Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah sosiologi

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Sos}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan sosiologi:

  1. agnostisisme paham yang mempertahankan pendirian bahwa manusia itu kekurangan informasi atau kemampuan rasional untuk membuat pertimbangan tentang kebenaran tertinggi
  2. akomodasi penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan
  3. alokasi pembagian pengeluaran dan pendapatan (di suatu departemen, instansi, atau cabang perusahaan), baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya
  4. anggaran keluarga pengeluaran anggota keluarga yang sudah diperhitungkan sehingga memudahkan untuk membuat perencanaan pengeluaran rumah tangga
  5. anonim tidak ada penandatangannya
  6. asimilasi identifikasi pembauran nilai dan sikap warga masyarakat yang tergolong sebagai suatu bangsa
  7. asimilasi kebudayaan penyesuaian diri terhadap kebudayaan dan pola-pola perilaku
  8. asimilasi struktural pemberian kesempatan kepada golongan minoritas untuk menjadi warga lembaga sosial primer dari golongan mayoritas
  9. bandasrayan harta benda milik bersama suami istri selama masa perkawinan; harta gana-gini
  10. bimbingan massal sistem penyuluhan pertanian secara massal yang bertujuan meningkatkan produksi pertanian
  11. cendekiawan orang yang memiliki sikap hidup yang terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu
  12. diagnosis pemeriksaan terhadap suatu hal
  13. eutenika kajian tentang cara-cara meningkatkan kualitas penduduk melalui perubahan dan perbaikan lingkungan hidup
  14. gaya hidup cara mengekspresikan diri melalui aktivitas, minat, dan opini, khususnya yang berkaitan dengan citra diri
  15. gaya hidup alternatif cara hidup dengan menolak gaya hidup yang berlaku karena dianggap terlalu materialistis atau bergantung pada teknologi
  16. habitus gaya hidup, nilai, kecenderungan, dan harapan kelompok sosial tertentu yang diperoleh melalui kegiatan dan pengalaman kehidupan sehari-hari
  17. hegemoni tandingan hegemoni yang menantang dominasi yang ada, biasanya dilakukan oleh rakyat kebanyakan terhadap penguasa
  18. jonggol karang warga desa yang tidak mempunyai sawah dan tanah sendiri
  19. kawin campur perkawinan di antara dua pihak yang berbeda agama, kebudayaan, golongan, atau suku bangsa
  20. kelompok formal kelompok yang mempunyai struktur organisasi dan peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya
  21. kelompok informal kelompok orang yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti
  22. kelompok masyarakat kumpulan sejumlah manusia dalam arti yang seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama
  23. kelompok miskin kumpulan orang yang hidup serba kekurangan
  24. kelompok separatis kelompok yang menghendaki pemisahan diri dari suatu golongan atau bangsa
  25. koersi bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan menggunakan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan
  26. kognisi proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang
  27. kognisi hasil pemerolehan pengetahuan
  28. kondominium kepunyaan bersama
  29. kuli penduduk desa keturunan pendiri atau sesepuh desa yang mempunyai hak suara dalam pemilihan kepala desa, mempunyai kewajiban penuh melakukan pekerjaan desa
  30. lapisan atas kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kehidupan sosial yang lebih baik (kaya, terpelajar, berpangkat)
  31. lapisan bawah anggota masyarakat yang tidak mampu
  32. menghukumkan memerintah (negeri, rakyat, dan sebagainya)
  33. merwatin melakukan musyawarah di antara pemuka adat mengenai masalah adat dan hukum adat
  34. misogami kebencian (keseganan) terhadap ikatan perkawinan
  35. pengarusutamaan gender strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia
  36. retreatisme proses yang terjadi apabila nilai-nilai yang berlaku tidak dapat dicapai melalui cara yang telah melembaga, tetapi warga masyarakat mempunyai kepercayaan yang mendalam sehingga mereka tidak mau menyimpang dari kaidah yang telah melembaga
  37. sistem kelas sistem kelas sosial yang mempunyai beberapa mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yang lebih rendah tanpa pembatasan berdasarkan hukum atau bentuk pelapisan sosial yang ditandai oleh lapisan masyarakat tertentu
  38. sistem kelas terbuka sistem kelas sosial yang mempunyai kebebasan mobilitas vertikal sehingga orang mudah berpindah ke kelas yang lebih rendah tanpa pembatasan berdasarkan hukum atau tradisi
  39. sistem kelas tertutup sistem kelas sosial yang didasarkan pada status keluarga, bukan pada kemampuan pribadi sehingga seseorang dari kelas bawah tidak dapat naik ke kelas yang lebih tinggi walaupun dia mampu
  40. standar hidup jumlah materi dan kenyamanan yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di lingkungan tertentu
  41. stratifikasi pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise