Wikikamus:Tata letak entri
|
|
Halaman ini merupakan pedoman, kebijakan, atau petunjuk praktis yang telah ditetapkan secara resmi di Wikikamus bahasa Indonesia. Daftar isi: Kelayakan • Tata letak (Model entri) • Kutipan • Perlakuan bahasa • Pemungutan suara • Penghapusan |
| Untuk contoh format yang digunakan, silakan lihat Wikikamus:Model entri (sejak Desember 2025) |
Halaman ini memuat pedoman yang digunakan sebagai acuan dalam mengatur format sebuah entri. Format yang dimaksud mencakup peletakan entri dalam halaman entri, unsur-unsur yang diperbolehkan dalam setiap entri, serta urutan susunannya.
Pedoman tata letak di Wikikamus bertujuan agar entri memiliki bentuk yang umum, baik dalam hal tampilan maupun teks sumber, sehingga isinya mudah untuk dipahami oleh pembaca dan mudah untuk dikembangkan oleh penyunting.
Prinsip dasar
[sunting]Entri di Wikikamus
[sunting]
Entri merupakan istilah, morfem, lambang, atau unit leksikal apapun dari bahasa manapun yang tercantum di Wikikamus bahasa Indonesia, beserta semua unsur penjabarannya secara keseluruhan. Halaman yang memuat entri di Wikikamus disebut halaman entri. Entri di tiap halaman entri disusun di bawah subjudul tingkat dua menurut asal bahasanya.
Tiap subjudul bahasa dapat berisikan satu atau lebih entri, yang dapat berupa homograf (pasangan istilah sama tulisan) serta homonim (pasangan istilah sama tulisan dan sama bunyi). Setiap homonim merupakan entri tersendiri, yang dibedakan menurut etimologinya. Entri-entri homonim dalam sebuah subjudul bahasa dapat pula digabungkan di bawah kelompok homograf, yang dibedakan menurut pelafalannya. Lihat bagian Pemenggalan dan pelafalan serta Etimologi untuk panduan lebih lengkapnya.
Untuk mempermudah penjelasan mengenai susunan dan fungsi unsur-unsurnya, setiap entri di Wikikamus bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni, kepala, badan, dan kaki entri. Selain tiga bagian utama ini, terdapat pula bagian lampiran yang dimunculkan setelah penjabaran semua entri dalam satu subjudul bahasa.
Contoh sederhana
[sunting]Berikut ini adalah contoh teks sumber dari entri sederhana bagi kata gula yang menunjukkan unsur-unsur dasar sebuah entri, yakni:
- Bahasa dari entri tersebut (sebagai subjudul tingkat 2, menggunakan templat nama bahasa),
- Kata kepala dari entri tersebut (menggunakan templat kata kepala),
- Kelas kata (menggunakan templat kelas kata),
- Baris definisi (diawali dengan tanda pagar), dan
- Pranala menuju kata-kata kunci di dalam baris definisi.
=={{bahasa|id}}==
{{kepala|id}}
{{-nomina-|id}}
# bahan [[pemanis]] dalam bentuk [[padatan]] atau [[butiran]] yang dibuat dari air [[tebu]], [[aren]], atau [[kelapa]]
Contoh di atas dapat disalin untuk memulai sebuah halaman entri atau subjudul halaman entri yang baru.
Selain bahasa Indonesia
[sunting]Entri bagi istilah-istilah dalam bahasa lain sebisa mungkin tetap mengikuti acuan tata letak, apa pun bahasanya. Bedanya, entri dalam bahasa lain semestinya memuat padanan singkat ke dalam bahasa Indonesia alih-alih definisi lengkap. Meski begitu, padanan singkat ini dapat disertai dengan keterangan (glos) untuk memastikan makna yang dimaksud dari padanan tersebut. Selain itu, entri dalam bahasa lain juga tidak memiliki bagian Terjemahan sendiri.
Ketentuan khusus bagi setiap bahasa dapat diatur dalam halaman pedoman tersendiri, berdasarkan kesepakatan penyunting masing-masing bahasa.
Susunan unsur
[sunting]Contoh kerangka susunan unsur-unsur untuk entri bahasa Indonesia:
=={{bahasa|id}}==
<!-- Kepala entri -->
{{kepala|id}}
: pemenggalan dan pelafalan
{{-ragam-}}
* daftar ragam bentuk
{{-etimologi-}}
: asal-usul istilah
<!-- Badan entri -->
{{-kelas kata 1-|id}}
# makna 1
#: sinonim
#: contoh kalimat
#* kutipan
# makna 2
#: sinonim
#: contoh kalimat
#* kutipan
dst.
{{-catatan-}}
: catatan pemakaian
{{-turunan-}}
* daftar entri turunan (kata turunan, gabungan kata, peribahasa yang mengandung istilah tersebut)
{{-kelas kata 2-|id}}
# makna 1
#: sinonim
#: contoh kalimat
#* kutipan
# makna 2
#: sinonim
#: contoh kalimat
#* kutipan
dst.
{{-catatan-}}
: catatan pemakaian
{{-turunan-}}
* daftar entri turunan (kata turunan, gabungan kata, peribahasa yang mengandung istilah tersebut)
<!-- Kaki entri -->
{{-keturunan-}}
* daftar keturunan istilah dalam bahasa lain
{{-terjemahan-}}
* daftar terjemahan dalam bahasa lain
{{-lihat-}}
* daftar halaman yang berhubungan
<!-- Lampiran entri -->
{{-rujukan-}}
<references/>
{{-bacaan-}}
* daftar bacaan lanjutan
Contoh untuk entri bahasa Biak:
=={{bahasa|bhw}}==
{{kepala|bhw}}
: pemenggalan dan pelafalan
{{-etimologi-}}
: asal-usul istilah
{{-kelas kata-|bhw}}
# makna dalam bahasa Indonesia
#: sinonim dalam bahasa Biak
#: contoh kalimat dalam bahasa Biak dengan terjemahan bahasa Indonesia
#* kutipan dalam bahasa Biak dengan terjemahan bahasa Indonesia
{{-turunan-}}
* daftar entri turunan (kata turunan, gabungan kata, peribahasa yang mengandung istilah tersebut)
{{-rujukan-}}
Unsur di kepala entri
[sunting]Secara umum, unsur-unsur di kepala entri berlaku bagi keseluruhan isi entri, dan tidak bergantung pada kelas kata ataupun definisi tertentu. Unsur-unsur ini memberikan konteks yang menunjukkan identitas dasar dari sebuah entri, serta memungkinkan pembaca untuk membedakannya dari entri lain.
Urutan unsur-unsur di kepala entri adalah sebagai berikut:
Unsur di badan entri
[sunting]Badan entri mencakup subjudul kelas kata dan definisi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, badan entri juga memuat unsur-unsur yang bergantung pada kelas kata tertentu, sehingga dapat diulang di setiap subjudul kelas kata setelah definisi, dengan tampilan tanpa garis batas di atas untuk menandakan statusnya sebagai bagian dari penjabaran kelas kata tersebut.
Urutan unsur-unsur di badan entri setelah kelas kata dan definisi adalah sebagai berikut:
Unsur di kaki entri
[sunting]Unsur-unsur di kaki entri merupakan informasi tambahan yang tidak selalu bergantung pada kelas kata atau definisi tertentu, sehingga dapat disatukan di akhir entri, setelah semua kelas kata, definisi, dan unsur badan entri lainnya selesai dijabarkan.
Urutan unsur-unsur di kaki entri adalah sebagai berikut:
Unsur di lampiran entri
[sunting]Unsur-unsur ini tidak bergantung pada kelas kata ataupun definisi tertentu, tetapi juga tidak memberikan informasi penting yang menunjukkan identitas dasar dari sebuah entri, sehingga dapat diletakkan di paling akhir subjudul bahasa, setelah seluruh entri dalam satu bahasa selesai dijabarkan.
Urutan unsur-unsur di lampiran entri adalah sebagai berikut:
Unsur di tempat lain
[sunting]Bagian pinggir kanan halaman entri sebaiknya hanya digunakan untuk ilustrasi dan informasi tambahan lainnya, dan tidak digunakan untuk informasi leksikografis seperti bentuk infleksi, yang semestinya diletakkan di badan entri.
Konten
[sunting]Sebelum subjudul bahasa pertama
[sunting]Apabila judul halaman memiliki beragam versi kapitalisasi, penggunaan tanda baca, diakritik, ligatur, aksara, ataupun kombinasi dengan angka dan lambang-lambang, seperti dalam kasus bahasa Inggris pan (wajan), Pan (dewa Yunani), pan- (yang bermakna “seluruh”) serta bahasa Jepang パン (pan, “roti”), gunakan templat {{variasi}} di permulaan halaman untuk mempranalakan bentuk-bentuk ini: {{variasi|Pan|PAN|pan-|Pan-}}. Apabila terdapat terlalu banyak variasi, pisahkan menjadi halaman lampiran tersendiri, dalam hal ini Lampiran:Variasi dari "pan".
Subjudul bahasa
[sunting]Setiap halaman entri memiliki satu atau lebih subjudul bahasa tingkat dua. Sebagai contoh, halaman entri untuk abang memiliki penjabaran dalam bahasa Indonesia, bahasa Betawi, bahasa Jawa dan seterusnya. Gunakan templat {{bahasa}} dalam apitan == untuk memunculkan nama bahasa dengan kapitalisasi awal pada subjudul.
Apabila terdapat subjudul Lintas bahasa (==), letakkan subjudul tersebut di paling atas. Subjudul ini mencakup penjabaran entri yang bermakna sama di semua bahasa, seperti nama taksonomi, lambang unsur kimia, dan singkatan untuk satuan internasional. Contohnya adalah Homo sapiens, He ("helium"), dan km ("kilometer"). Subjudul ini kemudian diikuti oleh Bahasa Indonesia ({{bahasa|mul}}====), sebagai bahasa utama di edisi Wikikamus ini. Subjudul bahasa-bahasa lain dimasukkan setelahnya menurut urutan alfabet.{{bahasa|id}}==
Kata kepala
[sunting]Kata kepala merupakan istilah, morfem, lambang, atau unit leksikal yang dijabarkan dalam sebuah entri. Setiap halaman entri Wikikamus selalu menggunakan kata kepala sebagai judul. Kata kepala juga dimunculkan kembali secara otomatis dengan templat {{kepala}} di setiap awal entri dalam subjudul bahasa.
Untuk bahasa yang memiliki kapitalisasi, kata kepala biasanya dimulai dengan huruf bukan kapital. Gunakanlah bentuk seperti karya alih-alih Karya. Pengecualian diberikan bagi istilah yang biasanya ditulis menggunakan huruf kapital dalam teks isi. Contohnya adalah nama diri (Padang, Neptunus), nomina bahasa Jerman (Brot, Straße), dan berbagai singkatan (PC, DIY). Wikikamus tidak menyatukan kapitonim (istilah yang sama tulisan tetapi berbeda kapitalisasi) di satu entri.
Pada awalan, akhiran, dan morfem terikat lainnya, gunakan tanda hubung (-) untuk menunjukkan bagian yang melekat pada unsur lain, seperti misalnya pada morfem ber-, -kan, -el-, dan sebagainya.
Templat {{kepala}} dapat pula menampilkan alih aksara (tanpa pranala) bagi istilah dengan tulisan non-Latin, dan/atau ragam bentuk aksara lain (dipranalakan) apabila aksara tersebut memang digunakan oleh penuturnya. Lihat bagian Alih aksara dan ragam bentuk untuk informasi lebih lanjut.
Pemenggalan dan pelafalan
[sunting]Pemenggalan berkaitan dengan pemisahan istilah dalam tulisan ketika disambung di baris baru, bukan berdasarkan lafal suku katanya. Gunakan templat {{pemenggalan}} untuk menampilkan pemisahan dengan titik tengah (‧) di antara unsur yang dipenggal. Setiap entri homonim (sama tulisan dan sama bunyi) dapat memiliki pemenggalan yang berbeda-beda tergantung unsur penyusunnya, contohnya beruang yang dapat dipenggal menjadi be‧ru‧ang (hewan liar; mempunyai ruang) atau ber‧u‧ang (mempunyai uang). Untuk konvensi pemenggalan di setiap bahasa, liat halaman ketentuan entri bahasa masing-masing.
Pelafalan mencakup transkripsi AFI (Alfabet Fonetis Internasional) dan audio pengucapan. Gunakan templat {{AFI}} untuk transkripsi AFI, yang dapat diberikan secara fonemis dan/atau fonetis. Transkripsi dapat pula diberikan dengan penyukuan, yakni pemisahan istilah berdasarkan lafal suku katanya, contohnya [bəˈru.aŋ]. Setiap transkripsi AFI dapat diikuti oleh satu atau dua audio (tidak disarankan lebih dari dua) yang ditampilkan dengan templat {{suara}}, sebagai contoh suara bagi transkripsi tersebut.
Pemenggalan dan pelafalan utama dari sebuah entri ditampilkan sekaligus dalam satu baris yang menjorok ke kanan di bawah kata kepala, walaupun informasi pelafalan lanjutan (seperti transkripsi AFI dan audio dalam berbagai dialek) dapat diberikan dengan menambahkan baris baru menggunakan daftar butir yang menjorok ke kanan di bawah baris utama. Contohnya untuk istilah bahasa Betawi basah:
{{kepala|bew}}
: {{pemenggalan|bew|ba|sah}} {{AFI|bew|/basa(h)/}}
:* {{AFI|bew|[baˈsah]}} {{suara|bew|LL-Q33014 (bew)-Yahya Andi Saputra (Bangrapip)-basah.wav|q=Gandaria Selatan}} {{suara|bew|LL-Q33014 (bew)-Bang Ilok (Bangrapip)-basah.wav|q=Bekasi}}
:* {{AFI|bew|[baˈsa]}} {{suara|bew|LL-Q33014 (bew)-Hj. Tonah (Ardzun)-basah.wav|q=Ceger}}
:* {{AFI|bew|[baˈsɛ]|q=Kota}}
:* {{AFI|bew|[baˈsɤː]}} {{suara|bew|LL-Q33014 (bew)-Ahmad Mawardi (Swarabakti)-basĕ.wav|q=Tanah Abang}}
Apabila terdapat beberapa pelafalan yang membedakan makna untuk istilah yang dijabarkan di bawah satu subjudul bahasa, pisahkan setiap kata kepala menurut pelafalannya sebagai kelompok entri homograf (sama tulisan). Apabila di dalam satu kelompok homograf terdapat beberapa entri homonim, pelafalan cukup diberikan sekali pada pada entri homonim pertama di tiap kelompok homograf. Lihat contoh pada istilah bahasa Indonesia apel, seri, dan beruang.
Alih aksara dan ragam bentuk
[sunting]Alih aksara adalah penyalinan aksara ke dalam padanannya di aksara lain, utamanya ke alfabet Latin, untuk keperluan pembacaan oleh pembelajar bahasa tersebut. Masukkan alih aksara sebagai daftar butir dengan format "[nama sistem alih aksara]: [alih aksara]" di bawah templat subjudul {{-alih-}}.
Alih aksara mesti dibedakan dari ragam bentuk aksara, yang memang lazim digunakan oleh penutur bahasa tersebut. Oleh karena itu, alih aksara tidak dipranalakan dan sebaiknya tidak dibuatkan entri tersendiri.
Ragam bentuk merupakan variasi istilah yang digunakan oleh penutur bahasa tersebut, yang dapat dipisahkan sebagai entri tersendiri di halaman berbeda. Yang tergolong ragam bentuk adalah variasi dari segi:
- wilayah (ragam geografis)
- historis (ragam temporal)
- pemisahan gabungan kata
- gaya ejaan
- kapitalisasi
- aksara
Masukkan ragam bentuk di bawah templat subjudul {{-ragam-}} setelah kata kepala, pemenggalan, pelafalan, dan alih aksara (jika ada). Gunakan templat {{ragam}} untuk menghasilkan daftar mendatar bagi ragam-ragam bentuk yang langsung dipranalakan. Pisahkan dengan butir baru setiap jenis ragam seperti ragam bentuk wilayah, ragam bentuk historis, dan sebagainya.
Alih aksara dan ragam bentuk aksara (tetapi tidak ragam bentuk lainnya) diutamakan untuk diletakkan langsung pada templat {{kepala}}, dan hanya dimasukkan di bawah subjudul terpisah apabila jumlahnya terlalu banyak.
Etimologi
[sunting]Etimologi merupakan penjelasan mengenai asal-usul sebuah istilah. Masukkan etimologi dalam bentuk teks isi yang menjorok ke kanan di bawah templat subjudul {{-etimologi-}} setelah Ragam bentuk dalam kepala entri. Etimologi mencakup penjelasan asal istilah sebagai warisan dari bahasa leluhur, sebagai pinjaman dari bahasa lain, ataupun sebagai hasil pembentukan dari berbagai unsur, termasuk pengimbuhan dan penggabungan kata. Pencetus istilah juga dapat dicatat di bagian etimologi apabila informasinya tersedia.
Penulisan etimologi sebaiknya ringkas, dengan format baku umum "[jenis penurunan] dari [nama bahasa] [istilah]". Contohnya untuk istilah bahasa Indonesia abang yang bermakna "merah":
- Pinjaman dari bahasa Jawa abang.
Bahasa sumber istilah wajib diurutkan mengikuti alur penurunannya (apabila diketahui), dari yang langsung hingga yang paling tidak langsung. Selain bahasa pertama yang langsung menurunkan istilah tersebut, jenis penurunan tidak perlu disebutkan, cukup "dari [nama bahasa]". Contohnya untuk istilah bahasa Indonesia tiga:
- Warisan dari bahasa Melayu tiga, dari bahasa Melayu Klasik tiga, dari bahasa Prakerta 𑀢𑀺𑀕 (tiga), dari bahasa Sanskerta त्रिक (trika, “tiga serangkai”).
Apabila sebuah istilah diturunkan dari bahasa yang sama, nama bahasa tidak perlu disebutkan, dan apabila berasal dari pengimbuhan atau penggabungan kata reguler, jenis penurunan juga tidak perlu disebutkan, cukup "dari [unsur-unsur pembentuk]".
Gunakan templat-templat etimologi seperti {{pinjaman}}, {{warisan}}, dan sebagainya untuk memunculkan etimologi dengan format baku seperti yang dijabarkan di atas.
Apabila terdapat beberapa etimologi berbeda untuk istilah yang dijabarkan di bawah satu subjudul bahasa, pisahkan setiap kata kepala dengan etimologi berbeda sebagai entri homonim (sama tulisan dan sama bunyi). Berikan penomoran mulai dari homonim ke-1 dan seterusnya. Penomoran homonim diulang kembali di setiap awal kelompok homograf (yang dibedakan menurut pelafalannya). Lihat contoh berikut:
<!--Kelompok homograf 1-->
{{kepala|id|num=1}}
: pemenggalan dan pelafalan 1
{{-etimologi-}}
{{kepala|id|num=2}}
{{-etimologi-}}
{{kepala|id|num=3}}
{{-etimologi-}}
<!--Kelompok homograf 2-->
{{kepala|id|num=1}}
: pemenggalan dan pelafalan 2
{{-etimologi-}}
{{kepala|id|num=2}}
{{-etimologi-}}
Kelas kata
[sunting]Kelas kata merupakan keterangan seperti "Nomina", "Adjektiva", dan sebagainya yang merupakan penggolong bagi istilah, morfem, lambang atupun unit leksikal lainnya yang dijabarkan di Wikikamus bahasa Indonesia. Masukkan templat subjudul kelas kata (lihat daftar di bawah) pada badan entri setelah semua unsur di kepala entri selesai dijabarkan. Setiap entri dapat memiliki satu atau lebih subjudul kelas kata, yang diikuti oleh definisi sebagai daftar bernomor.
Subjudul kelas kata yang diperbolehkan di halaman entri diberikan dalam daftar di bawah ini, dengan padanan bahasa Inggris beserta nama templat penuh dan pintasannya:
- Nomina (Noun)
- Verba (Verb)
- Adjektiva (Adjective)
{{-adjektiva-}}{{-adj-}}
- Adverbia (Adverb)
{{-adverbia-}}{{-adv-}}
- Nama diri (Proper noun)
{{-nama diri-}}{{-pn-}}
- Pronomina (Pronoun)
{{-pronomina-}}{{-pron-}}
- Partisip (Participle)
{{-partisip-}}{{-ptcp-}}
- Konjungsi (Conjunction)
{{-konjungsi-}}{{-conj-}}
- Interjeksi (Interjection)
{{-interjeksi-}}{{-intj-}}
- Partikula (Particle)
{{-partikula-}}{{-ptcl-}}
- Penentu (Determiner)
- Artikula (Article)
{{-artikula-}}{{-art-}}
- Penggolong (Classifier)
{{-penggolong-}}{{-clf-}}
- Preposisi (Preposition)
{{-preposisi-}}{{-prep-}}
- Postposisi (Postposition)
{{-postposisi-}}{{-postp-}}
- Sirkumposisi (Circumposition)
{{-sirkumposisi-}}{{-circp-}}
- Ambiposisi (Ambiposition)
{{-ambiposisi-}}{{-ambip-}}
- Awalan (Prefix)
- Akhiran (Suffix)
- Sisipan (Infix)
- Apitan (Circumfix)
- Sambungan (Interfix)
{{-sambungan-}}{{-intf-}}
- Akar (Root)
- Frasa (Phrase)
- Peribahasa (Proverb)
{{-peribahasa-}}{{-pb-}}
- Romanisasi (Romanization)
{{-romanisasi-}}{{-rom-}}
- Huruf (Letter)
- Simbol (Symbol)
Tidak semua bahasa menggunakan seluruh subjudul kelas kata di atas. Sesuaikan penggolongan kelas kata mengikuti bahasa yang dijabarkan. Pada beberapa bahasa, informasi seperti golongan nomina (noun class) dan ragam bentuk infleksi dapat pula dimunculkan setelah subjudul kelas kata, sebelum definisi. Lihat contohnya pada istilah bahasa Belanda keuken.
Definisi
[sunting]Definisi dijabarkan sebagai daftar bernomor di bawah subjudul kelas kata. Penjabaran definisi dimulai dari definisi paling lazim hingga paling tidak lazim, dan definisi penuh mesti diutamakan sebelum definisi yang merujuk pada bentuk lain. Nomor pada daftar dapat ditambahkan dengan menggunakan tanda pagar (#) pada setiap awal definisi ketika menyunting teks sumber. Kata-kata kunci dalam setiap definisi mesti dipranalakan ke entri yang bersangkutan.
Satu atau lebih label sebelum definisi dapat digunakan untuk membatasi konteks berlakunya sebuah definisi. Misalnya, sebuah definisi mungkin saja hanya berlaku dalam konteks wilayah atau masa sejarah tertentu, atau hanya digunakan oleh para ahli di bidang khusus alih-alih khalayak umum. Label konteks dapat menambahkan kategori yang relevan bagi definisi tersebut, tetapi hindari menggunakan label hanya untuk kategorisasi.
Definisi dapat berupa pengalihan tidak langsung (soft redirect), apabila definisi tersebut hanya merujuk ke entri lain. Gunakan templat seperti {{ragam bentuk dari}}, {{ragam ejaan dari}}, atau {{sinonim dari}} untuk menjelaskan status entri yang dijabarkan terhadap entri yang dirujuk.
Definisi di Wikikamus merupakan sumber sekunder, disimpulkan langsung dari pemakaian istilahnya di dunia nyata, bukan dengan merujuk pada sumber perkamusan lain (lihat Rujukan untuk penjelasan lebih lanjut). Gunakan contoh kalimat dan/atau kutipan untuk menggambarkan pemakaian istilah bagi setiap baris definisi.
Sinonim
[sunting]Sinonim merupakan istilah yang memiliki makna serupa dengan istilah yang dijabarkan. Sinonim pada umumnya tidak berpadanan satu banding satu, sehingga sebuah istilah dapat memiliki lebih dari satu sinonim, tergantung definisi mana yang maknanya beririsan dengan sinonim-sinonim tersebut.
Oleh karena itu, sinonim sebaiknya diletakkan langsung di bawah baris definisi yang dijabarkan dengan templat {{sinonim}}. Contohnya untuk definisi ke-3 bagi istilah bahasa Indonesia persatuan:
# [[perkumpulan]] orang-orang yang terikat karena satu [[tujuan]]
#: {{sinonim|id|perserikatan|serikat|asosiasi}}
Contoh kalimat
[sunting]Contoh kalimat menggambarkan pemakaian sebuah istilah berdasarkan definisi tertentu, yang ditulis langsung oleh penyunting Wikikamus alih-alih dikutip dari sumber lain. Contoh kalimat yang ringkas dapat digunakan sebagai pelengkap yang merangkum pemakaian mengikuti bukti kutipan. Masukkan contoh kalimat di bawah baris definisi yang digambarkan, setelah baris sinonim, dan sebelum kutipan apa pun yang dikaitkan dengan baris definisi tersebut.
Contoh kalimat mestilah:
- Berbentuk kalimat utuh, dimulai dengan huruf kapital dan berakhir dengan titik, tanda tanya, atau tanda seru.
- Dimiringkan, dengan penebalan pada istilah yang dirujuk.
- Sesingkat mungkin, selagi masih dapat menggambarkan makna yang dimaksud.
- Diikuti dengan baris alih aksara bagi contoh dalam aksara non-Latin.
- Diikuti dengan terjemahan bagi contoh dalam bahasa selain bahasa Indonesia, dengan penebalan pada terjemahan dari istilah yang dirujuk.
- Menggunakan kosakata yang sederhana, sehingga tidak perlu ada pranala lagi ke entri lain.
Gunakan templat {{contoh}} untuk menuliskan contoh kalimat sesuai dengan format.
Perhatikan bahwa idealnya, bagi bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa yang tercatat dengan baik di dunia maya, setiap definisi semestinya diikuti oleh satu atau lebih kutipan yang menggambarkan definisi tersebut. Contoh kalimat tidak dapat menggantikan fungsi kutipan sebagai bukti pemakaian sebuah istilah di dunia nyata, walaupun masih bermanfaat sebagai gambaran pemakaian istilah bagi sebuah definisi.
Kutipan
[sunting]Kutipan merupakan bukti pemakaian sebuah istilah dalam definisi tertentu, yang diambil dari teks dalam bahasa tersebut. Lihat kebijakan kutipan untuk penjelasan lengkap mengenai penentuan kutipan yang tepat demi memenuhi syarat kelayakan entri.
Masukkan kutipan di bawah baris definisi, setelah baris sinonim dan baris contoh kalimat (jika ada), dengan menggunakan templat kutipan (seperti {{kutip buku}}, {{kutip makalah}} dan sebagainya).
Catatan pemakaian
[sunting]Catatan pemakaian menggambarkan bagaimana sebuah istilah digunakan, alih-alih mendefinisikannya secara langsung. Masukkan catatan pemakaian dalam bentuk teks deskriptif yang menjorok ke kanan setelah templat subjudul {{-catatan-}}, di bawah setiap kelas kata setelah daftar definisi.
Catatan pemakaian mesti dijabarkan dengan ringkas dan dilengkapi dengan rujukan. Jangan gunakan catatan pemakaian apabila label konteks pada baris definisi sudah cukup untuk menggambarkan batasan pemakaian.
Infleksi, deklinasi, atau konjugasi
[sunting]Infleksi merupakan istilah yang dibentuk melalui penambahan dan/atau perubahan unsur untuk memodifikasi ciri ketatabahasaan (grammatical feature) seperti jumlah (number), kala (tense), kasus (case), dan diatesis (voice). Umumnya, pembentukan infleksi tidak menghasilkan perubahan makna semantis yang signifikan ataupun mengubah kelas kata.
Bentuk infleksi dapat dimasukkan secara langsung melalui templat kelas kata, atau dipisahkan sebagai tabel di bawah subjudul infleksi setelah kelas kata dan definisi. Infleksi bagi verba disebut sebagai konjugasi (templat subjudul {{-konjugasi-}}), sementara infleksi bagi nomina, adjektiva, adverbia dan lain sebagainya disebut sebagai deklinasi (templat subjudul {{-deklinasi-}}). Penentuan peletakan bentuk infleksi mengikuti kesepakatan dari penyunting tiap bahasa.
Entri turunan
[sunting]Entri turunan merupakan entri yang memuat istilah atau ungkapan hasil pembentukan melalui penambahan dan/atau penggabungan unsur untuk menurunkan makna baru. Masukkan entri turunan sebagai daftar butir di bawah templat subjudul {{-turunan-}}. Bagian ini dapat diletakkan di bawah setiap kelas kata, setelah daftar definisi dan Catatan pemakaian (jika ada), dan dapat dipilah dengan {{kotak daftar}} ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenis penurunannya, seperti Kata turunan dan Gabungan kata.
Termasuk entri turunan adalah Peribahasa, yakni ujaran ringkas yang sudah tetap susunannya dan mengiaskan maksud tertentu. Utamakan untuk mendaftar bentuk peribahasa yang paling umum, apabila terdapat variasi dalam susunan atau pilihan kata dari peribahasa tersebut.
Apabila entri turunan yang dimasukkan di dalamnya tidak diketahui berasal dari kelas kata yang mana, maka subjudul ini diletakkan setelah semua kelas kata selesai dijabarkan, sebelum kaki entri.
Keturunan
[sunting]Keturunan merupakan istilah dalam bahasa lain yang dipinjam atau diwariskan dari istilah yang dijabarkan dalam sebuah entri. Masukkan keturunan sebagai daftar butir di bawah templat subjudul {{-keturunan-}}. Gunakan templat {{anak}} di setiap butir untuk memunculkan nama bahasa dan pranala menuju entri keturunan dalam bahasa tersebut, serta menandai jenis penurunan di awal butir, seperti misalnya tanda panah ke kanan (→) yang menandakan peminjaman.
Gunakan indentasi ke kanan untuk menandakan keturunan dari keturunan yang lain. Urutkan keturunan warisan terlebih dahulu menurut alfabet pada setiap tingkatan indentasi. Daftar ini dilanjutkan dengan keturunan pinjaman, yang juga diurutkan menurut alfabet pada setiap tingkatan indentasi. Perhatikan contoh berikut untuk keturunan dari istilah bahasa Jawa Kuna ajaran ("kuda", harfiahnya "yang diajar, yang dilatih"):
Terjemahan
[sunting]Terjemahan merupakan padanan langsung bagi setiap kelompok makna dalam sebuah entri. Masukkan terjemahan hanya bagi entri berbahasa Indonesia di bawah templat subjudul {{-terjemahan-}}. Buatlah kotak terpisah untuk setiap kelompok makna yang hendak diterjemahkan. Gunakan templat {{t-atas}} sebelum butir terjemahan pertama di setiap kotak, dan tambahkan makna yang dimaksud sebagai judul pada templat tersebut. Tutup setiap kotak dengan menambahkan {{t-bawah}} setelah butir terjemahan terakhir.
Di dalam setiap kotak, daftar bahasa (dimunculkan dengan templat {{bahasa}}) disusun menurut urutan alfabet. Pada setiap butir, nama bahasa diikuti oleh titik dua (:) serta satu atau lebih terjemahan ke dalam bahasa tersebut, dipisahkan dengan koma (,). Gunakan templat {{t}} untuk setiap pranala terjemahan.
Jangan gunakan terjemahan harfiah (kata-per-kata) untuk ungkapan dan peribahasa, kecuali bentuk tersebut memang digunakan dalam bahasa sasaran. Carilah padanan ungkapan dan peribahasa yang menyampaikan makna serupa dalam bahasa tersebut.
Lihat pula
[sunting]Lihat pula merupakan pranala menuju halaman lain yang masih terkait dengan entri yang dijabarkan, termasuk pranala menuju entri lain, halaman proyek (yang diawali dengan "Wikikamus:"), halaman lampiran (yang diawali dengan "Lampiran:"), atau halaman di proyek saudari seperti Wikipedia. Masukkan pranala-pranala ini di bawah templat subjudul {{-lihat-}} setelah semua bagian kaki entri selesai dijabarkan. Jangan gunakan bagian ini untuk memasukkan pranala ke situs luar selain proyek saudari Wikimedia.
Rujukan
[sunting]Rujukan merupakan daftar catatan kaki berisikan sitiran dari sumber sekunder untuk pemastian informasi. Rujukan utamanya diperlukan untuk memastikan klaim yang tidak biasa atau diperdebatkan pada bagian Etimologi dan/atau Catatan pemakaian. Berikan tag rujukan (<ref>Contoh</ref>) pada akhir setiap informasi yang ingin diberikan rujukan. Kemudian, masukkan daftar rujukan pada lampiran (setelah penjabaran semua entri dalam satu subjudul bahasa) dengan format sebagai berikut:
{{-rujukan-}}
<references/>
Rujukan tidak perlu diberikan untuk unsur entri yang kontennya disarikan dari penggunaan di dunia nyata sebagai sumber primer, seperti informasi pelafalan dan definisi untuk istilah dalam bahasa yang masih lestari.
Bacaan lanjutan
[sunting]Bacaan lanjutan merupakan sumber luar yang dianjurkan sebagai pelengkap atau pembanding bagi informasi yang dijabarkan di entri Wikikamus. Masukkan bacaan lanjutan sebagai daftar butir di bawah templat subjudul {{-bacaan-}} setelah rujukan di lampiran entri.
Bagian ini dapat digunakan untuk mendaftar kamus atau ensiklopedia lain. Bagian ini tidak dimaksudkan untuk memastikan keabsahan informasi yang dinyatakan di konten entri (gunakan bagian Rujukan untuk tujuan tersebut).
Beberapa templat dasar yang dapat Anda gunakan / ganti:
| Untuk kata: | Untuk frasa: | Lain-lain:
|
Petunjuk penggunaan:
- Templat di kolom pertama dan kedua wajib diberi parameter {{{1}}} berupa kode dua huruf bahasa (mis '{{-n-|id}}' untuk kata benda bahasa Indonesia)
- Untuk templat di kolom ketiga, khusunya {{-drv-}} dan {{-frasa-}} akan menampilkan dengan otomatis daftar kata turunan dan frasa yang mengandung kata tersebut (apabila ada)
- Untuk contoh penggunaan, silakan lihat contoh berikut