Lompat ke isi

Pembicaraan Wikikamus:Tata letak entri

Konten halaman tidak didukung dalam bahasa lain.
Bagian baru
Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Komentar terbaru: 3 bulan yang lalu oleh Swarabakti pada topik Usulan (2025)

Usulan Tata Letak (2005)

[sunting]

Saya mengusulkan tata letak yang sdkt berbeda:

===[[Bahasa Indonesia]]===
*''kata benda (kb.)''
#arti

Tampilannya seperti ini:

  • kata benda (kb.)
  1. arti

Untuk kata turunan, misalnya entri copet:

===[[Bahasa Indonesia]]===
*''kata benda (kb.)''
#('''kata dasar''') arti
#('''kata turunan''') arti
  • kata benda (kb.)
  1. (copet) arti
  2. (pencopet) orang yang melakukan tindakan copet

Hayabusa future 07:34, 12 November 2005 (UTC)

Saya sih ikut saja sementara, mungkin kalau ada perbaikan bisa dilakukan belakangan, mesti cari referensinya dulu nih, kamus EYD --Borgx 08:05, 12 November 2005 (UTC)

Usulan Tata Letak (2022)

[sunting]

Penentuan tata letak entri sangat diperlukan untuk standarisasi entri dan kemudahan pemeliharaan. Karena belum ada kesepakatan mengenai tata letak entri, berikut saya usulkan 2 bentuk tata letak untuk entri di Wikikamus. Untuk tata letak dasar, saya mengusulkan seperti tata letak entri dija, yaitu:

==bahasa Indonesia==
{{-nom-|id}}
# Definisi 1 (b. Indonesia) 
#* Contoh kalimat
#*: Terjemahan contoh kalimat (bila ada)
====Rujukan====

Tata letak seperti ini bisa juga diterapkan untuk bahasa-bahasa daerah yang sudah memiliki kamus.

Sementara secara lengkap saya mencoba mengembangkan tata letak yang biasa digunakan di WT-ID, namun dengan sedikit gubahan untuk urutannya:

==bahasa Indonesia==
===Etimologi===
===Pelafalan===
* Transkripsi (IPA atau lainnya)
* Berkas audio (bila ada)
{{-nom-|id}}
# Definisi 1
#* Contoh kalimat
# Definisi 2
#* Contoh kalimat
====Catatan penggunaan====
{{-drv-}}
{{-syn-}}
{{-ant-}}
{{Terjemahan}}
====Referensi====
{{-verb-|id}}
# Definisi 1
#* Contoh kalimat
====Catatan penggunaan==== 
{{-drv-}}
{{-syn-}}
{{-ant-}}
{{Terjemahan}}
====Referensi====
---- (Garis pemisah entri bahasa)
==bahasa Tagalog==
===Etimologi===
===Pelafalan===
{{-nom-|tl}}
# Definisi 1 (b. Indonesia)
#* Contoh kalimat (b. Tagalog)
#** Terjemahan contoh (b. Indonesia)
# Definisi 2 (b. Indonesia)
#* Contoh kalimat (b. Tagalog)
#** Terjemahan contoh (b. Indonesia)
{{-drv-}}
{{-syn-}} (bila ada)
{{-ant-}} (bila ada)
====Referensi====

Untuk tingkatan judul untuk subbagian etimologi perlu tidak menggunakan templat (-etym-) lagi untuk memperjelas etimon dari kata-kata yang homofon namun berbeda makna, agar tidak membingungkan seperti pada entri kahar. Templat seperti (KBBI-footer) dan (Pusba:KBBI) perlu ditinggalkan karena sangat mengganggu, baik secara visual juga menyebabkan kejadian vandal halaman pembicaraan kerap terjadi. Untuk tata letak dari entri berbahasa lain mungkin dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing bahasa, lebih baik dibuat semacam panduan entri seperti panduan entri bahasa Indonesia di WT-EN. Sekian usulan dari saya. Salam. Mbee-wiki (bicara) 22 Agustus 2022 14.33 (UTC)Balas

Jangan membiasakan diri mengasumsikan segala sesuatu yang Anda tidak berpartisipasi sebagai tidak ada. Tata letak entri sudah dijelaskan sejak 2011: Wiktionary:Warung_Kopi/Arsip#Baru!_(Juli_2011), Wiktionary:Format Kamus. Apakah Anda sudah ada di proyek ini pada 2011? Selama bertahun-tahun hampir tidak ada kontributor aktif yang lain. Semua perubahan sudah diajukan melalui Warung Kopi dan tidak ada penolakan. Mengajukan perubahan boleh-boleh saja, tapi tetap harus memperhatikan sejarah dan alasan format yang lama.
Etimologi
Kamus-kamus bahasa Indonesia sangat miskin etimologi. Tidak bisa mengharapkan setiap lema diawali oleh etimologi seperti Wikipedia bahasa Inggris. Karena tidak semua bahasa bisa diidentifikasi dengan etimologi, maka usulan format seperti WTEN tidak dapat dijalankan di sini.
Contoh homofon jauh lebih sedikit dibanding yang bukan homofon, dan dapat dengan mudah diatasi dengan memberi pernyataan di awal etimologi. Sama sekali bukan suatu masalah.
Secara penggunaan kamus, ketika seseorang membuka kamus, yang diharapkan pertama kali (paling atas/paling depan) adalah arti/makna/definisi, bukan etimologi. Etimologi adalah informasi tambahan (bonus), yang tidak harus ada, dan tidak seharusnya diletakkan di bagian atas/sebelum definisi. Tata letak di en.wikt bukan tata letak yang natural di dalam sebuah kamus. Selain itu informasi etimologi dari bahasa-bahasa tua / proto-bahasa penuh dengan jargon dan karakter yang asing bagi pembaca awam dan cukup put-off (membuat risih) orang yang membaca. Saya pribadi menghindari menaruh etimologi yang tidak perlu, kecuali di lema-lema yang memang etimologinya menarik.
Templatisasi
Semua header level 2 dan 3 menggunakan templat, supaya mempermudah pelacakan lema apa saja yang memiliki header tersebut. Header level 2 dan 3 tanpa templat tidak digunakan lagi di semua lema.
Footer
KBBI-footer dan Pusba:KBBI dibuat karena puluhan ribu lema yang ditambahkan berasal dari KBBI Pusba, sementara ada 12 ribu lebih lema bahasa Inggris bersumber dari Glosarium Pusba {Templat:GPB), dan bisa jadi di masa depan ada batch lema yang berasal dari satu sumber, akan dibuatkan masing-masing templat berdasarkan sumbernya. Idealnya sumber dicantumkan setelah definisi, karena bisa jadi ada tambahan definisi baru dari penyunting Wiktionary, atau ketika suatu definisi telah disunting, sehingga berbeda dari definisi KBBI Pusba, maka sumber yang menyatakan definisinya dari KBBI Pusba bisa dihilangkan. Idealnya. Tapi pada waktu itu tidak terpikirkan, dan kesulitan teknisnya lebih tinggi, sehingga hanya mencontoh dari yang sudah ada (12 ribu lema dari GPB). Kesemuanya merupakan seri dari templat-templat referensi.
Bedanya dengan KBBI-footer, templat ini dibuat memang tidak mencontoh templat lain, alias kreasi baru. Fungsinya adalah untuk menambah footer yang standar untuk semua lema bahasa Indonesia (lema bahasa lain tidak ada yang menggunakan footer). Sedangkan konten footer itu sendiri bisa dibahas lebih lanjut. Konten footer saat ini sudah didokumentasikan secara jelas di templat tersebut. Silakan lihat perubahan revisi dari templat tersebut untuk memahami sejarahnya.
  • Footer awalnya berisi 3 pranala "lihat pula" yang berguna untuk mencari lema yang berhubungan (yang isinya mengandung lema tersebut, yang judulnya mengandung lema tersebut, dan pranala balik lema tersebut). Hal ini bukan inovasi baru, melainkan diadaptasi dari halaman disambiguasi di Wikipedia. Pranala balik terutama berfungsi untuk mencari lema asing yang memiliki arti yang sama.
  • Fitur yang utama di KBBI-footer adalah pada waktu itu (2009-dst), situs KBBI sangatlah jelek dan tidak dapat dibuat pranala referensi secara otomatis, sehingga diperlukan pranala referensi pihak ketiga. Dalam perkembangannya, kini KBBI sudah bisa dibuat pranalanya. Namun KBBI versi 5 memiliki banyak perubahan dibanding versi 3 dan masing-masing situs memiliki fitur-fitur khas yang membantu pembaca yang ingin mencari rujukan yang lebih lengkap. Dalam perkembangannya, adanya footer yang tersentralisasi sangat memudahkan untuk mengubah 1x dan puluhan ribu halaman otomatis referensinya diperbarui, karena seperti yang sudah kita ketahui, situs KBBI sangat sering berganti-ganti nama. Bandingkan apabila referensi ditaruh secara manual di masing-masing lema, bisa gila yang memperbaruinya setiap 2 tahun sekali!
  • Dalam perkembangannya, referensi ke situs KBBI dikembangkan dengan referensi ke tesaurus, terjemahan otomatis, glosarium, korpora, penggunaan di Wikipedia dan Wikisource, serta ilustrasi dari lema tersebut (apabila memungkinkan). Saya pribadi sering kali terbantu dengan alat-alat tambahan ini, entah mengapa Anda membencinya.
  • Fitur "Diskusikan lema ini", saya lupa dari mana saya mengadopsinya diadopsi dari Wikipos/Wikizine (atau semacamnya), bukan ciptaan saya sendiri. Adapun tujuannya justru adalah untuk mempermudah pembaca untuk menambahi informasi tanpa harus terbebani dengan format, mendaftar, dsb. Saya sebagai pengurus yang 10 tahun lebih fitur ini ada tidak merasa terbebani dengan vandal, kok malah Anda yang terbebani? Apakah Anda pernah sekali pun memberi tag "hapus" untuk suntingan uji coba di ruang nama pembicaraan? Saya cek tidak ada. Lalu Anda punya kepentingan apa dengan vandalisme/suntingan uji coba yang tidak terkait dengan Anda? Apakah Anda tidak sadar bahwa ini wiki dan semua orang bisa menyunting, dan vandalisme/suntingan uji coba bisa terjadi di ruang nama apa pun juga? Apakah Anda punya data bahwa vandalisme/suntingan uji coba di ruang nama pembicaraan jauh lebih banyak/lebih disruptif daripada vandalisme/suntingan uji coba di ruang nama utama? Jangan mengada-ada. Lihat dulu Semua halaman pembicaraan dan berapa banyak yang berupa masukan yang positif dan konstruktif. Menghapus halaman uji coba itu sangat mudah kok, dan saya serta pengurus yang lain sering melakukannya tanpa pamrih, kok Anda yang sewot? Halaman pembicaraan yang kosong tidak ada manfaatnya (saya baca di proyek-proyek kecil, fitur halaman pembicaraan merupakan fitur gagal, dan tulisan di halaman pembicaraan hampir tidak pernah dibaca), dan mayoritas pembaca sama sekali tidak menyadari distingsi antara ruang nama utama dan pembicaraan, oleh karena itulah kedua ruang nama itu "disatukan" melalui templat footer tersebut, sehingga apa pun yang ditulis di halaman pembicaraan, otomatis muncul di halaman lema. Menurutku itu suatu tambahan yang sangat berguna.
  • Pada perkembangannya dibedakanlah/dipecah antara KBBI-footer dengan footer biasa. Bedanya adalah KBBI-footer selalu bersama Pusba:KBBI, karena lema tersebut bersumber dari KBBI, sementara Templat:footer digunakan pada lema Indonesia yang bukan bersumber dari KBBI. Selain cara ini, saat ini tidak ada cara membedakan antara keduanya.
Selain dari poin-poin di atas, saya setuju dengan tambahan di format kamus saat ini:
  • penambahan audio
  • sinonim dan antonim, saya mulai meninggalkan {{-syn-}} dan {{-ant-}} dan mulai beralih seperti di contoh lema ini, karena bisa mencakup sinonim, antonim, hipernim, hiponim, dll. dalam satu baris, tepat di bawah definisi.
  • sehubungan dengan poin sebelumnya, informasi etimologi pun menurut saya bisa diletakkan tepat di bawah definisi, karena seperti yang sudah saya sampaikan, jumlah lema bahasa Indonesia (maupun bahasa daerah) yang diketahui etimologinya sangatlah sedikit dibanding keseluruhan lema, sehingga tidak perlu ada subbagian khusus etimologi, melainkan hal tersebut berupa "informasi tambahan" yang diletakkan di bawah definisi. Contoh: kahar
Dan poin-poin ini bisa dibahas lebih lanjut:
  • "Catatan penggunaan": dibanding jumlah lema secara keseluruhan, lema yang membutuhkan catatan penggunaan sangatlah sedikit, sehingga tidak perlu diharuskan ada
  • contoh kalimat, antara diletakkan setelah definisi dengan dicetak miring dan diberi "br", sebagaimana di KBBI, atau di baris baru dengan indentasi, sebagaimana di WTEN
  • format yang berbeda untuk selain bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah Indonesia: silakan dibahas lebih lanjut, karena memang kamus ekabahasa dan kamus dwibahasa tidak akan sama formatnya.
  • etimologi, sinonim, antonim dipindahkan ke bawah masing-masing definisi, tidak lagi disejajarkan dengan frasa dan turunan
Kemudian saya tidak setuju dengan poin-poin ini:
  • garis pembatas antara bahasa: ngapain??
  • hampir tidak ada spasi kosong antara baris: sangat buruk dan membuat menyunting tidak nyaman
  • pelafalan IPA di baris tersendiri. Langsung saja di baris lema kepala. Contoh: apel
  • rujukan/referensi, pada umumnya adalah Pusba:KBBI, maka dari itu ada footer. Untuk rujukan referensi tambahan, silakan ditambahkan, tapi tidak berarti semua lema wajib memiliki rujukan, karena Wiktionary bukan Wikipedia.

Bennylin
29 Agustus 2022 18.54 (UTC)Balas
> Transkripsi (IPA atau lainnya)
FYI: transkripsi <> pelafalan
Usulan saya:
  • IPA merupakan satu-satu sistem pelafalan yang digunakan di wiki ini
  • pelafalan IPA di baris tersendiri, di dekat dan di atas berkas audio seperti di wikikamus bahasa Esperanto
  • transkripsi di baris lema kepala (untuk abjad non-Latin)
> ====Catatan penggunaan==== { {-drv-} } { {-syn-} } { {-ant-} }
Usulan saya:
Taylor 49 (bicara) 29 Agustus 2022 20.38 (UTC)Balas

Usulan (2025)

[sunting]

Sebagai tindak lanjut dari pesan sebelumnya mengenai Komunitas Wiktionary Indonesia di Wikikamus:Warung Kopi, berikut ini saya sampaikan usulan perombakan kebijakan tata letak di Wikikamus bahasa Indonesia, berdasarkan hasil diskusi awal dengan beberapa teman-teman komunitas, serta rujukan-rujukan akademis mengenai penyusunan kamus. Pertimbangan adopsi format baru akan diberikan, diikuti dengan jabaran usulan, sebelum lanjut ke pembahasan teknis. Istilah-istilah penting akan saya berikan definisi spesifik pada daftar istilah di bagian akhir usulan, sebelum daftar pustaka.

Pertimbangan

[sunting]

Mengapa mengadopsi format tata letak yang baru?

Setidaknya ada beberapa permasalahan yang menjadi dasar pertimbangan untuk perombakan kebijakan ini:

  • Masalah pampangan nama bahasa.
    • Saat ini, nama bahasa ditampilkan menggunakan templat tersendiri untuk setiap bahasa (biasanya dengan format kode bahasa atau nama bahasa), yang menjadikan beragam templat penting tidak dapat dibuatkan pintasan singkatnya (seperti misalnya {{lb}} untuk {{label}}).
    • Tampilan nama bahasa yang dipranalakan pada subjudul tingkat 2 juga bermasalah. Selain kapitalisasinya yang kurang sesuai untuk subjudul (semestinya diawali dengan huruf kapital), tampilan ini juga tidak ramah bagi pengguna seluler (yang seringkali tidak sengaja mengeklik pranalanya ketika hendak membentangkan isi subjudul).
    • Entri terpisah untuk setiap nama bahasa juga tidak memenuhi kelayakan dan wajib dihapus, karena tidak memiliki makna khusus selain daripada gabungan makna unsur-unsurnya.
  • Masalah pampangan kata kepala.
    • Saat ini, kata kepala ditampilkan di bawah kelas kata (seperti di enwikt), sehingga otomatis diulang pada awal setiap subjudul kelas kata.
    • Pengulangan ini tampaknya lewah (redundan), karena tidak ada informasi baru yang diberikan oleh kata kepala di tiap kelas kata (kecuali sebagai patokan untuk bentuk infleksi bagi bahasa yang memilikinya).
    • Tampilan kata kepala yang hanya berupa teks ukuran normal dengan cetakan tebal juga kurang mencolok, apalagi bagi pembaca kamus daring lain yang biasanya menampilkan kata kepala dengan ukuran besar di atas semua unsur penjabaran entri (seperti KBBI).
  • Masalah homograf dan homonim.
    • Saat ini, tidak ada pembedaan baku untuk homograf (pasangan istilah sama tulisan) yang berbeda pelafalan dan homonim (pasangan istilah sama tulisan dan sama bunyi) yang berbeda etimologi.
    • Pelafalan tidak selalu diberikan panduannya, sementara perbedaan makna seringkali dipukul rata sebagai polisem (pasangan istilah sama tulisan, sama bunyi, dan sama akar) dan diurutkan dalam daftar yang sama.
    • Peletakan kata kepala di bawah kelas kata memperparah hal ini, karena makna homonim dengan kelas kata yang sama dapat dicampurkan di bawah satu kata kepala, sementara makna polisem dengan kelas kata berbeda dipisahkan, kontras dengan susunan kamus pada umumnya.
    • Sebagai perbandingan, di enwikt, kelas kata dan daftar definisi polisem dapat dijadikan anak dari subjudul etimologi dengan penomoran untuk membedakan homonim, yang kemudian dapat pula dijadikan anak dari subjudul pelafalan dengan penomoran untuk membedakan homograf. Hanya saja, karena kata kepalanya muncul jauh di bawah kelas kata, pembedaan homonim dan homograf dengan cara ini dapat membingungkan bagi yang tidak terbiasa.
  • Masalah urutan unsur-unsur entri.
    • Saat ini, seluruh unsur entri kecuali kelas kata biasanya diurutkan sebagai subjudul setelah daftar definisi polisem, bahkan terkadang dicantumkan langsung di bawah setiap baris (misalnya dengan penggunaan templat {{etym}}). Urutan ini tidak lazim digunakan oleh kamus tradisional, terutama untuk unsur-unsur yang sifatnya berlaku umum bagi seluruh polisem atau bahkan homonim, seperti variasi, etimologi, dan pelafalan.
  • Masalah fitur tambahan.
    • Saat ini, hampir seluruh entri bahasa Indonesia memiliki fitur-fitur tambahan seperti tampilan galeri otomatis, pencarian di situs dan proyek lain, hingga kolom diskusi, yang tidak memberikan informasi leksikografis tambahan secara langsung pada entri. Meski begitu, tampilannya seringkali memakan tempat lebih banyak daripada entrinya sendiri.

Usulan

[sunting]
Terkait pembagian unsur halaman
  • Setiap halaman yang berisi entri di Wikikamus adalah halaman entri, baik itu terletak di ruang nama utama (untuk bahasa alami dan Esperanto) ataupun Lampiran (untuk bahasa buatan lain dan rekonstruksi bahasa purba).
  • Setiap halaman entri dapat memiliki satu atau lebih subjudul bahasa.
  • Setiap subjudul bahasa dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian konten dan bagian lampiran.
    • Bagian konten terdiri atas entri atau entri-entri dari bahasa tersebut.
    • Bagian lampiran berisikan informasi tambahan yang tidak langsung terkait dengan entri spesifik, seperti rujukan, bacaan lanjutan, atau informasi tambahan lainnya.
  • Setiap entri dapat dibagi menjadi tiga bagian: kepala entri, badan entri, dan kaki entri.
    • Kepala entri berisikan informasi yang berlaku bagi seluruh isi entri, seperti kata kepala, pemenggalan, pelafalan, ragam bentuk, dan etimologi.
    • Badan entri berisikan informasi utama sebuah entri, yang mencakup kelas kata beserta definisi, sinonim, contoh kalimat, kutipan, catatan pemakaian, dan istilah turunan.
    • Kaki entri berisikan informasi tambahan yang tidak langsung terikat dengan definisi spesifik, seperti keturunan, terjemahan, dan lihat pula.
    • Terkadang pula, ada konten yang dimunculkan di pinggir kanan entri. Bagian ini sebaiknya hanya digunakan untuk ilustrasi gambar dan informasi tambahan lainnya, dan tidak digunakan untuk informasi leksikografis seperti bentuk infleksi, yang semestinya diletakkan di badan entri.
Terkait susunan dan konten setiap unsur
  • Nama bahasa dimunculkan dengan kapitalisasi pada subjudul dan awal butir dalam daftar (misalnya, pada bagian Keturunan dan Terjemahan), tetapi tidak dikapitalisasi pada teks isi.
  • Letakkan kata kepala dengan tampilan mencolok pada bagian kepala entri, sebelum semua unsur.
  • Jika sebuah subjudul bahasa memiliki beberapa homonim, yakni entri yang sama tulisan dan sama bunyi tapi memiliki akar berlainan, pisahkan setiap homonim dengan kata kepala bernomor.
  • Jika sebuah subjudul bahasa memiliki beberapa homograf, yakni kelompok homonim yang sama tulisan tapi berbeda bunyi, pisahkan dengan mengulang penomoran homonim di setiap kelompok.
  • Letakkan pemenggalan dan pelafalan (transkripsi IPA dan audio) dalam satu baris tanpa subjudul terpisah. Letakkan pelafalan hanya pada kepala entri homonim pertama dari setiap kelompok homograf, karena homonim dalam satu kelompok sudah pasti berbagi pelafalan yang sama.
  • Letakkan ragam bentuk di bagian kepala entri, setelah baris pemenggalan dan pelafalan, tetapi sebelum etimologi. Apabila ragam bentuk tersebut berlaku untuk lebih dari satu entri, letakkan ragam bentuk tersebut di paling awal subjudul bahasa, sebelum semua entri.
  • Letakkan etimologi di bagian kepala entri, tepat sebelum badan entri.
  • Pisahkan badan entri berdasarkan kelas kata, lalu buat daftar definisi polisem di bawahnya, mengikuti urutan kelaziman.
  • Letakkan sinonim, contoh kalimat, dan kutipan langsung di bawah baris definisi yang terkait.
  • Letakkan catatan pemakaian dan istilah turunan di bawah setiap kelas kata, setelah daftar definisi polisem.
  • Letakkan keturunan, terjemahan, dan lihat pula di bagian kaki entri, setelah semua bagian badan entri selesai dijabarkan.
  • Letakkan rujukan di bagian lampiran, dan gunakan utamanya untuk memuat daftar sitiran dari informasi yang diberikan tag rujukan.
  • Letakkan bacaan lanjutan setelah rujukan, untuk memasukkan sumber lain yang dapat menjadi pelengkap atau pembanding (bukan rujukan bagi informasi yang disebutkan di entri).
  • Buang seluruh fitur tambahan yang tidak langsung berkaitan dengan fungsi perkamusan. Jikapun ingin dipertahankan, fitur-fitur ini wajib dipisahkan sebagai perkakas (gadget) JS tersendiri, sehingga pengguna dapat memilih sendiri fitur mana saja yang hendak diterapkan.
Tidak langsung terkait dengan tata letak
  • Tukar kata, frasa, lema dengan istilah, entri, lema, sublema
    • Buang semua templat subjudul dan kategori yang mengandung "kata" dan "frasa", karena tidak memberikan informasi tambahan apapun selain dari adanya spasi ortografis di kata kepala. Keberadaan spasi ortografis cukup ditandai dengan satu kategori tambahan di setiap bahasa, dengan format semacam "xxx:Rangkaian kata" (multiword terms di enwikt).
    • Tukar "kata" dan "frasa" dengan "istilah" apabila merujuk pada bentuk yang dijadikan kata kepala.
    • Tukar "kata" dan "frasa" dengan "entri" apabila merujuk pada kata kepala dan keseluruhan penjabarannya.
    • Tukar "kata" dan "frasa" dengan "lema" apabila merujuk pada istilah yang dijadikan acuan penjabaran definisi utama bagi beragam bentuk, dan dengan "sublema" apabila merujuk pada istilah yang hanya merupakan bentuk infleksi/turunan dsb. Penentuan lema dan sublema dapat berbeda-beda tergantung bahasa; sebagian bahasa mungkin hanya memiliki lema tanpa sublema. Kategori "xxx:Lema" dan "xxx:Sublema" langsung menginduk pada kategori "Bahasa X" yang menjadi akar bagi semua kategori terkait bahasa tersebut.
  • Tukar variasiragam bentuk (alternative form); gunakan istilah "variasi" untuk ragam bentuk lintas bahasa, yang biasanya diletakkan sebelum subjudul bahasa pertama.
  • Tukar referensirujukan
  • Jadikan judul dalam bahasa Indonesia sebagai halaman utama bagi semua templat penting, dan jadikan sisanya sebagai pintasan menuju templat tersebut. Mis. {{head}}{{kepala}}, {{-drv-}}{{-turunan-}}, {{ux}}{{contoh}} dst.

Teknis

[sunting]

Mengadopsi tata letak unsur yang benar-benar baru tentunya akan berisiko tinggi.

Sejauh ini, saya belum berani mengotak-atik templat dan modul yang sudah ada. Apabila usulan ini diadopsi, perubahan minimal dapat dilakukan dengan menggunakan templat-templat baru untuk menggantikan yang lama (apabila memungkinkan). Templat lama dapat dijadikan pintasan atau dihapus jika tidak digunakan lagi setelah transisi ke tata letak baru.

Beberapa akomodasi yang diperlukan dari segi teknis:

  • Templat {{bahasa}} (dengan pintasan {{bhs}}) dapat digunakan untuk memunculkan semua nama bahasa sebagai "Bahasa X" (huruf awal kapital) secara default, atau sebagai "bahasa X" (huruf awal bukan kapital) via nocap=1 ketika digunakan pada teks isi.
  • Templat subjudul selain kelas kata tetap dapat menggunakan format {{-subjudul-}}, tetapi sebaiknya tidak mencakup fungsi apapun kecuali untuk menampilkan subjudul secara visual dan menambahkan patokan (anchor) untuk pranala dari tempat lain, jika kode bahasa dipertahankan. Menempatkan semua fungsi utama pada teks isi alih-alih subjudul membantu memperjelas bagian mana yang perlu disunting oleh pengguna ketika ada yang perlu ditambahkan atau diperbaiki. Untuk menghemat tempat dan membuat konten lebih mencolok, tampilan subjudul sebaiknya cukup berupa teks normal yang ditebalkan (cf. format subjudul di dewikt), mungkin dengan tambahan ikon di sebelah kiri.
  • Templat {{kepala}} (pengganti {{head}}) dapat digunakan untuk menampilkan kata kepala di bagian awal entri, termasuk (jika ada) nomor homonim, ragam bentuk aksara (dengan pranala), ragam romanisasi (tanpa pranala), serta interwiki ke edisi bahasa dari entri tersebut. Istilah dengan spasi ortografis di dalamnya akan mendapatkan kategori tambahan otomatis untuk rangkaian kata.
  • Templat kelas kata tetap dapat menggunakan format {{-kelas kata-|kode bahasa}}, tetapi tidak lagi memerlukan {{head}} karena kata kepala sudah diletakkan di atasnya. Adapun penjabaran golongan nomina dan bentuk infleksi dapat tetap dimunculkan di bawah templat kelas kata untuk bahasa-bahasa yang memerlukannya.
  • Modifikasi pada MediaWiki:Common.js dapat dilakukan untuk menyembunyikan secara default unsur-unsur berikut ini (lihat contohnya pada tampilan komputer di entri bewwikt untuk abang):
    • Sinonim, contoh kalimat, dan kutipan setelah definisi dengan tuas (toggle) pembentang yang dicantumkan pada baris definisi di atasnya seperti di enwikt.
    • Tabel (untuk infleksi, deklinasi, atau konjugasi) dan kotak (untuk terjemahan) pada bagian entri, dengan keseluruhan kop sebagai tombol pembentang seperti di enwikt.
    • Rincian di bagian kepala entri (baris pelafalan tambahan, ragam bentuk, etimologi, dsb.) dengan baris kata kepala sebagai tombol pembentang.
    • Rincian di bagian lampiran (rujukan dan bacaan lanjutan), dengan tuas pembentang yang dicantumkan di akhir bagian subjudul bahasa.

Daftar istilah

[sunting]
entri (entry)
Kata kepala beserta semua unsur penjabarannya secara keseluruhan.
homograf (homograph)
Pasangan istilah yang sama ejaan, tapi belum tentu sama lafal. Pada kamus cetak, istilah homograf biasanya dibedakan dengan menambahkan keterangan pelafalan setelah kata kepala.
homonim (homonym)
Pasangan istilah yang sama ejaan dan sama lafal, tapi berbeda asal. Pada kamus kiwari manapun, baik itu daring ataupun cetak, homonim hampir tidak pernah disatukan dalam satu entri. Pemisahan ini tidak perlu menunggu kajian etimologi; pekamus dapat saja memutuskan untuk memisahkan kelompok makna tertentu yang terlalu berbeda sebagai homonim dengan etimologi yang belum diketahui. Apabila terdapat beberapa entri homonim, setiap entri biasanya diberikan penomoran dengan tika atas sebelum kata kepala. Penomoran ini diulang dari awal untuk setiap pelafalan yang berbeda. Mesti dibedakan dari polisem.
istilah (term)
Segala bentuk ungkapan yang dapat diberikan definisi khusus; dalam hal ini mencakup kata dasar, kata turunan, gabungan kata, idiom, dlsb.
kata kepala (headword)
Istilah yang menempati posisi utama, yakni bagian paling awal dari sebuah entri. Pada kamus cetak, letaknya biasanya di paling kiri (atau paling kanan jika arah penulisannya kanan ke kiri), sedangkan pada kamus daring, letaknya biasanya di paling atas.
kelas kata (part of speech)
Penggolongan istilah menurut ciri morfologis dan sintaktisnya. Pada Wikikamus, kelas kata menjadi subjudul di bawah setiap entri dan induk dari definisi polisem, dan juga mencakup golongan selain kelas kata sejati yang menempati posisi serupa.
lema (lemma)
Istilah yang menjadi acuan utama dari bentuk turunan dan/atau infleksi. Pada kamus cetak, lema biasanya diletakkan menjorok ke kiri dengan penebalan, sementara sublema biasanya hanya ditebalkan dalam penjabaran tanpa membuat baris baru. Kriteria pembedaan lema dan sublema bergantung pada konvensi perkamusan untuk setiap bahasa. Terdapat pula bentuk nonlema, seperti infleksi reguler yang biasanya tidak dimasukkan sebagai lema maupun sublema pada kamus.
polisem (polyseme)
Pasangan istilah yang sama ejaan, sama lafal, dan sama asal, tetapi berbeda makna akibat pergeseran dan perluasan alami. Umumnya disatukan sebagai daftar definisi di dalam satu entri yang sama. Mesti dibedakan dari homonim.

Daftar pustaka

[sunting]
  • Atkins, S., Rundel, M. (2008). The Oxford guide to practical lexicography. Oxford: Oxford University Press
  • Jackson, H. (2002). Lexicography: An introduction. London dan New York: Routledge.
  • Lauder, A. F. (2010). Data for lexicography: The central role of the corpus. Wacana 12 (2): 219—242.
  • Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (2019). Petunjuk teknis penyusunan kamus ekabahasa. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Sunaryo, A., Patoni, A., Basiroh, U. (1990). Pedoman penyusunan kamus dwibahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tanggapan

[sunting]

Draf kebijakan lengkap untuk mengakomodasi usulan di atas telah saya susun di sini. Silakan berikan tanggapan Anda di bawah ini. — swarabakti💬 12 November 2025 10.26 (UTC)Balas

Tambahan: lihat pula draf model entri untuk contoh penerapan lengkapnya. — swarabakti💬 13 November 2025 09.00 (UTC)Balas
Memanggil beberapa kontributor aktif selama sebulan terakhir: @Fatamorganaa @Ekirahardian @Bennylin @Taylor 49 @Agus Damanik @Muislate @OrangKalideres @Chongkian @Najla Khairani Siregar @Nafisathallah @HaidirAndiNovianto @Ardzun @Iripseudocorus @IHLubisswarabakti💬 21 November 2025 01.17 (UTC)Balas

Usulan 2025 B

[sunting]

@User:Swarabakti: Saya tidak setuju dengan usulan 2005

===[[Bahasa Indonesia]]===
*''kata benda (kb.)''
#arti

dan juga tidak setuju dengan usulan 2022

==bahasa Indonesia==
{{-nom-|id}}

serta tidak setuju dengan Wikikamus:Model entri yang cukup rusak sejak tahun 2011.

> Jangan membiasakan diri mengasumsikan segala sesuatu yang Anda tidak
> berpartisipasi sebagai tidak ada. Tata letak entri sudah dijelaskan
> sejak 2011: Wikikamus:Warung_Kopi/Arsip#Baru!_(Juli_2011),
> Wiktionary:Format Kamus. Apakah Anda sudah ada di proyek ini
> pada 2011? Selama bertahun-tahun hampir tidak ada kontributor
> aktif yang lain.

Penjelasan tata letak diumumkan pada tahun 2011 pasti tidak relevan lagi, karena jutaan templat dan modul dimasukkan dari wikikamus bahasa Inggris, elemen yang tidak ada dalam penjelasan itu. Ada lebih dari 2'000 halaman di Kategori:Halaman dengan galat skrip oleh karena modul rusak disalin dari wikikamus bahasa Inggris.

Pasti tata letak entri masih boleh didiskusikan. Penyumbang terbesar adalah User:OrophinBot, yang malangnya sering menyalin isi dari KBBI yang berhak cipta. Contoh: wikikamus kbbi.web.id kbbi.kemdikbud.go.id -> Moda Terbatas.

Untuk "header" tingkat 2 dan tingkat saya mengusulakn solusi yang digunakan di halaman canonical form of partial differential equation:

== bahasa Inggris ==
=== Nomina ===
{{bakk|en|SB}}
# [[bentuk kanonis persamaan diferensial parsial]]

Lihat juga versi lama yang sama sekali rusak.

Saya tidak memiliki pendapat kuat tentang isi selain L2 dan L3.

Tetapi saya juga mengusulkan penghapusan semua lebih dari 2'000 templat kode bahasa di Kategori:Templat bahasa dan Kategori:Templat kode bahasa sesudah dipisahkan dari halaman berguna. Omong-omong, mengapa ada halaman lema dalam kategori templat itu? Taylor 49 (bicara) 14 November 2025 21.01 (UTC)Balas

@Taylor 49: Coba baca lagi secara lengkap usulan saya di atas, dan utamanya baca draf kebijakan lengkapnya di sini dan draf model entri di sini (seperti yang saya tautkan di atas), serta cek Kategori:Uji coba tata letak entri 2025 apabila ada yang hendak ditanggapi.
Subjudul tingkat 2 sudah pasti akan tetap dimunculkan dengan apitan ==, tapi nama bahasa menurut saya tetap harus dimunculkan dengan templat, untuk menghindari keragaman nama (terutama untuk bahasa-bahasa yang punya beberapa nama alternatif), ataupun bahasa yang namanya dieja menggunakan diakritik. Untuk itu saya memanfaatkan ulang {{bahasa}}/{{bhs}}, yang juga dapat digunakan oleh templat lain untuk memunculkan nama bahasa pada teks isi. Templat ini murni untuk tampilan, tidak lagi memiliki fungsi kategorisasi, dan perkakas atau semacamnya masih tetap dapat mengecek nama bahasa via data-name dari templat tersebut. Tentunya, apabila semua tampilan subjudul bahasa sudah dimigrasikan ke templat baru, semua templat nama bahasa yang ribuan jumlahnya akan dihapus.
Alasan saya mengusulkan (pseudo-)subjudul di bawah L2 sebagai templat adalah untuk meminimalkan tampilannya (cukup ukuran normal dan ditebalkan) agar kontennya lebih mencolok (cf. tampilan entri dewikt). Apabila tidak dengan templat, cara yang sama juga dapat dicapai dengan ;, tapi jadinya tanpa ikon sehingga akan sulit bagi pengguna untuk langsung menemukan bagian yang dicari jika dilihat sekilas. Posisi L3 yang sebenarnya dalam usulan saya akan ditempati oleh {{kepala}} (sudah diberikan tag <h3>, nanti akan saya lengkapi dokumentasi modulnya kalau sudah dipindahkan dari sandbox), dipisahkan menurut homonim dan diberi penomoran (yang diulang dari awal untuk setiap pelafalan); lihat penjelasan lengkap di draf kebijakan yang saya tautkan. Tampilan ini mengambil contoh kamus-kamus daring yang lazim digunakan oleh pembaca Indonesia, termasuk KBBI (meskipun kriteria pembedaan homonim kita berbeda karena berpatokan murni pada etimologi).
Halaman utama templat sebaiknya memiliki judul dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami, sehingga pengguna baru sekalipun dapat mengerti maksudnya tanpa perlu membaca dokumentasi secara lengkap. Halaman pintasan templat sebaiknya diminimalkan variasinya.
Untuk alasan transparansi fungsi tersebut pula, saya tetap mempertahankan pembedaan kelas kata sebagai templat subjudul di bawah kata kepala (bukan di atas atau di samping), setelah penjabaran informasi yang terkait identitas sebuah entri, termasuk pemenggalan, pelafalan, ragam bentuk, dan etimologi. Perhatikan bahwa subjudul kelas kata yang saya usulkan tidak lagi memunculkan kata kepala utama, dan hanya memunculkan bentuk infleksi jika diperlukan saja (lihat keuken).
Komunitas Wiktionary Indonesia (lintas edisi, bukan hanya penyunting idwikt saja) pada rapat bulanan terakhir juga telah membahas cara-cara yang bisa dilakukan untuk mempermudah penyuntingan bagi pengguna baru, utamanya dalam acara-acara. Salah satu opsi yang dibincangkan adalah memasang perkakas penyuntingan untuk menambahkan entri baru dan menyunting unsur dalam entri-entri yang sudah ada. Usulan tata letak di atas juga semuanya disusun berdasarkan masukan dari anggota-anggota komunitas secara kolektif, serta masukan dari pengguna awam yang menyertai rangkaian acara meta:WikiTutur (dan kegiatan serupa lainnya) selama dua tahun terakhir.
Apabila kebijakan tata letak ini disepakati, saya rasa situs ini akan mendapatkan lonjakan pengguna aktif baru, utamanya dari anggota komunitas dan peserta acara yang diselenggarakan oleh komunitas. Selama ini, acara-acara terkait Wikikamus yang diselenggarakan di Indonesia relatif tidak memiliki kebertahanan keaktifan yang signifikan dari peserta, yang biasanya mengeluhkan tampilan dan penyuntingan yang tidak intuitif. Dengan tata letak yang baru ini, saya harap kita punya acuan yang lengkap dan jelas sehingga pengguna baru sekalipun tidak akan kebingungan untuk menyumbang. — swarabakti💬 14 November 2025 23.37 (UTC)Balas