Kategori:Singkatan dan akronim bahasa Indonesia

Dari Wiktionary bahasa Indonesia, kamus bebas
Langsung ke: navigasi, cari
akronim: kependekan yg berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yg ditulis dan dilafalkan sbg kata yg wajar (msl mayjen mayor jenderal, rudal peluru kendali, dan sidak inspeksi mendadak);
singkatan: hasil menyingkat (memendekkan), berupa huruf atau gabungan huruf (msl DPR, KKN, yth., dsb., dan hlm.) [termasuk kosakata alay]

Singkatan dan akronim adalah kependekan dari kata atau gabungan kata. Perbedaan antara singkatan dan akronim adalah bentuk singkatan dilafalkan huruf per huruf, sedangkan akronim dilafalkan sebagai suku kata.

Beberapa pola singkatan dan akronim.

  • A. Akronim (dieja menurut suku kata)
    1. Akronim yang unsur-unsurnya terdiri atas huruf-huruf besar. Huruf-huruf besar yang membentuknya terdiri atas huruf-huruf awal kata. Contoh: ABRI<a-bri> (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), ASI<a-si> (Air Susu Ibu), HUT<hut> (hari ulang tahun), PAM <pam> (perusahaan air minum), SIM <sim> (Surat Izin Mengemudi). Produktivitas: sangat produktif
      • (tambahan) Unsur pembentuk yang bukan hanya huruf pertama kata saja, pada umumnya disusun sedemikian rupa dengan tujuan 1) sehingga bisa dieja sebagai akronim, bukan singkatan, contoh: MURI (Museum Rekor Indonesia, alih-alih MRI), WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, alih-alih WLHI), atau untuk membedakan dengan akronim yang huruf penyusunnya sama, contoh: WITA (Waktu Indonesia Tengah, untuk membedakan dengan WIT, Waktu Indonesia Timur), MTs (Madrasah Tsanawiyah, untuk membedakan dari singkatan dua huruf MT-MT yang lain). Akronim sering tetap ditulis dengan huruf kapital, walaupun untuk yang bersuku lebih dari dua sering dijumpai ditulis dalam bentuk non-kapital (dianggap sebagai kategori 2 di bawah), contoh: Walubi (Wali Umat Buddha Indonesia)
    2. Akronim dari nama badan atau nama diri. Singkatan ini terdiri atas huruf-huruf bagian kata yang membentuk singkatan itu. Singkatan ini dilafalkan sebagai sebuah kata, sehingga disebut akronim. Huruf awal akronim ditulis dengan huruf besar. Contoh: Bappenas <ba-pe-nas> (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Depdiknas<dep-dik-nas> (Departemen Pendidikan Nasional), Bakin,<ba-kin>. (Badan Koordinasi Intelijen Negara), Kapolri<ka-pol-ri> (Kepala Kepolisian Republik Indonesia), Wagub <wa-gub> (Wakil Gubernur). Produktivitas: sangat produktif
    3. Akronim pada pola ini adalah akronim yang seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Contoh: tilang (bukti pelanggaran), rudal (peluru kendali), sosbud (sosial budaya), toserba (toko serbaada), pemilu (pemilihan umum). Produktivitas: cukup produktif
  • B. Singkatan (dieja menurut huruf pembentuknya - inisialisme; pada umumnya sudah tidak produktif lagi)
    1. Singkatan ini terdiri atas huruf besar. Huruf besar yang dijadikan pola singkatan tersebut adalah huruf-huruf awal kata. Pada singkatan ini tidak diperlukan tanda titik. Contoh: APBN <a-pe-be-en> (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), BBM <be-be-em> (bahan bakar minyak), SLI <es-el-i> (sambungan langsung internasional), PT <pe-te>. (Perseroan Terbatas), TVRI <te-ve-er-i> (Televisi Republik Indonesia), WNA <we-en-a> (Warga Negara Asing). Produktivitas: sangat produktif
    2. Singkatan pada gelar kesarjanaan dan sapaan. Singkatan dapat terdiri atas huruf awal kata atau dapat pula berbentuk akronim. Tanda titik digunakan pada setiap huruf besar hasil singkatan. Contoh: S.H. <es-ha> (Sarjana Hukum), S.Psi. <es-psi> (Sarjana Psikologi), M.M.<em-em> (Magister Manajemen), S.Ag. <es-ag> (Sarjana Agama), K.H. <ka-ha> (Kyai Haji), R.A.<er-a> (Raden Ajeng). Produktivitas: tidak produktif
    3. Singkatan yang terdiri atas huruf-huruf kecil. Singkatan tersebut berasal dari huruf awal kata. Dalam pembentukannya harus digunakan tanda titik di antara huruf-huruf pembentuk singkatan itu. Contoh: a.n. <a-en> (atas nama), d.a. <de-a> (dengan alamat), p.p.<pe-pe> (pulang pergi), u.p.<u-pe> (untuk perhatian), a.l. <a-el> (antara lain), y.l.<ye-el> (yang lalu). Produktivitas: tidak produktif.
    4. Singkatan yang terdiri atas huruf-huruf kecil, yang dibentuk dari huruf-huruf awal. Singkatan ini (biasanya) terdiri atas tiga huruf kecil dan dibubuhi tanda titik pada akhir singkatan. Contoh: dll.<de-el-el> (dan lain-lain), dsb.<de-es-be> (dan sebagainya), dkk.<de-ka-ka> (dan kawan-kawan), ybs.<ye-be-es>(yang bersangkutan), tsb.<te-es-be> (tersebut), yad.<ye-a-de> (yang akan datang). Produktivitas: tidak produktif.
    5. Pola singkatan yang berkaitan dengan lambang kimia, ukuran, timbangan, dan besaran. Tanda titik tidak digunakan pada pola singkatan ini. Contoh: Rp (rupiah), cm (sentimeter), kg (kilogram), MHz (megahertz), Ca (kalsium). Produktivitas: tidak produktif
  • Singkatan huruf dan angka (numeronim)
    1. Terdiri dari huruf dan angka, yang melambangkan jumlah huruf. Contoh: P2KP (atau PPKP - Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan), P3AD (atau PPPAD - Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat), P3DT (atau PPPDT - Proyek Peningkatan Pembangunan Desa Tertinggal), P3GB (atau PPPGB - Pusat Pengembangan Pendidikan Guru Bahasa), P4 (atau PPPP - Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), P3K (atau PPPK - pertolongan pertama pada kecelakaan), organisasi G-8 dan G-20, dsb.
    2. Terdiri dari huruf dan angka, yang melambangkan tanggal/tahun. Contoh: UUD45 (atau UUD 1945 - Undang Undang Dasar (tahun) 1945), G-30S/PKI (atau G30S - Gerakan 30 September), Y2K (Year 2000 Problem - Masalah Tahun 2000; lihat w:Y2K)
    3. Terdiri dari huruf dan angka, yang melambangkan jenjang. Contoh: S-1, S-2, S-3, D-3, dsb., atau perbandingan: Kw-2, Kw-3, Sp-1, Sp-2
    4. (terutama dalam bahasa Inggris) Untuk memendekkan kata yang panjang, angka melambangkan jumlah huruf yang disingkat/dihilangkan. Contoh: l10n (localization - pelokalan), i18n (internationalization - internasionalisasi), v11n (versification - versifikasi)
  • D. Kontraksi
    1. Penyingkatan untuk memendekkan kata (mengurangi jumlah suku kata). Menggunakan petik tunggal. Contoh: b'lum, g'lap, neg'ri. Produktivitas: cukup produktif
    2. Penghilangan/pelesapan swarabakti, khususnya "/ɘ/" pada suku kata yang diikuti dengan konsonan "/r/". Tidak menggunakan petik tunggal. Contoh: negri, sebrang, trima. Produktivitas: tidak produktif
    3. Bentuk penyingkatan yang sebagian berasal dari kata-kata asal bahasa asing. Dalam singkatan ini tidak diperlukan tanda titik. Contoh: memo (memorandum), lab (laboratorium), resto (restoran), promo (promosi), seleb (selebritis), kafe (kafetaria), info (informasi), nego (negosiasi), matre (materialistis), lesbi (lesbian), konsen (konsentrasi). Produktivitas: cukup produktif

Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat berikut.

  • Jumlah suku kata akronim jangan melebihi suku yang lazim pada kata Indonesia (2 suku kata).
  • Akronim dibentuk dengan memperhatikan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan kaidah pembentukan kata Indonesia yang lazim.
  • Karena akronim dilafalkan sebagai kata yang wajar, maka kadang-kadang akronim dapat diberi imbuhan. Contoh:

http://www.indonesia.co.jp/bataone/ruangbahasa26.html

Daftar[sunting]

  • A. Akronim
  • B. Singkatan
  • 1.
  • 2. dr.: dokter medis (profesi),

drh.: dokter hewan, prof.: profesor, Ass. Supt.: asisten superintenden, Bpk.: Bapak, BRAy.: Bendara Raden Ayu, Dr.: Doktor (gelar akademik), Dra.: Doktoranda, Drg.: Dokter Gigi, Drs.: Doktorandus, H.: Haji Hj.: Hajah, Ir.: insinyur, Jr.: junior, K.: kiai, K.H.: kiai haji, M.Ag.: magister agama, M.Hum.: magister humaniora, M.Hum.: Magister Humaniora, M.Kes.: magister kesehatan, M.Kom.: magister komunikasi, M.M.: magister manajemen, M.M.: Magister Manajemen, M.P.: magister pertanian, M.Pd.: magister pendidikan, M.Si.: magister sains, M.Sn.: magister seni, M.T.: magister teknik, Nn.: Nona, Ny.: nyonya, Psi.: Psikologi, R.A.: 1 Raden Ajeng, 2 Raden Ayu, Rr.: Raden roro, S.Ag.: Sarjana Agama, S.E.: Sarjana Ekonomi, S.H.: Sarjana Hukum, S.Hut.: Sarjana Kehutanan, S.K.M.: Sarjana Kesehatan Masyarakat, S.Kedg.: Sarjana Kedokteran Gigi, S.Kedh.: Sarjana Kedokteran Hewan, S.Kom.: Sarjana Komunikasi, S.Pd.: Sarjana Pendidikan, S.Pd: Sarjana Pendidikan, S.Pol.: Sarjana IImu Politik, S.Psi.: Sarjana Psikologi, S.S.: Sarjana Sastra, S.Si.: Sarjana Sains, S.Sn.: Sarjana Seni, S.Sos.: Sarjana Ilmu Sosial, S.T.: Sarjana Teknik, S.Tekp.: Sarjana Teknologi Pertanian, S.Th.: Sarjana Theologi, St.: Sutan, SY.: Serikat Yesuit, T.: teuku, Tb.: Tubagus, A.M.v.B.: Algemene Maatregel van Bestuur, B.A.: Bachelor of Arts, B.B.A.: Bachelor of Business Administration, B.Ch.E: Bachelor of Chemical Engineering, B.Sc.: Bachelor of Science, D.Sc.: doctor of science, Dr.h.c: Doctor Honoris Causa, Dr.Phil.: Doctor Philosophiae, Doctor of Philosophy, Dr.Th.: Doctor Theologiae, E.Z.: Economische Zaken, Fr.: frater, LL.B: Legum Baccalaureus, LL.D: Legum Doctor, M.A.: master of arts, M.B.A.: master of business administration, M.P.A.: master of public administration, M.P.H.: master of public health, M.Ph.: master of philosophy, M.Sc.: master of science, Mgr.: monseignor, Mr.: meester in de rechten, Mrs.: Mistress, Ph.D.: philosophiae doctor,

  • 2. a.l.: antara lain,

a.n.: atas nama, a.s.: alaihi salam, b.d.: Berat Jenis, d.a.: dengan alamat, d.l.: dinas luar, l.l.: lalu lintas, n.b., NB: Notabene, s.d: sampai dengan, u.b.: untuk beliau, u.p.: untuk perhatian, a.d.c.: aide-de-camp, a.i.: ad interim, a.m.: ante meridiem, c.o.: 1 care of, 2 commanding officer, c.q.: casu quo, e.g.: exempli gratia, i.c.: in casu, i.e.: id est, mph, m.p.h.: miles per hour, p.a.: per annum, p.c.: pour condoleance, p.f.: pour feliciter, p.f.v.: pour faire visite, p.m.: post meridiem, p.p.: pulang pergi, p.r.: pour remercier, q.e.: quod est, q.q.: qualitate qua, q.v.: quod vide, r.p.m.: revolutions per minute, r.p.s.: revolutions per second, s.v.: sub voce atau sub verbo, v.h.: voorhen, v.s: vide supra, v.v.: vice versa, n.b., NB: Notabene, c.c.: carbon copy, N.N.: nomen nescio, S.V.P.: s'il vous plait,

  • 3.

adm.: administrasi, art.: artikel, dkk.: dan kawan-kawan, dll.: dan lain-lain, ds.: dominus, dsb.: dan lain sebagainya, dan sebagainya, dst.: dan seterusnya, ed.: 1 editor, 2 edisi, faks.: faksimile, fol.: folio, Gg., gg: gang, hlm.: halaman, jo.: juncto, kab.: 1 kabinet, 2 kabupaten, kapt.: kapten, kec.: kecamatan, kel.: 1 kelurahan, 2 keluarga, kep.: keputusan, lamp.: lampiran, log.: logistik, no.: nomor, op cit.: opere citato, org.: Orang, pjs.: Pejabat sementara, psw.: Pesawat (telepon), red.: redaksi, reg.: register, rhs.: Rahasia, ssk.: 1 satuan saham kolektif, 2 satuan setingkat kompi, tel.: telepon, ybs.: yang bersangkutan, ytc.: Yang Tercinta, yth.: Yang Terhormat, et al.: et alia, et alii, et seq.: et sequentes, etc.: et cetera, ext.: extension, fasc.: fasciculus, ft.: foot, feet, id.: idem, loc cit.: loco citato, ltd.: limited, saw.: Salllallahu alaihi wassalam, vol.: volume, gg.: gang, jln.: jalan, ka.: Kepala, kp.: Kampung, PPn.: pajak pendapatan (membedakan dengan pajak pertambahan nilai/PPN), Tap.: Ketetapan, Co.: company,

  • 5.
  • C. Kontraksi

Subkategori

Kategori ini memiliki 4 subkategori berikut, dari total 4.

I

Halaman dalam kategori "Singkatan dan akronim bahasa Indonesia"

Kategori ini memiliki 1 halaman, dari total 1.