Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/B

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Bacan

[sunting]
  1. amastampawang penganan yang berbentuk seperti bola, terbuat dari pisang mentah yang ditumbuk, kemudian diberi parutan kelapa dan gula merah
  2. andara penganan yang terbuat dari tepung beras, dicampur dengan gula putih yang dipanaskan, kemudian digoreng
  3. asahi penganan yang terbuat dari ubi jalar, dicampur dengan tepung terigu dan pewarna makanan, kemudian dibakar
  4. bago bara api
  5. bakaya membuat sagu dengan tahapan menebang, membela, membersihkan, dan menokok pohon sagu
  6. balonggar pertemuan keluarga yang dilakukan satu hari menjelang pernikahan dengan menghidangkan aneka kue
  7. bamayo berburu dengan membawa hewan seperti anjing
  8. basarok menghadiri undangan pernikahan
  9. baulaco lemas karena belum makan
  10. dalikang api yang dinyalakan di antara tiga tungku batu yang berukuran sebesar kepala orang
  11. dastari kain berwarna putih yang dililit di tengah penutup kepala, biasa digunakan oleh imam atau khatib salat
  12. didit anyaman dari daun pandan hutan yang dikeringkan, berfungsi sebagai alas duduk atau tidur

Bahau

[sunting]
  1. amal abon daging ikan yang dipanggang hingga kering, ditumbuk halus hingga menjadi seperti tepung, dimakan sebagai lauk
  2. anit kulit hewan yang sudah dilepaskan dari daging
  3. anyeh minyak goreng
  4. apen dinding perahu
  5. atak sungai yang airnya tidak jernih atau keruh
  6. avit besi pemberat pada jala dan pukat
  7. ban satuan ukuran yang dipakai untuk mengukur ketebalan lemak babi
  8. banbarang tutup bakul
  9. belavukan luka-luka di kulit pohon
  10. engkam satuan ukuran panjang dengan menggunakan kepalan tangan
  11. halun babi betina besar yang mandul
  12. hapang anak bayi yang belum diberi nama
  13. jekuan jarum dari kayu untuk menyulam jala

Bahasa Bali

[sunting]

B [ban]

  1. ala ayuning dewasa baik buruk hari dalam kalender Bali
  2. alab segar (tentang daun, rumput, dan sebagainya)
  3. alpaka lalai terhadap ajaran atau petunjuk yang wajib dilaksanakan
  4. alutan sisa kayu api yang terbakar
  5. ambis tarik dengan keras
  6. ambu daun enau muda
  7. amiug tersebar luas (tentang berita)
  8. ampal sapi atau kerbau putih dengan tanduk dan kuku berwarna hitam
  9. ampok-ampok secarik kain hitam untuk menutup kemaluan jenazah pada waktu upacara memandikan jenazah
  10. ampok-ampok pakaian tari yang terbuat dari kulit binatang yang diukir, dipulas dengan cat emas, biasanya dipasang pada pinggul penari Bali
  11. amputan padi yang dipersembahkan ke pura subak sebagai ungkapan rasa syukur
  12. Anak Agung gelar kebangsawanan pria dan wanita Bali
  13. Anak Agung Istri gelar kebangsawanan wanita Bali
  14. Anak Agung Ngurah gelar kebangsawanan pria Bali
  15. ancak saji ruangan untuk menerima tamu di puri
  16. ancak saji pagar yang terbuat dari belahan bambu berujung runcing digunakan untuk alat merontokkan padi di sawah
  17. ancruk ulat kumbang
  18. ancut tempat terpencil
  19. angkul-angkul pintu gerbang pekarangan
  20. angsel perhentian sebentar atau jeda pendek (dalam lagu, tari, dan sebagainya) dengan tiba-tiba
  21. angson anjing peliharaan
  22. antol rambut cemara yang digunakan untuk membuat sanggul Bali
  23. apid merah-merah pada lipatan kulit (leher, paha)
  24. apsari makhluk kahyangan berjenis kelamin feminin yang tidak mengenal usia tua dan mati; bidadari
  25. arja drama tradisional yang dinamis yang dimainkan dengan menyanyi dan menari, biasanya mengambil cerita-cerita Panji
  26. asagan balai-balai (biasanya dari bambu) sebagai tempat sesajen, jenazah yang akan dimandikan, dan sebagainya
  27. asta sari bangunan utama di bagian timur atau selatan tempat suci, berfungsi sebagai balai serba guna
  28. atos persembahan berupa hasil bumi kepada pandita untuk memastikan­ pelaksanaan upacara
  29. awatara penjelmaan Dewa Wisnu; avatar
  30. awig-awig hukum adat berupa peraturan atau undang-undang yang disusun dan ditetapkan oleh anggota masyarakat desa, banjar, dan subak tentang aturan tata kehidupan masyarakat di bidang agama, budaya, dan sosial ekonomi di Bali
  31. babarangan alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul; bonang
  32. bade menara usungan mayat
  33. bades biang keringat
  34. bakaran sajen berupa daging penyu, babi, ayam, atau itik yang masih mentah
  35. Bala wuku ke-25
  36. balai banjar balai desa
  37. balai bengong balai tempat beristirahat atau bersantai; balai peranginan
  38. balai gede bangunan tempat upacara adat, musyawarah, dan sebagainya
  39. balai gong bangunan tempat menabuh gamelan
  40. balai kulkul bangunan tempat kentungan yang dibunyikan pada awal dan akhir rangkaian upacara, musyawarah, dan sebagainya
  41. balai pawedan bangunan tempat duduk pendeta dalam melakukan pemujaan atau memimpin upacara ritual keagamaan
  42. balai pemaksan bangunan tempat pertemuan atau musyawarah antarkeluarga besar dalam satu ikatan sanggah
  43. balai petemu tempat pertemuan para teruna
  44. baleman bara sabut kelapa yang terbakar dan masih berapi, biasanya untuk membakar ubi, jagung, dan sebagainya
  45. bali dwipa jaya jayalah Pulau Bali; semboyan Pemerintah Provinsi Bali
  46. bancingah ruang depan rumah tradisional Bali golongan kesatria
  47. bandrang tombak berhiaskan bulu binatang
  48. bangar warna merah kekuning-kuningan (tentang padi)
  49. bangkal babi jantan besar bertaring
  50. bangket perasan kunyit, laos, dan sebagainya untuk menghilangkan bau anyir atau amis pada daging atau ikan
  51. bangkung induk babi
  52. bangsung keranjang untuk membawa babi, terbuat dari anyaman bambu atau besi, berlubang-lubang besar, dan berbentuk silinder
  53. banjar bagian desa setingkat dengan rukun warga atau dukuh yang dikepalai oleh seorang kelian
  54. banjar balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat
  55. banteh radang atau bengkak pada luka atau cedera lama yang tidak dirawat
  56. banten sajen
  57. barong tarian yang memakai topeng dan kelengkapan sebagai binatang buas (singa), dimainkan oleh dua orang (satu di depan, yaitu di bagian kepala dan satu di belakang, yaitu di bagian ekor), dipertunjukkan dengan cerita Calon Arang
  58. bebali tarian sakral untuk menyertai upacara di pura
  59. bebangkit sajen persembahan kepada Dewi Durga dan para butakala berupa buah-buahan dan kue-kue yang melambangkan isi dunia dan planet
  60. bebarongan bentuk atap bangunan yang tidak menggunakan bubungan sudut-sudut atap
  61. bebarongan gelung pintu keluar masuk pekarangan pura
  62. bebekel harta yang dibawa suami atau istri (yang berasal dari pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yang merupakan harta warisan ke dalam perkawinan)
  63. beberasan telur cacing pita
  64. bekekok anak bekisar dari induk ayam buras
  65. beli kakak laki-laki
  66. belong tempat penyimpanan air untuk keperluan masak-memasak di dapur, terbuat dari batu padas, berbentuk silinder, dan berpenutup di bagian atasnya
  67. bendesa kepala
  68. betong tempayan besar tempat air, terbuat dari batu padas, biasanya ditempatkan di dalam kolam
  69. betutu masakan yang terbuat dari daging ayam atau bebek yang diberi bumbu khas, dimasak dalam sekam hingga daging dan tulang menjadi empuk
  70. blagandang melarikan gadis di tengah jalan untuk dikawini
  71. blanguh saluran air terbuat dari bambu atau batang pohon pisang
  72. blauk anak capung yang belum dapat terbang, biasanya hidup di permukaan lumpur sawah
  73. bleganjur gamelan yang terdiri atas gendang, kempul, dan cengceng
  74. blongkak buah kelapa yang sudah dibelah dan diambil dagingnya, dahulu digunakan untuk kayu bakar; tempurung kelapa dengan sabutnya
  75. blonyoh campuran air, minyak kelapa, dan kunyit yang telah ditumbuk, dipakai untuk melumuri bagian luar babi, bebek, dan sebagainya saat dipanggang atau diguling
  76. bluang anjing tanah
  77. blubuh mudah tertidur
  78. boma nama lukisan atau ukiran berupa wajah kala (raksasa)
  79. bondres bentuk topeng yang lucu-lucu
  80. bondres lawakan dalam pertunjukan yang memakai bondres
  81. bonjor tabung bambu untuk tempat air
  82. brumbun campuran empat warna (merah, putih, hitam, dan kuning)
  83. brumbun warna bulu ayam yang tersusun secara acak tanpa membentuk pola tertentu, terdiri atas warna putih, merah, kuning, dan hitam
  84. Buda hari ke-4 dalam jangka waktu satu minggu; Rabu
  85. buncing kembar laki-laki dan perempuan; dampit
  86. bungkak buah kelapa muda yang belum berdaging
  87. cabak tempat air suci, dibuat dari tempurung
  88. camok keranjang kecil yang dipasang pada mulut sapi atau kerbau ketika membajak agar sapi atau kerbau tidak makan rumput yang ada di pematang
  89. canang wadah sajen terbuat dari janur, berisi daun sirih, pinang, bunga, dan sebagainya
  90. cane perlengkapan upacara adat yang terdiri atas sirih, pinang, tembakau, dan sebagainya, dihiasi dengan bunga-bungaan yang ditancapkan melingkar pada batang pisang yang diletakkan di tengah-tengah dulang
  91. caping hiasan pada sudut-sudut tiang bangunan
  92. caturjalma lapis masyarakat dalam bentuk empat kasta; caturwarna
  93. ceeng takaran beras terbuat dari tempurung kelapa, sama dengan ½ kg
  94. cekah potong tebal-tebal
  95. celong pucat karena sakit
  96. cengkang ukuran sepanjang ujung ibu jari sampai ke ujung telunjuk (±) 18 cm
  97. ceraki wadah berbentuk persegi empat yang di bagian dalamnya terdapat kotak-kotak sebagai tempat menaruh bumbu-bumbu
  98. cokorda gelar bangsawan (golongan atau kasta kesatria)
  99. cono bentuk tanduk sapi jantan yang ujungnya melengkung ke belakang
  100. contok bentuk tanduk sapi jantan yang ujungnya melengkung ke depan
  101. cucuk tusuk konde
  102. dadia sebutan untuk pura klan (antargenerasi), berukuran lebih besar dari merajan dan sanggah
  103. danyuh belarak
  104. daun cemcem daun yang bentuknya pendek, kecil, dan runcing di bagian pinggirnya, berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah
  105. desak gelar perempuan golongan bangsawan tertentu di Bali
  106. Dewa gelar kasta (golongan) Brahmana
  107. Dewa Agung gelar kebangsawanan pria Bali
  108. Dewa Ayu gelar kebangsawanan wanita Bali
  109. druwe tanah (garapan dan sebagainya) yang dimiliki oleh raja
  110. druwe dalem tanah milik raja
  111. druwe desa tanah-tanah milik desa
  112. Dukut wuku ke-29
  113. Dungulan wuku ke-11
  114. gabor tarian penyambutan kreasi modern serupa dengan tari pendet
  115. gayor hiasan berbentuk gapura atau ornamen lain berbahan janur
  116. gayot jerawat besar dan membatu
  117. geblagan sajen di kuburan setelah selesai mengumpulkan abu jenazah
  118. gebogan sajen berupa buah-buahan yang ditusukkan dengan lidi ke batang pisang
  119. gedong bangunan gaya Bali berbentuk mengecil ke atas, beratap alang-alang atau ijuk
  120. gedubang ludah merah pertama ketika mengunyah sirih
  121. gelung mahkota (hiasan kepala) yang dikenakan penari
  122. gelung kori mahkota pada gapura
  123. gerantang alat musik sejenis calung dengan beberapa bumbung yang panjangnya berbeda-beda dan tersusun pada sebuah rak, dimainkan dengan dua pemukul, digunakan dalam gamelan, kolintang, dan angklung
  124. geria rumah tempat tinggal golongan Brahmana
  125. godem jawawut berwarna hitam
  126. gule warna cokelat tua (tentang bulu itik)
  127. guli ruas jari tangan (biasanya yang terpanjang), digunakan sebagai ukuran dalam arsitektur tradisional
  128. guli linjong guli kedua pada jari manis
  129. guli madu guli kedua pada jari tengah
  130. guli tujuh guli kedua pada jari telunjuk
  131. Gumbreg wuku ke-6
  132. hembak maskawin dalam jumlah besar yang harus dibayar karena melarikan gadis untuk dinikahi
  133. Ida gelar golongan Brahmana
  134. janger kesenian tradisional Bali berupa tarian yang dimainkan oleh 10 pasang penari (laki-laki dan perempuan)
  135. jegog gamelan atau tetabuhan khas Jembrana, terbuat dari bambu, berukuran besar, biasanya dipakai untuk mengiringi pencak
  136. jegogan alat musik gender, berbilah besar sebanyak lima buah, bernada rendah, dimainkan dengan sebuah pemukul yang berbentuk bulat dan bertangkai
  137. jero tempat tinggal untuk kasta kesatria yang tidak memegang pemerintahan secara langsung
  138. jublag alat musik termasuk jenis gender, berbilah enam, besar-besar, bernada rendah dimainkan dengan pemukul berbentuk palu agak tumpul
  139. Julungwangi wuku ke-9
  140. kahyangan tias kesatuan hidup religius masyarakat suku Bali, terdiri atas tempat-tempat ibadah desa
  141. kahyangan tiga tempat pemujaan di desa yang terdiri atas tiga pura (Pura Dalem, Pura Desa atau Pura Puseh, dan Pura Segara)
  142. kaja penunjuk posisi pegunungan
  143. kaja dataran tinggi atau daerah pegunungan di Pulau Bali yang menjadi tempat tinggal penduduk suku Bali
  144. karawista alang-alang yang sudah disucikan oleh pendeta untuk diikatkan di kepala
  145. kayangan pura
  146. kecer alat musik tradisional yang terdiri atas setangkup logam berbentuk bulat atau persegi delapan yang pada bagian atas tengahnya cembung dan berlubang untuk tempat tali pengikat (penggantung) untuk menggerak-gerakkan tangkupan logam itu ke atas dan ke bawah agar dapat berbenturan dan menghasilkan bunyi
  147. Kelawu wuku ke-28
  148. kelian kepala desa
  149. kelot dataran rendah atau daerah pantai di Pulau Bali yang menjadi tempat tinggal penduduk suku Bali
  150. kertha masa tertib tanam dan penggiliran tanaman (tentang pertanian)
  151. ketut anak keempat dan kelipatannya
  152. kewangen karangan bunga beserta uang kepeng khusus untuk sembahyang
  153. klabang anyaman daun kelapa untuk dinding, atap, atau alas duduk
  154. klabang wadah yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk persegi panjang, biasanya digunakan untuk menjemur makanan
  155. Krulut wuku ke-17
  156. kucit anak babi
  157. Kulantir wuku ke-4
  158. kupahan orang yang naik pentas dengan mendapat bayaran
  159. kuren ikatan suami istri
  160. lad keluar dari desa karena tidak mematuhi ketentuan adat yang berlaku di desa itu
  161. lamak alas sesajen, berbentuk persegi panjang, terbuat dari daun enau yang dirajut dengan semat
  162. Landep wuku ke-2
  163. Langkir wuku ke-13
  164. leak hantu jadi-jadian, konon berupa binatang (kera, burung hantu, dan sebagainya) yang diciptakan seseorang dengan jalan memantrai diri
  165. legong tari tradisional yang berasal dari lingkungan istana, melukiskan riwayat hidup raja-raja Karangasem, dibawakan oleh penari wanita
  166. legong keraton tarian legong yang tergolong klasik
  167. lekas melekas
  168. lerap nama mata uang (pada zaman dulu)
  169. likah bilah dari kayu atau bambu yang melintang pada bagian bawah tempat tidur di bawah galar
  170. madewi istri yang kedudukannya sederajat dengan suami
  171. makakawin membaca lontar (berisi kakawin)
  172. makantah perjanjian dengan jaminan tanah, misalnya perjanjian pinjam-meminjam uang
  173. Maktal nama wuku ke-21
  174. makurung hukuman berupa tahanan rumah selama 15 hari karena tidak ikut serta dalam kerja bakti
  175. manyama braya ikatan persaudaraan
  176. matur suksma terima kasih
  177. maweda upacara keagamaan di Bali yang dilakukan oleh para pedanda, dengan mengucapkan mantra menyebabkan Dewa Syiwa turun ke dalam tubuhnya sehingga dewa itu dapat mengubah air menjadi air suci
  178. mbok kata sapaan untuk perempuan yang lebih tua di Bali
  179. Medangsia wuku ke-14
  180. megibung makan bersama (dari satu wadah)
  181. melanting pura tempat pemujaan yang berkaitan dengan profesi dagang biasanya terletak di bagian timur laut pasar
  182. melasti upacara penyucian arca-arca simbol dewa dan sebagainya di laut
  183. memplaspas menyucikan bangunan yang baru selesai dengan upacara sebelum ditempati atau digunakan
  184. Menail wuku ke-23
  185. mendengkleng berdiri dengan menggunakan satu kaki
  186. mengaben membakar mayat
  187. menyeledet melihat dengan cara melirik dengan ekspresi datar (pada tarian Bali)
  188. merajan pura keluarga milik golongan brahmana dan kesatria, umumnya terletak di pekarangan depan rumah
  189. Merakeh nama wuku ke-18
  190. meru atap bangunan pura yang bersusun dan makin ke atas makin kecil
  191. musti satuan ukuran sepanjang kepalan tangan ditambah panjang ibu jari untuk menentukan jarak antarbangunan
  192. naga perhitungan banyaknya usuk yang baik untuk pintu
  193. nangluk merana cara pengendalian hama dan penyakit tanaman
  194. nasi brumbun nasi dari campuran warna merah, putih, kuning, dan hitam untuk pelengkap sajen
  195. natar halaman; pekarangan
  196. ngaben upacara pembakaran jenazah pada masyarakat Bali yang beragama Hindu; pelebon
  197. nyari satuan ukuran panjang dari ujung sampai pangkal telunjuk
  198. nyawang pembakaran patung
  199. nyoman nama tetap untuk anak ketiga
  200. odalan perayaan yang diadakan setiap tahun di dalam pura
  201. ogoh-ogoh patung yang terbuat dari bambu, kertas, dan sebagainya berbentuk raksasa dan lain-lain yang diarak keliling desa pada hari tertentu (biasanya sehari menjelang Nyepi)
  202. otonan upacara perayaan hari lahir yang diadakan ketika bayi genap berusia 210 hari berdasarkan sistem kalender Saka
  203. Pahang wuku ke-16
  204. pamerajaan bangunan kecil untuk pemujaan yang terdapat dalam rumah masyarakat suku Bali
  205. pancawalikrama upacara kurban yang diadakan 10 tahun sekali menjelang Hari Raya Saka, Nyepi, tujuannya agar masyarakat dan negara bersih dan selamat, terhindar dari malapetaka, dan sebagainya
  206. pangkon kayu berongga, bagian yang atas dipakai untuk menumpangkan (meletakkan) bilah-bilah logam gamelan, saron, dan sebagainya, berperan sebagai pembentuk bunyi
  207. panyembrama tarian untuk menyambut tamu terhormat, ditarikan oleh beberapa gadis
  208. patu alat semacam beliung kecil untuk mencari batu padas, memilah batu padas atau batu merah agar mudah dihaluskan dengan sangkal
  209. patung bojog patung berupa kera-kera yang diekspresikan dan dilukiskan dalam cerita Ramayana, digunakan sebagai hiasan dari bagian bangunan
  210. pawongan kesatuan hidup masyarakat suku Bali setingkat desa, terdiri atas desa adat dan desa dinas
  211. pekaseh petugas yang mengatur sistem irigasi (mengatur pembagian air dan perbaikan saluran air)
  212. pendet tarian suci untuk upacara menyambut tamu dan sebagainya
  213. penjor hiasan berupa bambu (dari pangkal sampai ujung yang dihiasi dengan daun kelapa muda dan sebagainya)
  214. perbekel kepala desa
  215. petegian seluruh areal yang digunakan untuk bangunan rumah
  216. petuding salah satu perangkat gamelan selonding, berbilah empat dengan pangkon dari kayu
  217. prajuru perangkat desa
  218. Prangbakat wuku ke-24
  219. pucuk bunga kembang sepatu
  220. pujer tunas kelapa
  221. Pujut wuku ke-15
  222. Redite hari ke-1 dalam jangka waktu satu minggu; Minggu
  223. sakamulan semua unsur tanaman, dari akar sampai buahnya
  224. sangkol menggendong (biasanya anak kecil) dengan melingkar di pinggang kiri atau kanan
  225. Sangsang nama wuku ke-10
  226. Saniscara hari ke-7 dalam jangka waktu satu minggu; Sabtu
  227. saput kain persegi yang dikenakan setelah kain panjang, biasanya digunakan oleh laki-laki saat berpakaian adat Bali
  228. sate lilit makanan khas yang terbuat dari daging yang dihaluskan dan diberi bumbu, dibentuk bulat dan direkatkan di ujung tusuk satai
  229. sayut sajen penolak bala
  230. seka organisasi masyarakat desa yang dibentuk untuk tujuan tertentu, baik waktu singkat maupun lama, misalnya perkumpulan kesenian legong
  231. senteng kain (selendang) penutup dada; kain dada; kemban
  232. setiman empat puluh lima
  233. sikep warna hitam (tentang bulu itik)
  234. Sinta wuku ke-1
  235. slepan daun kelapa yang masih hijau
  236. Soma hari ke-2 dalam jangka waktu satu minggu; Senin
  237. sugkal gagang ketam (alat tukang kayu)
  238. sukak tertusuk tulang dan sebagainya pada kerongkongan
  239. Sukra hari ke-6 dalam jangka waktu satu minggu; Jumat
  240. sumping nagasari2
  241. susuban tertinggal di dalam kulit karena tertusuk serat kayu dan sebagainya, biasanya pada jari
  242. tajen sabung ayam
  243. takepan jilid naskah lontar, biasanya terbuat dari bilah kayu atau bambu
  244. taksu kekuatan gaib yang memberi kecerdasan, keindahan, mukjizat, dan sebagainya
  245. taksu bangunan suci di sanggah yang berfungsi memberi kekuatan gaib
  246. tamas wadah sajen, terbuat dari janur atau daun enau yang muda, berbentuk bundar
  247. Tambir wuku ke-19
  248. tampin gulungan sirih yang berisi kapur, gambir, dan pinang
  249. tampus jerat berupa jaring kantong untuk menangkap burung
  250. tapakan sajen yang diinjak dalam upacara potong gigi
  251. tarib atap darurat dari daun kelapa
  252. Tolu wuku ke-5
  253. triboga tiga keperluan hidup utama (pakaian, makanan, dan perumahan)
  254. tribuana tiga dunia (dunia, angkasa, dan angkasa luar)
  255. trihita karana tiga unsur yang menyebabkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam
  256. trikona segitiga
  257. trimarga tiga jalan untuk mencapai kesempurnaan (kebijaksanaan, filsafat dengan sujud bakti, dan berbuat kebajikan)
  258. tripada tempat air suci untuk pendeta
  259. trisandia sembahyang tiga kali sehari bagi umat Hindu (pukul 6 pagi, 12 siang, dan 6 sore)
  260. triwarga tiga tujuan hidup yang terjalin erat (kebajikan, harta benda, dan kesenangan)
  261. tukang terang pawang hujan
  262. Ugu wuku ke-26
  263. Ukir wuku ke-3
  264. upacara piodalan upacara di pura desa
  265. upacara pitra yadnya upacara yang dilakukan untuk roh leluhur yang sudah meninggal
  266. Uye wuku ke-22
  267. wantilan bangunan untuk umum, berbentuk persegi panjang, tidak berdinding, tempat orang berapat atau mengadakan sabung ayam
  268. Wariagung nama wuku ke-18; Warigadean
  269. Wariga wuku ke-7
  270. Warigadian wuku ke-8
  271. warna bahasa tingkat-tingkat bahasa
  272. Watugunung wuku ke-30
  273. Wayang wuku ke-27
  274. wisata puri wisata yang objeknya adalah puri (istana) dengan segala isi dan kegiatannya
  275. Wraspati hari ke-5 dalam jangka waktu satu minggu; Kamis

Bahasa Banjar

[sunting]

B [bjn]

Kamus Bahasa Banjar Dialek Hulu-Indonesia
Kamus Banjar-Indonesia
  1. abun kotak terbuat dari kayu atau kuningan untuk menyimpan alat keperluan menjahit
  2. agas tikus kecil yang merusak tanaman padi
  3. ajak kalah (tentang permainan anak-anak)
  4. ajakan lumpur tebal yang terapung
  5. alkah perkuburan muslim
  6. ambang parang khas Banjar
  7. amparan tatak penganan kukus yang dibuat dari campuran tepung beras, santan, pisang, gula, dan telur, dilapis dengan adonan santan kental
  8. anang gelar kebangsawanan Banjar
  9. anang kata sapaan terhadap anak atau orang tua laki-laki Banjar
  10. angah kata sapaan terhadap saudara ayah atau ibu nomor tiga tertua
  11. anjung surung rumah adat Banjar
  12. antung gelar keturunan bangsawan Banjar yang dilekatkan pada anak dari seorang laki-laki bergelar gusti yang menikah dengan seorang wanita biasa
  13. apil alas kaki terbuat dari pelepah pinang atau upih untuk bermain sepak raga
  14. asalan barang yang belum diolah
  15. atal bedak dingin berwarna kuning
  16. awar-awar kayu penopang dalam lubang penambangan intan
  17. baasuh upacara adat memangku bayi yang baru lahir sambil berdoa dan berpantun semalam suntuk
  18. babongko penganan kukus yang terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula merah dibungkus dengan daun pisang
  19. baburin minyak yang terbuat dari bunga-bungaan yang dimasak dengan lilin dan minyak wangi
  20. bacuur saling menyebutkan silsilah untuk mengetahui apakah dua orang atau lebih memiliki hubungan kekerabatan
  21. bagarit berburu dengan menggunakan jaring atau jerat yang dipasang pada pohon
  22. bahandup berburu dengan menggunakan anjing untuk mengejar buruan
  23. balamika gundukan tanah berupa sarang rayap
  24. balugut menyusu pada saat sebelum hingga setelah tertidur
  25. balumba bermain di air (sungai) dalam waktu lama
  26. banawa kapal raja Banjar
  27. bangas bau busuk (seperti bau rumput terendam)
  28. bangkat rabun ayam
  29. bapanduk transaksi pertukaran barang (barter) oleh sesama pedagang di pasar terapung
  30. baruangan ruang di bawah lantai perahu
  31. batang tempat mandi, cuci, dan kakus yang berada di tepi sungai, dibuat dari balok kayu besar yang diikat menyerupai rakit
  32. batatapas mencuci pakaian
  33. batung betung
  34. batung bertulis bambu atau betung yang berisi pesan dalam mitologi Putri Junjung Buih, cikal bakal raja-raja Banjar
  35. becik alat pertukangan untuk membuat garis lurus
  36. belawa strok karena serangan jantung mendadak
  37. bengkar rakit yang terdiri atas batang kayu
  38. berangka keranjang dari anyaman rotan
  39. berkatupung memakai katupung
  40. berwatun memakai (mempunyai) watun
  41. bidas ukuran lingkaran yang terbentuk dengan mempertemukan ibu jari kiri dan jari tengah kiri dengan ibu jari kanan dan jari tengah kanan
  42. bula-bula santan yang dimasak (tetapi belum menjadi minyak)
  43. burungan ukuran 10 x 10 rentangan dua tangan
  44. butah ransel yang terbuat dari purun
  45. cagat tegak lurus
  46. carancam asinan mangga muda
  47. catik potongan kecil daun sirih berbentuk jajaran genjang yang ditempelkan di kening antara dua mata
  48. damang kepala adat suku Dayak
  49. erkan kalung dengan permata berlian
  50. gagampam penganan, dibuat dari singkong yang diparut halus, dicampur gula merah dan gula pasir, lalu dikukus
  51. gagasang arang penggosok gigi
  52. galuh kata sapaan kepada anak perempuan
  53. gandot tarian laki-laki dan perempuan yang erotis seperti ronggeng
  54. gangan humbut masakan yang terbuat dari bagian inti pohon kelapa, masakan ini harus ada pada acara perkawinan
  55. giba keranjang atau kaleng yang digendong di punggung untuk mengangkut getah karet dan sebagainya
  56. halilipan untaian janur menyerupai lipan pada mahkota pengantin Banjar gajah gemuling
  57. hintuk cara pengobatan dengan menarik sebagian rambut hingga berbunyi untuk menghilangkan sakit kepala
  58. ilai alat musik khas Banjar, dibuat dari bambu
  59. jaba keturunan raja Banjar yang sudah sangat jauh hingga menjadi rakyat biasa
  60. jabang penyimpan senjata khas Banjar
  61. jarinting mengangkat anak dengan memegang tangannya
  62. jarujut getaran saat ikan menelan umpan pancing
  63. kaduluran mendapat harta karun atau mendapat anugerah
  64. kakalan nasi yang belum matang
  65. kakicak penganan kukus, dibuat dari adonan tepung ketan, dibentuk sebesar benggol dengan lekukan di tengah, dimakan dengan unti
  66. kalacingan anak ikan gabus yang mulai beranjak besar, ukuran panjangnya sekitar satu jengkal
  67. kalalah penyakit perempuan sehabis melahirkan akibat melanggar pantangan
  68. kamirawaan menangis akibat tertawa yang berlebihan
  69. kangkurung alat musik rakyat Banjar yang terbuat dari batang bambu dalam berbagai ukuran, dimainkan dengan mengentakkan ke tanah untuk mengeluarkan bunyi
  70. karangkan batu yang menjadi pertanda adanya intan di daerah tersebut
  71. karungkup penyakit kejang-kejang pada anak-anak akibat panas tinggi
  72. katupung hiasan kepala pada pemain wayang orang
  73. kujajing pohon tinggi hingga 10 m, buahnya sebesar ibu jari dan sangat digemari kancil, pucuk yang muda enak dimakan mentah dengan nasi
  74. kumpang sarung mandau yang terbuat dari kayu, dilapisi tanduk rusa, biasanya diberi hiasan dari anyaman rotan, manik-manik atau bulu burung, memiliki kantong kecil tempat pisau penyerut
  75. kuriding alat musik tiup khas Banjar terbuat dari bilah bambu dengan tali di bagian mulut, dimainkan dengan menarik tali sehingga mengeluarkan bunyi
  76. kutal tidak rata (tentang cukuran rambut)
  77. langgatan panggung bertingkat untuk upacara perkawinan dalam masyarakat Bukit
  78. lanjung bakul besar dari rotan
  79. lihap selimut tebal berisi kapuk, dapat digunakan sebagai kasur
  80. logo mainan anak-anak terbuat dari tempurung dibentuk bundar atau seperti layang-layang, diletakkan di tanah dan dilentingkan dengan sebilah bambu ke milik lawan
  81. madihin kesenian khas Kalimantan Selatan berupa pembacaan syair atau pantun yang diiringi dengan tabuhan rebana
  82. malandau bangun kesiangan
  83. mandai makanan yang terbuat dari jerami cempedak yang diasinkan
  84. marut belum sadar sepenuhnya dari tidur
  85. menduru mengumpulkan ranting kayu sisa pembakaran ladang
  86. meribi banyak ingus berlepotan di wajah anak-anak
  87. pabatangan pedagang berperahu yang berjualan dari sungai ke sungai
  88. palimasan rumah tradisional khas Banjar
  89. papikat uang pemikat yang disimpan dalam pundi-pundi atau tempat uang lainnya
  90. papikat orang tua yang selalu ada di rumah dan tidak dapat bekerja apa-apa lagi
  91. paradah kapak dengan hulu seperti beliung digunakan untuk memotong dahan
  92. paradah puting beliung
  93. parang bungkul parang tradisional Banjar
  94. pardipah belanga antik raja-raja Banjar
  95. penes kapal pinisi khas Banjar
  96. pikaras syarat untuk memperkuat proses pengobatan tradisional, misalnya jarum dengan benang hitam, uang sepicis atau benda lain yang diminta oleh dukun
  97. pilis lis yang dipasang untuk menutup balok pada sekeliling atap rumah tradisional Banjar
  98. pinduku tanah yang ditinggikan dari tanah sekitar, digunakan untuk bercocok tanam di daerah pasang surut
  99. pitugur tiang induk rumah Banjar
  100. randang makanan yang terbuat dari sagu
  101. rumah lanting rumah terapung khas suku Banjar, memiliki landasan mengapung berupa tiga balok kayu besar, biasanya diikatkan pada tiang kayu yang menancap di dasar sungai supaya tidak hanyut
  102. sakoncang celana yang panjangnya di bawah lutut
  103. salabau jala yang dipasang terbuka di muara sungai menghadap arus
  104. sampung kepala atau ekor perahu yang mencuat tinggi di haluan dan di buritan
  105. sangkiat tali yang diikatkan di kedua kaki untuk membantu pemanjat ketika memanjat pohon kelapa
  106. sasirangan kain celupan khas Banjar
  107. sempol gulungan sarung di pinggang
  108. serkam batu permata yang menyerupai intan
  109. simbanan senang dan langsung merespons jika diajak bermain (tentang kucing)
  110. sindang langit bentuk atap rumah adat khas Banjar yang memanjang ke depan
  111. singabana polisi pada zaman Kerajaan Banjar
  112. singki permainan dengan menggunakan potongan bilah bambu, berbentuk seperti kemudi, dipukul dengan bilah bambu yang lain, hingga melayang dan jatuh mengenai benda lawan yang dipasang seperti kuda-kuda
  113. sungkul hiasan pada atap rumah Banjar
  114. takaw binatang jadi-jadian
  115. tanggui topi perempuan khas Banjar berbentuk setengah bola besar terbuat dari daun pandan
  116. taran pijat urut rahim agar cepat melahirkan
  117. tarapu batu yang terdapat di antara batu-batu yang mengandung intan
  118. tasmiyah upacara pemberian nama pada anak kecil
  119. tataban lemari rendah di sepanjang dinding bagian dalam rumah yang berfungsi sebagai tempat duduk dan tempat menyimpan barang
  120. timung mandi uap khas Banjar
  121. tirik tarian khas Banjar
  122. turiang sisa-sisa padi atau buah setelah dipetik secara besar-besaran
  123. uluh-uluh lubang tali celana kolor
  124. umihan cerewet dalam tawar-menawar
  125. warung sakadup warung yang bertutup kain karena berjualan pada bulan puasa
  126. watun bagian lantai yang ditinggikan (pada rumah Banjar)

Basemah

[sunting]
  1. ajai bertopang dagu
  2. aking bangsa zaman purba yang pernah mendiami tanah Besemah
  3. anak belai panggilan yang digunakan paman dari pihak ibu untuk menyapa keponakannya
  4. angu bau khas yang muncul ketika air hujan mengenai tanah kering; petrikor
  5. batang bait pantun dalam sastra lisan di daerah Basemah, Sumatera Selatan
  6. ginggung alat musik seperti harmonika yang terbuat dari logam dilengkapi dengan lidah-lidah getar, dimainkan dengan menarik lidah-lidah getar itu dengan mulut sebagai resonatornya
  7. rejung puisi yang dibacakan selama tiga hari berturut-turut ketika ada orang meninggal, biasanya diadakan pada malam hari
  8. tadut sastra lisan dari daerah Basemah, Sumatra Selatan, berisi ajaran moral dan agama Islam, disampaikan secara turun menurun dan bersifat anonim

Batak

[sunting]
Kamus Bahasa Batak Toba
Kamus Indonesia-Angkola
Kamus Bahasa Indonesia-Karo
Kamus Bahasa Karo-Indonesia
  1. abahui menarik pohon yang ditebang supaya rebah ke posisi tertentu
Kamus Bahasa Simalungun-Indonesia
  1. abap bunga api
  2. abas penyumbat ujung tukil terbuat dari ijuk atau dedaunan, berfungsi sebagai penyaring agar serangga tidak masuk saat nira dituang
  3. abas-abas ranting kayu dan sebagainya untuk menghilangkan embun dari dedaunan (dengan cara dipukul-pukulkan) agar orang yang melaluinya tidak kebasahan
  4. abit pakaian tradisional perempuan suku Karo, terbuat dari kain tenun, berbentuk persegi panjang dan dililitkan di sekeliling pinggang untuk menutupi bagian bawah tubuh
  5. abit partading kain (sarung dan sebagainya) yang diletakkan di bawah bantal yang dalam adat Batak dipakai untuk menandai bahwa penghuni kamar tersebut telah kawin lari
  6. abu-abu makanan yang diberikan kepada binatang agar tidak merusak tanam-tanaman
  7. abudaga kulit ari mutiara
  8. adu-adu galah lentur (biasanya digunakan untuk mengambil sesuatu dari lubang)
  9. aek ni unte sajian berupa nasi dan ikan emas arsik serta gulai yang dibawa dan disajikan oleh pihak mertua (pihak hula-hula) sebagai kunjungan untuk cucu (pertama) yang dilahirkan oleh putrinya
  10. agadi pahat tipis yang digunakan untuk menyadap nira
  11. agem abu cerutu
  12. agonan lebih baik
  13. ais puting susu babi
  14. ais-ais rotan atau kayu yang digantung pada bubungan rumah adat Simalungun, berfungsi sebagai pegangan saat naik turun tangga
  15. ajak-ajak tanda batas kepemilikan tanah sementara berupa potongan kayu yang dipancangkan
  16. ajir pagar betis
  17. alaan bagian sungai yang banyak ikannya
  18. alapari tradisi gotong-royong mengerjakan sawah dengan membentuk kelompok kerja secara bergiliran
  19. albung hambar (tentang tuak) karena telah bercampur air
  20. alep teriakan saat menarik kayu atau mendirikan rumah agar bersemangat
  21. alep teriakan menyambut tamu sambil menabur beras
  22. algam kepingan yang hilang (tentang keramik, vas, tegel, dan lain-lain)
  23. aliang lingkar leher (tentang babi) yang akan disembelih
  24. alpis kempis (tentang perut wanita yang baru selesai melahirkan)
  25. amang boru suami dari adik atau kakak perempuan ayah dalam keluarga Batak Toba
  26. ambarita jari manis
  27. ambataran rusak (tentang buah pisang)
  28. ambataron lapuk karena berulat (tentang kayu)
  29. ambori penangkal serangan harimau untuk hewan peliharaan, terbuat dari bambu, dimantrai dan digantungkan di lehernya
  30. ambu ahli ukir dalam pembangunan rumah adat Karo
  31. ambu-ambu rambut atau serabut jagung
  32. amburat pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan lalu ditinggalkan
  33. ampang keranjang besar
  34. ampilalas angin topan
  35. ampot tudung pengantin laki-laki Mandailing
  36. anak beru keluarga yang mengambil atau menerima istri (Karo)
  37. ancok keringat pada ketiak
  38. ancumcum orang yang tak berguna
  39. andege jejak kaki
  40. andir kerutan karena usia, misalnya pada wajah dan tangan
  41. ando lebah jantan
  42. andostorang waktu menjelang tengah hari
  43. andung ratapan berirama ketika menghadapi kematian atau penderitaan yang memilukan
  44. andurabian bisul pada payudara
  45. anggara hari ketiga setiap bulan dalam penanggalan Toba
  46. anggir jeruk purut
  47. angkar setengah masak (tentang masakan), misalnya telur, daging
  48. angki terbang tinggi berkeliling sambil mengintai (tentang elang)
  49. angko datar dan luas (tentang permukaan danau, laut, dan sebagainya)
  50. anjal jarum kecil dari bambu
  51. ansuan peti untuk menyimpan kerangka jenazah yang sudah dibersihkan
  52. antaladan tangkai mayang yang disadap untuk diambil niranya
  53. antian ni anggara hari ke-22 setiap bulan dalam penanggalan Batak Toba
  54. aok tidak dapat ditentukan (tentang rasa)
  55. apean rumput (alang-alang) yang telah kering
  56. apean daun-daun yang tergantung layu di batangnya
  57. apil denda (uang dan sebagainya) sebagai pengganti hukuman apabila keputusan di tingkat yang lebih tinggi tetap sama dengan keputusan sebelumnya (dalam pengadilan adat)
  58. apin jalan baru yang disamarkan dengan ditutupi dedaunan untuk jalan puyuh menuju perangkap
  59. aran bagian yang dangkal pada sungai
  60. aras bagian yang dangkal, tetapi deras, pada sungai
  61. ardang sesuatu yang berpindah-pindah tangan tanpa diketahui pemiliknya
  62. arirang tempat bertautnya buah kelapa pada pohonnya
  63. aron ikatan kerja sama untuk mengerjakan ladang pertanian secara bergilir
  64. aron pekerja upahan di Karo
  65. arsap daun pisang yang telah layu dan batangnya meliuk ke bawah
  66. arsik masakan yang dibuat dari daging atau ikan yang dibumbui sambal dan asam potong, direbus hingga kuahnya kering
  67. artia hari pertama setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo dan Batak Toba
  68. asak pusaran air
  69. asam cekala kecombrang
  70. awit kayu penopang ture pada rumah adat Karo
  71. bah kata seru yang menyatakan keintiman, biasa dipakai pada akhir kalimat
  72. bahal jalan setapak yang biasa dilalui manusia sehingga rumput-rumput di jalan tersebut mati
  73. bahal jalan masuk
  74. baho butir-butir hujan es
  75. baing tahi lalat yang berbulu
  76. bajang miniatur rumah adat kecil di atas bubungan rumah tradisional Simalungun dan Karo
  77. baki bolon balai tempat mengadakan sidang adat yang juga digunakan untuk tempat tidur para pemuda atau tamu-tamu dari luar masyarakat yang bersangkutan
  78. balabulan penguasa benua bawah dalam mitos masyarakat Toba
  79. balak kotoran pada kulup penis
  80. balanja tempat sirih tradisional yang dibuat dari bambu, bertutup ijuk atau kayu
  81. balanjo tempat makan ternak terbuat dari bambu
  82. balatuk tangga yang dibuat dari sebatang kayu
  83. balian sawah atau ladang yang dimiliki, tetapi letaknya di luar daerah tempat tinggal
  84. baliga perkakas tenun tradisional terbuat dari pelepah daun enau, berfungsi sebagai perapat benang
  85. balkam geraham bungsu
  86. balkamon merasa sakit karena geraham bungsu tumbuh
  87. balobo tumpukan rumput bekas babatan
  88. balsom cokelat tua
  89. baluat seruling yang terbuat dari seruas bambu, panjangnya 30 cm, diameternya 1,5 cm, memiliki enam lubang, lima lubang di tengah dan satu lubang dekat ujung
  90. baluhur topi dari kulit jagung
  91. bangal sedikit air susunya (tentang perempuan yang baru melahirkan)
  92. bangil pura-pura tidak mendengar
  93. bangkang setengah tua (tentang kelapa yang tempurungnya mulai mengeras)
  94. bangkaran ternak bunting
  95. bangkas orang yang menularkan penyakit pada orang lain
  96. bangus sarang semut yang terdapat pada kayu
  97. bara kolong rumah yang digunakan sebagai kandang ternak
  98. barak kandang kambing
  99. barengkar kerbau yang tanduknya satu ke atas dan lainnya ke bawah
  100. baroar kandang anjing
  101. barunggam tabung bambu yang ruasnya sudah dilubangi
  102. barur parit berukuran besar
  103. basiha tiang penyangga utama rumah adat, berbentuk bulat panjang, biasanya dari kayu johar yang berusia ratusan tahun
  104. basir ranjau bambu yang ditanam dalam tanah sebagai perangkap hewan
  105. batat-batat cabang baru yang tumbuh setelah batang pertama ditebang (pada pokok ubi, kayu manis, dan sebagainya)
  106. batil bak kecil tempat memasak candu
  107. batohan bingkai tangguk yang terbuat dari rotan
  108. bayu hubungan bersaudara antara seorang pria dan seorang wanita yang bermarga sama tetapi berlainan submarganya
  109. bedu kambing gunung
  110. belkih rusa jantan
  111. belut mata pisau
  112. beraspati hari ke-5 setiap bulan dalam penanggalan Karo
  113. biat penuh sekali (tentang payudara wanita)
  114. bilang-bilang tabung bambu bertuliskan nyanyian ratapan
  115. binorna beras kunyit
  116. bobak kulit binatang
  117. bobok melengkung ke bawah (tentang tanduk)
  118. bobor tidak tumbuh lagi karena sudah dewasa (tentang tanaman)
  119. bogas jejak hewan liar
  120. bona pasogit nauli semboyan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara
  121. bonggas orang yang disegani atau dihormati
  122. bontan sebutan untuk anak-anak yang kelelahan dari bepergian
  123. bontang kenakalan anak-anak yang tidak membahayakan
  124. borgot kalung yang terbuat dari rangkaian 32 keping emas yang diikat dengan benang tiga warna dan diberi mata kalung bermotif kepala kerbau
  125. bornung menggembung karena terlalu subur (tentang daun)
  126. borsang ampas kelapa parut
  127. borta pohon aren muda
  128. boru golongan, pihak atau marga yang kawin dengan anak perempuan
  129. bosik benang yang dihitamkan dengan jelaga dan digunakan sebagai tanda pada kayu yang akan digergaji
  130. bujang kemaluan
  131. bujang janda
  132. cibor tanah gembur bekas kotoran hewan terutama di kandang lembu dan kerbau
  133. ciger pukul dua belas siang
  134. cikeli kuku pada ujung kaki lembu, kuda, dan sebagainya
  135. cikurung hari kedua pelaksanaan perayaan kerja tahunan
  136. cinambur serbuk tanah yang keluar dan berserakan di sekitar sarang semut, dan sebagainya
  137. cinembu pakaian adat pengantin Karo
  138. dalihan na tolu hubungan kekerabatan dalam keluarga Batak, yaitu hula-hula, dongan sabutaha dan boru, makna harfiahnya 'tungku yang tiga'
  139. dane cairan lendir yang keluar dari mayat ketika mulai membusuk; air mayat
  140. danga jarang atau tidak musim (tentang buah)
  141. dasuha tuak yang mengental di bagian dasar bambu penyimpanan
  142. dayas roh berbentuk panah yang memancarkan sinar terang, diyakini sebagai pertanda bencana kebakaran, kematian, dan sebagainya
  143. del lepas karena benang terputus (tentang layang-layang)
  144. delis gantung diri
  145. delis menguliti sekeliling pangkal pohon agar pohon tersebut mati perlahan-lahan
  146. demuyung berombak atau bergelombang (tentang padi yang ditiup angin)
  147. denen jalan berlumpur yang dilalui (dibuat) kerbau
  148. denggal melentuk ke belakang (tentang jari-jari tangan)
  149. dodal sidik jari; cap jempol
  150. dokan lubang pada pohon sebagai sarang burung enggang atau pelatuk
  151. dolgi sudah tidak empuk lagi (tentang benda berbusa, seperti kasur atau sofa)
  152. dolok gunung
  153. dombas hujan deras
  154. domen tepung beras
  155. dosa getah pohon kapur barus yang terdapat pada bagian terluar batang
  156. dukak tempat pembakaran orang yang meninggal mendadak atau karena sakit tidak lebih dari satu hari (biasanya dekat sungai mengalir)
  157. dulaha makan lahap
  158. dulngo (berasa) sangat manis
  159. dumbarat ritual tidur dekat api selama dua atau tiga minggu bagi ibu dan bayi yang baru dilahirkan
  160. dumen setengah tua (tentang buah padi dan batang bambu)
  161. duyuk kalah dalam perkelahian atau berjudi
  162. elpek ujung anak sumpit yang beracun
  163. embel bau lemah; bau tidak tajam
  164. encek mengakhiri permainan judi sesudah menang
  165. gadap jatuh tergeletak
  166. gagaton rumput makanan hewan ternak
  167. ganding anjing yang bulunya berwarna lebih dari satu; anjing belang
  168. ganjo tinggi (tentang kuda)
  169. gantip karung kecil bervolume sekitar empat gantang beras, digunakan sebagai wadah persembahan untuk raja
  170. gapbar kain tenunan dengan dasar putih dan pinggir berwarna merah
  171. garcip mudah menyala (tentang korek api)
  172. garut batu asah
  173. gasa cacat tubuh yang disebabkan kecelakan (jatuh, tabrakan, dan sebagainya)
  174. gasgas ladang atau kebun yang sudah ditinggalkan dan menjadi hutan kembali
  175. gayan pekerjaan sehari-hari, seperti berladang, berjualan
  176. gedat bungkuk ke belakang
  177. gemgam pisau kecil bersarung, digunakan sebagai simbol penghentian permusuhan, diserahkan oleh pihak yang berselisih kepada penengah atau juru pisah
  178. gempang duduk (tentang hewan berkaki empat)
  179. gerama penyembuhan penyakit tanpa menggunakan obat, tetapi dengan tindakan tertentu (misalnya menyembuhkan mata kelilipan dengan cara menggaruk-garuk kepala sambil meludah)
  180. gerege kutu jantan
  181. gerga ukiran pada bangunan tradisional Batak
  182. geruah berusaha dengan susah payah; berusaha dengan sisa tenaga yang ada (untuk keluar dari bencana)
  183. gimbang lukisan arah mata angin (pada atap bangunan), melambangkan seorang raja memiliki tanah, kebun, dan sawah yang luas
  184. golping sisiran rambut yang ditinggikan
  185. gumul bayi yang bentuk tubuhnya bundar seperti bola
  186. guri-guri tanduk kerbau yang digunakan untuk menyimpan ramuan obat
  187. habir jatuh dan terseret-seret (tentang kain)
  188. haka pahat tipis yang digunakan suku Pakpak utk menyadap nira
  189. halimunen mantra dalam masyarakat Pakpak untuk mendatangkan kabut
  190. halioho dalam sekali sehingga dasarnya tidak kelihatan
  191. hangkang berjalan tidak wajar karena terdapat gangguan pada selangkangan
  192. harangan wilayah hutan di daerah perbukitan yang menjadi sumber air warga
  193. hasapi alat musik petik bersenar dua yang memiliki lubang resonantor di bagian belakang
  194. horas kata seru untuk menyatakan selamat
  195. horja kumpulan huta yang berdekatan dengan marga berbeda, tetapi mempunyai pertalian
  196. huta permukiman berupa benteng bertembok dan berbentuk bujur sangkar, ukuran 50 x 70 meter persegi
  197. huta persekutuan hukum dan adat terkecil
  198. inang ibu
  199. jalangan tempat penggembalaan kerbau
  200. jambar hak bagian atau hak perolehan dari milik bersama yang dibagikan pada setiap anggota masyarakat adat
  201. jambe ayam jantan yang tua dan tidak berbulu
  202. jaramba bangunan berbentuk panggung, tempat mengolah masakan pada saat pesta
  203. joting nyanyian Batak
  204. jujur uang yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada calon mertuanya
  205. kulur keluih
  206. lantoyung terung yang tidak dapat dimakan
  207. lantuk peti mati
  208. lapet penganan khas Batak yang dibungkus dengan daun pisang, terbuat dari tepung beras, kadang diisi gula merah
  209. likah rusak tertindih, tetapi masih bisa digunakan
  210. lompayang lempang
  211. londok topi anak-anak
  212. longgum ramuan dari dedaunan yang dilumurkan ke bagian tubuh yang sakit
  213. longit hewan potong untuk pesta adat
  214. losap lewat tanpa permisi (di depan orang-orang tua atau orang yang lebih tua)
  215. lumban permukiman komunal dalam masyarakat suku Batak Toba, biasanya didirikan di lereng bukit dan dipagari batu atau bambu
  216. luso mencuci peralatan dapur dengan air dan menggosoknya dengan tangan (tanpa memakai sabun atau alat pembersih)
  217. macancan hancur atau terkoyak-koyak tepinya (tentang kain dan kertas)
  218. madinding bentuk perkawinan yang menggambarkan suami yang tinggal sementara pada kerabat istri sampai jujurnya lunas
  219. mamak ibu
  220. mamodali mengobati badan yang benjol karena terkena benda keras dengan gulungan kain yang dipanaskan atau tiupan napas
  221. mamongka menyumbat pori-pori atau lubang pada kapal atau perahu
  222. mampis masih sedikit buahnya (tentang pohon)
  223. mampis mengambil sisa buah pohon
  224. mangaruho membersihkan bagian dalam suatu wadah (botol, gelas, dan sebagainya) dengan cara diisi air, kemudian diguncangkan
  225. mangombo bekerja pada musim tertentu, seperti musim panen atau musim tanam
  226. manumpak upacara adat pada pesta perkawinan masyarakat Simalungun, para undangan datang dengan membawa sumbangan secara sukarela, biasanya nasi dengan hidangan daging yang dibentuk sehingga mirip hewan (babi, ayam) hidup, disuguhkan kepada kedua mempelai
  227. mardihuta perempuan yang baru melahirkan
  228. mardumon memakan beras (biasanya saat membersihkan beras)
  229. margitik bercanda ria
  230. markusip cara berpacaran pada malam hari (dilakukan dengan cara berbisik, si wanita di dalam rumah, sedangkan yang laki-laki di luar rumah) pada masyarakat Mandailing
  231. marsiadap ari saling membantu dalam menangani suatu pekerjaan (menggarap sawah dan sebagainya), makna harfiahnya 'meminjam hari dan tenaganya'
  232. martandang berkunjung ke rumah gadis ketika menghadapi usia kawin atau pada waktu berpacaran, biasanya dilakukan pada malam hari, diiringi dengan senda gurau serta nyanyian dan petikan gitar (di Tapanuli)
  233. martarombo saling menerangkan silsilah untuk mengetahui kekerabatan
  234. mejuah-juah sehat sejahtera lahir dan batin; salam yang diucapkan masyarakat Batak Karo ketika bertemu
  235. mendondon menggadai(kan) sawah; menyerahkan hasil tanah dengan sejumlah uang sebagai penukarnya
  236. mengabis membuang duri pada kedua sisi daun pandan dengan pisau khusus
  237. mengadak menganggap dirinya tidak terlawan oleh orang lain
  238. mengupa memberikan dukungan moril agar teguh semangat dan iman dalam menempuh hidup
  239. menjuah-juah selamat bahagia atau sehat-sehat; horas
  240. mindo endapan (misalnya kopi, tepung) yang muncul setelah dikocok
  241. namabalu sebutan hormat untuk wanita yang menjadi janda karena suaminya meninggal, dibedakan dari janda karena bercerai
  242. ura ikan yang diasam dengan direndam dalam air jeruk nipis selama 6 sampai 8 jam
  243. naniura masakan khas Batak berupa ikan mentah yang diolah dengan cara didiamkan dalam rendaman asam beberapa lama sehingga hilang rasa amis ikannya
  244. napinadar masakan dari ayam muda yang dibakar, dicampur dengan darahnya, dan dibubuhi cabai, garam air, jeruk nipis, dan sebagainya
  245. ngerik memisahkan gabah dari batang
  246. ngerires acara membuat rires (lemang) pada masyarakat Batak Karo dalam perayaan tahunan setelah menanam padi
  247. ompu gelar tertinggi keluarga Batak; tetua
  248. Ompu Mulajadi Nabolon nama pencipta alam semesta menurut kepercayaan asli masyarakat suku Batak
  249. onan pasar yang berada di wilayah bius dalam tradisi Batak
  250. padung tanduk burung enggang
  251. palbegu permalim
  252. pamapasan daerah batas kampung dengan ladang atau sawah
  253. pangolat tanda diakritis yang menghilangkan bunyi huruf induk pada akhir suku kata
  254. paninggil tanda diakritis yang menutup suku kata dengan bunyi
  255. pargadongan lahan kering atau ladang di wilayah kampung
  256. pargonsi pemain kesenian tradisional gondang
  257. parmitu orang yang gemar minum minuman keras
  258. parondol mayang yang keluar bersamaan (lebih dari satu, tentang enau )
  259. penganak alat musik khas Karo berbentuk genduk kecil
  260. perbaringin permalim
  261. perbibin bagian maskawin yang diserahkan kepada saudara perempuan dari ibu mempelai wanita
  262. permalim sistem kepercayaan tertua dalam suku Batak, disebut juga agama raja-raja, berisi kepercayaan bahwa seluruh alam diciptakan oleh Ompu Mulajadi Nabolon yang berdiam di langit ketujuh; perbaringin; palbegu
  263. podi serbuk kikiran emas atau perak
  264. pohung patung berbentuk manusia yang memiliki kekuatan magis (dari batu, kayu, dan sebagainya), berfungsi sebagai penjaga kebun
  265. ponding gesper ikat pinggang berukir kepala singa yang terbuat dari perak atau emas
  266. ponggal pohon nira yang sudah tidak mengeluarkan air lagi
  267. poranan oleh-oleh (seperti makanan atau barang) yang dibawa oleh pengantin baru ketika mengunjungi keluarga terdekat
  268. poter sumbangan yang diberikan saat meresmikan rumah baru
  269. potik ujung yang runcing pada destar Simalungun
  270. rambate rata raya kerja keras bersama untuk menuju masyarakat adil dan makmur, semboyan Pemerintah Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara
  271. rambin titian yang terbuat dari rotan besar, diberi tambahan rotan pada sisi kanan dan kiri sebagai pegangan
  272. rires lemang Karo yang biasanya dimasak dengan kunyit, merica, dan lada hitam
  273. saama keluarga inti dalam masyarakat suku Batak Toba
  274. sabutuha kelompok kekerabatan yang sama dalam adat perkawinan Batak
  275. sagak tunas yang tumbuh kembali sesudah dipanen atau dipotong, misalnya padi atau alang-alang
  276. sagem kayu yang mudah terbakar dan habis (tidak memiliki bara)
  277. sarato suling berlubang tujuh
  278. selok kesurupan hingga dapat berhubungan secara langsung, seperti berkomunikasi, dengan roh yang datang kepadanya
  279. sitarajuan kulit keras yang terdapat pada bagian dalam ampela ayam
  280. surmuk ulat bulu
  281. tajap potong miring (tentang sayuran)
  282. talngah terbuka lebar (tentang pintu)
  283. tambe ceret yang terbuat dari bambu, panjangnya 65 cm, berdiameter sekitar 15 cm, bagian atas ceret memiliki moncong
  284. tambing tendang ke belakang (tentang kuda)
  285. tangar lebar (tentang mulut periuk)
  286. timbora abu rokok
  287. tingkah tangga pada bukit, gunung, atau batu besar
  288. tini rusa betina
  289. tiptip potong rata (tentang ujung sapu lidi)
  290. tombu ayam aduan; ayam sabungan
  291. tuktak perangkap tikus yang terbuat dari bilah bambu dengan pegas dari bambu
  292. tulang saudara laki-laki dari ibu
  293. tulang mertua laki-laki suami
  294. tunggur bertindih (tentang kayu bakar) agar api terkumpul
  295. tungkar ranting yang terbenam dalam air
  296. tungkil pahat kecil yang sangat tajam untuk mengiris tangkai mayang enau
  297. tungko berdiri berhadapan dengan kepala menunduk
  298. tungku bilah bambu yang dipasang di sekeliling tanaman yang baru tumbuh agar tidak terganggu
  299. tupang kayu bercabang yang digunakan sebagai pengganti tangga
  300. turam kucing jantan
  301. ture beranda depan dan belakang rumah adat yang biasanya terbuat dari bambu
  302. turpuk pemegang hak tanah
  303. ucok anak laki-laki
  304. ugup padi pertama yang dipotong sewaktu panen dan tidak boleh diberikan kepada orang lain atau dijual karena diyakini akan membawa keberhasilan panen pada tahun berikutnya
  305. ukal pengeluaran benda-benda dari tubuh akibat teluh dengan menggunakan mantra-mantra dalam masyarakat Karo
  306. ulos sirata ulos yang dikenakan wanita Batak Toba sebagai penutup dada
  307. untam teknik untuk memudahkan mencocok hidung kerbau atau lembu, dengan cara mendongakkan kepala kerbau atau lembu, mengikatkan tali pada salah satu tanduk dan dililitkan pada moncongnya, lalu ditarik ke atas
  308. unung bagian tengah yang lunak seperti gabus pada batang tumbuhan (misalnya ubi kayu)
  309. unus sabut putih yang terdapat di bagian salut pohon enau
  310. ura ikan yang diasam dengan direndam dalam air jeruk nipis selama 6 sampai 8 jam
  311. urjok terbenam dalam lumpur
  312. urtup daun buluh yang mulai kembang
  313. utar permainan bulu tangkis tradisional Karo yang koknya terbuat dari sepotong bambu kecil sepanjang 3 cm dan diberi setidaknya dua helai bulu ayam, raketnya terbuat dari bilah papan
  314. wangkah binatang jantan yang sudah tua dan besar

Batuley

[sunting]
  1. aem kata sapaan kepada ayah berdasarkan nama anak pertama, biasanya didahului nama anak pertama
  2. aes marnam orang yang bertugas untuk menombak penyu dari ketinting
  3. afei rarom orang yang bertugas menimba air dari ketinting
  4. alei pelepah pisang
  5. aler mata pisau
  6. arkunel daun-daunan yang menguning

Baun

[sunting]
  1. aibinan tumpukan kayu di dekat akar pohon yang menjadi tempat kasuari bertelur

Bauzi

[sunting]
  1. dao tombak yang digunakan untuk menangkap buaya

Benuaq

[sunting]
  1. agak perkawinan atas dasar saling menyukai dan tanpa paksaan
  2. agit kaitan yang paling kuat di antara cabang kayu atau akar pohon
  3. akei lagu atau syair yang dinyanyikan khusus pada saat upacara kematian dalam masyarakat Dayak Benuaq
  4. ambok keranjang dari daging rotan yang dianyam rapat-rapat, berukuran sedang seperti kerucut, digunakan untuk mengangkut padi
  5. amih gambir yang dicampurkan dengan daun sirih dan pinang untuk menyirih
  6. ampau ikan pari yang dikeringkan
  7. ampeng hamil di luar pernikahan; bulek
  8. ampik sarung yang biasa digunakan wanita
  9. ave mata pisau
  10. bakit tombak bermata kait
  11. bancang celah-celah pada jari kaki
  12. bandir tonggak pohon yang berada di permukaan tanah
  13. barun bahan pakaian atau selimut yang dibuat dari kulit kayu
  14. batang minak akibat dari pelanggaran terhadap pertanda alam yang diterima penerima pesan, misalnya celaka atau kematian
  15. bedu keadaan daging hewan yang sudah mulai membusuk
  16. bekangin daun yang digunakan suku Benuaq untuk membersihkan muka dan mencegah jerawat, mengeluarkan busa seperti sabun
  17. beleleng kulit leher babi yang berlemak yang dibentuk melingkar sebagai ramuan persembahan dalam upacara adat masyarakat Dayak Benuaq
  18. berahan mencari hasil bumi di hutan
  19. bertus ikan yang dibakar beserta isi perutnya
  20. bubuk alat untuk mengambil air, dibuat dari tempurung kelapa
  21. bungkong benjolan atau bagian yang menonjol pada batang kayu atau pohon
  22. cacu takaran beras yang dibuat dari batok kelapa
  23. daling tarian tradisional suku Bajau di Pulau Derawan, daerah Berau, Kalimantan Timur
  24. dasarai sebutan atau gelar untuk bangsawan suku Buna
  25. dusa denda adat karena berselingkuh
  26. jelur kawanan ikan yang melawan arus
  27. kabat alat penangkap ikan, dibuat dari bambu, digunakan untuk menutup muara sungai
  28. karupit daun sirih yang kecil
  29. kasup gunting khusus untuk mengupas kulit pinang
  30. kiang keranjang yang dibuat dari rotan, digunakan untuk mengangkut barang
  31. kumpi karung yang dibuat dari daun nipah, digunakan untuk mengangkut barang
  32. kwangkai upacara kematian suku Benuaq, dilaksanakan dengan pemotongan hewan yang dikorbankan, seperti kerbau
  33. lambing telinga yang cupingnya panjang karena biasa diberati hiasan telinga pada suku pedalaman di Kalimantan Timur
  34. munan kebun buah
  35. muri sumbangan yang dilakukan karena ada peristiwa dukacita
  36. palar telapak tangan
  37. pambakal kepala desa; kepala kampung
  38. pasu takaran padi, dibuat dari kayu berbentuk segi empat
  39. ranggong alat pancing yang diberi pemberat dan kemudian ditenggelamkan di sungai dengan banyak mata kail, diikat pada kayu atau bambu bercabang
  40. suar kayu pendorong perahu di hulu sungai yang dangkal dan deras airnya
  41. ucus ban dalam
  42. ulap doyo kain panjang hasil tenunan suku Benuaq yang bahannya diolah dari daun doyo (Curculigo latifliolin)
  43. urat ladang atau lahan yang dibuka, tetapi pohon atau kayunya tidak besar-besar, mudah untuk dibersihkan

Berik

[sunting]
  1. ambua burung gagak yang bersuara merdu
  2. bombomsai burung nuri kecil pemakan rayap
  3. burum jarum dari tulang untuk menjahit dan membuat keranjang dari kulit kayu
  4. dum sendok sagu, terbuat dari kayu berukuran besar
  5. fagatena meloncat ke samping
  6. fotur burung merpati dengan dada berwarna merah
  7. gisiamo burung nuri berkepala merah
  8. igora burung kakaktua yang berwarna biru
  9. jamor burung kumkum
  10. jandu burung paruh kodok
  11. tanggi burung kakaktua hitam merah
  12. uramir merpati berekor panjang dengan dada berwarna cokelat

Betawi (Melayu Jakarta)

[sunting]
Kamus Betawi - Indonesia
Kamus Istilah Betawi Bergambar
  1. abet tingkah laku
  2. abrit-abritan berlari tunggang-langgang (atau tergesa-gesa)
  3. acatan bahan pakaian sisa penjualan yang panjangnya kurang dari satu meter yang dijual dengan harga lebih murah
  4. acerang daun bangun-bangun; bangun-bangun; sukan
  5. adanya orangnya
  6. ambah-ambah penyakit sampar
  7. ambelar tali yang digunakan sebagai tanda dalam permainan gundu
  8. ambring-ambringan tidak keruan (hilang akal dan sebagainya); berantakan
  9. ampe sampai
  10. ampek sesak napas karena penyakit bengek (asma dan sebagainya)
  11. amprok bersua secara tiba-tiba di tengah jalan atau di tempat lain
  12. amprung-amprungan selalu tidak bersungguh-sungguh
  13. amprung-amprungan selalu masa bodoh
  14. amprung-amprungan kurang bertanggung jawab
  15. andapita kue yang dibuat dari tepung beras
  16. andaru gejala alam berupa api kecil yang terbang di atas air atau rawa yang disebabkan oleh terbakarnya gas
  17. ape kue apam kecil yang dibuat dari adonan tepung terigu, gula, dan telur, rasanya manis dan gurih
  18. ape apa
  19. aprit kabur; lari
  20. apuran selokan pembuangan air kotor
  21. ari hari
  22. aron setengah matang (tentang nasi dan ketan)
  23. aseran pemarah; lekas marah; kasar tindakannya
  24. ayeng-ayengan berputar-putar (berkeliling) melakukan pekerjaan yang tidak-tidak seperti orang yang kurang waras
  25. ayeng-ayengan berkeliling mencari sesuatu hingga lelah
  26. ayeng-ayengan pergi ke sana sini
  27. babakan kulit kayu yang dikupas dari batangnya
  28. babe bapak; ayah
  29. babe panggilan akrab terhadap orang tua (pemuka, pemimpin)
  30. bacek lunak karena mengandung air (tentang tanah dan sebagainya)
  31. bagusan penyakit menular seperti cacar air
  32. bakal untuk; buat
  33. bandan burung yang kepalanya berjambul seperti ayam hutan
  34. bandering batu (kerikil) yang diikat di ujung tali (benang) yang dilemparkan dan disangkutkan pada benang layang-layang dan sebagainya yang akan diambil; pengumban tali
  35. bandos penganan yang terbuat dari ubi kayu
  36. bandos penganan yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan gula dan kelapa parut
  37. bangus moncong anjing atau babi
  38. banjur siram
  39. banyakan lebih banyak; lebih umum
  40. bapet tidak mempunyai uang
  41. bapet tidak berharga; buruk
  42. bari sambil; sembari
  43. bayung daun kacang panjang (biasa disayur)
  44. bebandos penganan, dibuat dari ubi kayu
  45. bebenah berbenah
  46. bebesaran murbei
  47. begah berasa penuh di perut karena terlalu kenyang dan sebagainya
  48. begeng sangat kurus sehingga tulang iganya sangat menonjol
  49. beladu kayu penggulung benang; belendong
  50. belakangan lebih belakang; kemudian
  51. bencok makanan yang dibuat dari kentang yang diiris panjang tipis-tipis, digoreng garing, dan diberi sambal
  52. bengal nakal; suka mengganggu
  53. bengep bengkak-bengkak (tentang muka); sembap
  54. bengok beguk; gondok
  55. bengu berbau tidak sedap (seperti bau tembakau yang sudah lama disimpan)
  56. bengul balut (tentang mata yang baru habis menangis)
  57. berabe susah, repot (mengerjakannya, mengurusnya)
  58. beraja bintang beralih
  59. berarak berserakan; berantakan; tidak teratur
  60. berdeging berkeras hati; berkuat-kuat; mengotot
  61. berdeku duduk berlutut
  62. bereo cambang bauk; berewok
  63. bererot berduyun-duyun; berderet-deret
  64. beret tergores, lecet (tentang kulit dan sebagainya)
  65. beret banyak permintaan
  66. beret sangat pemilih
  67. berisik ribut (ramai, ingar bingar) suaranya
  68. berisik berasa mendengung pada telinga
  69. berkeredong memakai (menggunakan) keredong
  70. berlerot berjalan beriringan
  71. berok perut bagian bawah
  72. berubus tiruan bunyi air mendidih
  73. besot terkelupas (tentang kulit); beset; calar
  74. betahak beserdawa
  75. betulan dekat benar
  76. betulan betul
  77. bicara tanggung, tentu (pasti)
  78. bicokok buaya kecil; buaya katak
  79. bicokok kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu
  80. bicokok orang yang tamak
  81. bir pletok minuman tanpa alkohol yang dibuat dari rebusan gula, jahe, daun pandan, serai, dan rempah-rempah lain, disaring lalu didiamkan semalaman, biasanya disajikan dingin
  82. bisakan lecet atau luka karena dimakan kutu air (biasanya di sela-sela jari)
  83. bocong tempat air yang bagian perutnya (tengahnya) besar (terbuat dari tanah); buyung
  84. bokong belakang; pinggul
  85. boncel kecil
  86. bondot berkas; ikatan (padi dan sebagainya)
  87. bonggol pukul
  88. bongkot pangkal (batang kayu, tebu, dan sebagainya); punggur
  89. bongkot menyambar benang layang-layang lawan dari jarak serendah mungkin
  90. bonto tidak segar lagi (tentang ikan)
  91. bontok bonto1
  92. bontot bungsu
  93. borang ranjau
  94. boto elok (bagus, cantik) rupa dan bentuknya
  95. buah atep buah enau yang sudah dikupas; kolang-kaling
  96. buncit paling belakang; terakhir; bungsu
  97. busung janur
  98. buyur guyur; siram
  99. cablak bermulut besar
  100. cabo wanita tunasusila; perempuan lacur; pelacur; sundal
  101. caling taring
  102. cang kata sapaan untuk kakak dari ayah atau ibu; uak
  103. cangantu istri paman atau suami bibi (lebih tua daripada ayah atau ibu)
  104. cangkrang selongsong (lampu baterai)
  105. cape letih
  106. capelin caping; capil
  107. caplang lebar (tentang telinga)
  108. cecar mencecar
  109. cegukan mudah tersinggung dan merajuk
  110. ceking kecil pada bagian tengah; genting
  111. ceking hampir putus (tentang tali, tambang)
  112. ceking kurus kering
  113. celamitan suka mengambil atau meminta barang milik orang lain tanpa rasa malu
  114. celangak-celinguk menengok-nengok ke kiri dan ke kanan (karena merasa asing dan sebagainya); celingak-celinguk
  115. celangap terbuka mulut, ternganga (seperti mau menguap, karena heran, terpesona)
  116. celenit rasa sakit seperti digigit semut atau tersulut api rokok
  117. celentang telentang
  118. celepat-celepot berbunyi "pat, pot", seperti bunyi kecupan yang berulang-ulang dan sebagainya
  119. celi tajam matanya (penglihatannya)
  120. cemeh permainan judi dengan kartu kecil
  121. centangan kobokan
  122. centeng tukang pukul bayaran
  123. centeng pengawas pada penjualan candu
  124. centet tetap kecil (pendek dan sebagainya); mengerut; susut
  125. centet menghematkan
  126. cepol tinju; tonjok
  127. cerancam lalap khas Betawi, terdiri atas kubis, mentimun, kecambah, kacang panjang, dan terung lalapan yang diberi bumbu
  128. ceritaan sesuatu yang diceritakan (diomongkan); omongan
  129. cetek tidak jauh jaraknya dari permukaan ke dasar (tentang sungai, sumur, dan sebagainya); dangkal; tohor
  130. cetek tidak mendalam (tentang pengetahuan dan sebagainya)
  131. cetok tudung kepala (seperti yang dipakai oleh petani Tionghoa)
  132. cetok topi gabus
  133. cikutan terteguk-teguk; tersedak (biasanya habis makan, karena tidak minum); cegukan
  134. cing encing; kata sapaan terhadap adik dari ayah atau ibu
  135. cipok ciuman yang berbunyi
  136. cocol sentuh; colek
  137. codet bekas luka (pada muka, dahi, dan sebagainya)
  138. cokek kesenian tradisional Betawi yang diiringi gambang keromong dengan penari wanita yang juga bersedia diajak menari bersama para tamu
  139. cokek penari wanita dari rombongan tontonan cokek yang dapat diajak menari bersama
  140. cokekan cokek
  141. coko perlombaan memanjat batang pinang yang dilumuri minyak (supaya licin) untuk memperebutkan hadiah yang digantungkan di puncaknya; lomba panjat pinang
  142. coleng curi (dengan kekerasan)
  143. comblang orang yang menghubungkan laki-laki dan perempuan dalam perjodohan atau percintaan
  144. comblang muncikari; jaruman
  145. combong pisau (sikin) yang berlubang pada bilahnya (dianggap bertuah)
  146. congo penjahat kaliber kecil (tukang copet, pencuri, dan sebagainya)
  147. cuik ikan yang dikukus dan diasinkan dalam periuk
  148. cuming cuma; hanya
  149. cungo tukang copet; congo
  150. cungur moncong; congor; jungur
  151. cungur bagian kepala hewan yang menonjol termasuk rahang, mulut, dan hidung
  152. cupar sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tentang seorang laki-laki)
  153. dangkal keras dan tidak baik masaknya (tentang buah-buahan)
  154. dangkal tidak berair dan tidak subur (tentang tanaman)
  155. dangkal tebal hati tidak lemah lembut
  156. dangkal terbengkalai; tanggung-tanggung (tentang pekerjaan)
  157. dedek dedak
  158. dedengkot orang yang menjadi tokoh (pemimpin) dalam suatu perkumpulan dan sebagainya, baik dalam arti yang baik maupun yang buruk
  159. deh kata yang digunakan untuk mengukuhkan kata-kata atau maksud kawan bicara
  160. dekil sangat kotor; berdaki; kumal
  161. delit suka menyimpan perasaan atau rahasia di dalam hati
  162. demek lembap; tidak kering benar
  163. demek kumal
  164. doang hanya; saja
  165. dobol berlubang (tentang karung dan sebagainya)
  166. domplang condong ke belakang atau ke depan (tentang delman dan sebagainya)
  167. domplangan papan jungkat-jungkit sebagai permainan anak-anak
  168. drip babak (dalam sandiwara rakyat)
  169. dukun pangkeng pawang hujan
  170. elu lo2; lu
  171. embel paya-paya yang tertutup oleh rerumputan
  172. embrat cerek besar dengan cerat berlubang-lubang kecil untuk menyirami bunga atau tanaman; gembor
  173. empok kakak perempuan
  174. empok kata sapaan untuk orang perempuan yang lebih tua
  175. encang kakak dari ibu atau bapak
  176. encek kata sapaan untuk laki-laki Tionghoa totok
  177. encing adik dari ibu atau bapak
  178. encot pincang; timpang; incut
  179. engah tahu (sadar atau mengerti)
  180. engap-engap megap-megap; tersengal-sengal; terengah-engah (susah bernapas)
  181. engas bau busuk
  182. engas bau yang kurang enak (seperti bau keringat dan sebagainya)
  183. engkuk memilin leher lawan dan menekannya ke bawah
  184. engkuk menekan ke bawah agar menjadi lurus (tentang kayu, pipa besi, dan sebagainya)
  185. enyak ibu; mama
  186. enyak panggilan akrab terhadap orang yang dituakan (pemuka, pemimpin)
  187. gabah gegabah
  188. gablek punya
  189. galanggasi galagasi
  190. ganjen lincah dan genit (terutama tentang perempuan)
  191. ganting kental; pekat; lekat
  192. gaple permainan dengan kartu domino (terdiri atas dua pasang pemain)
  193. garan hulu (pisau dan sebagainya); tangkai
  194. gecar gentar (takut); gemetar
  195. gedean lebih gede
  196. gedean berstatus sosial tinggi dalam masyarakat
  197. gedong gedung
  198. gegaokan berteriak-teriak; menjerit-jerit
  199. gegares makan banyak-banyak (rakus)
  200. gegetun menyesal
  201. gegetun tercengang (karena keheran-heranan, kecewa, dan sebagainya)
  202. gelemberan gelambir
  203. gelendo air ampas masakan gula
  204. gelo gila
  205. gembrot gemuk, tetapi tidak sintal (untuk badan dan sebagainya)
  206. geranggaman ingin makan segala macam makanan
  207. geratak pergi ke sana kemari untuk mencari sesuatu
  208. gerendeng menggerutu; bersungut-sungut; merengut-rengut
  209. geroak berlubang besar
  210. gerobok lemari dari bambu (tempat menyimpan makanan dan sebagainya)
  211. gerobok peti besar (tempat pakaian dan sebagainya)
  212. gerong lubang (rongga) di dalam tanah
  213. getek rakit
  214. getol rajin; tekun dalam mencari; bersemangat
  215. gim benang emas
  216. girik surat pajak hasil bumi
  217. girik surat pemilikan tanah
  218. gundal abdi; pengikut; kaki tangan
  219. hibuk banyak pekerjaan; giat bekerja; sibuk
  220. ikan cue pindang
  221. ilas injak sampai hancur
  222. isit gusi
  223. jabal rampas, begal
  224. jaban klimaks dari suatu pertandingan, pertarungan, dan sebagainya
  225. jagung terubuk jagung muda
  226. jangla suka berkeliaran ke mana-mana; liar; tidak jinak
  227. jantuk menonjol ke depan (tentang dahi)
  228. jedot berantuk
  229. jengah malu; kemalu-maluan
  230. jobong wanita tunasusila; pelacur; sundal
  231. jontor bengkak (pada bibir) akibat kena pukul, disengat lebah, dan sebagainya
  232. jontrot pemikat di rumah makan dan sebagainya (berupa wanita cantik) untuk menarik tamu
  233. jontrot barang dagangan yang dipajang untuk menarik pembeli
  234. joprak jatuh terduduk atau terkapar
  235. juntrungan pendirian; aturan; asal-usul; ujung pangkal
  236. kaci benar; sungguh
  237. kagak tidak
  238. kakek samping saudara laki-laki nenek atau kakek
  239. kebagian mendapat (memperoleh) bagian
  240. kebembem kuweni
  241. kebenaran kebetulan
  242. kebentur terlanggar; terantuk
  243. kebongkaran kemasukan pencuri; kecurian
  244. kebosanan kekenyangan
  245. keburu dapat dikejar; sempat
  246. keburu lebih dahulu
  247. keburu belum terlambat
  248. keburu tergesa-gesa
  249. kedebong batang pohon pisang
  250. kedebong pelepah daun pisang
  251. keder takut; gentar; gemetar
  252. kedot kuat; kebal; tahan pukulan
  253. kejen mata bajak
  254. kekeba upacara selamatan menujuhbulani kehamilan pertama
  255. kelak-kelik kelap-kelip; kedip-kedip
  256. kelangkan langkan
  257. kelebu kemasukan air (tentang perahu); tenggelam; karam
  258. kelengar pingsan
  259. kelepus merokok terus-menerus
  260. kelimpungan kebingungan
  261. kelingsir penyakit burut, buah pelirnya menjadi besar dan turun
  262. kemandoran bagian dari permukiman suku Betawi pada zaman dahulu, dikepalai oleh mandor
  263. kematian obor kehilangan kontak atau putus komunikasi dengan sanak saudara
  264. kemekmek terpesona; terperanjat
  265. kempek tas kecil dibuat dari barang anyaman (untuk tempat sirih, uang, dan sebagainya)
  266. kenyat rasa segan atau rikuh ketika akan menemui seseorang karena rasa bersalah
  267. kenyat rasa tidak nyaman pada kulit wajah
  268. kepangsek tepat mengenai (sasaran)
  269. kepangsek menyentuh hati
  270. keredep berkedip-kedip
  271. keredep berkilau-kilau
  272. keredong kain dan sebagainya penutup kepala (tubuh, muka, dan sebagainya)
  273. kereng hitam pekat (tentang pensil dan sebagainya); tebal (sehingga tampak seperti orang pemarah)
  274. kermian sakit yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kermi di dalam perut
  275. kerok persoalan; masalah; keributan
  276. keromong alat musik yang bentuknya seperti bonang pada gamelan Jawa, dimainkan dengan dua pemukul, jika dimainkan bersama-sama dengan gambang kayu, rebab batok, gendang, dan kempul disebut gambang keromong
  277. keruma kuman (pada kudis dan sebagainya)
  278. kerupuk bingung
  279. keseleo terpelecok; terkilir; salah urat
  280. kesimpatan tersedak (terbatuk-batuk dan sebagainya) karena ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tenggorok (jalan pernapasan)
  281. kesip kedip
  282. kesomplok tersampuk; tertumbuk; terlanggar
  283. kesomplok kehabisan uang (biaya)
  284. ketan urap nasi ketan yang diberi kelapa parut yang sudah dicampur dengan sedikit garam
  285. ketek ketiak
  286. ketel titik (air); tetes
  287. ketepel bandering
  288. ketindihan tidak dapat bergerak dan merintih-rintih (ketika tidur)
  289. ketrok ketuk; pukul
  290. keurus terurus; terpelihara
  291. keurusan keurus
  292. kibul pantat; dubur
  293. kidar kisar; kitar
  294. kilit memutar-mutar layang-layang di udara untuk melawan musuh atau mengait layang-layang lain yang putus di udara
  295. kiriman barang yang dititipkan (diamanatkan) untuk disimpan (dijual dan sebagainya)
  296. kisaran keturunan ayam biasa dengan ayam hutan
  297. kisik bisik
  298. koang layang-layang hias
  299. kober makam
  300. kolok manja (untuk anak-anak)
  301. kondor burut; hernia
  302. kongko bercakap-cakap yang tidak ada artinya; mengobrol
  303. koprok permainan dadu kocok
  304. kosen gagah; berani
  305. kosen kebal (terhadap senjata tajam dan sebagainya)
  306. kosen ampuh (tentang ilmu silat dan sebagainya)
  307. kubil membengkak, menjadi besar (tentang bagian badan, terutama mata)
  308. kucel kumal
  309. kudangan sesuatu yang diberikan oleh pengantin laki-laki (keluarga pengantin laki-laki) kepada pengantin perempuan berdasarkan permintaan pengantin perempuan
  310. kumpi moyang (laki-laki atau perempuan)
  311. kuncen juru kunci (di tempat keramat dan sebagainya) yang juga mengetahui riwayat tempat yang dijaganya
  312. kunyuk kera kecil; monyet
  313. kunyuk orang bodoh (tidak tahu adat)
  314. kupak tanggal giginya untuk pertama kali
  315. kupat-kapit berkibas-kibas (tentang ekor dan sebagainya); terjuntai berayun-ayun
  316. kurung batang usungan jenazah
  317. lamang pedang (pendek) yang lurus; cenangkas
  318. lamping lereng (gunung)
  319. langkan pagar berupa kisi-kisi (pada jembatan dan sebagainya)
  320. lapak judi tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi)
  321. lapat-lapat tidak nyata kedengaran (kelihatan); lamat-lamat; sayup-sayup
  322. ledes lecet merah pada kulit
  323. legak-legok lekak-lekuk, tidak rata (tentang jalan, jembatan, dan sebagainya)
  324. legit agak kenyal dan enak
  325. lelancur ayam jantan muda
  326. lelancur anak laki-laki yang meningkat dewasa
  327. lelet lamban
  328. lempang melempang
  329. lempeh layang-layang yang rangkanya terlalu tipis sehingga tidak dapat diterbangkan
  330. lempeng pipih seperti bata tipis (tentang tembakau)
  331. lempeng nama penganan (terbuat dari tepung beras, tipis dan pipih bentuknya)
  332. lempeng keping (besi, kaca, dan sebagainya) yang tipis
  333. lempeng bagian kulit bumi (dengan ketebalan antara 50 dan 250 km) yang hampir tegar, tetapi masih dapat bergerak
  334. lenci lengkeng
  335. lengit cerdik (banyak akal buruk); culas2
  336. lengoh lengah
  337. lenjing antan; alu
  338. lepek basah kuyup; basah sekali
  339. lepit melepit
  340. likat agak malu (tidak mau melihat, selalu tunduk saja, dan sebagainya)
  341. limbung tidak mantap, goyah (berdirinya, duduknya, letaknya)
  342. limbung tidak tetap pendiriannya (pikirannya, tujuannya, dan sebagainya)
  343. linu gempa bumi
  344. lisong cerutu
  345. lomot melomot
  346. loncer longgar atau galir (tentang sekrup dan sebagainya)
  347. loneng kelek-kelek (pada jembatan dan sebagainya); langkan
  348. loneng tembok rendah di depan halaman rumah
  349. loyar royal
  350. majong kain untuk menggosok mesin dan sebagainya; majun1
  351. makcomblang perantara pencari jodoh; perantara yang menghubungkan atau mempertemukan calon suami istri
  352. marahan tidak mau bergaul dan sebagainya karena marah
  353. medok berlubang-lubang (seperti spons dan roti)
  354. medok kotor; dekil
  355. medok agak pekat dan kental karena banyak bumbunya (tentang kuah, gado-gado)
  356. medok kentara sekali aksen daerahnya
  357. megrek-megrek selalu sakit-sakitan; merana
  358. mejeng meragakan diri dengan penampilan atau dandanan yang berlebihan untuk menarik perhatian orang
  359. mek kawan; teman (kata sapaan untuk teman)
  360. melak-melak (dengan) terang-terangan (ditipu dan sebagainya)
  361. melayap mulai hendak tidur; tidur-tidur ayam; di antara jaga dan tidur
  362. meledek mengejek; menghina
  363. meledos pecah meledak; meletup
  364. meledos terban (tentang jembatan dan sebagainya); rusak
  365. meleng tidak berhati-hati; lengah
  366. melengak mendongak; mencongak
  367. melengak tercengang (heran); keheran-heranan
  368. melenge terdiam, membisu
  369. meletos meletus; meledak
  370. melonco-lonco berjalan-jalan melancong
  371. melongok menjenguk orang sakit dan sebagainya
  372. melongok menoleh
  373. meloso merangkak (dada kena tanah)
  374. meloso melata (seperti ular)
  375. meloso berbaring bergerak-gerak (kesakitan)
  376. memale menguatkan dengan memijit-mijit
  377. memale memberi makan baik-baik (tentang kuda pacuan, ayam aduan, dan sebagainya)
  378. membacai menyindir-nyindir
  379. membal melenting lalu kembali ke keadaan semula (seperti bola ditekan); menganjal; mengambul
  380. membekam mencengkam; mencengkeram
  381. memberesi membereskan
  382. memberosot menggelincir turun dengan cepat (karena lepas ikatannya dan sebagainya); merosot
  383. membokong menyerang (memukul dan sebagainya) dari belakang
  384. memidi mengarahkan (kelereng dan sebagainya) ke ...; membidik; menuju
  385. menahui memahami; memaklumi
  386. mencacap membasahi kepala; mengusap-usap kepala dengan air dan sebagainya
  387. mencangkel menggendong di pinggang
  388. mencangkel menyangkut; tersangkut
  389. mencangkel mencangkelkan
  390. mencangking membawa sesuatu di tangan (pada waktu berjalan); menjinjing
  391. mencangking mengajak (pergi, serta); mengikutsertakan
  392. mencatek memagut (tentang ular)
  393. menciplak membangkitkan rasa enak (dalam makan)
  394. mencongklang berlari kencang (tentang kuda dan sebagainya)
  395. mendodet meretas (perut, karung beras, dan sebagainya)
  396. mendonan orang yang datang dari tempat lain
  397. mendusin (sebentar) bangun dari tidur
  398. mendusin bangun; sadar (akan); insaf (akan)
  399. mengacangi tidak menghiraukan perkataan atau keberadaan orang lain
  400. mengambek agak marah; merajuk
  401. mengamen berkeliling (menyanyi, main musik, dan sebagainya) untuk mencari uang
  402. mengecas memperkuat setrum (tentang baterai)
  403. mengecas menyegarkan (pikiran, ilmu); memancing-mancing (merangsang) agar dapat (lebih) hidup, dan sebagainya
  404. mengelepak memukul kepala dengan telapak tangan
  405. mengeletak mengunyah atau menggigit sesuatu bulat-bulat (tanpa dipotong-potong dahulu) sehingga mengeluarkan bunyi
  406. mengeloyor pergi tanpa pamit
  407. mengembeng berlinang-linang air mata
  408. menggaplok memukul dengan telapak tangan (pada pipi); menampar
  409. menggeriap berdiri bulu roma karena terkejut
  410. menggeriap terurai lepas (tentang rambut)
  411. menggusel menggelut; menciumi bertubi-tubi
  412. mengipratkan menepiskan, menangkis (dengan tangan)
  413. mengipratkan memercikkan air dengan tangan
  414. mengirim menitipkan barang (untuk dijual, disimpan, dan sebagainya)
  415. mengkal baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tentang buah)
  416. mengkal berasa keras dalam perut
  417. mengkal kesal dalam hati; marah dalam hati; berasa dongkol
  418. mengsol miring; erot (mulut dan sebagainya)
  419. mengsol bergeser sedikit dari tempatnya semula
  420. mengules melumatkan
  421. mengumpet bersembunyi; menyembunyikan diri
  422. mengurik mengorek
  423. mengusut meraba-raba; merabai
  424. menjedotkan mengantukkan kepala kepada sesuatu (seperti pintu, tembok, dan pohon)
  425. menjelut berasa sakit (pada perut)
  426. menjelut mendongkol; kesal
  427. menjublek diam termenung
  428. menjublek diam tidak peduli
  429. menjungat menjungkit ke atas pada sebelah depan atau belakang
  430. mentak mungkin; boleh jadi
  431. mentis bertunas
  432. mentok terantuk (pada); tidak dapat terus (tentang jalan dan sebagainya); buntu
  433. mentung penuh sekali hingga melebihi permukaan
  434. menyanya merendang (menggoreng tidak dengan minyak); menyangrai
  435. menyawer meminta uang kepada penonton atau penonton memberi uang kepada pemain (pada pertunjukan keliling, seperti kuda kepang, topeng)
  436. menyerepi membuktikan benar tidaknya (tentang berita)
  437. menyerepi mencari duduk perkaranya
  438. meong tiruan bunyi kucing
  439. meong kucing
  440. merat menghilang; melarikan diri
  441. mererot berderet-deret; berduyun-duyun; berjejer; beruntun-runtun
  442. merumpi mengobrol sambil bergunjing dengan teman, biasanya dalam kelompok kecil
  443. merusmus makin lama makin lapuk
  444. milir menghilir
  445. milir pergi mencari nafkah (sebagai kusir delman, penarik becak, dan sebagainya)
  446. mindo makan beberapa saat setelah makan besar
  447. mindo makan dua kali (menambah)
  448. mindo makan nasi tengah hari (dengan nasi sisa bekas makan pagi)
  449. muntul tumpul; majal (tidak tajam)
  450. muris tamak; loba
  451. nafsi kemarahan; panas hati; nafsu
  452. naga-naganya keadaan yang menjadi gelagat atau alamat baik atau buruk
  453. nanap terkejut
  454. none nona
  455. nyak emak; ibu
  456. nyang yang
  457. nyelap terlalu manis sehingga kurang enak
  458. nyinyir suka mengkritik atau berkomentar sinis
  459. ogah tidak mau (bersedia) berbuat sesuatu; segan; enggan
  460. ondel-ondel orang-orangan dalam ukuran besar terbuat dari bahan ringan yang digerak-gerakkan oleh orang yang berada di dalamnya (biasanya digunakan dalam arak-arakan pengantin, pawai, dan sebagainya)
  461. otak-otakan suka berbuat yang bukan-bukan (supaya disebut pemberani dan sebagainya); ugal-ugalan; gila-gilaan
  462. otek akan tanggal (tentang gigi)
  463. oyok kejar; susul
  464. oyot tumbuhan merambat
  465. oyot akar
  466. pacok patuk
  467. padan curang (terutama dalam permainan)
  468. pakbul layang-layang yang putus dan melayang jauh
  469. panai baki yang terbuat dari kayu
  470. panjul berbentuk menonjol di belakang (tentang kepala)
  471. pedengan barang untuk penutup (seperti ebek, tirai, kelir)
  472. pedengan nama samaran
  473. pedengan dalih; kedok dan sebagainya
  474. pejajaran makhluk halus yang jahat (biasanya berbentuk harimau, buaya, dan sebagainya)
  475. pejajaran kata umpatan “kurang ajar”
  476. pek empek
  477. pelabi dalih; helah; akal (tipu daya)
  478. pelampang rumah sementara beratap kajang dan sebagainya sebagai tempat menerima tamu pada waktu ada pesta dan sebagainya
  479. pelan tanah lapang; lapangan (bola dan sebagainya)
  480. pelengan pelipis
  481. pelisit usapan tangan
  482. pelojok pelosok
  483. pembokong orang yang membokong
  484. pembokongan penyerangan dan sebagainya dari belakang atau dengan diam-diam
  485. pengeng terasa berdengung di telinga
  486. pepe kue manis yang dibuat dari adonan tepung yang berlapis-lapis dalam cetakan
  487. peta gerak-gerik (tangan dan sebagainya) untuk isyarat dan sebagainya
  488. petak kadal permainan anak-anak dengan bilah bambu
  489. petatang-peteteng tergesa-gesa berlari ke sana sini, seperti banyak yang harus dikerjakan; petantang-petenteng
  490. petentengan bersikap sangat angkuh (sombong); berlagak
  491. petentengan berlari ke sana-sini dan ribut seorang diri
  492. pilon tidak tahu apa-apa; tidak tahu-menahu; bodoh
  493. pitak bekas luka atau bekas bisul di kepala atau dahi
  494. poces permainan dengan memakai kelereng
  495. pongah bodoh; dungu
  496. pongkol pangkal (pokok) batang (yang tertanam di tanah); umbi
  497. popor tangkai bedil; gagang senapan
  498. porot memorot
  499. potol rumpang; terpenggal
  500. potol kehabisan uang sama sekali (untuk belanja dan sebagainya)
  501. puguh tentu; pasti
  502. pulung gentel
  503. puput sepotong besi untuk mencungkil dan sebagainya; linggis
  504. pusut jarum penusuk; mesin pelubang; penggerek; penusuk
  505. puyan kotoran
  506. puyan daki
  507. puyeng sakit kepala; pening
  508. rakyat gembel orang (golongan orang ) yang sangat papa, tidak mempunyai tempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan tetap
  509. rambang merambang
  510. rebeh compang-camping; rompang-ramping (tentang pakaian dan sebagainya)
  511. rebeh usang; buruk
  512. rebon udang kecil-kecil; udang geragau; udang rebon
  513. renyem tidak keruan (rasa hatinya); tidak beres
  514. rojol merojol
  515. romong rombengan
  516. rompal tanggal (tentang gigi); jatuh berguguran (tentang batu, tembok, dan sebagainya)
  517. ronce meronce
  518. rorod merorod
  519. rudin miskin sekali
  520. rumung rubung
  521. rundu-rundu pergi membawa barang-barang ke sana sini (tentang orang mengungsi dan sebagainya)
  522. saben saban
  523. samrah tarian khas Betawi yang dilakukan dengan gerakan melenggak-lenggok sambil menggerakkan kedua belah tangan, secara perorangan atau berpasangan, biasanya diiringi orkes atau musik gambus
  524. sari sari-sari
  525. satron menyatroni
  526. saup mengangkat dan memasukkan (sampah) ke dalam pengki untuk dibuang
  527. sebat cepat; tangkas
  528. sebel mendongkol (karena tidak senang, kecewa, dan sebagainya); kesal hati; sebal
  529. selak menyelak
  530. selang surup salah paham
  531. selangkang selangkangan
  532. seleder tidak hati-hati dalam menaruh atau menyimpan barang; lalai; meleng; lengah
  533. selempang khawatir (cemas); gelisah (takut, bimbang)
  534. selepe ikat pinggang yang dibuat dari emas, perak, dan sebagainya
  535. selepetan jepretan; katapel
  536. seletuk menyeletuk
  537. seloyong terhuyung-huyung
  538. sembabat cocok (sesuai) benar; pantas sekali; sebabat
  539. sengkek selalu meminta barang-barang yang diperlukan kepada orang lain (karena malas bekerja, dan sebagainya)
  540. sengkilit menyengkelit
  541. sentil singgung, sentuh
  542. sepincang satu setengah sen
  543. sepuh sesuatu yang dipakai untuk mewarnai kue dan sebagainya
  544. serenta serta; demi
  545. sesumbar bersumbar
  546. setik jengkal
  547. seturu segerombolan; sekomplotan; sekawan
  548. sintir permainan dadu yang diputar; dadu pusing
  549. sipu tersipu-sipu
  550. sisik sugi (tembakau)
  551. sodet sendok ceper besar yang terbuat dari seng dan sebagainya untuk mengaduk sesuatu yang sedang digoreng
  552. sok berlagak (suka pamer dan sebagainya)
  553. sok merasa mampu dan sebagainya, tetapi sebenarnya tidak
  554. sok-sokan suka berlagak
  555. solot gemas
  556. solot marah sekali
  557. somplak sompek
  558. somplok tersomplok
  559. sompret trompet
  560. sompret kata untuk memaki (mendamprat dan sebagainya); kata makian
  561. songar suka melagak; sombong; congkak; takabur
  562. sono sana
  563. soren daun-daunan yang membusuk atau melapuk; humus
  564. sosot menyeka dengan keras
  565. suceng jujur (dalam permainan)
  566. sundut sulut
  567. sungsang sumbal jungkir balik; tunggang langgang
  568. susilat sakit bengkak bernanah di leher
  569. tahak serdawa
  570. tanjidor tambur besar
  571. tanjidor serombongan pemain musik dengan trompet, tambur besar, dan sebagainya yang biasanya dimainkan pada hari raya Tionghoa
  572. taung menaungi
  573. tegil jalu pada ayam jago
  574. tekek pekak; tuli
  575. tekoran kelongsong kue yang dibuat dari daun pisang dan sebagainya; takir; limas
  576. tenggal memotong agak di tengah-tengah (tentang batang kayu, dan sebagainya)
  577. tenggal memintas atau memotong jalan
  578. tepok lapuk (tentang kayu, dinding, dan sebagainya)
  579. tepuk nyamuk permainan anak-anak, dilakukan oleh dua orang anak perempuan dengan cara saling menepuk tangan
  580. terkesiap terkejut sekali
  581. terkesima tercengang; hilang akal; termangu-mangu
  582. terlongong-longong tercengang-cengang; terbengong-bengong
  583. terpelengak tercengang atau keheranan karena terkejut
  584. tersanga-sanga tergesa-gesa; terburu-buru; tergopoh-gopoh
  585. terucukan merbah
  586. timbrung menimbrung
  587. timpuk menimpuk
  588. titit kemaluan anak laki-laki
  589. tong entong (panggilan kepada anak laki-laki)
  590. tonggos menonjol (tentang gigi depan); jongang
  591. topo kain yang sudah tua dan lusuh (biasa dijadikan kain lap)
  592. toro nama baju kurung
  593. totol totol-totol
  594. tuhu burung yang keluar dan mencari mangsa pada malam hari, mengeluarkan bunyi “tuhu” “tuhu” dengan nyaring; culik
  595. tumben mula-mula sekali
  596. tumben ganjil benar kali ini (tidak seperti biasa atau menyalahi dugaan)
  597. tumper puntung (tentang kayu api)
  598. tumpil tunjang; sangga
  599. tundang bertundang
  600. uang sembah uang yang diberikan oleh pihak calon mempelai laki-laki kepada calon mertua sesudah pinangan diterima
  601. uang tegur uang yang diberikan suami sebagai permintaan kepada istri untuk memulai bergaul secara resmi sebagai suami istri (bagi pengantin baru)
  602. ubanan ada ubannya; tumbuh uban
  603. ubanan (sudah) tua
  604. uda muda
  605. udak kejar
  606. ude sudah
  607. ude sudah
  608. uduk nasi lemak (nasi yang ditanak dengan santan); nasi uduk
  609. ujar-ujar nasihat atau kata-kata nenek moyang berupa peribahasa, pepatah, dan sebagainya
  610. ulap-ulap melambaikan tangan untuk memanggil
  611. ulap-ulap mengayun-ayunkan tangan ke depan mata seakan-akan melihat jauh (tentang gerak tari)
  612. ungkulan daya dan kemauan; tenaga
  613. ungkulan dana
  614. uribang kembang sepatu
  615. uring-uringan marah-marah (dengan menggerutu dan sebagainya)
  616. usam ampas kelapa
  617. user-user pusar-pusar; pusar kepala
  618. usil suka mengusik (mengganggu, memperolok-olok, mencampuri urusan orang lain, ambil pusing, dan sebagainya)
  619. uwungan hubungan; wuwungan
  620. uwungan sesuatu yang menonjol untuk tempat mengikat atau menahan
  621. weduk kebal
  622. werit sesuatu yang menakutkan

Biak

[sunting]
  1. benbephon piring untuk maskawin
  2. bom tombak yang dipakai untuk maskawin
  3. kamboi bilik yang berada di tengah rumah
  4. keret keluarga luas dalam suku Biak Numfor, terdiri atas beberapa keluarga inti dari keturunan laki-laki
  5. wairon jenis perahu yang biasanya dipakai khusus untuk perang
  6. wor lagu-lagu daerah yang diiringi dengan bunyi tifa dan tari-tarian daerah

Bian Marind Deg

[sunting]
  1. sep makanan yang dimasak dengan batu panas yang telah dibakar

Bima

[sunting]
Kamus Bahasa Bima-Indonesia
  1. baja hukuman adat pada masyarakat Bima dengan cara mengarak orang yang bersalah berkeliling desa, bertujuan untuk membuat jera
  2. barvas penganan yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan adukan telur, gula, dan kelapa sangrai
  3. Dae gelar untuk bangsawan perempuan suku Bima yang sudah menikah
  4. domo menumbuk beras kedua kalinya agar lebih putih
  5. dou matua para penasihat kepala desa adat di Bima, terdiri atas para pemimpin kelompok kekerabatan
  6. kalempe owa penganan goreng, dibuat dari tepung beras, dicampur dengan gula merah, dimasak, dan didinginkan
  7. Lala gelar untuk bangsawan perempuan suku Bima yang masih gadis
  8. lampu peta lampu yang terbuat dari buah jenis pinang
  9. palubutung penganan, dibuat dari buah pisang yang dipotong-potong kemudian dimasak dengan santan dan gula pasir
  10. paruga tempat perayaan atau upacara adat khas suku Bima
  11. rimpu kain sarung yang digunakan untuk menyelubungi kepala, wajah, dan badan perempuan yang belum menikah
  12. Ruma gelar untuk bangsawan suku Bima yang merupakan keturunan raja yang sudah menikah dan mempunyai anak
  13. saraba minuman hangat dibuat dari air jahe dicampur gula merah, telur, dan susu atau rebusan santan

Boing

[sunting]
  1. aihoi serpihan kayu yang terbuang pada pembuatan perahu
  2. aimitin tanaman yang mati karena dimakan hama
  3. aisibia kayu yang hanyut dibawa ombak ke tepi pantai
  4. alahata tempat untuk menggantung jaring, terbuat dari dua pasang kayu bercabang yang ditanam di tanah dan bagian atasnya diberi gaba-gaba
  5. alat keranjang untuk membawa hasil kebun, dibuat dari anyaman kulit bambu, berbentuk bulat dengan tinggi kurang lebih 1 meter, dibawa dengan cara digantung dari atas kepala bagian belakang
  6. animin meminta air untuk minum
  7. ara-ara pagar khusus yang dibuat untuk melindungi kebun, terbuat dari papan atau potongan kayu yang sudah dibelah
  8. hoko buku jari tangan

Bolaang Mongondow

[sunting]
  1. bail sagu yang dimasak dalam bambu
  2. bangkuna batang sagu yang sudah tua sehingga tidak berdaun lagi
  3. biko kuali kecil yang terbuat dari tanah, biasanya digunakan untuk memasak sayur
  4. bikoi sisa makanan yang belum sempat dimakan
  5. bilantai cokelat tua
  6. binabutan sabut yang sudah dikupas
  7. bingkod persendian pada pergelangan kaki
  8. bini telur busuk, berasal dari telur yang tidak ditetas
  9. binobol makanan yang tertinggal di kerongkongan

Bahasa Bugis

[sunting]

B [bug]

Kamus Bahasa Bugis-Indonesia
Kamus Dwibahasa Bugis-Indonesia
  1. abajang terlambat bangun pagi
  2. abarumbung bagian dari upacara perkawinan adat Bugis, yaitu mempelai wanita duduk di atas tempat duduk berlubang, di bawah lubang diletakkan wajan besar berisi air mendidih yang ditaburi dengan daun dan berbagai bunga (seperti daun pandan, daun sirih, kulit jeruk), tujuannya untuk mengharumkan dan menguatkan badan; ratus
  3. abukajung perlakuan sewenang-wenang terhadap seseorang sebagai pelampiasan
  4. adatuang gelar raja di Kerajaan Sidenreng yang terletak di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan
  5. ade tata urutan hubungan kekerabatan pada masyarakat suku Bugis di Sulawesi
  6. adeabiasang hak, kewajiban, serta sanksi yang berlaku pada adat tertentu
  7. ademaraja ketentuan atau peraturan yang dibuat oleh raja, seperti memberi ampun orang yang bersalah, tetapi berjasa bagi negeri pada masyarakat suku Bugis
  8. aksara Lontarak aksara kuno yang dipakai oleh suku Bugis, ditulis di atas daun lontar
  9. alekawang alam tengah dalam mitos Bugis
  10. alepa memoles badan perahu dengan lepa, dilakukan oleh sedikitnya enam orang selama lebih kurang 12 jam
  11. alutta paham kepercayaan orang Toraja terhadap dewa-dewa
  12. amesureng dipakai terus-menerus tanpa memperhatikan pemeliharaannya
  13. ampikale harta (sawah dan sebagainya) yang disimpan untuk diri sendiri sebagai jaminan hidup
  14. amporo telur bungkus
  15. ampu pucuk daun kelapa yang dipasang membentang sebagai penghalang binatang (tentang rusa, dan sebagainya)
  16. anakarung golongan kerabat dan keturunan raja dalam suku Bugis
  17. anca peralatan dapur yang berbentuk segi empat, dibuat dengan cara dianyam dan diisi nasi ketan, terdiri atas empat warna putih, merah, kuning, hitam yang melambangkan asal usul manusia seperti tanah, air, dan api
  18. arung palili kepala wanua dalam suku Bugis
  19. ata golongan budak pada masa lampau yang ada dalam suku Bugis
  20. bajabuk masakan berupa ikan yang dipisahkan dari tulangnya dan dihaluskan menjadi serat-serat kecil, kemudian digoreng dengan minyak hingga kering
  21. baloreni corak sarung berupa kotak-kotak kecil
  22. balosok jagung yang sudah dibuang kulitnya
  23. bare-bare perkawinan adat Bugis
  24. barobo bubur yang terbuat dari jagung muda dan sayur-sayuran
  25. batuori menaburkan beras sedikit-sedikit kepada orang yang datang sebagai tanda pemberian selamat
  26. bedak penganan yang terbuat dari tepung beras mentah dicampur gula merah, lazim dibuat pada acara memasuki rumah baru
  27. bepa pute kue putih yang terbuat dari tepung beras, bentuknya bervariasi, digoreng lalu dilumuri dengan tepung gula, wajib ada dalam hantaran pengantin pria karena kue ini disimbolkan sebagai perempuan
  28. bosok masakan pada periuk yang mendidih dan masak pada bagian tengahnya
  29. botinglangi alam tertinggi dalam mitos Bugis
  30. capuk kulit luka yang mengelupas
  31. ceko mencukur alis dan rambut di pelipis untuk memperindah bentuknya
  32. ceningrara ilmu yang dapat menyebabkan seseorang menjadi penuh daya pikat (kedigdayaan) bagi pria
  33. cibak atap yang dibuat dari belahan potongan-potongan bambu
  34. cici butiran-butiran kecil pada jagung yang sudah digiling (sebagai pengganti beras), mengapung bila dicuci (diberi air)
  35. ciring cincin penggantung kain pintu
  36. gami-gami lauk dibuat dari ikan asin, dimasak atau dipanggang lalu ditumbuk di cobek, dicampur dengan bumbu dapur, kemudian ditumis dengan cabai
  37. gantole kendara terbang tidak bermesin dan tidak mempunyai ruang, untuk olahraga terbang layang
  38. jali tikar yang terbuat dari anyaman rotan
  39. jeje membakar dengan api kecil
  40. jerok masakan khas Bugis, dibuat dari parutan pepaya muda dicampur taoge yang sudah dikukus, bumbu dapur, kelapa goreng, dan telur udang, biasanya disantap pada acara-acara setengah resmi atau sebelum hari pelaksanaan pesta perkawinan
  41. kalampang bangunan sederhana untuk tempat tinggal sementara
  42. kalepa tempat nasi yang terbuat dari seludang pinang
  43. kanjoli peserta pertandingan yang menempati posisi paling akhir
  44. kapurung makanan sup khas masyarakat Palopo dan sekitarnya, dibuat dari tepung sagu, dibentuk bulat-bulat, kemudian dicampur dengan sayuran dan ikan
  45. karela warna cokelat muda pada bulu kucing dan sebagainya
  46. kawi mengikat sarung di dada atau di perut
  47. lanyak penganan yang dibuat dari tepung sagu dicampur parutan kelapa, irisan gula merah, kemudian dipanaskan di wajan sambil ditekan-tekan hingga tipis
  48. lawa masakan yang dibuat dari ikan mentah atau jantung pisang, dicampur dengan kelapa parut atau kelapa goreng, rempah-rempah, dan cuka
  49. libo terperosok ke dalam lubang secara tiba-tiba
  50. lolo buah yang masih sangat muda yang terjatuh dari pohonnya
  51. madojabine upacara pada malam hari untuk menjaga benih padi yang akan disemaikan
  52. manana memasak sampai matang dengan menggunakan api kecil dalam jangka waktu yang lama
  53. palopok penganan, dibuat dari gula merah yang dicairkan, dimasak bersama santan dan telur sampai agak mengental, biasanya dimakan dengan nasi ketan; serikaya
  54. pasiring selokan kecil di sekeliling rumah sebagai tempat mengalirnya air cucuran atap
  55. pincara alat penyeberangan dibuat dari dua buah perahu yang saling digandengkan atau drum-drum kosong yang disusun, kemudian di atasnya diberi papan, digerakkan dengan cara menarik tali yang telah disambungkan dengan tali utama yang terbentang di atas kedua sisi sungai
  56. saoraja rumah adat Bugis yang berupa rumah panggung, ditempati oleh kalangan bangsawan
  57. saroso mengiris daun pisang dari pelepahnya
  58. Sawerigading tokoh yang dipercayai menjadi pendiri kerajaan Bugis
  59. sinole penganan sangrai dibuat dari tepung sagu dicampur parutan kelapa dan garam sedikit, biasanya ditaburi gula pasir sebelum dimakan
  60. sulung memasukkan kayu bakar ke dalam tungku (supaya apinya menyala lebih besar)
  61. tarengke layar yang berada di bagian belakang, berupa tiga layar pembantu yang berbentuk segitiga
  62. tasiok cekung karena sakit atau kurang tidur (tentang mata)
  63. tenreng bambu atau kayu yang disandarkan sebagai tanda pada batang enau yang akan disadap atau batang kelapa yang akan dipetik buahnya
  64. teseng sewa sapi atau kerbau yang dipakai untuk menggarap sawah
  65. timpaklaja susunan bilah pada dinding latar depan atap rumah, jumlah susun bilah menunjukkan strata sosial pemilik rumah menurut budaya Bugis
  66. tomaradika golongan rakyat biasa dalam suku Bugis
  67. tudampeni kegiatan pada malam menjelang upacara perkawinan berupa duduk bersama antara keluarga dan tetangga dengan acara pembersihan diri calon pengantin dengan simbol meletakkan daun inai di telapak tangan calon pengantin
  68. Ugi sebutan lain untuk suku Bugis
  69. wanua daerah teritorial adat dalam suku Bugis, terdiri atas beberapa kampung
  70. wisesa semua jenis tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang buahnya dapat dimakan manusia

Bugis-Makassar

[sunting]
  1. barongko penganan kukus khas Bugis-Makassar, dibuat dari pisang yang sudah dihancurkan dicampur dengan tepung, telur, dan gula pasir
  2. bosarak baki (berkaki atau tidak berkaki) yang berpenutup bundar, biasanya digunakan untuk menyuguhkan kue pada acara adat atau resmi
  3. gogosok penganan dibuat dari ketan dan santan, dibungkus daun pisang, berbentuk bulat panjang dan dipanggang di atas bara api
  4. gola tarek penganan dibuat dari gula merah yang dimasak sampai agak kental, setelah dingin dimakan begitu saja
  5. jalangkote penganan yang dibuat dari tepung terigu, di dalamnya diisi dengan taoge dan mi
  6. male kertas berwarna-warni yang biasa digantung bersama telur berwarna-warni, biasa digunakan pada acara Maulid Nabi Muhammad saw.
  7. parakang manusia jadi-jadian yang dapat berubah menjadi apa saja dalam keadaan yang tidak sempurna, misalnya anjing tanpa buntut, karena melanggar aturan ilmu hitam
  8. rontok lauk yang terbuat dari udang kecil yang masih mentah diberi bumbu dapur, kemudian disimpan dalam waktu tertentu sebelum dimakan atau ditumis
  9. singkolo alat berujung paku yang terbuat dari tanduk untuk meratakan kayu atau papan perahu

Bahasa Bunak

[sunting]

B [bfn]

  1. abuk panggilan untuk perempuan suku Bunak, Pulau Timor, NTT