Lompat ke isi

Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/M

Dari Wikikamus bahasa Indonesia, kamus bebas

Madura

[sunting]
  1. abalalu berpura-pura bodoh
  2. abe abab
  3. acabis mengunjungi kiai dengan tujuan bersilaturahmi atau memohon petunjuk
  4. adalabang seni pertunjukan di Sumenep, Madura yang memadukan antara seni macapat, wayang gelagar, dan topeng dalang
  5. ajing seni pertunjukan tradisional masyarakat Madura
  6. ajing bentuk arkais ludruk yang hampir tidak ada nyanyiannya
  7. ajuh gelar untuk wanita bangsawan yang telah bersuami
  8. ajuman memperbaiki jaring perahu kecil yang rusak
  9. alar tunas sirih
  10. aloco upacara menyucikan senjata yang dilaksanakan pada setiap bulan Sura
  11. amba mengangkut hasil tangkapan (ikan)
  12. ambin pakaian yang dikenakan sapi pada saat karapan sebagai simbol kebesaran
  13. amet ukuran seratus gapan (berkas) hasil padi yang dipanen dengan ani-ani
  14. ancak wadah makanan dari batang pisang untuk hajatan
  15. andangan garis berwarna-warni yang dicatkan sepanjang sisi luar sampan atau perahu untuk penanda daya muat
  16. andek batas akhir; tenggat
  17. anggas karang buatan
  18. anggu jaring kecil berkerangka menyegi empat untuk menangkap ikan berukuran kecil
  19. angklek kembang tanaman ubi kayu
  20. angkop bunga pohon nangka
  21. anjak penyakit bayi yang diiringi sawan
  22. apa buah tanaman sirih
  23. are lancor senjata tajam sejenis celurit
  24. armos sangat renyah (tentang irisan buah, umbi, atau kerupuk)
  25. asta makam keramat yang dianggap memiliki petuah
  26. awit ikan yang masih kelihatan dalam lingkaran jaring
  27. baburu kelelawar kecil
  28. bagung belahan tempurung kelapa yang digunakan untuk menyedot air susu ibu yang baru melahirkan
  29. bagung tempat membawa air dari tempurung kelapa
  30. bajar pembayaran utang
  31. baladiba daun pohon randu
  32. balajar janda yang tidak mempunyai anak
  33. balakodan kelopak mata
  34. balaseba kembang waru
  35. balatang kepiting sawah
  36. balinan pedagang ikan di tengah laut dengan memakai perahu
  37. balungan orkestra gamelan yang terdiri atas saron, demung, pekeng, dan selentem
  38. balungka mentimun yang masih muda
  39. bandigung tukang besi kuningan
  40. bandol pedagang atau juru pilah tembakau di gudang pembelian
  41. bandung lahan yang telantar karena tidak digarap dan tidak terawat
  42. bangbangan ikan kering dari kakap merah besar yang utuh
  43. bangkalan kayu berbentuk balok, dipasang di bagian belakang perahu untuk melekatkan tajuk
  44. bantet kembang pohon manggis
  45. banto alat untuk mengambil tali ujung jaring
  46. banyabak anak biawak
  47. banyala anak komodo
  48. baton serahan atau hadiah yang disampaikan pada upacara pelamaran gadis
  49. bayas anak kepiting
  50. bebulun umpan pancing ikan dibuat dari bulu ayam
  51. belabar pilinan benang berwarna-warni tujuh rupa, yang diputuskan dalam upacara perkawinan Madura sebagai lambang penghilangan rintangan hidup yang ditimbulkan watak jahat manusia
  52. belater pendekar, jawara, atau preman yang kadang menjadi tokoh yang disegani di perdesaan Madura Barat
  53. belico ikan pindang yang berukuran kecil
  54. belta perdu atau pohon yang sangat muda sehingga masih dapat dijadikan bibit
  55. beranya duet penari topeng sebagai pembukaan pada pertunjukan teater topeng
  56. bines benih padi
  57. blalo kembang tanaman bawang merah
  58. bledek daun tanaman jarak
  59. bokol anak ikan tombro
  60. bubu memenuhi undangan seseorang dengan memberi sejumlah uang sebagai bentuk sumbangan
  61. bubul bisul di telapak kaki
  62. budu mulai membusuk (tentang ikan, udang)
  63. bulang tali pengikat sampan atau perahu yang merapat di pelabuhan
  64. bulga tunggul bambu
  65. bulga patok bambu yang tersisa dalam tanah karena dipotong
  66. bungkal lempeng batu asahan halus untuk menajamkan pisau cukur
  67. bungkel bibit pohon pisang
  68. buraan mencari ikan di malam hari tanpa lampu, dengan memanfaatkan cahaya yang ditimbulkan oleh sisik ikan yang sedang berkelompok
  69. caha tarian untuk meminta hujan yang penarinya kesurupan
  70. cakela pertemuan antara pangkal dua batang pohon yang membentuk sudut
  71. cangkarok nasi yang dikeringkan dengan dijemur
  72. cangkarok penganan dibuat dari ketan, dikukus bersama biji kacang tunggak
  73. cangkarok batu orang yang sangat kikir
  74. cangkolang perilaku yang tidak santun
  75. cantek balok kayu lanjutan lunas di haluan dan buritan sampan atau perahu Madura (kelelaan, pegon, janggolan) yang berfungsi sebagai bumper
  76. caong penampilan orang yang baru sembuh dari sakit, yakni kurus, tidak bertenaga, bermuka pucat
  77. caracat anak burung gelatik
  78. carang ranting bambu yang berduri
  79. carebi anak laba-laba
  80. carok perkelahian dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan secara ksatria satu lawan satu
  81. caruk berkelahi satu lawan satu atau secara massal dengan menggunakan senjata tajam (celurit), dengan latar belakang wanita, dendam, dan sebagainya
  82. ceko bekerja dengan gerakan tangan yang gesit
  83. celaga potongan kayu untuk pegangan penggerak di pangkal kemudi sampan atau perahu
  84. cempalok buah asam yang masih muda
  85. cengke anak cakalang
  86. coketan penggulung senar atau benang, terbuat dari bambu berujung runcing, bagian bawah berbentuk setengah lingkaran, digunakan untuk memperbaiki jaring
  87. comantaka lancang mengucapkan kata-kata yang tidak berkepatutan
  88. daleman tanah milik pembesar kerajaan Madura
  89. dapangan alat terbuat dari bambu atau kayu untuk mengukur besarnya lubang jaring pada saat memperbaikinya
  90. daunan bagian melebar di ujung dayung
  91. dauran gagang atau tangkai dayung
  92. demung gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, beroktaf lebih rendah
  93. dinaju gelar putri bangsawan Madura
  94. dudup bunga turi
  95. dukremek rangkaian bunga khas Madura, dibuat dari sekuntum cempaka gading yang daun-daun mahkotanya ditusuki sekuntum melati
  96. dungdung perangkat gamelan, semacam kentungan, dibuat dari batang kayu besar yang dilubangi secara memanjang hingga menyerupai perahu
  97. empek anak sapi yang baru dilahirkan
  98. endrak anak kunang-kunang
  99. gabuk penganan kukus dibuat dari ketan yang dicetak dan ditaburi parutan kelapa
  100. gadangan menangkap ikan pada malam hari saat terang bulan
  101. gajas anak kumbang
  102. galendang orang yang bertugas memindah-mindahkan kain selendang dari seorang penari ke penari lain dalam sebuah pertunjukan
  103. gambu duet penari pada acara pembukaan pertunjukan (bertopeng pada teater topeng dan tidak bertopeng pada ludruk yang bersifat ritual)
  104. gambuh tarian ritual, baik bertopeng atau tidak bertopeng pada upacara pembukaan pertunjukan wayang topeng atau ludruk
  105. ganja nada suara remaja yang berubah menjadi besar karena mulai dewasa
  106. gantak jenis jangkrik bertubuh kecil, berwarna cokelat keputihan
  107. gapan ukuran berkas padi yang diikat sehabis dipanen dengan ani-ani
  108. garagu anak udang
  109. gateng kepala zakar
  110. geber bendera dari kain, digunakan sebagai tanda dimulainya karapan sapi
  111. geblik anyaman rotan berbentuk seperti raket untuk memukul-mukul kasur yang dijemur
  112. gelabat daun tebu yang kering
  113. gelajung ukuran dua gapan atau berkas padi yang sudah dikeringkan dan diikat jadi satu untuk disimpan di lumbung hingga panen
  114. gelundang perangkat gamelan, terdiri atas dungdung, tuktuk, dan tongtong
  115. gemi induk atau ratu rayap
  116. gendir jahitan pada kasur agar kapuknya tetap terbagi rata
  117. gerdung ruas tulang punggung
  118. geru pembengkakan mengeras dalam otot
  119. gerubuk peti kayu besar yang dipenuhi ukiran, bagian atasnya untuk tempat tidur
  120. gigan kerangka kayu bercabang dan bermata besi yang dipasang di kaki bajak untuk membalik tanah
  121. gindul pembacaan syair yang iramanya kacau karena jumlah suku kata pada sebuah larik kurang atau lebih daripada patokan yang ditentukan
  122. goci tali layang-layang
  123. golekan perahu tradisional Madura yang besar, bermuatan hingga 100 ton, bertiang dan berlayar tunggal, bermagun dan berkokop
  124. gubit penganan, dibuat dari parutan singkong yang dikukus dan ditaburi parutan kelapa
  125. guluk keris kecil yang berbilah gilik
  126. gundungan encok di leher
  127. gungging drama tradisional Madura yang menampilkan cerita babad atau sejarah
  128. gungseng bola logam kecil bercelah, berisi butir logam yang bergemerencing apabila digerakkan; giring-giring
  129. gungseng rangkaian giring-giring dan genta kecil dipasang di pergelangan kaki tokoh pemain ludruk laki-laki berwatak kasar
  130. gunjik ujung-ujung rambut yang menyatu dan mencuat melewati batas cukuran di belakang leher (umumnya terlihat pada laki-laki)
  131. gurjem buah pohon beringin
  132. hadrah repertoar lagu kasidah yang dilakukan oleh kaum laki-laki dengan diiringi rebana bersimbal sambil ditarikan
  133. jaligur daun ubi jalar
  134. jam bencet jam tradisional yang khusus dipakai untuk menentukan waktu tibanya salat (jauh lebih tepat untuk menentukan waktu salat) tersusun dari batu-batuan semen, berbentuk persegi, dan pada ujungnya ada sepotong besi yang diberi bergaris pada kedua sisinya, tidak mengenal baterai, bekerja berdasarkan peredaran matahari di langit
  135. janggolan perahu pengangkut muatan dengan lunas haluan dan buritan menonjol yang mempunyai dua tiang utama dan dua layar
  136. jangkah alat penyanggah untuk menjaga keseimbangan perahu saat diperbaiki
  137. jangkang kepiting pantai, bertubuh kecil, berkulit lunak, sering dimasak sebagai lauk
  138. jantel bunga pohon pepaya
  139. jegir anak sapi menjelang dewasa dengan bakal tanduk mulai muncul di kepalanya
  140. jelarus nelayan yang bertugas sebagai tukang selam
  141. jenggik berkas atau jambul kecil yang tumbuh tepat di bawah bibir bawah
  142. junel sangat mahir, berkeahlian, dan berkewirausahaan
  143. kabudul anak jangkrik
  144. kacik perahu besar di pantai selatan Madura yang bentuknya khas karena mirip biji mangga
  145. kacong sebutan untuk anak laki-laki Madura
  146. kajang daun nipah muda yang dikeringkan untuk melinting rokok
  147. kalas lingkaran tali yang dikaitkan di antara dua kaki untuk memudahkan pemanjatan batang kelapa
  148. kaleles bambu yang dibuat sedemikian rupa untuk karapan sapi
  149. katir bagian semah yang berfungsi melampungkan, terdiri atas buluh bambu panjang yang dipegang oleh cadik di kedua sisi jukung
  150. kebudul anak jangkrik
  151. kejat pincang karena cacat kaki yang kaku
  152. kelang petis ikan yang masih belum mengental
  153. kelat tali besar berpilin empat, dibuat dari sabut kelapa atau rami untuk tali-temali perahu
  154. kelelaan sampan bercantek, banyak ditemukan di Madura Barat
  155. keleningan gamelan yang komposisi instrumennya tidak lengkap, umumnya untuk mengiringi pertunjukan tayuban atau mamaca
  156. kelmok gentong kecil
  157. kelono tarian tunggal penari bertopeng yang mengawali pertunjukan wayang topeng atau ludruk
  158. kelpong kempis sampai mencekung (tentang pipi orang tua karena gigi ompong)
  159. kereng wadah ikan tangkapan, dibuat dari bambu yang dianyam jarang-jarang
  160. keroncong binggel
  161. kesa wadah yang dibuat dari daun siwalan atau daun kelapa muda, biasanya digunakan untuk tempat ayam (hidup) ketika dijual
  162. ketipung gendang kecil yang hanya satu dari dua lubangnya yang ditutup kulit
  163. ketoka jenis ikan pari yang kecil
  164. klebun panggilan untuk kepala desa
  165. kokop palka atau rumah tempat muatan pada perahu
  166. kolbas ukuran ketinggian suhu air mendidih yang dapat melepuhkan kulit
  167. kumambang tembang yang terdiri atas empat gatra
  168. kupang kerang laut kecil yang dagingnya sering dimasak untuk dijadikan soto dan petis
  169. lajing ular naga berbisa dalam dongeng yang dapat terbang
  170. lampoi ikan yang keluar dari perangkap jaring bagian atas
  171. lancor arit berbilah panjang melengkung seperti bulu ekor ayam jantan, dipakai untuk merambah gelagah atau memotong tebu
  172. lantai tikar dari potongan panjang rotan utuh yang dijajar rapat-rapat dan dijalin dengan ditusuki benang
  173. lanyo rasa nikmat naik kendaraan yang bergerak melaju dengan mulus
  174. larkang arit dengan bilah sangat besar dan diberi tangkai panjang sehingga harus dipegang dengan kedua belah tangan, dipakai untuk memotong batang tebu dan membelah bambu
  175. lebas tingkat kematangan buah yang teramat masak, lunak, dan mendekati busuk
  176. legan batu datar dan licin untuk menggilas ramuan jamu
  177. lenggi penerus lunas berupa papan tegak berujung runcing di haluan dan buritan sampan atau perahu, umumnya dihias dengan ukiran dicat berwarna-warni
  178. loek pepagan atau kulit kayu pohon waru laut yang dijadikan bahan pemintal tali-temali perahu
  179. lone kata penggolong untuk buah seperti jeruk dan salak
  180. lora panggilan untuk anak laki-laki dari seorang kiai
  181. mabuh memotong padi dengan imbalan upah harian
  182. magi biji buah asam yang sudah tua
  183. majang menangkap ikan di rumpun pada waktu siang hari
  184. mandung membuka tanah
  185. manggar jangkar sampan atau perahu yang dibuat dari batu dan kayu berkait
  186. manyang perbungaan jantan pohon siwalan
  187. marawis gendang kecil yang kedua lubangnya ditutup kulit
  188. montek jukung kecil tidak bercadik yang diikatkan di belakang perahu, berfungsi sebagai sekoci
  189. mopok sifat kayu yang terlihat utuh di luar, tetapi bagian dalamnya hancur oleh serangga
  190. mornang kulit yang menggelembung berisi nanah sebagai akibat penyakit kudis
  191. nayaga penabuh gamelan
  192. nyirab menangkap ikan di rumpun ikan pada waktu senja hari
  193. ojung pertarungan dua pemain dengan menggunakan senjata tajam atau rotan sebagai ritual mendatangkan hujan
  194. okol gamelan yang terdiri atas gambang, tuktuk, gendang besar kecil, rebana bersimbal, dan suling
  195. okol pertandingan gulat
  196. ongkek perangkat pikulan dengan keranjang yang berkaki, seperti yang sering dipakai penjaja sate dan soto
  197. onjem rumpon ikan di laut yang dibuat dari daun kelapa
  198. ontel bunga pohon sukun dan keluih
  199. oreng alur antara hidung dan bibir
  200. pagur jongkong yang bersemah sebelah
  201. paker pahit sekali
  202. pamaitan sanrego; kemaitan
  203. pangonong kerangka kayu berukiran yang diletakkan di leher sapi untuk menyatukan sepasang sapi guna keperluan membajak atau kerapan
  204. paparegan puisi pendek Madura yang bentuknya mirip gurindam
  205. parse bibit kelapa yang pinak daun majemuknya sudah menyirip
  206. patrol orkes gamelan khas Madura berintikan tongtong, rebana, seruling serta instrumen lain, biasanya dilantunkan sambil berkeliling untuk membangunkan orang agar makan sahur pada malam bulan puasa
  207. pecotan undangan yang disertai rokok agar pihak yang diundang hadir dengan membawa sejumlah uang
  208. pegon versi sampan kelelaan yang diberi kokop dan diperbesar menjadi perahu bercantek yang mampu mengangkut hingga 100 ton muatan
  209. peji anak burung merpati
  210. pekeng gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, satu oktaf lebih tinggi daripada saron
  211. pelegiran dialog bersambut yang sering disisipi peribahasa, bangsalan, atau paparegan untuk bersenang-senang
  212. pelemas awak perahu yang bertugas menghalau ikan
  213. pembaun rakitan bambu untuk mengukuhkan pembeberan layar sampan atau perahu
  214. penai periuk tanah besar bermulut lebar, dipakai untuk memindang ikan
  215. penampo kuli penjaga perahu di pantai saat tidak berlayar
  216. pencon gong-gong kecil yang tidak digantung, tetapi disangkutkan mendatar di atas sepasang tali yang direntangkan di atas kerangka kayu
  217. pendega awak sampan dan perahu
  218. pengamba kuli pengangkut hasil tangkapan
  219. pengambak nelayan berjongkong yang menjemput hasil ikan tangkapan perahu payung di tengah laut
  220. penongkok joki kerapan sapi
  221. penteng permainan mengadu ketangkasan melontarkan sepotong kayu dari lubang dengan dorongan batang kayu pemukul
  222. pepek penganan, dibuat dari pipilan biji jagung muda yang dipecahkan, diberi gula dan parutan kelapa
  223. petok arit kecil untuk menyiangi rumput di tanah kering
  224. punggang instrumen gamelan terdiri atas deretan 5 pencon besar, bernada rendah
  225. rakara daun siwalan yang dikeringkan
  226. ratep upacara mendatangkan hujan yang ditarikan dengan gamelan tidak berlogam hingga penari utamanya kesurupan
  227. ratep penari utama yang menjadi kesurupan selama berlangsungnya upacara ritual akhir musim kemarau
  228. remo jenis arisan, yang apabila diselenggarakan kalangan belater melibatkan jumlah uang sangat besar, sering diramaikan dengan tayuban dan suguhan minuman keras
  229. renggu memijat yang melibatkan sentakan tiba-tiba pada bagian tubuh tertentu sehingga sendi tulang berderak
  230. rengreng menggambarkan sketsa motif batik di kain sebelum dilakukan pembatikan
  231. renjing keranjang bambu yang dianyam jarang-jarang dan diberi tali penggantung untuk dipikul sepasang-sepasang oleh laki-laki
  232. resem memisahkan daun tembakau dari gagangnya
  233. roga gangguan sakit salah urat pada tulang dan otot karena salah gerak, keseleo, terlalu lama kaku, masuk angin
  234. sambalang pancing dengan mata kail banyak yang dipergunakan dengan perahu yang berlayar cepat
  235. sandur upacara yang ditarikan beberapa orang tanpa iringan musik, kecuali suara pantun yang ditembangkan
  236. sanggan kerangka penyangga gulungan layar yang terletak di tiang pendek buritan sampan atau perahu
  237. sangger bilah bambu yang dijajar rapat-rapat di atas balai-balai
  238. sapi karapan sapi kerap
  239. sapi kerap sapi yang dilombakan dalam karapan; sapi karapan
  240. sapi sonok sapi betina yang didandani dan dihiasi dalam kontes, dinilai dari tampilan fisik dan hiasan yang dipakai, biasanya diikutkan secara berpasangan dalam tradisi yang dilaksanakan bersamaan karapan sapi di Pulau Madura
  241. sarabek menangkap ikan pada pagi hari
  242. saronen instrumen musik tiup tradisional mirip obo, tetapi berpelindung mulut dari tempurung kelapa yang menyerupai kumis
  243. saronen orkes gamelan khas Madura terdiri atas gong, kempul, bonang, kenong, gendang, dan simbal kecil, biasanya dipakai untuk mengiringi karapan sapi
  244. segala bambu yang ditarik oleh dua ekor sapi (seperti karapan sapi), digunakan untuk membajak sawah untuk menggemburkan tanah yang keras
  245. sekket batton hadiah pada upacara peminangan seorang gadis
  246. selandang jaring berkerangka dua batang kayu yang digunakan secara tradisional untuk menangkap ikan berukuran kecil
  247. selentem gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, lebih rendah daripada demung
  248. selotong sarung celurit dibuat dari kulit untuk memudahkan dan mengamankan penyisipannya di pinggang
  249. sendelan pertukaran pantun, syair, atau tembang yang sering disisipi peribahasa dan umumnya sambil dilagukan dan dilakukan beberapa orang dalam upacara adat tertentu
  250. senggik kepiting kecil bersapit besar yang hidup di pantai
  251. sengkang gelatik yang sudah dewasa sehingga bulunya yang semula kecokelatan sempurna berubah menjadi biru keunguan dan paruhnya merah
  252. solet sikap suami atau istri yang tidak memercayai pasangannya dalam hal uang dan harta
  253. solo menangkap ikan pada malam hari
  254. somela dua potong kayu yang dipasang pada pangonong atau kuk bajak, pedati, atau kaleles kerapan, berfungsi sebagai alat untuk memantapkan letak leher sapi
  255. sonduk jaring ikan yang direntangkan pada kerangka batang kayu menyegi tiga, digunakan dengan tangan
  256. tabing anyaman rapat bilah bambu untuk pagar atau dinding bangunan yang kaku dan kekar
  257. tagen perahu yang kuat dan tidak goyang
  258. tajuk tempat mengikat kemudi perahu pada waktu berlayar
  259. takat tumpukan pasir di tengah laut yang hampir menjadi pulau
  260. talojungan pucuk daun pisang
  261. tamanco kotoran ayam, burung, itik, atau angsa
  262. taneyan lanjang pola perumahan khas tradisional Madura yang berderet dan berimpitan membentuk aksara U dengan musala di sebelah barat, bagian kanan dan kiri rumah berupa kandang dan dapur, biasanya mereka dari keluarga dekat
  263. tangkas jaring yang sudah selesai dipakai menangkap ikan dan diletakkan di tempat semula
  264. tangkerean alat penyambung tali senar yang terbuat dari bahan plastik yang kenyal sebesar ibu jari
  265. telangger perahu dalam posisi terhadang karang
  266. tembung ukuran untuk setiap 25 gulungan tembakau yang siap diiris
  267. tempo beras yang dimasak dengan dibungkus daun pisang sehingga hasilnya seperti tumpeng
  268. tengkem tutup atap kokop atau magun perahu, umumnya dibuat dari ikatan bilah bambu
  269. tokalan bambu kira-kira berukuran 3 meter yang digunakan sebagai pelampung pada waktu kegiatan menangkap ikan bagi nelayan
  270. toktok aduan sapi atau kambing jantan dengan saling menandukkan kepalanya
  271. tonding punggung pisau
  272. tongar tali penyekat yang ditusukkan ke hidung sapi sebagai kendali
  273. tonggul bunga jagung
  274. tuktuk perangkat gamelan semacam kentungan dibuat dari batang kelapa yang dironggai (dilubangi) secara memanjang

Makassar

[sunting]
Kamus Makassar-Indonesia
  1. angalaki mengantarai tanaman yang satu dengan yang lain
  2. bakbarak layar terkembang pertanda perahu siap berlayar
  3. balandong layar yang sengaja digulung, tetapi tetap di atas tiang layar untuk menghindari kecelakaan di tengah laut akibat terpaan angin kencang
  4. bantilang balai-balai di pinggir pantai, beratap, tanpa dinding, tempat nelayan menyimpan atau membenahi jaring yang rusak
  5. barukbuk sisa-sisa pakaian, makanan, dan sebagainya
  6. basang penganan khas Makassar, dibuat dari biji jagung yang sudah direbus kemudian dicampur dengan santan dan gula pasir
  7. boda tempat dari bambu, berbentuk seperti kotak atau gelas, dipakai untuk menaruh sirih yang sudah dikunyah
  8. boya berusaha mendapatkan (menemukan, memperoleh) dengan sungguh-sungguh
  9. cao ikan kecil yang diawetkan dalam botol dengan menggunakan garam dan pengawet kemudian diberi pewarna
  10. coto sup khas Makassar, dibuat dari jeroan dan potongan daging sapi atau kerbau
  11. gantala makanan khas Jeneponto yang terbuat dari daging kuda, dibumbui garam dan direbus, disajikan sebagai hidangan pesta pernikahan
  12. jempang penutup kemaluan wanita berbentuk segitiga yang terbuat dari emas atau perak, dipakai dengan cara mengikatkan talinya ke pinggang, merupakan pakaian sehari-hari untuk gadis bangsawan suku Gowa, Sulawesi Selatan
  13. kalompong hal atau sesuatu yang dianggap suci (misalnya keturunan)
  14. lawa urap
  15. palucekla masakan yang dibuat dari ikan, dibumbui dengan garam dan kunyit
  16. papasak menangkap atau memegang dengan posisi objek (ikan, dan lain-lain) berada dalam wadah yang cekung, lubang, genangan lumpur dan air
  17. parakan norma hukum
  18. puikpuik alat musik tiup, terbuat dari bambu yang diberi selongsong dan dibunyikan pada pesta perkawinan atau oleh para pelaut sebagai hiburan
  19. pusa keranjang dari daun lontar yang dianyam untuk menyimpan garam yang dibawa oleh nelayan
  20. rakang alat untuk menangkap kepiting, terbuat dari jaring yang berbingkai rotan
  21. rapang pepatah
  22. sope perahu bercadik ganda (kiri dan kanan) dilengkapi dengan layar berbentuk segi empat untuk penggerak laju perahu
  23. tumanurung keturunan berdarah putih

Bugis-Makassar

[sunting]
  1. barongko penganan kukus khas Bugis-Makassar, dibuat dari pisang yang sudah dihancurkan dicampur dengan tepung, telur, dan gula pasir
  2. bosarak baki (berkaki atau tidak berkaki) yang berpenutup bundar, biasanya digunakan untuk menyuguhkan kue pada acara adat atau resmi
  3. gogosok penganan dibuat dari ketan dan santan, dibungkus daun pisang, berbentuk bulat panjang dan dipanggang di atas bara api
  4. gola tarek penganan dibuat dari gula merah yang dimasak sampai agak kental, setelah dingin dimakan begitu saja
  5. jalangkote penganan yang dibuat dari tepung terigu, di dalamnya diisi dengan taoge dan mi
  6. male kertas berwarna-warni yang biasa digantung bersama telur berwarna-warni, biasa digunakan pada acara Maulid Nabi Muhammad saw.
  7. parakang manusia jadi-jadian yang dapat berubah menjadi apa saja dalam keadaan yang tidak sempurna, misalnya anjing tanpa buntut, karena melanggar aturan ilmu hitam
  8. rontok lauk yang terbuat dari udang kecil yang masih mentah diberi bumbu dapur, kemudian disimpan dalam waktu tertentu sebelum dimakan atau ditumis
  9. singkolo alat berujung paku yang terbuat dari tanduk untuk meratakan kayu atau papan perahu

Makeang Timur

[sunting]
  1. abulus berselancar di atas pasir dengan menggunakan pelepah kelapa
  2. baikutu inti jantung pisang
  3. bali menggulung atau melilitkan papeda
  4. magori buah pertama dari pohon
  5. nunuk kulit keras pada buah kenari atau pala
  6. sopang pulang dari kebun
  7. tinyor pengerjaan yang dilakukan seseorang agar lebih apik, tetapi belum selesai
  8. wase pohon kelapa yang menurun produktivitas buahnya karena usia, hama, atau faktor alam lain

Mandar

[sunting]
  1. balanu keranjang yang terbuat dari anyaman daun kelapa segar biasanya sebagai tempat ayam mengeram
  2. balombong terowongan untuk melintaskan air yang memotong jalan
  3. batacina rumah-rumahan kecil yang dibungkus kain berwarna putih, hijau, kuning, biru, dan sebagainya, berisi benda-benda tertentu sebagai salah satu bawaan yang diarak ke rumah pengantin perempuan
  4. batuwa golongan hamba sahaya suku Mandar
  5. boko nama pakaian adat perempuan Mandar yang sudah agak lanjut usia, biasanya berwarna putih, hitam, cokelat, atau biru, dipakai pada acara-acara penting
  6. cicik panggilan untuk anak perempuan
  7. cokbok tanda berbentuk bulat pada dahi sebagai pertanda seseorang banyak melakukan sujud dengan khusyuk
  8. kalindakdak puisi berirama (salah satu bentuk puisi Mandar yang paling populer, misalnya pantun)
  9. kawao gurita besar yang muncul secara tiba-tiba di sekitar kapal atau perahu yang sedang berlayar di lautan, dapat membahayakan pelayaran
  10. mangino permainan sesudah upacara perkawinan dengan cara kerabat atau sahabat pengantin laki-laki memberi hadiah uang kepada pengantin perempuan
  11. mellete diatonganan meniti di atas kebenaran; semboyan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
  12. pamasi cairan dari kulit limau yang dicampur ubi kayu yang sudah dimasak untuk memoles benang tenun sarung
  13. pandoro anak-anak yang meminta ikan kepada nelayan yang baru pulang dari laut
  14. paritik air yang menetes dari jangkar yang baru diangkat dari permukaan laut dan tetesan air untuk diminum oleh awak perahu atau penumpang sebagai obat anti mabuk
  15. sandek perahu khas Mandar lambungnya agak ramping sehingga gerakannya cepat dan lincah, di bagian kanan dan kirinya terdapat cadik yang panjang hulu dan buritannya mencuat ke atas untuk mencari ikan
  16. siwalipari kebersamaan dan kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam menafkahi kehidupan
  17. soke nama penyakit lumpuh pada bagian kaki yang konon karena menginjak benda-benda tertentu yang telah dimantrai

Manggarai

[sunting]
Kamus Bahasa Indonesia-Manggarai
  1. ambaks kuli bangunan
  2. anak rona keluarga mempelai wanita dalam adat perkawinan suku Manggarai
  3. anak wina keluarga mempelai pria dalam adat perkawinan suku Manggarai
  4. bakes kurang kering
  5. bambo wabah virus, biasanya menyerang hewan piaraan, virusnya sangat cepat dan mematikan
  6. campat perangkap ikan yang terbuat dari dua ruas bambu yang diiris dan dianyam sedemikian rupa dengan tetap mempertahankan buku bagian bawahnya, bentuknya seperti piala
  7. cigu pantun (berisi sindiran)
  8. lingko tanah adat yang dimiliki dan digunakan secara bersama, berupa persawahan yang luas dan melingkar seperti jaring laba-laba dengan pokok kayu sebagai titik pusat pembagian sawah
  9. mbaru gendang rumah adat masyarakat Manggarai, berbentuk kerucut

Marlasi

[sunting]
  1. amsemai gelang yang dipakai di kaki dan lengan oleh laki-laki dan perempuan suku Marlasi, terbuat dari anyaman daun pandan duri dengan lebar sekitar 2 cm

Massenrengpulu

[sunting]
  1. garontok butir tepung yang kasar (sisa serbuk tepung yang sudah ditapis)
  2. kino kata sapaan kepada perempuan yang menyusui anak raja atau bangsawan
  3. macerak manurung pesta adat di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan untuk memuja manurung yang dilaksanakan secara berkala
  4. manurung barang peninggalan manusia yang dipercaya sebagai dewa yang turun dari langit

Melayu Ambon

[sunting]
Kamus Bahasa Melayu Ambon-Indonesia
  1. aju-aju meniru pembicaraan atau gerak-gerik orang tua
  2. alau meja makan bundar, terbuat dari kayu, hanya digunakan oleh raja dan keluarganya
  3. amane negeri adat yang dikepalai oleh seorang latu (raja)
  4. amato ucapan selamat tinggal, selamat jalan
  5. anaye rambut halus di dekat pelipis; anak rambut
  6. aong bekas kebun yang sudah pernah ditanami
  7. arombai perahu yang digunakan untuk mencari ikan dengan jaring
  8. asuang tiang pagar kebun
  9. babulu berlayar ke pulau-pulau untuk mencari barang dagangan, seperti kelapa, sagu mentah, dan ubi-ubian
  10. bambu gila permainan yang menggunakan bambu sebagai alat (Ambon)
  11. Bapa Raja gelar untuk pemimpin kesatuan beberapa desa adat di Ambon
  12. bilalo melicinkan lantai dengan semen yang tidak dicampuri pasir
  13. boga-boga orang yang tidak sanggup lagi bekerja karena menderita penyakit
  14. bogol luka yang sering berulang pada bagian yang sama di kaki sehingga dapat menebal
  15. cara penganan khas Ambon, terbuat dari adonan tepung terigu, telur, susu, mentega, garam, gula, dan santan cair, yang dimasukkan ke dalam cetakan khusus dengan diberi isian berupa irisan ikan cakalang dan bumbu yang ditumis, di atasnya diberi pugasan berupa irisan cabai merah, kemudian dipanggang
  16. ence sapaan untuk laki-laki Tionghoa yang sudah berumur
  17. flau lemas karena belum makan
  18. foris ruang tamu
  19. foris ruangan tengah rumah
  20. gadong gudang yang berada di dalam rumah
  21. galeter perputaran gasing yang tidak mulus karena paksi gasing terlalu panjang
  22. gamutu serat aren
  23. garida mata yang sangat kontras antara bagian bola mata yang hitam dan putihnya (tentang perempuan)
  24. garontong penganan yang terbuat dari biji jagung rebus dicampur dengan kelapa parut dan gula merah
  25. garuru serok sampah yang dibuat dari pelepah sagu
  26. garuru wadah tuak yang terbuat dari pelepah pinang
  27. gepe jepit; tekan
  28. kalawai trisula dengan mata tombak dari besi dan pegangan dari kayu atau buluh, digunakan untuk menangkap ikan
  29. kalor kebotakan pada bagian tertentu di kepala akibat rambut rontok
  30. kanjoli lampu tradisional yang dipergunakan pada zaman Jepang, dibuat dari kemiri yang digoreng kemudian ditumbuk dengan kulit gaba-gaba yang telah dibakar, sesudah itu dililitkan pada lidi
  31. karabu luka di telapak kaki
  32. karemos bekas air liur atau tahi mata di wajah pada saat bangun tidur
  33. karepu bekas luka di sudut-sudut bibir
  34. kewang polisi hutan
  35. lombar pelepah pinang atau pelepah sagu
  36. losiang kekurangan darah
  37. mamboro tidak tertutup rapat (tentang mata); menjadi sayu seperti ketika hendak tidur
  38. nonai umpan pancing
  39. pela gandong ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara, merupakan tradisi di Maluku sebagai bentuk resolusi konflik antarwarga
  40. salele tanda larangan untuk tidak memanjat pohon kelapa dengan cara membungkus pohon
  41. sele membelah buah kelapa menjadi empat bagian
  42. slenger dekorasi berbentuk rantai yang terbuat dari guntingan kertas yang disambung, biasanya digantung di plafon rumah
  43. trembal lapangan sepak bola
  44. usi kata sapaan kepada perempuan muda Ambon yang beragama Kristen
  45. wotu kembali ke permukaan setelah menyelam
  46. wotu pulang ke tempat tinggal di pegunungan

Melayu Belitung

[sunting]
Kamus Bahasa Melayu Bangka-Indonesia
  1. alar akar keladi yang panjang, besar, dan dapat dimakan
  2. amau daratan yang tergenang air
  3. ampa bulir padi yang tidak bernas karena patah pada tangkai padi
  4. anggal kotoran manusia yang mengeras
  5. anjan tangga yang pijakannya berupa potongan kayu atau bambu yang disusun berjejer dan melintang
  6. ansai mengeringkan baju atau kain dengan cara digantung tanpa terkena panas matahari secara langsung, misalnya di bawah atap
  7. anta kotoran (sisa padi, batu kecil, kutu, dan lain-lain) pada beras
  8. banai porak-poranda
  9. bebak rumah yang lama tidak dihuni serta tidak dirawat sehingga ditumbuhi lumut dan semak belukar
  10. bucu alat kecil untuk memasang pentil sepeda agar angin tidak keluar
  11. buyong wadah yang terbuat dari tempurung kelapa utuh yang dilubangi pada bagian atas
  12. cacak tudung kepala pengantin laki-laki Belitung
  13. calum berlumuran cairan kental (tentang jari atau tangan)
  14. campak pertunjukan berbalas pantun yang dilakukan oleh biduan sambil menari di atas panggung dan menantang para penonton beradu pantun, diiringi instrumen tradisional gendang dan gong serta instrumen modern biola dan kibor yang menggantikan tamborin dan simbal
  15. campang wadah kecil terbuat dari daun pandan kering untuk menyimpan rempah-rempah, gunting kecil, atau jimat yang diletakkan di ujung gendongan bayi, digunakan untuk melindungi bayi dari gangguan makhluk halus
  16. candak kail bermata lima, biasanya digunakan untuk menangkap cumi-cumi
  17. candok alat bekam tradisional berbentuk cawan logam untuk menyedot darah
  18. carok pojok di bagian luar rumah
  19. cekelong hari kelima setelah hari ini
  20. celekap memukul secara diam-diam
  21. cerambe luka dengan darah yang masih mengalir
  22. cerembing memasang telinga untuk mendengarkan sesuatu secara saksama
  23. cerucup alat tangkap udang yang terbuat dari bambu bulat dengan panjang sekitar 40--50 cm dan berdiameter 10 cm
  24. gemiat gelap gulita
  25. gerabak kondisi melebih-lebihkan (tentang perbuatan, gaya hidup, dan sebagainya)
  26. gerebok wadah yang terbuat dari tempurung kelapa atau pelepah pinang untuk menyimpan pulut perangkap burung
  27. gerebusan marah-marah tanpa alasan yang jelas
  28. gidau menghalau dengan mengayunkan tangan atau benda lain
  29. gingor menggoyangkan atau mengguncangkan pohon, biasanya dilakukan untuk merontokkan buah
  30. indik mengguncang pohon dengan kaki agar buahnya jatuh
  31. inding hutan larangan yang diyakini masyarakat sebagai tempat berkumpulnya mahluk gaib
  32. jaber seruan yang menyatakan kekesalan atau keterkejutan
  33. jajakgede kue hantaran dari pihak perempuan kepada laki-laki sebagai tanda persetujuan dalam prosesi pernikahan adat Belitung
  34. jangak necis atau flamboyan berlebihan
  35. jelangat orang yang paling aktif dan reaktif dalam suatu kelompok atau forum
  36. jengang meluangkan waktu untuk mampir atau melihat tanpa direncanakan
  37. jong tiruan perahu sebagai sarana upacara selamatan laut masyarakat Bangka Belitung
  38. jungak melihat dengan hanya memperlihatkan atau menongolkan kepala, sedangkan anggota tubuh lain tertutup benda lain (misalnya tembok, bilik, dan sebagainya)
  39. jungak melihat sekilas
  40. kalang surik batas lahan berupa patok dari kayu atau bambu
  41. kalang terutui batas lahan di lahan pertanian, biasanya berupa parit kecil
  42. kantip pembelah batang pinang dengan engsel di ujungnya
  43. kecipul tidak membayarkan hak orang lain
  44. kecipul menggelapkan uang
  45. kedampul tradisi masyarakat Belitung berupa arak-arakan anak sunatan dengan iringan gendang dan tawak-tawak
  46. kedang penampakan bulan antara sabit dan purnama, terjadi pada malam ketujuh atau kedelapan
  47. kedaong hantu dalam kepercayaan masyarakat Belitung yang berbentuk burung dan bisa membunuh manusia
  48. sebang kayu penjepit lantai pada pintu depan rumah panggung
  49. sebayak hantu yang mengganggu orang lewat dengan cara melempar pasir atau menepuk air
  50. sebul cepat tumpul (tentang perkakas tajam)
  51. sekum sunyi, senyap, dan mencekam
  52. selading pisau kecil yang dibuat dari bambu dan digunakan untuk mencari kutu di kepala
  53. selumbat serat kayu atau bambu yang tajam dan dapat menusuk kulit
  54. sempulian ritual untuk menghilangkan makhluk gaib dengan membacakan doa atau mantra
  55. sepau hambar dengan sedikit aroma
  56. sialong pohon kelapa yang sudah tinggi dan tua
  57. sibeng benda berbentuk parabola pada senter untuk membuat cahaya lebih terang dan fokus
  58. silak patah, tetapi tidak sampai putus (tentang dahan atau ranting pohon)
  59. sinding bela diri dari Belitung yang diwariskan dari tradisi Kerajaan Balok

Melayu Jakarta

[sunting]
Lihat Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/B#Betawi (Melayu-Jakarta)

Melayu Jambi

[sunting]
  1. alang bujur sisi pembentuk sudut pelurus untuk alang melintang pada rangka atap
  2. amban sarung atau songket yang dililitkan pada pinggang saat memakai baju melayu
  3. ambat perangkap ikan di sungai yang terbuat dari bambu yang dijalin rapat dengan rotan, ditancapkan di dasar sungai, tingginya harus melebihi permukaan air sungai
  4. ambung wadah berbentuk bulat panjang, terbuat dari anyaman rotan, bagian tengah diberi tali untuk dikaitkan ke bahu, dan bagian atas diberi tali untuk disangkutkan ke kepala
  5. amot makin menjadi-jadi
  6. angso duo motif batik Jambi, bergambar sepasang angsa, melambangkan legenda terbentuknya Kota Jambi
  7. antan-antan bilah yang digunakan untuk menembakkan peluru yang ada dalam mainan bedil buluh
  8. antar belanja adat perkawinan di Jambi dengan mengantar barang bawaan pihak laki-laki kepada pihak perempuan berupa perlengkapan kamar, perlengkapan mandi, seperangkat pakaian, kosmetik, dan perlengkapan masak (beras, kelapa, bawang, merica, dan sebagainya), pada saat menikah
  9. ayam bersanggul orang yang selalu menundukkan kepala karena malu
  10. ayam bertelur orang yang malas bekerja; pemalas
  11. baharok bau busuk yang sangat menyengat
  12. balun kain kafan
  13. baralek upacara memasuki rumah baru, bertujuan untuk meminta berkah agar penghuni rumah diberi keselamatan
  14. baselang mengerjakan sawah secara bersama-sama (gotong royong), yang berpindah dari sawah seseorang ke sawah orang lain
  15. batandang tradisi berkunjung yang dilakukan seorang pria ke rumah orang tua pacarnya, biasanya membawa gula atau kopi, sambil melantunkan pantun atau petuah
  16. bauh bambu yang sudah dibelah-belah untuk bahan baku anyaman
  17. bedil buluh bedil mainan dari bambu yang menggunakan kertas atau putik jambu air sebagai pelurunya
  18. belahan anak dari hasil pernikahan antara suku Duano dengan suku lain
  19. belat jala penangkap ikan yang digunakan di pantai
  20. belukor ladang yang hanya ditanami pohon buah-buahan seperti durian, duku, cempedak, petai, dan rambutan
  21. bersebo memakai sebo
  22. besale pemimpin spiritual suku Anak Dalam, biasanya dapat meramal atau menyembuhkan orang sakit
  23. beselunta tempat dalam bubungan, khusus untuk suami atau anak laki-laki
  24. betetak menyatukan papan dan rusuk kapal dengan paku
  25. biji timun motif batik Jambi, bentuknya menyerupai biji mentimun
  26. bingah kata sapaan untuk kerabat anak tengah
  27. ble berlayar mencari ikan seharian
  28. boru tali jaring
  29. bralem minyak kelapa
  30. bubur ayak bubur dari tepung beras yang dicampur seledri, bawang goreng, dan penyedap
  31. buling potongan rotan yang ditusukkan ke hidung kerbau, kemudian dijalin dengan tali membentuk lingkaran kecil, berfungsi untuk menarik kerbau
  32. busu kata sapaan untuk adik bungsu ayah atau ibu
  33. catur jahitan pembatas pada tengah kasur yang berfungsi untuk meratakan kapuk dan membentuk tonjolan pada kasur
  34. cilat kerang berbentuk bulat
  35. cuci kampung hukum adat di Jambi yang mengharuskan pasangan muda-mudi yang berbuat zina membayar uang denda
  36. cuci kampung penggantian para pejabat yang tidak berkualitas dengan pejabat yang berkualitas secara massal
  37. dap alat musik khas Kerinci terbuat dari bonggol kelapa dan kulit kambing, dibunyikan dan dimainkan untuk menurunkan benda-benda pusaka
  38. dapur kaleng yang diisi tanah, digunakan untuk meletakkan tungku
  39. depati jabatan dalam kepemimpinan suku Anak Dalam
  40. dompeng alat untuk penambangan emas di sungai, berfungsi menyedot pasir dari dasar sungai, selanjutnya butiran emas akan dipisahkan dari butiran pasir dengan menggunakan merkuri
  41. dundang nyanyian gembira untuk menidurkan anak-anak
  42. garang bagian dapur tempat mencuci beras, piring, dan peralatan dapur yang lain
  43. gazal musik yang dimainkan oleh masyarakat Jambi, dengan menggabungkan irama gambus, zapin, dan langgam, berfungsi sebagai musik hiburan pada hari besar Islam dan pada pesta perkawinan
  44. gendang panjang alat musik khas Jambi, digunakan untuk mengiringi pencak silat dan tarian daerah, terbuat dari kayu dan kulit kambing
  45. giginyaru batu cincin yang dijadikan jimat penangkal petir dan kecelakaan
  46. ikan jenggi ikan laut bermata besar yang dipercaya sebagai wujud makhluk halus
  47. jalo perahu yang berukuran panjang 7 m dan lebar 1,5 m, menggunakan layar dan dua dayung bersilang sebagai penggerak
  48. jalur perahu yang digerakkan dengan bantuan angin atau didayung
  49. jangko alat untuk meraut daun pandan, terbuat dari kepingan seng yang bertangkai kayu
  50. kail alat penangkap kepiting hutan bakau, terbuat dari kayu dengan panjang 2 m yang dilengkapi pengait di ujungnya
  51. kalangan pasar yang beroperasi pada hari-hari tertentu saja
  52. kalbu pengelompokan sosial dalam masyarakat pada masa Kesultanan Jambi
  53. kampih wadah berbentuk persegi, terbuat dari anyaman daun pandan berduri, dipakai untuk membawa bekal ke sawah
  54. kandul lipatan pada ujung jaring menyerupai kantong pada bagian bawah jerat ayam-ayam
  55. kecorong serunai yang terbuat dari batang padi dengan corong dari daun kelapa
  56. kedalomon ruangan yang berada di rumah induk, berfungsi sebagai kamar bagi anak perempuan
  57. kedidi komposisi musik kulintang yang hanya dimainkan pada saat pemasangan panji-panji adat dalam upacara perkawinan
  58. kelepai jendela yang dibuka dengan cara mendorongnya ke atas serta diikat dengan tali untuk menguatkannya
  59. kenas mengupas kerang untuk mengambil isinya
  60. ketan tumis ketan kukus yang diberi bumbu tumis (telur, ebi), kemudian diaduk menjadi satu
  61. kolim rakit dari bambu yang menggunakan galah sebagai penggeraknya
  62. kompang gendang pipih bundar, dibuat dari tabung kayu pendek, ujungnya agak lebar, satu ujungnya diberi tutup kulit
  63. krinok nyanyian berupa lantunan isi hati yang dilagukan pada saat menjaga sawah yang padinya sedang menguning, biasanya diiringi dengan alat musik gendang, biola, atau gong
  64. kurok dinding terbuat dari pelupuh bambu atau kulit kayu, berfungsi untuk membatasi tempat tidur, ruang makan, dan dapur
  65. lacak permainan yang menggunakan batu domino
  66. lacak destar laki-laki khas Jambi, dibuat dari bahan kain beledu yang warna merah pada bagian dalamnya diberi kertas tebal
  67. larik rumah adat Kerinci berbentuk panggung dan berpetak-petak, yang memiliki dua ruangan (ruangan dalam dan ruangan luar)
  68. leka alas tempat menaruh belanga terbuat dari kayu, berbentuk bulat tipis
  69. lita ikat kepala terbuat dari kain merah berbentuk runcing, pada bagian depan dan pada bagian belakangnya terdapat kuncir
  70. lusoh alat angkut barang seperti pedati, tetapi tidak memiliki roda dan gerobak, menggunakan dua buah kayu sebagai tempat meletakkan barang yang diseret oleh sapi atau kerbau
  71. mandah kincai perantau asal Kerinci
  72. mandi Safar mandi massal di laut yang dilakukan pada bulan Safar tiap tahun Hijriah, yang diyakini dapat menghindarkan orang dari berbagai macam bala dan penyakit
  73. mangku orang yang ditugaskan menimbang keputusan dalam sidang adat Suku Anak Dalam
  74. mawas gendang terbuat dari tabung kayu dan kulit
  75. melansir membagi sama banyak
  76. menaup mengikis kulit kayu dengan taup
  77. merawang makan bersama di alam terbuka
  78. mindu lahin jenis musik dari Kabupaten Kerinci yang bercerita tentang suka duka hidup di masa lalu, yang menggunakan alat musik suling bambu, rebana, tabuh, dan gong
  79. mutur makan di antara waktu sarapan dan waktu makan siang (biasanya ketan tumis, ketupat sayur)
  80. ngelok memuja makhluk halus dengan memberikan sesajen
  81. pakinan ilmu gaib yang digunakan untuk melindungi tubuh
  82. pakinangan wadah sirih yang terbuat dari kuningan, berbentuk mangkuk berkaki bulat, pada bibir mangkuk terdapat hiasan berupa lempengan, di tengah mangkuk berdiri logam bulat dengan tinggi 30 cm dan terdapat hiasan pada bagian atasnya
  83. perahu kajang perahu yang mempunyai tempat berlindung ( tadah angin) biasanya terbuat dari ranting kayu atau bulu, beratapkan ilalang atau daun nipah
  84. perelak ladang dekat desa yang ditanami sayur-sayuran
  85. perpat kupang berwarna putih
  86. piak keluarga besar dalam suku Batin di Jambi, dahulu tinggal di sebuah rumah besar yang terdiri atas beberapa keluarga inti
  87. racikan alat untuk membelah dan menghaluskan rotan terdiri dari pisau, sekrup dan roda yang dipasang pada sebuah kayu kemudian ditancapkan di tanah
  88. rakit dompeng rakit yang digunakan untuk mendompeng
  89. sambal lingkung serundeng ikan
  90. sangkan hutan yang sudah dibuka, tetapi tidak jadi ditanami dan dibiarkan kembali menjadi hutan
  91. sebo penutup muka dan kepala (dari rajutan benang wol), berfungsi melindungi muka dari udara dingin
  92. simpe jalinan tali untuk mengikat mata serampang ke gandarnya
  93. siuh bakar pembakaran terhadap rumah atau ladang orang lain
  94. siwek ketentuan adat yang mewajibkan setiap orang membawa makanan, minuman, dan sebagainya pada pesta adat di Kabupaten Kerinci
  95. tacincang pembunuhan yang dilakukan tanpa sengaja
  96. tale lagu yang dinyanyikan saat melepas orang naik haji, menuai padi, atau mengasuh anak
  97. tangsi benang yang digunakan untuk memancing
  98. tatuang tanduk kerbau yang ujungnya dilubangi, dapat ditiup seperti trompet, berfungsi untuk memberi tahu masyarakat pada saat akan mencari jejak rusa
  99. tauh musik pengiring tari, menggunakan instrumen kelintang perunggu, gendang, dan gong, terdapat di Provinsi Jambi
  100. taup alat untuk mengikis kulit kayu (seperti kayu manis dan sebagainya
  101. tekong calo pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri
  102. tokonem ilmu penamaan pulau
  103. tungganai saudara laki-laki dari suami atau istri
  104. turap bronjong turap yang bertingkat seperti tangga
  105. turap tegak turap yang dipasang lurus ke atap
  106. tutulungan gotong royong mengerjakan sawah atau ladang yang dilakukan oleh beberapa orang saja, waktunya lebih dari sehari
  107. ulubalang istri seorang malim yang membantu kegiatan pemantraan dan membawa semua hiasan yang akan digunakan oleh malim
  108. umo talang ladang yang terletak jauh dari desa, terutama ditanami padi
  109. upeh pangkal pelepah daun pisang
  110. yamato bagian laut atau sungai yang dangkal
  111. zikir baredah zikir yang diiringi gendang, merupakan bagian dari upacara pernikahan dan dilakukan selepas Isya
  112. zikir panjang zikir yang terdapat dalam upacara pesta adat, dilantunkan tanpa menggunakan gendang, dilakukan sampai tengah malam

Melayu Kalimantan

[sunting]
  1. adak pagar untuk menghalangi atau membatasi gerak anak kecil, terbuat dari kayu, biasanya dipasang di pintu
  2. alit bekas koreng yang tidak bisa hilang pada kulit
  3. along panggilan untuk anak sulung
  4. ambi tikar berukuran 1,5 x1,5 m yang terbuat dari daun nipah kering
  5. ambong keranjang kulit kayu atau bambu yang biasa digunakan untuk tempat durian
  6. ampak padi yang tidak ada isinya
  7. anjong mengangkat layang-layang dengan tinggi agar dapat ditarik dan diterbangkan
  8. antah batu-batuan yang tercampur dengan padi
  9. antar pinang mengantar nampan sirih pinang dan barang-barang kepada calon istri
  10. babak membuka dari bawah ke atas
  11. balar lebam berwarna biru dan bengkak memanjang karena bekas pukulan
  12. balas baki penyerahan bingkisan berupa kue seperti juadah atau kue lapis pada saat kepulangan keluarga mempelai laki-laki setelah mengantar barang
  13. banas sampah sungai, misalnya barang atau benda yang dibuang ke sungai karena tidak terpakai lagi dan sebagainya atau kotoran seperti daun dan kertas
  14. belah krol belahan seperti rambut yang disisir terbelah dua
  15. beleman puntung kayu berapi yang sudah padam
  16. berowah tahlilan menjelang bulan Ramadan
  17. bicik alat yang terbuat dari tali untuk mengukur kelurusan tanaman
  18. binrat benang kain yang tercabut
  19. bomo dukun santet, dukun yang memiliki kemampuan menggunakan kekuatan sihir terhadap manusia
  20. cimpiringan tempat pencucian pecah belah
  21. dayo sebutan untuk gadis remaja
  22. duruan tumpukan kayu yang akan dibakar
  23. endah lain dari yang lain
  24. jabata roh yang bersemayam di tengah hutan atau di gunung yang dapat memberikan petunjuk kepada manusia; penguasa alam
  25. jangkar bagian dari kaki berupa lekuk di atas tumit yang sejajar dengan mata kaki
  26. jayau orang yang dianggap pandai dalam ilmu pengetahuan
  27. juat sering bertanya tentang masalah itu-itu saja
  28. kain lunggi kain tenun berbenang emas
  29. kampar dahan dan potongan pohon yang hanyut di sungai
  30. kanjar tari persembahan dari Kutai yang dimainkan oleh pria dan wanita untuk menghormati tamu
  31. kapeh menyusun papan untuk membuat perahu mulai dari lunas hingga mencapai ketinggian tertentu
  32. kuriak kombinasi beberapa warna yang membentuk noktah atau garis-garis kecil (tentang bulu ayam); jali3
  33. lanting rumah di atas rawa-rawa tempat memelihara itik (di Kalimantan Selatan)
  34. lanting rumah atau pondok di atas rakit di tepian sungai, digunakan untuk tempat tinggal atau kegiatan menenun
  35. nong panggilan untuk gadis kecil
  36. pengambin orang yang mengambin
  37. raban kandang ternak, biasanya dibuat di bawah rumah atau di belakang rumah
  38. risikan mengirim utusan dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan untuk memperoleh kesepakatan pernikahan
  39. simpe sisa kayu gergajian atau sisa kayu yang sudah dibelah
  40. tangga picak tangga yang anak tangganya berbentuk pipih dan terbuat dari papan tebal
  41. tongpan anak hasil kawin campur
  42. tumpang negeri upacara untuk menolak bala, dilakukan setiap bulan Syawal agar terhindar dari mara bahaya
  43. uang asap uang sebagai bantuan dari pihak mempelai laki-laki kepada calon mertua untuk menyiapkan jamuan pada acara pernikahan
  44. ugik kotoran yang melekat di gigi

Melayu Kepulauan Riau

[sunting]
  1. ancak tempat menampung ikan teri mentah yang akan dimasak, terbuat dari rotan atau bambu
  2. asmaraguna orang yang pandai membuat pekasih
  3. badek keris kecil bermata agak lebar
  4. bangkar semak yang berlapis-lapis di tepi sungai
  5. barah lubang besar yang ditimbulkan oleh bisul yang telah pecah
  6. bedano bau yang sangat busuk
  7. bederis sangat tajam seperti mata pisau
  8. bicoh pergantian giliran tidur suami dari satu istri ke istri lainnya (tentang poligami)
  9. bolok bengkak karena terlalu lama menangis (tentang mata)
  10. dulang tempat mengisi bunga rampai yang terbuat dari kayu
  11. guyung kulit pohon sagu
  12. jumik terlalu matang (tentang buah)
  13. kelokok tiruan bunyi kalkun
  14. kernas makanan tradisional Natuna yang berbahan utama sagu butir atau sagu lemak, dicampur dengan tuna atau tongkol yang sudah dihaluskan, bentuknya berupa keping-keping dengan buliran sagu di permukaan dan di dalamnya
  15. kocah sangat sibuk
  16. pecah minyak minyak yang keluar (biasanya dari santan atau daging) ketika menumis, menggulai, atau karena direbus terlalu lama
  17. poyon sayu karena terlalu lama tidak tidur (tentang mata)

Melayu Kupang

[sunting]
  1. gembor pohon yang kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau industri

Melayu Malaysia

[sunting]
Kamus Melayu-Indonesia
  1. akhbar surat kabar; harian
  2. alaf masa seribu tahun; milenium
  3. ayah orang perempuan (India) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga
  4. banci cacah jiwa; perhitungan penduduk; sensus
  5. bohsia wanita muda yang suka mengobral seks secara bebas tanpa minta imbalan
  6. candawara acara televisi berbentuk permainan yang dipertandingkan untuk mendapatkan hadiah
  7. daiman kartu bridge dengan gambar belah ketupat
  8. dangai penganan, dibuat dari beras ketan, kelapa, dan gula
  9. derebar pengemudi
  10. jata lambang kebesaran negara
  11. kad kartu
  12. lukah tampak kemaluannya (karena tidak duduk dengan rapi, dan sebagainya)
  13. pas lulus (dalam ujian)
  14. pawagam panggung wayang gambar; bioskop
  15. puki anjing namnam
  16. sama ada apakah; ataukah
  17. selampit pelipur lara
  18. telatah gerak-gerik; tingkah laku; kelakuan (sikap dan sebagainya)

Melayu Manado

[sunting]
Kamus Bahasa Manado
  1. babi kantong babi yang dipelihara secara khusus sebagai penghasil daging
  2. baku beking pande saling mendukung supaya menjadi pandai
  3. balangkep laki-laki dan perempuan yang terikat oleh hubungan perkawinan
  4. batekeng berfoto bersama
  5. benga-benga otot di belakang rahang yang bergerak saat mengunyah makanan
  6. binungku sebutan bagi orang yang tidak terdidik, primitif, dan bebal
  7. bolbak bebal/bodoh dan kasar
  8. bontet keadaan buah cengkih yang sudah lewat masa petiknya, berwarna merah kehitam-hitaman, bunganya sudah gugur
  9. cokodidi selalu bergerak, tidak dapat diam sehingga mengganggu orang lain
  10. dabu-dabu sambal khas Manado, dibuat dari cabai rawit, bawang merah, dan irisan tomat segar, biasanya disajikan dengan hidangan laut
  11. dada tipis orang yang rentan sekali terhadap penyakit, misalnya karena angin malam
  12. domato batu gunung yang dimanfaatkan untuk dudukan tiang-tiang paralel rumah khas Minahasa dengan tangga kiri dan kanan yang simetris
  13. figura perayaan akhir tahun di Manado, berupa pawai berkeliling kampung, diikuti oleh laki-laki yang berdandan seperti perempuan dan perempuan berdandan seperti laki-laki
  14. garida centil (sebutan yang biasa diberikan kepada perempuan nakal)
  15. garo rica masakan khas Minahasa yang dibuat dari ikan, ayam, atau daging yang ditumis dengan bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, serta aneka daun seperti kemangi, serai, daun pandan, dan daun jeruk
  16. gata bambu yang dipasang di batang pohon enau untuk menampung airnya
  17. gau daun enau yang dikeringkan untuk dijadikan pembungkus tembakau
  18. hukum tua kepala desa yang dipilih secara langsung, tidak mendapat gaji dari pemerintah, tetapi mendapat hak lain sebagai imbalan
  19. kowor tabung bambu yang digunakan untuk menyimpan saguer
  20. koyabu penganan tradisional Minahasa yang terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa muda, dan gula merah, dibungkus dengan daun pandan, kemudian dikukus
  21. lawer orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
  22. mangente bersikap ramah karena berkepentingan
  23. pakatuan wo pakalawiren semoga usia berlanjut sampai tua
  24. tinutuan penganan khas Manado berupa bubur dibuat dari campuran beras dan beberapa jenis sayur (kangkung, bayam, labu, dan sebagainya), biasanya dimakan dengan ikan

Melayu Medan

[sunting]
Kamus Bahasa Medan
Kamus Melayu Sumatera Utara Indonesia 2018
  1. abam abu rokok
  2. agoh bau mulut
  3. aguk bunga (melati atau tanjung) yang dirangkai dengan benang sehingga berbentuk seperti rantai, dipakai sebagai hiasan sanggul pengantin wanita
  4. ahoi salam khas Melayu Deli
  5. aja sebutan putri bangsawan (Deli)
  6. ajar buah pertama (tentang tanaman)
  7. ambang kotak peralatan yang terdapat dalam sampan nelayan, biasanya berisi alat-alat untuk memperbaiki mesin
  8. ampis pembatas kanan kiri jalan agar hewan berjalan lurus menuju jebakan
  9. anak geligi penggulung benang yang digunakan sebagai penyusun silangan benang
  10. ancai beban pikiran
  11. ancak tanda batas kepemilikan (misalnya untuk tanah atau rumah) berupa pohon, potongan besi yang ditanam, dan sebagainya
  12. ancuan tugal bambu
  13. anggau penjelmaan roh orang yang sudah meninggal
  14. awah sistem bagi hasil antara pemilik ternak atau tanaman dengan pekerja atas kesepakatan bersama
  15. bacar ramah dan simpatik
  16. badare nasi yang masih mentah
  17. balero alat untuk membuat motif atau ragam hias dari benang lungsi (dasar kain tenunan)
  18. balero papan tipis untuk menusukkan benang atas dan benang bawah
  19. balobas alat untuk menyusun motif sewaktu bertenun
  20. balu rambut-rambut halus yang ada di dahi atau di tengkuk
  21. balubar tempat menyimpan padi yang terbuat dari daun nipah
  22. bangkar suluh dari belarak
  23. bangkunang kelamin hewan betina
  24. barang akar tidak dapat dipindahkan
  25. beledi pintu yang memiliki dua daun
  26. berang pisau besar untuk merajang daun tembakau
  27. bocong lampu teplok berukuran besar yang digunakan untuk ke laut
  28. buang buako sangat berbeda dengan orang tuanya (tentang perangai)
  29. calong cangkir besar terbuat dari aluminium
  30. calung cangkir besar yang terbuat dari aluminium
  31. ceram bunyi orang mandi
  32. cimpin terletak di pinggir atau sisi terluar (pada meja, tebing, dan lain-lain)
  33. cindai sambungan kuku yang terbuat dari logam
  34. coding tumbuh kembali (tentang tanaman yang sudah dipotong)
  35. coja pedagang keliling
  36. condong parang tanpa gagang
  37. derus masakan yang belum masak
  38. dohur terbang beramai-ramai dan serentak (tentang burung)
  39. dupi pelampung di atas lumpur
  40. durap minum dengan rakus
  41. emang hati ingin tertawa
  42. gelinjir anak ikan gabus
  43. gelitar stoples kecil
  44. gendang induk gendang yang digunakan untuk menjaga tempo (irama) lagu yang diiringinya
  45. genohor dapur gula
  46. gerapai suka memegang segala benda
  47. gerep batu tulis
  48. gerompal menjadi satu dan kusut
  49. gorup tempat sisir yang berfungsi merapatkan benang yang ditenun
  50. haldap sesak napas karena batuk
  51. hundang-handing datang berulang-ulang ke tempat yang sama
  52. idip-idip kekurangan minyak (tentang pelita)
  53. ingau mudah lupa dan tidak tentu pikirannya
  54. jamu sukut jamuan kenduri yang diadakan oleh orang tua kedua calon pengantin setelah pinangannya secara resmi diterima
  55. janten jagung yang masih muda
  56. kajar tulang jaring
  57. kali sekali
  58. kenas kerang mentah yang diasamkan
  59. kulai malai gontai; lemah lunglai
  60. lampu nong lampu yang dipasang pada pelampung untuk menentukan lokasi jaring di dalam laut
  61. langgai laying jaring dorong yang pengoperasiannya dilakukan dengan menggunakan kapal
  62. layup jauh sekali sehingga makin tidak tampak
  63. lompo alat untuk menggantungkan papan penggulung
  64. longsut tanda atau bekas tusukan jari pada buah-buahan, seperti pepaya, pisang, dan sebagainya
  65. lori pintu sorong dari bambu
  66. lucak dimarahi habis-habisan
  67. lucak buah pinang yang muda dan telah gugur
  68. maduara selendang pengantin wanita yang transparan dan berwarna-warni serta dihiasi sulaman benang emas
  69. mandi berdimbar upacara mandi yang dilakukan oleh calon pengantin di pancapersada
  70. mengotek memetik daun tembakau
  71. merenduk menanam padi yang berusia satu bulan
  72. merutup berbunyi letupan secara beruntun
  73. musim antara musim yang berkaitan dengan keadaan laut pada bulan Januari sampai dengan Juni, angin darat ke laut dengan membawa debu sehingga air pantai keruh
  74. musim berombak musim yang berkaitan dengan keadaan laut pada bulan Oktober sampai dengan Desember setiap tahun angin barat laut bertiup kencang; musim paceklik bagi nelayan
  75. musim mengena musim yang berkaitan dengan keadaan laut di bulan Agustus sampai dengan September yang merupakan musim panen ikan bagi nelayan karena keadaan laut tenang dan teduh
  76. orang aluan orang atau anak buah kapal yang bertugas menarik pelampung
  77. orang batu orang atau anak buah kapal yang bertugas mengulur dan menarik tali layar yang berisi batu pemberat
  78. orang palung orang atau anak buah kapal yang bertugas menyiapkan dan membuang tuas
  79. orang tengah nelayan laut dalam
  80. orang tepi nelayan pantai
  81. pengapit bagian yang terdapat di antara sentung dan penjaring
  82. penjarang bagian jaring yang mempunyai mata jaring berukuran 2,5 cm
  83. peresau memungkiri apa yang telah dikatakannya sendiri
  84. plupoh tempat tidur yang terbuat dari potongan-potongan bambu
  85. polonting sepotong bambu bulat berfungsi sebagai penggulung benang
  86. pringgan berbatasan tanah atau bersebelahan tanah
  87. proco minuman yang terdiri atas potongan buah-buahan yang diberi santan
  88. pukat cerut alat untuk menangkap ikan, berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi pemberat, pelampung, dan cincin yang terbuat dari tembaga
  89. rusa rangau rusa yang masih remaja
  90. semerayan menantu dari saudara perempuan mertua
  91. sentung bagian jaring yang pada saat menangkap ikan, berfungsi sebagai kantong
  92. siwil daging tumbuh yang ada di sisi telinga
  93. suntil menyimpan sirih yang sudah dimamah di dalam mulut
  94. tajuk rusuk pada sampan
  95. tatombom jatuh terduduk
  96. tibun jatuh
  97. tuber jalan yang agak terjal pada bagian pinggirnya
  98. tungkas pembungkus nasi
  99. unggal-anggil bergoyang-goyang ke atas dan ke bawah (seperti kursi yang kakinya tinggi sebelah)

Melayu Riau

[sunting]
  1. abot anak pohon sagu
  2. abtar tanpa ekor atau dengan ekor yang terpotong
  3. abun-abun pengasapan agar terhindar dari gangguan binatang (agas, nyamuk, dan sebagainya) atau makhluk halus pada masyarakat Talang Mamak, Riau
  4. acap air yang mengalir, menyusup ke arah lain walaupun sudah dibendung
  5. aco titik awal; batas awal (tentang permainan, perlombaan, atau pertandingan)
  6. aco mulai (tentang permainan, perlombaan, atau pertandingan)
  7. adei kata seru untuk mengungkapkan keluhan atau rasa malas ketika mengangkat sesuatu yang sangat berat
  8. agau menyuapkan makanan dengan sendok hingga ke anak tekak
  9. agih tagan membagikan kembali ke orang lain barang yang telah diterima
  10. air didih air yang dicampur dengan tepung kanji, biasanya digunakan untuk mengobati kulit
  11. air gedang air yang berwarna merah dari tanah gambut
  12. akok penyakit ayam yang menyebabkan ayam mengantuk, ditandai dengan gerakan kepala seperti mengangguk-angguk karena mengantuk
  13. alau serangga pemakan padi yang baru berisi
  14. alfazil sebutan yang digunakan dalam persuratan untuk menyapa orang yang pernah menolong, ustaz, atau yang setaraf
  15. ambah gerak-gerik yang tidak menyenangkan sebagai ungkapan rasa marah
  16. ambil hari mengambil jatah hari bekerja harian, biasanya di sawah (tentang buruh harian lepas)
  17. ambung cinu ambung untuk membawa cabai
  18. amo tungau berwarna putih, berjalan cepat, hidup di sekam padi
  19. amoa tanah yang sudah digemburkan untuk menanam palawija
  20. ampat kayu melintang yang menghubungkan tiang jerjak pada atap rumah
  21. ampi tempat sajen yang terbuat dari pelepah pinang untuk tolak bala
  22. amu kutu berukuran sangat kecil, berwarna transparan atau putih, merupakan ektoparasit pada unggas
  23. anak bulan bulan muda (tentang bulan pada hari pertama sampai dengan ketiga)
  24. andam memepat anak rambut bagian depan dan menghiasnya (tentang merias calon pengantin)
  25. angau terbayang atau terkenang kepada seseorang, terutama apabila dilamun cinta
  26. angel kesepian (tentang orang tua yang ditinggal anak-anaknya)
  27. anggar ukuran luas tanah 100 x 100 depa
  28. anjang panggilan kepada orang yang berperawakan tinggi
  29. anjok rak bertingkat dari kayu, bambu, dan sebagainya untuk meletakkan barang-barang keperluan memasak, buah-buahan, biji-bijian, dan sebagainya
  30. asak berpindah tempat duduk dengan cara menggeser pantat
  31. asidah penganan yang terbuat dari rempah-rempah berupa kayu manis, pandan, dan cengkih, rasanya gurih dan manis, biasa disajikan pada acara-acara tertentu
  32. babang perempuan yang meninggal karena gagal melahirkan
  33. babelih tetap melawan meskipun sudah kalah (tentang ayam aduan)
  34. bagan perhentian untuk orang yang mencari kayu atau karet di hutan, berupa atap yang miring ke satu sisi, bertiang empat, dan berlantai panggung rendah
  35. bagito upacara masuk suku, merupakan tahapan upacara perkawinan di Indragiri
  36. bahasa mendaki bahasa yang digunakan oleh orang muda terhadap orang yang lebih tua atau orang yang lebih rendah kedudukannya terhadap orang yang lebih tinggi kedudukannya
  37. bahasa mendatar bahasa yang digunakan terhadap orang yang sebaya atau yang berkedudukan setara
  38. bahasa menurun bahasa yang digunakan orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya terhadap yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya
  39. bajok pelan-pelan dan berhati-hati tanpa menimbulkan suara (tentang cara berjalan)
  40. bakut mata sembap karena terlalu lama tidur
  41. balim memaksakan keinginan dengan ancaman
  42. baling tidak seimbang dan tidak lurus, berat atau tebal sebelah (tentang papan, kayu, dan sebagainya)
  43. balui rumput yang berduri dan bermiang, biasanya digunakan sebagai obat untuk benih padi
  44. balung tempat menyepuh parang
  45. banai ampas sisa saringan perasan sagu
  46. bancau khawatir atau was-was menjadi gagal atau merugi
  47. bangking pohon kelapa yang sudah tua, tetapi berbuah kecil
  48. bangking ejekan untuk orang yang bertubuh kecil karena gen atau sakit
  49. bangkung memukul dengan kayu
  50. bangsal rumah tak berdinding sebagai tempat bekerja
  51. bangsal mesin tempat untuk meletakkan mesin di atas kapal
  52. baniu akar kayu yang muncul di permukaan tanah
  53. bapaduo sistem bagi hasil tanaman karet atau kelapa antara pemilik dan pekerja yang sama besar pada masyarakat Baturijal, Riau
  54. barut ramuan tradisional dari rempah-rempah, biasanya kunyit, kunyit bulai, dan sebagainya yang direbus dan dibungkus dengan kain, diurutkan ke bagian yang sakit
  55. basau kelapa busuk
  56. batang buruk kue dari tepung gandum dicampur dengan tepung beras dan tepung kelapa menjadi adonan dan dibentuk silinder bulat berongga dan diisi dengan serbuk kacang hijau
  57. bato pematang utama di tengah sawah atau ladang yang dipakai sebagai lalu lintas
  58. batobo kegiatan menggarap sawah atau ladang secara gotong royong sambil berpantun
  59. belat bilah bambu yang dijalin dengan ijuk atau rotan untuk mencuci udang, dan sebagainya
  60. berabal berjalan dalam kegelapan atau dalam suasana sedikit cahaya
  61. berbandung berdekatan; berhampiran (tentang rumah)
  62. berembus pergi menjauh
  63. berhidang makan bersama
  64. bermadah-madah mengucapkan kata-kata pujian
  65. bidai kepercayaan masyarakat Talang Mamak tentang adanya ular yang mulutnya terdapat di tengah badannya
  66. bidat limbah terakhir dari pengolahan sagu, berbentuk seperti serabut, dapat dijadikan pakan ternak
  67. bingar tak acuh terhadap lawan bicara
  68. bira bunga keladi yang berdaun lebar dan batangnya berwarna hitam
  69. bobat menggendong sesuatu di punggung dengan menggunakan tali yang disangkutkan ke dahi
  70. bodar memukul kuat-kuat dengan maksud untuk menyakiti
  71. bogok jago (tentang ayam aduan)
  72. bondek diseruduk babi
  73. bonga ulat kecil berwarna putih, tubuhnya berdebu seperti abu, sering ditemukan di dedaunan pohon
  74. boroh bengkak di wajah akibat penyakit atau sengatan lebah
  75. boya pelampung sebagai rambu lalu lintas pelayaran di laut
  76. busieh perut yang membesar karena terkena sihir atau guna-guna
  77. cabak cangkul berukuran kecil untuk menyiangi sawah, digunakan dengan cara menyamping
  78. calung takaran beras dari kaleng susu
  79. cangok suka meminta-minta makanan kepada orang tanpa merasa malu
  80. capol lepas dari ikatan (tentang binatang dan sebagainya)
  81. cilak botak hanya di bagian depan kepala
  82. citai alat yang matanya melintang, digunakan untuk menarah atau menakik
  83. congat-cangit tunduk dan tengadah berulang-ulang
  84. cuci lantai selamatan bagi ibu yang melahirkan, biasanya empat puluh hari setelah melahirkan
  85. cudak muncul lebih tinggi daripada yang lain
  86. cudat runcing dengan ujung melengkung ke atas
  87. cudit runcing dengan ujung melengkung sedikit ke bawah
  88. dako kayu yang menjadi dasar pada batu asah
  89. dawas racun yang sudah dihilangkan pengaruhnya dan tidak berbahaya lagi
  90. dodoi lagu yang didendangkan untuk menidurkan anak
  91. dogang tali keseimbangan pada perahu bermuatan 10—15 orang
  92. dukuh kata sapaan untuk anak tunggal
  93. dumbo cerita untuk menidurkan anak yang mengandung pengajaran
  94. engel bergurau secara berselebihan
  95. gana memikul sesuatu berdua, satu orang memikul di depan, satu orang lagi di belakang
  96. gano hantu atau makhluk halus yang tinggal di sungai atau air
  97. garotak jembatan yang terbuat dari papan atau kayu, beratap seng
  98. geladak air nasi yang melekat pada tutup periuk
  99. gerenek bunyi air dari dasar tanah yang disertai gelembung
  100. ginek gelembung-gelembung halus pada air
  101. grenek nada hias atau ornamentasi yang diungkapkan secara spontan oleh penyanyi dan pemusik hingga menambah keindahan pada lagu yang didendangkan
  102. gubai makanan pokok masyarakat Sakai, berupa ubi yang dikupas, direndam beberapa hari, diparut, kemudian diperas
  103. gumarang belum masak (tentang kelapa)
  104. guyir tidak kukuh dan kuat lagi (tentang pohon atau kayu yang dipancang)
  105. hangul rasa makanan yang mengandung terlalu banyak kunyit
  106. hegah berjalan bergoyang-goyang seperti berjalannya itik
  107. ikan alu barakuda
  108. ipubun penganan khas Riau, terbuat dari sagu, dimakan dengan ikan, gulai, kuah udang, atau ketan
  109. jakun heran karena melihat suatu benda atau hal yang baru dikenal
  110. jalu berjalan dalam keadaan tidur
  111. jemput antar mendengarkan berita buruk tentang seseorang dan menceritakannya kembali kepada orang yang diceritakan tersebut
  112. jenawi cermat; teliti
  113. jingkang menendang ke atas
  114. kampo memecahkan (buah manggis) dengan cara mengapit dengan kedua telapak tangan
  115. kayat nyanyian tradisional Riau yang diiringi dengan gendang dan dulang atau talam
  116. kayat cerita yang memuat riwayat seseorang, misalnya nabi, anak saleh, yang disampaikan dalam bentuk nyanyian
  117. kebai terkulai seperti ayam yang patah sayap
  118. kebang berjalan sambil bergoyang-goyang
  119. kebil berkedip-kedip karena keheranan (tentang mata)
  120. kebu sangat sering
  121. kelebak terbuka besar (tentang luka)
  122. kerenah ragam; tingkah laku; kemauan
  123. ketapang ampas kelapa
  124. ketok kayu memungut cukai secara ilegal dari pemilik kayu
  125. labeh tidak enak (tentang makanan) karena terlalu banyak bumbu atau salah resep
  126. labeh tidak berasa
  127. lace sibuk pergi ke sana kemari
  128. lampa berguling-guling di lantai dengan tangan dan kaki telentang
  129. laulu kertas yang diukir untuk hiasan pada upacara adat atau perkawinan
  130. longgo tadi malam
  131. mak andam penata rias
  132. makan berkancah makan dengan cara mengambil sambal atau gulai secara langsung di kancah, tanpa dihidangkan atau disuguhkan
  133. manai berumpun malas sekali
  134. melat suka mempermainkan kemaluannya sendiri (tentang anak laki-laki)
  135. mencece gemar menikah dan mempunyai banyak anak
  136. mengampuh membuka daging atau biji buah dengan cara menekan buah itu pada kedua telapak tangan
  137. mengurut memosisikan dayung pada sisi jalur atau sampan agar jalannya tetap lurus
  138. menyakat mengusik (supaya menjadi takut, menangis, dan sebagainya); merisak secara verbal
  139. monti orang yang menguasai seluk-beluk undang-undang adat
  140. nandong pantun atau syair yang dinyanyikan atau dilagukan
  141. narosa musala kecil di tepi sungai (biasanya untuk 3–5 orang)
  142. nolam puisi tradisional Riau yang berasal dari sastra Arab dan sastra Parsi
  143. nung gelar untuk orang berdarah raja dari pihak ibu (di daerah Riau)
  144. ojol getah karet yang telah beku
  145. ontam penganan khas Riau, dibuat dari ubi yang diparut halus dan diawetkan, dimakan dengan parutan kelapa dan gula
  146. orang patut pemuka masyarakat atau cerdik cendekia yang sangat dihormati oleh masyarakat lingkungannya
  147. pak itam sapaan untuk paman kedelapan dalam keluarga
  148. panintuak penganan khas Riau, dibuat dari tepung, dibungkus dengan plastik, dimasak dengan cara direbus dalam periuk besar atau wajan
  149. pasak seribu beras
  150. pêdêk sambal tradisional yang terbuat dari ikan teri yang telah difermentasi dan dicampur garam dan asam kandis, biasa ditemukan di Natuna
  151. pekek wadah berbentuk bulat yang terbuat dari anyaman daun rumbia atau pandan
  152. pengaeh pengepul ikan langsung dari nelayan
  153. perabu cepat marah
  154. perindu alat yang digunakan untuk melarik atau membubut kayu sehingga membentuk gasing
  155. pilis papan yang dipaku pada ujung kasau di bawah ujung atap
  156. piowan perempuan yang sudah lanjut usia tetapi belum menikah; perawan tua
  157. piowan sudah matang tetapi tidak dapat dikonsumsi karena kualitasnya tidak bagus (tentang buah kelapa)
  158. pompong perahu tradisional dari kayu yang digerakkan dengan tenaga diesel
  159. poren pekat dan masih asli pedesaan (tentang logat Melayu)
  160. punggo pohon yang sudah mati, tetapi belum tumbang
  161. raguh bekerja dengan sembarangan atau tidak rapi
  162. rarak musik tradisional yang terdiri atas celempong, gong, dan gendang
  163. raya betik suka cita setelah meraih kemenangan yang dinikmati secara diam-diam dalam keheningan
  164. renyuk pecah tetapi tidak berderai (tentang kaca)
  165. ritak banyak tanya
  166. robeh tetes-tetes air yang jatuh dari daun
  167. rumbuk alat untuk menangkap udang terbuat dari batang pohon yang diikat dan diberi penambat atau penahan, kemudian ditambatkan di sungai
  168. salibu tunas padi
  169. sambang buah jengkol yang sudah masak dan jatuh sendiri dari pohon
  170. sambutan penerus atau pengganti kepala suku (misalnya di kenegerian Airtiris, Kampar)
  171. sanggam bagus; gagah
  172. sanggung alat pertanian yang terbuat dari bambu yang dianyam dan diberi tangkai, dipakai untuk membasmi serangga pada tanaman padi
  173. sele belum pernah dibuat atau dilakukan orang sebelumnya; orisinal
  174. semput susah bernapas; sesak napas
  175. sendeng aliran dalam pencak silat yang mengandalkan ketepatan serangan dan kecepatan menghindar dari serangan lawan
  176. sengeh tertawa karena malu
  177. sepilis langit-langit rumah
  178. serembai marah sambil mencaci maki
  179. sigau tidak teratur atau tidak tenteram; kacau; kusut masai (tentang keadaan, perangai, dan sebagainya)
  180. sigau lalu lalang dalam waktu cepat secara berulang
  181. sikodi makhluk halus yang menjaga binatang
  182. sosak belahan bambu atau pelepah kelapa kering yang disisipkan di antara pagar persemaian padi agar ayam tidak masuk
  183. subei bengkak bernanah di sisi jempol kaki antara daging dan kuku
  184. sulih mata meminjam cincin kawin orang tua atau kerabat untuk pernikahan sendiri, lalu mengembalikannya setelah selesai pernikahan
  185. suman lemang yang terbuat dari sagu
  186. taru ingar bingar (tentang kucing berkelahi dan sebagainya)
  187. tebang rawang kegiatan menebang kayu yang tumbuh di rawa-rawa
  188. teh obeng es teh manis, biasanya menggunakan es batu yang berlubang di tengahnya
  189. telo ruang penghubung antara ruang utama dengan dapur yang memiliki pintu samping untuk keluar ke halaman
  190. terbendang tersiar
  191. terenang mangkuk besar terbuat dari porselen
  192. terodok tertusuk anak tekak ketika terlalu keras memasukkan sesuatu (makanan dan sebagainya) ke dalam mulut
  193. tesasol salah bicara atau salah menyebutkan sesuatu
  194. togok jermal atau tempat menangkap ikan di tepi pantai atau sungai
  195. tojoh dorong dengan galah
  196. tukual palu besar untuk memecahkan batu
  197. tunam terjun dengan posisi kepala duluan
  198. ulong sapaan kepada kakak laki-laki yang di tengah
  199. unah kata sapaan untuk kakak laki-laki yang ketiga
  200. unjon menyentak pancing yang umpannya terasa dimakan ikan
  201. uwok kata sapaan kepada kakak perempuan yang pertama
  202. zuriah pewaris raja-raja

Mentawai

[sunting]
Kamus Bahasa Indonesia - Mentawai
Kamus Bahasa Mentawai-Indonesia
  1. abak manang tempat memajang tengkorak binatang buruan yang merupakan simbol keahlian suku Mentawai dalam berburu, terletak di bagian atas ruangan uma
  2. bajao kekuatan terselubung dalam sebuah benda yang bisa mengganggu manusia

Mimika

[sunting]
  1. nawarapoka prinsip yang menuntut bahwa suatu pemberian yang sifatnya materiel atau imateriel harus dibalas (kembali)
  2. osilima proses memasak pada upacara bakar batu yang dilakukan di luar rumah
  3. taparu sebutan yang menunjuk kepada kelompok orang tertentu yang amat penting (peran, kedudukan, dan sebagainya) dalam hidup sosial orang Mimika

Minahasa

[sunting]
  1. alo panggilan kesayangan untuk anak laki-laki
  2. alolong kayu gelondong yang dilintangkan di bawah benda berat yang akan dipindahkan
  3. amporang abu yang berasal dari sisa pembakaran di tungku
  4. asu korotei anjing, biasanya berwarna loreng, yang disembelih sebagai persyaratan pada upacara adat penggantian atap rumah yang rusak
  5. bagai dimakan cacing
  6. bala burung yang dianggap dapat memberi isyarat melalui gerak-gerik atau suaranya
  7. fufu proses pengolahan ikan dengan cara diasapi hingga mengeras
  8. gocepe perahu khas Minahasa yang bagian perut atau badannya agak gembung dan lebar
  9. gotikatumpu upacara adat pertanian suku Muna di tanah ladang yang telah dibabat, dibakar, dan dibersihkan, tidak dapat langsung ditanami, tetapi lebih dahulu harus diadakan upacara untuk memberi sajian kepada roh-roh halus; bentuk kesatuan hidup setempat pada masa lalu
  10. ito panggilan bagi saudara laki-laki yang belum berumah tangga
  11. kalampat lubang keluar masuk tikus
  12. kapelian tempat keramat yang diyakini sebagai wilayah kekuasaan roh halus dalam kepercayaan Minahasa, dilewati dengan mengucapkan permisi
  13. keke kata sapaan untuk perempuan Minahasa
  14. kombangan tokoh dalam folklor Minahasa yang dikisahkan sebagai manusia yang malas bekerja dan rakus makan, sehingga akhir hidupnya susah
  15. loncek katak
  16. maengket tarian untuk mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta, dimainkan oleh pasangan laki-laki dan perempuan
  17. makantuh tolong-menolong (di Minahasa)
  18. manguni burung hantu; celepuk
  19. mapalus semangat gotong royong cara Minahasa, juga dapat dijadikan senjata melawan tindak kriminal
  20. maras membuka tanah
  21. opo nenek moyang
  22. sungkur sekop
  23. suweng sumbu pelita yang digunakan untuk mengukur rentang waktu bagi orang-orang yang bekerja bergotong-royong
  24. tindung tudung kepala yang khusus dikenakan seseorang untuk menjaga janda atau duda yang baru ditinggal oleh suami atau istrinya, dahulu berwarna putih mangkok dan sekarang berwarna hitam, terbuat dari bahan belacu seperti yang dikenakan oleh orang Tionghoa
  25. totolan tempat yang ditentukan oleh pemandu adat untuk dibangun rumah
  26. woku makanan khas Minahasa, terbuat dari ikan yang dibumbui cabai, bawang merah, bawang prei, daun kunyit, daun kemangi, dan sebagainya
  27. wolai orang yang selalu bergerak lambat

Minahasa Tonsawang

[sunting]
  1. ayanginahe mantra untuk memanggil belut agar tidak lari saat ditangkap
  2. bahei buah pepaya yang busuk, ditandai oleh kulitnya yang rusak tidak merata dan berbintik hitam serta rasa daging buah yang pahit
  3. baletikuang pengadilan tradisional berbentuk rumah panggung bertangga jungkat-jungkit, memiliki satu tiang tengah, digunakan untuk memutuskan perkara yang dihadapi oleh masyarakat
  4. batai datang dan pergi secara tiba-tiba, seperti anak yang lahir langsung meninggal atau hujan yang tiba-tiba datang dan segera reda
  5. bengkawang atap yang terbuat dari daun rumbia
  6. bongos sayur daun papaya, biasanya dicampur daun ubi kayu, diberi bumbu dan dimasak dalam bambu
  7. botir cara tebang kayu dengan memotong atau menoreh keliling batang untuk mencegah pecahnya batang pada waktu rebah, mengakibatkan arah rebah yang tidak menentu
  8. ihoko menimbun bibit padi sebelum disemaikan ke dalam lubang tanah, dan mengeluarkannya saat musim tanam
  9. kaodila lapisan putih di lidah bayi yang sering mengganggu bayi sewaktu menyusui
  10. kebu bilah bambu atau papan yang dipasang pada ujung-ujung miringan atap agar tampak rapi dan sekaligus menjadi penahan atap
  11. koang luka yang tetap menganga walaupun sudah lama diobati
  12. lakas cepat, tetapi asal jadi
  13. siwapa kata sapaan halus dan sopan kepada orang tua yang masih hidup dan yang sudah meninggal
  14. songat melebar dan agak terangkat pada bagian ujung hidung sehingga lubang hidung tampak jelas
  15. suduh tusuk dengan ujung benda tumpul (ujung jari, ujung patahan ranting, dan sebagainya)
  16. taingan bagian dapur yang dibuat agak tinggi tempat meletakkan tungku
  17. takal penggalan kayu atau besi yang berlubang dua dan dipasangkan dengan tali ke leher hewan ternak agar tali penambat tidak mudah rusak

Minahasa Tonsea

[sunting]
  1. ambal penganan khas Tonsea terbuat dari adonan tepung ketan, lemak babi, dan jahe, dibungkus dengan daun, lalu dimasak atau dikukus dalam talang atau buluh
  2. bobengka penganan khas Tonsea, dibuat dari adonan tepung ketan, gula aren, dan kelapa muda, dibubuhi kenari, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dimasak dalam wadah khusus
  3. colok penganan goreng khas Tonsea, dibuat dari adonan tepung beras, gula aren, kayu manis, dan telur
  4. dedikut pemberian berupa rumah, kebun, dan sebagainya dari orang tua angkat kepada anak yang akan diadopsi
  5. derderma permainan khas Tonsea yang disertai nyanyian, biasanya dilakukan pada waktu ada kematian untuk menghibur orang yang berdukacita
  6. dompon telaga kecil tempat menampung ikan untuk sementara waktu
  7. eti harta warisan orang tua yang belum dibagikan kepada anak-anaknya
  8. katrili tarian khas Tonsea (peninggalan bangsa Spanyol dan Portugis), dilakukan secara berpasangan oleh laki-laki yang berpakaian hitam dan perempuan berpakaian putih, dengan iringan lagu dari kelompok musik
  9. kekelong mahar yang diminta oleh pihak gadis yang jauh melampaui kemampuan pihak jejaka (karena orang tua atau gadis tidak setuju dengan pinangan)
  10. paloso wadah menyimpan beras dari seruas bambu
  11. timani orang yang pertama kali menginjakkan kaki di suatu daerah atau tempat
  12. wowa tradisi makan siang di acara perkawinan orang Tonsea yang ketika kegiatan makan usai, para undangan membawa pulang makanan yang sudah diatur dan disediakan beserta alat makan yang dipakai saat makan

Minangkabau

[sunting]
Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Minangkabau II
Kamus Minangkabau - Indonesia
  1. acang-acang orang yang dihormati dan dipercaya dalam suatu negeri
  2. adok tarian dengan gerakan melingkar, dilakukan pada saat pesta perkawinan dan hanya oleh laki-laki
  3. adok alat musik tradisional Minangkabau, berbentuk rebana dengan penyanggang lingkaran yang tinggi dan tebal, digunakan untuk mengiringi tarian rantak kudo
  4. agun cagar(an); tanggungan; jaminan
  5. agut mengap
  6. ajak serupa (dengan); seperti
  7. ajik penganan yang terbuat dari beras pulut putih, dikukus, dimasak dengan gula merah hingga mengeras
  8. ajo kata sapaan untuk saudara laki-laki yang lebih tua di daerah Pariaman
  9. akas membagi dua secara memanjang
  10. alang hadiah; pemberian
  11. alang-alang bagian tertentu dari binatang buruan, biasanya sekitar bahu, yang menjadi bagian pemilik tanah tempat binatang buruan ditemukan atau rebah
  12. alat jamu (tamu)
  13. alat perjamuan
  14. alimun serba tahu
  15. alimunan ilmu menghilang (tidak terlihat di tempat yang terang atau di tengah keramaian)
  16. alir licin (permukaan)
  17. aluang peti besar yang selalu dijaga, tempat menyimpan pusaka atau surat berharga lain
  18. aluang sebutan untuk orang yang paling mengetahui seluk-beluk adat dan permasalahannya dan tempat orang bertanya tentang permasalahan adat
  19. aluo kelapa parut yang dilumuri cairan gula
  20. amai ibu
  21. amai panggilan kepada istri mamak
  22. amak ibu
  23. amam embun yang melekat di ujung rumput atau daun padi di pagi hari
  24. ambah tidak banyak pantang
  25. ambaian saudara persemendaan (hubungan persaudaraan antara semua suami dari semua anak perempuan di suatu kaum)
  26. ambu-ambu kelapa sangrai yang ditumbuk halus sebagai salah satu bahan bumbu gulai
  27. ampuh banjir; bah; sebak
  28. anak bola sebutan untuk pencopet
  29. anak indang pemain indang
  30. anak mamak anak pisang
  31. anak pisang anak saudara laki-laki dari ibu
  32. anak randai pemain randai
  33. anak sasian murid; pelajar; orang yang berguru
  34. ancai rusak; hancur; binasa
  35. ancak-ancak tidak memedulikan baik buruknya, untung ruginya, dan sebagainya
  36. ancak-ancak gila-gilaan; main-main
  37. anda sengaja diadang
  38. andan berkerabat (bersanak) dekat karena perkawinan, bukan karena hubungan darah
  39. andung nenek
  40. anggung gaya bingung (tidak tahu mana yang harus diturut atau dipilih)
  41. angku mamak (dari pihak ibu); paman
  42. angku kata sapaan kepada orang yang patut dihormati
  43. angku kakek
  44. angkuh rupa
  45. antap tenang (tidak cerewet dan sebagainya); diam
  46. anyang urap
  47. anyir anak yang masih kecil, belum dapat diajak berunding
  48. apak bapak
  49. apar bengkel atau dapur tukang besi; tempat tukang besi bekerja
  50. araban petarangan
  51. arah-arah mirip; serupa; hampir sama dengan
  52. arai mayang-mayang
  53. arai pinang penganan tradisional Minangkabau yang digoreng, terbuat dari terigu, diberi air, garam, dan dicetak dengan menggunakan mayang pinang
  54. arang mulut
  55. asa sangka
  56. asa sengaja
  57. asam pedas gulai (biasanya berisi ikan atau daging) yang rasanya pedas bercampur asam, rasa pedas berasal dari cabai dan rasa asam dari asam kandis
  58. asan asa; harap
  59. asi benar; sah
  60. asung hasut
  61. atur tusuk
  62. awak samo awak saling pengertian karena dari satu daerah (biasanya dikatakan pada saat jual beli apabila tawaran terlalu tinggi), makna harfiahnya 'kita sama kita'
  63. awat-awat hampir tidak
  64. aweh sumbat terbuat dari ijuk untuk menapis air daun kopi
  65. azam tujuan; cita-cita; maksud
  66. babat bebat
  67. bacak berbintik-bintik (tentang bulu)
  68. bagak berani
  69. bagan tempat menangkap ikan di laut yang menggunakan cadik untuk peletak jala yang dibenamkan, dilengkapi dengan beberapa lampu agar ikan datang mendekatinya
  70. bagar gulai daging yang tidak bersantan
  71. bahasa kata yang digunakan untuk menghubungkan bagian ujaran
  72. bailau sastra lisan Minangkabau di daerah Bayang, Pesisir Selatan, dalam bentuk pantun yang dilagukan oleh kaum perempuan untuk mengusir harimau yang masuk kampung
  73. baka keluarga yang menurunkan
  74. baka asal keturunan
  75. bakah sebutan untuk sesuatu yang memenuhi, meliputi atau melumuri sekujur badan
  76. bako keluarga dari pihak ayah
  77. balai pekan
  78. balapak kain songket dari Minangkabau, terbuat dari benang katun dan emas yang ditenun dengan tangan, biasa dipakai pada ucapara adat
  79. balayan penyakit kulit seperti bisul, yang tumbuh pada bagian kepala dan meninggalkan bekas
  80. balerong bangsal atau los (di pasar)
  81. balubua tempat menyimpan padi yang diletakkan di tengah rumah, dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat tidur
  82. balui tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah; seri
  83. baluian balui
  84. balun gulung; lipat
  85. bancut kerdil
  86. bangkeh belang putih pada dahi kuda
  87. bangkeh bangkas
  88. bangkeh warna putih pada kaki, paruh, kuku, dan bulu, di ujung bulu terdapat warna hitam (tentang ayam)
  89. bangkeh penjahat yang telah terkenal
  90. bangkitan hasil tanaman (seperti ubi, kacang)
  91. bansat gembel; miskin
  92. banti taring yang tumbuh pertama kali pada anak kuda, tanda bahwa kuda tersebut sudah mulai dapat diberi beban
  93. banting lembu; sapi; banteng
  94. bapak ruting bapak yang menyetubuhi anak kandungnya
  95. baragiah gadang ka awak mendapat bagian atau harta lebih besar kepada yang membagi, makna harfiahnya 'beragih besar kepada kita'
  96. barago bakul yang terbuat dari anyaman lidi
  97. baramban bisul yang membengkak, biasanya terletak di pangkal dan lipatan paha, ketiak dan sebagainya
  98. baramban tempat air mengalir dari ketinggian ke tempat yang rendah pada selokan atau sungai kecil
  99. barambang benda bulat-bulat yang ditempatkan di puncak tiang (seperti tiang bendera)
  100. basijontiak sijobang yang diringi dengan irama jentikan kotak korek api
  101. basijontiak mempertunjukkan sijobang yang diringi dgn irama jentikan kotak korek api
  102. bataram sastra lisan Minangkabau di Pesisir Selatan yang menceritakan Kaba Sutan Pengaduan, didendangkan oleh laki-laki dan diiringi oleh rebana (penonton pada umumnya kaum laki-laki)
  103. batih penganan khas Minangkabau seperti kerupuk yang renyah, dibuat dari beras yang dimasak hingga menjadi nasi, dilarut, dibumbui, kemudian dicetak dan dijemur sampai kering lalu digoreng hingga kuning
  104. batintin sastra lisan Minangkabau di Tanah Datar berbentuk pantun, dipertunjukkan pada malam hari oleh dua kelompok pemuda 5—20 orang, berumur 17—35 tahun, dengan memakai kain sarung yang menutupi wajah, kecuali mata
  105. batombe berbalas pantun yang diringi alat musik rebab, kesenian khas Nagari Abai, Solok Selatan, Sumatra Barat
  106. baun bau
  107. bawak kulit kerbau; belulang
  108. bebek embik (tiruan bunyi kambing)
  109. beka kelak
  110. belahan sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan)
  111. belembang berkas
  112. belerong los atau bangsal tempat berjualan di pasar
  113. belut lantah belut yang bersarang di batu
  114. belut lantah orang yang keras kepala
  115. bendang sawah; persawahan
  116. bengis marah; gusar
  117. bengkayang keras mangkas; keras perutnya (karena terlalu kenyang dan sebagainya); begap
  118. bengok murung; benguk
  119. beragan bermaksud; berniat
  120. berampai bertinju berkelahi pukul-memukul
  121. berasa dirasa(i); terasa (sebagai)
  122. berawai kecewa; dengan tangan hampa
  123. berbelahan seketurunan
  124. berbelau-belauan mengaburkan mata (tentang warna dan sebagainya); membuat pemandangan berkunang-kunang
  125. berbelut menangkap belut
  126. berbenar berbenar-benar
  127. berbenar-benar berkata (mengaku) terus terang; berunding dengan sungguh-sungguh
  128. berburuk berselisih; tidak berbaik (dengan)
  129. bercari dicari
  130. bercekik bertengkar (berbantah) dengan hebat
  131. bercura-cura mengeluarkan perkataan yang keji-keji (karena marah dan sebagainya)
  132. berdapat sesuai; cocok
  133. berdapat bertemu (dengan); berjumpa (dengan)
  134. berdarah bali penakut
  135. berdengar didengar(kan); diturut; diindahkan
  136. berderang mulai terang
  137. berderang mulai terbuka
  138. berduru berduyun-duyun (datang)
  139. bereda berlindung; berteduh
  140. beres sejuk sekali
  141. bergelas-gelasan mengadu layang-layang
  142. berhilau menari-nari beramai-ramai (di dekat harimau atau buaya yang tertangkap mati dan sebagainya)
  143. berhilau meratapi orang mati dan sebagainya
  144. berkaru tidak keruan (kalut, susah tentang pikiran, perasaan)
  145. berkelaluan tidak ada berhentinya; tidak ada batasnya; selalu
  146. berkelukur tergores-gores; lecet (terkelupas) kulitnya
  147. berkerut keriting; ikal
  148. berkincir air pintar (tangkas) dalam menjawab dan sebagainya
  149. berkincir air licik (licin; cerdik)
  150. berlikut mengendap (bersembunyi) di balik sesuatu
  151. berlindak-lindak bertimbun-timbun (tentang harta dan sebagainya); berlimbak-limbak
  152. bernala-nala berpikir-pikir; menimbang-nimbang
  153. berombai tradisi lisan di Sawahlunto Sijunjung berbentuk pantun yang dimainkan di sawah oleh kaum perempuan saat turun ke sawah
  154. berongsang marah-marah
  155. berorang-orang berlaku seperti orang lain (bukan secara kekeluargaan)
  156. berpetaruh menitipkan sesuatu kepada orang lain
  157. berpolah-polah bermewah-mewah (terlalu mewah); berlebih-lebihan
  158. berputar cakap berputar kecek
  159. berputar kecek beralih pembicaraan; bertukar pokok pembicaraan
  160. bersaur dalam keadaan berbelit (berkait, bertaut, berpaut)
  161. berselumu kotor (berlumur dengan sesuatu yang kotor); berbulu (tentang tepi kain yang digunting dan sebagainya)
  162. bersendorongan menggelincir ke muka; mendorong ke muka
  163. bersentana dengan sepertinya; dengan selayaknya; dengan kira-kira
  164. berserang bertambah
  165. bersialang mengambil madu dari sarang lebah
  166. bersiduga berlari dahulu-mendahului; berlomba; adu cepat
  167. bersilengah bersifat masa bodoh; lengah; tidak peduli apa-apa
  168. bersiru berubah atau beralih (berbalik) arah (tentang angin dan sebagainya)
  169. bersisalak bercekcok; bertengkar; berbantah
  170. bersisurut mundur; mengundurkan diri
  171. bersitungkin bekerja keras dan bersungguh-sungguh tanpa mengenal lelah
  172. bersuku masuk salah satu suku
  173. bertalah-talah tergesa-gesa; terburu-buru
  174. bertiup berkerumun (untuk melihat dan sebagainya)
  175. bertukas-tukas berulang-ulang (datang dan sebagainya)
  176. berwari maka (tersebutlah)
  177. berwari maka (tersebutlah ...)
  178. besan mendaki ibu atau ayah dari menantu laki-laki
  179. besan menurun ibu atau ayah dari menantu perempuan
  180. besar kecek besar cakap
  181. biak basah
  182. bijak pandai bercakap-cakap; petah lidah
  183. bilai tepi dan sebagainya yang disambungkan; sambungan
  184. binawah binatang (untuk memaki)
  185. bingit iri hati; dengki
  186. bingkatak buaya yang pendek dan gemuk badannya; buaya katak
  187. bobotok lauk-pauk yang dicampur kelapa yang berbumbu dan dibungkus dengan daun singkong, kemudian dimasak
  188. bokong bengkak; balut (tentang mata); kembung; berjendul
  189. bondong kelompok; gugus; kumpulan
  190. bongak bodoh
  191. bongkong belum tahu banyak tentang sopan santun (celaan kepada orang hulu)
  192. bontak gemuk bulat (tentang pipi dan sebagainya)
  193. buah perut orang-orang yang menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dari nenek perempuan)
  194. buak tidak tetap hati, pikiran, dan sebagainya; bertingkah
  195. buang kumbang
  196. bubun ubun-ubun
  197. buhuk gondok; beguk
  198. bumbun timbunan padi, tanah, dan sebagainya
  199. bundak kacau; rusuh; huru-hara
  200. bunjai rumbai-rumbai
  201. buntang bangkai
  202. burakah sombong
  203. cabau cakar; garuk
  204. cabuh (dalam keadaan) kacau; rusuh; heboh
  205. cakak perkelahian
  206. cakap tangkas; cekatan (tidak lamban)
  207. cako rentang waktu yang cukup lama dari waktu terjadinya peristiwa
  208. calak alat untuk menggosok intan (pisau dan sebagainya)
  209. calung tabung bambu untuk mengambil air
  210. calung timba kecil dari bambu
  211. calung mangkuk dari timah untuk menampung getah karet
  212. camar lahap; rakus; sangat gemar
  213. cambung mangkuk atau pinggan cekung (tempat nasi, buah, gulai, dan sebagainya); basi
  214. campung jatuh ke dalam air
  215. cangam cakup (dengan mulut); cengam
  216. cangap rakus
  217. canggu cagu
  218. canggung mengalami kesepian (ketaknyamanan batin) karena kehilangan seseorang atau sesuatu yang dimilikinya
  219. cangkir jari cakar yang belakang (tentang burung, ayam, dan sebagainya)
  220. cangkuk pekasam ikan
  221. cantik suka bersikap menarik perhatian laki-laki; genit; centil
  222. cantik amat suka bersetubuh; gasang
  223. caping orang muda yang mendampingi mempelai laki-laki ketika pulang pertama kali ke rumah mempelai perempuan
  224. carah cencang
  225. carah jual secara eceran
  226. caran tengkar (terutama wanita)
  227. cecak cubit
  228. ceduk timbul
  229. cegak sembuh dan segar kembali (dari sakit)
  230. cekarau tumbuhan air (batangnya berlubang besar)
  231. cela kain cita kasar yang coraknya berpetak-petak, biasa dibuat baju bagi perempuan yang agak tua; cele
  232. celak cahaya
  233. celangak terbuka lebar (tentang pintu dan sebagainya); celangap
  234. celek buta mata sebelah
  235. celupak pelita, dibuat dari mangkuk tanah liat yang kecil, dengan minyak kelapa sebagai bahan bakarnya
  236. cema tuduhan
  237. cema cemar
  238. cemeeh ejekan; hinaan; cemooh
  239. cempek cabik-cabik pada tepinya; sompek
  240. cendang juling
  241. cerocok corong; cerat; pembuluh
  242. cetus api alat untuk menghasilkan api (terdiri atas batu api, besi baja, dan rabuk); teker; pemantik api
  243. cewang tidak tetap hati (pikiran)
  244. cido serangan curang yang datang dari seseorang secara tiba-tiba (biasanya dari belakang)
  245. cido ringkih
  246. cigak kera
  247. cik tahi; cirit
  248. cikun sembunyi-sembunyi
  249. ciling babi hutan
  250. ciling menurun gaya atau cara memakai destar
  251. cinagan butiran tanah halus pada air (biasanya air yang bersumber dari rawa)
  252. cindai kuntilanak
  253. cindaku (orang yang dapat menjadi) harimau jadi-jadian
  254. cipeh lancang dan suka menyambung atau memotong percakapan orang, kadang-kadang suka menyampaikan atau menyebarluaskan berita yang tidak benar sehingga menimbulkan keresahan bagi orang lain
  255. cogah gagah; bagus (tentang pakaian dan sebagainya)
  256. cogah kaya
  257. colok celupan
  258. colok derajat (kedudukan dan sebagainya)
  259. colok sampan kecil untuk menangkap ikan, dilengkapi dengan tangguk, kail, dan lampu petromaks
  260. congkong rumah jaga; gardu
  261. coret semprot
  262. cuduh rentang waktu yang tidak terlalu lama dari waktu terjadinya peristiwa (biasanya paling lama 2 jam)
  263. cundang hasutan
  264. cupai lalai; lengah
  265. curiah suka bercakap-cakap; ramah-tamah
  266. da kata sapaan adik kepada kakak laki-laki; abang
  267. da uda
  268. dabak secara tiba-tiba
  269. dabih sembelih
  270. dabik pukul
  271. dadih jalang (air) susu encer
  272. dagang pikul
  273. dakak-dakak penganan khas Minangkabau, dibuat dari tepung beras yang direndang, didinginkan, dituangi air panas, diaduk sampai dapat dibentuk dengan cetakan yang berlubang-lubang kecil, rasanya gurih
  274. daluang jerat burung yang dipasang pada sarangnya
  275. damar kemiri
  276. damik tampar
  277. dampeng bersilat beramai-ramai berdekat-dekat membentuk sebuah lingkaran (lingkungan) dengan diiringi nyanyian
  278. dansanak sanak; saudara; sanak saudara
  279. darun bunyi keras yang serentak; derum
  280. datu orang yang pandai tentang ramu-ramuan obat; dukun
  281. datuk penghulu adat
  282. datuk jin atau hantu penunggu (suatu tempat dan sebagainya)
  283. datuk berhala; toapekong
  284. datuk harimau
  285. dek oleh karena; oleh sebab
  286. dekap dekat
  287. demik tampar; tepuk
  288. den saya
  289. dengan hamba tebusan; budak
  290. dengan saya; aku
  291. derai butir-butir (tanah, emas, dan sebagainya)
  292. di akan, kepada
  293. di dari
  294. doncang lompat
  295. dongkak lompat
  296. dubalang hulubalang
  297. duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
  298. ebek iri; dengki
  299. emas satuan berat emas murni sama dengan 2,5 gram
  300. empap banting; lempar; empas
  301. enap diam (tidak bergerak dan tidak berkata-kata)
  302. engku paman; mamak (dari pihak ibu)
  303. engku kata sapaan kepada kakek (datuk)
  304. engku sebutan (kata sapaan) untuk laki-laki dewasa sebaya yang tidak dikenal; angku
  305. etek adik perempuan ayah atau adik perempuan ibu; bibi; makcik
  306. gabak redup
  307. gabak mendung (awan mengandung hujan)
  308. gabir kikuk; canggung; tidak tangkas; belum biasa; belum begitu pandai
  309. gadang besar
  310. gaduk congkak; sombong; angkuh
  311. gagang batang tumbuh-tumbuhan yang menjalar atau melilit (seperti sirih); sulur
  312. gagang tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
  313. gaham gertakan; ancaman
  314. gajeboh bagian daging sapi atau kerbau yang bercampur lemak
  315. galu-galu padi yang hampir masak dan isinya masih lembek (baik dibuat emping)
  316. gama ukuran sebesar genggaman untuk tangkai padi yang disabit
  317. ganih putih (tentang kain)
  318. ganjur tarik; hela; sentak
  319. gano pendengaran yang terganggu karena telinga tersumbat
  320. gapuk tambun; gemuk
  321. garambir tebal telinga
  322. garang kuat (hebat, gemar) sekali
  323. garang terik (tentang panas matahari)
  324. garindin penyakit kuda yang dapat menyebabkan badan kuda menggigil
  325. garit gerak
  326. garung tangisan keras-keras (karena kesakitan); raungan
  327. garung deru (tentang topan)
  328. gasing tengkorak benda berbentuk gasing yang terbuat dari tengkorak manusia yang mati karena kecelakaan, biasanya untuk ilmu hitam
  329. gatang pemberian atau hadiah berupa kain dari pihak keluarga yang meninggal
  330. gaung ceruk (lubang) di tebing; gua
  331. gawal khilaf; keliru; salah
  332. gelapung nama tumbuhan
  333. gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya
  334. geneng manja; gagah (elok dan sebagainya)
  335. gepuk gemuk
  336. geridit pidit penuh sesak; berjejal-jejal
  337. gerindin menggigil (tentang penyakit kuda)
  338. gerundang anak katak yang masih seperti ikan kecil; berudu
  339. gerung geru; raung; tangis keras
  340. girik gobek
  341. goreng tongkang penganan khas Minangkabau, dibuat dari singkong yang dilumuri bumbu dan terigu cair untuk kemudian digoreng sampai matang
  342. guguk bukit kecil
  343. gulang-gulang dangau; gubuk (di sawah atau ladang)
  344. gundar sikat pakaian dan sebagainya
  345. halimbubu pusaran angin
  346. harta manah harta benda dari nenek moyang; harta benda milik keluarga
  347. haru kacau
  348. ilak alat untuk mengukur lebar kain yang akan ditenun
  349. imbau panggil; sebut
  350. imbau pintakan; serukan
  351. indang sastra lisan Minangkabau di Padang Pariaman, dimainkan oleh kaum laki-laki yang terdiri atas tiga tim dengan jumlah masing-masing tim 9–15 orang
  352. indarus ayam sabungan yang telah kalah berlaga (menjadi kepunyaan pemilik ayam yang menang)
  353. indu induk; nenek moyang
  354. induk samba sebutan untuk rendang yang dianggap sebagai lauk utama
  355. inyik nenek; kakek
  356. ira petak pada buah durian atau limau; ulas; pangsa
  357. ira garis atau urat kayu
  358. ira urat besar pada daging (yang mudah diiris)
  359. iras rupa; macam
  360. jabang cambang
  361. jalang pergi ke
  362. jangkang mati; meninggal
  363. jangkir jari kaki burung yang paling belakang
  364. jejap jijik
  365. jelang cair; encer (tentang susu dan sebagainya)
  366. jelijih air liur
  367. jemputan peminangan kepada orang laki-laki untuk dijadikan menantu
  368. jemputan (kendaraan) yang dipakai menjemput
  369. jemputan tindak menjemput
  370. jenang orang yang mengatur perjamuan
  371. jengang mengiang-ngiang (telinga)
  372. jeran kapok; jera
  373. jilah habis; bersih
  374. jipang cabang (pohon); dahan
  375. jolong mula-mula; mulai; pertama-tama (tentang pohon yang mulai berbuah dan sebagainya)
  376. jolor rayap; jalar
  377. jombang elok; cantik; tampan
  378. jongkeh sisir yang giginya jarang, terbuat dari tanduk, bambu, dan sebagainya
  379. juek tali-tali yang direntangkan di sawah untuk mengusir burung
  380. julo-julo kegiatan pengumpulan uang atau barang yang sama nilainya untuk diundi di antara orang yang mengumpulkannya untuk menentukan siapa yang memperolehnya; arisan
  381. jumputan uang antaran untuk kemenakan laki-laki tertua dari mempelai wanita
  382. jungut tanah (gunung) yang menganjur
  383. junjungan tongkat (galah dan sebagainya) tempat tumbuh-tumbuhan menjalar atau melilit; penjalaran
  384. kabung kerat; penggal; potong
  385. kacak (satuan) ukuran besar selingkung ujung ibu jari yang dipertemukan dengan ujung jari yang lain
  386. kacang goreng kacang tanah yang disangrai (biasanya dengan kulitnya)
  387. kaciak banamo, gadang bagala ungkapan yang menyatakan bahwa setiap orang mempunyai nama pada waktu kecil, tetapi mendapat gelar apabila sudah berkeluarga, makna harfiahnya 'kecil diberi nama, besar diberi gelar'
  388. kajang gubuk kecil, tidak berdinding, berada di samping atau di belakang rumah (biasanya tempat menyimpan kayu bakar, atau tempat memasak pada saat penyelenggaraan pesta)
  389. kakap pegang
  390. kalai baring; sandar
  391. kalang gundukan tanah memanjang sebagai media tanam untuk sayuran
  392. kalau sentana sekiranya; seandainya
  393. kalawang persemaian
  394. kalibut huru-hara; kekacauan
  395. kalimpasingan kebingungan tidak tahu apa yang akan dilakukan
  396. kalio masakan dari daging dan sebagainya yang diberi santan dan bumbu, dimasak hampir kering; rendang basah
  397. kalio panio makanan jenis kolak yang dibuat dari tepung beras yang dibentuk lonjong dan diberi unti di dalamnya
  398. kamban peluk dari belakang
  399. kanca pelangkin teman dekat (seperti saudara kandung)
  400. kangsa kaleng; belek
  401. kapak kepak; sayap
  402. kapuk lumbung (yang berdinding anyaman bambu, beratap, dan berbentuk bulat panjang)
  403. karapa gumpal (nasi, tanah, dan sebagainya) yang ditekan-tekan dengan genggaman tangan
  404. karengga kuda yang berbulu kelabu kemerah-merahan atau kekuning-kuningan; kuda napas
  405. kareseh-peseh bercakap-cakap dalam bahasa Eropa
  406. kebaji guna-guna yang membuat suami istri saling berbantah sehingga bercerai
  407. kebat-kebit selalu bergerak (bekerja dan sebagainya)
  408. kebelauan kebiru-biruan
  409. kecandan senda gurau; kelakar
  410. kecek celoteh, cakap, omong (yang bukan-bukan dan bersifat negatif)
  411. kecimus ejekan (penghinaan dan sebagainya) dengan mencibirkan bibir
  412. kejai berlapis sangat kikir
  413. kekok akalnya busuk hati; tidak jujur
  414. kelaluan maksud; tujuan
  415. kelam disigi, lekung ditinjau segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik
  416. kelambai hantu seperti raksasa perempuan berambut merah
  417. kelambai api kebakaran yang merembet-rembet
  418. kelarai simpul anyaman di pinggir
  419. kelarai sulaman (tekat) pada tepi kain
  420. kelimpanan mata yang kemasukan oleh benda kecil (seperti debu, gas) sehingga mata menjadi sakit; kena kelilip
  421. kelokak melepaskan; keloyak
  422. kelumun selubung
  423. kembut sumpit (kantong) pendek yang dianyam dari pandan (untuk membawa buah-buahan dan sebagainya)
  424. kemenakan bertali budi kemenakan di bawah lutut
  425. kemenakan di bawah lutut kemenakan yang tidak mempunyai hubungan suku, nagari berbeda, tetapi meminta perlindungan di tempat mamak; kemenakan bertali budi
  426. kemenakan di bawah pusar kemenakan yang mempunyai hubungan sesuku, tetapi negeri asalnya berbeda
  427. kemenakan di dada kemenakan yang bertalian secara adat
  428. kemenakan di dagu kemenakan yang bertalian darah
  429. kempuh empuk (tentang makanan)
  430. kempuh masak (karena dimasak, dipanggang, dan sebagainya)
  431. kempuh ranum (tentang buah-buahan)
  432. kempuh busuk (rusak)
  433. kepencong keluak
  434. kepetang kemarin
  435. kepompong bingung; kebingungan; gelisah
  436. kepuk lumbung padi
  437. kepuk kepis (bakul ikan)
  438. kerabu subang tipis terbuat dari emas, perak, dan sebagainya
  439. kerakap sirih yang daunnya lebar-lebar, lebih lebar daripada sirih biasa dan tidak enak rasanya
  440. kerakap daun sirih yang tebal dan keras (lawan dari sirih carang)
  441. kerepas pejam
  442. keripik sanjai penganan khas Minang, terbuat dari singkong yang diiris tipis dan digoreng, diberi bumbu garam dan dapat juga diberi tambahan bumbu balado
  443. kerumuk renyuk; remas
  444. keruntung bakul beranyam rapat dan bertali (untuk menyimpan ikan dan sebagainya)
  445. kerunyut lipatan kecil pada dahi, pipi, dan sebagainya
  446. kesisiran tertusuk duri; kesisipan
  447. ketek kecil; sedikit
  448. keujian kelihatan atau ketahuan (kejahatannya dan sebagainya)
  449. kiat akal (seni atau cara) melakukan; taktik
  450. kibang bakul
  451. kikis hilang; habis (harta benda)
  452. kili kelim (jahitan)
  453. kili-kili penyambung antara keluan kerbau, sapi dan tali ikatnya, terbuat dari tanduk, berbentuk angka delapan
  454. kili-kili penganan goreng yang terbuat dari tepung singkong atau beras, berbentuk angka delapan
  455. kimpus kepek; cekung
  456. kincang kecoh; tipu
  457. kincung kecoh; tipu
  458. kipang penganan yang terbuat dari kacang tanah, bijan, beras, diaduk dengan gula (merah), gurih rasanya; tenteng
  459. kisik tumbuk pelan-pelan
  460. kitar tolak, desak ke sisi
  461. kodek sarung; rok; bawahan
  462. konon istimewa pula; apalagi; jangan lagi
  463. korenah kelakuan; perangai
  464. koroh kerongkongan
  465. korong daerah (bagian) yang termasuk dalam lingkungan kampung; lingkungan kampung
  466. kucai pencil; kucil
  467. kucing air sebutan untuk orang yang berkhianat kepada temannya
  468. kudian kemudian; kelak
  469. kudian yang terakhir; yang belakangan
  470. kuir alat tani, berbentuk sisir (untuk mengumpulkan sampah, menyiangi tanaman, dan sebagainya)
  471. kulimat hemat (tentang makanan)
  472. kulum-kulum senggulung; tenggulung
  473. kuncit paling terakhir; paling belakang
  474. kundang bawa ke mana-mana
  475. kundi biji saga, dahulu digunakan untuk menimbang emas (1 emas = 24 kundi)
  476. kunyam kempis (tentang pipi karena tidak bergigi); kempot
  477. kupak patah; rusak; bejat
  478. kura-kura induk kunci gantung; repuh-repuh; gembok
  479. kuririk jangkrik
  480. kusuk daun yang dipakai untuk menggosok badan pada waktu mandi
  481. kutak guncang kuat-kuat
  482. kuyu penakut
  483. lada cabai
  484. ladah cemar; kotor; jijik
  485. ladung lekuk; keluk
  486. lahak bau busuk
  487. lajat sangat, payah (tentang sakit)
  488. laka peralatan dapur, terbuat dari kayu, besi, aluminium sebagai alas periuk, kuali, dan sebagainya yang baru diangkat dari api
  489. lamak di awak katuju di urang sesuatu yang kita katakan atau kita lakukan di samping kita senang hendaknya juga menyenangkan orang lain, makna harfiahnya 'enak bagi kita, disenangi oleh orang'
  490. lampok unggunan (longgokan) batang padi yang sudah disabit
  491. langgayan para-para
  492. langih sengau karena bibir sumbing, anak lidah pendek, atau gangguan saluran tenggorok
  493. langkai lampai; ramping
  494. langsar beruntung; berbahagia
  495. langsir kurus
  496. lantak nagari orang asli dan ternama dalam nagari
  497. lantan melantan
  498. lantik bengkok
  499. lantik lentik
  500. lanyah becek; berlumpur
  501. lapak lapik
  502. larang jarang
  503. lasat payah (tentang penyakit)
  504. lasat makin menjadi-jadi (tentang tangis)
  505. lasi takut; jera
  506. lasuh lancar, mudah, tidak ada rintangan (dalam menangkap pelajaran dan sebagainya)
  507. lawas luas
  508. layuh tepok (tentang tubuh, kaki, dan sebagainya); lumpuh
  509. layuh sangat lemah; tidak bersinar (tentang mata)
  510. lebuh jalan besar
  511. lelat daun sirih yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan (pada acara pertemuan)
  512. lemak sedap; enak
  513. lenek sangat kencang (tentang putaran roda, bor, gasing, mesin, dan sebagainya)
  514. lengkanas penghasut; pengkhianat
  515. lengong menoleh
  516. lengong menengok (melawat)
  517. lentung melentung
  518. lepai lemah hampir lumpuh (tentang kaki yang jika berjalan terseret-seret saja)
  519. lepe tidak bagus; tidak penuh (tentang bunyi atau suara)
  520. lepe (sudah) pipih; (sudah) kopek (tentang payudara perempuan)
  521. lepek melepek
  522. lepoh melepoh
  523. letai letih; lesu
  524. liku kelok; lekuk; lengkong
  525. limau sundai jeruk purut besar (dipakai untuk menggulai)
  526. limeh peranti pertanian dibuat dari pelepah pinang yang dibentuk menjadi kotak, sisi kiri dan kanannya dijahit dengan rotan, untuk menyimpan pupuk yang akan digunakan bersama dengan benih pada waktu menanamnya
  527. limpit lapis(an)
  528. limpoh longgok atau timbunan (padi, barang dagangan, dan sebagainya)
  529. lindang tidak bersisa sama sekali; habis; lenyap (tentang uang, harta)
  530. lindap redup; samar; (mulai) kabur; berkurang (tentang cahaya, panas, terang)
  531. lindap (mulai) padam
  532. lindap mendung
  533. lindap kurang dapat ditangkap maknanya; kurang jelas
  534. lindap sejuk; teduh
  535. lingkup habis pergi (datang dan sebagainya) semuanya
  536. lintibang luing
  537. lintuh lemah; lunak
  538. linyak pipih (karena terinjak, tertindih, dan sebagainya); penyek
  539. litak letih; lunglai (karena kelaparan)
  540. loloh longgar (tentang baju, cincin, dan sebagainya)
  541. lombar melombar
  542. londong melondong
  543. lopak petak (sawah)
  544. lorong tentang; mengenai
  545. luak daerah; distrik; luhak
  546. luak sumur (yang digali)
  547. lucut hilang; lenyap
  548. luli kayu penggulung kapas yang akan dipintal
  549. luluk lumpur
  550. lumpai jenis belut, ekor seperti lele, mata besar, berkulit tebal
  551. lunau lumpur (yang dihanyutkan banjir)
  552. lundang ruang (petak) dalam buah-buah; pangsa
  553. lutu kotoran
  554. luyak terlampau lunak atau lembik (seperti nasi yang terlampau banyak airnya)
  555. madar tidak berperasaan; tebal telinga
  556. majung serat dan sebagainya untuk menyumbat celah-celah papan dan sebagainya
  557. mak mamak
  558. making berbau busuk sekali
  559. mala air rembesan dari bangkai yang telah membusuk; danur
  560. malam inai malam menjelang hari perkawinan (pada waktu itu mempelai perempuan dihiasi)
  561. malangge tradisi berbagi durian untuk masyarakat yang tidak memiliki kebun durian, berupa kebebasan memungut durian yang jatuh di kebun siapa saja pada waktu yang telah ditentukan, terbuka untuk semua warga di desa Koto Malintang, Maninjau
  562. malangge memungut durian di kebun durian orang lain pada waktu yang telah ditentukan
  563. malapeh ao tidak mendapat sesuatu apa pun, makna harfiahnya 'melepas hawa/udara'
  564. mamak saudara ibu yang laki-laki
  565. mamak mak kecil atau mak tua
  566. mamak kata sapaan yang digunakan oleh raja kepada pegawai kerajaan yang tua
  567. mamang peribahasa yang mengandung nasihat
  568. manah harta benda (dari nenek moyang)
  569. mandeh mak; ibu
  570. mangsi tarum
  571. manjujai mendendangkan petuah, nasihat, dan cerita yang mendidik sebelum anak tidur; meninabobokkan
  572. manjujai tradisi mendendangkan anak sebelum tidur yang kerap dilombakan
  573. marah gelar anak sutan yang menikah dengan perempuan biasa atau putri (bangsawan) dengan laki-laki biasa
  574. marapulai mempelai (laki-laki)
  575. matan mata kayu; teras (inti) kayu
  576. maulua pemindahan hak penggarapan suatu area persawahan dengan cara calon penggarap terlebih dahulu diminta kesediaannya oleh pihak pemilik untuk menyerahkan beberapa takaran padi
  577. melabang menempa besi dan sebagainya supaya lebar
  578. melabuh beranak (tentang kerbau, sapi)
  579. melacut menyebat, memukul (dengan cemeti, rotan, dan sebagainya); lecut
  580. melajang melompat; menerjang
  581. melalah mengejar; memburu
  582. melamin menghiasi tempat tidur pengantin
  583. melampang memukul telinga atau kepala orang dengan tapak tangan
  584. melamun menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan
  585. melamun menggenangi, meliputi (seperti air menutupi karang)
  586. melangih membersihkan tanah sawah sebelum ditanami sampai benar-benar bersih dan tanahnya menjadi gembur
  587. melantun memantul; mengambul
  588. melanyak memukul kuat-kuat
  589. melapih menganyam; menjalin
  590. melapuk menepuk; menampar
  591. melatas memotong (rumput dan sebagainya)
  592. melembai melambai (tangan, saputangan, dan sebagainya)
  593. melembai menjilat-jilat (tentang api)
  594. melepasi malu mengawinkan kemenakan
  595. melesang mengendarai (kerbau, sepeda, dan sebagainya) dengan mengangkangi
  596. meletak menaruh; menempatkan
  597. melincam melancar dengan cepat seperti kilat
  598. melincam menghunjamkan senjata tajam dengan cepat
  599. melincam berlalu dengan cepat
  600. melumari mengotori (dengan minyak, darah, dan sebagainya)
  601. melumari mencemari; menodai
  602. melunyah meninju
  603. memacik memegang erat-erat
  604. memagut memeluk
  605. memakuk memotong dengan benda tajam yang dipukulkan keras-keras; menetak; memarang
  606. memalami menunggui (orang sakit dan sebagainya) pada waktu malam (dengan berjaga-jaga)
  607. memalun memeluk; membelit
  608. membagaikan memperolok-olokkan; menghinakan
  609. membalik-balik kaji membangkit-bangkit perkara lama
  610. membalun menaikkan, menambah, atau meninggikan, seperti timbunan, agar tanah berpematang
  611. membangkit memungut (menggali hasil tanaman)
  612. membangkit mengangkat
  613. membangkit menggugat (membongkar-bongkar, mengungkit-ungkit) perkara yang sudah-sudah
  614. membangkitkan membangkit untuk; mengangkatkan (tentang jemuran, cerek, dan sebagainya)
  615. membenar membenar-benar; berbenar-benar
  616. membenari membujuk; menasihati
  617. memberi angit memberi malu
  618. memekuk menetak; memakuk
  619. meminang-minang menimang-nimang
  620. memperdiarkan membiarkan; mendiamkan
  621. memperkawankan mengawinkan (anak perempuan)
  622. mempersinggah mempersilakan singgah
  623. mempersinggah menjamu orang yang singgah
  624. memugar melakukan dengan sungguh-sungguh
  625. mencacak mencubit
  626. mencacak mencopet
  627. mencagun timbul; muncul
  628. mencakus mengambil sedikit-sedikit makanan yang tersaji sebelum makan yang sungguh-sungguh dimulai
  629. mencari memilih
  630. mencari bako memilih menantu laki-laki
  631. mencempungi memasuki (mencampuri) perkara dan sebagainya
  632. mencetus menggigit dengan cara diam-diam (tentang kuda dan sebagainya)
  633. mencetus mencari-cari kesalahan
  634. mencilok mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
  635. menciritkan tunjang beranak
  636. mencokok menangkap (ayam, ikan, dan sebagainya)
  637. mencokok menangkap basah atau memergoki seseorang yang sedang melakukan sesuatu yang tidak baik
  638. mencolek membangkitkan marah; menghasut
  639. mencuru (sakit) buang-buang air; menceret
  640. mendanau berbuat kurang senonoh (dengan perempuan induk semang dan sebagainya)
  641. mendarat berjalan di darat
  642. mendingin agak kurang sehat; meriang
  643. mendodong berjalan lurus tanpa melihat ke kiri dan ke kanan
  644. mendulang mengepul (tentang asap)
  645. mengabit memberi isyarat (mengajak)
  646. mengakok memegang; mengerjakan
  647. mengalawang membuat kalawang
  648. mengambak menambak atau menggalang supaya tinggi
  649. mengambal membumbun (tanah); menambak
  650. mengambau terjun
  651. mengambau menyerah
  652. mengambur terjun ke dalam air
  653. mengangan melihat dengan memanjangkan leher; melongok
  654. menganjak memindahkan (tanaman dan sebagainya)
  655. menganjik memasukkan benang ke dalam lubang jarum untuk menjahit, baik menjahit dengan menggunakan mesin maupun menjahit dengan tangan
  656. mengarincang mengutak-atik, menyentuh, meraba-raba, memeriksa wadah yang berisi sesuatu dengan tergesa
  657. mengawai memegang; meraba
  658. mengelanjar memantul
  659. mengendanai mengamat-amati; mengawasi; menjaga
  660. mengepit daun kunyit memuji-muji diri sendiri
  661. menggabas menggesa-gesakan
  662. menggaram menjilat-jilat (tentang ternak)
  663. mengiang pelangi; ular mengiang
  664. mengojok berjalan lambat-lambat dengan membungkuk-bungkuk (karena kelelahan dan sebagainya)
  665. mengongkang-ongkang berjalan dengan langkah panjang
  666. mengongkok-ongkok berjalan membungkuk-bungkuk
  667. mengoyak-oyak menggoyah; menggerak-gerakkan (supaya lepas); mengguncang-guncang
  668. mengucup mengatup; menguncup
  669. menguis mengupas kulit buah (mangga dan sebagainya) dengan gigi
  670. mengulurkan mengantarkan (nasi, uang, dan sebagainya)
  671. mengungkah membongkar; mengungkai
  672. mengunyai mengerjakan (memasak, merebus, dan sebagainya) lambat-lambat (dengan mengecilkan nyala api)
  673. mengurah membongkar (timbunan dan sebagainya)
  674. mengurah membuka jahitan, ikatan, dan sebagainya
  675. mengurah menceritakan (pengalaman, penderitaan, dan sebagainya)
  676. menguraikan nikah menceraikan istri
  677. meniatkan mendoakan; mengharapkan
  678. menjalang berkunjung; pergi ke
  679. menjelunut melekat
  680. menjemput menjadikan seorang laki-laki sebagai menantu
  681. menjilami menjilat-jilat (bibir dan sebagainya)
  682. menjongkeh menyisir rambut dengan jongkeh
  683. menjorok menganjur (ke luar atau ke dalam)
  684. menjuak menganjur ke atas (tinggi)
  685. menonong minum tanpa berhenti sampai habis; minum sekali habis
  686. menukar berbelanja; membeli-beli
  687. menyantung menutup atau merapatkan sesuatu dengan memasang pintu, jendela, laci, dan sebagainya
  688. menyantung menghabiskan makanan dengan rakus
  689. menyantung mengambil, memakani, menggelapkan sesuatu (selain makanan) untuk memuaskan diri pribadi
  690. menyedang mencukupi; memadai; sedang-menyedang
  691. menyelingkit mendesak masuk (ke dalam sekumpulan orang berkerumun)
  692. menyembai menangkap (menyambut) dengan cepat; merenggut
  693. menyembai melambai
  694. menyembam memasak dalam abu panas; membembam
  695. menyembam memanggang setengah masak
  696. menyengkak seram; menakutkan; menyangkak
  697. menyengko bergerak agar berada pada satu sisi benda dari arah belakang
  698. menyerang hari menolak hujan; menangkal
  699. menyerupa merupakan diri (sebagai); menyamar (menyaru) sebagai; berlagak (berlaku) seperti
  700. menyibuk mengawasi dari kejauhan dan sebagainya; mengintai; mengintip
  701. menyilih meminjam
  702. menyimbek menyepak dengan kaki, kaki berada pada posisi menyamping
  703. menyinggahi mengambil barang titipan (barang yang sedang diperbaiki)
  704. menyirihi menyorongkan atau menyuguhkan sirih (tembakau, rokok)
  705. menyisik menangkap ikan dengan menyebarkan sisik ikan ke aliran air selokan dan menunggu ikan dengan tangguk
  706. menyosok memulai (membuat, mendirikan)
  707. menyua menghadapkan (ayam yang akan diadu)
  708. menyungguhi melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh (dengan segala usaha)
  709. meraba marah
  710. meradai mengarak tabut
  711. meradai meminta sedekah (derma)
  712. meradak berjalan melanggar
  713. meradak menerobos; menyerang; mendobrak
  714. meragu mengganggu; mengacau
  715. meragu menampilkan rekaman dalam format yang cocok untuk melihat secara cepat pada layar
  716. merasi gugur semua daunnya (tentang pohon); merarasi
  717. merawak memanggil dari jauh dengan menangkupkan kedua tangan di sekitar mulut menyerupai corong agar suara terdengar nyaring
  718. merekam lengkap; melekatkan (seperti baju tubuh, sambungan kayu)
  719. meremoh menyelesaikan masalah, pekerjaan dan sebagainya secara asal-asalan
  720. meretek menggigil; gemetar
  721. merunyut lisut; kisut; berkerut
  722. meruok berbuih; membual
  723. meruok meluap; mendidih
  724. meruok marah
  725. mewalakkan menempatkan; meletakkan
  726. mirih jatuh bertetes; jatuh sedikit demi sedikit
  727. mirih amat basah
  728. mujari pohon, daunnya dikunyah sebagai sirih
  729. muncus tidak manjur; tidak mempan
  730. muno hilang ingatan (terdiam termenung-menung dan sebagainya) karena diguna-gunai orang
  731. nabu biji buah (durian, nangka, cempedak) dan daging buah
  732. nagari wilayah atau sekumpulan kampung yang dipimpin (dikepalai) oleh seorang penghulu; distrik
  733. naik pelamin(an) menjadi pengantin; menikah
  734. nan kalamak dek inyo enak bagi diri sendiri, tetapi tidak enak bagi orang lain
  735. ngalau gua
  736. ni uni (kakak perempuan)
  737. ninik nenek
  738. ninik mamak penghulu adat dan orang tua-tua
  739. nyamur embun
  740. nyanyang tidak tenang hati; gelisah; resah
  741. ojek ojok
  742. olak hilir
  743. olak kembali; ulang
  744. ongok bodoh; tolol
  745. opang bilah pengukur lebar mata jala, jaring, pukat (tidak standar tergantung kehendak pemesan)
  746. opang tangga dari bambu yang dilubangi sisi-sisinya untuk injakan kaki
  747. orang muda tukang salung (tari dan sebagainya)
  748. orong-orong lubang sumbu meriam (bedil) kuno
  749. pacak titik-titik air yang berhamburan; percik
  750. padahan akibat (yang kurang baik dari suatu perbuatan); timbalan; imbangan
  751. padan janji
  752. pagun kukuh; pagan
  753. paja anak-anak; budak
  754. pakau bingung, pusing, kacau (tentang perasaan)
  755. palai pepes ikan kecil-kecil
  756. palak panas badan (karena berkeringat); gerah
  757. palak panas hati; marah; merasa benci; kesal
  758. palak sangat berani; nekat
  759. pananti perangkat pakaian laki-laki yang disediakan mempelai perempuan untuk mengimbangi panibo yang diantar oleh mempelai laki-laki
  760. panar tercengang; termangu-mangu; terheran-heran
  761. panggak bangga; megah
  762. panggalan galah panjang untuk menjolok buah-buahan
  763. pangkalan tuan atau nyonya rumah (penerima tamu)
  764. panibo perangkat atau kelengkapan mempelai perempuan yang dibawa oleh mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan
  765. panto garis-garis pada kayu; belak
  766. panungkek pembantu utama kepala adat yang bertugas mewakili kepala adat
  767. parak kebun; ladang
  768. paran balok bubungan (rumah)
  769. parapati merpati
  770. parewa penjahat; perusuh
  771. pasar licin (mati rumputnya tentang jalan yang kerap kali dilalui)
  772. pasumandan semua perempuan yang menjadi istri dari laki-laki yang sekaum
  773. pasumandan pengiring pengantin (biasanya terdiri atas beberapa orang perempuan muda)
  774. patiman tempat menyimpan garam, berbentuk seperti tabung, dibuat dari tanah liat
  775. patuk alat kelamin laki-laki; zakar
  776. paung roti kering
  777. pedusi perempuan
  778. pedusi istri
  779. pegas rotan dan sebagainya untuk memukul (kasur dan sebagainya)
  780. pelalah orang yang mengejar; pengejar
  781. pelasah pakaian sehari-hari; pakaian yang sudah buruk
  782. pembarat orang yang menjadi penganut adat Barat
  783. pembayan saudara ipar; biras
  784. pemendak pendongkok
  785. pengenal ingatan
  786. pengenal orang yang memperkenalkan
  787. pensi lokan kecil yang hidup di danau-danau dan dagingnya dapat dimakan
  788. peragat tanda-tanda kebesaran (raja)
  789. perewa pemberani
  790. perewa perisau
  791. perewa pengacau; orang yang buruk kelakuan
  792. perlak kebun; taman
  793. persawangan tempat yang sunyi antara dusun-dusun; tanah yang luas (yang tidak didiami orang)
  794. pesara kubur; (pe)kuburan; pusara
  795. petes lancar bercakap-cakap (terutama pada anak-anak)
  796. petitih peribahasa; pepatah
  797. picing pejam
  798. pico lengah
  799. pilas ayam sabungan yang berparuh dan berkuku hitam, berbulu kuning dengan bintik-bintik hitam
  800. pindai memindai
  801. pirik cubit; jepit
  802. pisik padat; sintal (berdaging banyak)
  803. pitanggang mantra yang menyebabkan perempuan tidak suka kepada laki-laki atau tidak menikah seumur hidup karena tidak ada laki-laki yang mencintainya
  804. pitawat nasihat; petuah
  805. pitunang petunang
  806. polongan saluran air; pipa (air dan sebagainya); berumbung
  807. pondar pendek gemuk (tentang badan)
  808. porah suka menghamburkan atau memboroskan uang; boros; royal
  809. poyang moyang (orang tua kakek atau nenek)
  810. poyang dukun; pawang
  811. pudur padam
  812. pudur mati (tentang gunung berapi)
  813. pumpun himpun
  814. pungkang lempar
  815. puput alat tiup terbuat dari batang padi atau bambu pendek, ada yang ditambah dengan daun kelapa (pucuk rumbia dan sebagainya)
  816. puput peluit
  817. puput anak puput yang terdiri atas dua bagian
  818. pura pundi-pundi dari kain (tempat uang); kantong; dompet
  819. pura bursa
  820. pura dana (uang yang disediakan untuk suatu maksud)
  821. puruk benam; perosok
  822. pusu kelompok
  823. pusu kusut atau beterbangan tidak teratur (tentang kapuk, rambut, dan sebagainya)
  824. pusung tolol; bodoh
  825. puti panggilan kepada wanita keturunan raja-raja; putri
  826. puyu gosok
  827. rabas air yang jatuh dari daun-daunan sesudah turun hujan
  828. rabu paru-paru
  829. racak tunggang; naik
  830. racau lincah
  831. radai sirip
  832. rago peralatan pertanian berbentuk lingkaran terbuat dari rotan, untuk menyimpan atau membawa hasil pertanian
  833. raguk reguk; teguk
  834. rahak dahak; riak
  835. rajok pancang dari pohon hidup (untuk tanda batas)
  836. rakuk bagian pohon dan sebagainya yang ditoreh sebagian supaya mudah patah; takik; takuk
  837. rakung rongkong
  838. ranap sunyi
  839. rancak bagus; elok; cantik
  840. rancak giat; cepat; dinamis; gembira (tentang lagu, musik, tarian, dan sebagainya)
  841. randai merandai
  842. randai gerak tari dan silat yang dibawakan oleh sekelompok orang yang berkeliling membentuk lingkaran sambil bernyanyi dan bertepuk tangan, merupakan medium cerita “kaba”
  843. rang orang
  844. rangak gaduh; ribut
  845. rangkai hati (orang) yang disayangi; kekasih; jantung hati
  846. rangkam merangkam
  847. rangkaya orang kaya (sebutan)
  848. rangkiang bangunan bertiang empat, biasanya berbentuk gonjong, berada di depan rumah gadang untuk tempat menyimpan padi
  849. rapun hancur; remuk; pecah
  850. rasai merasai
  851. rasan basi; busuk
  852. rasian mimpi (terutama yang mengandung arti atau alamat)
  853. rawah kuali besar
  854. rawang merawang
  855. rayan merayan
  856. recak naik, tunggang
  857. redah tebang; tebas
  858. redut mengkal; kesal; dongkol
  859. reguk memasukkan (air dan sebagainya) ke dalam mulut lalu menelannya; teguk
  860. rengkit berasa kaku (pegal)
  861. renjeng angkat
  862. renyuk rajuk
  863. renyuk sentak; rentak
  864. rigai lampai; tinggi kurus
  865. rigi-rigi gerigi
  866. rinai gerimis; rintik-rintik; tetes-tetes (tentang hujan)
  867. ripai rebana
  868. ripit keripik pisang atau keladi
  869. ririt leret; deret
  870. rombok rimbun; rampak
  871. rongga bulu liang bulu roma
  872. ronggong meronggong
  873. rubik penganan seperti keripik yang dibuat dari singkong
  874. rudi urat keting
  875. rumah gadang rumah khas Minangkabau yang atapnya bergonjong, biasanya memiliki dua rangkiang di depannya
  876. rumah gadang balambai rumah gadang yang lantai bagian depan dari kamar tidur ditinggikan dan terdapat pada kedua ujung kiri dan kanan bangunan
  877. runtih meruntih
  878. rurut gugur; jatuh
  879. sabak muram; suram
  880. sabak redup (tentang cuaca); mendung
  881. sabak berlinang (tentang air mata)
  882. saban-saban sebentar-sebentar buang air kecil
  883. sadah kapur sirih
  884. sahap penutup; penudung
  885. saikua capang saikua capeh ungkapan yang menyatakan bahwa apabila seseorang menginginkan sesuatu yang belum pasti, sedangkan yang ada padanya sudah ditinggalkan atau dilepaskan, akhirnya tidak memperoleh apa-apa, makna harfiahnya 'seekor terbang, seekor lepas'
  886. saing taring
  887. saing gigi yang terdapat di antara gigi seri dan geraham, bentuknya runcing; gigi taring
  888. saka keluarga dari pihak ibu
  889. saka pangkat adat dari kaum yang bersifat turun-temurun
  890. saka gula tebu
  891. sakar samun; rompak; rampas
  892. sakin pisau
  893. salalauk camilan yang dibuat dari campuran tepung beras, kunyit, cabai, dan sebagainya, diisi dengan potongan teri atau ikan laut, dibentuk menjadi bola-bola kecil, lalu digoreng
  894. saluk destar
  895. saluk kain ikat kepala (dipakai oleh penghulu adat atau pengantin laki-laki)
  896. salung alat musik tiup yang terbuat dari bambu talang, berdiameter sekitar 3 cm, panjangnya sekitar 50 cm, mempunyai enam buah lubang pengatur nada berjarak sekitar 3 cm, pangkal ujungnya tidak bersumbat, ditiup dalam posisi miring dengan menempelkan pangkalnya ke pinggir kiri atau kanan bibir
  897. samak susah; gundah
  898. sambang kotak; tabung
  899. sambangan burung sebesar gagak
  900. sambau kembung (tentang perut karena masuk angin terlalu banyak minum air)
  901. sanda harta yang dijadikan jaminan dalam pegang gadai, yang sewaktu-waktu akan ditebus kembali
  902. sanda gadai
  903. sando kudo menggadaikan harta yang tidak mungkin ditebus lagi karena gadaiannya selalu bertambah
  904. sangai menyangai
  905. sangar bau yang merangsang, seperti bau bawang
  906. sangih besar perutnya karena kekenyangan; segah; senuh
  907. sangkak cabang kayu; dahan
  908. sangkak tempat bertelur ayam yang dibuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut terbalik; sarang ayam
  909. sanjai lanjai; lampai
  910. sanjai penganan dari singkong yang diiris tipis memanjang atau melebar, digoreng, dibumbui dengan cabai merah
  911. sansai banyak derita; sengsara
  912. sansai sedih sekali
  913. santapilalai orang yang terkena atau menderita penyakit karena guna-guna biasanya orang tersebut lesu, pikirannya kosong, dan tidak dapat merespons apa-apa
  914. santing bagus sekali; amat elok
  915. santiran imbangan; banding; tara
  916. santiran bayangan pada cermin
  917. santiran tiruan (bayangan) dari benda yang sebenarnya
  918. santung rakus
  919. sara bersara
  920. saragan serbuk (kayu dan sebagainya) yang telah lama tergeletak, tidak terurus, dan mungkin lapuk
  921. sarau celaka; sial
  922. saring ramping; langsing
  923. sarit sukar; susah hidup
  924. sarit miskin
  925. sasar sasaran
  926. sasau menyasau
  927. satih menyatih
  928. saung liang (di dalam tanah); korok; gua
  929. sawah langit sawah tadah hujan
  930. sawak tradisi menyapa (biasanya anak kecil) dengan sapaan yang berlawanan dari keadaan sebenarnya (misalnya sapaan "kurus" terhadap anak kecil yang gemuk, sehat, atau tampan), karena dipercaya dapat berakibat kebalikan dari makna sapaan
  931. sawo ular sawa
  932. sayak tempat air minum yang terbuat dari tempurung kelapa; separuh tempurung
  933. sealak-alak cukup; memadai
  934. sedua menyedua; memperdua
  935. segeh beres; kemas
  936. sejemang sebentar
  937. sekang sumbat
  938. sekat henti; kandas
  939. seko melumas bagian tubuh yang memar atau benjol karena terjatuh dan sebagainya dengan kain yang telah dibulatkan kira-kira sekepalan dan telah dihangatkan dengan meniupkan udara dari mulut atau melumasnya dengan punggung besi
  940. sela juling (tentang mata)
  941. selalu seluruh
  942. selang pinjam
  943. selang tempat di samping tangga yang masuk ke serambi (tempat membasuh kaki dan meletakkan terompah dan sebagainya sebelum masuk ke dalam rumah)
  944. selapan delapan
  945. selara daun yang telah tua (kering); silara
  946. selat sela; celah
  947. selawat dulang pembacaan selawat dengan berirama dan diiringi pukulan dulang (ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad saw)
  948. selawat talam selawat dulang
  949. selerang kulit yang di luar sekali; jangat
  950. selulusan seperangkat (tentang pakaian); satu setel
  951. selumbari kemarin dulu
  952. semarai pecah belah; merekah
  953. semarai berkembang
  954. semenda bapak paja semenda yang mempunyai sifat hanya sebagai pejantan, tanpa menghiraukan kehidupan rumah tangganya, anak, dan istrinya
  955. semenda kacang miang semenda yang suka menghasut dan menyebarkan fitnah keji, sehingga menjadi pemecah belah di keluarga istri
  956. semenda kutu dapur semenda yang suka tinggal di rumah saja, tidak mau peduli pada kegiatan masyarakat sekitarnya
  957. semenda langau hijau laki-laki yang suka memperbanyak istri tanpa tanggung jawab
  958. semenda lapik buruk semenda yang tidak mempunyai harga diri, kelangkahan, takut pada istri
  959. semenda ninik mamak semenda yang mempunyai sikap suka bekerja keras, cepat tanggap, berwibawa, bertanggung jawab dan menjadi tempat bertanya (tipe semenda yang ideal)
  960. sengangar petir pancaran petir; kilat petir
  961. senggang keras hati; tegar hati
  962. sentak menyentak
  963. senteng kurang (uang dan sebagainya); tidak mencukupi
  964. senteng sinting
  965. senting sukar; sulit
  966. sepasin binatang yang akan menjadi capung
  967. sepunguk segenggam (beras)
  968. serang silau
  969. serawal seluar; celana
  970. seraya penolong
  971. seraya pertolongan
  972. sereng berada tidak di tengah, tetapi di pinggir
  973. serengeh menyerengeh
  974. sering ramping; langsing
  975. sering menyering
  976. serosoh menyerosoh
  977. serupih serpih (sumbing)
  978. siar bakar perkara pembakaran (rumah dan sebagainya)
  979. sibir kerat; cabik; potong
  980. sijobang pertunjukkan sastra lisan khas Minangkabau berasal dari Payakumbuh, berupa kaba tentang cerita Anggun Nan Tungga Magek Jabang yang diiringi alat musik seperti kecapi, bahkan dengan jentikan sekotak korek api
  981. silok belum terbuka atau belum awas benar (tentang mata, seperti baru saja bangun tidur)
  982. simaung kepayang
  983. simbah menyimbah
  984. simbang permainan dengan melambung-lambungkan batu (biji-biji, manik-manik, dan sebagainya) ke atas lalu ditangkap lagi
  985. simbek gerakan menendang dengan cara mengayunkan kaki ke samping (biasanya dilakukan pada permainan sepak raga)
  986. simpang belahan cabang perkauman (kaum yang pindah ke negeri lain atau yang jauh tempatnya)
  987. simuntu anak-anak yang bertopeng atau bercoreng-coreng muka dengan arang (dalam perarakan tabut)
  988. singgan sehingga
  989. singgang panggang; salai
  990. singit menyingit
  991. singkat sungu pemarah
  992. sinka alat untuk membalik tanah, dibuat dari besi, berujung tajam, dipasang di bagian bawah batang bajak
  993. sintar sintal
  994. sintung menyintung
  995. sipangkalan tuan rumah
  996. sipedas jahe; halia
  997. sirah merah
  998. sirangkak ketam kecil
  999. siring tepi (kain dan sebagainya) yang berbeda warnanya
  1000. sitaralak silat khas Minangkabau yang berasal dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat yang mengutamakan serangan pada saat lawan akan menyerang, menyebar dan berkembang di luar negeri
  1001. siuk menyiuk
  1002. sodam alat musik tiup yang terdiri atas dua bagian (bagian peniup dan bagian pengatur nada), terbuat dari bambu tipis dengan panjang 32,5–62,5 cm, garis tengah sekitar 2–3 cm, bagian pengatur nada berupa bambu tipis dengan panjang 5–7 cm, dihubungkan dengan bagian peniup yang mempunyai 4 lubang pengatur nada yang dapat menghasilkan nada pentatonis (jarak antara lubang nada ± 4 cm)
  1003. solang bantah; sangkal
  1004. solok lembah yang terletak di antara dua buah gunung
  1005. sondai miring; landai
  1006. sondang menyondang
  1007. sondap anak rambut
  1008. sondok gombak di dahi; jambak (jambul) pada dahi kuda; surai
  1009. sontok pendek; singkat
  1010. sosoh menyosoh
  1011. sosok bakal (ladang, negeri, dan sebagainya); permulaan
  1012. sosok tokoh; pribadi
  1013. seperti kancah dibayar ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dan sebagainya)
  1014. suak urung; batal
  1015. suarang harta milik bersama, hasil pencaharian suami istri selama dalam perkawinan; harta gana-gini
  1016. suarang milik persekutuan (perserikatan)
  1017. sudi siasat; periksa
  1018. sudu-sudu di tepi jalan, dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya orang yang tidak dapat dikalahkan
  1019. suki cukup (tentang makanan); berlimpah dan mewah
  1020. suku golongan orang sebagai bagian dari kaum yang seketurunan
  1021. suling dalam keadaan kepala di bawah dan kaki di atas (tentang sikap badan); jungkir; tunggang
  1022. sumando kacang miang semenda yang menimbulkan keresahan dan kekacauan dalam keluarga perempuan (istrinya)
  1023. sumbur sembul
  1024. sundak menyundak
  1025. sundut bawa
  1026. sungging menyungging
  1027. sungkah menyungkah
  1028. sungu jungur
  1029. suni sunyi
  1030. suntih menyuntih
  1031. suntuk pendek (tentang akal, pikiran, dan sebagainya); singkat; picik
  1032. sunu menyunu
  1033. surih gores; garis
  1034. sutan kata sapaan adat kepada kaum bangsawan
  1035. sutan (nama salah satu) gelar kebangsawanan
  1036. tabik (ungkapan untuk memberi) salam; selamat (pagi, siang, malam); assalamualaikum; sepada
  1037. tabik perbuatan menghormati
  1038. tabik maaf (dikatakan apabila masuk ke tempat yang keramat dan sebagainya)
  1039. tadir dinding dari bambu yang dianyam
  1040. tajuk tingkat; jenjang
  1041. takah tampan; gagah; cakap
  1042. takah sikap; tingkah
  1043. taku cetakan kue terbuat dari tempurung kelapa yang dilubangi untuk membuat kue kareh-kareh
  1044. talaok tempat memikat burung tekukur
  1045. talaok tempat menyabung ayam
  1046. talempong alat musik pukul dari logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar
  1047. tambun timbun; longgok; tumpuk
  1048. tambunsu lauk khas Minangkabau, terbuat dari usus sapi atau kerbau yang diisi campuran telur, tahu, rempah-rempah, dan diberi kuah
  1049. tampang benih; bibit; biji; lembaga; janin
  1050. tampang pokok pangkal; asal mula
  1051. tampin taruhan untuk mengimbangi (melawan) taruhan yang lain; lawan; imbangan
  1052. tampus kuning kemerah-merahan
  1053. tangap menangap
  1054. tanggang bertanggang
  1055. tangkuk menangkuk
  1056. tanjur sibur; gayung
  1057. tanti tampal dari kain berbenang emas, yang diletakkan pada sisi baju perempuan atau celana untuk perhiasan
  1058. tapa kuat
  1059. tarak tapa
  1060. tasa alat tabuh yang bentuknya setengah bulatan seperti rebab, tidak berlubang di belakangnya; tangsa
  1061. temaah loba; tamak
  1062. tembak tuju; arah; maksud
  1063. tembilang besi harta yang diperoleh dari usaha sendiri, seperti dari meneroka sawah, membuka ladang baru
  1064. tembilang emas harta yang dimiliki dengan cara menggadai
  1065. tengak bingung
  1066. tengkarah perselisihan pendapat; pertengkaran yang mendalam
  1067. tengkarap rusak sama sekali; binasa
  1068. tepok berbagai-bagai tipu muslihat
  1069. teragung tertumbuk; terbentur; terlanggar
  1070. terampai jemur waktu pagi kira-kira pukul delapan
  1071. terangah payah
  1072. terangah tercengang (tidak dapat berkata-kata)
  1073. terbada-bada (tidak ~) tidak terkatakan lagi; tidak terhingga (sangat, hebat, dan sebagainya)
  1074. terberumbun dalam keadaan menjulang dan besar; tesergam
  1075. tercekik tertelan makanan yang keras hingga tersangkut di kerongkongan; termengkelan
  1076. tercingangah terbuka lebar; ternganga
  1077. tercocok hidung tertipu (seperti barang yang buruk dibeli dengan harga mahal)
  1078. terdadek tersesat
  1079. terdayuh sedih
  1080. terdayuk terliuk
  1081. terdohok terdorong (ke muka); terdorong hendak jatuh
  1082. terjila tergeletak di tanah; terhantar; terjela
  1083. terkanceh terhalang pertumbuhannya sehingga menjadi kecil; tidak dapat menjadi besar; terbantut (kerdil)
  1084. terlalah terkejar tertangkap waktu melakukan kejahatan; tertangkap basah
  1085. terlancap terdorong, telanjur (tentang perkataan dan sebagainya)
  1086. terlantung terantuk; tersentuh
  1087. terlonsong telanjur; terdorong
  1088. terponggok tampak melonggok
  1089. terponggok duduk mencangkung
  1090. tersembur gelak tiba-tiba tertawa
  1091. tersengsam tercocok atau tertusuk (duri dan sebagainya)
  1092. tersingahak terkejut; terperanjat
  1093. tersorong kata-kata telanjur perkataannya
  1094. tetak menetak
  1095. tiaga niaga
  1096. timbala mangkok yang terbuat dari kaca, tempat air untuk mencuci jari tangan sebelum dan sesudah makan; kobokan
  1097. tinggam guna-guna untuk membuat sakit (bengkak-bengkak dan sebagainya) dengan menusuk-nusukkan duri ekor ikan pari pada gambar orang
  1098. tingkalak bubu yang berbentuk limas panjang; lukah
  1099. tingkarang pecahan periuk belanga dan sebagainya; tembikar
  1100. tingkarung pecahan pot
  1101. tuah sakato kesepakatan untuk melaksanakan hasil musyawarah, merupakan langkah yang mengandung berkah bagi masyarakat
  1102. tual tiang bendera
  1103. tuar ranting-ranting (daun-daun dan sebagainya) yang ditegakkan di sawah untuk menakut-nakuti burung
  1104. tuar tengkalak dari ranting berduri dan sebagainya
  1105. tukup tutup; tudung
  1106. tumbang penganan dibuat dari (keladi, pisang, ubi) yang direbus, ditumbuk halus dan dicampur dengan gula dan parutan kelapa
  1107. tumpak kelompok; kumpulan; rumpun (pohon-pohonan, belukar, dan sebagainya)
  1108. tumpak tempat; bidang (yang terdiri atas beberapa bidang kecil)
  1109. tunam tertunam
  1110. tunda bertunda
  1111. tunda alat pertanian dibuat dari papan, dengan lebar 30 cm dan panjang 120 cm, bertangkai kayu atau bambu kecil yang panjangnya 2 m
  1112. tungau menungau
  1113. tungganai kepala suku yang dituakan dari suatu keluarga yang sepersukuan
  1114. tungganai pawang
  1115. tunggu menunggu
  1116. tungkahan kayu landasan (di dapur dan sebagainya); kayu dan sebagainya penyangga (jembatan dan sebagainya); kayu tempat duduk sewaktu memarut kelapa dan sebagainya; tongkah
  1117. tungku tigo sajarangan tiga unsur yang merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan, yaitu kaum adat, ulama, cerdik pandai (ilmuwan)
  1118. tungkup telangkup; telungkup
  1119. tuntun sesuatu yang digunakan untuk penutup mata (muka)
  1120. tupai janjang sastra lisan Minangkabau yang berfungsi sebagai media pendidikan dan hanya dimainkan oleh laki-laki
  1121. tura bertura-tura
  1122. turang sambungan bubungan atap rumah yang berkeluk ke atas seperti bentuk tanduk kerbau; turang atap
  1123. turang tambahan
  1124. ubar cat
  1125. ucok berunding dengan damai
  1126. ucok berdamai
  1127. uda kakak (laki-laki); abang
  1128. udi sial; malang
  1129. udu musuh
  1130. uduh ramuan obat yang dipakai sebagai penangkal (dipasang di kebun dan sebagainya supaya pencuri tidak dapat masuk)
  1131. uju pongah; sombong
  1132. ukur patut; selayaknya; sudah tentu
  1133. ulak-ulak lekuk (di atas pinggang)
  1134. ular mengiang pelangi
  1135. ulas sambungan
  1136. ulit tidak mudah atau tidak mau (membayar utang)
  1137. umbah ijuk untuk penapis kopi daun
  1138. umbul lekas menjadi besar; subur
  1139. umpuk timbunan; tumpukan; longgok
  1140. umun masih rahasia; masih samar; sukar dipahami; tidak jelas
  1141. undung-undung kain penutup kepala (supaya jangan terkena panas matahari atau hujan)
  1142. uni kakak perempuan
  1143. uniang panggilan untuk kakak perempuan, digunakan khusus di daerah Pariaman
  1144. untuk bagian dari milik yang dibagi-bagikan
  1145. upik kata sapaan kepada anak perempuan
  1146. uring lekuk (alur) di bibir atas, di bawah hidung
  1147. uris garis; gores
  1148. usah tidak usah; jangan
  1149. uwa-uwa tempat memegang bajak dan mengikatkan tali kendali hewan penarik, terbuat dari kayu, bentuknya seperti burung atau ayam

Moa

[sunting]
  1. alodna menyalakan rokok dengan bara api dari tungku

Modole

[sunting]
  1. abubu kayu yang sudah lapuk
  2. ahido makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun pisang, diisi air, dan dimasukkan ke dalam bambu, dan dibakar hingga matang, biasanya dihidangkan pada acara tertentu
  3. amitoha jubah yang dikenakan oleh pendeta perempuan dalam acara ibadah di gereja

Moronene

[sunting]
  1. amburu keadaan bibir bergetar akibat terlalu lama berenang atau mandi
  2. arupako ingin melakukan semua pekerjaan
  3. bosa masa berakhirnya suatu musim
  4. dodopo bermimpi buruk
  5. kamasi gadis atau anak perempuan yang diguna-gunai oleh seseorang

Muna

[sunting]
  1. adamu penguasa tanah yang dipercaya oleh masyarakat setempat
  2. adarusa orang yang meminjam sesuatu (tentang uang atau barang), tetapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan uang atau barang tersebut
  3. adat fodidi pengubur mayat
  4. adati balano mahar pokok dalam tradisi pernikahan masyarakat Muna
  5. alangkitae mandi biasa dalam memandikan jenazah, diteruskan dengan mandi wajib
  6. alingkitae memandikan mayat; menghilangkan daki dan kotoran pada tubuh mayat
  7. alumpa melompati sesuatu (seperti parit atau kali) dengan satu kali lompatan
  8. ambekara perkawinan antara wanita golongan bangsawan dengan pria golongan biasa
  9. anakoda pawang atau orang tua yang mempunyai kekuatan gaib yang dipanggil untuk upacara pertama membuka kebun atau memandikan rumah
  10. anangkolaki golongan masyarakat yang dipandang memiliki status terendah dalam sistem sosial masyarakat suku Muna
  11. andu mengurut perut untuk memperbaiki letak janin
  12. anggai retak kecil (tentang piring, dan sebagainya)
  13. angki tua dan keras (tentang jagung)
  14. antono bosu emas yang diberikan kepada imam yang memimpin pelaksanaan upacara kematian, dapat berupa cincin jika jenazahnya laki-laki dan anting-anting, gelang, atau cincin jika jenazahnya perempuan
  15. bambaru bangsal berisi kursi yang dipersiapkan bagi anak yang telah selesai melakukan upacara katoba, digunakan untuk menunggu undangan yang akan datang sampai berakhirnya rangkaian acara
  16. bansa keranjang kecil dibuat dari anyaman bambu, digunakan untuk buang air kecil bagi gadis yang dipingit
  17. batata upacara meminta keselamatan kampung dari gangguan penyakit atau binatang liar
  18. bese alat musik petik (senar alat musik)
  19. beta sarung pengantin laki-laki
  20. bia-bia sarung pengantin dibuat dari benang yang berwarna cemerlang keputihan atau kuning keemasan, garis-garis lurus dengan warna dasar pada umumnya hitam, kuning, dan merah
  21. bini kawalu menyobek kain putih untuk kain kafan, biasanya dilakukan oleh orang yang ahli
  22. boka uang yang dikumpulkan oleh pihak keluarga pada upacara kematian
  23. boka satuan uang mahar pernikahan yang bernilai 2,40 rupiah
  24. bongkeke sarung yang digunakan oleh anak perempuan untuk mandi yang diikat sebatas dada dalam upacara katoba
  25. bonto kepala adat kampung
  26. dahopi persembahan doa dengan sesajen (kepada leluhur yang dilakukan pada bulan puasa)
  27. doko-doko penganan, dibuat dari beras giling, diisi dengan pisang, dibungkus dengan daun pisang, berbentuk piramida
  28. dolomani baju adat Kesultanan Buton yang terdiri atas baju yang berhiaskan sulaman motif bunga dan buah, celana yang ditutupi sarung di bagian atas sampai ke lutut, dan kopiah berhiaskan kaligrafi Arab, dipakai pada upacara resmi
  29. gambusu alat musik petik, semacam gitar, terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan senar sebagai sumber bunyi
  30. haroa hidangan berupa makanan lambang bekal bagi roh orang mati yang dianggap akan menempuh suatu perjalanan yang jauh
  31. haroa hidangan berupa makanan (lauk-pauk, kue tradisional) yang disiapkan untuk menyambut malam pada bulan Ramadan
  32. hogo-hogo penganan kukus dibuat dari ubi kayu yang direndam
  33. ikan kapindang lauk berbahan dasar ikan yang diberi garam dan dimasak sampai kering
  34. kabaea baju adat Muna untuk laki-laki golongan Walaka
  35. kabanti prosa liris dengan syair-syair bebas dan kebanyakan dipentaskan dengan lagu-lagu
  36. kabanti watuka pantun yang berasal dari kampung Watulea, daerah dekat Lombe
  37. kabuto makanan kukus, dibuat dari ubi kayu yang sudah dikeringkan, diiris-iris, direndam dalam air garam, dimakan dengan kelapa parut dan ikan kapindang
  38. kafamatai upacara tabur bibit pertama, bertujuan agar tanaman tumbuh subur dan berhasil, tidak diganggu hama dan penyakit
  39. kagombe nyanyian rakyat Muna, berupa pantun yang digunakan sebagai mantra untuk mengobati wabah cacar
  40. kamali bentuk bangunan istana tempat tinggal raja
  41. kambebe penganan kukus, dibuat dari jagung muda yang ditumbuk, dicampur gula merah, dibungkus dengan daun jagung
  42. kambose makanan, dibuat dari jagung tua yang kering, kemudian dimasak, dimakan dengan ikan pindang dan sayur bening
  43. kameko minuman keras yang terbuat dari air enau
  44. kampalusi penganan, dibuat dari jagung tua yang telah dibuang kulitnya, kemudian dimasak, diberi santan kental dan gula pasir
  45. kampua upacara adat pemotongan rambut bayi setelah berusia 44 hari; pesta gunting rambut
  46. kampuriu penutup kepala berbentuk belahan kerucut, dipakai oleh anak yang akan ditobatkan pada saat upacara katoba (khusus untuk anak laki-laki)
  47. kantola syair dalam lagu-lagu tradisional daerah Muna
  48. kaomu golongan bangsawan yang menempati status sosial yang tertinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat, biasa dikenal dengan sebutan La Ode untuk laki-laki dan Wa Ode untuk perempuan, diletakkan di awal nama
  49. kapupurapi alat musik yang dimainkan pada waktu petani sedang menjaga kebun pada malam atau siang hari untuk menyelamatkan kebun dari gangguan babi dan kera
  50. karia upacara adat yang dilakukan setelah upacara katoba, yaitu berupa pemingitan gadis sampai waktu menikahkannya
  51. kasalasa upacara yang dilakukan untuk memohon agar penduduk terhindar dari penyakit dan agar hasil panen berlimpah tanpa adanya gangguan dari roh-roh halus
  52. kasaraka upacara panen hasil kebun agar hasil kebun dapat terkumpul dengan selamat
  53. kato-kato alat musik berupa kentongan, terbuat dari kayu yang dikeluarkan isinya, sebagai tanda apabila ada kejadian bencana alam, perampokan, dan lain-lain, dengan cara dipukul-pukul
  54. katoba upacara menginjak kehidupan beragama untuk anak yang telah disunat dan telah ideal untuk memahami hal yang baik dan buruk; upacara pertobatan
  55. kau-kaudara dongeng, cerita yang dibawakan secara berlagu dan mempunyai irama tertentu (diceritakan waktu anak bermain atau diceritakan untuk menidurkan anak-anak, cerita seorang nenek pada cucunya)
  56. kawoto upacara menyanyikan bayi selama 40 hari
  57. kombo baju pengantin perempuan yang terbelah pada bagian depan, berlubang kepala sampai bagian atas dada
  58. kopo baju dalam pengantin laki-laki, berlengan panjang tidak terbelah pada bagian dada, kecuali mempunyai lubang kepala sampai bagian atas dada
  59. lense tarian wujud syukur dan kebahagiaan masyarakat Kulisusu
  60. linda tari tradisional Karia
  61. mbololo gong yang berukuran sedang, terbuat dari kuningan
  62. modero berbalas pantun oleh sekelompok muda-mudi dengan gerak melingkar
  63. morong bagian pohon kelapa yang berfungsi sebagai pembungkus bakal buah kelapa berwarna hitam setelah kelapa tua, biasa dipakai sebagai bahan bakar
  64. patiri cerita tentang kerelaan orang tua terhadap anaknya untuk dibunuh demi kesuciannya
  65. pogala tarian selamat datang untuk tamu raja
  66. pogau kamali bahasa yang digunakan rakyat dan pejabat terhadap raja
  67. pomantoro orang tua yang mengatur semua kegiatan pada waktu pesta, misalnya dalam pesta karia, hanya dia yang berhak masuk kamar gelap (dalam upacara tradisional kematian)
  68. rambi instrumentalia gong dan gendang dalam upacara adat
  69. renso pemerah bibir yang terbuat dari kertas
  70. salawi hiasan emas atau perak berbentuk pelat bulat, dipakai di dada dan di punggung gadis
  71. salawi perhiasan leher (kalung); hiasan yang bergantung pada rantai yang menjadi hiasan dada terdiri atas dua lempengan besar yang tebalnya beberapa mili
  72. sare tarian yang merupakan bagian dari pesta adat yang dipentaskan saat gadis pingitan masih berada dalam ruang pingitan
  73. sere tarian yang merupakan bagian dari pesta karia yang dipentaskan saat gadis pingitan masih berada dalam ruang pingitan
  74. sihaafari cerita dalam bahasa Muna yang artinya tidak binasa disambar kilat dan dapat membunuh garuda pemakan manusia
  75. siriganti penjaga rumah adat Muna
  76. solora rumput yang batangnya dapat digunakan sebagai obat sariawan
  77. sumpa kesusastraan lisan yang suci di kalangan suku Muna, berupa rangkaian atau kumpulan kalimat suci yang diucapkan sebagai sumpah dalam menyumpah raja atau pucuk pimpinan pemerintahan
  78. upacara pariwanga upacara tradisional masyarakat Kalisusu, saat upacara perempuannya mengenakan pakaian adat dan memakai konde di kepala yang dihias dengan renda, laki-lakinya mengenakan jubah hitam, dipertunjukkan setiap satu tahun sekali berlangsung selama sehari semalam, peserta tidak boleh masuk kalau bukan keturunannya
  79. woto menggendong dan menyanyikan bayi selama 40 hari
  80. wutangguro tanah yang dimiliki secara kolektif oleh masyarakat setempat, biasanya berupa sumber tanah liat yang menjadi bahan pembuatan alat rumah tangga

Muyu

[sunting]
  1. amegop tarian yang dilakukan tanpa iringan musik
  2. amin awon babi pertama yang dipanah dalam pesta babi bagi masyarakat suku Muyu
  3. amjawat penyakit yang disebabkan oleh kekuatan supranatural perempuan yang sedang haid
  4. anggo pembakaran barang-barang tertentu, khususnya sisa-sisa binatang yang tertangkap, untuk inisiasi anak laki-laki dalam upacara penyembelihan babi keramat atau upacara perkawinan
  5. animanbon pesta pangan yang dirayakan suku Muyu setelah hasil pangannya dijual atau dipertukarkan (dibarterkan)
  6. anotang tarian yang dilakukan pada saat upacara penyambutan tamu (pendatang) baru
  7. apokdim alat untuk mengisap tembakau, terbuat dari buluh dan saringan dari pucuk sagu
  8. arowon kata sapaan atau panggilan untuk orang tua perempuan dan laki-laki
  9. awonatuk jenis nujum supranatural yang diungkapkan dengan membunuh seekor babi
  10. awonkat penyembuhan penyakit dengan menggunakan sepotong kulit babi
  11. awonkup babi putih
  12. aytek arwah orang yang mati terbunuh
  13. bakum nyanyian yang dilantunkan untuk mengiringi pemasakan daging babi liar
  14. benep arwah orang kaya
  15. cok kue sagu, dimakan dengan sayuran atau daging
  16. inam ikat kepala dari kepingan kecil-kecil kulit kerang
  17. irim tameng dada dari rotan
  18. iwimutu kuku burung pemangsa, yang dipakai sebagai hiasan hidung
  19. kimbiyum orang yang dalam mimpi dapat berhubungan dengan makhluk halus
  20. kondum nyanyian keramat yang dinyanyikan pada saat penyembelihan babi
  21. kononkot pengatur pembalasan pembunuhan, sekali atau lebih dari sekali
  22. kumut nyanyian pesta babi
  23. men rajut pengangkut
  24. mindit taring anjing untuk hiasan
  25. tinggimini pemotongan jari sebagai bentuk kedukaan terhadap keluarga yang telah meninggal dunia
  26. tomon hiasan hidung, berupa kepingan kecil dari kulit kerang atau tulang binatang
  27. tum hiasan hidung suku Muyu terbuat dari sebuah batu kecil
  28. wam perhiasan dari kulit kerang yang pipih dan lebar
  29. yawat babi keramat
  30. yawatbon upacara menyembelih yawat
  31. yemenbon pesta makan keladi
  32. yirip rangkaian hiasan yang terbuat dari gigi anjing, biasanya dipakai di pinggul laki-laki
  33. yok tarian yang dilakukan saat pengukuhan anak laki-laki sebagai tanda sudah akil balig atau dewasa
  34. yowonimi alat penyaring sagu yang terbuat dari anyaman batang anggrek dan kulit kayu melinjo
  35. yowot kantong sagu
  36. yunbai menyelidiki dan melacak pelaku pembunuhan
  37. yup pemukul dari batu untuk perang
  38. yurin nyanyian yang dilagukan pada malam hari sebelum keesokan harinya menembaki babi untuk pesta babi