Lompat ke isi

Pengguna:Bennylin/Indeks/Biologi

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
  1. abaksial berada jauh atau menjauhi sumbu panjang tempat melekatnya
  2. abiogenesis kehidupan yang dapat muncul dari benda yang tidak hidup
  3. abiogenik tanpa intervensi atau dukungan organisme
  4. abiosen komponen abiotik suatu ekosistem atau habitat
  5. abioseston komponen takhidup dari keseluruhan partikel yang tersuspensi dalam air
  6. abiotrofi gejala yang menunjukkan bahwa berbagai sel atau jaringan mencapai umur maksimum yang berbeda-beda
  7. abisobentos organisme yang hidup pada dataran atau zona abisal
  8. abisopelagik zona atau organisme yang hidup di air samudra pada kedalaman 4.000—6.000 m, di atas dasar samudra
  9. abjeksi pemisahan spora dari pembawanya berdasarkan kekuatan dari dalam jamur sendiri
  10. ablasi penghilangan dengan jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh
  11. ablastin antibodi yang secara spesifik menghambat perkembangbiakan jasad renik, yaitu secara bergabung dengan antigen dari permukaan sel homolog
  12. abomasum perut masam pada binatang pemamah biak
  13. aboospora spora yang dihasilkan dari gamet betina yang tidak terbuahi
  14. aboral terletak jauh dari mulut atau ke arah yang menjauhi mulut
  15. abrasif partikel halus (bahan seperti arang atau karborundum) yang dicampurkan pada inokulum atau ditaburkan pada permukaan daun untuk memudahkan transmisi mekanis virus tanaman
  16. absisi peluruhan secara terkendali suatu bagian, seperti daun, bunga, atau buah oleh tumbuhan, yang prosesnya berkaitan dengan perubahan tingkat kandungan auksin dalam bagian yang akan gugur
  17. absorpsi aktif absorpsi air oleh tumbuhan dari dalam tanah dengan menggunakan energi metabolik
  18. absorpsi pasif absorpsi air oleh tumbuhan dari dalam tanah tanpa memerlukan energi tumbuhan itu
  19. adaksial abaksial
  20. adaptasi perubahan diri makhluk hidup (fungsi, atau struktur) agar sesuai atau dapat bertahan dalam kondisi lingkungannya
  21. adelfogami pembuahan antara dua individu berbeda yang berasal dari satu induk
  22. adelfoparasit makhluk yang memarasit pada sebuah makhluk inang yang sekerabat dekat
  23. adenoblas embrio sel kelenjar
  24. adenosit sel sekresi suatu kelenjar
  25. adenovirus virus yang mengandung DNA berunting ganda yang menginfeksi aneka mamalia, termasuk penyebab penyakit pernapasan pada manusia
  26. adiafanus mempunyai permukaan yang buram, tidak tembus cahaya
  27. adiposit salah satu sel pembentuk bahan lemak pada serangga
  28. adnasal tulang kecil yang terletak di depan lubang hidung ikan-ikan tertentu
  29. adoral keadaan atau hal yang menunjukkan sesuatu yang terdapat di dekat mulut
  30. adrenalin hormon yang dihasilkan dari ekstrak kelenjar suprarenal atau kelenjar adrenal; epinefrina
  31. adrenalin hormon yang diperoleh dari kelenjar adrenal hewan atau hormon yang dibuat secara sintetis, digunakan dalam bentuk suntikan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut jantung
  32. adrenoreseptor hormon yang memengaruhi homeostasis energi
  33. aduksi pergerakan anggota tubuh mendekati poros median atau mendekati badan
  34. aduktor otot yang berfungsi menggerakkan anggota tubuh ke arah tubuh
  35. adventif berkenaan dengan makhluk yang dipindahkan ke habitat baru secara alamiah atau karena upaya manusia; bukan pribumi
  36. aerial sifat atau keadaan yang berkaitan dengan ruang udara
  37. aerob sifat makhluk yang untuk hidup dan pertumbuhannya memerlukan oksigen bebas
  38. aerob makhluk yang dapat hidup hanya apabila tersedia oksigen bebas
  39. aerob lingkungan yang kaya akan oksigen
  40. aerobioskop alat untuk mengetahui kandungan bakteri di suatu sampel udara
  41. aeromonas marga bakteri suku Vibrionaceae, berbentuk batang lurus, motil, dengan ujung bundar, umumnya patogenik terhadap hewan laut dan air tawar
  42. aeromorfosis perubahan bentuk karena terpapar pada udara atau angin
  43. aeroplankton makhluk, plankton, zarah hidup, seperti spora, bakteri, dan serbuk sari, yang melayang di udara dan dipencarkan oleh angin
  44. aeroponik pembudidayaan tanaman tanpa tanah
  45. aerosista kantong udara pada ganggang
  46. aerotaksis gerakan terarah makhluk menuju (positif) atau menjauhi (negatif) udara atau konsentrasi oksigen terlarut
  47. aeroterapi pengobatan dengan udara di alam terbuka
  48. aerotoleran bersifat tidak tumbuh apabila ada oksigen
  49. aerotoleran bersifat tumbuh, tetapi pada laju suboptimum di bawah kondisi aerob
  50. aerotropisme responsis yang diorientasikan pada rangsang udara
  51. afanisme kehilangan organ atau struktur pada stadium dewasa dalam stok keturunan yang terlihat pada stadium muda atau stadium dewasa dalam stok leluhurnya
  52. afanoplasmodium plasmodium berjaring-jaring halus, yang belum terdiferensiasi dan protoplasmanya tidak berbutir-butir
  53. afantobion makhluk berukuran ultramikroskopik
  54. aferen saraf yang membawa rangsangan ke susunan saraf pusat
  55. afibrinogenemia kelainan sistem pembekuan darah yang bercirikan ketidakmampuan menyintesis fibrinogen
  56. afidikola hidup pada atau di tengah koloni kutu daun
  57. afidivor pemakan kutu daun
  58. afinitas kladistika derajat kebaruan penurunan dari leluhur bersama
  59. afinitas mutlak kekerabatan yang dimapankan jika seperangkat ciri diperlihatkan suatu spesimen, tepat bersesuaian dengan ciri-ciri suatu takson saja
  60. afinitas patristik derajat kesamaan melalui evolusi paralel
  61. afitik periode sejarah geologi bumi sebelum munculnya tumbuhan
  62. afitik daerah perairan dangkal dengan kedalaman di bawah 100 m yang tidak memiliki rumput laut
  63. afototropisme ketiadaan responsi yang diorientasikan pada cahaya
  64. agad tumbuhan yang terdapat di tepi pantai
  65. agamandroesis tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga netral pada perbungaan yang sama
  66. agameon organisme yang tidak memproduksi gamet, berkembang biak secara tidak kawin
  67. agamet sel tunggal yang mampu berkembang biak tanpa perkawinan
  68. agamobium fase aseksual dalam suatu daur pergiliran generasi
  69. agamodem dem dari sekelompok individu yang umumnya berkembang biak secara aseksual
  70. agamoginoesis tumbuhan yang memiliki bunga betina dan bunga netral pada perbungaan yang sama
  71. agamogoni perkembangbiakan aseksual melalui perkembangan suatu individu baru dari satu sel
  72. agamohermafrodit tumbuhan yang memiliki bunga hermafrodit dan bunga netral pada perbungaan yang sama
  73. agamon individu aseksual atau generasi yang menghasilkan gamet
  74. agamospermi terbentuknya biji tanpa terjadinya reproduksi secara kawin
  75. agamotrop bunga yang tidak menguncup lagi, sekali mekar
  76. agar-agar darah medium padat dibuat dengan mencampurkan darah yang telah didefibrinasi sebanyak 5―10% (v/v) dengan agar-agar
  77. agarikola hidup pada cendawan
  78. agarosa agar-agar bebas sulfat, digunakan dalam filtrasi gel
  79. agen penyebab
  80. agen kemoterapi bahan kimia yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kadar yang bisa ditoleransi oleh sel inangnya
  81. agen mutagen zat yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi
  82. agen pembasah bahan yang mengurangi sudut persentuhan cairan pada permukaan
  83. agen pemoliploid substansi atau perlakuan yang mampu memengaruhi terjadinya poliploid pada suatu keadaan tertentu
  84. agen perawat substansi yang meningkatkan laju kehilangan plasmid selama pertumbuhan bakteri
  85. agen sitotastik substansi yang menghalangi pertumbuhan dan perbanyakan sel
  86. agium komunitas pantai
  87. aglomerasi metode penyusunan hierarki dengan terus-menerus, secara bertahap, menautkan bersama satuan-satuan kecil menjadi satuan berperingkat lebih tinggi
  88. aglutinasi penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yang disebabkan oleh penambahan aglutinin dari bahan yang bersangkutan
  89. aglutinin substansi yang dapat menyebabkan penggumpalan bakteri atau sel darah merah
  90. aglutinogen antigen yang merangsang produksi aglutinin
  91. agmatoploid peningkatan jumlah kromosom karena fragmentasi kromosom telosentrik
  92. agnatus tidak mempunyai rahang, seperti pada serangga yang struktur mulutnya tidak sempurna
  93. agonis penggerak utama atau otot yang secara langsung bertanggung jawab atas perubahan posisi suatu bagian
  94. agonisis kompetisi antara serbuk sari yang mempunyai genotipe yang berbeda
  95. agonistik perilaku yang meliputi sikap untuk berkelahi, melarikan diri, atau menyerang
  96. agouti protein pada reseptor melanosit yang memicu produksi melanin
  97. agrad tanaman budi daya
  98. agranulosit sel darah putih yang tidak bergranular; leukosit limfoid
  99. agregasi sejumlah tumbuhan atau binatang yang merupakan suatu kesatuan dalam kelompok yang lebih besar
  100. agriotipe tipe leluhur yang liar
  101. agrium komunitas pada lahan pertanian
  102. agroekotipe ekotipe edafik yang teradaptasi pada tanah pertanian
  103. agrofili hidup subur pada lahan pertanian
  104. agrofit tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan oleh manusia
  105. agroklimatologi ilmu tentang seluk-beluk iklim yang berkaitan dengan produktivitas makhluk yang bernilai pertanian
  106. agrotipe ras atau varietas pertanian
  107. ahermatipe sifat karang yang tidak memiliki ganggang simbionnya
  108. aigialium komunitas pantai
  109. aigialofili hidup subur pada habitat pantai
  110. aigiolokola menyukai hidup di habitat pantai
  111. aileron sisik yang menutup pangkal sayap depan pada beberapa serangga
  112. air aerial semua bentuk air dalam atmosfer
  113. air hitam air yang kaya asam humus, tetapi miskin dan rendah konsentrasi haranya
  114. air imbibisi bagian air tanah yang disimpan dalam struktur kisi-kisi bahan koloid
  115. air kapiler air yang terdapat pada rongga pori-pori tanah berguna untuk makhluk tanah dan akar tanaman
  116. air metabolisme air yang dibentuk sebagai produk metabolisme sel
  117. air pertumbuhan bagian dari keseluruhan air tanah yang tersedia untuk tetumbuhan
  118. air segar air yang salinitasnya kurang dari 500 ppm
  119. air suling dua kali air yang dimurnikan dengan jalan distilasi dua kali berturut-turut agar tingkat kemurnian menjadi tinggi dan kadar unsur mineral logam menjadi sangat rendah
  120. air terminumkan air yang aman untuk konsumsi manusia karena substansi racun, makhluk patogen, dan faktor lain ditekan sampai aras yang memenuhi persyaratan kesehatan
  121. ajaib anyaman yang terjadi pada gumpalan ginjal yang arteri darahnya berubah menjadi kapiler, kemudian bersatu kembali menjadi arteri
  122. akaridofag pemangsa atau pemakan belalang
  123. akariosit sel darah merah
  124. akariot sel yang tidak memiliki inti jelas
  125. akarofili hubungan simbiosis antara tumbuhan dengan tungau
  126. akarofitisme simbiosis antara tumbuhan dan tungau
  127. akarologi ilmu tentang seluk-beluk kehidupan tungau dan caplak
  128. akarosesidium bisul yang disebabkan oleh sejenis tungau
  129. akatalasemia ketiadaan enzim katalase pada manusia
  130. akhir larva tahapan setelah bentuk larva, biasanya organisme tersebut sudah memiliki bentuk yang pasti
  131. akinesis tiadanya pergerakan atau adanya gangguan terhadap pergerakan
  132. akinet sel berdinding tebal yang terdapat pada ganggang hijau atau ganggang biru bersel tunggal, yang mempunyai peran untuk perkembangbiakan setelah mengalami masa istirahat
  133. akinetik kromosom yang tidak memiliki sentromer
  134. aklimatisasi adaptasi fenotipe individu terhadap perubahan lingkungan yang terjadi akibat perlakuan percobaan, berupa penyesuaian morfologi atau fisiologi
  135. akomodasi penyesuaian mata untuk menerima bayangan yang jelas dari objek yang berbeda
  136. akon mata majemuk pada rongga yang tidak mempunyai sekresi kristal pada sel-sel kerucutnya
  137. akondroplasia kekerdilan yang diwariskan yang disebabkan oleh gangguan pada proses osifikasi pada tulang panjang pada kaki dan tulang muka tertentu selama masa pertumbuhan
  138. akonitase enzim yang berlaku sebagai katalis dalam reaksi timbal balik asam sitrat dan asam isositrat
  139. akresi pertumbuhan dengan penambahan luar bahan baru
  140. akresi pelekatan bahan pencemar bawaan udara pada benda takbergerak atau bergerak
  141. akroasit sel tidak berwarna; limfosit
  142. akrodon gigi yang terletak di tepi tulang, seperti pada binatang kadal
  143. akrodron peruratan daun yang urat primernya terdiri atas dua atau lebih, melengkung secara konvergen dan menyatu di ujung daun
  144. akrogen tumbuh atau terbentuk di ujung pembawanya
  145. akroglobin pigmen pernapasan yang tidak berwarna seperti pada beberapa moluska
  146. akromasi pengusiran kromatin dari inti sel
  147. akromatik tanpa warna, tidak berpigmen
  148. akromatin bagian dasar inti sel yang tidak menyerap zat pewarna
  149. akropetal terbentuk secara berurutan dari bagian dasar ke arah ujung sehingga bagian ujung merupakan yang termuda
  150. akropleurogen terbentuk atau tumbuh di ujung dan di sepanjang sisi pembawanya
  151. akropodium bagian terminal tangan dan kaki tempat jari-jari melekat
  152. akrosindesis perpasangan telomer oleh homolognya dalam proses meiosis
  153. akrosom bagian kepala sperma manusia atau binatang
  154. akrospora spora ujung
  155. akrospora cara rentangan spora bersel banyak yang membanjar dari pangkal ke ujung
  156. akrosternit bagian tepi depan lempeng sternit
  157. akrotergit bagian anterior lempeng tergit ruas sekunder
  158. akselerator otot atau saraf yang mempercepat gerakan
  159. aksenik biakan murni yang hanya membentuk satu galur, satu jasad renik tanpa adanya makhluk lain
  160. akson taji sel saraf yang secara normal membawa rangsangan dari badan sel saraf lain
  161. aktin filamen tipis dalam miofibril yang berinteraksi dengan miosin untuk menciptakan ketegangan otot
  162. aktina spikulum yang berbentuk bintang
  163. aktinobiologi cabang biologi tentang pengaruh radiasi terhadap kehidupan makhluk
  164. aktinoblas sel induk yang membentuk spikula, seperti pada porifera
  165. aktinodrom peruratan daun yang terdiri atas tiga atau lebih urat primer, yang menyebar dari satu titik
  166. aktinomikosis penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh jamur sinar
  167. aktinomorf tipe simetri benda atau bidang yang dapat dibagi menjadi bagian bersetangkup berkali-kali dari berbagai arah oleh garis-garis lurus yang melalui sumbunya
  168. aktinositik tipe stomata yang dikelilingi selingkaran sel-sel pelengkap yang masing-masing terletak memanjang secara radial
  169. aktinostele protostele primitif yang penampang melintang teras xilemnya berbentuk bintang atau bercuping-cuping
  170. aktivator zat penyebab aksi enzim
  171. aktivator zat yang merangsang perkembangan jaringan embrio atau otot
  172. aktofili bersifat tegak pada makhluk hidup di pantai karang
  173. aktofit tumbuh-tumbuhan yang terdapat di pantai yang berbatu-batu
  174. aktologi ilmu tentang seluk-beluk ekosistem yang terdapat di pantai yang berbatu-batu
  175. aktomiosin protein pengerut yang memiliki bentuk molekul linier, terbentuk dari penggabungan aktina dan miosin yang menyebabkan pengerutan serabut otot
  176. akuatosere suksesi ekologi bermula pada habitat basah dan menuju pada suatu klimaks akuatik
  177. akuduktus guratan yang berbentuk seperti luka yang disebabkan oleh goresan jarum
  178. akulea rambut yang terdapat pada kutikula
  179. akulea spikulan yang berbentuk seperti jarum pada sayap serangga
  180. akus ovipositor menyerupai penyengat pada serangga seperti semut dan lebah
  181. alantois kantong selaput yang timbul di bagian posterior saluran pencernaan pada hewan bertulang belakang tinggi dan berfungsi sebagai organ pernapasan, pencernaan, atau kedua-duanya
  182. alantokorion selaput janin yang terbentuk dari dinding luar alantois dan korion primitif
  183. alarima celah antara dua paraglosa
  184. alat penghidu organ tubuh untuk mencium bau-bauan; alat penciuman; hidung
  185. alat pengisap organ tubuh atau tumbuhan yang berfungsi mengisap zat makanan, oksigen, nitrogen, mineral, dan sebagainya
  186. alat pengisap oral organ untuk mengisap di sekitar mulut pada cacing hati
  187. alat penglihatan organ tubuh untuk melihat; mata
  188. alat perasa bagian tubuh untuk merasa; jaringan saraf perasa
  189. alat pernapasan organ tubuh untuk mengisap udara; paru-paru (pada manusia); insang (pada ikan); daun (pada tumbuh-tumbuhan)
  190. aldolase enzim dalam otot binatang menyusui yang berfungsi untuk merangsang proses glikogenolisis, diperlukan untuk menghasilkan energi dalam keadaan tanpa udara
  191. aldosteron senyawa steroid C21H28O5 yang dihasilkan oleh kelenjar korteks
  192. aldosteron hormon yang disekresi oleh kelenjar adrenal, berfungsi mengatur keseimbangan natrium dan kalium di dalam tubuh
  193. alel amorf alel tidak beroperasi sehingga tidak memengaruhi penampilan fenotipe
  194. alel bisu alel yang tidak memperlihatkan produk yang terukur
  195. alel ganda seri alel dalam lokus yang serupa dari kromosom homolog pada ras yang berkerabat
  196. alel hipermorf alel mutan yang mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan dengan tipe lain
  197. alel hipomorf alel mutan dengan pengaruh lebih kecil jika dibandingkan dengan tipe liarnya
  198. alel neomorf alel mutan yang menghasilkan pengaruh fenotipe
  199. alel netral alel yang dihasilkan mutasi netral
  200. alel nul alel yang tidak menghasilkan produk berfungsi, bersifat resesif genetika
  201. alelogen sifat menghasilkan anak satu petarangan yang seluruhnya dari satu jenis kelamin
  202. alelokimia substansi sekunder, dihasilkan oleh suatu makhluk yang mempunyai pengaruh pada pertumbuhan dan perilaku
  203. alelomorf salah satu pasangan gen yang tidak serupa yang menempati satu bagian tertentu pada kromosom
  204. alelomorf ganda dua atau lebih bentuk berbeda gen, yang menduduki lokus tertentu
  205. alelopati penghambatan pertumbuhan suatu spesies tumbuhan karena pelepasan zat racun
  206. alelotipe frekuensi alel dalam populasi yang bertangkar
  207. aletofili hidup subur di pinggir jalan atau di pinggir jalur rel kereta api
  208. aletofit tumbuhan yang berhabitat di pinggir jalan atau pinggir rel kereta api
  209. aleuron butir-butir protein dalam sitoplasma yang dipakai sebagai cadangan makanan
  210. aleuroplas plastid yang menyimpan protein
  211. alfafetoprotein protein darah yang konsentrasinya dapat menunjukkan hamil tidaknya seorang wanita
  212. algeni manipulasi komposisi genetika suatu sel atau makhluk; rekayasa genetika
  213. algikola hidup pada ganggang
  214. algin senyawa karbohidrat murni yang diperoleh dari ganggang cokelat, banyak digunakan karena kemampuannya mengikat air, mengentalkan, dan membentuk emulsi
  215. algisida zat kimia yang secara selektif mematikan ganggang
  216. algofag makhluk pemakan ganggang
  217. alogen sebuah alel yang resesif
  218. alogen memiliki perangkat gen yang berbeda
  219. aloheteroploid heteroploid yang terjadi dari hasil kombinasi antara genom yang berbeda
  220. aloheteroploid hibrida aneuploid yang berasal dari dua jenis
  221. alohospes parasit yang selalu terdapat pada inang yang berbeda
  222. alokarp buah hasil penyerbukan silang
  223. alokinesis gerak refleks atau gerak pasif
  224. aloksenia dua atau lebih parasit yang terdapat pada inang yang berbeda
  225. alokton berasal dari luar dan dibawa ke dalam suatu habitat, komunitas, atau sistem
  226. alokton makhluk luar atau eksogen yang bukan pribumi
  227. alolektotipe tipe spesimen yang berlawanan jenis
  228. alomon substansi kimia yang dihasilkan oleh suatu jenis untuk berkomunikasi dengan jenis lain
  229. alomorfosis evolusi yang dicirikan oleh peningkatan cepat dalam spesialisasi struktur
  230. aloparasit makhluk yang berparasit pada inang yang tidak sekerabat
  231. alopatrik populasi, jenis, atau takson yang menghuni daerah geografi yang berbeda dan terpisah
  232. alopelagik makhluk yang terdapat di kedalaman zona pelagik
  233. aloplasma bagian sel yang berkembang secara berlainan, tidak membentuk organel yang berdiri sendiri
  234. aloploid poliploid yang memiliki beberapa perangkat kromosom, yang berbeda secara genetika
  235. alopoliploid poliploid yang berasal dari persilangan dua jenis yang memiliki perangkat kromosom yang secara genetika sangat berbeda
  236. alosindesis perpasangan kromosom homolog pada suatu alopoliploid
  237. alosom kromosom atau fragmen kromosom yang tidak tergolong pada kromosom yang biasa
  238. alosterik sifat enzim yang memiliki kemampuan menguraikan dua substrat yang berlainan karena perubahan letak molekul yang aktif
  239. aloterm makhluk yang suhu tubuhnya ditentukan oleh suhu lingkungannya
  240. alotetraploid poliploid hibrida berasal dari penduakalian komplemen kromosom diploid hibrida
  241. alotetua individu yang membantu tetua dalam memelihara anak-anaknya
  242. alotipe paratipe yang terdiri atas spesimen berlawanan jenis kelamin terhadap holotipe yang ditunjuk sejak awal oleh pengarang nama ilmiah
  243. alotipe alel satu dari kelompok yang secara struktural ataupun fungsional menyerupai protein dari jenis yang sama, yang mempunyai sifat antigen yang berbeda, misalnya imunoglobulin
  244. alotriploid makhluk yang sel tubuhnya mengandung tiga perangkat kromosom, satu perangkat kromosomnya berbeda dari kedua perangkat yang lain
  245. alotrof perolehan pangan dari makhluk lain
  246. alotrof pemasukan hara dari luar ke dalam suatu ekosistem
  247. alotrop serangga yang pakannya tidak berspesialisasi dan dapat hidup dari berbagai bunga
  248. alotropik kesalingtertarikan sel gamet
  249. alotropisme keadaan terdapatnya daur mitosis abnormal
  250. alozim varian protein suatu enzim yang dihasilkan oleh bentuk-bentuk alel pada lokus yang sama yang dapat dibedakan dengan elektroforesis
  251. alpin habitat yang terdapat di atas garis pohon dan di bawah garis salju di kawasan pegunungan
  252. alsofili hidup subur di habitat pepohonan
  253. altern suksesi ekologi akibat perubahan lingkungan
  254. alula selaput pada pangkal sayap beberapa serangga
  255. aluviasi pengendapan sedimen sungai di sepanjang alirannya
  256. alveolar berkaitan dengan atau menyerupai alveolus
  257. alveolitis radang pada alveolus
  258. amantium komunitas dataran atau bukit berpasir
  259. amatofit tumbuhan yang tumbuh pada bukit pasir
  260. ambiens otot-otot paha pada burung tertentu yang dapat membuat burung bertengger
  261. ambivor hewan pemakan rumput dan tumbuhan berdaun lebar
  262. ameiosis pembelahan sel secara meiosis yang tidak berlangsung sebagaimana mestinya sehingga tidak terjadi pengurangan jumlah kromosom pada sel anak
  263. ametaboli tanpa perubahan; tanpa metamorfosis
  264. ametesis parasit yang hanya memiliki inang tunggal dalam keseluruhan daur hidupnya
  265. amfiapomik organisme yang perbanyakannya dilakukan secara normal, baik secara seksual maupun secara apomik
  266. amfibiotik makhluk yang memiliki stadium larva yang hidup di air dan dewasa di darat
  267. amfibolik dapat berputar ke belakang atau ke depan, seperti jari kaki luar pada burung-burung tertentu
  268. amfibolisme bentuk metabolisme yang menggabungkan fungsi anabolisme dan katabolisme
  269. amfidelfik sifat pada binatang yang memiliki dua uterus, seperti pada Nematoda tertentu
  270. amfidiploid poliploid yang dibentuk dengan melipatgandakan perangkat kromosomnya
  271. amfigea gabungan bersama dunia lama dan dunia baru
  272. amfigen keadaan tumbuh atau terbentuk di seluruh keliling pembawanya, tidak terbatas pada bagian atau permukaan tertentu
  273. amfigin keadaan apabila oogonium tumbuh atau terbentuk melalui anteridium
  274. amfikarion inti sel yang mempunyai dua pasang kromosom yang haploid
  275. amfimik makhluk yang secara obligat berkembang biak secara seksual
  276. amfimiksis perpaduan sel kawin haploid dalam proses reproduksi secara seksual
  277. amfipirenin substansi penyusun selaput nukleus
  278. amfiploid individu yang memiliki dua jenis kromosom vegetatif
  279. amfisarka buah jenis labu yang kulit luarnya berkayu
  280. amfistomata sifat terbentuknya stomata, baik di permukaan atas maupun di bagian bawah daun
  281. amfitesium lapisan sel terluar pada sporangium lumut daun yang terbentuk dari bagian terluar embrio
  282. amfitop populasi yang memiliki toleransi tinggi terhadap keadaan lingkungan
  283. amfitrika penataan dua flagela sel, masing-masing terletak pada kutub sel
  284. amfitrop jenis tumbuhan yang hidup secara fototrof pada siang hari dan kemotrof pada malam hari
  285. amfixilem sifat keterdapatan xilem yang mengelilingi floem
  286. amfogen sifat menghasilkan anak jantan dan betina lebih kurang dalam jumlah sama
  287. amfosom struktur vestigial yang ditemukan pada ganggang Cryptophyceae
  288. amfoterisin antibiotik antijamur yang dihasilkan oleh jenis Streptomyces
  289. amigdala jaringan limfoid dalam faring atau dekat pangkal lidah
  290. amiksis kegagalan kawin silang
  291. amiloid reaksi substansi yang menyerupai amilum, tetapi memberikan warna ungu keabu-abuan sampai ungu kehitam-hitaman dalam larutan iodin
  292. amilom parenkim kayu yang mengandung pati
  293. amiloplas granula pembentuk pati takberwarna atau leukoplas, terdapat pada tumbuhan
  294. amiloplastid leukoplastid yang mengandung tepung
  295. amilopsin amilase yang terdapat dalam pankreas
  296. amilosa polisakarida berantai lurus yang terdapat dalam pati
  297. amilum pati tumbuhan
  298. amitosis pembelahan sel yang dimulai dengan proses pembelahan inti secara langsung menjadi dua tanpa diferensiasi (tidak terlihat adanya kromosom atau benang-benang kromosom)
  299. amnion selaput janin binatang melata, burung, binatang menyusui
  300. amnion selaput embrio bagian dalam pada serangga
  301. amniosentesis pemasukan jarum suntik ke dalam amnion untuk mengambil contoh sel fetus dari cairan amnion untuk diagnosis
  302. amofili hidup subur pada habitat pasir
  303. amoktofit tumbuhan yang tumbuh pada gosong atau pasir di tepi muara sungai
  304. amonifikasi pelepasan amonia dari bahan organik bernitrogen karena kegiatan mikroba
  305. ampleksus perpasangan sebelum kopulasi yang ditandai dengan perangkulan betina oleh jantan
  306. amplifikasi biologi peningkatan bertahap konsentrasi substansi tertentu yang terdapat dalam tubuh makhluk pada setiap peningkatan aras trof rantai makanan
  307. amplifikasi gen proses yang menjadikan urutan DNA tertentu tereplikasi lebih besar daripada proporsinya dalam molekul induknya
  308. ampula pembesaran pada tempat bersatunya saluran empedu dan pankreas
  309. anabiosis gejala mati suri yang terdapat pada benih, tepung sari, ganggang dan sebagainya karena kekeringan, sewaktu-waktu dapat hidup lagi jika mendapatkan air
  310. anabolisme pembentukan zat organik kompleks dari yang sederhana
  311. anabolisme asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lain
  312. anabolisme bagian metabolisme yang menyangkut sintesis metabolisme molekul kompleks dengan molekul-molekul yang lebih sederhana yang memerlukan energi kimia untuk melaksanakannya
  313. anaerob organisme yang dapat hidup secara baik tanpa oksigen
  314. anak daun helaian daun atau setiap helaian daun dari daun majemuk
  315. anaplasmosis penyakit menular pada sapi dengan gejala anemia, penyebabnya parasit darah Anaplasma marginale
  316. anatrop bentuk bakal biji yang nuselus dan mikropilnya terletak berdekatan dengan bagian bawah funikulus
  317. androgen hormon kelamin yang dihasilkan khusus oleh testis sehingga menyebabkan timbulnya ciri kelaki-lakian, seperti adanya janggut, suara besar, otot besar
  318. androgen sifat yang hanya menghasilkan keturunan jantan
  319. androgini kepemilikan organ perkembangbiakan jantan dan betina sekaligus
  320. anemokori penyebaran biji, spora oleh angin
  321. angka haploid jumlah kromosom yang hanya terdiri atas satu bagian homolog, biasanya khas untuk sel-sel gamet
  322. anisogamet satu dari dua gamet yang berfusi, berbeda ukuran, bentuk, atau perilakunya
  323. anisogami reproduksi dengan persatuan dua gamet yang tidak sama (berbeda ukurannya, tetapi sama bentuknya, atau berbeda ukuran dan bentuknya)
  324. antagonisme gangguan atau penghambatan pertumbuhan makhluk hidup oleh makhluk lain dengan jalan menciptakan keadaan lingkungan yang tidak cocok, misalnya dengan mengeluarkan antibiotik
  325. antenatal prenatal
  326. antera kepala sari
  327. anterozoid gamet jantan
  328. antesis periode ketika kuncup bunga mekar sehingga penyerbukan dapat berlangsung
  329. antiseptik zat yang terdapat pada jaringan hidup untuk menahan atau menghancurkan pertumbuhan jasad renik
  330. apoenzim bagian protein dari enzim
  331. apoenzim enzim yang harus menyatu dengan kofaktor agar berfungsi secara aktif
  332. apogami proses terbentuknya embrio yang tidak berasal dari sel telur dan tanpa melalui proses pembuahan
  333. apomik biotipe yang berasal dari apogami ataupun perbanyakan vegetatif
  334. apomiksis pembiakan aseksual (seperti partenogenesis dan apogari) tanpa ada pembuahan
  335. apoptosis kematian sel organisme yang sudah terjadwal sebagai bagian dari perkembangan dan pertumbuhan alaminya
  336. apresorium penggembungan pada tabung kecambah atau hifa yang dipakai sebagai alat pelekat pada awal infeksi jamur parasit
  337. apriori metode pernalaran, dimulai dengan teori atau penyebab, untuk kemudian memastikan penyebab atau ketentuan umum
  338. aptasi ciri yang sedang diseleksi, berasal dari proses seleksi
  339. aras trop urutan langkah dalam rantai atau piramida makanan dari produsen ke konsumen primer, sekunder, dan tersier
  340. arilus aril
  341. arus transpirasi aliran cairan dalam sel pembuluh kayu akibat penguapan air pada daun
  342. asam amino komponen utama penyusun protein sebagai bahan dasar pembentuk sel, otot, dan sistem kekebalan tubuh
  343. auksin setiap substansi organik yang memacu pertumbuhan tunas ke arah sumbu batang; hormon tanaman
  344. autogami persatuan dua inti yang berasal dari sel, seperti pada hewan bersel satu
  345. autogamik berkenaan dengan autogami
  346. autogen berasal dari diri sendiri (tentang organisme)
  347. autosom kromosom yang bukan kromosom seks
  348. autotrof organisme yang secara mandiri dapat memenuhi bahan organik yang dibutuhkannya dengan cara menyintesisnya dari bahan anorganik
  349. autotrof mampu menguraikan bahan
  350. autotrofik mampu menguraikan bahan anorganik menjadi molekul kompleks bahan organik
  351. azoospermia ketiadaan spermatozoa atau kegagalan pembentukan spermatozoa
  352. bakteriofag tipe virus yang memerlukan suatu bakteri untuk menggandakan diri
  353. bakteriofag virus yang biasa menyerang bakteri dan dapat menyebabkan hancurnya bakteri tersebut
  354. bakteriolisis pembasmian bakteri benih penyakit melalui pelarutan, umumnya sebagai hasil reaksi bakteri atau zat biokimia
  355. balin tulang penyaring yang terbuat dari keratin dan tersusun dalam lempeng yang melintasi rahang atas paus dengan kisaran panjang antara 0,4—3,5 m
  356. bangsa satuan taksonomi (takson) yang berada di antara suku dan kelas, serta merupakan tempat mewadahi kumpulan suku yang berkerabat erat satu sama lain (pada tumbuhan nama-nama bangsa berakhiran –ales, seperti Zingiberales); ordo
  357. basil bakteri yang berbentuk batang
  358. basilus bakteri yang mempunyai bangun sel seperti silinder (merupakan satu dari tiga bentuk utama bakteri), termasuk marga Bacillus
  359. bastar hibrida
  360. belobor gejala penyakit berupa perubahan warna yang meluas pada daun atau buah
  361. berabungan memiliki permukaan yang tertutup oleh lajur-lajur bidang yang memanjang ke bagian atas
  362. bergemerlapan gemerlapan
  363. bergigi memiliki pinggiran yang bergerigi
  364. bergubang memiliki ujung bidang rompong yang bertoreh dangkal ke bagian tengahnya
  365. berhabitat memiliki tempat tinggal
  366. beringgit bertorehan sehingga membentuk gigi-gigi tumpul seperti deretan setengah lingkaran; beringgitan
  367. berjambul memiliki permukaan dengan berkesan bulu-bulu atau gombak
  368. berjanggut memiliki permukaan yang tertutup bulu-bulu panjang yang tersusun dalam berkas-berkas, garis, atau zonasi
  369. berjelabir (pinggiran) terpotong-potong menjadi deretan pita
  370. berjendulan memiliki permukaan berbentuk cekung dan cembung serta jendul besar dan kecil yang takberaturan
  371. berjumbai memiliki bulu-bulu kasar, panjang, dan kadang-kadang kaku pada seluruh bagian pinggir
  372. berkail memiliki ujung yang membengkok seperti mata kail, misalnya ujung daun
  373. berkanjang sifat organ yang tidak melayu, tidak luruh, tetapi tetap melekat sampai pembawanya menjadi sempurna
  374. berkelenjar memiliki permukaan yang tertutup bulu-bulu yang ujungnya merupakan kelenjar
  375. berkelijak berbulu lurus seperti bulu mata pada bagian pinggir
  376. berkisi-kisi tertutup oleh garis-garis melintang dan membujur
  377. berliuk memiliki pinggiran-pinggiran bidang yang tidak rata, tetapi bergiliran mencekung dan mencembung dalam-dalam
  378. berparasit hidup dengan cara parasit
  379. bersekaman menjadi tertutup oleh sisik-sisik kecil yang menjangat seperti sekam
  380. berserutan menjadi tertutup oleh sisik-sisik cokelat kecil yang kisut dan mengerut
  381. bersumbingan bertorehan sangat dalam sampai ke bagian dasar
  382. bersusuhan mimiliki duri yang bagian pangkalnya bengkok
  383. bertakik memiliki ujung melengkung yang tengahnya bertoreh dangkal dan kedua cuping yang dihasilkan membundar
  384. bertakuk ada torehan yang sangat dalam sampai mendekati bagian dasar
  385. bertaring ada ujung runcing yang berakhir pada cuatan panjang, kaku, dan tajam
  386. bertugi berakhir mendadak pada cuatan panjang, ramping, tajam, dan baku (bagian ujung)
  387. bertusuk berakhir mendadak pada cuatan kecil kaku dan tajam yang berasal dari jaringan yang berbeda dengan bidangnya (bagian ujung)
  388. beruaman memiliki warna yang terserap tidak teratur serta meluas ke mana-mana
  389. berzona mempunyai permukaan yang warnanya seperti bermata-mata, tetapi lebih banyak warna atau bundaran terlibat, sehingga terlihat lingkaran-lingkaran konsentris
  390. biakan penumbuhan atau hasil penumbuhan jamur atau jasad renik lain pada media buatan
  391. biakan akar biakan yang berasal dari bagian akar tumbuhan, biasanya dilakukan di dalam tabung reaksi
  392. bintil akar bintil pada akar tumbuhan polong Leguminosae yang dibentuk oleh bakteri penambat nitrogen yang tergolong marga Rhizobium
  393. biometri pengukuran yang dilakukan pada proses biologis
  394. biometri pengukuran matematis yang biasa digunakan dalam pemeriksaan biologis
  395. biometri penghitungan nilai harapan hidup pada asuransi jiwa
  396. biometrika penerapan metode matematika dan statistika untuk mempelajari biologi
  397. bionomika cabang biologi yang mempelajari hubungan organisme dengan lingkungannya
  398. biopendar cahaya cahaya yang dihasilkan makhluk hidup; pengeluaran cahaya yang diproduksi secara biologis; bioluminesensi
  399. biotik makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia), baik yang mikro maupun yang makro
  400. biotoksin toksin (zat racun) yang terbentuk dalam jaringan jasad hidup
  401. bivalen berkaitan dengan asosiasi dua kromosom homolog
  402. bivalen sepasang kromosom, terutama saat meiosis
  403. bivoltin memiliki dua keturunan dalam satu musim atau tahun
  404. blastoderm bagian dari kuning telur yang merupakan asal mula embrio
  405. blastokis bagian luar dinding sel telur yang ditumbuhi oleh rumbai-rumbai agar bisa melekatkan diri pada lapisan dalam rahim
  406. blastomer sel yang dihasilkan saat pembelahan zigot
  407. bruselosis penyakit yang menjangkiti hewan peliharaan, seperti sapi, domba, kambing, dan anjing, disebabkan oleh bakteri Brucellae, kadang-kadang menyebabkan aborsi spontan pada hewan yang baru terinfeksi
  408. bulu akar cabang sel tunggal dari sel permukaan akar muda yang berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral dari tanah
  409. busuk penyakit yang ditandai dengan penghancuran jaringan sebagai hasil kegiatan jamur atau bakteri
  410. cagar alam daerah yang ditentukan oleh undang-undang untuk melindungi kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang (flora dan fauna) dari bahaya kepunahan; suaka alam
  411. cakram benih kumpulan sel berbentuk cakram pada permukaan atas kuning telur, terbentuk dari pembelahan sel benih yang telah dibuahi
  412. cakram kecambah bagian telur yang telah dibuahi, tempat permulaan embrio dapat dilihat
  413. cakram sisipan garis pendek berbentuk huruf V, terentang pada serabut otot jantung
  414. cendawan jamur yang besar, umumnya berbentuk payung; fungi; fungus; kulat
  415. danau eutropik danau dengan daur kandungan zat hara yang cepat sehingga produktivitas biologinya juga tinggi
  416. danau oligotropik danau yang derajat siklus zat hara dan produktivitas biologinya rendah
  417. daur hidup rangkaian penahapan yang dilalui oleh suatu makhluk hidup, mulai dari masa remaja, dewasa, sampai terjadinya spora (biji atau telur yang dibuahi lagi); siklus hidup
  418. degradasi penurunan kondisi organ atau struktur menjadi kurang sempurna atau lebih sederhana
  419. dem satuan yang menunjukkan kelompok individu takson yang memiliki sifat-sifat yang sama
  420. diatomea ganggang yang memiliki dinding sel silikon yang tetap tinggal sebagai kerangka setelah mati
  421. digenesis pembiakan dengan cara seksual dan aseksual secara selang-seling dari generasi ke generasi
  422. digestif yang berhubungan dengan pencernaan
  423. dioesis tumbuhan yang memiliki organ perkembangan jantan dan betina pada individu yang berbeda
  424. diploid sifat (keadaan) yang ditandai dengan dua perangkat kromosom
  425. disimilasi katabolisme
  426. diskiasis tumbuhnya bulu mata baris yang kedua dan melengkung ke arah mata
  427. disoperasi aksi bersama antara makhluk satu spesies atau berlainan spesies yang sifatnya merusak atau merugikan salah satu pihak yang bekerja sama
  428. dispersi populasi gerakan individu-individu atau bentuk perkembangbiakannya (seperti biji, spora, larva) masuk atau keluar dari daerah populasi
  429. disposotio pembawaan mudah mendapat suatu penyakit
  430. distrofik danau yang memiliki kadar asam organik tinggi, kalsium karbonat rendah, dan gizi rendah
  431. diversitas aspek variasi bentuk dan/atau rupa jenis yang hidup dalam habitat yang sama dan dimakan oleh pemangsa
  432. dunia peringkat tertinggi dalam klasifikasi makhluk dan fitogeografi
  433. edentat tidak mempunyai gigi seri
  434. efek organisasi interaksi antara lokus berdekatan yang terjadi karena organisasi struktur kromosom
  435. efek posisi perubahan pernyataan fenotipe suatu gen sebagai akibat perubahan hubungan posisinya terhadap gen lain dalam kromosomnya
  436. efektor organ, jaringan, atau sel yang mampu mengadakan reaksi terhadap rangsangan
  437. efektor molekul yang konsentrasinya mengatur kegiatan molekul protein dengan bereaksi dengan tapak pengikat spesifik pada protein
  438. ekdemik bukan pribumi
  439. ekderon lapisan luar atau lapisan epidermis kulit
  440. ekdisis tindakan melepaskan atau menukar kutikula atau kulit luar secara berkala (seperti pada serangga, reptilia)
  441. eklosi kemunculan bentuk dewasa pupa
  442. eklosi penetasan larva telur
  443. ekolokasi sonar biologis yang dimilki oleh beberapa jenis binatang (kelelawar, lumba-lumba) untuk mengetahui lokasi sumber suara dari berbagai objek yang ada di dekatnya
  444. ekolokasi kemampuan makhluk hidup (terutama hewan) dalam mengeluarkan bunyi dan menangkap kembali pantulan bunyi dari objek-objek yang ada di sekitarnya, berfungsi sebagai alat navigasi
  445. ekon satuan vegetasi setempat
  446. ekoproterandri peristiwa masaknya bunga jantan lebih dulu daripada masaknya bunga betina
  447. ekospesies kelompok ekotipe yang berperilaku sebagai jenis sehingga mampu saling kawin, tetapi kurang mampu saling tukar bahan genetika secara bebas dengan anggota kelompok ekotipe lain
  448. ekotipe bagian populasi suatu jenis yang menunjukkan ciri-ciri morfologi kimia atau fisiologi yang mantap dan agaknya diatur oleh faktor-faktor genetika yang berkorelasi dengan keadaan ekologi tertentu, tetapi yang dianggap kurang berarti dari sudut taksonomi
  449. ekotipe ras atau populasi yang beradaptasi terhadap tekanan seleksi lingkungan, mempunyai ciri khas
  450. ekotipe bagian ekospesies yang berbeda karena tekanan seleksi dan isolasi habitat setempat
  451. ekseget fenomena alam atau takson yang dipakai sebagai indikator proses ekologi
  452. eksin bagian terluar dinding serbuk sari yang biasanya mempunyai pola permukaan yang khas untuk tiap jenis tumbuhan dan tahan terhadap pelapukan
  453. ekskresi pengeluaran atau pembuangan ampas hasil metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh
  454. eksodermis lapisan di luar sel korteks setelah mengalami proses penebalan dengan suberin atau kutin, akan menggantikan epidermis pada akar
  455. eksogami perkawinan individu gamet yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan
  456. eksogami penyerbukan bunga oleh serbuk sari dari bunga tumbuhan berbeda
  457. eksogen berasal dari atau disebabkan oleh faktor-faktor luar suatu organisme
  458. ektoblas selaput terluar suatu sel
  459. ektohormon cairan yang dikeluarkan oleh hewan (misalnya serangga) yang mempunyai reaksi khas terhadap organisme lain yang dikenainya
  460. ektoparasit parasit yang hidup di bagian luar dari tempatnya bergantung pada permukaan tubuh inangnya dan yang memperoleh makanan dengan mengirimkan haustorium masuk ke dalam sel-sel tumbuhan inang itu
  461. ektoplasma lapisan luar protoplasma yang bersifat liat dan kaku yang terdapat pada sel tertentu
  462. ektoterm binatang yang berdarah dingin
  463. ektotermik bersifat ektoterm
  464. elaborasi pembentukan zat-zat kompleks yang merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan atau hewan dari zat-zat yang lebih sederhana (tidak kompleks)
  465. endoderma epitel organ pencernaan dan pernapasan serta kelenjar yang terdapat dalam saluran pencernaan
  466. endodermis lapisan terdalam pembuluh kayu, biasanya berisi lapisan zat tepung
  467. endofit tumbuhan yang hidup di dalam tumbuhan lain atau di dalam hewan, biasanya sebagai parasit
  468. endolimfa cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga
  469. endoparasit parasit yang hidup di dalam tubuh inangnya
  470. endoplasma bagian dalam sitoplasma
  471. endorfin zat penekan rasa sakit yang dikeluarkan oleh otak apabila saraf tertentu dirangsang dengan akupunktur
  472. endosperma jaringan yang mengandung persediaan makanan, yang terbentuk di dalam kantong embrio pada tumbuhan berbiji
  473. endotermis berdarah panas
  474. ensiform berbentuk seperti pedang (misalnya daun gladiol)
  475. enterotoksin bahan atau zat racun yang dihasilkan oleh jasad renik (basil atau bakteri) yang menimbulkan gangguan pada usus dengan menunjukkan gejala, seperti keracunan makanan
  476. entoderm lapisan terdalam dari tiga lapisan sel embrio pada hewan, yang kemudian berkembang menjadi lapisan selaput saluran pencernaan, saluran tenggorok, paru-paru, hati, dan pankreas; endoderm; hipoblas
  477. entozoa binatang parasit yang hidup di dalam usus, khususnya cacing usus
  478. enzim ekstraseluler enzim yang dikeluarkan bakteri dan jasad renik lainnya ke dalam bahan di sekelilingnya untuk mencernakan bahan menjadi senyawa sederhana
  479. epibentos komunitas makhluk hidup yang hidup pada permukaan dasar laut atau danau
  480. epidermis lapisan sel paling luar pada hewan atau tumbuhan, pada tumbuh-tumbuhan tebalnya hanya satu lapis, sedangkan pada binatang tebalnya beberapa lapis kecuali pada invertebrata
  481. epifil sifat parasit yang hidup atau tumbuh di permukaan sebelah atas daun inangnya
  482. epifit tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lain, tetapi tidak mengambil unsur hara secara langsung dari tumbuhan yang ditumpanginya itu
  483. epifiton tumbuhan yang hidup pada permukaan tumbuhan atau hewan lain
  484. epigenesis konsep tentang berkembangnya suatu makhluk dengan pemunculan struktur dan fungsinya; fase embrio
  485. epigenesis perubahan ciri mineral batuan yang disebabkan oleh pengaruh luar
  486. epikotil bagian batang embrio atau kecambah yang berada di atas kotiledon
  487. epinasti keadaan pertumbuhan permukaan atas daun yang lebih cepat daripada permukaan bawah sehingga daun itu melekuk ke bawah
  488. epispora lapisan utama dinding spora, biasanya tebal dan kaku serta merupakan bagian yang menentukan bentuk dan warna spora
  489. epistasis interaksi antara dua atau lebih gen untuk membentuk suatu fenotipe
  490. epizoik hidup dengan menempel pada bagian luar tubuh binatang (tentang tumbuhan dan sebagainya)
  491. eradikasi pemusnahan total bagian tanaman (sampai ke akarnya) yang terserang penyakit atau seluruh inang untuk membasmi suatu penyakit
  492. erepsin enzim pemecah protein yang diperoleh dari cairan usus yang sebenarnya merupakan campuran beberapa macam peptidase
  493. ergasiofit tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan untuk keperluan bahan makanan, makanan ternak, obat-obatan, dan tanaman hias
  494. eritroblas sel berinti yang terdapat dalam sum-sum tulang yang akan berkembang menjadi eritrosit
  495. eritrosit sel darah merah mengandung hemoglobin
  496. estriol hormon seks betina
  497. estrogen hormon kelamin yang dihasilkan terutama oleh indung telur dan berfungsi, antara lain, untuk merangsang munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada perempuan atau binatang betina
  498. etiolasi pertumbuhan tanaman yang sangat cepat di tempat gelap, tetapi kondisi tanaman lemah (batang tidak kokoh, warna daun kecil dan pucat, akar tanaman sedikit)
  499. etologi cabang ilmu hewan tentang perilaku dan cara hidup hewan
  500. eugenetika eugenika
  501. eugenika pengkajian tentang kemungkinan memperbaiki mutu manusia dengan cara mengubah susunan genetikanya, yaitu dengan menganjurkan perkawinan antara mereka yang mempunyai gen-gen yang dikehendaki, dan tidak menganjurkan perkawinan antara mereka yang mempunyai gen-gen yang tidak dikehendaki; eugenetika
  502. eukarion inti sel eukariota atau sel yang mempunyai inti asli yang dikelilingi selaput inti dan berisi material genetika dalam kromosom majemuk
  503. eukariota organisme tinggi yang sel-selnya mempunyai inti asli
  504. euploid memiliki jumlah kromosom yang besarnya merupakan kelipatan jumlah pada monoploid atau haploid
  505. fagosit sel-sel yang berfungsi mematikan mikroorganisme asing di sekitarnya dengan cara meluluhkannya ke dalam plasma selnya, misalnya sel darah putih memakan kuman
  506. faktor abiotik faktor fisik dan kimia yang tidak hidup yang memengaruhi kemampuan organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi
  507. famili pengelompokan makhluk hidup yang mempunyai sifat atau ciri-ciri yang sama
  508. fanerokotil kriptokotil
  509. fenetik berkaitan dengan fenetika
  510. fenetika sistem klasifikasi biologis yang didasarkan pada kemiripan bentuk keseluruhan tampilan anggotanya, bukan pada hubungan genetik atau hubungan perkembangannya
  511. feritin protein yang mengandung zat besi yang terdapat dalam hati dan limpa
  512. filial hasil pembastaran
  513. filogenetik berkaitan dengan perkembangan evolusi makhluk hidup
  514. filogenetika sistem klasifikasi organisme, lebih berdasarkan hubungan genetika dan evolusinya daripada kemiripan bentuk secara keseluruhan
  515. filogeni sejarah evolusi garis keturunan suatu kelompok
  516. filum golongan besar dalam klasifikasi hewan dan tumbuhan yang mempunyai persamaan sifat dasar tertentu, yang masih terbagi lagi menjadi subfilum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies
  517. fitase enzim fosfatase yang mengatalisis hidrolisis asam fitat dan melepaskan bentuk fosfor anorganik yang dapat digunakan
  518. fitoakumulasi fitoekstraksi
  519. fitoaleksin zat kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk melindungi diri dari infeksi oleh patogen atau pajanan beberapa penyebab stres
  520. fitoekstraksi proses tumbuhan menyerap kontaminan logam bagi tumbuhan dalam tanah melalui akar dan menyimpannya di bagian atas tumbuhan, digunakan sebagai sarana membersihkan tanah; fitoakumulasi
  521. fitoestrogen hormon tanaman yang secara kimiawi mirip hormon estrogen manusia
  522. fitogeni evolusi dan perkembangan jenis tumbuhan
  523. fitohormon hormon yang dihasilkan secara alami oleh tumbuhan untuk mengaktifkan atau mengatur pertumbuhannya
  524. fitokimia ilmu tentang seluk-beluk senyawa kimia pada tumbuh-tumbuhan, khususnya gatra taksonominya
  525. fitokrom pigmen pada tumbuhan yang mengontrol pembungaan dan pengecambahan biji
  526. fitol alkohol yang berasal dari klorofil, digunakan untuk menyintesis vitamin E dan K
  527. fiton bagian terkecil tumbuhan (batang, akar, atau daun) yang mampu berkembang menjadi tumbuhan baru
  528. fitopatogenik bersifat menimbulkan penyakit pada tanaman
  529. fitoplasma jasad renik khusus yang merupakan parasit obligat terhadap floem tumbuhan
  530. fitoremediasi proses dekontaminasi tanah dengan menggunakan tanaman untuk menyerap logam berat atau polutan lain
  531. fitosanitasi upaya yang mengharuskan pemindahan atau penghancuran tanaman yang terinfeksi atau terserang patogen atau hama
  532. fitososiologi penelaahan vegetasi, termasuk organisasi, ketergantungan perkembangan, persebaran geografi, dan klasifikasi komunitas tumbuhan
  533. fitostabilisasi penggunaan akar tanaman untuk melumpuhkan kontaminan tanah dan mencegah kontaminan mencemari air tanah
  534. fitostrot makhluk yang bermigrasi atau terpencar melalui perantaraan tumbuhan
  535. fitotopografi penelaahan tentang vegetasi daerah tertentu
  536. fitotron rumah kaca atau laboratorium untuk pembudidayaan tumbuhan secara besar-besaran dalam keadaan serba terkontrol
  537. flagela alat gerak spora kembara berupa embel-embel yang ramping seperti benang atau cambuk yang panjang
  538. flavonoid kelompok pigmen tumbuhan yang dapat larut dalam air, termasuk antosianin, bermanfaat untuk kesehatan; bioflavonoid
  539. floem jaringan kompleks yang terdapat dalam batang, akar, dan tulang daun (tempat mengalirnya makanan yang dibuat dalam daun)
  540. florikultura budi daya tanaman bunga dan tanaman hias
  541. floristik berkaitan dengan floristika
  542. floristika penelaahan komposisi jenis tumbuhan yang terdapat dalam suatu kawasan vegetasi
  543. fluorokrom molekul atau bagian molekul yang memancarkan fluoresens, digunakan untuk menandai spesimen biologis
  544. foramen lubang kecil (bukaan) pada tulang atau pada biji bibit tanaman
  545. forma populasi beberapa biotipe yang terdapat secara sporadis dalam daerah penyebaran jenisnya dan berbeda dari kelompok biotipe jenisnya dalam beberapa sifat morfologi
  546. fotofor bagian tubuh hewan yang hidup di laut dalam yang berfungsi menghasilkan cahaya
  547. fotonasti gerak bagian tumbuhan dalam merespons intensitas cahaya
  548. fotoproteksi tindakan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet
  549. fotosintat hasil atau produk kimiawi dari fotosintesis
  550. fotosintesis bersih jumlah hasil fotosintesis sesudah dikurangi respirasi
  551. fotosintesis kotor jumlah total fotosintesis sebelum dikurangi respirasi
  552. fototrof organisme yang dapat menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk metabolisme
  553. fototropisme bentuk respons orientasi makhluk untuk menanggapi rangsangan cahaya
  554. fovea bagian kecil yang melekuk pada retina mata yang menghasilkan penglihatan yang tajam
  555. fovea sentral bagian kecil yang terletak di tengah-tengah retina mata
  556. freatofit tumbuhan yang terdapat pada waduk air, misalnya eceng gondok
  557. fungi tumbuhan tanpa daun atau klorofil, hidup dari bahan tumbuhan atau binatang lain, dapat terdiri atas satu sel, dan dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan (binatang), atau membusukkan kayu, makanan, dan sebagainya; cendawan; jamur; fungus
  558. fungoid berkaitan dengan, bermiripan dengan, atau menunjukkan ciri jamur
  559. funikulus tangkai bakal biji yang menghubungkan benih dengan plasenta
  560. galigo geliga
  561. gamboge cemaran getah kuning pada buah manggis
  562. gamet sel sperma atau telur, terutama yang matang dan sudah berfusi dalam pembiakan secara seksual
  563. gametangium sel, struktur, atau organ yang membentuk gamet di dalamnya
  564. gametofit fase daur hidup tumbuhan yang mempunyai inti sel haploid
  565. gametogenesis proses pertumbuhan dan perkembangan generasi gametofit, khususnya dalam membentuk gamet
  566. gametosit sel tertentu yang mengalami meiosis, membentuk gamet
  567. gamon substansi yang dikeluarkan gamet yang berfungsi untuk menarik gamet lawan jenisnya
  568. gamosepal (tentang kelopak daun) tidak terbagi-bagi atas daun kelopak, tetapi berfusi menjadi satu kesatuan
  569. gantilan tangkai yang langsung mendukung setiap kuntum bunga (atau buah) dalam suatu perbungaan
  570. gastrin hormon saluran makanan yang pada kepekatan faal merangsang penggetahan asam lambung, tetapi pada kepekatan tinggi menekan penggetahan
  571. gastrula tahap pertumbuhan embrio berbentuk mangkuk yang terdiri atas dua sel
  572. gastrulasi pembentukan gastrula
  573. gelang sisa cadar dalam yang melingkari tangkai cendawan tertentu, tudungnya mekar
  574. gelendong pembelahan struktur berbentuk seperti benang yang menghubungkan kutub-kutub pembelahan sel
  575. geliga sisa metabolisme makanan yang membatu di usus binatang, berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit; guliga
  576. gen bagian kromosom yang menjadi lokasi sifat-sifat keturunan; faktor keturunan
  577. genetika populasi cabang ilmu genetika tentang konsekuensi hukum Mendel pada tingkat populasi secara matematis
  578. genistin isoflavon dalam kedelai, merupakan antioksidan dan antiradang yang efektif mengurangi kerusakan akibat sinar matahari dan dapat menghambat enzim yang memicu kerusakan kolagen
  579. genom satu gugus kromosom yang selaras dengan segugus sel dari suatu jenis
  580. genom perangkat kromosom yang terdapat dalam setiap inti sel satu jenis tumbuhan atau hewan tertentu
  581. genosom kromosom seks yang menentukan jenis kelamin
  582. genotipe ciri-ciri fisik yang tidak tampak dari luar, khususnya yang berkaitan dengan susunan genetika, sebagai akibat evolusi biologis pada organisme
  583. genus tataran dalam taksonomi yang ada di bawah keluarga dan di atas spesies; marga
  584. geobiofisik aspek fisik, biologis, dan geologis dari suatu ekosistem
  585. geotaksis pergerakan organisme atau sel dalam merespons gaya gravitasi
  586. geotropik berkaitan dengan geotropisme
  587. geotropisme gerak atau pertumbuhan tumbuhan dalam merespons gravitasi
  588. geotropisme negatif gerak atau pertumbuhan tumbuhan ke atas atau berlawanan dengan gravitasi
  589. geotropisme positif gerak atau pertumbuhan tumbuhan ke bawah atau searah dengan gravitasi
  590. giat malam keberkalaan proses (misalnya proses mekarnya bunga) yang terjadi pada malam hari
  591. giat musim dingin keberkalaan proses yang berlangsung pada musim dingin
  592. giat musim gugur keberkalaan proses yang berlangsung pada musim gugur
  593. giat musim panas keberkalaan proses yang berlangsung pada musim panas
  594. giat musim semi keberkalaan proses yang berlangsung pada musim semi
  595. giat pagi keberkalaan proses yang terjadi pada pagi hari
  596. giat petang keberkalaan proses yang terjadi pada petang hari
  597. giat senja keberkalaan proses yang terjadi pada senja hari
  598. giat siang keberkalaan proses yang terjadi pada siang hari
  599. gigantisme abisal pembesaran ukuran kelompok hewan krustasea sejalan dengan meningkatnya kedalaman laut
  600. glikogenolisis pemecahan berturut-turut glikogen dalam jaringan tubuh hewan
  601. gluten campuran likat, cokelat dari protein di dalam benih bijian yang tinggal setelah pencucian kanji, keluar dari tepung bijian
  602. gonad organ hewan yang menghasilkan gamet-gamet; kelenjar kelamin
  603. granulosit sel yang terdiri atas butir-butir kecil berisi sitoplasma
  604. gugus prostetik bagian enzim yang bukan protein
  605. habitat tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli
  606. habitus karakteristik praktik yang bersifat instingtif pada hewan atau kecenderungan alamiah pada tumbuhan
  607. haploid keadaan dalam sel jaringan, atau stadium yang inti selnya hanya mempunyai satu perangkat kromosom yang tidak berpasangan
  608. hara zat yang diperlukan tumbuhan atau hewan untuk pertumbuhan, pembentukan jaringan dan kegiatan hidup lain, diperoleh dari bahan mineral, misalnya zat putih telur, zat arang, vitamin, mineral
  609. harem sekelompok betina yang dikendalikan oleh satu ekor jantan pada masa berahi
  610. helaian bagian daun yang pipih melebar
  611. heliofit tanaman yang akan tumbuh dengan subur pada tempat yang mendapat sinar matahari langsung
  612. heliotaksis reaksi positif atau negatif yang diberikan suatu organisme terhadap rangsangan yang berasal dari sinar matahari
  613. hematin pigmen yang terbentuk dalam dekomposisi hemoglobin
  614. hemoglobin protein sel darah merah yang memungkinkan darah mengangkut oksigen
  615. hemoglobin zat pewarna merah pada butir darah merah
  616. hemolisis penghancuran dinding sel darah merah sehingga menyebabkan plasma darah yang tidak berwarna menjadi merah
  617. herbivor hewan pemakan tumbuh-tumbuhan
  618. hermafrodit makhluk (manusia, hewan, tumbuhan) yang berkelamin dua jenis, jantan dan betina sekaligus, misalnya bekicot (pada hewan), kembang sepatu (pada tumbuhan)
  619. hermafroditisme keadaan berkelamin dua jenis, baik nyata maupun samar-samar
  620. heterogamet satu di antara dua gamet yang berlainan kelamin dan dapat dibedakan satu sama lain secara khas
  621. heterogami perkawinan antara dua gamet yang berbeda
  622. heterokatalitik kemampuan mentranskripsi atau mencetak RNA dan DNA
  623. heteroploid populasi yang terdiri atas individu yang bersifat aneuploid, diploid, euploid dan poliploid, tidak merupakan kelipatan jumlah haploid
  624. heterostili keadaan bunga yang panjang putik dan tangkai putiknya berbeda-beda di antara individu jenis tumbuhan yang sama
  625. heterotrof mempunyai sifat memperoleh makanan dan energi dari sumber organik
  626. heterozigot zigot atau individu yang terbentuk dari gamet yang tidak sama, atau yang mengandung gen yang tidak sama
  627. hibrida turunan yang dihasilkan dari perkawinan antara dua jenis yang berlainan (tentang hewan atau tumbuhan)
  628. hibridis bersifat menjadi hibrida
  629. hidatod bentukan seperti kelenjar, terutama terdapat pada daun, dan mengeluarkan cairan berupa air
  630. hidrofili penyerbukan bunga yang terlaksana dengan bantuan air (arus atau aliran air)
  631. hidrokarbon senyawa kimia yang hanya mengandung unsur hidrogen dan karbon
  632. hidrokori dipencarkan dengan bantuan air, misalnya biji kelapa
  633. hidroser suksesi ekologi yang berkembang pada habitat yang berair banyak, khususnya pada endapan air menggenang
  634. hidrotropisme gerak bagian tumbuhan, misalnya akar, yang mendekati atau menjauhi sumber air
  635. hierarki deretan tataran biologis, seperti famili, genus, spesies
  636. hierarki taksonomi sistem bertingkat satuan taksonomi yang disusun dalam deretan berperingkat naik
  637. hifa deretan atau rantai sel yang membentuk rangkaian berupa benang yang merupakan kesatuan dasar penyusun tubuh jamur
  638. hijau lestari sifat jenis tumbuhan yang tidak menggugurkan daunnya secara serempak sehingga tampak selalu hijau sepanjang tahun
  639. himenopterofili penyerbukan bunga dengan perantaraan lebah
  640. hipersalin kondisi air dengan kadar garam di atas 35 gram per liter
  641. hipersensitif bersifat (inang) menunjukkan reaksi yang drastis terhadap serangan patogen sehingga jaringan yang terinfeksi mendadak mati dan infeksi itu tidak menjalar lebih lanjut
  642. hipertrofi pertumbuhan yang tidak normal karena unsur jaringan yang membesar
  643. hipoblas endoderma embrio
  644. hipodermis lapisan atau beberapa lapisan sel yang khas, terdapat di bawah kulit ari (epidermis) yang bentuknya berbeda dari jaringan di bawahnya
  645. hipogini cara mengatur bagian bunga, apabila benang sari, mahkota, dan kelopak ditempelkan di bawah bakal buah, terjadi bakal buah menumpang
  646. holobentos organisme yang hidup di dasar laut pada kedalaman tertentu sepanjang hidupnya
  647. holofitik kemampuan makhluk membentuk senyawa organik dari unsur-unsur mineral dengan fotosintesis seperti tumbuhan tinggi
  648. holozoik bersifat mengambil makanan dari lingkungan dalam bentuk padat
  649. homeostatik keadaan setimbang atau tendensi untuk mencapai kesetimbangan, baik secara metabolis dalam sel atau organisme maupun secara psikologis dalam perseorangan atau kelompok
  650. homogami perkawinan antara dua individu yang memiliki fenotipe dan genotipe sama
  651. homoiterm organisme atau makhluk hidup yang memiliki suhu tubuh relatif tinggi atau biasa disebut hewan berdarah panas
  652. homozigot zigot atau individu yang terbentuk dari gamet yang sama atau homolog yang mengandung gen yang sama
  653. hormon grelin hormon yang bertugas mengirim sinyal lapar ke otak
  654. hormon insulin hormon yang bekerja mengubah glukosa menjadi energi
  655. hormon kortisol hormon steroid yang dihasilkan oleh korteks adrenal yang mengatur metabolisme karbohidrat, mempertahankan tekanan darah, dan dilepaskan untuk merespons stres
  656. hormon luka hormon yang merangsang terbentuknya jaringan baru dari bagian tepi luka yang kemudian menutupi luka
  657. hormon oksitosin hormon yang berfungsi mengeluarkan ASI dan merangsang kontraksi rahim sehingga dapat mempercepat proses persalinan
  658. hormon oreksin hormon yang diproduksi otak yang dapat membuat orang lebih terjaga dari rasa kantuk
  659. hormon prolaktin hormon yang merangsang produksi ASI
  660. hormon tumbuh hormon yang memacu pertumbuhan, misalnya auksin pada tumbuhan dan hormon kelenjar hipofinis pada manusia
  661. hormonal berkenaan dengan hormon
  662. imbibisi penyerapan air ke dalam rongga jaringan melalui pori-pori secara pasif, terutama karena daya serap senyawa polisakarida, seperti hemiselulosa, pati, dan selulosa
  663. imobilisasi pengubahan bentuk inorganik unsur hara menjadi bentuk organiknya sebagai hasil asimilasi unsur tersebut
  664. implan bahan atau materi yang secara buatan ditempelkan pada suatu makhluk
  665. implantasi pelekatan embrio pada dinding rahim; nidasi
  666. imunoasai teknik untuk mengukur jumlah antigen dan antibodi dalam jaringan
  667. imunobiologi ilmu tentang pengaruh sistem kekebalan tubuh pada faktor-faktor yang memengaruhi tubuh, termasuk penyakit, pertumbuhan, dan genetika
  668. individu organisme yang hidupnya berdiri sendiri, secara fisiologis ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya)
  669. infauna organisme bentik yang hidup di dasar sedimen atau menggali sampai ke dasar sedimen
  670. infeksi pengembangan penyakit (parasit) dalam tumbuhan
  671. inkubasi penetasan telur (dengan pengeraman atau pemanasan buatan)
  672. inokulum bahan yang mengandung mikrob untuk dimasukkan ke inang atau media
  673. insektivoror pemakan serangga
  674. instar fase perkembangan serangga yang ditandai dengan pergantian kulit
  675. insulin hormon yang dibentuk dalam pankreas yang mengendalikan kadar gula dalam darah
  676. integumen lapisan terluar bakal biji yang akan berkembang menjadi selaput biji
  677. interaksi biologis aksi timbal balik atau saling memengaruhi antarorganisme
  678. intraseluler di dalam sel
  679. intraspesifik kategori taksonomi di bawah peringkat jenis
  680. inulin polisakarida fruktosa yang merupakan cadangan makanan yang terdapat pada akar dan umbi tanaman
  681. invaginasi kantong yang terbentuk oleh pelekukan permukaan luas
  682. isodinamik bersifat menghasilkan tenaga yang sama dalam tubuh (100 g lemak adalah isodinamik dengan kira-kira 230 g protein atau karbohidrat)
  683. isoenzim enzim yang terdapat dalam bentuk struktur yang berbeda, tetapi memiliki sifat-sifat katalistik yang sama
  684. isoflavon senyawa organik yang terdapat pada kacang-kacangan, khususnya kacang kedelai, yang memiliki efek positif terhadap kanker dan penyakit jantung
  685. jaringan floem jaringan pengangkut yang berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan; pembuluh tapis
  686. jaringan limfoid jaringan yang umumnya berisi limfosit
  687. jaringan pengangkut jaringan atau pembuluh yang berfungsi sebagai saluran transportasi zat makanan pada tumbuhan berpembuluh
  688. jaringan tapis jaringan utama yang terdapat pada floem tumbuhan
  689. jenis satuan dasar klasifikasi biologi, terdiri atas gabungan populasi yang diperkirakan dapat saling mengawini dengan bebas dan dapat dikenal cirinya secara morfologi, misalnya jenis sekerabat digabungkan dalam satu marga, setiap jenis tumbuhan mewakili nama yang terdiri atas dua kata, yakni nama marga dan penunjuk jenisnya, seperti Artocarpus altissima, Artocarpus communis; spesies
  690. jenuh padat udara (tentang senyawa yang terdiri atas karbon dan hidrogen)
  691. jenuh penuh (sehingga tidak mampu memuat tambahan lagi)
  692. jiran segala yang terjadi di luar pembawaan keturunan atau genotipe organisme
  693. julang ukuran tinggi benda yang sangat tinggi
  694. kalaza tali pilin pada albumen yang tersambung pada tiap ujung kuning telur pada lapisan membran di dalam telur unggas, berfungsi untuk menjaga agar posisi kuning telur tidak berubah
  695. karnivor hewan pemakan daging
  696. karsinologi cabang ilmu hewan yang mempelajari ketam dan krustasea lain
  697. katabolisme penguraian senyawa majemuk menjadi senyawa yang lebih sederhana di dalam tubuh makhluk dengan hasil dilepaskannya energi
  698. katalase enzim yang dihasilkan oleh bakteri dan juga terdapat pada tanaman, hewan, dan susu (enzim ini dapat memecahkan hidrogen peroksida menjadi air dalam molekul oksigen)
  699. keanekaragaman hayati keseluruhan keanekaragaman makhluk yang diperlihatkan suatu daerah mulai dari keanekaragaman genetika, jenis, dan ekosistemnya
  700. kelas satuan taksonomi (takson) yang tingkatnya di antara bangsa dan divisi, serta mewadahi bangsa-bangsa yang erat hubungan kekerabatannya, seperti mamalia
  701. kelas umur interval umur sebagai dasar klasifikasi vegetasi
  702. kelenjar alat tubuh yang menghasilkan getah atau sekret (tertentu); glandula
  703. kelenjar eksogen jenis kelenjar yang hasilnya dikeluarkan melalui saluran
  704. kelenjar empedu kelenjar pada alat pencernaan yang fungsinya memproduksi cairan empedu
  705. kelenjar endokrin kelenjar tanpa saluran yang mensekresi hormon langsung ke dalam darah
  706. kelenjar holokrin kelenjar yang seluruh sel sekresinya larut menjadi sekresi kelenjar, seperti kelenjar urat rambut
  707. kelenjar keringat kelenjar yang memproduksi keringat, berupa cairan seperti air bening, mengandung zat lemak netral, asam lemak yang mudah menguap, dan beberapa gugusan zat kimia lain; glandula sudorifera
  708. kelenjar majemuk kelenjar yang saluran ekskresinya bercabang
  709. kelenjar maksila kelenjar yang merupakan alat ekskresi yang bermuara di pangkal maksila udang
  710. kelenjar Meibom kelenjar lemak yang terdapat pada pangkal pelupuk mata
  711. kelenjar minyak kelenjar yang terletak di bagian dorsal ekor unggas yang menghasilkan minyak untuk meminyaki bulu sehingga tahan air
  712. kelopak bagian bunga yang berada di lingkaran terluar, terdiri atas bagian yang umumnya berwarna hijau dan bentuknya menyerupai daun yang lazim disebut sepal, bagian ini melindungi bagian bunga lain yang ada di lingkaran sebelah dalam pada waktu bunga belum mekar
  713. kelp alga yang berukuran besar, termasuk ordo Laminariales, tumbuh di dasar laut atau di dalam air, berwarna cokelat, dan merambat
  714. kemampuan bergerak kemampuan organisme untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain
  715. kemoautotrof organisme yang memperoleh energi melalui oksidasi zat anorganik, bukan melalui fotosintesis, misalnya bakteri
  716. kemoheterotrof organisme yang memperoleh makanannya dari zat organik dan tidak memerlukan energi cahaya untuk metabolismenya, seperti semua hewan, jamur, atau beberapa jenis bakteri
  717. kemoheterotrofik berkaitan dengan atau bersifat kemoheterotrof
  718. kemoklin zona perbatasan di danau antara air tenang yang monimolimnion dan daerah sekeliling danau yang terdiri atas air yang bergerak bebas
  719. kemolitotrof bakteri yang memperoleh energi dari senyawa anorganik yang mengandung zat besi, nitrogen, atau belerang, bukan dari organisme yang membusuk
  720. kemorefleks refleks yang disebabkan oleh rangsangan kimia
  721. kemosintetik berkaitan dengan kemosintesis
  722. kemosis kumpulan cairan di bawah membran yang menutupi putih mata yang membengkak, mengindikasikan konjungtivitis
  723. kemosistematika kemotaksonomi
  724. kemostat alat yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan kultur bakteri
  725. kemotaksonomi klasifikasi tumbuhan dan mikroorganisme berdasarkan ciri biokimianya
  726. kemotrop organisme yang dalam menyintesis senyawa organik yang diperlukan menggunakan sumber energi yang berasal dari proses oksidasi senyawa organik atau anorganik
  727. kepunahan massal peristiwa menurunnya keanekaragaman dan keberlimpahan kehidupan makroskopis secara tajam, terjadi ketika laju kepunahan meningkat berbanding dengan laju spesiasi, misalnya peristiwa kepunahan Kapur-Tersier yang menandai kepunahan spesies dinosaurus
  728. kerang binatang lunak yang hidup di air (laut) keluarga tiram, berinsang pipih, cangkangnya terdiri atas sepasang katup yang dihubungkan dengan engsel hingga dapat dibuka atau ditutup, bermacam-macam jenisnya seperti -- batu; -- bulu, Anadara antiquata; -- buwel, Periglipta reticulata
  729. keratoelastin protein yang terdapat pada cangkang ikan dan reptil
  730. kerwit kerawit
  731. keseimbangan ekologi keadaan keseimbangan dinamis dalam komunitas organisme dengan keberagaman genetik, spesies dan ekosistem yang relatif stabil serta mengikuti perubahan bertahap alami
  732. ketoplankton plankton yang memiliki cuatan duri atau bulu untuk mengurangi laju tenggelamnya
  733. kinestesis indra yang menerima rangsangan gerakan, keseimbangan, berat, dan posisi
  734. kladodia batang atau cabang pipih hijau yang mampu berfotosintesis seperti daun dan mempunyai pertumbuhan yang tak terbatas
  735. klamidospora spora berdinding tebal dan terbentuk dari benang sel biasa yang membulat
  736. kledofit tumbuhan yang tumbuh pada tempat penimbunan sampah
  737. klimafit tumbuhan yang daerah persebarannya ditentukan oleh faktor iklim
  738. klimakterik kondisi laju respirasi yang meningkat secara mendadak pada beberapa buah selama pematangan
  739. klin landaian ciri yang dinyatakan dengan variasi bersinambungan melalui sederetan populasi yang berjajar berdampingan
  740. klin landaian perubahan frekuensi fenotipe dan/atau genotipe sepanjang suatu transek kisaran populasi
  741. kliser suksesi ekologi yang diakibatkan oleh perubahan utama iklim
  742. klona kumpulan sel turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual
  743. kodominan beberapa jenis yang mendominasi komunitas tumbuhan
  744. koefisien akar perbandingan berat antara bagian tumbuhan di dalam tanah dan bagian yang di atas tanah
  745. koefisien layu persentase kandungan air atau kelembapan dalam tanah ketika kelayuan permanen terjadi
  746. koefisien respirasi rasio volume karbon dioksida yang dibebaskan terhadap volume oksigen yang diserap oleh suatu organisme atau jaringan selama periode waktu tertentu
  747. kokus bakteri yang berbentuk bulat
  748. kolateral mempunyai asal-usul yang sama atau berasal dari satu keturunan (tentang garis kefamilian)
  749. koloid zat yang lekat seperti getah atau lem
  750. komensalisme kondisi yang memungkinkan binatang dan tumbuhan yang bermacam-macam hidup bersama, umumnya dengan makanan yang sama, tanpa banyak saling memberi pengaruh
  751. konjugasi pemaduan gamet yang serupa, yang kemudian menggabungkan intinya
  752. konkologi pengkajian kerang dan kulit kerang
  753. konsepsi percampuran antara inti sel jantan dan inti sel betina; pembuahan benih
  754. kontraksi peristaltik gerakan teratur berupa gelombang yang terjadi dalam alat pencernaan dan mendorong sisa makanan ke arah anus
  755. kopulasi persetubuhan; perkawinan
  756. korpuskel salah satu sel yang bergerak di dalam tubuh
  757. kortikola menghuni atau tumbuh pada kulit terluar dari pohon
  758. kortikulus tumbuhan yang hidup pada kulit terluar dari pohon
  759. kosmopolit organisme yang dapat hidup dan berkembang di seluruh dunia
  760. krifoli mikroorganisme yang tumbuh baik pada suhu antara 10°–20°C; psikrofili
  761. kriofil menyukai temperatur yang rendah
  762. kriofit tumbuhan yang telah menyesuaikan diri hidup di daerah yang tertutup lapisan es atau salju, seperti jenis lumut dan jamur
  763. kriogenik pengetahuan tentang suhu yang sangat rendah
  764. kriptokotil sifat semai yang kotiledonnya tidak keluar dari biji dan bijinya biasanya berada di dalam tanah; fanerokotil
  765. krista tepi; sisi
  766. kristaloid kristal protein yang bentuknya lebih halus daripada kristal mineral dan biasanya dapat mengembang apabila dimasukkan ke dalam air
  767. kromatin bagian inti sel yang dapat diwarnai atau mudah sekali menyerap zat warna
  768. kromofil mudah diberi warna atau diwarnai
  769. kromogen zat dalam kehidupan hayati yang pada oksigen membentuk senyawa berwarna
  770. kromosom benda mikroskopis berbentuk tongkat yang berada dalam sel organisme, mengandung gen yang banyak
  771. kromosom seks kromosom yang berhubungan dengan penentuan jenis kelamin, pada mamalia terdapat suatu pasangan yang tidak sama, yaitu kromosom X dan Y
  772. kromosom X satu di antara dua kromosom yang membawa faktor kelamin, terdapat pada perempuan sebagai pasangan homolog (XX), dan pada jantan sebagai pasangan yang tidak homolog (XY)
  773. kromosom Y satu di antara dua kromosom yang membawa faktor kelamin, terdapat pada jantan berpasangan dengan kromosom X, dan tidak terdapat pada perempuan
  774. krustasea binatang air yang berkulit keras, seperti udang dan kepiting
  775. kultur jaringan rekayasa untuk mempercepat pertumbuhan jaringan lewat media tumbuh yang diatur kondisinya
  776. kultur murni pembiakan mikroorganisme yang hanya mengandung satu spesies tunggal di dalamnya
  777. kulturisasi perbanyakan jasad hidup pada preparat zat makanan atau pada tanaman hidup
  778. kuman super mikroorganisme yang telah kebal terhadap antibiotik
  779. kupule struktur anatomis berbentuk seperti cangkir pada tumbuhan atau hewan
  780. kutin lapisan lilin yang meliputi permukaan tumbuhan
  781. kutin zat gabus yang terdapat pada dinding sel primer
  782. lapisan prismatik lapisan tengah pada tempurung moluska
  783. lasinia penjuluran pada ruas maksila, yang mirip duri, terletak lebih ke tengah
  784. lemak adiposa lemak yang disimpan dalam jaringan lemak tubuh
  785. leptofil kelas ukuran daun
  786. leptospira bakteri berbentuk spiral, sangat tipis, panjangnya 6–20 μm, salah satu atau kedua ujungnya berbentuk kait
  787. lesitina zat lemak yang diperoleh dari kuning telur, jaringan otak dan saraf, sperma, jamur, ragi, benih tanaman, empedu, dan darah, berfungsi sebagai penghasil fosfor (pada pertukaran zat), penjaga penyaluran lemak dari hati, dan pembentuk sel membran dari sel darah merah
  788. leukofit ganggang yang tidak berhijau daun
  789. lignin bahan polimer tidak berbentuk yang bersama-sama dijumpai di antara sel dan dinding sel tumbuhan, berfungsi sebagai pembentuk kayu
  790. limfa cairan (getah) bening yang terdapat di dalam badan yang menyerupai plasma darah dan mengandung sel darah putih, tetapi tidak mengandung sel darah merah
  791. limfoblas sel termuda dari seri limfosit
  792. limfoid jaringan yang terdiri atas sel-sel limfosit saja
  793. limfosit leukosit yang berinti satu, tidak bersegmen, pada umumnya tidak bergranula, berperan pada imunitas humoral (sel B) dan imunitas sel (sel T)
  794. lingkar tumbuh lingkaran konsentris pada penampang batang kayu atau batang pohon yang mewakili hasil dari pertumbuhan selama satu tahun
  795. lipase enzim yang menguraikan lemak menjadi alkohol dan asam lemak, terdapat dalam hati, pankreas, perut, dan organ pencerna yang lain, dan juga dalam tumbuhan tertentu, misalnya pada biji-biji palem berkadar lemak (minyak)
  796. lipemia lipid di dalam darah yang berlebihan jumlahnya
  797. lisis peristiwa hancurnya sel karena selaput plasmanya rusak, hancur atau larut dan isi selnya keluar
  798. lisosom partikel sel yang mempunyai ukuran antara mikrosom dan mitokondria dan mempunyai bentuk seperti vakuola
  799. lokus bagian atau tempat pada kromosom yang diduduki oleh gen; lokus gen
  800. lonjong bentuk daun atau buah yang memanjang dengan bagian terlebar di tengah-tengah, panjangnya lebih dari dua kali lebarnya
  801. luhur ukuran tinggi benda yang membubung tingi-tinggi secara luar biasa
  802. makrofag sel fagosit besar yang terdapat dalam sistem kekebalan tubuh, berasal dari monosit, berfungsi dalam penghancuran antigen asing (seperti bakteri dan virus), memiliki siklus hidup lebih panjang dari mikrofag
  803. makrofita tanaman air tingkat tinggi, berakar, berukuran besar
  804. makrogametosit sel kelamin (gamet) yang menghasilkan gamet betina berukuran lebih besar daripada gamet jantan
  805. maksila tulang rahang atas yang terdapat pada vertebrata
  806. malakofili penyerbukan bunga dengan perantara atau bantuan keong
  807. malaksasi kegiatan mengunyah, melumat, atau memeras makanan; mastikasi
  808. malpighi lapisan kulit terdalam
  809. marga satuan taksonomi (takson) yang berada di antara suku dan jenis, serta merupakan wadah yang mempersalinkan jenis-jenis yang erat hubungannya, huruf depan nama marga ditulis dengan huruf kapital dan selalu tercantum dalam nama jenis; genus
  810. mastik jenis tanaman lada hitam yang mengeluarkan getah (resin) yang digunakan untuk vernis
  811. mastikasi malaksasi
  812. mata tunas tonjolan kecil pada batang atau cabang, kadang-kadang tertutup dalam sisik pelindung dan berisi pucuk, daun, atau bunga yang belum berkembang
  813. medikasi oblongata bagian terakhir otak vertebrata, berbentuk seperti piramida, dan terus bersambung dengan jaringan saraf tulang punggung
  814. medium zat yang digunakan untuk membiakkan bakteri, fungus, dan sebagainya
  815. medusoid berkenaan atau mirip dengan medusa atau ubur-ubur
  816. meiobentos meiofauna
  817. meiosis pembelahan sel kelamin dari diploid menjadi haploid
  818. melaken keadaan permukaan yang tertutup lapisan bulu halus menyerupai kain laken
  819. melancor mengarah ke bawah membentuk sudut sekitar 1360--1650
  820. melanosit sel epidermis yang memproduksi melanin, berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan
  821. melanosom organel dalam melanosit yang mengandung melanin
  822. melanset berbentuk lanset
  823. melantur tumbuh mengakar secara liar di atas permukaan tanah
  824. melata tumbuh merata dengan permukaan tanah
  825. melatonin hormon yang berasal dari serotonin dan disekresikan oleh kelenjar pineal yang menghasilkan perubahan warna kulit vertebrata, reptil, dan amfibi, penting dalam mengatur bioritme
  826. melensa menyerupai lensa bulat atau terkadang agak memanjang
  827. melira menyerupai biola, tetapi ada beberapa cekungan pada kedua sisi pangkalnya
  828. melontar memiliki lembaran yang bertekstur tipis, legap, dan agak kuat
  829. memambung bertekstur isi yang sangat bersifat seluler dengan ruangan-ruangan antarsel yang berisi udara, ringan, dan lentur
  830. memangkuk menyerupai mangkuk
  831. membran lapisan pemisah tipis antara dua fase cair yang berbeda yang memengaruhi peralihan molekul dan ion
  832. membuahi mencampurkan inti sel jantan dan inti sel betina
  833. memisai menyerupai misai
  834. memita menyerupai empat persegi panjang yang sempit dengan nisbah panjang dan lebar melebihi 21:1
  835. menabung menyerupai tabung
  836. menameng membundar dengan permukaan mencembung seperti tameng
  837. menanduk bertekstur keras, rapat, dapat dipotong (potongannya tidak rapuh)
  838. menanduk menulang
  839. menanjak tumbuh ke arah atas membentuk sudut sekitar 16°--45°
  840. menelabang menjorong dengan permukaan agak mencembung seperti tameng, tetapi tidak bundar
  841. menelentang tumbuh merata dengan permukaan, tetapi dengan muka menghadap ke atas
  842. menempurung menjadi seperti tempurung
  843. menempurung lutut berbentuk bundar dan tebal dengan sisi bawah cembung atau cekung
  844. menepung menjadi seperti bertepung
  845. menerna menjadi lunak dan mengandung air sari
  846. mengatup dalam keadaan kedua sisinya tergulung secara adaksial atau abaksial dan bersinggungan
  847. mengayu memiliki tekstur padat, kering, keras, dan rapat
  848. mengecipir memiliki bentuk bulat yang bagian atasnya bertakik seperti buah kecipir
  849. mengelepai melayu atau mengering, tetapi tetap melekat dan tidak jatuh
  850. mengerak tekstur lembaran benda yang menempel, keras, tipis, dan rapuh
  851. mengeriput berkerut dan terlipat-lipat ke segala arah secara takberaturan
  852. mengeriting memiliki pinggir bidang bersumbingan yang cuping-cupingnya terputar atau terpelintir dalam beberapa bidang
  853. mengewol menjadi tertutup oleh bulu-bulu panjang, mengeriting, dan saling berjalin
  854. menggabus memiliki isi dengan tekstur yang agak keras, kenyal, ringan, tidak lentur, dan cenderung pecah bila ditekan
  855. menggada menyerupai gada
  856. menggalah menyerupai galah
  857. menggandul tumbuh ke arah bawah dan menggantung
  858. menggasing menyerupai kerucut dengan sisi-sisi agak mencembung
  859. menggelendong menjadi bentuk menjorong panjang dengan bagian terlebar di tengah dan berangsur-angsur meruncing hingga ke kedua ujungnya
  860. menggimbal memiliki permukaan yang tertutup bulu-bulu halus, pendek, rapat, dan berjalinan
  861. mengginjal memiliki bentuk bulat panjang yang agak melengkung dengan bagian tengah lebih lebar dari kedua ujungnya
  862. mengguling menyerupai guling atau sosis
  863. menguban menjadi tertutup oleh bulu-bulu pendek yang merapat ke permukaan, sehingga yang terakhir kelihatan memutih
  864. mengulir melingkar-lingkar, makin lama makin besar, seperti cangkang keong
  865. menguping memiliki bagian pangkal berupa sepasang cuping membundar seperti daun telinga
  866. mengusta dipenuhi dengan sisik-sisik halus
  867. mengutuh (bagian pinggir) menjadi rata seperti garis, tidak berlekuk, bercangap, atau berbagi
  868. menjangat memiliki tekstur tebal, liat, dan kuat
  869. menjantung sungsang memiliki bentuk menyerupai jantung yang berpangkal pada bagian runcingnya
  870. mentrompet merunjung sempit atau menabung dengan ujung melebar rata dan tegak lurus pada sumbu
  871. menudung melekuk ke dalam seperti tudung (bagian sisi)
  872. menugu menyerupai tugu
  873. menulang bertekstur keras, rapat, dan sukar dipotong, tetapi potongannya rapuh
  874. menumpul melengkung kurang dari setengah lingkaran (bagian ujung)
  875. menyabuk menyerupai sabuk panjang
  876. menyarang laba-laba membuat sarang dengan bulu panjang tipis yang terjalin secara longgar serta agak menyusut
  877. menyarang lebah berlubang-lubang dalam dan tersusun secara beraturan
  878. menyebelah terbentuk sebagian atau separuhnya
  879. menyelaput menyerupai lembaran sangat tipis dan hampir tembus cahaya
  880. menyelusur tumbuh merata dengan tanah tanpa membentuk perakaran pada buku-bukunya (tentang tumbuhan)
  881. menyembap berisi air sari (tentang tumbuhan)
  882. menyerabut mengandung serat-serat lepas
  883. menyisir memiliki segmen yang banyak, rapat, dan sempit sehingga menyerupai sisir
  884. menyosis menyerupai sosis
  885. menyudip melonjong atau menjorong, tetapi kemudian menyempit ke pangkalnya yang memanjang
  886. menyudut mempunyai sudut-sudut
  887. merambak menyerupai lembaran yang kering dan melisut
  888. merambut berbentuk ramping, halus, panjang, lurus, dan menyempit ke ujungnya yang tajam
  889. merangkak tumbuh ke arah atas secara takberaturan pada penunjang atau tempat yang ditumbuhinya, tanpa bantuan organ pemanjat seperti sulur dan sejenisnya
  890. merapat tumbuh dekat secara menyeluruh pada sumbu sambil menuju ke atas atau menaik dengan sudut kurang dari 15°
  891. merapat naik tumbuh dekat secara menyeluruh pada sumbu sambil menuju ke atas atau naik dengan sudut kurang dari 15°
  892. merapat turun tumbuh dekat secara menyeluruh pada sumbu sambil menuju ke bawah atau menurun dengan sudut lebih dari 166°
  893. merikarp bagian buah yang seakan-akan matang sebagai buah terpisah
  894. meristem jaringan pada tumbuhan yang terdiri atas sel yang dapat membelah dengan cepat, membentuk sel-sel baru, misalnya pada ujung tangkai daun, bunga, dan akar
  895. meroda menyerupai roda
  896. meroma memiliki banyak bulu yang halus dan jarang
  897. merumbai menjadi tertutup oleh berkasan-berkasan bulu mengewol yang mudah terlepas
  898. merunduk tumbuh tegak lurus dengan bagian ujungnya membungkuk dan rembangnya mendatar
  899. merunjung hampir mengerucut
  900. mesofili mikroorganisme yang tumbuh baik pada suhu antara 20°–45°C
  901. mesozoa bagian dunia hewan antara hewan bersel tunggal (protozoa) dan hewan bersel banyak (metazoa) dari keturunan yang bernama sama
  902. metabolisme aerob pengubahan karbon dan lemak menjadi energi dengan menggunakan oksigen
  903. metabolisme anaerob pengubahan karbon dan lemak menjadi energi tanpa adanya oksigen
  904. metabolisme basal jumlah energi minimum yang diperlukan suatu organisme untuk mempertahankan fungsi vitalnya dalam keadaan istirahat
  905. metabolit setiap bentuk hasil metabolisme
  906. metagenom struktur dan fungsi urutan nukleotida
  907. metagenomik berkaitan dengan metagenomika
  908. metagenomika ilmu tentang struktur dan fungsi urutan nukleotida yang terisolasi secara langsung dari sampel lingkungan, khususnya dari komunitas mikroorganisme
  909. metamer salah satu bagian tubuh embrio
  910. metamorfosis perubahan bentuk atau susunan; peralihan bentuk (misalnya dari ulat menjadi kupu-kupu)
  911. metanogen organisme yang menghasilkan metana
  912. migrula simpanan biji dalam tanah
  913. mikoriza hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman seperti anggrek, penyerapan mineral tanaman yang ditumpanginya diperkuat dan jamur memperoleh nutrien atau hara
  914. mikotoksin racun yang dihasilkan oleh jamur
  915. mikroanatomi ilmu tentang struktur mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan
  916. mikrobial berkaitan dengan mikrob
  917. mikrofag sel fagosit kecil yang hidup dalam darah dan kelenjar getah bening, berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, memiliki siklus hidup yang pendek
  918. mikrofil daun kecil yang hanya memiliki satu urat, merupakan ciri tumbuhan sederhana, seperti kelompok lumut dan ekor kuda
  919. mikrofili daun kecil yang hanya memiliki satu urat, merupakan ciri tumbuhan sederhana, seperti kelompok lumut dan ekor kuda
  920. mikromanipulasi teknik melakukan operasi kecil pada badan mikroskopis dan struktur mikroskopis seperti sol, struktur subsel, kristal, dan serabut
  921. mikromer sel yang dibentuk saat proses pembelahan dalam telur yang subur
  922. mikropil lubang pada integumen bakal biji tanaman bibit yang memungkinkan masuknya serbuk sari
  923. mikropil lubang pada dinding membran sel telur yang memungkinkan masuknya spermatozoa
  924. mikroser suksesi ekologi dalam suatu mikrohabitat yang umumnya gagal mencapai klimaks yang stabil
  925. mikrosom fraksi subsel yang terdiri atas ribosom dan retikulum endoplasma
  926. mimikri penyesuaian diri (dengan mengubah warna dan sebagainya) sesuai dengan alam sekitarnya untuk melindungi diri dari bahaya (misalnya pada bunglon)
  927. mimosa tumbuhan perdu suku Mimosaceae, kebanyakan berduri, daunnya bersirip ganda dan berbulu, bunganya berbentuk genta kecil dalam karangan, berbenang sari merah, ungu, atau putih
  928. mioglobin bentuk butir darah merah (hemoglobin) yang terdapat dalam serat otot
  929. mioset sel yang dapat berkontraksi, khususnya sel otot
  930. miosin protein yang biasanya bersama dengan aktina menghasilkan gerakan sel
  931. molekul organik unit terkecil dari senyawa organik
  932. monad mikroorganisme bersel satu
  933. monofag bersifat makan satu jenis makanan (tentang hewan), misalnya beruang panda makan tunas bambu
  934. monogastrik memiliki perut yang terdiri atas satu kompartemen untuk pencernaan (misalnya babi)
  935. monokotil monokotiledon
  936. monokotiledon tumbuhan berbunga yang bijinya hanya mempunyai satu kotiledon, misalnya rumput, jagung, pisang, dan anggrek
  937. monoploid hanya mempunyai satu kromosom pada setiap jenis
  938. monosit sel darah putih yang berukuran besar, inti selnya berbentuk bulat telur, terdapat pada darah manusia dan hewan vertebrata lain
  939. morfogenesis proses perkembangan organ atau jaringan dan diferensiasi yang terjadi sesuai dengan yang dilakukan organ atau jaringan itu
  940. morfologi ilmu pengetahuan tentang bentuk luar dan susunan makhluk hidup
  941. multivoltin memiliki banyak keturunan dalam satu musim atau tahun; polivoltin
  942. mutasi perubahan yang terjadi mendadak dalam kromosom
  943. naluri serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yang sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yang tidak bergantung pada pengalaman
  944. nama botani nama ilmiah
  945. nama daerah nama yang diberikan pada jenis tumbuhan dan hewan oleh penduduk di sekitar tempat hidup jenis-jenis tersebut
  946. nama ilmiah nama yang diberikan pada setiap takson tumbuhan dan hewan yang berlaku secara universal
  947. nama Latin nama ilmiah
  948. nama pengarang nama orang yang memberikan dan menerbitkan nama ilmiah, penulisannya di belakang nama ilmiah yang bersangkutan
  949. nama teknik nama ilmiah
  950. nasti gerakan pertumbuhan tanaman yang disebabkan oleh rangsangan luar, tetapi tidak menuju ke rangsangan itu
  951. natalitas laju kelahiran yang memperlihatkan jumlah keturunan yang dihasilkan oleh setiap betina dalam suatu populasi per satuan waktu tertentu
  952. naturalisasi gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan yang didatangkan dari tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat tumbuhan di tempat yang baru itu
  953. nekrofagus bersifat pemakan bangkai
  954. nekrosis kematian sel tumbuhan yang menyebabkan jaringannya menjadi berwarna gelap, umumnya merupakan gejala infeksi karena jamur
  955. neokarpi tumbuhan yang belum dewasa, tetapi sudah menghasilkan bunga dan buah
  956. neologi ilmu tentang seluk-beluk makhluk muda dan belum dewasa
  957. neraca gen jumlah pengaruh kombinasi semua gen yang berintegrasi untuk menghasilkan tabiat fenotipe tertentu
  958. nervur pembuluh darah balik pada sayap serangga
  959. niasin senyawa organik anggota kelompok vitamin B yang larut dalam air; vitamin B3
  960. nidifug sifat anak hewan tertentu yang segera meninggalkan sarangnya setelah kelahirannya
  961. niktinasti gerak tumbuhan atau bagian tumbuhan dalam merespons keadaan gelap, misalnya tertutupnya kelopak bunga pada malam hari
  962. niktipelagik makhluk pelagik yang bermigrasi ke permukaan air pada malam hari
  963. nodul organel pada permukaan akar kacang-kacangan, misalnya kedelai yang mengandung bakteri Rhizobium
  964. nonpatogenik tidak mampu menimbulkan penyakit (tentang jasad hidup renik atau jasad lain)
  965. noosfer bagian biosfer yang diubah atau dipengaruhi oleh kegiatan manusia
  966. norepinefrin senyawa organik yang berfungsi sebagai hormon dalam otak dan tubuh manusia
  967. normotiroid hormon tiroid normal
  968. nosofit tumbuhan yang bersifat patogen
  969. nukleolus struktur biologi yang padat dan berbenang di dalam inti sel
  970. nukleus bagian dari sel yang dianggap penting sekali untuk melangsungkan kehidupan
  971. nuptial berkaitan dengan perkawinan atau perkembangbiakan binatang
  972. nuselus jaringan tengah bakal biji yang berisi kantong embrio
  973. nutasi gerakan berirama atau berotasi ujung pucuk tumbuhan yang sedang tumbuh
  974. nutriea zat yang mendorong pertumbuhan, pemeliharaan, fungsi, dan pengembangbiakan sel dari suatu organisme
  975. nutrisisme simbiosis yang hanya menguntungkan satu pihak
  976. nyali proliferasi lokal jaringan tumbuhan yang menghasilkan pembengkakan dengan bentuk khas dan amat berbeda dengan organ normal lain, biasa terbentuk sebagai respons terhadap serangan patogen
  977. obeks faktor pembatas yang merupakan sawar pemisah populasi
  978. obligat kondisi yang merupakan sifat esensial suatu organisme
  979. ofer kompos yang terbuat dari campuran jerami dan kotoran sapi
  980. ofiologi cabang biologi yang mendalami seluk-beluk kehidupan ular
  981. ofiotoksikologi ilmu tentang seluk-beluk racun ular
  982. ogonium sel indung telur yang menghasilkan sel telur
  983. oksiser suksesi ekologi yang bermula pada habitat asam
  984. oligofagus sifat pemakan satu jenis tanaman, seperti serangga
  985. oligopoda bertungkai atau berkaki torak
  986. oligopoda hewan bertungkai atau berkaki torak
  987. oligoriza tumbuhan yang mengeluarkan sejumlah kecil akar
  988. oligosperma sifat tumbuhan yang buahnya berbiji sedikit
  989. olistium suatu komunitas tanah longsor
  990. ombrotifi genangan atau lungkang air sementara yang terjadi sesudah hujan turun
  991. omfalitis infeksi pada kantong kuning telur oleh bakteri dari saluran cerna atau kulit induk ayam yang dapat menyebabkan kematian embrio atau anak ayam yang baru menetas
  992. onkogenesis asal-usul dan pertumbuhan sebuah tumor
  993. ooapogami perkembangan partenogenesis suatu individu dari gamet betina yang tidak dibuahi
  994. ooblastema telur yang sudah dibuahi
  995. oogenesis asal-usul pertumbuhan dan perkembangan sel telur
  996. ooglea bahan-bahan perekat yang ada pada sel telur
  997. oogonia sel kelamin betina yang telah matang
  998. oogonium alat kelamin betina pada ganggang atau jamur Oomycetes
  999. ookinesis proses mitosis sel telur selama perkembangannya menjadi dewasa
  1000. oologi cabang biologi yang menelaah hal ihwal telur, terutama telur unggas
  1001. optimum keadaan faktor lingkungan yang merupakan derajat kesesuaian tertinggi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan makhluk secara penuh
  1002. ordo klasifikasi dalam biologi yang lebih rendah daripada kelas dan lebih tinggi daripada famili
  1003. orgadofit tumbuhan yang terdapat di hutan yang agak terbuka
  1004. organ alat yang mempunyai tugas tertentu di dalam tubuh manusia (binatang dan sebagainya)
  1005. organel bagian tertentu di dalam sel yang berfungsi sebagai organ
  1006. organisme segala jenis makhluk hidup (tumbuhan, hewan, dan sebagainya); susunan yang bersistem dari berbagai bagian jasad hidup untuk suatu tujuan tertentu
  1007. organisme heterotrop organisme yang memperoleh bahan makanan yang sudah disintesis oleh autotrop, seperti tanaman hijau
  1008. organisme mikroskopik organisme yang berukuran sangat kecil
  1009. organismus organisme
  1010. organogenesis proses pembentukan atau perkembangan organ pertumbuhan makhluk hidup
  1011. organologi cabang biologi yang mendalami susunan dan fungsi organ makhluk
  1012. organonimi tata nama organ dan struktur makhluk
  1013. ornitofili penyerbukan dengan bantuan burung
  1014. ornitosis penyakit virus pada burung dan unggas yang dapat menular kepada manusia
  1015. osealus tanda pada tubuh binatang yang berbentuk bulatan seperti mata, misalnya bulatan berbentuk mata pada ekor burung merak
  1016. osealus sel daun yang warnanya memudar dan ukurannya membesar
  1017. osfresiologi cabang ilmu yang mendalami hal ihwal indra pencium
  1018. osmoregulator binatang yang mampu mengatur pemusatan osmotik dari cairan tubuhnya
  1019. osmosis percampuran dua macam cairan melalui dinding sel atau selaput (yang banyak porinya)
  1020. osmotaksis bentuk taksis untuk menanggapi rangsangan perubahan tekanan osmosis
  1021. osmotropisme respons orientasi terhadap rangsangan osmosis
  1022. osteoblas sel yang berkembang menjadi atau menghasilkan tulang
  1023. osteosit sel khas tulang dewasa yang berkembang dari osteoblas
  1024. ostium lubang tempat air masuk ke dalam saluran radial pada bunga karang
  1025. ostium lubang tempat air masuk ke dalam saluran radial pada bunga karang
  1026. otosista alat penjaga keseimbangan pada berbagai hewan invertebrata
  1027. ovariol tabung telur ovarium serangga
  1028. oviger betina yang membawa atau mengandung telur
  1029. oviparus berkaitan dengan pelepasan telur yang berkembang dan menetas di luar induk betinanya
  1030. ovisme kepercayaan bahwa embrio hanya terkandung dalam sel telur
  1031. ovitesis alat reproduksi yang menghasilkan, baik telur maupun sel kelamin jantan pada hewan seperti siput
  1032. ovotestis organ pada hewan hermafrodit yang berfungsi sebagai indung telur atau testis, misalnya pada siput dan bekicot
  1033. pagofit jenis tumbuh-tumbuhan yang sering tumbuh di kaki bukit
  1034. pakan konsentrat pakan yang kaya akan sumber protein atau sumber energi, mengandung pelengkap makan atau imbuhan pakan
  1035. pakan olahan pakan yang telah mengalami proses fisik, kimiawi, atau biologis, seperti silase dan ransum jadi untuk unggas
  1036. pakan tambahan makanan alam yang bernyawa selain buah-buahan, seperti jangkrik, orong-orong, kroto (tentang burung)
  1037. pakikauli sifat batang yang pendek, gemuk, dan mendaging seperti pada beberapa kaktus
  1038. pakinema benang-benang kromosom yang membelah kromatid seperti tampak pada pakiten
  1039. pakiten tahap ketiga profase meiosis ketika kromosom homolog telah berpasangan seluruhnya dan menjadi lebih pendek dan tebal
  1040. palandikola penghuni habitat rawa
  1041. paleoaatekologi ilmu tentang ekologi individu jenis fosil
  1042. paleoagrostologi ilmu tentang rumput fosil
  1043. paleoalgologi ilmu tentang ganggang fosil
  1044. paleobiogeografi ilmu tentang persebaran geografi fauna dan flora fosil
  1045. paleobiotop kawasan paleontologi yang dicirikan oleh keadaan lingkungan yang seragam serta asosiasi tumbuhan dan hewan fosil yang seragam pula
  1046. paleodendrologi ilmu tentang pohon fosil
  1047. paleofitogeografi ilmu tentang persebaran tetumbuhan sepanjang sejarah geologi bumi
  1048. paleogenetika interpretasi genetika yang dilakukan pada data fosil
  1049. paleoikonologi penelaahan fosil bekas
  1050. paleokomunitas semua wakil takson terawetkan yang menyusun suatu komunitas fosil
  1051. paleontografi ilmu tentang sistematika takson fosil
  1052. paleopalinologi ilmu tentang spora dan serbuk sari fosil
  1053. paleornitologi ilmu tentang fosil burung
  1054. palinofag pemakan serbuk sari
  1055. palinologi ilmu tentang seluk-beluk, bentuk, susunan, kimia dan persebaran serbuk sari
  1056. pantoporat serbuk sari yang permukaannya dilengkapi dengan lubang yang tersebar merata
  1057. papus kelopak berbentuk bulu kumis atau sisik yang terdapat pada bunga famili Compositae, misalnya bunga matahari, bunga aster
  1058. parabiosis penghentian sementara kegiatan fisiologi
  1059. parabiosis penggunaan sarang yang sama oleh dua koloni serangga sosial berlainan jenis yang anak-anaknya dipiara secara terpisah
  1060. paradesma benang di luar inti sel yang menghubungkan bagian tengah bidang pembelahan pada pembelahan mitosis flagela
  1061. parafil salah satu bentukan atau cabang yang mengandung klorofil yang terdapat di antara daun-daun atau pangkal
  1062. parafisis rambut-rambut steril bersel banyak, biasanya tidak bercabang-cabang dan terdapat di antara organ perkembangbiakan jamur, ganggang, lumut, dan paku-pakuan yang berfungsi sebagai pelindung dan pembantu pemencaran spora
  1063. paragami pembentukan suatu nukleus zigot dengan perfusian inti dalam sinsitium
  1064. parakori makhluk yang hidup dalam tubuh makhluk lain tanpa menjadi parasitnya
  1065. parakrosis proses perubahan warna
  1066. paralinin salah satu bahan dasar inti sel
  1067. parasematik tanda-tanda struktur atau perilaku untuk menakuti, mengelabui, atau menjauhkan predator
  1068. parasimbion makhluk yang berasosiasi dengan simbiosis yang sudah mapan
  1069. parasitisme akar keadaan yang ditemukan pada tumbuhan semiparasit yang akarnya menembus akar tumbuhan inang dan menyadap bahan makanan darinya
  1070. parasitisme sosial hidup bersama yang melibatkan parasit dan menggunakan kelompok pekerja inangnya untuk kepentingan sendiri
  1071. parasitoid makhluk yang pola hidupnya berada di antara parasit dan predator, seperti larva serangga penyengat yang memakan bagian dalam tubuh inangnya sampai mati
  1072. parasitosoenosis keseluruhan beban muatan parasit suatu inang
  1073. paravariasi modifikasi atau variasi bentuk selama perkembangan suatu individu yang disebabkan oleh keadaan lingkungan
  1074. parenkima jaringan tidak terspesialisasi yang umumnya terdiri atas sel isodiametris berdinding tipis, tidak berlignin dan berisi protoplasma
  1075. parotis kelenjar ludah yang terdapat di dekat telinga
  1076. partenogamet gamet yang mampu melakukan perkembangan secara partenogenesis
  1077. partenogenesis perkembangan sel kelamin organisme tanpa melalui pembuahan
  1078. partenogenesis alami perkembangan ovum tanpa pembuahan
  1079. partenogenesis berdaur perkembangbiakan oleh suatu deretan generasi partenogenesis yang diselingi oleh suatu generasi yang berkembang biak secara seksual
  1080. partenogenesis buatan induksi pengembangan telur yang tidak dibuahi dengan rangsangan kimia, fisika, atau dengan perlakuan buatan lain
  1081. partenogenom makhluk yang dihasilkan oleh partenogenesis; partenot
  1082. partenosperma sperma yang memiliki kemampuan untuk menjadi zigot tanpa mengadakan persatuan dengan gamet betina
  1083. partenospora spora yang dihasilkan dari gamet betina yang tidak terbuahi
  1084. pasang merah ledakan populasi dinoflagelata dengan konsentrasi sedemikian rupa sehingga menyebabkan air berwarna merah kecokelatan dan mengeluarkan racun
  1085. patabiontik makhluk yang menghabiskan seluruh hidupnya di serasah hutan
  1086. patrogoni adaptasi bermodifikasi yang terjadi selama taraf embrio atau selama perkembangan larva
  1087. patronim nama ilmiah yang didasarkan pada nama seseorang
  1088. pebangkai makhluk pemakan bangkai atau sisa buangan bahan organik
  1089. pediofoit tumbuhan yang banyak terdapat di daerah dataran tinggi
  1090. pedonik makhluk yang tumbuh atau hidup di dasar danau
  1091. pedosfer bagian biosfer yang terdiri atas tanah dan makhluk tanah
  1092. pektosa gugusan karbohidrat yang terdapat pada dinding sel tumbuhan
  1093. pektoselulosa selulosa yang bercampur dengan pektosa yang terdapat pada akar dan buah yang berdaging
  1094. pelepah bagian tangkai daun yang melebar dan membentuk tabung serta mengelilingi batang atau buluh, umumnya terdapat pada rumput-rumputan
  1095. pemakan deposit hewan yang memakan partikel yang ada dalam substrat
  1096. pemakan suspensi hewan yang makan dengan cara menyaring partikel yang terdapat dalam massa air
  1097. pembelahan biner bentuk reproduksi aseksual pada protozoa berupa pembelahan organisme menjadi dua bagian yang sama
  1098. pembiakan proses organis untuk menghasilkan organisme baru yang merupakan tindakan organisme induk, baik secara seksual maupun aseksual
  1099. pembuahan perihal (proses) membuahi
  1100. pembuahan perihal bercampurnya inti sel jantan dan inti sel betina; perpaduan sepasang sel kelamin jantan dan betina dan menjadi permulaan dari perkembangan suatu embrio
  1101. pembuluh tapis floem
  1102. penisilat memiliki sifat atau bentuk seperti berkas rambut
  1103. penisilinase enzim yang menguraikan penisilin menjadi asam penisilinat yang tidak memiliki daya antibiotik lagi
  1104. penuaan proses kemunduran fungsi tubuh yang tidak terelakkan sejalan dengan peningkatan usia
  1105. peptionisasi hidrolisis protein yang menghasilkan produk yang dapat larut
  1106. perifiton komponen autotropik dari komunitas jasad penempel
  1107. perilimfa cairan yang memisahkan labirin membran dengan labirin tulang di bagian dalam telinga
  1108. periode kompensasi waktu yang diperlukan tumbuhan untuk mencapai titik kompensasi sesudah melewati masa benda dalam keadaan gelap; tumbuhan teduhan yang memiliki periode kompensasi lebih pendek dibandingkan dengan tumbuhan matahari karena tumbuhan tersebut mampu menggunakan cahaya lebur
  1109. periode refraktori periode ketika neuron tidak sensitif terhadap depolarisasi
  1110. perispora lapisan tipis yang menyelimuti spora, umumnya mengelupas dan menghilang serta tidak berasal dari spora sendiri; perin
  1111. peritrika sifat beberapa jenis bakteri yang memiliki flagela banyak di seluruh tubuh
  1112. permean makhluk yang sering berpindah tempat dari satu komunitas ke komunitas lain
  1113. peroksidase enzim yang memacu reaksi oksidasi dalam tubuh makhluk hidup dengan jalan memindahkan atom hidrogen dari senyawa yang dioksidasi ke peroksida
  1114. persentase layu koefisien layu
  1115. persilangan usaha yang menyebabkan terjadinya perkawinan dua individu yang berbeda galur, ras, atau jenisnya
  1116. petandri bunga yang memiliki lima buah benang sari
  1117. pigmen pelengkap pigmen pada tanaman, alga, dan bakteri yang menyerap energi cahaya dan menyalurkannya ke pigmen aktif yang menyebabkan fotosintesis
  1118. pigmen ungu-hitam antosianin
  1119. piknosis keadaan dalam inti sel yang semua kromosomnya bersatu menjadi satu kesatuan
  1120. piktograf grafik informasi biologi yang menggunakan lambang bergambar
  1121. pilositas keadaan lebatnya bulu atau rambut
  1122. piogen sifat jasad renik yang menghasilkan nanah pada luka yang mengalami infeksi
  1123. piramida biotik grafik tingkatan konsumsi dalam suatu rantai makanan stabil dengan produsen primer diikuti konsumen primer, konsumen sekunder, dan konsumen tersier
  1124. pirenofor bagian sitoplasma yang mengandung inti
  1125. pirenokarp buah berdaging yang memiliki bagian yang keras atau membatu
  1126. piretik sifat substansi yang menyebabkan kenaikan suhu badan
  1127. pirogen zat yang merangsang timbulnya demam
  1128. piskivor hewan pemakan ikan
  1129. pistom struktur seperti taring beracun yang terletak di depan atau di tempat mulut pada berbagai hewan invertebrata, seperti pada lipan, kelabang
  1130. plagioser suksesi ekologi yang menyimpang dari arah alaminya karena campur tangan manusia
  1131. plagiosere suksesi ekologi yang menyimpang dari arah alaminya karena campur tangan manusia
  1132. plagiotropisme bentuk tropisme yang arahnya membuat sudut terhadap sumber rangsangan
  1133. plak daerah bening di sekeliling sel-sel yang peka, disebabkan oleh replikasi virus
  1134. planogamet gamet yang dapat bergerak yang terdapat pada jamur tertentu
  1135. planogamet protoplasma berkelijak yang dapat bergerak dan terdapat pada beberapa ganggang
  1136. planon gamet, spora, atau zigot yang mampu bergerak
  1137. plasmodium kelompok protoplasma berinti banyak yang timbul karena penggabungan beberapa ameba berinti satu
  1138. plasmosis penarikan sitoplasma dari dinding sel akibat gerakan air keluar sel karena osmosis
  1139. plastid bahan atau butiran kecil yang terdapat di dalam plasma sel tumbuhan
  1140. plastisitas kemampuan makhluk untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan tempat tumbuh (lingkungan) yang baru
  1141. plastogami pembauran antara dua sel yang sitoplasmanya menyatu tanpa pembauran inti-inti selnya
  1142. ploidi jumlah himpunan kromosom dalam suatu sel
  1143. pneumatofos akar yang keluar secara tegak lurus dari akar yang terendam dalam air dan berfungsi untuk pernapasan, misalnya pada pedada; akar napas
  1144. poikilotermik berkaitan dengan organisme poikiloterm
  1145. polen lebah campuran serbuk sari dan madu yang dikumpulkan oleh lebah, berasal dari tumbuh-tumbuhan berbunga, digunakan untuk memberi makan larvanya
  1146. polivoltin multivoltin
  1147. porositas keadaan menjadi berpori sehingga cairan atau gas dapat lalu
  1148. posterior bagian yang letaknya lebih dekat ke bagian akhir tubuh (pada hewan adalah bagian belakang tubuh, pada manusia adalah punggung)
  1149. premaksila bagian depan dari rahang atas
  1150. primordial termasuk dalam bentuk atau tingkatan yang paling awal
  1151. priser suksesi ekologi pada suatu habitat yang belum pernah dihuni
  1152. produktivitas primer produktivitas organisme yang berdaun hijau
  1153. produktivitas sekunder produktivitas organisme yang tergolong dalam konsumen (hewan) dan pengurai (bakteri dan jamur)
  1154. profase fase awal pembelahan sel ketika kromosom mulai tampak seperti benang-benang
  1155. progenese perkembangan sel kelamin hingga kedua sel kelamin betina dan jantan berpadu menjadi zigot
  1156. proliferasi pembiakan yang subur
  1157. proliferasi perbanyakan bentuk yang sama, terutama sel dan kista yang abnormal
  1158. proliferasi pertumbuhan dan pertambahan sel yang sangat cepat (dalam keadaan abnormal)
  1159. propagasi pembiakan tanaman atau binatang
  1160. propagula setiap bahan yang digunakan untuk tujuan perbanyakan organisme untuk tahap lanjut dalam siklus hidupnya melalui pemencaran
  1161. protista golongan makhluk (di samping dunia tumbuh-tumbuhan dan dunia hewan), terdiri atas organisme yang mempunyai susunan biologi sederhana, meliputi protozoa, ganggang, jamur, dan bakteri
  1162. protogenesis proses perkembangbiakan dengan cara menghasilkan kuncup
  1163. protonema struktur seperti benang bercabang yang tumbuh dari spora lumut dan akhirnya berkembang menjadi tanaman lumut
  1164. protoplas bahan yang terdapat di dalam sel, mencakup plasma sel, inti, dan membran plasma
  1165. protoplasma zat hidup dalam sel pada tumbuhan dan hewan yang terdiri atas nukleus dan sitoplasma
  1166. protozoa jasad renik hewani yang terdiri atas satu sel, seluruh fungsi protozoa dilakukan oleh sel satu itu
  1167. psamoser suksesi ekologi yang bermula pada daerah tanah pasir yang tidak stabil
  1168. psikrofili mikroorganisme yang menyukai tempat yang tinggi, mampu tumbuh pada suhu 0°C atau lebih, umumnya tidak dapat tumbuh di atas 20°C
  1169. pulmoner edema paru
  1170. pusat panas bagian dalam sistem saraf pusat yang mengontrol produksi dan pelepasan panas
  1171. rabsovirus virus RNA yang berpilin tunggal, memiliki pembungkus, termasuk serangga penyebab rabies
  1172. racun mitosis substansi yang menghambat atau menghentikan mitosis
  1173. radikula akar yang pertama-tama keluar dari embrio
  1174. radiobiologi cabang biologi yang mempelajari pengaruh radiasi pada sistem biologi
  1175. radiotropisme pengaruh pertumbuhan yang dihasilkan oleh radiasi
  1176. radisikola menyukai hidup pada atau dalam akar
  1177. rambut akar penonjolan sel epidermis akar dan berfungsi memperluas permukaan untuk meningkatkan daya serapnya
  1178. ranivor pemakan katak
  1179. rantai makanan perolehan makanan pada organisme yang terjadi secara berantai
  1180. regenerasi penggantian alat yang rusak atau yang hilang dengan pembentukan jaringan sel baru
  1181. regu golongan jenis
  1182. regulasi hipotonik kemampuan menyesuaikan hidup bagi organisme yang hidup dalam air asin dengan cara mempertahankan kandungan garam di dalam cairan tubuh agar tetap lebih rendah daripada air
  1183. regulasi hipotonik kemampuan menyesuaikan hidup yang terdapat pada hewan air tawar dengan cara mempertahankan kandungan garam dalam cairan tubuh agar tetap lebih tinggi daripada air di luar tubuh
  1184. rekombinasi terdapatnya progeni dengan kombinasi gen yang lain yang terjadi karena pemilahan bebas atau pindah silang
  1185. rembang posisi atau tapak yang berada pada atau dekat daerah titik akhir atau puncak benda
  1186. reoplankton plankton yang hidup di air yang mengalir, misalnya air sungai
  1187. replikasi kemampuan virus memperbanyak diri
  1188. reservoir organisme yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi parasit yang patogenik terhadap spesies lain, biasanya tanpa merusak inangnya
  1189. resesif alel yang tidak dinyatakan dalam fenotipe kecuali homozigot
  1190. resistansi biologis daya tahan alami tubuh terhadap pengaruh buruk, seperti racun dan kuman
  1191. respirasi pengikatan oksigen oleh butir-butir darah untuk penyediaan bahan bagi seluruh tubuh melalui permukaan alat pernapasan (paru-paru, insang) pada binatang sekaligus mengeluarkan karbon dioksida
  1192. respirasi seluler reaksi oksidasi yang menghasilkan energi yang terjadi di dalam sel makhluk hidup, melibatkan transfer oksigen, produk akhir berupa karbondioksida dan air
  1193. responsi kegiatan atau perubahan pola perilaku makhluk sebagai akibat rangsangan atau fluktuasi keadaan lingkungan
  1194. retikulum jala halus pada protoplasma sel
  1195. retikulum perut kedua pada binatang pemamah biak; perut jala
  1196. rostrum paruh atau moncong organisme
  1197. roti lebah polen lebah
  1198. ruang sari separuh atau salah satu cuping kepala sari tempat kantong serbuk sari
  1199. rumpang cabang lubang pada tabung pembuluh batang yang terdapat di sekeliling daun atau di atas awal runutan cabang
  1200. runjung kumpulan bunga atau buah yang padat memanjang pada suatu sumbu memanjang dan menyerupai kerucut tidak teratur
  1201. runjung kumpulan sporofil yang tersusun seperti kerucut di ujung batang yang beruas pendek
  1202. runjung betina runjung yang membawa bakal biji atau megasporangium pada Gymnospermae
  1203. runjung jantan runjung yang membawa mikrosporangium atau kantung sari pada Gynospermae
  1204. rusuk palsu tulang-tulang rusuk yang ujung tulang rawannya tidak berhubungan dengan tulang dada
  1205. salmonelosis penyakit manusia dan hewan yang mengganggu saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonela
  1206. sanguikola menyukai hidup dalam darah
  1207. saprofit organisme yang hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati atau yang sudah busuk
  1208. sapropel makhluk penghuni lumpur yang kaya akan bahan organik membusuk
  1209. saproplankton plankton yang mendapatkan bahan haranya dari bahan organik membusuk
  1210. saprotrof makhluk yang mendapatkan bahan haranya dari bahan organik membusuk
  1211. saprozoit hewan yang makan atau mendapatkan nutrisi dari bahan organik membusuk
  1212. sarenkima parenkima yang bahan dasarnya terdiri atas butir-butir yang tidak banyak jumlahnya
  1213. sarkode protoplasma pada badan protista
  1214. sarsina sel-sel bakteri yang tersusun khas dalam unit-unit, berisi delapan sel berbentuk kubus
  1215. sasaka serat yang merupakan penghubung sklerenkima antara berkas pembuluh epidermis daun
  1216. satrofit tumbuhan yang hidup pada humus
  1217. saturasi keadaan keseimbangan dalam komunitas ketika imigrasi atau penambahan berjumlah sama dengan pengurangan ataupun dengan pemusnahan
  1218. sefalopoda kelompok binatang lunak dengan kaki atau tentakel pada kepala
  1219. segmen satuan rangkaian yang pada dasarnya mempunyai struktur yang sama; bagian ruas tubuh yang berbentuk cincin, seperti ruas tubuh cacing tanah
  1220. sekam mahkota daun teratas dari sepasang daun gagang yang melindungi setiap floret dalam perbungaan rumput-rumputan Poaceae
  1221. sekat pembatas yang memisahkan dua rongga atau massa jaringan, seperti pada buah, rumah kerang, jantung, dan hidung
  1222. sekat primer sekat yang pembentukannya berhubungan erat dengan pembelahan inti mitosis atau meiosis dan berfungsi sebagai pemisah sel-sel yang baru terbentuk
  1223. sekresi pengeluaran hasil kelenjar atau sel secara aktif
  1224. sekretin hormon yang dihasilkan di dalam usus kecil yang menggiatkan pankreas untuk mengalirkan cairan pankreas
  1225. seksdusi proses pengangkatan fragmen bahan genetika dengan fakta seks dari satu bakteri ke bakteri yang lain
  1226. seksupar sifat makhluk yang menghasilkan keturunan jantan dan betina melalui perkembangbiakan seksual atau partenogenesis
  1227. sel anak sel yang tumbuh melalui pembelahan sehingga dari satu sel akan menjadi dua anak sel
  1228. sel embrio satu dari dua sel yang terbentuk pada pembelahan pertama telur yang dibuahi, kemudian satu berkembang menjadi embrio, yang satunya menjadi penyangga
  1229. sel germinal sel kelamin, yaitu sel kelamin betina dan sel kelamin jantan
  1230. sel induk sel yang mampu membelah diri menghasilkan sel-sel anak, seperti sel induk serbuk sari
  1231. sel kecambah sel organisme yang berfungsi menghasilkan kembali organisme sejenis
  1232. selaput pembuahan selaput yang tumbuh mulai dari titik pertemuan antara telur dan sperma, dan yang akan menyelubungi seluruh permukaan telur dengan cepat
  1233. seluler berbentuk sel
  1234. selulosa polisakarida yang dihasilkan oleh sitoplasma sel tanaman yang membentuk dinding sel
  1235. sembab tekstur organ yang lunak, berdaging, berair, dan umumnya tebal
  1236. semelpar makhluk yang hanya berketurunan sekali dalam hidupnya lalu mati
  1237. semiovipar strategi perkembangbiakan yang ada di antara ovipar dan vivipar
  1238. semusim sifat tumbuhan yang melengkapi daur hidupnya dalam satu musim
  1239. senomorfisme perubahan bentuk makhluk, dari yang kompleks menjadi lebih yang sederhana
  1240. sentromer titik tempat bergabungnya dua kromatid dan serat poros yang melekat pada saat pembelahan sel mitosis
  1241. septum dinding pembatas
  1242. ser deretan suksesi ekologi komunitas tumbuhan pada suatu habitat dari priser sampai klimaks
  1243. serambi jantung ruang di belahan atas jantung sebelum bilik
  1244. serat sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang, berasal dari hewan atau tumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu, dan sebagainya), digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan sikat
  1245. serat diet serat nabati yang tidak tecerna, tetapi diperlukan dalam makanan untuk memperlancar pencernaan karena serat ini mempertahankan air atau mengikat air sehingga mencegah konstipasi
  1246. serat hewan serat yang diperoleh dari hewan
  1247. servikum daerah antarruas yang lentur antara kepala dan protoraks serangga
  1248. sesidium nyali atau pembengkakan khas pada tumbuhan yang umumnya disebabkan oleh serangga dan binatang lain
  1249. sesil hewan yang melekat atau menempel pada dahan atau batang tanpa dihubungkan oleh tangkai)
  1250. sesil hewan yang melekat atau menempel pada benda-benda mati atau pada hewan hidup
  1251. sibakan stadium awal pembelahan sel telur yang sudah dibuahi dan telah berkembang menjadi beberapa sel
  1252. sider minuman yang dibuat melalui fermentasi sari apel, dicirikan oleh kandungan tanin dan asam malat yang tinggi
  1253. silang dalam perkawinan individu-individu yang masih memiliki pertalian keluarga yang dekat yang dapat meningkatkan jumlah ras tanaman atau hewan
  1254. simbiosis keadaan hidup bersama secara erat antara dua organisme yang berbeda
  1255. sinsitium massa protoplasma berinti banyak yang tidak terdiferensiasi menjadi sel-sel
  1256. sistematika ilmu mengenai taksonomi tumbuhan atau hewan dengan memerhatikan kekerabatan dan evolusinya secara eksperimental
  1257. sitokenesis pembagian sitoplasma yang terjadi pada sel yang membelah
  1258. sitokinesis pembelahan sitoplasma yang diikuti mitosis dan meiosis
  1259. sitoplasma protoplasma suatu badan sel di luar nukleusnya
  1260. skiafit tumbuhan yang tumbuh dengan subur pada tempat teduh
  1261. soma keseluruhan jasad terkecuali sel mani
  1262. sperma mani
  1263. spermatid sel haploid yang langsung berkembang menjadi sel mani yang berfungsi tanpa melalui pembelahan sel
  1264. spermatogenesis sel sperma yang matang dalam spesies jantan
  1265. spermatogenesis proses pembentukan mani
  1266. spermatozoa sel mani yang apabila masuk ke dalam sel telur bisa menimbulkan pembuahan; sel jantan
  1267. spermatozoid gamet jantan yang dapat bergerak, terdapat pada tumbuh-tumbuhan
  1268. spesiasi proses dalam evolusi yang mengarah pada pembentukan spesies baru yang berbeda yang secara reproduktif terisolasi satu sama lain
  1269. spesies satuan dasar klasifikasi biologi; jenis
  1270. spesies invasif spesies suatu habitat yang bukan merupakan spesies asli habitat tersebut, tetapi berpengaruh besar dalam hal lingkungan, ekonomi, maupun ekologi;
  1271. spesies oksigen reaktif radikal bebas yang dapat memicu proses stres oksidatif, misalnya pajanan sinar matahari
  1272. spesies oksigen reaktif molekul yang sangat reaktif, dapat merusak biomolekul dan menyebabkan munculnya penyakit
  1273. spiroplasma jasad renik tanpa dinding sel, bentuknya spiral dan hidup sebagai parasit
  1274. spora alat perbanyakan yang terdiri atas satu atau beberapa sel yang dihasilkan dengan berbagai cara pada tumbuhan rendah, Cryptogamae, berukuran sangat halus, mudah tersebar oleh angin, air, binatang dan sebagainya, dan dapat tumbuh langsung pada kapang (bakteri dan sebagainya) atau tidak langsung pada paku-pakuan menjadi individu baru
  1275. sporadis tidak merata dan hanya dijumpai di tempat tertentu (tentang penyebaran tumbuhan atau penyakit)
  1276. sporoplasma protoplasma infektif yang terkandung dalam spora yang disuntikkan ke dalam sel inang oleh berbagai organisme parasit
  1277. sporosista tubuh sporozoa yang berdinding sebagai hasil dari pembelahan berulang yang menghasilkan satu sporozoit atau lebih
  1278. sporozoa organisme seperti parasit yang memiliki kelamin alternatif dan generasi aseksual yang reproduksinya atas bantuan spora
  1279. sporozoit stadium infektif yang motil pada sporozoa tertentu yang merupakan hasil reproduksi seksual dan menimbulkan daur aseksual di dalam inang yang baru
  1280. stadium pradewasa tingkatan dalam daur hidup sebelum dewasa (tentang serangga dan sebagainya), masa menjadi telur, larva, dan pupa
  1281. stafilokokus bakteri yang muncul dalam klaster seperti anggur, biasanya terdapat pada kulit dan selaput lendir, dapat menyebabkan penyakit
  1282. stalon batang yang tumbuh horizontal di atas permukaan tanah yang menghasilkan tumbuhan baru pada ujungnya
  1283. status diploid keadaan kromosom yang setiap tipe kromosomnya diwakili dua kali, kecuali pada kromosom seks
  1284. steril tidak subur; mandul; tidak dapat berkembang biak
  1285. sterilisasi perlakuan untuk meniadakan kesanggupan berkembang biak pada hewan atau manusia dengan menghilangkan alat kelamin atau menghambat fungsinya
  1286. sterilisasi parsial pengurungan sebagian populasi jasad renik (biasanya dengan pemanasan atau dengan cara kimiawi)
  1287. sterilitas keadaan tidak terdapatnya kemampuan untuk berkembang biak secara kawin
  1288. sterilitas kemandulan
  1289. stok kelompok organisme yang berhubungan
  1290. stomata celah-celah pada epidermis tumbuhan, biasanya terdapat dalam jumlah yang banyak, terutama pada daun
  1291. streptokokus pembelahan kokus dengan cara tertentu sehingga sel-selnya yang berbentuk bola-bola kecil tertata dalam rantai
  1292. streptokokus bakteri berbentuk bulat dapat menyebabkan penyakit demam skarlatina atau radang paru-paru
  1293. streptokokus pembelahan kokus dengan cara tertentu sehingga sel-selnya yang berbentuk bola-bola kecil yang tertata dalam rantai
  1294. stres air perlakuan pada tanaman dengan cara disiram air yang banyak kemudian dibiarkan tanpa disiram dalam rentang waktu tertentu
  1295. strobila tubuh cacing pita secara keseluruhan
  1296. subaraknoid berkaitan dengan atau terletak di bawah membran araknoid
  1297. subfilum bagian primer dari filum
  1298. subgenus berhubungan dengan anak marga yang umumnya terdiri atas beberapa jenis
  1299. submukosa lapisan jaringan di bawah mukosa
  1300. subser suksesi ekologi yang tertahan oleh faktor edafik atau Bottik
  1301. substrat landasan; alas; dasar; dasar hidup jasad
  1302. suhu basal suhu tubuh sebelum beraktivitas, biasanya saat bangun tidur
  1303. suhu basal badan suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat, biasanya dilakukan pada pagi hari untuk mengetahui masa subur
  1304. suksesi proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil
  1305. suksesi primer suksesi ekologis yang terjadi saat sebuah ekosistem mengalami gangguan total sehingga suksesi harus dimulai dari awal
  1306. suksesi sekunder suksesi ekologis yang terjadi saat sebuah ekosistem tidak mengalami gangguan total sehingga tidak perlu memulai suksesi dari awal
  1307. suku takson dalam satuan taksonomi yang berada di antara marga dan bangsa (nama suku tumbuhan selalu berakhiran -ceae-, suku hewan berakhiran -ideae); famili
  1308. sumber infeksi pusat penyebaran kuman penyakit
  1309. sumber infeksi tumbuhan atau hewan yang menderita penyakit dan dapat menjadi sumber kuman penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyebar ke tempat lain
  1310. superantioksidan antioksidan yang sangat menghambat oksidasi
  1311. superinfeksi terinfeksinya kembali inang oleh jenis parasit yang sebelumnya sudah pernah menyerangnya
  1312. suplemen kondroitin suplemen makanan yang dibuat dari tulang rawan hewan, seperti tulang rawan ikan hiu dan sapi, berguna untuk membantu menjaga kesehatan struktur persendian, menahan air, dan membantu penyebaran nutrisi di sekitar sendi
  1313. tafoglif jejak makhluk mati pada endapan
  1314. tagma sederetan ruas berurutan yang membentuk bagian berbeda pada tubuh serangga (kepala, toraks, abdomen)
  1315. tagmosis spesialisasi fungsional yang terjadi pada hewan yang beruas secara metamer
  1316. tajuk seluruh sistem dedaunan pada pohon, kecuali batang
  1317. takbengang buah yang tidak merekah secara alamiah kalau sudah matang
  1318. takigen struktur yang muncul secara tiba-tiba dalam filogeni
  1319. takigenesis perkembangan ontogeni atau filogeni yang dipercepat
  1320. taksa takson-takson
  1321. taksis kecenderungan organisme untuk bergerak ke arah sumber rangsangan atau menjauhi sumber rangsangan dari luar
  1322. taksometrika nama umum tingkat satuan taksonomi tanpa melihat peringkatnya
  1323. taksometrika pendekatan penelitian taksonomi yang menggunakan data pengukuran kesamaan genetik antara makhluk dalam sistem klasifikasi
  1324. taksonom ahli taksonomi; taksonomiwan
  1325. taksonomi numeris klasifikasi dengan cara membandingkan sejumlah karakteristik suatu organisme dengan karakteristik yang sama dari organisme yang lain
  1326. taksonomiwan orang yang ahli dalam taksonomi
  1327. tarantula salah satu spesies laba-laba besar dan berbisa
  1328. tekanan lingkungan perubahan atau keadaan lingkungan yang memengaruhi organisme tertentu
  1329. tergigit rompong atau tercabik tidak rata pada bagian ujung
  1330. tergulung balik tergulung ke arah luar (bagian sisi luar)
  1331. terkeluk masuk menekuk secara tiba-tiba ke arah atas, dalam, atau adaksial
  1332. terkeluk turun menekuk secara tiba-tiba ke arah bawah
  1333. terlengkung balik melengkung ke arah luar atau atas
  1334. terlengkung masuk melengkung ke arah dalam atau atas
  1335. termofili mikroorganisme yang tumbuh baik pada suhu antara 45°–70°C
  1336. termonasti gerak bagian tumbuhan dalam merespons perubahan suhu
  1337. terselam terbenam di bawah permukaan air
  1338. tersunjam mengapung atau berenang di bawah permukaan air
  1339. testa selaput yang melindungi embrio tumbuhan berbiji dan berfungsi sebagai kulit biji
  1340. tetraploid organisme yang mempunyai empat pasang dasar kromosom
  1341. tetua generasi yang terlibat dalam pembuahan yang menghasilkan hibrida
  1342. tigmotropisme tropisme gerak tumbuh berarah suatu bagian tanaman, khususnya sulur, dalam merespons kontak fisik dengan permukaan
  1343. toksikogenik hewan yang dapat menghasilkan toksin sehingga tumbuhan yang dimakannya akan mengalami keracunan
  1344. toksoplasma organisme mikroskopis yang hidup sebagai parasit pada organ vertebrata, terutama burung dan mamalia, dapat menyebabkan penyakit
  1345. tompok bagian permukaan suatu bidang yang tak teratur bentuknya yang berbeda penampilannya dengan keadaan sekitarnya, mirip tambalan yang terjadi secara alamiah
  1346. trakeid sel kayu tidak berperforasi di kedua ujungnya, berpenebal cincin spiral atau berceruk terlindung, menghantar air dan menyusun jaringan kayu
  1347. transek garis atau jalur sempit untuk keperluan survei persebaran, keterdapatan makhluk sepanjang suatu daerah atau percobaan dan pengamatan lain
  1348. translokasi pemindahan makanan dalam tumbuhan dari tempat pembuatan atau penyimpanan ke tempat yang memerlukannya
  1349. tripsin getah perut yang dibawa oleh aliran darah ke pankreas, merupakan unsur yang penting dalam pencernaan
  1350. tripsinogen zat yang dihasilkan pankreas yang diubah ke dalam tripsin dengan adanya pemrosesan dengan enzim tertentu
  1351. trisomik mutasi yang terjadi karena individu kelebihan satu
  1352. trombin enzim dalam darah yang berfungsi membekukan darah sebagai katalisator dalam perubahan fibrinogen menjadi fibrin
  1353. tudung akar bagian paling ujung dari akar, yang terdiri atas jaringan parenkima dan berfungsi untuk melindungi ujung akar yang sedang tumbuh
  1354. tumit bagian telapak kaki sebelah belakang, di bawah mata kaki
  1355. ultrasonikasi pemecahan sel dengan menggunakan suara ultrasonik
  1356. ultrastruktur struktur renik jaringan, sel, dan partikel subsel yang tidak dapat dijangkau oleh mikroskop biasa
  1357. univoltin memiliki satu keturunan dalam satu musim atau tahun
  1358. vados air yang terdapat dalam kerak bumi di atas aras permanen air tanah
  1359. vagilitas kecenderungan makhluk atau populasi untuk mengubah lokasi atau persebarannya sesuai dengan perjalanan waktu
  1360. vakuola ruang di dalam sitoplasma yang berisi cairan dan dikelilingi oleh sebuah selaput
  1361. variasi perubahan rupa (bentuk) yang turun-temurun pada binatang yang disebabkan oleh perubahan lingkungan
  1362. vernalisasi pemberian perlakuan dingin pada tumbuhan untuk merangsang pembungaannya
  1363. vestigial berkenaan dengan struktur atau bentuk yang berkembang tidak sempurna (menjadi mengecil)
  1364. vigor keunggulan genotipe heterozigot dalam satu sifat atau lebih jika dibandingkan dengan yang homozigot
  1365. vikariasi keterdapatan bentuk, takson atau biota berkerabat erat dan berpersyaratan ekologi serupa pada daerah geografi berbeda yang dipisahkan atau diisolasi satu sama lain oleh timbulnya sawar alami
  1366. virginipar makhluk yang berkembang biak hanya dengan partenogenesis
  1367. viristatik kemampuan menghambat perbanyakan partikel virus
  1368. virogen gen virus yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan virus tumor yang lengkap
  1369. viroid partikel penyebab infeksi yang semula diperkirakan adalah virus
  1370. viropeksis penangkapan virus oleh sel inang dengan cara fagositosis
  1371. visidium cakram lengket di ujung tangkai polinia anggrek, berfungsi melekatkan massa serbuk sari pada kepala serangga penyerbuk
  1372. visinisme variasi pada individu atau populasi sebagai akibat bercampur atau berhubungan erat dengan makhluk lain
  1373. vitelarium bagian ovariol yang berisi telur yang sedang berkembang
  1374. vivotoksin substansi beracun yang dihasilkan di dalam jaringan inang terinfeksi patogen, menyebabkan perubahan merusak yang terjadi selama perkembangan penyakit
  1375. vokalisasi nyanyian, panggilan, teriakan, dan bunyi suara lain yang dikeluarkan oleh hewan
  1376. voltin memiliki keturunan dalam satu musim atau tahun
  1377. voltinisme frekuensi atau jumlah keturunan tahunan (misalnya serangga)
  1378. wanda penampilan khas suatu komunitas tumbuhan atau vegetasi
  1379. warna apatetik pola warna yang penuh tipuan untuk mengelabui predator, misalnya menyerupai sifat fisik habitatnya
  1380. warna aposem warna peringatan tanda bahaya untuk pelindungan diri
  1381. warna intravital pewarnaan sel hidup tanpa membunuhnya
  1382. xenia perubahan endosperma oleh pengaruh tepung sari asing
  1383. xerofili organisme yang tahan hidup di daerah kering
  1384. xerokasi terbukanya kantong biji oleh keadaan yang kering
  1385. xeromorf tumbuhan yang memiliki adaptasi struktur dan fungsi untuk menghalangi kehilangan air oleh evaporasi
  1386. xeroser suksesi ekologi yang bermula pada habitat kering
  1387. xeroterm tumbuhan yang tahan terhadap suhu dan kekeringan yang tinggi
  1388. xilan getah kayu
  1389. xilofag organisme yang memakan kayu
  1390. xilofit tumbuhan hutan berkayu
  1391. xilotomi anatomi xilem atau kayu
  1392. yarovisasi vernalisasi
  1393. zalir serebrospinal cairan yang terdapat dalam ventrikel otak dan ruang subaraknoid berbagai selaput otak
  1394. zantopsin zat warna yang terdapat pada mata serangga terbang malam
  1395. zarah bagian benda yang sangat kecil atau sel (seperti butir darah)
  1396. zat anorganik zat yang tidak berasal dari makhluk hidup, umumnya mengandung mineral, air, gas, dan asam
  1397. zat omega-3 asam lemak tak jenuh yang diperoleh melalui makanan, seperti ikan salmon, ikan tuna, halibut, ganggang, dan minyak kacang, berperan penting dalam fungsi otak, pertumbuhan dan perkembangan normal, dapat mengurangi risiko penyakit jantung
  1398. zat organik zat yang umumnya merupakan bagian dari binatang atau tumbuh-tumbuhan, komponen utamanya adalah karbon, protein, dan lipid, mudah sekali mengalami pembusukan oleh bakteri
  1399. zeitgeber rangsangan luar yang bertindak sebagai pemicu ritme biologi
  1400. zigofase fase diploid pada suatu daur hidup
  1401. zigofit tumbuhan yang dihasilkan oleh perkembangbiakan seksual
  1402. zigogami perkawinan antara dua gametangium yang berfusi menjadi satu dan kemudian membentuk zigospora
  1403. zigospora sel yang terbentuk karena zigogami atau perpaduan konjugasi antara dua gamet yang serupa
  1404. zigot tingkat pertumbuhan parasit yang terjadi karena perpaduan gamet betina dengan gamet jantan
  1405. zimogen enzim dalam keadaan tidak aktif
  1406. zoidiofoli penyerbukan bunga oleh hewan
  1407. zoidiogami pembuahan oleh gamet jantan motil
  1408. zonakolpat serbuk sari yang permukaannya dilengkapi oleh alur-alur yang terletak di daerah ekuatornya
  1409. zooamilon persediaan makanan yang terdapat pada bagian yang dapat membiaskan cahaya dalam sitoplasma protozoa
  1410. zooaprokrisis strategi atau respons hewan terhadap keadaan lingkungannya
  1411. zoobentos hewan yang hidup dalam danau atau laut
  1412. zoobiotik makhluk hidup sebagai parasit hewan
  1413. zoodomatia struktur pada tumbuhan yang berfungsi sebagai naungan atau tempat berlindung bagi hewan
  1414. zooekologi penelaahan hubungan hewan dengan lingkungannya
  1415. zoofag makanan hewan
  1416. zoofili tumbuhan yang diserbuki oleh hewan selain serangga
  1417. zoogamet gamet yang mampu mengembara karena memiliki flagela penggerak; planogamet
  1418. zoogenesis perkembangan dan evolusi jenis hewan; ontogeni
  1419. zoogenetika cabang genetika yang mendalami kebakaan dan variasi hewan
  1420. zoogeogenesis asal-usul dan kehidupan hewan di bumi
  1421. zoogeografi biosoenosis penelaahan persebaran komunitas hewan
  1422. zoogeografi ekologi penelaahan persebaran hewan dalam kaitannya dengan keadaan kehidupan dan potensi pemencarannya
  1423. zoogeografi sejarah penelaahan persebaran hewan dalam kaitannya dengan sejarah dan evolusi paleogeografi daerahnya
  1424. zoogonidangium sel yang dapat menghasilkan zoospora pada ganggang
  1425. zoom kelompok hewan yang diperlakukan sebagai suatu satuan ekologi
  1426. zoometer biometer binatang yang menunjukkan keadaan melalui kerapatan jumlah individu, daya tahan, ukuran, dan faktor lain
  1427. zoometri penerapan metode statistika dalam penelitian keanekaragaman
  1428. zoonomi penelaahan fisiologi hewan
  1429. zooplasma bahan atau substansi hidup yang hidupnya bergantung pada hasil organisme lain
  1430. zoosporangium sporangium yang menghasilkan zoospora, biasanya berdinding tipis dan hanya dibentuk oleh jamur yang rendah tingkat evolusinya
  1431. zoosuksivor hewan yang hidup dengan mengisap darah dan cairan tubuh binatang
  1432. zooteknika ilmu yang diterapkan untuk pengembangan penangkaran, pemeliharaan, dan pemanfaatan hewan
  1433. zootoksin racun yang dihasilkan oleh hewan
  1434. zoozigosfer gamet yang motil