Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah ilmu tanah

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Tn}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan ilmu tanah: (130)

  1. aeolian bahan-bahan yang ditimbun melalui kerja angin, misalnya gumuk pasir
  2. agregat tanah kelompok zarah tanah (misalnya pasir, debu, lempung) yang saling berikatan sehingga sifat mekaniknya menjadi satu kesatuan, dapat berbentuk bulat, pipih, balok, atau prisma
  3. alban kutan yang berwarna cerah, terletak di dalam irisan tipis tanah sebagai akibat proses reduksi dan alih tempat
  4. alkalinitas tanah derajat alkalinitas dalam tanah yang dinyatakan dengan nilai pH > 7,0
  5. alofan mineral tanah nonkristalin berukuran lempung
  6. amelioran bahan organik dan anorganik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah
  7. amfolitoid bahan koloid organik dan anorganik di dalam tanah yang mampu menyerap atau bereaksi secara baik dengan anion atau kation pada berbagai kondisi
  8. arbuskul struktur berbentuk pohon bercabang banyak yang terbentuk dalam sel korteks akar
  9. argilan kutan yang tersusun terutama dari mineral lempung
  10. azonal berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang tidak memiliki horizon yang berkembang dengan baik, seringkali karena ketidakmatangan tanah
  11. batu keping batu ubin
  12. batu ubin pecahan batuan yang panjangnnya 15—37 cm, berasal dari batuan pasir, batuan gamping, batuan sabak, dan batuan lempung; batu keping
  13. batuan basis batuan bebas kuarsa (umumnya batuan beku) dengan kandungan silika 45%—55%
  14. batuan dasar batuan padu yang membawahi tanah dan regolit dengan ketebalan berkisar antara 0—30 m
  15. bidang erosi lapisan pecahan bahan kasar (misalnya pasir dan kerikil) yang tertinggal di permukaan tanah setelah partikel halusnya dipindahkan oleh erosi
  16. biotit bentuk umum dari mika feromagnesian yang terjadi dalam beberapa batuan beku dan metamorfik, biasanya berwarna gelap
  17. bioturbasi pencampuran atau pengadukan tanah oleh biota
  18. bioturbator hewan atau tumbuhan dengan aktivitas yang berhubungan dengan pelapukan tanah atau sedimen
  19. birnesit oksida mangan berwarna hitam yang umumnya terdapat dalam butir besi mangan yang ada dalam tanah
  20. biuret bahan kristalin yang tidak larut, terbentuk dari urea, digunakan untuk uji coba biokimia protein dan urea, sangat beracun sehingga kandungannya tidak boleh melebihi 50% dalam pupuk
  21. bog rawa gambut lumut
  22. bolder ukuran zarah tanah atau endapan geologi yang lebih besar daripada ukuran batu, diameternya lebih dari 20 cm
  23. bongkah tanah massa tanah yang padu dan mampat, terbentuk secara buatan (misalnya melalui pengolahan, penggalian) pada kondisi tanah yang terlalu basah atau terlalu kering, diameternya berkisar 0,5 cm - 25 cm
  24. dataran banjir lahan yang berbatasan dengan aliran sungai, tersusun dari endapan luapan aliran sungai dan menjadi sasaran penggenangan saat banjir
  25. daur karbon daur karbondioksida yang tersemat di dalam organisme hidup melalui fotosintesis atau kemosintesis, dikeluarkan melalui pernapasan
  26. degradasi perubahan kondisi tanah menjadi lebih lapuk dan mengandung lindi, biasanya diikuti oleh perubahan morfologinya
  27. dekalsifikasi pemindahan kalsium karbonat atau ion kalsium dari tanah melalui pelindian
  28. dolerit batuan beku bertekstur sedang yang berupa tanggul, tanggul lempeng, dan sumbat, berwarna hitam
  29. durikras lapisan cadas silika
  30. durinoda butiran bulat dalam tanah yang tersementasi oleh SiO₂
  31. duripan horizon bawah permukaan tanah yang tersementasi oleh silika iluvial
  32. entisol tanah yang masih sangat muda, masih dalam proses permulaan perkembangannya, dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum membentuk horizon pedogenik yang nyata
  33. erodibilitas derajat kepekaan tanah terhadap erosi
  34. erosi alamiah erosi geologis
  35. erosi geologis erosi alamiah yang disebabkan oleh proses geologis yang berlangsung selama kurun waktu geologis dan menghasilkan pengelupasan gunung, pembentukan dataran banjir, dataran pantai, dan sebagainya
  36. erosi lembar erosi yang mengakibatkan berpindahnya lapisan tanah yang sama tebalnya pada permukaan lahan oleh air limpasan
  37. erosi parit erosi yang berlangsung akibat air yang mengumpul dalam saluran sempit dan dalam kurun waktu yang singkat
  38. erosi percik erosi yang mengakibatkan terlemparnya partikel tanah berukuran kecil ke segala arah akibat benturan tetesan air hujan pada tanah basah
  39. fabrik susunan fisik bahan tanah yang dinyatakan oleh susunan ruang partikel padatan tanah beserta rongga atau pori-pori di dalamnya
  40. garam dauran garam yang diendapkan oleh angin atau hujan pada tanah di dekat laut atau danau garam di daratan
  41. gica gambut endapan yang terdiri atas sisa tanaman dan hewan yang diendapkan dari air yang menggenang
  42. gilgai timbulan renik tanah yang dihasilkan dari pengembangan dan pengerutan yang menyertai perubahan lengas, banyak dijumpai pada tanah yang banyak mengandung lempung
  43. gipsan kutan yang tersusun dari gipsum
  44. gisik pantai area yang melandai dekat danau atau lautan, membentang antara garis air terendah dan tertinggi, ditumbuhi tumbuhan dan tersusun dari bahan takpadu
  45. glei tanah liat lengket atau lapisan tanah yang terbentuk di bawah permukaan tanah yang tergenang air
  46. glikofit tanaman yang tidak dapat tumbuh baik karena desakan osmotik larutan tanah yang meningkat
  47. goetit mineral oksida besi yang berwarna cokelat kekuningan, terbentuk hampir di setiap jenis tanah dan wilayah iklim
  48. gumuk pasir longgokan pasir yang lepas-lepas, terdapat di pantai atau di gurun
  49. hipertermik ciri dan distribusi suhu tanah yang ditandai oleh suhu rerata tahunan sebesar lebih dari 22⁰ C dan perbedaan suhu rerata musim panas dan musim saljunya lebih dari 5⁰ C
  50. horizon lapisan tanah alami yang terendapkan pada waktu tertentu, biasanya teridentifikasi oleh fosil yang khas
  51. horizon diagnostik horizon tanah yang sebagian besar sifatnya digunakan untuk tujuan klasifikasi
  52. horizon eluvial horizon tanah yang terbentuk akibat perpindahan bahan-bahan penyusunnya (seperti lempung, besi) atau oleh proses eluviasi
  53. ilit kelompok mineral lempung yang memiliki struktur kristal muskovit
  54. iluviasi proses pengendapan bahan tanah yang dipindahkan dari satu horizon ke horizon lain dalam tanah
  55. imobilisasi biologi proses tukar-menukar unsur antara keadaan organik dan anorganik dalam tanah atau bahan lain melalui perantaraan aktivitas biologi
  56. indeks klimatik indeks yang menyatakan hubungan klimatik, berupa angka tunggal dan sederhana
  57. infiltrasi masuknya air ke arah bawah ke dalam tanah
  58. inkorporasi pembenaman bahan yang tersebar di atas permukaan tanah (misalnya pupuk, pestisida, sisa tanaman) ke dalam lindak tanah melalui pengolahan tanah
  59. interstratifikasi percampuran berbagai macam lapisan silikat sepanjang sumbu di dalam suatu tumpukan tertentu, dapat berupa percampuran yang teratur dan acak
  60. intrazonal berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang ditandai oleh karakteristik yang relatif berkembang dengan baik yang lebih ditentukan oleh faktor lokal (seperti bahan induk) daripada iklim dan vegetasi
  61. irigasi curah irigasi tetes
  62. irigasi kabut irigasi dengan cara pemberian air dalam bentuk tetes air yang sangat halus seperti kabut, termasuk dalam metode mikroirigasi
  63. irigasi luap irigasi dengan cara meluapkan air melalui parit atau tanggul yang dialiri air
  64. irigasi rotasi irigasi dengan cara pemberian air dengan interval atau periode waktu tertentu yang disepakati
  65. irigasi tembak putar irigasi yang menggunakan satu alat untuk menembakkan air secara berputar sehingga membentuk lingkaran, airnya dipasok melalui pipa yang lentur dan dapat dipindah-pindahkan
  66. irigasi tetes irigasi yang berlangsung secara lambat dengan cara meneteskan air ke permukaan tanah melalui pipa-pipa kecil yang mempunyai lubang tetes rendah
  67. jarosit mineral potasoim besi sulfat yang berwarna kuning pucat dengan komposisi KFe₃(OH)₆(SO₄)₂
  68. kalih kerak kapur
  69. kalkrit kerak kapur yang keras
  70. karbonasi proses pelapukan mineral yang dalam proses tersebut karbon dioksida dalam air membentuk asam karbonat lemah (H₂CO₃) dan hasilnya berupa sumbangan ion H⁺ terhadap reaksi pelapukan
  71. kategori peringkat dalam sistem klasifikasi tanah yang pengelompokannya berdasarkan sifat-sifat khusus tanah
  72. katena deretan tanah yang mempunyai umur kurang lebih sama yang berasal dari bahan yang sama dan terjadi pada kondisi iklim yang sama, tetapi mempunyai sifat khas yang berbeda
  73. kerak gurun lapisan yang keras dan muncul sebagai permukaan di wilayah gurun, mengandung kalsium karbonat, gipsum, atau bahan pengikat lain
  74. ketertembusan laju aliran volume air yang meresap ke dalam tanah
  75. koefisien hidroskopis persentase berat air yang diikat oleh atau tetap tinggal di dalam tanah
  76. koluvial berkaitan dengan bahan atau proses trasnportasi atau reposisi oleh gerakan massa dan aliran limpasan yang bersifat lokal tidak terpusat
  77. kromik sifat tanah yang mempunyai nilai kroma yang tinggi
  78. kultur murni pengembangan populasi yang terdiri atas satu jenis tunggal, hanya diperoleh dari prosedur laboratorium, tidak ditemui di dalam lingkungan alami
  79. kultur tertutup pembudidayaan organisme yang jasad dan media tumbuhnya ditambahkan ke dalam sistem yang tertutup
  80. kutan selaput lempung yang melapisi permukaan bongkahan tanah atau permukaan pori-pori
  81. lahan basah lahan atau wilayah peralihan dari ekosistem akuatik (air) ke daratan kering yang tergenang dalam waktu yang cukup lama, berupa tanah becek dan mendukung vegetasi air
  82. lahan batu lahan yang umumnya tanpa vegetasi dan dibelah-belah oleh anak sungai yang sempit, tebing terjal, dan batuan menonjol sebagai akibat erosi berat dari bahan geologis lunak yang menutupinya
  83. lempung kuning lempung sulfat asam yang dicirikan oleh endapan jarosit yang berwarna kuning pucat
  84. lepidokrosit mineral besi oksida berwarna jingga yang dijumpai dalam bercak dan konkresi pada tanah basah
  85. litioforit oksida mangan berwarna hitam yang biasanya terdapat dalam butiran besi mangan pada tanah asam, strukturnya berlapis-lapis
  86. lumpur basa lumpur hasil sampingan dalam industri baja yang mengandung kapur, fosfor, dan sejumlah kecil hara tanaman seperti belerang, mangan, dan besi
  87. mul humus hutan yang gembur, membentuk lapisan hasil percampuran bahan organik dan tanah mineral yang selanjutnya bergabung secara bertahap ke tanah mineral di bawahnya
  88. nisbah rongga nisbah antara volume ruang pori tanah dan volume zarah bahan padat tanah
  89. pelapukan fisika pelapukan batuan dan mineral akibat gaya fisika (seperti pembekuan mendadak)
  90. pelapukan kima hancurnya batuan atau mineral yang disebabkan oleh adanya air dan komponen lain dalam larutan tanah atau karena perubahan dalam potensial redoks
  91. pelapukan kimia pelapukan batuan dan mineral akibat adanya air dan bahan lain dalam larutan atau adanya perubahan potensial redoks
  92. pelapukan mekanis pelapukan batuan dan mineral akibat pembekuan, pertumbuhan kristal garam, serapan air, dan proses mekanis lain
  93. pengomposan proses biologi yang terkendali yang mengubah bahan organik (misalnya limbah) menjadi bahan seperti humus yang digunakan untuk membenahi tanah atau sebagai pupuk organik
  94. perkolasi perembesan air tanah ke arah bawah, biasanya terjadi ketika tanah dalam keadaan jenuh
  95. pernis gurun kulit yang mengilap pada bebatuan atau kerakal di wilayah gurun
  96. pilar tanah kolom tanah yang tertutup oleh batu besar yang melindungi bentukan tersebut sementara bahan di sekelilingnya telah tererosi, tingginya dapat mencapai 10 m
  97. podsolik jenis tanah yang terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu udara rendah seperti di daerah pegunungan
  98. porositas tanah jumlah pori atau ruang terbuka yang terdapat di antara partikel-partikel tanah
  99. punggung lereng posisi lereng bukit yang membentuk kemiringan yang paling terjal, dibatasi oleh sisi bagian cembung di atas dan kaki lereng yang cekung di bagian bawah
  100. pupuk dasar pupuk yang diberikan ke tanah dan bereaksi dengan tanah, dapat menurunkan kadar keasaman residual dan meningkatkan pH tanah
  101. rawa belakang lahan dataran banjir yang luas dan tergenang, berada di antara tanggul alam dan sisi lembah
  102. rawa gambut lumut lahan basah hasil endapan gambut yang tidak mempunyai aliran masuk atau keluar yang jelas, bersifat mendukung pertumbuhan lumut yang suka pada kondisi asam
  103. regolit bahan tanah lepas-lepas yang terdapat di atas batuan padat yang mendasarinya; lapukan batuan
  104. sabuk kapiler tepian kapiler
  105. salinisasi pelepasan garam dari tanah salina, biasanya terjadi dengan cara pelindian
  106. sedimen klastik sedimen yang diturunkan dari bahan batuan yang ada sebelumnya oleh proses pelapukan dan erosi
  107. selaput air lapisan air di sekeliling partikel tanah yang tetap tinggal setelah terjadi drainase, tebalnya seukuran 1 - 100 lapisan molekuler
  108. silikat aluminium mineral yang tersusun dari aluminium, silikon, dan oksigen
  109. struktur tiang struktur tanah serupa struktur prisma, tetapi ujung bongkahnya berbentuk bulat
  110. substitusi isomorfik penggantian satu atom oleh atom lain yang berukuran sama dalam suatu struktur kristal tanpa mengganggu atau mengubah sama sekali struktur kristal tersebut
  111. tanah alkali tanah yang memiliki derajat kebasaan yang tinggi (lebih dari pH 8,5), dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman
  112. tanah berat tanah yang mengandung fraksi halus tinggi, terutama lempung, atau yang mempunyai daya tahan terhadap tarikan yang tinggi dan menyebabkan sukar diolah
  113. tanah bergamping tanah yang mengandung kalsium karbonat atau kalsium magnesium karbonat bebas yang memadai sehingga terlihat mengeluarkan buih jika diperlakukan dengan asam hidroklorat dingin
  114. tanah cokelat tanah intrazonal yang terbentuk di daerah beriklim sedang di bawah hutan gugur, ditandai dengan horizon mul, tetapi tidak mempunyai horizin pelonggokan lempung
  115. tanah diatomea endapan geologis yang terbentuk dari bahan halus berwarna kelabu yang tersusun dari sisa diatomea
  116. tanah glei tanah yang berkembang pada kondisi drainase yang buruk yang menyebabkan reduksi besi dan unsur lain dan menyebabkan warna kelabu serta bebercak-bercak
  117. tanah gurun tanah zonal yang mempunyai horizon permukaan yang sangat tipis berwarna cerah, umunya bergelembung dan disanggah oleh bahan kapur, terbentuk di wilayah yang sangat kering di bawah vegetasi semak yang jarang
  118. tanah hidromorfik tanah intrazonal yang terbentuk pada kondisi drainase yang buruk pada rawa-rawa, genangan, dan daerah tampungan resapan
  119. tanah histosol tanah yang mempunyai kadar bahan organik yang sangat tinggi yang sangat baik untuk tanaman; tanah organik; gambut
  120. tanah hutan tanah yang berkembang di bawah vegetasi hutan
  121. tanah keras tanah yang selalu mengalami sementasi atau pengerasan setelah pembasahan
  122. tanah merah tanah lempung yang berwarna merah, terdapat di daerah tropis, sangat terlindi, biasanya mempunyai profil yang sangat dalam dengan kandungan silika rendah
  123. tanah ringan tanah yang bertekstur kasar dengan tenaga tarik rendah sehingga mudah diolah
  124. tepian kapiler zona yang berada tepat di atas permukaan air tanah yang desakannya terukur nol dan selalu hampir jenuh
  125. teras kontur teras pada lahan yang mengikuti garis kontur
  126. tersementasi bersifat keras dan rapuh (tentang tanah) walaupun dalam keadaan basah karena partikelnya terikat oleh bahan perekat (seperti humus, gipsum, kalsium karbonat, oksida silikon, besi, aluminium)
  127. turap gurun permukaan lahan berbatu dan berkerakal di wilayah gurun yang timbul akibat pengangkutan partikel halus oleh angin
  128. uji tanah uji untuk menentukan tingkat keasaman pada tanah dan memperkirakan kebutuhan kapur
  129. ventifak kerakal yang telah terbentuk, terasah, atau terhaluskan oleh proses abrasi pasir yang terbawa angin
  130. vesikula rongga kecil dalam batuan
  131. vug rongga yang relatif besar, biasanya tidak beraturan dan tidak terhubung dengan rongga lain, tampak seperti satuan yang terpisah-pisah
  132. zona jenuh zona bawah tanah yang semua pori atau rongganya terisi air, terletak di antara muka air tanah dan air tanah
  133. zonal berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang ditandai oleh karakteristik yang berkembang dengan baik dan ditentukan terutama oleh tindakan iklim dan organisme (seperti vegetasi)

Halaman-halaman dalam kategori "id:Istilah ilmu tanah"

Kategori ini memiliki 2 halaman, dari 2.