons jika diajak bermain (tentang kucing)
- sindang langit bentuk atap rumah adat khas Banjar yang memanjang ke depan
- singabana polisi pada zaman Kerajaan Banjar
- singki permainan dengan menggunakan potongan bilah bambu, berbentuk seperti kemudi, dipukul dengan bilah bambu yang lain, hingga melayang dan jatuh mengenai benda lawan yang dipasang seperti kuda-kuda
- sungkul hiasan pada atap rumah Banjar
- takaw binatang jadi-jadian
- tanggui topi perempuan khas Banjar berbentuk setengah bola besar terbuat dari daun pandan
- taran pijat urut rahim agar cepat melahirkan
- tarapu batu yang terdapat di antara batu-batu yang mengandung intan
- tasmiyah upacara pemberian nama pada anak kecil
- tataban lemari rendah di sepanjang dinding bagian dalam rumah yang berfungsi sebagai tempat duduk dan tempat menyimpan barang
- timung mandi uap khas Banjar
- tirik tarian khas Banjar
- turiang sisa-sisa padi atau buah setelah dipetik secara besar-besaran
- uluh-uluh lubang tali celana kolor
- umihan cerewet dalam tawar-menawar
- warung sakadup warung yang bertutup kain karena berjualan pada bulan puasa
- watun bagian lantai yang ditinggikan (pada rumah Banjar)
Basemah
[sunting]- ajai bertopang dagu
- aking bangsa zaman purba yang pernah mendiami tanah Besemah
- anak belai panggilan yang digunakan paman dari pihak ibu untuk menyapa keponakannya
- angu bau khas yang muncul ketika air hujan mengenai tanah kering; petrikor
- batang bait pantun dalam sastra lisan di daerah Basemah, Sumatera Selatan
- ginggung alat musik seperti harmonika yang terbuat dari logam dilengkapi dengan lidah-lidah getar, dimainkan dengan menarik lidah-lidah getar itu dengan mulut sebagai resonatornya
- rejung puisi yang dibacakan selama tiga hari berturut-turut ketika ada orang meninggal, biasanya diadakan pada malam hari
- tadut sastra lisan dari daerah Basemah, Sumatra Selatan, berisi ajaran moral dan agama Islam, disampaikan secara turun menurun dan bersifat anonim
Batak
[sunting]



- abahui menarik pohon yang ditebang supaya rebah ke posisi tertentu

- abap bunga api
- abas penyumbat ujung tukil terbuat dari ijuk atau dedaunan, berfungsi sebagai penyaring agar serangga tidak masuk saat nira dituang
- abas-abas ranting kayu dan sebagainya untuk menghilangkan embun dari dedaunan (dengan cara dipukul-pukulkan) agar orang yang melaluinya tidak kebasahan
- abit pakaian tradisional perempuan suku Karo, terbuat dari kain tenun, berbentuk persegi panjang dan dililitkan di sekeliling pinggang untuk menutupi bagian bawah tubuh
- abit partading kain (sarung dan sebagainya) yang diletakkan di bawah bantal yang dalam adat Batak dipakai untuk menandai bahwa penghuni kamar tersebut telah kawin lari
- abu-abu makanan yang diberikan kepada binatang agar tidak merusak tanam-tanaman
- abudaga kulit ari mutiara
- adu-adu galah lentur (biasanya digunakan untuk mengambil sesuatu dari lubang)
- aek ni unte sajian berupa nasi dan ikan emas arsik serta gulai yang dibawa dan disajikan oleh pihak mertua (pihak hula-hula) sebagai kunjungan untuk cucu (pertama) yang dilahirkan oleh putrinya
- agadi pahat tipis yang digunakan untuk menyadap nira
- agem abu cerutu
- agonan lebih baik
- ais puting susu babi
- ais-ais rotan atau kayu yang digantung pada bubungan rumah adat Simalungun, berfungsi sebagai pegangan saat naik turun tangga
- ajak-ajak tanda batas kepemilikan tanah sementara berupa potongan kayu yang dipancangkan
- ajir pagar betis
- alaan bagian sungai yang banyak ikannya
- alapari tradisi gotong-royong mengerjakan sawah dengan membentuk kelompok kerja secara bergiliran
- albung hambar (tentang tuak) karena telah bercampur air
- alep teriakan saat menarik kayu atau mendirikan rumah agar bersemangat
- alep teriakan menyambut tamu sambil menabur beras
- algam kepingan yang hilang (tentang keramik, vas, tegel, dan lain-lain)
- aliang lingkar leher (tentang babi) yang akan disembelih
- alpis kempis (tentang perut wanita yang baru selesai melahirkan)
- amang boru suami dari adik atau kakak perempuan ayah dalam keluarga Batak Toba
- ambarita jari manis
- ambataran rusak (tentang buah pisang)
- ambataron lapuk karena berulat (tentang kayu)
- ambori penangkal serangan harimau untuk hewan peliharaan, terbuat dari bambu, dimantrai dan digantungkan di lehernya
- ambu ahli ukir dalam pembangunan rumah adat Karo
- ambu-ambu rambut atau serabut jagung
- amburat pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan lalu ditinggalkan
- ampang keranjang besar
- ampilalas angin topan
- ampot tudung pengantin laki-laki Mandailing
- anak beru keluarga yang mengambil atau menerima istri (Karo)
- ancok keringat pada ketiak
- ancumcum orang yang tak berguna
- andege jejak kaki
- andir kerutan karena usia, misalnya pada wajah dan tangan
- ando lebah jantan
- andostorang waktu menjelang tengah hari
- andung ratapan berirama ketika menghadapi kematian atau penderitaan yang memilukan
- andurabian bisul pada payudara
- anggara hari ketiga setiap bulan dalam penanggalan Toba
- anggir jeruk purut
- angkar setengah masak (tentang masakan), misalnya telur, daging
- angki terbang tinggi berkeliling sambil mengintai (tentang elang)
- angko datar dan luas (tentang permukaan danau, laut, dan sebagainya)
- anjal jarum kecil dari bambu
- ansuan peti untuk menyimpan kerangka jenazah yang sudah dibersihkan
- antaladan tangkai mayang yang disadap untuk diambil niranya
- antian ni anggara hari ke-22 setiap bulan dalam penanggalan Batak Toba
- aok tidak dapat ditentukan (tentang rasa)
- apean rumput (alang-alang) yang telah kering
- apean daun-daun yang tergantung layu di batangnya
- apil denda (uang dan sebagainya) sebagai pengganti hukuman apabila keputusan di tingkat yang lebih tinggi tetap sama dengan keputusan sebelumnya (dalam pengadilan adat)
- apin jalan baru yang disamarkan dengan ditutupi dedaunan untuk jalan puyuh menuju perangkap
- aran bagian yang dangkal pada sungai
- aras bagian yang dangkal, tetapi deras, pada sungai
- ardang sesuatu yang berpindah-pindah tangan tanpa diketahui pemiliknya
- arirang tempat bertautnya buah kelapa pada pohonnya
- aron ikatan kerja sama untuk mengerjakan ladang pertanian secara bergilir
- aron pekerja upahan di Karo
- arsap daun pisang yang telah layu dan batangnya meliuk ke bawah
- arsik masakan yang dibuat dari daging atau ikan yang dibumbui sambal dan asam potong, direbus hingga kuahnya kering
- artia hari pertama setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo dan Batak Toba
- asak pusaran air
- asam cekala kecombrang
- awit kayu penopang ture pada rumah adat Karo
- bah kata seru yang menyatakan keintiman, biasa dipakai pada akhir kalimat
- bahal jalan setapak yang biasa dilalui manusia sehingga rumput-rumput di jalan tersebut mati
- bahal jalan masuk
- baho butir-butir hujan es
- baing tahi lalat yang berbulu
- bajang miniatur rumah adat kecil di atas bubungan rumah tradisional Simalungun dan Karo
- baki bolon balai tempat mengadakan sidang adat yang juga digunakan untuk tempat tidur para pemuda atau tamu-tamu dari luar masyarakat yang bersangkutan
- balabulan penguasa benua bawah dalam mitos masyarakat Toba
- balak kotoran pada kulup penis
- balanja tempat sirih tradisional yang dibuat dari bambu, bertutup ijuk atau kayu
- balanjo tempat makan ternak terbuat dari bambu
- balatuk tangga yang dibuat dari sebatang kayu
- balian sawah atau ladang yang dimiliki, tetapi letaknya di luar daerah tempat tinggal
- baliga perkakas tenun tradisional terbuat dari pelepah daun enau, berfungsi sebagai perapat benang
- balkam geraham bungsu
- balkamon merasa sakit karena geraham bungsu tumbuh
- balobo tumpukan rumput bekas babatan
- balsom cokelat tua
- baluat seruling yang terbuat dari seruas bambu, panjangnya 30 cm, diameternya 1,5 cm, memiliki enam lubang, lima lubang di tengah dan satu lubang dekat ujung
- baluhur topi dari kulit jagung
- bangal sedikit air susunya (tentang perempuan yang baru melahirkan)
- bangil pura-pura tidak mendengar
- bangkang setengah tua (tentang kelapa yang tempurungnya mulai mengeras)
- bangkaran ternak bunting
- bangkas orang yang menularkan penyakit pada orang lain
- bangus sarang semut yang terdapat pada kayu
- bara kolong rumah yang digunakan sebagai kandang ternak
- barak kandang kambing
- barengkar kerbau yang tanduknya satu ke atas dan lainnya ke bawah
- baroar kandang anjing
- barunggam tabung bambu yang ruasnya sudah dilubangi
- barur parit berukuran besar
- basiha tiang penyangga utama rumah adat, berbentuk bulat panjang, biasanya dari kayu johar yang berusia ratusan tahun
- basir ranjau bambu yang ditanam dalam tanah sebagai perangkap hewan
- batat-batat cabang baru yang tumbuh setelah batang pertama ditebang (pada pokok ubi, kayu manis, dan sebagainya)
- batil bak kecil tempat memasak candu
- batohan bingkai tangguk yang terbuat dari rotan
- bayu hubungan bersaudara antara seorang pria dan seorang wanita yang bermarga sama tetapi berlainan submarganya
- bedu kambing gunung
- belkih rusa jantan
- belut mata pisau
- beraspati hari ke-5 setiap bulan dalam penanggalan Karo
- biat penuh sekali (tentang payudara wanita)
- bilang-bilang tabung bambu bertuliskan nyanyian ratapan
- binorna beras kunyit
- bobak kulit binatang
- bobok melengkung ke bawah (tentang tanduk)
- bobor tidak tumbuh lagi karena sudah dewasa (tentang tanaman)
- bogas jejak hewan liar
- bona pasogit nauli semboyan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara
- bonggas orang yang disegani atau dihormati
- bontan sebutan untuk anak-anak yang kelelahan dari bepergian
- bontang kenakalan anak-anak yang tidak membahayakan
- borgot kalung yang terbuat dari rangkaian 32 keping emas yang diikat dengan benang tiga warna dan diberi mata kalung bermotif kepala kerbau
- bornung menggembung karena terlalu subur (tentang daun)
- borsang ampas kelapa parut
- borta pohon aren muda
- boru golongan, pihak atau marga yang kawin dengan anak perempuan
- bosik benang yang dihitamkan dengan jelaga dan digunakan sebagai tanda pada kayu yang akan digergaji
- bujang kemaluan
- bujang janda
- cibor tanah gembur bekas kotoran hewan terutama di kandang lembu dan kerbau
- ciger pukul dua belas siang
- cikeli kuku pada ujung kaki lembu, kuda, dan sebagainya
- cikurung hari kedua pelaksanaan perayaan kerja tahunan
- cinambur serbuk tanah yang keluar dan berserakan di sekitar sarang semut, dan sebagainya
- cinembu pakaian adat pengantin Karo
- dalihan na tolu hubungan kekerabatan dalam keluarga Batak, yaitu hula-hula, dongan sabutaha dan boru, makna harfiahnya 'tungku yang tiga'
- dane cairan lendir yang keluar dari mayat ketika mulai membusuk; air mayat
- danga jarang atau tidak musim (tentang buah)
- dasuha tuak yang mengental di bagian dasar bambu penyimpanan
- dayas roh berbentuk panah yang memancarkan sinar terang, diyakini sebagai pertanda bencana kebakaran, kematian, dan sebagainya
- del lepas karena benang terputus (tentang layang-layang)
- delis gantung diri
- delis menguliti sekeliling pangkal pohon agar pohon tersebut mati perlahan-lahan
- demuyung berombak atau bergelombang (tentang padi yang ditiup angin)
- denen jalan berlumpur yang dilalui (dibuat) kerbau
- denggal melentuk ke belakang (tentang jari-jari tangan)
- dodal sidik jari; cap jempol
- dokan lubang pada pohon sebagai sarang burung enggang atau pelatuk
- dolgi sudah tidak empuk lagi (tentang benda berbusa, seperti kasur atau sofa)
- dolok gunung
- dombas hujan deras
- domen tepung beras
- dosa getah pohon kapur barus yang terdapat pada bagian terluar batang
- dukak tempat pembakaran orang yang meninggal mendadak atau karena sakit tidak lebih dari satu hari (biasanya dekat sungai mengalir)
- dulaha makan lahap
- dulngo (berasa) sangat manis
- dumbarat ritual tidur dekat api selama dua atau tiga minggu bagi ibu dan bayi yang baru dilahirkan
- dumen setengah tua (tentang buah padi dan batang bambu)
- duyuk kalah dalam perkelahian atau berjudi
- elpek ujung anak sumpit yang beracun
- embel bau lemah; bau tidak tajam
- encek mengakhiri permainan judi sesudah menang
- gadap jatuh tergeletak
- gagaton rumput makanan hewan ternak
- ganding anjing yang bulunya berwarna lebih dari satu; anjing belang
- ganjo tinggi (tentang kuda)
- gantip karung kecil bervolume sekitar empat gantang beras, digunakan sebagai wadah persembahan untuk raja
- gapbar kain tenunan dengan dasar putih dan pinggir berwarna merah
- garcip mudah menyala (tentang korek api)
- garut batu asah
- gasa cacat tubuh yang disebabkan kecelakan (jatuh, tabrakan, dan sebagainya)
- gasgas ladang atau kebun yang sudah ditinggalkan dan menjadi hutan kembali
- gayan pekerjaan sehari-hari, seperti berladang, berjualan
- gedat bungkuk ke belakang
- gemgam pisau kecil bersarung, digunakan sebagai simbol penghentian permusuhan, diserahkan oleh pihak yang berselisih kepada penengah atau juru pisah
- gempang duduk (tentang hewan berkaki empat)
- gerama penyembuhan penyakit tanpa menggunakan obat, tetapi dengan tindakan tertentu (misalnya menyembuhkan mata kelilipan dengan cara menggaruk-garuk kepala sambil meludah)
- gerege kutu jantan
- gerga ukiran pada bangunan tradisional Batak
- geruah berusaha dengan susah payah; berusaha dengan sisa tenaga yang ada (untuk keluar dari bencana)
- gimbang lukisan arah mata angin (pada atap bangunan), melambangkan seorang raja memiliki tanah, kebun, dan sawah yang luas
- golping sisiran rambut yang ditinggikan
- gumul bayi yang bentuk tubuhnya bundar seperti bola
- guri-guri tanduk kerbau yang digunakan untuk menyimpan ramuan obat
- habir jatuh dan terseret-seret (tentang kain)
- haka pahat tipis yang digunakan suku Pakpak utk menyadap nira
- halimunen mantra dalam masyarakat Pakpak untuk mendatangkan kabut
- halioho dalam sekali sehingga dasarnya tidak kelihatan
- hangkang berjalan tidak wajar karena terdapat gangguan pada selangkangan
- harangan wilayah hutan di daerah perbukitan yang menjadi sumber air warga
- hasapi alat musik petik bersenar dua yang memiliki lubang resonantor di bagian belakang
- horas kata seru untuk menyatakan selamat
- horja kumpulan huta yang berdekatan dengan marga berbeda, tetapi mempunyai pertalian
- huta permukiman berupa benteng bertembok dan berbentuk bujur sangkar, ukuran 50 x 70 meter persegi
- huta persekutuan hukum dan adat terkecil
- inang ibu
- jalangan tempat penggembalaan kerbau
- jambar hak bagian atau hak perolehan dari milik bersama yang dibagikan pada setiap anggota masyarakat adat
- jambe ayam jantan yang tua dan tidak berbulu
- jaramba bangunan berbentuk panggung, tempat mengolah masakan pada saat pesta
- joting nyanyian Batak
- jujur uang yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada calon mertuanya
- kulur keluih
- lantoyung terung yang tidak dapat dimakan
- lantuk peti mati
- lapet penganan khas Batak yang dibungkus dengan daun pisang, terbuat dari tepung beras, kadang diisi gula merah
- likah rusak tertindih, tetapi masih bisa digunakan
- lompayang lempang
- londok topi anak-anak
- longgum ramuan dari dedaunan yang dilumurkan ke bagian tubuh yang sakit
- longit hewan potong untuk pesta adat
- losap lewat tanpa permisi (di depan orang-orang tua atau orang yang lebih tua)
- lumban permukiman komunal dalam masyarakat suku Batak Toba, biasanya didirikan di lereng bukit dan dipagari batu atau bambu
- luso mencuci peralatan dapur dengan air dan menggosoknya dengan tangan (tanpa memakai sabun atau alat pembersih)
- macancan hancur atau terkoyak-koyak tepinya (tentang kain dan kertas)
- madinding bentuk perkawinan yang menggambarkan suami yang tinggal sementara pada kerabat istri sampai jujurnya lunas
- mamak ibu
- mamodali mengobati badan yang benjol karena terkena benda keras dengan gulungan kain yang dipanaskan atau tiupan napas
- mamongka menyumbat pori-pori atau lubang pada kapal atau perahu
- mampis masih sedikit buahnya (tentang pohon)
- mampis mengambil sisa buah pohon
- mangaruho membersihkan bagian dalam suatu wadah (botol, gelas, dan sebagainya) dengan cara diisi air, kemudian diguncangkan
- mangombo bekerja pada musim tertentu, seperti musim panen atau musim tanam
- manumpak upacara adat pada pesta perkawinan masyarakat Simalungun, para undangan datang dengan membawa sumbangan secara sukarela, biasanya nasi dengan hidangan daging yang dibentuk sehingga mirip hewan (babi, ayam) hidup, disuguhkan kepada kedua mempelai
- mardihuta perempuan yang baru melahirkan
- mardumon memakan beras (biasanya saat membersihkan beras)
- margitik bercanda ria
- markusip cara berpacaran pada malam hari (dilakukan dengan cara berbisik, si wanita di dalam rumah, sedangkan yang laki-laki di luar rumah) pada masyarakat Mandailing
- marsiadap ari saling membantu dalam menangani suatu pekerjaan (menggarap sawah dan sebagainya), makna harfiahnya 'meminjam hari dan tenaganya'
- martandang berkunjung ke rumah gadis ketika menghadapi usia kawin atau pada waktu berpacaran, biasanya dilakukan pada malam hari, diiringi dengan senda gurau serta nyanyian dan petikan gitar (di Tapanuli)
- martarombo saling menerangkan silsilah untuk mengetahui kekerabatan
- mejuah-juah sehat sejahtera lahir dan batin; salam yang diucapkan masyarakat Batak Karo ketika bertemu
- mendondon menggadai(kan) sawah; menyerahkan hasil tanah dengan sejumlah uang sebagai penukarnya
- mengabis membuang duri pada kedua sisi daun pandan dengan pisau khusus
- mengadak menganggap dirinya tidak terlawan oleh orang lain
- mengupa memberikan dukungan moril agar teguh semangat dan iman dalam menempuh hidup
- menjuah-juah selamat bahagia atau sehat-sehat; horas
- mindo endapan (misalnya kopi, tepung) yang muncul setelah dikocok
- namabalu sebutan hormat untuk wanita yang menjadi janda karena suaminya meninggal, dibedakan dari janda karena bercerai
- ura ikan yang diasam dengan direndam dalam air jeruk nipis selama 6 sampai 8 jam
- naniura masakan khas Batak berupa ikan mentah yang diolah dengan cara didiamkan dalam rendaman asam beberapa lama sehingga hilang rasa amis ikannya
- napinadar masakan dari ayam muda yang dibakar, dicampur dengan darahnya, dan dibubuhi cabai, garam air, jeruk nipis, dan sebagainya
- ngerik memisahkan gabah dari batang
- ngerires acara membuat rires (lemang) pada masyarakat Batak Karo dalam perayaan tahunan setelah menanam padi
- ompu gelar tertinggi keluarga Batak; tetua
- Ompu Mulajadi Nabolon nama pencipta alam semesta menurut kepercayaan asli masyarakat suku Batak
- onan pasar yang berada di wilayah bius dalam tradisi Batak
- padung tanduk burung enggang
- palbegu permalim
- pamapasan daerah batas kampung dengan ladang atau sawah
- pangolat tanda diakritis yang menghilangkan bunyi huruf induk pada akhir suku kata
- paninggil tanda diakritis yang menutup suku kata dengan bunyi
- pargadongan lahan kering atau ladang di wilayah kampung
- pargonsi pemain kesenian tradisional gondang
- parmitu orang yang gemar minum minuman keras
- parondol mayang yang keluar bersamaan (lebih dari satu, tentang enau )
- penganak alat musik khas Karo berbentuk genduk kecil
- perbaringin permalim
- perbibin bagian maskawin yang diserahkan kepada saudara perempuan dari ibu mempelai wanita
- permalim sistem kepercayaan tertua dalam suku Batak, disebut juga agama raja-raja, berisi kepercayaan bahwa seluruh alam diciptakan oleh Ompu Mulajadi Nabolon yang berdiam di langit ketujuh; perbaringin; palbegu
- podi serbuk kikiran emas atau perak
- pohung patung berbentuk manusia yang memiliki kekuatan magis (dari batu, kayu, dan sebagainya), berfungsi sebagai penjaga kebun
- ponding gesper ikat pinggang berukir kepala singa yang terbuat dari perak atau emas
- ponggal pohon nira yang sudah tidak mengeluarkan air lagi
- poranan oleh-oleh (seperti makanan atau barang) yang dibawa oleh pengantin baru ketika mengunjungi keluarga terdekat
- poter sumbangan yang diberikan saat meresmikan rumah baru
- potik ujung yang runcing pada destar Simalungun
- rambate rata raya kerja keras bersama untuk menuju masyarakat adil dan makmur, semboyan Pemerintah Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara
- rambin titian yang terbuat dari rotan besar, diberi tambahan rotan pada sisi kanan dan kiri sebagai pegangan
- rires lemang Karo yang biasanya dimasak dengan kunyit, merica, dan lada hitam
- saama keluarga inti dalam masyarakat suku Batak Toba
- sabutuha kelompok kekerabatan yang sama dalam adat perkawinan Batak
- sagak tunas yang tumbuh kembali sesudah dipanen atau dipotong, misalnya padi atau alang-alang
- sagem kayu yang mudah terbakar dan habis (tidak memiliki bara)
- sarato suling berlubang tujuh
- selok kesurupan hingga dapat berhubungan secara langsung, seperti berkomunikasi, dengan roh yang datang kepadanya
- sitarajuan kulit keras yang terdapat pada bagian dalam ampela ayam
- surmuk ulat bulu
- tajap potong miring (tentang sayuran)
- talngah terbuka lebar (tentang pintu)
- tambe ceret yang terbuat dari bambu, panjangnya 65 cm, berdiameter sekitar 15 cm, bagian atas ceret memiliki moncong
- tambing tendang ke belakang (tentang kuda)
- tangar lebar (tentang mulut periuk)
- timbora abu rokok
- tingkah tangga pada bukit, gunung, atau batu besar
- tini rusa betina
- tiptip potong rata (tentang ujung sapu lidi)
- tombu ayam aduan; ayam sabungan
- tuktak perangkap tikus yang terbuat dari bilah bambu dengan pegas dari bambu
- tulang saudara laki-laki dari ibu
- tulang mertua laki-laki suami
- tunggur bertindih (tentang kayu bakar) agar api terkumpul
- tungkar ranting yang terbenam dalam air
- tungkil pahat kecil yang sangat tajam untuk mengiris tangkai mayang enau
- tungko berdiri berhadapan dengan kepala menunduk
- tungku bilah bambu yang dipasang di sekeliling tanaman yang baru tumbuh agar tidak terganggu
- tupang kayu bercabang yang digunakan sebagai pengganti tangga
- turam kucing jantan
- ture beranda depan dan belakang rumah adat yang biasanya terbuat dari bambu
- turpuk pemegang hak tanah
- ucok anak laki-laki
- ugup padi pertama yang dipotong sewaktu panen dan tidak boleh diberikan kepada orang lain atau dijual karena diyakini akan membawa keberhasilan panen pada tahun berikutnya
- ukal pengeluaran benda-benda dari tubuh akibat teluh dengan menggunakan mantra-mantra dalam masyarakat Karo
- ulos sirata ulos yang dikenakan wanita Batak Toba sebagai penutup dada
- untam teknik untuk memudahkan mencocok hidung kerbau atau lembu, dengan cara mendongakkan kepala kerbau atau lembu, mengikatkan tali pada salah satu tanduk dan dililitkan pada moncongnya, lalu ditarik ke atas
- unung bagian tengah yang lunak seperti gabus pada batang tumbuhan (misalnya ubi kayu)
- unus sabut putih yang terdapat di bagian salut pohon enau
- ura ikan yang diasam dengan direndam dalam air jeruk nipis selama 6 sampai 8 jam
- urjok terbenam dalam lumpur
- urtup daun buluh yang mulai kembang
- utar permainan bulu tangkis tradisional Karo yang koknya terbuat dari sepotong bambu kecil sepanjang 3 cm dan diberi setidaknya dua helai bulu ayam, raketnya terbuat dari bilah papan
- wangkah binatang jantan yang sudah tua dan besar
Batuley
[sunting]- aem kata sapaan kepada ayah berdasarkan nama anak pertama, biasanya didahului nama anak pertama
- aes marnam orang yang bertugas untuk menombak penyu dari ketinting
- afei rarom orang yang bertugas menimba air dari ketinting
- alei pelepah pisang
- aler mata pisau
- arkunel daun-daunan yang menguning
Baun
[sunting]- aibinan tumpukan kayu di dekat akar pohon yang menjadi tempat kasuari bertelur
Bauzi
[sunting]- dao tombak yang digunakan untuk menangkap buaya
Benuaq
[sunting]- agak perkawinan atas dasar saling menyukai dan tanpa paksaan
- agit kaitan yang paling kuat di antara cabang kayu atau akar pohon
- akei lagu atau syair yang dinyanyikan khusus pada saat upacara kematian dalam masyarakat Dayak Benuaq
- ambok keranjang dari daging rotan yang dianyam rapat-rapat, berukuran sedang seperti kerucut, digunakan untuk mengangkut padi
- amih gambir yang dicampurkan dengan daun sirih dan pinang untuk menyirih
- ampau ikan pari yang dikeringkan
- ampeng hamil di luar pernikahan; bulek
- ampik sarung yang biasa digunakan wanita
- ave mata pisau
- bakit tombak bermata kait
- bancang celah-celah pada jari kaki
- bandir tonggak pohon yang berada di permukaan tanah
- barun bahan pakaian atau selimut yang dibuat dari kulit kayu
- batang minak akibat dari pelanggaran terhadap pertanda alam yang diterima penerima pesan, misalnya celaka atau kematian
- bedu keadaan daging hewan yang sudah mulai membusuk
- bekangin daun yang digunakan suku Benuaq untuk membersihkan muka dan mencegah jerawat, mengeluarkan busa seperti sabun
- beleleng kulit leher babi yang berlemak yang dibentuk melingkar sebagai ramuan persembahan dalam upacara adat masyarakat Dayak Benuaq
- berahan mencari hasil bumi di hutan
- bertus ikan yang dibakar beserta isi perutnya
- bubuk alat untuk mengambil air, dibuat dari tempurung kelapa
- bungkong benjolan atau bagian yang menonjol pada batang kayu atau pohon
- cacu takaran beras yang dibuat dari batok kelapa
- daling tarian tradisional suku Bajau di Pulau Derawan, daerah Berau, Kalimantan Timur
- dasarai sebutan atau gelar untuk bangsawan suku Buna
- dusa denda adat karena berselingkuh
- jelur kawanan ikan yang melawan arus
- kabat alat penangkap ikan, dibuat dari bambu, digunakan untuk menutup muara sungai
- karupit daun sirih yang kecil
- kasup gunting khusus untuk mengupas kulit pinang
- kiang keranjang yang dibuat dari rotan, digunakan untuk mengangkut barang
- kumpi karung yang dibuat dari daun nipah, digunakan untuk mengangkut barang
- kwangkai upacara kematian suku Benuaq, dilaksanakan dengan pemotongan hewan yang dikorbankan, seperti kerbau
- lambing telinga yang cupingnya panjang karena biasa diberati hiasan telinga pada suku pedalaman di Kalimantan Timur
- munan kebun buah
- muri sumbangan yang dilakukan karena ada peristiwa dukacita
- palar telapak tangan
- pambakal kepala desa; kepala kampung
- pasu takaran padi, dibuat dari kayu berbentuk segi empat
- ranggong alat pancing yang diberi pemberat dan kemudian ditenggelamkan di sungai dengan banyak mata kail, diikat pada kayu atau bambu bercabang
- suar kayu pendorong perahu di hulu sungai yang dangkal dan deras airnya
- ucus ban dalam
- ulap doyo kain panjang hasil tenunan suku Benuaq yang bahannya diolah dari daun doyo (Curculigo latifliolin)
- urat ladang atau lahan yang dibuka, tetapi pohon atau kayunya tidak besar-besar, mudah untuk dibersihkan
Berik
[sunting]- ambua burung gagak yang bersuara merdu
- bombomsai burung nuri kecil pemakan rayap
- burum jarum dari tulang untuk menjahit dan membuat keranjang dari kulit kayu
- dum sendok sagu, terbuat dari kayu berukuran besar
- fagatena meloncat ke samping
- fotur burung merpati dengan dada berwarna merah
- gisiamo burung nuri berkepala merah
- igora burung kakaktua yang berwarna biru
- jamor burung kumkum
- jandu burung paruh kodok
- tanggi burung kakaktua hitam merah
- uramir merpati berekor panjang dengan dada berwarna cokelat
Betawi (Melayu Jakarta)
[sunting]

- abet tingkah laku
- abrit-abritan berlari tunggang-langgang (atau tergesa-gesa)
- acatan bahan pakaian sisa penjualan yang panjangnya kurang dari satu meter yang dijual dengan harga lebih murah
- acerang daun bangun-bangun; bangun-bangun; sukan
- adanya orangnya
- ambah-ambah penyakit sampar
- ambelar tali yang digunakan sebagai tanda dalam permainan gundu
- ambring-ambringan tidak keruan (hilang akal dan sebagainya); berantakan
- ampe sampai
- ampek sesak napas karena penyakit bengek (asma dan sebagainya)
- amprok bersua secara tiba-tiba di tengah jalan atau di tempat lain
- amprung-amprungan selalu tidak bersungguh-sungguh
- amprung-amprungan selalu masa bodoh
- amprung-amprungan kurang bertanggung jawab
- andapita kue yang dibuat dari tepung beras
- andaru gejala alam berupa api kecil yang terbang di atas air atau rawa yang disebabkan oleh terbakarnya gas
- ape kue apam kecil yang dibuat dari adonan tepung terigu, gula, dan telur, rasanya manis dan gurih
- ape apa
- aprit kabur; lari
- apuran selokan pembuangan air kotor
- ari hari
- aron setengah matang (tentang nasi dan ketan)
- aseran pemarah; lekas marah; kasar tindakannya
- ayeng-ayengan berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yang tidak-tidak seperti orang yang kurang waras
- ayeng-ayengan berkeliling mencari sesuatu hingga lelah
- ayeng-ayengan pergi ke sana sini
- babakan kulit kayu yang dikupas dari batangnya
- babe bapak; ayah
- babe panggilan akrab terhadap orang tua (pemuka, pemimpin)
- bacek lunak karena mengandung air (tentang tanah dan sebagainya)
- bagusan penyakit menular seperti cacar air
- bakal untuk; buat
- bandan burung yang kepalanya berjambul seperti ayam hutan
- bandering batu (kerikil) yang diikat di ujung tali (benang) yang dilemparkan dan disangkutkan pada benang layang-layang dan sebagainya yang akan diambil; pengumban tali
- bandos penganan yang terbuat dari ubi kayu
- bandos penganan yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan gula dan kelapa parut
- bangus moncong anjing atau babi
- banjur siram
- banyakan lebih banyak; lebih umum
- bapet tidak mempunyai uang
- bapet tidak berharga; buruk
- bari sambil; sembari
- bayung daun kacang panjang (biasa disayur)
- bebandos penganan, dibuat dari ubi kayu
- bebenah berbenah
- bebesaran murbei
- begah berasa penuh di perut karena terlalu kenyang dan sebagainya
- begeng sangat kurus sehingga tulang iganya sangat menonjol
- beladu kayu penggulung benang; belendong
- belakangan lebih belakang; kemudian
- bencok makanan yang dibuat dari kentang yang diiris panjang tipis-tipis, digoreng garing, dan diberi sambal
- bengal nakal; suka mengganggu
- bengep bengkak-bengkak (tentang muka); sembap
- bengok beguk; gondok
- bengu berbau tidak sedap (seperti bau tembakau yang sudah lama disimpan)
- bengul balut (tentang mata yang baru habis menangis)
- berabe susah, repot (mengerjakannya, mengurusnya)
- beraja bintang beralih
- berarak berserakan; berantakan; tidak teratur
- berdeging berkeras hati; berkuat-kuat; mengotot
- berdeku duduk berlutut
- bereo cambang bauk; berewok
- bererot berduyun-duyun; berderet-deret
- beret tergores, lecet (tentang kulit dan sebagainya)
- beret banyak permintaan
- beret sangat pemilih
- berisik ribut (ramai, ingar bingar) suaranya
- berisik berasa mendengung pada telinga
- berkeredong memakai (menggunakan) keredong
- berlerot berjalan beriringan
- berok perut bagian bawah
- berubus tiruan bunyi air mendidih
- besot terkelupas (tentang kulit); beset; calar
- betahak beserdawa
- betulan dekat benar
- betulan betul
- bicara tanggung, tentu (pasti)
- bicokok buaya kecil; buaya katak
- bicokok kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu
- bicokok orang yang tamak
- bir pletok minuman tanpa alkohol yang dibuat dari rebusan gula, jahe, daun pandan, serai, dan rempah-rempah lain, disaring lalu didiamkan semalaman, biasanya disajikan dingin
- bisakan lecet atau luka karena dimakan kutu air (biasanya di sela-sela jari)
- bocong tempat air yang bagian perutnya (tengahnya) besar (terbuat dari tanah); buyung
- bokong belakang; pinggul
- boncel kecil
- bondot berkas; ikatan (padi dan sebagainya)
- bonggol pukul
- bongkot pangkal (batang kayu, tebu, dan sebagainya); punggur
- bongkot menyambar benang layang-layang lawan dari jarak serendah mungkin
- bonto tidak segar lagi (tentang ikan)
- bontok bonto1
- bontot bungsu
- borang ranjau
- boto elok (bagus, cantik) rupa dan bentuknya
- buah atep buah enau yang sudah dikupas; kolang-kaling
- buncit paling belakang; terakhir; bungsu
- busung janur
- buyur guyur; siram
- cablak bermulut besar
- cabo wanita tunasusila; perempuan lacur; pelacur; sundal
- caling taring
- cang kata sapaan untuk kakak dari ayah atau ibu; uak
- cangantu istri paman atau suami bibi (lebih tua daripada ayah atau ibu)
- cangkrang selongsong (lampu baterai)
- cape letih
- capelin caping; capil
- caplang lebar (tentang telinga)
- cecar mencecar
- cegukan mudah tersinggung dan merajuk
- ceking kecil pada bagian tengah; genting
- ceking hampir putus (tentang tali, tambang)
- ceking kurus kering
- celamitan suka mengambil atau meminta barang milik orang lain tanpa rasa malu
- celangak-celinguk menengok-nengok ke kiri dan ke kanan (karena merasa asing dan sebagainya); celingak-celinguk
- celangap terbuka mulut, ternganga (seperti mau menguap, karena heran, terpesona)
- celenit rasa sakit seperti digigit semut atau tersulut api rokok
- celentang telentang
- celepat-celepot berbunyi "pat, pot", seperti bunyi kecupan yang berulang-ulang dan sebagainya
- celi tajam matanya (penglihatannya)
- cemeh permainan judi dengan kartu kecil
- centangan kobokan
- centeng tukang pukul bayaran
- centeng pengawas pada penjualan candu
- centet tetap kecil (pendek dan sebagainya); mengerut; susut
- centet menghematkan
- cepol tinju; tonjok
- cerancam lalap khas Betawi, terdiri atas kubis, mentimun, kecambah, kacang panjang, dan terung lalapan yang diberi bumbu
- ceritaan sesuatu yang diceritakan (diomongkan); omongan
- cetek tidak jauh jaraknya dari permukaan ke dasar (tentang sungai, sumur, dan sebagainya); dangkal; tohor
- cetek tidak mendalam (tentang pengetahuan dan sebagainya)
- cetok tudung kepala (seperti yang dipakai oleh petani Tionghoa)
- cetok topi gabus
- cikutan terteguk-teguk; tersedak (biasanya habis makan, karena tidak minum); cegukan
- cing encing; kata sapaan terhadap adik dari ayah atau ibu
- cipok ciuman yang berbunyi
- cocol sentuh; colek
- codet bekas luka (pada muka, dahi, dan sebagainya)
- cokek kesenian tradisional Betawi yang diiringi gambang keromong dengan penari wanita yang juga bersedia diajak menari bersama para tamu
- cokek penari wanita dari rombongan tontonan cokek yang dapat diajak menari bersama
- cokekan cokek
- coko perlombaan memanjat batang pinang yang dilumuri minyak (supaya licin) untuk memperebutkan hadiah yang digantungkan di puncaknya; lomba panjat pinang
- coleng curi (dengan kekerasan)
- comblang orang yang menghubungkan laki-laki dan perempuan dalam perjodohan atau percintaan
- comblang muncikari; jaruman
- combong pisau (sikin) yang berlubang pada bilahnya (dianggap bertuah)
- congo penjahat kaliber kecil (tukang copet, pencuri, dan sebagainya)
- cuik ikan yang dikukus dan diasinkan dalam periuk
- cuming cuma; hanya
- cungo tukang copet; congo
- cungur moncong; congor; jungur
- cungur bagian kepala hewan yang menonjol termasuk rahang, mulut, dan hidung
- cupar sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tentang seorang laki-laki)
- dangkal keras dan tidak baik masaknya (tentang buah-buahan)
- dangkal tidak berair dan tidak subur (tentang tanaman)
- dangkal tebal hati tidak lemah lembut
- dangkal terbengkalai; tanggung-tanggung (tentang pekerjaan)
- dedek dedak
- dedengkot orang yang menjadi tokoh (pemimpin) dalam suatu perkumpulan dan sebagainya, baik dalam arti yang baik maupun yang buruk
- deh kata yang digunakan untuk mengukuhkan kata-kata atau maksud kawan bicara
- dekil sangat kotor; berdaki; kumal
- delit suka menyimpan perasaan atau rahasia di dalam hati
- demek lembap; tidak kering benar
- demek kumal
- doang hanya; saja
- dobol berlubang (tentang karung dan sebagainya)
- domplang condong ke belakang atau ke depan (tentang delman dan sebagainya)
- domplangan papan jungkat-jungkit sebagai permainan anak-anak
- drip babak (dalam sandiwara rakyat)
- dukun pangkeng pawang hujan
- elu lo2; lu
- embel paya-paya yang tertutup oleh rerumputan
- embrat cerek besar dengan cerat berlubang-lubang kecil untuk menyirami bunga atau tanaman; gembor
- empok kakak perempuan
- empok kata sapaan untuk orang perempuan yang lebih tua
- encang kakak dari ibu atau bapak
- encek kata sapaan untuk laki-laki Tionghoa totok
- encing adik dari ibu atau bapak
- encot pincang; timpang; incut
- engah tahu (sadar atau mengerti)
- engap-engap megap-megap; tersengal-sengal; terengah-engah (susah bernapas)
- engas bau busuk
- engas bau yang kurang enak (seperti bau keringat dan sebagainya)
- engkuk memilin leher lawan dan menekannya ke bawah
- engkuk menekan ke bawah agar menjadi lurus (tentang kayu, pipa besi, dan sebagainya)
- enyak ibu; mama
- enyak panggilan akrab terhadap orang yang dituakan (pemuka, pemimpin)
- gabah gegabah
- gablek punya
- galanggasi galagasi
- ganjen lincah dan genit (terutama tentang perempuan)
- ganting kental; pekat; lekat
- gaple permainan dengan kartu domino (terdiri atas dua pasang pemain)
- garan hulu (pisau dan sebagainya); tangkai
- gecar gentar (takut); gemetar
- gedean lebih gede
- gedean berstatus sosial tinggi dalam masyarakat
- gedong gedung
- gegaokan berteriak-teriak; menjerit-jerit
- gegares makan banyak-banyak (rakus)
- gegetun menyesal
- gegetun tercengang (karena keheran-heranan, kecewa, dan sebagainya)
- gelemberan gelambir
- gelendo air ampas masakan gula
- gelo gila
- gembrot gemuk, tetapi tidak sintal (untuk badan dan sebagainya)
- geranggaman ingin makan segala macam makanan
- geratak pergi ke sana kemari untuk mencari sesuatu
- gerendeng menggerutu; bersungut-sungut; merengut-rengut
- geroak berlubang besar
- gerobok lemari dari bambu (tempat menyimpan makanan dan sebagainya)
- gerobok peti besar (tempat pakaian dan sebagainya)
- gerong lubang (rongga) di dalam tanah
- getek rakit
- getol rajin; tekun dalam mencari; bersemangat
- gim benang emas
- girik surat pajak hasil bumi
- girik surat pemilikan tanah
- gundal abdi; pengikut; kaki tangan
- hibuk banyak pekerjaan; giat bekerja; sibuk
- ikan cue pindang
- ilas injak sampai hancur
- isit gusi
- jabal rampas, begal
- jaban klimaks dari suatu pertandingan, pertarungan, dan sebagainya
- jagung terubuk jagung muda
- jangla suka berkeliaran ke mana-mana; liar; tidak jinak
- jantuk menonjol ke depan (tentang dahi)
- jedot berantuk
- jengah malu; kemalu-maluan
- jobong wanita tunasusila; pelacur; sundal
- jontor bengkak (pada bibir) akibat kena pukul, disengat lebah, dan sebagainya
- jontrot pemikat di rumah makan dan sebagainya (berupa wanita cantik) untuk menarik tamu
- jontrot barang dagangan yang dipajang untuk menarik pembeli
- joprak jatuh terduduk atau terkapar
- juntrungan pendirian; aturan; asal-usul; ujung pangkal
- kaci benar; sungguh
- kagak tidak
- kakek samping saudara laki-laki nenek atau kakek
- kebagian mendapat (memperoleh) bagian
- kebembem kuweni
- kebenaran kebetulan
- kebentur terlanggar; terantuk
- kebongkaran kemasukan pencuri; kecurian
- kebosanan kekenyangan
- keburu dapat dikejar; sempat
- keburu lebih dahulu
- keburu belum terlambat
- keburu tergesa-gesa
- kedebong batang pohon pisang
- kedebong pelepah daun pisang
- keder takut; gentar; gemetar
- kedot kuat; kebal; tahan pukulan
- kejen mata bajak
- kekeba upacara selamatan menujuhbulani kehamilan pertama
- kelak-kelik kelap-kelip; kedip-kedip
- kelangkan langkan
- kelebu kemasukan air (tentang perahu); tenggelam; karam
- kelengar pingsan
- kelepus merokok terus-menerus
- kelimpungan kebingungan
- kelingsir penyakit burut, buah pelirnya menjadi besar dan turun
- kemandoran bagian dari permukiman suku Betawi pada zaman dahulu, dikepalai oleh mandor
- kematian obor kehilangan kontak atau putus komunikasi dengan sanak saudara
- kemekmek terpesona; terperanjat
- kempek tas kecil dibuat dari barang anyaman (untuk tempat sirih, uang, dan sebagainya)
- kenyat rasa segan atau rikuh ketika akan menemui seseorang karena rasa bersalah
- kenyat rasa tidak nyaman pada kulit wajah
- kepangsek tepat mengenai (sasaran)
- kepangsek menyentuh hati
- keredep berkedip-kedip
- keredep berkilau-kilau
- keredong kain dan sebagainya penutup kepala (tubuh, muka, dan sebagainya)
- kereng hitam pekat (tentang pensil dan sebagainya); tebal (sehingga tampak seperti orang pemarah)
- kermian sakit yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kermi di dalam perut
- kerok persoalan; masalah; keributan
- keromong alat musik yang bentuknya seperti bonang pada gamelan Jawa, dimainkan dengan dua pemukul, jika dimainkan bersama-sama dengan gambang kayu, rebab batok, gendang, dan kempul disebut gambang keromong
- keruma kuman (pada kudis dan sebagainya)
- kerupuk bingung
- keseleo terpelecok; terkilir; salah urat
- kesimpatan tersedak (terbatuk-batuk dan sebagainya) karena ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tenggorok (jalan pernapasan)
- kesip kedip
- kesomplok tersampuk; tertumbuk; terlanggar
- kesomplok kehabisan uang (biaya)
- ketan urap nasi ketan yang diberi kelapa parut yang sudah dicampur dengan sedikit garam
- ketek ketiak
- ketel titik (air); tetes
- ketepel bandering
- ketindihan tidak dapat bergerak dan merintih-rintih (ketika tidur)
- ketrok ketuk; pukul
- keurus terurus; terpelihara
- keurusan keurus
- kibul pantat; dubur
- kidar kisar; kitar
- kilit memutar-mutar layang-layang di udara untuk melawan musuh atau mengait layang-layang lain yang putus di udara
- kiriman barang yang dititipkan (diamanatkan) untuk disimpan (dijual dan sebagainya)
- kisaran keturunan ayam biasa dengan ayam hutan
- kisik bisik
- koang layang-layang hias
- kober makam
- kolok manja (untuk anak-anak)
- kondor burut; hernia
- kongko bercakap-cakap yang tidak ada artinya; mengobrol
- koprok permainan dadu kocok
- kosen gagah; berani
- kosen kebal (terhadap senjata tajam dan sebagainya)
- kosen ampuh (tentang ilmu silat dan sebagainya)
- kubil membengkak, menjadi besar (tentang bagian badan, terutama mata)
- kucel kumal
- kudangan sesuatu yang diberikan oleh pengantin laki-laki (keluarga pengantin laki-laki) kepada pengantin perempuan berdasarkan permintaan pengantin perempuan
- kumpi moyang (laki-laki atau perempuan)
- kuncen juru kunci (di tempat keramat dan sebagainya) yang juga mengetahui riwayat tempat yang dijaganya
- kunyuk kera kecil; monyet
- kunyuk orang bodoh (tidak tahu adat)
- kupak tanggal giginya untuk pertama kali
- kupat-kapit berkibas-kibas (tentang ekor dan sebagainya); terjuntai berayun-ayun
- kurung batang usungan jenazah
- lamang pedang (pendek) yang lurus; cenangkas
- lamping lereng (gunung)
- langkan pagar berupa kisi-kisi (pada jembatan dan sebagainya)
- lapak judi tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
- lapat-lapat tidak nyata kedengaran (kelihatan); lamat-lamat; sayup-sayup
- ledes lecet merah pada kulit
- legak-legok lekak-lekuk, tidak rata (tentang jalan, jembatan, dan sebagainya)
- legit agak kenyal dan enak
- lelancur ayam jantan muda
- lelancur anak laki-laki yang meningkat dewasa
- lelet lamban
- lempang melempang
- lempeh layang-layang yang rangkanya terlalu tipis sehingga tidak dapat diterbangkan
- lempeng pipih seperti bata tipis (tentang tembakau)
- lempeng nama penganan (terbuat dari tepung beras, tipis dan pipih bentuknya)
- lempeng keping (besi, kaca, dan sebagainya) yang tipis
- lempeng bagian kulit bumi (dengan ketebalan antara 50 dan 250 km) yang hampir tegar, tetapi masih dapat bergerak
- lenci lengkeng
- lengit cerdik (banyak akal buruk); culas2
- lengoh lengah
- lenjing antan; alu
- lepek basah kuyup; basah sekali
- lepit melepit
- likat agak malu (tidak mau melihat, selalu tunduk saja, dan sebagainya)
- limbung tidak mantap, goyah (berdirinya, duduknya, letaknya)
- limbung tidak tetap pendiriannya (pikirannya, tujuannya, dan sebagainya)
- linu gempa bumi
- lisong cerutu
- lomot melomot
- loncer longgar atau galir (tentang sekrup dan sebagainya)
- loneng kelek-kelek (pada jembatan dan sebagainya); langkan
- loneng tembok rendah di depan halaman rumah
- loyar royal
- majong kain untuk menggosok mesin dan sebagainya; majun1
- makcomblang perantara pencari jodoh; perantara yang menghubungkan atau mempertemukan calon suami istri
- marahan tidak mau bergaul dan sebagainya karena marah
- medok berlubang-lubang (seperti spons dan roti)
- medok kotor; dekil
- medok agak pekat dan kental karena banyak bumbunya (tentang kuah, gado-gado)
- medok kentara sekali aksen daerahnya
- megrek-megrek selalu sakit-sakitan; merana
- mejeng meragakan diri dengan penampilan atau dandanan yang berlebihan untuk menarik perhatian orang
- mek kawan; teman (kata sapaan untuk teman)
- melak-melak (dengan) terang-terangan (ditipu dan sebagainya)
- melayap mulai hendak tidur; tidur-tidur ayam; di antara jaga dan tidur
- meledek mengejek; menghina
- meledos pecah meledak; meletup
- meledos terban (tentang jembatan dan sebagainya); rusak
- meleng tidak berhati-hati; lengah
- melengak mendongak; mencongak
- melengak tercengang (heran); keheran-heranan
- melenge terdiam, membisu
- meletos meletus; meledak
- melonco-lonco berjalan-jalan melancong
- melongok menjenguk orang sakit dan sebagainya
- melongok menoleh
- meloso merangkak (dada kena tanah)
- meloso melata (seperti ular)
- meloso berbaring bergerak-gerak (kesakitan)
- memale menguatkan dengan memijit-mijit
- memale memberi makan baik-baik (tentang kuda pacuan, ayam aduan, dan sebagainya)
- membacai menyindir-nyindir
- membal melenting lalu kembali ke keadaan semula (seperti bola ditekan); menganjal; mengambul
- membekam mencengkam; mencengkeram
- memberesi membereskan
- memberosot menggelincir turun dengan cepat (karena lepas ikatannya dan sebagainya); merosot
- membokong menyerang (memukul dan sebagainya) dari belakang
- memidi mengarahkan (kelereng dan sebagainya) ke ...; membidik; menuju
- menahui memahami; memaklumi
- mencacap membasahi kepala; mengusap-usap kepala dengan air dan sebagainya
- mencangkel menggendong di pinggang
- mencangkel menyangkut; tersangkut
- mencangkel mencangkelkan
- mencangking membawa sesuatu di tangan (pada waktu berjalan); menjinjing
- mencangking mengajak (pergi, serta); mengikutsertakan
- mencatek memagut (tentang ular)
- menciplak membangkitkan rasa enak (dalam makan)
- mencongklang berlari kencang (tentang kuda dan sebagainya)
- mendodet meretas (perut, karung beras, dan sebagainya)
- mendonan orang yang datang dari tempat lain
- mendusin (sebentar) bangun dari tidur
- mendusin bangun; sadar (akan); insaf (akan)
- mengacangi tidak menghiraukan perkataan atau keberadaan orang lain
- mengambek agak marah; merajuk
- mengamen berkeliling (menyanyi, main musik, dan sebagainya) untuk mencari uang
- mengecas memperkuat setrum (tentang baterai)
- mengecas menyegarkan (pikiran, ilmu); memancing-mancing (merangsang) agar dapat (lebih) hidup, dan sebagainya
- mengelepak memukul kepala dengan telapak tangan
- mengeletak mengunyah atau menggigit sesuatu bulat-bulat (tanpa dipotong-potong dahulu) sehingga mengeluarkan bunyi
- mengeloyor pergi tanpa pamit
- mengembeng berlinang-linang air mata
- menggaplok memukul dengan telapak tangan (pada pipi); menampar
- menggeriap berdiri bulu roma karena terkejut
- menggeriap terurai lepas (tentang rambut)
- menggusel menggelut; menciumi bertubi-tubi
- mengipratkan menepiskan, menangkis (dengan tangan)
- mengipratkan memercikkan air dengan tangan
- mengirim menitipkan barang (untuk dijual, disimpan, dan sebagainya)
- mengkal baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tentang buah)
- mengkal berasa keras dalam perut
- mengkal kesal dalam hati; marah dalam hati; berasa dongkol
- mengsol miring; erot (mulut dan sebagainya)
- mengsol bergeser sedikit dari tempatnya semula
- mengules melumatkan
- mengumpet bersembunyi; menyembunyikan diri
- mengurik mengorek
- mengusut meraba-raba; merabai
- menjedotkan mengantukkan kepala kepada sesuatu (seperti pintu, tembok, dan pohon)
- menjelut berasa sakit (pada perut)
- menjelut mendongkol; kesal
- menjublek diam termenung
- menjublek diam tidak peduli
- menjungat menjungkit ke atas pada sebelah depan atau belakang
- mentak mungkin; boleh jadi
- mentis bertunas
- mentok terantuk (pada); tidak dapat terus (tentang jalan dan sebagainya); buntu
- mentung penuh sekali hingga melebihi permukaan
- menyanya merendang (menggoreng tidak dengan minyak); menyangrai
- menyawer meminta uang kepada penonton atau penonton memberi uang kepada pemain (pada pertunjukan keliling, seperti kuda kepang, topeng)
- menyerepi membuktikan benar tidaknya (tentang berita)
- menyerepi mencari duduk perkaranya
- meong tiruan bunyi kucing
- meong kucing
- merat menghilang; melarikan diri
- mererot berderet-deret; berduyun-duyun; berjejer; beruntun-runtun
- merumpi mengobrol sambil bergunjing dengan teman, biasanya dalam kelompok kecil
- merusmus makin lama makin lapuk
- milir menghilir
- milir pergi mencari nafkah (sebagai kusir delman, penarik becak, dan sebagainya)
- mindo makan beberapa saat setelah makan besar
- mindo makan dua kali (menambah)
- mindo makan nasi tengah hari (dengan nasi sisa bekas makan pagi)
- muntul tumpul; majal (tidak tajam)
- muris tamak; loba
- nafsi kemarahan; panas hati; nafsu
- naga-naganya keadaan yang menjadi gelagat atau alamat baik atau buruk
- nanap terkejut
- none nona
- nyak emak; ibu
- nyang yang
- nyelap terlalu manis sehingga kurang enak
- nyinyir suka mengkritik atau berkomentar sinis
- ogah tidak mau (bersedia) berbuat sesuatu; segan; enggan
- ondel-ondel orang-orangan dalam ukuran besar terbuat dari bahan ringan yang digerak-gerakkan oleh orang yang berada di dalamnya (biasanya digunakan dalam arak-arakan pengantin, pawai, dan sebagainya)
- otak-otakan suka berbuat yang bukan-bukan (supaya disebut pemberani dan sebagainya); ugal-ugalan; gila-gilaan
- otek akan tanggal (tentang gigi)
- oyok kejar; susul
- oyot tumbuhan merambat
- oyot akar
- pacok patuk
- padan curang (terutama dalam permainan)
- pakbul layang-layang yang putus dan melayang jauh
- panai baki yang terbuat dari kayu
- panjul berbentuk menonjol di belakang (tentang kepala)
- pedengan barang untuk penutup (seperti ebek, tirai, kelir)
- pedengan nama samaran
- pedengan dalih; kedok dan sebagainya
- pejajaran makhluk halus yang jahat (biasanya berbentuk harimau, buaya, dan sebagainya)
- pejajaran kata umpatan “kurang ajar”
- pek empek
- pelabi dalih; helah; akal (tipu daya)
- pelampang rumah sementara beratap kajang dan sebagainya sebagai tempat menerima tamu pada waktu ada pesta dan sebagainya
- pelan tanah lapang; lapangan (bola dan sebagainya)
- pelengan pelipis
- pelisit usapan tangan
- pelojok pelosok
- pembokong orang yang membokong
- pembokongan penyerangan dan sebagainya dari belakang atau dengan diam-diam
- pengeng terasa berdengung di telinga
- pepe kue manis yang dibuat dari adonan tepung yang berlapis-lapis dalam cetakan
- peta gerak-gerik (tangan dan sebagainya) untuk isyarat dan sebagainya
- petak kadal permainan anak-anak dengan bilah bambu
- petatang-peteteng tergesa-gesa berlari ke sana sini, seperti banyak yang harus dikerjakan; petantang-petenteng
- petentengan bersikap sangat angkuh (sombong); berlagak
- petentengan berlari ke sana-sini dan ribut seorang diri
- pilon tidak tahu apa-apa; tidak tahu-menahu; bodoh
- pitak bekas luka atau bekas bisul di kepala atau dahi
- poces permainan dengan memakai kelereng
- pongah bodoh; dungu
- pongkol pangkal (pokok) batang (yang tertanam di tanah); umbi
- popor tangkai bedil; gagang senapan
- porot memorot
- potol rumpang; terpenggal
- potol kehabisan uang sama sekali (untuk belanja dan sebagainya)
- puguh tentu; pasti
- pulung gentel
- puput sepotong besi untuk mencungkil dan sebagainya; linggis
- pusut jarum penusuk; mesin pelubang; penggerek; penusuk
- puyan kotoran
- puyan daki
- puyeng sakit kepala; pening
- rakyat gembel orang (golongan orang ) yang sangat papa, tidak mempunyai tempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan tetap
- rambang merambang
- rebeh compang-camping; rompang-ramping (tentang pakaian dan sebagainya)
- rebeh usang; buruk
- rebon udang kecil-kecil; udang geragau; udang rebon
- renyem tidak keruan (rasa hatinya); tidak beres
- rojol merojol
- romong rombengan
- rompal tanggal (tentang gigi); jatuh berguguran (tentang batu, tembok, dan sebagainya)
- ronce meronce
- rorod merorod
- rudin miskin sekali
- rumung rubung
- rundu-rundu pergi membawa barang-barang ke sana sini (tentang orang mengungsi dan sebagainya)
- saben saban
- samrah tarian khas Betawi yang dilakukan dengan gerakan melenggak-lenggok sambil menggerakkan kedua belah tangan, secara perorangan atau berpasangan, biasanya diiringi orkes atau musik gambus
- sari sari-sari
- satron menyatroni
- saup mengangkat dan memasukkan (sampah) ke dalam pengki untuk dibuang
- sebat cepat; tangkas
- sebel mendongkol (karena tidak senang, kecewa, dan sebagainya); kesal hati; sebal
- selak menyelak
- selang surup salah paham
- selangkang selangkangan
- seleder tidak hati-hati dalam menaruh atau menyimpan barang; lalai; meleng; lengah
- selempang khawatir (cemas); gelisah (takut, bimbang)
- selepe ikat pinggang yang dibuat dari emas, perak, dan sebagainya
- selepetan jepretan; katapel
- seletuk menyeletuk
- seloyong terhuyung-huyung
- sembabat cocok (sesuai) benar; pantas sekali; sebabat
- sengkek selalu meminta barang-barang yang diperlukan kepada orang lain (karena malas bekerja, dan sebagainya)
- sengkilit menyengkelit
- sentil singgung, sentuh
- sepincang satu setengah sen
- sepuh sesuatu yang dipakai untuk mewarnai kue dan sebagainya
- serenta serta; demi
- sesumbar bersumbar
- setik jengkal
- seturu segerombolan; sekomplotan; sekawan
- sintir permainan dadu yang diputar; dadu pusing
- sipu tersipu-sipu
- sisik sugi (tembakau)
- sodet sendok ceper besar yang terbuat dari seng dan sebagainya untuk mengaduk sesuatu yang sedang digoreng
- sok berlagak (suka pamer dan sebagainya)
- sok merasa mampu dan sebagainya, tetapi sebenarnya tidak
- sok-sokan suka berlagak
- solot gemas
- solot marah sekali
- somplak sompek
- somplok tersomplok
- sompret trompet
- sompret kata untuk memaki (mendamprat dan sebagainya); kata makian
- songar suka melagak; sombong; congkak; takabur
- sono sana
- soren daun-daunan yang membusuk atau melapuk; humus
- sosot menyeka dengan keras
- suceng jujur (dalam permainan)
- sundut sulut
- sungsang sumbal jungkir balik; tunggang langgang
- susilat sakit bengkak bernanah di leher
- tahak serdawa
- tanjidor tambur besar
- tanjidor serombongan pemain musik dengan trompet, tambur besar, dan sebagainya yang biasanya dimainkan pada hari raya Tionghoa
- taung menaungi
- tegil jalu pada ayam jago
- tekek pekak; tuli
- tekoran kelongsong kue yang dibuat dari daun pisang dan sebagainya; takir; limas
- tenggal memotong agak di tengah-tengah (tentang batang kayu, dan sebagainya)
- tenggal memintas atau memotong jalan
- tepok lapuk (tentang kayu, dinding, dan sebagainya)
- tepuk nyamuk permainan anak-anak, dilakukan oleh dua orang anak perempuan dengan cara saling menepuk tangan
- terkesiap terkejut sekali
- terkesima tercengang; hilang akal; termangu-mangu
- terlongong-longong tercengang-cengang; terbengong-bengong
- terpelengak tercengang atau keheranan karena terkejut
- tersanga-sanga tergesa-gesa; terburu-buru; tergopoh-gopoh
- terucukan merbah
- timbrung menimbrung
- timpuk menimpuk
- titit kemaluan anak laki-laki
- tong entong (panggilan kepada anak laki-laki)
- tonggos menonjol (tentang gigi depan); jongang
- topo kain yang sudah tua dan lusuh (biasa dijadikan kain lap)
- toro nama baju kurung
- totol totol-totol
- tuhu burung yang keluar dan mencari mangsa pada malam hari, mengeluarkan bunyi “tuhu” “tuhu” dengan nyaring; culik
- tumben mula-mula sekali
- tumben ganjil benar kali ini (tidak seperti biasa atau menyalahi dugaan)
- tumper puntung (tentang kayu api)
- tumpil tunjang; sangga
- tundang bertundang
- uang sembah uang yang diberikan oleh pihak calon mempelai laki-laki kepada calon mertua sesudah pinangan diterima
- uang tegur uang yang diberikan suami sebagai permintaan kepada istri untuk memulai bergaul secara resmi sebagai suami istri (bagi pengantin baru)
- ubanan ada ubannya; tumbuh uban
- ubanan (sudah) tua
- uda muda
- udak kejar
- ude sudah
- ude sudah
- uduk nasi lemak (nasi yang ditanak dengan santan); nasi uduk
- ujar-ujar nasihat atau kata-kata nenek moyang berupa peribahasa, pepatah, dan sebagainya
- ulap-ulap melambaikan tangan untuk memanggil
- ulap-ulap mengayun-ayunkan tangan ke depan mata seakan-akan melihat jauh (tentang gerak tari)
- ungkulan daya dan kemauan; tenaga
- ungkulan dana
- uribang kembang sepatu
- uring-uringan marah-marah (dengan menggerutu dan sebagainya)
- usam ampas kelapa
- user-user pusar-pusar; pusar kepala
- usil suka mengusik (mengganggu, memperolok-olok, mencampuri urusan orang lain, ambil pusing, dan sebagainya)
- uwungan hubungan; wuwungan
- uwungan sesuatu yang menonjol untuk tempat mengikat atau menahan
- weduk kebal
- werit sesuatu yang menakutkan
Biak
[sunting]- benbephon piring untuk maskawin
- bom tombak yang dipakai untuk maskawin
- kamboi bilik yang berada di tengah rumah
- keret keluarga luas dalam suku Biak Numfor, terdiri atas beberapa keluarga inti dari keturunan laki-laki
- wairon jenis perahu yang biasanya dipakai khusus untuk perang
- wor lagu-lagu daerah yang diiringi dengan bunyi tifa dan tari-tarian daerah
Bian Marind Deg
[sunting]- sep makanan yang dimasak dengan batu panas yang telah dibakar
Bima
[sunting]
- baja hukuman adat pada masyarakat Bima dengan cara mengarak orang yang bersalah berkeliling desa, bertujuan untuk membuat jera
- barvas penganan yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan adukan telur, gula, dan kelapa sangrai
- Dae gelar untuk bangsawan perempuan suku Bima yang sudah menikah
- domo menumbuk beras kedua kalinya agar lebih putih
- dou matua para penasihat kepala desa adat di Bima, terdiri atas para pemimpin kelompok kekerabatan
- kalempe owa penganan goreng, dibuat dari tepung beras, dicampur dengan gula merah, dimasak, dan didinginkan
- Lala gelar untuk bangsawan perempuan suku Bima yang masih gadis
- lampu peta lampu yang terbuat dari buah jenis pinang
- palubutung penganan, dibuat dari buah pisang yang dipotong-potong kemudian dimasak dengan santan dan gula pasir
- paruga tempat perayaan atau upacara adat khas suku Bima
- rimpu kain sarung yang digunakan untuk menyelubungi kepala, wajah, dan badan perempuan yang belum menikah
- Ruma gelar untuk bangsawan suku Bima yang merupakan keturunan raja yang sudah menikah dan mempunyai anak
- saraba minuman hangat dibuat dari air jahe dicampur gula merah, telur, dan susu atau rebusan santan
Boing
[sunting]- aihoi serpihan kayu yang terbuang pada pembuatan perahu
- aimitin tanaman yang mati karena dimakan hama
- aisibia kayu yang hanyut dibawa ombak ke tepi pantai
- alahata tempat untuk menggantung jaring, terbuat dari dua pasang kayu bercabang yang ditanam di tanah dan bagian atasnya diberi gaba-gaba
- alat keranjang untuk membawa hasil kebun, dibuat dari anyaman kulit bambu, berbentuk bulat dengan tinggi kurang lebih 1 meter, dibawa dengan cara digantung dari atas kepala bagian belakang
- animin meminta air untuk minum
- ara-ara pagar khusus yang dibuat untuk melindungi kebun, terbuat dari papan atau potongan kayu yang sudah dibelah
- hoko buku jari tangan
Bolaang Mongondow
[sunting]- bail sagu yang dimasak dalam bambu
- bangkuna batang sagu yang sudah tua sehingga tidak berdaun lagi
- biko kuali kecil yang terbuat dari tanah, biasanya digunakan untuk memasak sayur
- bikoi sisa makanan yang belum sempat dimakan
- bilantai cokelat tua
- binabutan sabut yang sudah dikupas
- bingkod persendian pada pergelangan kaki
- bini telur busuk, berasal dari telur yang tidak ditetas
- binobol makanan yang tertinggal di kerongkongan
Bahasa Bugis
[sunting]B [bug]


- abajang terlambat bangun pagi
- abarumbung bagian dari upacara perkawinan adat Bugis, yaitu mempelai wanita duduk di atas tempat duduk berlubang, di bawah lubang diletakkan wajan besar berisi air mendidih yang ditaburi dengan daun dan berbagai bunga (seperti daun pandan, daun sirih, kulit jeruk), tujuannya untuk mengharumkan dan menguatkan badan; ratus
- abukajung perlakuan sewenang-wenang terhadap seseorang sebagai pelampiasan
- adatuang gelar raja di Kerajaan Sidenreng yang terletak di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan
- ade tata urutan hubungan kekerabatan pada masyarakat suku Bugis di Sulawesi
- adeabiasang hak, kewajiban, serta sanksi yang berlaku pada adat tertentu
- ademaraja ketentuan atau peraturan yang dibuat oleh raja, seperti memberi ampun orang yang bersalah, tetapi berjasa bagi negeri pada masyarakat suku Bugis
- aksara Lontarak aksara kuno yang dipakai oleh suku Bugis, ditulis di atas daun lontar
- alekawang alam tengah dalam mitos Bugis
- alepa memoles badan perahu dengan lepa, dilakukan oleh sedikitnya enam orang selama lebih kurang 12 jam
- alutta paham kepercayaan orang Toraja terhadap dewa-dewa
- amesureng dipakai terus-menerus tanpa memperhatikan pemeliharaannya
- ampikale harta (sawah dan sebagainya) yang disimpan untuk diri sendiri sebagai jaminan hidup
- amporo telur bungkus
- ampu pucuk daun kelapa yang dipasang membentang sebagai penghalang binatang (tentang rusa, dan sebagainya)
- anakarung golongan kerabat dan keturunan raja dalam suku Bugis
- anca peralatan dapur yang berbentuk segi empat, dibuat dengan cara dianyam dan diisi nasi ketan, terdiri atas empat warna putih, merah, kuning, hitam yang melambangkan asal usul manusia seperti tanah, air, dan api
- arung palili kepala wanua dalam suku Bugis
- ata golongan budak pada masa lampau yang ada dalam suku Bugis
- bajabuk masakan berupa ikan yang dipisahkan dari tulangnya dan dihaluskan menjadi serat-serat kecil, kemudian digoreng dengan minyak hingga kering
- baloreni corak sarung berupa kotak-kotak kecil
- balosok jagung yang sudah dibuang kulitnya
- bare-bare perkawinan adat Bugis
- barobo bubur yang terbuat dari jagung muda dan sayur-sayuran
- batuori menaburkan beras sedikit-sedikit kepada orang yang datang sebagai tanda pemberian selamat
- bedak penganan yang terbuat dari tepung beras mentah dicampur gula merah, lazim dibuat pada acara memasuki rumah baru
- bepa pute kue putih yang terbuat dari tepung beras, bentuknya bervariasi, digoreng lalu dilumuri dengan tepung gula, wajib ada dalam hantaran pengantin pria karena kue ini disimbolkan sebagai perempuan
- bosok masakan pada periuk yang mendidih dan masak pada bagian tengahnya
- botinglangi alam tertinggi dalam mitos Bugis
- capuk kulit luka yang mengelupas
- ceko mencukur alis dan rambut di pelipis untuk memperindah bentuknya
- ceningrara ilmu yang dapat menyebabkan seseorang menjadi penuh daya pikat (kedigdayaan) bagi pria
- cibak atap yang dibuat dari belahan potongan-potongan bambu
- cici butiran-butiran kecil pada jagung yang sudah digiling (sebagai pengganti beras), mengapung bila dicuci (diberi air)
- ciring cincin penggantung kain pintu
- gami-gami lauk dibuat dari ikan asin, dimasak atau dipanggang lalu ditumbuk di cobek, dicampur dengan bumbu dapur, kemudian ditumis dengan cabai
- gantole kendara terbang tidak bermesin dan tidak mempunyai ruang, untuk olahraga terbang layang
- jali tikar yang terbuat dari anyaman rotan
- jeje membakar dengan api kecil
- jerok masakan khas Bugis, dibuat dari parutan pepaya muda dicampur taoge yang sudah dikukus, bumbu dapur, kelapa goreng, dan telur udang, biasanya disantap pada acara-acara setengah resmi atau sebelum hari pelaksanaan pesta perkawinan
- kalampang bangunan sederhana untuk tempat tinggal sementara
- kalepa tempat nasi yang terbuat dari seludang pinang
- kanjoli peserta pertandingan yang menempati posisi paling akhir
- kapurung makanan sup khas masyarakat Palopo dan sekitarnya, dibuat dari tepung sagu, dibentuk bulat-bulat, kemudian dicampur dengan sayuran dan ikan
- karela warna cokelat muda pada bulu kucing dan sebagainya
- kawi mengikat sarung di dada atau di perut
- lanyak penganan yang dibuat dari tepung sagu dicampur parutan kelapa, irisan gula merah, kemudian dipanaskan di wajan sambil ditekan-tekan hingga tipis
- lawa masakan yang dibuat dari ikan mentah atau jantung pisang, dicampur dengan kelapa parut atau kelapa goreng, rempah-rempah, dan cuka
- libo terperosok ke dalam lubang secara tiba-tiba
- lolo buah yang masih sangat muda yang terjatuh dari pohonnya
- madojabine upacara pada malam hari untuk menjaga benih padi yang akan disemaikan
- manana memasak sampai matang dengan menggunakan api kecil dalam jangka waktu yang lama
- palopok penganan, dibuat dari gula merah yang dicairkan, dimasak bersama santan dan telur sampai agak mengental, biasanya dimakan dengan nasi ketan; serikaya
- pasiring selokan kecil di sekeliling rumah sebagai tempat mengalirnya air cucuran atap
- pincara alat penyeberangan dibuat dari dua buah perahu yang saling digandengkan atau drum-drum kosong yang disusun, kemudian di atasnya diberi papan, digerakkan dengan cara menarik tali yang telah disambungkan dengan tali utama yang terbentang di atas kedua sisi sungai
- saoraja rumah adat Bugis yang berupa rumah panggung, ditempati oleh kalangan bangsawan
- saroso mengiris daun pisang dari pelepahnya
- Sawerigading tokoh yang dipercayai menjadi pendiri kerajaan Bugis
- sinole penganan sangrai dibuat dari tepung sagu dicampur parutan kelapa dan garam sedikit, biasanya ditaburi gula pasir sebelum dimakan
- sulung memasukkan kayu bakar ke dalam tungku (supaya apinya menyala lebih besar)
- tarengke layar yang berada di bagian belakang, berupa tiga layar pembantu yang berbentuk segitiga
- tasiok cekung karena sakit atau kurang tidur (tentang mata)
- tenreng bambu atau kayu yang disandarkan sebagai tanda pada batang enau yang akan disadap atau batang kelapa yang akan dipetik buahnya
- teseng sewa sapi atau kerbau yang dipakai untuk menggarap sawah
- timpaklaja susunan bilah pada dinding latar depan atap rumah, jumlah susun bilah menunjukkan strata sosial pemilik rumah menurut budaya Bugis
- tomaradika golongan rakyat biasa dalam suku Bugis
- tudampeni kegiatan pada malam menjelang upacara perkawinan berupa duduk bersama antara keluarga dan tetangga dengan acara pembersihan diri calon pengantin dengan simbol meletakkan daun inai di telapak tangan calon pengantin
- Ugi sebutan lain untuk suku Bugis
- wanua daerah teritorial adat dalam suku Bugis, terdiri atas beberapa kampung
- wisesa semua jenis tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang buahnya dapat dimakan manusia
Bugis-Makassar
[sunting]- barongko penganan kukus khas Bugis-Makassar, dibuat dari pisang yang sudah dihancurkan dicampur dengan tepung, telur, dan gula pasir
- bosarak baki (berkaki atau tidak berkaki) yang berpenutup bundar, biasanya digunakan untuk menyuguhkan kue pada acara adat atau resmi
- gogosok penganan dibuat dari ketan dan santan, dibungkus daun pisang, berbentuk bulat panjang dan dipanggang di atas bara api
- gola tarek penganan dibuat dari gula merah yang dimasak sampai agak kental, setelah dingin dimakan begitu saja
- jalangkote penganan yang dibuat dari tepung terigu, di dalamnya diisi dengan taoge dan mi
- male kertas berwarna-warni yang biasa digantung bersama telur berwarna-warni, biasa digunakan pada acara Maulid Nabi Muhammad saw.
- parakang manusia jadi-jadian yang dapat berubah menjadi apa saja dalam keadaan yang tidak sempurna, misalnya anjing tanpa buntut, karena melanggar aturan ilmu hitam
- rontok lauk yang terbuat dari udang kecil yang masih mentah diberi bumbu dapur, kemudian disimpan dalam waktu tertentu sebelum dimakan atau ditumis
- singkolo alat berujung paku yang terbuat dari tanduk untuk meratakan kayu atau papan perahu
Bahasa Bunak
[sunting]B [bfn]
- abuk panggilan untuk perempuan suku Bunak, Pulau Timor, NTT