Kategori:id:Istilah ilmu tanah
Tampilan
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Tn}} (cek pranala). |
Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan ilmu tanah: (130)
- aeolian bahan-bahan yang ditimbun melalui kerja angin, misalnya gumuk pasir
- agregat tanah kelompok zarah tanah (misalnya pasir, debu, lempung) yang saling berikatan sehingga sifat mekaniknya menjadi satu kesatuan, dapat berbentuk bulat, pipih, balok, atau prisma
- alban kutan yang berwarna cerah, terletak di dalam irisan tipis tanah sebagai akibat proses reduksi dan alih tempat
- alkalinitas tanah derajat alkalinitas dalam tanah yang dinyatakan dengan nilai pH > 7,0
- alofan mineral tanah nonkristalin berukuran lempung
- amelioran bahan organik dan anorganik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah
- amfolitoid bahan koloid organik dan anorganik di dalam tanah yang mampu menyerap atau bereaksi secara baik dengan anion atau kation pada berbagai kondisi
- arbuskul struktur berbentuk pohon bercabang banyak yang terbentuk dalam sel korteks akar
- argilan kutan yang tersusun terutama dari mineral lempung
- azonal berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang tidak memiliki horizon yang berkembang dengan baik, seringkali karena ketidakmatangan tanah
- batu keping batu ubin
- batu ubin pecahan batuan yang panjangnnya 15—37 cm, berasal dari batuan pasir, batuan gamping, batuan sabak, dan batuan lempung; batu keping
- batuan basis batuan bebas kuarsa (umumnya batuan beku) dengan kandungan silika 45%—55%
- batuan dasar batuan padu yang membawahi tanah dan regolit dengan ketebalan berkisar antara 0—30 m
- bidang erosi lapisan pecahan bahan kasar (misalnya pasir dan kerikil) yang tertinggal di permukaan tanah setelah partikel halusnya dipindahkan oleh erosi
- biotit bentuk umum dari mika feromagnesian yang terjadi dalam beberapa batuan beku dan metamorfik, biasanya berwarna gelap
- bioturbasi pencampuran atau pengadukan tanah oleh biota
- bioturbator hewan atau tumbuhan dengan aktivitas yang berhubungan dengan pelapukan tanah atau sedimen
- birnesit oksida mangan berwarna hitam yang umumnya terdapat dalam butir besi mangan yang ada dalam tanah
- biuret bahan kristalin yang tidak larut, terbentuk dari urea, digunakan untuk uji coba biokimia protein dan urea, sangat beracun sehingga kandungannya tidak boleh melebihi 50% dalam pupuk
- bog rawa gambut lumut
- bolder ukuran zarah tanah atau endapan geologi yang lebih besar daripada ukuran batu, diameternya lebih dari 20 cm
- bongkah tanah massa tanah yang padu dan mampat, terbentuk secara buatan (misalnya melalui pengolahan, penggalian) pada kondisi tanah yang terlalu basah atau terlalu kering, diameternya berkisar 0,5 cm - 25 cm
- dataran banjir lahan yang berbatasan dengan aliran sungai, tersusun dari endapan luapan aliran sungai dan menjadi sasaran penggenangan saat banjir
- daur karbon daur karbondioksida yang tersemat di dalam organisme hidup melalui fotosintesis atau kemosintesis, dikeluarkan melalui pernapasan
- degradasi perubahan kondisi tanah menjadi lebih lapuk dan mengandung lindi, biasanya diikuti oleh perubahan morfologinya
- dekalsifikasi pemindahan kalsium karbonat atau ion kalsium dari tanah melalui pelindian
- dolerit batuan beku bertekstur sedang yang berupa tanggul, tanggul lempeng, dan sumbat, berwarna hitam
- durikras lapisan cadas silika
- durinoda butiran bulat dalam tanah yang tersementasi oleh SiO₂
- duripan horizon bawah permukaan tanah yang tersementasi oleh silika iluvial
- entisol tanah yang masih sangat muda, masih dalam proses permulaan perkembangannya, dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum membentuk horizon pedogenik yang nyata
- erodibilitas derajat kepekaan tanah terhadap erosi
- erosi alamiah erosi geologis
- erosi geologis erosi alamiah yang disebabkan oleh proses geologis yang berlangsung selama kurun waktu geologis dan menghasilkan pengelupasan gunung, pembentukan dataran banjir, dataran pantai, dan sebagainya
- erosi lembar erosi yang mengakibatkan berpindahnya lapisan tanah yang sama tebalnya pada permukaan lahan oleh air limpasan
- erosi parit erosi yang berlangsung akibat air yang mengumpul dalam saluran sempit dan dalam kurun waktu yang singkat
- erosi percik erosi yang mengakibatkan terlemparnya partikel tanah berukuran kecil ke segala arah akibat benturan tetesan air hujan pada tanah basah
- fabrik susunan fisik bahan tanah yang dinyatakan oleh susunan ruang partikel padatan tanah beserta rongga atau pori-pori di dalamnya
- garam dauran garam yang diendapkan oleh angin atau hujan pada tanah di dekat laut atau danau garam di daratan
- gica gambut endapan yang terdiri atas sisa tanaman dan hewan yang diendapkan dari air yang menggenang
- gilgai timbulan renik tanah yang dihasilkan dari pengembangan dan pengerutan yang menyertai perubahan lengas, banyak dijumpai pada tanah yang banyak mengandung lempung
- gipsan kutan yang tersusun dari gipsum
- gisik pantai area yang melandai dekat danau atau lautan, membentang antara garis air terendah dan tertinggi, ditumbuhi tumbuhan dan tersusun dari bahan takpadu
- glei tanah liat lengket atau lapisan tanah yang terbentuk di bawah permukaan tanah yang tergenang air
- glikofit tanaman yang tidak dapat tumbuh baik karena desakan osmotik larutan tanah yang meningkat
- goetit mineral oksida besi yang berwarna cokelat kekuningan, terbentuk hampir di setiap jenis tanah dan wilayah iklim
- gumuk pasir longgokan pasir yang lepas-lepas, terdapat di pantai atau di gurun
- hipertermik ciri dan distribusi suhu tanah yang ditandai oleh suhu rerata tahunan sebesar lebih dari 22⁰ C dan perbedaan suhu rerata musim panas dan musim saljunya lebih dari 5⁰ C
- horizon lapisan tanah alami yang terendapkan pada waktu tertentu, biasanya teridentifikasi oleh fosil yang khas
- horizon diagnostik horizon tanah yang sebagian besar sifatnya digunakan untuk tujuan klasifikasi
- horizon eluvial horizon tanah yang terbentuk akibat perpindahan bahan-bahan penyusunnya (seperti lempung, besi) atau oleh proses eluviasi
- ilit kelompok mineral lempung yang memiliki struktur kristal muskovit
- iluviasi proses pengendapan bahan tanah yang dipindahkan dari satu horizon ke horizon lain dalam tanah
- imobilisasi biologi proses tukar-menukar unsur antara keadaan organik dan anorganik dalam tanah atau bahan lain melalui perantaraan aktivitas biologi
- indeks klimatik indeks yang menyatakan hubungan klimatik, berupa angka tunggal dan sederhana
- infiltrasi masuknya air ke arah bawah ke dalam tanah
- inkorporasi pembenaman bahan yang tersebar di atas permukaan tanah (misalnya pupuk, pestisida, sisa tanaman) ke dalam lindak tanah melalui pengolahan tanah
- interstratifikasi percampuran berbagai macam lapisan silikat sepanjang sumbu di dalam suatu tumpukan tertentu, dapat berupa percampuran yang teratur dan acak
- intrazonal berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang ditandai oleh karakteristik yang relatif berkembang dengan baik yang lebih ditentukan oleh faktor lokal (seperti bahan induk) daripada iklim dan vegetasi
- irigasi curah irigasi tetes
- irigasi kabut irigasi dengan cara pemberian air dalam bentuk tetes air yang sangat halus seperti kabut, termasuk dalam metode mikroirigasi
- irigasi luap irigasi dengan cara meluapkan air melalui parit atau tanggul yang dialiri air
- irigasi rotasi irigasi dengan cara pemberian air dengan interval atau periode waktu tertentu yang disepakati
- irigasi tembak putar irigasi yang menggunakan satu alat untuk menembakkan air secara berputar sehingga membentuk lingkaran, airnya dipasok melalui pipa yang lentur dan dapat dipindah-pindahkan
- irigasi tetes irigasi yang berlangsung secara lambat dengan cara meneteskan air ke permukaan tanah melalui pipa-pipa kecil yang mempunyai lubang tetes rendah
- jarosit mineral potasoim besi sulfat yang berwarna kuning pucat dengan komposisi KFe₃(OH)₆(SO₄)₂
- kalih kerak kapur
- kalkrit kerak kapur yang keras
- karbonasi proses pelapukan mineral yang dalam proses tersebut karbon dioksida dalam air membentuk asam karbonat lemah (H₂CO₃) dan hasilnya berupa sumbangan ion H⁺ terhadap reaksi pelapukan
- kategori peringkat dalam sistem klasifikasi tanah yang pengelompokannya berdasarkan sifat-sifat khusus tanah
- katena deretan tanah yang mempunyai umur kurang lebih sama yang berasal dari bahan yang sama dan terjadi pada kondisi iklim yang sama, tetapi mempunyai sifat khas yang berbeda
- kerak gurun lapisan yang keras dan muncul sebagai permukaan di wilayah gurun, mengandung kalsium karbonat, gipsum, atau bahan pengikat lain
- ketertembusan laju aliran volume air yang meresap ke dalam tanah
- koefisien hidroskopis persentase berat air yang diikat oleh atau tetap tinggal di dalam tanah
- koluvial berkaitan dengan bahan atau proses trasnportasi atau reposisi oleh gerakan massa dan aliran limpasan yang bersifat lokal tidak terpusat
- kromik sifat tanah yang mempunyai nilai kroma yang tinggi
- kultur murni pengembangan populasi yang terdiri atas satu jenis tunggal, hanya diperoleh dari prosedur laboratorium, tidak ditemui di dalam lingkungan alami
- kultur tertutup pembudidayaan organisme yang jasad dan media tumbuhnya ditambahkan ke dalam sistem yang tertutup
- kutan selaput lempung yang melapisi permukaan bongkahan tanah atau permukaan pori-pori
- lahan basah lahan atau wilayah peralihan dari ekosistem akuatik (air) ke daratan kering yang tergenang dalam waktu yang cukup lama, berupa tanah becek dan mendukung vegetasi air
- lahan batu lahan yang umumnya tanpa vegetasi dan dibelah-belah oleh anak sungai yang sempit, tebing terjal, dan batuan menonjol sebagai akibat erosi berat dari bahan geologis lunak yang menutupinya
- lempung kuning lempung sulfat asam yang dicirikan oleh endapan jarosit yang berwarna kuning pucat
- lepidokrosit mineral besi oksida berwarna jingga yang dijumpai dalam bercak dan konkresi pada tanah basah
- litioforit oksida mangan berwarna hitam yang biasanya terdapat dalam butiran besi mangan pada tanah asam, strukturnya berlapis-lapis
- lumpur basa lumpur hasil sampingan dalam industri baja yang mengandung kapur, fosfor, dan sejumlah kecil hara tanaman seperti belerang, mangan, dan besi
- mul humus hutan yang gembur, membentuk lapisan hasil percampuran bahan organik dan tanah mineral yang selanjutnya bergabung secara bertahap ke tanah mineral di bawahnya
- nisbah rongga nisbah antara volume ruang pori tanah dan volume zarah bahan padat tanah
- pelapukan fisika pelapukan batuan dan mineral akibat gaya fisika (seperti pembekuan mendadak)
- pelapukan kima hancurnya batuan atau mineral yang disebabkan oleh adanya air dan komponen lain dalam larutan tanah atau karena perubahan dalam potensial redoks
- pelapukan kimia pelapukan batuan dan mineral akibat adanya air dan bahan lain dalam larutan atau adanya perubahan potensial redoks
- pelapukan mekanis pelapukan batuan dan mineral akibat pembekuan, pertumbuhan kristal garam, serapan air, dan proses mekanis lain
- pengomposan proses biologi yang terkendali yang mengubah bahan organik (misalnya limbah) menjadi bahan seperti humus yang digunakan untuk membenahi tanah atau sebagai pupuk organik
- perkolasi perembesan air tanah ke arah bawah, biasanya terjadi ketika tanah dalam keadaan jenuh
- pernis gurun kulit yang mengilap pada bebatuan atau kerakal di wilayah gurun
- pilar tanah kolom tanah yang tertutup oleh batu besar yang melindungi bentukan tersebut sementara bahan di sekelilingnya telah tererosi, tingginya dapat mencapai 10 m
- podsolik jenis tanah yang terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu udara rendah seperti di daerah pegunungan
- porositas tanah jumlah pori atau ruang terbuka yang terdapat di antara partikel-partikel tanah
- punggung lereng posisi lereng bukit yang membentuk kemiringan yang paling terjal, dibatasi oleh sisi bagian cembung di atas dan kaki lereng yang cekung di bagian bawah
- pupuk dasar pupuk yang diberikan ke tanah dan bereaksi dengan tanah, dapat menurunkan kadar keasaman residual dan meningkatkan pH tanah
- rawa belakang lahan dataran banjir yang luas dan tergenang, berada di antara tanggul alam dan sisi lembah
- rawa gambut lumut lahan basah hasil endapan gambut yang tidak mempunyai aliran masuk atau keluar yang jelas, bersifat mendukung pertumbuhan lumut yang suka pada kondisi asam
- regolit bahan tanah lepas-lepas yang terdapat di atas batuan padat yang mendasarinya; lapukan batuan
- sabuk kapiler tepian kapiler
- salinisasi pelepasan garam dari tanah salina, biasanya terjadi dengan cara pelindian
- sedimen klastik sedimen yang diturunkan dari bahan batuan yang ada sebelumnya oleh proses pelapukan dan erosi
- selaput air lapisan air di sekeliling partikel tanah yang tetap tinggal setelah terjadi drainase, tebalnya seukuran 1 - 100 lapisan molekuler
- silikat aluminium mineral yang tersusun dari aluminium, silikon, dan oksigen
- struktur tiang struktur tanah serupa struktur prisma, tetapi ujung bongkahnya berbentuk bulat
- substitusi isomorfik penggantian satu atom oleh atom lain yang berukuran sama dalam suatu struktur kristal tanpa mengganggu atau mengubah sama sekali struktur kristal tersebut
- tanah alkali tanah yang memiliki derajat kebasaan yang tinggi (lebih dari pH 8,5), dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman
- tanah berat tanah yang mengandung fraksi halus tinggi, terutama lempung, atau yang mempunyai daya tahan terhadap tarikan yang tinggi dan menyebabkan sukar diolah
- tanah bergamping tanah yang mengandung kalsium karbonat atau kalsium magnesium karbonat bebas yang memadai sehingga terlihat mengeluarkan buih jika diperlakukan dengan asam hidroklorat dingin
- tanah cokelat tanah intrazonal yang terbentuk di daerah beriklim sedang di bawah hutan gugur, ditandai dengan horizon mul, tetapi tidak mempunyai horizin pelonggokan lempung
- tanah diatomea endapan geologis yang terbentuk dari bahan halus berwarna kelabu yang tersusun dari sisa diatomea
- tanah glei tanah yang berkembang pada kondisi drainase yang buruk yang menyebabkan reduksi besi dan unsur lain dan menyebabkan warna kelabu serta bebercak-bercak
- tanah gurun tanah zonal yang mempunyai horizon permukaan yang sangat tipis berwarna cerah, umunya bergelembung dan disanggah oleh bahan kapur, terbentuk di wilayah yang sangat kering di bawah vegetasi semak yang jarang
- tanah hidromorfik tanah intrazonal yang terbentuk pada kondisi drainase yang buruk pada rawa-rawa, genangan, dan daerah tampungan resapan
- tanah histosol tanah yang mempunyai kadar bahan organik yang sangat tinggi yang sangat baik untuk tanaman; tanah organik; gambut
- tanah hutan tanah yang berkembang di bawah vegetasi hutan
- tanah keras tanah yang selalu mengalami sementasi atau pengerasan setelah pembasahan
- tanah merah tanah lempung yang berwarna merah, terdapat di daerah tropis, sangat terlindi, biasanya mempunyai profil yang sangat dalam dengan kandungan silika rendah
- tanah ringan tanah yang bertekstur kasar dengan tenaga tarik rendah sehingga mudah diolah
- tepian kapiler zona yang berada tepat di atas permukaan air tanah yang desakannya terukur nol dan selalu hampir jenuh
- teras kontur teras pada lahan yang mengikuti garis kontur
- tersementasi bersifat keras dan rapuh (tentang tanah) walaupun dalam keadaan basah karena partikelnya terikat oleh bahan perekat (seperti humus, gipsum, kalsium karbonat, oksida silikon, besi, aluminium)
- turap gurun permukaan lahan berbatu dan berkerakal di wilayah gurun yang timbul akibat pengangkutan partikel halus oleh angin
- uji tanah uji untuk menentukan tingkat keasaman pada tanah dan memperkirakan kebutuhan kapur
- ventifak kerakal yang telah terbentuk, terasah, atau terhaluskan oleh proses abrasi pasir yang terbawa angin
- vesikula rongga kecil dalam batuan
- vug rongga yang relatif besar, biasanya tidak beraturan dan tidak terhubung dengan rongga lain, tampak seperti satuan yang terpisah-pisah
- zona jenuh zona bawah tanah yang semua pori atau rongganya terisi air, terletak di antara muka air tanah dan air tanah
- zonal berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang ditandai oleh karakteristik yang berkembang dengan baik dan ditentukan terutama oleh tindakan iklim dan organisme (seperti vegetasi)
Halaman-halaman dalam kategori "id:Istilah ilmu tanah"
Kategori ini memiliki 2 halaman, dari 2.