Lompat ke isi

Pengguna:Bennylin/Indeks/Kimia

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
  1. aberasi cahaya pembiasan tidak seragam dari cahaya sehingga bayangan tampak berubah bentuk
  2. absorbat zat yang terserap ke dalam pori-pori zat padat
  3. absorben zat yang dapat menyerap atau menarik gas lembapan atau cairan ke dalam pori-porinya
  4. absorpsi hilangnya zat energi atau foton ke dalam suatu bahan
  5. absorpsi fenomena proses fisik atau kimia ketika atom, molekul, atau ion memasuki bahan cair atau padat sehingga mengisi volume bahan tersebut
  6. absorpsiometer alat untuk mengukur absorpsi gas oleh cairan
  7. absorpsiometri metode analisis kimia dengan cara mengukur tingkat penyerapan radiasi elektromagnetik oleh sampel
  8. abu soda natrium karbonat komersial, berupa bubuk larut air, tetapi tidak larut dalam alkohol, digunakan untuk pembuatan kaca dan pengilangan petroleum, sabun, dan detergen
  9. abu terbang buangan berbentuk partikel halus, tidak dapat terbakar, yang tersangkut dalam aliran gas yang keluar dari dalam tanur abu
  10. ACTH hormon adrenokortikotropik; adrenocorticotropin hormone
  11. adenina vitamin B-4 yang diturunkan dari teh atau ragi, digunakan untuk pengondisi kulit
  12. adenosina senyawa adenina dan ribosa yang terdapat dalam asam nukleat dan molekul pembawa energi
  13. adenosina difosfat nukleotida yang terbentuk setelah kelompok fosfat dipecah dari ATP
  14. adenosina trifosfat senyawa berenergi tinggi, terdiri atas basa adenina, gula ribosa, dan tiga unit fosfat, digunakan sebagai sumber energi metabolik
  15. ADH hormon antidiuretik; dari antidiuretic hormone
  16. adisi penambahan senyawa terhadap senyawa lain sehingga terjadi reaksi
  17. aditif zat yang ditambahkan pada suatu produk, misalnya sebagai penambah warna, penyedap rasa, pengawet pada makanan
  18. adrenalektomi pembedahan untuk membuang kelenjar adrenal
  19. adsorbat zat yang terjerap pada permukaan zat lain
  20. adsorben zat yang dapat menyerap zat lain, artinya menyerap zat lain itu sehingga menempel pada permukaannya, misalnya arang dan silika
  21. adsorpsi proses atau kemampuan suatu bahan untuk memegang atau mengonsentrasikan gas, cairan, atau zat terlarut pada permukaannya secara adhesif; penjerapan
  22. adsorpsi isoterm adsorpsi yang terjadi pada suhu tetap
  23. aerosol sistem tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara, misalnya asap (padat dalam gas) dan kabut (cair dalam gas)
  24. aerotonometer instrumen untuk menentukan tekanan gas dalam darah
  25. afinitas kecenderungan suatu unsur atau senyawa untuk membentuk ikatan kimia dengan unsur atau senyawa lain
  26. afrodisiak zat kimia yang digunakan untuk merangsang daya seksual, seperti yohimbina
  27. agen bahan
  28. agen anabolik senyawa yang digunakan untuk meningkatkan ukuran otot
  29. agen pengemulsi zat kimia pengurang tegangan antarmuka untuk mencegah terjadinya tetesan dari emulsi yang terbentuk; pengemulsi
  30. aglikon senyawa organik (seperti fenol atau alkohol) yang bersenyawa dengan bagian glikosida yang bergula
  31. aglikon bagian bukan gula dari senyawa glikosida yang dapat dibebaskan dengan proses hidrolisis
  32. aglomerasi penggumpalan atau penumpukan partikel atau zat menjadi satu
  33. aglutinasi penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yang bersangkutan
  34. aglutinat lekatan bersama menjadi massa, digunakan sebagai tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yang sehat dapat dipindahkan ke dalam tubuh seseorang yang sakit
  35. aglutinin sekumpulan senyawa yang terbentuk dalam darah akibat inokulasi atau infeksi bakteri yang dapat menyebabkan penggumpalan bersama bakteri itu
  36. air agresif air yang mempunyai daya paksa mengalir ke suatu tempat
  37. air aki larutan elektrolit untuk sel (aki)
  38. air alkali air mineral yang mengandung bikarbonat dari natrium
  39. air alkali perairan dengan derajat keasaman di atas 8
  40. air anaerob air yang tidak mengandung oksigen bebas
  41. air asam air yang mengandung karbon dioksida terlarut
  42. air berat air dengan kadar deuterium tinggi
  43. air hablur air kristalisasi
  44. air karbonat air minum yang mengandung karbon dioksida di bawah tekanan
  45. air konduktivitas air yang dimurnikan dengan penyulingan berulang
  46. air kristalisasi air untuk memurnikan padatan yang masih kotor
  47. air manis air yang mengandung residu gliserol yang berasal dari pembuatan sabun
  48. akarisida zat beracun pembasmi tungau
  49. akriflavina hablur cokelat pembasmi kuman dan pencegah infeksi
  50. akrilat ester atau garam yang mengandung gugus CH₂=CHCOO atau ion CH₂CHCOO
  51. akrilik berkaitan dengan atau terbuat dari polimer ester poliakrilat
  52. akrilik mengandung asam akrilat, CH₂=CHCOOH, yang bersifat merangsang
  53. akseleran zat yang digunakan untuk mempercepat suatu proses
  54. akseptor zat yang dapat bereaksi dengan zat lain dengan cara menerima partikel dari zat lain itu
  55. aktinida kelompok unsur berat radioaktif, mulai dari aktinium ke atas
  56. aktinik dihasilkan oleh kerja kimiawi cahaya matahari atau sinar ultraviolet yang serupa
  57. aktinisme radians terhadap perubahan kimia yang diakibatkan oleh radiasi
  58. aktinium unsur logam radioaktif berderajat tiga, menyerupai lantanum dalam sifat kimiawinya dan ditemukan pada bijih besi; unsur bernomor atom 89, berlambang Ac
  59. aktinolit varietas mineral hornblenda
  60. aktinometer alat untuk mengukur intensitas radiasi, khususnya radiasi matahari
  61. aktivitas ion jumlah ion per satuan volume yang melakukan kegiatan reaksi dalam suatu larutan
  62. aktivitas molekul jumlah molekul per satuan volume yang melakukan kegiatan reaksi dalam suatu larutan
  63. akuoion ion yang mengandung satu molekul air atau lebih
  64. alanina asam amino alifatik yang umumnya terdapat dalam protein
  65. alantoin hasil akhir metabolisme purin atau renin yang terdapat dalam cairan alantois dan air seni mamalia tertentu
  66. alantoin biotin senyawa turunan alantoin yang digunakan sebagai pengondisi kulit
  67. alantoinat senyawa hasil hidrolisis alantoin oleh enzim alantoinase
  68. albuginea zat serat putih dari bola mata dan organ lain
  69. albuminat senyawa albumin dengan zat lain yang sering bersifat basa
  70. albuminoid zat yang menyerupai albumin, tetapi tidak larut
  71. albuminoid kelas protein sederhana yang tidak larut dalam semua pelarut netral, misalnya kalogen, gelatin
  72. albuminosa hasil penguraian fibrin
  73. albuminosa albumosa
  74. albumosa hasil primer pencernaan protein yang berbeda dari albumin karena tidak dapat digumpalkan oleh panas
  75. aldehida senyawa organik yang dicirikan oleh gugus karbonil takjenuh (C=O); alkohol dehidrogenase; RCHO
  76. aldol senyawa yang dibuat dari asetaldehida, terdapat pada apel, kopi, anggur, keju, brokoli, serta sayur dan buah yang digunakan sebagai sedatif dan hipnotik
  77. aldotetrosa tetrosa yang mengandung gugus aldehida
  78. aldotriosa monosakarida berkarbon tiga yang mengandung gugus aldehida
  79. alelomorf campuran isomer dalam larutan yang mula-mula memisah atau menghablur ke luar
  80. alelomorf satu dari dua atau lebih zat sebentuk yang terdiri atas atom sama yang bervalensi sama, tetapi berbeda dalam pengikatan
  81. alginat polisakarida murni dari asam uronat, digunakan sebagai pengemulsi dan pengental produk kecantikan
  82. aliase campuran logam yang terbentuk karena pelelehan bersama komponennya, dapat berupa larutan padat atau campuran yang tidak saling larut; aloi; lakur
  83. alifatik sifat senyawa yang mempunyai susunan atom karbon dalam rantai dan bukan dalam lingkar tertutup
  84. alih bentuk perubahan bentuk atau struktur; konversi dari satu bentuk ke bentuk lain; transformasi
  85. alih kedudukan pertukaran tempat dua atom dalam suatu molekul
  86. alikuot bagian dari keseluruhan
  87. alisiklik mempunyai susunan atom karbon dalam lingkar tertutup, tetapi dengan sifat alifatik (tentang senyawa)
  88. alkalemia kelebihan alkali di dalam darah
  89. alkali hidroksida dari logam Li, Na, K, Rb, dan Cs
  90. alkali zat yang bersenyawa dengan asam(an) yang merupakan garam, digunakan dalam pembuatan sabun
  91. alkalimetri pengukuran basa untuk menentukan sifat asam suatu larutan contoh
  92. alkalinisasi upaya memberi bahan alkalin untuk meningkatkan pH cairan tubuh sehingga mengurangi terdeteksinya penanda doping ketika diuji
  93. alkalinitas jumlah konsentrasi ion karbonat dan bikarbonat terlarut, biasanya dinyatakan dengan miliekuivalen per liter kemampuan air untuk menetralkan asam kuat
  94. alkalinitas kualitas sifat basa
  95. alkalinitas banyaknya alkali bebas yang ada dalam pulp dan bahan lain
  96. alkalinitas total alkalinitas yang terjadi karena adanya ion karbonat dan bikarbonat
  97. alkalis bikarbonat bagian dari alkalinitas total yang terdiri atas ion bikarbonat
  98. alkalis karbonat bagian ion karbonat dari alkalinitas total
  99. alkaloid senyawa organik bernitrogen dan bersifat basa, umumnya berasal dari tumbuhan, berkhasiat sebagai obat, bersifat narkotik atau toksik
  100. alkalometri penetapan alkaloid
  101. alkalometri penggunaan alkaloid untuk tujuan pengobatan
  102. alkalosis penyimpangan dari kesetimbangan asam basa yang normal dalam tubuh karena suatu gangguan
  103. alkalosis kadar alkali yang tinggi di jaringan tubuh yang menyebabkan kram
  104. alkanol alkohol yang diturunkan dengan menggantikan satu atom hidrogen pada alkana dengan gugus hidroksil
  105. alkilasi proses memasukkan radikal alkil ke dalam senyawa
  106. alkimia kimia Abad Pertengahan yang mendambakan obat kekekalan hidup dan mengubah logam merah menjadi emas
  107. alkohol cairan tidak berwarna yang mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dalam industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yang memabukkan dalam kebanyakan minuman keras
  108. alkohol etanol
  109. alkohol senyawa organik dengan gugus OH pada atom karbon jenuh
  110. alkohol dehidrogenase enzim pada jaringan binatang dan tumbuhan yang bekerja pada etil alkohol dan alkohol lain, menghasilkan asetaldehida dan aldehida lain
  111. alkohol dihidrik alkohol alifatik dengan dua gugus hidroksil
  112. alkohol mutlak etanol 100%
  113. alkohol sekunder alkohol yang mengandung gugus hidroksil yang terletak pada karbon sekunder -CH(OH)-
  114. alkoholisis pemutusan ikatan C-C oleh penambahan alkohol
  115. alkoholometri pengukuran kuantitatif kadar alkohol dalam larutan berair
  116. alkuna nama kelompok hidrokarbon yang memiliki satu ikatan ganda tiga CnH2n-2
  117. aloi susunan atau campuran dua jenis logam atau lebih; lakur
  118. aloin senyawa kristal berwarna kuning dan berasa pahit, diperoleh dari lidah buaya dan digunakan sebagai laksatif
  119. alomerisme gejala kesamaan dalam bentuk hablurnya, tetapi berbeda susunan kimianya, misalnya KClO4 dan KmnO4
  120. alomorfisme gejala kesamaan dalam komposisi kimianya, tetapi berbeda dalam bentuk hablurnya, khususnya dalam mineral, misalnya klasit dan aragonit yang keduanya CaCO3
  121. altrosa gula yang mengandung enam atom karbon dan kelompok aldehida di ujungnya
  122. alum tapas
  123. aluminium diasetat aluminium asetat dasar yang digunakan untuk penciut dan antiseptik
  124. aluminium dilinoleat garam aluminium dari asam dilinoleat yang digunakan sebagai penstabil emulsi dan pengontrol viskositas pada kosmetik
  125. aluminium dimerat garam aluminium dari asam lemak yang mengalami dimerisasi
  126. aluminium dimiristat garam aluminium dari asam miristat yang digunakan pada sabun
  127. aluminium disetil fosfat garam aluminium yang digunakan sebagai penstabil emulsi
  128. aluminium distearat senyawa organik berupa garam asam stearat dan aluminium yang digunakan sebagai pengental dan pewarna pada kosmetik
  129. aluminium klorhidroksida garam aluminium yang digunakan sebagai deodoran dan antikeringat
  130. aluminium klorohidrat kelompok garam aluminium yang paling banyak digunakan sebagai antikeringat
  131. alundum aluminium oksida yang digunakan sebagai abrasif (ampelas), terutama untuk bahan dengan keuletan tinggi seperti baju
  132. amalgam paduan raksa dengan sejumlah logam atau paduan lain, seperti Ce, Na, Zn, Li, dan dengan beberapa bahan nonlogam, dapat bersifat cair atau padat
  133. amatol bahan peledak campuran antara trinitrotoluena dan amonium nitrat
  134. ambar resin fosil yang digunakan dalam perhiasan, zat celup, dan pernis
  135. ambar batu ambar; kahrab
  136. ambligonit aluminium atau litium fluorofosfat alam, berwarna putih hingga keabu-abuan, mengandung litium sampai 10,1%
  137. ambretolid senyawa yang berasal dari minyak biji okra hias, digunakan sebagai bahan penambah cita rasa dan fiksatif parfum
  138. ametis mineral yang terdiri atas silikon dioksida, digunakan sebagai ampelas
  139. amfiprotik memiliki kemampuan untuk menarik dan melepaskan proton
  140. amfiprotik pelarut yang menyumbangkan atau menerima proton, misalnya air dan alkohol
  141. amfoterik bersifat asam atau basa bergantung pada keadaan
  142. amida golongan senyawa bernitrogen yang berkaitan atau diturunkan dari amonia
  143. amidase enzim yang menghidrolisis urea menjadi amonia
  144. amidasi proses pembentukan amida
  145. amidina turunan amida dengan menggantikan oksigen dengan gugus amida
  146. amido senyawa aromatik yang mengandung –NH₂, misalnya dalam amidobenzena
  147. amidoksim senyawa yang diturunkan dari amidina dengan menggantikan atom hidrogen pada gugus amido atau amino dengan hidroksil
  148. amil beragam radikal alkil isomerik, turunan pentana
  149. amilodekstrin karbohidrat yang dibuat dari kentang dan pati jagung yang digunakan sebagai penyerap dan pengental
  150. amiloform campuran pembasmi kuman, terdiri atas kanji dan formaldehida
  151. amiloglukosidase enzim yang mampu menguraikan pati menjadi glukosa
  152. amilograf peranti untuk menetapkan kualitas pati sebagai bahan kue dengan menetapkan viskositasnya pada berbagai suhu
  153. amiloid zat tembus lilin yang terdiri atas protein yang dititipkan di beberapa organ hewan dan jaringan dalam kondisi normal
  154. amilolisis konversi kanji ke dalam gula dengan mendidihkannya dengan asam encer (hidrolisis) atau dengan enzim
  155. amina kumpulan senyawa organik yang mengandung nitrogen
  156. aminase proses pembuatan amina
  157. amino bentuk terikat pada istilah kimia organik untuk mengatakan bahwa suatu senyawa mengandung gugus NH₂ yang dicantumkan langsung pada atom karbon
  158. aminogram diagram komposisi asam amino
  159. aminopeptidase enzim yang membebaskan asam amino dari peptida atau protein
  160. amodimetikona polimer silikon yang digunakan pada produk rambut seperti pewarna, pengondisi, pengikal atau pengeriting permanen, sampo, pelurus, dan tonik rambut
  161. amonia gas tidak berwarna, baunya menusuk, terdiri atas unsur nitrogen dan hidrogen, mudah sekali larut dalam air, senyawaannya banyak dipakai dalam pupuk, obat-obatan, dan sebagainya
  162. amonia anhidrat pupuk berbentuk gas bertekanan, dihasilkan dari reaksi antara nitrogen di udara dengan gas hidrogen (H2) pada suhu dan tekanan tinggi dan dengan bantuan katalis; NH₃
  163. amonit bahan peledak yang berisi 70%—95% amonium nitrat
  164. amonium ion NH4+
  165. amonium fosfat pupuk fosfor yang dihasilkan dari reaksi amoniak anhidrat dengan asam superfosfat
  166. amonium kaseinat senyawa amonium dan kasein yang digunakan sebagai bahan pengondisi rambut dan pengondisi kulit
  167. amonium kokosulfat senyawa amonium yang digunakan sebagai bahan pengemulsi dan pembersih
  168. amonium sulfida garam dari sulfur dan amonium, digunakan sebagai penetralisis losion pengeriting permanen
  169. amorf tidak menghablur dan tidak mempunyai bentuk geometri tertentu
  170. amperometri metode analisis kimia dengan pengukur arus listrik
  171. anaforesis gerakan ke atas melawan gaya berat karena pengaruh medan listrik
  172. anafrodisiak zat kimia yang digunakan untuk menekan dorongan seksual
  173. analisis penyelidikan kimia dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dan sebagainya
  174. analisis ayak analisis untuk memilah zat padat menurut ukurannya dengan menggunakan pengayak
  175. analisis kalorimetri analisis kuantitatif benda dengan membandingkan kekuatan warna yang dihasilkan oleh zat dengan warna baku
  176. analisis kekebalan analisis yang menggunakan reaksi antigen-antibodi untuk menerangkan zat-zat biokimia
  177. analisis pendarfluor analisis yang didasarkan atas penyinaran dengan cahaya ultraviolet
  178. analisis spektroskopik penelaahan susunan zat dengan menggunakan spektroskop (jumlah kecil unsur dapat didekati melalui garis spektrum khas unsur)
  179. anatase kristal atom yang terbentuk dari titanium dioksida, mempunyai bobot jenis 3,8, indeks bias 2,5, dan titik lebur 1560°C
  180. anateksis proses perubahan bentuk batuan plutonik pada lapisan paling bawah dari kerak yang meleleh dan tumbuh kembali sebagai magma
  181. andalusit aluminium silikat alam, ada yang berwarna abu-abu, kehijau-hijauan, kemerah-merahan, atau kebiru-biruan yang dipakai sebagai bagian dari silimanit tahan api untuk bahan isolasi pada steker listrik
  182. andradit kalsium-besi
  183. androsteron salah satu komponen hasil penguraian testosteron yang dikeluarkan tubuh melalui air kemih
  184. anestetis bersifat dapat digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri, yaitu menghilangkan kesadaran secara keseluruhan atau setempat
  185. anetol senyawa aromatik turunan dari kelompok senyawa fenilpropena, digunakan sebagai bahan pengganda rasa pada pasta gigi, pencuci mulut, dan pewangi
  186. angstrom satuan panjang yang panjang ukuran 10 Å = 1 nm
  187. anhidrida senyawa yang terbentuk apabila dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dikeluarkan dari molekul suatu senyawa
  188. anileridina bubuk kristal putih, tidak berbau, toksik bila tercerna, digunakan dalam kedokteran sebagai zat narkotik
  189. anion ion yang bermuatan negatif, dapat ditarik oleh elektrode positif di dalam peristiwa elektrolisis, misalnya Cl
  190. anion polihalida anion yang terdiri atas dua atom halogen atau lebih, baik sejenis maupun berlainan jenis
  191. anomer pasangan stereoisomer yang satu sama lain dihubungkan dengan cara yang sama seperti hubungan alfa dan beta glukosa
  192. anorganik elemen yang meliputi air, gas, asam, dan mineral, kecuali karbon
  193. antiadrenergenik bahan yang meniadakan efek fisiologi dari adrenalin
  194. antiaglutinin zat dalam darah yang mencegah darah menggumpal
  195. antialergi zat penahan dan pencegah alergi
  196. antiasam basa atau penyangga yang menetralkan asam
  197. antibakteri zat yang membatasi pertumbuhan bakteri
  198. antibusa zat yang apabila dimasukkan dalam cairan akan menghambat pembentukan busa
  199. antienzim zat yang menghambat kerja enzim
  200. antigen zat (misalnya protein atau toksin) yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh
  201. antigenisitas kemampuan antigen untuk menstimulasi pembentukan antibodi spesifik
  202. antihama zat pencegah hama
  203. antihipertensif senyawa yang menurunkan tekanan darah
  204. antihormon zat yang melawan efek hormon alam
  205. antijasad antibodi
  206. antikatalis zat atau unsur yang memperlambat reaksi kimia
  207. antiklorin zat untuk mengikat klorin bebas yang berlebih pada proses pengelantangan
  208. antikolinergik bahan yang merintangi neurotransmiter asetilkolin pada sistem saraf pusat dan tepi
  209. antikolinesterase bahan yang digunakan untuk menghambat kerja kolinesterase
  210. antimikrob zat yang membatasi pertumbuhan mikrob
  211. antimoni unsur kimia berupa logam beracun yang tidak diketahui fungsi metabolisnya, dan bukan merupakan zat gizi esensial
  212. antimonium stibium
  213. antimuntah penahan dan pencegah muntah
  214. antioksidan zat yang menghambat proses oksidasi terhadap sistem atau penyusun utama sistem
  215. antioksidial obat yang digunakan untuk mencegah penyakit koksidiosis
  216. antiperosis zat yang bersifat mengendalikan perosis
  217. antiseptik bersifat mencegah pembusukan dan pelapukan dengan menghambat atau merusak mikroorganisme (misalnya etanol, asam borat, dan fenol)
  218. antitrombin senyawa dalam darah yang menghambat kerja trombin sehingga mencegah penggumpalan darah
  219. antivenom penawar terhadap bisa ular
  220. antosianin pigmen larut air yang berwarna merah, ungu, dan biru pada buah, bunga, dan sayuran, digunakan pada kosmetik untuk melindungi kulit dan merangsang pertumbuhan rambut
  221. antrasena zat padat hablur tanpa warna, berpendar fluor biru, terdiri atas tiga lingkar benzena bersebelahan
  222. apigenin pigmen tanaman dari kelompok flavon, berwarna kuning, larut dalam air, terdapat dalam bunga jagung
  223. aragonit bentuk kalsium karbonat yang tampak sebagai mutiara
  224. arbutin senyawa diuretik dan antiinfeksi, dibuat dari daun tanaman genus Vaccinum, seperti bluberi, digunakan sebagai antioksidan dan pengondisi kulit pada kosmetik
  225. argentit perak sulfit alamiah
  226. argentum logam putih berkilat; perak; unsur dengan nomor atom 47, berlambang Ag, dan bobot atom 107,868
  227. arginina asam amino esensial yang diperoleh dari hidrolisis atau pencernaan hewani dan nabati, bersifat basa, digunakan untuk pengobatan penyakit hati
  228. arnika cairan yang dibuat dari bunga famili Asteraceae, digunakan untuk mengobati lebam, keseleo, dan juga sebagai penyegar kulit
  229. aromatik berkenaan dengan senyawa organik yang memiliki satu cincin atom karbon atau lebih dan mengalami reaksi kimia yang merupakan ciri khas dari benzena
  230. asam zat yang dapat memberikan proton
  231. asam zat yang dapat membentuk ikatan kovalen dengan menerima sepasang elektron
  232. asam abietat asam alami berwarna kuning yang tidak larut dalam air, digunakan untuk pemberi tekstur pada pembuatan sabun
  233. asam alfalinolenat asam lemak takjenuh ganda esensial dengan 18 atom karbon dan 3 ikatan rangkap omega-3
  234. asam amino asam organik yang mengandung paling sedikit satu gugusan amino (NH₂) dan paling sedikit satu gugusan karboksil (COOH) atau turunannya, merupakan molekul dasar yang diikat satu sama lain melalui ikatan peptida dalam pembentukan molekul protein yang lebih besar
  235. asam amino antiketogenik asam amino glukogenik
  236. asam amino aromatik asam amino yang mengandung lingkar benzena
  237. asam amino asidik asam amino yang memiliki gugus asam karboksilat pada rantai samping, yaitu asam glutamat dan asam aspartat
  238. asam amino basa asam amino yang memiliki gugus basa pada rantai samping, yaitu lisia, arginina, dan histidina
  239. asam amino glukogenik asam amino yang dapat meningkatkan glukosa; asam amino antiketogenik
  240. asam amino nonprotein asam amino yang terjadi sebagai senyawa antara, tetapi tidak terlibat dalam sintesis protein dan tidak esensial walaupun terdapat dalam pangan
  241. asam amino pembatas asam amino esensial yang terdapat dalam protein yang jumlahnya paling rendah dibandingkan dengan kebutuhan asam amino
  242. asam amino rantai bercabang asam amino yang memiliki rantai samping alifatik
  243. asam amino sulfur asam amino yang mengandung sulfur pada rantai samping
  244. asam amino takesensial asam amino yang dapat disintesis dalam tubuh sehingga tidak perlu diperoleh dari makanan
  245. asam apel asam malat
  246. asam arakidonat jenis asam lemak rantai panjang, membantu merangsang perkembangan sel-sel saraf di otak, menyebabkan anak cerdas dan aktif
  247. asam aromatik senyawa organik rantai tertutup seperti kumpulan benzena yang mengandung gugus asam karboksilat
  248. asam butirat asam lemak berantai pendek
  249. asam butirat asam organik takberwarna, terdapat pada lemak susu hewan, digunakan sebagai disinfektan, agen pengemulsi, dan obat-obatan
  250. asam deoksiribonukleat polimer linier panjang yang ditemukan dalam inti sel, terbentuk dari nukleotida dan berbentuk seperti sebuah untai ganda; raja molekul
  251. asam dikarboksilat asam yang mengandung dua gugus karboksil
  252. asam dokosaheksanoat asam lemak esensial takjenuh ganda yang terdapat pada ikan air dingin dan beberapa alga
  253. asam eikosanoat asam lemak takjenuh ganda, berantai panjang dengan 20 atom karbon; asam arakidat
  254. asam eikosapentanoat asam lemak takjenuh ganda (omega-3), berantai panjang dengan 20 atom karbon, terdapat pada ikan laut dalam
  255. asam galat asam organik yang terdapat dalam tumbuhan atau tergabung dalam tanin, biasanya digunakan dalam pewarna dan dalam fotografi
  256. asam gama linolenat asam lemak takjenuh ganda takesensial yang mempunyai peran farmakologi
  257. asam hidrosianat cairan sangat beracun, baunya seperti bau buah amandel, mendidih pada suhu 25,6°C, digunakan untuk membuat garam sianida, bahan celup, dan pengasap tanaman; senyawa dengan kristal yang memiliki bau bunga, larut pada suhu 46°C, digunakan untuk minyak wangi dan bahan penyedap
  258. asam hipoklorit senyawa tidak stabil yang digunakan sebagai disinfektan dan cairan pemutih
  259. asam humus asam organik yang diperoleh dari humus
  260. asam jengkolat asam amino mengandung sulfur yang terdapat pada jengkol
  261. asam kaprilat asam lemak jenuh rantai medium, terdiri atas delapan atom karbon, terdapat pada lemak dan minyak, digunakan terutama untuk pembuatan parfum; asam oktanoat
  262. asam kaproat asam lemak jenuh rantai medium, terdiri atas sepuluh atom karbon
  263. asam karboksilat asam organik yang mengandung gugusan karboksil
  264. asam klorida senyawaan HCl, dilarutkan dalam air, berwujud cairan tidak berwarna atau kekuning-kuningan, menimbulkan bau yang merangsang dan beracun, larut dalam alkohol dan eter; asam lambung
  265. asam kuat asam yang terionisasi 100% dalam air, misalnya asam sulfat dan asam nitrat
  266. asam laurat asam lemak jenuh dengan panjang rantai sedang, terdapat pada mentega, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
  267. asam lemah asam yang tidak sepenuhnya terionisasi dalam air, namun membentuk campuran keseimbangan, misalnya asam etanoat
  268. asam lemak turunan asam karboksilat, terdapat di dalam lemak, minyak tumbuhan, atau binatang
  269. asam lemak bebas asam lemak yang dibebaskan dari trigliserida melalui asam lemak nonester atau sebagai hasil dari ketengikan lemak
  270. asam lemak esensial asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh
  271. asam lemak nonester asam lemak bebas
  272. asam lemak omega asam lemak yang mengandung dua atau lebih ikatan rangkap, dengan ikatan rangkap terakhir terletak pada atom karbon ketiga dari ujung metil rantai asam lemak
  273. asam lemak omega-3 asam lemak yang memiliki ikatan rangkap banyak, dengan ikatan rangkap pertama terletak pada atom karbon ketiga dan ikatan rangkap berikutnya terletak pada nomor atom karbon ketiga dari ikatan rangkap sebelumnya pada gugus metil omega
  274. asam lemak omega-6 asam lemak yang mengandung dua atau lebih ikatan rangkap, dengan ikatan rangkap terakhir terletak pada atom karbon keenam dari ujung metil rantai asam lemak
  275. asam lemak takjenuh asam lemak yang memiliki minimal satu ikatan rangkap
  276. asam lemak takjenuh tunggal asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap di antara beberapa atom karbon
  277. asam lemak takteresterifikasi asam lemak takjenuh
  278. asam linoleat asam lemak takjenuh ganda esensial yang banyak terdapat pada minyak sayur, penting untuk nutrisi beberapa hewan
  279. asam linoleat terkonjugasi isomer asam linoleat dengan dua atau lebih ikatan rangkap terkonjugasi
  280. asam metil malonat senyawa antara yang penting dalam metabolisme asam lemak
  281. asam metoroat asam format
  282. asam miristat asam lemak jenuh dengan empat belas atom karbon
  283. asam nikotinat salah satu anggota vitamin B kompleks; niasin
  284. asam nitrit asam anorganik lemah yang ditemukan dalam larutan atau dalam bentuk garamnya
  285. asam nukleat senyawa antara gula pentosa, asam fosfat, dan basa nitrogen (ciri khas makhluk hidup)
  286. asam oksalat asam dikarboksilat yang terdapat dalam bayam, cokelat, dan kacang-kacangan yang dalam jumlah besar memiliki efek racun
  287. asam oksi asam anorganik dengan molekul yang mengandung oksigen, seperti asam sulfat atau asam nitrat
  288. asam oleat asam lemak takjenuh sebagai bahan pembuatan sabun
  289. asam oleat asam lemak takjenuh tunggal, biasanya terdapat dalam minyak zaitun dan lobak
  290. asam organik senyawaan kimia dengan satu atau lebih radikal karboksil dalam susunannya
  291. asam orotat senyawa antara pada biosintesis pirimidina
  292. asam pangamat asam yang terdapat pada ekstrak bekatul, ragi, darah, dan hati, berfungsi mengaktifkan transfer oksigen dalam sel-sel hidup
  293. asam pantotenat amina dipeptida yang terdapat pada sel hewan dan tumbuhan
  294. asam paraaminobenzoat salah satu vitamin B-kompleks yang digunakan pada losion pelindung kulit
  295. asam pikrat asam berwarna kuning yang sangat beracun yang digunakan sebagai pereaksi, pembuat bahan peledak, dan zat celup
  296. asam piruvat asam karbon takberwarna yang terbentuk sebagai senyawa antara pada metabolisme karbohidrat dan protein, terutama saat glikolisi
  297. asam samak zat yang dapat mengubah kulit biasa menjadi berwarna dan sebagainya
  298. asam sarkolaktik asam laktat yang dihasilkan oleh jaringan otot selama aktivitas anaerobik
  299. asam sendawa asam nitrat
  300. asam siloaskorbat asam askorbat
  301. asam sitrat asam organik berbentuk hablur dan berwarna putih dengan rasa masam (terdapat dalam buah-buahan, seperti limau, sitrun)
  302. asam taurokolat konjugat taurin dari asam kolat
  303. asam tokoferonat metabolit larut air yang diisolasi dari urin hewan yang diberi makan tokoferol
  304. asam ursolat senyawa yang ditemukan pada berbagai macam buah dan tumbuhan, seperti apel dan oregano, digunakan pada kosmetik dan perawatan diri sebagai bahan produk antipenuaan dan antiinflamasi
  305. asaman zat senyawaan dalam ilmu kimia
  306. asetal larutan asiri yang diperoleh dari asetaldehida dan alkohol yang digunakan sebagai pelarut pada parfum sintetis
  307. asetaldehida zat cair tanpa warna yang berbau khas, digunakan sebagai bahan baku asam asetat
  308. asetat ester atau garam yang mengandung gugus CH3COO- atau ion CH3COO
  309. asetilena gas tanpa warna yang mudah terbakar, berbau eter apabila murni, dan digunakan untuk mempercepat proses kematangan buah-buahan
  310. asetilkolin molekul organik kecil yang dibebaskan dari sel saraf sebagai neurotransmiter dan merangsang sel saraf lain atau otot dan organ seluruh tubuh
  311. asetilkolinesterase enzim yang terdapat dalam darah dan beberapa ujung saraf yang membantu pemecahan asetilkolina dan menekan efek rangsangnya terhadap saraf
  312. asetimetri pengukuran kadar asam cuka secara titrasi dengan suatu larutan basa
  313. asetoasetat keton yang disekresi oleh hati yang menunjukkan adanya kegagalan metabolisme
  314. asetum cuka
  315. asidaminuria ekskresi asam amino yang berlebihan di dalam urine
  316. asidoid pengasaman
  317. asidulan zat aditif seperti asam fosfat yang ditambahkan ke makanan untuk menurunkan pH
  318. asiklik tidak mengandung lingkaran dalam bangun molekulnya
  319. asparagina asam amino yang terdapat dalam biji tumbuhan, seperti asparagus, mudah dihidrolisis menjadi asam aspartat
  320. aspartat garam dari asam aspartat
  321. atelokolagen kolagen larut air yang digunakan dalam kosmetik dan kultur sel
  322. atraktan senyawa kimia yang mempunyai daya tarik terhadap serangga
  323. aurum logam mulia kuning dan mulur; unsur dengan nomor atom 79, lambang Au, dan bobot atom 196,9665; emas
  324. autokatalisis katalis suatu reaksi oleh salah satu produknya
  325. autoksidasi reaksi rantai radikal yang menimbulkan oksidasi asam lemak takjenuh pada minyak dan lemak sehingga terbentuk hidroperoksida yang mengurainya menjadi senyawa-senyawa yang berbau kurang sedap, misalnya minyak menjadi tengik
  326. aviditas kecenderungan suatu antibodi untuk mengikat antigen, yang diukur oleh laju reaksi pengikat
  327. awaasam kehilangan keasaman
  328. awabusa tanpa busa
  329. azulena senyawa organik dan isomer dari naftalena yang digunakan sebagai antasid pada kosmetik
  330. bahan pengelantang bahan kimia pengoksida atau pereduksi, yang dapat memutihkan bahan atau tekstil, misalnya natrium hipoklorida dan belerang dioksida
  331. bahan pengikat bahan yang membuat sesuatu menjadi permanen, misalnya berbagai bahan untuk mencegah zat pewarna pada tekstil menjadi luntur
  332. bahan pengikat persenyawaan kimia yang menghambat atau mencegah bergabungnya ion dengan bahan lain secara nominal terutama pencegahan ion logam mengendap dari larutan, dengan membentuk kompleks koordinasi dengan fosfat
  333. bahan vulkanisasi senyawa belerang dengan zat lain yang dipakai dalam pengenyalan dan penguatan bahan karet
  334. baja nirkarat baja yang mengandung nikel atau kromium yang permukaannya tidak menjadi kusam setelah dibiarkan di udara
  335. baja tahan karat besi yang dicampur dengan logam nikel, kromium, atau vanadium, tidak mudah berkarat oleh pengaruh udara atau air laut
  336. bakteriostatik substansi kimia atau konsentrasi rendah bakterisida yang mampu menahan pertumbuhan bakteri, tetapi tidak mematikannya seperti bakterisida
  337. bakterisida substansi kimia yang mampu membunuh atau menghancurkan bakteri; pembasmi bakteri
  338. barbiturat turunan asam barbiturat yang menghasilkan penekanan pada sistem saraf pusat yang mengakibatkan tidur, digunakan untuk hipnosis dan anestetis, mempunyai khasiat sebagai obat tidur
  339. barion nama kelompok partikel elementer jenis nukleon dan hiperon dengan nomor massa 1 atau lebih
  340. barium logam putih dan lunak; unsur dengan nomor atom 56, berlambang Ba
  341. basa senyawa yang cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton
  342. basa kuat senyawa basa yang sepenuhnya dapat terionisasi menjadi ion logam dan hidroksida dalam larutan, misalnya NaOH dan KOH
  343. basa lemah basa yang tidak terkonversi sepenuhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan
  344. benzena benzol
  345. benzil radikal bervalensi tunggal yang dibentuk dari toluena
  346. berilium logam hitam abu-abu, keras, dan tidak mudah berkarat; unsur dengan nomor atom 4, lambang Be, dan berbobot atom 9,0121
  347. berkelium logam radioaktif yang tidak terdapat dalam alam; unsur dengan nomor atom 97, berlambang Bk, dan berbobot atom 249
  348. bikarbonat karbonat asam
  349. bikromat garam yang mengandung dua ekuivalen asam H₂CrO₄
  350. bilangan oksidasi jumlah elektron yang harus ditambahkan atau dikurangkan dari bentuk ikatannya menjadi bentuk elemental
  351. biloks bilangan oksidasi
  352. bioluminesens pemancaran cahaya oleh organisme hidup tertentu yang disebabkan oleh reaksi kimia, misalnya kunang-kunang dan ikan, invertebrata laut, jamur, dan bakteri
  353. biosintesis pembentukan senyawa oleh makhluk hidup berupa sintesis ataupun degradasi
  354. biotin unsur vitamin dalam kelompok vitamin B kompleks
  355. bismut logam getas berwarna putih perak; unsur dengan nomor atom 83, berlambang Bi, dan bobot atom 208,9804
  356. bivalen memiliki dua valensi
  357. blenda zink sulfida alamiah
  358. bobot atom perbandingan massa atom unsur terhadap massa atom isotop karbon -12 yang diberi harga 12
  359. bohrium unsur kimia dengan nomor atom 107, berlambang Bh, dan bobot atom 270
  360. boraks bahan pembersih (antiseptik; zat pembantu melelehkan zat padat) yang berupa hablur (kristal) berwarna kuning atau serbuk berwarna cokelat
  361. borat istilah generik untuk garam atau ester asam borat
  362. boron unsur bukan logam dengan nomor atom 5, berlambang B, dan bobot atom 10,81
  363. botol labu botol berbentuk labu yang digunakan untuk mendidihkan cairan pada percobaan kimia
  364. botulin eksotoksin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum, menyebabkan keracunan makanan yang fatal
  365. brom bromin
  366. bromat garam yang mengandung ion BrO3
  367. bromida campuran bromin dengan zat lain
  368. bromin cairan berwarna cokelat tua, mempunyai bau tidak enak; unsur dengan nomor atom 35, berlambang Br, dan bobot atom 79,904
  369. bufer larutan yang mampu menahan perubahan kepekatan ion H+
  370. buret tabung kaca panjang berskala dan dilengkapi dengan keran untuk mengatur kecepatan tetesan (aliran) cairan, yang digunakan untuk mengukur dengan cermat volume sejumlah cairan yang ditambahkan ke dalam suatu wadah, misalnya dalam titrasi
  371. butadiena hidrokarbon dengan dua ikatan rangkap dan rumus kimia C4H8, bahan baku karet buatan
  372. butirat garam atau ester asam butirat
  373. cairan antiseptik cairan atau larutan yang menghambat timbulnya infeksi dan berkembangnya mikroorganisme pada jaringan tubuh yang luka akibat kecelakaan
  374. cat lateks cat yang tersusun oleh suspensi air atau emulsi lateks yang dicampur dengan pigmen dan zat aditif
  375. cincin benzena enam atom karbon yang melingkar, datar, membentuk segi enam
  376. cuci asam pembersihan ujung basah dari mesin kertas seperti kasa dan rol, dengan menggunakan larutan asam
  377. cuka zat cair yang mengandung 3–6% asam asetat, diperoleh pada oksidasi etanol karena tindakan bakterium pada anggur; bir
  378. cuping ruangan tempat elektron tertentu suatu atom berada untuk sebagian besar waktunya
  379. daidzein antioksidan dan jenis isoflavon yang ditemukan dalam produk kedelai
  380. damar sisa padat yang diperoleh dari terpentin (dengan sifat keras rapuh, tembus sinar, tanpa rasa, berwarna kuning, dapat digunakan untuk membuat sabun, pernis, cat, dan sebagainya dalam industri farmasi)
  381. darih zat seperti rosin, gelatin, lem, kanji, atau malam yang ditambahkan pada stok kertas atau pada permukaan lembaran kertas yang dihasilkannya, digunakan untuk memberi sifat penolak tinta dan air
  382. dasimeter instrumen untuk mengukur panas yang hilang dari sebuah tungku dengan cara analisis gas yang terbuang
  383. daur ulang pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai, misalnya serat, kertas, dan air untuk mendapatkan produk baru
  384. deaerasi proses mengekstraksi gas dari cairan
  385. deamidasi pemecahan gugus amino oleh hidrolisis
  386. deamino pemecahan amonia dari asam amino dan protein, dengan pembentukan asam lemak yang sepadan
  387. deanol senyawa yang memiliki gugus amina dan alkohol sebagai gugus fungsionalnya, digunakan sebagai krim antipenuaan
  388. defibrinasi proses pembuangan fibrin dari dalam darah dengan cara pengadukan atau pengendapan kimia
  389. deflagrasi proses pembakaran yang berlangsung dalam waktu singkat, biasanya disertai nyala yang terang dan suara gemertak
  390. deflokulasi proses membuang atau menghindarkan pengapungan
  391. deformasi plastik pengubahan bentuk dari bahan yang lembek dan dapat dicetak
  392. deformilasi proses atau reaksi penyingkiran gugus formal (HCO-)
  393. defosforilasi proses yang di dalamnya terjadi penarikan gugus fosfat dari suatu senyawa
  394. degasifikasi proses membuang runutan gas dari dalam suatu sistem
  395. degenerat menyimpang dari keadaan ideal
  396. degenerat keadaan yang berlainan, tetapi memiliki tingkat energi yang sama
  397. dehalogenasi pembuangan atom halogen dari dalam molekul suatu senyawa
  398. dehidrasi proses membuang molekul air dari hablur, senyawa, atau reaksi kimia
  399. dehidrat keadaan telah dikeluarkan airnya, seperti serbuk telur yang dibuat dari telur
  400. dehidrogenasi pengurangan atom hidrogen dalam suatu senyawa
  401. dehidrohalogenasi pembuangan satu atom hidrogen dan satu atom halogen dari dalam molekul suatu senyawa
  402. dehidrolisis penyingkiran hidrogen dan oksigen zat organik dalam nisbah yang ada dalam air; dehidrasi
  403. dehumidifikasi penyingkiran uap air dalam udara atau campuran gas
  404. dekalsifikasi penyingkiran garam kalsium dalam jaringan atau tulang
  405. dekanal aldehida dengan sepuluh atom karbon
  406. dekanal aldehida yang digunakan sebagai bahan wewangian
  407. dekantasi proses mengendapkan semua endapan, kemudian menuang cairan di atas endapan dengan hati-hati sehingga endapan tetap tinggal dalam wadah semula
  408. dekarboksilasi penyingkiran satu atau lebih gugus karboksil suatu molekul atau asam organik, atau senyawa yang sejenis dengan karbon dioksida
  409. dekarbonisasi pembuangan karbon dari suatu senyawa, baja, atau sistem
  410. deklorinasi penghilangan klorin aktif dari dalam bahan atau perairan setelah penyucihamaan bahan atau perairan itu dengan gas klorin atau senyawa hipoklorit
  411. dekolorisasi proses pengelantangan atau perusakan warna secara buatan; pengawawarnaan
  412. dekomposisi proses perubahan menjadi bentuk yang lebih sederhana; penguraian
  413. dekontaminasi penghilangan atau pencegahan dari kotor
  414. dekstrinisasi proses perubahan pada pati ketika mengalami pemanasan sehingga pati tersebut terpecah menjadi dekstrin dan menyebabkan warna, rasa, dan aroma makanan berubah, misalnya roti menjadi cokelat saat dipanggang
  415. dekstrinosa disakarida yang diperoleh dari hidrolisis pati
  416. dekstrosa gula yang ditemukan dalam tumbuhan dan darah, dapat digunakan dalam pembuatan bir dan kue
  417. demagnetisasi pembuangan sifat magnet dari suatu bahan
  418. denaturasi keadaan protein terurai menjadi struktur primernya
  419. dendrimer jenis makromolekul dengan struktur rantai bercabang berulang kali, biasanya mengadopsi bentuk bola
  420. denitrasi penggantian atau pemisahan gugus nitro senyawa organik
  421. denitrasi penguraian senyawa nitrat oleh bakteri penghasil nitrogen
  422. denitrifikasi pembentukan nitrogen molekul dari nitrat lewat nitrit
  423. deoksidasi penghilangan oksigen dari senyawa atau molekul
  424. deoksigenasi pengenyahan molekul oksigen dari suatu zat
  425. deoksigula monosakarida yang satu atau lebih gugus hidroksilnya digantikan oleh atom hidrogen
  426. depolimerisasi penguraian senyawa organik menjadi dua molekul atau lebih
  427. deposisi pembentukan kumpulan materi seperti sedimentasi, pergerakan, penyulutan secara elektrik, dan pengendapan
  428. deprotonasi proses menghilangkan proton
  429. deprotonisasi reaksi kimia yang melibatkan pelepasan proton
  430. derajat keasaman ukuran tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan
  431. derajat kelvin tingkat aktivitas kalor yang diukur dengan skala Kelvin
  432. derajat polimerisasi jumlah rata-rata molekul berstruktur polimer dalam suatu unit percontoh
  433. deret galvanik deret yang menunjukkan urutan relatif logam berdasarkan besarnya potensial listrik, dimulai dari magnesium yang berpotensial anodik dan mudah terkorosi sampai kepada platina yang berpotensial katodik yang tahan korosi
  434. desikan bahan atau zat yang dapat menyerap uap air seperti gel silika, klorida kapur; zat penyerap; zat pengering
  435. desmolase enzim yang bertindak untuk membebaskan tenaga
  436. detoksikasi proses atau usaha membuat suatu racun menjadi tidak berbahaya
  437. detoksofana ekstrak dari tumbuhan Lepidium sativum yang dimurnikan, mengandung sulforafan, bermanfaat melindungi kulit dari polutan dan mencegah tanda-tanda penuaan
  438. deuterium isotop unsur hidrogen dengan satu neutron dan satu proton di dalam inti, dengan bobot atom 2,0144
  439. deuteron inti deuterium
  440. devitrifikasi proses hilangnya sifat tembus cahaya dari kaca karena penghabluran, terjadi pada kaca tua atau secara kimia
  441. diafiltrasi proses meningkatkan hasil zat terlarut dengan cara mengencerkan konsentrat selama peristiwa ultrafiltrasi
  442. diaforase kelompok enzim yang mengatalisis reduksi elektron akseptor buatan
  443. diaforase enzim flavoprotein dalam sistem pernapasan sel
  444. dialisat filtrat hasil proses dialisis
  445. diameter molekul jarak yang besarnya sama dengan jarak antar-inti atom penyusun molekul dwiatom
  446. dibasa asam yang sanggup melepas dua proton per molekul
  447. difusat bahan yang menembus keluar dari dalam kantong dialisis
  448. digliserida senyawa hasil esterifikasi molekul gliserol dua molekul asam lemak, biasanya mempunyai sifat pengemulsi yang baik
  449. diketon senyawa organik yang mengandung dua gugus keton (C=O), dikelompokkan dalam jenis alfa dan beta menurut kedudukan gugus dalam molekul
  450. diklorida garam takorganik (anorganik) atau senyawa organik yang mempunyai dua atom klorida dalam molekulnya
  451. dikromat garam yang mengandung ion Cr2O7
  452. dikromatik memperagakan dua warna atau sanggup mendeteksi sifat dua warna dalam spektrum
  453. dilatan bahan yang mampu bertambah volumenya apabila bentuknya diubah
  454. dilatansi peristiwa larutan koloid kental menjadi padat atau mengeras karena tekanan, disebut juga plastisitas terbalik
  455. dilatometer alat untuk mengukur pertambahan volume cairan, misalnya pada saat fase padat memisah
  456. dilatometer alat untuk mengukur perubahan panjang logam karena pemuaian termal atau perubahan fase
  457. dilatometri pengukuran perubahan kecil isi atau volume cairan yang disebabkan oleh peristiwa fisika atau kimia
  458. diluen bahan pengencer, digunakan pada pewarnaan tubuh, makanan, dan obat
  459. dimedon reagensia untuk mendeteksi etil alkohol dan mengidentifikasi aldehida
  460. dimer senyawa yang terjadi dari gabungan dua molekul yang sama
  461. dimerisasi penggabungan dua molekul sejenis menjadi satu molekul yang lebih besar
  462. dimetikona polimer berbahan dasar silikon, digunakan sebagai bahan salep serta pelindung dan pengondisi kulit
  463. dimetikonol polimer berbahan dasar silikon, serupa dengan dimetikona, tetapi molekulnya mengandung kelompok hidroksil (-OH), digunakan sebagai bahan produk kosmetik, seperti pelembap, lipstik, dan sampo
  464. dimetilglisina turunan dari asam amino glisina, terdapat pada kacang dan hati, dan merupakan produk sampingan dari metabolisme kolina
  465. dine satuan gaya dalam sistem cgs; gaya yang diperlukan untuk mempercepat benda dengan massa 1 gram sebanyak 1 cm/detik
  466. dioksida oksida yang mempunyai dua atom oksigen dalam molekul
  467. dioksigen molekul oksigen yang bertindak sebagai kesatuan ketika bersenyawa dengan gugus lain
  468. diopsida kalsium magnesium silikat alamiah; suatu tipe piroksen
  469. dipeptida senyawa yang terdiri atas dua asam amino
  470. dipol muatan elektrik yang sama, tetapi berbeda tanda dengan jarak yang cukup dekat
  471. disakarida gula yang diturunkan dari monosakarida, dengan penyingkiran satu molekul air dari dua monosakarida
  472. disiklik struktur atom yang mengandung dua lingkar, misalnya naftalena
  473. disimilasi proses yang mengakibatkan penguraian senyawa atau zat organik
  474. disinfeksi pemusnahan bakteri patogen, biasanya dengan bahan kimia antiseptik
  475. disipasi hilangnya energi mekanik karena gesekan atau gaya mirip gesekan
  476. disipasi hilangnya sebagian dari energi sinaran pada interaksi cahaya-materi sehingga bagian ini tidak dapat diubah menjadi energi bermanfaat
  477. diskolorasi proses perubahan warna atau rona
  478. diskriminator rangkaian dalam berbagai alat, misalnya detektor yang hanya mencatat isyarat atau denyut yang besarnya berada di antara dua batas yang ditentukan
  479. dismutasi perubahan yang menghasilkan dua bahan dari satu bahan
  480. disoreksia keadaan sakit berupa hilangnya selera makan
  481. disosiasi pemecahan molekul dalam proses kimia yang menghasilkan satu atau lebih molekul lain
  482. disprosium logam tanah langka; unsur dengan nomor atom 66, berlambang Dy, dan bobot atom 162,50
  483. disrupsi sel pemecahan sel
  484. distilat uap hasil proses destilasi yang terembunkan menjadi cairan kembali
  485. doblet garis kembar; dwigaris
  486. dokosanoid asam lemak takjenuh ganda berantai panjang dengan 22 atom karbon
  487. dosimeter alat yang digunakan oleh orang yang bekerja di sekitar bahan radioaktif, untuk menunjukkan takaran sinaran yang telah mengenainya
  488. dosimeter alat untuk mengukur cahaya ultraviolet dalam sinar matahari dan sinaran langit
  489. dubnium unsur kimia dengan nomor atom 105, berlambang Db, dan bobot atom 268
  490. dupleks hibrid molekul asam nukleat yang berunting rangkap yang dihasilkan oleh hibridisasi
  491. dwiatom memiliki dua atom dalam tiap molekulnya
  492. dwibasa memiliki dua atom hidrogen dalam tiap molekul, yang dapat digantikan oleh atom logam
  493. ebulioskop alat untuk menentukan dengan cermat titik didih dan bobot molekul
  494. ebulisi pembentukan gelembung sebagai permulaan cairan mendidih
  495. efluen luahan dari pabrik pulp dan kertas yang cenderung mencemari lingkungan, terutama perairan, danau, dan bahan air yang lain
  496. efusiometer alat untuk menentukan bobot molekul gas dengan mengukur laju efusi
  497. eikosan campuran hidrokarbon jenuh
  498. einsteinium unsur dengan nomor atom 99, berlambang Es, dan bobot atom 254
  499. ekaasam senyawa dengan satu gugus OH yang dapat menggantikan atom H dari satu asam
  500. ekavalen mempunyai valensi satu
  501. ekavalen sifat enzim pengatur yang hanya tanggap terhadap satu penyebab
  502. eklogit kelompok batuan metamorf yang dibedakan berdasarkan komposisinya
  503. eksergonik berkaitan dengan pelepasan energi dari proses biokimia
  504. ekskresi uriner pengeluaran urine melalui ginjal
  505. eksogen zat-zat yang ada di bagian luar tubuh, tetapi sangat memengaruhi organisme dari tubuh itu
  506. eksosiklik istilah senyawa kimia siklik yang menyatakan adanya ikatan rangkap dua dalam rantai samping (di luar cincin)
  507. eksosmosis osmosis ke arah luar, misalnya keluarnya garam dari protoplasma lewat selaput ke air
  508. eksotermik berkaitan dengan pelepasan panas saat terjadinya reaksi kimia
  509. eksotoksin zat beracun yang dikeluarkan oleh mikroorganisme ke lingkungan sekitarnya
  510. ekspansi bebas gas ekspansi yang melawan tekanan sehingga tidak ada pekerjaan yang dihasilkan
  511. ekspansi termal kenaikan ukuran padatan, cairan, dan gas karena kenaikan suhu
  512. ekstrak sediaan yang diperoleh dari jaringan hewan atau tumbuhan dengan menarik sari aktifnya dengan pelarut yang sesuai, kemudian memekatkannya hingga tahap tertentu
  513. ekstraksi pemisahan suatu bahan dari campurannya, biasanya dengan menggunakan pelarut
  514. ekstraktor alat untuk mengentalkan stok pulp kimia menjelang pemucatan pada konsistensi tinggi
  515. eksudasi (proses) pengeluaran, pemancaran, dan sebagainya
  516. elastin serat protein dengan keelastikan dan daya memanjang yang tinggi yang ditemukan di dalam jaringan penghubung vertebrata
  517. elastomer kumpulan benda yang mempunyai sifat karet asli, karet vulkanisasi, karet olahan ulang, atau karet tiruan yang meregang apabila dalam tegangan (berkekuatan meregang) mengerut secara cepat dan pulih ke dimensi semula secara penuh
  518. elastomer sintetis hasil substitusi getah yang dihasilkan melalui berbagai proses
  519. elektroanalisator alat analisis logam dengan proses pengendapan elektrik pada elektrode dalam larutan ion logam yang bersangkutan
  520. elektroanalisis analisis kimia berdasarkan penghantaran elektrik atau elektrolisis
  521. elektrodialisis penyingkiran elektrolit dari larutan koloid oleh medan elektrik
  522. elektroendosmosis elektroforesis yang zat padatnya diam dan fase airnya berpindah menuju elektrode
  523. elektrofil atom, bagian molekul, atau ion yang dapat menerima sepasang elektron
  524. elektrofilik suka akan muatan negatif (tentang reaksi kimia)
  525. elektroforesis gerakan partikel-partikel koloid melewati zat cair karena pengaruh medan listrik
  526. elektrokapilaritas tegangan antarmuka antara dua cairan penghantar elektrik, dapat diubah oleh mengalirnya arus elektrik
  527. elektrokimia cabang ilmu kimia tentang proses terjadinya perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan sebaliknya serta penggunaannya
  528. elektrolisi logam putih perak yang diperoleh dari elektrolisis oleh Liebig dan Bunsen pada tahun 1830
  529. elektrolisis penguraian senyawa berbentuk larutan, lelehan, atau cairan biasa oleh arus listrik yang mengalir melalui senyawa tersebut
  530. elektromerisme seperangkat bangunan dengan kedudukan relatif inti atom yang sama, tetapi susunan elektron berbeda
  531. elektrosintesis reaksi sintesis yang terjadi oleh aliran arus elektrik
  532. elektrosmosis aliran dari cairan melalui kapiler akibat medan elektrik yang sejajar dengan sumbunya
  533. elektrostenolisis pengendapan logam pada pori-pori selaput pada elektrolisis
  534. elektrovalensi ikatan kimia yang terjadi karena satu atom memberikan elektronnya pada atom lain
  535. elementer bersifat tidak dapat dibagi atau diuraikan menjadi bagian yang lebih sederhana (tidak kompleks)
  536. eleopten bagian cair minyak asiri yang ber beda dari zat padat yang melarut di dalamnya
  537. eluat larutan yang dihasilkan pada elusi; hasil elusi
  538. eluen zat cair yang digunakan untuk mengekstraksi suatu zat padat dari campuran zat padat
  539. elusi proses mengekstraksi zat yang umumnya padat dari campuran zat dengan menggunakan zat cair (pelarut)
  540. elusian eluat
  541. embun jelaga zat lengket manis seperti embun yang mengendap di daun, tinggalan ketika kutu mengisap cairan nutrisi daun
  542. embunan cairan yang diperoleh dari mengembunnya uap karena kalor penguapan yang tersembunyi telah ditarik, misalnya dengan pendinginan
  543. emeraldin zat pewarna hijau tua
  544. emolien obat yang dioleskan pada kulit untuk melunakkan kulit atau melemaskan kulit yang tegang
  545. emulsi cairan yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yang satu terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau merata di dalam zat yang lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau berlemak dengan air)
  546. emulsifikasi pemantapan emulsi dengan menambahkan dua cairan (zat) yang tidak dapat bercampur pada zat ketiga, kemudian dikocok kuat-kuat, misalnya air, minyak, detergen
  547. endomorf mineral yang terselubung oleh mineral lain
  548. endosmosis difusi cairan melewati suatu selaput organik ke dalam sel
  549. endrin cairan yang biasa dipakai sebagai racun pembunuh tikus
  550. enon senyawa organik yang mengandung alkena yang terkonjugasi dengan keton
  551. ensepalin dua senyawa kimia dengan efek seperti opiat yang disekresi di otak dan sumsum tulang belakang dan bekerja menghilangkan nyeri
  552. enterogastron hormon yang dapat diperoleh dari lapisan lendir bagian atas usus yang mampu menghalangi mobilitas dan sekresi lambung
  553. enterokrinin hormon dari dalam usus beberapa jenis hewan yang dapat merangsang kelenjar pencernaan di usus halus
  554. enzimatik berkaitan dengan enzim atau diproduksi oleh enzim
  555. enzimolisis reaksi atau proses penguraian yang terjadi karena aktivitas enzim
  556. enzimosis fermentasi yang disebabkan oleh enzim
  557. eosin zat bening seperti hablur merah berupa bubuk, dipakai untuk mewarnai sutra wol dan juga dipakai dalam kosmetik
  558. epoksi mengandung atom oksigen dalam lingkar organik
  559. epoksi plastik hasil polimerisasi senyawa epoksi
  560. erbium logam tanah langka; unsur dengan nomor atom 68, lambang Er, dan bobot atom 167,26
  561. ergosterol hablur sterol nabati yang penting sebagai sumber vitamin D2
  562. esparto tanaman rumput-rumputan dengan serat kasar dan pendek, dibuat pulp kimia, digunakan membuat kertas buku dan kertas cetak lain
  563. ester senyawa yang terbentuk pada reaksi antara alkohol dan asam organik dengan pengeluaran satu molekul air
  564. esterase enzim yang dapat memecahkan senyawa ester menjadi asam dan alkohol
  565. esterifikasi pembentukan ester
  566. etanolisis alkoholisis yang disebabkan oleh etanol
  567. etenoida zat mirip etena, mengandung ikatan etilena
  568. eter golongan senyawa organik alkil oksida dengan rumus bangun R-O-R
  569. etida senyawa logam dengan gugus etil, seperti Zn(C₂H₅)₂
  570. etilasi reaksi memasukkan gugus etil ke dalam suatu senyawa
  571. etinil turunan asetilena, radikal hidrokarbon yang terdapat pada bahan organik
  572. etinil estradiol senyawa estrogen aktif yang banyak digunakan dalam pil keluarga berencana
  573. eudiometer tabung berskala, vertikal dengan mulut di bawah terbenam dalam cairan, yang dilengkapi elektrode platina untuk meloncatkan bunga api elektrik, digunakan untuk mengukur perubahan volume akibat bersenyawanya gas, misalnya pembakaran metana
  574. europium logam tanah langka yang dijumpai dalam mineral serium; unsur dengan nomor atom 63, berlambang Eu, dan bobot atom 151,96
  575. eutektik mempunyai titik leleh lebih rendah daripada tiap-tiap komponennya (tentang logam campur atau larutan)
  576. evaporasi proses perubahan molekul zat cair menjadi gas atau uap air; penguapan
  577. evapotranspirometer alat untuk mengukur laju penguapan keringat dari tumbuhan
  578. fadeometer alat untuk mengukur rintangan terhadap pelunturan suatu warna apabila disinari secara teratur
  579. faktor zat biologis yang memiliki efek fisiologis
  580. farinograf alat pencampur adonan roti yang dilengkapi perekam yang dirancang untuk mengukur secara kualitatif dan merekam secara otomatis sifat berbagai gandum dalam membentuk bahan roti pada berbagai suhu
  581. farmakognosi kajian tentang pengenalan, sifat, dan kualitas obat mentah hayati
  582. farmakoterapi kajian tentang perawatan penyakit dengan obat-obatan
  583. febrin protein darah yang tidak dapat beku, yang dihasilkan dari hidrolisis fibrinogen oleh kerja trombin
  584. felandrol alkohol yang terdapat dalam minyak asiri adas pahit
  585. fenilalanina asam amino esensial yang ditemukan dalam banyak protein dan diubah menjadi tirosina asam amino nonesensial oleh tubuh
  586. fenolase fermen yang mengatalis pengoksidan fenol dan amina aromatik
  587. ferimagnetik sifat bahan yang dihasilkan apabila sebagian kecil momen magnet di dalam bahan itu digandeng sehingga berlawanan dengan sisa momen magnet
  588. fermentasi penguraian metabolik senyawa organik oleh mikroorganisme yang menghasilkan energi yang pada umumnya berlangsung dengan kondisi anaerobik dan dengan pembebasan gas
  589. fermium unsur dengan nomor 100, berlambang Fm, berbobot atom 254, tidak terdapat dalam alam, dan semua isotopnya radioaktif
  590. feron pembawa enzim, bersifat koloid dan merupakan sumber keaktifan katalis
  591. feronikel paduan antara besi dan nikel
  592. ferosilikon paduan logam yang terdiri atas karbon, mangan, fosforus, sulfur, silikon, titanium, aluminium, kalsium, besi, dan krom
  593. ferum unsur logam, berwarna putih perak, dengan nomor atom 26, berlambang Fe, dan bobot atom 55,847; besi
  594. fibrinolisis penguraian fibrin oleh plasmin
  595. fikokoloid zat koloidal hidrofilik yang diperoleh dari rumput laut, termasuk dalam kelas polisakarida
  596. fiksasi nitrogen konversi nitrogen di atmoster menjadi senyawa nitrogen yang mudah diserap tanaman oleh bakteri Rhizobium dalam nodul akar legum
  597. filokuinon vitamin K
  598. filter optik medium (kaca, film, larutan) yang dapat meneruskan sinar dengan cara penyaringan
  599. fiolaks kaca bebas alkali yang tahan terhadap perubahan suhu
  600. fitokimia zat tumbuhan yang terbentuk secara alami, berfungsi untuk melindungi diri terhadap penyakit; fitonutrisi
  601. fitonutrisi fitokimia
  602. fitopatogen bahan yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman
  603. flavon bahan pewarna kuning terang yang berasal dari daun dan batang tanaman
  604. flavoprotein enzim berwarna kuning, termasuk dalam golongan enzim dehidrogenase, memiliki gugus protein
  605. flerovium unsur kimia dengan nomor atom 114, berlambang Fl, dan bobot atom 289
  606. flogopit mineral tembaga berwarna kuning cokelat dari kumpulan mika yang berupa serpihan tersebar atau kristal besar; mika cokelat
  607. flokulan bahan takkristalin dan mirip awan yang menggumpal dalam suatu cairan
  608. flokulasi penggabungan partikel-partikel koloidal dalam suspensi yang terjadi karena gaya tolak antarpartikel
  609. fluida benda seperti air atau gas yang berubah bentuknya oleh pengaruh gaya geser
  610. fluoresen mempunyai sifat yang dapat memancarkan cahaya dengan gelombangnya lebih panjang daripada cahaya datang
  611. fluorimeter alat untuk mengukur intensitas pendaran fluor, terutama yang disebabkan oleh sinar-X dan sinar radioaktif
  612. fluorimetri analisis unsur atau senyawa yang dapat memberikan pendar fluor
  613. fluorinasi pemasukan atom fluorin ke dalam molekul organik
  614. fluorogen radikal yang jika terdapat dalam senyawa akan menyebabkan pendar fluor
  615. fluorokarbon kelas senyawa organik yang beberapa atau semua atom hidrogennya telah diganti dengan fluorin, tidak reaktif, tahan terhadap panas, digunakan sebagai pelumas
  616. formaldehida gas berbau menyengat yang digunakan dalam pembuatan bahan celup, plastik, serta resin tiruan
  617. fosfatase enzim yang berasal dari organ dan cairan tubuh yang menguraikan ikatan antara karbohidrat dan asam fosfat
  618. fosfida senyawa yang terdiri atas fosforus yang berpadu secara langsung dengan logam
  619. fosfit ester yang mengandung gugus -OPHO(OH) atau garam yang mengandung ion HPO32-
  620. fosfokreatina senyawa bentukan kreatina dan asam fosfat yang ditemukan, terutama pada otot vertebrata dan merupakan sumber energi kontraksi otot
  621. fosfor zat, organik ataupun anorganik, cair atau kristal yang mampu berpendar
  622. fosforesens pendaran yang berlangsung terus walaupun sumber yang mengeksitasikannya telah disingkirkan
  623. fosforesens pendaran yang terjadi setelah sumber pengeksitasi disingkirkan dari benda yang berpendar
  624. fosforilase enzim yang terdapat dalam otot dan hati yang mengatalisis pengubahan glikogen menjadi glukosa-1-fosfat
  625. fosforimeter alat untuk mengukur kelangsungan kejadian pendar fluor
  626. fosforimetri analisis spektrofotometri untuk zat yang berpendar fosfor oleh sinar ultralembayung
  627. fosforolisis penguraian gula oleh asam fosfat secara enzimatik dan bersifat reversibel
  628. fosforus unsur dengan nomor atom 15, lambang P, dan bobot atom 30,9738
  629. fosgen gas racun tanpa warna; karbonil klorida
  630. fotoelastisitas adanya perubahan dalam sifat optis dari dielektrik tembus cahaya secara isotropik
  631. fotokatalis zat yang menggalakkan reaksi yang dikatalisasi oleh cahaya
  632. fotokimia cabang ilmu kimia tentang hubungan senyawa kimia dengan cahaya
  633. fotokromisme sifat menukarkan cahaya secara berbalik apabila disingkapkan terhadap sinar ultraviolet
  634. fotolit zat yang diuraikan oleh cahaya
  635. fotopolimer polimer yang peka terhadap cahaya, digunakan dalam proses fotografi atau yang sejenisnya
  636. fotoreseptor reseptor yang dirangsang oleh cahaya
  637. fotorespirasi pernapasan sel-sel tumbuhan yang terjadi karena adanya cahaya dan juga sel-sel tersebut melakukan fotosintesis pada saat yang bersamaan
  638. fotosel sel yang sifat elektriknya diubah oleh tenaga sinar
  639. fotosensitisasi proses pengaktifan zat dengan cahaya (foton)
  640. fotosintesis pemanfaatan energi cahaya matahari (cahaya matahari buatan) oleh tumbuhan berhijau daun atau bakteri untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat
  641. fototropisme tropisme dengan cahaya sebagai perangsangnya atau berorientasi menurut arah datangnya cahaya
  642. fraksionasi pemisahan atau pemencilan komponen suatu campuran
  643. fransium logam alkali radioaktif yang terdapat dalam alam; unsur dengan nomor atom 87, berlambang Fr, bobot atom 223
  644. fruktan polimer fruktosa yang terjadi dalam tanaman
  645. fruktopiranosa hasil modifikasi gula fruktosa yang dicirikan oleh adanya cincin piranosa
  646. fruktosamina sirop tidak berwarna dan tidak larut dalam air
  647. fukosantin pigmen merah oranye pada rumput laut cokelat
  648. fuksina zat warna merah tua
  649. fulminat ester atau garam yang mengandung gugus CNO- atau ion CNO-; merkurium fulminat yang digunakan sebagai detonator
  650. fumigan pestisida yang mudah menguap dan biasanya uapnya dipakai untuk membasmi jasad hidup
  651. fumigasi pengasapan dengan gas fumigan untuk menghilangkan (mematikan) kuman dan sebagainya
  652. fungisida zat kimia yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan cendawan
  653. fungistatik bersifat menghambat pertumbuhan cendawan tanpa mematikannya
  654. furfural cairan bening tanpa warna mirip minyak, berbau merangsang, digunakan untuk pembuatan plastik yang keras
  655. gabus sintetis monomer dari polistirena yang biasa digunakan untuk membuat tempat makanan
  656. gadolinium logam tanah langka yang ditemukan dalam gadolinit; unsur dengan nomor atom 64, berlambang Gd, dan bobot atom 157,25
  657. galaktase enzim proteolisis bagi susu
  658. galaktopiranosa hasil bentuk modifikasi gula galaktosa yang dicirikan oleh adanya cincin piranosa
  659. galaktosa gula sederhana, karbohidrat yang kadang kala terdapat secara alami di dalam susu, otak, dan tumbuhan
  660. galaktosamina turunan amino dari gula galaktosa
  661. galaktosida senyawa yang terbuat dari kombinasi galaktosa dengan gula lain atau bukan gula
  662. galaktosidase enzim yang mampu menghidrolisis galaktosida
  663. galat garam asam galat
  664. galium logam berbentuk kristal putih kebiru-biruan atau keabu-abuan; unsur dengan nomor atom 31, berlambang Ga, bobot atom 69,72
  665. ganiometer alat optik untuk mengukur besar suatu sudut
  666. garam hasil reaksi asam dengan basa, yaitu satu atau lebih atom hidrogen pada asam diganti oleh satu atau lebih kation suatu basa
  667. garam pupuk (obat dan sebagainya) yang rupanya seperti garam
  668. garam alkali senyawa atau garam dari logam alkali, misalnya NaCl, KBr
  669. garam aluminium hasil reaksi antara aluminium dan berbagai asam
  670. garam amonium hasil reaksi antara amonia dan berbagai asam
  671. garam asam senyawa garam yang masih mampu melepaskan proton dalam larutannya, misalnya natrium bikarbonat, natrium hidroarsenat
  672. garam biner garam yang tersusun atas dua unsur yang berbeda
  673. garam epsom magnesium sulfat (digunakan sebagai pencahar)
  674. garam glauber natrium sulfat (suatu pencahar)
  675. garam natrium hasil reaksi antara natrium dan berbagai asam
  676. garam rangkap senyawa yang terdiri atas dua asam garam, misalnya K₂SO₄
  677. gas air mata senyawa sintetis halogen yang merangsang pengeluaran air dari kelenjar air mata atau yang menyebabkan iritasi pada selaput lendir mata
  678. gas alam sintetik gas dengan susunan gas alam yang lazim yang diperoleh dari minyak bumi atau batu bara lewat suatu proses kimia atau fisika
  679. gas bersin gas yang menyebabkan bersin, digunakan dalam bom yang ditembakkan dengan meriam
  680. gas karbit gas yang terjadi karena kerja air dan kalsium karbit, digunakan untuk memotong dan mengelas logam; asetilena
  681. gas lamban gas lembam
  682. gas lembam gas yang sukar bereaksi secara kimia, seperti helium, argon, neon, kripton, dan xenon; gas lamban; gas mulia
  683. gas mulia gas lembam
  684. gas pemati lemas gas yang akan menyebabkan asfiksia jika terhirup
  685. gas pencerna gas yang dihasilkan oleh dan di dalam tangki pencerna limbah
  686. gas pencerna anaerob gas yang dihasilkan dalam tangki pencerna limbah yang didasarkan pada kerja bakteri anaerob dengan komponen utama metana dan karbon dioksida
  687. gas penyesak napas kumpulan karbon dioksida dalam jumlah besar yang bercampur dengan berbagai gas sehingga membuat orang mengalami sesak napas
  688. gas racun gas yang peredarannya di udara akan menyebabkan keracunan pada tubuh
  689. gas rawa gas yang mudah terbakar, sebagian besar terdiri atas metana, ditemukan dalam tambang batu bara dan gas bumi
  690. gas sintesis campuran karbon monoksida dan hidrogen yang berasal dari penguraian bahan yang mengandung karbon dan hidrogen
  691. gasifikasi pengubahan batu bara dan sebagainya menjadi bentuk gas yang mempunyai nilai kalori rendah, sedang, atau tinggi, bergantung pada proses yang diterapkan dan maksud penggunaannya
  692. gasolin campuran hidrokarbon berwujud cair dan tidak berwarna, mudah menguap, serta mudah terbakar, merupakan fraksi dari minyak bumi dan digunakan sebagai bahan bakar; bensin
  693. gaya apung udara gaya yang arahnya berlawanan dengan gaya tarik bumi, besarnya setara dengan volume benda dikalikan bobot jenis udara di sekitarnya
  694. gel larutan koloid setengah padat, terbentuk dari zat polimer yang tidak larut dalam air, misalnya larutan pati dalam air yang menyerupai lem
  695. gelas kimia gelas dengan garis-garis pengukur yang digunakan untuk melakukan reaksi dan mengukur jumlah cairan
  696. gelas ukur tabung gelas berbentuk silinder dengan skala menunjukkan jumlah tertentu isi cairan
  697. gelatinasi pengubahan suatu bahan menjadi gelatin
  698. gelatinisasi proses perubahan butiran pati menjadi gel yang kental dan transparan ketika dipanaskan dengan air
  699. genegin minuman beralkohol yang dibuat dengan cara fermentasi biji-bijian
  700. generator asetilena alat yang direka untuk menghasilkan asetilena berdasarkan reaksi air pada kalsium karbida
  701. gentibiosa disakarida hasil hidrolisis pati
  702. gerak acak gerak sebarang, tidak tentu, dan tidak bersistem
  703. gerak kacau gerak acak sejumlah partikel secara hebat, tidak teratur, dan tidak terkendali
  704. gerak termal gerak yang berkaitan dengan panas, makin hebat dengan makin tingginya suhu
  705. germanium unsur dengan nomor atom 32, berlambang Ge
  706. getah pinus hasil samping dari jenis pinus, seperti rosin, terpentin, dan macam-macam minyak pinus, beberapa di antaranya berasal dari proses pengolahan pulp kayu
  707. gibsit mineral yang umumnya berbentuk pipih, terbentuk dalam tanah yang telah mengalami pelapukan tinggi dan dalam laterit
  708. gin minuman beralkohol yang dibuat dengan cara menyuling ekstrak fermentasi bijian
  709. gips kalsium sulfat dengan dua molekul air kristal
  710. glasin kertas bening, rapat, ringan, yang dibuat dari pulp kimia yang sangat murni dan diolah dengan tingkat penggilingan yang tinggi
  711. glikasi reaksi yang terjadi jika hemoglobin berikatan dengan glukosa
  712. glikogen tepung putih manis yang menjadi tempat menyimpan karbohidrat, terutama dalam hati
  713. glikogenase enzim hati yang menghidrolisis glikogen menjadi maltosa dan dekstrin
  714. glikogenesis sintesis glikogen dari glukosa, seperti yang ditemukan dalam otot
  715. glikogenesis pembentukan gula
  716. glikogenik bertalian dengan glikogenesis
  717. glikolipid lipid yang mengandung karbohidrat
  718. glikolisis penguraian gula dalam metabolisme
  719. glikoprotein protein yang mengandung gugus karbohidrat
  720. glikosida senyawa asal gula dengan zat yang dapat terhidrolisis menjadi penyusunnya
  721. glikosidase enzim yang memisahkan glukosa atau lain-lain gula dari glikosida
  722. gliserida ester gliserol dengan asam lemak
  723. glisofat herbisida yang digunakan untuk membunuh gulma yang bersaing dengan tanaman komersial
  724. globulin protein sederhana yang menggumpal karena panas, tidak larut dalam air, tetapi larut dalam cairan garam, dan sering terdapat dalam pelbagai jaringan binatang dan tanaman
  725. glosularit batuan yang termasuk golongan akik yang sering terdapat dalam batu kapur tidak murni
  726. glukokinase enzim di hati yang memainkan peranan kunci pada metabolisme karbohidrat
  727. glukokortikoid hormon steroid alami yang mengatur pencernaan karbohidrat
  728. glukolisis penguraian glukosa dan gula-gula lain oleh enzim
  729. glukoneogenesis produksi glukosa dari sumber nonkarbohidrat
  730. glukopiranosa hasil modifikasi glukosa yang dicirikan oleh adanya cincin piranosa
  731. glukorafanin bentuk alami senyawa antikanker sulforafan, banyak ditemukan dalam brokoli dan bunga kol
  732. glukosa zat gula sederhana yang banyak terdapat di dalam tumbuhan dan hewan
  733. glukosamina turunan amino dari glukosa yang terjadi pada jaringan vertebrata
  734. glukosamina turunan glukosa yang ditemukan dalam jaringan pendukung dan dinding sel tanaman
  735. glukosan kompleks molekul (kanji, selulosa, dan glikogen)
  736. glukosuria glukosa di dalam urine sebagai indikator diabetes
  737. glutamat garam atau ester dari asam glutamat
  738. glutelin protein sederhana, berasal dari tumbuhan, tidak dapat larut dalam air, alkohol, ataupun dalam larutan garam, tetapi larut dalam larutan encer asam ataupun basa
  739. gom akasia gom yang diperoleh dari kulit batang tanaman akasia, digunakan sebagai pengental atau bahan pengemulsi
  740. gom arab gom akasia
  741. gom guar gom yang larut dalam air yang berguna sebagai suspensi, pengental, dan pengikat air
  742. gonadotrofin hormon yang merangsang kelenjar kelamin, dihasilkan oleh kelenjar pituitari, pada beberapa mamalia dihasilkan oleh plasenta selama masa kehamilan
  743. gosok proses mengeluarkan komponen suatu campuran gas dengan jalan melewatkan ke arah atas yang berlawanan dengan aliran zat cair yang mampu menyerap komponen yang diingini secara memilih
  744. granolitik bentuk beton yang terbuat dari hancuran granit, semen, dan pasir
  745. gravimetri metode kimia analisis untuk menentukan kuantitas zat atau komponen dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan
  746. gugus kelompok
  747. gugus atom-atom yang lewat melalui deretan reaksi tanpa terpisah
  748. gugus unsur-unsur dengan reaksi serupa
  749. gula bit sukrosa yang diperoleh dari akar bit gula
  750. hablur bentuk padat yang homogen dan bersudut dari suatu zat
  751. hafnium logam yang ditemukan dalam mineral zirkonium oleh Coster dan Havesy pada tahun 1924; unsur dengan nomor atom 72, berlambang Hf, dan bobot atom 179,49
  752. hahnium unsur radioaktif yang mula-mula ditemukan di Amerika Serikat, bernomor atom 105, lambang Ha, dan bobot atom 262
  753. halida ion halogen yang bermuatan negatif
  754. halit kristal tembus cahaya, tidak berwarna, bersifat agak higroskopis, larut dalam air dan gliserol, tidak dapat dibakar, mempunyai toksisitas rendah, dapat digunakan sebagai pengawet makanan
  755. halmirolisis perubahan kimia yang terjadi setelah pengendapan pada waktu sedimen berada dalam dasar laut
  756. haloform senyawa kimia turunan metana yang berisi tiga atom halogen
  757. halogen anggota golongan unsur nonmetalik yang sangat aktif, terdiri atas fluorin, bromin, iodin, klorin, atau astatin, yang mempunyai sifat kimia yang sama antara satu dan lain
  758. halogenasi pemasukan halogen ke dalam senyawa organik, baik secara penambahan (adisi) maupun secara penggantian (substitusi)
  759. haloisit tanah liat yang dipakai sebagai bahan tahan panas atau sebagai zat penunjang katalis
  760. halokromisme gejala pembentukan warna pada senyawa karbonil tanpa warna apabila senyawa dilarutkan dalam asam mineral
  761. halotan cairan tidak berwarna yang berbau khas, mudah menguap, tidak mudah terbakar atau meledak, yang digunakan di rumah sakit sebagai anestesi, diberikan melalui saluran pernapasan
  762. hamburan cahaya penyebaran cahaya oleh materi dalam arah yang tidak sama dengan arah berkas masuk, materi dapat berupa larutan makromolekul ataupun suspensi
  763. hamud asam
  764. hasil elusi larutan yang telah melewati kolom dalam teknik kromatografi kolom
  765. hasil hidrolisis hasil reaksi suatu zat dengan air
  766. hasil keterlarutan hasil kali konsentrasi ion-ion dari larutan jenuh elektrolit
  767. hasil metabolisme hasil keaktifan hayati yang penting dalam metabolisme
  768. hasil reaksi senyawa yang dibentuk oleh suatu reaksi kimia
  769. hastakutub sistem kutub delapan buah (empat pasang)
  770. heksaklorida klorida yang mengandung enam atom klorin dalam molekul
  771. heksamina hasil kondensasi amonia dan formaldehida, antiseptik untuk saluran kemih
  772. heksasiklik struktur atom yang mengandung enam lingkar
  773. heksasiklik lingkar enam atom, misalnya inti benzena
  774. heksil gugus C6H13
  775. heliks spiral
  776. helium gas lamban yang terdapat dalam udara, gas bumi, dan mineral radioaktif; unsur dengan nomor atom 2, berlambang He, dan bobot atom 4,003
  777. hemiasetal senyawa yang dibentuk baik oleh reaksi antarmolekul ataupun intermolekul antara gugus aldehida dan gugus alkohol
  778. hemiselulosa polisakarida yang ditemukan pada dinding sel tumbuhan
  779. hemoaglutinasi aglutinasi atau bergumpalnya butir-butir darah merah
  780. hemokromatosis penyakit yang disebabkan oleh serapan besi berlebihan dalam usus halus dan dengan pengendapan besi berlebihan dalam beragam organ
  781. hemolisin kumpulan hasil metabolisme bakteri yang dapat menyebabkan hemolisis, berada secara normal dalam serum darah atau dihasilkan selama imunisasi
  782. hemosianin zat yang ditemukan dalam darah cumi-cumi, sepadan dengan hemoglobin dalam darah mamalia
  783. heptasiklik struktur atom yang mengandung lingkar tujuh dengan tujuh atom
  784. herbisida selektif herbisida yang hanya membunuh spesies tanaman tertentu dengan luas spektrum tertentu
  785. herbisida sisa herbisida tertinggal di tanah yang dapat membunuh bibit gulma berkecambah untuk waktu yang relatif singkat setelah diaplikasikan
  786. herbisida takselektif herbisida yang digunakan untuk mematikan berbagai spesies tanaman, umumnya beracun bagi semua tanaman terawat
  787. heteroatom atom dalam suatu struktur cincin yang bukan atom karbon
  788. heterolisis penguraian molekul menjadi dua bagian yang dilihat dari segi muatan elektrik
  789. heterolisis melarutnya suatu sel oleh zat luar
  790. heteropolimer polimer yang terdiri atas dua jenis monomer atau lebih
  791. heteropolisakarida polisakarida yang tersusun atas dua atau lebih monosakarida
  792. hibrida resiprok hibrida timbal balik yang dihasilkan dari perkawinan silang kedua induknya yang berbeda secara genetik
  793. hidrasi penggabungan dengan air
  794. hidrat zat yang dibentuk oleh ikatan kimia suatu senyawa dengan satu atau lebih molekul air, yang jumlah molekul airnya khas bagi tiap zat
  795. hidrat garam kristal garam yang mengandung satu molekul air atau lebih
  796. hidrida senyawa biner hidrogen, umumnya dengan logam
  797. hidrofili zat yang menyukai air
  798. hidrofilik mudah melarut, menyerap, atau bercampur dengan air
  799. hidrofobik tidak dapat larut dalam air, tetapi dapat larut dalam minyak
  800. hidrogen gas tidak berwarna, tidak berbau, tidak ada rasanya, menyesakkan, tetapi tidak bersifat racun; unsur dengan nomor atom 1, berlambang H, dan bobot atom 1,0080
  801. hidrogenasi penggabungan hidrogen dengan zat lain
  802. hidrogenasi proses penjenuhan atau pengerasan minyak nabati dengan menambahkan hidrogen pada ikatan rangkap dua, disertai bantuan pemrosesan tekanan dan katalis
  803. hidrokarbon alifatik senyawa karbon dengan hidrogen, yang atom-atomnya terutama berbentuk rantai terbuka
  804. hidrokarbon aromatik hidrokarbon yang mengandung cincin benzena dalam struktur molekulnya
  805. hidrokarbon siklik senyawa hidrogen dengan karbon, yang mengandung lingkar atom karbon
  806. hidrokarbon takjenuh senyawa antara karbon dan hidrogen saja yang mengandung satu atau lebih pasangan atom karbon dengan ikatan valensi ganda
  807. hidrokoloid bahan koloid hidrofilik yang dalam sebagian besar produk makanan digunakan sebagai bahan emulsi dan pengental, dapat memberikan kehalusan pada tekstur makanan
  808. hidrokortison hormon steroid kelenjar adrenal yang digunakan sebagai antiperadangan dan antialergi
  809. hidroksil radikal valensi satu OH, yang pada penggabungan dengan radikal lain membentuk hidroksida
  810. hidrokuinol hidrokuinon
  811. hidrolisat zat yang dihasilkan dari hidrolisis
  812. hidrometalurgi pengolahan logam dan bahan yang mengandung logam dengan proses basah
  813. hidrometer aki alat pengukur bobot jenis untuk menentukan konsentrasi asam air aki
  814. hidrometer alkohol hidrometer untuk mengukur kandungan alkohol dalam minuman beralkohol
  815. hidrometer minyak hidrometer untuk menentukan bobot jenis minyak bumi
  816. hidrometer tanah hidrometer untuk mengukur bobot jenis suspensi tanah
  817. hidroperoksida cairan beracun, biasanya digunakan untuk membersihkan warna dengan cara dibilas
  818. hidroselulosa bagian dari produk yang berbentuk jika selulosa diolah dengan asam
  819. hidrosol larutan koloid yang partikelnya tersuspensi dalam air
  820. hidrostat alat untuk mengatur ketinggian cairan dalam kolom atau wadah, digunakan untuk mengukur dan mengendalikan kelembapan relatif atau untuk mendeteksi tingkat kerendahan air dalam ketel uap
  821. hidrotaksis pergerakan organisme atau sel dalam kaitan dengan kelembapan
  822. hijau asetat zat warna hijau krom biru kekuningan dibuat dari timbel asetat
  823. hijau paris pigmen hijau biru jernih, sering digunakan sebagai pencegah kebusukan, banyak digunakan untuk pengawet kayu dan sebagai fungisida
  824. hiosiamina alkaloid beracun untuk obat
  825. hiosin alkaloid bersifat racun yang digunakan untuk obat hipnosis dan penekan saraf
  826. hiperamonemia keadaan terlalu tingginya kandungan amonia di dalam darah
  827. hiperbilirubinemia keadaan terlalu tingginya kandungan bilirubin di dalam darah
  828. hiperglisemia terdapatnya sejumlah glukosa yang berlebih dalam darah
  829. hiperkalsemia terdapatnya sejumlah kalsium yang berlebih dalam darah
  830. hiperkeratosis keadaan terbentuknya lapisan tanduk kulit ari secara berlebihan
  831. hiperon partikel elementer yang berusia pendek dengan massa lebih besar daripada massa neutron
  832. hipersensitivitas keadaan imunologi yang berubah dalam tubuh manusia atau hewan setelah pengenaan sebelumnya ke suatu antigen
  833. hipersensitivitas respons manusia atau hewan terhadap obat di atas respons rata-rata
  834. hipertonik mempunyai tekanan osmosis yang lebih tinggi daripada larutan lain
  835. hipotiroidisme gejala aktivitas sekresi yang kurang dari kelenjar gondok
  836. hipotonik mempunyai tekanan osmosis lebih rendah daripada larutan lain yang menjadi pembandingnya karena konsentrasi ion yang dikandungnya lebih rendah
  837. histamina basa organik yang mampu menurunkan tekanan darah
  838. histidina hablur keping tanpa warna dari asam amino yang ditemukan dalam protein dan merupakan penyusun penting makanan hewan
  839. hitam anilina zat celup hitam yang diperoleh pada pengoksidanan anilina
  840. hitam antimon serbuk hitam yang diperoleh dari elektrolisis atau aksi kimia larutan garam antimon
  841. hitam asetilena jelaga yang dibuat dengan membakar asetilena dalam persediaan udara yang terbatas
  842. hitam karbon karbon dalam bentuk serbuk sangat halus
  843. hitam tulang zat berwarna hitam, dibuat dari arang tulang, memiliki kandungan arang sekitar 10%
  844. holmium logam tanah langka yang terdapat dalam gadolinit, ditemukan oleh Soret pada tahun 1879; unsur dengan nomor atom 67, berlambang Ho, dan bobot atom 164,9303
  845. holoselulosa fraksi karbohidrat dari kayu yang sama sekali taklarut dalam air, tersusun atas alfa selulosa dan hemiselulosa
  846. homofermentatif mempunyai kecenderungan untuk terjadinya proses fermentasi untuk campuran zat yang sama
  847. homolisis penguraian dengan terbelahnya suatu ikatan menjadi dua bagian, dilihat dari segi muatan listriknya yang sama
  848. homopolimer polimer yang tersusun hanya atas satu jenis monomer
  849. homopolisakarida polisakarida yang sejenis
  850. homosistein asam amino yang berupa produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein
  851. hopana senyawa pentasiklik yang diperkirakan berasal dari bakteri, digunakan sebagai penanda proses yang berkaitan dengan lingkungan pengendapan dan kematangan
  852. hopkalit katalis yang digunakan dalam gas pernapasan untuk mengoksidasi karbon monoksida menjadi oksida
  853. hormon adenotropik hormon yang terdapat pada invertebrata
  854. hormon adrenokortikotropik hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari anterior untuk merangsang lapisan adrenal
  855. hormon inhibisi hormon yang menghambat kerja suatu enzim yang sedianya mengatalisis suatu reaksi
  856. hormon paratiroid hormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratoroid yang mengatur jumlah kalsium dan fosfor di dalam tulang
  857. hukum afinitas ungkapan kuantitatif dari tarik-menarik antara serat dan zat warna atau zat lain dalam proses pewarnaan tekstil
  858. hukum Avogadro volume yang sama dari semua gas pada tekanan dan suhu yang sama mengandung jumlah molekul yang sama
  859. hukum Charles sejumlah gas pada tekanan konstan memiliki volume yang berbanding langsung dengan suhunya, berlaku untuk semua gas pada tekanan rendah
  860. hukum distribusi hukum tentang pembagian jumlah molekul menurut tingkatan energinya
  861. hukum distribusi jumlah cara untuk merealisasikan pembagian
  862. hukum pemisahan hukum yang menjelaskan bahwa jika zat terlarut dalam dua pelarut yang tidak bercampur, perbandingan kadar terlarut dalam setiap pelarut adalah tetap pada suhu yang tetap
  863. hukum periodik urutan unsur-unsur menurut nomor atom di dalam tabel periodik yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sama, baik menurut arah kolom maupun arah baris
  864. humektan bahan kimia yang mampu menurunkan aktivitas air dalam makanan dengan menurunkan tekanan uap, misalnya garam, gula, dan gliserol
  865. humidifikasi penambahan kelembapan suatu ruangan
  866. ikatan lambang untuk menyatakan jumlah serta ikatan valensi atom dalam rumus struktur
  867. ikatan homopolar ikatan dengan distribusi muatan elektrik yang sama antara dua atom
  868. ilmenit campuran mineral yang terdiri atas besi dan titanium
  869. imbuhan bahan yang ditambahkan pada suatu campuran dengan jumiah yang relatif kecil daripada komponen utamanya
  870. imunogenisitas kemampuan yang dapat menimbulkan kekebalan terhadap suatu penyakit
  871. inaktivator penyebab terjadinya keadaan menjadi tidak aktif
  872. indeks keanekaan jumlah spesies dari jumlah individu yang ada dibagi dengan jumlah spesimen dalam contoh dan hasil ini dikalikan dengan logaritma alam dari bilangan tersebut
  873. indeks kualitas air rumus yang digunakan untuk memperkirakan secara stoikiometri suatu nilai kualitas air tertentu dengan suatu perlakuan
  874. indeks kuning telur perbandingan antara tinggi kuning telur dibagi lebarnya jika diletakkan pada permukaan yang datar
  875. indeks Miller bilangan bulat yang menunjukkan orientasi relatif permukaan kristal
  876. indikan senyawa yang bersekresi dalam urine, biasanya dalam bentuk garam potasium
  877. indium logam mulur abu-abu perak, ditemukan oleh Reich dan Richter pada tahun 1863; unsur dengan nomor atom 49, berlambang In, dan memiliki bobot atom 144,82
  878. influen limbah, air, dan cairan lain yang mentah atau sudah diolah secara parsial, yang masuk ke tempat pengolahan, reservoir, atau kolam
  879. influen masuknya buangan atau limbah industri atau pertanian ke dalam suatu lingkungan yang menyebabkan terjadinya pencemaran dalam lingkungan tersebut
  880. inhibitor zat yang berfungsi menghambat (menghentikan) reaksi, misalnya dengan mengotori permukaan katalis
  881. inklusi keadaan terkepung atau dikelilingi oleh suatu zat, misalnya gas dalam logam atau bahan asing yang tersuspensi dalam suatu hablur
  882. inkubator kamar atau kotak yang bersuhu tetap (biasanya 37°C), tempat kultur bakteri ditumbuhkan
  883. inositol faktor pengembang, nutrien esensial pada mikroorganisme dan beberapa hewan, sering diklasifikasikan sebagai vitamin
  884. insinerasi pembakaran bahan secara tuntas sehingga yang tersisa hanyalah abu
  885. insinerasi lumpur proses pemanggangan lumpur yang telah dikeringkan secara alamiah agar berubah menjadi debu yang lembam sehingga mudah dibuang
  886. intermediat senyawa yang berperan serta dalam suatu reaksi dan terjadi antara bahan awal dan produk akhir reaksi itu
  887. intermolekuler ada atau beraksi di antara molekul
  888. intoksikan zat racun atau zat yang membuat mabuk
  889. intramolekul mengenai pemasukan ke dalam molekul atau ke dalam struktur molekul
  890. inulin jenis gula yang dapat dikonsumsi oleh penderita kencing manis
  891. invertase enzim yang mengubah gula tebu menjadi gula inversi
  892. iodida garam asam hidrolik
  893. iodimetri analisis volumetri jenis reaksi oksidasi reduksi
  894. iodin unsur halogen bukan logam, berwarna hitam kebiruan dengan uap ungu; unsur dengan nomor atom 53, berlambang I, dan bobot atom 126,9045; yodium
  895. iodinasi proses mencampur atau mereaksikan dengan iodin
  896. iridium logam putih, keras, getas, dan berkilat, ditemukan oleh Tennant pada tahun 1804; unsur dengan nomor atom 77, berlambang Ir, bobot atom 192,22
  897. iskemik kekurangan oksigen
  898. isomer satu dari sepasang senyawa atau lebih yang mempunyai rumus sama, tetapi sifatnya berlainan
  899. isomerisasi proses mengubah sesuatu menjadi isomer
  900. isoprena senyawa kimia yang biasa digunakan dalam industri, penyusun berbagai senyawa biologi penting, dapat berbahaya bagi lingkungan, beracun bagi manusia bila terpapar secara berlebihan
  901. jalan bebas jarak yang ditempuh oleh molekul gas di antara dua benturan berurutan
  902. jalan bebas purata jarak rata-rata yang ditempuh molekul di antara dua benturan berurutan
  903. jalur suatu tahapan atau deret tahapan suatu proses metabolisme
  904. jalur anabolik jalur metabolisme tempat terjadinya sintesis molekul yang lebih besar disertai dengan penggunaan sejumlah energi
  905. jalur katabolik jalur metabolisme destruktif (dengan jalur itu suatu materi hayati diubah menjadi limbah dan disingkirkan dari dalam tubuh)
  906. jasad bagian terbatas dari zat
  907. jasper kuarsa kristal opak, biasanya berwarna merah, hijau, cokelat, atau kuning
  908. jenuh mengandung jumlah maksimum zat terlarut yang dapat diserap pada suhu tertentu
  909. jenuh hanya mengandung ikatan tunggal di antara atom-atom karbon
  910. kadmium logam putih, mulur; unsur dengan nomor atom 48, berlambang Cd, bobot atom 112,41
  911. kafeina alkaloid yang terdapat dalam biji kopi dan daun teh
  912. kalifornium unsur yang semua isotopnya bersifat radioaktif; unsur dengan nomor atom 98, lambang Cf, dan bobot atom 252
  913. kalium logam putih perak, lunak, dan mirip lilin; unsur dengan nomor atom 19, berlambang K, dan bobot atom 39,102; potasium
  914. kalkon keton aromatik dan enon yang membentuk inti pusat beberapa senyawa biologis penting, menunjukkan berbagai karakteristik biologis seperti antidiabetes, antihipertensi, antimalaria, dan antioksidan
  915. kalsifikasi pengerasan karena adanya garam kapur
  916. kampometer instrumen untuk mengatur radiasi panas
  917. kanal teraerasi saluran untuk mengalirkan udara dan memecahnya menjadi gelembung dalam air limbah yang diolah
  918. kandungan abu bahan mineral atau residu yang tidak dapat dibakar dan tetap utuh setelah sejumlah zat dipanggang
  919. kandungan asam amino jumlah atau macam asam amino yang terdapat dalam protein
  920. kandungan gemuk kandungan lemak yang terdapat dalam air buangan yang diukur dalam keadaan panas
  921. kapsul bakteri pembungkus sel bakteri yang merupakan selaput membran
  922. kapsul renik kapsul yang sangat kecil, dapat berisi obat, zat kimia, enzim, dan sebagainya; mikrokapsul
  923. karbamase enzim yang memecahkan protein ke dalam amina
  924. karbida senyawa biner antara karbon dan zat kapur
  925. karbohidrase enzim yang memecah karbohidrat
  926. karbohidrat senyawa organik karbon, hidrogen, dan oksigen, terdiri atas satu atau lebih molekul gula sederhana yang merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga (banyak terdapat dalam tumbuhan dan hewan)
  927. karbometer alat atau instrumen untuk mengukur kandungan karbon dioksida dalam napas atau udara
  928. karbon unsur bukan logam, dalam alam terdapat sebagai intan, grafit, dan arang; zat arang; unsur dengan nomor atom 6, berlambang C, bobot atom 12,0111
  929. karbonat garam yang mengandung ion CO₃
  930. karbonil senyawa yang terbentuk dari karbon monoksida dan logam, misalnya nikel karbonil, Ni(CO)₄
  931. karborundum silikon karbida, zat padat kristal yang sangat keras
  932. karburisasi pelarutan karbon dengan melelehkan logam dalam aliran gas karbon monoksida atau hidrokarbon
  933. karotenoid satu dari kumpulan pigmen berwarna merah kuning atau merah tua, banyak terdapat pada lemak nabati dan lemak hewani
  934. karsinogen zat yang dapat menimbulkan kanker dalam jaringan hidup
  935. karsinoid tumor seperti kanker pada saluran lambung dan usus yang tumbuh perlahan-lahan dan jarang melakukan metastasis
  936. kaseinogen protein utama dalam susu yang membentuk kasein
  937. kaserol cawan tembikar dengan pegangan, digunakan dalam laboratorium
  938. katalis zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi yang pada akhir reaksi dilepaskan kembali dalam bentuk semula
  939. katalisator katalis
  940. katalisis efek yang dihasilkan oleh sejumlah kecil zat pada saat berlangsungnya suatu reaksi kimia
  941. katalisis asam basa proses reaksi yang melibatkan asam atau basa sebagai katalis atau proses reaksi asam-basa yang melibatkan katalis
  942. katalisis enzimatik percepatan suatu reaksi kimia dengan katalisis berupa enzim
  943. katalisis heterogen percepatan suatu reaksi kimia dalam sistem yang tidak homogen
  944. katalisis homogen percepatan suatu reaksi kimia oleh katalis kimia dalam sistem yang homogen
  945. katalisit zat yang berdaya menimbulkan atau mempercepat berlangsungnya suatu reaksi kimia tanpa ikut bereaksi
  946. katekin kandungan utama pada polifenol dalam teh, merupakan senyawa tidak berwarna dan larut dalam air, berperan dalam menentukan aroma dan rasa serta membawa sifat pahit dan sepat pada seduhan teh
  947. kation ion yang bermuatan positif
  948. keasaman keadaan asam yang derajatnya diukur dengan pH; kadar asam
  949. kefir hasil fermentasi susu kambing
  950. kekenyalan kemampuan suatu bahan untuk kembali ke bentuk atau volume semula setelah ditarik, ditekan, dipuntir, atau diubah menjadi bentuk lain
  951. kelompok kuantitas zat yang akan dimasak atau diolah dalam satu waktu
  952. kemiluminesens peristiwa pendar(an) oleh adanya suatu reaksi kimia
  953. kemolisis pelarutan materi organik yang terjadi selama peluruhan, yang disebabkan oleh reaksi kimia dan bukan oleh bakteri
  954. kemoprofilaksis penggunaan bahan kimia untuk mencegah penyakit
  955. kemoseptor gugus yang terhambat dalam protoplasma suatu sel yang mengikat gugus-gugus obat dan memungkinkan obat itu bekerja
  956. kemosintesis sintesis molekul organik oleh mikroorganisme dengan menggunakan energi yang berasal dari reaksi kimia
  957. kemosterilan bahan kimia yang mengendalikan atau membasmi hama dengan cara membuatnya tidak dapat bereproduksi
  958. kemotaksis pergerakan atau perpindahan sel atau organisme karena adanya respons terhadap zat kimia; kemotropisme
  959. kemotropisme kemotaksis
  960. kemurgi penerapan ilmu kimia pada pengusahaan lahan pertanian agar diperoleh produk yang bukan bahan makanan (misalnya kacang kedelai untuk pembuatan plastik)
  961. kepekaan kesanggupan bereaksi terhadap suatu keadaan
  962. kepekatan asam persentase kandungan asam dalam cairan
  963. keratin sulfat garam sulfat yang diperoleh dari rambut, tanduk, kuku, atau bulu yang dimasak dengan asam sulfat
  964. keratin telur pelapis berselaput pada telur burung dan ikan hiu
  965. keratinase enzim yang sanggup menguraikan keratin, yang biasanya tidak dapat dicerna oleh enzim yang terdapat dalam lambung dan usus
  966. keratolitik sifat zat yang mengikis keratin atau kulit
  967. kering beku kering yang dihasilkan melalui penyubliman (pada benda yang peka panas)
  968. kering tulang keadaan pulp atau kertas tanpa air
  969. kertas embos jenis kertas, biasanya karton, yang sudah diberi pola
  970. kesadahan sifat air yang menyebabkan pembentukan sisa yang tidak larut apabila digunakan sabun dan yang menyebabkan pembentukan kerak pada dinding ketel
  971. ketena gas racun yang dapat bereaksi dengan air yang menghasilkan asam karboksitat dengan alkohol yang menghasilkan ester
  972. ketengikan keadaan terurainya sebagian lemak atau minyak dengan terbentuknya asam lemak bebas yang menyebabkan bau tengik
  973. keterbakaran sifat dapat tidaknya suatu zat terbakar atau bereaksi dengan api
  974. keterpolaran besarnya momen dwikutub sebuah molekul
  975. keton golongan senyawa organik yang sifatnya dinyatakan oleh gugus karbonil (C=O) yang mengikat dua senyawa C lain yang bervalensi satu seperti CH3
  976. ketosa sakarida yang mempunyai gugus karbonil yang mengikat dua atom C lain yang mengandung gugus keton
  977. kimosin enzim yang mampu menggumpalkan susu
  978. kinasa enzim yang mengatalisasi aktivitas dari suatu enzim lain
  979. kinase enzim yang mengatalis transfer gugus fosfat dari molekul yang mengandung fosfat berenergi tinggi ke substrat
  980. kinkonidina alkaloid yang terdapat dalam kulit pohon kayu kina
  981. klistron tabung elektron yang mengubah aliran elektron menjadi gelombang cahaya berfrekuensi tinggi
  982. kloramina hablur putih, digunakan sebagai pencegah infeksi dan antiseptik untuk air minum
  983. klorat garam yang mengandung ion ClO3
  984. klorida senyawa biner klorin
  985. klorin unsur halogen yang dipisahkan menjadi gas yang bersifat racun dan berbau menyesakkan, dipakai sebagai zat pemutih dan pembunuh kuman dalam air; unsur dengan nomor atom 17, berlambang Cl, dan bobot atom 35,453
  986. klorin aktif bagian klorin dalam senyawa yang tersedia untuk melakukan kerja yang berguna dalam klorinasi air bagi pabrik dan dalam pemucatan pulpa
  987. klorin bebas unsur klorin dalam pemucatan pulpa yang terdapat dalam larutan dan tidak bereaksi dengan lignin dalam lumpur pulpa yang diklorinasi
  988. klorin sisa klorin yang masih tersisa dalam air setelah dilakukan klorinasi
  989. klorinasi pemberian klorin terhadap air minum yang berasal dari air limbah yang bertujuan mematikan bakteri; pengklorinan
  990. klorinolisis reaksi penggantian atau penguraian yang disebabkan oleh pengaruh klorin
  991. kloriofilase enzim yang bekerja dalam kloroplas
  992. klorit garam yang mengandung ion ClO2
  993. klorofluorkarbon kelompok senyawa karbon yang mengandung klorin dan fluorin
  994. kloroformat hablur yang dalam strukturnya terdapat kloroform
  995. klorolignin hasil reaksi antara lignin dalam pulp cokelat dan klorin dalam tahap klorinasi dalam sistem pemucatan banyak tahap
  996. koagel gel yang terbentuk dalam proses koagulasi
  997. koagulan zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah
  998. koagulasi perihal menjadi keras atau padat, baik seluruh maupun sebagian cairan sebagai akibat perubahan kimiawi, seperti menggumpalnya darah, mengerasnya protoplasma, dan zat putih telur apabila dipanaskan
  999. kobalamin vitamin B-12, suatu senyawa kompleks kobalt
  1000. kobalt logam berwarna putih perak, agak merah muda, bersifat mulur, digunakan terutama sebagai logam campuran; unsur dengan nomor atom 27, berlambang Co, dan bobot atom 58,9332
  1001. kode genetika spesifikasi urutan asam amino dalam protein oleh urutan nukleotida dalam asam nukleat
  1002. koefisien ekstraksi nisbah kadar zat terlarut dalam fase organik terhadap kadarnya dalam fase air
  1003. koefisien fenol besarnya skala untuk membandingkan antiseptik dengan menggunakan fenol sebagai satuannya
  1004. koefisien hamburan cahaya ukuran kemampuan suatu bahan untuk menghamburkan cahaya ke segala arah
  1005. koefisien kinetik konstanta untuk menyatakan hubungan antara kecepatan suatu reaksi dan konsentrasi zat yang bereaksi dipangkatkan dengan suatu bilangan tertentu
  1006. koefisien mutasi perubahan dalam sebuah gen
  1007. koefisien osmotik koefisien yang berkaitan dengan proses osmotis
  1008. koefisien partisi koefisien yang berkaitan dengan fungsi partisi; koefisien pemisahan
  1009. koefisien pemisahan koefisien partisi
  1010. koefisien transfer koefisien yang berkaitan dengan fenomena transfer
  1011. koefisien transmisi fraksi partikel yang mendapat penetrasi atau transmisi melalui energi penghalang
  1012. kofermen bahan yang menaikkan keaktifan fermen atau enzim, seperti kalsium untuk trombin
  1013. kofermentasi syarat fermentasi supaya enzim utama tidak dapat melangsungkan reaksi tertentu tanpa adanya kofermen
  1014. koherensi daya tarik antara molekul untuk menghindarkan terpisahnya bagian apabila ada kekuatan dari luar
  1015. kohesi cair tarik-menarik antarmolekul cairan sejenis
  1016. kolagen protein perekat yang terdapat dalam tulang dan tulang rawan
  1017. kolagenase enzim yang mengatalisis hidrolisis kolagen
  1018. kolesterase enzim yang menghidrolisis kolesterol
  1019. kolesterol lemak yang menyerupai alkohol, berkilau seperti mutiara, terdapat di dalam sel tubuh manusia dan hewan, terutama sel saraf dan otak, mempunyai peranan penting dalam pengangkutan lemak dan pembuatan hormon
  1020. koligatif sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi ditentukan oleh banyaknya atau konsentrasi zat terlarut
  1021. kolimator alat untuk mengubah cahaya yang menyimpang menjadi sinar sejajar
  1022. kolina basa organik, penyusun vitamin B kompleks, terdapat dalam kuning telur
  1023. kolinesterase enzim yang menghidrolisis ester kolina, ditemukan terutama dalam plasma darah
  1024. kolodion larutan selulosa nitrat dalam campuran alkohol dan eter
  1025. koloid liofilik koloid yang cenderung mudah mengikat cairan
  1026. koloid liofob koloid yang menolak cairan pendispersi
  1027. kolosom bagian jaringan ikat yang terdiri atas albumin dan merupakan zat organik utama tulang, kalau dimasak akan menghasilkan semacam perekat
  1028. kompleks senyawa yang molekul atau ion nonlogamnya melekat pada atom logam pusat
  1029. konduktometri pengukuran hantaran elektrik dalam larutan
  1030. konfigurasi kedudukan atom yang satu terhadap atom yang lain dalam molekul
  1031. koniogravimeter alat atau instrumen untuk menentukan jumlah debu dalam udara
  1032. konjugasi pembentukan molekul tertentu pada protein rumit
  1033. konjugat senyawa kimia yang terbentuk dengan menggabungkan dua atau lebih senyawa
  1034. konsentrasi persentase kandungan bahan di dalam satu larutan
  1035. konsentrasi massa konsentrasi dari limbah sebagai fungsi dari waktu tinggal sel rata-rata
  1036. konsentrasi molal konsentrasi yang dinyatakan dalam satuan mol zat terlarut per kilogram larutan
  1037. konsentrasi molar konsentrasi yang dinyatakan dalam satuan mol zat terlarut per liter larutan
  1038. konsentrasi permukaan konsentrasi yang menunjukkan jumlah partikel yang merekat per satuan luas permukaan
  1039. konsentrasi toksik konsentrasi terkecil dari zat toksik yang menghasilkan gejala keracunan yang karakteristik
  1040. konsistometer alat untuk menetapkan kepadatan bahan setengah padat
  1041. konstanta tetapan
  1042. konstituen bagian yang penting, misalnya natrium adalah konstituen garam dapur
  1043. konstituen bernitrogen konstituen suatu campuran yang mengandung unsur nitrogen
  1044. kontraksi tarik-menarik antara atom dalam sebuah molekul
  1045. kontraktil kemampuan berkontraksi
  1046. kopaiba resin aromatik yang digunakan untuk obat
  1047. kopel volta sepasang elektrode logam yang menghasilkan tenaga potensial apabila disusun menjadi sebuah sel
  1048. koprolit kotoran yang telah memfosil
  1049. kordit peledak yang dibuat dari campuran selulosa nitrat dan nitrogliserin
  1050. korepresor zat yang bersama represor terikat pada operator dan mencegah sintesis suatu enzim pada represi enzim
  1051. kortisol hormon steroid yang diproduksi oleh kolesterol di dalam dua kelenjar adrenal yang terdapat pada tiap ginjal
  1052. korundum aluminium oksida alamiah, biasa untuk ampelas
  1053. kosmotron pemercepat proton
  1054. kreatina asam yang mengandung nitrogen yang tersebar pada jaringan otot dalam tubuh
  1055. kreatina kinasa enzim yang memecah fosfokreatina menjadi kreatina dan asam fosfat serta dihasilkan sejumlah energi
  1056. kreatina kinase enzim yang memecah fosfokreatina menjadi kreatina dan asam fosfat yang menghasilkan energi
  1057. kreatinase enzim yang mengatalisis pengalihbentukan kreatina menjadi urea dan amonia
  1058. kreatinina hasil pemecahan kreatin fosfat di otot
  1059. kresol zat antiseptik turunan fenol yang diperoleh dari dalam ter batu bara
  1060. kriptol campuran grafit, karborundum, dan tanah liat untuk membuat resistor
  1061. kripton gas lamban yang terdapat di udara; unsur dengan nomor atom 36, berlambang Kr, bobot atom 83,80
  1062. krisolit mineral silikat dalam bentuk batu kuning untuk permata
  1063. kristal ionik kristal yang tersusun oleh ion bermuatan positif dan negatif
  1064. kristalosa garam natrium dari sakarin
  1065. kroma derajat kejenuhan suatu warna
  1066. kromat garam yang mengandung ion CrO42-
  1067. kromatin unsur pembentuk kromosom yang mengandung DNA, RNA, dan aneka protein
  1068. kromatografi teknik analisis yang pemisahan komponennya didasarkan pada perbedaan suatu sifat berpindah antara dua fase, fase yang satu bergerak dan fase yang lain diam
  1069. kromatografi kolom teknik kromatografi yang menggunakan bumbung kaca yang berbentuk bulat
  1070. kromit garam yang mengandung ion
  1071. kromium unsur logam berwarna putih perak, bersifat getas dan keras, digunakan sebagai campuran besi dalam penyepuhan; unsur dengan nomor atom 24, berlambang Cr, dan bobot atom 51,996
  1072. kromium pikolinat senyawa kimia berwarna merah berupa ion kromium yang dilindungi oleh tiga molekul asam pikolinat, biasanya digunakan sebagai suplemen makanan untuk mengurangi berat badan atau pembentukan badan dan obat bagi penderita diabetes
  1073. kromofor atom, gugus atom, atau elektron dalam molekul yang menyebabkan adanya pita serapan
  1074. kromogen zat induk pada zat celup atau senyawa yang menghasilkan zat berwarna
  1075. kromogenik sifat yang berhubungan dengan kromogen atau warna atau yang menghasilkan warna
  1076. kromoplas plastid yang terdapat dalam sel jaringan tanaman yang berwarna karena mengandung pigmen
  1077. kromoprotein protein terkonjugasi berwarna, berfungsi untuk pernapasan
  1078. kromoskop alat untuk mengukur dan memperbandingkan warna
  1079. kuanta jumlah atau porsi besaran fisika yang tertentu, terbedakan, dan taksinambung
  1080. kuantisasi distribusi besaran fisika menurut porsi tertentu sesuai dengan mekanika kuantum
  1081. kuinol hidrokuinon
  1082. kulit elektron kumpulan orbital atom elektron sesuai dengan bilangan kuantumnya
  1083. kulit penultima kulit yang berada tepat di bawah kulit terluar suatu atom
  1084. kumarin senyawa berbentuk kristal, berbau harum, digunakan dalam sabun dan wewangian
  1085. kupron pereaksi pengendap kuantitatif bagi tembaga
  1086. kuprum logam berwarna kemerah-merahan, bersifat mulur dan mudah ditempa; unsur dengan nomor atom 29, berlambang Cu; tembaga
  1087. kurium unsur logam seri aktinida yang diproduksi secara ar-tifisial dan sangat radioaktif, bernomor atom 96, ber-lambang Cm
  1088. kurkatovium unsur dengan nomor atom 104, berlambang Ku
  1089. kurva toleransi gula kurva yang menunjukkan kemampuan tubuh untuk menggunakan gula atau glukosa
  1090. kuvet tabung kaca atau silika yang dipakai sebagai wadah larutan yang akan diuji secara instrumentasi
  1091. labu gas wadah berbentuk labu yang digunakan untuk menampung gas
  1092. labu Kjeldahl tempat (bejana) berleher panjang untuk destruksi bahan yang mengandung nitrogen dan mengubahnya menjadi amonia di dalam penetapan nitrogen secara kuantitatif
  1093. laju infiltrasi kecepatan menyusupnya cairan lewat lapisan zat padat yang berpori-pori ke dalam suatu sistem per satuan luas
  1094. laju molekul jarak rata-rata yang ditempuh molekul per satuan waktu
  1095. laju perkolasi laju aliran berdasar pada gravitasi bumi dari air tanah melalui pori-pori tanah atau batuan per satuan luas
  1096. laju permeabilitas kemampuan batuan untuk melewatkan cairan per satuan luas
  1097. laju reaksi banyaknya pereaksi yang mengalami perubahan per satuan waktu
  1098. laktabumin protein susu yang mengandung semua asam-asam amino esensial
  1099. laktat senyawa yang mengandung gugus yang berasal dari asam laktat
  1100. laktoperoksidase enzim peroksidase yang disekresikan dari susu, liur, dan kelenjar mukosa lainnya, berfungsi sebagai agen antibakteri alami
  1101. lakur zink campuran zink dengan logam lain, biasanya untuk memperbaiki kekerasan dan mengurangi sifat horosif
  1102. laminar menyerupai lapisan tipis yang tersusun atas lamina
  1103. lanolin zat mirip lilin yang diperoleh dari lemak bulu domba, digunakan sebagai bahan dasar untuk obat luar dan kosmetik
  1104. lantanum logam tanah langka yang ditemukan oleh Mousander pada th 1839, bernomor atom 57, berlambang La
  1105. lapis difusi lapisan tipis yang terdapat di dekat permukaan elektrode
  1106. lapis monomolekul lapisan setebal satu molekul yang terbentuk oleh suatu zat cair apabila zat cair itu dituangkan ke permukaan zat cair lain yang tidak dapat saling campur
  1107. lapisan ozon lapisan pada atmosfer bagian atas yang mengandung ozon dalam konsentrasi tinggi dan berperan penting dalam keseimbangan radioaktif atmosfer
  1108. lapislazuli batu tembus cahaya berwarna biru cerah
  1109. larutan campuran homogen dari zat terlarut dan zat cair pelarut
  1110. larutan penyangga larutan yang dapat mempertahankan derajat keasaman (pH) ketika ditambahkan asam atau alkali
  1111. larutan Ringer larutan isotonik dari tiga klorida
  1112. larutan takjenuh larutan yang belum jenuh dengan zat terlarut sehingga zat tersebut masih dapat dilarutkan di dalamnya
  1113. Lasparaginase enzim yang digunakan dalam perawatan penderita leukemia
  1114. lawrensium unsur buatan dengan nomor atom 103, berlambang Lw, dibuat pada tahun 1962 oleh Chiorso dan kawan-kawan di Berkeley
  1115. lekar larutan pengilap yang lekas kering karena pelarutnya menguap, terutama larutan yang mengandung ester selulosa sebagai bahan utamanya
  1116. lemak polimorfik lemak yang dapat mengkristal menjadi lebih dari satu bentuk
  1117. leptometer alat untuk membandingkan kekentalan dua cairan secara serentak
  1118. leukoskop pirometer optik
  1119. leukoskop fotometer untuk memeriksa cahaya berwarna
  1120. levotropik memutar cahaya berkutub ke kiri
  1121. levulosa fruktosa
  1122. lewisid cairan arsenik yang mengakibatkan pelepuhan dan dapat mematikan
  1123. lidid peledak yang diramu dengan asam pikrat, nitrobenzena, dan vaselin
  1124. ligan atom, ion, atau molekul yang terikat pada atom pusat dari senyawa koordinasi atau kompleks lain
  1125. lignifikasi proses pengubahan menjadi kayu atau jaringan kayu oleh suatu perubahan kimia atau fisika
  1126. lignoselulosa senyawa kimia yang terdiri atas lignin dan selulosa yang merupakan komponen utama tumbuhan, misalnya kayu
  1127. lignosulfonat bahan yang dihasilkan dari reaksi lignin dengan senyawa belerang dalam cairan pemasak
  1128. likopen zat antioksidan yang terdapat pada buah dan sayuran berwarna merah, seperti cabai, bit, dan tomat yang berkhasiat meningkatkan produksi kolagen; likopena
  1129. likopena zat warna merah dalam tomat, buah-buahan berwarna merah jambu dan minyak kelapa sawit, bahan sintesisnya sering digunakan untuk pewarna makanan
  1130. likopodium serbuk kuning halus yang berasal dari spora
  1131. likra serat poliuretan elastis dan ringan
  1132. likuidus lingkungan yang menghubungkan fase cair dari larutan berkomponen dua dalam satu diagram fase
  1133. lilin hidrokarbon padat yang mempunyai titik cair rendah dan mudah larut
  1134. lioenzim bentuk melarut suatu enzim yang dapat dilarutkan dari sel
  1135. liofilik sifat partikel dalam sistem koloid, yang menarik cairan pendispersi
  1136. liofilisasi penyingkiran air dari dalam contoh yang beku dengan menghampakan air bersublimasi langsung dari es ke keadaan gas
  1137. liogel gel yang mengandung bagian besar medium dispersi yang digunakan, misalnya kanji, gelatin
  1138. liotrop zat yang mudah larut
  1139. liotrop ion, radikal, atau garam yang mengubah sifat pelarut sehingga berpengaruh dalam berbagai gejala kimia koloid, baik secara fisiologis maupun secara katalis
  1140. lipid zat lemak yang tidak larut dalam air, tetapi umumnya larut dalam alkohol dan eter dan yang memberi rasa lemah
  1141. lipid cadangan cadangan lipid yang terutama terdapat dalam jaringan adiposa
  1142. lipida bahan organik yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik, seperti benzena dan kloroform; salah satu dari tiga macam zat makanan yang mengandung energi, biasanya merupakan bagian jaringan atau hewan
  1143. lipodistrofi gangguan metabolisme lemak, terutama yang melibatkan hilangnya atau bertumpuknya lemak dalam jaringan
  1144. lipofilik sifat senyawa organik nonpolar yang lebih menyukai lemak dan pelarut organik daripada air
  1145. lipoid mirip lemak (tentang zat)
  1146. lipoksidase enzim yang mengatalisis penambahan oksigen pada ikatan rangkap dari asam lemak takjenuh dari tumbuhan asal
  1147. lipopolisakarida senyawa yang mengandung polisakarida dan asam lemak
  1148. lipoprotein senyawa yang mengandung gugus lipid dan gugus protein
  1149. lipotropik pengurangan akumulasi lemak dalam hati
  1150. litium logam berwarna abu-abu perak yang ditemukan oleh J. A. Arfvedson pada th 1817, lebih keras daripada natrium, tetapi lebih lunak daripada timbal, ulet dan dapat dibuat kawat atau dijadikan lembaran; unsur dengan nomor atom 3, berlambang Li, dan bobot atom 6,94
  1151. litmus zat pewarna ungu yang biasa digunakan sebagai indikator asam basa dalam analisis kimia
  1152. litofil sifat unsur yang terkonsentrasi dalam fase silikat dari meteorit atau dalam kerak dari lapisan kulit bumi
  1153. livetin fraksi protein dalam kuning telur yang larut dalam air
  1154. lokalitas keadaan elektron dalam ikatan kimia yang terbatas gerakannya, hanya antara dua atom berdampingan
  1155. losion zat cair yang dibuat dari campuran bahan kimia dan wewangian, digunakan untuk merawat kulit (merupakan kosmetik)
  1156. luminesens pemancaran cahaya yang tidak disebabkan oleh suhu benda, tetapi dari proses kimiawi dan biologis, misalnya fluoresens, fosforesens, dan bioluminesens
  1157. lusiferin albumin yang terdapat dalam tubuh kunang-kunang yang dapat memperagakan pendaran hayati
  1158. lutein zat yang terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap, seperti bayam dan brokoli, berguna untuk meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit (pada manusia)
  1159. lutetium logam tanah langka yang ditemukan oleh Auer von Welsbach pada th 1905 dan Urbain pada th 1907; unsur dengan nomor atom 71, berlambang Lu, dan bobot atom 174,97
  1160. magnesia bubuk putih, dilambangkan dengan MgO
  1161. magnesium unsur logam berwarna putih perak yang diperoleh dari elektrolisis; unsur dengan nomor atom 12, lambang Mg, dan bobot atom 24,305
  1162. magnesol asam silikat dari magnesium, digunakan pada kromatografi
  1163. magnetokimia ilmu kimia tentang pengaruh medan magnet terhadap senyawa kimia
  1164. magneton cincin dari muatan elektrik negatif
  1165. magneton unit satuan atau momen magnet yang digunakan untuk magnet atom, molekul, atau inti
  1166. magneton nuklir satuan momen dipol magnet yang digunakan untuk menyatakan momen magnet inti dan barion
  1167. makrohara unsur kimia yang esensial untuk pertumbuhan tanaman, biasanya ditambahkan dalam pupuk buatan atau bahan pengapuran
  1168. makrokimia ilmu kimia tentang reaksi, proses, dan sistem dalam kuantitas skala besar
  1169. malakit mineral tembaga karbonat basa
  1170. malt biji-bijian, umumnya biji gandum, yang direndam dalam air dan kemudian dikecambahkan di tempat yang lembap, yang telah dikeringkan dapat disimpan beberapa bulan tanpa rusak, digunakan dalam pembuatan wiski
  1171. maltase enzim yang mengaktifkan perubahan maltosa menjadi glukosa
  1172. maltosa gula kristal yang dapat memuai, terbuat dari pati
  1173. mangan logam berwarna putih keabu-abuan, bersifat keras dan getas, mirip besi, tetapi tidak magnetis
  1174. mangan unsur dengan nomor atom 25, berlambang Mn, dan bobot atom 54,938
  1175. mangiferin zat yang terutama terdapat dalam daun mangga
  1176. manometer air tabung berbentuk U berisi air, satu ujungnya terbuka dan ujung yang lain dihubungkan dengan tempat gas, untuk menunjukkan tekanan gas
  1177. manometer merkuri tabung berbentuk U berisi raksa, untuk menunjukkan tekanan
  1178. manoskopi analisis mengenai volumetri gas
  1179. masa detensi hidraulik perbandingan antara volume ruang dan kecepatan volume aliran
  1180. masa retensi waktu tertahannya suatu zat oleh suatu sistem
  1181. masa singkapan panjang waktu suatu benda yang dikenai radiasi dengan intensitas tertentu yang diketahui
  1182. massa atom massa satu atom dalam suatu elemen yang dinyatakan dalam satuan massa atom
  1183. massa diam massa suatu benda pada saat benda tidak bergerak
  1184. massa jenis perbandingan antara kepadatan suatu benda dan kepadatan standar benda tersebut pada suhu dan tekanan yang sama
  1185. materi kepartikelan materi yang sangat kecil dan merupakan partikel-partikel yang terpisah
  1186. materi kepartikelan organik partikel zat organik yang terdapat di atmosfer dalam berbagai bentuk senyawa
  1187. materi kepartikelan tersuspensi zat padat dalam bentuk butiran yang melayang-layang dalam air; materi partikulat tersuspensi
  1188. materi organik zat yang mengandung atom karbon yang berikatan dengan hidrogen, oksigen, nitrogen, atau unsur-unsur lain tertentu
  1189. materi tersuspensi zat padat dan cairan dalam bentuk butiran halus atau gel yang melayang-layang dalam air
  1190. mekanika kuantum mekanika yang mempelajari sifat atom, molekul, dan partikel lain berdasarkan hubungan dualitas antara gelombang radiasi dan materi
  1191. mekanisme detoksikasi mekanisme untuk membuat zat beracun menjadi tidak berbahaya
  1192. mekanisme reaksi himpunan lengkap perubahan yang terjadi pada reaksi kimia
  1193. melamin bahan kristal tanpa warna, dapat larut dalam air, digunakan sebagai bahan pelapis dan plastik
  1194. melanoidin zat yang berwarna gelap menyerupai melanin
  1195. melitoksin zat racun yang kadang terdapat dalam madu
  1196. membran permeabel membran yang dapat ditembus partikel pelarut dan zat terlarut
  1197. membran sel membran yang tersusun dari lipid dan protein yang mengitari sebuah sel
  1198. membran semipermeabel membran yang dapat ditembus oleh beberapa zat, tetapi tidak dapat ditembus oleh zat yang lain
  1199. membran takpermeabel selaput yang meloloskan partikel kecil, tetapi kedap terhadap partikel besar
  1200. mendelevium unsur buatan yang diperoleh dengan mengebom einsteinium dengan partikel alfa; unsur dengan nomor atom 101, berlambang Md, dan bobot atom 256
  1201. mengatalisis menyebabkan terjadinya katalisis
  1202. mengawalengaskan menghilangkan kelembapan atau kandungan air
  1203. mer satuan monomer
  1204. merkuri merkurium
  1205. merkurimetri penentuan kadar suatu zat dengan cara mengendapkannya dengan garam raksa dan menetapkan kadar raksa dalam endapan tersebut
  1206. merkurium unsur logam dengan nomor atom 80, berlambang Hg, dan bobot atom 200,59; air raksa
  1207. merserisasi pengolahan kapas dengan larutan 25% NaOH sehingga kapas itu menyusut dan menjadi lebih berat, kuat, dan tebal, serta mudah diberi warna
  1208. mesomorfisme gejala adanya bentuk kristal cair yang memiliki sifat optis yang berlainan pada arah yang berlainan
  1209. mesosenyawa isomer optis yang memiliki unsur asimetris, tetapi secara keseluruhan molekul itu simetris
  1210. meta- menunjukkan bahwa suatu senyawa organik mengandung cincin benzena dengan substituen pada atom karbon 1 dan 3
  1211. meta- menunjukkan isomer, polimer, atau senyawa yang terkait dengan senyawa tertentu
  1212. meta- menunjukkan suatu asam oksi yang merupakan bentuk terhidrasi lebih rendah dari anhidrida atau garam dari asam tersebut
  1213. meta- menunjukkan bahwa suatu senyawa organik mengandung cincin benzena dengan substituen pada atom karbon 1 dan 3
  1214. meta- menunjukkan isomer, polimer, atau senyawa yang terkait dengan senyawa tertentu
  1215. meta- menunjukkan suatu asam oksi yang merupakan bentuk terhidrasi lebih rendah dari anhidrida atau garam dari asam tersebut
  1216. metabolisme pertukaran zat pada organisme yang meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dalam badan yang memungkinkan berlangsungnya hidup
  1217. metabolisme proses perputaran; gerak berputar
  1218. metabolisme aerobik metabolisme aerob
  1219. metabolisme steroid metabolisme yang mencakup sintesis serta degradasi steroid
  1220. metabolisme tulang metabolisme pada tulang termasuk pertumbuhan fungsi dan bentuknya
  1221. metadinitrobenzena salah satu bentuk isomer dari dinitrobenzena, biasa digunakan dalam pembuatan pewarna dan plastik
  1222. metaldehida polimer padat dari asetaldehida dengan berat molekul rendah, biasa digunakan sebagai racun siput dan bahan bakar untuk memasak dan memanaskan
  1223. metamer senyawa yang memamerkan metamerisme
  1224. metamerisme hubungan antara dua senyawa yang mengandung jumlah dan jenis atom yang sama, tetapi dengan posisi gugus yang berlainan
  1225. metandienon suplemen steroid yang dikonsumsi oleh binaragawan, dipercaya dapat meningkatkan glikolisis aerob dan membantu mempertahankan massa tulang
  1226. metastabil kondisi suatu zat yang tidak stabil yang dengan mudah berubah ke kondisi yang lebih stabil atau ke kondisi yang kurang stabil
  1227. metastasis perubahan dari suatu keadaan (wujud, bentuk, dan sebagainya) kepada keadaan (wujud, bentuk, dan sebagainya) yang lain
  1228. metil gugus CH3- yang berasal dari metana
  1229. metil jingga indikator pH yang sering digunakan dalam titrasi karena perubahan warnanya yang jelas dan kontras
  1230. metilasi proses menggantikan atom H dengan gugus -CH₃
  1231. metuna radikal CH yang terikat pada dua atom karbon lain
  1232. migmatit batuan campuran berbentuk kristal yang berupa komponen metamorf yang tercampur dengan zat bersifat granit yang pernah meleleh
  1233. mika cokelat flogopit
  1234. mikroanalisis analisis bahan dalam skala kecil, biasanya menggunakan peranti yang khusus, kecil, dan sangat sensitif
  1235. mikrofibril serat atau filamen yang sangat halus
  1236. mikrofiotometer alat untuk mengukur kerapatan noda hitam pada lempeng foto gambar
  1237. mikrogasometer alat untuk menganalisis zat atau unsur ultramikro
  1238. mikrokimia cabang kimia analisis yang membahas prosedur yang menuntut penanganan kuantitas bahan-bahan yang sangat kecil
  1239. mikronutrien unsur renik dan senyawa yang hanya dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang sangat sedikit
  1240. mikroreproduksi penggandaan gambar renik dengan menggunakan kamera dan mikroskop
  1241. mineralisasi proses perubahan materi organik menjadi materi anorganik
  1242. minyak kakao lemak cokelat yang diperoleh dari biji kakao yang diperas antara lempeng panas dan dingin, mempunyai titik lebur rendah
  1243. minyak kapur barus minyak yang diperoleh dengan menyuling kukus dari kayu pohon kapur barus atau kamper berupa cairan tanpa warna, berbau kuat, bersifat antiseptik
  1244. minyak lavender minyak bauan yang diperoleh dari pucuk bunga lavender, biasa digunakan dalam wangi-wangian
  1245. minyak makasar lemak kuning dari biji kesambi, digunakan sebagai bahan pembau
  1246. minyak mengering minyak yang menyerap oksigen atau yang berpolimer menjadi massa padat dengan adanya oksigen, digunakan dalam cat untuk membentuk lapisan keras yang melekat
  1247. minyak palmarosa minyak asiri dari rumput palmarosa di Afrika Selatan, dapat digunakan sebagai pengganti minyak mawar
  1248. minyak setengah mengeringkan minyak lemak yang mengental secara lambat pada penyingkapan terhadap cahaya dan udara
  1249. minyak tak mengering minyak yang tidak mengambil oksigen dari udara dan tidak memadat, tidak mengering, dan tetap cair apabila disingkapkan di udara
  1250. minyak ter benda hitam mudah dilebur, diperoleh dari penyulingan ter pinus, digunakan dalam pembuatan permukaan atau sambungan kalis air
  1251. minyak terhidrogen minyak cair dapat dipadatkan dengan penghidrogenan
  1252. minyak tungku minyak sulingan dengan spesifikasi khusus, digunakan untuk peralatan pemanas ruangan
  1253. minyak yasmin minyak tanpa warna yang diperoleh secara ekstraksi dari bunga Jasminum grandiflorum dan jenis lain dari famili Oleaceae, digunakan untuk wangi-wangian
  1254. misel molekul berbentuk bulat dalam cairan yang mempunyai dua daerah, yaitu hidrofilik (kelompok kepala polar) dan hidrofobik (rantai ekor nonpolar), yang merupakan sifat dari asam lemak amfatik
  1255. mitokondria partikel sitoplasma yang terdapat di luar nukleus, menghasilkan energi melalui pernapasan sel, kaya akan lemak, protein, dan enzim
  1256. modulus tetapan yang membuat kesebandingan menjadi kesamaan (menyangkut pengukuran gaya atau massa dan sifat-sifat yang bersangkutan dengan gaya dan massa)
  1257. molal satu mol larutan per 1000 gram pelarut
  1258. molalitas konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam banyaknya mol zat terlarut per kilogram pelarut; kemolalan
  1259. molaritas konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam banyaknya mol zat terlarut per desimeter kubik larutan; kemolaran
  1260. molekul asimetris molekul yang mengandung atom C yang mengikat empat atom atau gugus yang berbeda
  1261. molekul fag molekul-molekul virus yang dapat menginfeksi atau masuk ke dalam sel bakteri
  1262. molibdenum logam berat berwarna abu-abu; unsur dengan atom 42, berlambang Mo dan bobot atom 95,94
  1263. momen caturkutub momen empat kutub elektrik yang dimiliki oleh inti-inti tertentu, yang memiliki serakan muatan elektrik berbentuk elips
  1264. momen dwikutub perkalian antara muatan dan jarak yang memisah muatan dalam satu dwikutub
  1265. momentum sudut hasil kali momen inersia suatu benda yang bergerak berputar dengan kecepatan sudutnya
  1266. monensin antibiotik dari bakteri Streptomyces cinnamonensis, umumnya digunakan untuk zat aditif pada pakan sapi
  1267. monoksida senyawa yang mengandung atom oksigen tunggal, seperti karbon monoksida
  1268. monotropi tentang zat yang hanya terdapat dalam satu bentuk kristal
  1269. mordan pengikat zat warna agar tidak melarut dalam air atau kelembapan
  1270. mukoprotein protein yang mengandung karbohidrat
  1271. multiplet garis spektrum yang jika diamati dengan lebih saksama, terdiri atas dua garis atau lebih
  1272. mutagenesis terjadinya mutasi jika terjadi perubahan satu atau lebih nukleotida dalam gen
  1273. mutamerisme gejala perubahan dari satu isomer yang baru melarut ke isomer yang lain dan membentuk keseimbangan antara keduanya
  1274. mutasi maut mutasi yang menuju ke keadaan sebelum kematian dari organisme yang mengalami mutasi
  1275. mutasi membalik perubahan suatu gen mutan ke keadaan sebelum mutasi
  1276. mutasi somatik mutasi yang terjadi dalam sebuah sel yang tidak dimaksudkan untuk menjadi sel kuman
  1277. N lambang untuk nitrogen
  1278. naftena senyawa hidrokarbon jenuh yang molekulnya paling sedikit memiliki satu struktur cincin; sikloparafin
  1279. nama generik nama yang menunjukkan kelas atau kumpulan benda yang serupa
  1280. nama induk bagian nama yang memberikan nama khas, misalnya etana merupakan nama induk etanol
  1281. nama sistematik nama yang didasarkan pada struktur sistematik suatu senyawa
  1282. nama trivial nama umum suatu senyawa yang tidak menggambarkan komposisi kimianya
  1283. nanofluida cairan yang mengandung partikel berukuran lebih kecil dari 100 nanometer
  1284. natrium logam alkali lunak, berwarna putih perak; unsur dengan nomor atom 11, berlambang Na
  1285. nefelometri analisis kuantitatif berdasarkan penentuan intensitas cahaya yang terhambur oleh suspensi atau oleh kabut
  1286. nefrokalsinosis keadaan meningkatnya kadar kalsium dalam ginjal
  1287. negatron nama lain elektron untuk membedakannya dari positron
  1288. nemagon zat untuk membasmi hama tanaman (terutama untuk nematoda)
  1289. nematosida zat untuk membasmi cacing nematoda
  1290. neodimium logam tanah langka yang ditemukan Auer von Welsbach pada tahun 1885; unsur dengan nomor atom 60, berlambang Nd
  1291. neon gas yang ditemukan dalam udara, tidak bergerak dan tidak berwarna, dapat memberikan panas dan sinar pada tabung vakum; unsur dengan nomor atom 10, berlambang Ne
  1292. neoprena nama generik untuk karet sintetik yang terbuat dari polimerisasi kloroprena yang tahan terhadap minyak, gemuk, zat kimia, panas, sinar matahari, dan ozon
  1293. neptunium unsur dengan nomor atom 93, berlambang Np
  1294. neraca bahan persamaan matematika yang menyatakan bahwa jumlah bahan yang masuk sama dengan jumlah bahan yang ke luar dalam suatu proses
  1295. neslerimeter alat untuk mengukur kadar zat dengan membandingkan warna larutan terhadap warna kaca pembanding
  1296. netral menunjukkan sifat yang secara kimia tidak asam dan tidak basa
  1297. neurokimia ilmu yang berkaitan dengan biokimia mengenai jaringan saraf
  1298. niasin asam nikotinat
  1299. nikel unsur logam berwarna putih perak, bersifat lentur; unsur dengan nomor atom 28, berlambang Ni
  1300. niobium unsur kimia dengan nomor atom 41, berlambang Nb
  1301. nirbangun tidak memiliki struktur kristalin
  1302. nisin antibiotik alami yang diizinkan untuk ditambahkan ke dalam makanan atau pakan
  1303. nitramina turunan nitro dari suatu amina
  1304. nitrifikasi pengubahan senyawa nitrogen yang ada dalam sampah menjadi garam nitrat oleh kerja bakteri
  1305. nitrit garam asam nitrit
  1306. nitrobenzena minyak kuning berat dengan bau amandel pahit yang diperoleh dari reaksi antara benzena dan asam nitrat
  1307. nitrogen gas tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak beracun; unsur dengan nomor atom 7, berlambang N, dan bobot atom 14,0067
  1308. nitrogen eksogen nitrogen dalam tubuh yang berasal dari makanan
  1309. nitrogen metabolik nitrogen dalam feses yang berasal dari sumber endogen atau internal
  1310. nitrogenase enzim yang terdapat dalam bakteri penambat nitrogen yang mengatalisis perubahan nitrogen menjadi amonia
  1311. nitrogliserin zat organik yang sangat peka dan mudah meledak, merupakan bahan dasar untuk bahan peledak seperti dinamit
  1312. nitrometer alat untuk mengukur nitrogen dan gas lain yang dibebaskan dari reaksi kimia
  1313. nitroselulosa nitrat dari selulosa, digunakan sebagai peledak, bahan baku lak, perekat, dan plastik
  1314. nitrosohemikrom zat warna untuk daging yang mudah terbentuk jika diolah dengan garam nitrat
  1315. nobelium unsur radioaktif dengan nomor atom 102, berlambang No, dan bobot atom 254
  1316. nomograf sistem dua atau lebih skala grafik untuk menghitung hasil analisis atau persamaan rumit tanpa melakukan perhitungan
  1317. nomografi penggunaan grafik untuk menunjukkan korelasi tanpa melakukan perhitungan
  1318. nonelektrolit zat yang tidak atau sangat sedikit mengurai menjadi ion-ion
  1319. nontronit mineral tanah liat yang kaya akan besi
  1320. nukleofilik kecenderungan mencari muatan positif
  1321. nukleoprotein senyawa pembentuk virus yang terdiri atas asam nukleat dan protein
  1322. nukleosom unit dasar dari kromatin yang membentuk kromosom dalam sel
  1323. nukleotida struktur pembentuk inti sel DNA dan RNA yang penting untuk perkembangan sel, fungsi-fungsi tubuh, dan penggantian jaringan yang rusak
  1324. nuklida jenis atom yang dibedakan dari jenis atom lain oleh susunan intinya, mempunyai jumlah proton dan neutron yang sama
  1325. obat bahan kimia (untuk pelbagai keperluan)
  1326. obat mentah bentuk obat yang perlu dikilang atau dimurnikan sebelum digunakan
  1327. objek benda, hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dan sebagainya
  1328. odorometer alat untuk mengukur kekuatan bau
  1329. oklusi penyerapan suatu zat ke dalam zat lain
  1330. oklusif berkenaan dengan oklusi
  1331. oksalat garam, ester atau asam yang mengandung satuan (COO)₂
  1332. oksiasam asam yang mengandung oksigen
  1333. oksiasetilena berkaitan dengan campuran oksigen dan asetilena
  1334. oksida senyawa oksigen yang bersifat biner, umumnya dengan logam (seperti Na₂O) atau bukan logam (seperti NO₂)
  1335. oksida amfoter oksida yang dapat bereaksi dengan asam atau basa
  1336. oksidan zat yang memasak oksigen dalam suatu proses oksidasi
  1337. oksidase enzim yang mendorong proses oksidasi dengan membebaskan hidrogen
  1338. oksidasi penggabungan suatu zat dengan oksigen
  1339. oksidasi pelepasan elektron dari suatu partikel (molekul)
  1340. oksidasi penguraian mineral yang mengandung logam oleh O₂ dan menimbulkan karat yang merupakan satu bentuk pelapukan kimia
  1341. oksidimetri analisis volumetrik dengan menggunakan zat pengoksidasi
  1342. oksidoreduktase enzim yang mengatalisis reaksi oksidasi-reduksi
  1343. oksigen gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, merupakan komponen dari kerak bumi; zat asam; unsur dengan nomor atom 8, berlambang O
  1344. oksigen meter alat untuk mengukur gas oksigen di udara
  1345. oksigenase enzim yang memungkinkan organisme dapat memanfaatkan oksigen
  1346. oksikarotenoid karotenoid yang mengandung oksigen
  1347. oksitoksin hasil oksidasi toksin
  1348. oksofluor atom atau gugus yang jika disubstitusikan dalam molekul cenderung membuat pita sinaran pendar cahaya
  1349. oksonit bahan peledak yang terdiri atas asam pikrat yang dilarutkan dalam asam nitrat
  1350. oktana alkana yang mengandung delapan atom karbon
  1351. olefin nama kelompok hidrokarbon alifatik takjenuh
  1352. oleoresin campuran minyak esensial dan resin, diekstrak dari berbagai tanaman seperti pinus dan cemara balsam
  1353. oleovitamin larutan vitamin A alami atau sintetis dalam minyak makanan
  1354. oleum asam sulfat yang mempunyai kadar belerang trioksida sangat tinggi; asam sulfat berasap
  1355. opal batu mulia yang terdapat dalam berbagai macam warna dari yang tembus pandang hingga kedap cahaya, terbentuk dari silikat berair
  1356. opasimeter instrumen optis yang dapat mengukur derajat transmisi cahaya yang lewat melalui kertas
  1357. opsin protein yang tidak berwarna, dibentuk dari vitamin aldehida dengan pencahayaan pada pigmen visual
  1358. organik berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau tumbuhan, seperti minyak dan batu bara)
  1359. organik berhubungan dengan organisme hidup
  1360. organoleptik berhubungan dengan pengindraan suatu produk makanan yang meliputi rasa, warna, bau, dan sentuhan
  1361. organologam senyawa yang mengandung ikatan langsung antara satu atau lebih atom karbon dan satu atau lebih atom logam
  1362. organometaloid senyawa organik yang mengandung ikatan langsung antara satu atau lebih atom semilogam
  1363. osmium logam keras, berwarna putih kebiru-biruan; unsur dengan nomor atom 76, berlambang Os, dan bobot atom 190,2
  1364. osmolalitas konsentrasi osmotik partikel dalam larutan
  1365. osmoregulasi kemampuan organisme untuk mempertahankan keseimbangan kadar zat terlarut dalam tubuh dan dalam zat yang kadar garamnya berbeda
  1366. ovalbumin albumin dari putih telur
  1367. ovoglobulin globulin yang terdapat dalam putih telur
  1368. ozon lapisan udara yang terdapat di atmosfer berasal dari oksigen yang mengalami perubahan akibat adanya aliran listrik setelah petir dan guruh silih berganti atau karena pengaruh sinar ultraviolet matahari
  1369. ozonolisis pemasukan gugus ozon pada senyawa organik takjenuh yang diikuti dengan hidrolisis
  1370. paladium logam mulia berwarna putih perak, bersifat mulur dan mudah ditempa; unsur dengan nomor atom 46, lambang Pd
  1371. paraben senyawa yang digunakan sebagai pengawet dalam mi instan, bersifat mirip dengan hormon estrogen di dalam tubuh, jika digunakan melebihi ambang batas keamanan dapat memicu ketidakseimbangan yang dapat meningkatkan risiko menjadi kanker payudara
  1372. paraben senyawa yang sering digunakan sebagai campuran sabun, sampo, pasta gigi, dan deodoran, dapat menyebabkan alergi pada kulit yang sensitif
  1373. parahidroksilbenzoak paraben
  1374. parasitisida zat pembasmi parasit
  1375. partikel alfa partikel bermuatan positif yang terdiri atas dua proton dan dua neutron; partikel pembentuk sinar alfa
  1376. partikel beta partikel yang dipancarkan dari suatu inti radioaktif dengan kecepatan sesaat yang tinggi; partikel pembentuk sinar beta
  1377. pasir kaca persenyawaan yang terdiri atas oksida besi, aluminium, titanium, zirkonium, kalsium, dan magnesium
  1378. pasir semen pasir silika murni berukuran 20–30 mes, untuk campuran pembuatan semen
  1379. patina balutan hijau pada perunggu yang sebenarnya suatu oksida dan karbonat dari tembaga
  1380. patokimia kajian tentang perubahan kimia pada organisme yang berada dalam keadaan sulit
  1381. peka cahaya menjadi aktif secara kimia setelah meresap energi cahaya
  1382. pektik yang berhubungan dengan pektin
  1383. pelambat zat yang dapat mengurangi kecepatan reaksi kimia
  1384. pelapukan perubahan atau penghancuran dalam batuan atau sedimen pada permukaan bumi yang disebabkan faktor biologi, kimia, atau fisika
  1385. pelarut organik senyawa kimia yang bersifat mudah menguap jika berada pada suhu ruang, berbentuk cair, dapat melarutkan minyak , lemak, karet, dan plastik
  1386. pelindian pemisahan bahan terlarut dari suatu zat, seperti tanah atau batuan, melalui penyaringan air;
  1387. pelunak resin dalam air kolam untuk mengurangi kesadahan air yang dialirkan ke dalam kolam itu
  1388. pemasakan perubahan kompleks yang terjadi dalam struktur krim dan pembentukan hablur selama waktu penyimpanan suatu bahan
  1389. pemencilan pemisahan dan penetapan identitas suatu zat murni yang berada dalam persentase kecil dalam suatu campuran yang rumit; isolasi
  1390. pemerlambat zat tambahan yang digunakan untuk memperlambat terjadinya perubahan kimia
  1391. pendar hayati pendar cahaya
  1392. pengabuan pembakaran zat organik, terutama dalam analisis
  1393. pengaktif sesuatu, biasanya suatu katalis, yang menyebabkan zat atau sistem menjadi aktif
  1394. pengaktifan pengubahbentukan enzim yang tidak aktif menjadi enzim aktif
  1395. pengapungan proses memisahkan bahan-bahan yang berbeda, terutama mineral, dengan mengocok campuran bahan yang telah dihaluskan dengan air, minyak, dan bahan kimia; flotasi
  1396. pengasaman penyuntikan asam ke dalam batu gamping dan dolomit untuk melarutkan sebagian bahan batuannya
  1397. pengawaair penghilang (zat) air
  1398. pengawabusa bahan yang dapat mencegah pembentukan busa
  1399. pengawet zat pencegah pelapukan dan penguraian cairan organik atau makanan, misalnya etanol
  1400. pengekstraksi peralatan untuk menyuling kayu beraroma dan memurnikan hasilnya, digunakan dalam industri
  1401. pengembunan perubahan dari keadaan gas ke keadaan cair
  1402. pengembunan bertingkat metode pemisahan campuran gas dengan jalan menurunkan suhu atau menaikkan tekanan sehingga salah satu dari campuran gas itu mengembun (menjadi titik-titik air)
  1403. pengenceran proses menurunkan konsentrasi gas atau debu tambang dengan mengalirkan udara segar
  1404. penguji air seperangkat larutan pereaksi dan alat untuk menguji air
  1405. penisilinat asam yang diperoleh dari penguraian antibiotik penisilin
  1406. pentasiklik struktur atom yang mengandung lima lingkar
  1407. pentasiklik lingkar lima atom
  1408. pentosa gula monosakarida dengan lima atom karbon dalam satu molekul
  1409. pepsinogen bentuk tidak aktif enzim pepsin ketika enzim ini dikeluarkan dalam getah lambung
  1410. peralihan perubahan bentuk atau raut luar
  1411. periodat garam yang mengandung ion IO4
  1412. periode baris mendatar dari unsur-unsur dalam tabel periodik
  1413. perisai halang model perisai yang dapat digerakkan, terbuat dari bahan yang dirancang untuk menyerap pengionan radiasi untuk perlindungan terhadap radiasi
  1414. peristerit batu permata dari albit (An₂-An₂₄) yang menyerupai batu bulan, berwarna biru berkilat atau biru putih yang menunjukkan pemantulan dalam warna biru, hijau, atau kuning
  1415. perkolator bejana kaca panjang berbentuk kerucut dengan dasar dikecilkan, seperti tabung untuk mengekstrak obat
  1416. perkoler proses penyaringan melalui pori halus
  1417. perkoler penyaringan bahan nabati dengan melewatkan pelarut secara lambat
  1418. perkoler peresapan air melalui tanah yang berpori
  1419. permanganat garam yang mengandung ion MnO4 sebagai kation, biasanya kalium, berwarna ungu tua, untuk desinfektan
  1420. permeabilitas kemampuan (bahan, membran, dan sebagainya) meloloskan partikel dengan menembusnya
  1421. peroksida oksida yang mempunyai ikatan -o-o- yang bereaksi dengan asam, menghasilkan hidrogen peroksida
  1422. peroksidase enzim yang mengatalisasi suatu oksidasi substrat dengan hidrogen peroksida sebagai akseptor elektron
  1423. persenyawaan perihal yang berhubungan dengan bersenyawa; percampuran dua zat dan sebagainya yang sudah berpadu benar
  1424. perunut entitas kimiawi (biasanya radioaktif) yang ditambahkan pada unsur atau senyawa pereaksi dalam proses kimia, yang dapat ditelusuri sepanjang proses itu dengan metode deteksi yang tepat
  1425. peruraian perceraian unsur-unsur persenyawaan
  1426. pestisida zat yang beracun untuk membunuh hama; racun pembasmi hama; racun hama
  1427. peta genetik penataan linear pada bagian kromosom yang dapat dimutasi
  1428. pH derajat keasaman
  1429. pigmen biru violet pigmen warna biru yang diperoleh dari penggilingan batu lapis lazuli menjadi bentuk tepung, digunakan untuk bedak wajah
  1430. piranosa gula yang strukturnya terdiri atas cincin dengan lima atom karbon dan satu atom oksigen
  1431. pirometer optik alat untuk mengukur suhu tinggi nirsentuh yang menggunakan mata manusia untuk mencocokkan kecerahan suatu objek panas dengan kecerahan lampu terkalibrasi dalam alat
  1432. piruvat garam atau ester asam piruvat yang digunakan sebagai suplemen olahraga untuk meningkatkan metabolisme
  1433. plasma protein protein yang terdapat dalam plasma darah
  1434. plasmin plasma enzim yang membantu penguraian fibrin
  1435. plastisiser bahan kimia yang ditambahkan pada film plastik untuk membuatnya lebih lentur
  1436. plastosianin tembaga dalam protein yang berfungsi sebagai pembawa elektron dalam fotosintesis kloroplas
  1437. platinoid lakur putih antara nikel, zink, tembaga, dan wolfram
  1438. platinum logam mulia berwarna abu-abu; platina; unsur dengan nomor atom 78, lambang Pt, dan bobot atom 195,09
  1439. plumbum logam lunak berwarna abu-abu, terdiri atas isotop dengan nomor massa 203–210; timbel; unsur dengan nomor atom 82, lambang Pb, dan bobot atom 207,22
  1440. plutonium unsur logam radioaktif dengan nomor atom 94, lambang Pu, dan bobot atom 242
  1441. polarisabilitas keterkutuban
  1442. polarograf alat yang menggunakan sepasang elektrode untuk menunjukkan perubahan arus dan tegangan listrik
  1443. polarografi analisis berdasarkan pengukuran arus listrik akibat proses polarisasi pada katode raksa atau katode yang lain
  1444. polarogram gambar yang menunjukkan hubungan antara perubahan arus dan tegangan elektrik
  1445. poliakrilat polimer dari akrilat
  1446. polialkohol alkohol yang mengandung lebih dari dua gugus hidroksil
  1447. poliena senyawa yang mengandung banyak ikatan rangkap
  1448. poliester polimer sintetis yang satuan pembentuknya adalah gugus ester
  1449. polihalida dua atau lebih atom halogen
  1450. polimerase enzim yang mengatalisis pemanjangan polimer, terutama dalam DNA atau RNA
  1451. polimerisme sifat suatu zat yang dapat menghablur dalam dua bentuk atau lebih yang berlainan
  1452. polinukleotida rantai polimer nukleotida
  1453. polipeptida senyawa yang terdiri atas dua asam amino atau lebih
  1454. polipropilena polimer yang dibuat melalui polimerisasi propilena yang strukturnya (-CH-CH₂)n
  1455. polisakarida karbohidrat yang dibentuk oleh penggabungan molekul monosakarida yang banyak, misalnya pati dan selulosa
  1456. polister kelompok polimer, terutama digunakan dalam pembuatan fiber dan plastik
  1457. polistirena polimer plastik bening yang digunakan untuk berbagai kepentingan, misalnya untuk pembungkus barang atau makanan
  1458. politena bahan plastik ulet, luwes, dan tahan panas
  1459. poliuretan polimer yang mengandung senyawa NHCOO, khususnya digunakan dalam busa kenyal dan kaku, elastomer dan resin
  1460. polivini polimer senyawa vinil (CH₂=CHX), misalnya polivinil klorida, suatu plastik mirip karet
  1461. polivinil klorida polimer dari vinil klorida, tidak berasa, tidak berbau, biasa digunakan untuk bahan dalam pengemasan makanan atau pipa, biasa disingkat PVC
  1462. polonium logam radioaktif; unsur dengan nomor atom 84, lambang Po, dan bobot atom 210
  1463. positron partikel elementer dengan massa sebesar elektron dan muatan elektrik positif sebesar muatan elektrik elektron
  1464. potensial redoks potensial standar atom atau ion yang mengalami oksidasi pada anoda atau reduksi pada katoda dalam sel elektrokimia dibandingkan dengan potensi elektroda hidrogen standar saat proses tersebut berlangsung; disingkat eH; pontensial oksidasi-reduksi
  1465. potensiometri analisis berdasarkan pengukuran perubahan tegangan elektrik selama titrasi dari larutan yang tidak diketahui
  1466. praseodimium logam tanah langka berwarna kuning kehijauan; unsur dengan nomor atom 59, berlambang Pr, dan bobot atom 140,9077
  1467. prekursor senyawa yang mendahului senyawa lain dalam jalur metabolisme
  1468. presometer alat untuk mengeluarkan cairan daging dengan cara menekan atau mengepresnya
  1469. proenzim bahan sel atau penyusun sel yang menghasilkan enzim
  1470. prometium logam tanah langka yang semua isotopnya yang dikenal ternyata radio aktif, merupakan hasil pembelahan uranium; unsur dengan nomor atom 61, lambang Pm, dan bobot 145
  1471. prooksidan zat yang memudahkan atau mempercepat proses oksidasi suatu bahan
  1472. propana gas yang diperoleh dari penguraian minyak bumi yang dapat dimampatkan ke dalam silinder dan digunakan sebagai bahan bakar
  1473. propelan bahan yang dapat memicu gerak, umumnya meledak dengan daya yang tinggi
  1474. protaktinium unsur yang semua isotopnya radioaktif, terdapat secara alamiah dan buatan; unsur dengan nomor atom 91, lambang Pa, dan bobot atom 231,0359
  1475. protean protein hasil penguraian protein lain yang lebih kompleks
  1476. protein hidrolisat zat atau campuran hasil hidrolisis protein secara kimiawi, digunakan untuk menambah sumber protein yang kaya dengan asam amino
  1477. proteinase enzim yang menghidrolisis protein
  1478. proteolisis penguraian protein, biasanya atas kerja suatu enzim
  1479. proteolitik mampu menguraikan protein
  1480. protolisis reaksi karena perpindahan proton dari asam ke basa
  1481. psikrometri pengukuran kelembapan udara
  1482. psilosibin salah satu zat yang menyebabkan halusinasi, berasal dari cendawan yang ditanam di Meksiko, termasuk narkotika alamiah
  1483. ptomaina nama kelompok senyawa amina organik yang bersifat racun yang terdapat dalam daging busuk
  1484. putrefaksi proses pembusukan
  1485. putriditas kondisi dapat dibusukkannya sesuatu
  1486. racun zat yang menurunkan mutu logam atau sepuhan
  1487. racun anion racun yang berupa gugus anion, seperti sulfat, bromida, dan nitrit
  1488. racun asiri racun yang mudah menguap pada suhu yang relatif rendah
  1489. racun asiri alifatik racun dari senyawa alifatik yang mudah menguap
  1490. racun katalis zat yang menguraikan atau menghilangkan kesan suatu katalis dengan mengubah sifat kimia atau fisiknya
  1491. racun korosif racun yang menyebabkan aksi lokal yang hebat dan destruktif, umumnya merupakan racun anorganik
  1492. racun metalik logam yang dalam konsentrasi tertentu dapat menimbulkan gejala keracunan
  1493. radas penyulingan rekaan untuk penyuling, pada umumnya wadah tertutup yang dihubungkan melalui kondensor dengan penerima
  1494. radiasi inframerah radiasi elektromagnetik yang panjang gelombangnya berkisar antara 0,75 atau 0,8 mikrometer sampai dengan 1000 mikrometer (spektrum 10-4–10-1 cm)
  1495. radiasi kosmos radiasi yang datang dari angkasa luar, terutama dari matahari, terdiri atas proton dan elektron berenergi tinggi
  1496. radikal gugus atom yang dapat masuk ke dalam berbagai reaksi sebagai satu satuan, yang bereaksi seakan-akan satu unsur saja, misalnya CH3- (metil), C2H5- (etil), SO4 (sulfat)
  1497. radikal asam gugus atom dalam molekul asam yang dapat mengambil bagian dalam reaksi sebagai satuan (isinya tidak berubah selama reaksi)
  1498. radikal bebas molekul yang kehilangan elektron sehingga menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain, dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal, seperti asap rokok dan hasil penyinaran ultraviolet
  1499. radikal organik gugus atom takjenuh yang memberikan sifat khusus pada senyawa yang mengandungnya atau yang tetap tidak berubah pada deret reaksi
  1500. radioaktivitas buatan keradioaktifan yang diciptakan dengan jalan menembak suatu zat dengan radiasi elektromagnetik atau pancaran partikel
  1501. radiokarbon karbon-14; isotop radioaktif unsur karbon
  1502. radiokoloid partikel koloid bertanda radioaktif, misalnya makromolekul protein yang mengandung karbon-14
  1503. radiolisis disosiasi molekul oleh penyinaran, misalnya kuantitas kecil air dalam teras reaktor berurai ke dalam hidrogen dan oksigen selama penyinaran
  1504. radionuklida nuklida radioaktif
  1505. radisidasi pembasmian mikroorganisme pembawa penyakit dengan menggunakan sinaran
  1506. radium logam radioaktif berwarna putih, bersinar, dan dapat menembus benda keras; unsur dengan nomor atom 88, berlambang Ra, dan bobot atom 226,0254
  1507. radon gas berat yang mengandung radioaktif, berasal dari peluruhan radium, yang terberat dikenal dengan nomor massa 222 dan termasuk seri radioaktif uranium; unsur dengan simbol Rn dan nomor atom 86
  1508. rafinat petroleum hasil pemurnian, dihasilkan oleh fraksionasi minyak kasar
  1509. rafinat setiap hasil murni yang diperoleh dari penyulingan bertingkat
  1510. rantai deret atom yang terikat dengan ikatan homopoler
  1511. rantai karbon ikatan atom karbon berturut-turut dalam satu senyawa
  1512. rantai tertutup rantai yang membentuk suatu lingkaran karena atom kedua ujung membentuk ikatan
  1513. rantai utama rantai paling panjang pada hidrokarbon bercabang
  1514. rapat muatan jumlah muatan positif dan negatif per cm³
  1515. rasem senyawa optis takaktif yang terdiri atas bentuk levo dan dekstro yang sama banyak
  1516. rasemisasi proses mengubah zat yang aktif optis menjadi tidak aktif optis, dengan atau tanpa perpindahan gugus
  1517. reaksi eksergonik reaksi kimia spontan dengan produk berada pada tingkat energi yang lebih rendah dibandingkan reaktan, reaksi ini melepaskan energi
  1518. reaksi endergonik reaksi kimia tidak spontan dengan produk berada pada tingkat energi yang lebih tinggi dibandingkan reaktan, reaksi ini menyerap energi
  1519. reaksi oksidasi-reduksi reaksi kimia yang salah satu komponennya melepas elektron (oksidasi) dan yang lain menerima elektron (reduksi)
  1520. reaktan pereaksi (kimia) seperti yang tertera dalam suatu persamaan reaksi
  1521. reduzat sedimen yang tertimbun dalam keadaan reduksi sehingga mengandung banyak karbon organik dan mineral besi sulfida, misalnya arang dan serpih hitam
  1522. refraktometri analisis yang berdasarkan penentuan indeks bias zat yang diketahui
  1523. refrigeran zat cair yang mudah menguap dan menyerap banyak panas di sekitarnya sehingga suhu sekitarnya turun, digunakan dalam alat pendingin
  1524. rekarbonasi pemberian gas karbon dioksida secara berulang sampai jenuh, misalnya dalam industri soda air
  1525. rektifikasi pemurnian alkohol dengan penyulingan berulang-ulang
  1526. renase enzim getah perut yang menghidrolisis kaseinogen dan mengkoagulasi susu dengan membentuk dadih dan air dadih yang digunakan dalam pembuatan keju
  1527. rendemen kimia angka banding dari bahan jadi yang diperoleh dengan sebenarnya dan yang secara teoretis diharapkan diperoleh sejumlah bahan awal pada suatu reaksi kimia atau proses satuan
  1528. renet ekstrak renin yang dipekatkan
  1529. renin enzim pengurai protein susu (kasein) yang lazim diperoleh dari pankreas anak sapi
  1530. renium logam mulia; unsur dengan nomor atom 75, lambang Re, dan bobot atom 186,207
  1531. reometri pengukuran besarnya gaya penyebab mengalirnya suatu zat alir dan kecepatan alir zat itu
  1532. replikon bagian DNA yang mengatur replikasi DNA, yang terdiri atas susunan gen
  1533. reseptor lembayung bagian selaput pelangi yang peka akan cahaya lembayung
  1534. resin zat padat tanpa bentuk, berwarna kuning kecokelat-cokelatan, berasal dari getah pohon sebagai bahan pembuat pernis, lem, patri, dan sebagainya; damar
  1535. resinifikasi proses oksidasi atau polimerasi minyak asiri yang membentuk resin padat
  1536. resinifikasi kondensasi polimerasi buatan atau proses serupa yang membentuk zat seperti resin
  1537. resistat sedimen yang terdiri atas mineral yang tahan kimiawi, terkumpul banyak dalam sisa-sisa dan pelapukan oleh cuaca; sedimen sisa
  1538. resistivitas tahanan elektrik suatu bahan tiap 1 cm panjang dengan luas penampang 1 cm²
  1539. retensi air sifat atau proses menahan air yang dikandung oleh bahan atau benda itu pada keadaan normal, air yang dikandung ini dapat dilepaskan jika suhu dinaikkan atau tekanan diturunkan
  1540. retensi kawat banyaknya bahan yang tertinggal di atas kawat kasa pembentuk lembaran sewaktu suspensi serat mengalami drainase
  1541. retensi kekuatan kekuatan mekanis yang diukur jika kertas dijenuhkan dengan air, besarnya berkisar antara 1%−8% dari kekuatan keringnya
  1542. retikulosit sel darah merah yang belum matang yang aktif menyintesis hemoglobin
  1543. retinaldehida bentuk aldehida dari vitamin A
  1544. retrogradasi proses baliknya larutan koloidal yang mudah mengalir menjadi keadaan gel atau endapan karena dimasak ataupun didiamkan
  1545. riboflavin zat yang membantu pertumbuhan, ditemukan dalam susu, ragi, hati, ginjal, putih telur; vitamin B₂
  1546. ribosom butiran dalam setiap sel tempat sintesis protein
  1547. risin protein yang termasuk dalam kelas albumin, ditemukan dalam biji jarak, bersifat racun sehingga biji jarak tidak dapat dimakan dan menyebabkan aglutinasi zarah darah merah
  1548. rodentisida setiap zat yang merupakan racun bagi binatang pengerat, terutama tikus
  1549. rodium logam putih abu-abu dan mulur termasuk golongan platinum; unsur dengan nomor atom 45, lambang Rh, dan bobot atom 102,9055
  1550. rongga serat ruang atau rongga yang terdapat di dalam sebuah serat
  1551. rotamer alat yang digunakan secara luas untuk mengukur aliran zat cair dan gas dalam pipa
  1552. rotasi optis kemampuan khas suatu zat untuk memutar bidang polarisasi cahaya terpolarisasi ke kiri atau ke kanan, berlambang alfa
  1553. rubidium logam alkali berwarna putih, bersifat lunak mirip kalium; unsur dengan nomor atom 37, lambang Rb, dan bobot atom 85,4678
  1554. rumus bangun rumus yang menunjukkan semua ikatan valensi serta atom-atom yang dihubungkan dalam molekul
  1555. rumus empiris rumus yang hanya menunjukkan macam-macam atom dan jumlah relatifnya tanpa menunjuk penggugusannya
  1556. rumus molekul rumus senyawa kimia yang mengandung lambang atom-atom atau radikal yang ada, yang diikuti dengan angka bawah yang menyatakan jumlah setiap jenis atom atau radikal dalam molekul
  1557. rutenium logam langka dari golongan platinum, berwarna abu-abu dan bersifat getas; unsur dengan nomor atom 44, lambang Ru, dan bobot atom 101,07
  1558. ruterfordium nama yang diusulkan oleh para ilmuwan Amerika Serikat untuk unsur radioaktif; unsur dengan nomor atom 104, lambang Rf, dan bobot atom 261
  1559. sabun keras garam natrium dari asam lemak berantai panjang yang kurang larut dalam air apabila dibandingkan dengan garam lunak
  1560. sakar emping maltosa
  1561. sakarida kelompok senyawa organik yang menghasilkan zat gula yang berasal dari bermacam-macam bahan, seperti gula susu, pati, dan gula buah
  1562. sakarimetri penentuan gula dengan menggunakan polarimeter yang diberi skala untuk pembacaan langsung kadar gula
  1563. sakarometer tabung peragian
  1564. sakaromises khamir yang memfermentasi gula dan membentuk alkohol
  1565. salimeter hidrometer untuk mengukur kadar garam dalam larutan
  1566. salinimeter alat untuk mengukur bobot jenis larutan garam
  1567. salpeter kalium nitrat galian
  1568. salpeter sendawa
  1569. sapogenin steroid yang terdapat dalam tumbuhan berbentuk glikosida, dikenal sebagai saponin
  1570. saponin zat aktif permukaan yang berasal dari tumbuhan yang larut dalam air yang membentuk larutan mirip sabun
  1571. saporifor gugusan atom suatu senyawa yang memberikan rasa tertentu dari senyawa tertentu
  1572. sedimen benda padat berupa serbuk yang terpisah dari cairan dan mengendap di dasar bejana
  1573. selaput kaca batas penghubung antara larutan dan ujung elektrode kaca
  1574. selaput permeabel selaput yang dapat ditembus oleh senyawa dengan ukuran molekul tertentu (kecil); selaput telap
  1575. selenium unsur dengan nomor atom 34, berlambang Se, bobot atom 78,96
  1576. seluloid campuran dari kamper, piroksilin, dan alkohol (bahan untuk membuat sisir, boneka, dan sebagainya)
  1577. semburan kuman semprotan yang merusak mikroorganisme atau kuman
  1578. semen asbes perekat berbentuk plastik yang dipakai untuk merekatkan bahan-bahan keramik atau dinding dapur elektrik yang dipakai di laboratorium
  1579. semen perekat perekat yang sangat tahan asam dan mudah melekat hampir pada semua permukaan benda padat
  1580. semikimia kertas atau karton yang dibuat dari serat melalui kombinasi proses kimia dan mekanis tanpa tekanan
  1581. semilogam unsur dengan sifat antara logam dan bukan logam
  1582. semipermeabel dapat ditembus oleh partikel zat tertentu, tetapi tidak oleh partikel zat lain
  1583. senyawa zat murni dan homogen yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang berbeda dengan perbandingan tertentu, biasanya sifatnya sangat berbeda dari sifat unsur-unsurnya; senyawaan
  1584. senyawa aromatik senyawa organik yang mengandung lingkaran atom karbon, umumnya lingkar yang tak jenuh, misalnya benzena, naftalena
  1585. senyawaan campuran (dua zat dan sebagainya) yang sudah berpadu benar; perpaduan (dua zat dan sebagainya)
  1586. serat busa busa tiruan yang dibuat dengan membekukan fibrinogen manusia dengan trombin
  1587. serat kapas serat kertas yang berasal dari tanaman flaks atau dari kain perca yang digunakan oleh pabrik kertas untuk membuat kertas bermutu tinggi
  1588. serat mineral serat nonkayu, misalnya asbes dan kaca untuk pembuatan kertas
  1589. serealin senyawa nitrogen pada bekatul padi-padian
  1590. serium logam tanah langka, berwarna abu-abu, mulur, dan mudah ditempa; unsur dengan nomor atom 58, berlambang Ce, bobot atom 140,12
  1591. sermet bahan majemuk terbuat dari bubuk keramik dan bubuk logam yang dicampur dan dipanaskan
  1592. sesium logam putih perak, lunak, dan mirip natrium; unsur dengan nomor atom 55, berlambang Cs, bobot atom 132,9055
  1593. sianamida pupuk buatan
  1594. siena pigmen tanah cokelat kekuningan yang jika dipanggang memberikan pigmen jingga-cokelat
  1595. siklamat pemanis sintetis yang tidak bergizi, berasal dari asam siklamat
  1596. siklisasi pembentukan lingkar dalam senyawa organik
  1597. siklon bejana reaksi statik yang di dalamnya cairan bertekanan membentuk pusaran
  1598. siklopropenoid memiliki struktur siklopropana
  1599. silikat istilah generalisasi untuk senyawa yang mengandung silikon, oksigen, dan beberapa logam
  1600. silikon unsur bukan logam dari golongan karbon, terdapat dalam beberapa bentuk (seperti amorf, mirip grafit, mirip intan), ditemukan dalam kerak bumi sebagai silikat; unsur dengan nomor atom 14, berlambang Si, dan bobot atom 28,086
  1601. silikona polimer hidrokarbon bersilikon yang digunakan dalam pelumas, pemoles, dan lak
  1602. silinder ukuran silinder dengan pipa penyalur yang digunakan untuk mengukur cairan secara teliti dalam jumlah sedikit
  1603. siloksana nama umum senyawa yang mengandung silikon, oksigen, dan hidrogen
  1604. simbiosis keadaan yang menguntungkan pada pembentuk dua jenis zat, apabila kedua zat tersebut dapat bersama-sama dalam lingkungan serupa
  1605. simbol kimia simbol yang memudahkan penulisan unsur, rumus, dan reaksi kimia
  1606. sinabar sulfida merkuri yang digunakan sebagai pigmen merah
  1607. sinar monokromatik berkas cahaya yang hanya memiliki satu nilai panjang gelombang sejauh instrumen tercanggih yang ada, tidak mampu mengurai menjadi dua macam panjang gelombang atau lebih
  1608. sintesis organik pembuatan tiruan zat-zat yang terdapat dalam alam
  1609. sintetis tidak diturunkan langsung dari hasil alam; bersifat hasil pengolahan manusia; tiruan
  1610. sisa asam ion sisa dari penguraian senyawa asam yang melepaskan ion hidrogen
  1611. sistem biner sistem yang terdiri atas dua penyusun
  1612. sitase enzim yang terdapat dalam biji berbagai tumbuhan yang mampu melarutkan zat dinding sel
  1613. sitokimia cabang ilmu kimia tentang susunan kimia sel hidup serta sifat, tabiat, dan reaksi penyusunannya
  1614. sitrat ester atau anion yang diturunkan dari asam sitrat
  1615. sitrin vitamin C yang dijumpai dalam buah jeruk
  1616. sitrometer hidrometer yang berderajat dalam persen asam sitrat
  1617. skandium logam langka golongan aluminium; unsur bernomor atom 21, berlambang Sc, dan bobot atom 44,9559
  1618. solanina glikosida bersifat racun yang terdapat dalam kecambah kentang
  1619. spalasi pengeboman inti sasaran sehingga inti melontarkan beberapa partikel
  1620. spektrofotometer alat untuk mengukur intensitas atau kualitas cahaya pada spektrum
  1621. spektrofotometri kajian kuantitatif spektrum elektromagnetik
  1622. spektrokimia cabang kimia yang menggunakan spektrum selama berlangsungnya proses kimia
  1623. spin bilangan kuantum I yang menunjukkan bergasingnya partikel atau inti atom
  1624. spodumena mineral kristalin yang mengandung litium, berwarna putih keabuan, kehijau-hijauan, atau ungu agak merah muda pucat, biasa digunakan sebagai sumber litium atau batu permata
  1625. stanum logam berwarna putih keperak-perakan, bersifat lentur dan mudah ditempa; timah; unsur dengan nomor atom 50, berlambang Sn, dan bobot atom 118,69
  1626. stearat ester yang mengandung gugus atau garam yang mengandung anion
  1627. stearin hablur tanpa warna, tanpa rasa, digunakan sebagai pembuat perekat, sabun, lilin, dan pengemas tekstil
  1628. stereoisomer senyawa yang mengandung jumlah, jenis atom, dan ikatan yang sama seperti senyawa yang lain, tetapi sikap atom-atomnya dalam ruang berbeda
  1629. stereokimia cabang ilmu kimia tentang aspek ruang dari ikatan kimia, molekul, atau kristal
  1630. steril bersih dari kuman atau mikroorganisme lain
  1631. sterilisasi perlakuan untuk menjadikan suatu bahan atau benda bebas dari mikroorganisme dengan cara pemanasan, penyinaran, atau dengan zat kimia untuk mematikan mikroorganisme hidup maupun sporanya
  1632. steroid senyawa organik dengan struktur daur khas yang satu dengan lainnya berbeda dengan rantai sampingnya
  1633. sterol alkohol tidak jenuh, ditemukan dalam alam pada setiap hewan dan sel tumbuhan (kecuali sel bakteri) yang memainkan peranan penting dalam metabolisme
  1634. stibium metaloid berwarna putih kebiruan, getas, dan permukaannya berkilap seperti logam; antimonium; batu serawak; unsur dengan nomor atom 51, berlambang Sb, dan bobot atom 121,75
  1635. stibnit mineral abu-abu seperti timbal, berkilat dan merupakan bijih antimon yang penting, digunakan untuk membuat kembang api dan baterai
  1636. stilbestrol hormon kelamin sintetis yang digunakan, antara lain, sebagai penggemuk ternak
  1637. stirena cairan toksik tidak berwarna dengan bau aromatik kuat, tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol dan eter, digunakan untuk membuat polimer, plastik, dan karet sintetik
  1638. stirofoam gabus sintetis terbuat dari polistirena, tahan panas, tidak mudah bocor, ringan, dan berwarna putih
  1639. stoikiometri cabang ilmu kimia yang membahas penetapan perbandingan kuantitas dalam reaksi kimia
  1640. stomakik bersifat memperlancar pencernaan dan meningkatkan selera makan (tentang senyawa kimia)
  1641. strontium logam alkali tanah, kristalin, dan berwarna putih perak; unsur dengan nomor atom 38, berlambang Sr, bobot atom 87,62
  1642. suberin zat kedap yang terdapat, misalnya dalam gabus
  1643. sublimasi perubahan langsung bentuk padat suatu zat menjadi uap tanpa melalui bentuk cair
  1644. submikron partikel dengan garis tengah antara 5–200 nm dan hanya tampak dengan ultramikroskop
  1645. substituen atom atau gugus yang masuk dalam bangunan sebuah molekul dengan menggantikan atom atau gugus lain
  1646. substitusi penggantian atom atau gugus atom dalam suatu molekul oleh atom atau gugus atom lain
  1647. substrat senyawa yang mengalami perubahan oleh hasil kerja enzim; zat yang diubah oleh enzim
  1648. substrat kromogen substrat yang dapat diubah secara enzimatis menjadi zat berwarna
  1649. substrat sintetis bahan buatan yang terhadapnya suatu enzim akan bekerja; substrat buatan
  1650. suci hama bebas bakteri; bebas kuman; steril
  1651. sudip batang dengan panjang 15 cm dengan ujung pipih yang digunakan untuk meletakkan pasta atau mengambil zat kimia dari botol
  1652. sukrase enzim yang mengatalisis hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
  1653. sulfanasi proses yang menyebabkan gugus -SO₃H menjadi terikat pada atom karbon dalam senyawa karbon
  1654. sulfat garam asam belerang
  1655. sulfhidril gugus -SH yang antara lain dikandung oleh enzim yang mampu merusak dinding sel, misalnya dinding sel telur menjelang pembuahan
  1656. sulfida senyawa organik yang terdiri atas sulfur atom yang terikat dengan dua atom karbon
  1657. sulfonamida nama kelompok obat penyembuh radang bakteri, molekulnya mengandung gugus -SO₂N
  1658. sulfur massa getas berwarna kuning, tetapi juga dapat berbentuk lain, misalnya kristal bening; belerang; unsur dengan nomor atom 16, berlambang S, dan bobot atom 32,06
  1659. sulfurasi tindakan atau proses pereaksian dengan belerang, misalnya untuk memutihkan
  1660. superfosfat garam fosfat (PO43-) dengan kadar fosfor maksimum
  1661. superfosfat pupuk kalsium fosfat dengan kandungan fosfor maksimum
  1662. superheliks struktur molekul berbentuk spiral yang bergulung menjadi spiral yang lebih besar
  1663. supresan zat, obat-obatan, atau kegiatan yang menahan atau membatasi efek dari sesuatu, sering digunakan dalam kombinasi
  1664. surfaktan zat aktif permukaan, misalnya detergen
  1665. suseptibilitas kemampuan untuk dengan mudah memberikan respons terhadap kerja atau gaya; kerentanan
  1666. suspensi sistem koloid zat padat yang terserak dalam zat cair, partikelnya tidak mudah mengendap karena kecil ukurannya dan tidak mudah menggumpal karena sering menolak
  1667. swapemurnian upaya pemurnian air dari zat pencemar yang terkandung di dalamnya oleh proses alamiah tanpa adanya pengaruh aktivitas manusia
  1668. tabel periodik susunan unsur kimia berdasarkan kenaikan nomor atomnya, unsur seperiode diletakkan dalam garis mendatar dan unsur-unsur segolongan diletakkan dalam kolom tegak
  1669. tablet uji air bahan untuk mengukur kepekaan ion klorida sampai 1000 ppm, cocok untuk uji air minum
  1670. tabung alir tabung yang digunakan untuk mengalirkan gas
  1671. tabung Braun tabung sinar katode yang digunakan pada televisi
  1672. tabung Coolidge tabung sinar X dengan katode terpanaskan oleh arus elektrik
  1673. tabung eudiometer tabung gelas yang digunakan untuk percobaan yang menyertakan gas
  1674. tabung lucutan tabung gelas hampa udara bertekanan tinggi yang di dalamnya mengalir arus listrik dari anode ke katode
  1675. tabung pengering tabung kaca berbentuk U atau bentuk lain yang diisi penuh dengan zat pengering, untuk mengeringkan gas atau uap
  1676. tabung reaksi tabung yang tertutup pada salah satu ujungnya, dan digunakan untuk melangsungkan uji kimia
  1677. takjenuh mengandung ikatan ganda yang menggabungkan atom-atom terutama atom C
  1678. takjenuh tidak mengandung cukup zat terlarut yang dapat larut pada suhu tersebut (tentang larutan)
  1679. takjenuh masih dapat memasukkan lebih banyak lagi uap dalam ruang pada suhu tertentu (tentang uap)
  1680. talium logam beracun, berwarna putih kebiruan; unsur dengan nomor atom 81, berlambang Tl, dan bobot atom 204,37
  1681. tanase enzim dalam tumbuhan yang mengandung tanin, dan menghidrolisisnya menjadi asam galat
  1682. tanin kumpulan senyawa organik amorf yang bersifat asam dengan rasa sepat, ditemukan dalam banyak tumbuhan, digunakan sebagai bahan penyamak, bahan pembuat tinta, dan bahan pewarna
  1683. tartrat garam atau ester yang diperoleh dari asam batu anggur
  1684. tautomerisme gejala adanya dua isomer atau lebih yang berada dalam kesetimbangan satu dengan yang lain
  1685. tawas garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat, dipakai untuk menjernihkan air atau campuran bahan celup
  1686. teknik isolasi teknik pemisahan dan identifikasi zat murni yang terdapat dalam persentase renik dalam suatu campuran yang rumit
  1687. teknik pewarnaan pewarnaan bahan dengan larutan berwarna
  1688. telurit garam yang mengandung ion TeO2
  1689. telurium unsur semilogam yang terbentuk secara alami, bernomor atom 52, berlambang Te, dan berbobot atom 127,60
  1690. tembaga pekat paduan logam yang terdiri atas tembaga, besi, dan belerang
  1691. tensimeter alat untuk menetapkan titik-titik transisi dengan mengukur perubahan kecil tekanan uap
  1692. tensiometer alat untuk mengukur tegangan permukaan suatu zat
  1693. terbium logam tanah langka yang ditemukan oleh Monsander; unsur dengan nomor atom 65, berlambang Tb, bobot atom 158,9254
  1694. termokimia penelaahan pengaruh kalor pada reaksi kimia
  1695. termolabil cenderung dapat dirusak atau diubah banyak oleh pemanasan sederhana (seperti protein yang dapat membeku, jasad-jasad mikro, toksin bakterium dan isomer-isomer tertentu)
  1696. termolisis penguraian zat kimia karena pemanasan
  1697. termoplastik resin sintetis yang dapat dilembutkan dengan menggunakan kalor, tetapi memperoleh kembali sifat asalnya pada pendinginan
  1698. tetapan sesuatu yang tidak dapat diubah, permanen, tidak dapat divariasikan; konstanta
  1699. tetrahidrokanabinol campuran tetrahidro dengan empat atom hidrogen dan kanabinol (zat yang terdapat di dalam ganja)
  1700. tetrasiklin kumpulan antibiotik penting yang diisolasi dari bakteri Streptomyces
  1701. tetrosa gula sederhana yang terdiri atas empat atom karbon
  1702. timbel logam lunak berwarna abu-abu, dipakai untuk paduan membuat huruf (pada percetakan); plumbum; unsur dengan nomor atom 82, lambang Pb dan berbobot atom 207,21
  1703. timol antiseptik, pencegah infeksi, penyusun wangi-wangian, dan pengawet yang diambil dari minyak daun dan kuncup tumbuhan timi
  1704. tingkal garam natrium berwarna putih yang dapat larut dalam air (dipakai untuk patri); boraks
  1705. tisotropi gejala cairan yang mengental jika didiamkan dan lebih encer jika dikocok
  1706. titanium logam berwarna kelabu tua dan amorf; unsur dengan nomor atom 22, berlambang Ti, dan bobot atom 47,9
  1707. titer kekuatan atau konsentrasi larutan
  1708. titik nyala derajat suhu terendah tempat suatu minyak menguap cukup banyak dan cukup reaktif untuk dapat terbakar seketika
  1709. titrasi penentuan kadar suatu zat atau lebih dalam campuran atau larutan dengan menambahkan bahan penguji yang dapat bereaksi dengan zat tersebut
  1710. titrasi amperometri analisis kimia berdasarkan perubahan besar arus listrik pada selisih potensial antara dua elektrode yang konstan
  1711. titrasi fotometri cara titrasi yang titik ekuivalensinya dibaca dengan mengamati rapat optik larutan yang diselidiki
  1712. titrimetri pengukuran volume larutan baku yang setara dengan kuantitas contoh
  1713. toksikologi ilmu tentang zat beracun yang berbahaya
  1714. toksin zat racun yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang menyebabkan kerusakan radikal dalam struktur atau faal, merusak total hidup atau keefektifan organisme pada satu bagian
  1715. toksisitas kemampuan suatu zat atau bahan yang mengakibatkan ketidaknyamanan, kesakitan, atau kematian pada manusia atau binatang
  1716. toksoid toksin yang telah kehilangan sifat-sifat toksinnya sebagai akibat denaturasi atau modifikasi kimia, tetapi sifat-sifat antigennya masih dipertahankan
  1717. toluena cat air membias, tanpa warna dengan bau khas yang terbakar dengan nyala berasap
  1718. tonit peledak yang terbuat dari nitroselulosa
  1719. topoisomerase enzim khas yang mengatur pembentukan superheliks DNA
  1720. torida radioisotop alamiah yang mengandung unsur logam torium
  1721. torium logam berwarna kelabu tua dan radioaktif; unsur dengan nomor atom 90, berlambang Th, bobot atom 232,0388
  1722. transfeksi infeksi sel oleh DNA yang bervirus yang mengakibatkan terbentuknya virus dalam sel
  1723. transferase enzim yang mendorong serah terima suatu gugus kimia dari satu molekul ke molekul lain
  1724. transkripsi proses penyalinan informasi genetik DNA dalam bentuk RNA
  1725. transmetilasi reaksi yang di dalamnya gugus metil yang labil ditransfer dari satu senyawa ke senyawa lain
  1726. tridentat ligan bercabang tiga dan ketiganya dikoordinasi ke kation pusat
  1727. trihidrat senyawa yang mengandung tiga molekul air hablur
  1728. trinitrotoluena bahan peledak yang diperoleh dari reaksi toluena dengan asam nitrat
  1729. triode katup dengan tiga elektrode
  1730. triptofan asam amino esensial yang diperlukan bagi pertumbuhan
  1731. trisakarida karbohidrat yang molekulnya mengandung tiga molekul monosakarida
  1732. trisiklik struktur lingkar yang mengandung tiga atom atau struktur atom dengan tiga lingkar yang bersekutukan dua atom
  1733. tritium isotop hidrogen yang intinya terdiri atas dua neutron dan satu proton
  1734. triton inti dari tritium
  1735. tulium logam tanah yang ditemukan oleh Cleve dan Soret secara terpisah pada th 1879; unsur dengan nomor atom 69, berlambang Tm; bobot atom 168,9342
  1736. tungsten logam berat berwarna kelabu kehitam-hitamanan, keras, dan getas; wolfram; unsur dengan nomor atom 74, berlambang W, dan bobot atom 183,85
  1737. turunan zat kimia yang dihubungkan secara struktur dengan zat lain dan secara teoretis diturunkan dari zat tersebut
  1738. turunan zat yang dapat dibuat dari zat lain dalam satu tahap atau lebih
  1739. uap takjenuh uap yang tekanan parsialnya lebih rendah daripada tekanan uap zat tersebut pada suatu suhu
  1740. ultrafotik sinar tidak tampak yang terdapat pada daerah ultralembayung dan inframerah
  1741. ultramikron partikel yang berdiameter lebih kecil dari 0,25 mikron dan merupakan partikel terkecil yang dapat dilihat dengan ultramikroskop
  1742. ultrastruktur struktur yang tampak di bawah ultramikroskop
  1743. umur paruh waktu yang diperlukan suatu reaksi untuk menghabiskan separuh bahan awal
  1744. umur paruh waktu yang diperlukan agar radioaktivitas suatu zat berkurang menjadi separuhnya
  1745. unsur biogen unsur kimia yang terdapat dalam organisme hidup
  1746. unsur hayat unsur yang diperlukan bagi kehidupan, terutama yang melimpah dalam benda hidup
  1747. unsur transisi unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit terluar pertama untuk berikatan dengan unsur yang lain
  1748. unting rantai polinukleotida
  1749. uranium logam berwarna keperak-perakan, bersifat mulur dan dapat ditempa, mudah dibuat berkilat, tetapi lekas suram, sangat radioaktif; unsur dengan nomor atom 92, berlambang U, dan bobot atom 238,029
  1750. ureameter alat untuk mengukur urea dengan cara menghitung volume gas nitrogen yang timbul
  1751. uretan senyawa mirip kristal, tidak berbau dan tidak berwarna, merupakan ester dari asam karbamat, digunakan sebagai pelarut, pestisida, atau obat-obatan
  1752. valensi bilangan yang menyatakan kesanggupan bersenyawa suatu unsur dengan unsur lain
  1753. valensi terarah kemampuan atom untuk mengikat atom lain dalam ruang pada arah tertentu
  1754. vanadium logam langka berwarna keabu-abuan, bersifat mulur dan dapat ditempa; unsur dengan nomor atom 23, berlambang V
  1755. vaporimeter alat untuk menguji tingkat penguapan minyak dengan cara memanaskannya dalam aliran udara
  1756. verdigris karat hijau pada permukaan tembaga
  1757. veronal obat penenang barbiturat
  1758. vinil klorida gas yang mudah terbakar, larut dalam alkohol dan eter, sedikit larut dalam air, mendidih pada suhu -14°C, digunakan pada sintesis organik
  1759. vinometer hidrometer untuk mengukur kadar alkohol dalam anggur
  1760. virus mosaik virus yang menginfeksi daun tembakau
  1761. vitamer zat yang mampu menyembuhkan gejala kekurangan vitamin tertentu
  1762. vitamer senyawa yang memiliki susunan dan pengaruh fisiologis
  1763. vitamin A-2 dehidroretinol
  1764. vitamin antihemoragik vitamin K
  1765. vitamin antineuritik vitamin B-1
  1766. vitamin B kompleks berbagai vitamin B, seperti vitamin B-1, vitamin B-2, niasin, vitamin B-6, vitamin B-12, asam folat, biotin, dan asam pantotenat
  1767. vitamin B-13 asam orotat
  1768. vitamin B-14 senyawa yang ditemukan dalam urine manusia dan dapat meningkatkan laju proliferasi sel pada kultur sumsum tulang
  1769. vitamin B-15 asam pangamat
  1770. vitamin B-16 dimetilglisina
  1771. vitamin B-17 amigdalin
  1772. vitamin B-3 asam pantotenat
  1773. vitamin B-4 adenina
  1774. vitamin B-5 senyawa yang identik dengan vitamin B-6 atau asam nikotinat
  1775. vitamin B-9 asam folat
  1776. vitamin BC asam folat
  1777. vitamin BD antiperosis pada ayam yang dapat digantikan oleh mangan dan kolina
  1778. vitamin BT karnitina, belum terbukti esensial untuk manusia
  1779. vitamin BW senyawa yang kemungkinan identik dengan biotin
  1780. vitamin F asam lemak esensial, termasuk tiamin
  1781. vitamin G vitamin B2
  1782. vitamin H biotin
  1783. vitamin K-3 vitamin buatan yang digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan dan membantu penyerapan makanan
  1784. vitamin L zat yang diekstrak dari ragi yang dianggap esensial untuk laktasi
  1785. vitamin larut lemak vitamin yang dapat larut dalam pelarut lemak
  1786. vitamin M asam folat
  1787. vitamin P flavonoid
  1788. vitamin PP vitamin pencegah pelagra; antipelagra; niasin
  1789. vitamin Q ubikuinon
  1790. vitamin T campuran asam folat, vitamin B-1, B-2, dan DNA, ditemukan dalam selaput atau kulit luar serangga, miselium jamur, dan cairan fermentasi ragi yang dapat mempercepat kematangan dan meningkatkan sintesis protein
  1791. vitaminoid senyawa yang memiliki aktivitas seperti vitamin
  1792. vitriol garam sulfat
  1793. volalitas kecenderungan terjadinya penguapan pada suhu relatif rendah
  1794. volume molar volume yang ditempati oleh satu mol zat pada kondisi tertentu
  1795. volumeter alat untuk mengukur volume zat padat, cair, dan gas
  1796. volutin polimer metafosfat anorganik, terdapat sebagai butir-butir yang membiaskan cahaya dan berfungsi sebagai cadangan fosfat pada bakteri
  1797. waktu paruh waktu yang diperlukan oleh bahan radioaktif untuk meluruh menjadi separuhnya
  1798. waktu paruh waktu yang diperlukan agar separuh massa pereaksi mengalami reaksi kimia
  1799. wol kaca benang-benang kaca, digunakan untuk menyaring udara dalam produksi kaca serat
  1800. wolfram tungsten
  1801. xantat garam (biasanya natrium atau kalium) dari asam xantat yang digunakan sebagai pengumpul dalam metode pengapungan mineral
  1802. xantena oksida organik untuk pembuatan zat warna
  1803. xantina purina yang menjadi senyawa antara pada metabolisme adenina dan guanina menjadi asam urat
  1804. xenon gas mulia, tidak berbau dan tidak berwarna, terdapat dalam jumlah kecil di udara, biasa digunakan dalam tabung lampu khusus; unsur dengan nomor atom 54, berlambang Xe, dan bobot atom 131,30
  1805. xilena karbon zat cair dengan aroma sedap, diambil dari ter batu bara, digunakan untuk pelarut atau penjernih; xilol
  1806. xilitol alkohol gula dengan lima atom karbon
  1807. xilulosa gula pentosa yang menjadi senyawa antara metabolik pada jalur pentosa fosfat
  1808. zalir zat yang dapat mengalir dan mengalah terhadap setiap gaya yang berusaha mengubah bentuk zat tanpa mengubah volumenya, seperti air dan udara; zat alir; fluida
  1809. zariah alir zat yang dapat mengalir dan mengalah terhadap setiap gaya yang berusaha mengubah bentuk zat tanpa mengubah volumenya, seperti air dengan udara
  1810. zat aditif pengawetan penambahan zat ke dalam makanan untuk mengurangi jumlah air yang ada sehingga menahan pertumbuhan mikroorganisme
  1811. zat gizi senyawa kimia yang terdapat dalam makanan atau minuman yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh
  1812. zat penyerap absorben
  1813. zat terjerap adsorbat
  1814. zat terserap absorbat
  1815. zimase enzim dalam ragi
  1816. zimolisis peragian oleh suatu enzim
  1817. zimologi kajian tentang tindakan dan susunan fermen atau enzim
  1818. zirkonium logam tanah langka, berwarna putih perak kristalin atau kelabu amorf, tahan terhadap korosi; unsur dengan nomor atom 40, lambang Zr, dan bobot atom 91,22
  1819. zirkonium oksida logam berwarna putih perak kristalin, khususnya digunakan dalam isolasi listrik, pelapisan
  1820. zona pemulihan zona waktu terjadinya pemulihan kandungan oksigen di suatu perairan akibat adanya zat pencemar yang masuk ke dalam perairan tersebut