Lompat ke isi

Kategori:id:Istilah zoologi

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas
Halaman yang ada di kategori ini berasal dari penggunaan templat {{Zool}} (cek pranala).

Istilah-istilah yang terdaftar di kategori ini atau turunannya merupakan Istilah-istilah yang berhubungan dengan zoologi:

  1. abaktinal berkenaan dengan sisi tubuh yang tidak mengandung mulut
  2. abaktinal terletak jauh dari mulut
  3. ameba protozoa tanpa dinding sel, bentuknya selalu berubah, bergerak dengan kaki semu, biasanya hidup di air atau sebagai parasit pada hewan lain
  4. ameba bentuk tidak menetap yang selalu berubah-ubah (seperti binatang ameba yang tidak mempunyai dinding sel)
  5. ameboid mirip ameba, baik dalam bentuk, struktur, maupun gerak alih
  6. amebosit sel jaringan pengikat primitif yang mampu bergerak seperti ameba yang terdapat pada jaringan atau cairan tubuh hewan yang tidak mempunyai tulang belakang
  7. amebosit sel ameboid
  8. ametabola serangga yang tidak menunjukkan adanya metamorfosis dalam perkembangannya, hanya menunjukkan sedikit perubahan bentuk tubuh dalam pertumbuhannya
  9. ampula pembesaran berbentuk pundi-pundi pada sebuah saluran
  10. antena alat perasa dan peraba berbentuk sungut pada sekelompok binatang yang badan dan anggota tubuhnya beruas-ruas
  11. antenul antena kecil pada sejenis udang yang terletak lebih ke depan dan berukuran lebih kecil daripada antena pada udang yang lain, berfungsi sebagai alat peraba, perasa, dan penjaga keseimbangan
  12. anulus struktur berbentuk cincin berupa tanda atau lubang
  13. anulus tempat menerima sperma pada udang betina
  14. anulus cincin sirkulus pada sisik ikan
  15. aposematik bersifat mencolok dan dipakai untuk memperingatkan (misalnya warna pada lebah)
  16. artrobrankium insang yang timbul dari membran penghubung anggota tubuh dengan badan seperti pada udang
  17. artropoda filum hewan tanpa tulang belakang yang memiliki badan beruas-ruas, seperti kepiting, udang, serangga, dan kelabang
  18. asetabulum alat pelekat yang terletak netral pada trematoda
  19. askon bunga karang yang berpori-pori di dalam dinding tubuh dan bermuara langsung dalam paragaster
  20. autotomi pelepasan bagian tubuh binatang, misalnya kadal, ular, cacing, untuk melepaskan diri dari gigitan atau cengkeraman pemangsa
  21. babesiasis penyakit darah yang ditimbulkan oleh parasit genus Babesia, pada anjing, kucing, dan hewan buruan
  22. bahan dasar bahan tidak berbentuk dari jaringan ikat yang terdapat di antara sel yang berfungsi sebagai semen
  23. blastostil polip yang telah berubah bentuk dan berfungsi membentuk ubur-ubur
  24. botridium struktur seperti cuping cacing pita
  25. brakiurus berkaitan dengan bentuk tubuh, bagian perut pendek dan mengecil seperti pada ketam
  26. bulu struktur lapisan luar kulit yang membentuk penutup tubuh bangsa unggas; kumpulan rambut banyak dan bertangkai seperti pada unggas
  27. bulu cambuk penjuluran berupa cambuk yang membersit dari sel hewan flagela yang berfungsi sebagai alat gerak
  28. bursa genital kantong yang mengandung dua spikul penis
  29. bursa genital struktur untuk kopulasi berbentuk mangkuk yang dapat dijulurkan (pada ternak)
  30. ciblek perenjak jawa
  31. cincin saraf tali saraf yang melingkari suatu struktur
  32. daktil kaki yang terdiri atas satu ruas panjang dan dua ruas pendek
  33. dealat stadium serangga dalam keadaan tanpa sayap
  34. diatom ganggang yang selnya dikelilingi oleh suatu cangkang yang menyerupai kotak yang mengandung silika
  35. distoma cacing parasit di dalam tubuh manusia
  36. diurnal keadaan hewan yang sifat atau kebiasaannya aktif terutama pada siang hari
  37. dominasi fauna keadaan unggul suatu spesies fauna dalam suatu komunitas tertentu
  38. dori ikan laut yang dapat ditemukan hampir di seluruh dunia, bertubuh dalam, tetapi tipis, bermata dan bermulut besar, biasa terdapat di perairan laut dalam, sebagian besar berasal dari famili Zeidae
  39. elitron sayap depan kumbang yang menebal dan mengeras
  40. embelan pelengkap atau tambahan pada tubuh serangga berupa sungut peraba (antena), alat-alat mulut, sayap, dan tungkai
  41. endomiksis peristiwa penyusunan kembali inti sel secara berkala tanpa adanya konjugasi terlebih dahulu, seperti yang terjadi pada protozoa
  42. endoskeleton rangka yang membantu agar tubuh dapat tegak dan yang memengaruhi bentuk tubuh (pada vertebrata)
  43. enterosel rongga yang terbentuk pada beberapa hewan karena penonjolan mesoderm dari usus yang berkembang
  44. epifisis tulang yang terpisah dari tulang panjang oleh tulang rawan yang terdapat pada masa pertumbuhan, tetapi kemudian menjadi bagian dari tulang panjang itu
  45. estrus masa aktivitas seks pada binatang, timbul secara periodik pada waktu-waktu tertentu; masa berahi
  46. fertilizin persenyawaan protein (zat putih telur) yang terdapat pada selaput gelatin sel ovum
  47. fisoklis ikan yang memiliki gelembung renang yang tidak terhubung dengan saluran pencernaan
  48. fisostoma ikan yang memiliki gelembung renang yang terhubung dengan saluran pencernaan, seperti lele, salmon, dan belut
  49. fitofag suka memakan tumbuhan (tentang serangga)
  50. fragmentasi pembiakan aseksual dengan jalan membelah menjadi beberapa bagian, setiap belahan dapat berkembang menjadi organisme baru
  51. ganoid rata dan berkilat (misalnya sisik ikan) mirip email
  52. gelembung renang organ-dalam pada ikan yang berfungsi untuk mengendalkan daya apung, menerima dan memproduksi suara, serta menjadi organ pernapasan (khusus pada ikan jenis Fisostoma)
  53. glokidium larva karang air yang melekat pada insang atau kulit ikan dan hidup sebagai parasit sementara selama 12 minggu
  54. gonidium badan reproduktif (terdapat pada bakteri tertentu)
  55. gonidium sel reproduktif aseksual
  56. halobion organisme yang hidup dalam suatu lingkungan dengan konsentrasi garam yang tinggi, misalnya ubur-ubur
  57. halofili organisme yang tidak dapat hidup dalam lingkungan tanpa garam
  58. harimau tasmania mamalia marsupial yang mirip dengan serigala, terdapat di kawasan Australia, memiliki mantel berwarna abu-abu atau kuning-cokelat dengan garis hitam atau gelap berjumlah 13—19 melintang dari belakang tulang belikat
  59. heksapoda hewan berkaki enam
  60. heksapoda hewan tergolong kelas insekta (serangga)
  61. hemopoiesis pembentukan darah dalam tubuh
  62. hibernasi keadaan istirahat atau tidur pada binatang selama musim dingin
  63. hiu berjalan hiu galei
  64. holoepipelagik hewan nektonik yang selama hidupnya bertempat tinggal di lautan terbuka
  65. hologamet gamet yang berukuran sama dengan induknya (terdapat pada jenis protozoa)
  66. hologami persatuan antara individu yang berukuran penuh seperti pada capromonas
  67. ikan alu barakuda
  68. inartikulat tidak berbuku; tidak beruas
  69. inartikulat tidak bersendi
  70. inseminasi buatan penempatan sperma ke dalam uterus atau kandung telur yang dilakukan dengan bantuan manusia
  71. insting kecenderungan pada tingkah laku yang diwarisi dari nenek moyang dan kebiasaan pada binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yang mendasar (seperti pembuatan tempat tinggal yang khas, mendapat dan menyimpan serta mencerna makanannya yang mungkin dapat dimanfaatkan pada musim hujan)
  72. introver (struktur yang) melekuk ke dalam, seperti struktur hewan bertulang belakang
  73. invertebrata binatang yang tidak bertulang punggung, termasuk ameba, cacing, lalat
  74. iritabilitas kemampuan benda hidup untuk bereaksi atau menanggapi suatu stimulus
  75. isogamet sel reproduktif atau gamet yang melakukan pembuahan dengan bentuk dan ukuran yang sama
  76. isogami produksi dengan cara konjugasi isogamet, seperti pada protozoa
  77. isomorf organisme yang mempunyai struktur yang serupa, tetapi berbeda keturunan
  78. isoriza jenis sel jelatang yang dilengkapi dengan sebuah tabung lurus dan tidak berduri
  79. kadofor penjuluran pada bagian dorsal induk, tempat tunas melekat selama beberapa waktu
  80. kamar perkawinan liang di dalam tanah, tempat mengadakan perkawinan sepasang individu dewasa
  81. kantong empedu alat tubuh berbentuk buah avokad tempat cairan empedu, terletak di antara hati dan usus dua belas jari
  82. kantong tinta alat tubuh (pada cumi-cumi dan sebagainya) yang mengandung zat pigmen melamin, seperti tinta yang berfungsi melindungi diri pada waktu berhadapan dengan musuh
  83. karapaks kerangka luar bagian atas kura-kura
  84. karina bagian tulang dada burung yang menjorok dan tipis
  85. karpopodil ruas pada kaki bangsa udang
  86. katup jantung lipatan antara serambi dan bilik jantung yang mencegah mengalirnya kembali darah dari bilik ke serambi
  87. kelenjar hijau alat ekskresi pada udang, pada pangkal antena
  88. kelenjar sungut kelenjar yang bermuara pada sungut, seperti pada serangga atau kelenjar hijau pada udang
  89. kelisera salah satu pasangan anggota tubuh pertama yang digunakan sebagai alat untuk makan bagi laba-laba, masing-masing mengandung taring tempat saluran bisa bermuara
  90. keping podikal sepasang struktur mirip keping yang merupakan segmen kesebelahan abdomen dari jenis serangga, seperti belalang
  91. kerang kuku lorjuk
  92. kerang pisau lorjuk
  93. kesturi zat yang harum baunya, berasal dari musang kesturi
  94. keta duri atau bulu yang terdapat pada cacing gelang
  95. kitin zat tanduk setengah bening, terdapat dalam rangka luar yang berfungsi sebagai kulit (pada serangga dan binatang lain, seperti kulit lebah)
  96. klitelum bagian tubuh yang menyerupai pelana (pada tubuh beberapa jenis Annelida)
  97. kloaka bagian akhir alat pencernaan makanan tempat bermuaranya saluran kencing dan saluran reproduksi (terdapat pada hewan vertebrata, amfibi, dan unggas)
  98. koloni kawanan binatang yang tinggal di suatu daerah, hidup sangat berdekatan dan saling berhubungan satu dengan yang lain
  99. kolum leher atau struktur berbentuk leher
  100. kolum segmen pertama tanpa kaki di belakang kepala pada binatang kaki seribu
  101. kolumnus struktur berbentuk batang seperti badan karang
  102. kolumnus poros tulang belakang (vertebrata)
  103. kolumnus bagian sumsum punggung yang dibagi-bagi secara membujur
  104. kondrin bahan pembentuk tulang rawan yang diperoleh dengan cara memasak tulang rawan
  105. kongkang racun kodok berwarna hijau, kulitnya mengandung kelenjar racun, kulit dorsal berbintil halus dan rapat
  106. konsumer organisme dalam suatu ekosistem yang memanfaatkan organisme lain sebagai makanannya
  107. korion selaput luar embrio yang berfungsi sebagai selaput pelindung dan pencari makanan
  108. krepuskular keadaan hewan yang sifat atau kebiasaannya aktif terutama pada saat remang-remang (peralihan dari siang ke sore)
  109. kromatofor sel pigmen yang mengandung penjuluran yang dapat membesar karena pengerutan serabut otot yang melekat pada membran sel
  110. kromatofor badan yang mengandung klorofil pada protozoa
  111. kutikula lapisan pada permukaan kulit yang terdiri atas bagian sel yang telah mati
  112. labrum bibir depan serangga yang menutup pangkal rahang dan membentuk atap mulut
  113. lanceng lebah lilin
  114. langur lutung
  115. leang-leang bentuk tanduk domba dengan sedikit lengkungan mulai dari bagian bawah telinga mengarah ke samping dan tidak melebihi lebar muka
  116. lele laut ikan sembilang
  117. lele mutiara lele varietas unggul, irit pakan, cepat besar, dan tahan terhadap penyakit; akronim dari mutu tinggi tiada tara
  118. limnoplankton plankton yang hidup di danau
  119. madu hutan madu yang mengandung berbagai macam nektar bunga, biasanya berwarna cokelat kehitaman
  120. mantel lipatan kulit yang menyelubungi badan pada moluska, cangkang pada individu bercangkang, dan dinding tubuh pada cumi-cumi
  121. mata faset mata majemuk
  122. mata majemuk mata (pada serangga dan sebagainya) yang memiliki banyak reseptor warna individual, dapat menangkap gambar dalam sudut yang sangat lebar, mendeteksi gerakan cepat, bahkan melihat polarisasi cahaya
  123. megafauna fauna besar yang hidup di wilayah, waktu, atau habitat tertentu
  124. meliar melarikan diri dari penjinakan atau penangkaran dan kembali menjadi liar
  125. mengenten mengatur jaringan dari satu individu makhluk pada individu lain secara buatan, dari donor pada resipien atau inang
  126. merogoni perkembangan dari sebagian telur atau fragmen telur
  127. mesotoraks daerah tengah dada, biasanya mengandung pasangan sayap pertama dan pasangan sayap kedua, seperti pada serangga
  128. metazoa bagian dunia hewan yang meliputi semua hewan bersel banyak
  129. miriapod hewan yang mempunyai banyak kaki berpasangan, misalnya kalajengking dan kaki seribu
  130. mirmekofag mempunyai sifat pemakan semut
  131. mirmekofili penyerbukan bunga yang terlaksana dengan bantuan semut
  132. moluska hewan berbadan lunak, sering bercangkang keras, misalnya siput dan bekicot
  133. monyet langur langur
  134. mutasi adaptif perubahan sifat yang menurun untuk menyesuaikan diri, seperti serangga yang tahan terhadap penyemprotan gas asam hidrosianat
  135. mutasi gen perubahan kimiawi dan fisis suatu gen yang menghasilkan perubahan nyata dari sifat semula
  136. nervasi penataan pembuluh dalam daun atau sayap serangga
  137. nimfa stadium serangga tertentu yang keluar dari telur mirip bentuk dewasanya tetapi tidak bersayap dan organ kelaminnya tak sempurna
  138. nokturnal keadaan hewan yang sifatnya atau kebiasaannya aktif terutama pada malam hari
  139. ovipar reproduksi yang mengakibatkan telur yang dikeluarkan berkembang dan menetas di luar badan induknya
  140. ovipositor struktur atau alat khusus pada serangga untuk bertelur
  141. ovovivipar reproduksi yang dihasilkan dengan cara mengembangkan telur di dalam badan induknya, tetapi embrio tidak mendapat makanan dari induknya
  142. paragaster ruang tengah pada spons (bunga karang)
  143. parapodium anggota tubuh yang berfungsi sebagai alat respirasi
  144. parapodium penyuluran kaki jenis moluska gastropoda seperti siput, keong
  145. pelikel membran tipis sebagai pelindung, seperti pada protozoa tertentu
  146. pereipod kaki yang tersambung pada toraks krustasea
  147. pertunasan hal bertunas
  148. pertunasan bentuk reproduksi aseksual, waktu individu baru berbentuk tunas, seperti pada (hewan) kerang
  149. plastron kulit keras pelindung dada kura-kura
  150. pleopod alat renang pada bangsa udang-udangan
  151. poikilohalin sifat hewan yang mempunyai kandungan garam dalam cairan tubuh yang berubah-ubah mendekati kadar garam medium tempat ia hidup
  152. polikel membran tipis; selaput
  153. polikel lapis permulaan protoplasma pada berbagai protozoa
  154. polip binatang laut yang berbentuk tabung pendek dengan ujung tertutup yang hidup melekat pada benda lain (karang, batu, dan sebagainya)
  155. preantena anggota tubuh hewan filum Arthropoda pada segmen pertama yang lenyap ketika dewasa
  156. primata arboreal primata yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan
  157. protoraks ruas pertama (terdepan) pada bagian toraks tubuh serangga
  158. ruang haver rongga-rongga tidak teratur yang berisi sumsum tulang bunga karang dan tulang yang sedang tumbuh
  159. ruang insang ruang yang menyandang insang, seperti pada udang
  160. ruang mantel ruang antara jeroan dan dinding tubuh, seperti yang terdapat pada moluska
  161. sarkolema kulit luar urat yang sangat tipis dan berbentuk seperti pembuluh
  162. selom rongga tubuh pada metazoa yang berisi alat pencernaan, jantung, dan organ dalam lainnya
  163. serambi genital ruang tempat bermuara vagina atau penis, seperti pada jenis keong
  164. silium penjuluran halus dari sitoplasma sel, seperti bentuk rambut yang bergetar menurut irama
  165. silium bulu mata
  166. silium bulu getar
  167. sirus struktur seperti benang tipis atau filamen
  168. sirus silium yang telah bersatu pada protozoa tertentu
  169. sirus rambut pada antena atau kaki serangga tertentu
  170. sirus penjuluran pada parapodium yang terdapat pada cacing poliket
  171. sirus penjuluran pada tudung ikan lanset atau di sekitar muka ikan
  172. sirus alat kopulasi pada cacing pipih
  173. sisi ambulakral permukaan tubuh tempat mulut pada binatang laut
  174. sistem lakunar sistem yang terdiri atas ruang yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai tempat peredaran darah (pada filum Echinodermata)
  175. spermatosit sel yang mengalami meiosis kemudian membentuk sel sperma
  176. tentakel alat yang menyerupai tangan, berfungsi sebagai peraba atau perangkap, terdapat pada sebagian invertebrata, misalnya cumi-cumi
  177. toraks bagian kedua atau bagian di belakang kepala pada tubuh serangga yang terdapat tiga pasang kaki dan satu atau dua pasang sayap
  178. tridaktil jari kaki pada aves yang berjumlah tiga menghadap ke depan, misalnya pada kelompok bebek
  179. trilobit hewan artropoda laut dari zaman Paleozoikum yang telah punah, ruas tubuhnya terbagi pada permukaan dorsal menjadi tiga lobus
  180. tubifeks cacing yang berbentuk seperti rambut, berukuran kecil dan ramping, berwarna kemerah-merahan, biasanya dijadikan pakan alami dalam usaha pembenihan ikan
  181. tunas tanduk bagian tulang kepala hewan tempat tanduk mulai tumbuh
  182. udang putih udang jerbung
  183. udang selingkuh hunabiru
  184. ular genteng ular cecak
  185. ular koros ular jali
  186. ular pitar ular birang
  187. ular tikus ular pemakan tikus, seperti ular koros dan ular jali
  188. ulat jedung ulat gajah; ulat keket
  189. ulat keket ulat gajah; ulat jedung
  190. ulat kelatang ulat yang berwarna putih kemerahan, mempunyai bintik-bintik merah pada seluruh tubuhnya, digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati beberapa penyakit, larva kumbang (Coleoptera)
  191. ulat kenari ulat kipat
  192. uropoda ekor pada krustasea, berfungsi sebagai penyeimbang dan pengatur gerakan saat berenang
  193. uterus bagian dari saluran telur yang membesar dan menghasilkan kerabang