Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah arkeologi

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Ark}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan arkeologi: (65)

  1. abangga sikap berdiri sebuah arca
  2. abklats teraan prasasti yang dibuat di atas kertas, dibuat dengan menempelkan kertas yang berlapis-lapis yang telah dibasahi pada permukaan prasasti sehingga tercetak tulisan atau gambar yang dapat dibaca dengan mudah; acuan kertas
  3. acala arca yang tidak dapat dipindah-pindahkan, biasanya dibuat dari batu dan diletakkan di tempat yang paling suci dalam rumah pendewaan
  4. acuan kertas abklats
  5. adaptasi cagar budaya pengembangan cagar budaya untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini tanpa mengakibatkan kerusakan pada bagian yang mempunyai nilai penting
  6. alas struktur yang menjadi tumpuan bagi struktur lain di atasnya, seperti lapik pada arca
  7. amalaka hiasan puncak di bawah mahkota berbentuk piringan batu pada menara utama bangunan candi Hindu yang menyerupai teratai (sebagai singgasana untuk dewa) atau melambangkan matahari (sebagai pintu gerbang ke surga)
  8. ambulatori jalan beratap untuk orang berjalan pada atrium atau biara
  9. analisis aktivasi neutron analisis terhadap komposisi artefak yang bergantung pada perangsangan nukleus atom dari berbagai elemen sampel
  10. analisis arang analisis untuk menentukan jenis pohon dengan cara meneliti struktur kayunya, sering dilakukan pada temuan arkeologis
  11. analisis diatom analisis untuk merekonstruksi lingkungan berdasarkan mikrofosil tumbuhan
  12. analisis keramik analisis untuk mengetahui teknik pembuatan keramik, bahan baku, bentuk, dan hiasannya, penting dalam rekonstruksi sejarah perdagangan, fungsi keramik, dan kronologi sejarah
  13. antefiks bentuk hiasan candi yang ditemukan pada bagian atap; simbar
  14. antropomorfik gambar atau benda yang bentuknya menyerupai manusia, biasanya berbentuk abstrak atau tidak nyata, tetapi masih memperlihatkan unsur yang dapat dikenali sebagai bagian tubuh manusia
  15. anugrahamurti penggambaran arca Siwa sebagai pemberi anugerah
  16. apsara makhluk kahyangan berjenis kelamin maskulin yang tidak mengenal usia tua dan mati; bidadara
  17. arkeozoologi ilmu yang mengkaji hubungan hewan dan manusia pada zaman purbakala melalui sisa-sisa hewan yang ditemukan di situs arkeologi
  18. artefak benda-benda, seperti alat, perhiasan yang menunjukkan kecakapan kerja manusia (terutama pada zaman dahulu) yang ditemukan melalui penggalian arkeologi
  19. artefak benda (barang-barang) hasil kecerdasan manusia, seperti perkakas, senjata
  20. arupadatu bagian atap atau atas candi (seperti stupa) sebagai lambang dunia atas
  21. asana sikap kaki yang berbeda-beda menurut dewa yang diwujudkan
  22. asana tempat duduk, misalnya singgasana, yogasana
  23. asana pose; gerakan
  24. atribut ciri atau sifat yang terdapat pada setiap benda purbakala, yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok
  25. azimut bantalan magnetik yang digunakan dalam navigasi dan dalam menentukan lokasi situs
  26. babon angrem motif kain batik yang bergambar dua ekor ayam betina yang sedang mengerami telurnya
  27. bentar bangunan kuno berupa gapura atau gerbang yang tidak mempunyai atap
  28. biofak ekofak
  29. dapur masyarakat desa dalam prasasti Jawa Kuno
  30. ekofak objek yang ditemukan pada situs arkeologi, memiliki unsur biotik dan abiotik, terkait dengan lingkungan (seperti tanduk hewan, arang, dan tanaman); biofak
  31. ekskavasi penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala
  32. ekskavasi tempat penggalian benda purbakala
  33. geoarkeologi ilmu tentang situs arkeologis, khususnya pembentukannya, termasuk penanggalan, identifikasi mineral, dan analisis tanah
  34. harmika bagian stupa yang berbentuk pagar mengelilingi yasti
  35. hematite batu merah (karena banyak mengandung zat besi) yang ditumbuk untuk ditaburkan di atas kuburan pada masa Mesolitikum
  36. jayacihna prasasti yang dibuat sebagai tanda kemenangan
  37. jayapatra prasasti yang berisi keputusan pengadilan tentang utang piutang (misalnya prasasti Guntur 907 M) atau kewarganegaraan (misalnya prasasti Wurudu Kidul 922 M)
  38. jayasong prasasti yang berisi putusan pengadilan mengenai sengketa tanah, misalnya prasasti Bendosari dan prasasti Parung di zaman Hayam Wuruk
  39. jayastamba tugu kemenangan, biasanya pada tugu itu dipahatkan sebuah prasasti
  40. kamadatu bagian bawah candi yang menggambarkan alam bawah
  41. karinasi bagian badan yang berbentuk menyudut pada benda yang terbuat dari tanah liat
  42. kataka perisai berbentuk bulat atau persegi panjang
  43. kiln tungku yang terbuat seperti ruangan, tempat membakar benda-benda tanah liat yang memerlukan suhu tinggi
  44. kunta bima arca Buddha yang terletak di dalam stupa berongga di pelataran atas candi Borobudur, dipercaya dapat membwa keberuntungan bagi orang yang dapat menyentuh bagian tangannya
  45. kunta bima mitos tentang arca Buddha di candi Borobudur yang dapat membawa keberuntungan jika seseorang mampu menyentuh bagian tangannya
  46. laksana benda yang dipegang dan menjadi tanda khusus suatu arca
  47. larnaks peti mati yang terbuat dari tanah liat bakar
  48. lebak bagian tanah yang rendah di antara ranah atau di antara ranah dan talang
  49. lingga prasasti prasasti yang dipahatkan pada batu berbentuk lingga
  50. magandi pasukan pengawal istana yang bersenjatakan pemukul
  51. makalangkang pejabat desa yang bertugas mengurusi lumbung
  52. makara binatang dalam cerita yang bersifat mitologis dengan rupa mengerikan yang dipakai sebagai motif hiasan, umumnya pada candi atau arca pada zaman dahulu, baik dikombinasi dengan kepala kala maupun tidak
  53. makrofosil fosil yang dapat dilihat dengan mata biasa
  54. mamanah pasukan pengawal istana yang bersenjatakan panah
  55. masa satuan ukuran berat untuk emas dan perak (dalam prasasti disingkat ma, 1 ma = 2,412 g)
  56. mikrofosil fosil yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop
  57. namaskara sikap tangan yang dipersatukan di depan dada, menggambarkan orang sedang memberi hormat
  58. osuari peti batu untuk menyimpan tulang
  59. padmasana tempat duduk yang berupa bunga teratai
  60. padmasana sikap duduk dengan cara menyilangkan kedua kaki di atas paha (bersila)
  61. paduraksa bangunan berbentuk gapura yang mempunyai atap
  62. pematang bagian tanah di sisi kotak penggalian yang dibiarkan sehingga tempat yang digali tampak dan dapat terus diteliti
  63. rabotase teknik menggaruk permukaan lapisan tanah yang dilakukan dengan sangat hati-hati secara horizontal karena pada lapisan itu ditemukan tanda-tanda adanya fosil dan artefak
  64. relung lekuk atau ceruk pada candi atau bangunan untuk menempatkan arca
  65. renah lereng yang tingginya beberapa meter terdapat di tepi sungai sekarang atau bekas sungai dahulu
  66. retus penghalusan sebuah alat sehingga permukaannya yang tidak teratur berkurang atau yang tajam dihaluskan
  67. rupadatu bagian tubuh candi sebagai lambang dunia tengah
  68. slip bahan tanah liat halus yang digunakan untuk melapisi permukaan gerabah yang belum dibakar
  69. sondase parit dalam yang sengaja digali pada suatu situs dengan maksud untuk mengetahui stratigrafinya
  70. suprasasti prasasti asli (bukan salinan)
  71. taksaka ahli pahat arca, relief, dan candi
  72. teknik bifasial teknik pembentukan batu dengan cara memangkas kedua permukaannya sehingga dapat menghasilkan alat yang disebut kapak genggam
  73. teral meneral
  74. yasti bagian stupa yang terletak di puncak dan bentuknya seperti tiang
  75. yupa prasasti prasasti yang dipahatkan pada tiang atau tugu batu
  76. zoomorfik gambar atau benda yang bentuknya menyerupai hewan, biasanya digambarkan secara abstrak atau tidak nyata, tetapi masih memperlihatkan unsur yang dapat dikenali sebagai bagian tubuh hewan