pedang bermata dua
Tampilan
Bahasa Indonesia
[sunting]
Nomina
- Dipakai secara literal (bukan idiom atau kiasan): lihat pedang, bermata dua.
- "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12), Alkitab Terjemahan Baru
- (pb) Metafora yang berasal dari kedua sisi (mata pedang) pedang yang tajam, sehingga bisa memotong ke dua arah. Bermakna suatu keuntungan (kesempatan) yang disertai dengan bahaya/ancaman (harga yang harus dibayar). Keuntungan yang diiringi dengan risiko yang signifikan, namun mungkin tidak jelas.
Sinonim
- pedang mata dua, pedang dua mata, pedang bermata rangkap, pedang jambiak, pedang dengan muka dua
Antonim
- pedang bermata satu
Terjemahan
- bahasa Inggris: double-edged sword, two-edged sword
- bahasa Jawa: pedhang kang landhep kiwa-tengen
- bahasa Sunda: pedang nu seukeut kenca katuhu, pedang anu dua pangadekna
- bahasa Madura: peddhang se amata dhuwa’
- bahasa Bali: pedang sane marai kekalih
- Ngaju: padang je hasansila isie
- Sasak: klẽwang saq bemangan due
- bahasa Bugis: peddang matareng walié
- bahasa Makassar: pa’dang tarang pimbalia
- Toraja: pa’dang kemata patomali
- Duri: pa'dang mataran patomali
- bahasa Gorontalo: wamila o bayaliyo mohu-mohuwaliya, wamilo u omato duluo
- Balantak: sinangkidi men mataan ruantimbang
- Bambam: pa'dam pataham patomali
- Kaili Da'a: guma to nomata ntimali
- Mongondow: pitow inta doyowa im matanya
- Napu: piho au momata mpotimali
- Sangir: peda matane ruamběka
- Ta'a: wada to mataja dua
- Karo: pedang si dua babahna
- Simalungun: podang sidua mata
- Toba: podang siduababa
- Dairi: peddang sidua babah
- bahasa Minangkabau: padang bamato duwo
- bahasa Nias: gari si faoma bawa
- Lampung: pedang bemata rua
- bahasa Aceh: peudeueng nyang meumata dua
- Mamasa: pa'dang mataran patomali
- Sabu: kelewa rakka dhue
- “pedang bermata dua” di Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi VI (Daring), Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, 2016.