Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah pertanian

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Tan}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan pertanian:

  1. adong ubi yang telah berurat ungu sehingga keras dan tidak enak lagi dimakan
  2. aeromonas mikroorganisme yang menyebabkab keracunan makanan
  3. agregat bahan-bahan mineral tidak bergerak, misalnya pasir, debu, batu, kerikil, pecahan batu yang bercampur semen, kapur, atau bahan aspal untuk mengikat campuran itu menjadi seperti beton
  4. agregat kering partikel tanah majemuk atau sekunder yang tidak dihancurkan oleh penyaringan kering
  5. agroekosistem pertanian yang bersifat hubungan timbal balik antara sekelompok manusia (masyarakat) dan lingkungan fisik dari lingkungan hidupnya untuk memungkinkan kelangsungan hidup kelompok manusia (masyarakat) itu
  6. agroekosistem ekosistem dalam lingkungan pertanian
  7. air adhesif pembentukan air di sekeliling partikel tanah di atas air adsorpsi dan ditahan oleh gaya tarikan molekul yang lebih kecil kekuatannya daripada gaya air adsorpsi tanpa emisi panas yang terlihat
  8. air adsorpsi air yang terikat pada permukaan partikel padat oleh gaya molekul dengan emisi panas
  9. air bawaan air yang terikat di dalam celah batuan sedimen ketika terjadi pengendapan sedimen
  10. air boron air dengan atau tanpa kondisi kegaraman dan kebasaan, tetapi mengandung boron dalam jumlah terbatas
  11. air celah air di dalam retakan terbuka, biasanya hanya terdapat di dekat permukaan tanah
  12. air gravitasi air yang masuk atau keluar dari tanah karena pengaruh kekuatan gaya tarik bumi
  13. air hidroskopik air yang diserap oleh partikel tanah dari atmosfer berkelembapan tinggi
  14. air jenuh air yang dapat diserap oleh badan tanah yang mengandung air tanpa pemuaian butir tanah
  15. air kandang air yang berasal dari kotoran kandang
  16. air lunak air yang tidak mengandung mineral
  17. air lunak air tanpa kesadahan yang berarti
  18. air taktersedia jumlah air yang masih tersedia di tanah, tetapi tidak dapat diserap dengan cepat oleh tumbuhan untuk kebutuhannya
  19. air tanah bebas air tanah yang di atasnya dibatasi oleh muka air tanah
  20. air tanah lapisan atas air di dalam jalur paling atas daerah aerasi dan cukup dekat dengan permukaan, yang akan dilepaskan ke dalam atmosfer
  21. air tanah limpasan hujan bagian hujan yang telah meresap ke dalam tanah menjadi air tanah dan masuk ke sungai sebagai mata air
  22. air tanah tetap air tanah yang terdapat dalam material yang jenuh terhadap celah sehingga air itu secara permanen terikat pada dinding pori atau geraknya sangat lambat sehingga tidak tersedia sebagai air untuk dipompa
  23. air terikat air yang terikat kuat oleh gaya fisik dan kimiawi sehingga tidak dapat bergerak atau tidak dapat diserap oleh akar tumbuhan
  24. air tersedia banyaknya air dalam tanah pada sebarang waktu yang dinyatakan dalam persentase berat tanah kering
  25. aklimatisasi penyesuaian tumbuhan atau binatang pada iklim yang berlainan dari iklim tempat asal sebagai akibat pemindahan
  26. alat kejut listrik penangkap ikan dengan menggunakan kejutan listrik
  27. alat pengering berlanjut mesin pengering, bahan yang akan dikeringkannya dialirkan dengan kecepatan tetap secara terus-menerus melalui udara yang dipanaskan
  28. alat penyosoh mesin pembersih beras pecah kulit menjadi beras sosoh atau beras putih
  29. alat perontok gabah alat untuk memisahkan butir-butir gabah dari malainya, digerakkan tenaga manusia atau mesin
  30. alat tani perkakas yang biasa digunakan dalam usaha tani, seperti cangkul, arit, parang
  31. alat ukur hujan alat untuk mengukur banyaknya hujan yang jatuh di suatu tempat pada waktu tertentu
  32. aliran getah aliran cairan dari pohon buah-buahan atau pohon hutan yang berpenyakit akibat serangan jamur yang menghasilkan fermentasi unsur kulit hingga ke dalam kambium pohon
  33. aliran kemarau aliran air sebuah sungai pada musim kemarau
  34. aliran permukaan aliran air hujan di atas tanah sebelum masuk selokan
  35. aliran sisa banyaknya air yang mengalir ke dalam suatu lembah atau daerah tertentu, dikurangi jumlah yang mengalir dari lembah atau daerah tertentu itu
  36. aliran tahunan aliran air sepanjang tahun
  37. aliran timbul kembali air yang telah disadap dari genangan atau sungai untuk keperluan irigasi yang meresap sampai ke permukaan air tanah dan akhirnya mencapai permukaan sungai atau genangan air lain
  38. ameliorasi cara berusaha untuk memperoleh kenaikan produksi serta menurunkan biaya pokok (misalnya dengan perbaikan tanah)
  39. amensalisme populasi yang terdiri atas dua jenis tumbuhan atau lebih yang hidup berkelompok di daerah tertentu yang salah satu jenisnya akan terpengaruh oleh kehadiran jenis tumbuhan lain
  40. aminisasi penguraian mikrobiologis protein menjadi persenyawaan amino
  41. amonifikasi perubahan mikrobiologis pada persenyawaan nitrogen menjadi nitrogen amonia
  42. analisis endapan analisis untuk memisahkan partikel yang tergantung pada tingkat pengendapan dalam cairan
  43. analisis mekanis analisis untuk mengurai tanah menjadi kelompok partikel dari berbagai ukuran dengan bantuan alat-alat mekanis
  44. anemofili penyerbukan dengan bantuan angin
  45. bagal bibit tebu yang diperoleh lewat setek
  46. bagi hasil pembagian hasil pertanian antara pemilik tanah dan penggarap
  47. bagian beras bagian yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan ukuran beras
  48. bahan pengawet bahan kimia beracun yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan kayu, bahan makanan, dan sebagainya terhadap serangan perusak biologis
  49. batas cair kandungan air maksimum dalam tanah tempat tanah mulai bersifat seperti cairan
  50. bedeng bidang tanah yang digunakan untuk perkecambahan biji di persemaian
  51. bedeng tanggul
  52. bendung rintangan yang bersifat kontinu dan padat, letaknya tidak selalu melintangi sebuah sungai, tujuannya untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air
  53. benih murni benih yang meliputi semua varietas dari tiap spesies tanaman yang diakui sebagaimana yang dinyatakan oleh pengirim atau yang ditemukan pada pengujian laboratorium
  54. benih padi biji padi yang disemai
  55. biakan jaringan pembudidayaan sel atau jaringan pada medium buatan di dalam tabung reaksi
  56. bioinsektisida bahan pengendali serangga yang berasal dari organisme hidup seperti bakteri, sel tumbuhan, atau sel hewan
  57. bubur Bordeaux campuran 1 kg terusi dan 1 kg kapur dalam 115 liter air yang digunakan sebagai obat semprot pemberantas penyakit tanaman karena serangan jamur
  58. bubur Burgundi obat semprot seperti bubur Bordeaux, tetapi dibuat dengan mencampur 1 kg terusi dengan 1 kg natrium karbonat dalam 115 liter air
  59. cacar pohon penyakit atau luka pada tanaman yang dapat mengakibatkan kematian bagian tanaman tersebut tanpa pembusukan
  60. daya olah mudah tidaknya tanah diolah dan menjadi hancur
  61. debit volume air yang mengalir dari suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dalam satuan waktu
  62. dinamometer pengukur jejak alat pengolah tanah
  63. diversifikasi horizontal usaha untuk mengganti atau mendapatkan hasil pertanian yang bersifat monokultur ke arah pertanian yang bersifat multikultur
  64. diversifikasi vertikal usaha memajukan industri pengolahan hasil pertanian
  65. eksplan jaringan tanaman yang paling cocok untuk perlakuan kultur jaringan
  66. emigrasi serangga pemencaran atau perpindahan individu serangga keluar daerah populasi atau ke luar dari habitat populasinya
  67. epifitotik penyakit tumbuhan yang tiba-tiba mengganas dan berjangkit pada populasi tumbuhan di suatu daerah secara luas
  68. fertigasi pemberian nutrisi dengan cara penyiraman langsung ke media tanam
  69. freatofit tanaman dengan perakaran yang mengambil airnya dari muka air tanah atau dari lapisan tanah yang ada tepat di atas bongkaran itu
  70. fumigan tanah fumigan yang dapat digunakan untuk memberantas hama atau penyakit tanaman yang berada di dalam tanah
  71. gaga rancah sistem bercocok tanam dengan biji padi yang langsung ditebarkan di ladang yang paling tepat bagi sawah tadah hujan atau tegal
  72. gama ukuran sebesar genggaman untuk tangkai padi yang disabit
  73. gilir balik sistem berladang yang para petaninya berpindah di antara ladang yang pernah dibuka sebelumnya
  74. gin mesin untuk memisahkan serat kapas dari bijinya
  75. halofobi tumbuhan yang tidak dapat hidup pada tanah yang berkadar garam tinggi
  76. hari setelah sebar umur benih setelah disebar
  77. hari setelah tanam umur benih setelah ditanam
  78. hijauan makanan ternak yang terdiri atas rumput, dedaunan, batang lunak, dan sebagainya
  79. imunitas keadaan tumbuhan inang yang bebas dari serangan dan kerusakan yang disebabkan oleh penyakit (parasit)
  80. inang organisme tempat parasit tumbuh dan makan
  81. inbrida pengembangbiakan spesies tertentu yang masih berkerabat untuk melestarikan sifat yang diinginkan
  82. jalur pupuk penempatan pupuk dalam jalur sempit sepanjang deretan tanaman pada jarak tertentu setelah pupuk ditempatkan dalam tanah, biasanya pupuk itu langsung ditimbun dan tidak diaduk dengan tanah
  83. karbonan unsur produksi yang secara khusus digunakan untuk memadu barang-barang baru (misalnya mesin dan pupuk)
  84. karbonan tetap karbonan yang digunakan dalam proses produksi yang sifatnya tidak habis dipakai dalam satu periode produksi
  85. keperluan air jumlah air yang diperoleh tanaman per satuan luas untuk pertumbuhan biasa, sesuai dengan keadaan lapangan
  86. kojoh penuh berisi air (tentang sawah); digenangi air; sebak
  87. kontrol biologis manajemen hama yang melindungi, menambah, atau melepas organisme yang merupakan musuh alami hama
  88. konversi pakan perbandingan antara jumlah pakan ikan yang digunakan dengan produksi daging ikan yang dihasilkan
  89. kultivar varietas tanaman yang dibudidayakan, mempunyai sifat-sifat yang mantap dan dibedakan dari varietas lain secara khas, berdasarkan bentuk, rasa, warna, ketahanan pada penyakit, atau sifat yang lain
  90. kunci botanik cara untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang masing-masing dengan melihat kelengkapan organnya
  91. lahan gundul lahan yang tidak memiliki tanaman di atasnya, biasanya disebabkan penebangan pohon atau kebakaran hutan
  92. lahan kering lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, menggunakan air secara terbatas, biasanya mengharapkan dari curah hujan
  93. lahan kritis lahan yang tidak mampu lagi berperan sebagai unsur produksi pertanian, baik sebagai media pengatur tata air maupun sebagai perlindungan alam lingkungan; lahan marginal
  94. lahan marginal lahan kritis
  95. lahan pertanian lahan yang digunakan untuk usaha pertanian, memproduksi tanaman pertanian, dan sebagainya
  96. lahan subur lahan yang unsur haranya cukup
  97. lahan yasan real estat
  98. lebur sel terjadinya peleburan antara dua sel dalam kultur jaringan dan dihasilkannya sel baru atau hibrida baru
  99. luah volume zat cair yang mengalir melalui permukaan per satuan waktu
  100. masa senggang keadaan petani yang tidak mempunyai pekerjaan di bidang pertanian setelah selesai pemeliharaan tanaman sampai masa panen; masa menganggur
  101. memperdua memiara (ternak) atau mengerjakan sawah orang lain dengan perjanjian dengan mendapat bagian keuntungan separuhnya
  102. memuter mengiris tanah dan mengangkat tanaman di atasnya tanpa merusak dan memberantakkan susunan akar beserta tanah yang meliputi akar-akar itu
  103. menyeduai memiara ternak atau mengerjakan sawah orang lain dengan mendapat bagian keuntungan (biasanya seperduanya); memperduai
  104. mikosis penyakit tumbuhan yang ditimbulkan oleh cendawan
  105. mina padi sistem pemeliharaan ikan, biasanya tawes, dilakukan di sawah bersamaan dengan penanaman padi
  106. mitisida senyawa kimia yang dipergunakan untuk memberantas tungau
  107. monokultur penanaman satu jenis tanaman dalam suatu urutan musim pada tanah yang sama (misalnya baik pada musim hujan maupun musim kemarau hanya ditanami padi)
  108. mulsa bahan seperti jerami (serbuk gergaji, dedaunan, dan sebagainya) yang disebarkan pada permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dari pengaruh air hujan (pemadatan tanah dan sebagainya)
  109. mulsa tunggul sisa tanaman yang ditinggalkan di atas permukaan tanah untuk menutup tanah itu sebelum dan selama persiapan pengolahan tanah
  110. multikultur pola pertanaman yang dalam suatu urutan musim pada tanah yang sama ditanami beberapa jenis tanaman (misalnya pada musim kemarau ditanami palawija dan pada musim hujan ditanami padi)
  111. mumi buah kering yang mengerut karena suatu penyakit (merupakan sumber penularan pada musim berikutnya)
  112. nekrosis pusuh gejala penyakit berupa kematian kuncup, cabang, atau seluruh bagian pucuk tumbuhan
  113. nutfah embrio yang berada di dalam biji
  114. okulasi cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata dari batang atas pada suatu irisan pada kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru
  115. pancausaha lima usaha pertanian, yaitu pemanfaatan pupuk, benih unggul, pestisida, irigasi, dan cara bercocok tanam yang baik
  116. pembakaran semak-semak pembakaran semak belukar atau padang rumput yang kering untuk keperluan pertanaman rumput baru atau untuk memudahkan pengolahan tanah
  117. pembukaan lahan pembersihan lahan, pohon, atau semak belukar untuk dipersiapkan menjadi pastura
  118. pengapuran proses mengapuri tanah (biasanya sebelum menanam kacang kedelai)
  119. pengawetan hijauan upaya menyimpan hijauan yang berlebih pada musim yang baik untuk digunakan pada saat kritis
  120. pengolahan tanah proses mempersiapkan tanah untuk ditanami dan mengendalikan gulma dengan cara membalik tanah
  121. pengurai organisme seperti bakteri tanah dan jamur yang mengurai bahan organik
  122. perawatan benih proses mencampur benih dengan fungisida dan insektisida sebelum benih diuji atau disimpan
  123. perbanyakan penyebaran individu tanaman atau hewan yang berasal dari satu induk
  124. pertanian berkelanjutan pertanian yang sehat secara ekologis, layak secara ekonomi, dan bertanggung jawab secara sosial
  125. pertanian konvensional pertanian yang menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan mesin
  126. pertanian organik sistem produksi pertanian yang menggunakan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis
  127. peta tanah peta yang menunjukkan distribusi jenis tanah berkaitan dengan fitur fisik dan kondisi permukaan bumi
  128. polikultur sistem penanaman pada sebidang tanah dengan berbagai jenis tanaman (padi, palawija, tebu, dan sebagainya) berdasarkan pola urutan musim
  129. propagula setiap bahan tanaman yang digunakan untuk tujuan perbanyakan tanaman
  130. psamolitoral daerah berpasir di suatu perairan yang tempatnya tidak tertentu sampai suatu tempat beberapa meter di atas batas/ujung air (ke daratan)
  131. psikometrika ilmu tentang sifat sistem uap air dan udara
  132. pupuk lengkap pupuk yang mengandung tiga unsur hara, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman
  133. rakit apung sistem tanam dengan cara mengapungkan tanaman di atas larutan nutrisi dengan menggunakan media stirofoam
  134. reklamasi pemanfaatan daerah yang semula tidak berguna untuk memperluas tanah (pertanian) atau tujuan lain, misalnya dengan cara menguruk daerah rawa-rawa
  135. reklamasi pengurukan (tanah)
  136. rotasi cara menanam berbagai jenis tanaman pada bidang tanah yang sama secara bergilir dalam jangka waktu satu tahun atau lebih
  137. saltasi gerakan kencang butir-butir (tanah dan batu-batuan) yang sesuai dengan arah angin
  138. seri tanah kelompok tanah berdasarkan jenis bahan induk dan karakteristiknya, tetapi tidak termasuk tekstur lapisan permukaan
  139. silvisida bahan kimia yang digunakan untuk mematikan pohon
  140. sistem sumbu sistem tanam dengan menggunakan sumbu sebagai media pemberian larutan nutrisi
  141. skarifikasi proses perusakan kulit biji agar menjadi lebih mudah ditembus oleh tunas
  142. swatabur penaburan benih yang tidak dilakukan oleh manusia, tetapi terjadi secara alami
  143. tanah aluvial tanah subur yang terbentuk dari endapan lumpur sungai di dataran rendah, cocok digunakan untuk lahan pertanian
  144. tanah andosol tanah yang berasal dari abu vulkanik, berwarna hitam, abu-abu, cokelat hingga kekuningan, bertekstur gembur, sangat subur, dan cocok untuk lahan pertanian
  145. tanah azonal tanah yang belum menunjukkan perkembangan profil dan dianggap sebagai awal proses pembentukan tanah
  146. tanah bersurat tanah yang sudah mempunyai surat kepemilikan; tanah bersertifikat
  147. tanah gambut tanah yang terbentuk dari proses pelapukan tumbuhan rawa, kurang subur
  148. tanah grumusol tanah yang terbentuk dari material halus berlempung, berwarna kelabu hitam, subur, cocok untuk tanaman padi, jagung, kedelai, tebu, tembakau, dan jati
  149. tanah humus tanah subur yang terbentuk dari pelapukan daun dan batang pohon, banyak terdapat di hutan hujan tropis yang lebat
  150. tanah intrazonal tanah yang faktor pembentuknya adalah faktor lokal terutama bahan induk dan relief
  151. tanah kapur tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur, kurang subur, cocok untuk pohon jati
  152. tanah laterit tanah yang unsur haranya perlahan menghilang larut dalam air karena curah hujan yang tinggi
  153. tanah latosol tanah dengan kandungan bahan organik sedang, bersifat asam, berwarna merah hingga kuning, cocok untuk tanaman palawija, padi, kelapa, karet, dan lain-lain
  154. tanah mediteran tanah hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen, berwarna kemerahan sampai cokelat, kurang subur, cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete
  155. tanah pasir tanah yang terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen, bertekstur kasar dan berkerikil, kurang baik bagi pertanian
  156. tanaman penutup tanaman (seperti rumput atau legum) yang digunakan untuk menekan serangan gulma, mengelola erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengendalikan penyakit serta hama
  157. tegar penampilan tanaman yang sehat dan kuat, biasanya diperlihatkan oleh kemampuan berproduksi normal dalam keadaan suboptimum
  158. tempel mata okulasi
  159. titik layu permanen volume air yang tersisa di tanah ketika tanaman tidak dapat lagi menyerap air
  160. transpirasi pelenyapan uap air dari permukaan daun tumbuhan melalui proses biokimia dan nonkimia
  161. transplantasi pemindahan tanaman ke tanaman lain
  162. tumbuhan indikator tumbuhan yang dapat menunjukkan karakteristik khusus kondisi tanah atau daerah
  163. tumbuhan semusim tumbuhan yang mempunyai daur hidup yang lengkap selama kurang dari setahun (tanaman jagung dan sebagainya)
  164. tumbuhan tahunan tumbuhan yang mempunyai daur hidup yang lengkap dalam waktu lebih dari dua tahun
  165. tumpang gilir bercocok tanam selama semusim atau lebih yang terdiri atas beberapa jenis tanaman yang ditanam secara bergiliran dan bersisipan untuk meningkatkan produktivitas tanah tiap satuan luas dan waktu
  166. tumpang sari bercocok tanam dengan menanam dua jenis tanaman atau lebih secara serentak dengan membentuk barisan-barisan lurus untuk tanaman yang ditanam secara berseling pada satu bidang tanah
  167. turiang anak tanaman padi yang tumbuh secara liar (biasanya setelah dipanen)
  168. turiang sistem penanaman yang tanaman generasi keduanya berasal (tumbuh) dari perakaran tanaman generasi sebelumnya
  169. varietas kelompok tanaman (seperti perdu) dalam jenis atau spesies tertentu yang dapat dibedakan dari kelompok lain berdasarkan suatu sifat atau sifat tertentu
  170. varietas unggul baru varietas tanaman padi yang umurnya berkisar 100—135 hari setelah sebar, anakannya banyak, dan mempunyai malai agak lebat
  171. varietas unggul hibrida varietas tanaman padi yang terbentuk dari individu generasi pertama, berasal dari kombinasi persilangan dua varietas padi yang memiliki potensi hasil lebih tinggi daripada varietas unggulan inbrida
  172. varietas unggul tipe baru varietas tanaman padi yang postur tanamannya tegap, berdaun lebar, dan berwarna hijau tua, beranak sedikit, berumur 100--135 hari setelah sebar, mempunyai malai lebat
  173. vermikompos pengomposan dengan menggunakan cacing tanah
  174. vermikulit silikat aluminium, magnesium, atau besi yang berhidrat, digunakan sebagai media tanam hidroponik
  175. vertikultura cara bercocok tanam dengan menempatkan media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal, biasanya diterapkan pada lahan yang sempit
  176. wanatani sistem pengelolaan lahan pertanian dengan penanaman pohon; agroforestri

Halaman-halaman dalam kategori "id:Istilah pertanian"

Kategori ini memiliki 120 halaman, dari 120.