Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/K-L
Tampilan
Kaili
[sunting]- adena bagian ujung gagang pedang yang melindungi tangan
- ampa tempat di dalam hutan yang sudah ditandai (dengan pohon yang dicat atau ditebang sebagian) untuk dijadikan kebun
- baligau pemimpin dewan adat kerajaan
- balonga perkakas dari bambu, digunakan sebagai tempat minum arak
- bambaru gubuk sementara yang dibuat oleh pencari rotan atau orang yang sedang dalam perjalanan
- banga tempat minum, terbuat dari tempurung kelapa
- bobo tempurung kelapa yang utuh, untuk menyimpan air
- boda kaleng bekas kemasan susu atau minyak yang berukuran isi 20 liter, dipakai sebagai alat untuk menakar banyaknya padi dan sebagainya
- boya pola perkampungan yang menyebar pada masyarakat suku Kaili, biasanya kampung tersebut mempunyai keluarga yang jumlahnya sedikit dan berjauhan tempat tinggalnya
- cakalele perisai terbuat dari kayu yang kuat, dilapisi besi tipis
- dadasa hiasan dahi untuk menutupi pangkal rambut pengantin perempuan
- huwa alat seperti linggis yang tangkainya berupa kayu bulat dan bagian matanya terbuat dari besi yang runcing, dipakai untuk berburu hama padi (misalnya tikus)
- kamboti keranjang yang dibuat dari daun enau untuk membawa ayam
- karoda masakan, dibuat dari jagung, ikan dan sayur
- kuva tempat menampung air sagu yang telah disaring
- lentora pasar malam yang diadakan seminggu sebelum Idulfitri
- malei maputi kumate ngataku siap berkorban untuk tanah air, makna harfiahnya 'merah atau putih kumati demi negeriku'
- mompanga upacara pada saat padi sedang menguning
- moparuja upacara pada saat mengolah sawah
- movunja upacara selamatan panen
- nisomo penganan dibuat dari tepung sagu, dicampur dengan kelapa parut, dibungkus daun sagu muda
- palumara masakan ikan yang dibumbui asam jawa, garam dan kunyit dan lain-lain
- panuntu pembantu utama ulutumba dalam melaksanakan tugas sehari-hari
- paruja sistem pengolahan sawah dengan membawa sekawanan kerbau ke sawah untuk menginjak-injak tanah sampai hancur
- pasunju tabung bambu yang digunakan untuk menyimpan garam atau bumbu kering seperti merica yang digantungkan di atas perapian
- pinekaso piring antik berwarna biru dengan gambar tertentu, digunakan sebagai pembayaran dalam upacara adat
- pola alat untuk mengikatkan kulit kayu, terbuat dari kayu tua berwarna hitam
- ponggara sistem pengairan
- posiga ikat kepala kaum laki-laki yang terbuat dari kain
- sampodada kalung emas bersusun yang panjangnya hingga menutupi dada
- sibalaya tanaman semak yang daunnya kecil dan berbau tajam, batangnya digunakan untuk menyapu halaman
- simbua batang bambu besar yang digunakan untuk membawa dan menyimpan air
- sumpa tempat menyimpan beras yang terbuat dari tanah liat
- tatanga getah pohon jarak
- todo penanggalan kuno yang dibuat dari tanduk kerbau yang diukir, dilubangi, dan dipasang benang di dalamnya untuk menandai waktu, dahulu dipakai menghitung hari baik untuk menyelenggarakan hari pesta
- todo pedoman untuk melihat waktu terbaik dalam satu hari yang dipercaya dapat membawa rezeki
- tonda keranjang yang dibuat dari daun sagu diberi tali dikepang, biasanya dibawa di punggung
- topoada orang yang bertingkah laku sopan dan berbudi; orang yang beradat
- tunggala sistem barter atau jual beli pada masyarakat Kaili dengan cara menukar satu satuan uang dengan satu barang
- ulutumba pemimpin upacara pertanian mulai dari pembukaan kebun baru sampai dengan upacara panen selesai
Kamang
[sunting]- aimala moko yang berharga sama dengan dua buah moko
- almang rumah adat suku Kamang di Kabupaten Alor, berbentuk rumah panggung dengan atap ilalang berbentuk piramida, biasanya difungsikan sebagai tempat tinggal kepala suku dan tempat menyimpan benda adat
- fot kain yang dibawa oleh para pelayat untuk orang yang meninggal dunia, dimasukkan di peti dan dikubur bersama jenazah
- wita menggendong keranjang atau bakul dengan cara melingkarkan tali di kepala dan beban tergantung di belakang
- wita menggendong anak dengan cara mengikatkan kain di kepala atau bahu dan anak tergantung di samping
Kamoro
[sunting]Kapuas Hulu
[sunting]- air maram beram1; brem
- ara panggilan sayang kepada anak gadis
- capan penampi beras berbentuk segi empat, terbuat dari anyaman bambu atau rotan
- jukut ikan yang diolah untuk diawetkan; pindang
- manjur memancing tanpa kait, dengan memasukkan mata kail dalam lubang yang diduga ada ikannya
- pedera sakit kepala karena diganggu oleh roh halus
- toi panggilan sayang kepada anak bayi
Karey
[sunting]- adargom celana tradisional yang dipakai oleh penari atau pemimpin upacara adat
- alkon saluran pembuangan air untuk mengalirkan air yang tergenang dalam badan perahu motor
- ambar racun untuk menangkap ikan, dibuat dari akar tumbuhan liar yang ditumbuk di atas batu, lalu dicelupkan ke dalam air pada saat air surut
- arjer membuang ludah saat menyirih
- babelan orang yang selalu ikut ke mana pun orang lain pergi dan tidak mau ketinggalan
- biarom tari tradisional khas Desa Karey yang menceritakan sejarah masyarakat Aru, dilakukan oleh enam penari yang terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan dan diiringi nyanyian adat
- borom tempat mencari ikan dan hasil laut lainnya untuk dijual, biasanya di laut dalam yang jauh dari kampung dan membutuhkan perjalanan selama satu minggu
- gulen kemudi perahu berbentuk menyerupai kapak besar yang diberi tali panjang untuk mengarahkan perahu
- hogor busur panah yang terbuat dari bambu kecil yang dibelah dua dengan rotan sebagai tali busurnya, biasa digunakan untuk memanah hewan besar
- huan alat untuk mencungkil kulit kerang dan mengupas buah kelapa, terbuat dari kayu yang ujungnya diruncingkan
- jabu pela yang bersifat ringan, mengatur, dan memperbolehkan pernikahan antara laki-laki dan perempuan dari pela yang sama setelah melalui pertemuan adat
- jepajepa penganan khas Desa Karey, dibuat dari sagu basah yang disangrai dalam kuali sampai masak dan diberi gula merah atau gula pasir, rasanya manis, biasanya disajikan dengan teh atau kopi
- jorlo mantra atau benda mistis yang dipasang pada barang pribadi sebagai pelindung agar tidak dicuri
- werwer sendok papeda, terbuat dari kayu kecil, pegangannya bulat dan ujungnya pipih selebar tiga jari orang dewasa, digunakan untuk mengambil papeda dari wadah ke dalam piring
Kaureh
[sunting]- klin cawat yang khusus dipakai oleh perempuan Kaure
Kawi
[sunting]

- agnyana akal, pikiran, dan pengetahuan
- ambara awang-awang
- anggana sendirian
- bhinneka tunggal ika berbeda-beda, tetapi satu juga (semboyan yang melambangkan kesatuan Negara Republik Indonesia, yang diambil dari kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular abad ke-14), makna harfiahnya ′berbeda itu, satu itu′
- cengkalak kayu atau bambu yang diletakkan di punggung sebagai media mengikat tawanan
- cipta phala adidaya penciptaan karya yang lebih baik sebagai titik awal (perintis) dalam bidang ilmu tertentu
- kintaka surat
- tirta kamandanu air kehidupan, makna harfiahnya 'air kehidupan yang ada dalam kendi'
- tripita cipta karana hubungan manusia dengan Tuhan, lingkungan, dan sesama manusia
- triwikrama tiga langkah Dewa Wisnu, yaitu di bumi, di langit, dan di surga
- wawasan wiyata mandala wawasan dalam dunia pendidikan mengenai serangkaian kegiatan siswa, seperti organisasi kesiswaan, pelatihan kepemimpinan siswa, dan pembinaan siswa, serta kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah
- wirawati catur panca kelaskaran wanita dari eksponen Angkatan 45
Kei
[sunting]- adan buah kelapa kering yang kulit luarnya berwarna cokelat
- hamin umbi atau buah yang sudah sangat tua dan menumbuhkan tunas, biasanya dipisahkan untuk ditanam kembali, seperti pada kelapa atau keladi
- hemian ekor pari
- hoho serampang yang mata tombaknya bergerigi
- hoiltom menceritakan silsilah keluarga kepada anak cucu
- huwil pohon kelapa yang sudah besar
Kenyah
[sunting]- akaroros batik khas Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
- apo perbukitan yang atasnya datar yang dapat dimanfaatkan sebagai wilayah hunian dan perladangan
- belahong perhiasan yang dipakai di telinga
- belawing tiang atau monumen yang diukir dengan motif khas Dayak Kenyah, memiliki hiasan burung enggang pada puncaknya sebagai tanda suatu permukiman komunitas Dayak, dahulu digunakan sebagai tempat penyembahan atau ritual
- besunung baju perang dari kulit binatang
- bulit bubur dari beras yang dicampur dengan daun mentimun yang ditumbuk saat hampir matang
Kimaam
[sunting]- aganta ramuan untuk melancarkan persalinan berupa rebusan daun-daunan
- awi hiasan kepala laki-laki, terbuat dari bulu burung kasuari
- cata cawat untuk perempuan, terbuat dari rumput yang tumbuh di rawa
- catamite pesta adat untuk memakaikan cawat bagi anak perempuan menjelang remaja
- cicirumbu kayu pohon yang digunakan untuk mengobati segala macam penyakit, dengan cara dikunyah disemburkan, disertai mantra ke orang yang sakit
- cidiwacip pesta untuk merayakan kemenangan setelah berperang
- ciremi hiasan kepala terbuat dari rumput rawa halus atau pucuk daun sagu, dipakai perempuan saat menari
- cuacaru warna putih pada tifa khas Kimaam, melambangkan matahari terbit dan matahari terbenam
- gaba pelepah pohon sagu yang lurus untuk membuat dinding dan lantai
Kola
[sunting]Komering
[sunting]
- adi-adi puisi yang dibacakan pada upacara pemberian gelar
- cikak luka menganga di kepala
- gegelo mandi tanpa basahan
- kuncah pantun berisi sindiran dan ejekan terhadap bujang dan gadis yang berhubungan dengan sifat ataupun tingkah laku
- undak-undakan nama pantun dalam marga Aji (Sumatra Selatan)
- warahan cerita dongeng di marga Aji (Sumatra Selatan)
Kulawi
[sunting]- harapu papan yang dihiasi tanduk kerbau yang berkhasiat magis
- harapu tempat saji-sajian sirih pinang
- rakeho upacara masa peralihan dari masa remaja ke masa dewasa bagi anak laki-laki
- rakola orang yang dijadikan kurban dalam upacara monta di
- rano lagu-lagu yang berisikan sejarah nenek moyang
- syaman laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan dan bertindak sebagai medium dalam upacara penyembuhan secara tradisi
Kulisusu
[sunting]- ajara kuda sembrani (dalam dongeng)
- ajongi membuat adonan
- ampa bambu atau kayu yang runcing ujungnya, dipasang untuk perangkap binatang
- aru-aru sayur bersantan yang dibuat dari labu tua
- asi merasa disayang
- bai kering sekali
- bajabu abon ikan
- bale penyangga sero berupa kayu yang dipasang horizontal
- bansa dahan pohon palem
- base ikatan padi yang besar, jumlahnya kira-kira 50 sampai 60 tangkai
- basi panci yang mempunyai tutup dan bertelinga pada kedua sisinya
- bolonta lubang pada rumah panggung
- bosiki menghaluskan kapas sebelum membuat benang
- bubu gelembung udara yang keluar dari air
- cimpaga ayam burik, bercorang-coreng putih-hitam atau putih-merah
- songkolo makanan yang terdiri atas ikan dan mi goreng yang dibungkus daun pisang
- sonta biji hitam dari buah aren
- toromia mangkuk yang berisi gabah atau beras, disiapkan untuk upacara sunat
- woci mentimun kuning
Kur
[sunting]- adat gotong royong membangun rumah pada suku Kur, Provinsi Maluku
- adbukin buah durian, mangga, dan kedondong yang masih kecil
- afafar mangga yang sudah masak
- afyauf makanan tradisional masyarakat Pulau Kur yang terbuat dari sisa pembuatan sagu yang telah dibakar, berbentuk serbuk atau tepung, dapat dimakan langsung atau dicampur dengan gula pasir atau parutan kelapa
- ahi pencungkil daging kelapa yang terbuat dari besi, berbentuk sendok, dan ujungnya ditajamkan
- akbukin buah melinjo yang masih kecil
- akfakul kenari muda
- akruk sebutan untuk orang yang memiliki dua tangan yang tidak sama panjang
- alfuil jahe yang sudah tua
- alsil alat untuk membersihkan rumput-rumput kecil di kebun, berbentuk seperti parang, tetapi ujungnya lebih lebar dan tajam
- anghengar aksesori yang dipakai penari pada tari adat dasoi berupa konde yang terbuat dari tempurung
- angsongar kain putih yang diikatkan pada nisan dalam pemakaman masyarakat di Pulau Kur
- ankanan tempat penampungan pati sagu yang sudah diendapkan, berbentuk menyerupai ember, dibuat dari anyaman daun sagu
- anpein orang yang memiliki bentuk kepala tidak bulat sempurna
- antanik bakal buah labu
- anvian tunas kelapa
- arhir tulang tengah di bagian dalam hidung, pembatas lubang kanan dan kiri
- arupera obat demam tradisional dari perasan daun tumbuhan liar yang bentuk pohonnya mirip tanaman cabai, tetapi di batangnya terdapat duri
- aruris kelapa muda
- arwer buah salak yang masih kecil
- aslesar makanan yang disediakan oleh pemilik ladang untuk pekerja yang sedang menanam padi
- aslosin mangga muda yang belum berbiji
- astas penganan tradisional masyarakat Kur, terbuat dari buah sukun yang dibakar, lalu setelah kulitnya dikupas, dagingnya diiris tipis-tipis dan dijemur, biasa dimakan dengan isi kenari dan parutan kelapa
- atlaut orang yang mengidap penyakit gondok
- bis tempat menyimpan persediaan makanan, terbuat dari anyaman daun pandan duri berbentuk silinder berukuran kecil
- burem anak panah tradisional yang terbuat dari tulang daun rumbia
- dasair tradisi menyambut perahu baru dengan memercikkan air dari tempurung kelapa ke perahu
- dasoi tari adat masyarakat Kur, dibawakan oleh dua belas penari perempuan yang memakai kebaya dan rok sarung, dilakukan saat musim kemarau untuk memanggil hujan, biasa diiringi tifa dan seruling
- falik sagu tumang yang dicampur kelapa atau kenari, dibungkus dengan daun rumbia, kemudian diasap
- fatkaman batu berbentuk pipih dengan permukaan rata, berukuran besar dan lebar, diletakkan di depan masjid sebagai pijakan saat berwudu
- fores buah pinang yang dagingnya sudah mulai mengeras
- fuir sisa dari potongan kain kafan yang telah digunakan
- fulut penganan dari sagu tumang yang dimasak di dalam bambu dengan cara diasap
- fur batang panah, terbuat dari bambu
- furerak ayakan dari anyaman kulit kayu
- gur gentong dari keramik tempat menyimpan air dan makanan, biasa digunakan untuk upacara adat
- halifa pemimpin pada upacara tikam dabus
- heringit tali pengikat keranjang yang digantung di kepala, terbuat dari kulit pohon waru
- imatuak kapal yang bocor di tengah laut
- kaemodar obat tradisional berupa perasan kulit pohon kelor yang dicampur dengan segelas air putih, lalu diminum untuk mengobati sakit kepala
Lampung
[sunting]

- banggan perjanjian; perikatan
- barang tua barang yang berupa harta warisan, yang tidak dapat dibagi karena harus tetap dipegang oleh anak laki-laki tertua
- bawang sungai buatan, panjangnya paling sedikit 200 m, digunakan untuk mengarahkan ikan-ikan yang berasal dari sungai besar agar masuk ke dalam perangkap
- bebai maring penganan yang terbuat dari campuran beras ketan, pisang, gula pasir, dan kelapa parut, dibungkus dengan daun pisang, berbentuk panjang memipih, diikat tali rafia per tiga atau lima bungkus, dan direbus
- begawi upacara adat pemberian gelar
- bekadu pengungkapan rasa simpati laki-laki terhadap perempuan dengan memberikan sesuatu, biasanya berupa makanan atau uang
- cenggema tradisi mengajak pemuda-pemudi satu desa untuk bergotong royong memanen hasil bumi perdana yang berlangsung dari pagi hingga petang, diselingi dengan makan bersama
- cudang tabung bambu tempat menyimpan air yang telah dimasak untuk dibawa ke ladang
- gulai taboh sayur bersantan kental, berbahan dasar ikan yang sudah dipanggang, dilengkapi dengan sayuran seperti daun melinjo, kacang panjang, rebung, dan tuba
- kain kapal kain adat yang umumnya bermotif haluan atau buritan kapal, berwarna biru dan merah, juga terdapat motif manusia dengan warna merah dan biru, pinggir bagian atas bermotif tumpal atau pucuk rebung, dipakai di kalangan terbatas, yaitu di kalangan kelompok kerabat klan pemimpin adat, pendiri desa, penguasa wilayah suku dan marga
- kain tampan kain yang biasanya bermotif lima kapal bersusun warna merah, pada tiga kapal terdapat motif manusia dan ikan, pada satu sisinya terdapat motif kecil dengan warna merah, biru dan kuning, ada juga motif manusia, pada sisi lain bermotif geometris yang berwarna biru, digunakan pada upacara adat, dan dipakai di kalangan masyarakat yang lebih luas; palepai
- kampang anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang tidak menikah
- maharo perangkap ikan, dibuat dari bambu yang di dalamnya terdapat sejumlah bubu
- marga ketip marga yang bertugas membacakan doa (di Lampung)
- melikip banyak dan biasanya bentuknya kecil-kecil
- meput lesung acara makan seruit bersama setelah upacara adat dengan cara mencomot langsung dari lesung
- merwatin melakukan musyawarah di antara pemuka adat mengenai masalah adat dan hukum adat
- mewari mengangkat seseorang menjadi kerabat
- miyah damar acara perhelatan (begadang) biasanya dilakukan pada saat pesta pernikahan, sunatan, dan sebagainya untuk mempererat tali silaturahmi atau ajang untuk mencari jodoh bagi pemuda pemudi
- nugal tradisi mengajak pemuda-pemudi seluruh desa untuk bergotong royong memulai penanaman padi perdana yang berlangsung dari pagi hingga petang dan diselingi dengan makan bersama
- nyapah areal pertanian yang berada di sepanjang tepi sungai, penanaman dilakukan pada saat musim kering, sedangkan pada musim hujan tidak dapat ditanami karena terendam air atau banjir
- nyubuk tradisi melihat pengantin perempuan dengan cara mengintip dengan menggunakan sarung yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata
- sai bumi ruwai jurai satu bumi dua penghuni (penduduk asli dan pendatang); semboyan Pemerintah Provinsi Lampung
- sakai sambayan tolong-menolong antarkerabat untuk pekerjaan dan perkawinan
- sigeh penguten tarian daerah Lampung yang ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan dalam suatu acara
- tandang mengambil sayur-sayuran atau lalap-lalapan di kebun untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan bukan untuk diperdagangkan
Lematang
[sunting]- akai panggilan khusus kepada sesama besan perempuan
Lengkayap
[sunting]- derasan sastra lisan Lengkayap (di Sumatra Selatan), termasuk prosa lirik yang dilagukan
Luhu
[sunting]- ahasale bangunan kecil tempat menyimpan kayu bakar, biasanya berdinding papan dan atap daun sagu, terletak di samping atau belakang rumah
- alpiris laki-laki yang bertugas sebagai pesuruh dalam upacara adat, misalnya memanggil orang-orang untuk menghadiri acara adat
- anaheha mengundang tetua adat dan imam untuk menghadiri tahlilan, biasa saat hari pertama atau hari ke-3
- anua kegiatan membersihkan rumah secara bersamaan di tiap-tiap rumah selama 1—2 hari sebelum bulan puasa
- anuhuai alat untuk menumbuk singkong, terbuat dari kayu
- asahehe tradisi pembongkaran sebagian atap pada rumah adat sebelum dibongkar secara keseluruhan di Desa Boano Utara (dalam rangka pemugaran rumah adat yang telah berusia 20—30 tahun, setiap matarumah memiliki rumah adat)
- asonisoni tradisi saling siram antara pemilik marga asli dari rumah adat yang akan dipugar dan orang-orang yang keluar dari marga tersebut saat ada acara pemugaran rumah adat di Desa Boano
- batamarang pelita yang dinyalakan di masjid pada malam Lailatulqadar sebagai penanda semua pelita di kuburan-kuburan sudah dibakar oleh pemuda-pemuda kampung