Lompat ke isi

Pengguna:Bennylin/Indeks/Psikologi

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
  1. abaran hambatan kejiwaan
  2. abasia gangguan koordinasi motorik yang menyebabkan kesulitan dalam berjalan
  3. abibliofobia fobia kehabisan buku untuk dibaca
  4. ableisme stereotipe atau perlakuan berbeda yang ditujukan kepada orang berkebutuhan khusus atau orang yang memiliki keterbatasan
  5. abreaksi proses berkurangnya kecemasan dengan melepaskan tekanan dari suatu pengalaman tertentu
  6. abstinensi usaha pengontrolan diri dari hal yang kurang baik
  7. abstraksi keadaan linglung
  8. abstraksi metode untuk mendapatkan kepastian hukum atau pengertian melalui penyaringan terhadap gejala atau peristiwa
  9. adiksi ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologis, terhadap obat-obatan
  10. aeronausifobia fobia hendak muntah karena mabuk udara
  11. afasia ekspresif kehilangan kemampuan berbicara, menulis, atau melakukan gerak isyarat yang jelas dan dapat dimengerti yang disebabkan oleh kerusakan pada otak
  12. afek mengambang perasaan-perasaan yang terlepas dari objek asalnya yang kemudian dapat melekat pada objek lain
  13. afeksi rasa kasih sayang
  14. afeksi perasaan dan emosi yang lunak
  15. afektif berkenaan dengan perasaan (seperti takut, cinta)
  16. afektivitas kemampuan atau kecenderungan untuk mengalami emosi, baik positif maupun negatif, dan bereaksi terhadap emosi tersebut
  17. afektivitas positif afektivitas positif, seperti senang dan bahagia
  18. ageisme prasangka terhadap individu atau kelompok berdasarkan usianya
  19. agirofobia fobia terhadap jalan atau saat menyeberang jalan
  20. agliofobia fobia terhadap rasa sakit
  21. agonis obat yang dikombinasikan dengan reseptor untuk memunculkan akibat tertentu
  22. agorafobia fobia terhadap keramaian atau kerumunan (orang)
  23. agrafobia fobia terhadap kekerasan seksual
  24. agresi perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dalam mencapai pemuasan atau tujuan yang dapat diarahkan kepada orang atau benda
  25. agresi altruistis agresi yang dilakukan untuk melindungi orang lain
  26. agresi benci agresi yang dilakukan untuk menyakiti korban
  27. agresi instrumental agresi untuk memperoleh suatu objek, daerah kekuasaan, atau kehormatan
  28. agresi iritasi agresi dan kemarahan yang diarahkan terhadap suatu benda ketika agresor frustrasi, terluka, merasa kehilangan, atau stres
  29. agresi kasih ibu respons menyerang yang muncul dalam diri wanita ketika berhadapan dengan sesuatu yang dianggap dapat mengancam keturunannya
  30. agresi langsung penyerangan langsung terhadap sumber yang menimbulkan frustrasi
  31. agresi operan sikap agresif yang merupakan cara untuk mencapai suatu hasil, misalnya mendorong seseorang ke pinggir agar dapat segera keluar dari ruangan
  32. agresi permusuhan agresi yang diarahkan kepada orang lain untuk menyakiti orang tersebut
  33. agresi teralih penyerangan yang ditujukan kepada orang atau benda yang bukan merupakan sumber frustrasi, terjadi ketika sumber frustrasi tidak ada atau untuk membalas dendam
  34. agresif cenderung (ingin) menyerang sesuatu yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan, menghalangi, atau menghambat
  35. agrizoofobia fobia terhadap hewan buas
  36. agromania mania terhadap segala hal yang berkaitan dengan pertanian
  37. ahilognosia gangguan yang menimbulkan kesulitan dalam membedakan ukuran fisik, seperti berat, kepadatan atau tekstur (dengan indra peraba)
  38. aibohfobia fobia terhadap palindrom
  39. aikmofobia fobia terhadap jarum atau benda berujung tajam
  40. ailurofilia perasaan sayang yang berlebihan pada kucing
  41. ailurofobia fobia terhadap kucing; felinofobia
  42. akarofobia fobia terhadap rasa gatal atau serangga yang menyebabkan gatal
  43. akatalepsia keterbatasan daya penangkapan; kedunguan
  44. akinesia penurunan aktivitas gerak tubuh normal akibat cedera pada area motor tambahan
  45. akluofobia fobia terhadap kegelapan
  46. akrofobia fobia berada di tempat yang tinggi
  47. akromania kesukaan yang sangat berlebihan dalam menciptakan akronim
  48. akroparaestesia sensasi mati rasa, seperti tersengat atau gatal di tangan atau kaki
  49. akrotomorfilia gangguan dalam berperilaku seksual yang ditandai dengan fantasi gairah dan dorongan seks yang menganggap kaki pasangannya seperti diamputasi
  50. aktivitas keseharian kebutuhan dasar individu, seperti makan, mandi, berpakaian
  51. aktualisasi diri usaha berkelanjutan untuk memenuhi tujuan tertentu
  52. alaestesia gangguan pada tubuh yang ditunjukkan dengan adanya stimulasi taktil pada bagian tubuh tertentu yang rasa sakitnya dirasakan bagian tubuh lain
  53. albuminurofobia fobia terhadap penyakit ginjal
  54. alektorofobia fobia terhadap anak ayam
  55. algofobia fobia terhadap rasa sakit, baik merasakan, menyebabkan, atau melihat seseorang kesakitan
  56. alienasi mental gangguan mental
  57. aliumfobia fobia terhadap bawang putih
  58. alkoholisme awitan dini perkembangan alkoholisme dari masa remaja sampai dengan paruh baya
  59. alkoholisme awitan lanjut alkoholisme yang muncul pada usia pertengahan atau lanjut
  60. alodinia persepsi rasa sakit yang memunculkan stimulus rasa tidak sakit
  61. alodoksafobia fobia terhadap opini
  62. alter ego aku yang kedua
  63. alter ego orang yang membantu serta menemani sahabat karib (seorang tokoh) dalam segala hal dan keadaan; kawan yang tidak terpisahkan, misalnya suami atau istri
  64. amaksofobia fobia naik mobil
  65. amantadin obat antivirus yang dapat menghambat pengambilan dopamin dari otak, meningkatkan jumlah dopamin yang masih tersedia
  66. amatofobia fobia terhadap debu
  67. ambang mutlak batas stimulus terendah yang ditangkap oleh indra
  68. ambivalensi perasaan tidak sadar yang saling bertentangan terhadap situasi yang sama atau terhadap seseorang pada waktu yang sama
  69. ambligeustia gangguan pada indra pengecap
  70. amblikusia gangguan pada indra peraba
  71. amikofobia fobia terhadap luka garuk atau terkena garuk
  72. amnesia disosiatif amnesia yang disebabkan oleh gangguan fungsi afektif
  73. amnesia mundur ketidakmampuan seseorang untuk mengingat kembali kejadian traumatik yang menimbulkan amnesia
  74. amnesia psikologis amnesia periodik tentang identitas diri, informasi pribadi yang penting, dan ingatan tertentu selama beberapa waktu karena mengalami atau menyaksikan kejadian yang sangat traumatis
  75. amnesia retrograd ketakmampuan mengingat kejadian yang terjadi sebelum cedera otak atau kejadian traumatis
  76. amnesia sumber ketidakmampuan seseorang untuk mengingat asal pengetahuan yang dimiliki, misalnya belajar berjalan
  77. amofilia ketertarikan yang luar biasa pada pasir atau tanah berpasir
  78. amorfognosia gangguan yang ditandai dengan sulitnya mengenali ukuran dan bentuk suatu benda melalui indra peraba
  79. amuk kondisi tidak terkontrol; kerusuhan dengan kekerasan
  80. anabelfobia fobia saat melihat ke atas
  81. anak berkebutuhan khusus anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak lain pada umumnya tanpa selalu menunjukkan ketidakmampuan mental, emosional, atau fisik, termasuk penyandang cacat (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras)
  82. anak berkebutuhan khusus anak dengan kesulitan belajar, gangguan perilaku, atau gangguan kesehatan
  83. anak sukar anak yang bertingkah laku menyimpang dari norma-norma sosial (tidak dapat diatasi dengan cara-cara biasa)
  84. anak tolakan anak yang tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dan sebagainya)
  85. anaklisis keadaan emosi yang bergantung pada orang lain
  86. anal seks perilaku seksual yang menyimpang, yaitu dengan memasukkan penis ke dubur pasangan
  87. analgesia terkontrol pasien teknologi pemberian obat pereda rasa sakit yang dikontrol dengan jadwal
  88. analisis fungsional analisis perilaku berupa pengukuran variabel yang dapat memengaruhi kemunculan dan bertahannya suatu perilaku
  89. analisis perilaku terapan aplikasi prinsip pembiasaan dengan menggunakan instrumen guna mengubah perilaku manusia
  90. analisis transaksional bentuk analisis yang dikembangkan dalam kelompok psikoterapi, bertujuan untuk membuat peserta terapi mencapai sikap hidup adaptif, dewasa, dan realistis
  91. anamnesis keterangan tentang kehidupan seseorang (klien) yang diperoleh melalui wawancara dan sebagainya
  92. anatidaefobia fobia terhadap bebek
  93. androfilia ketertarikan yang luar biasa pada laki-laki
  94. androfobia fobia terhadap laki-laki
  95. aneka segi hal yang melibatkan banyak komponen
  96. anemofobia fobia terhadap udara
  97. anestesia emosional ketidakpekaan emosional yang terjadi akibat gangguan kepribadian
  98. anestesia regional anestesia yang dilakukan dengan pemberian obat ke dalam pembuluh darah secara terisolasi untuk menghasilkan sensasi mati rasa pada seluruh tangan dan kaki
  99. anginofobia fobia terhadap keadaan tercekik atau tempat yang sempit
  100. anglofilia kecintaan pada orang, budaya, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan Inggris
  101. anglofobia fobia terhadap orang atau hal-hal yang berhubungan dengan Inggris
  102. angrofobia fobia terhadap rasa marah atau menjadi marah
  103. anhedonia kondisi depresi yang ditandai dengan kehilangan minat untuk hidup dalam kesenangan atau untuk menikmati sesuatu
  104. animisme Piaget teori Piaget tentang kecenderungan anak untuk memberi kehidupan pada objek tak bernyawa
  105. animisme tahap praoperasional tahap kedua dalam teori perkembangan kognitif Piaget yang ditandai oleh cara berpikir yang tidak logis
  106. ankraofobia fobia terhadap angin
  107. anomi gejala ketidakseimbangan psikologis yang dapat melahirkan perilaku menyimpang dalam berbagai manifestasi
  108. ansietas kondisi emosional yang tidak menyenangkan, ditandai dengan perasaan-perasaan subjektif seperti ketegangan, ketakutan, dan kekhawatiran, serta pengaktifan sistem saraf pusat
  109. ansietas antisipatif ansietas yang timbul karena mengantisipasi kejadian buruk yang diperkirakan pasti terjadi
  110. ansietas kebiri ansietas terhadap disfungsi organ seksual seseorang, baik secara nyata maupun imajiner
  111. ansietas pisah distres yang tampak pada bayi ketika berpisah dari orang tua atau pengasuhnya
  112. ansietas primal kecemasan yang dialami bayi segera setelah keluar dari rahim yang melindunginya dan memasuki dunia luar yang ingar-bingar
  113. ansietas sosial ansietas yang timbul ketika berada dalam lingkup sosial
  114. ansietas tampilan ansietas yang timbul saat diminta melakukan suatu kegiatan, timbul akibat adanya perasaan takut akan kegagalan dan penghinaan publik, serta kurang kepercayaan diri untuk dapat bertindak sesuai yang diharapkan, misalnya kecemasan menghadapi ujian
  115. antipsikotik obat-obatan untuk mengatasi gejala gangguan psikotik
  116. antipsikotik nonspesifik obat-obatan untuk mengatasi gejala gangguan psikotik yang tidak spesifik
  117. antisipasi depresi teori Kubler Ross tentang reaksi emosional dalam menghadapi kehilangan
  118. antlofobia fobia terhadap banjir
  119. antofilia ketertarikan atau kesenangan yang berlebihan pada bunga
  120. antofobia fobia terhadap bunga
  121. antomania kesukaan yang berlebihan terhadap bunga
  122. antropofobia fobia terhadap orang banyak
  123. anuptafobia fobia menjadi bujangan
  124. apati pengamat keengganan seseorang untuk memberikan bantuan kepada org yang tidak dikenal
  125. apeirofobia fobia terhadap ketidaktentuan
  126. apersepsi pengamatan secara sadar (penghayatan) tentang segala sesuatu dalam jiwanya (dirinya) sendiri yang menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk menerima ide baru
  127. apifobia fobia terhadap lebah
  128. apimania orang yang tergila-gila pada lebah
  129. apodisofilia keinginan untuk membuka baju atau telanjang di depan umum
  130. arahan luar diri penggambaran orang-orang yang merespons masyarakat untuk mencari pengakuan dan kepopuleran
  131. araknofobia fobia terhadap laba-laba
  132. area Broca area pada otak yang terletak di hemisfer serebral, berkaitan erat dengan produksi kata, berasal dari nama Paul Broca, seorang ahli bedah Prancis; pusat bahasa
  133. aritmofobia fobia terhadap angka atau bilangan
  134. arogan mempunyai perasaan superioritas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah
  135. arsonfobia fobia terhadap api; pirofobia
  136. asesi orang atau pihak yang dinilai
  137. asetaldehida cairan tanpa warna yang terakumulasi ketika meminum minuman keras dan menggunakan obat-obatan secara bersamaan
  138. asetilkolin pengantar unsur kimiawi pada neuron motor di sistem saraf perifer
  139. asetilkolin neurotransiter penting pada sistem pusat yang berguna untuk menggerakkan otot tubuh dan menghambat otot jantung
  140. asfiksofilia kehilangan denyut nadi sewaktu-waktu
  141. asiafili orang yang sangat tertarik pada budaya atau orang Asia
  142. asiafilia ketertarikan yang luar biasa pada budaya atau orang Asia
  143. asimilasi Piaget teori Piaget tentang menerima dan menginterpretasi informasi baru pada pengetahuan dan pemahaman
  144. astenofobia fobia terhadap rasa lemas atau takut pingsan
  145. astrafobia fobia terhadap kilat dan guntur
  146. astrofobia fobia terhadap bintang dan langit
  147. asuhan kanguru metode perawatan bayi yang memiliki berat lahir kecil dengan metode menggendong yang memungkinkan adanya sentuhan kulit antara ibu dan bayi
  148. asuhan pemanjaan metode pengasuhan anak dengan melibatkan diri secara penuh, tetapi kurang memberi batasan dan larangan
  149. ataksofobia fobia terhadap ketidakteraturan atau ketidakrapian
  150. atavisme pemunculan kembali sifat-sifat (ciri-ciri) pada seseorang yang sudah lama tidak muncul pada generasi yang sebelumnya
  151. atavisme adat kebiasaan kuno yang turun-temurun
  152. atazagorafobia fobia menjadi lupa atau dilupakan dan tidak diacuhkan
  153. atelofobia fobia terhadap ketidaksempurnaan
  154. atensi selektif tipe perhatian yang hanya berfokus pada informasi yang relevan
  155. atensi terbagi kemampuan menghadirkan dua bagian dari satu informasi secara simultan
  156. atikifobia fobia terhadap kegagalan
  157. atomosofobia fobia terhadap ledakan atom
  158. atribusi pemahaman atas perilaku diri sendiri atau orang lain berdasarkan pada persepsi dari diri
  159. atribusi defensif kecenderungan untuk menyalahkan korban sebagai cara menghindari rasa cemas yang timbul karena pemikiran menjadi korban
  160. audiensi imajiner konsekuensi dari egosentrisme remaja ketika remaja membayangkan bahwa mereka menjadi pusat perhatian
  161. aulofobia fobia terhadap seruling
  162. aurofobia fobia terhadap emas
  163. autentisitas fenomena yang nyata dan tepercaya keberadaannya
  164. autodisomofobia fobia terhadap bau badan orang lain
  165. autofobia fobia terhadap kesendirian atau diri sendiri
  166. automatonofobia fobia terhadap benda yang menyerupai manusia (seperti patung, robot)
  167. automisofobia fobia terhadap keadaan kotor atau menjadi kotor
  168. autosugesti proses memengaruhi persepsi, perilaku, atau kondisi fisik seseorang dengan kekuatan sugesti orang itu sendiri
  169. aversi perasaan tidak setuju yang disertai dorongan untuk menarik diri atau menghindar
  170. aversi makanan fenomena yang muncul ketika makanan tertentu menjadi tidak disukai akibat pengasosiasian stres yang tidak terhindarkan
  171. aviatofobia aviofobia
  172. aviofobia fobia naik pesawat terbang; aviatofobia
  173. avolisi perilaku yang dilakukan bukan atas kemauan sendiri
  174. awet rajet perselisihan dalam rumah tangga akibat kurang kerukunan atau keselarasan di antara pasangan
  175. awitan waktu kejadian
  176. awitan akut kemunculan awitan suatu gangguan secara tiba-tiba
  177. bakteriofobia fobia terhadap bakteri
  178. balikan negatif umpan balik yang cenderung menstabilkan suatu proses dengan mengurangi laju atau pengeluarannya saat efeknya terlalu besar
  179. balikan tanya penyimpangan pola ketika pembicara menyebut dirinya sebagai orang kedua atau ketiga tunggal (kamu, dia) dan menyebut orang lain sebagai orang pertama tunggal (saya)
  180. balistofobia fobia terhadap peluru atau misil
  181. barofobia fobia terhadap gravitasi
  182. basifobia fobia berjalan atau terhadap sesuatu yang tegak
  183. batmofobia fobia terhadap tangga atau anak tangga
  184. batofobia fobia terhadap kedalaman
  185. batofobia fobia terhadap ketinggian atau berada di dekat gedung tinggi
  186. batrakofobia fobia terhadap hewan amfibi
  187. belonefobia fobia terhadap benda berujung runcing seperti jarum dan peniti
  188. berkabung menampilkan perilaku berduka yang dipengaruhi oleh pola budaya
  189. bibliofili orang yang sangat senang pada buku
  190. bibliofilia ketertarikan atau kesenangan yang berlebihan pada buku
  191. bibliofobia fobia terhadap buku
  192. biblioterapi pemanfaatan bahan bacaan untuk menyelesaikan masalah atau terapi psikiatris
  193. bigoreksia dismorfia otot
  194. biopsikologi studi tentang hubungan antara biologi dan perilaku manusia
  195. blenofobia fobia terhadap lendir; miksofobia
  196. botanofobia fobia terhadap tumbuhan
  197. bromidrosifobia fobia terhadap bau badan
  198. brontofobia fobia terhadap guntur
  199. bufonofobia fobia terhadap kodok
  200. capaian identitas pencapaian nilai-nilai, pilihan hidup, dan komitmen pada satu tujuan, menurut teori Marcia
  201. cari perhatian tampilan perilaku yang tidak rasional dan impulsif, termasuk ledakan emosi yang tidak terkontrol
  202. cari perhatian pemunculan perasaan dan emosi yang tersimpan atau mengendap dalam diri
  203. cari perhatian tindakan dalam proses penyesuaian diri ketika seseorang mengatasi masalah atau mengatasi stres
  204. ceimafobia fobia terhadap rasa atau kondisi dingin
  205. cemas berpisah rasa takut kehilangan seseorang yang dicintai
  206. cenderung celaka cenderung mengalami kecelakaan lebih tinggi daripada batas normal
  207. cepat matang orang yang matang secara fisik sebelum waktunya
  208. cinta open cinta dengan karakter perilaku peduli, tanpa pamrih, dan rela berkorban
  209. cinta platonik cinta kasih tanpa nafsu
  210. cinta pragma cinta yang bersifat praktis dan masuk akal
  211. cuci otak usaha secara paksa pengubahan keyakinan atau perilaku seseorang dengan cara memanipulasi psikologi
  212. defensi proses alam bawah sadar seseorang untuk menghindarkan dirinya dari kecemasan, dipermalukan, tidak percaya diri, dan lain-lain, termasuk bentuk penipuan terhadap diri sendiri
  213. defensi afirmatif cara mempertahankan keutuhan ego melalui pernyataan yang tegas
  214. defensi kegilaan konsep legal yang menyatakan bahwa seseorang tidak dapat didakwa atas suatu kejahatan jika terbukti tidak mampu bertanggung jawab atas tindakan kriminal yang dilakukannya, secara hukum tidak dapat diadili karena tindakan kejahatan tersebut dilakukan dalam kondisi tidak waras
  215. defisit defisiensi atau gangguan pada fungsi mental atau fisik
  216. defisit atensi gangguan perkembangan psikologis yang terjadi ketika anak sulit untuk memusatkan perhatian dan cenderung berperilaku impulsif
  217. dehumanisasi perbuatan memperlakukan seseorang sebagai bukan manusia karena merasa takut atau untuk menghilangkan rasa bersalah akibat perilaku agresif
  218. deindividuasi perasaan yang menganggap dirinya tidak akan dikenali dan tidak akan menjadi bagian dari suatu kelompok
  219. deinstitusionalisasi gerakan untuk menempatkan pasien gangguan kejiwaan di rumah atau lingkungan komunitas tertentu daripada menempatkannya di rumah sakit jiwa
  220. dekstrofobia fobia terhadap objek yang berada di sebelah kanan
  221. delirium emosional kondisi rancu yang disebabkan oleh tekanan lingkungan terhadap emosi
  222. delirium tremens delirium yang diderita oleh pecandu alkohol kronis setelah berhenti mengonsumsi alkohol
  223. delusi pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal
  224. delusi persekusi delusi yang terjadi ketika penderita merasa dirinya sedang atau akan dianiaya dan meyakini bahwa pelaku penganiayaan berniat untuk menimbulkan kemalangan pada dirinya
  225. delusi skizofrenia delusi yang menyertai skizofrenia
  226. demensia prekoks gangguan psikotik yang terjadi karena adanya disosiasi antara fungsi emosi dengan fungsi berpikir; skizofrenia
  227. demofobia fobia terhadap kerumunan
  228. dendrofilia ketertarikan yang luar biasa pada pohon
  229. dendrofobia fobia terhadap pohon
  230. dentofobia fobia terhadap dokter gigi
  231. depresi gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan)
  232. depresi agitatif kondisi patologis yang ditandai dengan kegelisahan, keresahan hati, ketakutan, kecemasan, delusi mengenai harga diri yang menurun, perasaan tidak berharga, dan perasaan putus asa
  233. depresi ekstrem rasa sedih yang sangat mendalam
  234. depresi klinis serangkaian perilaku, pemikiran, dan emosi yang ditandai oleh rasa kesepian, tidak berharga, perfeksionis, cemas, merasa tidak dicintai, dan sebagainya
  235. depresi manik gangguan bipolar
  236. depresi manik bentuk gangguan jiwa (psikosis) dengan gejala gembira dan sedih silih berganti; kegembiraan dan kesedihan yang berlebihan, tidak sesuai dengan rangsangan yang ada
  237. depresi maternal gangguan psikis yang terjadi sebelum atau tepat setelah melahirkan
  238. depresi pascalahir depresi sedang hingga parah pada wanita setelah melahirkan, biasanya terjadi segera, tiga bulan, atau setahun setelah melahirkan
  239. depresi pascapersalinan depresi yang biasa terjadi setelah melahirkan, biasanya disebabkan oleh perubahan hormon
  240. depresi perinatal depresi yang dialami saat hamil atau setelah melahirkan, ditandai dengan kesedihan, kecemasan, dan kelelahan ekstrem yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  241. depresi prenatal depresi yang terjadi di masa kehamilan
  242. depresi tersenyum keadaan seseorang mengalami depresi, tetapi tampak puas atau bahagia dengan hidupnya
  243. deprivasi kekurangan atas sesuatu yang dianggap penting bagi kesejahteraan psikologis
  244. deprivasi maternal kekurangan perhatian, cinta, dan perawatan yang disertai kasih sayang dari ibu atau figur ibu
  245. deprivasi sosial kondisi ketika seseorang atau sekelompok orang tidak mendapatkan keuntungan materi yang biasa didapatkannya
  246. deprivasi tidur halusinasi dan kehilangan orientasi pikiran serta perilaku sebagai akibat tidak tidur
  247. dermatofobia fobia terhadap luka kulit
  248. desensitisasi penurunan kepekaan yang tidak diinginkan pada salah satu aspek kepribadian
  249. desensitisasi salah satu bentuk terapi perilaku seorang individu dengan cara relaksasi
  250. desensitisasi sistematik terapi perilaku untuk mengatasi kecemasan, penderita dikondisikan dalam keadaan rileks pada awalnya tetapi harus membayangkan serangkaian situasi yang makin lama makin menyeramkan, sehingga respons relaksasi dan ketakutan menjadi tidak kompatibel dan rasa takutnya berangsur menghilang
  251. desepsi perbuatan menipu atau curang yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan hal yang diinginkan
  252. determinasi budaya sudut pandang terhadap pengaruh dominan, muncul dalam perkembangan kepribadian yang lebih banyak disebabkan oleh faktor budaya daripada genetik
  253. devolusi proses ketika sekelompok orang mulai kehilangan kendali, terlalu terbawa situasi yang sedang terjadi, atau tidak mampu menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang dipicu oleh trauma dari penyerangan yang mereka alami
  254. diabetofobia fobia terhadap penyakit diabetes
  255. diabolisme proses mengatributkan sifat-sifat buruk pada seseorang atau kelompok
  256. diagnosis diferensial proses membedakan dua penyakit atau abnormalitas yang mirip dengan menemukan suatu gejala kritis yang terdapat hanya pada satu gangguan atau penyakit dan tidak ditemukan pada gangguan lainnya
  257. dialog internal monolog internal
  258. didaskaleinofobia fobia bersekolah
  259. diferensiasi usia pembagian peran berkenaan dengan pemberian tugas sesuai usia
  260. dikefobia fobia terhadap keadilan
  261. dilema moral situasi yang menghadapkan seseorang pada dua pilihan sulit karena pilihan yang satu akan melanggar suatu norma, sedangkan pilihan lain melanggar norma yang lain (seperti buah simalakama), misalnya pilihan yang dihadapi dokter untuk melakukan eutanasia
  262. dinofobia fobia terhadap keadaan berkunang-kunang atau terhuyung-huyung
  263. diplofobia fobia terhadap penglihatan ganda
  264. dipsomania penyakit yang ditandai dengan sikap pasien yang tidak mengalami ketergantungan asupan alkohol harian, tetapi disebabkan karena adanya gangguan emosi
  265. diri kepribadian yang sadar akan identitasnya sepanjang waktu
  266. disforia depresi yang disertai dengan kecemasan, lawan dari euforia
  267. disgrafia ketidakmampuan untuk menulis yang disebabkan oleh luka pada otak
  268. dishabilifobia fobia melepas pakaian di hadapan orang lain
  269. diskomania orang yang sangat menyukai kegiatan di klub diskotek
  270. dismorfia kondisi patologis seseorang yang secara keliru meyakini bahwa ada sesuatu yang salah dengan penampilan atau tubuhnya; gangguan dismorfik tubuh
  271. dismorfia otot dismorfia yang membuat seseorang terobsesi memiliki tubuh berotot sehingga mengarah pada kegiatan olahraga berlebihan, terutama olahraga pembentukan tubuh seperti binaraga, penyalahgunaan steroid, atau gangguan makan; bigoreksia
  272. dismorfofobia fobia terhadap keadaan cacat
  273. disnomia ketidakmampuan untuk melakukan perhitungan bilangan
  274. disorganisasi perilaku kondisi emosional ekstrem berupa tingkah laku tanpa harmoni, adakalanya menunjukkan relasi-relasi tanpa pengertian dengan kondisi-kondisi lingkungannya, misalnya tertawa histeris ketika mengalami peristiwa kehilangan atau bencana yang tragis
  275. disosiasi mekanisme pertahanan alam bawah sadar yang membantu seseorang melindungi aspek emosional dirinya dari peristiwa traumatis atau menakutkan dengan cara melupakan atau menjauhkan diri dari situasi atau memori yang menyakitkan
  276. disparitas binokular perbedaan dalam melihat benda yang sama oleh mata, berguna untuk mengenali dimensi kedalaman
  277. distikifobia fobia terhadap kecelakaan
  278. distorsi menghindar kecenderungan mengatasi masalah dengan cara menghindar dari masalah
  279. distres personal reaksi emosional berupa permusuhan dan pemfokusan pada diri sendiri (misalnya kecemasan, kekhawatiran, rasa tidak nyaman) dalam menghindari atau menanggapi kondisi atau keadaan emosi orang lain, sering terjadi akibat penularan emosional ketika ada kebingungan antara diri dengan yang lain
  280. distribusi bimodal distribusi frekuensi yang memiliki dua modus
  281. doksofobia fobia mengemukakan pendapat atau mendapat pujian
  282. domatofobia fobia terhadap rumah atau berada dalam rumah
  283. dominatriks perempuan yang mendominasi pasangannya secara fisik dan psikis dalam hubungan seks dengan kekerasan
  284. dromomania penyakit yang ditandai dengan keinginan takterkendali untuk bepergian
  285. dukacita kematian kepedihan yang mendalam atau rasa kehilangan yang diakibatkan oleh meninggalnya seseorang yang dicintai
  286. dukungan sosial tindakan berupa bantuan, penghargaan, dan perhatian yang dirasakan oleh seseorang sehingga orang tersebut nyaman berada di dalam masyarakat
  287. efebifobia fobia terhadap remaja
  288. efek autokinetik ilusi yang muncul ketika melihat cahaya di ruang yang gelap total
  289. efek barnum karakteristik psikologis yang bersifat umum, digunakan untuk menjelaskan karakter spesifik seseorang, misalnya ungkapan yang biasa digunakan oleh cenayang digunakan juga dalam hasil pemeriksaan psikologi
  290. efek Flynn kecenderungan untuk meningkatkan skor IQ seiring dengan waktu
  291. efek halo kecenderungan menilai terlalu tinggi seseorang berdasarkan prestasi tertentu
  292. efek jenuh menurunnya hasil kerja, tes, atau eksperimen sebagai akibat kebosanan atau kelelahan, biasanya karena pekerjaan yang sama, rutin, atau tes yang terlalu lama
  293. efek kemurahan hati kesalahan dalam penilaian yang terjadi secara sistematis, disebabkan adanya kecenderungan memberikan nilai rendah kepada orang yang tidak disukai atau tidak dikenal
  294. efek langgar pantangan perasaan hilangnya kontrol akibat melanggar pantangan yang dibuat sendiri
  295. efek lintas risiko tinggi terjadinya kematian di usia muda yang dialami orang kulit hitam di Amerika
  296. efek pascastres penurunan performa dan kemampuan konsentrasi seseorang yang sebelumnya mengalami stres
  297. efek pemanasan efek terhadap prestasi penyelesaian suatu tugas yang didahului oleh pemanasan
  298. efek primasi situasi pemanggilan kembali ingatan, biasanya ingatan yang ditampilkan pertama kali lebih diingat dibandingkan yang berada di tengah
  299. efek resensi teori tentang apa yang dipelajari pada urutan terakhir oleh seseorang akan diingat dengan baik
  300. efek senjata temuan bahwa keberadaan senjata atau bahkan gambar senjata dapat membuat orang berperilaku lebih agresif
  301. efek tanduk kecenderungan untuk menggeneralisasi penilaian tentang seseorang dari karakteristik negatif ke penilaian keseluruhan yang diasosiasikan dengan setan
  302. efek tiru kecenderungan untuk meniru perilaku atau aktivitas yang ditampilkan atau diberitakan secara sensasional oleh media massa
  303. efikasi kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan
  304. efikasi diri akademik rasa percaya diri dalam menyelesaikan studi yang bersifat akademik di bidang tertentu
  305. ego aku; diri pribadi
  306. ego rasa sadar akan diri sendiri
  307. ego konsepsi individu tentang dirinya sendiri
  308. ego alien konsep ideal diri seseorang yang tidak dapat diterima oleh egonya, lawan dari ego sintonik; egodistonik
  309. egodistonik ego alien
  310. egois orang yang selalu mementingkan diri sendiri
  311. egoisme tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain
  312. egosentrisme remaja kemampuan mengonsep pemikiran sendiri sebagai tambahan pemikiran yang diperoleh dari orang lain di sekitarnya
  313. egosintonik perilaku, perasaan, dan nilai-nilai yang sejalan dengan konsep diri seseorang
  314. eidetik berkenaan dengan kemampuan melihat kembali secara jelas hal-hal yang dialami pada masa lampau
  315. eisoptrofobia fobia terhadap pantulan diri sendiri dalam cermin
  316. eklesiofobia fobia terhadap gereja
  317. ekofobia kekhawatiran berlebih terhadap lingkungan sekitar
  318. ekokinesis ekopraksis
  319. ekomania sikap patologis pada keluarga sendiri, ditandai dengan perilaku mendominasi, dapat memicu kekerasan dalam keluarga
  320. ekopati kondisi patologis yang menyebabkan seseorang secara tidak sadar menirukan kata dan perbuatan orang lain
  321. ekopraksis kecenderungan untuk mengulangi sikap atau gerakan yang dilakukan oleh orang lain, sering dialami oleh penderita skizofrenia katatonik; ekokinesis
  322. ekshibisionis orang yang mempunyai dorongan melakukan ekshibisionisme
  323. ekshibisionisme kelainan atau ketidakwajaran yang ditandai dengan kecenderungan memperlihatkan hal-hal yang tidak senonoh, seperti alat kelamin kepada orang lain untuk pemuasan diri
  324. eksistensial berdasarkan pada keberadaan atau pengalaman eksistensi
  325. eksokanibalisme perilaku kanibalisme atau mengonsumsi manusia lain di luar kelompoknya
  326. eksperimen ablasi metode penelitian dalam psikologi fisiologis untuk mengetahui fungsi spesifik area saraf dengan menghilangkan jaringan saraf tertentu
  327. ekspresivitas kekayaan ekspresi; isi ekspresi
  328. eksternalisasi peristiwa bangkitnya rangsangan pada diri seseorang yang dipicu oleh perangsang eksternal, yang sebelumnya sudah terbangkitkan oleh perangsang internal
  329. eksternalisasi proses pembebasan jati diri pada anak
  330. eksternalisasi proyeksi proses psikologis diri sendiri terhadap lingkungan, seperti pada keadaan paranoid atau halusinatoris
  331. ekstrapunitif frustrasi dengan bertingkah agresif pada orang atau objek yang dianggap menyebabkan frustrasi
  332. ekstraversi sikap atau tipe kepribadian seseorang yang minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial daripada terhadap dirinya dan pengalamannya sendiri
  333. ekstrover orang yang minatnya ditujukan seluruhnya kepada yang ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kepada yang ada dalam pikiran dan perasaannya sendiri; orang yang bersikap terbuka
  334. ektropik sesuatu yang berada dalam posisi yang abnormal atau tidak sesuai
  335. ekuinofobia fobia terhadap kuda; hipofobia
  336. elektra kompleks teori Freud tentang perasaan romatis anak perempuan terhadap ayahnya, sekaligus memunculkan perasaan agresif terhadap ibunya
  337. elektrofobia fobia terhadap listrik
  338. eleuterofobia fobia terhadap kebebasan
  339. elurofobia fobia terhadap kucing; ailurofobia
  340. emetofobia fobia terhadap muntah
  341. emosi jenuh kondisi emosi negatif yang disebabkan oleh kejenuhan dalam melakukan pelayanan sosial berlanjut
  342. emosi palsu emosi yang tidak dialami sendiri, tetapi ditiru, biasa ditemukan pada psikopat
  343. empati keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain
  344. empati aditif proses penghayatan emosi dalam konteks empati
  345. enetofobia fobia terhadap peniti
  346. enkopresis hal buang air besar di luar kemauan sendiri, dapat terjadi pada anak-anak akibat latihan menggunakan toilet yang salah atau adanya konflik emosional
  347. enofobia fobia terhadap minuman anggur
  348. enosiofobia fobia terhadap perbuatan dosa yang tidak termaafkan atau terhadap kritik
  349. entomofobia fobia terhadap serangga
  350. eosofobia fobia terhadap fajar atau siang hari
  351. epistaksiofobia fobia terhadap mimisan
  352. epistemofobia fobia terhadap pengetahuan
  353. epistolofobia fobia menulis surat
  354. ereutrofobia fobia terhadap cahaya atau warna merah; eritrofobia
  355. ergasiofobia fobia terhadap kerja atau tugas pekerjaan; ketakutan dokter bedah melakukan operasi
  356. ergofobia fobia terhadap kerja
  357. ergonomika kognitif aspek ergonomi yang menunjukkan interaksi antara manusia dan komputer
  358. eritrofobia fobia terhadap cahaya merah atau warna merah
  359. ermitofobia fobia terhadap kesepian atau kesendirian
  360. erotofobia fobia terhadap masalah seksual
  361. eufobia fobia mendengar kabar baik
  362. eurotofobia fobia terhadap alat kelamin wanita
  363. eutanasia aktif eutanasia dengan tindakan langsung, misalnya lewat suntikan
  364. eutanasia pasif eutanasia natural, misalnya dengan mematikan alat bantu pernapasan
  365. fabel personal konsekuensi egosentrisme remaja yang meyakini keunikan pribadi mereka tidak benar
  366. fagofobia fobia menelan, makan, atau dimakan
  367. faktor normatif berdasarkan sejarah pengaruh terhadap perkembangan yang berkaitan erat dengan kejadian dalam bermasyarakat
  368. faktor normatif berdasarkan umur pengaruh terhadap perubahan dalam perkembangan yang berhubungan dekat dengan faktor usia seseorang
  369. falakrofobia fobia menjadi botak
  370. falofobia fobia terhadap penis, terutama dalam keadaan ereksi
  371. familisida pembunuhan banyak anggota suatu keluarga oleh salah satu anggota keluarga itu sendiri
  372. farmakofobia fobia terhadap obat
  373. fase prapensiun tahap ketika seseorang melakukan persiapan dalam menyesuaikan diri dengan kondisi di masa pensiun
  374. fase reorientasi tahap ketika muncul penyesuaian diri seseorang terhadap gaya hidup yang penting agar dapat beradaptasi dengan perannya sebagai pensiunan
  375. fasilitas rawat rumah rumah untuk lansia yang secara fungsional ingin mandiri, tetapi mengharapkan tempat tinggal dengan lingkungan yang aman, higienis, dan terlindungi
  376. fasilitasi sosial perilaku seseorang yang berakibat pada perilaku orang lain
  377. fasmofobia fobia terhadap hantu
  378. febrifobia fobia terhadap demam
  379. fengofobia fobia terhadap sinar matahari atau cahaya siang
  380. ferumfobia fobia terhadap besi atau benda yang terbuat dari besi
  381. fetisisme bangkitnya gairah seksual pria pada benda yang diasosiasikan dengan wanita, biasanya berupa rambut, kaki, sepatu, atau pakaian dalam
  382. figur bermakna seseorang yang penting bagi orang yang lain (berkaitan erat dengan citra diri)
  383. fiksasi kondisi seseorang yang berhenti pada salah satu tahap psikoseksual masa kanak-kanak
  384. filemafobia fobia terhadap ciuman
  385. filofobia fobia terhadap rasa cinta atau keadaan jatuh cinta
  386. filosofobia fobia terhadap filsafat
  387. fleksibilitas kognitif kemampuan berpindah dari satu cara berpikir ke cara berpikir lainnya
  388. fobia sekolah fobia bersekolah
  389. fobia sosial gangguan kecemasan sosial
  390. fobofobia fobia terhadap kemungkinan memiliki fobia
  391. fonofobia fobia terhadap suara atau bunyi
  392. formasi konsep kemampuan mental manusia yang berhubungan dekat dengan penggunaan bahasa dalam otak
  393. fotoaugliafobia fobia terhadap cahaya yang menyilaukan
  394. fotofobia fobia terhadap sinar atau cahaya
  395. frankofobia fobia terhadap benda yang sangat dingin
  396. frigofobia fobia terhadap benda yang sangat dingin
  397. froteurisme kelainan seksual dengan perilaku menyentuh bagian tubuh yang sensitif dari orang yang sedang tidak memperhatikan, biasanya terjadi dalam kondisi yang berdesakan
  398. fugu periode hilangnya ingatan seseorang dalam jangka waktu lama
  399. fusi binokular proses di otak ketika menggabungkan gambar yang berbeda dari kedua mata menjadi satu persepsi visual
  400. gaduh gelisah keadaan hilangnya daya kendali kesadaran diri yang dapat mengakibatkan pelukaan diri sendiri atau orang lain
  401. gagap kelainan wicara berupa pengulangan konsonan dan suku kata secara spasmodis karena gangguan psikofisiologis dan lebih banyak terjadi pada pria
  402. galeofobia fobia terhadap hiu
  403. gamofobia fobia terhadap perkawinan
  404. gangguan amnestik gangguan mental yang ditandai dengan penurunan signifikan pada kemampuan belajar dan mengingat informasi baru; amnesia
  405. gangguan bipolar gangguan mental yang sifatnya berulang dalam rentang waktu tertentu, ditandai dengan perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, biasanya berlangsung seumur hidup; depresi manik
  406. gangguan dismorfik tubuh dismorfia
  407. gangguan fungsional gangguan emosional yang dapat menyebabkan gangguan fisik, seperti gangguan emosional yang disebabkan oleh gangguan fisik
  408. gangguan kecemasan sosial kecemasan atau ketakutan kuat akan dihakimi, dinilai secara negatif, atau ditolak dalam situasi sosial
  409. gangguan kepribadian gangguan mental yang menyebabkan penderita memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari orang lain pada umumnya
  410. gangguan mengingat terkait usia penurunan kemampuan kognitif terutama daya ingat sebagai bagian dari proses penuaan
  411. gangguan mental gangguan jiwa
  412. gangguan obsesif kompulsif gangguan mental yang ditandai dengan penderita mengalami ketakutan yang tidak terkendali sehingga berperilaku kompulsif dan berulang kali melakukan tindakan tertentu secara tidak sadar
  413. gangguan psikotik gangguan mental berat yang bersumber dari pemikiran emosional, terjadi ketika penderita memersepsikan realitas eksternal sesuai dengan pikirannya sendiri sekalipun berlawanan dengan kenyataan
  414. gangguan spektrum autisme gangguan perkembangan saraf pada anak yang menyebabkan ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain serta terbatasnya perilaku repetitif, minat, dan aktivitas
  415. gangguan stres pascatrauma sindrom yang muncul sebagai akibat dari stres yang sangat kuat, biasanya ditandai dengan ketidakmampuan merasakan emosi, teringat terus-menerus pada peristiwa yang menyebabkan stres, waspada berlebihan, gangguan tidur, rasa bersalah, dan konsentrasi atau ingatan yang terganggu
  416. gaya atribusi cara individu berpikir atau menjelaskan tindakan dan hasil dari tindakan tersebut
  417. gaya koping konfrontatif kecenderungan mengatasi masalah penyebab stres secara langsung dan mencoba mencari solusi
  418. gaya penguasaan ego cara penyesuaian dalam diri sendiri ataupun orang lain yang mencerminkan nilai dan keyakinan dari hasil pengorganisasian ajaran lingkungan dalam penataan perilaku yang diperoleh sebelumnya
  419. gefirofobia fobia terhadap menyeberang jembatan
  420. geliofobia fobia terhadap gelak tertawa
  421. generativitas tahap perkembangan psikososial pada masa pertengahan masa dewasa ketika seseorang menentukan kembali prioritas dalam hidupnya
  422. generativitas ananta kemampuan membuat kalimat bermakna dalam jumlah takterhingga dengan menggunakan serangkaian kata dan aturan tertentu
  423. genetik perilaku studi mengenai perilaku yang diwarisi
  424. genetika perilaku pembahasan mengenai efek gen terhadap perilaku termasuk pembahasan tentang abnormalitas genetis
  425. geniofobia fobia terhadap dagu
  426. genotipe potensi individu yang diturunkan secara genetis
  427. genufobia fobia terhadap lutut
  428. geraskofobia fobia terhadap keadaan menjadi tua
  429. germafobia misofobia
  430. germanofobia fobia terhadap orang, budaya, atau hal-hal yang berhubungan dengan Jerman
  431. gerontofobia fobia terhadap orang tua atau menjadi tua
  432. Gestalt pola atau struktur yang utuh, yang keseluruhannya tidak dapat dianggap jumlah dari unsur-unsurnya dan yang unsur-unsurnya tidak dapat dianggap bagian dari keseluruhannya
  433. ginefobia ginofobia
  434. ginofobia fobia terhadap wanita; ginefobia
  435. ginofobia fobia terhadap wanita
  436. globofobia fobia terhadap balon
  437. glosofobia fobia berbicara di depan umum
  438. glosolalia cara bicara yang bersemangat dan emosional yang menggunakan bahasa yang logis, tetapi tidak dapat dipahami oleh pendengarnya, biasanya terjadi dalam kondisi religius atau menderita skizofrenia
  439. habituasi hasil penurunan respons pada stimulus yang makin dikenali melalui tampilan berulang atau penggunaan obat berulang
  440. hadefobia fobia terhadap neraka
  441. hafefobi a fobia terhadap sentuhan, takut disentuh; kiraptofobia; tiksofobia
  442. halusinasi pengalaman indra tanpa adanya perangsang pada alat indra yang bersangkutan, misalnya mendengar suara tanpa ada sumber suara tersebut
  443. halusinatoris berhubungan dengan halusinasi
  444. hamartofobia fobia berbuat dosa
  445. hambatan pengasuh reaksi intens yang dimiliki orang dewasa yang merawat lansia di rumah melalui pemenuhan kebutuhan orang yang dirawat sesuai dengan kondisi fisik, emosional, sosial, dan intelektual
  446. haptofobia fobia disentuh
  447. harpaksofobia fobia dirampok
  448. hebefrenia salah satu bentuk gangguan psikologis umum yang mirip dengan skizofrenia
  449. hedonofobia fobia terhadap perasaan senang
  450. heksakosioiheksekontaheksafobia fobia terhadap angka 666
  451. heliofili orang yang sangat tertarik pada sinar matahari
  452. heliofilia ketertarikan yang berlebihan pada cahaya matahari
  453. heliofobia fobia terhadap matahari atau sinar matahari
  454. helmintofobia fobia terhadap cacingan; takut cacingan
  455. hemafobia hematofobia
  456. hematofobia fobia terhadap darah atau perdarahan; hemafobia
  457. hemofobia fobia terhadap darah
  458. heritabilitas karakteristik kepribadian yang berhubungan dengan warisan genetis
  459. herpetofobia fobia terhadap hewan reptil
  460. heterofobia fobia terhadap lawan jenis
  461. hidrofili orang yang sangat tertarik pada air
  462. hidrofilia ketertarikan yang berlebihan pada air
  463. hidrofobia fobia terhadap air
  464. hidrologia gangguan psikosomatik yang memengaruhi fungsi kelenjar keringat sehingga telapak tangan basah atau berkeringat secara berlebihan saat merasa cemas
  465. hidup tertopang rumah tinggal, seperti apartemen tempat lansia menerima layanan individual untuk memaksimalkan kemandirian mereka
  466. hielofobia fobia terhadap gelas atau kaca
  467. hierofobia fobia terhadap pendeta dan benda keramat
  468. higrofili orang yang sangat senang tinggal di lingkungan yang dekat dengan air atau sungai
  469. higrofilia perasaan senang tinggal di lingkungan yang dekat air atau sungai
  470. higrofobia fobia terhadap barang cair, keadaan lembap, atau embun
  471. hilang kata keadaan kesulitan menemukan kata yang tepat
  472. hilefobia fobia terhadap epilepsi
  473. hilofobia fobia terhadap hutan
  474. hipegiafobia fobia terhadap tanggung jawab
  475. hiperkinesis kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menghayati sesuatu secara fisik lebih dari rata-rata orang pada umumnya, misalnya dapat memperkirakan dengan tepat jarak antara dirinya dan benda lain tanpa usaha yang besar
  476. hipersensitivitas keadaan terlalu sensitif sehingga mengalami gangguan fungsi berpikir
  477. hipnofobia fobia terhadap tidur atau keadaan dihipnosis
  478. hipnoterapi penyembuhan gangguan jiwa dengan membawa penderita ke suatu keadaan trans agar penderita mengeluarkan isi hatinya (dalam keadaan sadar ia tidak bersedia menceritakannya)
  479. hipofili orang yang sangat menyenangi kuda
  480. hipofilia perasaan sayang yang berlebihan pada kuda
  481. hipofobia ekuinofobia
  482. hipofremia keadaan lemah otak atau lemah mental; keadaan keterbelakangan mental
  483. hipokondria ketakutan yang sangat berlebih-lebihan dan terus-menerus terhadap gangguan kesehatan tubuh oleh rangsangan penyakit
  484. hipomania depresi akut
  485. hipotesis frustrasi-agresi hipotesis tentang frustrasi yang selalu memicu agresi, baik pada hewan maupun manusia
  486. hipotesis inokulasi hipotesis tentang keyakinan seseorang dapat dikuatkan dengan menghadirkan argumen yang lemah dan salah
  487. hipotesis penyangga hipotesis mengenai pengantisipasian stres
  488. hipotesis penyesuaian hipotesis tentang dukungan sosial yang dapat membantu individu memenuhi kebutuhan spesifiknya
  489. hipsifobia fobia terhadap ketinggian
  490. hirsutofili orang yang sangat senang kepada laki-laki berbulu
  491. hirsutofilia ketertarikan yang berlebihan kepada laki-laki berbulu
  492. histeria gangguan pada gerak-gerik jiwa dan rasa dengan gejala luapan emosi yang sering tidak terkendali seperti tiba-tiba berteriak-teriak, menangis, tertawa, mati rasa, lumpuh, dan berjalan dalam keadaan sedang tidur
  493. histeria konversi histeria yang terjadi khususnya di awal masa psikoanalisis dengan pengubahan konflik psikologis menjadi bentuk gangguan fisik serius, seperti kelumpuhan
  494. histerikal histeris
  495. hobofobia fobia terhadap penganggur atau pengemis
  496. hodofobia fobia terhadap jalan darat
  497. homiklofobia nebulafobia
  498. homilofobia fobia terhadap khotbah
  499. homofili orang yang mempunyai ketertarikan seksual kepada sesama jenis
  500. homofilia ketertarikan seksual kepada sesama jenis, misalnya homoseksual
  501. homofobia fobia terhadap sesama jenis
  502. homofobia fobia terhadap pelaku homoseksual
  503. hoplofili orang yang mempunyai ketertarikan seksual pada pistol atau senjata api
  504. hoplofilia ketertarikan seksual pada pistol atau senjata api
  505. hoplofobia fobia terhadap pistol atau senjata api
  506. hormefobia fobia terhadap rasa terkejut
  507. hubungan intim proses ketika seseorang mengetahui aspek terdalam yang bersifat subjektif dari individu lain
  508. hukum asosiasi prinsip yang melatarbelakangi hubungan antara ide, perasaan, dan tingkah laku tertentu dalam ingatan
  509. hukuman jeda teknik modifikasi perilaku ketika seseorang yang menampilkan perilaku menyimpang dipindahkan dari lingkungan tertentu, umumnya ruang isolasi
  510. iatrofobia fobia terhadap dokter
  511. identifikasi proses psikologi yang terjadi pada diri seseorang karena secara tidak sadar dia membayangkan dirinya seperti orang lain yang dikaguminya, lalu dia meniru tingkah laku orang yang dikaguminya itu
  512. identitas androgini kesadaran psikologis yang mendasari rasa diri sebagai dua karakteristik seksual dalam satu kepribadian
  513. identitas etnik kesadaran psikologis yang mendasari rasa diri seseorang dalam suatu kelompok etnis berdasarkan kesamaan kebiasaan, warisan, nilai-nilai, sejarah, bahasa, dan ras
  514. identitas gender kesadaran psikologis yang mendasari rasa diri sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan
  515. identitas terpisah kesadaran psikologis yang mendasari pemahaman tentang perbedaan, kekhasan, dan persamaan dengan orang lain
  516. ideofobia fobia terhadap ide atau pendapat
  517. idolisasi kondisi ketika seorang duda atau janda berusaha mengesankan bahwa pasangannya yang sudah meninggal lebih hebat daripada kenyataannya saat masih hidup
  518. ikonofobia fobia terhadap gambar atau lambang
  519. iktiofobia fobia terhadap ikan
  520. ilingofobia fobia terhadap vertigo
  521. imbesil dalam keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yang sangat rendah pada orang dewasa (IQ sekitar 35–50)
  522. imbesil dungu; bodoh sekali
  523. imbesil orang yang kecerdasan berpikirnya sangat rendah
  524. imunisasi inokulasi
  525. imunisasi perilaku program yang bertujuan agar seseorang mampu menghadapi dan bertahan dalam kondisi stres dengan cara memberikan situasi stres yang serupa
  526. infantil bersifat kekanak-kanakan
  527. infantilisme kondisi seseorang yang belum berkembang secara psikologis
  528. inflamasi proses yang diasosiasikan dengan pembersihan dan perbaikan jaringan yang rusak
  529. ingatan jangka panjang ingatan yang bertolak belakang dengan memori jangka pendek atau memori sensori
  530. inhibisi proses penghambatan fisiologis atau psikologis oleh suatu hal tertentu
  531. inkongruens ketidaksesuaian antara perasaan dengan ucapan atau tindakan
  532. inkorporisasi pemelajaran nilai-nilai atau sikap yang menyatu dalam diri sendiri
  533. inokulasi perkenalan ide baru pada seseorang
  534. insektofobia fobia terhadap serangga
  535. insting daya dorong utama pada manusia bagi kelangsungan hidupnya (seperti nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yang tepat
  536. insting kematian dorongan yang tidak disadari yang muncul akibat ancaman terhadap kepribadian, ancaman perusakan, dan ancaman kematian
  537. institusionalisasi penempatan pasien gangguan kejiwaan di rumah sakit jiwa
  538. institusionalisme keadaan psikologis berupa apatisme dan kemunduran yang terbawa oleh lingkungan institusional dan depersonalisasi
  539. insulafobia fobia terhadap keadaan terkucil
  540. intelek daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan; daya akal budi; kecerdasan berpikir
  541. inteligensi daya reaksi atau penyesuaian yang cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta atau kondisi baru; kecerdasan
  542. inteligensi emosional kemampuan untuk memahami kebutuhan, perasaan, dan motif diri dalam melakukan sesuatu
  543. inteligensi encer kemampuan untuk berpikir mandiri berdasarkan pada budaya
  544. inteligensi terkristal kemampuan yang mencakup pemahaman verbal, keterampilan numerik, dan penalaran induktif
  545. interaksi parasosial hubungan psikologis yang dialami orang awam dalam pertemuan mereka dengan figur publik tertentu (seperti artis) melalui media massa, khususnya televisi, sehingga membuat mereka merasa mengenal dekat figur tersebut hampir seolah sebagai teman
  546. interaksionistik berhubungan dengan perkembangan pada anak yang memperhitungkan saling pengaruh antara faktor pembawaan dan faktor lingkungan
  547. interindividual hubungan antara individu
  548. internalisasi penerimaan ide atau nilai dari luar diri sebagai bagian dirinya; konsep superego yang dikembangkan dalam kepribadian
  549. intervensi penguatan kendali intervensi dengan tujuan untuk meningkatkan persepsi kontrol pasien terhadap penanganan
  550. intraindividu perihal di dalam diri seseorang
  551. intraindividual mengenai keadaan di dalam individu
  552. intrapsikis konflik atau proses-proses yang mengambil peran dalam jiwa seseorang
  553. intropunitif respons setelah frustrasi berupa tindakan menyalahkan dan menghukum diri sendiri atau merasa bersalah
  554. introver orang yang minatnya ditujukan kepada yang ada di dalam pikiran dan perasaannya sendiri; orang yang bersikap tertutup
  555. involusi krisis perubahan fisik dan psikologis pada usia paruh baya
  556. iofobia fobia terhadap racun
  557. iri penis hipotesis Sigmund Freud tentang rasa iri pada wanita yang ingin memiliki penis karena merasa kurang atau tidak lengkap seperti laki-laki
  558. isolasi sosial kondisi hampir atau sama sekali tidak ada kontak dengan masyarakat atau makhluk sosial lainnya dengan tidak sengaja
  559. isopterofobia fobia terhadap rayap
  560. isu turunan bawaan isu terfokus pada kepentingan relatif dari dukungan genetik dan asuhan
  561. isyarat sosial isyarat verbal maupun nonverbal yang menjadi penanda maksud seseorang dalam interaksi sosial
  562. itifalofobia fobia terhadap ereksi penis
  563. jam karier teori Kimmel tentang perasaan subjektif seseorang mengenai anggapan tepat waktu atau tidaknya perkembangan karier
  564. jendela rasa penyaluran emosi secara ekspresif, bisa berupa ekspresi kemarahan, ketakutan, dan penderitaan melalui teriakan, gemetar, isak tangis, dan lain-lain; abreaksi
  565. juvenil berkaitan dengan orang muda, biasanya di bawah umur yang masih dalam wajib belajar
  566. kadar kognitif pendekatan yang menjelaskan situasi stres yang dapat menurunkan kemampuan berpikir, memfungsikan kerja indra, memusatkan perhatian, dan menyelesaikan persoalan
  567. kaetofobia fobia terhadap rambut atau bulu
  568. kainofobia neofobia
  569. kakofobia fobia terhadap sesuatu yang buruk atau jelek
  570. kakofonofili orang yang sangat senang mendengarkan suara atau bunyi yang keras
  571. kakofonofilia perasaan senang mendengarkan suara atau bunyi yang keras
  572. kaliginefobia fobia terhadap perempuan cantik
  573. kamar arnes ruangan terdistorsi yang tampak hampir normal ketika dilihat dari lubang intip pada salah satu temboknya dengan menggunakan satu mata
  574. kanalisasi kecenderungan yang bersifat bawaan untuk menolak karakteristik tertentu dengan hanya menghasilkan lebih sedikit dari yang seharusnya dapat diberikan
  575. kanofili orang yang sangat senang pada anjing
  576. kanofilia ketertarikan yang luar biasa pada anjing
  577. kanserofobia fobia terhadap penyakit kanker
  578. kapasitas siap testamen kecukupan kapasitas mental dan penilaian untuk membuat surat wasiat guna membagi aset seseorang (rumah, harta, dan sebagainya)
  579. karakter anal perilaku orang dewasa yang menampilkan ketidakmampuan untuk mengendalikan impuls
  580. karakteristik seks primer karakteristik seks yang berhubungan langsung dengan organ seks
  581. karakteristik terperoleh keterampilan yang diperoleh dari kegiatan tertentu
  582. karakteristik terperoleh perubahan struktur pada organ sebagai hasil dari aktivitas dan interaksi dengan lingkungan
  583. karbofobia fobia terhadap karbohidrat (terutama pada pendiet)
  584. karnofobia fobia terhadap daging
  585. kata pivot kata yang umumnya tergolong singkat atau pendek dan tergabung pada kata tak tergolong
  586. kata taktergolong kata dalam struktur kalimat awal yang berhubungan dengan kata poros
  587. katagelofobia fobia ditertawakan
  588. katapedafobia fobia melompat dari tempat yang tinggi atau rendah
  589. katapleksi kelumpuhan histerikal yang tiba-tiba terjadi yang disebabkan oleh permasalahan emosional yang berat dan tidak teratasi
  590. katarsis cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas
  591. katatonia kelainan psikis yang disebabkan oleh ketegangan otot yang tidak wajar
  592. katoptrofobia fobia terhadap cermin
  593. katsaridafobia fobia terhadap kecoa
  594. keawasan keadaan subjektif merasa sadar terhadap apa yang sedang terjadi
  595. kecemasan berpisah kecemasan pada masa kanak-kanak tentang perpisahan dengan ibu atau figur lainnya yang merupakan sumber kedekatan terbesar baginya
  596. kegemukan terlalu gemuk karena makan berlebihan sebagai reaksi terhadap frustrasi psikis
  597. kehilangan objek proses hilangnya rasa cinta pada benda berharga eksternal
  598. keintiman kedekatan dengan orang lain melalui proses membuka diri
  599. kekacauan adrenalin peningkatan dorongan kompetitif secara tiba-tiba pada atlet dengan melepas adrenalin ke dalam darah
  600. kekacauan emosional gangguan emosi yang disebabkan oleh adanya tekanan dari lingkungan
  601. kekacauan kepribadian keadaan pikiran, akal, perasaan, dan dorongan batin yang tidak berfungsi dan tidak dapat dikendalikan
  602. kelambanan psikomotor perilaku yang melambat karena faktor usia
  603. kelekatan hubungan afektif antara satu individu dengan individu lain yang mempunyai arti khusus
  604. kelompok pendukung psikologis sekelompok individu yang bertemu secara rutin dan biasanya memiliki permasalahan yang saling sehingga menjadi pendukung psikologis antara satu sama lain
  605. kelompok primer kelompok kecil yang ditandai dengan adanya hubungan langsung antara orang-orang di dalam kelompok tersebut
  606. kelompok sebaya kelompok yang anggotanya berumur relatif sama, misalnya kelompok remaja
  607. kemampuan savan kemampuan kognitif tertentu dan tidak biasa pada individu (seperti pada mengingat atau aritmatika), tetapi individu tersebut memiliki ketidakmampuan psikologis
  608. kemampuan semu perilaku seolah mampu melakukan suatu pekerjaan, tetapi sebetulnya tidak percaya diri dan cemas karena tidak yakin dapat melakukannya secara konsisten
  609. kematangan perubahan yang muncul pada individu secara relatif, bukan karena lingkungan
  610. kematangan lambat seseorang yang mencapai kematangan fisik melampaui batas waktu yang telah ditentukan
  611. kematangan normatif berdasarkan umur beberapa perilaku (seperti berjalan dan berbicara) yang memiliki dasar biologis dan memengaruhi seluruh manusia tepat pada usia yang sama
  612. kembar dua telur kembar yang dihasilkan dari pembuahan antara dua sel telur dan dua sperma yang terjadi tepat pada waktu bersamaan
  613. kembar satu telur kembar yang dihasilkan dari pembuahan antara satu sel telur dan satu sperma
  614. kemiskinan tersembunyi orang yang termasuk ke dalam kriteria miskin berdasarkan jumlah penghasilan, tetapi tinggal dalam lingkungan yang tidak tergolong miskin
  615. kemoterapi pengobatan dengan menggunakan zat-zat kimiawi
  616. kenofobia fobia terhadap ruangan kosong
  617. kepatuhan terhadap terapi medis sikap patuh terhadap rekomendasi kesehatan dan pengobatan
  618. kepribadian astenik gangguan kepribadian yang terjadi ketika penderita merasa kurang percaya diri dan secara pasif mengizinkan orang lain mengambil keputusan dalam segala aspek kehidupannya
  619. kepribadian pasif-agresif kepribadian yang diekspresikan dalam bentuk kemarahan dan sikap permusuhan yang berubah-ubah tergantung pada agresi ekstrem terhadap orang lain
  620. keraunofobia fobia terhadap petir atau halilintar
  621. kerofobia hedonofobia
  622. kesenjangan generasi perbedaan dalam nilai, sikap, dan perilaku antara dua kelompok generasi
  623. ketaksadaran kolektif konsep alam bawah sadar manusia yang juga dimiliki oleh manusia lainnya, warisan dari generasi sebelumnya
  624. keterampilan motorik halus kumpulan kemampuan bergerak yang membutuhkan penggunaan bagian tubuh yang kecil, khususnya tangan, seperti menulis dan menjahit
  625. keterampilan motorik kasar kumpulan kemampuan bergerak yang membutuhkan koordinasi bagian-bagian tubuh besar, seperti berlari dan memanjat tangga
  626. keterampilan tangan preferensi seseorang untuk menggunakan salah satu tangan dalam beraktivitas, misalnya orang yang cenderung kidal
  627. keterbelakangan mental retardasi mental
  628. ketergantungan perihal hubungan sosial seseorang yang tergantung kepada orang lain atau masyarakat
  629. ketetapan perseptual kecenderungan objek untuk tetap sama meskipun dalam situasi yang berbeda
  630. ketidaksadaran kolektif konsep yang mengacu pada alam bawah sadar manusia yang juga dimiliki oleh manusia lainnya (biasanya warisan dari generasi sebelumnya)
  631. keyakinan irasional asumsi bersifat destruktif yang dilakukan oleh terapis untuk mendasari tekanan psikologis
  632. keyakinan rasional kesimpulan atau keputusan yang masuk akal, objektif, fleksibel, dan konstruktif tentang kenyataan yang mendukung kelangsungan hidup, kebahagiaan, dan hasil akhir yang sehat
  633. kinetofobia fobia terhadap gerakan atau pergerakan
  634. kinofobia fobia terhadap anjing atau rabies
  635. kionofobia fobia terhadap salju
  636. kiraptofobia fobia terhadap sentuhan
  637. kiropterofili orang yang sangat senang pada kelelawar
  638. kiropterofilia ketertarikan yang luar biasa pada kelelawar
  639. klaustrofobia fobia terhadap ruang yang terbatas (misalnya yang sempit dan tertutup)
  640. kleitrofobia fobia terhadap ruangan tertutup atau terkunci (dalam ruangan)
  641. kleptofobia fobia mencuri
  642. klien rujukan seseorang yang terpaksa mengikuti konseling sebagai akibat dari sistem hukum
  643. klimakterik periode dalam kehidupan perempuan sejak haid mulai, tidak rutin, dan sampai berhenti total
  644. klimakterik pria penurunan potensi seksual pada pria yang umumnya dimulai pada usia 60--70 tahun dan berjalan lebih lambat daripada menopause pada wanita
  645. klismafilia kepuasan seksual yang didapatkan dari tindakan enema
  646. klitrofobia fobia terhadap keadaan terkurung
  647. klorofobia fobia terhadap warna hijau
  648. knidofobia fobia terhadap sengatan
  649. kognisi sosial proses pengolahan informasi untuk memahami lingkungan sosial dan perilaku sosial yang masih belum maksimal
  650. koherensi pusat kecenderungan seseorang untuk menjalin berbagai informasi singkat menjadi satu kesatuan yang bermakna
  651. kohesi sosial keterikatan antaranggota suatu kelompok
  652. kohort sekelompok orang dengan karakteristik yang sama, hidup pada periode waktu tertentu dan memiliki sejarah yang sama
  653. koimetrofobia fobia terhadap kuburan
  654. koinonifobia fobia terhadap ruangan
  655. koitofobia fobia terhadap sanggama atau koitus
  656. kolerofobia fobia terhadap kemarahan
  657. kolerofobia fobia terhadap kolera
  658. kolesterolfobia ketakutan yang berlebihan terhadap kolesterol
  659. kolom dorsal sekelompok akson pada tulang belakang yang mengirimkan informasi mengenai sentuhan lembut, getaran, dan pengindraan letak
  660. kolpofobia fobia terhadap alat kelamin, terutama alat kelamin perempuan
  661. kometofobia fobia terhadap komet
  662. komorbiditas gangguan perilaku yang bersifat bukan bawaan
  663. komparasi sosial evaluasi sikap dan perilaku seseorang dengan membandingkannya dengan orang lain
  664. kompensasi tindakan individu dalam menilai dirinya dengan cara menggantikan kekurangan yang ia miliki dengan karakteristik lain yang berlebihan
  665. kompleks demensia AIDS kerusakan saraf kognitif dan motorik yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh
  666. kompleks keibuan keadaan seseorang yang semua tingkah lakunya sangat dipengaruhi oleh tokoh ibu, biasanya dalam arti patologis
  667. kompleks rendah diri perasaan subjektif yang timbul karena tidak mampu mengatasi perasaan rendah diri
  668. kompleks terkait AIDS gejala menyerupai flu yang merupakan peringatan munculnya AIDS
  669. kompulsi kebutuhan yang tidak disadari yang biasanya bertentangan dengan keinginan secara sadar
  670. kompulsi repetisi kompulsi untuk mengulangi perilaku secara terus-menerus
  671. komputerfobia fobia terhadap komputer
  672. komunistofobia perasaan takut kepada komunisme
  673. kondensasi penggabungan dua ide atau lebih yang ada di bawah kesadaran dan muncul sebagai ide tunggal pada kesadaran
  674. koneksionisme teori dalam ilmu kognitif yang bertentangan dengan model proses informasi dalam fungsi mental
  675. konfabulasi mengisi kekosongan ingatan dengan cerita tidak benar namun juga tidak sepenuhnya bohong, tujuannya untuk menyembuhkan penderita dengan gangguan ingatan akibat kerusakan otak
  676. konflik marital segala interaksi interpersonal yang melibatkan perbedaan pendapat, baik bersifat negatif maupun positif
  677. konflik Oedipus teori Freud tentang perasaan romantis seorang anak laki-laki terhadap ibunya dan ketakutan terhadap pembalasan dendam ayahnya
  678. konfrontasi emosional konfrontasi yang dilakukan terhadap penghayatan emosi seseorang
  679. konseling perkawinan konseling untuk mengatasi masalah pada pasangan menikah, meliputi isu psikodinamika, seksual, ekonomi, dan lain-lain; terapi marital
  680. konseling perkembangan konseling yang bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan jiwa seseorang
  681. konsep diri seluruh elemen yang membuat seseorang memiliki pandangan tentang dirinya, misalnya citra diri
  682. konsolidasi konsep yang mengatakan bahwa terdapat perubahan fisik pada otak setelah sesuatu dipelajari
  683. konstansi kecerahan anggapan melihat objek dengan tingkat kecerahan yang sama walaupun pencahayaan yang diterima mata berubah
  684. konstansi warna kecenderungan melihat objek dengan warna yang sama meskipun pencahayaan membuat warna objek berubah
  685. kontaminasi efek distorsi dari fakta eksternal yang tidak terkontrol
  686. kontiguitas ide tentang fakta otak yang cenderung mengasosiasikan stimulus yang terjadi dalam waktu dan tempat yang berdekatan
  687. kontrak kontingensi prosedur perilaku yang harus dilakukan untuk menentukan kondisi selanjutnya, biasanya digunakan untuk anak-anak
  688. kontrak kontingesi prosedur ketika individu membuat kontrak dengan orang lain (biasanya berkaitan dengan terapis)
  689. kontravensi proses persaingan dan pertikaian yang ditandai oleh gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan terhadap kepribadian seseorang
  690. kontrol kembar satu telur prosedur eksperimen ketika salah satu dari kembar identik diberi perlakuan khusus
  691. kontrol otoritatif usaha mengontrol perilaku dengan menetapkan harapan-harapan yang demokratis, bermakna, dan realistis
  692. kontrol otoriter usaha mengontrol perilaku dengan menjalankan rangkaian perilaku standar, yaitu kepatuhan yang menjadi nilai utama dan kedisiplinan yang disertai hukuman
  693. kontrol permisif gaya asuhan orang tua dalam hal cara mengontrol yang berkarakteristik orientasi tanpa hukuman dengan penetapan aturan yang santai
  694. koping sakit penanganan untuk mengontrol stres (berfokus pada masalah dan emosi)
  695. kopofobia fobia terhadap kelelahan
  696. koprastasofobia fobia terhadap konstipasi atau sembelit
  697. koprofilia ketertarikan seksual pada tinja
  698. koprofobia fobia terhadap tinja
  699. koprolalia gangguan mental yang menyebabkan penderita sering mengucapkan kata-kata cabul
  700. korofili orang yang mempunyai ketertarikan kepada anak atau remaja laki-laki
  701. korofilia ketertarikan kepada anak laki-laki atau remaja laki-laki
  702. korpuskel Meissner ujung saraf sensoris untuk mendeteksi tekanan
  703. korpuskel Pacini ujung saraf untuk mendeteksi getaran
  704. korteks serebral lapisan terluar otak yang berfungsi sebagai pelaksana fungsi indra utama, mengkoordinasikan gerak dan kontrol, proses mental seperti bahasa, berpikir, dan penyelesaian masalah
  705. kosmikofobia fobia terhadap fenomena kosmis
  706. kotak hitam analogi dari organisme atau otak
  707. koulrofobia fobia terhadap badut
  708. koumpounofobia fobia terhadap kancing
  709. kredibilitas komunikator penyampai informasi yang dapat dipercaya karena memiliki kewenangan secara hukum
  710. kretinisme hipotiroidisme berat pada anak-anak yang terjadi sejak lahir karena kekurangan yodium
  711. kriofobia fobia terhadap rasa yang sangat dingin atau es
  712. krisis identitas keadaan kehilangan identitas diri
  713. krisofilia perasaan senang yang berlebihan pada emas
  714. krisofobia fobia terhadap warna jingga
  715. kristalofobia fobia terhadap kristal atau gelas
  716. kristofobia fobia terhadap agama Kristen atau hal-hal yang berhubungan dengan Kristen
  717. kromofobia fobia terhadap warna tertentu
  718. kronobiologi ilmu tentang ritme biologis
  719. kronofobia fobia terhadap waktu
  720. kronomentrofobia fobia terhadap jam dinding
  721. kualitas hidup kondisi menyeluruh kehidupan seseorang, termasuk aspek emosional, sosial, dan fisik
  722. kuosien perkembangan pengukuran performa pada tes perkembangan balita
  723. kustodi bersama pembagian tanggung jawab dan hak orang tua dalam mengasuh anak yang saling menguntungkan setelah perceraian
  724. lakanofobia fobia terhadap sayur
  725. laliofobia fobia berbicara
  726. latar klinis latar belakang perilaku berdasarkan perspektif klinis
  727. latihan toilet latihan buang air besar atau kecil ke kamar mandi atau toilet (tentang anak), biasanya diberikan ketika anak sudah dapat berjalan
  728. lavakultofili orang yang mempunyai ketertarikan melihat seseorang berpakaian renang
  729. lavakultofilia ketertarikan melihat seseorang berpakaian renang
  730. leksikonofili orang yang sangat menyenangi kamus
  731. leksikonofilia ketertarikan yang berlebihan pada kamus
  732. lelah tempur perasaan lelah setelah berperang dengan diri sendiri ataupun orang lain
  733. lemniskus medial sekelompok akson dalam batang otak yang menghantarkan informasi tentang sentuhan lembut, getaran, dan letak indra
  734. leukofobia fobia terhadap warna putih
  735. lewah arahan proses yang menjelaskan penyebab neurosis atau arti mimpi, sebagian besar neurosis dan mimpi dianggap memiliki lebih dari satu faktor sehingga proses analisisnya menjadi tidak sederhana
  736. lewah kompensasi usaha maksimal untuk mengatasi kesulitan atau menutupi kekurangan
  737. lewah pemelajaran proses belajar dengan cara berlatih dan diulang sampai melewati batas yang diperlukan untuk menguasai tugas tersebut
  738. lewah pencapai penggambaran seseorang yang berusaha terlalu keras; orang yang ambisinya melebihi kemampuannya
  739. lewah penyesuaian penggambaran seseorang yang mematuhi perintah atasan atau norma sosial secara berlebihan
  740. libido seksual hasrat atau kenikmatan seksual
  741. ligofili orang yang sangat senang pada kegelapan
  742. ligofilia perasaan senang yang berlebihan pada kegelapan
  743. likantropi gejala kekacauan mental, penderita merasa dan berperilaku seperti serigala, mempunyai hasrat untuk makan daging sesama manusia
  744. lilapsofobia fobia terhadap badai dan tornado, jenis fobia yang lebih parah dari astrafobia
  745. limnofobia fobia terhadap danau
  746. litofili orang yang sangat tertarik pada batu
  747. litofilia kesenangan yang berlebihan pada batu
  748. logofili orang yang sangat tertarik dengan kata atau permainan kata-kata
  749. logofilia ketertarikan yang berlebihan pada kata atau permainan kata-kata
  750. logofobia fobia terhadap kata-kata
  751. lokalisasi penempatan sumber-sumber stimulus tertentu
  752. lokalisasi otak hipotesis kontroversial mengenai hubungan antara fungsi mental yang spesifik dengan area tertentu pada otak
  753. lokiofobia parturifobia
  754. lokus kendali kepribadian seseorang yang merasa bahwa ia dapat mengontrol apa yang terjadi pada dirinya
  755. lokus kontrol sehat persepsi bahwa kesehatan seseorang berada dalam kendali pribadinya, misalnya pikiran bahwa kesehatan seseorang dikendalikan oleh orang yang memiliki kekuatan, seperti dokter
  756. loncatan ide ketidaksinambungan ide yang diungkapkan secara lisan
  757. lumbar vertebrata salah satu tulang hidup pada tulang belakang di bagian punggung bawah
  758. lutrafobia fobia terhadap berang-berang
  759. mageirokofobia fobia terhadap memasak
  760. maiesiofili orang yang mengalami ketertarikan seksual kepada wanita hamil atau ibu melahirkan
  761. maiesiofilia ketertarikan seksual kepada wanita hamil atau ibu melahirkan
  762. makromania megalomania
  763. makroxenoglosofobia fobia terhadap kata-kata yang panjang dan sulit
  764. malingering rasa sakit yang dibuat-buat untuk tujuan, keuntungan, atau kepuasan pribadi; muslihat sakit
  765. manajemen hidup integrasi dan aplikasi proses asimilatif dan akomodatif yang digunakan untuk melindungi lansia dalam menghadapi efek kumulatif atas perubahan perkembangan dan untuk menjaga evaluasi diri yang positif dan sejahtera
  766. manajemen konflik pengelolaan konflik
  767. manfaat sekunder manfaat yang diperoleh dari perawatan akibat terkena penyakit, seperti kesempatan untuk beristirahat, dibebaskan dari tugas-tugas tidak menyenangkan, dan diperhatikan orang lain
  768. mania gangguan jiwa dengan ciri gejala kemarahan, kegelisahan, kekalutan, atau kebingungan yang berlebih-lebihan, misalnya dipsomania, kleptomania
  769. maniafobia fobia terhadap keadaan menjadi gila
  770. manik rasa senang tidak terkendali yang muncul; mania
  771. manik depresi bentuk gangguan jiwa (psikosis) dengan gejala gembira dan sedih silih berganti; kegembiraan dan kesedihan yang berlebihan yang tidak sesuai dengan rangsangan yang ada
  772. mantra kata atau frasa yang diulang-ulang untuk tujuan pengobatan
  773. masalah seksual kondisi sulit menikmati kegiatan seksual
  774. masokhisme kenikmatan seksual melalui rasa sakit fisik; penyimpangan perilaku seksual
  775. mastigofobia fobia terhadap hukuman; poinefobia
  776. masturbasi stimulasi organ seks oleh diri sendiri
  777. mati dini kematian yang terjadi pada seseorang sebelum orang tersebut mencapai usia tujuh puluh lima tahun
  778. maturasi proses pertumbuhan dan perkembangan yang umum pada semua spesies
  779. medikasi candu obat alkaloid pereda rasa sakit yang secara alami diambil dari opium kemudian dimodifikasi atau disintesiskan
  780. medomalakufobia fobia terhadap keadaan penis tidak dapat ereksi
  781. medortofobia fobia terhadap penis yang ereksi
  782. medula bagian pada batang otak
  783. megalofobia fobia terhadap benda yang besar
  784. megalomania kelainan jiwa yang ditandai oleh khayalan tentang kekuasaan dan kebesaran diri
  785. megalomaniak cenderung mempunyai keinginan menjadi (orang) besar
  786. megalomaniak mempunyai kecenderungan untuk melebih-lebihkan
  787. megalomaniak penderita megalomania
  788. megamalofili orang yang sangat tertarik pada apel atau kota Big Apple (New York)
  789. megamalofilia perasaan suka yang berlebihan pada apel atau kota Big Apple (New York)
  790. mekanisme penyesuaian cara seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungannya
  791. mekanisme pertahanan penyesuaian yang dibuat dalam usaha melarikan diri dari pengenalan diri sendiri serta kualitas-kualitas pribadi atau dorongan (motif) yang dapat merendahkan diri atau memperbesar rasa cemas
  792. mekanofobia fobia terhadap mesin
  793. melankolia patologi tentang suasana hati yang ditandai dengan kesedihan dan depresi
  794. melankolia involusional kondisi depresi dan cemas yang secara tradisional diasosiasikan dengan menopause dan krisis usia paruh baya
  795. melanofobia fobia terhadap warna hitam
  796. melofobia fobia terhadap musik atau membenci musik
  797. memori jangka pendek kemampuan untuk mengingat hal-hal yang baru terjadi
  798. memori kerja manipulasi aktif informasi dalam ingatan jangka pendek
  799. memori klinis pemahaman tentang daya ingat dalam perspektif klinis
  800. memori sensoris informasi yang direkam oleh organ indra
  801. memori terpulihkan ingatan yang dibawa ke alam sadar dari alam bawah sadar ketika mengalami represi melalui hipnotis atau sugesti psikoterapis
  802. mengatributkan meyakini bahwa seseorang bertanggung jawab atas sesuatu
  803. mengoceh mengulang-ulang suara yang sama secara terus-menerus
  804. meningitofobia fobia terhadap penyakit otak
  805. menofobia fobia terhadap menstruasi
  806. merintofobia fobia terhadap keadaan terikat
  807. mesmerisme hipnotisme
  808. metakognisi pemahaman seseorang tentang sistem pemrosesan informasi pada dirinya sendiri
  809. metalofobia fobia terhadap logam
  810. metamemori kemampuan seseorang dalam menilai ingatan dan melaporkan kembali ingatan tersebut
  811. metatesiofobia fobia terhadap perubahan
  812. meteorofobia fobia terhadap meteor
  813. metifobia fobia terhadap alkohol
  814. metrofilia ketertarikan yang berlebihan pada kereta listrik atau kereta api bawah tanah
  815. metrofobia fobia terhadap puisi
  816. mikofobia fobia terhadap jamur
  817. mikrofobia fobia terhadap benda atau objek yang kecil
  818. miksofobia blenofobia
  819. minum ruah konsumsi minuman keras melebihi ambang batas yang disarankan
  820. mirmekofili orang yang sangat tertarik pada semut
  821. mirmekofilia perasaan senang yang berlebihan pada semut
  822. mirmekofobia fobia terhadap semut
  823. misofili orang yang sangat tertarik pada tinja
  824. misofilia ketertarikan pada tinja
  825. misofobia fobia terhadap tinja atau sesuatu yang kotor
  826. mitofobia fobia terhadap mitos
  827. mitomania kecenderungan untuk berbohong dan melebih-lebihkan
  828. mnemofobia fobia terhadap ingatan atau memori
  829. mnemonik rumus atau ungkapan untuk membantu mengingat-ingat sesuatu; jembatan keledai
  830. model cara untuk merepresentasikan pola hubungan yang diperoleh dari perilaku manusia
  831. model ABC model yang digunakan untuk menganalisis masalah secara emosional
  832. model biomedis pandangan yang mengatakan bahwa penyakit dapat dijelaskan sebagai proses somatis menyimpang
  833. model biopsikososial pandangan yang menjelaskan bahwa faktor biologis dan sosial berhubungan dengan berbagai kondisi kesehatan manusia
  834. model gender konsistensi asumsi bahwa tanggung jawab perawatan dan peran pendamping orang tua yang mengalami ketergantungan berada pada anak dengan jenis kelamin yang sama
  835. model perilaku biologi pengkondisian secara kognitif dan emosional ketika mengambil keputusan pada seseorang yang mulai ketergantungan nikotin
  836. model perkembangan interaksional pandangan bahwa perkembangan adalah hasil dari variabel organismik dan lingkungan yang saling memengaruhi
  837. modulasi penyesuaian aktivitas neuron secara positif atau negatif
  838. molar penghubung suatu gerakan menjadi satu kesatuan, misalnya perilaku berenang; lawannya molekuler
  839. molekuler penghubung berbagai aktivitas pada bagian tubuh tertentu, misalnya gerakan kepala, tangan, dan kaki saat berenang; lawannya molar
  840. monolog internal proses berpikir dengan kata-kata atau berbicara dengan diri sendiri, baik secara sadar maupun setengah sadar; dialog internal
  841. monolog kolektif tipe komunikasi egosentrik yang berciri ketidakmampuan mendengar secara efektif tentang hal yang dibicarakan orang lain
  842. moralitas otonom teori tentang tahap kedua dari perkembangan moral anak pada usia sekitar 10 tahun, ketika anak mulai menyadari bahwa peraturan dan hukum dibuat oleh masyarakat, dan dalam menilai suatu tindakan, niat pelaku beserta konsekuensinya dipertimbangkan
  843. moron orang dewasa yang perkembangan mentalnya sama dengan anak umur 8–12 tahun
  844. motefobia fobia terhadap ngengat
  845. motivasi usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya
  846. motivasi intrinsik melakukan sesuatu untuk kepentingan sendiri karena hal tersebut memberikan kepuasan
  847. motivasi intrinsik melakukan sesuatu untuk kepentingan sendiri karena hal tersebut memberikan kepuasan
  848. motorfobia fobia terhadap mobil
  849. multidireksionalitas ide bahwa ada perbedaan intraindividual dalam pola perkembangan dan penuaan
  850. murofobia fobia terhadap tikus; musofobia; surifobia
  851. musikofobia fobia terhadap musik
  852. muslihat sakit tindakan berpura-pura sakit, tidak berdaya, atau tidak mampu, yang dilakukan secara sengaja
  853. musofobia murofobia
  854. mutisme keadaan seseorang yang tidak mempunyai kemampuan berbicara atau latah
  855. mutisme elektif mutisme selektif
  856. mutisme selektif kegagalan berbicara yang dialami anak-anak pada situasi sosial tertentu yang menuntutnya untuk berbicara, misalnya di sekolah; mutisme elektif
  857. naluri perbuatan atau reaksi yang sangat majemuk dan tidak dipelajari yang dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pada semua jenis makhluk hidup
  858. nanofili orang yang sangat menyenangi orang pendek
  859. nanofilia ketertarikan pada orang yang pendek
  860. narkosis obat yang dapat menimbulkan kejang
  861. narsistik kepedulian yang berlebihan pada diri sendiri yang ditandai dengan adanya sikap arogan, percaya diri, dan egois
  862. nativisme asas yang menekankan pengaruh warisan genetik sebagai kemampuan untuk mengamati ruang dan waktu tanpa pengalaman sebelumnya
  863. nebulafobia fobia terhadap kabut; homiklofobia
  864. nefofobia fobia terhadap awan
  865. negativisme sifat atau kecenderungan untuk menolak, menentang, atau mengingkari
  866. negrofilia ketertarikan yang berlebihan kepada orang kulit hitam
  867. nekrofili kelainan jiwa dalam bentuk tertarik pada mayat, biasanya secara seksual
  868. nekrofobia fobia terhadap kematian atau benda mati
  869. nekrolalia pidato atau puisi kematian
  870. nelofobia fobia terhadap gelas atau kaca
  871. nemofili orang yang sangat tertarik pada hutan atau pepohonan
  872. nemofilia ketertarikan pada hutan atau pepohonan
  873. neofarmafobia fobia terhadap minuman keras
  874. neofili orang yang sangat menyenangi hal-hal atau tren baru
  875. neofilia ketertarikan yang berlebihan pada hal-hal atau tren yang baru
  876. neofobia fobia terhadap sesuatu atau hal yang baru; kainofobia
  877. neural berkaitan dengan urat saraf
  878. neuralgia gangguan saraf yang menyebabkan rasa nyeri terpusat dan terus muncul dalam rentang waktu tertentu
  879. neurastenia kondisi neurotik yang lemah dan rapuh secara mental dan fisik
  880. neurektomi pembedahan saraf perifer
  881. neuropsikologi pendekatan psikologi yang memeriksa hubungan antara fungsi neurologi dengan perilaku, kognisi, dan emosi pada organisme
  882. neurosis gangguan psikologis fungsional tanpa disertai gejala akibat dari konflik emosional, seperti rasa cemas, histeria, gangguan obsesif kompulsif, atau fobia
  883. neurosis obsesif-kompulsif neurosis yang muncul pada individu yang terobsesi melakukan kegiatan tertentu secara terus menerus seperti menghitung jumlah jendela atau mencuci tangan
  884. neurotransmiter bahan kimia yang dilepaskan oleh terminal sel saraf, berguna untuk menyampaikan informasi dari sel saraf ke sel saraf lainnya
  885. niktofobia fobia terhadap kegelapan malam
  886. niktohilofobia fobia terhadap kegelapan atau daerah hutan
  887. nilai moral nilai yang menjadi standar baik atau buruk, yang mengatur perilaku dan pilihan seseorang, dapat berasal dari pemerintah, masyarakat, agama, atau diri sendiri
  888. nilai moral nilai yang menjadi standar baik atau buruk, yang mengatur perilaku dan pilihan seseorang, dapat berasal dari pemerintah, masyarakat, agama, atau diri sendiri
  889. nimfomania dorongan seksual yang sangat besar pada wanita
  890. noktifili orang yang sangat menyenangi kegelapan atau malam
  891. noktifilia perasaan senang yang berlebihan pada kegelapan atau malam
  892. noktifobia fobia terhadap malam
  893. nosemafobia nosofobia
  894. nosofobia fobia menjadi sakit
  895. nosokomefobia fobia terhadap rumah sakit; nosofobia
  896. nostofobia fobia pulang ke rumah
  897. noverkafobia fobia terhadap ibu tiri
  898. nukleomitufobia fobia terhadap senjata nuklir
  899. numerofobia fobia terhadap bilangan atau angka
  900. nyeri pengalaman fisik dan emosional yang diakibatkan karena luka pada jaringan
  901. nyeri akut rasa sakit yang terjadi secara tiba-tiba tanpa indikator awal
  902. nyeri akut berulang rasa sakit yang terjadi berulang-ulang
  903. nyeri menyebar rasa sakit yang menyebar dari daerah awal ke bagian tubuh lainnya
  904. nyeri multifokal rasa sakit di beberapa bagian tubuh
  905. nyeri neuropatik rasa sakit yang diasosiasikan dengan luka pada otak dan tulang belakang atau saraf perifer yang menghasilkan aktivitas abnormal pada sistem saraf
  906. nyeri nosiseptif rasa sakit akibat luka nyata atau luka jaringan, tetapi sistem saraf masih berfungsi normal
  907. nyeri nyata nyeri yang diciptakan untuk keuntungan pribadi, hadiah, atau kepuasan
  908. nyeri parah rasa sakit yang muncul tiba-tiba dalam waktu yang singkat pada seseorang yang mengalami cedera, luka operasi, kerusakan gigi, dan serangan jantung
  909. nyeri psikogenik rasa sakit yang muncul sebagai akibat dari konflik emosional dan permasalahan psikologis seseorang
  910. nyeri pusat rasa sakit pada sistem saraf pusat yang terjadi karena luka
  911. nyeri somatis rasa sakit yang diasosiasikan dengan struktur dinding tubuh manusia
  912. obesofobia fobia terhadap pertambahan berat badan
  913. observasi naturalistik observasi ilmiah tanpa usaha untuk memanipulasi kejadian dengan tujuan eksperimen
  914. obsesi gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan
  915. odontofobia fobia terhadap gigi atau bedah mulut
  916. oedipus kompleks sekumpulan keinginan, perasaan, dan ide dalam alam bawah sadar anak laki-laki untuk memiliki ibunya dengan disertai keinginan untuk menyingkirkan ayahnya
  917. ofidiofobia fobia terhadap ular
  918. ofiofili orang yang sangat menyenangi ular
  919. ofiofilia ketertarikan yang berlebihan pada ular
  920. oklofobia fobia terhadap huru hara
  921. okofobia fobia terhadap kendaraan
  922. oktofobia fobia terhadap angka delapan
  923. olfaktofobia osmofobia
  924. oligofrenia perkembangan kecerdasan yang sangat lamban; lemah ingatan
  925. ombrofobia fobia terhadap hujan atau kehujanan; pluviofobia
  926. ometafobia fobia terhadap mata
  927. omnipoten gangguan mental yang ditandai dengan keyakinan bahwa dirinya adalah mahakuasa sehingga penderita berusaha memanipulasi lingkungan sekitar untuk menuruti keinginannya
  928. onikofagia kebiasaan mengigit kuku
  929. organisasi strategi yang dimanfaatkan dalam upaya memperbesar kinerja memori
  930. orientasi realitas penyediaan pengingat rutin untuk lansia tentang keberadaan mereka dan situasi yang mereka alami saat ini
  931. ornitofobia fobia terhadap burung
  932. ornotofili orang yang sangat tertarik pada burung
  933. ornotofilia ketertarikan yang berlebihan terhadap burung
  934. osfresiofobia fobia terhadap bau badan, baik bau badan orang lain maupun bau badannya sendiri
  935. osmofobia fobia terhadap bau; olfaktofobia
  936. ostrakonofobia fobia terhadap kerang-kerangan
  937. otoformasi proses pembentukan dalam diri individu untuk menemukan keunikan pribadi dan menjadi diri sendiri
  938. otomatisme perilaku yang dilakukan secara otomatis tanpa pemikiran atau refleksi secara sadar
  939. otonomi fungsional konsep yang diajukan oleh psikolog Amerika, Gordon Allport, tentang perilaku tertentu seseorang yang berkaitan dengan pencapaian tujuan orang itu sendiri, seperti anak yang berlatih memainkan biola karena orang tuanya tidak akan memberi uang saku jika ia tidak bermain biola agar dapat menjadi musisi
  940. paedofil pedofil
  941. pagofobia fobia terhadap es atau bunga es
  942. pandangan dialektis pandangan individu yang secara konstan berubah karena lingkungan juga berubah
  943. panfobia fobia terhadap apapun tanpa dasar yang jelas; fobia terhadap berbagai hal
  944. panggil balik memanggil dan mengulang kembali informasi dalam ingatan
  945. panjang umur batasan usia tertinggi dalam rentang kehidupan yang secara teoretis ditetapkan berdasarkan unsur genetik dan jenis spesies
  946. panofobia fobia terhadap semua hal
  947. pantofobia fobia terhadap rasa sakit dan penyakit
  948. paparan afek bentuk komunikasi nonverbal yang ditampilkan melalui ekspresi wajah
  949. papirofobia fobia terhadap kertas
  950. paradigma kontekstual paradigma yang menyatakan bahwa orang dewasa masih terus berkembang, bersifat dinamis, dan tidak mengarah pada kondisi ideal
  951. paradigma mekanistik paradigma yang menyatakan bahwa orang dewasa adalah mesin pasif yang bereaksi terhadap kejadian dalam lingkungan
  952. paradigma organismik paradigma yang menyatakan bahwa perkembangan adalah program generik dan mengikuti gerak maju secara kualitatif
  953. paradigma stres akut prosedur laboratorium ketika mengalami stres tingkat menengah yang ditandai dengan perubahan emosi dan fisiologis
  954. paradigma usia-pengalaman metode untuk mengetahui peran faktor usia dan keahlian terkait kemampuan kognitif
  955. parafili orang yang mempunyai ketertarikan seksual pada hal-hal yang tidak biasa atau tabu
  956. parafilia ketertarikan seksual pada hal-hal yang tidak biasa atau tabu
  957. parafobia fobia terhadap keanehan tindak seksual
  958. parafrenia gangguan mental bertalian dengan paranoid yang tidak terlalu parah
  959. paralipofobia fobia meninggalkan tugas atau tanggung jawab
  960. paranoia penyakit jiwa yang membuat penderita berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan, seperti merasa dirinya orang besar atau terkenal; penyakit khayal
  961. paranoia budaya kecurigaan, permusuhan, dan ketidakpercayaan suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok lainnya yang hidup berdampingan
  962. parasitofobia fobia terhadap parasit
  963. paraskavedekatriafobia fobia terhadap hari Jumat tanggal 13
  964. partenofobia fobia terhadap anak gadis atau perawan
  965. parturifobia fobia terhadap persalinan; lokiofobia
  966. patenofili orang yang sangat menyenangi perawan
  967. patenofilia rasa tertarik yang berlebihan pada perawan
  968. paternalisme sikap memperlakukan orang dewasa seperti anak kecil dengan membatasi kebebasan orang tersebut untuk mengambil keputusan dalam hidupnya
  969. patofobia fobia terhadap penyakit
  970. patroiofobia fobia terhadap pewarisan atau keturunan
  971. pedikulofobia fobia terhadap lintah
  972. pediofobia fobia terhadap boneka
  973. pedofobia fobia terhadap anak kecil
  974. pekatofobia fobia berbuat dosa
  975. peladofobia fobia terhadap orang berkepala botak
  976. pelagrofobia fobia terhadap pelagra
  977. pelaksana asuhan lansia profesional setingkat magister atau pekerja sosial yang dipekerjakan oleh keluarga untuk mengidentifikasi perawatan yang sesuai, menentukan tingkat kemandirian, dan mengidentifikasi tingkat fungsional pada lansia dalam hal medis, sosial, emosional, nutrisi, atau fisik
  978. pelatihan insidental metode mengajar atau memodifikasi perilaku dalam situasi informal dan alami
  979. pelatihan kepekaan terapi kelompok yang bertujuan untuk mengembangkan kesadaran dan mengenali diri sendiri melalui percakapan dalam kelompok
  980. pelatihan satu-satu metode mengajar atau memodifikasi perilaku dengan memberikan arahan berupa tugas, materi, perintah, maupun konsekuensi
  981. pelecehan seksual pelanggaran batasan seksual orang lain atau norma perilaku seksual
  982. pelecehan seksual anak pelecehan orang dewasa terhadap anak di bawah umur yang bertujuan untuk memenuhi hasrat seksual pelaku yang menyimpang
  983. pelemahan proses, cara, perbuatan melemahkan
  984. pelepas stimulus stimulus yang memunculkan respons perilaku yang spontan
  985. pemanggilan kembali usaha untuk memanggil kembali ingatan dalam ingatan jangka panjang
  986. pemantauan diri observasi dan perekaman individu terhadap perilaku atau pemikirannya sendiri serta situasi ketika hal-hal tersebut muncul
  987. pembentukan impresi proses penilaian umum terhadap seseorang dengan menghubungkan beberapa informasi yang dimiliki tentang orang tersebut
  988. pembentukan perilaku teknik dalam pengondisian dengan memberikan hadiah atas perilaku apa pun yang mendekati perilaku yang diharapkan dan perlahan-lahan membentuk perilaku orang tersebut secara lebih tepat
  989. pemelajaran inkremental proses belajar dengan langkah-langkah sistematis dan teratur
  990. pemelajaran insidental pemelajaran tanpa usaha yang disadari, misalnya mengetahui nama toko yang dilewati sepanjang perjalanan menuju halte bus
  991. pemelajaran observasional proses belajar melalui kegiatan mengamati orang lain, pemodelan dan peniruan, serta pengimitasian sederhana
  992. pemelajaran semerta kemunculan kesadaran secara tiba-tiba saat berhadapan dengan masalah
  993. pemikiran intuitif bagian dari tahap pemikiran praoperasional, muncul tepat pada usia 4--7 tahun berkenaan dengan persepsi langsung dan pengalaman
  994. pemikiran konvergen pemikiran dengan pola hanya menerima satu jawaban benar untuk masalah yang diajukan
  995. pemikiran naratif kerangka pemikiran tertentu yang mengarahkan seseorang dalam menyampaikan cerita yang memiliki alur, koneksi, ketegangan, dan kepuasan
  996. pemikiran nircitra pemikiran tanpa disertai bayangan atau sensasi tertentu
  997. pemikiran prekonseptual bagian dari tahap pemikiran praoperasional, muncul pada anak usia 2--4 tahun, ditandai dengan munculnya keegosentrisan dalam berpikir dan menerima
  998. pemimpin sosio-emosional orang yang berperan dalam menjaga kebersamaan dan memfasilitasi hubungan interpersonal dalam kelompok
  999. pemulihan dukacita kematian pemulihan dari dampak fisik dan emosional yang timbul akibat kematian orang yang sangat dekat atau dicintai
  1000. penaksiran awal penilaian tentang relevansi peristiwa dengan tujuan, norma moral, dan preferensi personal seseorang
  1001. penaksiran sekunder penilaian seseorang tentang rentang sumber yang tersedia, pengorbanan, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk memanfaatkan sumber tersebut ketika menghadapi kejadian dalam hidup yang penuh tekanan atau stresor
  1002. penanggulangan abortif cara penyesuaian diri dengan elemen utama bersifat negatif dan tidak produktif, sehingga membatasi perkembangan diri
  1003. penanggulangan afirmatif penyesuaian diri terhadap peristiwa dalam hidup yang bersifat positif dan produktif, sehingga meningkatkan pertumbuhan manusia
  1004. pencegahan primer pencegahan yang dilakukan untuk mencegah risiko penyakit sebelum penyakit tersebut memiliki peluang untuk berkembang
  1005. pencegahan psikologis sekunder pencegahan psikologis yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan agar dapat mengembalikan permasalahan tersebut pada kondisi semula
  1006. pencitraan eidetik pembayangan objek atau kejadian yang pernah dialami (biasanya berbentuk visual); ingatan fotografis
  1007. pencitraan taknyeri metode pengelolaan rasa sakit dengan membayangkan luka tersebut tidak sakit
  1008. pendamping hukum lansia kekuatan hukum yang diberikan kepada pengganti (kerabat, dokter, pengacara, dan lain-lain) untuk membuat perjanjian tentang pilihan asuhan keperawatan medis berkenaan dengan kondisi kesehatan seseorang yang kehilangan kemampuan untuk mengambil keputusan atas dirinya
  1009. pendekatan instruksi terarah pendekatan terstruktur berbasis guru dalam pengajaran yang berpusat pada arahan dan kontrol guru
  1010. pendekatan pemrosesan informasi pemikiran bahwa kekurangan ingatan yang berkaitan dengan usia disebabkan oleh kurangnya efisiensi dalam mengodekan, menyimpan, dan mendapatkan kembali informasi yang tersimpan dalam memori
  1011. pendekatan-utuh bahasa pendekatan yang digunakan dalam memberikan instruksi membaca yang menyatakan bahwa instruksi harus paralel dengan bahasa alami yang dikenal anak
  1012. pendengar aktif pendengar yang benar-benar berfokus dalam menangkap pesan secara intelektual dan emosional, sehingga pesan yang disampaikan diterima secara utuh dan menyeluruh
  1013. penderita somatis orang yang mengekspresikan konflik dan stres yang dialaminya melalui gejala fisik
  1014. penerawangan kemampuan melihat atau merasakan sesuatu tanpa menggunakan mata atau indra lainnya
  1015. pengalaman keluar jasad perasaan melayang keluar dari tubuh
  1016. pengamatan kesadaran yang tertuju kepada peristiwa atau fakta tertentu sebagai metode dalam penelitian
  1017. pengaruh gen-berganda pengaruh multigenik
  1018. pengaruh kontekstual pengaruh yang muncul dari hubungan timbal balik antara perubahan individu dan perubahan lingkungan (seperti budaya, sejarah, peristiwa hidup)
  1019. pengaruh lingkungan tak terbagi bagian dari pengaruh lingkungan terhadap satu atribut yang dialami dua atau lebih anggota keluarga, tetapi tidak dialami anggota lainnya
  1020. pengaruh lingkungan terbagi bagian dari pengaruh lingkungan terhadap satu atribut yang dialami dua atau lebih anggota keluarga
  1021. pengaruh multigenik pengaruh beragam gen yang digabungkan dengan suatu cara untuk memengaruhi suatu atribut atau perilaku; pengaruh gen-berganda
  1022. pengaruh nonformatif kekuatan biologis dan lingkungan yang tidak terprediksi dan tidak memengaruhi orang lain, misalnya pemutusan hubungan kerja
  1023. pengaruh normatif berdasar sejarah beberapa peristiwa budaya yang memengaruhi orang-orang dengan usia yang sama, misalnya perang atau depresi ekonomi
  1024. pengaruh sosial dampak dari hubungan sosial secara indivual, berkelompok, dan bermasyarakat yang terjadi antara satu dengan yang lain
  1025. pengelolaan impresi usaha untuk menampilkan diri kepada orang lain dengan cara tertentu
  1026. pengertian kesanggupan inteligensi untuk menangkap makna suatu situasi atau perbuatan
  1027. pengetahuan klinis pengetahuan tentang perilaku manusia dalam perspektif klinis
  1028. penghargaan diri kemampuan untuk mengintrospeksi dan menerima diri sebagai pribadi yang terpisah dari orang lain dan lingkungan; apresiasi diri
  1029. pengondisian proses belajar melalui prosedur eksperimental
  1030. pengondisian otonomik pengondisian fungsi secara paksa oleh sistem otonom
  1031. penguasaan akomodatif pasif cara seseorang menyesuaikan dirinya dengan lingkungan
  1032. penguasaan aktif cara berhubungan dengan lingkungan yang mengalami perubahan sesuai pertambahan usia yang berbeda pada perempuan dan laki-laki
  1033. penguatan proses menguatkan perilaku tertentu dengan memberikan hadiah saat perilaku tersebut muncul
  1034. penguatan negatif cara untuk menghilangkan respons tertentu melalui pemberian hukuman
  1035. penguatan parsial penguatan yang tidak konsisten atau sebagian
  1036. penguatan positif penguatan terhadap respons tertentu yang bersifat positif, seperti memberikan hadiah pada saat respons muncul
  1037. penguatan tidak konsisten penguatan yang tidak selalu dilakukan saat respons tertentu muncul
  1038. peniafobia fobia terhadap kemiskinan
  1039. penilaian psikologi kognitif proses penilaian yang dilakukan mental manusia terhadap suatu permintaan yang dapat menjadi ancaman
  1040. penopengan penghambatan pada satu stimulus atau proses sensori
  1041. penterafobia fobia terhadap ibu mertua
  1042. penuaan proses menjadi tua dalam konteks psikologi perkembangan dengan memfokuskan perhatian pada aspek konflik di masa tua
  1043. penuaan bebas masalah penghindaran terhadap penyakit dan ketidakmampuan serta pelanjutan keterlibatan aktif dalam hidup
  1044. penuaan biologik satu dari tiga tipe utama proses penuaan biologis yang mengacu pada fungsi fisiologis seiring waktu
  1045. penuaan eksternal aspek-aspek fisik dari penuaan yang dapat dilihat secara kasatmata
  1046. penuaan psikologis proses penuaan yang merujuk pada kesadaran diri seseorang dan kemampuan beradaptasi terhadap penuaan progresif
  1047. penyakit mental perilaku abnormal yang terkategori cukup parah dan memerlukan intervensi psikiatris
  1048. penyakit pelajar medis gangguan yang menyebabkan gejala pusing dan kelelahan berulang
  1049. penyalahgunaan alkohol sindrom patologis yang disebabkan oleh penggunaan alkohol dalam jumlah yang besar
  1050. penyimpangan seksual perilaku seksual yang menyimpang
  1051. peran gender kumpulan harapan yang menguraikan perilaku pria dan wanita sesuai jenis kelaminnya
  1052. peran seks perilaku yang diharapkan dari individu berdasarkan jenis kelaminnya
  1053. perang psikologis penerapan ilmu psikologi dengan metode seperti sedang perang, misalnya menurunkan semangat musuh dan meningkatkan semangat pihak sendiri
  1054. perasaan destruktif gangguan perasaan sebagai akibat dari tekanan yang sangat kuat dari dalam dan luar diri
  1055. perawatan asuhan masyarakat usaha mengurangi masalah perilaku pada anak-anak dalam perawatan asuhan dengan bekerja sama dengan orangtua asuh dan menghubungkan anak dengan sistem kesehatan mental komunitas
  1056. perawatan fokus keluarga perbaikan relasi antaranggota keluarga yang terpusat pada kehidupan keseharian dari keluarga tersebut
  1057. perawatan jangka panjang intervensi (medis, dukungan sosial, sb) yang didesain untuk membantu lansia yang sakit kronis atau mengalami kelumpuhan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, biasanya dilakukan di rumah atau di lembaga khusus yang menyediakan layanan rehabilitasi, misalnya panti jompo atau klub lansia
  1058. perawatan paliatif asuhan keperawatan yang lebih berfokus pada kumpulan gejala daripada penyebab atau sumber penyakit
  1059. perawatan terkelola pengelolaan perawatan kesehatan oleh instansi atau asuransi dengan membebankan iuran bulanan kepada anggotanya
  1060. perbedaan seksual perbedaan antara pria dan wanita berdasarkan karakteristik biologis
  1061. perenungan diri percakapan internal sebagai perenungan yang hasilnya dapat memengaruhi perilaku atau menjelaskan dasar pengembangan perilaku
  1062. periferalis orang yang menekankan masalah sumbangan dan pengaruh reseptor-efektor terhadap tingkah laku
  1063. perilaku adaptif perilaku yang menunjukkan kemampuan menyesuaikan diri
  1064. perilaku lukai-diri tindakan berulang yang merusak fisik diri sendiri, seperti membenturkan kepala dan menarik rambut sendiri
  1065. perilaku nyeri respons atau tanggapan terhadap rasa sakit
  1066. perilaku peran sakit tindakan yang dilakukan oleh individu yang menganggap dirinya sakit dengan tujuan untuk menyembuhkan dirinya
  1067. perilaku prososial perilaku peka dan peduli terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain
  1068. perilaku rancang-mati durasi dan bentuk dari proses kematian
  1069. perilaku stimulasi diri perilaku sensori-motorik yang menyajikan stimulus bagi seseorang, umumnya merujuk pada suatu proses patologis
  1070. perilaku tampil perilaku yang dapat diobservasi
  1071. perilaku terkait masa lalu pengaruh masa lalu terhadap perilaku seseorang pada saat ini
  1072. perimenopause periode 3--5 tahun menjelang menopause ketika terjadi penurunan produksi estrogen
  1073. periode bulan madu tahap kedua dari enam tahap pensiun yang dikemukakan oleh Atchley ketika kondisi eforia dialami oleh pensiunan atas rasa kebebasan yang baru didapatkan dari tempat kerja
  1074. periode embrionik periode perkembangan prenatal yang dimulai ketika ovum tertanam pada dinding rahim dan sel-sel mulai memunculkan perbedaan-perbedaan yang ditandai
  1075. periode janin periode delapan minggu antara perkembangan sebelum lahir sampai kelahiran
  1076. periode kritis satu titik pada awal tahap kehidupan suatu organisme ketika ikatan kuat kedekatan dengan ibu atau pengasuh terbentuk
  1077. periode laten tahap keempat pada psikoseksual Freud ketika perasaan seksual seseorang terpedam
  1078. periode masa bayi periode terhitung sejak kelahiran sampai usia 18--24 bulan
  1079. periode prenatal periode perkembangan anak selama dalam kandungan
  1080. periode refraktori absolut rentang waktu ketika saraf tidak mampu merespons stimulus
  1081. peristerofili orang yang sangat menyenangi burung merpati
  1082. peristerofilia rasa sayang yang berlebihan pada burung merpati
  1083. peristiwa hidup non-normatif pengaruh terhadap perkembangan yang tidak mengikuti aturan yang ditetapkan secara sosial dan biologis
  1084. perkembangan abnormal perkembangan perilaku menyimpang dari norma atau nilai yang berlaku dalam kondisi tertentu
  1085. perkembangan kognitif teori perkembangan yang menyatakan bahwa beberapa tahap tertentu akan mengarah pada pemikiran matang
  1086. perkembangan psikoseksual penelitian tentang cara individu dari tahap usia yang berbeda mengatasi sensasi tubuh yang terpuaskan
  1087. perlakuan kanak tindakan memperlakukan lansia seolah-olah mereka masih kanak-kanak karena mereka dilihat sebagai orang yang lucu, tidak berdaya, tidak matang, dan tidak mandiri
  1088. permodelan bentuk pemelajaran melalui pengamatan pada model
  1089. persaingan saudara sekandung kompetisi antara anak dalam keluarga, biasanya untuk mendapatkan kasih sayang dari orang tua
  1090. persepsi aturan masa kanak asumsi pada masa kecil bahwa dunia memiliki sistem hukum dan aturan yang telah terbentuk
  1091. persepsi kedalaman kemampuan visual yang membuat seseorang mampu menilai jarak dan kedalaman
  1092. persepsi penilaian primer presepsi tentang perubahan lingkungan baru sebagai sesuatu yang positif, netral, atau negatif
  1093. persepsi penilaian sekunder pengukuran terhadap sumber daya seseorang dalam menghadapi suatu persoalan, bahaya, ancaman, dan tantangan, seperti situasi yang berubah
  1094. perubahan intraindividu perbedaan pola dari perubahan yang dialami dalam perkembangan orang dewasa yang diperoleh melalui observasi terhadap individu
  1095. perubahan kualitatif perubahan tiba-tiba berupa perpindahan pada tahap berikutnya
  1096. perubahan kuantitatif perubahan berupa banyaknya hal yang muncul dalam perkembangan hidup
  1097. perversi tingkah laku yang didorong oleh kelainan seksual (homoseksualitas, eksibisionisme, sodomi, dan sebagainya)
  1098. peta kognitif perilaku hewan saat bertemu labirin berupa pengembangan kemampuannya terhadap dimensi ruang, yang juga terjadi pada proses mental manusia
  1099. petrofili orang yang sangat senang tinggal di lingkungan berbatu
  1100. petrofilia perasaan senang tinggal di lingkungan yang berbatu
  1101. pigofili orang yang sangat tertarik pada pantat
  1102. pigofilia ketertarikan yang berlebihan pada pantat
  1103. pikiran kolektif ide yang menyatakan bahwa ada proses mental yang serupa pada sekelompok orang
  1104. pikiran praoperasional tahap kedua dari perkembangan kognitif menurut Piaget yang terjadi pada usia 2--7 tahun dan termasuk dalam subtahap pemikiran prakonseptual (2--4 tahun) dan pemikiran intuitif (4--7 tahun)
  1105. pireksiofobia fobia terhadap demam
  1106. plakofobia fobia terhadap batu nisan
  1107. plutofobia fobia terhadap harta dan kekayaan
  1108. pluviofobia ombrofobia
  1109. pneumatifobia fobia terhadap roh
  1110. pnigerofobia pnigofobia
  1111. pnigofobia fobia terhadap keadaan tercekik; pnigerofobia
  1112. podofobia fobia terhadap kaki
  1113. pogonofobia fobia terhadap jenggot
  1114. poinefobia mastigofobia
  1115. pokreskofobia fobia terhadap kegemukan
  1116. pola asuh otoritatif pola asuh yang melibatkan orang tua dalam kehidupan anak dan mendorong anak menjadi mandiri, tetapi tetap memberikan batasan pada perilaku anak
  1117. politikofobia fobia terhadap politisi
  1118. porfirofobia fobia terhadap warna ungu
  1119. posesi gejala umum dalam psikologi yang ditandai dengan pengambilalihan pemikiran seseorang oleh kekuatan di luar dirinya
  1120. potamofobia fobia terhadap sungai atau air mengalir
  1121. potensi rentang kehidupan usia maksimal yang dapat dicapai seseorang jika ia dapat menghindari penyakit dan kecelakaan
  1122. potensial aksi impuls elektrik atau sinyal yang disampaikan benang saraf tubuh pada sel neuron
  1123. potensial otak tingkat aktivitas elektrik pada otak
  1124. potofobia fobia terhadap alkohol
  1125. prapensiun masa sebelum pensiun
  1126. prasangka pendapat atau sikap yang berlandaskan emosi sehingga tidak terbuka terhadap alasan yang berlawanan dengan apa yang diyakini
  1127. prasangka usia lanjut diskriminasi saat menilai seseorang yang cenderung negatif hanya berdasarkan usianya, umumnya terjadi pada lansia
  1128. predisposisi perilaku kecenderungan berperilaku yang diwarisi ketika berhadapan dengan situasi lingkungan tertentu
  1129. prehensi kemampuan menggapai objek di antara jari dan ibu jari dalam posisi bertentangan
  1130. prekognisi persepsi tidak logis yang beranggapan bahwa seseorang dapat memiliki pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi di masa depan
  1131. preposisi bahasa pikiran yang digunakan sebagai konsep dalam psikologi kognitif
  1132. prinsip abstraksi prinsip yang menempatkan angka dalam satu set bersifat independen, sehingga kualitasnya akan tetap sama dalam semua terapan hitung-menghitung
  1133. prinsip epigenetik teori yang menyatakan bahwa seluruh perkembangan telah tersusun secara akademis
  1134. prinsip kesiapan keadaan kematangan psikologis yang memungkinkan anak untuk menampilkan kinerja
  1135. prinsip nyata cara menyeimbangkan antara keinginan dan sesuatu yang mungkin berdasarkan realitas di lingkungan
  1136. prinsip realitas pilihan ego terhadap tujuan yang dapat dicapai sebelum melepas tegangan atau kehabisan energi
  1137. profanitas kebencian akan hal-hal yang dikuduskan; sekularitas
  1138. proktofobia rektofobia
  1139. prosedur neurodestruktif prosedur yang ditandai dengan ketidakmampuan merasakan rasa sakit karena kerusakan jalur saraf
  1140. proses akomodasi proses penyesuaian diri terhadap pengalaman baru sehingga terbentuk harmonisasi dalam kehidupan bersama
  1141. proses otomatis proses psikologis yang terjadi tanpa disadari
  1142. proses penuaan semua perubahan yang berkenaan dengan proses penuaan normal
  1143. prosofobia fobia terhadap kemajuan
  1144. proyeksi mekanisme pertahanan diri seseorang secara tidak sadar yang disalurkan kepada orang lain
  1145. proyektif berhubungan dengan sesuatu yang menunjukkan konstitusi psikodinamik individu
  1146. pselismofobia fobia terhadap bicara gagap
  1147. pseudodemensia depresi mirip demensia yang disertai dengan kerusakan kognitif
  1148. psike jiwa; sukma; rohani
  1149. psikedelik obat dengan halusinogen yang dapat menajamkan persepsi dan meluaskan kesadaran
  1150. psikiatris berhubungan dengan psikiatri
  1151. psikoaktif memengaruhi pikiran dan perilaku
  1152. psikoanalisis cara untuk secara terperinci mendapatkan pengalaman emosional yang dapat menjadi sumber atau sebab gangguan jiwa dan represinya
  1153. psikodinamik berkenaan dengan psikodinamika
  1154. psikodinamika bidang psikologi tentang kekuatan atau proses mental atau emosional yang terutama berkembang pada anak usia dini dan pengaruhnya terhadap kondisi perilaku dan mental
  1155. psikodrama metode dalam penyembuhan penyakit jiwa dengan meminta sekelompok pasien memainkan drama dengan mereka sendiri sebagai peran utamanya
  1156. psikofobia fobia terhadap kejiwaan
  1157. psikogenesis pandangan bahwa perkembangan suatu perilaku atau gangguan disebabkan oleh pengaruh psikologis
  1158. psikogenik berasal dalam pikiran atau dalam konflik mental atau emosional
  1159. psikokinesis proses terpengaruhnya gerakan benda jasmaniah hanya oleh kekuatan pikiran atau kemauan seseorang
  1160. psikologi fisiologik cabang ilmu psikologi yang membahas proses fisiologi sebagai dasar dari tingkah laku manusia
  1161. psikologi komunitas kombinasi psikologi klinis terapan dengan psikologi sosial yang berusaha meningkatkan kesejahteraan individu melalui intervensi pada lingkungan sosial untuk membantu penyesuaian diri
  1162. psikologi perkembangan psikologi yang mempelajari hubungan antara usia dengan perbedaan interindividual dan perubahan intraindividual
  1163. psikologi perkembangan istilah untuk psikologi setiap masa pada rentang hidup manusia, disebut juga sebagai perkembangan masa hidup atau perkembangan manusia
  1164. psikologisme pandangan bahwa semua ilmu pengetahuan harus didasarkan pada ilmu psikologi
  1165. psikometri teori dan teknik pengukuran inteligensi dan aktivitas mental dalam psikologi
  1166. psikometrika pengukuran kecerdasan secara ilmiah
  1167. psikoneurosis neurosis yang terjadi karena konflik emosional
  1168. psikoterapi penggunaan teknik psikologi yang terdiri atas behavioristik, kognitif, humanistik, dan psikoanalisis
  1169. psikoterapis orang yang mempratikkan psikoterapi
  1170. pteridofobia fobia terhadap pakis
  1171. pteromerhanofobia fobia terbang atau bepergian dengan pesawat terbang; aerofobia; aviofobia
  1172. pteronofobia fobia digelitik dengan bulu
  1173. pubesens tercapainya usia pancaroba (pubertas)
  1174. pupafobia fobia terhadap wayang
  1175. rabun senja pelemahan kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi gelap akibat gangguan organis atau kekurangan vitamin
  1176. radiofobia fobia terhadap radiasi atau sinar X
  1177. ramalan pemenuhan diri harapan mengenai perilaku diri sendiri atau orang lain agar sesuai dengan harapan
  1178. ranah bagian (satuan) perilaku manusia
  1179. ranah afektif berbagai perilaku yang berkaitan dengan perasaan
  1180. ranah kognitif perilaku yang menjadi kegiatan kognisi atau pikiran
  1181. ranidafobia bufonofobia
  1182. rasionalisasi bentuk pertahanan diri seseorang yang cenderung membenarkan suatu perilaku yang menimbulkan rasa bersalah secara tidak sadar
  1183. rawatan temporer bantuan sementara untuk meringankan anggota keluarga dari kebutuhan fisik, emosional, dan sosial dalam mengurus lansia di rumah
  1184. reaksi formasi bentuk pertahanan diri untuk mengatasi dorongan yang secara taksadar dirasakan akan mengancam dengan bereaksi sebaliknya secara sadar
  1185. reaksi orientasi penggambaran perilaku hewan saat mengubah posisi tubuhnya untuk menghadapi stimulus di lingkungannya
  1186. reaksi siaga tindakan ketika tubuh dalam kondisi siap untuk mempertahankan diri
  1187. reaksi sirkular teori Piaget mengenai pemaknaan pola ketika anak menggunakan kesempatan mengulang aktivitas motorik
  1188. redefinisi nyeri teknik pengelolaan rasa sakit yang menjadikan seseorang waspada terhadap ancaman rasa sakit sehingga berpikir lebih realistis
  1189. refleks akomodasi refleks penyesuaian mata untuk menstimulasi penglihatan terhadap benda yang tiba-tiba muncul
  1190. refleks Babinski refleks normal yang muncul sementara pada anak usia di bawah dua tahun, ditandai dengan ujung jempol melengkung ke atas pada saat bagian bawah kaki disentuh
  1191. refleks mutlak absolut respons tidak terduga yang muncul pada eksperimen yang dilakukan oleh Petrovich Pavlov
  1192. regresi proses berbalik ke tahap perkembangan perilaku sebelumnya yang dialami orang karena frustrasi
  1193. reifikasi anggapan bahwa ide abstrak perlu diperlakukan seakan-akan mempunyai keberadaan yang objektif
  1194. rekognisi identifikasi informasi yang sebelumnya telah dilihat, dibaca, atau didengar, lalu disimpan dalam ingatan
  1195. rekognisi strategi dasar untuk menilai kemampuan ingatan
  1196. rekognisi pola proses kognitif yang mencocokkan informasi dari stimulus dengan informasi dari memori
  1197. rektofobia fobia terhadap anus; proktofobia
  1198. relativisme budaya penilaian terhadap gaya hidup atau minat manusia secara umum (misalnya kebenaran, kecantikan, dan kebaikan) yang hanya berlaku pada budaya tertentu
  1199. rentang memori jumlah angka yang dapat disebutkan kembali oleh individu tanpa kesalahan dalam satu kesempatan
  1200. renungan hidup usaha penerimaan kehidupan yang telah dijalani melalui refleksi diri
  1201. reofili orang yang sangat senang tinggal di dekat air mengalir
  1202. reofilia perasaan senang tinggal di dekat air mengalir
  1203. replikasi pengulangan eksperimen psikologi dengan cara yang sama, tetapi tempat dan subjek mungkin berbeda
  1204. resistans penolakan material yang telah mengalami represi di alam bawah sadar agar tidak muncul ke alam sadar
  1205. respons timbal-balik respons yang dihasilkan dengan mengombinasikan durasi dan intensitas stimulus
  1206. restrukturisasi kognitif metode untuk mengubah pikiran yang muncul saat stres
  1207. retardasi budaya-keluarga keterbelakangan mental ringan yang dianggap sebagai hal yang turun temurun dalam keluarga, bukan karena sebab biologis
  1208. retrofili orang yang sangat senang mengingat masa lalu
  1209. retrofilia kecintaan pada hal-hal dari masa lalu
  1210. ritme biologik sistem biologis yang memiliki siklus rutin seperti menstruasi dan ritme sirkadian
  1211. ritme sirkadian siklus ritme biologis selama 24 jam seperti tidur, perubahan suhu tubuh, dan perubahan tekanan darah
  1212. sadisme kepuasan seksual yang diperoleh dengan menyakiti orang lain (yang disayangi) secara jasmani atau rohani
  1213. sanak fiktif orang yang dianggap mempunyai hubungan keluarga walaupun tidak memiliki hubungan sedarah ikatan perkawinan
  1214. saraf otonomik bagian dari sistem saraf yang mengatur fungsi organ manusia
  1215. sarang kosong periode dalam hidup ketika anak-anak telah meninggalkan rumah karena sudah dewasa dan pasangan suami istri kembali hidup sendiri tanpa kehadiran anak-anak
  1216. sarang penuh periode dalam kehidupan pasangan suami istri ketika anak-anak yang telah dewasa tetap tinggal bersama
  1217. sarkofili orang yang sangat menyukai daging
  1218. sarkofilia kesukaan yang berlebihan pada daging
  1219. sarkopenia terhentinya pertumbuhan massa otot tulang
  1220. satanofobia fobia terhadap setan
  1221. seksofobia fobia terhadap lawan jenis
  1222. sel Merkel ujung saraf sensori terspesialisasi yang dirancang untuk mendeteksi sentuhan lembut
  1223. selafobia fobia terhadap kilatan sinar
  1224. selakofobia fobia terhadap ikan hiu
  1225. selenofobia fobia terhadap bulan
  1226. senofobia fobia terhadap ruangan yang kosong
  1227. senoglosofobia fobia terhadap bahasa asing
  1228. sensasi pengalaman yang dirasakan setelah mengalami stimulasi pada indra perasa, seperti mata atau telinga, dan menjadi pengantar penting menuju persepsi
  1229. serangan kecemasan perasaan cemas akibat intensitas kekhawatiran dan ketakutan yang meningkat, biasanya diiringi dengan gejala peningkatan detak jantung dan sesak napas
  1230. serangan panik perasaan panik (kehilangan kendali) yang muncul secara tiba-tiba, biasanya diiringi dengan sesak, napas pendek, dan jantung berdebar cepat
  1231. seriasi kemampuan anak untuk mengatur objek menurut tingkatan, panjang, berat, atau volumenya, biasanya pada usia 7 atau 8 tahun
  1232. servomekanisme sistem yang mengelola masukan sehingga keluaran yang konstan dapat dipertahankan
  1233. sfeksofobia fobia terhadap lebah
  1234. sianofobia fobia terhadap warna biru
  1235. siberfobia fobia terhadap komputer atau bekerja dengan komputer
  1236. siderodromofobia fobia terhadap kereta api atau naik kereta api
  1237. siderofobia fobia terhadap bintang
  1238. sifilofobia fobia terhadap sifilis
  1239. Sigmund Freud neurolog asal Austria yang menciptakan aliran psikoanalisis
  1240. sikap asertif sikap anak untuk mengutarakan dan mengekspresikan perasaan dan keyakinannya
  1241. siklofobia fobia terhadap sepeda
  1242. simbolofobia fobia terhadap simbolisme
  1243. simetrofobia fobia terhadap garis simetris
  1244. simofobia fobia terhadap gelombang atau sesuatu yang bergerak seperti gelombang
  1245. simpul Ranvier bagian akson yang tidak ditutupi selubung mielin dan paling mudah dirangsang
  1246. sindrom abstinensi tanda atau gejala pada seseorang yang dipaksa untuk sembuh dari ketergantungan obat-obatan
  1247. sindrom adaptasi umum pola reaksi terhadap stres yang terdiri atas kewaspadaan, perlawanan, dan kelelahan
  1248. sindrom alkohol janin kondisi kerusakan otak dan gangguan pertumbuhan pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh konsumsi alhokol berlebihan oleh ibunya selama kehamilan
  1249. sindrom deplesi depresi minor pada lansia yang ditandai dengan berkurangnya minat dan munculnya perasaan yang menganggap segala hal membutuhkan usaha yang besar
  1250. sindrom Klinefelter abnormalitas kromosom pada pria berupa adanya sepasang kromosom X normal dan satu kromosom Y (XXY)
  1251. sindrom Korsakoff gangguan ingatan seperti amnesia yang terjadi akibat alkohol, ditemukan oleh neurolog Rusia, Sergei Korsakoff, pada awal abad 19 tentang
  1252. sindrom Peter Pan sindrom pada orang dewasa yang secara sosial tidak menunjukkan kematangan atau kedewasaan
  1253. sindrom rapuh-X abnormalitas kromoson X yang mengakibatkan keterbelakangan mental
  1254. sindrom sarang kosong kondisi sekumpulan gejala, seperti kecemasan dan depresi, yang dialami orang tua saat anak-anaknya sudah meninggalkan rumah untuk menjalani kehidupannya sendiri
  1255. singenesofobia fobia terhadap sanak saudara
  1256. sinistrofobia fobia terhadap benda yang berada di sebelah kiri
  1257. sinofobia fobia terhadap anjing atau rabies
  1258. sinofobia fobia terhadap orang atau hal-hal yang berhubungan dengan Tionghoa
  1259. sipridofobia fobia terhadap pelacuran atau penyakit kelamin
  1260. sistem A-beta proses penyampaian sinyal oleh benang saraf dari tubuh sel neuron
  1261. sistem limbik struktur otak yang dianggap penting untuk meregulasi emosi dan motivasi
  1262. sistem pengantar iontoforetik pengobatan yang diberikan melalui kulit dengan menggunakan gelombang elektrik rendah
  1263. sistem penyembuhan suai-budaya asumsi bahwa gangguan mental dan fisik dapat diatasi dengan mengembalikan keseimbangan antara individu, lingkungan, dan spiritual melalui penyembuh informal yang berbasis komunitas
  1264. sistem saraf otonomik bagian dari sistem saraf perifer yang mengatur fungsi organ yang tidak disadari seperti detak jantung dan pencernaan
  1265. sistem saraf periferal sistem saraf yang berfungsi menyampaikan sinyal kepada sistem saraf pusat
  1266. skabiofobia fobia terhadap koreng atau kudis
  1267. skala kategori skala pengukuran dengan sistem yang membedakan kategori atau simbol tertentu
  1268. skala perilaku adaptif skala yang mengukur kemampuan seseorang dalam kegiatan sehari-hari, misalnya berinteraksi sosial dan berkomunikasi
  1269. skala peringkat numerik skala yang berisi rekaman intensitas rasa sakit yang diindikasikan melalui angka dengan rentang 0--10
  1270. skelerofobia fobia terhadap orang jahat atau pencuri
  1271. skiofilia perasaan senang tinggal di tempat yang teduh
  1272. skiofobia fobia terhadap bayangan
  1273. skolionofobia fobia terhadap sekolah
  1274. skopofobia fobia terhadap keadaan dipandangi atau diamati
  1275. skotomafobia fobia terhadap kebutaan dalam medan penglihatan
  1276. somatogenesis pandangan bahwa perkembangan suatu perilaku atau gangguan disebabkan oleh pengaruh biologis
  1277. somnifobia fobia terhadap tidur
  1278. soserafobia fobia terhadap mertua
  1279. sosialfobia fobia terhadap penilaian buruk oleh masyarakat
  1280. sosialisasi antisipatoris aspek sosialisasi yang berupa persiapan dalam melakukan suatu peran di masa mendatang
  1281. sosiofobia fobia terhadap masyarakat atau orang pada umumnya
  1282. sosiosentrik anggapan seseorang bahwa kelompok atau masyarakat di daerahnya lebih baik daripada kelompok atau masyarakat di daerah lain
  1283. soteriofobia fobia terhadap keadaan bergantung kepada orang lain
  1284. spasefobia fobia terhadap ruang angkasa
  1285. spektrofobia fobia terhadap kaca cermin
  1286. spermatofobia fobia terhadap sperma; spermofobia
  1287. spermofobia spermatofobia
  1288. spiritualitas sumber motivasi dan emosi pencarian individu yang berkenaan dengan hubungan seseorang dengan Tuhan
  1289. status sosial posisi seseorang di dalam masyarakat yang terkait dengan dan ditentukan oleh orang lain
  1290. staurofobia fobia terhadap tanda salib atau patung salib Kristus
  1291. stegofili orang yang sangat senang memanjat gedung
  1292. stegofilia ketertarikan yang berlebihan pada memanjat gedung
  1293. stenofobia fobia terhadap benda atau ruang yang sempit
  1294. stereognosis kemampuan perasaan seseorang untuk mengenal jenis dan bentuk sesuatu dengan cara memegang atau meraba benda itu
  1295. stigmatofili orang yang sangat menyenangi tato
  1296. stigmatofilia ketertarikan yang berlebihan terhadap tato
  1297. stimulasi inferensial stimulasi elektrik pada sel saraf yang menimbulkan analgesia
  1298. stimulasi kolom dorsal metode untuk menghasilkan pengontrolan terhadap rasa sakit atas gelombang elektrik yang dihasilkan elektroda dari kolom dorsal di tulang belakang
  1299. stratifikasi sosial pembagian kelas sosial di dalam masyarakat
  1300. struktur usia persentase laki-laki dan perempuan dalam ragam jarak usia yang ditentukan menurut norma sosial
  1301. studi anak kembar penelitian genetik yang membandingkan pasangan kembar satu telur dan pasangan kembar dua telur dengan tujuan untuk menentukan kemiripan pasangan yang satu dengan pasangan lainnya
  1302. studi longitudinal desain penelitian berupa pengumpulan data melalui kelompok individu yang sama pada berbagai situasi
  1303. subjek naif subjek yang diarahkan secara salah dari tujuan eksperimen sebenarnya, contohnya pada penelitian tentang konformitas
  1304. sublimasi usaha pengalihan hasrat yang bersifat primitif ke tingkah laku yang dapat diterima oleh norma masyarakat
  1305. sugesti pascahipnotis sugesti yang diberikan kepada orang yang sedang dihipnotis dan tetap melekat di dalam pikiran orang tersebut setelah selesai dihipnotis
  1306. sungkawa rasa kehilangan akibat kematian orang yang dicintai
  1307. sungkawa tunda sungkawa yang muncul sebagai respons terhadap kematian seseorang yang secara individual sebenarnya tidak memiliki kedekatan emosional
  1308. surifobia murofobia
  1309. taeinofobia fobia terhadap cacing pita
  1310. tafofobia fobia terhadap pekuburan atau dikubur hidup-hidup; tafefobia
  1311. tahap akomodasi tahap ketiga dari rasa berduka dan kehilangan atas kematian orang yang dekat, dicintai, atau bermakna dalam hidupnya
  1312. tahap anal tahap kedua pada perkembangan psikoseksual menurut Sigmund Freud yang ditandai dengan munculnya perasaan erotis anak yang berpusat pada anus
  1313. tahap berimbas tahap pertama dari berduka dan perasaan kehilangan akibat kematian
  1314. tahap berteman teori Selman tentang persahabatan yang dijalin selama masa prasekolah
  1315. tahap capaian tahap kedua dari tujuh tahapan kognitif menurut Schaie ketika orang dewasa muda mulai menggunakan pengetahuannya untuk membangun kompetensi dan kemandirian
  1316. tahap falik teori Freud tentang periode yang ditandai dengan adanya manipulasi genital dan ketertarikan pada orang tua yang berlawanan jenis
  1317. tahap genital Freud teori Freud tentang tahap perkembangan psikoseksual ketika perilaku seksual normal dan matang terjadi
  1318. tahap kooperasi usia teori Selman tentang pertemanan yang terjadi pada masa akhir sekolah dasar
  1319. tahap mengoceh tahap mengulang konsonan dan huruf hidup yang dipadukan dalam rentang panjang yang dimulai pada anak usia 6 bulan
  1320. tahap operasional konkret teori Piaget tentang tahap ketiga yang berlangsung dalam rentang usia 7-11 tahun ketika anak sudah dapat berpikir logis, fleksibel, dan terorganisir, serta dapat mengaplikasikan pikirannya dalam bentuk informasi yang konkret
  1321. tahap oral teori Freud tentang fase awal dari perkembangan psikoseksual ketika bayi mencari kepuasan melalui stimulasi mulut
  1322. tahap penerimaan teori Kubler-Ross mengenai tahapan psikologis kelima dari proses yang dialami saat menghadapi kematian, pada tahap ini pasien tidak lagi bereaksi menolak kematian (seperti tidak lagi marah atau depresi)
  1323. tahap penerimaan kehilangan tahap kedua dari berduka dan kehilangan ketika seseorang yang ditinggalkan harus menyadari kenyataan sepenuhnya bahwa dia telah ditinggal oleh pasangan
  1324. tahap penyangkalan teori Kubler-Ross tentang tahap pertama dari tahap psikologis diambang kematian ketika seseorang tidak mampu menerima bahwa ia akan meninggal dunia
  1325. tahap pramoral Piaget teori Piaget tentang tahap moralitas ketika anak di bawah usia lima tahun memiliki sedikit kesadaran atas aturan
  1326. tahap sensorimotor tahap pertama dalam teori perkembangan kognitif Piaget ketika anak menemukan dunia melalui penggunaan pancaindera dan aktivitas motorik
  1327. tahap upaya tahap pertama dari tahapan kognitif yang dikemukakan Schaie ketika kanak-kanak dan remaja belajar pengetahuan dan keterampilan secara meluas untuk kepentingan mereka sendiri atau sebagai persiapan berpartisipasi dalam masyarakat
  1328. takofobia fobia terhadap kecepatan
  1329. talasofili orang yang sangat menyenangi laut
  1330. talasofilia ketertarikan yang berlebihan terhadap laut
  1331. talasofobia fobia terhadap laut
  1332. tanatofobia fobia terhadap kematian
  1333. tapinofobia fobia tertular penyakit
  1334. tasofobia fobia terhadap kondisi menganggur
  1335. taurofobia fobia terhadap banteng
  1336. tegangan keadaan mencekam sebagai akibat perasaan khawatir, terhambat, frustrasi, atau terlalu bergelora
  1337. teknofili orang yang sangat senang pada teknologi
  1338. teknofilia ketertarikan yang berlebihan pada teknologi
  1339. teknofobia fobia terhadap teknologi
  1340. telefonofobia fobia terhadap telepon
  1341. teleofobia fobia terhadap upacara keagamaan
  1342. temperamen sulit kecenderungan seseorang untuk menampilkan suasana hati negatif, reaksi intens terhadap stimuli, mudah marah, dan sebagainya
  1343. teofobia fobia terhadap Tuhan atau dewa
  1344. teologikofobia fobia terhadap teologi
  1345. teomania delusi yang menyebabkan penderita menganggap dirinya adalah Tuhan
  1346. teori aksi teori kemandirian dalam menumbuhkan motivasi untuk berinisiatif sendiri dan mencapai tujuan hidup yang sifatnya personal
  1347. teori aktivitas teori lansia oleh Neugarten dkk yang menyatakan bahwa agar dapat menua secara sukses seseorang harus sebisa mungkin selalu aktif
  1348. teori alih genetik teori tentang ciri penuaan biologis yang terhenti pada gen tertentu dan bersifat selektif
  1349. teori Bard-Cannon teori neurologi tentang emosi yang menyatakan bahwa stimulus dari lingkungan memicu respon hipotamulus; teori yang menjelaskan mengapa seseorang dapat menangis ketika sedih
  1350. teori belajar kognitif pendekatan yang mengatakan adanya hubungan langsung antara stimulus dengan respon melalui sistem saraf
  1351. teori ekologi teori yang terfokus pada pentingnya budaya atau konteks dalam pembentukan arah perkembangan
  1352. teori etologi teori tentang perilaku manusia dan hewan pada situasi alami, seperti peran insting dan respons yang terwarisi secara biologis dalam pertumbuhan dan perkembangan
  1353. teori humanistik pemikiran akademis mayoritas tentang perkembangan rentang hidup
  1354. teori identitas sosial kecenderungan seseorang mengelompokkan orang lain ke dalam kelompok-kelompok tertentu
  1355. teori inteligensi jamak teori tentang pembagian tipe inteligensi manusia secara neurologis
  1356. teori mental kemampuan menduga keadaan mental orang lain atau diri sendiri, misalnya keyakinan dan pengetahuan
  1357. teori mutasi genetik teori yang menyatakan bahwa penuaan disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada sel DNA dalam organ vital tubuh
  1358. teori pelabelan teori tentang cara untuk menjelaskan perilaku menyimpang dengan memfokuskan pada reaksi orang lain terhadap mereka yang diberi label 'menyimpang'
  1359. teori pemrosesan informasi proses mental kompleks ketika seseorang menerima, menginterpretasi, dan menyimpan informasi
  1360. teori pencapaian tujuan teori bahwa individu memiliki motivasi diri sendiri dalam menentukan dan mengejar tujuan pribadinya
  1361. teori penuaan tampilan fisik teori yang menyatakan bahwa penuaan terjadi karena tubuh aus secara fisik akibat bekerja keras
  1362. teori perkembangan keluarga teori yang menyatakan bahwa kehidupan keluarga terdiri atas satu serial tahapan dengan perpindahan teratur
  1363. teori perkembangan kognitif teori perkembangan yang menyatakan tahap-tahap tertentu akan mengarahkan pada kematangan berpikir
  1364. teori pertukaran sosial model struktur sosial dengan prinsip perilaku sosial yang didasarkan atas harapan individu bahwa perilakunya kepada orang lain akan memberikan hasil yang setimpal
  1365. teori reaktan konsep dalam psikologi sosial tentang reaksi manusia terhadap sesuatu
  1366. teori sebaran kerumunan variasi dalam ilmu sosiologi yang berkaitan dengan ide pemikiran kelompok
  1367. teori sumber alternatif teori tentang pencarian berdasarkan etnik minoritas berbasis keluarga untuk membantu keluarga dalam memanfaatkan pelayanan, seperti kesehatan mental komunitas
  1368. terapi ekspresif penggunaan aktivitas seni dan musik dalam membantu mengekspresikan emosi, meningkatkan hubungan sosial, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, mobilitas, keterampilan kerja, dan ingatan dalam lingkungan yang aman dan terlindungi
  1369. terapi hewan kesayangan kontak rutin antara lansia dengan binatang peliharaan yang mendorong otonomi, tanggung jawab, kesejahteraan, kontrol, dan meningkatkan kemampuan merespons secara umum
  1370. terapi kenangan dorongan bagi lansia untuk mengingat masa lalu mereka, berefleksi terhadap memori, dan memberi solusi dalam konflik antara keluarga dan pribadi
  1371. terapi kognitif salah satu bentuk psikoterapi yang dikembangkan Aaron T. Beck
  1372. terapi kognitif cara seseorang menginterpretasikan pengalaman, perasaan, dan tingkah laku
  1373. terapi kognitif-perilaku terapi kognitif untuk mengubah perilaku dengan cara mengganti pikiran negatif, kepercayaan, dan sikap yang mencerminkan karakter depresif
  1374. terapi marital konseling perkawinan
  1375. terapi nondirektif terapi yang menerima kebutuhan dan konflik seseorang apa adanya tanpa sistem interpretasi sebelumnya
  1376. terapi okupasional terapi yang membuat pasien melakukan berbagai tugas yang berguna untuk meningkatkan harga diri
  1377. terapi rasional-emotif bentuk psikoterapi yang menekankan pada penggantian ide irasional yang dapat menyebabkan gangguan emosi menjadi ide yang lebih rasional
  1378. teratofobia fobia terhadap orang cacat atau melahirkan anak cacat
  1379. teratogen kondisi atau agen yang secara potensial membahayakan organisme prenatal
  1380. terlibat diri adanya keikutsertaan individu atau berperannya sikap ataupun emosi individu dalam situasi tertentu
  1381. termofili orang yang sangat tertarik pada suhu tinggi
  1382. termofilia perasaan senang yang berlebihan pada suhu tinggi
  1383. termofobia fobia terhadap suhu panas
  1384. terobosan gambaran dalam psikoterapi mengenai pemahaman pasien
  1385. tes Apgar penilaian terhadap proses hidup mendasar pada bayi baru lahir
  1386. tes Bender-Gestalt tes untuk mengetahui adanya kerusakan otak dengan cara meniru beberapa bentuk sederhana
  1387. tes diagnostik alat ukur yang digunakan para psikolog untuk mendalami kesulitan mental dan emosional
  1388. tes inteligensi pengujian tingkat kecerdasan seseorang, terlepas dari pendidikannya
  1389. tes realitas usaha yang dilakukan untuk mengikuti prinsip realitas
  1390. testofobia fobia terhadap ujian
  1391. tetanofobia fobia terhadap tetanus
  1392. tidur paradoksial tahapan tidur ketika banyak aktivitas elektrik yang terjadi di otak dan otot terasa ringan sehingga sangat sulit dibangunkan
  1393. tiflofili orang yang sangat tertarik pada orang buta
  1394. tiflofilia ketertarikan yang berlebihan pada orang buta
  1395. tiksofobia fobia terhadap sentuhan; hafefobia; kiraptofobia
  1396. timbrofili orang yang sangat tertarik pada prangko
  1397. timbrofilia ketertarikan yang berlebihan pada prangko
  1398. tingkat aspirasi tujuan atau standar penampilan pada seseorang yang ditetapkan untuk diri sendiri
  1399. tingkat kerangsangan pendeskripsian seberapa waspada otak manusia ataupun binatang terhadap lingkungan sekitar dengan menggunakan indra
  1400. tingkat keterangsangan istilah yang menggambarkan kewaspadaan otak terhadap lingkungan sekitar melalui indra
  1401. tingkat konvensional tahap kedua dari tahap perkembangan moral yang dikemukakan Kohlberg yang mencakup usia 9 sampai 15 tahun
  1402. tingkat pemrosesan teori yang menyatakan bahwa sesuatu yang diterima dan diproses selama masa belajar akan menentukan seberapa banyak informasi disimpan di ingatan jangka panjang
  1403. titilasi perangsangan seseorang dengan cara yang menyenangkan (dengan sentuhan lembut, dan sebagainya)
  1404. tobakofili orang yang sangat menyenangi tembakau
  1405. tobakofilia ketertarikan yang berlebihan pada tembakau
  1406. tokofobia fobia terhadap kehamilan atau persalinan
  1407. toksifobia fobia terhadap racun atau diracuni
  1408. tomofobia fobia terhadap bedah atau operasi
  1409. tonitrofobia fobia terhadap guntur
  1410. tonsurfobia fobia terhadap potong rambut
  1411. topofobia fobia terhadap tempat tertentu
  1412. traktus spinotalamik lateral sekelompok akson pada tulang belakang yang memberikan informasi tentang stimulasi yang membahayakan
  1413. transfer bilateral pemindahan keterampilan dari tubuh yang satu ke tubuh yang lain, misalnya pengguna kaki kanan belajar menendang dengan kaki kiri
  1414. transfer embrio teknologi reproduktif untuk menempatkan sperma laki-laki ke dalam rahim seorang wanita
  1415. transfer negatif efek yang bersifat merusak pada pemelajaran contohnya ketika seseorang mengemudikan perahu setelah belajar mengemudikan mobil
  1416. transferens pemindahan atau penggantian emosi atau perasaan tertentu dari satu orang ke orang lainnya atau satu objek ke objek lainnya
  1417. transferens pemindahan perasaan atau sikap terhadap orang lain (biasanya orangtua, saudara kandung, atau pasangan)
  1418. transvestisme kecenderungan berpakaian dan bertingkah laku seperti lawan jenisnya
  1419. traumatofobia fobia terhadap keadaan terluka
  1420. trikofobia fobia terhadap kerontokan rambut
  1421. trikopatofobia fobia terhadap ketaknormalan pada rambut
  1422. trikotilomania penyakit psikologis yang membuat penderita ingin menarik atau mencabut rambut di bagian-bagian tubuh mereka hingga menyebabkan kerusakan atau kerontokan
  1423. tripofobia perasaan tidak nyaman atau jijik saat melihat kumpulan lubang kecil, benjolan, atau gundukan takteratur
  1424. triskaidekafobia fobia terhadap angka 13, berkaitan dengan keyakinan atau mitos
  1425. tuberkulofobia fobia terhadap kemungkinan terjangkit tuberkulosis
  1426. tugas dua proses kemampuan seseorang untuk melakukan dua tugas sekaligus
  1427. tugas ubah perilaku terapi mandiri di rumah sebagai bagian dari terapi terintergrasi untuk mengubah perilaku
  1428. tunda rawat medis penundaan untuk merawat gejala akibat masalah dalam sistem medis seperti kesalahan diagnosis dan hilangnya hasil tes
  1429. turofili orang yang sangat menyenangi keju
  1430. turofilia ketertarikan yang berlebihan pada keju
  1431. umpan balik biologis umpan balik yang memungkinkan seseorang menambah kemampuan kontrol terhadap fungsi-fungsi tertentu, seperti detak jantung dan tekanan darah
  1432. umur biologis kondisi relatif dari sistem organ dan tubuh seseorang
  1433. umur sosial peran sosial dan harapan sosial terhadap individu sebagaimana peran yang ditentukan oleh masyarakat umum
  1434. uranofobia fobia terhadap surga
  1435. urofobia fobia terhadap urine atau buang air kecil
  1436. usia harapan hidup perkiraan rata-rata usia harapan hidup
  1437. usia psikologis kemampuan individu untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan lingkungan yang dibandingkan dengan kemampuan beradaptasi individu lainnya yang memiliki usia kronologis yang sama
  1438. vaksinofobia fobia terhadap vaksinasi
  1439. valensi derajat penarikan hati perseorangan
  1440. vehofobia fobia berkendara
  1441. venustrafobia fobia terhadap wanita cantik
  1442. verminofobia fobia terhadap kuman
  1443. vestifobia fobia terhadap pakaian
  1444. virginitifobia fobia terhadap ancaman diperkosa
  1445. visi warna proses membedakan panjang gelombang warna oleh mata, menghasilkan informasi bagi otak untuk menangkap warna
  1446. visuospasial berhubungan dengan persepsi dari hubungan-hubungan ruang
  1447. vitrikofobia fobia terhadap ayah tiri
  1448. waktu reaksi rentang waktu antara kemunculan stimulus dan respons subjek terhadap stimulus tersebut
  1449. waktu sosial perasaan internal terhadap waktu yang membuat seseorang menyadari sebuah kejadian yang terduga tepat waktu atau tidak
  1450. wikafobia fobia terhadap sihir atau penyihir
  1451. xenofilia ketertarikan pada hal-hal yang berasal dari luar negeri (gaya, tata cara, dan sebagainya)
  1452. xenofobia perasaan benci (takut, waswas) terhadap orang asing atau sesuatu yang belum dikenal; kebencian pada yang serba asing
  1453. xenoglosia kemampuan memahami dan menggunakan bahasa yang tidak pernah dipelajari
  1454. xenoglosofobia fobia terhadap bahasa asing
  1455. xenomania kesukaan yang berlebihan terhadap segala sesuatu yang asing (berasal dari luar negeri)
  1456. xerofili orang yang sangat senang tinggal di daerah yang sangat kering
  1457. xerofilia perasaan senang tinggal di daerah yang sangat kering
  1458. xerofobia fobia terhadap keadaan yang kering
  1459. xilofobia fobia terhadap hutan atau hal-hal yang berhubungan dengan hutan
  1460. xirofobia fobia terhadap pisau cukur
  1461. zat psikoaktif zat yang dapat mengubah kestabilan emosi seseorang dan menimbulkan kesan menyenangkan karena menggunakan halusinogen dan psikedelik
  1462. zelofobia fobia terhadap rasa cemburu
  1463. zona erotis area tubuh yang cenderung menimbulkan gairah seksual jika distimulasi (biasanya pada area genital, mulut, dan payudara)
  1464. zona nyaman posisi atau keadaan fisik atau psikologis ketika seseorang merasa aman, nyaman, atau bebas dari ketidaknyamanan fisik atau stres
  1465. zoofili orang yang mempunyai ketertarikan seksual pada binatang
  1466. zoofilia ketertarikan seksual pada binatang
  1467. zoofobia fobia terhadap binatang
  1468. zoomaniak zoofilia akut
  1469. zoosadisme kepuasan seksual yang didapat dengan cara menyiksa binatang