Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/K-L

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Kaili

[sunting]
  1. adena bagian ujung gagang pedang yang melindungi tangan
  2. ampa tempat di dalam hutan yang sudah ditandai (dengan pohon yang dicat atau ditebang sebagian) untuk dijadikan kebun
  3. baligau pemimpin dewan adat kerajaan
  4. balonga perkakas dari bambu, digunakan sebagai tempat minum arak
  5. bambaru gubuk sementara yang dibuat oleh pencari rotan atau orang yang sedang dalam perjalanan
  6. banga tempat minum, terbuat dari tempurung kelapa
  7. bobo tempurung kelapa yang utuh, untuk menyimpan air
  8. boda kaleng bekas kemasan susu atau minyak yang berukuran isi 20 liter, dipakai sebagai alat untuk menakar banyaknya padi dan sebagainya
  9. boya pola perkampungan yang menyebar pada masyarakat suku Kaili, biasanya kampung tersebut mempunyai keluarga yang jumlahnya sedikit dan berjauhan tempat tinggalnya
  10. cakalele perisai terbuat dari kayu yang kuat, dilapisi besi tipis
  11. dadasa hiasan dahi untuk menutupi pangkal rambut pengantin perempuan
  12. huwa alat seperti linggis yang tangkainya berupa kayu bulat dan bagian matanya terbuat dari besi yang runcing, dipakai untuk berburu hama padi (misalnya tikus)
  13. kamboti keranjang yang dibuat dari daun enau untuk membawa ayam
  14. karoda masakan, dibuat dari jagung, ikan dan sayur
  15. kuva tempat menampung air sagu yang telah disaring
  16. lentora pasar malam yang diadakan seminggu sebelum Idulfitri
  17. malei maputi kumate ngataku siap berkorban untuk tanah air, makna harfiahnya 'merah atau putih kumati demi negeriku'
  18. mompanga upacara pada saat padi sedang menguning
  19. moparuja upacara pada saat mengolah sawah
  20. movunja upacara selamatan panen
  21. nisomo penganan dibuat dari tepung sagu, dicampur dengan kelapa parut, dibungkus daun sagu muda
  22. palumara masakan ikan yang dibumbui asam jawa, garam dan kunyit dan lain-lain
  23. panuntu pembantu utama ulutumba dalam melaksanakan tugas sehari-hari
  24. paruja sistem pengolahan sawah dengan membawa sekawanan kerbau ke sawah untuk menginjak-injak tanah sampai hancur
  25. pasunju tabung bambu yang digunakan untuk menyimpan garam atau bumbu kering seperti merica yang digantungkan di atas perapian
  26. pinekaso piring antik berwarna biru dengan gambar tertentu, digunakan sebagai pembayaran dalam upacara adat
  27. pola alat untuk mengikatkan kulit kayu, terbuat dari kayu tua berwarna hitam
  28. ponggara sistem pengairan
  29. posiga ikat kepala kaum laki-laki yang terbuat dari kain
  30. sampodada kalung emas bersusun yang panjangnya hingga menutupi dada
  31. sibalaya tanaman semak yang daunnya kecil dan berbau tajam, batangnya digunakan untuk menyapu halaman
  32. simbua batang bambu besar yang digunakan untuk membawa dan menyimpan air
  33. sumpa tempat menyimpan beras yang terbuat dari tanah liat
  34. tatanga getah pohon jarak
  35. todo penanggalan kuno yang dibuat dari tanduk kerbau yang diukir, dilubangi, dan dipasang benang di dalamnya untuk menandai waktu, dahulu dipakai menghitung hari baik untuk menyelenggarakan hari pesta
  36. todo pedoman untuk melihat waktu terbaik dalam satu hari yang dipercaya dapat membawa rezeki
  37. tonda keranjang yang dibuat dari daun sagu diberi tali dikepang, biasanya dibawa di punggung
  38. topoada orang yang bertingkah laku sopan dan berbudi; orang yang beradat
  39. tunggala sistem barter atau jual beli pada masyarakat Kaili dengan cara menukar satu satuan uang dengan satu barang
  40. ulutumba pemimpin upacara pertanian mulai dari pembukaan kebun baru sampai dengan upacara panen selesai

Kamang

[sunting]
  1. aimala moko yang berharga sama dengan dua buah moko
  2. almang rumah adat suku Kamang di Kabupaten Alor, berbentuk rumah panggung dengan atap ilalang berbentuk piramida, biasanya difungsikan sebagai tempat tinggal kepala suku dan tempat menyimpan benda adat
  3. fot kain yang dibawa oleh para pelayat untuk orang yang meninggal dunia, dimasukkan di peti dan dikubur bersama jenazah
  4. wita menggendong keranjang atau bakul dengan cara melingkarkan tali di kepala dan beban tergantung di belakang
  5. wita menggendong anak dengan cara mengikatkan kain di kepala atau bahu dan anak tergantung di samping

Kamoro

[sunting]
  1. karapao rumah adat masyarakat suku Kamoro
  2. kaware pesta perahu pada masyarakat suku Kamoro
  3. ombitoro patung pesta pemotongan babi pada masyarakat suku Kamoro
  4. pekoro piring kayu pada masyarakat suku Kamoro
  5. wemawe patung leluhur masyarakat suku Kamoro

Kapuas Hulu

[sunting]
  1. air maram beram1; brem
  2. ara panggilan sayang kepada anak gadis
  3. capan penampi beras berbentuk segi empat, terbuat dari anyaman bambu atau rotan
  4. jukut ikan yang diolah untuk diawetkan; pindang
  5. manjur memancing tanpa kait, dengan memasukkan mata kail dalam lubang yang diduga ada ikannya
  6. pedera sakit kepala karena diganggu oleh roh halus
  7. toi panggilan sayang kepada anak bayi

Karey

[sunting]
  1. adargom celana tradisional yang dipakai oleh penari atau pemimpin upacara adat
  2. alkon saluran pembuangan air untuk mengalirkan air yang tergenang dalam badan perahu motor
  3. ambar racun untuk menangkap ikan, dibuat dari akar tumbuhan liar yang ditumbuk di atas batu, lalu dicelupkan ke dalam air pada saat air surut
  4. arjer membuang ludah saat menyirih
  5. babelan orang yang selalu ikut ke mana pun orang lain pergi dan tidak mau ketinggalan
  6. biarom tari tradisional khas Desa Karey yang menceritakan sejarah masyarakat Aru, dilakukan oleh enam penari yang terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan dan diiringi nyanyian adat
  7. borom tempat mencari ikan dan hasil laut lainnya untuk dijual, biasanya di laut dalam yang jauh dari kampung dan membutuhkan perjalanan selama satu minggu
  8. gulen kemudi perahu berbentuk menyerupai kapak besar yang diberi tali panjang untuk mengarahkan perahu
  9. hogor busur panah yang terbuat dari bambu kecil yang dibelah dua dengan rotan sebagai tali busurnya, biasa digunakan untuk memanah hewan besar
  10. huan alat untuk mencungkil kulit kerang dan mengupas buah kelapa, terbuat dari kayu yang ujungnya diruncingkan
  11. jabu pela yang bersifat ringan, mengatur, dan memperbolehkan pernikahan antara laki-laki dan perempuan dari pela yang sama setelah melalui pertemuan adat
  12. jepajepa penganan khas Desa Karey, dibuat dari sagu basah yang disangrai dalam kuali sampai masak dan diberi gula merah atau gula pasir, rasanya manis, biasanya disajikan dengan teh atau kopi
  13. jorlo mantra atau benda mistis yang dipasang pada barang pribadi sebagai pelindung agar tidak dicuri
  14. werwer sendok papeda, terbuat dari kayu kecil, pegangannya bulat dan ujungnya pipih selebar tiga jari orang dewasa, digunakan untuk mengambil papeda dari wadah ke dalam piring

Kaureh

[sunting]
  1. klin cawat yang khusus dipakai oleh perempuan Kaure

Kawi

[sunting]
Kamus Kawi-Jawa
Kamus Kawi Jawa
  1. agnyana akal, pikiran, dan pengetahuan
  2. ambara awang-awang
  3. anggana sendirian
  4. bhinneka tunggal ika berbeda-beda, tetapi satu juga (semboyan yang melambangkan kesatuan Negara Republik Indonesia, yang diambil dari kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular abad ke-14), makna harfiahnya ′berbeda itu, satu itu′
  5. cengkalak kayu atau bambu yang diletakkan di punggung sebagai media mengikat tawanan
  6. cipta phala adidaya penciptaan karya yang lebih baik sebagai titik awal (perintis) dalam bidang ilmu tertentu
  7. kintaka surat
  8. tirta kamandanu air kehidupan, makna harfiahnya 'air kehidupan yang ada dalam kendi'
  9. tripita cipta karana hubungan manusia dengan Tuhan, lingkungan, dan sesama manusia
  10. triwikrama tiga langkah Dewa Wisnu, yaitu di bumi, di langit, dan di surga
  11. wawasan wiyata mandala wawasan dalam dunia pendidikan mengenai serangkaian kegiatan siswa, seperti organisasi kesiswaan, pelatihan kepemimpinan siswa, dan pembinaan siswa, serta kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah
  12. wirawati catur panca kelaskaran wanita dari eksponen Angkatan 45

Kei

[sunting]
  1. adan buah kelapa kering yang kulit luarnya berwarna cokelat
  2. hamin umbi atau buah yang sudah sangat tua dan menumbuhkan tunas, biasanya dipisahkan untuk ditanam kembali, seperti pada kelapa atau keladi
  3. hemian ekor pari
  4. hoho serampang yang mata tombaknya bergerigi
  5. hoiltom menceritakan silsilah keluarga kepada anak cucu
  6. huwil pohon kelapa yang sudah besar

Kenyah

[sunting]
  1. akaroros batik khas Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
  2. apo perbukitan yang atasnya datar yang dapat dimanfaatkan sebagai wilayah hunian dan perladangan
  3. belahong perhiasan yang dipakai di telinga
  4. belawing tiang atau monumen yang diukir dengan motif khas Dayak Kenyah, memiliki hiasan burung enggang pada puncaknya sebagai tanda suatu permukiman komunitas Dayak, dahulu digunakan sebagai tempat penyembahan atau ritual
  5. besunung baju perang dari kulit binatang
  6. bulit bubur dari beras yang dicampur dengan daun mentimun yang ditumbuk saat hampir matang

Kimaam

[sunting]
  1. aganta ramuan untuk melancarkan persalinan berupa rebusan daun-daunan
  2. awi hiasan kepala laki-laki, terbuat dari bulu burung kasuari
  3. cata cawat untuk perempuan, terbuat dari rumput yang tumbuh di rawa
  4. catamite pesta adat untuk memakaikan cawat bagi anak perempuan menjelang remaja
  5. cicirumbu kayu pohon yang digunakan untuk mengobati segala macam penyakit, dengan cara dikunyah disemburkan, disertai mantra ke orang yang sakit
  6. cidiwacip pesta untuk merayakan kemenangan setelah berperang
  7. ciremi hiasan kepala terbuat dari rumput rawa halus atau pucuk daun sagu, dipakai perempuan saat menari
  8. cuacaru warna putih pada tifa khas Kimaam, melambangkan matahari terbit dan matahari terbenam
  9. gaba pelepah pohon sagu yang lurus untuk membuat dinding dan lantai

Kola

[sunting]
  1. ahlah singkong yang berbonggol besar
  2. barbari santan kelapa yang dimasak untuk menjadi minyak
  3. ertasi proses memotong kayu di kebun menggunakan parang, khusus untuk pohon yang berukuran kecil
  4. galabuar julukan untuk orang yang suka gonta-ganti pacar

Komering

[sunting]
Kamus Bahasa Komering
  1. adi-adi puisi yang dibacakan pada upacara pemberian gelar
  2. cikak luka menganga di kepala
  3. gegelo mandi tanpa basahan
  4. kuncah pantun berisi sindiran dan ejekan terhadap bujang dan gadis yang berhubungan dengan sifat ataupun tingkah laku
  5. undak-undakan nama pantun dalam marga Aji (Sumatra Selatan)
  6. warahan cerita dongeng di marga Aji (Sumatra Selatan)

Kulawi

[sunting]
  1. harapu papan yang dihiasi tanduk kerbau yang berkhasiat magis
  2. harapu tempat saji-sajian sirih pinang
  3. rakeho upacara masa peralihan dari masa remaja ke masa dewasa bagi anak laki-laki
  4. rakola orang yang dijadikan kurban dalam upacara monta di
  5. rano lagu-lagu yang berisikan sejarah nenek moyang
  6. syaman laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan dan bertindak sebagai medium dalam upacara penyembuhan secara tradisi

Kulisusu

[sunting]
  1. ajara kuda sembrani (dalam dongeng)
  2. ajongi membuat adonan
  3. ampa bambu atau kayu yang runcing ujungnya, dipasang untuk perangkap binatang
  4. aru-aru sayur bersantan yang dibuat dari labu tua
  5. asi merasa disayang
  6. bai kering sekali
  7. bajabu abon ikan
  8. bale penyangga sero berupa kayu yang dipasang horizontal
  9. bansa dahan pohon palem
  10. base ikatan padi yang besar, jumlahnya kira-kira 50 sampai 60 tangkai
  11. basi panci yang mempunyai tutup dan bertelinga pada kedua sisinya
  12. bolonta lubang pada rumah panggung
  13. bosiki menghaluskan kapas sebelum membuat benang
  14. bubu gelembung udara yang keluar dari air
  15. cimpaga ayam burik, bercorang-coreng putih-hitam atau putih-merah
  16. songkolo makanan yang terdiri atas ikan dan mi goreng yang dibungkus daun pisang
  17. sonta biji hitam dari buah aren
  18. toromia mangkuk yang berisi gabah atau beras, disiapkan untuk upacara sunat
  19. woci mentimun kuning

Kur

[sunting]
  1. adat gotong royong membangun rumah pada suku Kur, Provinsi Maluku
  2. adbukin buah durian, mangga, dan kedondong yang masih kecil
  3. afafar mangga yang sudah masak
  4. afyauf makanan tradisional masyarakat Pulau Kur yang terbuat dari sisa pembuatan sagu yang telah dibakar, berbentuk serbuk atau tepung, dapat dimakan langsung atau dicampur dengan gula pasir atau parutan kelapa
  5. ahi pencungkil daging kelapa yang terbuat dari besi, berbentuk sendok, dan ujungnya ditajamkan
  6. akbukin buah melinjo yang masih kecil
  7. akfakul kenari muda
  8. akruk sebutan untuk orang yang memiliki dua tangan yang tidak sama panjang
  9. alfuil jahe yang sudah tua
  10. alsil alat untuk membersihkan rumput-rumput kecil di kebun, berbentuk seperti parang, tetapi ujungnya lebih lebar dan tajam
  11. anghengar aksesori yang dipakai penari pada tari adat dasoi berupa konde yang terbuat dari tempurung
  12. angsongar kain putih yang diikatkan pada nisan dalam pemakaman masyarakat di Pulau Kur
  13. ankanan tempat penampungan pati sagu yang sudah diendapkan, berbentuk menyerupai ember, dibuat dari anyaman daun sagu
  14. anpein orang yang memiliki bentuk kepala tidak bulat sempurna
  15. antanik bakal buah labu
  16. anvian tunas kelapa
  17. arhir tulang tengah di bagian dalam hidung, pembatas lubang kanan dan kiri
  18. arupera obat demam tradisional dari perasan daun tumbuhan liar yang bentuk pohonnya mirip tanaman cabai, tetapi di batangnya terdapat duri
  19. aruris kelapa muda
  20. arwer buah salak yang masih kecil
  21. aslesar makanan yang disediakan oleh pemilik ladang untuk pekerja yang sedang menanam padi
  22. aslosin mangga muda yang belum berbiji
  23. astas penganan tradisional masyarakat Kur, terbuat dari buah sukun yang dibakar, lalu setelah kulitnya dikupas, dagingnya diiris tipis-tipis dan dijemur, biasa dimakan dengan isi kenari dan parutan kelapa
  24. atlaut orang yang mengidap penyakit gondok
  25. bis tempat menyimpan persediaan makanan, terbuat dari anyaman daun pandan duri berbentuk silinder berukuran kecil
  26. burem anak panah tradisional yang terbuat dari tulang daun rumbia
  27. dasair tradisi menyambut perahu baru dengan memercikkan air dari tempurung kelapa ke perahu
  28. dasoi tari adat masyarakat Kur, dibawakan oleh dua belas penari perempuan yang memakai kebaya dan rok sarung, dilakukan saat musim kemarau untuk memanggil hujan, biasa diiringi tifa dan seruling
  29. falik sagu tumang yang dicampur kelapa atau kenari, dibungkus dengan daun rumbia, kemudian diasap
  30. fatkaman batu berbentuk pipih dengan permukaan rata, berukuran besar dan lebar, diletakkan di depan masjid sebagai pijakan saat berwudu
  31. fores buah pinang yang dagingnya sudah mulai mengeras
  32. fuir sisa dari potongan kain kafan yang telah digunakan
  33. fulut penganan dari sagu tumang yang dimasak di dalam bambu dengan cara diasap
  34. fur batang panah, terbuat dari bambu
  35. furerak ayakan dari anyaman kulit kayu
  36. gur gentong dari keramik tempat menyimpan air dan makanan, biasa digunakan untuk upacara adat
  37. halifa pemimpin pada upacara tikam dabus
  38. heringit tali pengikat keranjang yang digantung di kepala, terbuat dari kulit pohon waru
  39. imatuak kapal yang bocor di tengah laut
  40. kaemodar obat tradisional berupa perasan kulit pohon kelor yang dicampur dengan segelas air putih, lalu diminum untuk mengobati sakit kepala

Lampung

[sunting]
Kamus Bahasa Indonesia-Lampung Dialek A (L-Z)
Kamus Dwibahasa Indonesia-Lampung Dialek Wai Kanan
  1. banggan perjanjian; perikatan
  2. barang tua barang yang berupa harta warisan, yang tidak dapat dibagi karena harus tetap dipegang oleh anak laki-laki tertua
  3. bawang sungai buatan, panjangnya paling sedikit 200 m, digunakan untuk mengarahkan ikan-ikan yang berasal dari sungai besar agar masuk ke dalam perangkap
  4. bebai maring penganan yang terbuat dari campuran beras ketan, pisang, gula pasir, dan kelapa parut, dibungkus dengan daun pisang, berbentuk panjang memipih, diikat tali rafia per tiga atau lima bungkus, dan direbus
  5. begawi upacara adat pemberian gelar
  6. bekadu pengungkapan rasa simpati laki-laki terhadap perempuan dengan memberikan sesuatu, biasanya berupa makanan atau uang
  7. cenggema tradisi mengajak pemuda-pemudi satu desa untuk bergotong royong memanen hasil bumi perdana yang berlangsung dari pagi hingga petang, diselingi dengan makan bersama
  8. cudang tabung bambu tempat menyimpan air yang telah dimasak untuk dibawa ke ladang
  9. gulai taboh sayur bersantan kental, berbahan dasar ikan yang sudah dipanggang, dilengkapi dengan sayuran seperti daun melinjo, kacang panjang, rebung, dan tuba
  10. kain kapal kain adat yang umumnya bermotif haluan atau buritan kapal, berwarna biru dan merah, juga terdapat motif manusia dengan warna merah dan biru, pinggir bagian atas bermotif tumpal atau pucuk rebung, dipakai di kalangan terbatas, yaitu di kalangan kelompok kerabat klan pemimpin adat, pendiri desa, penguasa wilayah suku dan marga
  11. kain tampan kain yang biasanya bermotif lima kapal bersusun warna merah, pada tiga kapal terdapat motif manusia dan ikan, pada satu sisinya terdapat motif kecil dengan warna merah, biru dan kuning, ada juga motif manusia, pada sisi lain bermotif geometris yang berwarna biru, digunakan pada upacara adat, dan dipakai di kalangan masyarakat yang lebih luas; palepai
  12. kampang anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang tidak menikah
  13. maharo perangkap ikan, dibuat dari bambu yang di dalamnya terdapat sejumlah bubu
  14. marga ketip marga yang bertugas membacakan doa (di Lampung)
  15. melikip banyak dan biasanya bentuknya kecil-kecil
  16. meput lesung acara makan seruit bersama setelah upacara adat dengan cara mencomot langsung dari lesung
  17. merwatin melakukan musyawarah di antara pemuka adat mengenai masalah adat dan hukum adat
  18. mewari mengangkat seseorang menjadi kerabat
  19. miyah damar acara perhelatan (begadang) biasanya dilakukan pada saat pesta pernikahan, sunatan, dan sebagainya untuk mempererat tali silaturahmi atau ajang untuk mencari jodoh bagi pemuda pemudi
  20. nugal tradisi mengajak pemuda-pemudi seluruh desa untuk bergotong royong memulai penanaman padi perdana yang berlangsung dari pagi hingga petang dan diselingi dengan makan bersama
  21. nyapah areal pertanian yang berada di sepanjang tepi sungai, penanaman dilakukan pada saat musim kering, sedangkan pada musim hujan tidak dapat ditanami karena terendam air atau banjir
  22. nyubuk tradisi melihat pengantin perempuan dengan cara mengintip dengan menggunakan sarung yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata
  23. sai bumi ruwai jurai satu bumi dua penghuni (penduduk asli dan pendatang); semboyan Pemerintah Provinsi Lampung
  24. sakai sambayan tolong-menolong antarkerabat untuk pekerjaan dan perkawinan
  25. sigeh penguten tarian daerah Lampung yang ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan dalam suatu acara
  26. tandang mengambil sayur-sayuran atau lalap-lalapan di kebun untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan bukan untuk diperdagangkan

Lematang

[sunting]
  1. akai panggilan khusus kepada sesama besan perempuan

Lengkayap

[sunting]
  1. derasan sastra lisan Lengkayap (di Sumatra Selatan), termasuk prosa lirik yang dilagukan

Luhu

[sunting]
  1. ahasale bangunan kecil tempat menyimpan kayu bakar, biasanya berdinding papan dan atap daun sagu, terletak di samping atau belakang rumah
  2. alpiris laki-laki yang bertugas sebagai pesuruh dalam upacara adat, misalnya memanggil orang-orang untuk menghadiri acara adat
  3. anaheha mengundang tetua adat dan imam untuk menghadiri tahlilan, biasa saat hari pertama atau hari ke-3
  4. anua kegiatan membersihkan rumah secara bersamaan di tiap-tiap rumah selama 1—2 hari sebelum bulan puasa
  5. anuhuai alat untuk menumbuk singkong, terbuat dari kayu
  6. asahehe tradisi pembongkaran sebagian atap pada rumah adat sebelum dibongkar secara keseluruhan di Desa Boano Utara (dalam rangka pemugaran rumah adat yang telah berusia 20—30 tahun, setiap matarumah memiliki rumah adat)
  7. asonisoni tradisi saling siram antara pemilik marga asli dari rumah adat yang akan dipugar dan orang-orang yang keluar dari marga tersebut saat ada acara pemugaran rumah adat di Desa Boano
  8. batamarang pelita yang dinyalakan di masjid pada malam Lailatulqadar sebagai penanda semua pelita di kuburan-kuburan sudah dibakar oleh pemuda-pemuda kampung