Kategori:id:Istilah sastra
Tampilan
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Sas}} (cek pranala). |
Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan sastra:
- abaian penghilangan atau pengubahan bagian naskah yang tidak dipahami lagi oleh penyalin
- aforisme pernyataan yang padat dan ringkas tentang sikap hidup atau kebenaran umum (seperti peribahasa)
- agon adegan dalam drama yang menunjukkan perdebatan (perselisihan) antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis
- agroikos pelaku yang berperan sebagai pemain yang menjadi bulan-bulanan atau bahan tertawaan
- ajaib sesuatu yang aneh; keheranan; yang tidak dapat diterangkan dengan akal
- alazon pelaku yang berperan sebagai pembual, pembohong, dan sebagainya
- alegori cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) perikehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik (terutama moral) atau menerangkan sesuatu (gagasan, cita-cita, atau nilai kehidupan, seperti kebijakan, kesetiaan, dan kejujuran)
- aliterasi sajak awal (untuk mendapatkan efek kesedapan bunyi)
- aliterasi pengulangan bunyi konsonan dari kata-kata yang berurutan
- alur rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian
- alur jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat)
- alur balik perubahan keadaan yang berlawanan dengan keadaan yang diharapkan
- alur bawahan alur kedua atau tambahan yang disisipkan di sela-sela bagian alur utama sebagai variasi
- alur cahaya bagan yang berkenaan dengan peralatan tata cahaya, isyarat, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan penataan cahaya dalam pementasan lakon
- alur cerita jalinan peristiwa dalam cerita untuk memperoleh efek tertentu
- alur erat jalinan peristiwa yang sangat padu dalam karya sastra, kalau salah satu peristiwa ditiadakan, keutuhan cerita akan terganggu
- alur ketat alur erat
- alur longgar jalinan peristiwa yang tidak padu dalam karya sastra
- alur menanjak jalinan peristiwa dalam karya sastra yang makin lama makin menanjak, tanpa ada peleraian hingga cerita itu selesai di puncak
- alusi majas perbandingan yang merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pada karya sastra; kilatan
- amanat gagasan yang mendasari karya sastra
- amanat pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar
- anabasis bagian alur cerita yang menggambarkan penonjolan kejadian menuju klimaks
- anakronisme penempatan tokoh, peristiwa percakapan, dan unsur latar yang tidak sesuai menurut waktu di dalam karya sastra (seperti Hang Tuah melihat arlojinya, lalu menghidupkan pesawat televisinya)
- anapes sajak yang terdiri atas tiga suku kata atau dua suku kata tidak bertekanan, yang diikuti oleh suku kata bertekanan
- ancang ekstrinsik pendekatan terhadap karya sastra dengan menggunakan ilmu bantu bukan sastra, seperti sejarah, sosiologi, dan psikologi
- ancang intrinsik pendekatan terhadap karya sastra yang bertolak dari unsur-unsur dalam karya sastra itu sendiri, yang objek kajiannya semata-mata unsur dalam karya sastra itu
- angkatan kelompok sastrawan yang bertindak sebagai kesatuan yang berpengaruh pada masa tertentu dan secara umum menganut prinsip yang sama untuk mendasari karya sastra
- angkatan pengangkatan; keangkatan
- Angkatan Balai Pustaka sastrawan dan karya sastra yang terbit antara tahun 1920--1950, dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka, pada masa ini prosa (roman, novel, cerita pendek, drama dan sebagainya) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam, dan hikayat
- angkatan empat puluh lima kelompok pengarang dan seniman yang muncul sekitar tahun 1945
- Angkatan Pujangga Baru angkatan sastrawan yang muncul sesudah angkatan Balai Pustaka sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa itu
- antagonis tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh utama; tokoh lawan
- antah-berantah terdapat di dalam dunia khayal atau dongeng saja
- antinovel karya sastra yang pengarangnya meniadakan penggunaan unsur struktur novel dalam pengertian tradisional, khususnya berkenaan dengan perkembangan alur
- antiwirawan tokoh yang tidak memiliki nilai keagungan hidup (keberanian, idealisme, dan ketabahan) yang tercermin dalam tindakan dan maksud yang mulia
- arsis tekanan suara naik
- arsis suku kata yang mendapat tekanan pada suatu kaki sajak
- asimilasi penyesuaian (peleburan) sifat asli yang dimiliki dengan sifat lingkungan sekitar
- asonansi perulangan bunyi vokal dalam deretan kata; purwakanti
- atmosfer suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan oleh pengarangnya
- babad kisahan berbahasa Jawa, Sunda, Bali, Sasak, dan Madura yang berisi peristiwa sejarah; cerita sejarah
- babak bagian besar dalam suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan)
- bahasa bermajas bahasa yang menggunakan kata-kata yang susunan dan artinya sengaja disimpangkan dengan maksud mendapatkan kesegaran dan kekuatan ekspresi
- balada sajak sederhana yang mengisahkan cerita rakyat yang mengharukan, kadang-kadang berupa nyanyian (dinyanyikan), kadang-kadang berupa dialog
- barok ciri-ciri tertentu yang dimiliki oleh tokoh drama tragedi (seperti sikap agung, tidak langsung)
- batak petualang; pengembara
- bengawan paya
- berketopong diselubungi
- bina akumulasi dan akselerasi secara bertahap dalam tempo, intensitas, emosi, dan kelakuan untuk mencapai titik klimaks dalam drama
- biomekani metode pementasan yang aktornya berperan hanya seperti boneka, tidak memiliki kepribadian dan kehilangan daya pikir
- bombas ungkapan yang berlebih-lebihan dalam berlakon; bahasa atau kata yang muluk-muluk; gembusan
- bonet sastra lisan dari Timor berupa tuturan syair, dilantunkan sambil menari membentuk lingkaran dan bergandeng tangan, biasanya dilakukan saat perkawinan atau pesta adat
- cacat naskah bagian naskah yang mengandung keburukan
- cakapan karya sastra atau bagiannya yang berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau adakalanya seorang tokoh berbicara kepada dirinya sendiri atau kepada pembaca dan pendengar; dialog
- cakapan tunggal cakapan panjang yang diucapkan oleh seorang tokoh dalam sebuah karya sastra, baik yang ditujukan kepada diri sendiri maupun yang ditujukan kepada pendengar; monolog
- cakapan tunggal dramatik sajak yang terdiri atas kata-kata yang diucapkan seorang tokoh tunggal pada saat kritis, yang mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yang dihadapinya
- candra bulan
- candra sebangsa dewa
- caturlarik bait atau sajak yang terdiri atas empat larik, biasanya berpola rima a-b-a-b
- caturlarik salah satu dari kedua bait dalam oktaf soneta yang terdiri atas empat baris; kuatren
- cerita berantai rangkaian cerita yang cerita pertamanya membuahkan cerita kedua dan selanjutnya
- cerita berbingkai cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran dalam cerita itu bercerita)
- cerita bersambung cerita rekaan yang dimuat sebagian demi sebagian, secara berturut-turut di dalam surat kabar atau majalah; roman berangsur
- cerita binatang cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang, biasanya mengandung ibarat, hikmah, atau ajaran budi pekerti; fabel
- cerita bingkai cerita berbingkai
- cerita ibarat cerita yang disusun untuk menyampaikan ajaran agama, ajaran moral, atau kebenaran umum dengan menggunakan perbandingan atau ibarat; parabel
- cerita jenaka cerita penghibur yang membangkitkan tawa, jenaka, keriangan atau sindiran, misalnya Si Kabayan (Sunda), Pak Pandir, Pak Belalang (Melayu)
- cerita nyata cerita yang diangkat dari peristiwa yang benar-benar terjadi
- cerita pendek kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika)
- cerita rakyat cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan
- cerita rekaan cerita yang sengaja dikarang oleh pengarangnya sebagai hasil khayalannya; cerita khayal; fiksi
- ciri mantra (doa) yang dibacakan pada waktu penobatan raja; ceria
- citra kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa dan puisi
- citraan cara membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu; kesan atau gambaran visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa dan puisi
- dame tokoh wanita yang secara tradisional diperankan oleh laki-laki
- datu raja; ratu
- datung datuk; kakek
- dekontekstualisasi jarak waktu yang memisahkan pembaca teks dengan teks yang ditelitinya sebagai tidak adanya kemungkinan pembaca bertanya secara langsung tentang teks yang ditelitinya
- depersonifikasi majas yang berupa pembandingan manusia dengan bukan manusia atau dengan benda (misalnya dikau langit, daku bumi)
- dialog batin kata-kata yang diucapkan oleh pemain untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya tanpa ditujukan kepada pemain lain
- dialog pemancing kata-kata pemancing yang diucapkan oleh seorang pemain kepada pemain lain yang lupa akan percakapan lanjutannya
- dialog pribadi ucapan pemain kepada penonton, dan ucapan itu tidak terdapat dalam naskah
- digresi peristiwa yang menyimpang dari pokok masalah yang sedang dihadapi dalam karya sastra
- digresi bagian yang tidak langsung bertalian dengan tema dan alur karya sastra
- diri engkau
- distikon puisi yang setiap baitnya terdiri atas dua baris, biasanya berirama akhir; kuplet tertutup
- drama komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan
- drama cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater
- drama kejadian yang menyedihkan
- drama absurd drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konvensi alur, penokohan, tematik
- drama baca naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan
- drama borjuis drama yang bertema tentang kehidupan kaum bangsawan (muncul abad ke-18)
- drama duka drama yang khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama
- drama duka drama yang melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yang luar biasa yang berakhir dengan malapetaka atau kesedihan; tragedi
- drama duka ria drama dengan alur yang sebenarnya lebih cocok untuk drama duka, tetapi berakhir dengan kebahagiaan
- drama heroik drama yang merupakan peniruan bentuk tragedi dan yang selalu bertemakan cinta dan nama baik
- drama liris drama yang berbentuk puisi
- drama mini kata drama yang dialognya pendek-pendek
- drama realis drama yang ditulis sesuai dengan konsep aliran realisme dalam teater
- drama satire drama yang berisi sindiran, umumnya bersifat komedi
- drama tendens drama yang berisi masalah sosial, seperti kepincangan yang terjadi dalam masyarakat
- dramaturg ahli seni drama
- dramaturg pengarang naskah drama
- dramaturgi keahlian dan teknik penyusunan karya dramatik
- dwimatra larik yang terdiri atas dua kaki matra (dua pasang kaki yang bertekanan)
- edisi versi karya sastra yang diterbitkan pada waktu dan tempat tertentu
- ekranisasi alih wahana
- eksodos adegan penutup dalam drama Yunani kuno, khususnya tragedi
- eksposisi bagian awal karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar; paparan
- enjambemen peristiwa sambung-menyambungnya isi dua larik sajak yang berurutan
- envoi bait penutup yang pendek
- epifora pengulangan sebuah kata atau lebih pada akhir beberapa larik sajak atau pada akhir beberapa frasa yang berurutan untuk mencapai kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa; pengulangan kata-kata untuk penegasan dalam puisi
- epigraf kalimat atau bagian kalimat pada bagian awal karya sastra yang menggambarkan tema
- epigram syair atau ungkapan pendek yang mengandung gagasan atau peristiwa yang diakhiri dengan pernyataan menarik dan biasanya merupakan sindiran
- epigram peribahasa yang padat dan penuh kearifan, sering mengandung paradoks
- epilog bagian penutup pada karya sastra, yang fungsinya menyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pada akhir cerita
- epilog pidato singkat pada akhir drama yang memuat komentar tentang apa yang dilakonkan
- epilog peristiwa terakhir yang menyelesaikan peristiwa induk
- epitel kata atau frasa yang ditambahkan pada nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khas nya; julukan
- epos cerita kepahlawanan; syair panjang yang menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan; wiracarita
- erotika karya sastra yang tema atau sifatnya berkenaan dengan nafsu kelamin atau keberahian
- eskapisme kehendak atau kecenderungan menghindar dari kenyataan dengan mencari hiburan dan ketenteraman di dalam khayal atau situasi rekaan
- fabel cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti)
- fabula istilah Latin untuk berbagai bentuk drama
- fiksi cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)
- fiksi mini fiksi pendek yang dibuat tidak lebih dari 140 karakter huruf
- filmisasi alih wahana ke film
- fokalisasi sudut pandang penceritaan
- garis lakon bagian cerita yang mengandung situasi dramatis
- gawatan bagian alur yang mencakup rumitan dan tikaian serta menuju ke klimaks atau titik balik; gerak menanjak
- gazal puisi yang berasal dari Persia, terdiri atas delapan baris, tiap bait berisi perihal asmara dan tiap baris berakhir dengan kata yang sama
- gejala sastra isu-isu seperti pelarangan, pengadilan sastra, kata dan istilah khas yang menjadi perdebatan sastra
- gemaung berkumandang; bergaung
- gemawan berbagai-bagai rupa awan
- gemawan melayang (tentang awan)
- gembusan bombas
- gemirang girang; sukaria
- genre jenis, tipe, atau kelompok sastra atas dasar bentuknya; ragam sastra
- gentala kereta sakti yang bergerak sendiri
- gerak menanjak gawatan
- gerak tentangan gerak seorang pemain di atas pentas yang berlawanan dengan gerak kelompok pemain pada umumnya
- gita puja sajak lirik yang dinyanyikan untuk memuliakan Tuhan atau sesuatu yang dimuliakan seperti pahlawan bangsa, cita-cita; himne
- guru lagu bunyi sanjak akhir tertentu di setiap baris kalimat tembang macapat
- guru suara guru lagu
- guru wilangan jumlah suku kata tertentu dalam setiap tembang macapat
- haiku puisi Jepang yang biasanya menggunakan ilusi dan perbandingan, terdiri atas 17 suku kata yang terbagi menjadi 3 larik, larik pertama 5 suku, larik kedua 7 suku, dan larik ketiga 5 suku
- heptameter sajak yang terdiri atas tujuh suku
- hero tokoh utama dalam novel, puisi, dan sebagainya yang mampu menimbulkan rasa simpati pembaca
- iambus pertentangan bunyi keras (panjang) dan lunak (pendek)
- ictus tekanan yang berulang-ulang pada urutan sajak
- idealisme aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan
- insanan majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada barang yang tidak bernyawa; personifikasi
- interpolasi penyisipan kata, kalimat, dan sebagainya dalam buku atau naskah
- interpolasi pengalihan pola (pikir, pandangan, dan sebagainya)
- intertekstualitas hubungan yang muncul antara teks-teks berbeda, khususnya teks sastra, atau pengacuan dalam satu teks dengan teks yang lain
- irama alunan yang terjadi karena perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dalam arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada (dalam puisi)
- ironi majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan makna sesungguhnya, misalnya dengan mengemukakan makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya dan ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya
- ironi dramatik situasi yang timbul dalam drama, apabila seorang tokoh mengucapkan sesuatu yang bermakna bagi pembaca atau penonton, tetapi tidak disadari oleh tokoh lain
- ironi dramatik informasi yang diberikan kepada penonton atau pembaca melalui ucapan mengenai identitas seorang tokoh, maksud, atau suatu peristiwa
- jawi Melayu
- jayeng menang atas; menang di
- jeda larik hentian arus ujaran dalam pembacaan sajak yang ditentukan oleh peralihan larik dalam sajak
- jentaka celaka; sengsara; sial
- jihat arah; sisi; pihak
- juru panggil orang yang bertugas memanggil para pemain dalam pertunjukan drama
- kakawin jenis puisi Jawa Kuno
- kakofoni rangkaian bunyi yang tidak harmonis yang sengaja digunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek artistik atau menarik perhatian pembaca
- kanon karya drama yang dianggap ciptaan asli seorang penulis
- kanon karya drama yang dianggap ciptaan asli seorang penulis
- kanto bagian puisi yang panjang
- karas papan kayu atau keping batu yang dipakai oleh penyair susastra Jawa Kuno untuk menuliskan karyanya
- katarsis kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis
- katastrofe penyelesaian (akhir) suatu drama, terutama drama klasik yang bersifat tragedi
- kawah candradimuka kawah yang keramat dan sakti dalam cerita wayang tempat penggemblengan kesatria agar menjadi sakti dan tangguh
- kejadian peristiwa dalam suatu drama yang dinyatakan dalam gerak dan dialog
- kejutan perubahan dalam lakuan secara tiba-tiba dan tidak terduga sehingga lanjutan cerita tidak sesuai dengan dugaan pembaca
- kelong pantun Bugis
- kialan pertunjukan drama tanpa suara karena dialog diganti dengan gerakan tangan, badan, dan mimik; pantomim
- kilas balik sorot balik
- kilatan ragam gaya bahasa perbandingan yang merujuk secara tidak langsung pada suatu karya sastra, salah seorang tokoh, atau peristiwanya; alusi
- klimaks kejadian atau adegan yang paling menarik atau penting
- koherensi keselarasan yang mendalam antara bentuk dan isi karya sastra
- kolase teknik penyusunan karya sastra dengan cara menempelkan bahan-bahan, seperti ungkapan asing dan kutipan, biasanya dianggap tidak berhubungan satu dengan yang lain
- kolase cara menentukan naskah yang dianggap asli dengan membanding-bandingkan naskah yang ada
- kolator orang (petugas) yang membanding-bandingkan naskah untuk menentukan naskah yang dianggap asli; orang (petugas) yang melakukan kolase
- kolofon catatan penulis, umumnya pada akhir naskah atau terbitan, berisi keterangan mengenai tempat, waktu, dan penyalin naskah
- komedi satire komedi yang berisi pernyataan sindiran (kepedihan, kegetiran, dan sebagainya) terhadap suatu keadaan atau seseorang
- konflik ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya)
- konon kabar
- konon istimewa pula; apalagi; jangan lagi
- konsonansi pengulangan bunyi konsonan yang berdekatan yang mengapit vokal yang berbeda, digunakan dalam puisi untuk mencapai efek tertentu
- korespondensi perihal hubungan antara bunyi yang satu dan yang lain dalam sajak
- korespondensi hubungan antara bentuk dan isi
- korpus himpunan karangan dengan tema, masalah, pengarang, atau bentuk yang sama
- krisis saat yang menentukan di dalam cerita atau drama ketika situasi menjadi berbahaya dan keputusan harus diambil
- kuatren puisi yang terdiri atas empat larik dalam satu bait; puisi empat seuntai
- kubisme usaha (dalam puisi) untuk memecah-mecah unsur pengalaman, kemudian menyusunnya kembali dalam sintesis baru
- kuin sajak lima seuntai
- kuintet puisi (sajak) yang setiap baitnya terdiri atas lima larik
- kuplet tertutup distikon
- lakon peristiwa atau karangan yang disampaikan kembali dengan tindak tanduk melalui benda perantara hidup (manusia) atau sesuatu (boneka, wayang) sebagai pemain
- lakon peran utama
- lakon karangan yang berupa cerita sandiwara (dengan gaya percakapan langsung)
- lakon perbuatan; kejadian; peristiwa
- lakon episodik lakon yang terdiri atas sejumlah episode yang jalinannya mengikuti arus longgar
- laku dramatis laku yang sesuai dengan kehendak perwatakan dan didasarkan pada pergolakan yang terjadi dalam jiwa pelaku
- lakuan deretan peristiwa nyata atau fiksi yang membangun sebagian alur dramatik
- lanturan penyimpangan dalam cerita akibat masuknya bagian cerita yang menyimpang yang tidak secara langsung berhubungan dengan cerita; digresi
- latar keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra
- leraian bagian struktur alur sesudah mencapai klimaks yang menunjukkan perkembangan lakuan ke arah penyelesaian
- lirik karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi
- lirik susunan kata sebuah nyanyian
- lokalitas wilayah, tempat, kondisi, atau situasi dalam teks yang menggambarkan para pelaku memainkan perannya
- lokalitas ruang kultural yang menyimpan potret sosial dan ideologi yang direpresentasikan melalui interaksi tokoh-tokohnya dan dinamika kultural yang mengungkapkan dan menyimpan nilai-nilai tentang manusia dalam kehidupan berkebudayaan
- lokalitas proses pemaknaan atas teks, baik yang tersurat maupun yang tersirat
- manajer pentas petugas yang berada di belakang pentas untuk memimpin pertunjukan drama
- masnawi jenis puisi asal Parsi, berirama dua-dua, dan berisi pujaan
- matra bagan yang dipakai dalam penyusunan baris sajak yang berhubungan dengan jumlah, panjang, atau tekanan suku kata
- meiosis majas yang mengandung pernyataan yang merendah untuk penekanan, sering dipakai secara ironis, khususnya untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa atau yang mengesankan, misalnya hasilnya agak kurang baik untuk maksud “pekerjaannya gagal”
- melodrama lakon modern yang serius, tetapi yang belum dapat disebut sebagai drama duka
- melodrama pergelaran seni deklamasi yang diiringi musik
- melodramatis bersifat melodrama; bersifat menggetarkan perasaan hati; sensasional
- metrum ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dalam setiap baris
- metrum pergantian naik turun suara secara teratur dengan pembagian suku kata yang ditentukan oleh golongan sintaksis
- mimesis tiruan perilaku atau peristiwa antarmanusia
- monodi sajak yang dinyanyikan seorang pemeran dalam tragedi Yunani
- monodi sajak duka yang dibawakan oleh satu orang dalam meratapi kematian seseorang
- monodrama drama yang dimainkan atau dirancang untuk dimainkan oleh seorang aktor atau aktris
- monolog dramatik sajak yang terdiri atas kata-kata yang diucapkan seorang tokoh tunggal pada saat kritis yang mengungkapkan keadaan dirinya dan situasi yang dihadapinya
- moralitas sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun
- narasi cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan
- narasi tema suatu karya seni
- naratologi studi tentang narasi dan struktur naratif
- nazam puisi yang berasal dari Parsi, terdiri atas dua belas larik, berima dua-dua atau empat-empat, isinya perihal hamba sahaya istana yang setia dan budiman
- nazam karangan
- nonfiksi yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan (tentang karya sastra, karangan, dan sebagainya)
- novel karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku
- novel grafis cerita bergambar yang mempunyai alur lebih kompleks daripada komik, tidak berseri
- novel polifonik novel yang sangat ritmis yang menggunakan perangkat puitis, seperti aliterasi dan asonansi
- novel web novel yang diterbitkan di jaringan internet, berbentuk halaman laman, berkas yang bisa diunduh, atau bentuk elektronik lain
- novela kisahan prosa rekaan yang lebih panjang dan lebih kompleks daripada cerita pendek, tetapi tidak sepanjang novel, jangkauannya biasanya terbatas pada satu peristiwa, satu keadaan, dan satu titik tikaian; novelet
- novelet novel pendek; novela
- novelis pengarang novel
- oktaf sajak yang terdiri atas delapan larik dalam satu bait
- omnibus kompilasi beberapa karya (film, buku, dan sebagainya), biasanya ditulis atau dibuat oleh orang yang sama, melibatkan karakter yang sama atau memiliki tema yang sama, yang sebelumnya pernah diluncurkan secara terpisah
- padah teknik penyusunan peristiwa dan penjelasan dalam alur kisahan atau drama, yang berfungsi memberikan bayangan peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi
- padatan cerita yang disarikan atau dipendekkan dengan membuang bagian tertentu
- pancingan teknik penyajian awal cerita rekaan untuk memancing minat pembaca
- panji tokoh cerita sastra Nusantara lama yang dalam pengembangannya menunjukkan sifat kepahlawanan yang mampu mengatasi segala tantangan
- parabel cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran agama, moral, atau kebenaran umum dengan menggunakan perbandingan atau ibarat
- parados kedua bagian kiri dan kanan teater Yunani yang merupakan jalan masuk penonton dan pemain
- parados lagu pertama yang dinyanyikan paduan suara sambil berjalan menuju orkestra
- pemeranan kelompok sistem pertunjukan drama yang penekanannya pada penggabungan semua peran pada pementasan utama
- pendekatan ekstrinsik pendekatan karya sastra dengan menggunakan ilmu bantu bukan sastra, seperti sejarah, sosiologi, dan psikologi
- pendekatan intrinsik pendekatan karya sastra dengan menerapkan teori dan kaidah sastra yang penelaahannya bertolak dari karya sastra itu sendiri
- pengial pemain yang bermain dengan kialan
- pengutik alat yang terbuat dari pisau kecil yang dipakai untuk menulis huruf pada daun lontar dalam tradisi kesusastraan Jawa Kuno
- pentameter baris sajak yang terdiri atas lima matra
- perkataan cerita; kisah
- plot jalan (alur) cerita (dalam novel, sandiwara, dan sebagainya)
- prosa karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi)
- prosenium dinding permanen yang berkubah yang memisahkan bagian pentas dari bagian tempat duduk penonton
- prosodi kajian tentang persajakan, yaitu mengkaji tekanan, matra, rima, irama, dan bait dalam sajak
- protagonis tokoh utama dalam cerita rekaan
- protasis eksposisi; paparan
- puisi esai ragam sastra berisi pesan sosial dan moral melalui kata sederhana dan pola tertulis berbait-bait, berupa fakta, fiksi, dan catatan kaki
- purwapada hiasan dan tanda pada awal penulisan dari rangkaian teks tembang dalam tulisan Jawa
- regangan proses menambah ketegangan emosional atau proyeksi vokal suatu adegan
- repetisi gaya bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna ulangan (sandiwara dan sebagainya)
- saga cerita rakyat (berdasarkan peristiwa sejarah yang telah bercampur fantasi rakyat); prosa kisahan lama yang bersifat legendaris tentang kepahlawanan keluarga yang terkenal atau pertualangan yang mengagumkan
- sasmita gerakan bagian tubuh, seperti tangan, lengan, bahu kepala, atau muka dalam pergelaran drama
- sastra peranakan karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang berketurunan campuran pribumi dengan peranakan (Tionghoa) yang terbit pada zaman Belanda
- satire gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang
- sekstet sajak enam seuntai
- selarasan kombinasi unsur karya sastra yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan keutuhan dasar karya itu
- selesaian pengakhiran tikaian dramatik pada akhir suatu karya sastra, biasanya menjelaskan rahasia atau kesalahpahaman yang bertalian dengan alurnya
- seloka jenis puisi yang mengandung ajaran (sindiran dan sebagainya), biasanya terdiri atas 4 larik yang berima a-a-a-a, yang mengandung sampiran dan isi
- sengkalan sastra sengkalan berupa gambar aksara Jawa
- sinrili tradisi lisan yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan, berisi cerita kepahlawanan, keagamaan, dan percintaan, dibawakan oleh seorang penyinrili dengan diiringi musik instrumental dengan gesekan keso-keso (rebab), dimainkan siang hari atau malam hari sesudah sembahyang Isa di anjungan rumah atau tempat terbuka pada waktu-waktu tertentu (perkawinan, syukuran, pesta panen dan sebagainya)
- sirkulasi kelas gerak setiap pribadi dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain, baik secara vertikal maupun horizontal
- sorot balik penyelaan urutan kronologis di dalam karya sastra atau lakon dengan mengungkapkan peristiwa yang terjadi sebelumnya seolah-olah terjadi saat ini tanpa sepengetahuan pembaca tentang apa yang akan terjadi
- stanza kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola matra, atau rima; bait
- stema silsilah yang menggambarkan asal-usul naskah
- surealisme aliran dalam seni sastra yang mementingkan aspek bawah sadar manusia dan nonrasional dalam citraan (di atas atau di luar realitas atau kenyataan)
- syair puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama
- syair sajak; puisi
- tajuk judul, kepala surat (makalah, surat kabar, dan sebagainya)
- tajusalatin mahkota segala raja; tajuk
- tarikh sejarah; tambo; riwayat
- tawarik sejarah, tambo, riwayat
- teater epik teater bergaya antirealistik yang dapat mengundang penonton untuk mengamati tokoh dan watak, bukan untuk mengidentifikasi diri dengan mereka
- tegangan ketidakpastian yang berkelanjutan atau suasana yang makin mendebarkan yang diakibatkan oleh jalinan alur dalam cerita rekaan atau lakon
- tegangan pemungkas adanya secercah harapan yang kadang-kadang timbul saat menjelang terjadinya penyelesaian dalam drama duka
- terzina sajak yang terdiri atas tiga baris seuntai dengan bagan rima a-b-a, b-c-b, c-d-c, d-c-d
- tikaian alat atau sarana terjadinya konflik
- tokoh pemegang peran (peran utama) dalam roman atau drama
- tokoh bulat tokoh dalam karya susastra yang diperikan segi-segi wataknya sehingga dapat dibedakan dari tokoh yang lain
- tokoh datar tokoh dalam karya susastra yang hanya diungkapkan satu segi wataknya, tidak dikembangkan secara maksimal, dan apa yang dilakukan atau dikatakannya tidak menimbulkan kejutan pada pembaca
- tokoh fiksi tokoh karya fiksi
- tokoh fiktif tokoh fiksi
- tokoh pipih tokoh datar
- tokoh utama peran utama dalam cerita rekaan atau drama
- tokong terpotong rambutnya (tentang perempuan sebagai hukuman)
- tokong berambut pendek (tentang perempuan)
- tukang kaba pendongeng yang menjajakan ceritanya keliling kampung
- tun sebutan untuk bangsawan; tuan
- ungkaian peristiwa atau deret peristiwa yang terjadi sesudah klimaks di dalam alur, sebagai kesudahan dramatik dalam karya sastra
Halaman-halaman dalam kategori "id:Istilah sastra"
Kategori ini memiliki 200 halaman, dari 227.
(halaman sebelumnya) (halaman selanjutnya)A
- abaian
- aforisme
- agon
- agroikos
- ajaib
- ajre
- alazon
- alegori
- aliterasi
- alur
- alur balik
- alur bawahan
- alur cahaya
- alur cerita
- alur erat
- alur ketat
- alur longgar
- alur menanjak
- alusi
- amanat
- anabasis
- analogi
- anapes
- ancang ekstrinsik
- ancang intrinsik
- angkatan
- angkatan 45
- antagonis
- antinovel
- antiwirawan
- arsis
- asimilasi
- asonansi
- atmosfer