Lompat ke isi

berdikari

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Bahasa Indonesia

[sunting]

berdikari [id]

ber‧di‧ka‧ri /bərdikari/ [bər.diˈka.ri] Suara
Ragam bentuk
Etimologi
Paduan dari Lua error in Modul:affix/templates at line 72: attempt to call field 'process_list_arguments' (a nil value).. Dicetuskan oleh Sukarno[1] pada tahun 1960-an sebagai slogan untuk kebijakannya dalam hal ekonomi, dipopulerkan olehnya melalui penggunaan istilah ini (antara lain) dalam amanat pembuka sidang umum ke-3 Majelis Permusyawarakatan Rakyat Sementara (MPRS) pada 11 April 1965[2] serta pidato kenegaraannya pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1965.[3][4]
Verba
  1. (kiasan) merdeka dan tidak bergantung pada siapa pun
    Sinonim: mandiri, swasembada
    • 1965 Mei, “Editorial: Melaksanakan berdiri diatas kaki sendiri dalam ekonomi”, dalam Madjalah Perekonomian Nasional:
      Berdikari sudah tentu bukan berarti memutuskan sama sekali perdagangan dengan luar negeri, sebab jang dimaksudkan dengan „BERDIKARI” adalah „melepaskan diri dari ketergantungan pada luar negeri”. Dalam hal ini Berdikari perlu diartikan bahwa perekonomian kita dapat berdiri diatas kaki sendiri dan madju melangkah.
    • 1965 Agustus, Sukarno, Tjapailah bintang-bintang di langit! (Tahun Berdikari), Jakarta: B.P. Prapantja:
      Ini merupakan langkah penting bagi R.I., jang dengan azas Berdikari sedang menegakkan perekonomian nasionalnja sendiri, jang bebas samasekali[sic] dari imperialisme maupun feodalisme.
    • 1984, Henry Guntur Tarigan, Membaca ekspresif, Bandung: Angkasa, →ISBN, halaman 42:
      Pada tingkatan kelas 5 dan 6, para siswa sudah bekerja secara berdikari, berdiri sendiri dalam menilai kerumitan suatu tugas serta memperkirakan waktu kerja yang dibutuhkan.
    • 1998, Marga T., Didera sesal dan duka, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, →ISBN, halaman 90:
      Anda kan tahu, dia tak pernah berdikari, tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Sejak kecil selalu ada orang yang mengatur hidupnya.
    • 2015 November 15, Muhammad Iqbal, “Microsoft ajak pelajar Yogyakarta kembangkan coding”, dalam Tempo:
      UGM ingin setelah mahasiswanya lulus mampu berdikari dan tidak harus bergantung dengan orang lain [...]
    • 2023, Ambar Pertiwiningrum, Rachmawan Budiarto, Derajad S. Widhyharto, Supriadi, Biogas untuk kemandirian energi di perdesaan, Sleman: Gadjah Mada University Press, →ISBN, halaman 138:
      Pemanfaatan biogas dapat mengurangi ketergantungan petani pada industri pertanian. Masyarakat pedesaan tidak lagi menjadi pasar, namun berdikari dalam usaha pertanian mereka sendiri.
  1. Ivan Lanin (2020) Recehan bahasa: Baku tak mesti kaku, Bandung: Qanita, →ISBN, halaman 96: “Istilah berdikari dicetuskan Bung Karno. Berdikari adalah akronim dari berdiri di atas kaki sendiri, bukan ber- + dikari.”
  2. Sukarno (1965) Berdiri diatas kaki sendiri (Berdikari): Amanat politik pada pembukaan sidang umum ke-III Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, tanggal 11 April 1965, Jakarta: B.P. Prapantja
  3. Bernhard Dahm (1971) P. S. Falla, transl., History of Indonesia in the twentieth century, London: Pall Mall Press, →ISBN: “[...] year by year fresh slogans were coined, generally in the form of sonorous abbreviations of the titles of Sukarno's national day speeches, for example: [...] 1965, Berdikari (Berdiri diatas kaki sendiri = standing on one's own feet)”
  4. Dadang S. Anshori (2020) Bahasa rezim: Cermin bahasa dalam kekuasaan, Jakarta: Bumi Aksara, →ISBN, halaman 48
  • berdikari” di Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi VI (Daring), Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, 2016.