Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah perhutanan

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Hut}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan perhutanan: (72) (Kehutanan/Perhutanan)

  1. abu gaharu serbuk yang dihasilkan melalui penggilingan atau penghancuran, sisa dari pembersihan atau pengerokan kayu gaharu
  2. adventisius berkaitan dengan akar atau tunas yang tumbuh bukan pada tempat yang seharusnya
  3. bolta kayu pendek yang berukuran 0,6--2,4 cm, biasanya digunakan dalam industri pengolahan kayu
  4. citra data atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi
  5. denudasi reduksi permukaan tanah karena fenomena alam
  6. evolusi filetik perubahan genetik yang terjadi dalam garis evolusi
  7. hasil lestari hasil hutan yang dapat dipanen secara berkelanjutan
  8. hutan adat hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat
  9. hutan asli hutan yang belum pernah dijamah oleh manusia; hutan perawan; rimba perawan
  10. hutan batu kapur hutan yang memiliki habitat dan flora di tempat-tempat tertentu yang khas dan langka
  11. hutan boreal kawasan hutan yang bersebelahan dengan padang lumut (tundra) sepanjang garis pepohonan Kutub Utara
  12. hutan campuran hutan heterogen
  13. hutan dataran rendah hutan yang berada di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut, memiliki keragaman hayati
  14. hutan hak hutan yang berada di wilayah yang dibebani hak atas tanah; hutan rakyat
  15. hutan heterogen hutan yang ditumbuhi bermacam jenis tumbuhan; hutan campuran
  16. hutan homogen hutan yang arealnya lebih dari 75% ditutupi oleh satu jenis tumbuh-tumbuhan seperti hutan jati, hutan bambu, dan hutan pinus
  17. hutan hujan hutan yang berada pada area dengan curah hujan yang tinggi
  18. hutan klimaks tegakan yang sudah tidak dapat tumbuh lagi, tetapi dapat digantikan oleh spesies baru yang sama
  19. hutan konservasi kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok untuk melestarikan keanekaragaman tumbuhan, satwa, serta ekosistemnya
  20. hutan koridor kawasan hutan yang menghubungkan dua blok hutan hutan yang satu dengan yang lainnya
  21. hutan kota sebidang lahan dalam kota, baik tanah milik negara maupun tanah hak milik yang ditumbuhi pepohonan yang rapat menyerupai hutan, yang membentuk iklim mikro dan memiliki satu atau beberapa fungsi
  22. hutan monsun hutan yang berada pada ketinggian 0–800 m di atas permukaan laut, bercurah hujan cukup tinggi, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang, tumbuhannya menggugurkan daunnya pada musim kemarau, biasanya mempunyai tumbuhan sejenis seperti hutan jati, hutan bambu, dan hutan kapuk; hutan musim
  23. hutan musim hutan monsun
  24. hutan negara hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah
  25. hutan pegunungan atas hutan yang terdapat di daerah dengan ketinggian di atas 3.500 m di atas permukaan laut, berfungsi sebagai cagar alam dan taman wisata alam
  26. hutan pegunungan rendah hutan yang berada di daerah dengan ketinggian 1.300–2.500 m di atas permukaan laut sebagai daerah resapan air
  27. hutan pegunungan tinggi hutan yang berada di pegunungan yang sangat tinggi, vegetasi berdaun jarum atau pohon-pohon pendek, suhu sangat rendah, berkabut, seperti hutan di Jaya Wijaya dan Bukit Barisan
  28. hutan plantasi hutan yang terjadi karena penanaman kembali
  29. hutan rakyat hutan yang tumbuh pada lahan milik masyarakat dan dikelola oleh rakyat, biasanya untuk penanaman palawija
  30. hutan rawa hutan yang tumbuh dan berkembang pada kawasan yang selalu tergenang air tawar, baik musiman maupun sepanjang tahun, biasanya ditumbuhi tanaman kayu sejenis nipah
  31. hutan rontok hutan yang terdiri atas pohon dengan daun lebar yang tumbuh kembali setiap tahun
  32. hutan sabana hutan yang terdapat di daerah tandus dengan jumlah pohon yang sedikit, kebanyakan rumput dan ilalang
  33. hutan subalpin hutan yang berada pada ketinggian 2.400–3.600 m di atas permukaan laut, berbelukar rapat, pohonnya tinggi jarang dan berlumut
  34. hutan subtropis hutan yang berada di antara garis lintang 23,5°–66° atau dalam wilayah yang mempunyai empat musim
  35. hutan tropis hutan yang berada di wilayah garis khatulistiwa
  36. intoleran sifat ketidakberdayaan pohon untuk tumbuh dan berkembang dalam bayang-bayang dan kompetisi dengan pohon lain
  37. kebakaran tajuk kebakaran yang terjadi pada bagian atas hutan
  38. kebun botani tempat membudidayakan berbagai tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomis atau penting bagi ilmu pengetahuan untuk tujuan penelitian, pembiakan, dan sebagai tempat rekreasi
  39. lentisel pori-pori yang menonjol, biasanya berbentuk lonjong yang terbentuk pada cabang-cabang berkayu, terjadi jika lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus
  40. manajemen hutan pengelolaan hutan yang bertujuan untuk memperoleh hasil hutan, baik berupa kayu maupun nonkayu
  41. pembalakan kegiatan penebangan untuk mendapatkan kayu bulat
  42. penjarangan penebangan pohon-pohon muda untuk meningkatkan pertumbuhan pohon yang tinggal
  43. penjelajahan hutan survei yang dilakukan untuk menentukan spesies tegakan dan menghitung volumenya
  44. pepagan bercincin pepagan yang memiliki retakan berbentuk gelang yang melingkari pohon
  45. pepagan berkeping pepagan yang memiliki retakan dengan kepingan-kepingan rata di antara retakan-retakannya
  46. pepagan berlekang pepagan yang retak atau sobek
  47. pepagan bertiras pepagan yang lunak, tetapi berserabut kasar, tercabik, dan berbenang-benang
  48. pepagan licin pepagan yang utuh tanpa retakan atau robekan
  49. pepagan mengelupas pepagan yang retak-retak, pecah, dan terlepas dalam lembaran-lembaran besar
  50. petak semai petak yang dipersiapkan untuk perawatan benih
  51. pohon benih pohon yang menghasilkan benih
  52. pohon induk pohon yang dipilih untuk menghasilkan benih yang cukup banyak dengan kualitas yang baik
  53. progoitrin prekursor dari goitrogen yang terdapat pada tanaman
  54. pusat diversifikasi daerah geografis yang banyak memiliki galur yang dibudidayakan
  55. rambut akar akar kecil yang berfungsi sebagai penyerap air dan nutrien
  56. reforestasi penanaman hutan kembali secara alami atau buatan
  57. rotasi umur batas umur tegakan yang dapat dipanen
  58. sabuk pelindung pohon dan semak pemecah angin yang berfungsi melindungi area pertanian
  59. saput kayu lembaran tipis dari kayu yang diiris menggunakan mesin bubut untuk menghasilkan ketebalan kayu lapis yang seragam
  60. sebaran tumbuh wilayah yang biasanya ditumbuhi tumbuhan tertentu
  61. siklus tebang jangka waktu yang terencana untuk penebangan tegakan
  62. skala log alat ukur berupa tongkat untuk mengukur isi balak
  63. strata bagian populasi yang mempunyai karakteristik unit contoh yang sama
  64. tapak lahan tempat tumbuh tanaman hutan
  65. tata guna hutan aturan atau sistem yang mengatur cara pengolahan hutan
  66. tebang habis penebangan secara menyeluruh tanpa pengecualian
  67. tebang penaung penebangan pohon yang dominan untuk memberikan kesempatan kepada bibit baru yang bermunculan
  68. tebang pilih sistem silvikultur meliputi cara penebangan dengan batas diameter dan kegiatan pemudaan hutan
  69. tebang rawat kegiatan penebangan dalam rangka pemeliharaan hutan, bertujuan memperbaiki keadaan hutan
  70. tebasan residu pemanenan pohon yang tidak digunakan, seperti dahan, daun, dan kayu yang tidak memenuhi kriteria komersial
  71. tegakan sekumpulan pohon yang tumbuh dalam suatu area
  72. tegakan plus pohon terpilih untuk penghasil biji
  73. teres pemotongan kambium secara melingkar untuk mematikan pohon secara perlahan-lahan
  74. tinggi dominan rata-rata tinggi pohon per unit area berdasarkan pohon tertinggi atau pohon terbesar diameternya
  75. toleran bersifat terus tumbuh walaupun dalam keadaan tertekan oleh pohon yang lain
  76. tongkat Biltmore alat yang digunakan untuk mengukur diameter pohon

Halaman-halaman dalam kategori "id:Istilah perhutanan"

Kategori ini memiliki 15 halaman, dari 15.