Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/T-Y

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Talaud

[sunting]
  1. manee upacara menangkap ikan di daerah Talaud, menggunakan janur kelapa yang disambung dengan tali, dilakukan oleh laki-laki dewasa dengan pembacaan mantra oleh ratumbanua
  2. masambia membuat sagu dari awal sampai siap diolah menjadi makanan
  3. menguruma mencari ikan dengan tombak sambil menyelam
  4. ratumbanua pemimpin adat tertinggi yang disebut raja kampung pada masyarakat Talaud
  5. sisata pohon kayu besi berkualitas nomor dua
  6. watuline pohon kayu besi berkualitas nomor satu

Ternate

[sunting]
  1. arababu alat musik tradisional yang berbentuk biola, berbahan dasar batok kelapa, dan dimainkan dengan cara dipetik
  2. badasi melakukan perdamaian; berdamai

Tobati

[sunting]
  1. hen tecahi yo onomi t'mar ni hanased satu hati membangun kota demi kemuliaan Tuhan; semboyan Pemerintah Kota Jayapura

Tobelo

[sunting]
  1. afa kulit padi yang bercampur dengan beras
  2. afoka buah pisang yang terlepas dari tangkainya karena sangat matang
  3. bairi ungkapan duka oleh keluarga yang baru tiba di rumah duka dengan cara menebang pohon-pohon atau tanaman yang ada di pinggir rumah
  4. bobaso nyanyian perumpamaan yang bermakna ajakan, memberikan dorongan, menghibur, bahkan juga ungkapan sindirian
  5. deremi kebun yang dipenuhi tumbuhan liar
  6. doru riasan dari kapur sirih berupa tujuh titik sejajar di atas kedua alis dan tiga titik menyerupai segitiga di kedua pipi wanita
  7. gaki seperempat belahan ikan
  8. haluja memukul-mukul air laut dengan tangan saat berlayar agar ikan mendekat ke perahu
  9. tombo hiasan pada kepala pengantin wanita, berupa daun yang membentuk ekor burung dan tusuk konde kuningan
  10. tupa wadah pinang atau sirih yang terbuat dari daun pandan berbentuk kotak dengan hiasan dan motif berwarna-warni
  11. yokoiho tradisi mengejar dan menangkap ikan laut yang dilakukan masyarakat Tobelo dan Galela di Halmahera Utara

Tolaki

[sunting]
  1. aha piring yang terbuat dari batok kelapa
  2. anakia kelas sosial yang memiliki kedudukan tertinggi dalam masyarakat suku Tolaki (seperti raja dan keturunan raja)
  3. Andolaki lokasi permukiman orang pertama suku Tolaki di Kabupaten Konawe, Sulawesi
  4. anggo lagu tradisional yang berisikan puji-pujian dan sanjungan yang berfungsi sebagai pelajaran pembentukan watak kepahlawanan
  5. atalakiah kelas sosial yang memiliki kedudukan paling rendah dalam masyarakat
  6. awo panggilan untuk anak tiri
  7. babu kandiu baju pengantin laki-laki berkerah berdiri, berlengan panjang, terbelah di bagian depan, kancingnya kadang-kadang dibungkus dengan carik kain yang sesuai dengan bahan baju tersebut, bagian kerah dan sepanjang pinggir baju dihiasi dengan pita-pita berwarna kuning atau putih cemerlang
  8. baku penganan yang terbuat dari sagu kering, digoreng bersama dengan kelapa, biasa digunakan sebagai bekal apabila akan turun ke laut untuk mencari ikan
  9. balatu kain berwarna putih yang bergaris-garis lurus yang hanya boleh dipakai oleh golongan tertentu dalam masyarakat Tolaki
  10. baruga bangunan khusus yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, pesta, atau upacara adat
  11. belete buah yang lebih dahulu matang
  12. belete bakal buah
  13. bengge tempat menyimpan air yang terbuat dari batok kelapa
  14. bilandolu perhitungan waktu hari baik dengan menggunakan sistem tiga titik pada telapak tangan
  15. bokeo gelar raja pada zaman Kerajaan Konawe dan Mekongga
  16. bondo pakaian yang masih basah
  17. bubusi menyiram batu nisan
  18. bunggua alat tenun tradisional yang dipasang di punggung penenun
  19. dimba orkes tradisional masyarakat Tolaki, terdiri atas dua buah gendang dan sebuah gong besar untuk mengiringi tarian tradisional
  20. gangga ayam yang berbulu keriting
  21. kadu tas yang dibuat dari kain (perca)
  22. kalo benda berbentuk lingkaran, digunakan dalam berbagai keperluan upacara, berfungsi sebagai simbol yang mengekspresikan konsepsi orang Tolaki mengenai manusia dan alam semesta dengan segala isinya.
  23. kalo-kalo penganan, dibuat dari bahan tepung beras dan gula merah yang dicampur, berbentuk angka delapan
  24. kalunggalu ikat kepala pada anak perempuan yang sudah disunat
  25. kambatu dendeng dari daging kerbau atau rusa
  26. kanda-kanda oa jenis alat musik instrumental
  27. kando gendang musik pengiring tari lulo pada saat pesta panen
  28. kina baraandi hidangan makanan yang beraneka ragam bentuk dan warnanya, dihidangkan sebagai simbol harapan orang tua agar bayi hidup dalam kemakmuran dan sejahtera, dipakai dalam upacara pemandian bayi
  29. kinowu penganan tradisional, dibuat dari beras ketan, dibungkus daun pisang, lalu dibakar di atas bara api
  30. kotubitara hakim adat yang bertugas menyelesaikan perkara yang terjadi di masyarakat
  31. kunggumo tidak bisa bergerak karena takut
  32. kutika alat untuk menentukan waktu yang baik untuk perkawinan, bercocok tanam, atau bepergian ke luar rumah
  33. lagu tebaununggu puisi pada lagu mitologi orang Tolaki
  34. lolama pantun pesta rakyat
  35. longo wulaa gigi yang teratur dan indah
  36. lulo hada tarian monyet
  37. lulo lariangi tarian pemujaan
  38. lulo leba tarian cepat dan langka panjang
  39. lulo molulo tarian umum yang diiringi dengan musik
  40. malabu mangkuk rendah yang terbuat dari porselen, berfungsi sebagai wadah nasi, khususnya pada pesta upacara adat
  41. mebele permainan tradisional dengan memakai tempurung kelapa sebagai bahan mainan
  42. mekala-kalado memainkan kulintang
  43. mekatende permainan dengan menggunakan batu kerikil sebagai alat mainnya
  44. mekindoroa upacara penyelamatan hidup seseorang dari ancaman pembunuhan
  45. menanu ndaku pesta tahunan yang dilakukan setelah panen sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
  46. mentinggi-tinggi suatu permainan yang mengetok-ketokkan dua buah batu sehingga menimbulkan bunyi batu yang diketokkan yang akan memberikan isyarat bagi seorang pemain yang sedang mencari lawannya
  47. mepido permainan tradisional dengan memakai kemiri sebagai bahan mainan
  48. mesamba-samba ulu permainan saling dukung; dukung-dukungan
  49. metai-tai permainan yang dilakukan dengan cara meletakkan satu bungkusan kecil atau barang-barang lain di dekat pantat kawan sepermainannya tanpa diketahui pemain yang bersangkutan
  50. mobiti permainan dengan adu betis, yang biasa dilakukan kaum laki-laki, yang sakit itulah yang kalah
  51. molulu pesta panen atau pesta perkawinan, berbentuk lingkaran dan saling berpegangan, biasanya dijadikan ajang untuk mencari jodoh
  52. onango prosa masyarakat Tolaki
  53. osara kepala adat yang bertugas menyelesaikan perselisihan pewarisan, dan masalah-masalah adat yang lain
  54. padamara lampu berkaki, terbuat dari bahan kuningan, digunakan pada saat ada kematian, biasanya diletakkan di samping jenazah (dengan bahan bakar minyak kelapa)
  55. palode petani sayur pakis
  56. pinggu membuka kulit kacang
  57. sinonggi makanan dari sagu yang dimakan dengan memakai alat berupa dua stik bambu
  58. suasua nyanyian rakyat Tolaki yang berisi nasihat atau petuah dan ajaran moral, didendangkan bagi bangsawan atau para pejabat daerah dalam berbagai suasana yang melukiskan ungkapan perasaan
  59. tuolako kukusan (untuk nasi atau gaplek) dari daun pandan yang dianyam berbentuk kerucut
  60. wilalo perendaman ubi di dalam air campuran cairan berbusa dari kulit kayu untuk menghilangkan racun pada ubi

Tombulu

[sunting]
  1. entos padi yang siap dipanen
  2. gorit irisan mayang yang menyisakan bagian punggung mayang yang melekat pada pohon enau, tempat keluarnya air nira
  3. kiong luka di kulit kepala karena gigitan kutu
  4. kukulu tali pengikat bambu penadah air nira
  5. lalemna masakan yang dibuat dari isi perut babi seperti, hati, usus, dan jantung atau darah, diberi bumbu, dibungkus dengan daun, dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar
  6. pogo orang yang meninggal pada usia muda
  7. ragaz babi jantan yang sedang berahi
  8. sengseng penutup botol atau bambu yang terbuat dari ijuk atau daun pisang kering
  9. simbel daun yang berfungsi sebagai payung pada saat hujan
  10. tinai usus babi yang diawetkan dengan cara diasinkan dan dimasukkan ke dalam wadah kedap udara
  11. water ulat sagu; kidu

Toraja

[sunting]
  1. adok bisul yang tumbuh pada kemaluan laki-laki
  2. aluk todolo sistem kepercayaan tradisional suku Toraja, didasarkan pada aturan hidup para leluhur (tentang cara bermasyarakat, praktik pertanian, dan ritual keagamaan)
  3. anak bagi anak yang diangkat dengan cara bertukar harta
  4. anak dibuang tama tanduk anak angkat yang diberi status sama dengan anak kandung
  5. antolong pohon cempedak raksasa di Toraja, berfungsi sebagai pekuburan bayi yang meninggal ketika baru lahir atau anak yang meninggal sebelum bergigi, batangnya dilubangi sesuai ukuran badan bayi, kemudian bayi dikuburkan tanpa pakaian dan ditutup dengan sabut ijuk atau daun enau
  6. badong lagu atau nyanyian duka
  7. baju poko pakaian adat kaum perempuan khas Toraja, lengannya pendek, didominasi warna kuning, merah, dan putih, dipakai bersama rok, dilengkapi dengan rumbai manik-manik yang berwarna-warni yang menghiasi bagian dada dan pinggang
  8. balakan geladak tempat pembagian daging kerbau yang dipotong pada pesta kematian khas Toraja, tiangnya terbuat dari kayu dadap atau kayu randu
  9. balo minuman khas Toraja yang mengandung alkohol, warnanya putih susu, terbuat dari sadapan batang pohon enau yang sudah difermentasikan
  10. balulang perisai khas Toraja, terbuat dari kulit kerbau yang diawetkan, tebal dan sangat kuat
  11. barasang bakul yang berpenutup (untuk tempat perhiasan, pakaian, dan sebagainya)
  12. baratu tabung yang terbuat dari bambu, digunakan sebagai tempat menyimpan uang
  13. bingsu nama untuk pendeta di wilayah timur Toraja
  14. bombo dikita roh orang Toraja yang telah meninggal dan dapat dilihat pada patung kayu yang dibuat menyerupainya
  15. bombongan gong yang dibunyikan saat mengarak mayat
  16. borak-borak kain kasar hasil tenun khas Toraja, dibuat dari benang nanas atau kapuk, digunakan sebagai pembungkus mayat
  17. buana bunga jantung ayam yang putih ujungnya, dipersembahkan kepada dewata, berfungsi sebagai tanda keberuntungan di Toraja
  18. bulek ampeng
  19. garatung gendang kecil khas Toraja, penutupnya terbuat dari kulit ular sawah, selalu dibawa-bawa dan dibunyikan oleh pemimpin ritual aluk todolo pada pesta persembahan kepada dewata
  20. ikan emas pamarasan masakan yang dibuat dari ikan emas goreng yang dicampur dengan tumisan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, jahe, lengkuas, dan keluak
  21. kaduaya burung gagak
  22. kaliabo ayam jantan yang bulunya hitam bercampur merah tua dan kakinya hitam
  23. kalobe labu yang berbuah keras dan berleher kecil, biasanya dijadikan sebagai tempat tuak atau air minum
  24. kampodang penganan yang terbuat dari serbuk jagung, digarami dan dibasahi, dibentuk gumpalan, lalu dipanggang di atas bara api
  25. kara perhiasan yang dibuat dari kulit kerang, berbentuk bundar dengan bagian tengah berlubang, biasanya dipasang pada baju, perisai besar, atau topi yang dipakai penari perang pada pesta kematian
  26. karerang bakul kecil dan bulat khas Toraja, terbuat dari anyaman lidi enau, berfungsi sebagai tempat makanan persembahan kepada dewata
  27. kaseda kain merah yang biasa dipakai pada pesta kematian atau pada acara persembahan kepada dewata
  28. letoan aram-aram yang diberi hiasan, dibawa dengan arak-arakan dalam pesta besar khas Toraja, berfungsi sebagai tempat memikul babi
  29. manini keadaan selalu basah (misalnya tempat garam)
  30. maro upacara penyembuhan orang yang kerasukan setan, dilakukan dengan melulurkan darah pada badannya, lalu dipanaskan dengan api
  31. mue terlalu tua (tentang umbi-umbian), terlalu lama di dalam tanah sehingga tidak baik untuk dimakan
  32. pasilirian pohon yang dilubangi untuk memakamkan bayi; makam pohon
  33. tomanampan orang yang khusus bertugas untuk memotong hewan dan membagi daging pada upacara adat Toraja

Toulour

[sunting]
  1. cobo berkeramas dengan menggunakan parutan kelapa
  2. kuncikan perayaan datangnya tahun baru yang dilaksanakan setiap hari Minggu selama bulan Januari
  3. matagas menangkap ikan saat air laut surut
  4. mekan mapalus untuk membantu keluarga yang sedang berduka karena ada anggota keluarga meninggal dunia
  5. pulir memetik cengkih dengan mengambil buahnya saja (tangkai cengkih ditinggalkan)
  6. sakaiba perayaan untuk menyambut tahun baru dengan memakai topeng dan berpakaian aneh-aneh berjalan mengelilingi kampung
  7. salosot mata air yang keluar dari celah-celah batu-batu besar yang terdapat di dekat aliran sungai
  8. sangadi kepala desa yang bertugas mengatur pembagian aliran air sungai
  9. tagas bagian sungai, danau, atau pantai yang dangkal
  10. walian pemimpin adat masyarakat Minahasa

Tswana

[sunting]
  1. tse-tse lalat tsetse

Tunjung

[sunting]
  1. alur permainan perahu-perahuan yang dilombakan secara berkelompok, dilakukan dengan menaiki batang pohon yang diapungkan di air untuk kemudian didayung ke hulu atau ke hilir, pemenangnya adalah tim yang paling cepat sampai tujuan
  2. beleng sial terus-menerus
  3. buok hujan ringan sepanjang pagi
  4. gegilak tingkah laku aneh yang ditampikan seseorang selama sakit yang dipercaya menjadi tanda orang tersebut akan meninggal dunia
  5. jaras hutan yang gersang

Using

[sunting]
  1. acan-acan kotoran bekas obat dan lain-lain di kepala bayi
  2. ampen tali kail yang terbuat dari bahan benang
  3. ampog penganan yang terbuat dari dedak jagung
  4. ampok penganan yang terbuat dari dedak jagung
  5. ancak tempat bilah-bilah gamelan
  6. ancak alat yang dibuat dari bilah-bilah kayu yang digunakan untuk alas merontokkan padi di sawah
  7. ander balok penyangga bubungan rumah
  8. andukan permainan memperlombakan merpati
  9. baong hantu berbadan orang dan berkepala anjing atau beruang
  10. belanggur petasan besar berbentuk silinder yang terbang saat dinyalakan, merupakan penanda waktu berbuka puasa pada bulan Ramadan
  11. bodolan adegan persiapan keberangkatan pasukan untuk melaksanakan tugas dalam janger Banyuwangi
  12. bodolan adegan peperangan dalam janger Banyuwangi
  13. brom bagian alat lampu minyak tanah yang dibuat dari logam dan diletakkan di tengah lingkaran sumbu
  14. cantuk alat (biasanya dibuat dari bonggol bambu) untuk menggiling rempah-rempah (sambal dan sebagainya) di atas cobek; ulekan; muntu
  15. capang panjang melengkung (tentang tanduk, kumis, dan sebagainya)
  16. capang panjang dan lebar (tentang daun telinga)
  17. caruk pertunjukan kesenian angklung Banyuwangi, terdiri atas dua kelompok pemain angklung yang diadu kemampuannya dalam memainkan angklung
  18. celangapan selokan untuk mengalirkan air di pematang sawah
  19. celangapan muara sungai
  20. celepak jenis perahu mayang ukuran tanggung, lebih kecil daripada perahu, lebih besar daripada sampan atau jukung
  21. cubung pondok kecil biasanya beratap welit, misalnya tempat untuk pembakaran batu bara, genting, batu kapur, dan sebagainya
  22. derejet ikan belanak kecil
  23. doni daun pohon rotan
  24. duduh alat penunjuk (biasanya sejenis lidi) untuk membaca Al-Qur'an
  25. gajah uling nama corak batik khas Banyuwangi
  26. gajah uling hiasan telinga (sunting) pada penari tradisional
  27. gambuh kesenian tradisional lama yang pernah ada di Banyuwangi, semacam kesenian langendrian
  28. gambuh penari gambuh
  29. ganjor balok (kayu) berpalang untuk gantungan gong
  30. gedogan kesenian musik tradisional Banyuwangi yang menggunakan lesung dan alu (dengan berbagai ukuran lesung, dari bentuk lesung yang paling kecil hingga ke bentuk lesung yang paling besar)
  31. gedubug burung elang besar, berbulu cokelat dengan dada warna putih
  32. gelangsar pakaian sehari-hari
  33. gelondor nama jenis jangkrik yang warnanya putih kemerahan
  34. gerbil paku besar berbentuk persegi, biasanya digunakan untuk memaku kayu-kayu besar
  35. ining-ining alat musik dalam kesenian tradisional Gandrung Banyuwangi yang terbuat dari besi berbentuk segitiga
  36. ireng-ireng penganan, dibuat dari tepung beras, dicampur pewarna hitam, parutan kelapa dan gula jawa cair
  37. jabil karung yang terbuat dari kain atau serat plastik
  38. jamudin penganan, dibuat dari jagung, digoreng dengan minyak (setelah dipanaskan dengan air panas dan dibuang kulit arinya)
  39. janger kesenian tradisional dari Banyuwangi yang diadaptasi dari kesenian tradisional Bali
  40. janom tahi (biasanya cair) yang keluar tidak disengaja
  41. jenar jejang nama sebuah gending atau lagu kesenian tradisional (gandrung) Banyuwangi
  42. jombong penganan, dibuat dari ubi kayu yang diisi gula jawa, dikukus dan dimakan dengan parutan kelapa
  43. jumputan penganan, dibuat dari ketan kukus yang dikeringkan lalu digoreng
  44. kalak masakan atau lauk semacam satai yang dimasak atau dipanggang dengan rempahnya
  45. kelento kotoran kulit kacang hijau atau kedelai yang sudah terlepas dari bijinya karena direndam
  46. lancur senjata tajam (pedang) yang lengkung ke bagian yang tajam
  47. lanun penganan yang dibuat dari tepung beras, dicampur pewarna hitam, parutan kelapa, dan gula jawa
  48. lengger nama penyakit tanaman padi
  49. melas memancing ikan dengan mengulurkan tali di belakang perahu (yang sedang berjalan), dengan memakai umpan buatan
  50. menterese penganan yang dibuat dari tepung bulat-bulat, berisi kacang dan digoreng
  51. omprok mahkota penari Seblang (terbuat dari bunga dan dedaunan asli) atau penari Gandrung (terbuat dari kulit yang ditatah)
  52. omprok peralatan pakaian kesenian tradisional Gandrung Banyuwangi yang dikenakan di kepala; kuluk
  53. rantab penyakit pada daun padi muda
  54. rawis kain warna-warni yang dipasang sebagai hiasan di kiri kanan pinggul penari Gandrung Banyuwangi, biasanya terdiri atas empat lembar kain berwarna merah, putih, hijau, dan kuning
  55. ringgi satuan ukuran ikatan padi (1 ringgi 12,5 kati)
  56. serakalan nyanyian atau puji-pujian kepada Nabi Muhammad saw.

Wakatobi

[sunting]
  1. kamanu-manu layang-layang yang terbuat dari daun kayu
  2. karasi penganan tradisional khas Wakatobi, dibuat dari tepung beras
  3. taluba sandal yang terbuat dari pelepah daun kelapa yang telah kering
  4. tefeu penampung air hujan pada celah atau lubang-lubang batu berukuran kecil, biasanya di tanah berbatu cadas

Wamena

[sunting]
  1. kawul bulu-bulu pohon nibung yang kering sebagai bahan untuk memarak api
  2. kiyo buah labu untuk koteka
  3. saik buah merah
  4. usilimo permukiman tradisional untuk suku Wamena

Wandamen

[sunting]
  1. amau mencacah atau meramu (yang berkaitan dengan sagu)

Waropen

[sunting]
  1. favano jaring besar untuk menangkap ikan secara beramai-ramai
  2. mamano semak yang berbau enak, sering dipakai untuk wangi-wangian dan obat
  3. Menserendahi dewa tertinggi dalam mitologi suku bangsa Waropen di Papua (Irian Jaya)
  4. sawado perahu tidak bercadik
  5. tabura alat tiup yang terbuat dari kulit kerang
  6. wundo ruang tengah rumah

Wolio

[sunting]
Kamus Wolio-Indonesia
  1. aga memandang dengan maksud mentertawai atau menantang
  2. aila sebutan untuk sultan atau raja yang meninggal
  3. ajoli pihak pengantin laki-laki yang tidak dibukakan pintu apabila tidak memberikan uang kepada penjaga pintu
  4. ake ukiran yang melambangkan persamaan cita-cita dan keyakinan pada bingkai pintu dan daun jendela masjid dalam bentuk dua orang manusia dalam posisi saling membelakangi, berukuran besar dan kecil, mata memandang ke kiri dan ke kanan
  5. akomata upacara perundingan pengantin yang disaksikan oleh orang tua dan seluruh kaum keluarga
  6. anabati alat musik tiup yang sama fungsinya seperti pikolo
  7. asango tempat hidangan makanan pejabat kerajaan
  8. baku bantuan dari anggota keluarga kepada kedua pengantin sebagai bekal bagi mereka dalam memasuki rumah tangga baru
  9. balabua periuk besar yang terbuat dari tanah liat
  10. balase wadah berupa kantung yang dibuat dari anyaman daun palem, biasanya digunakan untuk menyimpan bahan makanan atau perlengkapan di dapur
  11. bali kapak kecil bergagang pendek
  12. balika arus olakan
  13. balobu tembikar yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan
  14. baluara benteng pertahanan Kerajaan Buton beserta kelengkapan perang seperti bedil dan meriam
  15. balula kulit menebal pada telapak tangan atau kaki akibat sering bekerja keras atau memakai alas kaki
  16. bantae balai pertemuan untuk pertemuan adat
  17. bantea bangunan terbuka yang biasa dibangun di sekitar pasar, dekat pelabuhan atau di sekitar pusat keramaian
  18. banya perahu dayung berukuran kecil yang digerakkan oleh 20 orang pendayung (10 orang di sisi kanan dan kiri), dikomandani oleh seorang kapitan laut, dirancang khusus untuk keperluan angkatan laut pada masa Kesultanan Buton
  19. baso bakul yang terbuat dari anyaman pelepah batang sagu
  20. batanda acara tari-tarian yang diharuskan pada saat pesta kerajaan, perkawinan, atau sunatan dalam adat suku Wolio di Sulawesi
  21. batua kelompok masyarakat terendah atau kelompok budak
  22. bewepatawala bentuk tutup kepala pengantin laki-laki
  23. bia kobiwi kain sarung pengantin perempuan lapis pertama
  24. bia-bia kain penutup tubuh jenazah perempuan sampai di dada
  25. bikabika kue yang dibuat dari sisa adonan kue lain
  26. bisa sapaan kepada dukun yang berasal dari golongan bangsawan dan walaka yang biasa melakukan upacara adat pingitan
  27. bisa patamiana orang sakti yang memiliki ilmu kebatinan, yang bertugas melindungi wilayah dari kekuatan gaib musuh
  28. boha tiruan bunyi periuk tanah atau buyung penuh air yang jatuh
  29. bola tirai yang terbuat dari anyaman daun palem
  30. bundu bunyi langkah orang yang berjalan di atas papan
  31. camara air comberan
  32. cau pucat pasi
  33. dai simpul mati di kail atau jangkar
  34. dilangasa tempat khusus hidangan makanan raja atau sultan pada saat pesta kerajaan atau kesultanan
  35. dole-dole upacara ritual pada usia 10 tahun ke bawah untuk menghilangkan sifat yang buruk
  36. galampatanal nama rumah adat Buton; sebutan untuk istana raja
  37. gisi panah yang batangnya diikat tali, digunakan untuk menangkap ikan
  38. goga kulit ari yang terkelupas
  39. gogoli mengencangkan simpul
  40. humbu bakul yang dibuat dari anyaman daun lontar, digunakan sebagai tempat pakaian, selimut, sprei, dan lain-lain
  41. huncali menggugurkan daun atau buah dengan menggoyang-goyangkan dahan atau batang pohon
  42. jere-jere jalan dengan petentengan
  43. kabali-balil musim pancaroba (musim barat) yang berlangsung antara bulan April dan Januari, biasanya diisi dengan kegiatan membuat atau memperbaiki perahu, berkebun, berdagang, dan berbagai kegiatan sosial
  44. kahoti makanan persembahan sultan kepada rakyatnya (pada zaman dahulu), terdiri atas makanan mentah dan makanan yang sudah dimasak
  45. kalasa anyaman bambu yang dibuat jarang, digunakan untuk jemuran
  46. kalase permainan yang menggunakan 41 potong ranting, satu di antaranya lebih panjang daripada yang lain
  47. kamba alat kelengkapan adat yang diserahkan oleh pengantin perempuan kepada pengantin laki-laki sebagai tanda bahwa mereka telah siap menerima kedatangan pengantin laki-laki, dipakai oleh pengantin laki-laki pada waktu berjalan menuju rumah pengantin perempuan
  48. kambilo batu asah kecil
  49. kamomoose permainan yang dilakukan setelah perayaan Idulfitri, dihadiri oleh pemuda-pemudi dengan cara menabur kacang pada loyang yang ada di hadapan mereka yang duduk berjejer, bertujuan mencari jodoh
  50. kangaruh permainan bela diri yang diperagakan oleh dua orang atau lebih saling tikam, menggunakan senjata pisau atau keris
  51. kania upacara adat masa peralihan anak gadis dari masa kanak-kanak ke masa remaja atau dewasa dengan cara dipingit selama tujuh hari tujuh malam
  52. karambau hukuman denda bagi mereka yang melakukan penangkapan kerbau tanpa seizin sultan
  53. keba luka karena terpotong
  54. kerepu memecahkan (menghancurkan) sesuatu dalam mulut dengan gigi geraham
  55. kiwalu kowibi tikar dari daun pandan atau akar bawea, pinggirnya dihiasi kain berwarna merah, hitam, dan putih, digunakan khusus bagi pengantin
  56. kodu-kodu wadah yang terbuat dari buah maja kering, digunakan sebagai tempat menyimpan air
  57. kombo baju adat masa dewasa bagi anak perempuan yang telah lewat masa pingitan
  58. kongalu syair lagu yang umumnya dilagukan pada musim rontoknya asam
  59. kulopu tali atau kain yang dibakar untuk mengusir nyamuk
  60. lagu wandiu-diu lagu tradisional yang hanya dilengkapi dengan refrein
  61. lambapuse upacara pelubangan lunas perahu yang dimetaforakan sebagai sepasang suami istri yang berhubungan, perahunya yang dimetaforakan sebagai perempuan
  62. lengko-lengko jenis permainan yang pemainnya senantiasa menggoyang-goyangkan sejumlah siput kecil dalam sebuah tempurung kelapa
  63. mangaruh permainan rakyat yang dilakukan orang tua yang memiliki kemampuan dalam bidang ketangkasan ilmu bela diri dengan menggunakan pisau, keris, atau parang
  64. modero tarian yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang berpasang-pasangan diringi oleh musik gambus
  65. posemba permainan adu betis (tendang betis) yang terdiri atas beberapa orang berpasang-pasangan, biasanya diadakan pada saat musim panen atau musim tanam
  66. wadilae puisi lama masyarakat Lapandewa yang disampaikan secara lisan, digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan maksud kepada orang lain
  67. walaka golongan bangsawan kedua setelah kaum
  68. wande-wande lagu tradisional yang disesuaikan dengan alat musik modern, digunakan untuk menghibur tamu

Kode bahasa Wtb

[sunting]
  1. lempe penganan yang terbuat dari beras jagung, dibungkus dengan kulit jagung, dimasak dengan cara direbus, biasanya dicampur dengan kacang untuk menambahkan aroma
  2. nade layar perahu yang berbentuk segitiga, lebih ringan dan praktis daripada layar berbentuk segi empat

Yalahatan

[sunting]
  1. ahire mata kail yang terbuat dari besi
  2. ahuite ruas bambu yang digunakan sebagai wadah untuk memasak
  3. apatate penjepit yang terbuat dari bambu, biasanya digunakan untuk mengambil bara api, ikan, dan lain-lain