Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah seni

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Sen}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan kesenian: (Seni/Kesenian)

  1. abstraksionisme upaya untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan
  2. adegan dugong adegan perkelahian dalam ronggeng gunung, biasanya menjadi ajang menyelesaikan masalah yang ada di desa, dalam adegan ini harus ada pemenang
  3. adegan kecil adegan yang merupakan bagian dari adegan yang lebih besar
  4. adegan keributan adegan pertempuran, keributan, dan perkelahian antarkelompok anak muda
  5. adegan pastoral adegan pemandangan dan kegiatan sehari-hari di perdesaan
  6. adegan pengikat adegan yang menimbulkan keingintahuan, keterikatan penonton drama, dan sebagainya (karena ceritanya belum atau tidak diungkapkan secara jelas)
  7. adegan simpulan pertunjukan singkat, biasanya komedi, dihadirkan setelah pertunjukan lengkap tragedi
  8. adegan terbuka adegan yang diubah bentuknya dengan disaksikan langsung oleh penonton
  9. adegan wajib adegan yang diharapkan terjadi (dilakonkan) sehingga sesuai dengan keinginan penonton
  10. agen perantara bisnis yang berkaitan dengan teater, biasanya terbagi atas agen pemeran dan agen pemilihan peran
  11. agogo tarian yang diiringi dengan musik pop di kelab malam, diskotek, dan sebagainya
  12. agon penanda konflik mendasar dan esensial yang berasal dari masa Yunani kuno tentang tragedi klasik
  13. aksi dramatik aksi tokoh yang menimbulkan cerita dramatik
  14. aksi nada musik yang dimainkan di antara adegan-adegan dalam sebuah pertunjukan
  15. aksi tanjak pergerakan alur cerita menuju klimaks atau puncak konflik
  16. akting seni berperan di atas pentas, televisi, atau film
  17. akting penampilan pemeran melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan emosi ketika memerankan tokoh cerita di hadapan penonton
  18. akting dalam peran dalam
  19. akting komikal peran komikal
  20. akting lintas peran lintas
  21. akting meniru peran meniru
  22. akting natural peran natural
  23. aktivisme aliran ekspresionisme yang berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial
  24. aktor pemeran tokoh cerita dalam pementasan, drama, dan sebagainya di panggung, radio, televisi, atau film
  25. aktor anak-anak anak-anak yang menjadi pemeran tokoh dalam sebuah pertunjukan
  26. aktor legenda aktor yang berpengalaman dan telah mendapatkan banyak penghargaan di bidang seni peran
  27. aktor manajer aktor sekaligus pendiri dan pimpinan suatu kelompok teater
  28. aktor pendukung aktor yang perannya tidak sebesar dan sepenting aktor utama, mendukung permainan aktor utama
  29. aktor pengganti aktor yang mempelajari peran aktor lain agar dapat menggantikannya saat dibutuhkan
  30. analisis drama analisis makna drama melalui tema, plot, penokohan, dan latar
  31. anatomi teater kehadiran dan keterkaitan antarelemen pertunjukan teater
  32. angganasekar penyanyi tunggal; penyanyi solo
  33. animasi abstrak prinsip estetika yang memandang animasi sebagai karya yang berisi garis, bentuk dan warna abstrak yang dimanipulasi oleh animator
  34. antawacana suara dalang dalam pewayangan (wayang kulit) yang disesuaikan dengan tokoh sebenarnya, misalnya suara Arjuna lemah lembut, suara Burisrawa keras dan gagah
  35. antihero antipahlawan
  36. antihero tidak ada unsur kepahlawanan dalam cerita
  37. antihero cerita yang tidak memiliki tokoh protagonis
  38. antiklimaks alur cerita menurun dari yang seharusnya menjadi klimaks
  39. apron bagian panggung yang berada di depan prosenium
  40. arahan panggung instruksi yang diberikan oleh naskah atau sutradara
  41. arak-arakan kereta arak-arakan kereta yang mengisahkan kehidupan orang-orang suci secara berkesinambungan, setiap kereta berisikan satu episode kehidupan
  42. area akting area pertunjukan, dibagi menjadi enam atau sembilan bagian
  43. area atas panggung area gerakan aktor sesuai instruksi sutradara dan naskah
  44. area atas panggung area pertunjukan yang terletak di bagian atas panggung
  45. area berjalan aktor area pertunjukan yang diperpanjang ke samping dan ke depan sebagai tempat aktor berjalan
  46. area lampu akting penataan lampu yang disesuaikan dengan posisi diam, gerak, dan langkah para aktor ketika berperan
  47. area panggung bagian panggung yang menjadi area pertunjukan
  48. area pasif area tengah pertunjukan yang merupakan area pusat perhatian penonton sehingga aktor tidak perlu melakukan banyak gerakan
  49. area pencahayaan area pengarahan cahaya ke pertunjukan aktor di atas panggung
  50. arena area pertunjukan terbuka di tengah auditorium, teater melingkar
  51. artis magang artis yang magang di suatu bidang tertentu
  52. asmarandana bentuk komposisi tembang macapat, biasanya digunakan untuk mengungkapkan rasa sedih dan prihatin atau rasa cinta, baitnya terdiri atas tujuh baris
  53. awak properti orang yang bertugas mencari dan melengkapi properti panggung
  54. batu lantai pintu angkat tempat seniman masuk atau keluar panggung dari bawah
  55. bengkel tempat berlatih sandiwara dan sebagainya
  56. bengkel tempat melakukan suatu kegiatan dengan arah dan tujuan yang pasti
  57. berakting bermain peran
  58. bokset dekorasi rumah di atas pentas, berbentuk tiga sisi tanpa dinding depan sehingga isi rumah akan terlihat oleh penonton
  59. cahaya hilang cahaya yang meredup atau hilang dari area pertunjukan
  60. cahaya lampu akting cahaya lampu yang digunakan untuk menerangi area permainan aktor sesuai dengan posisinya
  61. cahaya masuk cahaya yang menyorot permainan aktor
  62. cahaya masuk cahaya yang menerangi area pertunjukan
  63. cahaya serta cahaya lampu yang terus mengikuti atau menyertai pemain dalam suatu pertunjukan
  64. cahaya tebar cahaya yang digunakan untuk menerangi area lain di luar area permainan seorang tokoh
  65. cakalele tarian perang dengan gerakan meloncat-loncat sambil memegang parang, pedang atau lembing, dan perisai yang sesekali diiringi teriakan (di Maluku dan Halmahera)
  66. campursari seni musik dengan perpaduan antara tangga nada diatonik dan pentatonik
  67. cangget pineng tarian adat pada waktu upacara peminangan gadis di Lampung
  68. caruk cara membunyikan saron, bonang, demung yang bersahut-sahutan
  69. citraan cermin gambaran tokoh yang muncul berdasarkan pantulan cermin
  70. dabol bentuk kesenian (musik) yang dimainkan oleh beberapa orang dengan menggunakan genderang
  71. dadaisme aliran seni lukis dan sastra (muncul sekitar tahun 1913 di Swiss) yang menolak segala aliran seni yang telah ada serta menanggalkan nilai tradisional dan memperjuangkan dikembalikannya seni kepada bentuknya yang paling primitif
  72. daftar pelaku daftar yang menunjukkan nama dan jabatan serta hubungan kekerabatan para pelaku dalam naskah drama
  73. dalang jemblung kesenian tradisi lisan rakyat Banyumas yang menampilkan cerita Ramayana, Mahabarata, terdiri atas empat atau lima pemain pria dan satu wanita yang berperan ganda sebagai pemusik mulut, penyanyi, pelaku, dan pencerita
  74. dandanggula bentuk puisi Jawa dan Sunda termasuk jenis tembang, yang melukiskan rasa sukacita atau kemenangan
  75. deklamator seorang aktor yang tampil dengan gaya deklamasi
  76. dekor perlengkapan panggung teater yang diatur sedemikian rupa sehingga menggambarkan tempat kejadian
  77. dekor latar belakang suara (dalam siaran sandiwara radio)
  78. deretan dialog beberapa dialog yang diucapkan seorang aktor dan dijawab oleh aktor lain
  79. deretan set bawah bentuk gambar latar yang panjang, rendah dan rata, sering dilukis untuk menampilkan sebuah horizon
  80. desain gerakan imaji yang diciptakan aktor dalam ruang dan pemahaman penonton atas imaji tersebut
  81. desain kostum rancangan kostum aktor dalam pertunjukan, dipengaruhi karakter tokoh dan latar cerita
  82. desainer pendesain atau perancang kostum, gambar latar, lampu, dan aspek teknikal lainnya dalam sebuah produksi pertunjukan
  83. desainer kostum perancang kostum aktor dalam pertunjukan
  84. dialog bantuan dialog hasil improvisasi
  85. dimer alat untuk menata lampu dan suara di area pertunjukan
  86. distribusi pembagian atau persebaran pencahayaan dalam wilayah artistik pertunjukan
  87. ditiram himne untuk menghormati Dewa Dionisus, dinyanyikan sepanjang festival atau pesta pada masa Yunani kuno
  88. drama air pertunjukan teatrikal yang dikembangkan dari pertunjukan sirkus, dimainkan di dalam air
  89. drama akademik drama yang naskahnya ditulis oleh siswa sekolah berdasarkan prinsip-prinsip akademik
  90. drama anjing bentuk drama populer di Inggris abad ke-19 yang menampilkan anjing sebagai bagian dari peran
  91. drama atenian teater Yunani abad ke-4 dan ke-5 SM, sering diacu sebagai periode klasik
  92. drama banyolan drama yang penuh dengan adegan dan dialog lucu
  93. drama baru drama di Inggris periode 1890 hingga 1914 yang memengaruhi banyak penulis
  94. drama berbingkai drama dalam drama
  95. drama bersajak bentuk penulisan drama berjenis puisi; drama prosa berunsur sajak
  96. drama daerah drama yang berdasar pada cerita-cerita yang ada di suatu daerah
  97. drama dalam drama drama yang terdiri atas beberapa drama dalam sebuah drama utama; drama berbingkai
  98. drama dapur-cuci drama rumah tangga
  99. drama dokumenter bentuk drama berisi fakta yang produksinya terkait dengan catatan sejarah
  100. drama eksistensialisme drama yang menggunakan gagasan eksistensialisme
  101. drama epik bentuk drama politik yang berdasar pada intelektual daripada emosi
  102. drama gembala desa drama satir yang mengisahkan cinta konvensional dengan latar dusun, para gembala sebagai tokoh, dan pengungkapan ekspresi keluguan dan kehalusan emosi masyarakatnya
  103. drama helenistik teater Yunani pada abad ke-3 dan ke-4 SM yang dimainkan di luar kota Athena, mendapat pengaruh kuat dari atmosfer gaya Athena
  104. drama heroik drama yang ditulis dalam bentuk puisi, berisi tema-tema kebangsawanan, seperti konflik antara cinta dan harga diri
  105. drama keagamaan bentuk awal drama religius Abad Pertengahan berupa drama yang ditampilkan di gereja sebagai bagian upacara agama
  106. drama kebangkitan drama tentang kebangkitan Yesus dari kematian
  107. drama kontemporer drama tentang persoalan masyarakat masa kini
  108. drama legitemet drama yang menampilkan hukum-hukum teater, tidak menggunakan musik atau penyisipan lainnya
  109. drama modern drama tentang kehidupan manusia di era modern
  110. drama neoklasik gaya drama yang berkembang di Daratan Eropa pada abad ke-17 dan ke-18, mencerminkan minat kontemporer terhadap dunia klasik
  111. drama non-puitis penulisan drama dengan gaya prosa
  112. drama objektif drama yang berusaha menemukan perbedaan dan persamaan gerak-gerak tari dari penari dan aktor Asia atau negara-negara Timur lainnya
  113. drama parabel drama perumpamaan atau ibarat
  114. drama pelayaran bentuk melodrama terkenal di awal abad ke-19 dengan tokoh utamanya adalah pahlawan air
  115. drama pengorbanan drama yang dikenal bernuansa religius paling tinggi karena di dalamnya manusia memasuki kontak dengan sang pencipta
  116. drama proletar drama tentang orang-orang kebanyakan, orang-orang miskin, dan segolongan orang yang berada dalam penindasan
  117. drama religius drama bertema keagamaan
  118. drama ria drama ringan yang sifatnya menghibur walaupun selorohan di dalamnya dapat bersifat menyindir dan berakhir dengan kebahagiaan; komedi
  119. drama Romawi pertunjukan teatrikal Romawi kuno yang pertama berkembang di abad ke-3 SM
  120. drama ruang keseharian pertunjukan yang sering menggunakan set domestik, biasanya menganalisis nilai-nilai kelas menengah
  121. drama sekolah drama yang ditulis untuk ditampilkan oleh siswa sekolah
  122. drama serius pertunjukan teater serius yang tidak menggunakan unsur humor dan banyolan dengan alur sebab akibat linier
  123. drama tari drama yang dilakonkan dengan tari-tarian
  124. drama tari timur pertunjukan teater Timur yang menggunakan tarian dan nyanyian
  125. dramawan pemain drama
  126. dramawan penulis cerita drama
  127. druma bentuk komposisi tembang jenis macapat (terdapat di Jawa, Sunda, Bali), biasanya untuk melukiskan cerita-cerita keras (perkelahian, perang)
  128. durma bentuk komposisi tembang jenis macapat (terdapat di Jawa, Sunda, Bali), biasanya untuk melukiskan cerita-cerita keras (perkelahian, perang)
  129. efek bunyi efek untuk mempertajam kualitas suasana dan irama dalam pertunjukan
  130. efek membentuk salah satu fungsi penggunaan efek bunyi untuk membentuk konteks pertunjukan
  131. efek pengasingan efek untuk mengembangkan imajinasi penonton melalui peran aktor dan tontonan
  132. efek terbang efek pertunjukan dengan menurunkan gambar latar atau mengangkat aktor dengan tali untuk menciptakan ilusi terbang
  133. eklikema alat mesin panggung yang digunakan pada teater Yunani Kuno, terdiri atas beberapa perlengkapan panggung beroda untuk membawa aktor ke atas panggung
  134. ekspresionisme aliran seni yang melukiskan perasaan dan pengindraan batin yang timbul dari pengalaman di luar yang diterima tidak saja oleh pancaindra, melainkan juga oleh jiwa seseorang
  135. fokus pandang pandangan para aktor yang berpusat pada satu titik pandang kepada satu aktor, peristiwa, atau penonton tertentu
  136. foyer area antara auditorium dan pintu masuk di gedung teater, sering dipakai untuk berjualan makanan dan minuman
  137. galeri layang dinding besar dan berat di langit-langit yang posisinya paralel dengan panggung sebagai tempat menggantung gambar latar dan peralatan panggung
  138. galur saluran sempit dari kayu untuk meluncurkan dan mengeluarkan properti pertunjukan ke dan dari atas panggung
  139. gaya cara seniman menggunakan teknik, kualitas, dan materi sesuai konvensi serta mengungkapkan keberadaan seseorang, bangsa, atau masa tertentu
  140. gaya kesejarahan gaya pertunjukan teater berdasarkan bentuk dan pesan-pesan yang telah ada sebelumnya
  141. gaya pencahayaan gaya penggunaan lampu dalam sebuah pertunjukan
  142. gaya periode teatrikal gaya periode tertentu yang digunakan dalam seni pertunjukan teater, berkaitan dengan kreativitas sutradara
  143. gaya presentasional gaya pertunjukan teater yang menghadirkan kenyataan keseharian
  144. gaya representasi gaya pertunjukan teater yang merupakan interpretasi dari realita, dihadirkan dengan pembungkusan ideologi tertentu
  145. gaya teatris gaya penempatan berbagai elemen pertunjukan sesuai keinginan sutradara
  146. gel filter berwarna yang ketika ditempatkan di depan lampu akan memberi warna pada cahaya
  147. gerak berpindah gerak perpindahan aktor dari satu area pertunjukan ke area lainnya
  148. gerak termotivasi gerak yang sangat jelas alasan dan sebabnya dan harus dimilki seorang aktor
  149. gerakan spontan gerakan yang sering dilakukan aktor di area pertunjukan, terutama ketika berperan dalam pertunjukan improvisasi dan teater komedi
  150. gerakan tertutup gerakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh dan otot-otot yang spesifik, membuat aktor bebas dari semua akses untuk bekerja secara ekonomis
  151. gestikulasi gerak isyarat tangan
  152. gestur gerak anggota tubuh aktor
  153. gigaku drama tari profesional dari Korea yang didatangkan ke Jepang pada tahun 612 M
  154. gimik gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran
  155. ginyol tempat menggantung gambar latar, lampu, dan peralatan lainnya di area pertunjukan
  156. glori tablo berupa seorang aktor yang berperan sebagai seorang dewa yang turun ke area pertunjukan dalam kilatan cahaya
  157. gobo material perlengkapan lampu yang digunakan untuk mengubah bentuk atau pola pancaran cahaya
  158. gudang panggung area di bawah panggung untuk menyimpan perlengkapan panggung
  159. habanera tarian Kuba
  160. habanera musik yang mengiringi tarian Kuba
  161. heldentenor tenor dengan suara kuat dan tinggi
  162. hero sosok pahlawan dalam drama
  163. hero romantik tokoh pahlawan dalam pertunjukan teater yang bersifat romantik
  164. hiburan bervariasi pertunjukan hiburan yang terdiri atas beragam bentuk dan jenis, seperti tarian, nyanyian, badut, dan atraksi sirkus
  165. hipodrom gedung teater yang dibangun di Inggris tahun 1901
  166. hubungan aktor-penonton hubungan antara aktor dan penonton yang disebabkan oleh permainan aktor atau tanggapan penonton
  167. hubungan antarpenonton hubungan yang terjalin antara penonton satu dan penonton yang lain selama pertunjukan berlangsung
  168. hubungan meruang hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan variabel kepribadian, emosi situasional, dan lingkungan
  169. hula-hula tarian penduduk asli di Kepulauan Hawaii
  170. impersonasi akting aktor yang menirukan gerak-gerik seseorang di kehidupan keseharian
  171. impresario penampil dalam pertunjukan teatrikal yang memiliki kekuatan tampilan musik serta menjadi pendukung kuat dalam pendanaan produksi dan kepemilikan
  172. improvisasi penciptaan atau pertunjukan sesuatu (pembawaan puisi, musik, dan sebagainya) tanpa persiapan lebih dahulu
  173. intensitas cahaya tingkat pencahayaan untuk setiap momen dalam pertunjukan yang dipilih sutradara dan para penata, yang merupakan salah satu properti artistik
  174. intensitas gerakan tingkat kekuatan gerakan yang digunakan untuk menekankan suatu momen teatrikal
  175. interlud drama pendek sederhana atau hiburan dramatik
  176. interlud moral drama pendek yang berkembang sepanjang abad ke-16 dari drama moralis
  177. intermeso adegan dramatik pendek, biasanya adegan komikal, ditampilkan di sela-sela hiburan sepanjang makan malam dalam suatu pesta
  178. intonasi ketepatan pengucapan dan irama kalimat dalam dialog (dari seorang aktor)
  179. intrik perilaku tokoh-tokoh yang bersekongkol untuk menjatuhkan tokoh lain
  180. irama pola pertunjukan yang diperlihatkan melalui dialog dan gerakan
  181. irama batin irama yang mendorong munculnya gerakan, hanya dapat direfleksikan oleh tubuh yang peka dan responsif
  182. irama gerakan kecepatan gerakan untuk mengontrol tingkat keterlibatan penonton
  183. irama puitis irama cerita yang dibangun melalui suasana drama puitis
  184. isyarat tanda akhir dialog, biasanya berupa sebuah kata tertentu
  185. jalan masuk panggung jalan masuk keluar auditorium dan gedung teater
  186. jarak estetik jarak antara penonton drama dan pentas atau panggung sehingga penonton akan mendapatkan kesan yang estetis dari pertunjukan itu
  187. jarak estetik panggung jarak menonton pertunjukan yang nyaman
  188. jebakan pintu yang membelah lantai panggung atau gambar latar yang memberi jalan aktor-aktor untuk masuk tanpa diduga penonton
  189. jembatan panggung jembatan sempit di atas panggung untuk menempatkan gambar latar dan lampu panggung
  190. joget tari (sebarang tarian)
  191. joget tarian dan lagu Melayu yang agak rancak iramanya
  192. joget andak; ronggeng
  193. jota tarian rakyat Spanyol dalam birama tiga dengan tempo cepat, biasanya diiringi permainan gitar dan kastanyet
  194. juru tala orang yang pekerjaannya menala piano
  195. kabuki teater rakyat yang diperankan oleh para pemain laki-laki sebagai perpaduan antara unsur sandiwara, tari, dan musik, biasanya mengetengahkan kisah nyata atau cerita sejarah
  196. kaidah drama prinsip-prinsip pengaturan penciptaan naskah drama
  197. kain ekor kain panjang yang sering digunakan sebagai bagian dari set pembatas, biasanya untuk menutupi sayap panggung
  198. kain juntai kain panjang atau material lain yang menjuntai di bagian atas panggung untuk kepentingan latar
  199. kain panggung kain kanvas atau kain berlukis yang digunakan untuk menutupi lantai panggung
  200. kalimat kunci kalimat penting dalam dialog yang dapat mengungkap maksud dialog tersebut
  201. kanan pentas sisi kanan pemain jika menghadap penonton
  202. karakter amoral tokoh cerita yang bersifat atau berkarakter tidak baik
  203. karakterisasi watak atau karakter yang dimiliki oleh tokoh cerita
  204. kata kunci kata penting dalam dialog yang dapat mengungkap maksud dialog tersebut
  205. katarsis tahapan alur cerita yang mencapai puncak ketegangan konflik
  206. keaktoran bersifat seperti aktor
  207. kecepatan tingkat intensitas gerakan di panggung
  208. kehadiran fisik keberadaan analisis untuk tujuan estetika maupun praktik dan penggunaan kehadiran aktor secara fisik
  209. kelemahan tokoh kelemahan sifat tokoh dalam cerita yang membuatnya bernasib tragis
  210. kelompok keliling kelompok teater yang menampilkan pertunjukan keliling di tempat-tempat yang berbeda
  211. kembangan rangkaian gerak indah pada permainan pencak yang merupakan ekspresi kelenturan dan keterampilan yang berguna untuk efektivitas serangan, tangkisan, elakan, tangkapan, dan sebagainya, disertai kemampuan gerak tipu dan inteligensi penggunaan situasi
  212. kesah dialog, ucapan panjang, atau gumam seorang tokoh yang mengeluhkan nasibnya atau menyampaikan pikirannya langsung kepada penonton; senandika
  213. kesatuan konvensi melalui observasi yang mengharuskan adanya konsistensi tempat, waktu, dan ruang dalam sebuah pertunjukan
  214. kesatuan aksi keutuhan atau kelengkapan aksi dalam ruang, tempat, dan waktu mulai dari awal, melalui berbagai komplikasi, hingga akhir
  215. kesatuan tempat keutuhan atau kelengkapan suatu latar tempat yang membingkai berbagai peristiwa, misalnya di rumah, di pasar, atau di jalan
  216. kesatuan waktu keutuhan atau kelengkapan latar waktu yang membingkai berbagai peristiwa, misalnya pagi, siang, atau malam
  217. keseimbangan tubuh ilusi keseimbangan berat badan yang dapat diciptakan aktor
  218. keterkaitan antaranggota tubuh analisis tubuh secara individual dan kaitannya dengan setiap bagian secara keseluruhan
  219. kewaspadaan diri kewaspadaan aktor untuk melalui rasa fisik dan mata ketiga terhadap gambar yang diciptakannya dalam ruang teater
  220. kiprah gerakan cepat dan dinamis tarian Jawa dalam pertunjukan wayang orang dan sebagainya (biasanya ditarikan seorang laki-laki)
  221. kiprah derap kegiatan
  222. kisi-kisi gantungan dari besi atau kayu di langit-langit panggung untuk menggantung perlengkapan lampu dan gambar latar
  223. koleksi kostum kumpulan kostum yang akan atau sudah dipakai para pemain
  224. kolong ruang di bawah panggung tempat aktor menunggu sebelum muncul di panggung; lubang sembunyi
  225. komedi air mata pionir komedi sentimental yang terkenal di Prancis abad ke-18, biasanya membawa pesan moral yang kuat
  226. komedi baru gaya komedi Yunani kuno bertema satire ringan tentang kehidupan domestik masyarakat Yunani yang berkembang dari awal hingga pertengahan abad ke-3 SM
  227. komedi heroik komedi yang penuh dengan semangat kepahlawanan
  228. komedi humor bentuk komedi yang berpusat pada kepribadian tokoh, dilakukan dengan cara dan adegan yang terkait tokoh
  229. komedi intrik bentuk komedi dengan aksi berputar-putar di sekitar situasi yang rumit dan kelucuan tingkat tinggi
  230. komedi kalang kabut komedi bersengkarut tentang hubungan rumit antartokohnya atau antara kelompok tokoh antagonis dan protagonis
  231. komedi lama komedi bertema satire terhadap tokoh publik dan masalah umum yang disajikan dengan lagu, tarian, ejekan personal, tingkah konyol, kritik politis terbuka, serta komen tentang topik filosofis dan kesastraan
  232. komedi musikal bentuk komedi menggunakan tarian dan nyanyian untuk menghadirkan suasana lucu dengan iringan musik beragam
  233. komedi pendidikan komedi untuk mendidik penonton
  234. komedi realis komedi berbentuk realis
  235. komedi rendah komedi menggunakan banyolan, tokoh badut, dan aksi penyamaran tokoh
  236. komedi sentimental komedi tentang perasaan atau penderitaan yang dalam
  237. komedi sopan santun komedi yang disampaikan dengan sikap dan tingkah laku baik secara berlebihan
  238. komedi statis komedi yang cara penyampaiannya berdiri dan langsung berbicara kepada penonton
  239. komedi tengah gaya komedi Yunani kuno bertema sosial, berkembang sepanjang abad ke-4 SM, merupakan transisi antara komedi lama dan komedi baru
  240. komedi tinggi komedi tentang perkembangan tokoh yang mencoba menjadi dewasa
  241. komedia drama atau komedi Spanyol yang berkembang pada abad ke-18
  242. komposisi integrasi warna, garis, dan bidang untuk mencapai kesatuan yang harmonis
  243. komposisi visual komposisi penggunaan cahaya untuk menekankan detail ruang panggung, dilakukan melalui penekanan, bayangan, dan warna kontras
  244. konklusi dramatik akhir dramatik cerita
  245. konsep seolah-olah konsep permainan aktor yang berperan seolah-olah menjadi seorang tokoh dengan karakter tertentu
  246. konstruksi gambar latar rancang bangun bentukan latar di atas panggung
  247. kontak estetis interaksi langsung antara penonton dan pertunjukan
  248. kontak estetis panggung keterkaitan antara panggung dan auditorium
  249. kontak pandang interaksi pandangan mata yang ditujukan kepada lawan main
  250. konteks situasi pertunjukan bertema kontekstual
  251. konvensi bunyi kesepakatan kegunaan efek bunyi dan musik yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu efek membentuk, menegaskan, transisi, dan tanda-tanda khusus
  252. konvensi estetis dramatik kesepakatan tentang bentuk estetika dramatik antara panggung dan penonton
  253. konvensi teatrikal kesepakatan prinsip, aturan, praktik, dan prosedur sebuah pementasan teater dengan mempertimbangkan harapan seniman dan penonton
  254. koordinasi kemampuan respons anggota tubuh terkait keseluruhan rancangan fisik
  255. kor sekelompok aktor pendukung pemeran utama dalam sebuah produksi
  256. koturnus sepatu tinggi dan tebal yang dipakai aktor drama tragedi dalam pertunjukan Yunani klasik dan teater Romawi, dikenal dengan nama buskin
  257. kru panggung pekerja teater yang bertanggung jawab di belakang panggung
  258. kuas datar kuas yang terbuat dari bulu alami atau sintetis yang terpasang pada gagang dan digunakan terutama untuk melukis dengan cat minyak
  259. kuas kipas kuas yang sangat pipih dan tipis, digunakan untuk mendapatkan gradasi warna dengan mencampur sejumlah warna yang telah dioleskan ke kanvas
  260. kuas semprot alat untuk menyemprotkan cat atau tinta dengan tekanan udara
  261. kunci nada nada dasar
  262. kurator koleksi orang yang bertugas mengontrol kelancaran tugas pendataan atau inventarisasi koleksi museum
  263. lagu mini lagu yang liriknya tidak lebih dari 140 karakter huruf
  264. lakon pembuka lakon yang terdiri atas satu babak yang disajikan pada awal pertunjukan sebelum pementasan yang sesungguhnya dimulai
  265. laku karakter tindakan tokoh yang mencerminkan watak tokoh
  266. laku pokok tindakan utama dari tokoh utama yang menyebabkan perkembangan alur cerita
  267. lampion pertunjukan lampion yang menghasilkan cahaya sempit atau fokus
  268. lampu atas tata lampu yang berada di bagian atas panggung
  269. lampu berjalan lampu sorot yang dapat diarahkan pada seorang aktor atau objek bergerak lainnya di atas panggung
  270. lampu depan bawah unit satu garis lampu yang menerangi area panggung, ditempatkan di area depan bawah dan area belakang bagian bawah
  271. lampu fokus unit lampu, disebut juga spot lensa, yang pancaran cahayanya diatur oleh sebuah lensa
  272. lampu fresnel lampu sorot yang mampu menghasilkan terang dengan cahaya lembut di sudut-sudutnya
  273. lampu kaki lampu yang dipasang sejajar dengan kaki para pemain di atas pentas
  274. lampu karbon lampu pertunjukan drama yang digunakan agar mendapat cahaya biru keputih-putihan
  275. lampu padam kondisi di panggung yang berfungsi untuk mengganti adegan, istirahat, atau menghasilkan efek panggung
  276. lampu panggung lampu yang ditata untuk menerangi auditorium
  277. lampu reverberator unit pencahayaan yang digunakan untuk menerangi apron panggung di pertunjukan teater pada masa restorasi
  278. lampu spot lampu yang digunakan untuk mempertajam daerah permainan dan tokoh tertentu agar lebih fokus
  279. langendrian drama tari istana Jawa, biasanya mengisahkan cerita Damarwulan
  280. langenswara paduan suara lagu-lagu (Jawa dan sebagainya)
  281. langkah kaki seri menjatuhkan dan memindahkan berat, melangkah bergerak pindah dari satu tempat ke tempat yang lain
  282. lantai bawah area di bawah panggung, bagian dari ruang penyimpanan minuman, digunakan untuk trap-trap manipulasi
  283. latar dekor pemandangan yang dipakai dalam pementasan drama, seperti pengaturan tempat kejadian, perlengkapan, dan pencahayaan
  284. latihan pelatihan aktor dalam rangka memproduksi pertunjukan, pertemuan sutradara, pemeran, dan pendukung lainnya pada setiap aspek pertunjukan
  285. latihan cermin jenis latihan akting untuk menemukan ekspresi wajah yang tepat dan sesuai di hadapan cermin
  286. latihan elokan latihan yang diadakan untuk menyempurnakan semua perincian laku dan dialog
  287. latihan lengkap latihan tampil menggunakan kostum dan riasan lengkap seperti pertunjukan, biasanya merupakan latihan terakhir sebelum pertunjukan
  288. latihan lengkap teknis latihan satu hari menjelang pertunjukan sebagai pengontrolan terakhir kelengkapan unsur-unsur pertunjukan
  289. latihan meja pasir latihan praktis dengan meja pasir dan maket untuk satuan dan perseorangan
  290. latihan pemanggungan latihan yang dilakukan di atas pentas dan menyertakan segala unsur yang terlibat dalam produksi selengkap mungkin
  291. latihan penghalusan latihan penghalusan adegan dan karakterisasi tokoh menjelang pelaksanaan pertunjukan
  292. latihan percaya kerja sama yang mensyaratkan rasa percaya terhadap kemampuan aktor yang lain
  293. latihan teknis latihan tiga hari menjelang pertunjukan sebagai kontrol terakhir kelengkapan unsur-unsur pertunjukan
  294. latihan vokal latihan melalui olah tubuh dan olah pernapasan untuk meningkatkan keterampilan aktor menyampaikan dialog di atas panggung
  295. lawakan bentuk drama yang memiliki karakteristik humor dan plot yang rumit
  296. layar belakang layar besar atau kanvas lukis yang tergantung di belakang panggung, berfungsi sebagai pembatas dengan bagian panggung lainnya
  297. layar buka layar atau tirai panggung, berfungsi sebagai pembuka dan penutup pertunjukan
  298. layar panggung layar yang berada di depan panggung, berfungsi sebagai pembatas antara pertunjukan dengan penonton
  299. layar penyelamat layar tahan api, berfungsi mengurangi risiko kebakaran di atas panggung yang bisa menyebar ke auditorium
  300. layar perak tirai tempat mempertunjukkan gambar hidup (di bioskop)
  301. layar peran layar yang terletak di depan panggung, dibuka ketika pertunjukan dimulai dan ditutup ketika pertunjukan usai
  302. layar sebeng tabir (yang dapat dipindah-pindahkan seperti dalam panggung sandiwara)
  303. lembaran set papan yang telah dibentuk untuk menampilkan kembali suatu objek tertentu di panggung
  304. lengkung prosenium bukaan pada prosenium yang memungkinkan penonton melihat pentas
  305. leraian tahapan alur yang berada di akhir cerita, tahapan ini merupakan peleraian konflik untuk menemukan solusi
  306. libreto syair lagu yang ditulis bersama dengan notasinya
  307. lobi area di gedung teater di antara auditorium dan pintu masuk
  308. lorong bintang lorong kayu melingkar, berbentuk bintang yang mekar terbuka, berfungsi sebagai tempat aktor yang muncul secara tiba-tiba di panggung
  309. luar panggung posisi aktor yang berada di luar panggung atau di sisi kiri kanan sayap panggung
  310. lubang sembunyi ruang di bawah panggung tempat aktor bersembunyi sebelum muncul di panggung; kolong
  311. manajer kostum orang yang bertanggung jawab atas kelengkapan, kebersihan, dan penyimpanan kostum
  312. manajer penata panggung orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan jalannya pertunjukan baik di atas maupun di belakang panggung
  313. manajer prop orang yang bertanggung jawab atas kelengkapan properti panggung
  314. manusia hijau tokoh mitologis yang sering muncul dengan pakaian hijau dan penyuka dedaunan dalam teater rakyat di Inggris kuno
  315. matine pertunjukan (film dan sebagainya) pada siang hari
  316. mazurka tarian rakyat Polandia, dilakukan secara berpasangan dengan menggerakkan tungkai dan mengetukkan kaki
  317. megatruh bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa atau kesedihan yang mendalam, mempunyai bait lagu yang terdiri atas lima baris, baris pertama mempunyai dua belas suku kata yang berakhir bunyi n (12 n), kemudian berturut-turut 8 i, 8 i, dan 8 o
  318. melodrama bentuk drama yang lebih menekankan pada plot yang sensasional daripada penokohan dan muatan intelektual
  319. melodrama domestik bentuk melodrama yang menampilkan peristiwa keseharian di rumah tangga
  320. melodrama rendah melodrama sensasional
  321. memori afektif memori yang digunakan seorang aktor untuk membantu mencipta kembali emosi murninya di atas panggung
  322. mengedab mengganti suara asli pemain film dengan suara orang lain, biasanya dalam bahasa lain, dengan memperhatikan dan menyesuaikan gerak bibir; menyulih suara
  323. mengedab mengisi suara orang lain (dalam film)
  324. meruang menciptakan hubungan atau interaksi seseorang dengan ruang atau orang lain dalam suatu lingkup sosial
  325. mesin asap mesin yang digunakan untuk membuat kabut ketika adegan di malam hari dan mengaburkan adegan yang mengerikan bagi penonton
  326. mesin hujan mesin yang digunakan untuk mendapatkan efek bunyi hujan, angin, dan hujan salju
  327. metode langkah-langkah kreatif aktor dengan motivasi-motivasi batin tokoh untuk menemukan sosok tokoh dan perannya dalam cerita dramatik
  328. mezosopran suara wanita yang wilayah nadanya berada di antara suara alto dan suara sopran, tidak seringan suara sopran dan tidak seberat suara alto
  329. mimik bentuk pertunjukan teatrikal tanpa kata-kata yang diucapkan, makna disampaikan hanya melalui gerakan dan gestur
  330. mistar kelim mistar panjang yang digunakan untuk membuat pola cek, menelusuri garis kelim dan lain-lain
  331. mitologi ilmu tentang keberadaan dewa-dewa dan pahlawan di masa lalu yang memiliki tafsir dan makna tentang kejadian asal usul manusia
  332. mitos cerita tentang dewa-dewa dan pahlawan pada masa lalu yang memiliki tafsir dan makna tentang kejadian asal usul manusia
  333. monodrama pertunjukan teatrikal pendek dengan hanya satu pemain yang berbicara
  334. monolog adegan sandiwara dengan pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri
  335. monolog monodrama
  336. monolog batin teknik seorang aktor yang berperan menjadi tokoh yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri
  337. monoton jenis adegan dengan dinamika yang selalu sama
  338. montase kumpulan gambar yang dipilih, diatur, dan dikaitkan dari beragam unsur untuk menghasilkan bentuk dengan gagasan baru
  339. motivasi hal yang biasa digunakan dalam pelatihan aktor yang menggunakan prinsip-prinsip keaktoran gaya Stanislavsky
  340. musik insidental musik khusus yang digunakan dalam pertunjukan teater
  341. musik penutup musik yang dimainkan dengan keadaan tirai ditutup, sering dimainkan di antara babak sebagai penutup babak
  342. musik selingan musik yang dimainkan di antara dua babak dalam pertunjukan
  343. naga gentala ukiran berbentuk naga pada roda kereta
  344. naga sekuik lukisan pada kain batik yang berupa naga berenang dipakai oleh perempuan sebagai jimat untuk menaklukkan hati suaminya
  345. nama panggung nama yang dipilih aktor agar lebih mudah diingat oleh penonton dan penggemar mereka
  346. narator pencerita atau tokoh dalam naskah yang bercerita kepada penonton tentang kejadian-kejadian dalam cerita dramatik
  347. naturalisme gerakan dalam dunia teater, biasanya merefleksikan selera baru terhadap versi autentik tentang hidup sebenarnya
  348. nirmana pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual, seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi suatu kesatuan yang harmonis
  349. notasi suatu metode pencatatan, sepanjang persiapan dan proses latihan, dalam rangka menyimpan alur perjalanan dari elemen penandaan yang berbeda-beda
  350. nozel bagian alat dari logam dengan bukaan tempat keluarnya udara dan cat yang dikombinasikan untuk menghasilkan semprotan warna
  351. observasi cara untuk membantu mengembangkan imajinasi aktor
  352. opera bentuk drama panggung yang seluruhnya atau sebagian dinyanyikan dengan iringan orkes atau musik instrumental
  353. opera balada drama musikal dengan dialog verbal, diselingi oleh lagu-lagu yang dimainkan dengan nada kontemporer
  354. opera komik pertunjukan teater yang sebagian besar adegan dan dialognya dilakukan dengan nyanyian, diiringi dengan orkes atau instrumental dan menampilkan adegan-adegan lucu
  355. orator tokoh cerita yang gemar berpidato dan berbicara dengan gaya meledak-ledak
  356. orkestra area yang terletak di depan panggung tempat duduk para pemusik
  357. ornamen aksesori penghias panggung yang menempel pada set panggung
  358. pahlawan perempuan tokoh perempuan yang menjadi pahlawan di dalam drama
  359. panel kontrol tata lampu alat untuk menghubungkan tata letak lampu di panggung
  360. panggilan berperan undangan yang disampaikan oleh tim produksi pertunjukan kepada para pemain yang akan berlatih peran
  361. panggilan ke panggung penampilan kembali semua pendukung pertunjukan sebagai bentuk penghormatan atas sambutan penonton di akhir pertunjukan
  362. panggung tempat pertunjukan berlangsung
  363. panggung apron jenis panggung yang menjorok ke penonton dan melewati garis panggung utama; panggung melingkar
  364. panggung apron bagian panggung teater yang menjadi area permainan aktor
  365. panggung bagian dalam ruangan kecil di belakang panggung, tertutup oleh kain layar, digunakan sebagai tempat berkumpul semua pemain
  366. panggung belakang tengah area permainan aktor yang terletak di panggung bagian belakang
  367. panggung bergerak panggung yang ada di atas kendaraan, menampilkan peristiwa atau pertunjukan teater; pertunjukan teater berjalan
  368. panggung berjalan pengembangan area teater, penonton yang biasa menonton berdiri diundang untuk menemani aktor dari satu area di auditorium ke area lain untuk mengikuti aksi pertunjukan
  369. panggung berputar panggung dengan alat pemutar untuk membuat suatu bagian dari area permainan berputar sehingga penonton bisa menonton semua adegan
  370. panggung drama tempat dipentaskannya pertunjukan teater
  371. panggung fleksibel panggung dengan sistem penyesuaian yang cepat untuk menyiapkan variasi area akting
  372. panggung formal panggung dengan penataan sederhana dan tidak berubah sepanjang pertunjukan
  373. panggung lambur panggung yang diberi tambahan ruang di bagian apron
  374. panggung melingkar panggung apron
  375. panggung prosenium panggung konvensional dengan pembatas antara panggung dan auditorium berupa dinding atau lubang prosenium, sisi atau tepi lubang prosenium berupa garis lengkung atau lurus
  376. panggung sesaat panggung teater temporer berisikan peralatan panggung yang kokoh dengan skeneri dan properti panggung yang belum sempurna atau belum utuh
  377. panggung sirkus bentuk panggung yang dirancang untuk pertunjukan sirkus
  378. panggung tengah area permainan yang berada di tengah-tengah panggung
  379. panggung terbuka bentuk panggung yang mengarah ke auditorium dengan kursi penonton berada di sekeliling panggung
  380. panggung wagon metode pemanggungan yang menggunakan satu atau lebih wagon berbentuk kapal untuk perjalanan bermacam-macam adegan
  381. panorama kanvas panjang yang menunjukkan beberapa gambar dengan jarak tertentu, digunakan sebagai latar panggung
  382. pantomim pertunjukan dengan musik, sulap, partisipasi penonton, topik aktual, tarian, dan adegan-adegan transformasi
  383. pantomimus penari yang tidak mengeluarkan suara dalam pertunjukan badut tradisi Romawi kuno, tampil dengan menggunakan topeng yang berbeda- beda
  384. papan panggilan papan pengumuman yang ditempel di area belakang panggung, digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pemeran dan kru panggung
  385. papan profil papan dan kanvas kayu yang ditempelkan di dinding untuk kepentingan skeneri
  386. parabasis bagian dari pertunjukan komedi Yunani Kuno dengan paduan suara yang maju ke depan mendekati penonton
  387. parade hiburan yang berbentuk drama pendek yang ditampilkan di luar gedung, dapat langsung disaksikan penonton yang sedang melintas
  388. paradiso bagian dari bentuk panggung mekanik yang mampu membuat aktor-aktor tampak seperti dewa dewi atau tokoh supernatural lainnya
  389. parateater konsep latihan untuk mengkaji unsur-unsur spiritual dalam diri manusia untuk menggapai tingkat kualitas aktor ketika berperan
  390. pasar malam festival rakyat
  391. pasukan baju hijau anggota kru panggung, biasanya memakai baju hijau, bertugas memasukkan dan mengeluarkan furnitur serta skeneri lainnya ke dan dari atas panggung
  392. pelaku orang (tidak harus seorang aktor) yang menampilkan tokoh dalam pertunjukan teater
  393. pelaku dramatik aktor yang memainkan tokoh cerita dramatis
  394. pelatihan aktor pelatihan yang dilakukan oleh sutradara atau instruktur kepada aktor
  395. pelatihan pernapasan pelatihan aktor untuk mengucapkan dialog secara benar, baik artikulasi, volume, maupun irama, serta untuk menjaga stamina tubuh
  396. pelawak nama tokoh cerita dalam pertunjukan komedi Italia
  397. pemain seseorang yang memainkan atau memerankan tokoh cerita
  398. pemain pengganti pemain yang menggantikan pemain sebenarnya ketika tampil
  399. pemanggungan keterlibatan aktor, penata artistik, penata musik, bunyi, dan lampu saat pertunjukan berlangsung, sedangkan sutradara mengamati jalannya pertunjukan
  400. pemanggungan simultan beberapa panggung dengan pertunjukan di atasnya yang berlangsung secara silih berganti
  401. pembatas belakang pembatas yang diletakkan di balik pintu atau jendela untuk menutupi area panggung belakang dari penglihatan penonton
  402. pemensil penggambar cerita komik dengan pensil, merupakan penerjemah cerita ke bentuk gambar
  403. pemeran sosok atau aktor yang memerankan tokoh dalam cerita dramatik
  404. pemeran utama aktor yang memerankan tokoh utama
  405. pemilihan pemeran pemilihan aktor untuk memerankan tokoh cerita
  406. pena penanda pena warna berujung serong dengan beragam ukuran
  407. penahan sayap penataan sayap panggung dalam pertunjukan teater
  408. penata adegan orang yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan penataan adegan dalam pertunjukan drama
  409. penata cahaya orang yang bertanggung jawab dalam mengatur tata cahaya atau lampu dalam pembuatan film, drama, dan sebagainya
  410. penata suara orang yang bertanggung jawab dalam mengatur pelaksanaan dan pengolahan suara seperti dialog, monolog dalam sebuah film, drama, dan sebagainya
  411. penataan adegan adegan-adegan yang dirangkai untuk membentuk alur cerita di atas panggung
  412. penataan lampu panggung penataan pencahayaan di atas panggung dengan lampu
  413. pencahayaan aksen penataan cahaya yang digunakan untuk mempertebal, mempertajam, dan memperjelas makna adegan
  414. pencahayaan atas belakang pencahayaan panggung untuk area permainan belakang
  415. pencahayaan panggung pencahayaan panggung oleh lampu yang direkayasa untuk kebutuhan pertunjukan
  416. pencampur bunyi instrumen yang digunakan untuk menata bunyi yang mampu meningkatkan kualitas suasana dan irama pertunjukan
  417. pendendang tokoh yang mengalunkan lagu-lagu dalam sebuah pertunjukan
  418. penegasan salah satu kategori penggunaan efek bunyi dan musik
  419. penempatan posisi gerakan dasar yang dilakukan aktor dalam suatu rancangan posisi yang menjadi acuan bagi gerakan berikutnya
  420. penepuk panel yang terdiri atas dua papan kecil yang ditepukkan untuk menandakan awal dari pengambilan gambar
  421. pengawas panggung orang yang bertanggung jawab atas kesiapan panggung untuk segera menghadirkan pertunjukan
  422. pengesetan tata letak set yang disesuaikan dengan konsep penyutradaraan
  423. pengesetan abstrak penataan set panggung dengan bentuk abstrak
  424. pengesetan arsitektural bentuk set di atas panggung dengan menggunakan prinsip-prinsip mematung dan kemegahan
  425. penggambaran penempatan aktor dan skeneri secara statis dalam pertunjukan agar aktor dapat terlihat dengan jelas oleh penonton
  426. penghubung anggota kru panggung yang bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua aktor sudah siap pada posisinya, sesaat sebelum giliran mereka naik panggung
  427. penguatan kebutuhan untuk menguatkan kelenturan dan peregangan otot
  428. penguatan bunyi penguatan yang digunakan untuk melipatgandakan kekuatan setiap bunyi dalam pertunjukan teater
  429. peninta penebal gambar komik yang dibuat oleh pemensil dengan tinta, merupakan pengontrol suasana, laju, dan keterbacaan cerita
  430. penjaga pintu masuk orang yang bertanggung jawab atas keamanan pintu panggung dari orang yang tidak berkepentingan dengan pertunjukan
  431. penonton teater penonton yang menjadi bagian pertunjukan teater yang kehadirannya menyebabkan pertunjukan teater terwujud
  432. pentas atas area permainan aktor di bagian sisi atas panggung
  433. pentas atas kanan area permainan aktor di bagian sisi kanan atas panggung
  434. pentas atas kiri area permainan aktor di bagian sisi kiri atas panggung
  435. pentas atas tengah area permainan aktor di bagian sisi atas tengah panggung
  436. pentas bawah kanan area depan bagian bawah kanan panggung
  437. pentas bawah kiri area depan bagian bawah kiri panggung
  438. pentas bawah tengah area depan bagian bawah tengah panggung
  439. pentas belakang tempat di balik tirai di belakang panggung, khususnya ruang (kamar) tempat berhias para pemain
  440. penyerupaan binatang aktor atau penampil lain yang berbusana sebagai seekor binatang
  441. penyingkapan proses, cara, perbuatan menyingkap
  442. penyingkapan rahasia bentuk cerita dramatik tentang terbukanya topeng penyamaran tokoh cerita
  443. penyutradaraan cara mengarahkan pertunjukan
  444. peran dalam peran yang muncul dari emosi pemeran, dihasilkan dari pelatihan yang lama dan intens
  445. peran komikal peran yang memperlihatkan gerak-gerik fisik yang lucu
  446. peran lintas peran melalui gerakan berpindah-pindah dan melintasi area-area pertunjukan di atas panggung
  447. peran meniru peran yang meniru tingkah laku orang-orang tertentu di masyarakat untuk memperkuat karakter tokoh cerita
  448. peran natural peran alamiah atau akting yang tampak wajar
  449. peran selintas peran ketika aktor muncul di atas panggung, tetapi tidak melakukan dialog atau berinteraksi dengan aktor lain
  450. peranan orang yang bertugas dan berkewajiban menjadi dan menampilkan seorang tokoh dalam sebuah cerita dramatik
  451. perancangan skeneri tata skeneri oleh perancang set dengan penyesuaian bentuk panggung
  452. perawat gedung teater pemilik seluruh bagian gedung teater yang mendapatkan persentase dari uang tiket untuk merawat dan membayar uang sewa gedung itu sendiri
  453. peregangan proses membentuk fleksibilitas dan kelenturan otot-otot tubuh aktor agar tercipta tubuh yang siap untuk memainkan peran dramatik
  454. performer penampil
  455. peristiwa teater bentuk pertunjukan teater yang dimainkan secara spontan dan terjadi saat itu juga
  456. perlengkapan properti panggung
  457. perlengkapan bawaan perlengkapan yang diperlukan untuk menyesuaikan anggota tubuh aktor seperti perannya
  458. pertunjukan berkali-kali seri-seri pertunjukan dari satu naskah yang berhasil mendapat banyak perhatian dari penonton
  459. pertunjukan interaktif pertunjukan yang melibatkan reaksi penonton langsung dalam jalan cerita dramatis, merupakan perkembangan dari bentuk pertunjukan arena atau melingkar
  460. pertunjukan keajaiban pertunjukan orang suci terkait dengan peristiwa-peristiwa sepanjang hidup Maria dan orang-orang suci lainnya
  461. pertunjukan keliling pertunjukan teater yang dilakukan secara berkeliling dari satu kota ke kota lain
  462. pertunjukan kerja-tangan pertunjukan yang menggunakan tali-tali untuk menggantung skeneri yang diseimbangkan secara manual
  463. pertunjukan metafisis pertunjukan drama yang cenderung membahas masalah hubungan manusia dengan Tuhannya secara pemikiran dan batiniah
  464. pertunjukan musik bentuk teater yang menggabungkan nyanyian dan tarian dengan dialog dan aksi
  465. pertunjukan orang suci pertunjukan tentang dramatisasi episode kehidupan orang-orang suci
  466. pertunjukan penenang pertunjukan yang muncul sebagai bagian dari upacara penghilang wabah penyakit dalam masyarakat tradisional
  467. pertunjukan pesanan pertunjukan atau bentuk hiburan yang ditampilkan berdasarkan permintaan keluarga kerajaan atau pemimpin nasional
  468. pertunjukan prosesi prosesi ritual yang dikemas dalam bentuk pertunjukan
  469. pertunjukan siang hari pertunjukan teater yang dilakukan siang hari, biasanya diperuntukkan bagi siswa sekolah
  470. pertunjukan teater boneka keliling pertunjukan teater boneka yang ditampilkan oleh pemain boneka secara berkeliling
  471. pertunjukan wayang bayangan bentuk teater boneka (biasanya bisu), penonton menyaksikan tokoh dua dimensi melalui bayangan di layar
  472. pertunjukan wisatawan pertunjukan yang diperuntukkan bagi turis domestik dan asing
  473. perubahan adegan adegan yang mengalami perubahan dengan memunculkan tokoh-tokoh baru
  474. perubahan nada suara perubahan nada yang dilakukan tanpa jeda
  475. pilin berganda salah satu motif hiasan pada kain atau ukiran kayu
  476. pindah babak perpindahan dari satu babak ke babak berikutnya dalam satu cerita
  477. pintu lewat pintu penghubung area belakang panggung dan auditorium yang digunakan untuk keperluan staf teater
  478. pintu panggung pintu masuk panggung yang berada di belakang panggung
  479. pipa lampu besi panjang untuk memperkuat gantungan lampu panggung atau struktur skeneri
  480. piramida Freytag alur cerita segitiga yang terdiri atas awal (eksposisi), tengah (klimaks), dan akhir (penyelesaian) cerita
  481. pisau lukis alat dengan mata pisau berbentuk sekop yang digunakan untuk mencampur warna dan mengoleskannya serta menghapuskannya dari kanvas
  482. platea area permainan para aktor berdasarkan latar cerita tertentu
  483. plot alur; perjalanan cerita dari awal, tengah, dan akhir
  484. plot berlebihan plot yang tumpang tindih
  485. podium tempat pendek yang berada di belakang panggung prosenium, digunakan untuk merekayasa unit pencahayaan tambahan
  486. posisi tubuh posisi tubuh aktor di atas panggung baik ketika menghadap langsung ke penonton, menyamping, atau membelakangi penonton
  487. primadona aktor andalan atau unggulan dari sebuah kelompok teater yang digemari oleh penonton
  488. produser orang yang mengelola aspek keuangan dan manajerial sebuah produksi
  489. prolog adegan singkat atau pidato yang disampaikan pada awal pertunjukan
  490. prop properti panggung; properti set
  491. properti perkakas, biasanya selain kostum, yang digunakan dalam pertunjukan, drama, film, dan sebagainya
  492. properti panggung perlengkapan yang dibutuhkan aktor untuk berperan dan digunakan untuk melengkapi artistik panggung
  493. properti set properti panggung yang digunakan sebagai pelengkap set panggung
  494. prosenium bentuk panggung trapesium yang memisahkan pertunjukan dengan penonton dengan jarak pandang estetis cukup jauh
  495. prosenium luwes bentuk panggung prosenium yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan pertunjukan
  496. proskonion dinding berupa pilar (dalam bangunan teater Yunani Kuno) yang mempunyai tiga pintu tempat keluar masuknya para pemain
  497. protagonis tokoh utama cerita dramatik
  498. proyektor alat yang digunakan untuk mencipta atmosfer pencahayaan di panggung
  499. psikodrama cerita drama yang terkait dengan masalah psikologi manusia
  500. rambut palsu rambut tiruan yang dipakai untuk berbagai macam keperluan, dapat terbuat dari bahan sintetis, bulu binatang dan sebagainya
  501. rancangan lantai panggung rancangan yang dibuat oleh sutradara sebagai alat untuk menyutradarai pemain
  502. reaksi penonton respons yang ditunjukan sebelum, selama, dan sesudah pertunjukan
  503. realisasi diri proses pelatihan yang mengedepankan kreativitas kolektif untuk menghasilkan solidaritas, menuju kesadaran dan membentuk realisasi diri
  504. realisme gerakan teater di akhir abad ke-19 yang mengubah teater kontemporer dan menginspirasi pendekatan naturalisme
  505. realisme abstrak bentuk pertunjukan teater yang merupakan varian bentuk realisme
  506. realisme sosialis salah satu aliran dalam sosialisme yang bergerak di dunia kesenian
  507. relaksasi kemampuan mengontrol tingkat ketegangan; metode untuk mempersiapkan tubuh seorang aktor sebelum tampil
  508. repertoar daftar pertunjukan teater yang dipersiapkan untuk ditampilkan di hadapan penonton
  509. resonansi kualitas suara ucapan yang tergantung pada kekayaan, warna, dan vibrasi bunyi, merupakan totalitas mekanisme produksi suara
  510. revival tindakan menghidupkan kembali bentuk dan makna pertunjukan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman
  511. romantisisme aliran dan gagasan dalam pertunjukan teater yang mengutamakan imajinasi, emosi, dan sinisme terhadap idealisme
  512. ronggeng tari tradisional dengan penari utama wanita, dilengkapi dengan selendang yang dikalungkan di leher sebagai kelengkapan menari
  513. ronggeng penari ronggeng; tandak
  514. ruang ruang nyata dan imajiner dalam pertunjukan di atas panggung
  515. ruang dramatik ruang artifisial yang diciptakan untuk digunakan secara dramatik
  516. ruang ganti ruang yang terletak di area belakang panggung, digunakan aktor untuk berganti kostum dan berias diri
  517. ruang ganti cepat ruang dekat panggung untuk berganti pakaian atau istirahat
  518. ruang hijau ruang di belakang panggung, bersebelahan dengan ruang yang digunakan pemain dan kru panggung
  519. ruang intim pencarian hubungan yang benar antara aktor dan penonton dengan setiap tipe pertunjukan dan mewujudkan hasilnya ke dalam suatu pengelolaan fisik
  520. ruang kendali ruang tata lampu dan tata suara
  521. ruang kontrol lampu ruangan yang digunakan untuk menata lampu, berada di atas belakang auditorium
  522. ruang masif mengubah ruang dari yang semula naskah dan aktor menjadi totalitas audio-visual-kinetik yang masif
  523. ruang panggung ruang yang meliputi ruang di kanan kiri, belakang, dan atas panggung
  524. ruang pertunjukan konversi ruang yang diubah bentuknya dengan menambahkan tempat duduk yang didesain kembali
  525. ruang pertunjukan seketika tempat yang digunakan apa adanya sebagai panggung pertunjukan
  526. ruang skeneri ruang untuk menyimpan properti, aksesori, dan ornamen panggung
  527. rumah produksi lembaga berbadan hukum yang menangani produksi pertunjukan
  528. rumba tarian pergaulan yang berasal dari Kuba, diiringi musik dengan pemindahan tekanan untuk irama 2/4 atau 4/4
  529. saman tari ritmik di Aceh, dilakukan oleh lebih dari sepuluh pemain sambil duduk berlutut dan berjajar, mereka membuat gerak pukulan telapak tangan ke dada dan paha secara berirama, diiringi dengan nyanyian pantun yang dimulai oleh syekh selaku pimpinan
  530. samba tarian rakyat Brazil yang berasal dari tari-tarian penduduk asli Afrika
  531. samba irama musik birama dua yang biasanya dipakai untuk mengiringi tari samba
  532. satir bentuk komedi kebijaksanaan dan kebodohan yang ditampilkan sebagai kelucuan
  533. sayap panggung pembatas antara panggung utama dan ruang yang terletak di kiri kanan panggung
  534. seblang tarian rakyat Banyuwangi, penarinya dipoles hartal, bertutup kepala daun pisang, menari dalam ketidaksadaran, dimaksudkan sebagai tanda gembira setelah seseorang pulih dari sakit yang lama, biasanya diiringi permainan gambang, rebab, kendang, dan gong kecil
  535. sejarah musik pengetahuan yang mencakupi uraian deskriptif tentang fungsi musik dalam masyarakat, riwayat seniman, riwayat pendidikan musik, sejarah notasi, kritik, perbandingan gaya, dan perkembangan musik
  536. sekolah drama lembaga tempat seseorang ingin mengejar karir di teater dengan mendapatkan pelatihan secara formal
  537. selingan adegan dramatik pendek; intermeso
  538. selisir komposisi tembang yang sering dipakai untuk cakapan atau teks tembang, gending, tiap bait terdiri atas 4 baris yang masing-masing berisi 8 suku kata
  539. selonding gamelan tua di daerah Tenganan, Bali, satuan utamanya menyerupai saron atau gender dengan bilah-bilah besar dari besi yang diletakkan di atas selawah dari kayu nangka
  540. selonding alat gamelan tua jenis gender yang berbilah lebar dan besar
  541. seluncur peralatan mekanik yang terdiri atas roda besi untuk menaikkan dan menurunkan aktor dan skeneri dari panggung
  542. sembah akhir penampilan kembali semua aktor di atas panggung untuk memberi hormat atas aplaus penonton di akhir pertunjukan
  543. semiotika pertunjukan pemaknaan terhadap tanda-tanda yang berlangsung dalam pertunjukan
  544. seni berteater penyatuan dan pelibatan beragam keterampilan teknik berkesenian; seni berakting
  545. seni drama amatir pertunjukan drama tanpa mendapat bayaran
  546. seni dramatik seni pertunjukan yang menggunakan bentuk dan pesan secara dramatik
  547. seni pertunjukan seni tontonan yang terdiri atas beberapa elemen pertunjukan
  548. seni rupa pertunjukan bentuk pertunjukan teater dengan menggunakan elemen-elemen pertunjukan nonseni teater, seperti seni rupa, seni lingkungan, dan ritus sosial
  549. seni urban seni yang diciptakan berdasarkan kehidupan dan pengalaman perkotaan pembuatnya, objek seni biasanya penduduk perkotaan, gedung pencakar langit, dan alat transportasi
  550. seniman jalanan orang yang mempertunjukkan bakat seninya di tempat terbuka, biasanya bermutu rendah; penampil jalanan
  551. seniman kreatif sutradara yang bertugas untuk menyatukan dan mengoordinasikan seluruh elemen pertunjukan (tentang pertunjukan teater)
  552. seniman teater orang-orang yang bekerja dalam dunia teater
  553. set set panggung
  554. set istilah untuk seperangkat artistik panggung
  555. set adegan simultan set per adegan yang ditampilkan silih berganti sesuai dengan jalannya cerita
  556. set dalam skeneri kecil yang diletakkan di antara beberapa skeneri besar untuk membantu perubahan set yang cepat
  557. set sayap panggung penataan set di kiri dan kanan panggung
  558. set tirai penataan tirai yang digunakan sebagai properti pertunjukan, seperti tirai pembatas dan belakang
  559. sikap penghormatan sikap menunduk untuk menghormati orang yang lebih tua atau tinggi status sosialnya
  560. silokrama tirai berbiku-biku atau pembatas lain yang diposisikan sebagai layar
  561. simbolisme gerakan yang memberi kebebasan untuk menggunakan bahasa dan dekor terstilir untuk mengungkapkan reaksi menentang realisme
  562. sinografer orang yang bertanggung jawab pada desain, kualitas materi, tata rancang dan bangun, serta penempatan skeneri
  563. sinopsis ringkasan cerita yang berisi cuplikan seluruh adegan sehingga membentuk tema cerita
  564. sirkuit kelompok teater di wilayah geografis yang sama
  565. sistem aspalen sistem mekanik kuno yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan lantai panggung
  566. sistem pendengaran sistem yang terdiri atas ujaran dialog, gerakan fisik, musik, mesin, dan suara dari luar pertunjukan
  567. sistem sentuhan sistem yang diungkapkan penonton melalui indra sentuhnya ketika menyaksikan peristiwa teatrikal
  568. sistem visual sistem pertunjukan teater yang terdiri atas lima komponen, yaitu ruang, seting, kostum, properti, dan perlampuan
  569. skenario cerita drama yang berjalan dari satu adegan ke adegan berikutnya secara terperinci
  570. skene gedung yang berada di balik prosenium yang digunakan sebagai ruang kostum dan rias pada masa Yunani kuno
  571. skene relief tampilan skenik, biasanya berbentuk tiga dimensi
  572. skeneri beragam papan, kain, dan lembaran-lembaran panggung yang digunakan untuk mewujudkan lokasi dan konteks tertentu di atas panggung
  573. skeneri detail materi skeneri sederhana
  574. skeneri romantik penataan panggung yang bersifat romantik
  575. skenik berkaitan dengan skeneri
  576. solilokui cara aktor menyampaikan curahan hati dan keluhan dari tokoh yang diperankan dengan berbicara seorang diri
  577. sorot profil lampu sorot yang mampu membuat terang
  578. sosiodrama metode atau cara pembelajaran dengan mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial
  579. sosiologi teater ilmu kajian sosial yang mempermasalahkan ada tidaknya keterkaitan, interaksi, atau saling pengaruh antara seni teater dengan bidang sosial
  580. spektakel ruang visual yang disimbolkan melalui keterkaitan unsur-unsur pertunjukan
  581. striptis tarian (biasanya oleh wanita) dengan gerakan merangsang yang secara berangsur-angsur menanggalkan pakaiannya; tarian telanjang
  582. stroboskop unit pencahayaan yang mampu menghasilkan kilatan cahaya yang cepat, tetapi dapat mencipta ilusi gambar lambat di panggung
  583. subplot munculnya alur cerita di dalam cerita yang sedang berlangsung; plot tambahan
  584. subteks situasi atau kondisi yang melekat pada dialog yang sedang berlangsung
  585. sudut pembisik area yang berada langsung di belakang panggung prosenium, tempat duduk pembisik
  586. surealisme gagasan di atas realisme, bersifat spontan berdasarkan kekuatan alam mimpi dan alam bawah sadar
  587. sutradara sosok guru, pimpinan, pengelola yang berperan terhadap keberhasilan pertunjukan
  588. sutradara teknik orang yang bertanggung jawab secara teknis pada pelaksanaan kelengkapan unsur pertunjukan
  589. tabu takhayul yang biasa dikaitkan dengan teater di seluruh dunia
  590. takmu tarian tradisional Korea pada saat musim tanam (bulan Mei sampai Oktober) yang dilakukan berkelompok dan diikuti semua warga desa
  591. tanbo seni melukis di atas media sawah dari Jepang dengan menggunakan berbagai jenis varian padi untuk memperoleh warna yang bermacam-macam
  592. tanda-tanda khusus salah satu kategori penggunaan efek bunyi dan musik
  593. tango tarian rakyat Argentina yang kemudian menjadi dansa, dilakukan di ruang dansa dengan irama 4/4
  594. tango irama musik untuk mengiringi tari tango
  595. tanpa topeng tarian yang ditampilkan sebelum dan sepanjang pertunjukan bertopeng
  596. tari Dolan Keemasan tarian rakyat yang berasal dari Zinjiang, ditarikan secara berkelompok dengan gerakan berputar dan lincah
  597. tari eksperimental gerakan tari yang tidak menggunakan lagi pola dan ramuan
  598. tari galop tari riang dalam birama dua hitungan yang mengadopsi derap kuda, populer di abad ke-19 di Jerman dan Prancis
  599. tari Hula-Hula tarian khas Hawaii, Amerika Serikat, biasanya diiringi oleh lagu atau nyanyian mele, gerakannya khas dengan lutut sedikit ditekuk, dua lengan direntangkan menyamping di depan dada, dan dua tangan melambai-lambai
  600. tarian tradisional tarian yang berkembang di suatu daerah tertentu, berdasarkan tradisi dan digunakan dalam tradisi
  601. tata rias salah satu elemen pertunjukan teatrikal yang berfungsi mempertajam dan memperkaya karakter tokoh melalui rekayasa tampilan wajah aktor
  602. tata ulang prosenium penataan papan atau kain di kiri kanan panggung untuk mengurangi lebar panggung prosenium
  603. tataan tempat terjadinya peristiwa dalam suatu pementasan drama, khususnya pengaturan lengkap tempat kejadian, perlengkapan, dan tata cahaya
  604. teater absurd aliran penulis drama pertengahan abad XX, yang lakonnya menyajikan kesia-siaan segala makna, tujuan, usaha, dan keberhasilan alam semesta
  605. teater absurd pertunjukan teater berdasar pada gagasan atau gerakan seni yang menggambarkan absurditas kehidupan masyarakat keseharian
  606. teater akademik pertunjukan teater yang dipentaskan oleh siswa sekolah dan lembaga kesenian berdasarkan prinsip-prinsip akademik
  607. teater alegoris pertunjukan teater yang penuh dengan kiasan, baik melalui wujud verbal maupun fisik
  608. teater alternatif teater komunitas; teater pinggiran
  609. teater anak-anak pertunjukan teater yang memiliki tema cerita dari dan untuk anak-anak, dimainkan sebagian besar oleh anak-anak
  610. teater arena gedung pertunjukan dengan panggung berbentuk melingkar dan penonton duduk di sekeliling panggung
  611. teater bawah tanah pertunjukan teater yang dilakukan secara tersembunyi
  612. teater boneka pertunjukan teater dengan menampilkan tokoh-tokoh cerita melalui boneka
  613. teater citraan pertunjukan multimedia yang menunjukkan kerja antara proses dan resepsi secara bolak-balik
  614. teater dokumenter teater yang menggunakan naskah drama terkait dengan catatan sejarah
  615. teater eksperimental pertunjukan teater berdasarkan eksperimen dengan cara menguji coba setiap penemuan
  616. teater elektrik pertunjukan teater secara filosofis dengan menggabungkan dan memilah berbagai idiom teater tradisi dan modern
  617. teater epik bentuk teater politik yang menekankan pada intelektual daripada emosi
  618. teater feminis pertunjukan teater yang berpihak pada persoalan yang dihadapi perempuan dan kaum feminis
  619. teater fisik pertunjukan teater yang mengutamakan tampilan fisik; teater tubuh; teater mini kata
  620. teater garda depan teater pembaru baik pada pemahaman tema-tema kemanusiaan maupun di bidang pengelolaan artistik pertunjukan
  621. teater gereja teater yang dimainkan di gereja
  622. teater grup kelompok teater yang terdiri atas sutradara, penulis naskah, aktor, penata artistik, produser, dramaturgi, kritikus, dan penikmat teater
  623. teater ilusionistik pertunjukan teater yang penuh dengan ilusi atau sulapan
  624. teater impresionisme pertunjukan teater dengan menggunakan gagasan impresionisme
  625. teater jalanan pertunjukan drama, biasanya diselenggarakan di luar ruang
  626. teater kasar pertunjukan yang berisi cerita supranatural dan spiritual dan lelucon yang disukai penonton
  627. teater kaum tertindas teater yang menggambarkan tentang kehidupan manusia yang tertindas oleh kekuasaan dengan memberikan solusi bagi kondisi manusia yang terpinggirkan
  628. teater kecil pertunjukan teater dengan panggung yang tidak terlalu luas dan tidak banyak disaksikan oleh penonton
  629. teater kejam teater yang mampu memaksa penonton untuk menyerang dan menginstropeksi dirinya sendiri
  630. teater keramat teater yang berupaya menampilkan hal-hal metafisik dan tersembunyi dari pandangan riil
  631. teater klasik teater yang memainkan naskah-naskah kuno atau naskah klasik
  632. teater kolaborasi konsep pertunjukan teater yang merupakan gabungan dari berbagai disiplin bidang seni dan gabungan dari beberapa grup atau komunitas teater
  633. teater komunitas teater yang bertujuan untuk melakonkan pertunjukan di hadapan dan di antara komunitas khusus dan tertentu
  634. teater lingkar bentuk pemanggungan pertunjukan agar penonton dapat duduk melingkar mengelilingi panggung
  635. teater lingkungan bentuk pertunjukan teater dengan memanfaatkan lingkungan yang ada
  636. teater luar ruang teater dengan panggung yang dibangun di luar gedung
  637. teater mainan teater miniatur yang terbuat dari papan, lengkap dengan aktor dan skeneri tiruan
  638. teater melingkar bentuk pemanggungan dengan penonton ditempatkan di tengah dan di sisi panggung auditorium
  639. teater mini kata teater yang mengutamakan gerak-gerik pantomim, tari, suara, dan seminimal mungkin kata-kata, tidak berunsur cerita yang bersifat alur, tetapi memperlihatkan nuansa suasana dan kejadian yang mengarah kepada suatu gambaran samar yang dapat diberi makna oleh penonton
  640. teater miskin konsep pelatihan keaktoran yang menekankan pada pelatihan tubuh aktor
  641. teater modern pertunjukan teater yang berkisah tentang kehidupan manusia di era modern
  642. teater pembelajaran bentuk teater pembelajaran bagi kalangan siswa didik melalui tema cerita
  643. teater pendidikan teater yang berfungsi sebagai pendidikan, materi pertunjukan terdiri atas elemen-elemen pendidikan
  644. teater perempuan teater untuk dan oleh perempuan yang mengangkat isu-isu feminis
  645. teater perlawanan kompetisi antarideologi
  646. teater pinggiran setiap bentuk teater alternatif yang berada di luar teater jalur utama
  647. teater politik pertunjukan teater yang menyampaikan cerita dramatik dengan gagasan-gagasan politik
  648. teater profesional kelompok teater yang bekerja secara profesional
  649. teater radikal pertunjukan teater dengan gagasan-gagasan radikal di bidang sosial, ekonomi, politik, dan budaya
  650. teater rakyat bentuk awal drama pedesaan, banyak menampilkan cerita-cerita rakyat
  651. teater realis teater yang menampilkan kehidupan keseharian secara riil
  652. teater romawi pertunjukan teater dengan bentuk roman percintaan
  653. teater sekolahan pertunjukan teater yang berada dan dikelola oleh sekolah-sekolah, pemainnya adalah siswa sekolah
  654. teater seni bentuk teater yang merupakan kebalikan dari bentuk teater komersial, lebih mengutamakan seni daripada honorarium
  655. teater spektakel pertunjukan teater yang lebih mengutamakan kekuataan spektakel daripada dialog
  656. teater stilisasi teater dengan gaya penyutradaraan panggung berbentuk simbolik, ekspresif, abstrak, dan eksplosif
  657. teater sumber bentuk pertunjukan teater yang berawal dari pelatihan beberapa aktor dari berbagai negara
  658. teater sunyi teori teater yang mengkaji penggunaan suasana keheningan panjang di atas panggung untuk menyampaikan suatu makna atau emosi
  659. teater tari bentuk pertunjukan teater dengan menggunakan unsur tari
  660. teater tari kontemporer bentuk pertunjukan teater masa kini yang menggabungkan berbagai bentuk pertunjukan, seperti teater, tari, dan musik
  661. teater terlibat pertunjukan teater yang langsung melibatkan penonton
  662. teater terpelajar pertunjukan teater yang diproduksi kalangan siswa sekolah
  663. teater timur teater yang berkembang di negara-negara Timur, seperti Tiongkok, India, Jepang, Korea, dan Indonesia
  664. teater total pertunjukan teater yang mengontrol secara ketat seluruh aspek produksi pertunjukan di tangan sutradara
  665. teater tubuh teater fisik; teater mini kata
  666. teatrikalisme konsep berteater yang menyatakan bahwa teater bukan ilusi atau tiruan kehidupan
  667. teknik akting teknik permainan berdasarkan metode dan sistem pelatihan
  668. teknik pemanggungan nonrealis teknik pemanggungan dengan menggabungkan gaya puisi dalam pertunjukan teater
  669. telekomedi komedi jarak jauh yang dapat dilihat melalui layar televisi
  670. tempat duduk penonton area gedung pertunjukan tempat penonton duduk menyaksikan pertunjukan
  671. tempo unsur penting terjadinya dinamika irama dan suasana dalam pertunjukan
  672. tempo hal yang selalu terkait dengan irama
  673. tempo kecepatan, jeda, dan durasi yang selalu terkait dengan irama
  674. tengah kanan area permainan di atas panggung yang terletak di tengah panggung sebelah kanan dari pandangan penonton
  675. tengah kiri area permainan di atas panggung yang terletak di tengah panggung sebelah kiri dari pandangan penonton
  676. tengah pusat area permainan di atas panggung yang terletak di tengah panggung
  677. teori drama teori dasar bagi kerja analisis drama
  678. terstilir dapat diubah sesuai norma keindahan
  679. tirai atap tirai yang biasanya menjadi atap dari sebuah set kotak sebagai alternatif atap adegan yang sesungguhnya
  680. tirai pembatas tirai kecil atau material lainnya yang tergantung melintang di atas panggung dan terletak di belakang lengkung prosenium
  681. titi nada nada musikal yang diproduksi oleh suara dalam momen yang berbeda antara berbicara atau menyanyi
  682. topeng topeng yang digunakan dalam pertunjukan drama untuk menunjukkan tokoh beserta karakternya
  683. tortor tarian suku Batak yang awalnya dilakukan sebagai persembahan bagi roh leluhur, saat ini dipentaskan sebelum pesta besar, penobatan raja Batak, atau upacara ritual setelah sebuah desa terkena musibah, biasa dilakukan dengan iringan musik gendang, seruling, dan sebagainya
  684. tragedi bentuk drama yang memiliki karakter serius dan berakhir dengan ketidakbahagiaan
  685. tragedi kepahlawanan nasib tragis yang dialami oleh tokoh pahlawan
  686. tragedi sosial bentuk pertunjukan tragedi yang bercerita tentang kejadian dalam masyarakat dengan strata sosial tertentu
  687. tragikomedi bentuk drama yang menggabungkan elemen-elemen baik tragedi maupun komedi
  688. transisi salah satu kategori penggunaan efek bunyi dan musik
  689. truk panggung panggung berjalan
  690. ujaran ucapan atau dialog aktor
  691. veritisme gaya dalam pertunjukan drama yang menghapuskan cara berpura-pura dalam memainkan drama
  692. warna lokal bentuk pertunjukan berdasarkan nilai tradisi dan cerita yang dituturkan masyarakat setempat
  693. warna primer warna merah, biru, kuning yang tidak dapat diperoleh dengan mencampur warna-warna lain
  694. warna utama warna primer
  695. watak agresif tokoh cerita yang memiliki sifat menyerang
  696. watak kompleks oedipus tokoh yang jatuh cinta pada ibunya sendiri
  697. wayang air wayang yang dimainkan di atas panggung berupa kolam berisi air setinggi pinggang
  698. wayang catur pertunjukkan wayang dalam bentuk tuturan semula untuk disiarkan di radio atau didengarkan melalui pemutar kaset audio
  699. wayang kancil wayang yang menggunakan tokoh-tokoh binatang, ceritanya diambil dari cerita tentang kancil, biasanya digunakan sebagai media pemelajaran untuk anak-anak
  700. wayang keroncong pertunjukan wayang yang dipadukan dengan teater, seni tari, dan musik keroncong
  701. wayang plastik wayang yang terbuat dari plastik
  702. wayang sarung tangan teater yang menampilkan tokoh-tokoh cerita melalui boneka sarung tangan
  703. wayang suket wayang yang terbuat dari rumput
  704. wayang tavip wayang yang menggunakan sentuhan teknologi berupa penggunaan pencahayaan seperti pada pembuatan film, semua karakter dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan
  705. wayang ukur wayang yang menggunakan ilustrasi tiga dimensi dengan memanfaatkan tata lampu di belakang dan depan layar, dipentaskan secara kolosal dengan menggunakan lebih dari satu dalang, biasanya menggunakan bahasa Indonesia dalam penceritaannya
  706. wayang wahyu wayang yang mengisahkan ajaran dan kisah dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan literatur Kristen lainnya
  707. wiraga dasar wujud lahiriah badan beserta anggota badan yang disertai keterampilan geraknya
  708. zapin tarian khas Melayu yang berasal dari negeri Yaman
  709. zapin tari-tarian yang diiringi lagu di daerah Arab