Pengguna:Bennylin/Indeks/Linguistik
Tampilan
- ablatif absolut penggunaan konstruksi absolut yang terdiri atas partisipan dan nomina, keduanya dalam kasus ablatif
- ablaut perubahan vokal untuk menandai pelbagai fungsi gramatikal, misalnya untuk mengungkapkan perubahan kala, aspek, jumlah (seperti dalam bahasa Inggris drink, drank, drunk)
- adjektiva kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat
- adjektival bersifat atau berfungsi sebagai adjektiva, misalnya frasa --
- adjektival kata atau kelompok kata yang berfungsi sebagai adjektiva, tetapi tidak dapat berinfleksi seperti adjektiva biasa
- adjektival berfungsi sebagai adjektiva, tetapi tidak dapat berinfleksi seperti adjektiva biasa
- adnominal kata atau kelompok kata yang menerangkan nomina
- adposisi konsep yang mencakup preposisi dan posposisi
- adstratum bahasa atau bentuk-bentuk bahasa yang memengaruhi bahasa lain yang lebih dominan
- adverbia kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat, misalnya sangat, lebih, tidak
- adverbial berfungsi sebagai adverbia, tetapi tidak berinfleksi seperti adverbia biasa
- adverbial bersifat atau berfungsi sebagai adverbia, misalnya frasa adverbial
- afasia anterior afasia yang terjadi karena kerusakan jaringan pada bagian depan otak dan ditandai dengan wicara yang sulit dan tersendat-sendat pada penderitanya
- afasia global afasia yang menyangkut kelainan produksi dan pemahaman bahasa yang gawat
- afasia posterior afasia yang terjadi karena kerusakan jaringan pada bagian belakang otak, ditandai oleh ketidakmampuan penderita memahami kalimat dan ketidaklancaran penderita menghasilkan kalimat-kalimat yang bermakna
- afasiologi kajian tentang afasia
- afektif mempunyai gaya atau makna yang menunjukkan perasaan (tentang gaya bahasa atau makna)
- aferesis penanggalan huruf awal atau suku awal kata (misalnya tirta marta dari tirta amarta, kan dari bukan atau akan)
- afiks bentuk terikat (seperti prefiks, infiks, konfiks, dan sufiks) yang apabila ditambahkan pada kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna gramatikal; bentuk (atau morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata imbuhan
- afiksasi pengafiksan
- afinitas hubungan antara bahasa-bahasa yang menunjukkan kemiripan fonologis atau gramatikal karena kontak atau tipologi, bukan karena kekerabatan
- afrasia ketidakmampuan untuk mengungkapkan atau memakai ujaran yang dibentuk menurut pola gramatikal
- afrikat gabungan bunyi hambat dan frikatif; bunyi hambat dengan pelepas frikatif, misalnya bunyi pertama pada cakap
- agens nomina yang menampilkan perbuatan, yang menyebabkan, yang memulai suatu kejadian, atau yang memengaruhi suatu proses; pelaku
- agentif bersifat pelaku; sebagai pelaku
- aglutinasi pengimbuhan pada akar kata yang mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian
- aglutinasi peleburan bunyi bahasa yang berdampingan
- agnatus hubungan antarkalimat yang mengandung unsur leksikal utama yang sama dengan struktur yang berbeda (misalnya dengan partikel-partikel yang berbeda, urutan yang berbeda dan sebagainya), tetapi teratur dan sistematis (terdapat pada klausa aktif dan pasif)
- agnosia hilangnya kemampuan untuk memahami informasi indra
- agramatisme ketidakmampuan untuk memahami atau mengungkapkan ujaran gramatikal karena cacat psikologis atau sebab lain
- akar unsur yang menjadi dasar pembentukan kata (seperti graf pada grafik, biografi, spektrograf)
- akar kata bagian kata yang menjadi dasar arti kata lain yang dibentuk dari kata tersebut
- akhiran sufiks
- akrofoni penggunaan lambang huruf yang berasal dari bagian awal sebuah suku kata atau kata
- akrolek variasi bahasa yang dianggap berprestise tinggi
- akronim singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar (misalnya ponsel telepon seluler, sembako sembilan bahan pokok)
- akronimi pemendekan yang menggabungkan huruf, suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang memenuhi kaidah fonotaktik suatu bahasa, misalnya FKIP dibaca efkip atau ABRI dibaca abri
- aksara sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyak mewakili ujaran
- aksara jenis sistem tanda grafis tertentu, misalnya aksara Pallawa, aksara Inka
- aksara huruf
- aksen tekanan suara pada kata atau suku kata
- aksentologi telaah sistematis tentang tekanan
- aksentuasi pemberian tekanan suara pada suku kata atau kata
- akulturasi proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualisme
- akusatif kasus yang menunjukkan fungsi sebagai objek langsung atau objek berpreposisi dalam kalimat
- alalia ketidakmampuan untuk berbicara karena kelainan atau kerusakan pada alat ucap luar, bukan pada pusat saraf
- alat ucap organ tubuh manusia yang berfungsi dalam pengujaran bunyi bahasa, seperti paru-paru, laring, faring, rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum, palatum, dan velum
- alih kode penggunaan bahasa lain atau variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain atau karena adanya partisipan lain
- alofon varian fonem berdasarkan posisi di dalam kata, misalnya fonem pertama pada kita dan kata secara fonetis berbeda, tetapi masing-masing adalah alofon dari fonem /k/
- alokron variasi panjang pendeknya bunyi bahasa yang tidak distingtif; anggota dari kronem
- aloleks anggota leksem yang telah ditentukan distribusinya
- alomorf anggota morfem yang sama, yang variasi bentuknya disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya (misalnya morfem ber- mempunyai alomorf ber-, be-, dan bel-)
- alveolar berkaitan dengan pembentukan bunyi dengan mendekatkan atau menempelkan ujung atau daun lidah pada pangkal gigi
- alveolar bunyi (konsonan) yang dibuat dengan cara demikian
- amanat keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yang disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca
- ambiguitas kemungkinan adanya makna lebih dari satu dalam sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
- ameliorasi peningkatan nilai makna dari makna yang biasa atau buruk menjadi makna yang baik
- amlaut gejala linguistik ketika sebuah vokal belakang berubah menjadi vokal depan
- amplifikasi sarana dalam bahasa yang digunakan untuk memperluas, memperbesar, atau memberi tekanan pada suatu objek
- amplitudo jarak antara puncak gelombang bunyi dan titik rata-rata
- anafora pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pada larik-larik atau kalimat-kalimat yang berturutan untuk memperoleh efek tertentu
- anafora hal atau fungsi merujuk kembali pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya dalam wacana (yang disebut anteseden) dengan substitusi, misalnya -nya dalam Pak Karta rumahnya terbakar, kata -nya menunjuk kepada Pak Karta
- anak kalimat bagian kalimat (klausa) yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap; klausa terikat
- anakoluton pemakaian kalimat yang sengaja menyimpang dari pola yang umum
- analisis bahasa analisis yang dilakukan oleh peneliti atau pakar bahasa dalam menggarap data kebahasaan yang diperoleh dari penelitian lapangan atau dari pengumpulan teks (penelitian kepustakaan)
- analisis komponen analisis untuk menguraikan sebuah unsur atas bagian-bagian yang lebih kecil
- analisis komponen makna analisis yang digunakan untuk penyelidikan makna dengan memecah leksem atas komponen
- analisis terminologis studi tentang konsep dan jejaring terminologis dalam ilmu terminologi
- analisis wacana metode menguraikan wacana atas bagian-bagian yang berfungsi
- analogi kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain
- ananim nama yang ditulis dari belakang
- anaptiksis penyisipan vokal pendek di antara dua konsonan atau lebih untuk menyederhanakan struktur suku kata
- anggota kalimat kata atau kelompok kata yang menjadi bagian kalimat
- anomali penyimpangan atau kelainan, dipandang dari sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa
- anteseden informasi dalam ingatan atau konteks yang ditunjukkan oleh suatu ungkapan, misalnya dalam kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu
- anteseden unsur terdahulu yang ditunjuk oleh ungkapan dalam suatu klausa atau kalimat, misalnya “Ani cantik, tetapi kelakuannya jelek”, bentuk -nya menunjuk anteseden Ani
- antisipasi perubahan bunyi oleh alat ucap yang menyediakan posisi yang diperlukan untuk menghasilkan bunyi berikutnya
- antonim kata yang berlawanan makna dengan kata lain
- antonim leksem yang berpasangan secara antonimi
- antonimi oposisi makna dalam pasangan leksikal yang dapat dijenjangkan, misalnya dalam tinggi dan rendah; keantoniman
- anunasika anuswara
- anuswara bunyi sengau atau konsonan nasal
- apelativa penyebutan sesuatu berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya, atau nama dalam sejarah, misalnya penyebutan laksamana yang tadinya nama tokoh, nama ikan mujair berdasarkan penemunya, skala Richter, dan sebagainya
- apikal berkenaan dengan ujung lidah
- apikal bunyi atau fonem yang terjadi karena penyempitan antara ujung lidah dan gigi atas atau alveolum, misalnya bunyi pertama pada kata datang, lari
- apikoalveolar berkaitan dengan bunyi ujar yang terjadi karena penyempitan jalan udara akibat dorsum yang dilekatkan pada velum
- apokope hilangnya satu bunyi atau lebih pada akhir sebuah kata
- aposiopesis penghentian pikiran yang belum lengkap secara tiba-tiba (dapat berupa penghentian kata atau frasa, pemutusan kalimat)
- aposisi ungkapan yang berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnya dalam kalimat yang bersangkutan
- aptronim nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang, mis. si Cebol, si Gendut
- area wilayah geografis yang memiliki ciri-ciri tipologi bahasa yang bersamaan, seperti ciri-ciri lafal, leksikal, atau gramatikal
- argot bahasa dan perbendaharaan kata yang bersifat rahasia dari suatu kelompok orang, misalnya bahasa para pencopet
- argumen nomina atau frasa nominal yang bersama-sama predikator membentuk proposisi
- argumentasi teks yang berisi opini penulis yang disertai alasan dan pembuktian yang didukung oleh fakta, disampaikan secara logis dan objektif, bertujuan untuk meyakinkan dan memengaruhi pembaca
- arkaisme pemakaian kata atau bentuk kata yang bersifat arkais
- arkifonem golongan fonem yang kehilangan kontras pada posisi tertentu
- arkileksem leksem yang menetralisasi oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem
- artikel unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, misalnya the dalam bahasa Inggris
- artikula kata yang tidak memiliki arti, berfungsi untuk membatasi atau memodifikasi nomina; artikel
- artikulasi lafal, pengucapan kata
- artikulasi perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa
- artikulator bagian alat ucap yang dapat bergerak, misalnya bagian lidah dan bibir bawah
- arunika seberkas cahaya matahari setelah terbit di pagi hari
- arunika pemandangan saat matahari terbit
- asibilan bunyi afrikat yang dihasilkan pada gigi
- asibilasi proses terjadinya konsonan plosif menjadi konsonan sibilan karena asimilasi
- asidenton penghilangan konjungsi dalam frasa, klausa, atau kalimat, misalnya "kita lihat, kita datang, kita menang"
- asilabis tidak dapat membentuk suku kata atau tidak dapat menjadi inti suku kata (tentang bunyi bahasa)
- asimilasi perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yang berdekatan
- asimilasi fonemis asimilasi
- asimilasi jauh asimilasi yang terjadi antara fonem yang letaknya tidak berdekatan
- asimilasi morfologis perubahan dalam jumlah, jenis, atau kasus dari sebuah kata karena pengaruh kata lain yang di dekatnya
- asimilasi progresif proses perubahan suatu bunyi menjadi mirip dengan bunyi yang mendahuluinya
- asimilasi regresif proses perubahan bunyi menjadi mirip dengan bunyi yang mengikutinya
- asimilasi resiprokal proses perubahan dua fonem yang berurutan, yang menyebabkan kedua fonem itu menjadi fonem yang lain dari semula
- asindeton penghilangan konjungsi dalam frasa, klausa, atau kalimat, misalnya dia tidak datang, dia sibuk bekerja
- aspek kategori gramatikal verba yang menunjukkan lama dan jenis perbuatan
- aspek augmentatif aspek yang menggambarkan perbuatan meningkat
- aspek diminutif aspek yang menggambarkan perbuatan menurun
- aspek frekuentatif aspek yang menggambarkan perbuatan berulang berkali-kali (kekerapannya)
- aspek habituatif aspek yang menggambarkan perbuatan yang menjadi kebiasaan
- aspek imperfektif aspek inkompletif
- aspek inkoatif aspek yang menggambarkan perbuatan mulai
- aspek inkompletif aspek yang menggambarkan perbuatan belum selesai
- aspek inseptif aspek inkoatif
- aspek kompletif aspek yang menggambarkan perbuatan selesai
- aspek kontinuatif aspek yang menggambarkan perbuatan berlangsung
- aspek momentan aspek yang menggambarkan perbuatan berlangsung sebentar
- aspek perfektif aspek kompletif
- aspek permansif aspek yang menggambarkan keadaan permanen sebagai akibat dari perbuatan yang selesai
- aspek progresif aspek kontinuatif
- aspek pungtiliar aspek yang menggambarkan perbuatan dipandang sebagai satuan temporal tunggal
- aspek repetitif aspek yang menggambarkan perbuatan berulang
- aspek sesatif aspek yang menggambarkan perbuatan berakhir
- aspek simulfaktif aspek yang menggambarkan perbuatan berlangsung serentak
- aspirasi artikulasi konsonan hambat yang disertai letupan napas yang cukup keras sehingga dapat didengar
- aspirat bunyi bahasa yang dihasilkan dengan pergeseran dalam rongga (seperti bunyi [h])
- atlas dialek perangkat peta yang menggambarkan distribusi ciri-ciri dialek
- atribut penjelas
- atribut adjektiva yang menerangkan nomina dalam frasa nominal
- atribut kata berkelas tertentu yang mempunyai fungsi menerangkan nomina dalam frasa nominal, misalnya sekarang dalam pemuda sekarang
- atribut kategori variabel kualitatif (seperti laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin)
- augmentatif bentuk kata yang terjadi dengan penambahan afiks yang bermakna besar
- awalan imbuhan yang dirangkaikan di depan kata; prefiks
- awasuara takbersuara
- bacaan penafsiran makna sebuah kalimat
- bahasa sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri
- bahasa bangsawan ragam bahasa tertentu yang dipakai oleh para bangsawan di dalam istana
- bahasa campuran bahasa yang terbentuk akibat pertukaran intensif unsur-unsur dari dua bahasa atau lebih, misalnya kreol
- bahasa ergatif bahasa yang menggunakan sufiks kasus tertentu untuk menandai pelaku dan sufiks kasus lain sebagai penanda argumen seperti penderita di dalam kalimat, misalnya bahasa Hindi
- bahasa etalon bahasa yang dipakai sebagai standar untuk studi kontrastif atau tipologis
- bahasa flektif bahasa yang kata-katanya mengalami perubahan bentuk sehubungan dengan perubahan jenis, subjek (pelaku), waktu, dan sebagainya
- bahasa halus ragam bahasa yang ditujukan kepada orang yang dihormati
- bahasa imigran bahasa ibu kelompok minoritas pendatang dalam suatu masyarakat bahasa, misalnya bahasa Hokien di Indonesia
- bahasa isyarat bahasa yang menggunakan isyarat (gerakan tangan, kepala, badan dan sebagainya), khusus diciptakan untuk tunarungu, tunawicara, tunanetra, dan sebagainya
- bahasa klasik dialek temporal bahasa yang dianggap mewakili puncak perkembangan kebudayaan pemakainya
- bahasa klasik bahasa kuno yang mempunyai kesusastraan tinggi
- bahasa oksitonis bahasa yang sebagian besar kata-katanya memiliki tekanan pada suku kata terakhir
- bahasa paroksitonis bahasa yang sebagian besar kata-katanya memiliki tekanan pada suku kata kedua dari belakang
- bahasa pinggiran bahasa yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan bahasa yang berdekatan yang disebabkan oleh adanya kontak budaya atau sebab lain
- bahasa prokem ragam bahasa dengan leksikon tertentu, biasanya digunakan oleh kaum remaja (seperti kata bokap untuk bapak, sepokat untuk sepatu, dan bokin untuk bini); bahasa sandi remaja dan kelompok tertentu
- bahasa purba bahasa hipotetis yang dianggap menurunkan beberapa bahasa yang nyata-nyata ada, misalnya bahasa proto-Austronesia adalah bahasa purba dari bahasa-bahasa Filipina, bahasa-bahasa Indonesia, bahasa-bahasa Polinesia
- bahasa sedang ragam bahasa yang dipakai untuk diri sendiri atau untuk orang lain yang sederajat dalam pembicaraan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya atau lebih tua
- bahasa terbalik bahasa yang menggunakan kata-kata yang diucapkan secara terbalik dengan maksud sebagai sandi
- barbarisme penyimpangan dalam ucapan, tata bahasa, atau perbendaharaan kata dari ragam standar
- benefaktif bersangkutan dengan perbuatan (verba) yang dilakukan untuk orang lain, misalnya verba dalam kalimat Ibu membukakan Ayah pintu
- bentuk akrab unsur bahasa yang menyatakan keakraban para pembicara
- bentuk alegro kontraksi dari bentuk kata sebagaimana dipakai dalam ucapan cepat atau dalam ragam bahasa tidak resmi, misalnya pak, bu, dan sebagainya
- bentuk bahasa penampakan atau rupa satuan bahasa
- bentuk bahasa penampakan atau rupa satuan gramatikal atau leksikal dipandang secara fonis atau grafemis
- bentuk bebas bentuk bahasa yang dapat berdiri sendiri dan jelas maknanya
- bentuk dasar bentuk dari sebuah morfem yang dianggap paling umum dan paling tidak terbatas
- bentuk kanonis bentuk lema dasar dalam kamus, misalnya kata dasar untuk kamus bahasa Indonesia atau verba lampau berpelaku orang ketiga tunggal laki-laki untuk kamus bahasa Arab
- bentuk kata wujud kata tertentu yang mengisi fungsi tertentu dalam paradigma, misalnya bentuk nominatif dari nomina, bentuk lampau dari verba
- bentuk lento bentuk kata penuh yang berpadanan dengan bentuk ringkas yang biasa dipakai dalam ragam biasa atau ragam resmi, misalnya bapak, dahulu
- bentuk purba bentuk hipotetis yang dianggap menurunkan beberapa bentuk seasal dalam beberapa bahasa
- bentuk tegun bunyi atau kata yang diucapkan karena pembicara ragu-ragu atau sedang mencari ungkapan yang cocok, seperti e...,e..., ...apa namanya...
- bentuk terikat bentuk bahasa yang perlu bergabung dengan unsur lain agar dapat dipakai dengan makna yang jelas (misalnya -nya, juang)
- bentuk turunan bentuk yang berasal dari bentuk asal setelah mengalami berbagai proses
- bentuk turunan struktur sintaksis yang berasal dari kalimat inti setelah mengalami rangkaian transformasi
- bentuk ulang bentuk yang mengalami perulangan, seperti sia-sia, laba-laba
- berhierarki memiliki hubungan melalui kalimat majemuk yang tidak membentuk satuan yang bertingkat
- berkas isoglos gabungan isoglos yang menjadi penanda batas dialek atau bahasa
- berlimpap jumlah informasi yang berlebihan dari yang diperlukan dalam berkomunikasi
- bersuara dihasilkan dengan getaran pita suara, misalnya bunyi [b], [d], [g]
- bilabial dihasilkan dengan menyempitkan kedua bibir
- bilabial bunyi atau fonem yang terjadi karena penyempitan kedua bibir (misalnya p, b, dan m)
- bilingualisme penggunaan dua bahasa oleh penutur bahasa atau oleh suatu masyarakat bahasa; kedwibahasaan
- bilingualisme koordinat bilingualisme dengan dua sistem bahasa atau lebih yang berpisah
- bilingualisme majemuk bilingualisme dengan dua sistem bahasa atau lebih yang terpadu
- bilingualisme subordinat bilingualisme dengan dua sistem bahasa atau lebih yang terpisah, tetapi masih terdapat proses penerjemahan
- binomial terdiri atas dua kata atau dua unsur; gabungan yang dapat dibagi dua (mungkin lebih dari dua, misalnya terdiri atas empat unsur), misalnya gabungan seperti pulang pergi, suka duka
- biverbal berupa sinonim atau padanan kata (tentang definisi)
- brakilogi keringkasan bicara
- bubuhan imbuhan
- bunyi kesan pada pusat saraf sebagai akibat getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara
- bunyi ucapan apa yang tertulis (surat, huruf, dan sebagainya)
- bunyi geletar bunyi yang dihasilkan dengan mengartikulasikan ujung lidah pada lengkung kaki gigi, berulang-ulang sehingga lidah seakan-akan bergetar, misalnya bunyi /r/
- bunyi geser bunyi yang dihasilkan oleh udara yang melalui celah sempit, seperti pada waktu menyebutkan huruf f
- bunyi hambat bunyi bahasa yang dihasilkan dengan cara memberi hambatan pada tempat artikulasi tertentu terhadap suara yang dikeluarkan, (misalnya /p/ dan /b/ adalah bunyi hambat)
- bunyi letupan bunyi bahasa yang dihasilkan dengan cara jalan udara keluar mulut ditutup rapat-rapat kemudian dengan tiba-tiba udara dilepas sehingga terjadi semacam letupan, misalnya bunyi /b/, /p/, /k/, /d/; hentian
- bunyi pepet bunyi (pengucapan) vokal ∕ê⁄ pada kata benar, gelas, empat
- bunyi sengau bunyi yang dihasilkan dengan keluarnya udara melalui hidung
- bunyi sengau bunyi yang terjadi pada pengucapan m, n, dan ŋ
- cara artikulasi cara aliran udara disempitkan atau dilepaskan dalam saluran suara, dipakai untuk mengklasifikasikan bunyi bahasa atas plosif (hambat) nasal, frikatif, afrikat, lateral, getar, sentuh, semivokal, dan vokal
- ciri tanda atau sifat suatu bentuk kebahasaan
- ciri akustis ciri dengan bunyi bahasa yang berkaitan dengan tinggi nada, keras suara, dan panjang bunyi
- ciri ekspresif ciri akustik yang menandai sikap atau perasaan pembicara
- ciri ekstralinguistis ciri yang tidak menjadi perhatian utama linguistik atau yang dianggap tidak terlalu relevan bagi bahasa sebagai alat komunikasi, misalnya isyarat badan atau nada suara
- ciri intralinguistis ciri yang menjadi perhatian utama linguistik, misalnya ciri pembeda dari satuan fonologis atau ciri makna
- ciri khas bahasa ciri khas suatu bahasa pada semua subsistem yang membedakannya dari bahasa lain
- ciri konfigurasi ciri akustik yang menandai batas satuan gramatikal
- ciri korelasi ciri fonologis yang membedakan satu perangkat fonem dengan perangkat lain
- ciri lokal unsur lafal, gramatikal, atau leksikal yang terdapat pada dialek regional tertentu
- ciri melimpah ciri akustik yang menandai ciri bunyi lain tertentu yang mempunyai fungsi bahasa
- ciri nondistingtif ciri fonetis ujaran yang tidak dipakai untuk membedakan fonem
- ciri pembeda ciri yang membedakan satuan bahasa dengan satuan bahasa lain, misalnya [d] dan [t]
- ciri rongga ciri pembeda yang berkenaan dengan bentuk rongga mulut dan titik artikulasi
- ciri sekunder ciri artikulasi bunyi yang sering mengikuti ciri dasar artikulasi
- ciri sumber ciri pembeda yang meliputi kontras antara bersuara dan takbersuara, kasar dan lembut
- ciri suprasegmental ciri ujaran yang melingkupi lebih dari satu segmen ujaran atau bunyi, yaitu nada, tekanan, sendi, dan intonasi
- daerah artikulasi tempat artikulasi
- daerah pengamatan sampel wilayah tempat pengambilan data kebahasaan yang ada dalam komunitas tutur wilayah tersebut
- dampak perlokusi akibat atau peranan yang dicapai dalam bertutur
- dasar bentuk gramatikal yang menjadi asal dari suatu bentukan
- dasar terikat morfem terikat yang bukan afiks, yang dapat berdiri sebagai kata jika bergabung dengan morfem lain, misalnya juang, temu
- datif kata yang menduduki fungsi sebagai objek tidak langsung dari kata kerja (misalnya saya memberikan buku kepadanya; kepadanya adalah datif)
- daun lidah bagian lidah yang terletak tepat di ujung belakang
- daya ilokusi perbuatan yang dilakukan penutur dalam mengujarkan kalimat
- definisi sinonim penjelasan tentang sebuah kata atau frasa dengan sinonim
- defleksi hilangnya infleksi, misalnya apabila dua akhiran kasus bergabung menjadi satu
- defleksi terjadinya pergantian morfem inflektif oleh unsur lain
- defonologisasi hilangnya kontras antara beberapa fonem dalam sejarah suatu bahasa
- deiksis hal atau fungsi menunjuk sesuatu di luar bahasa; kata yang mengacu kepada persona, waktu, dan tempat suatu tuturan
- deklinasi sistem fleksi mengenai bentuk (nomina, adjektiva, pronomina, dan sebagainya) untuk menyatakan perbedaan kategori (genus atau kasus)
- deklinasi kuat deklinasi nomina dan adjektiva dalam bentuk tidak teratur dalam bahasa Jerman
- deklinasi lemah deklinasi nomina dan adjektiva dalam bentuk teratur dalam bahasa Jerman
- dekreolisasi proses peleburan sebuah kreol ke dalam pijin semula dan terjadi apabila kreol itu bertemu dengan pijin semula
- delabialisasi penghilangan labialisasi
- demonstrativa kata yang berfungsi untuk menunjuk atau menandai secara khusus orang atau benda, misalnya ini dan itu
- denasalisasi penghilangan bunyi nasal
- denominal berasal atau dibentuk dari nomina, misalnya kata menggembala adalah bentuk denominal dari gembala
- denotasi makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif
- dental berhubungan dengan gigi atas dalam proses artikulasi suatu bunyi
- dental terjadi karena penyempitan atau persentuhan antara (ujung) lidah dan gigi
- dental bunyi terbentuk dengan cara demikian
- depalatalisasi penghilangan bunyi palatal
- dependensi hubungan antara unsur-unsur gramatikal dengan salah satu sebagai penguasa dan yang lain sebagai unsur bergantung (dikuasai), misalnya frasa verba menguasai frasa nomina pada tataran klausa, vokal (inti) menguasai konsonan pada tataran suku kata
- dependensi mutual dependensi antara unsur-unsur bebas, misalnya antara frasa nominal dan frasa verbal dalam kalimat pondok mungil itu berharga jutaan
- dependensi unilateral dependensi yang terjadi antara unsur bebas dengan unsur takbebas, misalnya antara pondok dan mungil dalam pondok mungil
- deret hubungan antara unsur bahasa secara linear, misalnya deret fonem dalam kata; realisasi dari urutan
- deret konsonan dua konsonan yang berurutan dalam satu kata, setiap konsonan masuk ke dalam suku kata yang berbeda, misalnya -rt- dalam arti atau -nd- dalam indah
- deret vokal dua vokal yang berurutan dalam satu kata, setiap vokal masuk ke dalam suku kata berbeda dan memiliki satu embusan napas masing-masing, misalnya -oi- dalam menjagoi atau -au- dalam mau
- derivasi pengimbuhan afiks yang tidak bersifat infleksi pada bentuk dasar untuk membentuk kata
- derivasi balik pembentukan kata secara terbalik
- derivasi nol proses morfologis yang mengubah leksem menjadi kata tanpa penambahan atau pengurangan apa pun, misalnya leksem batu menjadi kata batu
- derivat kata berimbuhan; kata turunan
- derivatif berasal dari dasar kata (yang memperoleh imbuhan)
- desibel satuan untuk menyatakan intensitas bunyi relatif pada skala dari 0 untuk rata-rata bunyi yang dapat didengar sampai 130 untuk rata-rata bunyi pada ambang pendengaran tertinggi
- desinens afiks penanda fleksi, misalnya dalam kata Latin dominus bentuk domen adalah akarnya, u adalah vokal tematis, dan s adalah desinens
- deskripsi struktur penggambaran konstituen ujaran dan hubungannya dari sudut semantik, sintaksis, dan fonologi, kaidahnya terletak di sebelah kiri kaidah transformasi
- deskripsi struktur masukan yang memungkinkan terjadinya suatu transformasi
- determinator partikel yang ada di lingkungan nomina (di depan atau di belakang) dan membatasi maknanya, misalnya si, itu, -nya, dan -mu
- deverbal berasal atau dibentuk dari verba, misalnya kata penyuruh adalah bentuk deverbal dari menyuruh
- diafon satuan fonologis abstrak yang dirumuskan untuk menandai kesepadanan antara sistem bunyi dari dialek yang berbeda, misalnya dalam bahasa Melayu diafon //a// yang direalisasikan dalam dialek Melayu Riau [rupe] dan dalam dialek lain [rupa], [rupe], dan sebagainya
- diagram pencabangan diagram yang menunjukkan hubungan gagasan yang satu dengan gagasan yang lain secara bercabang
- diagram pohon diagram penjabaran suatu satuan atas konstituen secara hierarkis
- diakronis berkenaan dengan pendekatan terhadap bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu; bersifat historis
- dialek variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai (misalnya bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu)
- dialektologi cabang linguistik mengenai variasi bahasa dengan memperlakukannya sebagai struktur yang utuh; ilmu tentang dialek
- dialektologi kota kajian pola bahasa dalam masyarakat kota modern
- dialektometri metode pengukuran statistik yang digunakan untuk melihat perbedaan dan persamaan unsur bahasa pada daerah pengamatan yang diteliti, bertujuan untuk menentukan status isolek
- dialinguistik penyelidikan mengenai jangkauan dialek dan bahasa yang dipakai dalam suatu masyarakat bahasa
- diamorf satuan morfologis abstrak yang dirumuskan untuk menandai kesepadanan antara satuan morfologis di antara pelbagai dialek
- diasistem jaringan hubungan formal yang memperlihatkan sistem bahasa bersama yang dianggap mendasari dua dialek atau lebih, dirumuskan sebagai kerangka untuk menjelaskan perbedaan struktural
- diasistem fenomena dua sistem atau lebih yang bekerja secara berdampingan yang mungkin memengaruhi perkembangan sistem itu, misalnya sistem fonem yang berbeda dari dialek yang berdekatan dalam satu bahasa
- diatesis kategori gramatikal yang menunjukkan hubungan antara partisipan atau subjek dengan perbuatan yang dinyatakan oleh verba
- diatesis aktif bentuk gramatikal dari sebuah verba, dan/atau klausa, subjek gramatikalnya merupakan pelaku
- diatesis medial diatesis yang menunjukkan pelaku berbuat untuk dirinya sendiri
- diatesis pasif diatesis yang menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dari perbuatan, misalnya ia bercukur
- diatesis reflektif diatesis yang menunjukkan subjek sebagai pelaku tindakan atas dirinya sendiri
- diatesis resiprokal diatesis yang menunjukkan subjek pluralis bertindak berbalasan atau subjek singularis bertindak berbalasan dengan komplemen, misalnya mereka berpukul-pukulan atau ia berpukul-pukulan dengan temannya
- diatipe ragam bahasa
- diatopik penyelidikan mengenai variasi bahasa dalam dimensi ruang dan dimensi sosial
- diferensial semantis alat yang dikembangkan oleh para ahli psikologi untuk mengukur makna yang diberikan oleh seorang informan kepada sebuah kata, misalnya si informan mendengar kata musik dan kemudian mencatat tanggapannya pada perangsang ini dengan memilih satu di antara adjektiva yang berlawanan, seperti gembira-sedih, keras-lembut, cepat-lambat
- diftong bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata (seperti ai dalam kata rantai, au dalam kata imbau)
- diftong lebar diftong yang terjadi dengan perubahan letak lidah yang agak banyak, misalnya ai pada lantai
- diftong naik diftong yang bagian paling nyaringnya terdapat sesudah peluncurnya
- diftong sempit diftong yang terjadi dengan sedikit perubahan letak lidah, misalnya ei pada survei
- diftong turun diftong yang bagian paling nyaringnya terdapat sebelum peluncurnya, misalnya au pada harimau
- difusi pengaruh migrasi dan pengalihan pranata budaya melewati batas-batas bahasa, khususnya inovasi dan peminjaman
- difusi leksikal perubahan bahasa yang berangsur-angsur akibat proses perubahan kata
- diglosia situasi kebahasaan dengan pembagian fungsional atas variasi bahasa atau bahasa yang ada dalam masyarakat (misalnya ragam atau bahasa A untuk suasana resmi di kantor dan ragam atau bahasa B untuk suasana intim di rumah)
- digraf dua huruf yang melambangkan satu fonem (seperti kh dalam kata makhluk, ng dalam kata singa, ny dalam kata nyata)
- diksi pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)
- diminutif berhubungan dengan bentuk kata dengan makna kecil, biasanya dengan penambahan sebuah sufiks, misalnya dalam bahasa Belanda tje dalam Marietje adalah sufiks diminutif
- dinamisme komunikatif teori yang menganggap ujaran sebagai proses yang mengungkapkan makna secara bertahap melalui sumbangan dinamis dari bagian ujaran ke arah efek komunikasif secara menyeluruh
- diptotos kata yang mempunyai dua sufiks yang berbeda untuk menandai kasus yang ada, misalnya dalam bahasa Arab makkatu ‘Makkah’ adalah diptotos karena makkatu merupakan bentuk nominatif dan makkata merupakan bentuk genetif dan akusatif
- disastria cacat wicara karena kelainan pusat saraf
- disfonia cacat dalam pengucapan suara
- disilabik terjadi dari dua suku kata; disilabis
- disilabis disilabik
- disimilasi proses yang mengakibatkan dua hal yang sama menjadi tidak sama, misalnya pasangan bunyi r dan r dihindarkan dan menjadi l dan r, seperti kata belajar (dari berajar), telantar (dari terantar)
- disimilasi dekat disimilasi yang terjadi atas bunyi yang dekat
- disjungsi hubungan antara bagian konstruksi yang dipisahkan oleh atau dan tetapi dan menunjukkan kontras atau asosiasi, misalnya mereka miskin, tetapi selalu gembira
- disjungtif konjungsi seperti atau dan tetapi
- disjungtif konstruksi yang mengandung disjungsi
- dislalia cacat wicara karena adanya cacat pada alat ucap dan bukan karena cacat di dalam pusat saraf
- disleksia gangguan pada penglihatan dan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan saraf pada otak sehingga anak sulit membaca
- dislokasi pemindahan unsur kalimat ke awal (sebagai topik) atau ke akhir kalimat (sebagai penegasan)
- dislokasi kanan pemindahan unsur kalimat tertentu ke sebelah kanan, yakni ke akhir kalimat, dengan meninggal jejak di tempat semula
- dislokasi kiri pemindahan unsur kalimat tertentu ke sebelah kiri, yakni ke awal kalimat, dengan meninggalkan jejak di tempat semula berupa pronomina
- disonansi kombinasi bunyi yang dianggap kurang enak didengar
- disprosodia gangguan fungsi prosodis pada pengucapan, meliputi intonasi, irama, dan lain-lain
- disritmia kelainan denyut jantung yang meliputi gangguan frekuensi atau irama atau keduanya
- distingtif bersifat membedakan antara satuan bahasa
- distribusi semua posisi yang ditempati oleh unsur bahasa
- distribusi persebaran benda dalam suatu wilayah geografi tertentu
- distribusi komplementer dua varian dalam lingkungan tertentu yang saling melengkapi, misalnya alofon [k] dan [ķ] yang menjadi anggota fonem /k/ disebut berdistribusi komplementer karena [ķ] hanya muncul di depan konsonan atau vokal belakang, misalnya dalam [kota], sedangkan [ķ] hanya muncul di depan vokal depan, misalnya dalam [ķ]
- ditransitif verba yang menghendaki dua objek gramatikal, satu objek langsung dan satu objek taklangsung
- divergensi proses terpecahbelahnya suatu bahasa menjadi beberapa dialek karena tiadanya fasilitas pendidikan yang standar dan kurang cukupnya komunikasi
- domain semantik ranah semantik
- dominasi hal tergantungnya suatu konstituen sintaktis pada simpai di atasnya
- dorsal bunyi yang terjadi karena penyempitan punggung lidah dan langit-langit keras atau langit-langit lembut
- dorsopalatal bunyi ujar yang terjadi karena belakang lidah mendekati atau menempel pada langit-langit keras
- dorsovelar bunyi ujar yang terjadi karena punggung lidah mendekati velum
- dualis kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yang dipertentangkan dengan singularis dan pluralis
- dualisme semantis teori dalam semantik yang menganggap adanya hubungan timbal balik antara lambang (unsur bahasa) dan objek atau konsep yang ditunjuknya
- durasi lamanya suatu bunyi diartikulasikan
- duratif bersifat durasi; berhubungan dengan durasi
- dwilingga salin suara pengulangan kata penuh dengan variasi vokal
- dwipurwa wisasena lingga pengulangan suku kata pertama dan penambahan akhiran -an, misalnya rasa menjadi rerasan 'saling membicarakan'
- dwiwasana pengulangan sebagian suku kata terakhir, misalnya cengis menjadi cengingis 'meringis-ringis'
- egresif dihasilkan dengan aliran udara bergerak ke luar dari alat ucap
- ejaan etimologis ejaan kata yang menekankan segi historisnya dengan mempertahankan unsur yang tidak direalisasikan secara fonetis
- ejaan fonemis ejaan yang menggambarkan tiap fonem dalam bahasa dengan satu lambang secara konsisten, misalnya ejaan Suomi dan ejaan Turki
- ejaan fonetis ejaan yang menggambarkan tiap varian fonem atau bunyi dengan satu lambang, misalnya ejaan Melayu sistem Wilkinson
- ejektif ditandai oleh penutupan glotis dan penyempitan lain di atas glotis
- eksaminasi penentuan autentik tidaknya suatu naskah dalam arti sesuai atau tidak dengan “keinginan” penulis
- eksofasia hal membunyikan bahasa secara nyata
- eksofora hal atau fungsi menunjuk kembali pada sesuatu yang ada di luar bahasa atau pada situasi
- eksonim bentuk asing untuk nama geografis, misalnya Penang untuk Pulau Pinang di Malaysia
- eksosentris ungkapan yang maknanya tidak berasal dari makna konstituennya (dalam semantik)
- eksplanasi teks yang menerangkan terjadinya proses atau fenomena, dirangkai secara berurutan dalam hubungan sebab akibat, berisi informasi yang berdasarkan fakta, biasanya digunakan untuk menjelaskan fenomen alam, sosial, atau budaya
- eksplikatur makna tuturan yang pemahamannya kadang-kadang bergantung pada relevansinya
- eksposisi teks yang berisi uraian atau informasi, bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, disajikan dengan fakta untuk memperkuat informasi
- ekstensi hal-hal yang ditunjukkan oleh ungkapan
- ekstraposisi kata atau kelompok kata yang ditempatkan di luar kalimat, seolah-olah tidak menjadi bagian dari kalimat itu secara konstruksional, misalnya orang itu dalam orang itu, apa urusannya dengan perkara ini?
- ekuatif tipe ketransitifan klausa yang menyangkut partisipan dan cirinya
- ekuivalensi makna yang sangat berdekatan
- ekuivalensi dinamis kualitas terjemahan yang mengandung amanat naskah asli yang telah dialihkan sedemikian rupa dalam bahasa sasaran sehingga tanggapan dari reseptor sama dengan tanggapan reseptor terhadap amanat naskah asli
- elatif tingkat bandingan yang meliputi tingkat komparatif dan superlatif
- elektroaerometer alat untuk merekam aliran udara selama seseorang berbicara
- elektrokimograf alat untuk merekam perubahan aliran udara dari mulut ke hidung selama seseorang berbicara
- elektrolaringograf alat untuk merekam getaran selaput suara
- elektromiografi pengamatan dan pengukuran otot pada waktu wicara dengan menusukkan elektrode atau menempelkan plester pada pelbagai bagian alat ucap
- elektropalatograf alat untuk merekam proses penempelan lidah dan palatum secara berkesinambungan selama seseorang berbicara
- elipsis tanda berupa tiga titik yang diapit spasi (...), menggambarkan kalimat yang terputus-putus atau menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan
- eliptis bersifat atau bersangkutan dengan elipsis
- embolalia penggunaan bentuk tegun, misalnya er, apa namanya, anu dan lain-lain
- endofasia hal berbicara pelan kepada diri sendiri (ketika membaca)
- endofora hal atau fungsi yang menunjuk kembali pada hal-hal yang ada dalam wacana, mencakup anafora dan katafora
- endosentris dikatakan tentang ungkapan yang maknanya berasal dari makna-makna konstituennya (dalam semantik)
- endosentris berfungsi secara sintaktis dengan cara yang sama dengan pemadunya yang mana saja
- enklisis penggabungan kata dengan kata dalam ucapan atau tulisan, misalnya kena dan apa menjadi kenapa
- enklitik unsur tata bahasa yang tidak berdiri sendiri, selalu bergabung dengan kata yang mendahuluinya (seperti -mu dan -nya dalam bahasa Indonesia)
- entri kata atau frasa dalam kamus beserta penjelasan maknanya dengan tambahan penjelasan berupa kelas kata, lafal, etimologi, contoh pemakaian, dan sebagainya
- entri kata kepala; lema
- epanalepsis pengulangan kata untuk penegasan
- epentesis penyisipan bunyi atau huruf ke dalam kata, terutama kata serapan, tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan dengan pola fonologis bahasa peminjam, seperti penyisipan /e/ dalam kata kelas
- epifaring bagian nasal (dekat rongga hidung) pangkal kerongkongan (faring) yang terletak di atas dan di belakang langit-langit lunak
- ergatif berkenaan dengan ergativitas
- etimologi cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dalam bentuk dan makna
- etimologi rakyat pengambilalihan unsur dari bahasa lain dengan memberinya bentuk yang lebih dikenal (misalnya nama Carpentin (Belanda dan Prancis) dijadikan sekar pace)
- etimon bentuk yang menurunkan bentuk dalam beberapa bahasa turunan (misalnya vayeg adalah etimon dari kata Toba aek, Jawa we, Melayu air, Fiji wai)
- etnografi komunikasi bidang etnolinguistik atau sosiolinguistik tentang bahasa dalam hubungannya dengan semua variabel di luar bahasa
- fase artikulasi tahap dalam produksi bunyi bahasa, baik luncuran awal, ke kangan, maupun luncuran akhir
- filogeni penyelidikan tentang sejarah dan perkembangan bahasa sebagai suatu sistem
- filologi ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis
- filum kelompok bahasa berkerabat yang anggotanya telah berpisah antara 50–100 abad yang lampau
- fleksi perubahan bentuk kata sesuai dengan perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah, dan sebagainya, misalnya terdapat pada bahasa Inggris dan Jerman
- fleksi proses atau hasil penambahan afiks pada dasar atau pada akar untuk membatasi makna gramatikalnya
- fokus unsur yang menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pada bagian itu
- fokus ciri predikat verbal yang menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dengan subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal
- fon bunyi ujar yang dihasilkan oleh alat ucap; bunyi bahasa
- fonem satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan kontras makna (misalnya /h/ adalah fonem karena membedakan makna kata harus dan arus, /b/ dan /p/ adalah dua fonem yang berbeda karena bara dan para beda maknanya
- fonis berkenaan dengan produksi bunyi atau bunyi bahasa
- fonologis mengenai (berdasarkan, secara) fonologi
- fonotipi praktik mentranskripsikan bunyi bahasa dengan lambang-lambang fonetis
- forman garis horizontal yang tergambar pada spektogram yang ditimbulkan oleh penguatan suara dari pelbagai rongga dalam mulut dan tenggorok
- formatif morfem terikat, baik yang dipakai untuk membentuk dasar, misalnya juang dalam berjuang, maupun morfem derivatif dan inflektif
- frasa gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (misalnya gunung tinggi disebut frasa karena merupakan konstruksi nonpredikatif)
- frekuensi jumlah pemakaian suatu unsur bahasa dalam suatu teks atau rekaman
- frekuensi jumlah getaran gelombang suara per detik
- frikatif bunyi yang dihasilkan jika udara menggeser alat ucap, (misalnya bunyi f)
- fungsi peran sebuah unsur bahasa dalam satuan sintaksis yang lebih luas (seperti nomina berfungsi sebagai subjek)
- fungsi ekspresif penggunaan bahasa untuk menampakkan hal ihwal yang bersangkutan dengan pribadi pembicara
- fungsi fatis penggunaan bahasa untuk mengadakan atau memelihara kontak antara pembicara dan pendengar
- fungsi ideasional fungsi untuk mengungkapkan hal yang berkenaan dengan interpretasi dan representasi pengalaman
- fungsi interpersonal fungsi untuk mengungkapkan hal yang berkenaan dengan interaksi antara penutur/penulis dan pendengar/pembaca
- fungsi kognitif penggunaan bahasa untuk penalaran akal
- fungsi komunikatif penggunaan bahasa untuk penyampaian informasi antara pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca)
- fungsi tekstual fungsi untuk mengungkapkan hal yang berkenaan dengan cara penciptaan teks dalam konteks
- fungsionalisme gerakan linguistik yang beranggapan bahwa struktur fonologis, gramatikal, dan semantis ditentukan oleh fungsi yang dijalankan dalam masyarakat, dan bahwa bahasa itu sendiri mempunyai fungsi yang beraneka ragam
- futur kala nanti; masa depan
- garis isosintagmis isoglos pada peta bahasa yang membatasi wilayah dengan ciri-ciri sintaksis yang serupa
- garis isotonis isoglos pada peta bahasa yang membatasi wilayah dengan ciri tona yang serupa
- garis watas kata isoglos
- gatra lingkungan tertentu dalam kalimat yang dapat ditempati oleh suatu unsur bahasa
- gaya bahasa pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis; lagak bahasa
- gaya bahasa penggunaan ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu
- gaya bahasa keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra
- gaya bahasa cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulis atau lisan
- gaya bustrofedon gaya menulis aksara berganti-ganti dari kanan ke kiri dan dari kiri ke kanan dan sebagainya, pernah digunakan dalam menuliskan aksara Yunani pada abad ke-6 SM
- geminat proses duplikasi konsonan dalam sebuah kata
- generatif bersifat menerangkan (tentang tata bahasa) dengan kaidah-kaidah yang merupakan pemerian struktur tentang kalimat yang terdapat di dalam sebuah bahasa
- genitif berkaitan dengan penanda hubungan kemilikan seperti dalam bahasa inflektif
- glosem konsep dasar dalam teori glosematik
- glosematik aliran yang selain berusaha memahami kaidah bahasa juga berusaha memahami pelbagai bidang sosial budaya pada umumnya (dalam konteks bahasa)
- glotal bunyi yang dihasilkan oleh celah pita suara (glotis) tertutup; bunyi hamzah
- glotalisasi artikulasi hamzah sebagai ciri sekunder dari suatu bunyi
- grafem satuan terkecil sebagai pembeda dalam sebuah sistem aksara
- grafemik penyelidikan mengenai tulisan atau huruf dalam sistem aksara
- grafemis bersifat (berkaitan dengan) grafem
- gramatika tata bahasa
- gramatikal sesuai dengan tata bahasa; menurut tata bahasa
- gugus kalimat kumpulan kalimat yang saling berkaitan karena ciri-ciri kelas, peran, atau keutuhan; paragraf
- gugus kata gabungan kata yang terdiri atas tiga kata atau lebih yang sering digunakan dalam laras bahasa tertentu
- gugus konsonan dua konsonan atau lebih yang berurutan dalam satu suku kata, misalnya pr- dalam prakata
- haplografi penghilangan satu atau dua huruf yang bersamaan dan berurutan dalam tulisan
- haplologi penghilangan satu atau dua bunyi secara bersamaan yang berurutan, misalnya morfofonologi menjadi morfonologi
- hentian bunyi konsonan yang dihasilkan dengan sepenuhnya menghambat udara dalam mulut (p, t, k, b, d, g)
- heterograf satu dari dua kata atau lebih yang maknanya sama, tetapi ejaannya berbeda
- heterografi sistem ejaan yang menggambarkan kata-kata yang bermakna dan/atau lafal yang sama dengan huruf yang berlainan
- heteroklitus nomina yang mempunyai lebih dari satu bentuk pangkal dalam deklinasinya
- heteronim salah satu dari dua kata atau lebih yang dieja sama, tetapi bermakna lain
- heteronimi hubungan antara heteronim-heteronim
- heuristis bersangkutan dengan prosedur analitis yang dimulai dengan perkiraan yang tepat dan mengecek ulang sebelum memberi kepastian
- hiatus peralihan di antara dua monoftong yang berdampingan, membentuk dua suku berurutan tanpa jeda atau konsonan antara
- hibrida kata kompleks yang bagian-bagiannya berasal dari bahasa berbeda, seperti dwifungsi
- hierarki fonologis hubungan antara satuan fonologi, yang satu merupakan bagian dari yang lain yang lebih besar
- hierarki gramatikal hubungan antara satuan gramatikal, yang satu merupakan bagian dari yang lebih besar
- hiperkelas perangkat kata yang kelasnya berlainan, tetapi secara sintaktis mempunyai perilaku yang sama
- hiponim kata yang memiliki makna lebih sempit dan terliput dalam makna dari satu kata yang lebih umum, misalnya kucing, anjing, kambing disebut hiponim dari hewan
- hipotaksis hubungan gramatikal antara klausa utama dan klausa terikat
- hipotaksis penggabungan kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa, frasa dengan frasa, atau kata dengan kata, dengan menggunakan kata penghubung
- holofrasis kata dengan makna yang mewakili makna seluruh kalimat
- homofon kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya (seperti masa dan massa, sangsi dan sanksi)
- homofoni hubungan antara homofon
- homograf kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya (seperti teras /têras/ ‘inti kayu’ dan teras /téras/ ‘bagian rumah’)
- homografi hubungan antara homograf
- homogram salah satu homograf atau lebih yang mempunyai asal-usul berlainan
- homonim kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia dan hak pada hak sepatu)
- homonimi hubungan antara dua kata yang ditulis dan/atau dilafalkan dengan cara sama, tetapi tidak mempunyai makna yang sama; kehomoniman
- homorgan sama daerah basis artikulasinya (lafal)
- honorifik berkenaan dengan penggunaan ungkapan penghormatan dalam bahasa untuk menyapa orang tertentu
- hubungan analogi tersubstitusikannya satu konstituen dengan konstituen lain dalam konstruksi penyematan
- hubungan asosiatif hubungan paradigmatis
- hubungan paradigmatis hubungan antara dua unsur pada tataran tertentu yang dapat dipertukarkan; hubungan asosiatif
- hubungan sintagmatis hubungan linier pada satuan tertentu di antara unsur-unsur bahasa
- hukum DM konstruksi bahasa Indonesia, baik dalam kata majemuk maupun dalam kalimat bahwa bagian yang menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yang diterangkan (D) (misalnya rumah Ali, rumah diterangkan (D) dan Ali menerangkan (M))
- ideofon ungkapan yang sering tidak lazim atau tidak teratur dalam fonologi (misalnya dengan memakai lambang bunyi) dan konstruksi sintaksisnya, terutama yang mengungkapkan konotasi yang spesifik, biasanya berupa kata yang sangat khas
- ideogram tanda grafis yang dipakai untuk menggambarkan bagian ujaran, ada logogram dan piktogram
- idiolek keseluruhan ciri perseorangan dalam berbahasa
- idiom konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya kambing hitam dalam kalimat dalam peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa
- idiom bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dan lain-lain
- idiomatologi sistem dan penyelidikan mengenai kecenderungan khusus dalam suatu bahasa, seperti frekuensi homonim dan struktur kosakata
- ikrab perubahan bentuk kata berkenaan dengan perbedaan, posisi, waktu, persona, dan jumlah (dalam kalimat)
- imbuhan bubuhan (yang berupa awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk membentuk kata baru; afiks
- imperatif bentuk perintah untuk kalimat atau verba yang menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan
- impersonalia yang tidak bersubjek perorangan
- implikatur maksud yang terkandung dalam ucapan yang biasanya tidak dinyatakan secara langsung
- implosif bunyi hambat yang terjadi dengan aliran udara diisap
- indeks rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yang mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk
- indikatif berhubungan dengan bentuk verba yang menggambarkan keadaan nyata
- induk konstituen terpenting dalam konstruksi modifikasi yang berkemampuan menempati fungsi sintaktis yang sama dengan seluruh konstruksi itu, misalnya berjalan dalam berjalan cepat
- induk kalimat bagian kalimat (klausa) dari kalimat majemuk bertingkat yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat yang mempunyai potensi untuk menjadi kalimat
- infiks morfem yang disisipkan di tengah kata; sisipan
- infinitif bentuk verba yang sama sekali tidak mengandung fleksi
- infleksi perubahan bentuk kata (dalam bahasa fleksi) yang menunjukkan berbagai hubungan gramatikal (seperti deklinasi nomina, pronomina, adjektiva, dan konjugasi verba)
- infleksibel hanya mempunyai satu bentuk dan tidak dapat memperoleh infleksi untuk menunjukkan kasus, jenis, jumlah, dan sebagainya
- informasi keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu
- ingresif bunyi yang dihasilkan dengan aliran udara bergerak ke dalam saluran suara, misalnya bunyi ceklik
- inkorporasi pemaduan morfem-morfem dasar menjadi kata tunggal
- inovasi unsur yang mengalami pembaruan dalam bahasa modern
- inovasi eksternal bentuk bahasa yang terdapat dalam bahasa turunan, tetapi tidak dapat dirunut lagi pada bentuk purba yang menjadi asal bentuk bahasa tersebut
- inovasi internal unsur bahasa purba yang masih dipelihara dalam isolek turunan, tetapi dapat disertai perubahan fonologis
- instrumental nama kasus atau peran semantik suatu frasa nomina yang menyatakan atau berfungsi sebagai alat
- intensi perangkat atribut atau ciri yang menjelaskan sesuatu yang dapat diacu dengan kata tertentu (dibedakan dengan ekstensi)
- interferensi masuknya unsur serapan ke dalam bahasa lain yang bersifat melanggar kaidah gramatika bahasa yang menyerap
- interfiks afiks yang muncul di antara dua unsur yang membentuk kata majemuk
- interjeksi kata yang mengungkapkan seruan perasaan
- interkonsonantal muncul di antara konsonan
- interlud gugus konsonan yang muncul di antara vokal, misalnya mb dalam tumbuh
- interogatif bentuk verba atau tipe kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan pertanyaan
- inti bagian konstruksi yang paling bebas atau dominan
- intonasi lagu kalimat
- intransitif tanpa objek langsung atau pelengkap penderita (tentang verba) seperti pada kata loncat, terjun, jatuh
- inversi pembalikan susunan bagian kalimat yang berbeda dari susunan yang lazim (misalnya ia makan roti menjadi makan roti ia)
- isofon isoglos pada peta bahasa yang digambarkan melingkari satu unsur fonologis tertentu
- isoglos garis pada peta bahasa yang menghubungkan daerah yang mewakili kelompok penutur yang menggunakan unsur bahasa (fonologi, gramatikal, dan leksikal) yang sama
- isokronisme ciri bahasa bertempo tekanan yang memiliki suku bertekanan dengan jarak waktu yang lebih kurang sama, dengan akibat suku tak bertekanan berkurang temponya sejalan dengan banyaknya yang terdapat di antara dua suku bertekanan
- isolek istilah netral yang digunakan untuk merujuk pada varian bahasa yang belum ditentukan statusnya (sebagai bahasa, dialek, subdialek, dan sebagainya)
- isomorf isoglos pada peta bahasa yang digambarkan melingkari satu unsur morfologis tertentu
- isomorfis berada dalam hubungan yang sepadan, misalnya hubungan antara episode cerita dan urutan paragraf dalam wacana tuturan
- isomorfisme kesamaan struktur fonologis, gramatikal, leksikal, atau semantis dua bahasa atau lebih
- isoplet garis yang digambarkan pada peta bahasa yang menandai, baik batas pemakaian ciri bahasa maupun ciri adat istiadat, ciri geografis, dan ciri budaya yang menjadi faktor penyatu bagi dialek atau bahasa regional
- isosilabisme ciri bahasa bertempo suku kata dengan tiap-tiap suku kata diucapkan dalam waktu yang lebih kurang sama, baik dalam ujaran cepat maupun dalam ujaran lambat
- istilah kekerabatan kata atau frasa yang mengungkapkan anggota suatu kelompok yang secara biologis berhubungan (berkerabat), misalnya kata ayah, abang, ipar, mertua
- isyarat akustis isyarat yang dapat ditangkap untuk membedakan segmen bunyi, misalnya saat awal bunyi
- jamak bentuk kata yang menyatakan lebih dari satu atau banyak
- jeda hentian sebentar dalam ujaran (sering terjadi di depan unsur kalimat yang mempunyai isi informasi yang tinggi atau kemungkinan yang rendah)
- jenis klasifikasi kata yang kadang-kadang bersangkutan dengan kelamin, kadang-kadang tidak; gender
- jenis kata kategori kata atau kelas kata (misalnya kata benda, kata kerja)
- kadensa naik turunnya nada, kelantangan atau tekanan pada akhir kalimat atau di depan jeda dalam pola intonasi
- kaidah Behaghel kedua prinsip bahwa unsur kalimat yang menjadi pokok pembicaraan cenderung untuk ditempatkan di depan dan tekanannya dilemahkan dalam intonasi atau dijadikan pronomina, sedangkan apa yang dibicarakan tentang pokok itu cenderung untuk ditempatkan pada akhir kalimat dan ditonjolkan dalam intonasi
- kaidah Behaghel pertama prinsip dalam pengelompokan kata bahwa apa yang secara mental berkelompok akan dikelompokkan secara sintaktis
- kaidah fonologi kaidah dalam ilmu tata bunyi
- kaidah konstruksi kaidah penyusunan bentuk bahasa yang lebih besar
- kakografi ejaan yang menyimpang dari ejaan yang berlaku
- kakologi bahasa yang menyimpang dari norma ucapan atau bahasa yang berlaku
- kakuminal bunyi yang terjadi karena penyempitan antara ujung lidah yang berkeluk dan alveolum
- kakuminal bunyi yang terjadi demikian, misalnya bunyi /t/ dalam bahasa Jawa thuthuk ‘pukul’; retrofleks
- kala perbedaan bentuk verba untuk menyatakan perbedaan waktu
- kalimat satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa
- kalimat aktif kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan dalam predikat verbalnya
- kalimat bebas struktur sintaksis yang tidak memerlukan konteks tambahan untuk dapat dipahami maknanya
- kalimat berita kalimat yang isinya memberitakan atau menyatakan sesuatu
- kalimat bersusun kalimat majemuk bertingkat
- kalimat dasar kalimat inti yang hanya terdiri atas unsur-unsur wajib berdasarkan tipe verba predikatnya yang dihasilkan atau disusun dengan kaidah-kaidah dasar
- kalimat deklaratif kalimat yang ditandai intonasi turun dan pada umumnya mengandung makna yang menyatakan atau memberitahukan sesuatu, dalam ragam tulis, biasanya diberi tanda titik pada bagian akhirnya
- kalimat dwitransitif kalimat yang mempunyai objek dan pelengkap atau keterangan yang wajib
- kalimat eliptis kalimat tidak lengkap yang terjadi karena pelesapan beberapa bagian klausa tunggal
- kalimat inversi kalimat dengan susunan predikat mendahului subjek; kalimat susun balik
- kalimat kompleks kalimat majemuk bertingkat
- kalimat lengkap kalimat yang mempunyai segala unsur yang paling sering dipakai dalam suatu bahasa, seperti kalimat yang mengandung subjek dan predikat
- kalimat majemuk kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu
- kalimat majemuk bertingkat kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu, yang hubungan antarklausanya subordinatif; kalimat kompleks
- kalimat majemuk setara kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang hubungan antarklausanya koordinatif
- kalimat menyimpang kalimat yang maknanya dianggap aneh atau tidak lazim oleh bahasawan
- kalimat minor kalimat yang dipakai secara terbatas, dapat lengkap, dapat pula tidak lengkap, seperti panggilan, judul, semboyan, pepatah, dan kalimat telegram
- kalimat pasif kalimat yang subjeknya merupakan tujuan dari perbuatan dalam predikat verbalnya
- kalimat perintah kalimat yang mengandung intonasi dan makna perintah atau larangan
- kalimat simpleks kalimat tunggal
- kalimat tanya kalimat yang mengandung intonasi dan makna pertanyaan
- kalimat terbelah kalimat yang terjadi karena proses tematisasi dengan menempatkan salah satu konstituen ke sebelah kiri sehingga menjadi tema
- kalimat tunggal kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa
- kanji huruf Jepang yang mulai dipakai sekitar abad-abad pertama Masehi, tiap huruf menggambarkan kata atau morfem
- kanonis yang paling lazim (dikatakan tentang pola bentuk kata)
- kasus kategori gramatikal dari nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yang menunjukkan hubungannya dengan kata lain dalam konstruksi sintaksis
- kasus hubungan antara argumen dan predikator dalam suatu proposisi (dalam teori kasus)
- kasus abesif kasus yang menandai makna ‘tiada, tanpa’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus ablatif kasus yang menandai makna gerak dari, cara atau tempat pada nomina, atau yang sejenisnya
- kasus adhesif kasus yang menandai makna ‘tempat pada, dengan, dan seterusnya’, pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus akusatif kasus yang menandai nomina atau yang sejenisnya sebagai objek langsung
- kasus alatif kasus yang menandai makna ‘gerak ke arah’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus bahasa absolutif kasus bahasa ergatif
- kasus bahasa ergatif bentuk kasus dari subjek atau pelaku verba transitif yang subjek dari verba intransitifnya mempuyai bentuk kasus yang sama dengan objek atau penderita dari verba transitif; kasus absolutif
- kasus datif kasus yang menandai bahwa nomina adalah penerima suatu perbuatan atau objek taklangsung
- kasus elatif kasus yang menandai makna ‘dari’ pada nomina atau sejenisnya
- kasus ergatif bentuk kasus dari subjek atau pelaku dari verba transitifnya dalam bahasa tertentu seperti bahasa Baska, Hindi, yang subjek dari verba intransitifnya mempunyai bentuk kasus yang sama dengan objek atau penderita dari verba transitif
- kasus esif kasus yang menandai makna ‘keadaan yang terus-menerus’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus genetif kasus yang menandai makna ‘milik’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus ilatif kasus yang menandai makna ‘tempat ke’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus inesif kasus yang menandai makna ‘dalam’ pada nomina atau sejenisnya
- kasus instruktif kasus yang menandai makna ‘sebagai alat’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus instrumental kasus instruktif
- kasus komitatif kasus yang menandai makna ‘menyertai, dengan’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus lokatif kasus yang menandai makna ‘tempat’ pada nomina atau sejenisnya
- kasus lurus istilah umum untuk kasus nominatif dan vokatif
- kasus miring istilah umum untuk kasus-kasus, selain kasus nominatif dan vokatif
- kasus nominatif kasus yang menandai nomina atau sejenisnya sebagai subjek
- kasus objektif kasus yang menandai nomina dan pronomina sebagai objek dari verba transitif atau preposisi
- kasus partitif kasus yang menandai makna ‘bagian dari’ pada nomina atau sejenisnya
- kasus penderita kasus datif
- kasus prolatif kasus yang menandai makna ‘gerak sepanjang’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus translatif kasus yang menandai makna ‘perubahan keadaan’ pada nomina atau yang sejenisnya
- kasus tujuan hubungan kasus yang menandai objek atau keadaan (tujuan) sebagai akibat perbuatan atau keadaan yang dinyatakan oleh verba
- kasus vokatif bentuk kasus dalam bahasa inflektif untuk menandai orang atau benda yang diajak bicara
- kata morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas
- kata satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misalnya batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (misalnya pejuang, pancasila, mahakuasa)
- kata asli kata yang berkembang dari perbendaharaan asli suatu bahasa dan bukan kata pinjaman
- kata bantu bilangan kata penggolong
- kata benda nomina
- kata bentukan kata turunan
- kata bersayap kata yang mengandung kiasan
- kata bersusun kata yang terdiri atas satu morfem bebas dan satu morfem terikat atau lebih
- kata bertimbal kata dengan dua makna yang berlawanan
- kata bilangan numeralia
- kata dasar kata-kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar, misalnya jual menjadi dasar bentuk jualan kata jualan menjadi dasar bentukan kata berjualan
- kata deiktis kata yang menunjukkan tempat, waktu atau partisipan dalam ujaran dari sudut pandangan pembicara
- kata depan preposisi
- kata fonologis satuan bahasa yang bebas yang mempunyai ciri-ciri fonologis tetap, misalnya dalam bahasa Latin bercirikan tekanan yang tetap, yang secara umum dibatasi oleh kesenyapan potensial
- kata ganti pronomina
- kata ganti milik pronomina posesif
- kata ganti orang pronomina persona
- kata ganti taktentu pronomina tidak tentu
- kata generik kata yang maknanya mencakup semua anggota dari suatu kelas tertentu
- kata gramatikal satuan gramatikal yang ada di antara morfem dan frasa yang mempunyai ciri keutuhan intern dan diapit oleh jeda potensial dan yang terjadi dari morfem atau gabungan morfem
- kata hubung konjungsi
- kata jadian kata turunan; kata berimbuhan
- kata keadaan adjektiva
- kata kepala kata yang diterangkan dalam kamus atau ensiklopedia (biasanya dicetak dengan huruf tebal); bentuk dasar dari subentri; entri pokok; lema
- kata kerja verba
- kata kerja bantu verba bantu
- kata keterangan adverbia
- kata leksikal satuan bahasa yang dianggap satuan terkecil dan menjadi unsur dari leksikon suatu bahasa, dan umumnya diterangkan dalam kamus sebagai entri
- kata majemuk gabungan morfem dasar yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang mempunyai pola fonologis, gramatikal, dan semantis yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan
- kata morfemis satuan terkecil yang mempunyai posisi tertentu dalam kalimat
- kata mubazir kata yang berlebihan dalam kalimat, jika dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat
- kata nama nomina
- kata nama abstrak nomina abstrak
- kata nonreferensial kata yang tidak mempunyai acuan di luar bahasa
- kata ortografis satuan terkecil yang oleh bahasawan dianggap sebagai bentuk bebas dan dituliskan dengan diapit oleh spasi (mungkin bentuk ini bukan kata dipandang dari sudut lain)
- kata penggolong kata untuk menggolongkan nomina, biasanya mengikuti bilangan
- kata penghubung konjungsi
- kata pinjaman kata yang dipinjam dari bahasa lain dan kemudian disesuaikan dengan kaidah bahasa sendiri
- kata pungutan kata serapan
- kata sambung konjungsi
- kata sandang artikel
- kata sapaan kata yang digunakan untuk menyapa seseorang (misalnya kata Anda, Saudara, Tuan, Nyonya, Ibu, Bapak, Kakak, dan Adik)
- kata serapan kata yang diserap dari bahasa lain berdasarkan kaidah bahasa penerima
- kata seru kata atau frasa yang dipakai untuk mengawali seruan
- kata sifat adjektiva
- kata tambahan adverbia
- kata tanya kata yang dipakai sebagai penanda pertanyaan dalam kalimat tanya
- kata transisi kata penghubung antaralinea
- kata tugas kata yang terutama menyatakan hubungan gramatikal yang tidak dapat bergabung dengan afiks, dan tidak mengandung makna leksikal
- kata turunan kata yang terbentuk sebagai hasil proses afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan
- kata ulang kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi, seperti rumah-rumah, tetamu, dag-dig-dug
- kata wantahan kata yang diserap dari bahasa asing dan digunakan dalam bentuk aslinya, misalnya de facto, de jure
- katafora pengacuan pada sesuatu yang disebut di belakang, misalnya -nya pada kalimat dng gayanya yang khas, ia mulai bicara mengacu pada ia
- katakana aksara silabis di Jepang yang lebih sederhana daripada aksara kanji
- kategori golongan satuan bahasa yang anggotanya mempunyai perilaku sintaksis dan sifat hubungan yang sama
- kategori gramatikal golongan satuan bahasa yang dibedakan atas bentuk, fungsi, dan makna, misalnya kelas kata atau jenis kata
- kategori gramatikal golongan satuan bahasa yang diungkapkan dengan morfem terikat
- kategori leksikal golongan satuan bahasa yang diungkapkan dengan morfem bebas
- kategori primer istilah lain untuk kelas kata
- kategori sekunder istilah lain untuk kasus, jumlah, jenis, aspek, dan sebagainya
- kategori semantis hasil pengelompokan unsur-unsur alam di luar bahasa dalam wujud konsep yang abstrak, yang kadang-kadang muncul dalam bahasa, kadang-kadang tidak
- kategori sintaksis golongan yang diperoleh suatu satuan sebagai akibat hubungan dengan kata lain dalam konstruksi sintaksis
- kategori sintaksis kategori gramatikal
- kategorisasi proses dan hasil pengelompokan unsur bahasa dan bagian pengalaman manusia yang digambarkan ke dalam kategori
- kategorisasi cara untuk mengungkapkan makna dengan pelbagai potensi yang ada dalam bahasa
- kausatif bentuk verba yang menyatakan sebab atau menjadikan (misalnya dalam kalimat para pekerja melebarkan jalan, kata melebarkan mengandung pengertian kausatif, artinya menjadikan lebar)
- kawan bicara peserta dalam percakapan atau situasi bahasa yang lain, yaitu pendengar dalam ragam lisan atau pembaca dalam ragam tulis
- kekerabatan hubungan antara dua bahasa atau lebih yang diturunkan dari sumber yang sama
- kelantangan intensitas penanggapan atas bunyi, tergantung dari kombinasi frekuensi dan amplitudo gelombangnya, bersifat subjektif karena tidak dapat diukur (seperti frekuensi dan amplitudo), tingkat kelantangan dapat ditandai dengan desingan desibel
- kelas kata kelas atau golongan (kategori) kata berdasarkan bentuk, fungsi, atau maknanya
- kelinieran prinsip penderetan fonem yang menggambarkan deretan fonem
- kemampuan bahasa kemampuan seseorang menggunakan bahasa yang memadai dilihat dari sistem bahasa
- kemampuan berinteraksi kemampuan seseorang untuk berinteraksi dalam suatu masyarakat bahasa, antara lain mencakupi sopan santun, memahami giliran dalam bercakap-cakap, dan mengakhiri percakapan
- kemampuan komunikatif kemampuan seseorang untuk mempergunakan bahasa yang secara sosial dapat diterima dan memadai
- kenem satuan terkecil dalam tingkat ungkapan dan tidak mempunyai makna; satuan ini bersifat kosong
- kenematik ilmu tentang kenem
- kenyaringan resonansi bunyi seperti kelantangan atau kepanjangan yang memungkinkan bunyi itu lebih menonjol daripada yang lain
- kepadaan deskriptif tingkat kepadaan gramatika atau teori yang berhasil memerinci data dan yang secara psikologis sahih, gramatika yang mencapai kepadaan deskriptif benar-benar mewakili kompetensi bahasawan
- kepadaan observasi tingkat kepadaan gramatika atau teori yang berhasil menggambarkan fakta secara eksplisit
- kerancuan pengacauan atau hasil penggabungan dua bentuk yang secara tidak sengaja atau tidak lazim dihubung-hubungkan
- kesalingan bentuk bahasa yang menunjukkan makna timbal balik atau saling
- kesederhanaan syarat pemerian kebahasaan yang didasarkan atas pendekatan uraian (dengan ketuntasan dan kehematan)
- ketakrifan hal yang bersangkutan dengan sifat nomina atau frasa nomina yang acuannya (dianggap) telah sama-sama diketahui oleh pembicara dan pendengar dalam situasi komunikasi
- keterampilan bahasa kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dalam menulis, membaca, menyimak, atau berbicara
- keterampilan tematis kesanggupan pemakai bahasa untuk menanggapi secara betul stimulus lisan atau tulisan, menggunakan pola gramatikal dan kosakata secara tepat, menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain, dan sebagainya
- keterangan kata atau kelompok kata yang menerangkan (menentukan) kata atau bagian kalimat yang lain
- ketuntasan prinsip dalam analisis bahasa yang tujuannya ialah memerinci sampai habis kontras-kontras dalam suatu perangkat data, dan pada akhirnya semua kontras dalam bahasa secara keseluruhan
- keutuhan taraf keterikatan antara pelbagai unsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana
- khazanah fonem jumlah fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa
- khazanah kata jumlah kata yang dimiliki suatu bahasa
- kiasmus pengulangan dan sekaligus pembalikan dua kata dalam satu kalimat
- klausa satuan gramatikal yang mengandung predikat dan berpotensi menjadi kalimat
- klausa nominal klausa subordinatif yang berfungsi sebagai nomina
- klik bunyi letup yang dihasilkan dengan sentuhan lidah yang tersentak dilepaskan sehingga timbullah penghirupan udara
- klitik bentuk yang terikat secara fonologis, tetapi berstatus kata karena dapat mengisi gatra pada tingkat frasa atau klausa, misalnya bentuk nya dalam bukunya
- kodifikasi pencatatan norma yang telah dihasilkan oleh pembakuan dalam bentuk buku tata bahasa, seperti pedoman lafal, pedoman ejaan, pedoman pembentukan istilah, atau kamus
- kognat berhubungan karena bersumber pada bahasa yang sama (tentang kata-kata dari dua bahasa atau lebih)
- koherensi hubungan logis antara bagian karangan atau antara kalimat dalam satu paragraf
- kohesi keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai antara lain dengan konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan, seperti dia tetap belajar meskipun sudah mengantuk
- kohiponim hubungan antara kata-kata khusus dari superordinat yang sama
- koligasi hubungan antara kategori gramatikal dari unsur leksikal di dalam struktur sintaktis
- koligasi kelompok unsur leksikal yang berkategori gramatikal sama dalam struktur sintaktis
- kolokasi asosiasi tetap antara kata dan kata lain dalam lingkungan yang sama
- kolokat kata yang memiliki asosiasi tetap dengan kata lain dalam lingkungan yang sama
- komen bagian kalimat yang memberi pernyataan tentang topik
- kompetensi kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara abstrak atau batiniah
- komplemen kata atau frasa yang secara gramatikal melengkapi kata atau frasa lain; pelengkap
- kompositum kata majemuk
- konfiks afiks tunggal yang terjadi dari dua unsur yang terpisah (misalnya ke-...-an dalam kemerdekaan)
- konjugasi sistem perubahan bentuk verba yang berhubungan dengan jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pada bahasa fleksi); tasrif
- konjungsi kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat
- konjungsi koordinatif konjungsi yang menggabungkan kata atau klausa yang berstatus sama, misalnya dan, tetapi, atau
- konjungsi subordinatif konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif
- konjungtor kata sambung; penghubung; konjungsi
- konotasi tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi
- konotatif (tentang kata) mempunyai makna tautan; mengandung konotasi
- konsep gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain
- konsesif (konjungsi atau klausa) yang menyatakan keadaan atau kondisi yang berlawanan dengan sesuatu yang dinyatakan dalam klausa utama
- konsistensi kontekstual kualitas terjemahan yang diperoleh dengan menerjemahkan ungkapan yang cocok untuk konteks tertentu dan bukannya untuk semua konteks
- konsonan bunyi bahasa yang dihasilkan dengan menghambat aliran udara pada salah satu tempat di saluran suara di atas glotis
- konsonan bunyi bahasa yang dapat berada pada tepi suku kata dan tidak sebagai inti suku kata
- konsonan fonem yang mewakili suatu bunyi kontoid
- konsonan ambisilabis konsonan yang menjadi transisi dari dua suku kata
- konsonan silabis konsonan yang mendukung puncak kenyaringan dalam suku kata
- konsonantal sifat sistem aksara yang silabis dan tidak menggambarkan vokal
- konstatatif ujaran yang mengandung gambaran tentang peristiwa
- konstituen unsur bahasa yang merupakan bagian dari satuan yang lebih besar; bagian dari atau pendukung konstruksi (misalnya pena saya, lebih tajam, daripada , dan senjata Anda adalah konstituen dari pena saya lebih tajam daripada senjata Anda)
- konstituen akhir komponen yang dihasilkan dalam tahap akhir dari analisis konstituen
- konstituen langsung komponen yang dihasilkan dalam tahap pertama dari analisis konstituen
- konstituen terbagi unsur tunggal yang muncul diantarai oleh unsur lain
- konstruksi susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau kelompok kata
- konstruksi absolut frasa atau klausa yang diselipkan yang tidak mempunyai hubungan formal dengan klausa matriks
- konstruksi antipasif konstruksi verba transitif yang disertai objek miring (bukan objek langsung), misalnya berbicara tentang x (berlainan dengan membicarakan x yang nonantipasif karena dapat dipasifkan secara biasa)
- konstruksi direktif konstruksi eksosentris yang konstituennya berupa perangkai dan sumbu, misalnya di rumah, di adalah perangkai dan rumah adalah sumbu
- konstruksi eksosentris konstruksi yang secara keseluruhan tidak berfungsi sama dengan salah satu konstituennya, misalnya frasa preposisi di rumah
- konstruksi endosentris konstruksi yang secara sintaksis mempunyai fungsi yang sama dengan salah satu konstituennya, misalnya meja kayu yang berat adalah konstruksi endosentris karena seluruhnya mempunyai fungsi yang sama dengan meja
- konstruksi konektif konstruksi eksosentris yang terdiri atas penghubung atau kopula dan atribut
- konstruksi koordinatif konstruksi yang konstituennya mempunyai status yang sederajat, misalnya konstruksi yang terdiri atas dua kata, seperti makanan dan minuman, atau kalimat yang terdiri atas klausa yang digabungkan dengan dan, seperti saya datang, saya melihat, dan saya menang
- konstruksi modifikatif konstruksi gramatikal yang terdiri atas induk dan modifikator, misalnya majalah baru, bekerja keras, amat sangat
- konstruksi morfologis konstruksi formatif dalam kata
- konstruksi nonantipasif konstruksi verba transitif yang disertai objek langsung
- konstruksi predikatif konstruksi eksosentris yang terjadi dari subjek dan predikat yang membentuk klausa, misalnya mereka berbunyi
- konstruksi sintaktis pengelompokan satuan yang sesuai dengan kaidah sintaktis suatu bahasa, misalnya rumah makan (dan bukan makan rumah); sepeda ini (dan bukan ini sepeda)
- konstruksi subordinatif konstruksi endosentris dengan konstituen, yang disebut induk, yang dimodifikasikan oleh konstituen lain, misalnya dalam konstruksi enak sekali, induk enak dimodifikasikan oleh sekali
- kontak bahasa saling memengaruhi antara pelbagai bahasa karena para penuturnya sering bertemu
- kontak fatis hubungan antara pembicara dan kawan bicara yang berlangsung sangat singkat yang dinyatakan dengan perbuatan atau ungkapan yang tidak berisi informasi mendalam
- kontaminasi penggabungan beberapa bentuk (kata, frasa, dan sebagainya) yang menimbulkan bentuk baru yang tidak lazim
- konteks bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna
- konteks budaya keseluruhan budaya atau situasi nonlinguistis tempat sebuah komunikasi terjadi
- konteks linguistis konteks yang memberikan makna yang paling cocok pada unsur bahasa
- konteks semotaktis lingkungan semantis yang ada di sekitar suatu unsur bahasa; makna unsur bahasa
- konteks sintaktis lingkungan gramatikal dari suatu unsur bahasa yang menentukan kelas dan fungsi unsur tersebut
- konteks situasi lingkungan nonlinguistis ujaran yang merupakan alat untuk memerinci ciri-ciri situasi yang diperlukan untuk memahami makna ujaran
- kontekstualisme aliran yang menyelidiki makna dalam bahasa dengan metode probabilitas dan memusatkan diri pada distribusi formal bentuk bahasa, ujaran, dan hubungan antara ujaran atau wacana dan lingkungan fisik dan sosial
- kontoid bunyi ujar yang pada dasarnya dihasilkan oleh alat ucap dengan hambatan pada pita suara (digunakan dalam bidang fonetik yang maksudnya sama dengan konsonan dalam bidang fonemik)
- kontraksi proses atau hasil pemendekan suatu bentuk kebahasaan (seperti tidak menjadi tak)
- kontranim bentuk bahasa (kata, frasa) yang memiliki dua makna yang bertentangan, seperti kata haram yang bermakna 'suci' dan 'dilarang'
- kontras fonemis perbedaan antara bunyi-bunyi yang cukup untuk memungkinkannya membedakan kata, misalnya /b/ dan /p/ dalam bahasa Indonesia memperlihatkan kontras sehingga bahasawan dapat membedakan ‘bak’ dan ‘pak’
- kontras minimal kontras terkecil yang dimungkinkan oleh struktur fonemis suatu bahasa, misalnya mu dan bu
- kontur pola ciri-ciri yang terjadi dari pola nada, gerak nada dengan atau tanpa tekanan yang meliputi sebagian atau seluruh ujaran tertentu
- kontur intonasi pola turun-naiknya nada yang menyertai ujaran
- konvergensi fonemis perubahan bunyi yang mengakibatkan dinetralisasikannya dua fonem
- konversi pengalihan kata dari kategori gramatikal satu ke kategori gramatikal lain tanpa perubahan bentuk (seperti kata kubur dalam "Ia berziarah ke kubur ayahnya" dan "Segera kubur bangkai itu!")
- koordinasi penggabungan satuan gramatikal yang sederajat dengan konjungsi koordinatif
- kopula verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen (misalnya kata merupakan dalam kalimat mencuri merupakan tindakan tercela)
- kopulatif bersifat (berfungsi) menggabungkan kata atau kalimat yang setara
- koreferensialitas persamaan referen antara konstituen kalimat, misalnya antara ia dan -nya dalam ia dengan senang hati meminjamkan bukunya
- koronal dihasilkan dengan daun lidah sebagai artikulator dan langit-langit keras sebagai titik artikulasi
- korpus kumpulan ujaran yang tertulis atau lisan yang digunakan untuk menyokong atau menguji hipotesis tentang struktur bahasa
- koteks kalimat yang mendahului dan/atau mengikuti sebuah kalimat dalam wacana
- krasis peleburan dua vokal atau dua diftong menjadi satu vokal panjang atau diftong karena vokal yang pertama terdapat pada akhir sebuah kata, vokal yang kedua terdapat pada awal kata yang berdekatan, misalnya dalam bahasa Latin ‘co-ago’ > ‘co:go’
- kreol alat komunikasi sosial dalam kontak yang singkat (misalnya dalam perdagangan)
- kreol ragam pijin yang sudah mempunyai penutur asli
- kreolisasi perubahan sebuah pijin menjadi kreol
- kriptografi penyelidikan tentang kode rahasia
- kriptogram teks yang tertulis dalam kode rahasia
- kronem satuan panjangnya bunyi bahasa yang distingtif
- kutipan pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri
- labial berkaitan dengan bunyi yang terjadi karena penyempitan jarak antara bibir atas dan bibir bawah, misalnya [p], [b], [f], [v]
- labialisasi pengucapan bunyi yang disertai pembulatan bibir
- labiodental berkaitan dengan bunyi ujar yang terjadi karena penyempitan jarak antara bibir bawah dan gigi atas (misalnya bunyi pertama pada kata fajar)
- labiovelar berkaitan dengan bunyi ujar yang terjadi karena penyempitan jarak antara bibir atas dan bibir bawah dan antara belakang lidah dan langit-langit lembut, misalnya bunyi [w]
- lakuran kata baru yang terbentuk dari hasil penggabungan dua kata atau lebih kata sehingga menghasilkan arti gabungan dari kata-kata pembentuknya
- langgam ragam bahasa menurut sikap penutur dan jenis pemakaiannya
- laras bahasa kesesuaian di antara bahasa dan pemakaiannya
- laringal bunyi bahasa yang dihasilkan dalam laring, antara lain, bunyi hamzah
- lateral dihasilkan dengan penutupan sebagian lidah (tentang bunyi ujar)
- lawan kata antonim
- leksem satuan leksikal dasar yang abstrak yang mendasari pelbagai bentuk kata
- leksem satuan terkecil dalam leksikon; lema
- leksikal berkaitan dengan kata
- leksikal berkaitan dengan leksem
- leksikal berkaitan dengan kosakata
- leksikografi cabang ilmu bahasa mengenai teknik penyusunan kamus
- leksikografi perihal penyusunan kamus
- leksikografis bersifat (secara, berdasarkan) kamus
- leksikon kosakata
- leksikon kamus yang sederhana
- leksikon daftar istilah dalam suatu bidang disusun menurut abjad dan dilengkapi dengan keterangannya
- leksikon komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa
- leksikon kekayaan kata yang dimiliki suatu bahasa
- leksikostatistik penerapan metode statistik dalam perbandingan bahasa yang memakai kosakata sebagai bahan bandingan
- leksis telaah leksikon
- leksis leksikologi
- lenis bunyi yang terjadi karena pernapasan lembut dan otot kendur, seperti /d/, /g/, /z/
- lenisi perubahan bunyi keras yang diucapkan dengan pernapasan yang lembut dan otot kendur, seperti bunyi /b/ menjadi /g/
- lesap hilang satu dari dua unsur atau bagian konstruksi yang koreferensial, seperti subjek anak kalimat pada sebelum pergi, dia menulis surat
- letupan lateral pelepasan konsonan oklusif yang memungkinkan udara keluar melalui samping lidah
- letupan nasal pelepasan konsonan oklusif sedemikian rupa sehingga udara keluar lewat hidung
- ligatur huruf tercetak atau tertulis yang merupakan gabungan dua huruf atau lebih yang berlainan
- likuida konsonan malaran apikoalveolar yang menyerupai vokal, yaitu [r] dan [l]
- linguistik deskriptif bidang linguistik yang menyelidiki sistem bahasa pada waktu tertentu
- linguistik deskriptif pendekatan linguistik dengan mempergunakan teknik penelitian lapangan dan tata istilah yang sesuai untuk bahasa yang diselidiki
- linguistik diakronis linguistik historis-komparatif
- linguistik forensik cabang linguistik yang berhubungan dengan konteks forensik hukum, bahasa, investigasi kejahatan, persidangan, dan prosedur peradilan
- linguistik historis cabang linguistik yang menyelidiki perubahan jangka pendek dan jangka panjang dalam sistem bunyi, gramatika, dan kosakata satu bahasa atau lebih
- linguistik historis-komparatif bidang linguistik yang menyelidiki perkembangan bahasa dari satu masa ke masa yang lain, serta menyelidiki perkembangan satu bahasa dengan bahasa lain
- linguistik komparatif cabang linguistik yang mempelajari kesepadanan fonologis, gramatikal, dan leksikal dari bahasa yang berkerabat atau dari periode historis satu bahasa
- linguistik komputasi cabang linguistik yang menggunakan teknik komputer dalam penelitian bahasa dan kesusastraan, antara lain, dengan mesin penerjemah dan sintaksis wicara
- linguistik sinkronis linguistik deskriptif
- linguistik terapan istilah umum bagi pelbagai cabang linguistik yang memanfaatkan deskripsi, metode, dan hasil penelitian linguistik untuk pelbagai keperluan praktis
- logogram ideogram yang dipakai untuk menggambarkan kata
- lokatif kasus yang menunjukkan makna tempat pada nomina atau sejenisnya
- lokusi gaya bicara (idiom, kata, atau frasa)
- majas cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; kiasan
- makna afektif makna emotif
- makna denotasi makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, seperti orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan
- makna denotatif makna yang bersifat denotasi
- makna ekstensi makna yang mencakupi semua objek yang dapat dirujuk dengan kata itu
- makna emotif makna kata atau frasa yang ditautkan dengan perasaan (ditentukan oleh perasaan)
- makna gramatikal makna yang didasarkan atas hubungan antara unsur-unsur bahasa dalam satuan yang lebih besar, misalnya hubungan antara kata dan kata lain dalam frasa atau klausa
- makna intensi makna yang mencakupi semua ciri yang diperlukan untuk keterterapan suatu kata (istilah)
- makna khusus makna kata atau istilah yang pemakaiannya terbatas pada bidang tertentu
- makna kiasan makna kata atau kelompok kata yang bukan mengacu ke makna yang sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, misalnya mahkota wanita berarti ‘rambut wanita’
- makna kognitif aspek-aspek makna satuan bahasa yang berhubungan dengan ciri-ciri dalam alam di luar bahasa atau penalaran
- makna konotasi makna (nilai rasa) yang timbul karena adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi
- makna konotatif makna yang bersifat konotasi
- makna kontekstual makna yang didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu
- makna leksikal makna unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dan sebagainya
- makna lokusi makna yang dimaksudkan penutur dalam perbuatan berbahasa
- makna luas makna ujaran yang lebih luas daripada makna pusatnya, misalnya makna sekolah dalam kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut) yang lebih luas daripada makna ‘gedung tempat belajar’
- makna pusat makna kata yang umumnya dapat dimengerti walaupun kata itu diberikan tanpa konteks
- makna referensial makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi
- makna sempit makna ujaran yang lebih sempit daripada makna pusatnya
- makna suratan makna denotasi
- makna takberciri makna pusat
- makna tautan konotasi
- makna umum kata atau istilah yang pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum
- malaran ciri pembeda dari bunyi yang tidak mengalami hambatan, yakni vokal dan bunyi frikatif
- masdar bentuk nomina yang diturunkan dari bentuk verba dengan fleksi, misalnya dari fa’ala berubah menjadi fa’lan; infinitif
- matronim nama yang dimiliki orang berdasarkan nama ibunya, misalnya Kaunteya berarti anak laki-laki dari Kunti (dalam cerita Mahabharata)
- medan makna seperangkat unsur leksikal yang memiliki makna saling berhubungan dan dapat dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri semantik yang dimiliki kata tersebut
- membendakan menjadikan (menganggap) berkelas nomina
- meminjam terjemah peminjaman atau pinjaman frasa dengan mempertahankan makna leksikal dan/atau makna gramatikal aslinya, tetapi dengan mengganti morfem dan fonemnya
- meminjam ubah peminjaman atau pinjaman kata atau frasa dari bahasa lain dengan mengubah bentuk fonologinya sehingga dikira merupakan sumber asli
- mentransformasikan mengubah struktur dasar menjadi struktur lahir dengan menerapkan kaidah transformasi
- menurunkan membentuk (kata dan sebagainya) jadian (seperti dengan awalan, akhiran, atau sisipan)
- menyisip memberi sisipan (seperti el, em, dan er) pada suatu kata, misalnya gigi menjadi geligi, kilau menjadi kemilau, suling menjadi seruling
- menyisipkan membubuhkan sisipan pada suatu kata
- meronim kata yang menunjukkan objek yang merupakan bagian dari objek lain, misalnya ban merupakan meronim dari roda
- meronimi hubungan leksikal antara objek yang merupakan bagian dari objek lain
- metabahasa bahasa atau perangkat lambang yang dipakai untuk menguraikan bahasa
- metafora pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
- metalinguistik penelitian tentang hubungan antara faktor bahasa dan faktor bukan bahasa dalam masyarakat
- metatesis pergantian letak bunyi (huruf) dalam sebuah kata, misalnya berantas jadi banteras, copot menjadi pocot
- metode sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik, misalnya -- preskriptif, -- komparatif
- metode prinsip dan praktik pengajaran bahasa, misalnya metode langsung dan metode terjemahan
- metode gramatika terjemahan metode pengajaran bahasa asing yang mengutamakan pengajaran kaidah tata bahasa dengan sejumlah kata kemudian diikuti dengan latihan penerjemahan, baik dari bahasa asing itu ke dalam bahasa murid maupun sebaliknya
- metode komparatif metode untuk menentukan kekerabatan bahasa dengan membandingkan bentuk kata seasal yang bertujuan merekonstruksi bahasa purba
- metode sintetis metode pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan menyajikan unsur satuan bahasa, kemudian menyuruh siswa menggabung-gabungkannya menjadi satuan bahasa yang bersangkutan
- metonimia majas yang berupa pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya, misalnya ia menelaah Chairil Anwar (karyanya), olahragawan itu hanya mendapat perunggu (medali perunggu)
- modalitas klasifikasi pernyataan menurut hal menyungguhkan atau mengingkari kemungkinan atau keharusan
- modalitas cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu situasi dalam suatu komunikasi antarpribadi
- modalitas makna kemungkinan, keharusan, kenyataan, dan sebagainya yang dinyatakan dalam kalimat (dalam bahasa Indonesia dinyatakan dengan kata barangkali, harus, dan sebagainya)
- modus bentuk verba yang mengungkapkan suasana kejiwaan sehubungan dengan perbuatan menurut tafsiran pembicara tentang apa yang diucapkannya
- modus nilai yang paling besar frekuensinya dalam suatu deretan nilai
- modus desideratif modus yang menyatakan keinginan
- modus imperatif modus yang menyatakan perintah atau larangan
- modus indikatif modus yang menyatakan sikap objektif atau netral
- modus interogatif modus yang menyatakan pertanyaan
- modus optatif modus yang menyatakan harapan
- monosem kata atau frasa yang hanya mempunyai satu makna
- monosemantik hubungan antara ungkapan dan makna yang tetap dan tegas
- monosilabel kata yang terdiri atas satu suku kata
- monosilabisme gejala banyaknya kata yang bersuku satu dalam struktur fonologi dan morfologi suatu bahasa
- morf fonem atau untaian fonem yang berasosiasi dengan suatu makna
- morfem satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil
- morfem bebas morfem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalam suatu bangun kalimat, misalnya saya, duduk, dan kursi
- morfem dasar morfem yang dapat diperluas dengan dibubuhi afiks, misalnya juang dalam berjuang
- morfem dasar terikat morfem dasar yang hanya dapat menjadi kata apabila bergabung dengan afiks atau dengan morfem lain, misalnya juang dan temu
- morfem gramatikal morfem yang jumlahnya terbatas dan berfungsi sebagai penghubung di antara morfem leksikal
- morfem leksikal morfem yang jumlahnya tidak terbatas dan sangat produktif (mencakupi kata penuh dan afiks derivatif)
- morfem penyambung unsur yang diletakkan antara dua morfem lain
- morfem segmental morfem yang terjadi dari fonem segmental
- morfem suprasegmental morfem yang terjadi dari fonem suprasegmental
- morfem terbagi morfem yang realisasinya dalam bentuk morfem diantari oleh unsur lain, seperti ke- -an dalam keadaan
- morfem terikat morfem yang tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri dan yang selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran, misalnya ber-, meng-, dan -kan
- morfem unik morfem yang hanya mampu berkombinasi dengan satu satuan tertentu (misalnya morfem gulita, petas, dan siur pada kombinasi gelap gulita, beras petas, dan simpang siur)
- morfemik teknik penganalisisan bahasa ke dalam morfem, termasuk deskripsi mengenai bentuk dan susunannya (istilah ini digunakan di dalam kajian sinkronis, aspek kesejarahan mengenai pembentukan kata yang tercakup di dalam bidang morfologi)
- morfemis bersifat morfem
- morfofonem satuan fonologis yang terjadi dari beberapa fonem, yang muncul dalam alomorf dari morfem tertentu
- morfofonemik telaah tentang perubahan-perubahan fonem yang terjadi sebagai akibat pertemuan (hubungan) morfem dengan morfem lain; morfofonologi
- morfofonemik perubahan fonem yang terjadi sebagai akibat pertemuan (hubungan) morfem dengan morfem lain
- morfofonologi ilmu tentang perubahan fonem akibat pertemuan (hubungan) morfem dengan morfem lain; morfofonemik
- morfoleksikal berkaitan dengan morfoleksikon
- morfoleksikon telaah tentang satuan bunyi yang membentuk morfem
- morfologi cabang linguistik tentang morfem dan kombinasinya; ilmu bentuk kata
- morfosintaksis telaah tentang kategori gramatikal yang secara bersamaan mempertimbangkan kriteria morfologi dan sintaksis
- nahu tata bahasa (menyangkut tata kalimat dan tata bentuk); gramatika
- nahu sintaksis
- narasi teks yang menceritakan peristiwa atau kejadian secara detail dan kronologis, dapat berupa fiksi maupun nonfiksi, bertujuan untuk menghibur atau memberikan wawasan kepada pembacanya, biasanya ditulis dalam bentuk novel, cerita pendek, biografi dan lain-lain
- nasal bersangkutan dengan bunyi bahasa yang dihasilkan dengan mengeluarkan udara melalui hidung, yaitu m, n, ng, dan ny
- neologisme kata bentukan baru atau makna baru untuk kata lama yang dipakai dalam bahasa yang memberi ciri pribadi atau demi pengembangan kosakata
- netral tidak dalam kelompok jantan atau betina (tentang kata-kata)
- netralisasi kondisi hilangnya kontras antara dua fonem dalam lingkungan fonologis tertentu, misalnya dalam bahasa Indonesia hilangnya kontras antara /d/ dan /t/ pada posisi akhir
- netralisasi kondisi hilangnya kontras semantis antara beberapa unsur dalam konteks tertentu, misalnya aktor yang dapat dinetralisasi untuk menyatakan laki-laki ataupun perempuan
- ngoko tingkatan bahasa yang terendah dalam bahasa Jawa yang dipakai untuk berbicara dengan orang yang sudah akrab, dengan orang yang lebih rendah kedudukannya, atau dengan orang yang lebih muda
- nilai semantik kemampuan unsur bahasa untuk membedakan makna leksikal, misalnya fonem /r/ dan /l/ membedakan kata rata dan lata
- noa kata penghalus yang dipakai sebagai pengganti kata tabu, misalnya penghuni untuk menggantikan hantu
- nomina kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya rumah adalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa
- nomina abstrak nomina yang biasanya berasal dari adjektiva atau verba, yang tidak menunjuk pada sebuah objek tetapi pada suatu kejadian atau pada suatu abstraksi
- nomina atributif nomina yang mewatasi nomina lain, misalnya hutan dalam anjing hutan
- nomina kolektif nomina yang menunjukkan kelompok orang, benda, atau ide
- nomina konkret nomina yang menunjukkan benda berwujud
- nomina predikatif nomina atau pronomina yang berfungsi sebagai predikat, misalnya guru dalam Simon menjadi guru, dan dia dalam itu dia
- nomina verbal nomina yang fungsi dan maknanya berdekatan dengan verba
- nominal berkaitan dengan nomina
- nominalisasi proses membentuk nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu
- nominalisasi proses atau hasil membentuk satuan berkelas nominal dari kata, frasa, klausa, atau kalimat berkelas lain
- nominatif kasus yang menandai nomina atau yang sejenisnya sebagai pokok kalimat (subjek)
- nominatif bentuk kata benda yang timbul sebagai subjek; bagian kata benda dari suatu predikat atau sebagai keterangan pada bagian kalimat
- nondistingtif tidak membedakan makna
- nonpredikatif tidak berkaitan dengan predikat
- nonsilabis (bunyi bahasa yang) tidak dapat menjadi inti suku kata, misalnya bunyi pertama dan ketiga dalam hati
- notasi alfabetis notasi dengan huruf
- notasi analfabetis notasi yang tidak menggunakan huruf, tetapi dengan lambang yang diciptakan khusus untuk keperluan tertentu
- notasi fonemis sistem untuk merekam fonem suatu bahasa yang ditandai dengan garis miring ganda (/.../), misalnya sang ditulis dengan /saŋ/
- notasi fonetis sistem untuk merekam bunyi suatu bahasa yang ditandai dengan kurung siku (--), misalnya sang ditulis dengan --
- numeralia multiplikatif numeralia yang menyatakan beberapa kali perbuatan terjadi, misalnya sekali, dua kali, dsb
- numeralia partitif numeralia yang menyatakan pecahan, misalnya setengah, sepertujuh
- numeralia pokok numeralia yang memberi jawaban atas pertanyaan berapa?
- numeralia tingkat numeralia yang memberi jawab atas pertanyaan ke berapa?
- objek nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa, misalnya teh manis dalam kalimat Kiki minum teh manis
- objek afektif objek langsung yang dikenai oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, tetapi tidak merupakan hasil perbuatan itu (berlainan dengan objek efektif), misalnya buku dalam mereka membaca buku dan jalan dalam anak-anak sedang menyeberang jalan
- objek efektif objek langsung yang ditimbulkan sebagai hasil perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal, misalnya rumah dalam mereka membeli rumah, sumur dalam para pekerja menggali sumur, dan nasi dalam ibunya menanak nasi
- objek faktitif objek efektif
- objek langsung nomina atau kelompok nominal yang melengkapi verba transitif dalam frasa verbal dan yang sifatnya sangat erat dengan verba tersebut, dalam beberapa bahasa tertentu ditandai dengan kasus akusatif, misalnya adik dalam kakak memukul adik adalah objek langsung
- objek preposisional objek yang didahului oleh preposisi yang dapat menjadi subjek dalam klausa pasif
- objek primer objek langsung
- objek sekunder objek taklangsung
- objek taklangsung nomina atau kelompok nominal yang menyertai verba transitif, dan merupakan bagian dari frasa verbal tersebut, misalnya kata Tuti dalam Ibu membuatkan Tuti baju
- obstruen bunyi
- obviatif persona keempat (terdapat dalam bahasa yang mempunyai bentuk khusus untuk persona ketiga) dan menunjukkan pihak lain yang berbeda daripada yang ditunjuk oleh persona ketiga, misalnya pada bahasa Icdi (Indian/Amerika)
- oklusi udara yang keluar dari jalan pernapasan mendapat hambatan penuh ketika suara di daerah artikulasi akan keluar
- oklusif bersifat oklusi (tentang konsonan)
- oklusif aspirat oklusif yang dilepas dengan embusan napas
- oklusif takberaspirat oklusif yang dilepas tanpa embusan napas
- oksimoron penempatan dua antonim dalam suatu hubungan sintaksis (dalam koordinasi atau subordinasi)
- oksiton kata yang bertekanan pada suku akhir
- oksitonis berkenaan dengan oksiton
- onomasiologi penyelidikan tentang hubungan semantis antara lambang bahasa dan hal-hal yang diartikannya, termasuk dalam hal ini penyelidikan mengenai polisemi dan sinonimi
- onomastika penyelidikan tentang asal-usul, bentuk, dan makna nama diri, terutama nama orang dan tempat
- onomatologi ilmu tentang asal dan arti nama
- onomatope kata tiruan bunyi, misalnya “kokok” merupakan tiruan bunyi ayam, “cicit” merupakan tiruan bunyi tikus
- ontogeni penyelidikan mengenai kebiasaan berbahasa seseorang sepanjang hidupnya
- oposisi pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan arti
- oposisi berarah oposisi leksikal dalam pasangan leksikal yang menyangkut gerak ke arah yang berlawanan dipandang dari titik tertentu
- oposisi bertahap oposisi antara fonem karena perbedaan dalam tahap kualitas
- oposisi bilateral oposisi antara dua fonem saja dan tidak ada dalam pasangan lain
- oposisi ekuipolen oposisi antara dua fonem, bukan karena perbedaan kualitas
- oposisi leksikal perbedaan makna dalam pasangan leksem (lawan kata)
- oposisi melintang oposisi antara leksem yang berlawanan arahnya dalam medan makna yang beranggotakan beberapa pasangan
- oposisi menyiku oposisi antara leksem yang berdekatan dalam medan makna yang beranggotakan beberapa pasangan
- oposisi multilateral oposisi antara dua fonem yang persamaannya muncul juga dalam fonem lain
- oposisi privatif oposisi antara dua fonem, yang satu mengandung suatu ciri, yang lain tidak
- oposisi proporsional oposisi antara dua fonem yang juga ada dalam pasangan lain
- oposisi taklangsung oposisi dalam suatu pasangan minimal
- oposisi ternetralkan oposisi antara dua fonem yang mungkin tidak terjadi dalam keadaan tertentu
- oposisi terpencil oposisi antara dua fonem yang tidak terdapat dalam pasangan lain
- optatif kata-kata yang ada hubungannya dengan penyusunan sebuah kalimat yang menyatakan harapan atau keinginan, seperti kiranya, semoga
- oral berkaitan dengan bunyi bahasa yang dihasilkan oleh udara yang seluruhnya melewati mulut
- oral bersangkutan dengan wicara lisan yang dipertentangkan dengan tulisan
- ortoepi lafal standar suatu bahasa
- pada satuan pola tekanan yang dipakai untuk mengukur struktur persajakan
- pada satuan fonologis yang terjadi dalam sekelompok suku kata bertekanan dan/atau tidak bertekanan
- padanan kata atau frasa dalam sebuah bahasa yang memiliki kesejajaran makna dengan kata atau frasa dalam bahasa lain, misalnya maison dalam bahasa Prancis padanannya rumah dalam bahasa Indonesia; ekuivalen
- palatal berkaitan dengan langit-langit keras
- palatalisasi perubahan kualitas bunyi yang dihasilkan karena naiknya lidah ke arah palatum, biasanya menjadi ciri artikulasi sekunder
- palato-alveolar terjadi karena penyempitan antara daun lidah dan alveolum bagian depan lidah dan langit-langit keras
- palato-alveolar bunyi yang terjadi karena penyempitan antara daun lidah dan alveolum serta bagian depan lidah dan langit-langit keras
- palatografi penyelidikan mengenai artikulasi dengan mengamati persentuhan fisiologis antara lidah dan palatum dalam wicara dengan mengambil cetakan di dalam mulut, atau dengan menggunakan palatum buatan, atau dengan memotret
- palatogram gambar, foto, atau cetakan dari titik persentuhan lidah dengan palatum selama artikulasi bunyi bahasa
- palatum bangun tulang cekung yang membentuk atap mulut di belakang alveolus
- palindrom kata, rangkaian kata, atau bilangan yang terbaca sama, baik dari depan maupun dari belakang, seperti kodok, radar, taat
- pandialektal tentang ciri bahasa, kaidah linguistik, dan sebagainya yang dapat diberlakukan pada semua dialek dari suatu bahasa
- pangkal morfem, kata, atau frasa yang bergabung dengan afiks, misalnya olah pada mengolah, atau tani pada bertani
- pangkal tunggal pangkal yang terjadi dari satu morfem dasar, misalnya tani pada bertani
- pangkon tanda penutup konsonan pada akhir kalimat
- pangolat tanda diakritis yang menghilangkan bunyi huruf induk pada akhir suku kata
- paninggil tanda diakritis yang menutup suku kata dengan bunyi
- pankronis bersangkutan dengan cara memandang peristiwa bahasa sebagai sesuatu yang telah terjadi pada suatu masa ataupun sebagai hasil perkembangan historis; kombinasi sinkronis dan diakronis
- panlektal tentang model gramatika yang dapat saling menghubungkan pelbagai variasi yang masing-masing disebut lek
- paradigma daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut
- paradigmatis berkaitan dengan hubungan unsur bahasa dalam tingkat tertentu dengan unsur lain di luar tingkat itu yang dapat dipertukarkan
- parafasia cacat produksi bahasa yang terlihat dari pengacauan bentuk kata atau dari penukarannya dengan kata lain sehingga maknanya tidak dapat dipahami
- parafrasa pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi tuturan yang lain tanpa mengubah pengertian
- parafrasa penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi
- paragog penambahan huruf atau bunyi pada akhir sebuah kata
- paraksiton kata yang memiliki tekanan pada suku kata kedua dari belakang
- paraksitonis berkenaan dengan paraksiton
- paralelisme penggunaan bentuk sintaksis yang sepadan
- paralinguistik sistem dan penyelidikan mengenai ciri-ciri paralinguistis
- paralinguistis berkaitan dengan ciri-ciri bunyi, misalnya berbisik, suara meninggi, dan sebagainya yang ada dalam atau menyertai suara seseorang dalam berbahasa
- parapalatal bunyi palatal yang diartikulasikan di bagian depan palatum
- paraplasme kata baru yang diciptakan untuk menggantikan kata yang sudah lama dikenal, misalnya kata suku cadang untuk menggantikan onderdil
- parasintesis pembentukan kata dengan menggunakan afiks derivatif
- parataksis (hubungan) konstruksi kalimat, klausa, atau frasa koordinatif yang tidak menggunakan kata penghubung (seperti dan)
- parataktis berkaitan dengan atau bersifat parataksis
- parentesis kata, frasa, atau kalimat penjelasan yang ditambahkan dalam kalimat lain, biasanya dipisahkan dengan diapit tanda koma, garis pemisah, atau tanda kurung dan berfungsi menjelaskan atau apositif
- paronim kata yang bentuknya sama dengan kata seasal dalam bahasa lain, misalnya mahal dalam bahasa Tagalog dan bahasa Indonesia
- paronomasia permainan kata-kata dengan memanfaatkan polisemi atau homonimi
- partikel kata yang biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi
- partikel ingkar bentuk yang dipakai untuk mengubah klausa menjadi klausa ingkar, misalnya tak
- partikel penegas partikel yang digunakan untuk mengungkapkan penegasan, misalnya lah dalam bahasa Indonesia
- partikel tanya bentuk yang dipakai untuk menandai kalimat tanya, msl,kah, tah dalam bahasa Indonesia
- pasangan huruf penanda konsonan yang ditulis untuk menutup konsonan lain di depannya
- pasangan mencurigakan bunyi-bunyi yang mempunyai persamaan fonetis yang mungkin tergolong dalam fonem yang sama atau yang berbeda
- pasangan minimal dua ujaran yang salah satu unsurnya berbeda
- pasangan semantik pasangan unsur leksikal yang berkaitan dalam makna, seperti sinonim dan antonim
- pasar dipakai dalam pergaulan sehari-hari (tentang bahasa yang kurang baik tata bahasanya, pilihan katanya, dan sebagainya)
- pasif (jenis kalimat) yang menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dari perbuatan, misalnya ia dipukul
- pasif dapat memahami bacaan, pembicaraan, dan sebagainya, tetapi tidak dapat mengemukakan kembali, baik lisan maupun tulis (tentang penguasaan bahasa)
- pasigrafi sistem tulisan yang menggunakan lambang yang dipakai secara luas, tidak terbatas pada satu bahasa tertentu, misalnya angka Arab: 1, 2, 3, dan seterusnya
- patois variasi lokal suatu bahasa yang bersifat nonstandar
- patologi bahasa penyelidikan mengenai cacat dan gangguan yang menghambat kemampuan berkomunikasi verbal orang
- pelengkap unsur kalimat yang melengkapi predikat verbal
- pelengkap pelaku pelengkap dalam kalimat pasif yang melakukan pekerjaan
- pelengkap penderita objek langsung
- pemasifan proses, cara, perbuatan memasifkan kalimat
- pembatasan syarat yang menentukan atau membatasi penerapan kaidah kebahasaan
- pemerian kata atau kelompok kata yang membatasi atau meluaskan makna kata lain
- peminjaman dialektal proses peminjaman suatu unsur dari satu dialek ke dialek lain dalam satu bahasa, misalnya pemakaian kata kakak dalam bahasa Melayu yang berasal dari bahasa Minangkabau, sebenarnya merupakan dialek bahasa Melayu
- penanda sifat khusus satuan kebahasaan yang menunjukkan kelas atau fungsinya
- penanda gramatikal unsur yang mengungkapkan ciri gramatikal, misalnya penanda peng--an yang menyatakan bahwa kata yang bersangkutan adalah nomina dalam pembacaan, pengangkatan, penarikan
- penentu bentuk yang membatasi atau menentukan acuan nomina, misalnya kata ini, itu
- pengacuan referensi
- pengafiksan proses atau hasil penambahan afiks (prefiks, infiks, konfiks, sufiks) pada kata dasar
- pengebelakangan pemindahan unsur kalimat dari posisi dasarnya ke bagian akhir kalimat
- pengedepanan pemindahan unsur kalimat tertentu dari tempat yang biasa ke bagian awal kalimat
- pengenalan wicara identifikasi unsur bahasa, seperti suku kata dan kata secara cermat dalam kaitannya dengan meniru dan menyelidiki bahasa manusia dengan mesin atau alat elektronik
- pengisi gatra bentuk yang dapat mengisi gatra tertentu
- penyuaraan penggetaran pita suara selama bunyi bahasa berartikulasi
- pepet tanda “^” untuk menyatakan bunyi /ə/ dalam kata seperti segar, lekas
- percakapan satuan interaksi bahasa antara dua pembicara atau lebih
- perfektif menandai aspek verba yang menggambarkan perbuatan selesai
- perifrasa pengungkapan yang panjang sebagai pengganti pengungkapan yang lebih pendek
- perifrastis dinyatakan dengan kata-kata terpisah dan bukan dengan infleksi
- permutasi proses perubahan deret unsur-unsur kalimat
- persenyawaan penggabungan dua kata sehingga mewujudkan satu kesatuan makna (majemuk)
- persona orang atau benda yang berperanan dalam pembicaraan (persona I, pembicara; persona II, orang yang diajak bicara; persona III, orang yang dibicarakan)
- persona topeng, wajah, ciri khas seseorang, identik dengan pribadinya
- perspektif gelombang pandangan dari sudut satuan kompleks bahasa sebagai wujud yang bergerak, yang mempunyai bagian awal, inti, dan bagian akhir; pandangan dinamis
- perspektif medan pandangan dari sudut satuan bahasa sebagaimana satuan itu berkaitan dengan yang lain dalam suatu sistem atau jaringan; pandangan relasional
- perspektif partikel pandangan dari sudut satuan bahasa sebagai unsur yang lepas; pandangan statis
- pertalian hubungan antara unsur bahasa dalam kesatuan yang utuh, misalnya pertalian antara kalimat dan kalimat dalam wacana
- pertanyaan langsung pertanyaan dalam ucapan langsung, misalnya “Mau ke mana?”?
- pertanyaan retoris pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban
- pertanyaan taklangsung pertanyaan yang dikutip dalam wacana tidak langsung, misalnya ia bertanya apakah saya akan datang
- pertuturan ekspresif perbuatan yang menyatakan keadaan psikologis pembicara karena sesuatu
- pertuturan ilokusioner perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu, misalnya dalam memperingatkan, bertanya, dan sebagainya
- pertuturan komisif pertuturan yang menuntut pembicara melakukan apa yang dikatakannya
- pertuturan lokusioner perbuatan bertutur; hal mengungkapkan sesuatu
- pertuturan perlokusioner perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu dengan maksud membuat orang lain percaya pada apa yang dikatakan sehingga mendorongnya untuk berbuat sesuatu dan sebagainya
- pertuturan taklangsung pertuturan yang dinyatakan oleh kalimat, terutama yang tidak dimaksudkan untuk menyampaikan isi pertuturan itu sendiri, misalnya permintaan yang disampaikan dengan kalimat tanya
- peruntung yang memperoleh keuntungan
- petogram aksara kuno yang dituliskan pada batu
- peyorasi perubahan makna yang mengakibatkan sebuah ungkapan menggambarkan sesuatu yang lebih tidak enak, tidak baik, dan sebagainya, misalnya kata perempuan sudah mengalami peyorasi, dahulu artinya ‘yang menjadi tuan’
- pijinasi proses terjadinya sebuah pijin, dapat berupa campuran struktur dan leksikon berbagai bahasa dan dapat pula berupa penyederhanaan struktur dan leksikon suatu bahasa untuk kontak sosial yang singkat
- piktogram ideogram yang berupa gambar untuk mengungkapkan amanat tertentu, misalnya tanda lalu lintas
- pilihan kata diksi
- pinjaman fonemis pinjaman yang mempertahankan bunyi atau kombinasi bunyi dari bahasa sumber
- pinjaman fonologis pemasukan unsur fonologis dalam suatu bahasa atau dialek lain, misalnya pola gugus konsonan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa daerah atau asing
- pisahan hasil perubahan sebuah fonem menjadi dua fonem
- plerem satuan terkecil dari ungkapan yang mempunyai makna
- plosif konsonan yang dihasilkan jika udara yang keluar (nasal atau oral) tertutup secara sempurna dan terbuka (tutupnya) dengan tiba-tiba
- plural jamak; lebih dari satu
- pluralis kategori jumlah yang menunjukkan lebih dari satu atau lebih dari dua dalam bahasa yang mempunyai bentuk dualis
- poetika penyelidikan mengenai puisi dari sudut linguistik
- pola intonasi pola dalam ujaran yang terjadi dari satu kelompok jeda atau lebih
- pola kalimat konsep sintaktis yang mencakupi konstruksi, seperti indikatif, interogatif, imperatif
- pola kalimat pola seperti nomina + verba + nomina untuk menggambarkan kalimat misalnya “Adik membaca buku”
- polifon huruf atau karakter yang memiliki lebih dari satu cara pengucapan
- polisem bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang bermakna lebih dari satu
- polisindeton pemakaian konjungsi beberapa kali, misalnya kata dan dalam kami tidak mempunyai dana dan tenaga dan sarana dan kemampuan
- polisintetik berkenaan dengan bahasa yang tata kalimatnya disampaikan melalui beberapa afiks pada satu kata
- posisi sintaktis posisi suatu unsur dalam kalimat
- pragmatik berkenaan dengan syarat-syarat yang mengakibatkan serasi tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi
- pragmatika cabang semiotika tentang asal-usul, pemakaian, dan akibat lambang dan tanda
- pragmatika ilmu tentang pertuturan, konteks, dan maknanya
- prapalatal bunyi palatal yang diartikulasikan di bagian depan palatum
- predikat bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek; sebutan (dalam kalimat)
- predikatif bersangkutan dengan predikat; sebagai predikat
- prefiks imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar; awalan
- preposisi kata yang biasa terdapat di depan nomina, misalnya dari, dengan, di, dan ke
- produktif mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru
- proklitik klitik yang secara fonologis terikat dengan kata yang mengikutinya, misalnya ke dalam ke rumah
- proksimat persona ketiga yang dipentingkan (terdapat dalam bahasa yang mempunyai sistem empat persona)
- proleksem bentuk bahasa yang mempunyai makna leksikal seperti kata, tetapi tidak dapat berdiri sendiri apabila tidak bergabung dengan kata lain, dan tidak dapat mengalami pengimbuhan (misalnya awa-, catur-, dasa-, maha-)
- pronomina kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda; kata ganti seperti aku, engkau, dia
- pronomina persona pronomina yang menunjukkan kategori persona seperti saya, ia, mereka
- pronominal sebagai (bersifat) kata ganti
- pronominalisasi proses atau hasil pemakaian pronomina untuk menggantikan salah satu bagian kalimat
- proposisi ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya
- proposisi eksklusif proposisi yang di dalamnya terdapat kata-kata hanya, sendiri, tak lain, tak satu pun, kecuali
- prosede perubahan yang bersifat sinkronis
- prosedur semu metode analisis bahasa yang konon mengikuti prinsip ilmiah, tetapi dalam kenyataannya melanggar karena asumsi penyelidikan tidak konsisten atau karena sulit dilaksanakan dalam praktik
- proses bahasa alat, bahan, dan prosedur yang dipakai manusia untuk menghasilkan bahasa
- proskriptivisme sikap dalam pemakaian bahasa yang berusaha untuk menunjukkan kesalahan yang harus dihindarkan dalam berbicara dan menulis
- protesis penambahan vokal atau konsonan pada awal kata, untuk memudahkan lafal misalnya e pada nyak menjadi enyak, dan sebagainya
- pseudokata kata yang dapat berdiri sendiri, tetapi tidak mempunyai makna (misalnya yang, bahwa)
- pseudomorf bentuk takteratur
- psikolinguistik ilmu tentang hubungan antara bahasa dan perilaku dan akal budi manusia; ilmu interdisipliner linguistik dengan psikologi
- puncak penyaringan bagian dari suku kata yang paling menonjol karena bernada paling tinggi atau bertekanan paling keras
- ragam laras (tentang bahasa)
- ragam akrab ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, atau rendah statusnya, atau apabila topik pembicaraan bersifat tidak resmi
- ragam bahasa variasi bahasa menurut pemakaian, topik pembicaraan, hubungan pembicara, lawan bicara, orang yang dibicarakan, serta medium pembicaraan
- ragam baku ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), biasa dipakai di kalangan terdidik, dalam karya ilmiah, dalam suasana resmi, atau dalam surat resmi (misalnya surat-menyurat dinas, perundang-undangan, karangan teknis)
- ragam cakapan ragam akrab
- ragam hormat ragam bahasa yang dipakai jika lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua, atasan
- ragam kasar ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian takresmi di kalangan orang yang saling mengenal
- ragam lisan ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terikat oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman
- ragam resmi ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi (misalnya dalam surat dinas, dalam sidang pengadilan, dan sebagainya)
- ragam santai tahap situasional dari bahasa lisan, sebagian ditandai oleh penggunaan slang dan elipsis dan digunakan dalam lingkungan yang akrab
- ragam tulis ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terikat ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual
- ranah lingkungan yang memungkinkan terjadinya percakapan, merupakan kombinasi antara partisipan, topik, dan tempat (misalnya keluarga, pendidikan, tempat kerja, keagamaan, dan sebagainya)
- ranah semantik bidang makna dan kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkannya yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan fitur semantiknya, biasanya dinamai dengan kata yang paling umum (misalnya ranah melihat meliputi kata-kata melirik, mengerling, mengintip)
- redundansi repetisi; pengulangan
- reduplikasi proses atau hasil perulangan kata atau unsur kata, seperti kata rumah-rumah, tetamu, bolak-balik
- referen benda atau orang tertentu yang diacu oleh kata atau untaian kata dalam kalimat atau konteks tertentu
- referensi hubungan antara referen dan lambang (bentuk bahasa) yang dipakai untuk mewakilinya
- relasi sintagmatis hubungan kata atau frasa dengan dasarnya dari sudut urutan gramatikal
- rema bagian kalimat yang menyatakan gagasan, biasanya berupa predikat
- repertoar perbendaharaan bahasa (dialek, ragam) yang dimiliki oleh seseorang atau masyarakat
- resiprokal bersifat saling berbalasan (tentang kata kerja)
- retensi unsur bahasa purba yang dipelihara dalam isolek (bahasa, dialek, subdialek, atau beda wicara) turunan tanpa ada perubahan
- retrofleks bunyi yang dibentuk dengan ujung lidah melengkung ke belakang (misalnya bunyi t dalam bahasa Jawa thuthuk)
- salin suara perubahan bunyi yang terjadi pada salah satu fonem dalam pengulangan
- sandi perubahan fonologis yang terjadi pada sebuah kata karena pengaruh afiksasi atau karena pengaruh fonem yang ada di dekatnya
- sandi rasa kata seru
- sandi sora onomatope
- sandi ton perubahan tona yang terjadi pada salah satu atau semua kata yang tergabung dalam satuan yang lebih besar
- sapaan kata atau frasa untuk saling merujuk dalam pembicaraan dan yang berbeda-beda menurut sifat hubungan di antara pembicara itu, seperti Anda, Ibu, Saudara
- sebutan bagian kalimat yang menceritakan atau memberi pernyataan tentang pokok kalimat; predikat, misalnya “menangis” dalam kalimat “Adik menangis” adalah sebutan
- segmen satuan bahasa yang diabstraksikan dari kesatuan wicara atau teks
- segmental bersangkutan dengan segmen
- seksisme penggunaan kata atau frasa yang meremehkan atau menghina berkenaan dengan kelompok, gender, ataupun individual
- semantik ilmu tentang makna kata dan kalimat; pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata
- semantik bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan atau struktur makna suatu wicara
- semantik filsafat pendekatan filosofis terhadap makna dalam bahasa (misalnya hakikat penamaan objek, kebenaran dan kesahihan pernyataan)
- semantik generatif aliran transformasi generatif yang menganggap komponen semantik sebagai dasar penurunan struktur sintaktis
- semantik gramatikal penyelidikan makna bahasa dengan menekankan hubungan dalam pelbagai tataran gramatikal
- semantik historis bagian linguistik historis yang menyelidiki perubahan-perubahan makna
- semantik interpretif teori linguistik generatif yang beranggapan bahwa kaidah penafsiran semantis berfungsi sebagai produk struktur sintaktis
- semantik kognitif aliran semantik yang memperlakukan makna sebuah ungkapan bahasa sebagai konsep yang diaktifkan dalam akal budi pembicara atau pendengar
- semantik kombinatoris cabang semantik yang menyelidiki hubungan antara makna kalimat dan makna kata atau makna morfem yang membentuknya
- semantik leksikal semantik yang meneliti makna unsur-unsur kosakata suatu bahasa pada umumnya
- semantik struktural pendekatan pada semantik yang menekankan hubungan makna antara kata dan kelompok kata
- semantis berhubungan dengan ilmu tentang makna dalam bahasa; menurut atau mengenai semantik
- semantis menyangkut makna
- semasiologi metode semantik yang berkaitan dengan penjelasan makna kata atau frasa
- semem satuan makna terkecil
- semesta bahasa ciri yang pasti terdapat dalam semua bahasa
- semiidiom konstruksi yang salah satu anggotanya memiliki makna biasa, anggota yang lain memiliki makna khusus dalam konstruksi yang sama
- semivokal bunyi bahasa yang mempunyai ciri vokal ataupun konsonan, mempunyai sedikit geseran dan tidak muncul sebagai inti suku kata, misalnya [y], [r], [w]
- sempadan unsur grafemis, fonologis, atau gramatikal yang menandai batas antara satuan bahasa (seperti kata, frasa), berupa sendi atau tekanan
- sendi peralihan bermakna dari satu segmen fonologis ke segmen fonologis yang lain atau segmen fonologis ke kesenyapan, baik yang terbuka maupun yang tertutup
- sendi buka sendi yang terjadi pada akhir kata dan membatasinya dengan kata lain
- sendi naik sendi akhir yang terjadi apabila nada suara naik sebelum jeda
- sendi turun sendi yang terjadi pada waktu nada suara turun menjadi kesenyapan
- sendi tutup sendi yang terdapat dalam urutan bunyi-bunyian yang tidak putus dari satu kata
- sengau nasal
- serebral retrofleks; kakuminal
- sibilan bunyi frikatif yang dihasilkan dengan memaksa udara lewat lubang berbentuk alur antara lidah dan bagian belakang pangkal gigi, misalnya bunyi s
- silabel suku kata
- silabis bersangkutan dengan silabel
- silabis dapat berdiri sendiri sebagai suku kata
- silih konstituen yang tidak ditentukan atau tidak terdapat dalam struktur dasar, diperlukan untuk menjelaskan suatu derivasi
- silih unsur tidak bermakna yang mempunyai fungsi sintaksis, tetapi tidak mempunyai fungsi semantis
- silsilah penggambaran hubungan antara bahasa induk dan bahasa-bahasa turunan dalam keluarga bahasa
- simulfiks afiks yang tidak berbentuk suku kata dan yang ditambahkan atau dileburkan pada dasar; misalnya n pada ngopi (pangkalnya kopi)
- sindeton konstruksi yang bagian-bagiannya dihubungkan dengan konjungsi, misalnya krn saya melihat, saya senang
- sinekdoke majas pertautan yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya; pars pro toto
- sinekdoke majas pertautan yang menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya; totem pro parte
- sinekdoke majas pertautan yang menyebutkan nama bahan sebagai pengganti nama barang yang terbuat dari bahan itu
- sineresis pelafalan gugus vokal sebagai diftong dalam suku tunggal, misalnya pelafalan /paus/ dalam frasa ikan paus
- sinestesia metafora berupa ungkapan yang bersangkutan dengan indra yang dipakai untuk objek atau konsep tertentu, biasanya disangkutkan dengan indra lain, misalnya sayur itu pedas untuk kata-kata sangat pedas
- singular tunggal; mufrad
- singularis tunggal (bukan jamak)
- singulum pinggang
- singulum struktur berbentuk seperti sabut
- singulum tepi email di sekitar gigi
- sinkope hilangnya bunyi atau huruf di tengah kata (misalnya tak untuk tidak)
- sinkrisis perbandingan bahasa dalam penyelidikan tipologi dan penyelidikan kontrastif, tidak untuk tujuan historis
- sinonim bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain; muradif
- sinonimi hubungan antara bentuk bahasa yang mirip atau sama maknanya; kesinoniman
- sintagma gabungan kata; frasa
- sintagmatis tentang hubungan linier antara unsur bahasa dalam tataran tertentu
- sintaksis pengaturan dan hubungan kata dengan kata atau dengan satuan lain yang lebih besar
- sintaksis cabang linguistik tentang susunan kalimat dan bagiannya; ilmu tata kalimat; ilmu nahu
- sintaksis subsistem ilmu bahasa yang mencakup hal tersebut
- sintesis penggabungan unsur-unsur untuk membentuk ujaran dengan menggunakan alat-alat bahasa yang ada
- sintesis apriori sintesis yang pernyataannya bergantung pada suatu pengalaman tertentu, tetapi sebenarnya pernyataan lain sudah ada sebelumnya
- sintesis posteriori sintesis yang pernyataannya bergantung pada suatu pengalaman tertentu
- sirkumfiks konfiks
- sisipan imbuhan (-el-, -er-, -em-, dan sebagainya) yang disisipkan di dalam kata; infiks
- sistem bunyi uraian mengenai semua fonem atau alofon dan hubungannya dalam suatu bahasa
- sistem leksikal hubungan yang dapat ditentukan antara unsur sekelompok kata dalam suatu medan makna
- sistem sapaan sistem yang mengikat unsur bahasa yang menandai perbedaan status dan peran partisipan dalam komunikasi dengan bahasa
- slang ragam bahasa tidak resmi dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern dengan maksud agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti
- sonoran bunyi nasal dan likuida yang dapat membentuk suku kata sendiri
- sosiolek variasi bahasa yang berkorelasi dengan kelas sosial atau kelompok pekerja
- spektogram grafik bunyi yang memberikan informasi tentang perubahan dalam rentang waktu, frekuensi, dan intensitas gelombang bunyi menurut sumbu waktu
- struktur pengaturan pola dalam bahasa secara sintagmatis
- struktur batin struktur yang dianggap mendasari kalimat atau kelompok kata
- struktur fonemis keseluruhan inventarisasi fonem; hubungan antara fonem beserta deskripsi alofon suatu bahasa
- struktur frase pengaturan unsur kalimat untuk membentuk satuan yang lebih besar, misalnya frasa nominal ditambah frasa verbal untuk membentuk kalimat
- struktur lahir urutan liniar bunyi kata, frasa, dan klausa yang memerincikan apa yang diujarkan
- struktur semantis subsistem bahasa tempat makna dan hubungan makna antara pelbagai unsur bahasa bergerak yang dianalisis dalam semantik
- struktur sintaksis subsistem bahasa tempat unsur-unsur kalimat dan hubungannya secara horizontal yang dianalisis dalam sintaksis
- struktur tematis aspek struktur kalimat yang menghubungkan kalimat itu dengan konteksnya
- strukturalisme gerakan linguistik yang berpandangan bahwa hubungan antara unsur bahasa lebih penting daripada unsur itu sendiri, satu-satunya objek bahasa adalah sistem bahasa, dan penelitian bahasa dapat dilakukan secara sinkronis
- subjek bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat
- subjek gabungan frasa nominal yang terdiri atas lebih dari satu nomina atau pronomina yang digabungkan dengan konjungsi atau intonasi yang berfungsi sebagai subjek dalam klausa
- subjek gramatikal subjek
- subjek logis nomina atau frasa nominal yang dalam klausa pasif berfungsi sebagai pelaku atau penyebab perbuatan, untuk membedakannya dari subjek gramatikal
- subjek psikologis topik suatu kalimat, misalnya orang itu dalam kalimat orang itu rumahnya jauh
- subkategorisasi perincian jenis unsur bahasa yang dapat mewakili sebuah kategori dalam lingkungan tertentu
- subordinasi penggabungan dua unsur gramatikal dengan cara sedemikian rupa sehingga yang satu terikat kepada yang lain; hubungan antara klausa terikat dan klausa bebas dalam sebuah kalimat
- subordinasi hubungan makna antara dua atau lebih konsep dalam tingkat hierarki yang berbeda
- subordinat bagian yang memodifikasi, menerangkan, atau membatasi induk dalam frasa endosentris
- substandar kata atau frasa yang dianggap tidak sesuai dengan norma standar variasi bahasa, dan biasanya diberi label tertentu dalam kamus atau dalam petunjuk penggunaan
- substansi medium yang dipakai untuk mengungkapkan bahasa
- substantif nomina; kata benda
- substitusi proses atau hasil penggantian unsur bahasa oleh unsur lain dalam satuan yang lebih besar untuk memperoleh unsur pembeda
- sufiks afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, misalnya -an, -kan, dan -i; akhiran
- sufiks inflektif sufiks yang ditambahkan pada akar atau dasar untuk membatasi makna gramatikal
- suku buka suku kata yang berakhir dengan vokal
- suku kalimat bagian kalimat, seperti subjek, predikat, dan sebutan
- suku kata struktur yang terjadi dari satu atau urutan fonem yang merupakan konstituen kata
- suku tertutup suku kata yang berakhir dengan konsonan
- sumbu bagian frasa eksosentris yang berupa kata, frasa, atau klausa, seperti frasa atau klausa yang mengikuti preposisi atau konjungtor
- superlatif tingkat perbandingan yang teratas (bentuk kata yang menyatakan paling, yaitu ter-)
- superordinat kata yang menunjukkan objek yang lebih tinggi dalam suatu sistem klasifikasi, misalnya anjing adalah superordinat dari pudel
- suprasegmental berhubungan dengan segmen ujaran atau bunyi (fonem), yaitu nada, tekanan, sendi, intonasi
- suprasegmental (fonem yang) tidak dapat membentuk kata, tetapi membedakan makna kata (misalnya tekanan)
- swarabakti vokal pendek yang disisipkan dalam proses anaptiksis
- takbersuara dihasilkan tanpa getaran pita suara, misalnya bunyi [p], [t], dan [k]
- takigrafi penggunaan steno atau tulisan yang disingkat demi kecepatan
- taksem unsur gramatikal terkecil dari seleksi, urutan, tekanan, titi nada, atau modifikasi fonetik
- taksonomi klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yang dimungkinkan dalam satuan bahasa
- tasrif sistem perubahan bentuk kata untuk membedakan kasus, kala, jenis, jumlah, dan aspek
- tata bahasa filosofis tata bahasa yang tidak berdasarkan pemakaian bahasa tertentu, tetapi dari sudut ciri-ciri yang dipunyai bersama oleh pelbagai bahasa
- tata bahasa normatif tata bahasa yang dimaksudkan sebagai pedoman yang ketat dan standar bagi pemakai bahasa
- tataran fonologis bagian telaah struktur bahasa yang berkaitan dengan sistem bunyi
- tataran gramatikal bagian telaah struktur bahasa yang berkaitan dengan sistem kata, frasa, klausa, dan kalimat
- tautofoni dua kata bersajak yang digunakan secara berdampingan, misalnya pecah belah, suka duka
- tautologi pengulangan gagasan, pernyataan, atau kata yang berlebih yang tidak diperlukan, misalnya duda pria; amat sangat mahal; kemubaziran; pleonasme
- tegang ciri pembeda yang ditandai dengan penegangan otot dalam artikulasi, misalnya e adalah tegang, a adalah kendur
- tekanan keras lembutnya pengucapan bagian ujaran; aksen
- tekanan yang dipentingkan (sangat diutamakan); titik berat
- tekanan keadaan tidak menyenangkan yang umumnya merupakan beban batin
- tekanan dinamis tekanan yang diucapkan dengan sedikit banyak energi pada waktu menghasilkan bunyi agresif, dan terdengar sebagai variasi dalam kenyaringan
- tekanan fonemis tekanan yang apabila letaknya berubah akan mengakibatkan perubahan makna kata atau kelas kata
- tekanan morfofonemis perubahan dalam pola tekanan yang membedakan frasa dengan kompositum dalam bahasa Inggris
- tekanan resesif tekanan yang keras pada awal suku kata
- tempus waktu (sebagai kategori semantis)
- teori gelombang teori yang menyatakan bahwa bahasa yang berkerabat berasal dari pusat yang sama (bahasa induknya tersebar) ke segala penjuru (teori Johannes Schmidt)
- teori kasus teori linguistik generatif yang menganggap bahwa setiap nomina mempunyai kasus abstrak pada struktur batin dan kemudian diwujudkan dengan bentuk morfologis tertentu pada struktur lahir
- teori kasus teori linguistik yang menggunakan peran relasional semantis sebagai konsep dasar, misalnya pelaku, penderita
- teori lokalistis teori yang beranggapan bahwa bahasa diumpamakan sebagai ruang dan semua afiks, kasus, dan preposisi pada asasnya adalah penanda tempat
- teori migrasi teori tentang gerak perpindahan bangsa yang berdasarkan pengelompokan bahasa dan distribusi geografis bahasa
- teori monogenesis teori yang menyatakan bahwa semua bahasa di dunia berasal dari satu bahasa induk
- teori poligenesis teori yang menyatakan bahwa bahasa-bahasa dunia tumbuh dari pelbagai sumber dan tidak dari satu bahasa induk
- terminografi aktivitas kompleks yang terdiri atas desain, penyusunan, penggunaan, dan evaluasi kamus terminologis
- tersubstitusikan tergantikannya unsur bahasa oleh unsur lain dalam satuan yang lebih besar untuk memperoleh unsur pembeda
- tetara yang menjelaskan status atau identitas
- tingkat eksesif tingkat yang menyatakan kualitas atau keadaan yang sangat, dipandang dari titik tertentu, dalam bahasa Jawa berupa peninggian vokal, seperti dawa ‘panjang’ menjadi dawi ‘sangat panjang’
- tingkat elatif bentuk tingkat perbandingan yang mencakup tingkat komparatif dan superlatif
- tingkat komparatif tingkat yang menyatakan suatu kualitas atau keadaan lebih tinggi atau lebih rendah dalam hubungan dengan titik tertentu
- tingkat perbandingan klasifikasi atas adjektiva dan adverbia yang menandai tingkat dalam proses, sifat, ukuran, hubungan, dan sebagainya
- tingkat superlatif tingkat yang menyatakan kualitas atau keadaan yang paling tinggi atau paling rendah dipandang dari sudut tertentu, misalnya paling panas
- tipe bahasa jenis bahasa yang oleh klasifikasi tipologis dianggap mempunyai kemiripan struktural, lepas dari sejarah dan lokasi pemakaiannya
- tipologi klasifikasi kamus dan buku acuan lain
- tipologi ilmu tentang kesamaan sintaksis dan morfologi bahasa-bahasa tanpa mempertimbangkan sejarah bahasa
- titik artikulasi tempat terjadinya persentuhan atau penyempitan pada saluran suara (ketika alat ucap aktif menempel atau mendekati alat ucap pasif) dalam pembentukan bunyi bahasa
- titinada keseluruhan tinggi rendah nada yang dimungkinkan dalam suatu bahasa
- tmesis pemisahan bagian kata majemuk oleh kata lain di antara kata majemuk itu
- tona titi nada distingtif yang menjadi salah satu faktor penentu makna kata
- tonem tona yang membedakan kata-kata yang secara segmental sama, tetapi yang secara semantis berbeda
- tonetika sistem dan penyelidikan mengenai tona dalam bahasa
- tonik (dalam analisis intonasi) merujuk ke suku kata yang mendapat tekanan paling keras dalam suatu kelompok tona
- topik subjek yang dibahas dalam sebuah teks
- topikalisasi pengubahan salah satu unsur kalimat menjadi topik
- topolek variasi bahasa, khususnya kosakata, yang berkaitan dengan lokasi geografis tertentu
- transformasi perubahan struktur gramatikal menjadi struktur gramatikal lain dengan menambah, mengurangi, atau menata kembali unsur-unsurnya
- transformasionalis penganut tata bahasa generatif yang beranggapan bahwa bentuk turunan terjadi karena transformasi
- transitif bersangkutan dengan kata kerja yang memerlukan objek
- transkripsi pengalihan tuturan (yang berwujud bunyi) ke dalam bentuk tulisan
- transkripsi penulisan kata, kalimat, atau teks dengan menggunakan lambang-lambang bunyi
- transkripsi fonemis transkripsi yang menggunakan satu lambang untuk menggambarkan satu fonem tanpa melihat perbedaan fonetisnya
- transkripsi fonetis transkripsi yang berusaha menggambarkan semua bunyi secara sangat teliti
- transkripsi halus transkripsi yang mencoba menandai perbedaan fonetis yang ada selengkap mungkin
- transkripsi kasar transkripsi fonetis yang menandai perbedaan fonetis yang penting (fungsional) saja
- transmutasi penggunaan kata dalam kalimat dengan kategori yang berbeda tanpa mengubah bentuknya, seperti kata untung dalam untung dia cepat datang dan dia bekerja tanpa memikirkan untung rugi
- transposisi proses atau hasil perubahan fungsi atau kelas kata tanpa penambahan apa-apa
- trema tanda titik dua (¨) yang letaknya horizontal di atas vokal untuk menunjukkan bahwa vokal itu diucapkan sebagai suku terpisah (misalnya taät dalam ejaan lama)
- triftong inti suku kata yang kualitasnya ditandai oleh tiga timbre vokal yang berbeda
- trigraf kombinasi tiga huruf untuk melambangkan satu bunyi
- triptotos kata yang mempunyai tiga sufiks yang berbeda untuk menandai kasus-kasus yang ada
- trokea birama suku bertekanan diikuti oleh suku takbertekanan, atau suku panjang diikuti oleh suku pendek
- tugas fungsi (jabatan)
- tunggal bukan jamak (bukan majemuk); mufrad
- turunan kata yang dibentuk dari hasil afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan; kata jadian; kata turunan
- undak usuk sistem ragam bahasa menurut hubungan antara pembicara, terjadi dari bahasa cakap, bahasa kasar, bahasa menengah, bahasa sedang, bahasa luwes
- ungkapan kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur)
- ungkapan gerak mata (tangan dan sebagainya), perubahan air muka yang menyatakan perasaan hati
- ungkapan penghubung kata atau ungkapan yang menghubungkan unsur-unsur di dalam kalimat, atau kalimat dengan kalimat sebelumnya
- ungkapan penghubung antarkalimat kata atau ungkapan penghubung yang menghubungkan sebuah kalimat dengan kalimat sebelumnya
- ungkapan penghubung intrakalimat kata atau ungkapan penghubung antara unsur-unsur di dalam kalimat
- universal kategori keilmubahasaan yang berlaku untuk semua bahasa
- universalisme pendekatan dalam linguistik yang menganggap semua bahasa di dunia ini mempunyai dasar yang sama dengan sistem logika
- unsur gramatikal unsur bentuk yang dapat dipisahkan berdasarkan fungsi tertentu
- unsur ikonis unsur bahasa yang langsung berkaitan dengan perbuatan, benda, atau hal yang digambarkannya, seperti kokok dengan suara ayam, gemeretuk dengan suara gigi, fonem /i/ dengan sesuatu yang kecil, dan sebagainya
- unsur leksikal satuan dari kosakata bahasa seperti kata atau frasa yang didaftarkan dalam kamus
- unsur peyoratif unsur bahasa yang memberikan makna menghina, merendahkan, dan sebagainya
- unsur pinjaman bunyi, fonem, unsur gramatikal, atau unsur leksikal yang diambil dari bahasa lain
- unsur utama kata atau frasa yang dimodifikasikan oleh aposisi, misalnya adikku dalam adikku Hasan
- untaian rangkaian unsur dalam deret linier; deret unsur gramatikal; deret morfem
- untaian akhir untaian beberapa formatif yang dihasilkan oleh kaidah struktur frasa yang kemudian dioperasikan oleh kaidah transformasi
- urutan kumpulan unsur-unsur bahasa berstruktur yang secara teoretis terletak berderetan dalam suatu hubungan formal
- urutan kata penempatan kata dalam deretan tertentu menurut norma suatu bahasa, baik dalam tingkat kalimat dan klausa, maupun dalam tingkat frasa
- urutan kata bebas urutan kata yang tidak dipakai untuk menandai hubungan gramatikal dan yang dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat, terutama terdapat dalam bahasa inflektif yang strukturnya ditandai oleh morfem terikat
- urutan kata tetap urutan kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan gramatikal dan yang tidak dapat diubah tanpa mengubah atau merusak makna kalimat
- urutan pelolosan dua kaidah, A dan B, berurutan sehingga kaidah A mengubah segmen yang seharusnya menjadi masukan atau penentu kaidah B, maka dikatakan bahwa kaidah A meloloskan kaidah B, atau antara kaidah A dan B terdapat urutan pelolosan
- urutan pelolosan balik dua kaidah, A dan B, berurutan sehingga A akan meloloskan B apabila urutan dibalik
- urutan pengumpanan dua kaidah, A dan B berurutan sehingga kaidah A menghasilkan segmen yang menjadi masukan atau penentu kaidah B
- urutan pengumpanan balik dua kaidah, A dan B berurutan sehingga A akan mengumpani B apabila urutannya dibalik
- uvular bunyi yang terjadi karena penyempitan antara uvula dan belakang lidah, misalnya bunyi [R] dalam beberapa dialek Melayu dan bahasa Prancis standar
- valensi hubungan sintaksis antara verba dan unsur di sekitarnya, mencakupi ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen di sekitarnya
- variabel satuan bahasa yang paling terpengaruh oleh variasi sosial dan stilistis, dalam jangka panjang mudah berubah
- variabel kelas kata yang dapat menyatakan hubungan gramatikal dengan perubahan bentuk, dalam hal ini kelas nomina, verba, dan adjektiva
- varian nilai tertentu suatu variabel, misalnya variabel [é] dalam bahasa Indonesia mempunyai dua varian, yaitu [e] dan [ε]
- varian wujud satuan bahasa dalam konteks tertentu, misalnya alofon adalah varian dari fonem, alomorf adalah varian dari morfem
- variasi wujud pelbagai manifestasi, baik bersyarat maupun tidak bersyarat dari suatu satuan
- variasi konsep yang mencakupi variabel dan varian
- varietas ragam bahasa
- velarisasi artikulasi bunyi bahasa dengan dorsum diangkat ke arah velum
- velum struktur atau selaput mirip kudung kepala, terdapat di rahang bagian atas
- verba kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan; kata kerja
- verbal bersifat verba
- vibran bunyi bahasa yang diartikulasikan dengan getaran yang bersinambung antara alat ucap yang bergerak dan tidak bergerak, misalnya bunyi [v] dengan bibir bawah bergerak dan gigi atas tidak bergerak
- vitalitas daya hidup suatu bahasa yang ditunjukkan oleh eksistensi dan intensitas penggunaannya dalam berbagai konteks sosial
- vokal bunyi bahasa yang dihasilkan oleh arus udara dari paru-paru melalui pita suara dan penyempitan pada saluran suara di atas glotis
- vokal satuan fonologis yang diwujudkan dalam lafal tanpa pergeseran, seperti [a], [i], [u], [e], [o]
- vokalis oposisi ciri pembeda yang secara akustis ditandai oleh adanya lawan dan tiadanya struktur formal yang jelas, secara artikulasi ditandai oleh bergetar tidaknya selaput suara dan ada tidaknya hambatan dalam saluran suara
- vokoid bunyi ujar yang pada dasarnya dihasilkan oleh alat ucap tanpa hambatan pada pita suara
- wacana keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan
- wacana satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah
- wacana kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat
- wacana pertukaran ide secara verbal
- wacana langsung kutipan wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi
- wacana pembeberan wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pelaku dan seluruh bagiannya diikat secara logis
- wacana penuturan wacana yang mementingkan urutan waktu dituturkan oleh orang pertama atau ketiga dalam waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikat secara kronologis
- warna bunyi sifat khusus yang menjadi dasar perbedaan bunyi vokal ditinjau dari sudut kesan dengar
- wicara rangkaian bunyi bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi; tutur kata; bicara
- wicara buatan produksi bunyi manusia dengan alat-alat buatan
- wicara esofagus bunyi bahasa yang dihasilkan dengan udara lewat kerongkongan, dipakai oleh orang yang laringnya telah dibedah
- zoosemiotika penyelidikan mengenai komunikasi antara hewan