Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah botani

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Bot}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan botani: (487)

  1. acerang daun bangun-bangun; bangun-bangun; sukan
  2. adhesi penyatuan tumbuh-tumbuhan yang biasanya merupakan kelompok yang terpisah
  3. aglaonema terna hias berimpang, berdaun tunggal dengan bentuk, warna, dan corak bervariasi, berbunga majemuk tongkol dengan seludang, tumbuh di bioma hutan (di tempat teduh)
  4. akene buah kering yang hanya berbiji satu, setelah matang kulit buahnya tetap tidak terbuka; buah padi-padian
  5. aksila sudut antara tangkai daun dan batang tempat tunas tumbuh; ketiak daun
  6. alang-alang terna yang tingginya dapat mencapai 1 meter, berdaun memita, berbunga majemuk malai dengan banyak biji yang berukuran kecil, berguna sebagai pakan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; lalang; kusu-kusu
  7. alim pohon keras yang tingginya mencapai 7 m, daun melanset atau elips, bunga kecil berwarna putih atau kuning, buah membulat atau membulat telur berwarna hijau hingga hitam, kayu digunakan sebagai bahan kosmetik, parfum, dan dupa; gaharu; halim
  8. amarilis terna hias yang termasuk dalam suku Amaryllidaceae, berdaun memita panjang, berbunga trompet besar, harum, warna bervariasi merah, putih, bergaris, umumnya diperbanyak dengan umbinya, tumbuh di daerah bersuhu rendah
  9. amilase enzim yang menghidrolisis pati
  10. amla amalaki
  11. ampelas pohon yang tingginya mencapai 20 m, buah kecil membulat berwarna kuning, merah, dan cokelat, daun membundar telur dan kasap, digunakan untuk melicinkan kayu dan sebagainya; rempelas
  12. ampula gelembung udara kecil pada beberapa tanaman air
  13. anakan tunas yang tumbuh dari akar atau umbi
  14. andilau pohon yang tingginya mencapai 15 m, daun elips, bunga berwarna putih, buah berbentuk kapsul, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng bukit yang gundul, kayunya digunakan sebagai bahan bangunan, kulit kayu bagian dalam baik untuk dibuat tali; endilau; nilau
  15. andresium benang sari
  16. androginofor bagian yang memanjang pada poros bunga di atas dasar hiasan bunga yang menunjang benang sari dan putik
  17. anemon jenis tanaman kebun yang memiliki bunga berwarna putih, ungu, atau merah yang berbentuk seperti cangkir
  18. angiosperma tumbuhan yang bijinya terdapat di dalam bakal buah
  19. angsana pohon yang tingginya mencapai 40 m, daun elips, bunga berbentuk malai kuning, buah polong membundar berwarna cokelat, kayu berurat khas, digunakan untuk bahan bangunan dan mebel, kulit kayu dimanfaatkan untuk obat
  20. api-api pohon yang tingginya mencapai 10 m, daun tebal mengilap, bunga berwarna kuning keemasan, buah menjantung berwarna kuning, kayu berwarna putih, tumbuh di hutan-hutan payau, digunakan sebagai bahan bangunan
  21. ara pohon dari jenis fikus, bergetah banyak, berjenis banyak, ada yang berupa pohon, tumbuhan perdu, tumbuhan memanjat, spt ampelas, ara kelubuk, beringin
  22. artikulasi sambungan di antara dua bagian, misalnya tempat melekatnya daun pada ranting
  23. artikulasi buku pada batang
  24. asam pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun majemuk menyirip genap, anak daun kecil lonjong menyempit, buah polong berwarna cokelat masam rasanya, bunga tandan berwarna oranye berbentuk seperti kupu-kupu, kayu digunakan sebagai bahan bangunan atau mebel, buah digunakan sebagai pengasam
  25. asimilasi pengolahan zat pada tumbuh-tumbuhan yang mengandung butir hijau daun dengan pertolongan sinar matahari; pengubahan zat bertenaga rendah menjadi zat bertenaga tinggi yang diproses oleh tumbuhan
  26. asteraseae suku anggota tumbuhan yang memiliki bunga majemuk
  27. bakau pohon yang tingginya mencapai 30 m, akar menganjur ke luar, daun elips, bunga kekuningan, buah kasap bulat memanjang berwarna cokelat, tumbuh di hutan payau sepanjang pantai yang landai, kulit batang dapat digunakan untuk menyamak kulit; mangrove
  28. bakopa tanaman air yang memiliki sifat antioksidan, bersifat sedatif ringan, digunakan untuk meningkatkan memori, mengobati insomnia dan epilepsi, serta digunakan sebagai bahan pengondisi kulit
  29. balam pohon yang mengandung getah, ada beberapa macam, spt Payena dan Palaquium
  30. baros manglid
  31. basidiospora spora Basidiomycetes yang dibentuk oleh basidium di luarnya
  32. basidium sel penghasil spora merupakan ciri khas kelas Basidiomycetes, umumnya mempunyai basidiospora
  33. bayam Jepang sayuran mirip bayam, daunnya melebar di bagian bawah dan menyempit pada ujungnya, tangkai daunnya panjang, permukaan daunnya halus dengan pinggiran bergerigi besar, warnanya hijau; horenso
  34. bayur pohon yang tingginya mencapai 50 m, daunnya lonjong asimetris dengan permukaan bawah berwarna perak dan berambut, bunganya berbentuk tandan panjang berwarna kuning muda, buahnya berbentuk kapsul dan dapat merekah dengan warna cokelat dan berambut, kayunya digunakan bahan bangunan dan mebel
  35. belangir pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun melonjong elips hingga melanset, bunga malai berbentuk fusi, buah samara berwarna merah kecokelatan, tumbuh di daerah gambut atau rawa, kayu digunakan sebagai bahan bangunan, dan sebagainya
  36. benang sari sporofil jantan dalam bunga dan merupakan organ yang menghasilkan serbuk sari, umumnya terdiri atas kepala sari dengan atau kadang-kadang tanpa tangkai sari; andresium
  37. benta rumput banto
  38. bentangur pohon yang tingginya 30—38 m, daun kaku berwarna hijau tua, buah bulat, mahkota bunga berwarna putih dan benang sari berwarna kuning, buah buni, pelok, atau kapsul, kayu kuat digunakan untuk bahan bangunan; mentangur
  39. beri buah-buahan yang terbentuk dari bakal buah tunggal, berukuran kecil, kenyal, berbiji, misalnya buah buni dan bluberi
  40. berkotakan memiliki warna dengan bentuk kotak-kotak seperti papan catur
  41. beruas pohon yang tingginya mencapai 30 m, batang mengandung lateks putih atau kuning, daun elips atau bundar telur, kelopak bewarna merah muda sampai merah ros, mahkota putih, bagian dalam kuning-krem, buah bulat seperti manggis, merah ros, harum seperti apel dan dapat dimakan, tumbuh di hutan dataran rendah sampai dataran tinggi sekitar 1.400 mdpl, ditanam sebagai penghias jalan atau taman, akar dan daun digunakan sebagai obat, kayu digunakan sebagai bahan bangunan
  42. betis pohon yang tingginya mencapai 50 m, kulit pohon berwarna abu-abu atau cokelat, daun elips membundar telur, bunga malai menjuntai berwarna kehijauan, kuning, atau keunguan, buah elipsoid membundar telur, tumbuh di hutan primer dan sekunder hingga ketinggian 600 mdpl, kayunya keras dan awet, digunakan dalam konstruksi kapal, dermaga, jembatan, tiang listrik, dan rumah panjang; belian; ulin
  43. betutu jirak
  44. braktea daun gagang; daun pelindung
  45. buah kaca buah kecil berbentuk bulat, berwarna merah muda, transparan sehingga bijinya dapat terlihat, daging buah sedikit kenyal dan berair, rasanya manis
  46. buah okra okra
  47. cangkring pohon yang tingginya mencapai 15 m, daun majemuk, berdaun tiga, membulat telur, dan anak daun di ujung lebih besar, perbungaan tandan, bunga berwarna merah atau salem, mahkota berdaging, buah polong berkayu, pipih, dan permukaan beludru, tumbuh di hutan dataran rendah hingga ketinggian 2.000 mdpl, di dekat aliran sungai, rawa, dan pantai, kulit kayu dan akar digunakan sebagai obat, biji digunakan sebagai insektisida; beri; cengkering; kane
  48. cempaka bulus manglid; baros
  49. cendana pohon yang tingginya mencapai mencapai 20 m, kadang semak yang memanjat dg tinggi mencapai 4 m, daun membundar telur, melanset-elips atau melonjong, permukaan atas hijau pucat, permukaan bawah putih keabuan, berkilau, perbungaan terbatas atau malai, bunga biseksual, tabung bunga menggenta, bewarna kekuningan hingga merah kecoklatan, buah pelok, membulat telur, tumbuh di hutan gugur kering dan di semak belukar, minyak atsirinya sebagai perisa, buah dapat dimakan, ramuan aromatik, dapat mendinginkan tubuh, menenangkan pikiran, mengurangi kejang, memiliki efek diuretik, analgesik, antiseptik, ekspektoran dan stimulan
  50. cincau liana yang batangnya kecil, daunnya menjantung, perbungaannya berbentuk tandan berwarna putih, perbuahannya bulat berwarna hijau, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Himalaya Timur sampai Tiongkok dan Nusa Tenggara, daunnya dapat dimanfaatkan untuk jeli isi minuman dan pengobatan hipertensi; camcau
  51. cincau hitam terna yang tingginya mencapai 1,5 m, berbatang kecil, berdaun lonjong meruncing, berbunga merah muda keunguan mirip kemangi, biasa digunakan sebagai obat diare dan demam; janggelan2
  52. cokelat pohon yang tingginya mencapai 8 m, membundar telur, melonjong hingga elips, berwarna merah muda hingga hijau tua, perbungaan fasikulus, bunga kecil, kelopak berwarna putih kekuningan atau merah muda, mahkota kuning pucat, buah pelok seperti bani, polong, membulat hingga melonjong, berwarna putih atau hijau, kuning, oranye, merah atau ungu, tumbuh di hutan tropis dataran rendah hingga ketinggian 400 mdpl, biji diproses menjadi cokelat dan mentega, lemak kakao digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan farmasi, buah dapat dimakan, kulit biji kakao digunakan sebagai bahan mulsa
  53. cupak dasar bunga yang berkembang menggelembung berfungsi untuk melindungi buah
  54. daru-daru pohon yang tingginya mencapai 40 m, permukaan kulit kayu halus, daun elips berujung melancip, perbungaan terbatas, bunga berkelamin dua, buah pelok menggelendong, berbiji satu, berwarna cokelat hingga kehitaman, tumbuh di hutan primer, hutan rawa kering, hingga ketinggian 300 mdpl, kayu digunakan sebagai bahan konstruksi dan kapal, buah dapat dimakan
  55. daun buah sporofil betina dalam bunga dan merupakan organ yang menghasilkan bakal biji
  56. daun gagang daun yang amat tereduksi sehingga sering hanya berupa sisik pada gagang perbungaan dan berfungsi sebagai pelindung bunga, terutama waktu masih kuncup; daun pelindung
  57. daun gantilan daun yang termodifikasi dan sering hanya berupa sisik yang terdapat pada percabangan gagang atau pada gantilan
  58. daun kelopak satuan atau unsur kelopak yang bersifat polisepal; sepal
  59. daun lembaga daun pertama yang tumbuh dalam proses perkecambahan tumbuhan; kotiledon
  60. daun luah sporofil betina dalam bunga dan merupakan organ yang menghasilkan bakal biji
  61. daun mahkota satuan atau unsur mahkota yang bersifat polipetal; petal
  62. daun penumpu dua helai daun kecil yang tumbuh di kiri dan kanan tangkai daun
  63. daun tunggal daun yang setiap tangkainya hanya mendukung satu helaian daun saja
  64. daya kecambah kemampuan benih untuk tumbuh atau berkecambah normal
  65. delik pohon yang tingginya mencapai 14 m, ranting bersayap di bagian ujung, daun melanset, perbungaan malai, bunga berwarna putih kebiruan, buah bani berwarna biru hingga ungu, tumbuh di hutan campuran dipterokarpa dan submontana hingga ketinggian 1.700 mdpl, di daerah aluvial dekat sungai dan aliran air, kayu digunakan sebagai bahan konstruksi dan perabot; temberos
  66. dikotiledon dikotil
  67. diurnal keadaan bunga yang mekar pada siang hari dan menutup pada malam hari
  68. divisi satuan taksonomi dalam klasifikasi tumbuhan, berada di antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, seperti Bryophyta
  69. dominasi flora keadaan unggul suatu spesies flora dalam komunitasnya, biasanya diukur dari kepadatan populasi, frekuensi, dan biomassanya
  70. dominasi genetik keadaan unggul suatu sifat keturunan yang tampak di dalam penampilan
  71. dorman berkenaan dengan terhambatnya pertumbuhan (perkembangan) untuk sementara waktu meskipun keadaan lingkungannya sebenarnya bersifat menunjang (air dan cahaya cukup serta suhu naik)
  72. duri tempel onak
  73. eksospora lapisan luar dinding spora yang menutup epispora dan dapat merupakan lapisan terluar jika perispora mengelupas dan menghilang
  74. ektofloem floem yang berada di dalam tabung xilemnya
  75. ekuisetum tumbuhan takberbiji, umumnya tumbuh di lingkungan yang basah, seperti kolam dangkal, daerah pinggiran sungai, atau daerah rawa; paku ekor kuda
  76. endemis tumbuh atau terdapat pada tempat atau wilayah tertentu
  77. endokarpium lapisan yang paling dalam atau dinding buah, biasanya berserat keras atau membatu
  78. entomofili penyerbukan bunga melalui serangga
  79. eofil daun awal yang dibentuk semai, berupa daun transisi sebelum munculnya daun dewasa
  80. epigini cara mengatur bagian bunga apabila benang sari, mahkota, dan kelopak ditempelkan di atas bakal buah sehingga terjadi bakal buah terbenam
  81. epimatium pembungkus tambahan pada biji beberapa Gymnospermae yang mendaging dan hampir menyatu dengan integumen
  82. estivasi cara mengatur letak bagian bunga, seperti kelopak dan mahkota, di dalam kuncup bunga
  83. eufili sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya secara tegas beradaptasi untuk dimanfaatkan oleh penyerbuk khusus
  84. euforbia pohon perdu, terna, atau sukulen dari suku Euphorbaceae, bentuk dan warna bunganya bermacam-macam, banyak sekali, seperti Euphorbia antiquorum dan Euphorbia hirta
  85. eusporangium sporangium yang terbentuk dari sel epidermal tunggal; leptosporangium
  86. eustele stele yang dalam penampang melintang tersusun membentuk lingkaran berkas pembuluh kolateral atau bikolateral, biasanya terdapat pada tumbuhan dikotil
  87. falaenofili penyerbukan bunga yang terjadi dengan perantaraan kupu-kupu
  88. fibril serabut akar yang paling halus
  89. filamen tangkai sari
  90. filodia tangkai daun yang bersayap dan berfungsi sebagai daun
  91. filokladia cabang atau ranting hijau pipih yang menyerupai dan berfungsi sebagai daun serta mempunyai pertumbuhan ekosistem atau masa
  92. folikel buah kering berbiji banyak yang pecah pada satu sisinya untuk melepaskan biji
  93. fovea dasar polinia pada tanaman anggrek
  94. gagang tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
  95. gambir liana yang daunnya menjorong, perbungaan berbentuk bongkol majemuk, bunganya menabung dan berwarna merah muda, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar di Malesia dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), dimanfaatkan sebagai obat batuk dan bahan penyamak
  96. gamopetal sifat mahkota bunga yang tidak terbagi-bagi atas daun mahkota, tetapi berfusi menjadi satu satuan
  97. gandaran perbungaan yang bunga-bunganya mengumpul terpusat pada buku-buku yang berjauhan sepanjang sumbu gagang dan percabangannya, misalnya pada paci-pacian
  98. gandil cabang kayu yang tidak berkembang lebih lanjut, tetapi berkembang menjadi duri-duri kasar dan kaku
  99. gandum terna yang termasuk suku Poaceae, tingginya sekitar 1 m, berbatang beruas-ruas seperti padi, berdaun memita panjang, berbunga majemuk malai, berbiji bulir, hidup di daerah subtropis, dapat dimanfaatkan sebagai tepung terigu sebagai bahan makanan atau
  100. garis murni populasi yang merupakan keturunan suatu individu homozigot yang semata-mata berkembang biak secara autogamik
  101. garpuan perbungaan yang membentuk dikotomi semu, yaitu bunga pertama yang membuka terletak di ujung sumbu dan diapit oleh dua bunga samping, misalnya pada bunga melati
  102. geitonogami proses perkembangan kawin yang pembuahan bakal bijinya terjadi dengan melibatkan serbuk sari bunga lain dari individu yang sama
  103. geluk buah kering tak merekah yang memiliki satu biji dengan dinding buah yang keras, biasanya berasal dari bakal buah berongga satu
  104. geragih batang yang tumbuh horizontal di atas permukaan tanah dan menghasilkan tumbuhan baru pada ujungnya
  105. gimnospermae tumbuhan berbiji terbuka
  106. ginofor tangkai yang mendukung ginesium yang letaknya menjorok ke dalam hiasan bunga
  107. hapaksantik sifat tumbuhan yang berbunga dan berbuah sekali lalu mati, misalnya sagu
  108. haplomorf tipe simetri yang bagiannya terletak sebaris membentuk spiral pada suatu cembungan setengah bola, misalnya pada bunga teratai
  109. haustorium alat serap zat hara pada jamur parasit yang bermacam-macam bentuk dan susunannya
  110. haustorium akar yang mampu menembus tumbuhan lain yang hidup berparasit pada tumbuhan lain, misalnya pada benalu-benaluan
  111. heksasitik tipe stomata yang dikelilingi enam sel pelengkap dengan dua pasang sejajar dengan sumbu panjang stomata dan sepasang di ujungnya
  112. hemifili sifat bunga yang pengadaptasian dengan penyerbuknya kurang sempurna untuk dimanfaatkan oleh penyerbuk yang agak mengkhusus
  113. heterospora yang memproduksi lebih dari satu macam spora, khususnya memproduksi mikrospora dan megaspora
  114. heterospori keadaan dibentuknya lebih dari satu tipe spora pada satu jenis, umumnya megaspora sebagai gamet betina dan mikrospora sebagai gamet jantan, misalnya pada likopsida, paku air, dan semua tumbuhan berbiji
  115. hilum pusar biji berupa lampang bekas tempat pelekatan tali pusar
  116. hipantium dasar bunga yang bentuknya cekung seperti mangkuk, seperti pada bunga mawar
  117. hipokotil bagian bakal batang pada kecambah di bawah kotiledon
  118. holofit tumbuhan yang hidup dari makanan anorganik dan hasil fotosintesis, misalnya ubi, padi
  119. homospora yang memiliki hanya satu macam spora
  120. homospori keadaan hanya dibentuknya satu tipe spora oleh suatu jenis, misalnya pada tumbuhan berpembuluh takberbiji
  121. horenso bayam Jepang
  122. hulbah terna tahunan, tumbuh tegak, tinggi 30–60 cm, daunnya berbentuk bundar telur, bunganya tunggal atau sepasang, keluar di ketiak daun, mahkotanya berwarna kuning terang, buahnya polong gundul, memanjang atau berbentuk lanset, berisi 10–20 biji
  123. hulbah biji dari hulbah, biasanya digunakan sebagai bumbu masakan dan pengobatan herbal
  124. ikalan perbungaan uliran yang ruasnya pendek-pendek sehingga hampir tergelung
  125. implantasi penyelipan enten pada inangnya
  126. indusium lempungan jaringan epidermis yang menutupi sebagian atau seluruh sorus pada paku-pakuan tertentu
  127. indusium semu tepi daun yang melipat dan melindungi sorus pada beberapa jenis paku-pakuan
  128. infloresens sekelompok bunga pada satu kepala atau sekelompok bunga pada satu tangkai utama; bunga majemuk; perbungaan
  129. infruktesens himpunan dan cara penyusunan buah dalam gagang bersama; perbuatan
  130. invasif organisme, asli atau bukan, yang mengolonisasi habitat tertentu secara masif dan dapat menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial, seperti mentangan dan mujair
  131. isoetales ordo tumbuhan dalam kelas Isoetopsida yang hidup di air atau rawa, daunnya panjang dan runcing, termasuk tumbuhan heterospora
  132. jagung terna yang termasuk suku Gramineae, berbatang pejal, tingginya mencapai 2 m, berdaun memita panjang, bunga jantan tumbuh paling atas, bunga betina di ketiak daun berbentuk bonggol, dilindungi oleh kelobot, umumnya berbiji kuning, buahnya dapat dimakan sebagai makanan pokok
  133. jagung manis kultivar jagung yang memiliki kadar gula 4−8 kali lebih tinggi daripada jagung biasa
  134. jahe emprit jahe yang ukurannya sangat kecil, bentuknya ramping, mengandung minyak asiri yang banyak dan rasanya pedas menyengat
  135. jahe gajah kultivar jahe yang rimpangnya besar dan gemuk, berwarna kuning hingga keputih-putihan, serat lembut, rasa kurang pedas
  136. jahe merah kultivar jahe yang ukurannya kecil, rimpangnya berwarna merah, memiliki rasa pedas dan hangat, kandungan minyak asirinya tinggi
  137. jamur ajaib jamur yang termasuk narkotika alamiah yang dapat mengakibatkan halusinasi
  138. jamur akar merah jamur patogen yang menyerang akar pohon-pohon tua hingga membusuk dan mati
  139. jiring polong yang menceking di antara deretan bijinya, setiap segmen yang berbiji tunggal memisah bila buahnya dewasa, misalnya pada jengkol
  140. kabumbu siungan
  141. kalaza bagian dasar bakal biji tempat nuselus dan integumen menyatu
  142. kalazogami proses pembuahan bakal biji ketika tabung serbuk sari masuk melalui kalaza
  143. kambium lapisan sel hidup pada tumbuhan berkeping dua, terletak di kulit dan di kayu, yang membuat jaringan kayu baru ke sebelah dalam dan jaringan kulit baru ke sebelah luar
  144. kampilotrop cara pelekatan bakal biji pada tembuni ketika bola bakal biji membengkok secara horizontal dan tali pusar seakan menempel di antara mikropil dan kalaza
  145. kampuh garis pertautan dua organ yang sama, misalnya antara daun dan buah
  146. kanopi tajuk hutan
  147. kantong serbuk sari sporangium jantan pada tumbuhan bunga yang terdapat dalam ruang sari
  148. kapsul buah kering beruangan sebanyak daun buah yang membentuknya, merekah, dan berbiji banyak
  149. karagen rumput laut yang agarnya dapat dimakan
  150. karpel daun buah
  151. karunkula pencuatan kaku yang berasal dari pertumbuhan integumen di sekitar hilum biji, misalnya pada jarak
  152. kastanya tumbuhan dari genus Castanea, tingginya dapat mencapai 60 m, kulitnya berkerut, ujung daunnya tajam, setiap bunganya memiliki 8 hingga 10 atau 12 benang sari, buahnya terdapat dalam kupule sebanyak 1—7 buah, biasa digunakan untuk kue, pastri, dan masakan lainnya
  153. katafil sisik kuncup atau daun sisik yang berfungsi untuk melindungi kuncup atau semai dari kekeringan
  154. keiropterofili penyerbukan bunga dengan perantaraan kelelawar, misalnya pada durian
  155. keiropterokori pemencaran biji dengan perantaraan kelelawar, misalnya pada jambu bol
  156. kelopak tambahan sekelompok daun gagang atau daun gantilan yang termodifikasi sehingga mirip dengan kelopak yang terdapat dekat di atasnya, misalnya pada kembang sepatu
  157. kembang jepang kemboja jepang
  158. kencur terna berimpang yang berdaun hijau muda lonjong melebar, berbunga putih atau ungu, rimpangnya berkulit cokelat, berdaging putih, beraroma khas biasanya digunakan sebagai bahan rempah
  159. kepala putik bagian putik yang berfungsi menerima serbuk sari pada proses penyerbukan
  160. kepala sari bagian benang sari yang terdapat di ujung tangkai sari dan merupakan tabung yang menghasilkan serbuk sari
  161. kiuri timun Jepang, bentuknya lebih lonjong dari timun lokal, warnanya hijau pekat, ada sedikit rasa pahit di ujung buahnya, cenderung memiliki rasa manis, segar, dan renyah
  162. kleistogami pembuahan (penyerbukan) sendiri yang terjadi dalam bunga yang belum terbuka
  163. klimaks tingkat terakhir pertumbuhan tanaman di suatu tempat apabila telah diadakan penyesuaian yang sempurna dengan keadaan udara, jenis, serta struktur tanah sehingga tidak ada perubahan lebih lanjut yang dapat diusahakan
  164. klimaks tingkat dalam perkembangan daerah urban setelah hubungan ekologi dalam daerah itu mencapai keseimbangan
  165. kloroplas benda kecil pada sel tumbuhan yang mengandung klorofil
  166. klorosis keadaan tidak sehat yang ditandai oleh menguningnya bagian-bagian yang biasanya berwarna hijau sebagai akibat tidak cukup terbentuknya klorofil
  167. klusium suksesi tumbuhan yang terjadi pada tanah yang tergenang air
  168. kola tumbuhan yang termasuk keluarga Sterculiaceae, bijinya mengandung kafeina, dapat dipakai sebagai obat penyegar (antara lain, dicampurkan ke dalam minuman dingin)
  169. koleoptil daun pertama pada bibit tumbuhan berkeping satu yang merupakan upih pelindung sekeliling lembaga yang baru tumbuh
  170. koleoriza selubung yang melindungi radikula pada biji rumput-rumputan
  171. kolet daerah perbatasan antara hipokotil dan akar
  172. konservatori ruang kaca tempat memelihara tanaman (supaya tidak terpengaruh perubahan udara atau cuaca, seperti dalam pembibitan)
  173. kriptogam bentuk kehidupan dari tumbuhan rendah yang tidak menghasilkan biji
  174. kriptogamik bersifat atau berkaitan dengan kriptogam
  175. kucai terna berumbi yang daunnya memita, perbungaannya memayung, buahnya membulat telur sungsang, tumbuh di bioma empat musim, biasa dimanfaatkan untuk sayuran; sigando
  176. kuncup pucuk vegetatif atau generatif yang belum dewasa, berupa meristem rembang yang kadang-kadang ditutupi sisik
  177. kuncup bawah tangkai kuncup ketiak yang dikelilingi dasar tangkai daun
  178. kuncup bunga kuncup yang mengandung bakal bunga dan akan berkembang menjadi satu atau beberapa bunga
  179. kuncup campuran kuncup yang mengandung bakal batang, bakal daun, dan bakal bunga
  180. kuncup daun kuncup yang mengandung bakal batang dan daun, dan akan berkembang menjadi ranting
  181. kuncup eram umbi sekunder yang terdapat pada batang atau daun, berfungsi sebagai organ pembiakan
  182. kuncup ketiak kuncup yang tumbuh pada ketiak atau lampang daun
  183. kuncup liar kuncup tambahan
  184. kuncup pelengkap kuncup yang tumbuh di samping atau di atas kuncup ketiak
  185. kuncup tambahan kuncup yang tumbuh bukan pada tempat yang seharusnya dan tidak memiliki jaringan pembuluh; kuncup liar
  186. kuncup telanjang kuncup yang tidak dikelilingi sisik
  187. kuncup terlindung kuncup yang dikelilingi sisik
  188. kuncup ujung kuncup yang terletak pada rembang atau akhir batang
  189. kutikula bagian tumbuhan yang merupakan lapisan yang jernih, sangat tipis, dan biasanya lapisan itu berupa lilin
  190. lai buah lai
  191. lamun tumbuhan yang hidup di laut dangkal, berbiji tunggal, terdiri atas rimpang, daun, dan akar, serta berbunga, berbuah dan menghasilkan biji
  192. lapisan absisi lapisan sel pada daerah absisi yang dapat memisahkan bagian-bagian tumbuhan satu sama lain, misalnya daun, cabang, bunga, atau buah
  193. legum kelompok tumbuhan kacang-kacangan
  194. lembaga sporofit muda calon tumbuhan baru yang terdapat dalam biji, terdiri atas radikula, hipokotil, epikotil, dan kotiledon
  195. lengkuas terna berimpang yang tingginya mencapai 2 m, yang muda merah kecokelatan, yang tua cokelat, beraroma khas, berbunga majemuk tumbuh di ujung putih kekuningan, biasanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur; laja1
  196. leptosporangium eusporangium
  197. lidah-lidah pemanjangan atau cuatan yang tumbuh dari ujung pelepah daun rumput-rumputan Poaceae
  198. lignotuber terubusan dari pangkal batang yang siap menggantikan batang lama apabila mati
  199. likopsida paku kawat
  200. lili terna hias yang tingginya 60ꟷ80 cm, berdaun memita agak tebal, berbunga seperti terompet yang warnanya beragam (putih, merah, jingga), diperbanyak dengan umbinya
  201. lintabung terna yang termasuk suku Gramineae, tingginya mencapai 2 m, berdaun melanset panjang dan melipit, bertangkai keras, berbunga majemuk
  202. lo buah majemuk semu yang unsur-unsurnya tersembunyi dalam rongga penyangga bunga-bunganya yang berfusi
  203. lodikula sisik yang terdapat di antara benang sari dan bakal buah pada bunga rumput-rumputan
  204. lokio terna yang termasuk suku Amaryllidaceae, tingginya mencapai 30 cm, dapat dimanfaatkan sebagai sayuran
  205. longkah buah kecil, kering, tak merekah, dan berdinding tipis yang merapat pada selaput biji tunggalnya, berasal dari bakal buah menumpang, misalnya pada kembang pagi sore
  206. lorantaseae benalu
  207. lumut daun tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut
  208. lumut sejati lumut daun
  209. lunas dua dari lima daun mahkota bunga kacang-kacangan Papilionaceae yang terletak paling bawah dan menyatu, sehingga berbentuk seperti perahu
  210. mahkota daun bagian daun sebelah luar
  211. mahkota tambahan daun-daun kecil seperti sisik terdapat sebagai lingkaran antara mahkota dan benang sari, misalnya yang terdapat pada Narcissus
  212. makrofil megafil
  213. makrospora megaspora
  214. makrosporangium megasporangium
  215. makrosporofil megasporofil
  216. malesia kawasan floristik (memiliki kesamaan flora atau jenis-jenis tumbuhan) yang mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Timor Leste, dan Papua Nugini
  217. malika kedelai hitam
  218. manau buah dari pohon rotan/manau yang kulitnya bersisik seperti kulit salak, dagingnya berasa masam
  219. mandul sendiri tidak mampu untuk menghasilkan keturunan hidup melalui pembuah sendiri (tentang tumbuhan hemafrodit)
  220. mangga gaer kultivar mangga lokal dari Jawa Tengah bagian utara, dagingnya sedikit berserat, wangi, dan rasanya manis
  221. mangga kelapa kultivar mangga yang bentuk dan ukurannya mirip kelapa gading, berwarna hijau, berdaging tebal, berbiji kecil, rasanya manis
  222. mangga krasak kultivar mangga lokal dari Kudus Utara, berwarna hijau dengan semburat oranye, rasanya manis sedikit asam
  223. mangkukan perbungaan yang menyerupai suatu kuntum bunga, tetapi mempunyai beberapa sumbu dengan bunga-bunga tambahan, misalnya pada kastuba
  224. mansiang terna yang tingginya dapat mencapai 2 m, termasuk Cyperaceae, berdaun memita, berbunga majemuk cokelat kemerahan, tumbuh di tempat berair, dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman; mensiang
  225. masula kelompok kecil mikrospora atau megaspora
  226. megafil daun biasa yang terdapat pada tumbuhan biji dan paku-pakuan, umumnya berukuran relatif besar dan dengan rumpang daun yang dikaitkan dengan runutan daun
  227. megafil kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya melebihi 164.025 mm2 (= 25 mm x 95 mm); makrofil
  228. megaspora spora pada tumbuhan tinggi berukuran besar, pada tumbuhan berbiji akan menjadi kantong embrio
  229. megasporangium sporangium yang menghasilkan megaspora, yang pada tumbuhan berbiji berupa bakal biji
  230. megasporofil sporofil yang menghasilkan megasporangium, yang pada tumbuhan bunga berupa daun buah
  231. memanjat tumbuh mengarah ke atas dan menaiki suatu penunjang
  232. memasai menyerupai masai
  233. memojok tiga berbentuk memanjang dengan tiga sudut dan tiga sisi yang rata dalam penampang melintasnya
  234. mengapas menyerupai kapas dengan bulu-bulu yang lebih pendek
  235. menggendut menggembung ke suatu sisi secara tidak simetris (tentang bentuk benda)
  236. menggenta menyerupai tabung pendek dengan mulut melebar, misalnya bunga ubi jalar
  237. menjorong membulat dan menjorong
  238. menongkat bentuk menyerupai tongkat, yaitu panjang, raping, dan lurus
  239. menulang rawan bertekstur keras dan liat
  240. menyerbuk es menjadi tertutup oleh butir-butir putih mengilat
  241. menyirip menyerupai tulang ikan atau bulu unggas (tentang sistem pembagian bidang, penulangan, atau percabangan tumbuhan)
  242. menyirip gasal tersusun menyirip dengan semua unsur sirip terdapat di rembang dan tidak berpasangan
  243. menyirip genap tersusun menyirip dengan satu unsur siripnya berpasangan lengkap
  244. menyutra memiliki permukaan yang tertutup bulu-bulu halus panjang yang rapat
  245. meristele bagian stele yang tumbuh melanjut ke luar menuju daun
  246. mesofil kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya antara 2025--18255 mm2
  247. mesofit tumbuhan yang hidup di tanah yang tidak terlalu kering atau tidak terlalu basah
  248. mesokarp lapisan tengah dinding buah yang terdiferensiasi
  249. metafil daun pada semai yang bentuknya sudah seperti daun pohon dewasa
  250. miju terna
  251. mikrospora spora haploid yang berukuran lebih kecil, biasanya dianggap jantan, dibentuk melalui proses meosis pada jenis tumbuhan yang bersifat heterospora, pada tumbuhan biji berupa serbuk sari
  252. mikrospora spora yang bersifat dapat menimbulkan gametofit yang hanya menghasilkan gamet jantan
  253. mikrosporangium sporangium yang menghasilkan mikrospora, pada tumbuhan biji berupa kantung sari
  254. mikrosporofil sporofil yang menghasilkan mikrosporangium, pada tumbuhan bunga berupa benang sari
  255. minor kelas ukuran daun yang menunjukkan ukuran lebih kecil
  256. monofili sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya beradaptasi untuk hanya dimanfaatkan oleh satu jenis penyerbuk atau kerabat sangat dekatnya
  257. monoklin mempunyai sekaligus alat perkembangbiakan jantan dan betina (tentang bunga)
  258. mota terna yang termasuk suku Cyperaceae, tumbuh di tempat lembap, tingginya mencapai 1,5 m, berbatang liat bersegitiga, berdaun memita, berbunga majemuk, bertangkai panjang
  259. nanas terna yang tingginya mencapai 1,5 m, berdaun meroset, memita panjang, dan berduri, berserat, berwarna hijau tua sampai cokelat kemerahan, berbunga majemuk yang tumbuh di ujung, berbuah majemuk bulat lonjong
  260. nanofil kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya antara 25–225 mm2
  261. nektar cairan manis yang terdapat pada bunga yang biasa diserap lebah, merupakan bahan utama untuk madu
  262. nodus bagian batang (tanaman yang agak membengkok, tempat tumbuh daun dan tunas)
  263. nokturnal keadaan bunga yang mekar pada malam hari dan menutup pada siang hari
  264. oligofili sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya beradaptasi untuk dimanfaatkan oleh sekelompok penyerbuk yang berkerabat
  265. onak cuatan berujung tajam yang berasal dari epidermis atau korteks organ tumbuhan, seperti pada mawar; duri tempel
  266. ornitokori pemencaran biji dengan perantaraan burung
  267. ortotrop cara pelekatan bakal biji pada tembuni ketika mikropil dan pangkal tali pusar terletak pada satu garis lurus dengan arah berlawanan
  268. padi terna yang termasuk suku Poaceae, tingginya mencapai 1,2 m, berdaun memita panjang, berbunga majemuk, menghasilkan bulir beras yang bervariasi warnanya, tumbuh di sawah atau ladang, biasanya dimanfaatkan sebagai makanan pokok
  269. padi hibrida padi yang bibitnya merupakan hasil dari persilangan langsung pertama (F1) tetuanya
  270. paku laut paku-pakuan
  271. parasitik memiliki satu atau lebih sel pelengkap pada kedua sisinya yang sejajar dengan sumbu panjang lubang dan sel pelindungnya
  272. pasuan perbungaan yang bunga-bunganya melapisi dinding dalam penyangga yang mencekung seperti periuk
  273. payungan perbungaan terbatas yang memiliki permukaan atas yang rata dan gantilan-gantilan bunganya berasal dari satu titik bersama, umumnya dijumpai pada pegagan
  274. pedunkel tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal; gagang
  275. pelargonium marga tanaman hias yang mencakup sekitar 200 spesies, terna, perdu, dan sebagainya yang biasa dikenal dengan geranium, berasal dari Afrika bagian selatan
  276. pelatuk bagian ujung kulit kacang tanah dan sebagainya yang berbentuk seperti paruh burung
  277. pembuluh kolateral pembuluh yang tersusun dari jaringan xilem dan jaringan floem yang letaknya bersebelahan di dalam satu jari-jari
  278. penghubung ruang sari jaringan yang merupakan perpanjangan tangkai sari dan terletak di antara kedua ruang sari
  279. penumpu sepasang sisik, duri, kelenjar, atau organ yang menyerupai daun yang terdapat pada dasar tangkai daun
  280. penyangga ujung akhir percabangan talus yang termodifikasi yang menjadi tempat berkembang organ reproduksi pada ganggang atau lumut kerak
  281. penyangga ujung akhir sumbu bunga atau gantilan yang biasanya membesar dan menjadi tempat dibentuknya bagian-bagian bunga
  282. penyela sekat yang bertahan terus bahkan sampai sesudah merekahnya buah
  283. penyerbukan sendiri penyerbukan yang melibatkan serbuk sari dan kepala putik bunga yang sama
  284. penyerbukan silang pemindahan serbuk sari dari kepala sari suatu bunga ke kepala putik bunga tumbuhan lain yang berbeda genotipenya
  285. perbuahan himpunan buah pada satu tangkai yang sama
  286. perbungaan himpunan dan cara penyusunan bunga pada satu gagang yang sama; bunga majemuk; infloresens
  287. perdu rumpun (bambu dan sebagainya)
  288. perigini cara pengaturan bagian-bagian bunga ketika benang sari, mahkota, dan kelopak ditempelkan pada tingkat yang sama dengan bakal buah, sehingga terjadi bakal buah yang setengah terbenam
  289. periginium daun gagang yang menyerupai kantung dan menjadi wadah bagi bunga berwarna putih, terdapat pada tumbuhan teki Cyperaceae
  290. periginium pembungkus tipis berselaput yang menyelimuti sporofit lumut
  291. perikarp dinding buah yang berasal dari dinding bakal buah
  292. perin selaput terluar spora beberapa paku-pakuan yang mempunyai konfigurasi berbeda dengan eksinnya; perispora
  293. perisperma jaringan yang berfungsi menyimpan hara pada biji, berasal dari nuselus yang menjadi diploid
  294. petal daun mahkota
  295. pleiogami waktu tidak serentak masaknya atau terjadinya penyerbukan bunga meskipun bunga-bunga tersebut terdapat dalam satu perbungaan
  296. pleomorf tipe simetri aktinomorf yang jumlahnya sangat tereduksi
  297. pleurogami proses pembuahan bakal biji bila tabung serbuk sari masuk melalui sisi samping bakal biji
  298. plumula pucuk lembaga
  299. polen serbuk sari
  300. poliad serbuk sari yang terdapat dalam kelompok-kelompok lebih dari empat
  301. poliantus tanaman hias
  302. polifili sifat bunga yang dalam hubungan dengan penyerbukannya dimanfaatkan oleh bermacam-macam penyerbuk yang sangat berbeda-beda
  303. polinasi jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik
  304. polinia gumpalan massa serbuk sari yang dalam proses penyerbukan dipindahkan satu persatu, dihasilkan oleh kepala sari
  305. polipetal sifat mahkota bunga yang daun-daun mahkotanya tidak saling melekat atau tidak menjadi satu (lawannya gamopetal)
  306. polisepal keadaan kelopak bunga yang terbagi menjadi beberapa daun kelopak
  307. porogami proses pembuahan bakal biji bila tabung serbuk sari masuk melalui mikropil
  308. prem buah berbentuk bulat atau oval, berkulit halus, biasanya berwarna merah atau ungu dan terdapat lekuk pipih, berbiji tunggal; prunus
  309. promeristem jaringan meristem rembang yang tumbuh menjadi bagian-bagian kuncup lainnya
  310. protalus gametofit haploid pada paku-pakuan dan Gymnospermae, berasal dari spora dan membawa anteridium atau arkegonium atau keduanya
  311. pteridofita tumbuhan yang mirip lumut, tetapi sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati, merupakan organisme multiseluler dan eukariotik, hidup di tempat yang lembap dan berair, di permukaan tanah atau batu, dan menempel pada pohon; paku2
  312. pterokauli batang yang memiliki sayap
  313. pucuk lembaga batang lembaga dan calon-calon daun pada lembaga; plumula
  314. radiks akar
  315. rafe kampuh seperti keliman pada selaput biji, berasal dari tali pusar yang melengket pada integumen, misalnya pada biji jarak
  316. rambut getar penonjolan sitoplasma yang halus dari permukaan sel
  317. rasem tandan
  318. rizobium bakteri pengikat nitrogen pada nodus yang menempel di akar
  319. rizoid organ penyerap berbentuk benang yang tumbuh dari talus gametofit lumut daun, lumut hati, dan paku-pakuan
  320. rizom batang yang menjalar di bawah tanah; rimpang
  321. roset pengaturan daun yang berpusar dan umumnya dekat pada permukaan tanah
  322. rumput laut tumbuhan tingkat rendah yang hidup di laut; ganggang laut
  323. sabitan perbungaan uliran yang tidak terpilin dan bunga-bunganya terletak pada satu bidang sehingga terlihat seperti celurit
  324. sarkoderma lapisan berdaging yang terdapat di antara biji dan lapisan luar buah
  325. sarkokauli sifat batang yang lunak mendaging
  326. sarkotesta lapisan testa terluar yang tebal, lunak, mendaging
  327. sayap dua daun mahkota samping bunga kacang-kacangan
  328. segmen ulas (tentang limau), pangsa (tentang durian), dan sebagainya
  329. sel bibir satu di antara deretan sel sporangium paku-pakuan yang berdinding tipis dan pecah ketika sporangiumnya matang
  330. sel induk megaspora sel diploid yang dengan proses meiosis menghasilkan megaspora, biasanya hanya satu yang terus berkembang dan sisanya berguguran
  331. selantar geragih
  332. selaput biji kulit pelindung biji yang berasal dari integumen, terdiri atas testa dan tegmen
  333. selfing proses penyerbukan atau pembuahan sendiri
  334. sembab berair dan berdaging (tentang daun dan batang)
  335. semiparasit tumbuhan parasit yang memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis
  336. sena lembaran daun kering jenis Cassia angustifolia yang digunakan sebagai pencahar
  337. sepal daun yang berubah bentuk menjadi kelopak bunga; daun kelopak
  338. serbuk bunga tepung sari
  339. serbuk sari mikrospora atau satu gametofit jantan tumbuhan berbiji yang terdapat dalam kepala sari; serbuk yang terdapat pada bunga yang mengandung sel jantan (sebagai alat pembiakan bagi tumbuh-tumbuhan)
  340. sesisihan unsur lembaga daun gagang yang menyusun pembalut perbungaan sembung-sembungan Asteraceae
  341. sfingofili penyerbukan bunga yang terlaksana dengan bantuan kupu-kupu pada malam hari
  342. sifonostele stele yang berbentuk tabung kosong dan bersifat ektofloem
  343. siklositik tipe stomata yang dikelilingi oleh empat atau lebih sel pelengkap yang membentuk gelang
  344. silindung penumpu yang menutupi daun ujung yang terlepas sesudah berkembangnya helaian daun dengan meninggalkan lampang penumpu mencincin
  345. simpetal mengenai mahkota yang tidak terbagi-bagi atas daun mahkota, tetapi berfungsi menjadi satu satuan; gamopetal
  346. siperaseae suku tumbuhan pimping
  347. sipsela buah berbiji satu yang berasal dari bakal buah terbenam
  348. sirus penjuluran seperti lingkaran daun pada batang lili laut
  349. sisik dedaunan kecil dan tidak hijau seperti terlihat pada kuncup atau batang termodifikasi
  350. siung anak atau kuncup samping umbi lapis yang tumbuh dari dasar umbi lapis yang lebih besar, seperti pada bawang putih
  351. siungan siung kecil yang terbentuk pada bagian tumbuhan di atas tanah yang berfungsi sebagai alat perbanyakan; kabumbu
  352. sklerokauli sifat batang yang keras dan agak mengering
  353. sklerotesta lapisan tengah testa, biasanya keras mengayu
  354. skutela kotiledon anterior pada rerumputan tertentu
  355. solenostele stele yang berbentuk tabung kosong dan memiliki floem di dalam tabung xilemnya; sifonestele amfifloem
  356. sorosis buah majemuk semu dengan gagang perbungaan tebal berdaging dan hiasan bunga yang berlekatan ujungnya, membentuk kulit buah
  357. sorus tempat berkumpulnya sporangium
  358. soyak torehan pada pepagan yang dibuat untuk mengungkapkan ciri-cirinya guna mendeterminasi jenis pohon di lapangan
  359. spermatosit sel yang berubah menjadi spermatozoid tanpa mengalami pembelahan sel lebih dahulu
  360. sporofil organ berbentuk daun atau berasal dari daun yang mengandung alat perkembangbiakan
  361. sporofit individu generasi diploid pada daur hidup tumbuhan yang terbentuk sebagai hasil berfusian dua gamet haploid dari generasi gametofit
  362. sporokarp organ yang membulat, keras, dan mengandung spora
  363. srisip pucuk rumput-rumputan yang berasal dari dasar batang seperti pada padi
  364. staminodium benang sari yang steril
  365. stereomorf tipe simetri aktinomorf untuk benda yang berdimensi tiga
  366. stigma kepala putik
  367. stolon batang beruas-ruas panjang yang tumbuh horizontal di atas tanah, berakar dan bertaruk pada buku-bukunya yang menyentuh tanah; geragih
  368. strip penyakit tumbuhan yang ditandai dengan gejala perubahan warna berbentuk garis panjang-panjang tidak menentu, yang umumnya menyerang batang atau daun yang penulangannya sejajar
  369. subang dasar batang yang membesar, pejal, berdaging, beruas pendek-pendek yang dikelilingi lapisan sisik atau daun
  370. subur sendiri kemampuan tumbuhan hermafrodit untuk dibuahi gamet jantannya sendiri
  371. suntingan tongkol yang gantilan bunga-bunga bawahnya lebih memanjang sehingga keseluruhan perbungaan mempunyai permukaan atas yang rata
  372. tabung kelopak tabung yang dibentuk oleh perfusian pinggir daun kelopak atau oleh kelopak yang bersifat gamosepal
  373. tabung mahkota tabung yang dibentuk oleh perfusian daun mahkota atau oleh mahkota yang gamopetal
  374. tajuk hutan lapisan cabang paling atas di hutan, berfungsi sebagai penutup, naungan, atau tempat berlindung tumbuhan lain; kanopi
  375. tali pusat bagian buah yang menghubungkan biji dengan dinding buah
  376. tandan perbungaan yang memanjang, tidak terbatas, tidak bercabang dengan bunga-bunga bergantian
  377. tangkai anak bagian yang membawa helaian anak daun
  378. tembuni daerah tempat pelekatan biji pada dinding dalam buah
  379. tenda tajuk yang tidak terdiferensiasi dalam kelopak dan mahkota, tetapi dapat terbagi-bagi ke dalam daun tenda
  380. tepra anggur papua, berbiji sebesar biji cabai, mirip buah pinang, tidak merambat; selre
  381. tepung sari tepung yang terdapat pada bunga yang mengandung sel jantan (sebagai alat pembiakan bagi tumbuh-tumbuhan); serbuk sari
  382. tepus terna berimpang yang daunnya menyerupai daun pisang, bunganya berwarna merah terbuka, buahnya berwarna kuning dan umbutnya dapat dimakan, tumbuh di bioma tropis basah
  383. terofit tumbuhan yang melengkapi daur hidupnya dalam satu musim saja
  384. terung asam tanaman liar dengan tinggi 0.5-2m, berduri dan berbulu halus di sepanjang tanaman dengan buah berbentuk bulat berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna kuning ketika masak, biasa dimanfaatkan sebagai bahan sayuran dan campuran sambal
  385. tetrad serbuk sari yang terdapat dalam kelompak empat-empat
  386. tetrasitik tipe stomata yang diapit oleh empat sel pelengkap, dua di samping, dan dua di ujung
  387. tongkol perhubungan memanjang tak terbatas dan tak bercabang dengan bunga-bunga melekat atau tertanam pada rakis yang mendaging
  388. torus penyangga bunga yang biasanya mencembung
  389. trofofil daun pada paku-pakuan pteridofita
  390. tuba liana yang daunnya majemuk dengan anak daun menjorong sampai melonjong, perbungaan berbentuk jambul dan berwarna merah muda, buahnya berbentuk polong, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Indochina sampai Papua Nugini, dimanfaatkan sebagai racun ikan
  391. tuberkel batang kaktus yang penuh benjolan dan bertekstur kasar
  392. tugi bulu atau rambut yang terdapat pada ujung biji tanaman padi-padian
  393. tugu bagian pada bunga anggrek-anggrekan suku Orchidaceae yang merupakan penyatuan benang sari, tangkai putik, dan kepala putik
  394. tulang tengah struktur penghantar dan pendukung utama yang umumnya terletak di tengah helaian daun tunggal dan merupakan kelanjutan tangkai daun
  395. tumbuhan berbiji terbuka kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindungi di dalam bakal buah; Gymnospermae
  396. tumbuhan berpembuluh tumbuhan hijau yang memiliki sistem pembuluh yang jelas dan khas untuk menyalurkan zat makanan ke seluruh bagian tajuk dan metabolisme dari daun ke bagian lainnya
  397. tumbuhan endemik tumbuhan yang hanya tumbuh di suatu wilayah geografis tertentu
  398. tumbuhan endemis tumbuhan yang terdapat pada wilayah tertentu
  399. tumbuhan pakan tumbuhan yang dapat dijadikan pakan, seperti rumput dan legum
  400. tumbuhan perintis tumbuhan yang mengawali terbentuknya habitat tumbuhan lain, misalnya lumut yang dapat menghancurkan batu-batuan menjadi tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh
  401. tunas kuncup propagula vegetatif yang dibentuk pada ental beberapa paku-pakuan
  402. turgor tegangan dalam sel tumbuhan apabila vakuola penuh dengan zat cair
  403. uliran perbungaan terbatas tumbuh secara simpodial pada satu sisi sehingga bunga-bunganya yang bergantilan terdapat juga pada satu sisi sumbu yang umumnya terpilin
  404. umbisi batang di dalam tanah yang berbentuk seperti bawang dilapisi kulit tipis dan tumbuh menegak
  405. umbut sawit ujung batang pohon sawit yang muda dan lunak
  406. untai perbungaan berupa bulir, berkelamin tunggal, umumnya menggantung dan tanggal sebagai satu satuan sesudah pembuahan
  407. urat tengah struktur penghantar dan pendukung utama yang terletak di tengah helaian anak daun
  408. varietas populasi beberapa biotipe dengan ciri morfologi yang jelas dan mempunyai daerah penyebaran lokal yang tegas dalam daerah penyebaran populasi jenisnya
  409. waru landak tanaman perdu tegak dengan tinggi 2--5 m batangnya berambut halus, daunnya bertangkai panjang, berwarna hijau dan berujung runcing dengan tepi bergerigi, bunganya berdiameter 7--10 cm, warnanya putih kekuningan pada pagi hari dan kemerahan pada sore hari
  410. woton buah endemik Papua, warnanya oranye, bijinya hitam, dimanfaatkan sebagai pengganti kacang hijau atau makanan pokok
  411. xantofil pigmen kuning pada daun yang tampak setelah warna hijaunya habis
  412. zukini tanaman yang menghasilkan zukini, tumbuhnya tegak setinggi 25–40 cm, rimbun, dan daunnya menjari
  413. zukini labu kecil, bentuknya seperti mentimun, kulitnya hijau tua atau kuning, dagingnya putih dan bertekstur halus, rasanya renyah dan hambar, biasanya dimasak sebagai sayuran