Lompat ke isi

Pembicaraan Wikikamus:Kutipan

Konten halaman tidak didukung dalam bahasa lain.
Bagian baru
Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Komentar terbaru: 1 bulan yang lalu oleh Swarabakti pada topik Penambahan konteks

Penambahan konteks

[sunting]
  1. Menggambarkan makna sebuah istilah melalui konteks penggunaan yang jelas, selama tidak terlalu panjang; Untuk perihal ini, sepertinya akan lebih baik meletakkan konteks penggunaan yang jelas seperti memenuhi persyaratan predikat, obyek dan subyek karena sepertinya jelas masih terasa ambigu menurut pembacaan saya

Agus Damanik (bicara) 1 Januari 2026 16.40 (UTC)Balas

Terima kasih banyak atas sarannya! Soal konteks penggunaan yang jelas itu maksudnya, makna sebuah istilah bisa digambarkan melalui seluruh unsur yang dikutip kecuali istilahnya sendiri, tanpa bergantung pada unsur di luar kutipan seperti unsur pembentuk atau asal-usulnya (self-contained).
Karena itu, konteks penggunaan yang jelas berbeda-beda syaratnya tergantung kelas kata dan definisi yang dimaksud. Untuk sebagian besar verba dan nomina, konteks yang jelas memang biasanya membutuhkan klausa dengan predikat dan satu unsur kalimat lain (terlepas itu subjek atau objek). Tapi misal untuk interjeksi yang setara dengan klausa sendiri (oh!, aduhai, kan..., dst.) konteks yang jelas bisa jadi memerlukan lebih dari satu kalimat atau bahkan beberapa baris dialog.
Tentunya, kutipan yang konteksnya kurang jelas bukan berarti perlu dibuang, bisa jadi cukup diperluas saja konteksnya dengan menambahkan cuplikan sebelum atau setelahnya; dalam hal istilah berbentuk nomina misalnya, diutamakan yang ada predikatnya agar jelas aksi yang diterapkan pada nomina tersebut.
Mungkin akan lebih jelas kalau ada penggambaran melalui contoh langsung sih, ya. Tadi aku baru coba baca-baca pedoman kutipan di edisi bahasa lain (sebagian via terjemah otomatis), tampaknya versi jawikt paling runut penjelasannya dan memberikan contoh langsung soal kutipan seperti apa yang diharapkan. Tidak terlalu detail tapi minimal ada patokan langsung yang bisa dipahami... — swarabakti💬 2 Januari 2026 09.34 (UTC)Balas
Nanti aku coba masukkan juga, sebetulnya ada cara sederhana untuk menentukan apakah konteks penggunaan sudah cukup jelas menggambarkan makna sebuah istilah atau tidak, yaitu menukar istilahnya dengan "X". Kalau makna "X" masih bisa ditebak dari keseluruhan kutipan, berarti konteksnya sudah jelas. Mis. "Ia pergi ke pasar untuk membeli sayur dan buah-buahan," kalau ditukar "Ia pergi ke X untuk membeli sayur dan buah-buahan", makna X di situ masih bisa ditebak sebagai sebuah tempat (karena dituju oleh aksi "pergi") yang ada jual beli kebutuhan sehari-harinya (karena terjadi pembelian sayur dan buah-buahan). — swarabakti💬 2 Januari 2026 09.38 (UTC)Balas