Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/R-S

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Rampi

[sunting]
  1. duhuna rumah ibadat adat

Rejang

[sunting]
  1. lema masakan khas suku Rejang, berbahan dasar rebung dan ikan mujair atau ikan sepat yang difermentasi, beraroma menyengat

Sabu

[sunting]
  1. alung berteduh supaya sejuk
  2. hinggi kain tenun ikat, panjangnya sekitar dua meter, dipakai sebagai selendang, selimut, dan sebagainya, hanya dikenakan oleh kaum pria
  3. pengantang kawin dengan kerabat dekat

Sahu

[sunting]
  1. bagara alat untuk memasukkan beras ke dalam bambu saat pembuatan nasi jaha, terbuat dari daun pandan yang dilipat
  2. bolowo batang pohon enau yang sudah kering
  3. diang tempat sampah di pinggir atau batas kebun
  4. didiwang gendang panjang dan besar yang berukuran 2—3 meter, lebarnya 60—80 cm
  5. gigu bakul yang terbuat dari daun nipah, berbentuk lonjong, digunakan untuk menampung endapan atau pati papeda
  6. kakarai upacara meminta hujan, biasanya pada saat menanam padi di ladang
  7. kambala kain dari bulu domba
  8. kotabi buku yang mencatat adat istiadat di bagian pulau Halmahera yang dikuasai oleh kesultanan Ternate
  9. sadtari serban bermotif ular yang dipakai ketua adat saat upacara adat di Sasadu
  10. salata buah-buahan yang berbuah di luar musim
  11. suolo orang yang tidak memiliki keturunan karena tidak menikah

Sangir

[sunting]
  1. abaaka pakaian yang terbuat dari pelepah atau serat pisang, umumnya dikenakan pada upacara adat di daerah Sangihe dan Talaud
  2. ampa wayer tari pergaulan khas Sangir yang diiringi orkes secara langsung, dibawakan berpasangan dengan gerakan spontan pada hajatan pernikahan
  3. antung hantu laut yang dapat menyerupai apa pun yang ada di sana, diusir dengan memecahkan botol pada haluan perahu
  4. bakera mandi uap air panas untuk perempuan yang baru melahirkan
  5. bakese daging hiu kering
  6. balong tempat menyimpan ikan, biasanya digantung, dibuat dari anyaman pelepah sagu
  7. bamikuli memikul pasir
  8. bariung anyaman ketupat yang dibuat seperti kapak dan berfungsi sebagai simbol kebersihan saat membuka kebun yang bakal ditanami bibit baru
  9. batawi penganan khas Tagulandang yang terbuat dari ubi, sagu, atau tepung ketan, dicampur dengan gula pasir, air kelapa, dan kelapa mengkal, adonan dibentuk lonjong, digoreng dan dilumuri dengan gula merah cair.
  10. bawusu peranti untuk meniriskan sagu basah, terbuat dari kayu, bentuknya seperti perahu
  11. bele kamar khusus untuk ibu yang baru melahirkan, dilengkapi dengan perapian, digunakan untuk menghangatkan ibu dan anaknya
  12. bika bakul untuk menyimpan sagu basah, terbuat dari anyaman kulit pohon sagu
  13. biroronge gerakan ombak yang berlapis-lapis dan saling mengikuti
  14. bituing bowong rasi bintang yang menunjukkan arah selatan, biasa digunakan untuk menunjukkan daratan saat melaut
  15. bolotu perahu kecil tidak bercadik, terbuat dari kayu, digunakan untuk mencari karang atau memuat barang yang akan dinaikkan ke kapal yang lebih besar di pelabuhan
  16. bone pisau taji yang dilekatkan pada kaki ayam jago atau ayam jantan, digunakan untuk memenangkan sabung ayam
  17. dahami sawah yang ditelantarkan
  18. dange proses memasak sagu dengan wajan
  19. dansilang besi landasan yang digunakan sebagai alas untuk membuat senjata atau menempa besi
  20. dingang dua orang yang akan pergi melaut
  21. dumalombang perahu naga suku Sangir
  22. ginto rotan halus, seperti batang lidi, digunakan untuk tali pengikat atau penganyam bakul
  23. hegi masakan khas Sangihe berupa daging ikan mentah cincang yang dicampur dengan parutan kelapa, cabai, bawang merah, garam, dan jeruk
  24. kahumata bulan kesatu
  25. kakahurang penjepit serat pisang, digunakan sebagai alat pembuat kain kofo
  26. kamanga batu asahan yang permukaannya sangat halus, dibuat dari akik
  27. kanuku bagian pangkal kuku berwarna putih
  28. koa kue kering khas Sangir, terbuat dari adonan sagu, kacang hijau, kacang tanah atau kenari yang dihaluskan, gula putih, dicetak, dan kemudian dipanggang
  29. kofo kain khas Sangir, Sulawesi Utara, terbuat dari serat daun pisang yang dijepit sedemikian rupa sehingga membentuk rangkaian serat pisang yang diolah menjadi lembaran kain
  30. koto bulir padi yang masak paling dahulu
  31. kowe biji pala yang bermutu jelek
  32. masamper menyanyi berbalas-balasan semalam suntuk untuk menghibur orang yang sedang berduka
  33. mengoek memanen buah pala
  34. napo bagian laut yang tidak terendam air ketika air surut
  35. pangkong kapak pengeruk sagu, terbuat dari kayu berbentuk palu, salah satu ujungnya dilingkari lempengan besi tajam sebagai mata kapak
  36. pato-pato kegiatan menyanyi dan menari yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah pesta
  37. pedang bara senjata tradisional khas Sangihe yang berbentuk parang, gagang dan ujung pedang terbelah bercabang dua, ujung pedang yang bercabang seperti mulut buaya yang sedang menganga
  38. sahuma tanaman epifitik yang tumbuh di atas pohon yang tinggi dan tua, tangkainya lembut, berkilau, dan berwarna jingga, tidak mudah layu, biasanya sebagai hiasan atau penutup topi
  39. sasambo syair mantra yang dilantunkan oleh tetua adat masyarakat Sangihe dalam upacara adat yang bertujuan untuk menghibur
  40. sawaha upacara adat pisah sambut tahun lama dan tahun baru dengan cara menari keliling kampung
  41. sosoroka tombak berduri terbuat dari besi, digunakan untuk menombak ikan
  42. tagonggong gendang khas Sangihe, berukuran besar berbentuk botol terbuat dari kayu dan kulit, bagian ujung yang kecil terbuka dan bagian ujung yang besar tertutup kulit, biasanya dipakai untuk mengiringi syair sasambo dan tari-tarian
  43. taking bahasa pergaulan antara dua orang perempuan yang bersahabat karib
  44. tamo penganan khas Sangihe, dibuat dari tepung beras ketan dicampur gula merah, dimasak seperti dodol, dicetak dalam anyaman dari bambu, dibentuk kerucut, biasanya disajikan kepada tamu penting dalam upacara tulude
  45. tarantung susunan karang di tepi pantai yang kelihatan jika air surut
  46. tentari kata tabu bagi nelayan di tengah laut dan jika diucapkan, dipercaya bahwa nelayan tersebut akan dimakan oleh ikan hiu
  47. tulude upacara meninggalkan tahun lama dan menyambut tahun baru, ditandai dengan pembacaan sasambo dan pemotongan kue tamo
  48. tuto penganan berbahan dasar sagu dan gula halus yang disiram dengan air mendidih, diaduk, dan disajikan hangat-hangat
  49. ukare asap yang keluar dari gunung dibarengi dengan abu vulkanik dan disertai bunyi
  50. wunu sabut kelapa

Sasak

[sunting]
Kamus Sasak-Indonesia (2017)
  1. abih mendampingi seseorang dalam suatu perkara sebagai saksi di pengadilan
  2. abih mendampingi atau mengawal pengantin di sisi kiri dan kanan
  3. abut mencabut batang dari dalam tanah
  4. alang lumbung padi yang berbentuk prisma segitiga, atap dan dindingnya terbuat dari alang-alang, terdapat di daerah Lombok
  5. ampar penyemaian benih padi
  6. ampar benih padi; bines
  7. ampil gulungan daun sirih yang akan dikunyah
  8. ares masakan khas Sasak yang terbuat dari batang pisang yang dipotong kecil-kecil dan dibumbui santan
  9. ayam taliwang ayam panggang yang dibumbui secara khusus
  10. beberok makanan terbuat dari campuran sayuran segar dan sambal tomat mentah (ada beberapa macam seperti -- terung; -- mentimun; -- kacang panjang)
  11. bebetok masakan khas Sasak, dibuat dari daun ubi talas, kelapa parut, dan ikan, dimasak dengan cara dipanggang, dimakan sebagai pendamping nasi
  12. bekile makan yang dilakukan secara bersama-sama
  13. berengkes makanan yang dibuat dari campuran kepala atau tulang ikan yang dibumbui kemiri, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar; pepes ikan
  14. bergibung megibung
  15. berugak bangunan berupa panggung terbuka dengan empat atau enam tiang beratap berbentuk seperti lumbung
  16. cerorot penganan, dibuat dari tepung beras yang dicampur gula merah dan santan, dibungkus dengan daun kelapa yang dibentuk seperti kerucut
  17. cokcokan campuran makanan yang mengandung nutrisi tinggi untuk ayam adu
  18. gendang belek gamelan tradisional Sasak yang terdiri atas dua gendang besar yang disebut gendang mame (laki-laki) dan gendang nine (perempuan) yang dimainkan sambil menari
  19. gili pulau kecil
  20. golong alat dari besi untuk memisahkan biji kapas dari serat-seratnya
  21. jarik dewa lingkungan tanah yang disediakan untuk mendirikan pura
  22. kecimol dangdut jalanan, biasanya dipakai untuk mengiring pengantin di daerah Lombok
  23. Lalu gelar untuk bangsawan suku Sasak yang merupakan keturunan raja yang belum menikah
  24. lanjak menendang dengan telapak kaki
  25. malagandang melarikan gadis dengan paksa untuk dikawini
  26. manjeri mengangkat ahli waris dari garis keturunan laki-laki
  27. mejati memberitahukan keberadaan calon mempelai perempuan yang dilakukan oleh utusan keluarga calon mempelai laki-laki, biasa dilakukan tidak lebih dari tiga hari setelah merarik
  28. merarik melarikan calon mempelai perempuan, biasa dilakukan pada malam hari dalam adat perkawinan suku Sasak
  29. najen bantuan berupa tenaga yang diberikan oleh penduduk untuk mengerjakan sawah atau ladang milik kepala desa
  30. nyongkolan acara arak-arakan pengantin menuju rumah mempelai perempuan yang dilakukan setelah akad nikah di rumah mempelai laki-laki, biasanya dimeriahkan dengan gendang belek, kecimol, atau gamelan
  31. parawangsa golongan orang terpandang yang berasal dari keturunan pemimpin desa, tetapi bukan bangsawan
  32. pelecing masakan khas suku Sasak, dibuat dari sayur, ikan atau ayam
  33. ranggon alat tenun yang digunakan untuk membuat kain songket
  34. raras mencuci beras atau biji-bijian yang hendak dimasak
  35. repok perumahan di tengah sawah atau kebun, terdiri atas tiga atau empat rumah
  36. rudat tarian pedang dengan pakaian prajurit zaman dahulu
  37. sambik lumbung padi yang dibuat di atap beruga
  38. satai belayak satai daging sapi yang dimakan dengan ketupat, hanya dijual dan dibuat di Narmada
  39. satai tanjung satai daging ikan laut dengan bumbu kemiri dan santan, khas dari daerah Tanjung (wilayah Lombok Barat bagian utara)
  40. selut besi yang dipasang di ujung tangkai parang

Sawai

[sunting]

Sekayu

[sunting]
  1. beleran pertemuan muda-mudi di dalam rumah
  2. betimbang upacara adat dalam perkawinan di Musi
  3. nyambai upacara meminang seorang gadis menurut adat Musi

Seluwarsa

[sunting]
  1. agmaman serbuk gergaji
  2. agrian potongan kayu kecil
  3. alewarai kayu yang dipotong dalam jumlah banyak, dipotong secara pendek-pendek
  4. asjetan laut yang berwarna biru
  5. fakar kayu yang masih hidup atau telah mati, digunakan sebagai patok untuk pembatas antar pekarangan
  6. falawela layar kecil yang berada di bagian depan perahu besar
  7. faret angin barat
  8. galipar tikar yang terbuat dari daun pandan hutan yang berukuran sangat besar
  9. yamahan rak bersusun dari bambu yang berfungsi sebagai alas bahan pengasapan (kelapa, ikan, dan lain-lain)

Sentani

[sunting]
  1. abudo kata sapaan atau panggilan kepada kakek oleh cucu dari anak laki-laki
  2. abumi kata sapaan atau panggilan kepada nenek oleh cucu dari anak laki-laki
  3. asi kata sapaan atau panggilan kepada kakek oleh cucu dari anak perempuan
  4. famai misionaris pemula
  5. fi meramu sagu
  6. flofela lembaga yang menangani masalah pertahanan dan keamanan kampung
  7. helai wadah yang terbuat dari kayu atau tanah liat, berbentuk wajan, digunakan untuk menyimpan air atau memasak sagu
  8. kamau pisau dari tulang binatang
  9. kariwari rumah adat yang digunakan sebagai tempat untuk memberikan pelatihan dan gemblengan yang keras, baik fisik maupun mental bagi muda-mudi
  10. koninjo hokoijo kegiatan menangkap ikan yang dilakukan oleh kaum laki-laki
  11. rame hefa gagang kapak batu
  12. tomako kapak batu istimewa yang dapat digunakan sebagai maskawin

Seram

[sunting]
  1. alastono gerakan kepiting seperti memanggil air pasang dengan menggerakkan capitnya ke atas
  2. anan kayu yang digunakan sebagai penyangga saat membuat anyaman atap rumah
  3. babaun penganan dari sagu yang dimasak di wajan atau kuali, berbentuk pipih, rasanya tawar
  4. basa kebun sagu milik bersama warga masyarakat hukum adat di Seram

Serua

[sunting]
  1. abate kayu yang patah
  2. agrian potongan kayu kecil
  3. ainpati pohon tumbang
  4. ais reru rumah yang terbuat dari kayu pulai
  5. akla strategi, baik tulus maupun licik, untuk mengungguli teman atau musuh
  6. alekna ujung perahu yang melingkar ke atas, sebagai penanda bagian depan dari sebuah perahu
  7. aliliu kelompok bintang yang berjumlah lima bintang dan membentuk pola siku
  8. amau bulu yang tumbuh pada badan selain rambut
  9. anaria yatim piatu
  10. anggur minuman keras tradisional yang dimasak dengan menggunakan gula merah, nanas, dan lain-lain
  11. arigol bakal buah durian
  12. asa kayu pelipit atap yang terbuat dari daun kelapa
  13. bahroten beban tanggungan atau upeti dari masyarakat untuk kepentingan negeri, bisa berupa uang atau barang
  14. watensa berdebat tanpa kesimpulan
  15. wulur tidur menyamping
  16. yatane sendok kayu berbentuk agak panjang yang digunakan untuk mengaduk sagu sebagai bahan dasar papeda

Sorong

[sunting]
  1. bofot upacara peminangan atau pertunangan
  2. bohana puntung yang berasap
  3. kajo kanguru kecil
  4. nabet menguliti (pohon)
  5. samas sagu bakar

Sula

[sunting]
  1. denge tarian penjemputan tamu, ditarikan oleh 12 gadis, diringi dengan rebana dan harmonika
  2. tuhi ujung kayu yang terbakar
  3. wanap tahlilan untuk menyambut bulan puasa, dilakukan seminggu atau sehari sebelum bulan puasa
  4. yom mengasapi kelapa di atas para-para

Sumba

[sunting]
  1. pasola permainan tradisional, dilakukan oleh dua kelompok yang berperang sambil menunggang kuda dan melemparkan lembing ke arah lawan
  2. wunang juru bicara dalam berbagai acara adat masyarakat etnis Sumba

Sumbawa

[sunting]
  1. alip memanasi dengan nyala api
  2. alung tumbuhan yang tumbuh di bawah pohon lain sehingga tumbuhnya tidak normal
  3. ampat kipas yang terbuat dari anyaman daun lontar, biasanya digunakan untuk mengipasi perapian atau tungku
  4. ampit dapat disusul atau dapat terkejar
  5. ano rawi daerah tenggelamnya matahari
  6. ano siyep daerah matahari terbit
  7. asa isit meratakan gigi bagi gadis yang menginjak dewasa
  8. barapan petak umpet antara mempelai perempuan dan laki-laki di antara kerumunan penonton
  9. barukuk permainan tradisional masyarakat Sumbawa berupa adu kekuatan dengan cara saling menjatuhkan
  10. berang senjata parang khas Sumbawa
  11. bosang keranjang yang terbuat dari anyaman bambu
  12. dopak dua ikat kecil
  13. gutis satu ikat besar
  14. keciput kue kering, dibuat dari tepung ketan, dibentuk bulat atau memanjang kecil-kecil seukuran kelingking, ditaburi wijen
  15. manjareal kue khas Sumbawa, dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan, dicetak dengan daun lontar
  16. pantar tempat bersantai berada di kolong rumah panggung di Sumbawa
  17. sakbu seratus gutis
  18. sakdit sepuluh gutis
  19. sepat makanan terbuat dari ikan bakar dengan santan yang diragi khusus
  20. susu kuda liar susu yang diperas dari kuda liar yang hidup di daerah perkebunan atau padang rumput di Pulau Sumbawa
  21. todo tempat menyimpan air yang terbuat dari bambu

Sunda

[sunting]
Kamus Sunda-Indonesia
Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Sunda I
Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Sunda II
Kamus Bahasa Sunda-Indonesia II (L-Z)
Kamus Basa Sunda (R. Satjadibrata)
Kamus Indonesia-Sunda
Kamus Istilah Élmuning Basa Sunda
  1. aa akang
  2. abir pisau kecil yang bagian ujungnya melengkung ke atas, biasa digunakan untuk melepaskan daun pisang dari pelepahnya
  3. aceng nama panggilan untuk putra ajengan
  4. adat kakurung ku iga adat atau tabiat seseorang sulit berubah
  5. adu bagong kegiatan mengadu babi hutan dengan anjing yang digelar di dalam sebuah arena
  6. agan juragan
  7. agon membersihkan area persawahan yang telah dibajak sebelum ditanami padi
  8. ajeng kurungan untuk ayam yang berkontes
  9. ajengan orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai
  10. akang kakak (laki-laki); abang; aa
  11. akas campuran besi dan baja yang digunakan sebagai bahan pembuatan senjata
  12. akeul mengaduk-aduk nasi setelah dikukus, sambil dikipasi supaya pulen dan tidak cepat basi
  13. alewoh kembang labu
  14. ali-ali pengikat tali kendang berbentuk cincin yang dibuat dari jangat sapi atau kerbau
  15. aliagrem penganan tradisional Sunda yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah dibentuk menyerupai cincin
  16. ambarile rasa tidak enak di lidah karena bercampurnya rasa manis, asin, asam, dan pahit secara bersamaan
  17. ambeng makan dan minum sambil berdiri
  18. ambrung nama angklung ketiga dari angklung terkecil dalam seni angklung
  19. ambu handap alam gaib atau alam roh dalam adat Badui
  20. ampig penutup bagian depan dan belakang langit-langit rumah
  21. ampleh tempat keris dari kain bertali yang diikatkan di pinggang
  22. ancrub turun ke tempat air yang dangkal (seperti kolam ikan, sawah, atau sungai yang dangkal)
  23. ancul bunga alang-alang yang merusak pertumbuhan padi
  24. andina anak laki-laki yang dikandung selama setahun
  25. andini anak perempuan yang dikandung selama setahun
  26. andir mencari air untuk keperluan pertanian
  27. angganasekar penyanyi tunggal; penyanyi solo
  28. anggar tanah atau sawah yang mengandung sedikit unsur hara
  29. angguk tongkat bambu untuk memikul padi yang dijadikan instrumen musik pada seni rengkong
  30. angkaribung membawa barang yang banyak dan bermacam-macam dengan menggunakan tangan kiri dan kanan
  31. angkruk kembang jeruk
  32. angler melembutkan tanah sebelum ditanami dng cara mencangkul dan mengairi tanah
  33. anjang menganjang
  34. anjrah saat menjelang panen ketika banyak orang yang sudah membuat dangau dan memanen padi
  35. anjun orang yang pekerjaannya membuat barang gerabah
  36. antarlina suara atau bunyi yang makin lama makin menghilang
  37. antol tongkat kayu sebagai penopang delman atau keretek atau kahar saat berhenti
  38. antong peralatan sandiwara dibuat dari kain berfungsi sebagai hiasan yang menutupi peralatan panggung bagian atas
  39. antong kain pelapis punggung resonator rebab yang digunakan untuk menyimpan alat-alat rebab, seperti arpus dan penegang senar
  40. aom gelar untuk anak bupati zaman dulu
  41. aom anak laba-laba
  42. aray segenggam padi yang bertangkai, baru diketam dan belum diikat
  43. arih merendam nasi setengah matang dengan air panas supaya mengembang
  44. arko wadah makanan berbentuk lonjong
  45. aron mulud nasi sisa upacara maulud yang disebar di area persawahan karena diyakini dapat mencegah hama
  46. arsakal upacara menggunting rambut bayi, dilakukan oleh beberapa orang secara bergiliran sambil berdiri dan melantunkan selawat
  47. asemen padi yang mulai berisi dan diberi pupuk asam dari batang kecombrang supaya cepat tumbuh
  48. asepan kukusan
  49. asiwung kapas penutup muka mayat
  50. aspel tusuk sanggul dari logam berbentuk seperti garpu
  51. asup masuk
  52. atuh kata yang dipakai untuk menegaskan maksud; dong
  53. awer menutup pintu air dengan longgar supaya sawah di hilir tidak kekeringan
  54. ayeuh batang padi yang rebah karena tertiup angin malam dan terlampau berat akibat gabah yang membebaninya
  55. babakan dusun yang baru
  56. babancik tangga rumah panggung
  57. babancong bangunan sejenis panggung tempat bupati menyaksikan keramaian atau berbicara kepada rakyat
  58. babango sepit untuk mengkhitan yang terbuat dari kayu, bambu, atau tanduk
  59. babantar bagian dari sungai dengan air yang sedikit atau dangkal
  60. badaus kembang tebu
  61. badiri upacara tanda dimulainya penggilingan tebu dengan mengarak dua batang tebu yang pertama dipanen untuk digiling
  62. badul kembang kunyit
  63. bageur baik
  64. bagong babi hutan; celeng
  65. baheula dahulu kala; kuno
  66. bajir ternak betina yang tidak pernah beranak sehingga badannya gemuk dan banyak mengandung lemak
  67. bakrik alat pertanian berbentuk garpu dengan ujung melengkung untuk mengumpulkan jerami
  68. bala bala bakwan
  69. balabar pagar sementara terbuat dari bambu atau tanaman untuk membatasi lahan atau tanah sampai dibangun
  70. balagendir anak kutu yang baru menetas
  71. balera kayu atau bambu yang dibuat tiang-tiang pagar
  72. balong kolam untuk membudidayakan ikan
  73. balukang pelepah daun kawung
  74. balukang membersihkan pohon kawung sebelum nira diambil
  75. bancei perkampungan tempat istal kuda dan rumah perawat kuda
  76. bandang kalung tali dari benang sutra berwarna yang dikalungkan pada leher penari
  77. bandros penganan yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan parutan kelapa, dimasak dalam cetakan berbentuk setengah lingkaran yang berderet panjang, memiliki variasi rasa asin dan manis
  78. bangbarung bagian bawah kosen pintu rumah panggung dari kayu atau bambu
  79. bangkanang anak banteng
  80. bangkelung tangkai sirih
  81. bangor nakal; suka usil (mengganggu)
  82. barabadan barang kebutuhan sehari-hari yang dijual di pasar atau toko atau dijajakan sambil berkeliling di perumahan penduduk
  83. barang sulur harta yang dibawa ke dalam perkawinan yang merupakan hasil usaha mempelai pria
  84. barucut kulit buah-buahan yang tidak rata dan benjol-benjol karena hama
  85. barung menendang bola bersamaan dengan lawan dalam permainan sepak bola
  86. barungbung tangkai ketam dari bambu
  87. bawak pacul yang melebar di bagian ujungnya
  88. bayong anak ikan gabus
  89. bebecek bagian dari sawah yang dijadikan persemaian benih padi
  90. bebegig orang-orangan sawah
  91. bebegig kesenian tradisional Kabupaten Ciamis, berupa orang yang memakai topeng berwajah menyeramkan, biasa ditampilkan dalam bentuk karnaval yang diiringi musik tradisional
  92. bebence puyuh jantan yang terbang malam hari di atas atap, dipercaya sebagai pertanda ada pencuri masuk ke rumah
  93. bebenjit anak babi hutan atau bagong
  94. bebetek bambu berhias janur atau daun beringin sebagai penanda ada kenduri
  95. bebodoran lelucon; lawakan
  96. bedegong sombong; angkuh
  97. begog anak monyet
  98. begu anak babi hutan
  99. beluk kesenian berupa pembacaan cerita dengan ditembangkan secara bergilir
  100. bendo kain kepala yang sudah dibentuk sebagai kopiah (ketu); ketu udeng
  101. bentel lima ikat benih padi yang setiap ikat berisi dua puluh batang
  102. berokan kesenian tradisional berupa arak-arakan orang berkostum binatang dari kayu dan karung goni
  103. berseka senang memperhatikan kebersihan, terutama badan
  104. beunyeur butiran pecahan beras, berukuran kecil-kecil, biasanya dimasak sebagai makanan sampingan, atau dijadikan makanan ternak
  105. biantara pidato
  106. bibit buwit orang yang dianggap sebagai leluhur masyarakat suatu desa
  107. bibit buwit asli (tentang penduduk suatu tempat)
  108. bilatung anak kucing
  109. bincurang tulang kering
  110. boboko tempat nasi terbuat dari anyaman bambu atau rotan
  111. bobokor ayakan kecil
  112. bobotoh sebutan untuk pendukung sepak bola
  113. bobotok botok
  114. bocokok anak buaya
  115. bodor lucu; jenaka
  116. bogem bidang persegi pembatas badan dan kepala kain batik Cirebon yang biasanya berisi hiasan flora dan fauna
  117. bokor tempat untuk menyimpan sirih
  118. borangan komedi yang dibawakan sendirian di atas panggung; dari ngabodor sorangan
  119. borete menjemur padi yang ditimbun tangkainya dengan untaian padi
  120. boro kain beludru untuk menyelipkan keris
  121. borontok ayam berbulu hitam bercampur putih
  122. borontok ayam berbulu hitam bercampur putih
  123. bosongot kembang pohon tembakau
  124. botram acara makan bersama yang dilakukan secara santai dan kekeluargaan dengan saling berbagi makanan yang dibawa dari rumah masing-masing
  125. bubuara meninggalkan kampung halaman untuk bermukim di tempat lain
  126. bubulak tegalan yang diapit ladang atau kebun
  127. budig padi yang rusak karena terganggu oleh orang-orang yang lalu-lalang di pematang
  128. buduk beruntus dan gatal-gatal karena kuman pada kulit
  129. bujang padi yang ditanam di pinggir pematang untuk menjaga padi dari hama
  130. bungbang duduk-duduk atau berada di luar rumah untuk menikmati malam saat bulan purnama
  131. bungbun menangkap ikan dengan membuat kolam kecil di pinggir sungai agar ikan berenang ke dalam kolam, kemudian air kolam disurutkan
  132. bungkiang perut binatang yang lebar ke pinggir karena hamil
  133. buntel kadut jumlah keseluruhan; borongan
  134. buntiring cangkul tanpa sambungan
  135. cabrek penggarapan sawah secara bersamaan dalam satu waktu
  136. cacadan kayu penghubung bajak dan kerbau yang dijadikan pijakan pembajak
  137. cacar membabat rumput dan memangkas pohon di lahan
  138. cadel kurang sempurna mengucapkan kata-kata sehingga bunyi [r] dilafalkan [l], (misalnya kata raja diucapkan laja); pelat; telor
  139. cageur sehat
  140. caing satuan ukuran yang jumlahnya sama dengan 200 ikat (tentang padi)
  141. calacah abu rokok
  142. calintuh alat musik tradisional yang terbuat dari bilah bambu yang ruasnya dilubangi, diletakkan tegak dan akan berbunyi saat tertiup angin
  143. calobak genangan air di dasar sungai saat musim kemarau
  144. calung alat musik pukul dari bambu bulat, ada yang menyerupai gambang, ada yang tersusun melintang dari atas ke bawah
  145. calung renteng calung yang diuntai, biasanya ujung untaian berbilah panjang, diikatkan ke batang pohon atau tiang rumah, bilahnya berjumlah 12—17 buah
  146. canda suku kata dalam mantra Sunda
  147. candoli perempuan yang bertugas menjaga dan menyediakan makanan dalam pesta (hajatan)
  148. cangklek pegangan pada cangkir, teko, dan sebagainya
  149. cantilan kampung baru hasil pemekaran yang masih dikaitkan pada daerah yang sudah mapan
  150. capang gerak lengan pada tari yang menyerupai gerakan membenahi pakaian
  151. caplak alat dari kayu dengan ujung bergerigi sama untuk membuat garis jarak tanam padi
  152. caruk cara membunyikan saron, bonang, demung yang bersahut-sahutan
  153. caruluk buah pohon nira yang belum dikupas, berisi kolang-kaling
  154. catang pohon yang telah tumbang dan kering, biasa digunakan sebagai jembatan
  155. cawang tanda, catatan
  156. cawokah senang berbicara tentang hal yang porno atau yang berkaitan dengan masalah berahi
  157. cecep memberi uang kepada anak yang baru disunat
  158. celetok sumber api dari serbuk kawung yang digosok dengan dua bilah bambu
  159. celetu padi yang berumur kira-kira seratus hari, sudah mulai keluar batang umbutnya
  160. celi teliti
  161. cempal memberi hadiah berupa kain, uang, pakaian, atau makanan untuk bayi yang baru lahir
  162. cempor lampu minyak yang tidak memakai semprong (biasanya dibuat dari kaleng bekas yang dilubangi untuk tempat sumbu)
  163. cenah konon
  164. cengek cabai kecil yang rasanya sangat pedas; cabai rawit
  165. cengek domba cabai rawit yang ukurannya lebih besar daripada cabai rawit biasa, warnanya hijau atau merah, rasanya lebih pedas daripada cabai rawit biasa
  166. centang pematang yang melengkung, tidak lurus
  167. cente wadah minyak dari porselen
  168. cerah retak
  169. cerah garis
  170. cewo wadah air untuk mencuci tangan setelah makan
  171. cewo alat seperti gentong tanah bertutup untuk membakar garam kasar supaya halus
  172. ciak anak ayam
  173. cikal bugang anak yang menjadi anak sulung karena kakaknya lebih dulu meninggal dunia
  174. cikal bugang korban meninggal pertama dalam pertempuran atau perkelahian
  175. cileuh kotoran mata yang menempel pada ujung mata, biasanya pada waktu bangun tidur
  176. cileuncang genangan air akibat hujan (karena tidak terserap tanah, saluran terpampat, dan sebagainya)
  177. cilok penganan yang terbuat dari tapioka, bentuknya bulat menyerupai bakso, diberi isian gajih, daging, dan sebagainya, biasanya disajikan dengan saus, kecap, sambal kacang, dan sebagainya
  178. cilor penganan yang terbuat dari tapioka, berbentuk bulat, ditusuk dengan batang bambu kecil dan digoreng dengan adonan telur; dari aci telur
  179. cimin cireng mini; penganan yang terbuat dari adonan sagu yang direbus lalu digoreng bersama telur yang sudah dikocok, biasanya diberi rasa balado, jagung manis, dan lain-lain
  180. cimol penganan yang terbuat dari adonan tapioka yang dibentuk bulat kecil, kemudian digoreng, biasa disajikan dengan taburan bumbu asin dan pedas; aci digemol
  181. cingok anak ikan bogo
  182. ciparanje ayam berjengger tiga
  183. cipuk penganan dari tepung tapioka yang dicampur kerupuk basah dan digoreng
  184. cireng penganan yang terbuat dari adonan tapioka yang dibentuk pipih lalu digoreng, disajikan dengan sambal kacang dan sebagainya; aci digoreng
  185. cireng wadah dari anyaman bambu yang dilengkapi dengan penjinjing
  186. cisapu siraman air mendidih pada tangkai padi yang telah dibakar dan setelah dingin digunakan untuk memandikan jenazah
  187. coban tongkat dengan ujung terbelah yang digunakan menjepit bibit padi untuk ditanamkan dalam tanah
  188. cokor kaki binatang berkaki empat
  189. cokrahan lubang tiup suling
  190. colenak dicocol enak; penganan, dibuat dari singkong yang dibakar dan dicocolkan ke kinca (cairan dari gula merah)
  191. combong gadis yang sudah tidak perawan
  192. come perangkap dari ruas bambu yang dipotong dan ditancapkan di dasar sungai atau kolam
  193. comrang nama kembang honje atau kecombrang
  194. comro penganan dari singkong yang diparut, dibentuk bulat panjang, di dalamnya diisi oncom yang dibumbui, kemudian digoreng; dari oncom di jero
  195. condre senjata tradisional seperti badik
  196. congcorang belalang sembah; sentadu1
  197. congkrang parang yang ujungnya melengkung untuk menebas perdu dan belukar atau untuk memotong ranting dan bambu
  198. corob penyakit kulit; bercak-bercak putih (pada tangan)
  199. cucuk duri
  200. cucurak munggahan
  201. cukang titian dari batang pohon
  202. cunihin suka menggoda atau berbuat kurang sopan kepada lawan jenis (tentang laki-laki)
  203. curiwis bunga rumput gelagah
  204. curug air terjun
  205. dag-dag genderang dengan sehelai selaput kulit, dibunyikan dengan pukulan tangan atau dengan sebuah pemukul
  206. dalem sebutan untuk bupati zaman dulu
  207. dalim kain untuk menghaluskan gerabah
  208. damak buah bulat dan kecil yang digunakan sebagai peluru sumpitan
  209. daminatila urutan tangga nada dalam pentatonik yang dipetik dari bagian kata dalam kalimat
  210. dampa kemiri berbiji dua
  211. dampal telapak; kaki
  212. dangding puisi tradisional yang mengikuti pola pembaitan pupuh dan dituturkan dengan lagu tertentu
  213. daria sungguh-sungguh dalam mengerjakan atau menekuni sesuatu
  214. darmamuncaya penerjemah pada zaman kerajaan Sunda
  215. dawuan bendungan kecil
  216. deba tradisi membaca riwayat Nabi Muhammad saw. dengan bahasa Sunda di Kampung Adat Dukuh, Garut
  217. deleka suka mencelakai atau menyakiti orang lain
  218. demplon cantik dan montok
  219. demprak permukaan datar yang bisa digunakan untuk duduk atau salat seperti batu dan permukaan tanah
  220. deres sering (atau kerap) melahirkan banyak anak
  221. dingdet kembang singkong
  222. dog-dog alat musik jenis genderang, terdiri atas sehelai selaput kulit (sapi dan sebagainya), dibunyikan dengan pukulan tangan atau dengan pemukul
  223. doger pertunjukan tari (tandak)
  224. dompo ibu yang memiliki dua anak dan keduanya perempuan
  225. dongdang kandang merpati yang bisa dibawa seperti tas punggung
  226. dongdoman kain atau sarung tanpa sambungan
  227. dongkal penganan tradisional dari tepung beras dan gula merah yang dikukus, saat disajikan dilengkapi dengan taburan kelapa parut
  228. donto montok
  229. dulah orang yang pekerjaannya membangun rumah
  230. dungu tungku peleburan timah dan tembaga
  231. elang sebutan untuk anak lelaki sultan Cirebon
  232. elet seruling berlubang tiga
  233. emang paman
  234. embat tempo dalam lagu tradisional yang ditentukan oleh jumlah ketukan instrumen dalam satu detik
  235. embung tidak mau
  236. empal gentong makanan berkuah khas Cirebon dari daging kambing atau sapi yang dimasak di dalam gentong
  237. eneng anak kerbau
  238. enok sebutan untuk anak perempuan golongan santana di Kuningan, Majalengka, Cirebon
  239. entik penakar beras yang terbuat dari tempurung kelapa
  240. eurih alang-alang
  241. gacong menuai padi di sawah orang lain dan mendapat upah sepersepuluh bagian dari hasil tuaiannya
  242. gagalur balok penyangga rangka dinding rumah tradisional
  243. gaganting daging kurban
  244. gahar rasa segar dari perpaduan rasa asam dan pedas
  245. gahgar pohon kelapa yang sudah tidak berbuah
  246. galapak terbang ketakutan hingga mengenai barang-barang di sekitarnya pada saat akan ditangkap (tentang ayam dan sebagainya)
  247. galendo ampas minyak kelapa yang diolah menjadi makanan
  248. galungan wajan dari tanah liat yang dibakar, biasanya utk menggoreng kerupuk atau opak dengan menggunakan pasir
  249. gamblung lahan yang dibiarkan tidak ditanami, tidak dipelihara, dan dibiarkan ditumbuhi rumput dan semak
  250. gambuh penutup kepala dari kulit sapi atau kerbau yang dikenakan dalam pertunjukan tari atau sandiwara
  251. gandar tongkat atau batang kayu untuk penggesek rebab
  252. gandek pembantu atau pengiring di perjalanan
  253. gandu kata penggolong bagi barang yang berbentuk atau dicetak silinder
  254. ganja gagang atau pegangan kujang
  255. gantar galah
  256. garanggang bambu runcing yang digunakan dengan cara dilempar
  257. garung seniman tradisional yang belajar secara autodidak
  258. gasrok alat pertanian berupa papan kayu berduri besi untuk menyiangi sawah
  259. gawul alat untuk menangkap ikan yang terbuat dari kayu pohon aren (kawung)
  260. gegelu tanah yang dipadatkan dan dibentuk bulat-bulat untuk mengganjal mayat dalam kuburan
  261. gegem pandai menyimpan rahasia
  262. gelagar bambu panjang untuk menjepit pagar
  263. gelenye kembang genjer
  264. gelik tinggi (tentang suara penyanyi atau suara suling)
  265. gemah ripah repeh rapih subur, makmur, aman, dan damai; semboyan Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  266. gempelan sistem upah yang menetapkan pekerja mendapat setengah dari sisa panen padi
  267. gengge gelang kaki
  268. gerengseng kuali dari tembaga
  269. geulis indah; cantik; elok; bagus
  270. gibas gerakan tangan melintang di depan perut untuk menahan tendangan dalam pencak silat
  271. gigih nasi yang baru setengah masak
  272. gimpa gatal dan bentol karena bersentuhan dengan padi dan lain-lain
  273. ginding rapi dan bagus (tentang pakaian)
  274. giung rasa tidak enak di lidah karena terlalu manis atau terlalu banyak makan makanan yang manis-manis
  275. goah ruang tempat menyimpan beras yang dianggap keramat, juga tempat menyimpan makanan keperluan hajatan
  276. gobang pedang
  277. gober menuai padi yang disimpan di saung secara beramai-ramai
  278. goblok tuli
  279. gogo menangkap ikan dengan tangan kosong
  280. golempang irama kendang yang bertempo cepat untuk mengiringi pencak silat
  281. gondang seni menumbuk lesung dengan alu dalam upacara penghormatan terhadap dewi padi
  282. gorogol jerat untuk menangkap binatang besar
  283. gosali tempat membuat gamelan, khususnya gamelan perunggu
  284. goyobod campuran hunkue dan santan encer yang direbus dan didiamkan hingga mengeras, merupakan bahan utama minuman es goyobod
  285. gresik ragam hias batik Cirebon berupa bentuk sisik binatang
  286. gubyag tradisi menangkap ikan secara massal di danau atau di sungai besar pada waktu tertentu dan dihadiri para pembesar
  287. gula cakar gula khas Majalengka yang terbuat dari campuran gula putih dan soda kue, dicetak berbentuk persegi dan berwarna merah muda
  288. gumelang sebutan untuk bulan keenam kehamilan
  289. gumunda sebutan untuk perempuan yang sudah beranak dan mampu merawat kecantikannya
  290. gurandil penambang emas liar
  291. guriang makhluk gaib yang dipercaya menunggu atau menjaga pegunungan
  292. hadro alat musik yang terdiri atas empat buah rebana dan sebuah gendang
  293. haliwawar waktu yang menunjukkan kira-kira pukul 03.00—03.30 dini hari, biasanya ditandai dengan kokok ayam beberapa kali
  294. hanalam anak binatang ternak yang masih berada di dalam perut induk yang disembelih dan halal dimakan
  295. hanca pekerjaan yang tertunda
  296. handaruan keras (tentang bunyi) sekali sampai menimbulkan pantulan suara
  297. hapaheman tidak tahu berterima kasih
  298. hawara padi yang cepat tumbuh
  299. hawu tungku dari tanah dengan lubang di atas untuk tempat peralatan masak dan lubang di depan untuk memasukkan kayu bakar
  300. hear membalikkan padi yang sedang dijemur supaya kering merata
  301. hihid kipas yang terbuat dari anyaman bambu, biasanya digunakan saat mengipasi nasi panas atau bara
  302. hindesan alat pemisah kapas dari bijinya
  303. hinyai berminyak
  304. hiris bulu kucing yang berwarna campuran hitam dan putih
  305. hujan poyan hujan yang terjadi saat cuaca cerah atau matahari bersinar terang
  306. hujan silantang hujan yang tidak sampai ke bumi (karena tertiup angin), hanya terdengar suaranya saja
  307. huni jalan kecil di sekitar kebun
  308. idep lubang pada leher rebab untuk memasukkan senar atau dawai
  309. ilat bagian yang tajam pada benda berbilah seperti pisau, golok
  310. ilat alat berlubang pada resonator kecapi untuk memasukkan ujung poros penegang senar
  311. ingwang kembang pepaya
  312. inji sebutan untuk bayi perempuan yang belum bernama
  313. ipis tipis
  314. ipri makhluk halus berwujud perempuan yang dipercaya sebagai penjelmaan dari siluman ular
  315. jaban sewa yang diterima oleh pemilik sawah dari pemilik bebek karena tanahnya dijadikan kandang ketika panen usai
  316. jahas piring kayu
  317. jahul perbaikan atau pemugaran makam pada hari ke-1000 dari kematian
  318. jajambaran baskom dari tanah liat
  319. jajambra mengambil tangkai padi yang masih ada butir padi sisa panen
  320. jalinger kembang kecipir
  321. jalingkak tomboi
  322. jalon bilah bambu penjepit atap alang-alang
  323. jamang ikat kepala dari kulit berukir yang dikenakan oleh petani
  324. jamang cincin dari bambu yang diikatkan pada lubang tiup suling, berfungsi sebagai akses masuk udara dari mulut sampai lubang masuk udara pada suling
  325. jami huma yang dibiarkan tanpat digarap selama semusim
  326. jamotrot kembang lengkuas
  327. janari waktu yang menunjukkan sekitar pukul 4 pagi
  328. jangjan kuda yang bulunya berwarna kuning muda
  329. japah nanah yang mengering
  330. jatnika mulia, senang
  331. jatnika hidup dalam kesenangan
  332. jeding berbentuk melentik ke atas (tentang bibir)
  333. jelengut kembang kencur
  334. jenah mengambil air lahang utk pertama kali
  335. jengker kaku (tentang badan)
  336. jentreng kecapi berdawai tujuh
  337. jibrut kesenian tradisional dengan iringan bunyi dari tepukan tangan di ketiak dan belakang dengkul
  338. jimpo kain persegi lebih besar dari saputangan untuk membungkus pakaian atau makanan ketika bepergian
  339. jingganom tarian dari Cirebon yang merupakan bagian dari tari topeng babakan, melukiskan seorang raja muda sedang kasmaran
  340. jipeng drama tradisional yang memainkan cerita rakyat dengan iringan musik tradisional
  341. jolopong rumah dengan atap berbentuk pelana
  342. juag gelar untuk anak perempuan bupati zaman dulu
  343. jubung perabot berbentuk silinder dari anyaman bambu untuk menyimpan asepan atau kukusan
  344. jugala sangat kaya karena usaha yang sungguh-sungguh
  345. jugala besar-besaran (pesta dan sebagainya)
  346. jugang pelindung penis yang baru dikhitan, terbuat dari tapas kelapa
  347. jujutan kapas atau kapuk yang sudah dilepaskan dari kelopak dan biji
  348. jukut rumput
  349. jukut ulam
  350. jungjang gending dalam wayang kulit atau wayang wong Cirebon untuk mengiringi adegan sedih
  351. kabita tertarik dan menginginkan sesuatu yang dimiliki atau yang dialami orang lain
  352. kacapuri pangkal kuku yang berwarna merah muda
  353. kacih kain penutup dada yang merupakan hiasan pada pakaian penari
  354. kacingcalang telur yang tidak tererami, sehingga gagal menetas
  355. kadedemes masakan yang dibuat dari rebusan bagian dalam kulit singkong yang berwarna merah yang ditumis dengan bumbu-bumbu tertentu
  356. kakaban ijuk yang dijepit dengan bambu dibelah dua memanjang, dipakai untuk melindungi telur-telur ikan di dalam empang
  357. kakanco penopang untuk menggantungkan gong
  358. kalaarum anak perempuan yang mempunyai bentuk jengger ayam pada bagian tubuhnya dan dipercaya bersifat cerewet pada suami
  359. kalabenda anak laki-laki yang hanya memiliki satu testis dan dipercaya memiliki tenaga yang kuat
  360. kaladurga orang yang salah memilih waktu untuk berpindah tempat menurut penanggalan tradisional sehingga harus diruwat
  361. kalamangsa perkawinan yang dianggap kurang baik karena tidak mengikuti perhitungan hari baik
  362. kalamero yang terakhir dan tidak begitu bagus kualitasnya (tentang buah atau makanan)
  363. kalikiben rasa nyeri di dalam perut yang timbul jika perut terguncang-guncang sehabis makan atau minum karena berlari dan sebagainya
  364. kaliwara anak yang sakit karena ditinggal mati ibunya
  365. kanayakan sawah yang diberikan kepada anak-anak sultan dari selir
  366. kanduruan kepala pengadilan pada zaman kolonial
  367. kaneron tas dari anyaman pandan atau rotan
  368. karees sisi sungai yang banyak pasir
  369. karembong kain untuk menggendong anak; selendang
  370. karembong kain panjang atau bujur sangkar, khususnya dikenakan kaum perempuan sebagai penutup kepala atau dikenakan di bahu
  371. karpatu penghias baju berupa payet bermotif sisik ikan
  372. karuhun nenek moyang; leluhur
  373. kasai sabun dari daun-daunan yang dilumatkan
  374. kasambang keguguran pada usia sebulan kehamilan
  375. kasep tampan (untuk laki-laki); cakap
  376. kasinoman orang yang mengendarai kuda sebagai pembuka arak-arakan
  377. kasintu ayam hutan
  378. kastrol panci berbentuk bulat tanpa telinga, dilengkapi dengan gantungan, biasa digunakan untuk memasak nasi liwet
  379. katimbulan jampi atau mantra supaya dihargai atau dihormati orang lain
  380. kawalu upacara setelah padi hasil panen dimasukkan ke lumbung
  381. kawao pohon yang kulitnya dijadikan ramuan pembersih tabung bambu supaya air nira tidak cepat masam
  382. kawargaan sawah yang diberikan kepada anak-anak sultan dari permaisuri
  383. kawih lagu tradisional dalam bahasa Sunda yang iramanya tidak teratur, dinyanyikan sambil bersajak
  384. kawung enau
  385. kawung rokok dengan daun enau sebagai pembungkusnya
  386. kayas putih sedikit kemerah-merahan; merah muda
  387. kebat kain panjang yang biasa dipakai perempuan
  388. kecap lemes bahasa halus
  389. kedul malas
  390. keletik minyak kelapa yang dibuat dengan cara tradisional, kelapa diparut, dicampur air, lalu diperas menjadi santan, kemudian dijerang di dalam kuali
  391. keliki kelikih2
  392. kelikih buah kelikih
  393. kelowor hama yang menyebabkan padi tidak dapat tumbuh normal, menguning, bahkan mati
  394. kenca batang besi atau kayu runcing bertali untuk mengukur atau menentukan batas tanah
  395. kenken rok dalam untuk perempuan dari kain tipis dan berenda
  396. kepoh kaki yang bengkok ke arah dalam
  397. kesek kembang bacang
  398. keukeuh kukuh, tidak bisa dilarang, memaksa
  399. kilera benih padi yang sudah tua
  400. kirab gabah yang cepat rontok dari tangkai
  401. kitri benih pohon kelapa
  402. kiwari zaman yang sedang dijalani saat ini; zaman kontemporer
  403. kolenjer alat penanggalan tradisional berupa papan kayu yang berisi garis-garis dan titik-titik dalam suatu pola, hanya bisa dibaca oleh orang-orang tertentu
  404. kolontong penganan khas Jawa Barat yang terbuat dari ketan berbentuk persegi panjang dan dibalut gula aren
  405. kompet satu lipat daun yang terdiri atas beberapa lembar
  406. konyal markisa
  407. koret kikir
  408. kotok bongkok anak ayam yang mati ketika masih di dalam telur
  409. kowak sarung kujang
  410. kulaer kusir kereta kerajaan atau kereta kebesaran
  411. kulanter kendang kecil
  412. kumambang sebutan untuk bulan ketiga kehamilan
  413. kumbang seruling dari dua ruas bambu berlubang empat yang ditiup secara horizontal
  414. kumentar-kumentir bulan delapan kehamilan
  415. kuntit anak belut
  416. kuricak kuricakan
  417. kuring saya; aku
  418. kuuk anak kumbang kelapa
  419. kuwung-kuwung pelangi
  420. kuya kura-kura; baning; bulus3
  421. laas hilang baunya atau khasiatnya karena sudah terlalu lama disimpan (minyak kayu putih, obat, dan sebagainya)
  422. laci membersihkan rumput dengan cara membuat saluran utk menyimpan rumput
  423. ladak karakter dinamis dalam tari
  424. lagar mengendarai kuda tanpa pelana
  425. laksa ukuran tembakau, 10 lempeng
  426. lalanjan sewa tanah dengan membayar sejumlah uang setelah panen
  427. lamban ujung kain yang dilipat berbentuk zig-zag dan dililitkan sehingga lipatannya berada di bagian depan tubuh
  428. lampar senang menjelajah tempat yang jauh atau belum pernah didatangi
  429. lamunting anak yang dilahirkan tanpa tembuni
  430. lamus alat tiup untuk membarakan arang, terbuat dari kulit kambing
  431. lamus meniup tanpa tersendat dengan cara menyimpan persediaan udara dalam rongga mulut
  432. lamus santet yang berakibat korban mengalami pembengkakan perut
  433. langari dahan kawung yang akan diambil lahangnya
  434. lantis terkena zat cair secara merata
  435. lanus kurang tenaga (tentang anak kecil) karena belum waktunya sudah disapih
  436. lasut gagal atau tidak berhasil (tentang permainan tradisional)
  437. layung kuning kemerah-merahan di langit pada saat matahari akan terbenam; mambang kuning
  438. lege kumbang perusak tanaman
  439. legig pengejar binatang buruan yang telah dilukai oleh pemburu
  440. lembing serangga sejenis kepik yang dalam jumlah banyak bisa menjadi hama padi
  441. lembrah mantel dari wol atau sutra untuk perempuan
  442. lembur bagian kampung yang merupakan kesatuan
  443. lembur kuring kampung saya
  444. lendo sawah dengan debit air yang tetap atau cukup
  445. lengkob sawah yang terletak lebih rendah dari permukiman
  446. lentong tekanan suara; lagu bicara; intonasi
  447. lenyap kembang kecipir
  448. leotan menyambungkan dua nada atau lebih untuk satu suku kata; legato
  449. lepet rata dan kempis
  450. lepit daun sirih yang dilipat menjadi bentuk segitiga, berisi kapur, gambir, dan pinang
  451. leungli anak lubang
  452. leunjeur satuan ukuran untuk batang bambu
  453. libot teknik membelit kaki dan membanting badan lawan ke samping atau ke depan dalam benjang
  454. lilir terbangun sesaat dari tidur (biasanya pada tengah malam)
  455. liliuran pemberian bantuan tenaga yang akan dibalas dengan bantuan yang sama
  456. lingsu lempaung
  457. lini gempa berskala kecil
  458. lita bersambungnya kembali kulit yang terluka pertanda kesembuhan
  459. lodang alat musik dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukulkan ke lantai atau benda keras
  460. lodong tabung bambu yang dijadikan meriam tradisional berisi karbida dan mengeluarkan bunyi, biasa dimainkan saat bulan puasa
  461. logok pukulan dalam pencak silat dengan tangan terbuka dan jari lurus dan rapat
  462. lokcan ragam hias batik berupa burung hong yang dipadukan dengan motif daun dan bunga
  463. longser hiburan rakyat (pemain musik, tukang sulap, dan sebagainya)
  464. lopor orang yang bekerja untuk mendampingi dan menghentikan kuda
  465. lubang belut besar
  466. lulub kulit kayu yang direndam sebagai bahan tali tambang
  467. lumenggang bulan kedua kehamilan
  468. lungkun gulungan sirih
  469. lungse lesu
  470. mabal memakai jalan yang tidak biasa
  471. mabal tersesat dari kepercayaan yang benar ke kepercayaan yang salah
  472. mabal membolos sekolah
  473. macak kurang air (tentang sawah)
  474. mah kata untuk menyatakan penegasan ucapan, biasanya digunakan setelah kata ganti orang; sih
  475. malawading perempuan atau laki-laki yang tingkah lakunya menyerupai lawan jenisnya
  476. mamandapan gerak tari yang berupa langkah dengan tumit diangkat perlahan sambil mengubah arah badan ke kanan dan ke kiri
  477. mamang paman
  478. mamata bekas dahan yang bulat dan keras pada bambu
  479. mamayu bertambah nafsu makan setelah sakit
  480. mando menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan
  481. mang emang; paman
  482. mang kata sapaan kepada laki-laki yang usianya kurang lebih sebaya dengan paman
  483. mangle untaian bunga melati
  484. marak menangkap ikan berama-ramai di sungai
  485. marema keramaian di pasar atau pusat perbelanjaan menjelang hari raya
  486. maros upacara penyerahan sebagian hasil bumi untuk pemimpin daerah di desa adat Dukuh
  487. maru perempuan lain yang menjadi istri dari suami
  488. matahiang tumbuhan melingkar dan berduri yang biasa dikalungkan pada leher anak sebagai penangkal penyakit
  489. maung harimau
  490. melat melilitkan tali pada sepetak sawah supaya padi tidak roboh
  491. memacek masuk ke tanah (tentang akar)
  492. memacek menjantani; mengawini; menyetubuhi (tentang binatang)
  493. memahugi memberikan hadiah kepada perempuan yang dicintainya
  494. mencenges kembang cabai rawit
  495. mencos lancip
  496. mendilak melemparkan pandangan ke samping untuk menunjukkan rasa marah, tidak puas
  497. mendongsok mendesak dengan sangat, mendorong maju
  498. meneger memancing ikan dengan menggunakan teger, biasanya tidak ditunggui dan beberapa saat kemudian baru ditengok
  499. menel anak gajah
  500. menempur mencari dan membeli padi untuk dijual setelah menjadi beras
  501. meneng cincin tanpa sambungan, biasa digunakan sebagai cincin kawin karena mengandung makna kasih sayang yang tidak ada putusnya
  502. mengabuburit menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan
  503. mengambek sukar bernapas
  504. menggok waktu yang menunjukkan pukul 13.00 siang, saat petani selesai bekerja di sawah
  505. mengguar membuka (bungkusan dan sebagainya) kemudian mengambil dan memperhatikan isinya
  506. mengguar menceritakan
  507. menghanca melanjutkan pekerjaan yang tertunda
  508. mengilo membaca dalam hati
  509. mengukus membakar kemenyan dalam ritual atau upacara tradisional
  510. mengulik mengusut; menyelidiki
  511. mêninggur memukul dahan kawung selama satu sampai dua minggu sebelum disadap
  512. mental ada gunanya, ada pengaruhnya (tentang obat, nasihat, dan sebagainya)
  513. menyawer menebarkan uang, beras, dan sebagainya kepada undangan oleh pengantin
  514. mera tahapan dalam upacara ngalaksa berupa pembagian bibit padi
  515. merompes membuang sekaligus kaki binatang yang tidak akan ikut dimakan (kaki kepiting dan lain-lain)
  516. merompes memotong sayuran dan membuang bagian yang tidak akan dimakan
  517. merompes memotong dan membuang daun atau ranting agar tanaman cepat berbuah
  518. mincid gerak kaki melangkah ke depan dengan telapak kaki serong
  519. misri pisau dari kayu atau bambu
  520. misro penganan dibuat dari singkong dan gula merah yang digoreng seperti comro
  521. mitembeyan memulai melakukan sesuatu pekerjaan
  522. mitembeyan memulai proses menanam padi
  523. modang ragam hias di tengah selendang batik Cirebon
  524. mojang perawan; gadis
  525. momolo ragam hias pada atap atau kubah masjid
  526. moncorong kembang terung
  527. mongkrong kain yang dikenakan menutup punggung penari, sebagai penghias atau sebagai sayap
  528. morekat waktu menanam palawija di sela waktu menggarap sawah
  529. mores daun pandan yang telah diolah kecil-kecil untuk bahan anyaman
  530. moros tradisi memberikan hasil pertanian kepada pemerintah menjelang Idulfitri dan Iduladha di kampung adat Dukuh, Garut
  531. motekar mampu menjalankan berbagai usaha untuk menambah pengetahuan atau untuk meningkatkan kehidupan
  532. muncang kemiri
  533. munding kerbau
  534. munggah sebutan untuk hari terakhir di bulan Ruwah sehari sebelum dimulai berpuasa Ramadan
  535. munggahan tradisi berkumpul dan makan bersama dengan keluarga atau teman untuk menyambut bulan Ramadan
  536. munjung memuja makhluk halus tertentu untuk memperoleh kekayaan
  537. munjungan adat mengunjungi orang tua dan keluarga beberapa hari setelah hari pernikahan
  538. muuhan memasukkan bibit tanaman ke dalam lubang tanam
  539. naktu mencari atau menentukan waktu yang baik untuk melaksanakan sesuatu
  540. nalaktak aktif dan lincah, suka melakukan hal-hal seperti meloncat, memanjat (tentang anak kecil)
  541. namping membersihkan rerumputan yang berada di tepian pematang
  542. namping memapas pematang lama yang akan diperbaiki
  543. nanahaon anak lele
  544. nangganan jabatan di bawah mangkubumi
  545. nanggung bungang anak yang kakak dan adiknya meninggal
  546. nawu mengeringkan bagian sungai atau rawa dengan membendungnya terlebih dahulu dengan tanah
  547. nayor delman yang dihias seperti opelet dan rodanya diganti dengan ban mobil
  548. neket peringatan lima puluh hari kematian
  549. neng kata sapaan kepada anak perempuan (yang orang tuanya patut dihormati)
  550. ngabuburit mengabuburit
  551. ngalaksa upacara adat suku Badui di Banten berupa kegiatan membuat laksa bersama, digunakan juga sebagai kesempatan untuk menghitung jumlah penduduk termasuk bayi yang baru lahir dan janin yang masih di dalam kandungan
  552. ngarupus ritual memotong rambut bayi antara 30 sampai 40 hari dari kelahiran di kampung adat Kuta, Ciamis
  553. ngayuman tradisi mengganti bibit padi yang mati dengan bibit padi yang baru
  554. ngoyos mengoyos
  555. ngunjal mengangkut hasil panen padi dari huma ke kampung untuk disimpan dalam lumbung
  556. nirca menyimpang dari aturan agama dan hukum
  557. noyod terus berjalan dan tidak memedulikan orang lain
  558. nukuh mengeringkan rumput, semak, dan dahan untuk dibakar saat membuka huma
  559. nukuh upacara di masyarakat adat Banten, membuka ladang baru, dilaksanakan pada waktu tertentu sebagai bentuk permohonan izin kepada makhluk yang dipercaya sebagai penunggu ladang
  560. numbas selamatan untuk pengantin wanita yang dapat menjaga kesuciannya sampai pernikahan
  561. nungku mengkhitan tiga anak sekaligus yang dianggap sebagai pantangan
  562. nyalindung ka gelung perkawinan antara pria, yang masih agak muda dan tidak kaya dengan wanita yang agak tua, tetapi kaya
  563. nyangku upacara pencucian benda-benda pusaka di Panjalu, Ciamis
  564. nyarawedi orang yang pekerjaannya menggosok permata
  565. nyegik memuja siluman babi untuk memperoleh kekayaan
  566. olohok kembang durian
  567. onom makhluk halus yang dipercaya menghuni dan menjaga rawa Lakbok, Ciamis
  568. ontohod sebutan untuk orang yang tidak tahu malu
  569. otong anak lelaki golongan santana di Kuningan, Majalengka, dan Cirebon
  570. owel suka atau sayang dengan benda yang tidak seberapa nilainya
  571. pabelah orang yang pekerjaannya menyeberangkan orang dengan rakit di sungai
  572. pabetekan wadah untuk menyimpan bumbu dapur yang terbuat dari anyaman bambu
  573. pacilingan kakus tradisional yang berada di atas kolam
  574. pada bait dalam puisi tradisional Sunda
  575. padalisan larik dalam puisi tradisional Sunda
  576. padung kayu atau bambu penutup liang lahat
  577. pago rak dari bambu atau kayu tempat menyimpan perabot
  578. pagon alas perunggu tempat menempa alat musik tradisional
  579. pagut terbentur pada bagian atas tubuh
  580. pahinum sayuran berkuah untuk dimakan oleh perempuan bersalin dan disajikan juga saat selamatan empat puluh hari setelah melahirkan
  581. pahugi hadiah dari laki-laki kepada perempuan yang dicintainya
  582. pahul tali dari bambu untuk menguatkan pengikat padi
  583. pais pepes
  584. pajagan bangunan tempat membatik
  585. pakacar pesuruh di tempat pesta atau hajatan
  586. pakang serat pohon enau yang digunakan sebagai tali kail
  587. paksi bagian ekor kujang yang lancip
  588. palalangon gubuk atau bangunan tinggi utk mengamati binatang atau pemandangan
  589. palatuk orang yang bertugas berjalan mendahului iring-iringan
  590. paledang orang yang pekerjaannya membuat barang-barang dari tembaga
  591. palihun jalan pembatas antara tanah milik dan tanah tutupan atau tanah larangan
  592. palika orang yang pekerjaannya menyelam untuk menangkap ikan
  593. paluk memilih padi yang dipanen untuk benih
  594. palupuh lantai rumah panggung yang terbuat dari bambu atau papan
  595. pamali pemali
  596. pamatang orang yang pekerjaannya berburu dengan menggunakan tombak
  597. pameget sapaan pembantu terhadap majikan laki-laki; tuan
  598. pameget laki-laki
  599. panarat tali kendali pada bajak
  600. pancer tanda atau ciri batas tanah
  601. pancer bambu panjang yang dimasukkan ke dalam bambu-bambu lain supaya kuat
  602. pancurendang kincir bambu untuk menghalau burung di sawah
  603. pandawi sebutan untuk lima bersaudara, perempuan semua, yang dianggap kurang baik dan harus diruwat
  604. panebas uang sebagai pengganti sajen dalam pertunjukan ruwatan
  605. paneresan penyadap kelapa atau enau
  606. pangpung dahan atau cabang kayu yang sudah kering
  607. pangradinan tempat menyimpan peralatan berhias
  608. pangrahab harta benda yang diberikan kepada pengantin sebagai bekal hidup
  609. pangset sangat asin
  610. paninggaran pemburu yang bersenjatakan bedil atau senapan
  611. pantun puisi tradisional Sunda berpola oktosilabik yang berisi kisah sejarah
  612. panyalinan tempat menyimpan sajen yang diisi dengan nasi tumpeng, telur, ikan, dan bermacam-macam rujak ketika mulai menanam padi
  613. panyambungan pemberian (uang, barang) untuk orang yang mengadakan kenduri yang dibalas dengan memberi makanan
  614. panyingen alat cetak dari tanah untuk membuat waditra atau alat musik tradisional
  615. panyipat bambu atau kayu untuk meratakan beras yang akan ditakar
  616. papacang tunangan (wanita)
  617. papak sistem taruhan dalam aduan ketika kedua lawan dinilai seimbang, yang kalah membayar sama besar dengan nilai taruhan
  618. para ruang antara langit-langit dan atap rumah
  619. parabun tenung atau jampi yang berakibat korban sakit pikiran
  620. paraji dukun beranak
  621. parako tempat perapian berupa bidang persegi empat yang dibatasi kayu dan diisi tanah supaya api tidak mencapai lantai kayu
  622. paranje kandang ayam di bawah rumah panggung
  623. parasandak tempat menyimpan padi atau barang yang tiang-tiangnya digantungkan pada langit-langit
  624. parawari orang yang bertugas membagi-bagikan makanan pada upacara Kawalu
  625. pareredan bilah kayu tipis untuk merapatkan benang pakan yang teranyam dengan lungsin
  626. parungpung lubang pada batang pohon kering tempat bersarang burung pelatuk
  627. pasamidaan tempat pembakaran mayat
  628. pasekon alat pembuat atau pengukur sudut siku
  629. pataka puncak atau kubah masjid
  630. patambon rumah yang sudah ditinggal oleh penghuni
  631. patamon tempat pertemuan atau menerima tamu
  632. patat pohon yang daunnya utk membungkus laksa pada upacara ngalaksa
  633. patepok musim kawin, saat banyak pernikahan dalam satu kurun waktu di satu tempat yang sama atau berdekatan
  634. patrèm pisau kecil yang digunakan oleh perempuan
  635. patrol daerah yang terletak di pinggir sungai tempat penyeberangan
  636. paul biru
  637. paul (orang yang) kurang adat (tidak sopan)
  638. pecaton sawah yang diberikan kepada kerabat dan keluarga pegawai sultan
  639. pecatsawed waktu yang menunjukkan pukul sembilan pagi saat petani melepaskan ikatan kerbau pembajak sawah untuk beristirahat
  640. pedotan saat mengambil napas dalam menyanyikan suatu lagu
  641. pekarang senjata
  642. pelepes kembang labu air
  643. pelepes bunga pohon kulur
  644. pelingna lubang belut di sawah
  645. pengis bunga pohon kawung
  646. pengit bunga pohon lenca
  647. perelek pengumpulan beras yang diambil dari ruas bambu yang diletakkan di depan rumah warga, digunakan untuk kepentingan sosial
  648. perwanten makanan yang diberikan kepada paraji sebagai upah
  649. perwata anak laki-laki yang dilahirkan pada bulan ketujuh kehamilan
  650. perwati anak perempuan yang dilahirkan pada bulan ketujuh kehamilan
  651. peteng bilah bambu berbentuk busur, digunakan untuk mengurai gulungan kapas menjadi serat-serat halus
  652. peuyeuh hilang suara karena sakit
  653. pibungkeman jampi yang membuat orang mendadak tidak bisa berbicara, dilakukan ketika terjadi persengketaan
  654. piceceban guna-guna supaya korbannya dibenci orang lain
  655. pilempehan jampi yang bisa membuat musuh menjadi lemah lunglai
  656. pilengketan jampi yang membuat orang menjadi panik atau orang yang membenci menjadi tidak berdaya
  657. pipir sisi kiri dan kanan luar rumah yang biasanya digunakan untuk menyimpan alat bertani atau kayu bakar
  658. piritan jeroan ikan
  659. piruang lubang yang besar untuk memerangkap binatang
  660. piruca contoh jelek
  661. piserengan bakul kecil tempat menyimpan perkakas tenun
  662. pista sikap pengantin (biasanya perempuan) yang menolak digauli suaminya karena sebab tertentu seperti kawin paksa
  663. pitapak jerat kecil untuk menangkap burung
  664. poleng garis-garis hiasan (misalnya pada kain, tikar)
  665. ponyo lahap, nikmat (tentang makan makanan yang lezat)
  666. posong anyaman bambu yang berbentuk tabung untuk menangkap ikan
  667. pulasara urus; pelihara
  668. pundung pergi atau berhenti melakukan sesuatu karena merajuk
  669. pungak-pinguk malu; tidak tahu apa yang harus diperbuat
  670. punten permisi; maaf
  671. pupundutan pajak berupa berbagai keperluan rumah tangga yang harus diberikan saat bupati akan mengadakan pesta
  672. purek terlalu pendek sehingga sulit diikat (tentang batang padi)
  673. puun pemimpin adat di Badui
  674. rahel mengetukkan jari untuk memainkan karinding
  675. rajah mantra permohonan izin kepada leluhur sebelum diadakan upacara atau pertunjukan kesenian tradisional
  676. rampes jawaban untuk salam sampurasun
  677. randa bengsrat janda yang masih perawan
  678. ranekeh batang-batang padi yang mulai bercabang
  679. ranggap kurung untuk menjemur ayam
  680. ranggon gubuk bertiang tinggi
  681. raras gerakan peralihan antara dua adegan dalam tari Sunda
  682. rarawat tali jangat penegang kulit pada kendang
  683. rasi beras dari singkong
  684. ratu sebutan untuk anak perempuan sultan Cirebon
  685. rawayan jembatan gantung dari bambu
  686. rawun membakar sampah pada sore hari untuk menolak bibit penyakit
  687. rayungan suka mencintai beberapa orang sekaligus
  688. rayungan suka berganti-ganti pekerjaan
  689. rebing daun telinga yang lebar, dipercaya sebagai tanda kecerdasan seseorang
  690. rehal alas atau tempat menyimpan kendang
  691. renggan perkataan dalam bahasa Kawi atau Jawa sebagai tambahan pemanis dalam pertunjukkan wayang golek, dipakai untuk mengiringi suatu adegan atau suasana
  692. rengge ayam berbulu abu-abu, kuning, dan merah
  693. renggenek sebutan untuk bulan ketujuh kehamilan
  694. renggong kuda yang didandani dan bisa menari, ditunggangi oleh anak yang berkhitan
  695. rengkuh sikap hormat dengan membungkukkan badan
  696. renyem gatal-gatal tubuhnya
  697. reog seni tradisional sebagai hiburan rakyat (masyarakat) dengan lagu-lagu segar yang diiringi calung, diselingi sindiran atau pujian dalam bentuk humor
  698. repok peruntungan dalam perkawinan
  699. reremo perjodohan yang sudah ditetapkan sejak masih kecil
  700. rimbagan cetakan untuk membuat bata
  701. rimbagan sering memecahkan barang yang sedang dipegangnya tanpa disengaja
  702. rincug rasa sakit atau pegal pada telapak kaki sehingga sulit berjalan
  703. ringsang bunga padi
  704. ririwit sering sekali sakit
  705. riung meriung
  706. robyong kain batik yang digunakan untuk menutup badan pengantin lelaki saat akad nikah
  707. rodek radang atau borok di kulit kepala
  708. roges tidak rapi atau patah-patah (tentang gigi)
  709. rorok merorok
  710. rorombeheun penyakit pecah-pecah pada kulit kaki
  711. rucah senang mengumbar nafsu syahwat atau perbuatan hina
  712. rucuk batang pohon berduri untuk menutup pematang sawah yang masih basah
  713. rumangsang waktu yang menunjukkan pukul 11.00 hingga 12.00
  714. rumiang bulan pertama kehamilan
  715. runghal menikah lebih dulu dari kakaknya
  716. rungkun rumpun (buluh dan sebagainya)
  717. sadrah pasrah
  718. saeh daluang
  719. saepi mantra supaya kebal terhadap api, angin, dan sebagainya
  720. sahurun seikat kayu bakar
  721. sakait ukuran padi sebanyak 50 kati (satu kati = 617, 5 gr)
  722. sakakab sejumlah ijuk dari satu pelepah nira
  723. sakakala prasasti yang dikeluarkan oleh seorang raja atau pejabat untuk memperingati atau mengenang jasa dan karya raja sebelumnya
  724. sakakala asal-usul sebuah tempat
  725. salampak perata dari kayu untuk meratakan tanah pada cetakan gerabah
  726. salaton tidak jelas (tentang penglihatan) karena kekurangan darah atau terkejut
  727. salatri sakit atau pingsan karena terlalu lapar atau terlambat makan
  728. salempeng satuan lembar daun tembakau yang dilipat tiga
  729. salin menyiapkan perlengkapan upacara untuk menuai padi dilengkapi dengan sajen
  730. salin jirim ganti (tukar atau wujud
  731. salirang satuan ukuran panjang untuk kain kafan
  732. saliwang salah mendengar atau salah memahami sesuatu
  733. salumpit daun pada ruas bambu muda yang biasanya lepas setelah bambu membesar
  734. sambut menggarap sawah dengan kerbau
  735. sampurasun permisi
  736. sampyong ujungan
  737. sandi rasa kata seru
  738. sandi sora onomatope
  739. sanggar dangau kecil yang dibuat untuk tempat menyimpan sesajian pada saat mulai menuai padi
  740. santana golongan masyarakat menengah yang menduduki jabatan tetapi bukan keturunan bangsawan atau menak
  741. sapasir ukuran luas tanah setara dengan dua puluh delapan hektare
  742. sapat terpenggal sama sekali
  743. sapereket satu gagang jengkol yang berisi beberapa butir jengkol
  744. sapton pesta tani pada hari Sabtu pertama setelah panen berupa lomba ketangkasan
  745. sarageni prajurit yang bertugas menembakkan meriam
  746. saraju empat puluh, biasanya untuk menghitung ikan
  747. saramba empat bersaudara semuanya laki-laki
  748. sarangka sarung golok yang terbuat dari kayu atau tanduk binatang
  749. sarawedi perajin penggosokan permata
  750. sareksek penyakit berupa rasa kering atau tidak nyaman pada mata karena debu atau sakit mata
  751. sari kembang salak
  752. sarigunung berkenaan dengan keadaan fisik seseorang yang dari kejauhan terlihat cantik atau tampan tetapi setelah didekati kecantikan atau ketampanannya tampak biasa saja
  753. saung bangunan kecil seperti rumah di sawah atau di kebun
  754. saur sepuh nasihat dari orang tua (yang dituakan); petitih, makna harfiahnya 'kata orang tua'
  755. sawah lojok sawah yang terletak paling ujung
  756. sawed tali yang diikatkan pada sepasang leher kerbau pembajak sawah
  757. sawud ragam hias batik Cirebon berupa garis-garis kecil yang mengisi atau membentuk ragam hias yang lebih besar
  758. seblak masakan yang terbuat dari kerupuk mentah yang sudah direndam sampai kenyal, biasanya dicampur dengan bakso, ceker, dan sebagainya, dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, kencur, dan cabai
  759. sedek kembang buah salak
  760. seeng dandang penyangga asepan, terbuat dari tembaga
  761. segah bercerai sementara sebagai cara untuk menghindari penyakit atau kesialan
  762. selapan sembilan
  763. seleksek kembang buah limus
  764. seler anak tanaman berumpun, seperti pisang, kunyit, jahe
  765. selut cincin pada ujung atas gagang kujang untuk memperkuat pegangan kujang
  766. selut gerakan dalam tarian Sunda, dilakukan dengan memutar pergelangan hingga telapak tangan menghadap keluar, lalu diputar lagi sampai tangan dalam posisi menghadap ke depan
  767. semambu sabuk sutera yang diberi hiasan, bagian dari pakaian bangsawan
  768. senggot biola berkawat dua yang badannya lebih panjang daripada biola biasa
  769. sengker batas
  770. senting baju lelaki bangsawan yang berkancing banyak dan bagian depan lebih panjang daripada bagian belakang
  771. seritan ragam hias pada batik Cirebon yang berbentuk garis lurus dan rapat seperti sisir
  772. siduk gayung
  773. silalatu benda-benda ringan berasal dari benda yang terbakar dan beterbangan apabila tertiup angin
  774. singkong aci singkong yang beracun
  775. singsat menyingsatkan
  776. sintung padi yang dapat dipanen empat bulan dari waktu penanaman
  777. situ danau; telaga
  778. soder selendang penari pada kesenian ronggeng gunung
  779. somang jurang terjal dan dalam
  780. someah ramah
  781. sompral ucapan yang tidak pantas atau bernada menantang
  782. sonari bambu pemikul padi dalam kesenian rengkong
  783. sopal kuda yang berwarna hitam atau merah tetapi berkaki putih
  784. sosompang bangunan tambahan yang menempel pada bangunan induk
  785. sosonggeteun sakit leher karena terlalu lama menunduk atau terlalu sering menoleh
  786. sudang sakit perut karena radang usus
  787. suja kain yang ditambahkan pada bagian tertentu untuk memperkuat pakaian
  788. sulangkar pamor berbentuk garis atau bintik pada kujang yang biasanya mengandung racun
  789. suligar kembang kelapa
  790. sulikat teknik memegang belikat dan mendorong lawan ke bawah dalam benjang
  791. sumbi alat khitan tradisional berbentuk pipa berdiameter 10 mm dengan panjang 10—15 cm, terbuat dari kayu, bambu, atau tanduk
  792. sumihung tumbuhnya bakal akar dan batang padi
  793. sumilangeun nyeri haid
  794. sundung pikulan kayu untuk rumput atau kayu bakar berbentuk segitiga
  795. suraga tumpukan bantal untuk menyandar setelah melahirkan
  796. suuk kacang tanah
  797. tablo domba berbulu kuning kemerahan
  798. tajuk surau; langgar
  799. takol pukul
  800. talahab atap rumah dari bambu
  801. talapok kuku binatang yang berkuku satu atau dua, seperti sapi, kerbau, kuda
  802. taleot kesenian yang menggunakan instrumen tiup dari tanah
  803. talun lahan yang ditanami aneka tanaman keras
  804. talupuh sepotong bambu yang dipupuh hingga menjadi pipih dan melebar (dipakai sebagai alas kasur)
  805. tambalung borgol yang terbuat dari kayu
  806. tampian bagian sungai yang dangkal, biasanya dijadikan tempat mandi
  807. tangkeb anyaman bambu untuk menangkap binatang di tanah, seperti burung puyuh
  808. tarangbaga bagian badan antara perut dan kelamin
  809. tarengteng bambu atau kayu berlapis kain untuk memainkan celempung
  810. tarikolot perkampungan yang ditinggalkan penghuninya
  811. tarujun anak terlahir sungsang yang dipercaya akan bernasib buruk sehingga perlu diruwat
  812. tatalu lagu permulaan dalam permainan gamelan untuk menarik perhatian penonton
  813. tawar gatra menawari sesuatu dengan tujuan berbasa-basi saja
  814. tawur ragam hias batik Cirebon berupa titik-titik acak yang mengisi bidang yang lebih besar
  815. tawur daun kawung basah yang disusun dan ditusuk dengan lidi untuk perlengkapan upacara adat Ngalaksa
  816. tebas uang pengganti penyediaan sajen dalam ruwatan
  817. teger pancing pendek
  818. têkês penutup kepala penari topeng
  819. teklok lunglai (lemah, lelah) sekali (karena berjalan jauh, berenang)
  820. telik tajam tiliknya; awas
  821. temaha salah
  822. tepong palu untuk meratakan permukaan bilah atau kepala waditra yang bulat
  823. tergos penutup kepala dari wol atau kain rajut yang hanya memperlihatkan bagian mata, hidung, dan mulut
  824. teteh panggilan kepada kakak perempuan
  825. tetelar tanah datar di tengah persawahan yang tidak teraliri air, biasa digunakan sebagai tempat penggembalaan
  826. teya ritual menentukan lahan untuk rumah di kampung adat Kuta, Ciamis
  827. tihul sisa kayu yang sudah terbakar sebagian
  828. tikahwana suami-istri yang hidup bersama kembali setelah bercerai tanpa rujuk atau pernikahan kembali
  829. timbel bekal berupa nasi dan lauk-pauknya yang dibawa dalam perjalanan dan sebagainya
  830. timburu cemburu
  831. tingkar meningkar
  832. tirilik berjalan dengan langkah kecil dan cepat, serta kaki berjinjit
  833. titit anak entok
  834. toker menyepak dengan kaki ke arah belakang
  835. tokolan ragam hias batik Cirebon berbentuk kecambah yang menjalar dari bunga
  836. tolok keranjang untuk menampung padi saat panen
  837. tomo periuk tanah untuk menanak nasi atau menyimpan air
  838. tomplok pukulan dengan telapak tangan terbuka dalam pencak silat
  839. torog hadiah dari perempuan kepada laki-laki yang dicintainya kebalikan dari pahugi
  840. torog tambahan uang dalam barter
  841. totoang jalan panjang dan sepi penghubung antardesa
  842. trisik gerak berkeliling sambil berjingkat (tentang tari)
  843. tulage tunjangan yang diberikan kepada bupati zaman dulu
  844. tumorek waktu yang menunjukkan sekitar pukul 00.30 dini hari
  845. tunawiwaha orang yang sering melanggar larangan atau tabu
  846. tunggilis anak yang menjadi anak tunggal karena saudara kandungnya meninggal
  847. tunggir bagian tulang ekor ayam atau burung yang mengandung banyak lemak
  848. tungi orang yang omongannya menyebalkan, ketus, tdk mau bersosialisasi
  849. turuwisen penyakit mata berupa benjolan pada kelopak mata
  850. tutumbakan penangkal untuk bayi dari gangguan makhluk halus yang terbuat dari cabai merah, kunyit, bangle, bawang merah, dan ditusuk dengan tusuk satai
  851. tutut siput
  852. uceng bunga melinjo
  853. uga kalimat yang berisi semacam ramalan tentang masa depan
  854. ujug-ujug tiba-tiba
  855. ujungan kesenian yang menunjukkan pertarungan dua orang laki-laki yang saling memukul dengan menggunakan rotan
  856. ukel gerak tangan memutar dan melambai dalam tari
  857. ulated kembang bawang
  858. umbul kampung kecil yang berisi 1—3 rumah
  859. undar pembentang benang yang sudah diberi air rebusan beras supaya kuat
  860. untang-anting anak tunggal yang dipercaya membawa karakter tertentu sehingga harus diruwat
  861. utun kata sapaan kepada laki-laki yang disayangi
  862. uyut buyut
  863. walajar mencangkul sawah untuk yang pertama kali dalam satu musim tanam
  864. walatra sama rata atau sama banyak
  865. walik merpati liar yang berbulu kehijauan
  866. walilat sedekah pada malam Idulfitri, Iduladha, 12 Rabiulawal, dan 14 Syakban
  867. walini sawah yang terletak lebih tinggi dari permukiman
  868. walipuhun pemangku adat atau semacam pemimpin ritual yang khusus menangani upacara penanaman padi
  869. wangkis kulit usus besar sapi yang digunakan sebagai penutup atau sumber suara dog-dog
  870. waruga badan; tubuh; sosok tubuh
  871. wayang catur pertunjukkan wayang dalam bentuk tuturan semula untuk disiarkan di radio atau didengarkan melalui pemutar kaset audio
  872. wedel tidak mudah robek (tentang tenunan atau anyaman); kuat
  873. weleng jerat untuk menangkap harimau
  874. weling domba berbulu belang hitam dan putih
  875. weredon membersihkan kotoran pada jenazah dengan cara mengurut perutnya sehingga keluar melalui lubang pelepasan
  876. wide alat penangkap ikan dari bambu yang dianyam jarang, caranya diletakkan di air deras
  877. wido ayam berbulu hijau dan merah
  878. wisama gending yang memiliki dua kalimat pada tiap bait
  879. wondo perempuan yang seumur hidupnya tidak menikah atau tidak mempunyai pasangan
  880. wulanjar janda yang tidak memiliki anak