Kategori:id:Istilah botani
Tampilan
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Bot}} (cek pranala). |
Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan botani: (487)
- acerang daun bangun-bangun; bangun-bangun; sukan
- adhesi penyatuan tumbuh-tumbuhan yang biasanya merupakan kelompok yang terpisah
- aglaonema terna hias berimpang, berdaun tunggal dengan bentuk, warna, dan corak bervariasi, berbunga majemuk tongkol dengan seludang, tumbuh di bioma hutan (di tempat teduh)
- akene buah kering yang hanya berbiji satu, setelah matang kulit buahnya tetap tidak terbuka; buah padi-padian
- aksila sudut antara tangkai daun dan batang tempat tunas tumbuh; ketiak daun
- alang-alang terna yang tingginya dapat mencapai 1 meter, berdaun memita, berbunga majemuk malai dengan banyak biji yang berukuran kecil, berguna sebagai pakan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; lalang; kusu-kusu
- alim pohon keras yang tingginya mencapai 7 m, daun melanset atau elips, bunga kecil berwarna putih atau kuning, buah membulat atau membulat telur berwarna hijau hingga hitam, kayu digunakan sebagai bahan kosmetik, parfum, dan dupa; gaharu; halim
- amarilis terna hias yang termasuk dalam suku Amaryllidaceae, berdaun memita panjang, berbunga trompet besar, harum, warna bervariasi merah, putih, bergaris, umumnya diperbanyak dengan umbinya, tumbuh di daerah bersuhu rendah
- amilase enzim yang menghidrolisis pati
- amla amalaki
- ampelas pohon yang tingginya mencapai 20 m, buah kecil membulat berwarna kuning, merah, dan cokelat, daun membundar telur dan kasap, digunakan untuk melicinkan kayu dan sebagainya; rempelas
- ampula gelembung udara kecil pada beberapa tanaman air
- anakan tunas yang tumbuh dari akar atau umbi
- andilau pohon yang tingginya mencapai 15 m, daun elips, bunga berwarna putih, buah berbentuk kapsul, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng bukit yang gundul, kayunya digunakan sebagai bahan bangunan, kulit kayu bagian dalam baik untuk dibuat tali; endilau; nilau
- andresium benang sari
- androginofor bagian yang memanjang pada poros bunga di atas dasar hiasan bunga yang menunjang benang sari dan putik
- anemon jenis tanaman kebun yang memiliki bunga berwarna putih, ungu, atau merah yang berbentuk seperti cangkir
- angiosperma tumbuhan yang bijinya terdapat di dalam bakal buah
- angsana pohon yang tingginya mencapai 40 m, daun elips, bunga berbentuk malai kuning, buah polong membundar berwarna cokelat, kayu berurat khas, digunakan untuk bahan bangunan dan mebel, kulit kayu dimanfaatkan untuk obat
- api-api pohon yang tingginya mencapai 10 m, daun tebal mengilap, bunga berwarna kuning keemasan, buah menjantung berwarna kuning, kayu berwarna putih, tumbuh di hutan-hutan payau, digunakan sebagai bahan bangunan
- ara pohon dari jenis fikus, bergetah banyak, berjenis banyak, ada yang berupa pohon, tumbuhan perdu, tumbuhan memanjat, spt ampelas, ara kelubuk, beringin
- artikulasi sambungan di antara dua bagian, misalnya tempat melekatnya daun pada ranting
- artikulasi buku pada batang
- asam pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun majemuk menyirip genap, anak daun kecil lonjong menyempit, buah polong berwarna cokelat masam rasanya, bunga tandan berwarna oranye berbentuk seperti kupu-kupu, kayu digunakan sebagai bahan bangunan atau mebel, buah digunakan sebagai pengasam
- asimilasi pengolahan zat pada tumbuh-tumbuhan yang mengandung butir hijau daun dengan pertolongan sinar matahari; pengubahan zat bertenaga rendah menjadi zat bertenaga tinggi yang diproses oleh tumbuhan
- asteraseae suku anggota tumbuhan yang memiliki bunga majemuk
- bakau pohon yang tingginya mencapai 30 m, akar menganjur ke luar, daun elips, bunga kekuningan, buah kasap bulat memanjang berwarna cokelat, tumbuh di hutan payau sepanjang pantai yang landai, kulit batang dapat digunakan untuk menyamak kulit; mangrove
- bakopa tanaman air yang memiliki sifat antioksidan, bersifat sedatif ringan, digunakan untuk meningkatkan memori, mengobati insomnia dan epilepsi, serta digunakan sebagai bahan pengondisi kulit
- balam pohon yang mengandung getah, ada beberapa macam, spt Payena dan Palaquium
- baros manglid
- basidiospora spora Basidiomycetes yang dibentuk oleh basidium di luarnya
- basidium sel penghasil spora merupakan ciri khas kelas Basidiomycetes, umumnya mempunyai basidiospora
- bayam Jepang sayuran mirip bayam, daunnya melebar di bagian bawah dan menyempit pada ujungnya, tangkai daunnya panjang, permukaan daunnya halus dengan pinggiran bergerigi besar, warnanya hijau; horenso
- bayur pohon yang tingginya mencapai 50 m, daunnya lonjong asimetris dengan permukaan bawah berwarna perak dan berambut, bunganya berbentuk tandan panjang berwarna kuning muda, buahnya berbentuk kapsul dan dapat merekah dengan warna cokelat dan berambut, kayunya digunakan bahan bangunan dan mebel
- belangir pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun melonjong elips hingga melanset, bunga malai berbentuk fusi, buah samara berwarna merah kecokelatan, tumbuh di daerah gambut atau rawa, kayu digunakan sebagai bahan bangunan, dan sebagainya
- benang sari sporofil jantan dalam bunga dan merupakan organ yang menghasilkan serbuk sari, umumnya terdiri atas kepala sari dengan atau kadang-kadang tanpa tangkai sari; andresium
- benta rumput banto
- bentangur pohon yang tingginya 30—38 m, daun kaku berwarna hijau tua, buah bulat, mahkota bunga berwarna putih dan benang sari berwarna kuning, buah buni, pelok, atau kapsul, kayu kuat digunakan untuk bahan bangunan; mentangur
- beri buah-buahan yang terbentuk dari bakal buah tunggal, berukuran kecil, kenyal, berbiji, misalnya buah buni dan bluberi
- berkotakan memiliki warna dengan bentuk kotak-kotak seperti papan catur
- beruas pohon yang tingginya mencapai 30 m, batang mengandung lateks putih atau kuning, daun elips atau bundar telur, kelopak bewarna merah muda sampai merah ros, mahkota putih, bagian dalam kuning-krem, buah bulat seperti manggis, merah ros, harum seperti apel dan dapat dimakan, tumbuh di hutan dataran rendah sampai dataran tinggi sekitar 1.400 mdpl, ditanam sebagai penghias jalan atau taman, akar dan daun digunakan sebagai obat, kayu digunakan sebagai bahan bangunan
- betis pohon yang tingginya mencapai 50 m, kulit pohon berwarna abu-abu atau cokelat, daun elips membundar telur, bunga malai menjuntai berwarna kehijauan, kuning, atau keunguan, buah elipsoid membundar telur, tumbuh di hutan primer dan sekunder hingga ketinggian 600 mdpl, kayunya keras dan awet, digunakan dalam konstruksi kapal, dermaga, jembatan, tiang listrik, dan rumah panjang; belian; ulin
- betutu jirak
- braktea daun gagang; daun pelindung
- buah kaca buah kecil berbentuk bulat, berwarna merah muda, transparan sehingga bijinya dapat terlihat, daging buah sedikit kenyal dan berair, rasanya manis
- buah okra okra
- cangkring pohon yang tingginya mencapai 15 m, daun majemuk, berdaun tiga, membulat telur, dan anak daun di ujung lebih besar, perbungaan tandan, bunga berwarna merah atau salem, mahkota berdaging, buah polong berkayu, pipih, dan permukaan beludru, tumbuh di hutan dataran rendah hingga ketinggian 2.000 mdpl, di dekat aliran sungai, rawa, dan pantai, kulit kayu dan akar digunakan sebagai obat, biji digunakan sebagai insektisida; beri; cengkering; kane
- cempaka bulus manglid; baros
- cendana pohon yang tingginya mencapai mencapai 20 m, kadang semak yang memanjat dg tinggi mencapai 4 m, daun membundar telur, melanset-elips atau melonjong, permukaan atas hijau pucat, permukaan bawah putih keabuan, berkilau, perbungaan terbatas atau malai, bunga biseksual, tabung bunga menggenta, bewarna kekuningan hingga merah kecoklatan, buah pelok, membulat telur, tumbuh di hutan gugur kering dan di semak belukar, minyak atsirinya sebagai perisa, buah dapat dimakan, ramuan aromatik, dapat mendinginkan tubuh, menenangkan pikiran, mengurangi kejang, memiliki efek diuretik, analgesik, antiseptik, ekspektoran dan stimulan
- cincau liana yang batangnya kecil, daunnya menjantung, perbungaannya berbentuk tandan berwarna putih, perbuahannya bulat berwarna hijau, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Himalaya Timur sampai Tiongkok dan Nusa Tenggara, daunnya dapat dimanfaatkan untuk jeli isi minuman dan pengobatan hipertensi; camcau
- cincau hitam terna yang tingginya mencapai 1,5 m, berbatang kecil, berdaun lonjong meruncing, berbunga merah muda keunguan mirip kemangi, biasa digunakan sebagai obat diare dan demam; janggelan2
- cokelat pohon yang tingginya mencapai 8 m, membundar telur, melonjong hingga elips, berwarna merah muda hingga hijau tua, perbungaan fasikulus, bunga kecil, kelopak berwarna putih kekuningan atau merah muda, mahkota kuning pucat, buah pelok seperti bani, polong, membulat hingga melonjong, berwarna putih atau hijau, kuning, oranye, merah atau ungu, tumbuh di hutan tropis dataran rendah hingga ketinggian 400 mdpl, biji diproses menjadi cokelat dan mentega, lemak kakao digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan farmasi, buah dapat dimakan, kulit biji kakao digunakan sebagai bahan mulsa
- cupak dasar bunga yang berkembang menggelembung berfungsi untuk melindungi buah
- daru-daru pohon yang tingginya mencapai 40 m, permukaan kulit kayu halus, daun elips berujung melancip, perbungaan terbatas, bunga berkelamin dua, buah pelok menggelendong, berbiji satu, berwarna cokelat hingga kehitaman, tumbuh di hutan primer, hutan rawa kering, hingga ketinggian 300 mdpl, kayu digunakan sebagai bahan konstruksi dan kapal, buah dapat dimakan
- daun buah sporofil betina dalam bunga dan merupakan organ yang menghasilkan bakal biji
- daun gagang daun yang amat tereduksi sehingga sering hanya berupa sisik pada gagang perbungaan dan berfungsi sebagai pelindung bunga, terutama waktu masih kuncup; daun pelindung
- daun gantilan daun yang termodifikasi dan sering hanya berupa sisik yang terdapat pada percabangan gagang atau pada gantilan
- daun kelopak satuan atau unsur kelopak yang bersifat polisepal; sepal
- daun lembaga daun pertama yang tumbuh dalam proses perkecambahan tumbuhan; kotiledon
- daun luah sporofil betina dalam bunga dan merupakan organ yang menghasilkan bakal biji
- daun mahkota satuan atau unsur mahkota yang bersifat polipetal; petal
- daun penumpu dua helai daun kecil yang tumbuh di kiri dan kanan tangkai daun
- daun tunggal daun yang setiap tangkainya hanya mendukung satu helaian daun saja
- daya kecambah kemampuan benih untuk tumbuh atau berkecambah normal
- delik pohon yang tingginya mencapai 14 m, ranting bersayap di bagian ujung, daun melanset, perbungaan malai, bunga berwarna putih kebiruan, buah bani berwarna biru hingga ungu, tumbuh di hutan campuran dipterokarpa dan submontana hingga ketinggian 1.700 mdpl, di daerah aluvial dekat sungai dan aliran air, kayu digunakan sebagai bahan konstruksi dan perabot; temberos
- dikotiledon dikotil
- diurnal keadaan bunga yang mekar pada siang hari dan menutup pada malam hari
- divisi satuan taksonomi dalam klasifikasi tumbuhan, berada di antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, seperti Bryophyta
- dominasi flora keadaan unggul suatu spesies flora dalam komunitasnya, biasanya diukur dari kepadatan populasi, frekuensi, dan biomassanya
- dominasi genetik keadaan unggul suatu sifat keturunan yang tampak di dalam penampilan
- dorman berkenaan dengan terhambatnya pertumbuhan (perkembangan) untuk sementara waktu meskipun keadaan lingkungannya sebenarnya bersifat menunjang (air dan cahaya cukup serta suhu naik)
- duri tempel onak
- eksospora lapisan luar dinding spora yang menutup epispora dan dapat merupakan lapisan terluar jika perispora mengelupas dan menghilang
- ektofloem floem yang berada di dalam tabung xilemnya
- ekuisetum tumbuhan takberbiji, umumnya tumbuh di lingkungan yang basah, seperti kolam dangkal, daerah pinggiran sungai, atau daerah rawa; paku ekor kuda
- endemis tumbuh atau terdapat pada tempat atau wilayah tertentu
- endokarpium lapisan yang paling dalam atau dinding buah, biasanya berserat keras atau membatu
- entomofili penyerbukan bunga melalui serangga
- eofil daun awal yang dibentuk semai, berupa daun transisi sebelum munculnya daun dewasa
- epigini cara mengatur bagian bunga apabila benang sari, mahkota, dan kelopak ditempelkan di atas bakal buah sehingga terjadi bakal buah terbenam
- epimatium pembungkus tambahan pada biji beberapa Gymnospermae yang mendaging dan hampir menyatu dengan integumen
- estivasi cara mengatur letak bagian bunga, seperti kelopak dan mahkota, di dalam kuncup bunga
- eufili sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya secara tegas beradaptasi untuk dimanfaatkan oleh penyerbuk khusus
- euforbia pohon perdu, terna, atau sukulen dari suku Euphorbaceae, bentuk dan warna bunganya bermacam-macam, banyak sekali, seperti Euphorbia antiquorum dan Euphorbia hirta
- eusporangium sporangium yang terbentuk dari sel epidermal tunggal; leptosporangium
- eustele stele yang dalam penampang melintang tersusun membentuk lingkaran berkas pembuluh kolateral atau bikolateral, biasanya terdapat pada tumbuhan dikotil
- falaenofili penyerbukan bunga yang terjadi dengan perantaraan kupu-kupu
- fibril serabut akar yang paling halus
- filamen tangkai sari
- filodia tangkai daun yang bersayap dan berfungsi sebagai daun
- filokladia cabang atau ranting hijau pipih yang menyerupai dan berfungsi sebagai daun serta mempunyai pertumbuhan ekosistem atau masa
- folikel buah kering berbiji banyak yang pecah pada satu sisinya untuk melepaskan biji
- fovea dasar polinia pada tanaman anggrek
- gagang tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
- gambir liana yang daunnya menjorong, perbungaan berbentuk bongkol majemuk, bunganya menabung dan berwarna merah muda, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar di Malesia dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), dimanfaatkan sebagai obat batuk dan bahan penyamak
- gamopetal sifat mahkota bunga yang tidak terbagi-bagi atas daun mahkota, tetapi berfusi menjadi satu satuan
- gandaran perbungaan yang bunga-bunganya mengumpul terpusat pada buku-buku yang berjauhan sepanjang sumbu gagang dan percabangannya, misalnya pada paci-pacian
- gandil cabang kayu yang tidak berkembang lebih lanjut, tetapi berkembang menjadi duri-duri kasar dan kaku
- gandum terna yang termasuk suku Poaceae, tingginya sekitar 1 m, berbatang beruas-ruas seperti padi, berdaun memita panjang, berbunga majemuk malai, berbiji bulir, hidup di daerah subtropis, dapat dimanfaatkan sebagai tepung terigu sebagai bahan makanan atau
- garis murni populasi yang merupakan keturunan suatu individu homozigot yang semata-mata berkembang biak secara autogamik
- garpuan perbungaan yang membentuk dikotomi semu, yaitu bunga pertama yang membuka terletak di ujung sumbu dan diapit oleh dua bunga samping, misalnya pada bunga melati
- geitonogami proses perkembangan kawin yang pembuahan bakal bijinya terjadi dengan melibatkan serbuk sari bunga lain dari individu yang sama
- geluk buah kering tak merekah yang memiliki satu biji dengan dinding buah yang keras, biasanya berasal dari bakal buah berongga satu
- geragih batang yang tumbuh horizontal di atas permukaan tanah dan menghasilkan tumbuhan baru pada ujungnya
- gimnospermae tumbuhan berbiji terbuka
- ginofor tangkai yang mendukung ginesium yang letaknya menjorok ke dalam hiasan bunga
- hapaksantik sifat tumbuhan yang berbunga dan berbuah sekali lalu mati, misalnya sagu
- haplomorf tipe simetri yang bagiannya terletak sebaris membentuk spiral pada suatu cembungan setengah bola, misalnya pada bunga teratai
- haustorium alat serap zat hara pada jamur parasit yang bermacam-macam bentuk dan susunannya
- haustorium akar yang mampu menembus tumbuhan lain yang hidup berparasit pada tumbuhan lain, misalnya pada benalu-benaluan
- heksasitik tipe stomata yang dikelilingi enam sel pelengkap dengan dua pasang sejajar dengan sumbu panjang stomata dan sepasang di ujungnya
- hemifili sifat bunga yang pengadaptasian dengan penyerbuknya kurang sempurna untuk dimanfaatkan oleh penyerbuk yang agak mengkhusus
- heterospora yang memproduksi lebih dari satu macam spora, khususnya memproduksi mikrospora dan megaspora
- heterospori keadaan dibentuknya lebih dari satu tipe spora pada satu jenis, umumnya megaspora sebagai gamet betina dan mikrospora sebagai gamet jantan, misalnya pada likopsida, paku air, dan semua tumbuhan berbiji
- hilum pusar biji berupa lampang bekas tempat pelekatan tali pusar
- hipantium dasar bunga yang bentuknya cekung seperti mangkuk, seperti pada bunga mawar
- hipokotil bagian bakal batang pada kecambah di bawah kotiledon
- holofit tumbuhan yang hidup dari makanan anorganik dan hasil fotosintesis, misalnya ubi, padi
- homospora yang memiliki hanya satu macam spora
- homospori keadaan hanya dibentuknya satu tipe spora oleh suatu jenis, misalnya pada tumbuhan berpembuluh takberbiji
- horenso bayam Jepang
- hulbah terna tahunan, tumbuh tegak, tinggi 30–60 cm, daunnya berbentuk bundar telur, bunganya tunggal atau sepasang, keluar di ketiak daun, mahkotanya berwarna kuning terang, buahnya polong gundul, memanjang atau berbentuk lanset, berisi 10–20 biji
- hulbah biji dari hulbah, biasanya digunakan sebagai bumbu masakan dan pengobatan herbal
- ikalan perbungaan uliran yang ruasnya pendek-pendek sehingga hampir tergelung
- implantasi penyelipan enten pada inangnya
- indusium lempungan jaringan epidermis yang menutupi sebagian atau seluruh sorus pada paku-pakuan tertentu
- indusium semu tepi daun yang melipat dan melindungi sorus pada beberapa jenis paku-pakuan
- infloresens sekelompok bunga pada satu kepala atau sekelompok bunga pada satu tangkai utama; bunga majemuk; perbungaan
- infruktesens himpunan dan cara penyusunan buah dalam gagang bersama; perbuatan
- invasif organisme, asli atau bukan, yang mengolonisasi habitat tertentu secara masif dan dapat menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial, seperti mentangan dan mujair
- isoetales ordo tumbuhan dalam kelas Isoetopsida yang hidup di air atau rawa, daunnya panjang dan runcing, termasuk tumbuhan heterospora
- jagung terna yang termasuk suku Gramineae, berbatang pejal, tingginya mencapai 2 m, berdaun memita panjang, bunga jantan tumbuh paling atas, bunga betina di ketiak daun berbentuk bonggol, dilindungi oleh kelobot, umumnya berbiji kuning, buahnya dapat dimakan sebagai makanan pokok
- jagung manis kultivar jagung yang memiliki kadar gula 4−8 kali lebih tinggi daripada jagung biasa
- jahe emprit jahe yang ukurannya sangat kecil, bentuknya ramping, mengandung minyak asiri yang banyak dan rasanya pedas menyengat
- jahe gajah kultivar jahe yang rimpangnya besar dan gemuk, berwarna kuning hingga keputih-putihan, serat lembut, rasa kurang pedas
- jahe merah kultivar jahe yang ukurannya kecil, rimpangnya berwarna merah, memiliki rasa pedas dan hangat, kandungan minyak asirinya tinggi
- jamur ajaib jamur yang termasuk narkotika alamiah yang dapat mengakibatkan halusinasi
- jamur akar merah jamur patogen yang menyerang akar pohon-pohon tua hingga membusuk dan mati
- jiring polong yang menceking di antara deretan bijinya, setiap segmen yang berbiji tunggal memisah bila buahnya dewasa, misalnya pada jengkol
- kabumbu siungan
- kalaza bagian dasar bakal biji tempat nuselus dan integumen menyatu
- kalazogami proses pembuahan bakal biji ketika tabung serbuk sari masuk melalui kalaza
- kambium lapisan sel hidup pada tumbuhan berkeping dua, terletak di kulit dan di kayu, yang membuat jaringan kayu baru ke sebelah dalam dan jaringan kulit baru ke sebelah luar
- kampilotrop cara pelekatan bakal biji pada tembuni ketika bola bakal biji membengkok secara horizontal dan tali pusar seakan menempel di antara mikropil dan kalaza
- kampuh garis pertautan dua organ yang sama, misalnya antara daun dan buah
- kanopi tajuk hutan
- kantong serbuk sari sporangium jantan pada tumbuhan bunga yang terdapat dalam ruang sari
- kapsul buah kering beruangan sebanyak daun buah yang membentuknya, merekah, dan berbiji banyak
- karagen rumput laut yang agarnya dapat dimakan
- karpel daun buah
- karunkula pencuatan kaku yang berasal dari pertumbuhan integumen di sekitar hilum biji, misalnya pada jarak
- kastanya tumbuhan dari genus Castanea, tingginya dapat mencapai 60 m, kulitnya berkerut, ujung daunnya tajam, setiap bunganya memiliki 8 hingga 10 atau 12 benang sari, buahnya terdapat dalam kupule sebanyak 1—7 buah, biasa digunakan untuk kue, pastri, dan masakan lainnya
- katafil sisik kuncup atau daun sisik yang berfungsi untuk melindungi kuncup atau semai dari kekeringan
- keiropterofili penyerbukan bunga dengan perantaraan kelelawar, misalnya pada durian
- keiropterokori pemencaran biji dengan perantaraan kelelawar, misalnya pada jambu bol
- kelopak tambahan sekelompok daun gagang atau daun gantilan yang termodifikasi sehingga mirip dengan kelopak yang terdapat dekat di atasnya, misalnya pada kembang sepatu
- kembang jepang kemboja jepang
- kencur terna berimpang yang berdaun hijau muda lonjong melebar, berbunga putih atau ungu, rimpangnya berkulit cokelat, berdaging putih, beraroma khas biasanya digunakan sebagai bahan rempah
- kepala putik bagian putik yang berfungsi menerima serbuk sari pada proses penyerbukan
- kepala sari bagian benang sari yang terdapat di ujung tangkai sari dan merupakan tabung yang menghasilkan serbuk sari
- kiuri timun Jepang, bentuknya lebih lonjong dari timun lokal, warnanya hijau pekat, ada sedikit rasa pahit di ujung buahnya, cenderung memiliki rasa manis, segar, dan renyah
- kleistogami pembuahan (penyerbukan) sendiri yang terjadi dalam bunga yang belum terbuka
- klimaks tingkat terakhir pertumbuhan tanaman di suatu tempat apabila telah diadakan penyesuaian yang sempurna dengan keadaan udara, jenis, serta struktur tanah sehingga tidak ada perubahan lebih lanjut yang dapat diusahakan
- klimaks tingkat dalam perkembangan daerah urban setelah hubungan ekologi dalam daerah itu mencapai keseimbangan
- kloroplas benda kecil pada sel tumbuhan yang mengandung klorofil
- klorosis keadaan tidak sehat yang ditandai oleh menguningnya bagian-bagian yang biasanya berwarna hijau sebagai akibat tidak cukup terbentuknya klorofil
- klusium suksesi tumbuhan yang terjadi pada tanah yang tergenang air
- kola tumbuhan yang termasuk keluarga Sterculiaceae, bijinya mengandung kafeina, dapat dipakai sebagai obat penyegar (antara lain, dicampurkan ke dalam minuman dingin)
- koleoptil daun pertama pada bibit tumbuhan berkeping satu yang merupakan upih pelindung sekeliling lembaga yang baru tumbuh
- koleoriza selubung yang melindungi radikula pada biji rumput-rumputan
- kolet daerah perbatasan antara hipokotil dan akar
- konservatori ruang kaca tempat memelihara tanaman (supaya tidak terpengaruh perubahan udara atau cuaca, seperti dalam pembibitan)
- kriptogam bentuk kehidupan dari tumbuhan rendah yang tidak menghasilkan biji
- kriptogamik bersifat atau berkaitan dengan kriptogam
- kucai terna berumbi yang daunnya memita, perbungaannya memayung, buahnya membulat telur sungsang, tumbuh di bioma empat musim, biasa dimanfaatkan untuk sayuran; sigando
- kuncup pucuk vegetatif atau generatif yang belum dewasa, berupa meristem rembang yang kadang-kadang ditutupi sisik
- kuncup bawah tangkai kuncup ketiak yang dikelilingi dasar tangkai daun
- kuncup bunga kuncup yang mengandung bakal bunga dan akan berkembang menjadi satu atau beberapa bunga
- kuncup campuran kuncup yang mengandung bakal batang, bakal daun, dan bakal bunga
- kuncup daun kuncup yang mengandung bakal batang dan daun, dan akan berkembang menjadi ranting
- kuncup eram umbi sekunder yang terdapat pada batang atau daun, berfungsi sebagai organ pembiakan
- kuncup ketiak kuncup yang tumbuh pada ketiak atau lampang daun
- kuncup liar kuncup tambahan
- kuncup pelengkap kuncup yang tumbuh di samping atau di atas kuncup ketiak
- kuncup tambahan kuncup yang tumbuh bukan pada tempat yang seharusnya dan tidak memiliki jaringan pembuluh; kuncup liar
- kuncup telanjang kuncup yang tidak dikelilingi sisik
- kuncup terlindung kuncup yang dikelilingi sisik
- kuncup ujung kuncup yang terletak pada rembang atau akhir batang
- kutikula bagian tumbuhan yang merupakan lapisan yang jernih, sangat tipis, dan biasanya lapisan itu berupa lilin
- lai buah lai
- lamun tumbuhan yang hidup di laut dangkal, berbiji tunggal, terdiri atas rimpang, daun, dan akar, serta berbunga, berbuah dan menghasilkan biji
- lapisan absisi lapisan sel pada daerah absisi yang dapat memisahkan bagian-bagian tumbuhan satu sama lain, misalnya daun, cabang, bunga, atau buah
- legum kelompok tumbuhan kacang-kacangan
- lembaga sporofit muda calon tumbuhan baru yang terdapat dalam biji, terdiri atas radikula, hipokotil, epikotil, dan kotiledon
- lengkuas terna berimpang yang tingginya mencapai 2 m, yang muda merah kecokelatan, yang tua cokelat, beraroma khas, berbunga majemuk tumbuh di ujung putih kekuningan, biasanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur; laja1
- leptosporangium eusporangium
- lidah-lidah pemanjangan atau cuatan yang tumbuh dari ujung pelepah daun rumput-rumputan Poaceae
- lignotuber terubusan dari pangkal batang yang siap menggantikan batang lama apabila mati
- likopsida paku kawat
- lili terna hias yang tingginya 60ꟷ80 cm, berdaun memita agak tebal, berbunga seperti terompet yang warnanya beragam (putih, merah, jingga), diperbanyak dengan umbinya
- lintabung terna yang termasuk suku Gramineae, tingginya mencapai 2 m, berdaun melanset panjang dan melipit, bertangkai keras, berbunga majemuk
- lo buah majemuk semu yang unsur-unsurnya tersembunyi dalam rongga penyangga bunga-bunganya yang berfusi
- lodikula sisik yang terdapat di antara benang sari dan bakal buah pada bunga rumput-rumputan
- lokio terna yang termasuk suku Amaryllidaceae, tingginya mencapai 30 cm, dapat dimanfaatkan sebagai sayuran
- longkah buah kecil, kering, tak merekah, dan berdinding tipis yang merapat pada selaput biji tunggalnya, berasal dari bakal buah menumpang, misalnya pada kembang pagi sore
- lorantaseae benalu
- lumut daun tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut
- lumut sejati lumut daun
- lunas dua dari lima daun mahkota bunga kacang-kacangan Papilionaceae yang terletak paling bawah dan menyatu, sehingga berbentuk seperti perahu
- mahkota daun bagian daun sebelah luar
- mahkota tambahan daun-daun kecil seperti sisik terdapat sebagai lingkaran antara mahkota dan benang sari, misalnya yang terdapat pada Narcissus
- makrofil megafil
- makrospora megaspora
- makrosporangium megasporangium
- makrosporofil megasporofil
- malesia kawasan floristik (memiliki kesamaan flora atau jenis-jenis tumbuhan) yang mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Timor Leste, dan Papua Nugini
- malika kedelai hitam
- manau buah dari pohon rotan/manau yang kulitnya bersisik seperti kulit salak, dagingnya berasa masam
- mandul sendiri tidak mampu untuk menghasilkan keturunan hidup melalui pembuah sendiri (tentang tumbuhan hemafrodit)
- mangga gaer kultivar mangga lokal dari Jawa Tengah bagian utara, dagingnya sedikit berserat, wangi, dan rasanya manis
- mangga kelapa kultivar mangga yang bentuk dan ukurannya mirip kelapa gading, berwarna hijau, berdaging tebal, berbiji kecil, rasanya manis
- mangga krasak kultivar mangga lokal dari Kudus Utara, berwarna hijau dengan semburat oranye, rasanya manis sedikit asam
- mangkukan perbungaan yang menyerupai suatu kuntum bunga, tetapi mempunyai beberapa sumbu dengan bunga-bunga tambahan, misalnya pada kastuba
- mansiang terna yang tingginya dapat mencapai 2 m, termasuk Cyperaceae, berdaun memita, berbunga majemuk cokelat kemerahan, tumbuh di tempat berair, dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman; mensiang
- masula kelompok kecil mikrospora atau megaspora
- megafil daun biasa yang terdapat pada tumbuhan biji dan paku-pakuan, umumnya berukuran relatif besar dan dengan rumpang daun yang dikaitkan dengan runutan daun
- megafil kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya melebihi 164.025 mm2 (= 25 mm x 95 mm); makrofil
- megaspora spora pada tumbuhan tinggi berukuran besar, pada tumbuhan berbiji akan menjadi kantong embrio
- megasporangium sporangium yang menghasilkan megaspora, yang pada tumbuhan berbiji berupa bakal biji
- megasporofil sporofil yang menghasilkan megasporangium, yang pada tumbuhan bunga berupa daun buah
- memanjat tumbuh mengarah ke atas dan menaiki suatu penunjang
- memasai menyerupai masai
- memojok tiga berbentuk memanjang dengan tiga sudut dan tiga sisi yang rata dalam penampang melintasnya
- mengapas menyerupai kapas dengan bulu-bulu yang lebih pendek
- menggendut menggembung ke suatu sisi secara tidak simetris (tentang bentuk benda)
- menggenta menyerupai tabung pendek dengan mulut melebar, misalnya bunga ubi jalar
- menjorong membulat dan menjorong
- menongkat bentuk menyerupai tongkat, yaitu panjang, raping, dan lurus
- menulang rawan bertekstur keras dan liat
- menyerbuk es menjadi tertutup oleh butir-butir putih mengilat
- menyirip menyerupai tulang ikan atau bulu unggas (tentang sistem pembagian bidang, penulangan, atau percabangan tumbuhan)
- menyirip gasal tersusun menyirip dengan semua unsur sirip terdapat di rembang dan tidak berpasangan
- menyirip genap tersusun menyirip dengan satu unsur siripnya berpasangan lengkap
- menyutra memiliki permukaan yang tertutup bulu-bulu halus panjang yang rapat
- meristele bagian stele yang tumbuh melanjut ke luar menuju daun
- mesofil kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya antara 2025--18255 mm2
- mesofit tumbuhan yang hidup di tanah yang tidak terlalu kering atau tidak terlalu basah
- mesokarp lapisan tengah dinding buah yang terdiferensiasi
- metafil daun pada semai yang bentuknya sudah seperti daun pohon dewasa
- miju terna
- mikrospora spora haploid yang berukuran lebih kecil, biasanya dianggap jantan, dibentuk melalui proses meosis pada jenis tumbuhan yang bersifat heterospora, pada tumbuhan biji berupa serbuk sari
- mikrospora spora yang bersifat dapat menimbulkan gametofit yang hanya menghasilkan gamet jantan
- mikrosporangium sporangium yang menghasilkan mikrospora, pada tumbuhan biji berupa kantung sari
- mikrosporofil sporofil yang menghasilkan mikrosporangium, pada tumbuhan bunga berupa benang sari
- minor kelas ukuran daun yang menunjukkan ukuran lebih kecil
- monofili sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya beradaptasi untuk hanya dimanfaatkan oleh satu jenis penyerbuk atau kerabat sangat dekatnya
- monoklin mempunyai sekaligus alat perkembangbiakan jantan dan betina (tentang bunga)
- mota terna yang termasuk suku Cyperaceae, tumbuh di tempat lembap, tingginya mencapai 1,5 m, berbatang liat bersegitiga, berdaun memita, berbunga majemuk, bertangkai panjang
- nanas terna yang tingginya mencapai 1,5 m, berdaun meroset, memita panjang, dan berduri, berserat, berwarna hijau tua sampai cokelat kemerahan, berbunga majemuk yang tumbuh di ujung, berbuah majemuk bulat lonjong
- nanofil kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya antara 25–225 mm2
- nektar cairan manis yang terdapat pada bunga yang biasa diserap lebah, merupakan bahan utama untuk madu
- nodus bagian batang (tanaman yang agak membengkok, tempat tumbuh daun dan tunas)
- nokturnal keadaan bunga yang mekar pada malam hari dan menutup pada siang hari
- oligofili sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya beradaptasi untuk dimanfaatkan oleh sekelompok penyerbuk yang berkerabat
- onak cuatan berujung tajam yang berasal dari epidermis atau korteks organ tumbuhan, seperti pada mawar; duri tempel
- ornitokori pemencaran biji dengan perantaraan burung
- ortotrop cara pelekatan bakal biji pada tembuni ketika mikropil dan pangkal tali pusar terletak pada satu garis lurus dengan arah berlawanan
- padi terna yang termasuk suku Poaceae, tingginya mencapai 1,2 m, berdaun memita panjang, berbunga majemuk, menghasilkan bulir beras yang bervariasi warnanya, tumbuh di sawah atau ladang, biasanya dimanfaatkan sebagai makanan pokok
- padi hibrida padi yang bibitnya merupakan hasil dari persilangan langsung pertama (F1) tetuanya
- paku laut paku-pakuan
- parasitik memiliki satu atau lebih sel pelengkap pada kedua sisinya yang sejajar dengan sumbu panjang lubang dan sel pelindungnya
- pasuan perbungaan yang bunga-bunganya melapisi dinding dalam penyangga yang mencekung seperti periuk
- payungan perbungaan terbatas yang memiliki permukaan atas yang rata dan gantilan-gantilan bunganya berasal dari satu titik bersama, umumnya dijumpai pada pegagan
- pedunkel tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal; gagang
- pelargonium marga tanaman hias yang mencakup sekitar 200 spesies, terna, perdu, dan sebagainya yang biasa dikenal dengan geranium, berasal dari Afrika bagian selatan
- pelatuk bagian ujung kulit kacang tanah dan sebagainya yang berbentuk seperti paruh burung
- pembuluh kolateral pembuluh yang tersusun dari jaringan xilem dan jaringan floem yang letaknya bersebelahan di dalam satu jari-jari
- penghubung ruang sari jaringan yang merupakan perpanjangan tangkai sari dan terletak di antara kedua ruang sari
- penumpu sepasang sisik, duri, kelenjar, atau organ yang menyerupai daun yang terdapat pada dasar tangkai daun
- penyangga ujung akhir percabangan talus yang termodifikasi yang menjadi tempat berkembang organ reproduksi pada ganggang atau lumut kerak
- penyangga ujung akhir sumbu bunga atau gantilan yang biasanya membesar dan menjadi tempat dibentuknya bagian-bagian bunga
- penyela sekat yang bertahan terus bahkan sampai sesudah merekahnya buah
- penyerbukan sendiri penyerbukan yang melibatkan serbuk sari dan kepala putik bunga yang sama
- penyerbukan silang pemindahan serbuk sari dari kepala sari suatu bunga ke kepala putik bunga tumbuhan lain yang berbeda genotipenya
- perbuahan himpunan buah pada satu tangkai yang sama
- perbungaan himpunan dan cara penyusunan bunga pada satu gagang yang sama; bunga majemuk; infloresens
- perdu rumpun (bambu dan sebagainya)
- perigini cara pengaturan bagian-bagian bunga ketika benang sari, mahkota, dan kelopak ditempelkan pada tingkat yang sama dengan bakal buah, sehingga terjadi bakal buah yang setengah terbenam
- periginium daun gagang yang menyerupai kantung dan menjadi wadah bagi bunga berwarna putih, terdapat pada tumbuhan teki Cyperaceae
- periginium pembungkus tipis berselaput yang menyelimuti sporofit lumut
- perikarp dinding buah yang berasal dari dinding bakal buah
- perin selaput terluar spora beberapa paku-pakuan yang mempunyai konfigurasi berbeda dengan eksinnya; perispora
- perisperma jaringan yang berfungsi menyimpan hara pada biji, berasal dari nuselus yang menjadi diploid
- petal daun mahkota
- pleiogami waktu tidak serentak masaknya atau terjadinya penyerbukan bunga meskipun bunga-bunga tersebut terdapat dalam satu perbungaan
- pleomorf tipe simetri aktinomorf yang jumlahnya sangat tereduksi
- pleurogami proses pembuahan bakal biji bila tabung serbuk sari masuk melalui sisi samping bakal biji
- plumula pucuk lembaga
- polen serbuk sari
- poliad serbuk sari yang terdapat dalam kelompok-kelompok lebih dari empat
- poliantus tanaman hias
- polifili sifat bunga yang dalam hubungan dengan penyerbukannya dimanfaatkan oleh bermacam-macam penyerbuk yang sangat berbeda-beda
- polinasi jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik
- polinia gumpalan massa serbuk sari yang dalam proses penyerbukan dipindahkan satu persatu, dihasilkan oleh kepala sari
- polipetal sifat mahkota bunga yang daun-daun mahkotanya tidak saling melekat atau tidak menjadi satu (lawannya gamopetal)
- polisepal keadaan kelopak bunga yang terbagi menjadi beberapa daun kelopak
- porogami proses pembuahan bakal biji bila tabung serbuk sari masuk melalui mikropil
- prem buah berbentuk bulat atau oval, berkulit halus, biasanya berwarna merah atau ungu dan terdapat lekuk pipih, berbiji tunggal; prunus
- promeristem jaringan meristem rembang yang tumbuh menjadi bagian-bagian kuncup lainnya
- protalus gametofit haploid pada paku-pakuan dan Gymnospermae, berasal dari spora dan membawa anteridium atau arkegonium atau keduanya
- pteridofita tumbuhan yang mirip lumut, tetapi sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati, merupakan organisme multiseluler dan eukariotik, hidup di tempat yang lembap dan berair, di permukaan tanah atau batu, dan menempel pada pohon; paku2
- pterokauli batang yang memiliki sayap
- pucuk lembaga batang lembaga dan calon-calon daun pada lembaga; plumula
- radiks akar
- rafe kampuh seperti keliman pada selaput biji, berasal dari tali pusar yang melengket pada integumen, misalnya pada biji jarak
- rambut getar penonjolan sitoplasma yang halus dari permukaan sel
- rasem tandan
- rizobium bakteri pengikat nitrogen pada nodus yang menempel di akar
- rizoid organ penyerap berbentuk benang yang tumbuh dari talus gametofit lumut daun, lumut hati, dan paku-pakuan
- rizom batang yang menjalar di bawah tanah; rimpang
- roset pengaturan daun yang berpusar dan umumnya dekat pada permukaan tanah
- rumput laut tumbuhan tingkat rendah yang hidup di laut; ganggang laut
- sabitan perbungaan uliran yang tidak terpilin dan bunga-bunganya terletak pada satu bidang sehingga terlihat seperti celurit
- sarkoderma lapisan berdaging yang terdapat di antara biji dan lapisan luar buah
- sarkokauli sifat batang yang lunak mendaging
- sarkotesta lapisan testa terluar yang tebal, lunak, mendaging
- sayap dua daun mahkota samping bunga kacang-kacangan
- segmen ulas (tentang limau), pangsa (tentang durian), dan sebagainya
- sel bibir satu di antara deretan sel sporangium paku-pakuan yang berdinding tipis dan pecah ketika sporangiumnya matang
- sel induk megaspora sel diploid yang dengan proses meiosis menghasilkan megaspora, biasanya hanya satu yang terus berkembang dan sisanya berguguran
- selantar geragih
- selaput biji kulit pelindung biji yang berasal dari integumen, terdiri atas testa dan tegmen
- selfing proses penyerbukan atau pembuahan sendiri
- sembab berair dan berdaging (tentang daun dan batang)
- semiparasit tumbuhan parasit yang memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis
- sena lembaran daun kering jenis Cassia angustifolia yang digunakan sebagai pencahar
- sepal daun yang berubah bentuk menjadi kelopak bunga; daun kelopak
- serbuk bunga tepung sari
- serbuk sari mikrospora atau satu gametofit jantan tumbuhan berbiji yang terdapat dalam kepala sari; serbuk yang terdapat pada bunga yang mengandung sel jantan (sebagai alat pembiakan bagi tumbuh-tumbuhan)
- sesisihan unsur lembaga daun gagang yang menyusun pembalut perbungaan sembung-sembungan Asteraceae
- sfingofili penyerbukan bunga yang terlaksana dengan bantuan kupu-kupu pada malam hari
- sifonostele stele yang berbentuk tabung kosong dan bersifat ektofloem
- siklositik tipe stomata yang dikelilingi oleh empat atau lebih sel pelengkap yang membentuk gelang
- silindung penumpu yang menutupi daun ujung yang terlepas sesudah berkembangnya helaian daun dengan meninggalkan lampang penumpu mencincin
- simpetal mengenai mahkota yang tidak terbagi-bagi atas daun mahkota, tetapi berfungsi menjadi satu satuan; gamopetal
- siperaseae suku tumbuhan pimping
- sipsela buah berbiji satu yang berasal dari bakal buah terbenam
- sirus penjuluran seperti lingkaran daun pada batang lili laut
- sisik dedaunan kecil dan tidak hijau seperti terlihat pada kuncup atau batang termodifikasi
- siung anak atau kuncup samping umbi lapis yang tumbuh dari dasar umbi lapis yang lebih besar, seperti pada bawang putih
- siungan siung kecil yang terbentuk pada bagian tumbuhan di atas tanah yang berfungsi sebagai alat perbanyakan; kabumbu
- sklerokauli sifat batang yang keras dan agak mengering
- sklerotesta lapisan tengah testa, biasanya keras mengayu
- skutela kotiledon anterior pada rerumputan tertentu
- solenostele stele yang berbentuk tabung kosong dan memiliki floem di dalam tabung xilemnya; sifonestele amfifloem
- sorosis buah majemuk semu dengan gagang perbungaan tebal berdaging dan hiasan bunga yang berlekatan ujungnya, membentuk kulit buah
- sorus tempat berkumpulnya sporangium
- soyak torehan pada pepagan yang dibuat untuk mengungkapkan ciri-cirinya guna mendeterminasi jenis pohon di lapangan
- spermatosit sel yang berubah menjadi spermatozoid tanpa mengalami pembelahan sel lebih dahulu
- sporofil organ berbentuk daun atau berasal dari daun yang mengandung alat perkembangbiakan
- sporofit individu generasi diploid pada daur hidup tumbuhan yang terbentuk sebagai hasil berfusian dua gamet haploid dari generasi gametofit
- sporokarp organ yang membulat, keras, dan mengandung spora
- srisip pucuk rumput-rumputan yang berasal dari dasar batang seperti pada padi
- staminodium benang sari yang steril
- stereomorf tipe simetri aktinomorf untuk benda yang berdimensi tiga
- stigma kepala putik
- stolon batang beruas-ruas panjang yang tumbuh horizontal di atas tanah, berakar dan bertaruk pada buku-bukunya yang menyentuh tanah; geragih
- strip penyakit tumbuhan yang ditandai dengan gejala perubahan warna berbentuk garis panjang-panjang tidak menentu, yang umumnya menyerang batang atau daun yang penulangannya sejajar
- subang dasar batang yang membesar, pejal, berdaging, beruas pendek-pendek yang dikelilingi lapisan sisik atau daun
- subur sendiri kemampuan tumbuhan hermafrodit untuk dibuahi gamet jantannya sendiri
- suntingan tongkol yang gantilan bunga-bunga bawahnya lebih memanjang sehingga keseluruhan perbungaan mempunyai permukaan atas yang rata
- tabung kelopak tabung yang dibentuk oleh perfusian pinggir daun kelopak atau oleh kelopak yang bersifat gamosepal
- tabung mahkota tabung yang dibentuk oleh perfusian daun mahkota atau oleh mahkota yang gamopetal
- tajuk hutan lapisan cabang paling atas di hutan, berfungsi sebagai penutup, naungan, atau tempat berlindung tumbuhan lain; kanopi
- tali pusat bagian buah yang menghubungkan biji dengan dinding buah
- tandan perbungaan yang memanjang, tidak terbatas, tidak bercabang dengan bunga-bunga bergantian
- tangkai anak bagian yang membawa helaian anak daun
- tembuni daerah tempat pelekatan biji pada dinding dalam buah
- tenda tajuk yang tidak terdiferensiasi dalam kelopak dan mahkota, tetapi dapat terbagi-bagi ke dalam daun tenda
- tepra anggur papua, berbiji sebesar biji cabai, mirip buah pinang, tidak merambat; selre
- tepung sari tepung yang terdapat pada bunga yang mengandung sel jantan (sebagai alat pembiakan bagi tumbuh-tumbuhan); serbuk sari
- tepus terna berimpang yang daunnya menyerupai daun pisang, bunganya berwarna merah terbuka, buahnya berwarna kuning dan umbutnya dapat dimakan, tumbuh di bioma tropis basah
- terofit tumbuhan yang melengkapi daur hidupnya dalam satu musim saja
- terung asam tanaman liar dengan tinggi 0.5-2m, berduri dan berbulu halus di sepanjang tanaman dengan buah berbentuk bulat berwarna hijau ketika masih muda dan berwarna kuning ketika masak, biasa dimanfaatkan sebagai bahan sayuran dan campuran sambal
- tetrad serbuk sari yang terdapat dalam kelompak empat-empat
- tetrasitik tipe stomata yang diapit oleh empat sel pelengkap, dua di samping, dan dua di ujung
- tongkol perhubungan memanjang tak terbatas dan tak bercabang dengan bunga-bunga melekat atau tertanam pada rakis yang mendaging
- torus penyangga bunga yang biasanya mencembung
- trofofil daun pada paku-pakuan pteridofita
- tuba liana yang daunnya majemuk dengan anak daun menjorong sampai melonjong, perbungaan berbentuk jambul dan berwarna merah muda, buahnya berbentuk polong, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Indochina sampai Papua Nugini, dimanfaatkan sebagai racun ikan
- tuberkel batang kaktus yang penuh benjolan dan bertekstur kasar
- tugi bulu atau rambut yang terdapat pada ujung biji tanaman padi-padian
- tugu bagian pada bunga anggrek-anggrekan suku Orchidaceae yang merupakan penyatuan benang sari, tangkai putik, dan kepala putik
- tulang tengah struktur penghantar dan pendukung utama yang umumnya terletak di tengah helaian daun tunggal dan merupakan kelanjutan tangkai daun
- tumbuhan berbiji terbuka kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindungi di dalam bakal buah; Gymnospermae
- tumbuhan berpembuluh tumbuhan hijau yang memiliki sistem pembuluh yang jelas dan khas untuk menyalurkan zat makanan ke seluruh bagian tajuk dan metabolisme dari daun ke bagian lainnya
- tumbuhan endemik tumbuhan yang hanya tumbuh di suatu wilayah geografis tertentu
- tumbuhan endemis tumbuhan yang terdapat pada wilayah tertentu
- tumbuhan pakan tumbuhan yang dapat dijadikan pakan, seperti rumput dan legum
- tumbuhan perintis tumbuhan yang mengawali terbentuknya habitat tumbuhan lain, misalnya lumut yang dapat menghancurkan batu-batuan menjadi tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh
- tunas kuncup propagula vegetatif yang dibentuk pada ental beberapa paku-pakuan
- turgor tegangan dalam sel tumbuhan apabila vakuola penuh dengan zat cair
- uliran perbungaan terbatas tumbuh secara simpodial pada satu sisi sehingga bunga-bunganya yang bergantilan terdapat juga pada satu sisi sumbu yang umumnya terpilin
- umbisi batang di dalam tanah yang berbentuk seperti bawang dilapisi kulit tipis dan tumbuh menegak
- umbut sawit ujung batang pohon sawit yang muda dan lunak
- untai perbungaan berupa bulir, berkelamin tunggal, umumnya menggantung dan tanggal sebagai satu satuan sesudah pembuahan
- urat tengah struktur penghantar dan pendukung utama yang terletak di tengah helaian anak daun
- varietas populasi beberapa biotipe dengan ciri morfologi yang jelas dan mempunyai daerah penyebaran lokal yang tegas dalam daerah penyebaran populasi jenisnya
- waru landak tanaman perdu tegak dengan tinggi 2--5 m batangnya berambut halus, daunnya bertangkai panjang, berwarna hijau dan berujung runcing dengan tepi bergerigi, bunganya berdiameter 7--10 cm, warnanya putih kekuningan pada pagi hari dan kemerahan pada sore hari
- woton buah endemik Papua, warnanya oranye, bijinya hitam, dimanfaatkan sebagai pengganti kacang hijau atau makanan pokok
- xantofil pigmen kuning pada daun yang tampak setelah warna hijaunya habis
- zukini tanaman yang menghasilkan zukini, tumbuhnya tegak setinggi 25–40 cm, rimbun, dan daunnya menjari
- zukini labu kecil, bentuknya seperti mentimun, kulitnya hijau tua atau kuning, dagingnya putih dan bertekstur halus, rasanya renyah dan hambar, biasanya dimasak sebagai sayuran
Halaman-halaman dalam kategori "id:Istilah botani"
Kategori ini memiliki 120 halaman, dari 120.