Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/M
Tampilan
(Dialihkan dari Indeks:Bahasa Indonesia/Serapan/Minangkabau)
Madura
[sunting]- abalalu berpura-pura bodoh
- abe abab
- acabis mengunjungi kiai dengan tujuan bersilaturahmi atau memohon petunjuk
- adalabang seni pertunjukan di Sumenep, Madura yang memadukan antara seni macapat, wayang gelagar, dan topeng dalang
- ajing seni pertunjukan tradisional masyarakat Madura
- ajing bentuk arkais ludruk yang hampir tidak ada nyanyiannya
- ajuh gelar untuk wanita bangsawan yang telah bersuami
- ajuman memperbaiki jaring perahu kecil yang rusak
- alar tunas sirih
- aloco upacara menyucikan senjata yang dilaksanakan pada setiap bulan Sura
- amba mengangkut hasil tangkapan (ikan)
- ambin pakaian yang dikenakan sapi pada saat karapan sebagai simbol kebesaran
- amet ukuran seratus gapan (berkas) hasil padi yang dipanen dengan ani-ani
- ancak wadah makanan dari batang pisang untuk hajatan
- andangan garis berwarna-warni yang dicatkan sepanjang sisi luar sampan atau perahu untuk penanda daya muat
- andek batas akhir; tenggat
- anggas karang buatan
- anggu jaring kecil berkerangka menyegi empat untuk menangkap ikan berukuran kecil
- angklek kembang tanaman ubi kayu
- angkop bunga pohon nangka
- anjak penyakit bayi yang diiringi sawan
- apa buah tanaman sirih
- are lancor senjata tajam sejenis celurit
- armos sangat renyah (tentang irisan buah, umbi, atau kerupuk)
- asta makam keramat yang dianggap memiliki petuah
- awit ikan yang masih kelihatan dalam lingkaran jaring
- baburu kelelawar kecil
- bagung belahan tempurung kelapa yang digunakan untuk menyedot air susu ibu yang baru melahirkan
- bagung tempat membawa air dari tempurung kelapa
- bajar pembayaran utang
- baladiba daun pohon randu
- balajar janda yang tidak mempunyai anak
- balakodan kelopak mata
- balaseba kembang waru
- balatang kepiting sawah
- balinan pedagang ikan di tengah laut dengan memakai perahu
- balungan orkestra gamelan yang terdiri atas saron, demung, pekeng, dan selentem
- balungka mentimun yang masih muda
- bandigung tukang besi kuningan
- bandol pedagang atau juru pilah tembakau di gudang pembelian
- bandung lahan yang telantar karena tidak digarap dan tidak terawat
- bangbangan ikan kering dari kakap merah besar yang utuh
- bangkalan kayu berbentuk balok, dipasang di bagian belakang perahu untuk melekatkan tajuk
- bantet kembang pohon manggis
- banto alat untuk mengambil tali ujung jaring
- banyabak anak biawak
- banyala anak komodo
- baton serahan atau hadiah yang disampaikan pada upacara pelamaran gadis
- bayas anak kepiting
- bebulun umpan pancing ikan dibuat dari bulu ayam
- belabar pilinan benang berwarna-warni tujuh rupa, yang diputuskan dalam upacara perkawinan Madura sebagai lambang penghilangan rintangan hidup yang ditimbulkan watak jahat manusia
- belater pendekar, jawara, atau preman yang kadang menjadi tokoh yang disegani di perdesaan Madura Barat
- belico ikan pindang yang berukuran kecil
- belta perdu atau pohon yang sangat muda sehingga masih dapat dijadikan bibit
- beranya duet penari topeng sebagai pembukaan pada pertunjukan teater topeng
- bines benih padi
- blalo kembang tanaman bawang merah
- bledek daun tanaman jarak
- bokol anak ikan tombro
- bubu memenuhi undangan seseorang dengan memberi sejumlah uang sebagai bentuk sumbangan
- bubul bisul di telapak kaki
- budu mulai membusuk (tentang ikan, udang)
- bulang tali pengikat sampan atau perahu yang merapat di pelabuhan
- bulga tunggul bambu
- bulga patok bambu yang tersisa dalam tanah karena dipotong
- bungkal lempeng batu asahan halus untuk menajamkan pisau cukur
- bungkel bibit pohon pisang
- buraan mencari ikan di malam hari tanpa lampu, dengan memanfaatkan cahaya yang ditimbulkan oleh sisik ikan yang sedang berkelompok
- caha tarian untuk meminta hujan yang penarinya kesurupan
- cakela pertemuan antara pangkal dua batang pohon yang membentuk sudut
- cangkarok nasi yang dikeringkan dengan dijemur
- cangkarok penganan dibuat dari ketan, dikukus bersama biji kacang tunggak
- cangkarok batu orang yang sangat kikir
- cangkolang perilaku yang tidak santun
- cantek balok kayu lanjutan lunas di haluan dan buritan sampan atau perahu Madura (kelelaan, pegon, janggolan) yang berfungsi sebagai bumper
- caong penampilan orang yang baru sembuh dari sakit, yakni kurus, tidak bertenaga, bermuka pucat
- caracat anak burung gelatik
- carang ranting bambu yang berduri
- carebi anak laba-laba
- carok perkelahian dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan secara ksatria satu lawan satu
- caruk berkelahi satu lawan satu atau secara massal dengan menggunakan senjata tajam (celurit), dengan latar belakang wanita, dendam, dan sebagainya
- ceko bekerja dengan gerakan tangan yang gesit
- celaga potongan kayu untuk pegangan penggerak di pangkal kemudi sampan atau perahu
- cempalok buah asam yang masih muda
- cengke anak cakalang
- coketan penggulung senar atau benang, terbuat dari bambu berujung runcing, bagian bawah berbentuk setengah lingkaran, digunakan untuk memperbaiki jaring
- comantaka lancang mengucapkan kata-kata yang tidak berkepatutan
- daleman tanah milik pembesar kerajaan Madura
- dapangan alat terbuat dari bambu atau kayu untuk mengukur besarnya lubang jaring pada saat memperbaikinya
- daunan bagian melebar di ujung dayung
- dauran gagang atau tangkai dayung
- demung gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, beroktaf lebih rendah
- dinaju gelar putri bangsawan Madura
- dudup bunga turi
- dukremek rangkaian bunga khas Madura, dibuat dari sekuntum cempaka gading yang daun-daun mahkotanya ditusuki sekuntum melati
- dungdung perangkat gamelan, semacam kentungan, dibuat dari batang kayu besar yang dilubangi secara memanjang hingga menyerupai perahu
- empek anak sapi yang baru dilahirkan
- endrak anak kunang-kunang
- gabuk penganan kukus dibuat dari ketan yang dicetak dan ditaburi parutan kelapa
- gadangan menangkap ikan pada malam hari saat terang bulan
- gajas anak kumbang
- galendang orang yang bertugas memindah-mindahkan kain selendang dari seorang penari ke penari lain dalam sebuah pertunjukan
- gambu duet penari pada acara pembukaan pertunjukan (bertopeng pada teater topeng dan tidak bertopeng pada ludruk yang bersifat ritual)
- gambuh tarian ritual, baik bertopeng atau tidak bertopeng pada upacara pembukaan pertunjukan wayang topeng atau ludruk
- ganja nada suara remaja yang berubah menjadi besar karena mulai dewasa
- gantak jenis jangkrik bertubuh kecil, berwarna cokelat keputihan
- gapan ukuran berkas padi yang diikat sehabis dipanen dengan ani-ani
- garagu anak udang
- gateng kepala zakar
- geber bendera dari kain, digunakan sebagai tanda dimulainya karapan sapi
- geblik anyaman rotan berbentuk seperti raket untuk memukul-mukul kasur yang dijemur
- gelabat daun tebu yang kering
- gelajung ukuran dua gapan atau berkas padi yang sudah dikeringkan dan diikat jadi satu untuk disimpan di lumbung hingga panen
- gelundang perangkat gamelan, terdiri atas dungdung, tuktuk, dan tongtong
- gemi induk atau ratu rayap
- gendir jahitan pada kasur agar kapuknya tetap terbagi rata
- gerdung ruas tulang punggung
- geru pembengkakan mengeras dalam otot
- gerubuk peti kayu besar yang dipenuhi ukiran, bagian atasnya untuk tempat tidur
- gigan kerangka kayu bercabang dan bermata besi yang dipasang di kaki bajak untuk membalik tanah
- gindul pembacaan syair yang iramanya kacau karena jumlah suku kata pada sebuah larik kurang atau lebih daripada patokan yang ditentukan
- goci tali layang-layang
- golekan perahu tradisional Madura yang besar, bermuatan hingga 100 ton, bertiang dan berlayar tunggal, bermagun dan berkokop
- gubit penganan, dibuat dari parutan singkong yang dikukus dan ditaburi parutan kelapa
- guluk keris kecil yang berbilah gilik
- gundungan encok di leher
- gungging drama tradisional Madura yang menampilkan cerita babad atau sejarah
- gungseng bola logam kecil bercelah, berisi butir logam yang bergemerencing apabila digerakkan; giring-giring
- gungseng rangkaian giring-giring dan genta kecil dipasang di pergelangan kaki tokoh pemain ludruk laki-laki berwatak kasar
- gunjik ujung-ujung rambut yang menyatu dan mencuat melewati batas cukuran di belakang leher (umumnya terlihat pada laki-laki)
- gurjem buah pohon beringin
- hadrah repertoar lagu kasidah yang dilakukan oleh kaum laki-laki dengan diiringi rebana bersimbal sambil ditarikan
- jaligur daun ubi jalar
- jam bencet jam tradisional yang khusus dipakai untuk menentukan waktu tibanya salat (jauh lebih tepat untuk menentukan waktu salat) tersusun dari batu-batuan semen, berbentuk persegi, dan pada ujungnya ada sepotong besi yang diberi bergaris pada kedua sisinya, tidak mengenal baterai, bekerja berdasarkan peredaran matahari di langit
- janggolan perahu pengangkut muatan dengan lunas haluan dan buritan menonjol yang mempunyai dua tiang utama dan dua layar
- jangkah alat penyanggah untuk menjaga keseimbangan perahu saat diperbaiki
- jangkang kepiting pantai, bertubuh kecil, berkulit lunak, sering dimasak sebagai lauk
- jantel bunga pohon pepaya
- jegir anak sapi menjelang dewasa dengan bakal tanduk mulai muncul di kepalanya
- jelarus nelayan yang bertugas sebagai tukang selam
- jenggik berkas atau jambul kecil yang tumbuh tepat di bawah bibir bawah
- junel sangat mahir, berkeahlian, dan berkewirausahaan
- kabudul anak jangkrik
- kacik perahu besar di pantai selatan Madura yang bentuknya khas karena mirip biji mangga
- kacong sebutan untuk anak laki-laki Madura
- kajang daun nipah muda yang dikeringkan untuk melinting rokok
- kalas lingkaran tali yang dikaitkan di antara dua kaki untuk memudahkan pemanjatan batang kelapa
- kaleles bambu yang dibuat sedemikian rupa untuk karapan sapi
- katir bagian semah yang berfungsi melampungkan, terdiri atas buluh bambu panjang yang dipegang oleh cadik di kedua sisi jukung
- kebudul anak jangkrik
- kejat pincang karena cacat kaki yang kaku
- kelang petis ikan yang masih belum mengental
- kelat tali besar berpilin empat, dibuat dari sabut kelapa atau rami untuk tali-temali perahu
- kelelaan sampan bercantek, banyak ditemukan di Madura Barat
- keleningan gamelan yang komposisi instrumennya tidak lengkap, umumnya untuk mengiringi pertunjukan tayuban atau mamaca
- kelmok gentong kecil
- kelono tarian tunggal penari bertopeng yang mengawali pertunjukan wayang topeng atau ludruk
- kelpong kempis sampai mencekung (tentang pipi orang tua karena gigi ompong)
- kereng wadah ikan tangkapan, dibuat dari bambu yang dianyam jarang-jarang
- keroncong binggel
- kesa wadah yang dibuat dari daun siwalan atau daun kelapa muda, biasanya digunakan untuk tempat ayam (hidup) ketika dijual
- ketipung gendang kecil yang hanya satu dari dua lubangnya yang ditutup kulit
- ketoka jenis ikan pari yang kecil
- klebun panggilan untuk kepala desa
- kokop palka atau rumah tempat muatan pada perahu
- kolbas ukuran ketinggian suhu air mendidih yang dapat melepuhkan kulit
- kumambang tembang yang terdiri atas empat gatra
- kupang kerang laut kecil yang dagingnya sering dimasak untuk dijadikan soto dan petis
- lajing ular naga berbisa dalam dongeng yang dapat terbang
- lampoi ikan yang keluar dari perangkap jaring bagian atas
- lancor arit berbilah panjang melengkung seperti bulu ekor ayam jantan, dipakai untuk merambah gelagah atau memotong tebu
- lantai tikar dari potongan panjang rotan utuh yang dijajar rapat-rapat dan dijalin dengan ditusuki benang
- lanyo rasa nikmat naik kendaraan yang bergerak melaju dengan mulus
- larkang arit dengan bilah sangat besar dan diberi tangkai panjang sehingga harus dipegang dengan kedua belah tangan, dipakai untuk memotong batang tebu dan membelah bambu
- lebas tingkat kematangan buah yang teramat masak, lunak, dan mendekati busuk
- legan batu datar dan licin untuk menggilas ramuan jamu
- lenggi penerus lunas berupa papan tegak berujung runcing di haluan dan buritan sampan atau perahu, umumnya dihias dengan ukiran dicat berwarna-warni
- loek pepagan atau kulit kayu pohon waru laut yang dijadikan bahan pemintal tali-temali perahu
- lone kata penggolong untuk buah seperti jeruk dan salak
- lora panggilan untuk anak laki-laki dari seorang kiai
- mabuh memotong padi dengan imbalan upah harian
- magi biji buah asam yang sudah tua
- majang menangkap ikan di rumpun pada waktu siang hari
- mandung membuka tanah
- manggar jangkar sampan atau perahu yang dibuat dari batu dan kayu berkait
- manyang perbungaan jantan pohon siwalan
- marawis gendang kecil yang kedua lubangnya ditutup kulit
- montek jukung kecil tidak bercadik yang diikatkan di belakang perahu, berfungsi sebagai sekoci
- mopok sifat kayu yang terlihat utuh di luar, tetapi bagian dalamnya hancur oleh serangga
- mornang kulit yang menggelembung berisi nanah sebagai akibat penyakit kudis
- nayaga penabuh gamelan
- nyirab menangkap ikan di rumpun ikan pada waktu senja hari
- ojung pertarungan dua pemain dengan menggunakan senjata tajam atau rotan sebagai ritual mendatangkan hujan
- okol gamelan yang terdiri atas gambang, tuktuk, gendang besar kecil, rebana bersimbal, dan suling
- okol pertandingan gulat
- ongkek perangkat pikulan dengan keranjang yang berkaki, seperti yang sering dipakai penjaja sate dan soto
- onjem rumpon ikan di laut yang dibuat dari daun kelapa
- ontel bunga pohon sukun dan keluih
- oreng alur antara hidung dan bibir
- pagur jongkong yang bersemah sebelah
- paker pahit sekali
- pamaitan sanrego; kemaitan
- pangonong kerangka kayu berukiran yang diletakkan di leher sapi untuk menyatukan sepasang sapi guna keperluan membajak atau kerapan
- paparegan puisi pendek Madura yang bentuknya mirip gurindam
- parse bibit kelapa yang pinak daun majemuknya sudah menyirip
- patrol orkes gamelan khas Madura berintikan tongtong, rebana, seruling serta instrumen lain, biasanya dilantunkan sambil berkeliling untuk membangunkan orang agar makan sahur pada malam bulan puasa
- pecotan undangan yang disertai rokok agar pihak yang diundang hadir dengan membawa sejumlah uang
- pegon versi sampan kelelaan yang diberi kokop dan diperbesar menjadi perahu bercantek yang mampu mengangkut hingga 100 ton muatan
- peji anak burung merpati
- pekeng gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, satu oktaf lebih tinggi daripada saron
- pelegiran dialog bersambut yang sering disisipi peribahasa, bangsalan, atau paparegan untuk bersenang-senang
- pelemas awak perahu yang bertugas menghalau ikan
- pembaun rakitan bambu untuk mengukuhkan pembeberan layar sampan atau perahu
- penai periuk tanah besar bermulut lebar, dipakai untuk memindang ikan
- penampo kuli penjaga perahu di pantai saat tidak berlayar
- pencon gong-gong kecil yang tidak digantung, tetapi disangkutkan mendatar di atas sepasang tali yang direntangkan di atas kerangka kayu
- pendega awak sampan dan perahu
- pengamba kuli pengangkut hasil tangkapan
- pengambak nelayan berjongkong yang menjemput hasil ikan tangkapan perahu payung di tengah laut
- penongkok joki kerapan sapi
- penteng permainan mengadu ketangkasan melontarkan sepotong kayu dari lubang dengan dorongan batang kayu pemukul
- pepek penganan, dibuat dari pipilan biji jagung muda yang dipecahkan, diberi gula dan parutan kelapa
- petok arit kecil untuk menyiangi rumput di tanah kering
- punggang instrumen gamelan terdiri atas deretan 5 pencon besar, bernada rendah
- rakara daun siwalan yang dikeringkan
- ratep upacara mendatangkan hujan yang ditarikan dengan gamelan tidak berlogam hingga penari utamanya kesurupan
- ratep penari utama yang menjadi kesurupan selama berlangsungnya upacara ritual akhir musim kemarau
- remo jenis arisan, yang apabila diselenggarakan kalangan belater melibatkan jumlah uang sangat besar, sering diramaikan dengan tayuban dan suguhan minuman keras
- renggu memijat yang melibatkan sentakan tiba-tiba pada bagian tubuh tertentu sehingga sendi tulang berderak
- rengreng menggambarkan sketsa motif batik di kain sebelum dilakukan pembatikan
- renjing keranjang bambu yang dianyam jarang-jarang dan diberi tali penggantung untuk dipikul sepasang-sepasang oleh laki-laki
- resem memisahkan daun tembakau dari gagangnya
- roga gangguan sakit salah urat pada tulang dan otot karena salah gerak, keseleo, terlalu lama kaku, masuk angin
- sambalang pancing dengan mata kail banyak yang dipergunakan dengan perahu yang berlayar cepat
- sandur upacara yang ditarikan beberapa orang tanpa iringan musik, kecuali suara pantun yang ditembangkan
- sanggan kerangka penyangga gulungan layar yang terletak di tiang pendek buritan sampan atau perahu
- sangger bilah bambu yang dijajar rapat-rapat di atas balai-balai
- sapi karapan sapi kerap
- sapi kerap sapi yang dilombakan dalam karapan; sapi karapan
- sapi sonok sapi betina yang didandani dan dihiasi dalam kontes, dinilai dari tampilan fisik dan hiasan yang dipakai, biasanya diikutkan secara berpasangan dalam tradisi yang dilaksanakan bersamaan karapan sapi di Pulau Madura
- sarabek menangkap ikan pada pagi hari
- saronen instrumen musik tiup tradisional mirip obo, tetapi berpelindung mulut dari tempurung kelapa yang menyerupai kumis
- saronen orkes gamelan khas Madura terdiri atas gong, kempul, bonang, kenong, gendang, dan simbal kecil, biasanya dipakai untuk mengiringi karapan sapi
- segala bambu yang ditarik oleh dua ekor sapi (seperti karapan sapi), digunakan untuk membajak sawah untuk menggemburkan tanah yang keras
- sekket batton hadiah pada upacara peminangan seorang gadis
- selandang jaring berkerangka dua batang kayu yang digunakan secara tradisional untuk menangkap ikan berukuran kecil
- selentem gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, lebih rendah daripada demung
- selotong sarung celurit dibuat dari kulit untuk memudahkan dan mengamankan penyisipannya di pinggang
- sendelan pertukaran pantun, syair, atau tembang yang sering disisipi peribahasa dan umumnya sambil dilagukan dan dilakukan beberapa orang dalam upacara adat tertentu
- senggik kepiting kecil bersapit besar yang hidup di pantai
- sengkang gelatik yang sudah dewasa sehingga bulunya yang semula kecokelatan sempurna berubah menjadi biru keunguan dan paruhnya merah
- solet sikap suami atau istri yang tidak memercayai pasangannya dalam hal uang dan harta
- solo menangkap ikan pada malam hari
- somela dua potong kayu yang dipasang pada pangonong atau kuk bajak, pedati, atau kaleles kerapan, berfungsi sebagai alat untuk memantapkan letak leher sapi
- sonduk jaring ikan yang direntangkan pada kerangka batang kayu menyegi tiga, digunakan dengan tangan
- tabing anyaman rapat bilah bambu untuk pagar atau dinding bangunan yang kaku dan kekar
- tagen perahu yang kuat dan tidak goyang
- tajuk tempat mengikat kemudi perahu pada waktu berlayar
- takat tumpukan pasir di tengah laut yang hampir menjadi pulau
- talojungan pucuk daun pisang
- tamanco kotoran ayam, burung, itik, atau angsa
- taneyan lanjang pola perumahan khas tradisional Madura yang berderet dan berimpitan membentuk aksara U dengan musala di sebelah barat, bagian kanan dan kiri rumah berupa kandang dan dapur, biasanya mereka dari keluarga dekat
- tangkas jaring yang sudah selesai dipakai menangkap ikan dan diletakkan di tempat semula
- tangkerean alat penyambung tali senar yang terbuat dari bahan plastik yang kenyal sebesar ibu jari
- telangger perahu dalam posisi terhadang karang
- tembung ukuran untuk setiap 25 gulungan tembakau yang siap diiris
- tempo beras yang dimasak dengan dibungkus daun pisang sehingga hasilnya seperti tumpeng
- tengkem tutup atap kokop atau magun perahu, umumnya dibuat dari ikatan bilah bambu
- tokalan bambu kira-kira berukuran 3 meter yang digunakan sebagai pelampung pada waktu kegiatan menangkap ikan bagi nelayan
- toktok aduan sapi atau kambing jantan dengan saling menandukkan kepalanya
- tonding punggung pisau
- tongar tali penyekat yang ditusukkan ke hidung sapi sebagai kendali
- tonggul bunga jagung
- tuktuk perangkat gamelan semacam kentungan dibuat dari batang kelapa yang dironggai (dilubangi) secara memanjang
Makassar
[sunting]
- angalaki mengantarai tanaman yang satu dengan yang lain
- bakbarak layar terkembang pertanda perahu siap berlayar
- balandong layar yang sengaja digulung, tetapi tetap di atas tiang layar untuk menghindari kecelakaan di tengah laut akibat terpaan angin kencang
- bantilang balai-balai di pinggir pantai, beratap, tanpa dinding, tempat nelayan menyimpan atau membenahi jaring yang rusak
- barukbuk sisa-sisa pakaian, makanan, dan sebagainya
- basang penganan khas Makassar, dibuat dari biji jagung yang sudah direbus kemudian dicampur dengan santan dan gula pasir
- boda tempat dari bambu, berbentuk seperti kotak atau gelas, dipakai untuk menaruh sirih yang sudah dikunyah
- boya berusaha mendapatkan (menemukan, memperoleh) dengan sungguh-sungguh
- cao ikan kecil yang diawetkan dalam botol dengan menggunakan garam dan pengawet kemudian diberi pewarna
- coto sup khas Makassar, dibuat dari jeroan dan potongan daging sapi atau kerbau
- gantala makanan khas Jeneponto yang terbuat dari daging kuda, dibumbui garam dan direbus, disajikan sebagai hidangan pesta pernikahan
- jempang penutup kemaluan wanita berbentuk segitiga yang terbuat dari emas atau perak, dipakai dengan cara mengikatkan talinya ke pinggang, merupakan pakaian sehari-hari untuk gadis bangsawan suku Gowa, Sulawesi Selatan
- kalompong hal atau sesuatu yang dianggap suci (misalnya keturunan)
- lawa urap
- palucekla masakan yang dibuat dari ikan, dibumbui dengan garam dan kunyit
- papasak menangkap atau memegang dengan posisi objek (ikan, dan lain-lain) berada dalam wadah yang cekung, lubang, genangan lumpur dan air
- parakan norma hukum
- puikpuik alat musik tiup, terbuat dari bambu yang diberi selongsong dan dibunyikan pada pesta perkawinan atau oleh para pelaut sebagai hiburan
- pusa keranjang dari daun lontar yang dianyam untuk menyimpan garam yang dibawa oleh nelayan
- rakang alat untuk menangkap kepiting, terbuat dari jaring yang berbingkai rotan
- rapang pepatah
- sope perahu bercadik ganda (kiri dan kanan) dilengkapi dengan layar berbentuk segi empat untuk penggerak laju perahu
- tumanurung keturunan berdarah putih
Bugis-Makassar
[sunting]- barongko penganan kukus khas Bugis-Makassar, dibuat dari pisang yang sudah dihancurkan dicampur dengan tepung, telur, dan gula pasir
- bosarak baki (berkaki atau tidak berkaki) yang berpenutup bundar, biasanya digunakan untuk menyuguhkan kue pada acara adat atau resmi
- gogosok penganan dibuat dari ketan dan santan, dibungkus daun pisang, berbentuk bulat panjang dan dipanggang di atas bara api
- gola tarek penganan dibuat dari gula merah yang dimasak sampai agak kental, setelah dingin dimakan begitu saja
- jalangkote penganan yang dibuat dari tepung terigu, di dalamnya diisi dengan taoge dan mi
- male kertas berwarna-warni yang biasa digantung bersama telur berwarna-warni, biasa digunakan pada acara Maulid Nabi Muhammad saw.
- parakang manusia jadi-jadian yang dapat berubah menjadi apa saja dalam keadaan yang tidak sempurna, misalnya anjing tanpa buntut, karena melanggar aturan ilmu hitam
- rontok lauk yang terbuat dari udang kecil yang masih mentah diberi bumbu dapur, kemudian disimpan dalam waktu tertentu sebelum dimakan atau ditumis
- singkolo alat berujung paku yang terbuat dari tanduk untuk meratakan kayu atau papan perahu
Makeang Timur
[sunting]- abulus berselancar di atas pasir dengan menggunakan pelepah kelapa
- baikutu inti jantung pisang
- bali menggulung atau melilitkan papeda
- magori buah pertama dari pohon
- nunuk kulit keras pada buah kenari atau pala
- sopang pulang dari kebun
- tinyor pengerjaan yang dilakukan seseorang agar lebih apik, tetapi belum selesai
- wase pohon kelapa yang menurun produktivitas buahnya karena usia, hama, atau faktor alam lain
Mandar
[sunting]- balanu keranjang yang terbuat dari anyaman daun kelapa segar biasanya sebagai tempat ayam mengeram
- balombong terowongan untuk melintaskan air yang memotong jalan
- batacina rumah-rumahan kecil yang dibungkus kain berwarna putih, hijau, kuning, biru, dan sebagainya, berisi benda-benda tertentu sebagai salah satu bawaan yang diarak ke rumah pengantin perempuan
- batuwa golongan hamba sahaya suku Mandar
- boko nama pakaian adat perempuan Mandar yang sudah agak lanjut usia, biasanya berwarna putih, hitam, cokelat, atau biru, dipakai pada acara-acara penting
- cicik panggilan untuk anak perempuan
- cokbok tanda berbentuk bulat pada dahi sebagai pertanda seseorang banyak melakukan sujud dengan khusyuk
- kalindakdak puisi berirama (salah satu bentuk puisi Mandar yang paling populer, misalnya pantun)
- kawao gurita besar yang muncul secara tiba-tiba di sekitar kapal atau perahu yang sedang berlayar di lautan, dapat membahayakan pelayaran
- mangino permainan sesudah upacara perkawinan dengan cara kerabat atau sahabat pengantin laki-laki memberi hadiah uang kepada pengantin perempuan
- mellete diatonganan meniti di atas kebenaran; semboyan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
- pamasi cairan dari kulit limau yang dicampur ubi kayu yang sudah dimasak untuk memoles benang tenun sarung
- pandoro anak-anak yang meminta ikan kepada nelayan yang baru pulang dari laut
- paritik air yang menetes dari jangkar yang baru diangkat dari permukaan laut dan tetesan air untuk diminum oleh awak perahu atau penumpang sebagai obat anti mabuk
- sandek perahu khas Mandar lambungnya agak ramping sehingga gerakannya cepat dan lincah, di bagian kanan dan kirinya terdapat cadik yang panjang hulu dan buritannya mencuat ke atas untuk mencari ikan
- siwalipari kebersamaan dan kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam menafkahi kehidupan
- soke nama penyakit lumpuh pada bagian kaki yang konon karena menginjak benda-benda tertentu yang telah dimantrai
Manggarai
[sunting]
- ambaks kuli bangunan
- anak rona keluarga mempelai wanita dalam adat perkawinan suku Manggarai
- anak wina keluarga mempelai pria dalam adat perkawinan suku Manggarai
- bakes kurang kering
- bambo wabah virus, biasanya menyerang hewan piaraan, virusnya sangat cepat dan mematikan
- campat perangkap ikan yang terbuat dari dua ruas bambu yang diiris dan dianyam sedemikian rupa dengan tetap mempertahankan buku bagian bawahnya, bentuknya seperti piala
- cigu pantun (berisi sindiran)
- lingko tanah adat yang dimiliki dan digunakan secara bersama, berupa persawahan yang luas dan melingkar seperti jaring laba-laba dengan pokok kayu sebagai titik pusat pembagian sawah
- mbaru gendang rumah adat masyarakat Manggarai, berbentuk kerucut
Marlasi
[sunting]- amsemai gelang yang dipakai di kaki dan lengan oleh laki-laki dan perempuan suku Marlasi, terbuat dari anyaman daun pandan duri dengan lebar sekitar 2 cm
Massenrengpulu
[sunting]- garontok butir tepung yang kasar (sisa serbuk tepung yang sudah ditapis)
- kino kata sapaan kepada perempuan yang menyusui anak raja atau bangsawan
- macerak manurung pesta adat di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan untuk memuja manurung yang dilaksanakan secara berkala
- manurung barang peninggalan manusia yang dipercaya sebagai dewa yang turun dari langit
Melayu Ambon
[sunting]
- aju-aju meniru pembicaraan atau gerak-gerik orang tua
- alau meja makan bundar, terbuat dari kayu, hanya digunakan oleh raja dan keluarganya
- amane negeri adat yang dikepalai oleh seorang latu (raja)
- amato ucapan selamat tinggal, selamat jalan
- anaye rambut halus di dekat pelipis; anak rambut
- aong bekas kebun yang sudah pernah ditanami
- arombai perahu yang digunakan untuk mencari ikan dengan jaring
- asuang tiang pagar kebun
- babulu berlayar ke pulau-pulau untuk mencari barang dagangan, seperti kelapa, sagu mentah, dan ubi-ubian
- bambu gila permainan yang menggunakan bambu sebagai alat (Ambon)
- Bapa Raja gelar untuk pemimpin kesatuan beberapa desa adat di Ambon
- bilalo melicinkan lantai dengan semen yang tidak dicampuri pasir
- boga-boga orang yang tidak sanggup lagi bekerja karena menderita penyakit
- bogol luka yang sering berulang pada bagian yang sama di kaki sehingga dapat menebal
- cara penganan khas Ambon, terbuat dari adonan tepung terigu, telur, susu, mentega, garam, gula, dan santan cair, yang dimasukkan ke dalam cetakan khusus dengan diberi isian berupa irisan ikan cakalang dan bumbu yang ditumis, di atasnya diberi pugasan berupa irisan cabai merah, kemudian dipanggang
- ence sapaan untuk laki-laki Tionghoa yang sudah berumur
- flau lemas karena belum makan
- foris ruang tamu
- foris ruangan tengah rumah
- gadong gudang yang berada di dalam rumah
- galeter perputaran gasing yang tidak mulus karena paksi gasing terlalu panjang
- gamutu serat aren
- garida mata yang sangat kontras antara bagian bola mata yang hitam dan putihnya (tentang perempuan)
- garontong penganan yang terbuat dari biji jagung rebus dicampur dengan kelapa parut dan gula merah
- garuru serok sampah yang dibuat dari pelepah sagu
- garuru wadah tuak yang terbuat dari pelepah pinang
- gepe jepit; tekan
- kalawai trisula dengan mata tombak dari besi dan pegangan dari kayu atau buluh, digunakan untuk menangkap ikan
- kalor kebotakan pada bagian tertentu di kepala akibat rambut rontok
- kanjoli lampu tradisional yang dipergunakan pada zaman Jepang, dibuat dari kemiri yang digoreng kemudian ditumbuk dengan kulit gaba-gaba yang telah dibakar, sesudah itu dililitkan pada lidi
- karabu luka di telapak kaki
- karemos bekas air liur atau tahi mata di wajah pada saat bangun tidur
- karepu bekas luka di sudut-sudut bibir
- kewang polisi hutan
- lombar pelepah pinang atau pelepah sagu
- losiang kekurangan darah
- mamboro tidak tertutup rapat (tentang mata); menjadi sayu seperti ketika hendak tidur
- nonai umpan pancing
- pela gandong ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara, merupakan tradisi di Maluku sebagai bentuk resolusi konflik antarwarga
- salele tanda larangan untuk tidak memanjat pohon kelapa dengan cara membungkus pohon
- sele membelah buah kelapa menjadi empat bagian
- slenger dekorasi berbentuk rantai yang terbuat dari guntingan kertas yang disambung, biasanya digantung di plafon rumah
- trembal lapangan sepak bola
- usi kata sapaan kepada perempuan muda Ambon yang beragama Kristen
- wotu kembali ke permukaan setelah menyelam
- wotu pulang ke tempat tinggal di pegunungan
Melayu Belitung
[sunting]
- alar akar keladi yang panjang, besar, dan dapat dimakan
- amau daratan yang tergenang air
- ampa bulir padi yang tidak bernas karena patah pada tangkai padi
- anggal kotoran manusia yang mengeras
- anjan tangga yang pijakannya berupa potongan kayu atau bambu yang disusun berjejer dan melintang
- ansai mengeringkan baju atau kain dengan cara digantung tanpa terkena panas matahari secara langsung, misalnya di bawah atap
- anta kotoran (sisa padi, batu kecil, kutu, dan lain-lain) pada beras
- banai porak-poranda
- bebak rumah yang lama tidak dihuni serta tidak dirawat sehingga ditumbuhi lumut dan semak belukar
- bucu alat kecil untuk memasang pentil sepeda agar angin tidak keluar
- buyong wadah yang terbuat dari tempurung kelapa utuh yang dilubangi pada bagian atas
- cacak tudung kepala pengantin laki-laki Belitung
- calum berlumuran cairan kental (tentang jari atau tangan)
- campak pertunjukan berbalas pantun yang dilakukan oleh biduan sambil menari di atas panggung dan menantang para penonton beradu pantun, diiringi instrumen tradisional gendang dan gong serta instrumen modern biola dan kibor yang menggantikan tamborin dan simbal
- campang wadah kecil terbuat dari daun pandan kering untuk menyimpan rempah-rempah, gunting kecil, atau jimat yang diletakkan di ujung gendongan bayi, digunakan untuk melindungi bayi dari gangguan makhluk halus
- candak kail bermata lima, biasanya digunakan untuk menangkap cumi-cumi
- candok alat bekam tradisional berbentuk cawan logam untuk menyedot darah
- carok pojok di bagian luar rumah
- cekelong hari kelima setelah hari ini
- celekap memukul secara diam-diam
- cerambe luka dengan darah yang masih mengalir
- cerembing memasang telinga untuk mendengarkan sesuatu secara saksama
- cerucup alat tangkap udang yang terbuat dari bambu bulat dengan panjang sekitar 40--50 cm dan berdiameter 10 cm
- gemiat gelap gulita
- gerabak kondisi melebih-lebihkan (tentang perbuatan, gaya hidup, dan sebagainya)
- gerebok wadah yang terbuat dari tempurung kelapa atau pelepah pinang untuk menyimpan pulut perangkap burung
- gerebusan marah-marah tanpa alasan yang jelas
- gidau menghalau dengan mengayunkan tangan atau benda lain
- gingor menggoyangkan atau mengguncangkan pohon, biasanya dilakukan untuk merontokkan buah
- indik mengguncang pohon dengan kaki agar buahnya jatuh
- inding hutan larangan yang diyakini masyarakat sebagai tempat berkumpulnya mahluk gaib
- jaber seruan yang menyatakan kekesalan atau keterkejutan
- jajakgede kue hantaran dari pihak perempuan kepada laki-laki sebagai tanda persetujuan dalam prosesi pernikahan adat Belitung
- jangak necis atau flamboyan berlebihan
- jelangat orang yang paling aktif dan reaktif dalam suatu kelompok atau forum
- jengang meluangkan waktu untuk mampir atau melihat tanpa direncanakan
- jong tiruan perahu sebagai sarana upacara selamatan laut masyarakat Bangka Belitung
- jungak melihat dengan hanya memperlihatkan atau menongolkan kepala, sedangkan anggota tubuh lain tertutup benda lain (misalnya tembok, bilik, dan sebagainya)
- jungak melihat sekilas
- kalang surik batas lahan berupa patok dari kayu atau bambu
- kalang terutui batas lahan di lahan pertanian, biasanya berupa parit kecil
- kantip pembelah batang pinang dengan engsel di ujungnya
- kecipul tidak membayarkan hak orang lain
- kecipul menggelapkan uang
- kedampul tradisi masyarakat Belitung berupa arak-arakan anak sunatan dengan iringan gendang dan tawak-tawak
- kedang penampakan bulan antara sabit dan purnama, terjadi pada malam ketujuh atau kedelapan
- kedaong hantu dalam kepercayaan masyarakat Belitung yang berbentuk burung dan bisa membunuh manusia
- sebang kayu penjepit lantai pada pintu depan rumah panggung
- sebayak hantu yang mengganggu orang lewat dengan cara melempar pasir atau menepuk air
- sebul cepat tumpul (tentang perkakas tajam)
- sekum sunyi, senyap, dan mencekam
- selading pisau kecil yang dibuat dari bambu dan digunakan untuk mencari kutu di kepala
- selumbat serat kayu atau bambu yang tajam dan dapat menusuk kulit
- sempulian ritual untuk menghilangkan makhluk gaib dengan membacakan doa atau mantra
- sepau hambar dengan sedikit aroma
- sialong pohon kelapa yang sudah tinggi dan tua
- sibeng benda berbentuk parabola pada senter untuk membuat cahaya lebih terang dan fokus
- silak patah, tetapi tidak sampai putus (tentang dahan atau ranting pohon)
- sinding bela diri dari Belitung yang diwariskan dari tradisi Kerajaan Balok
Melayu Jakarta
[sunting]Melayu Jambi
[sunting]- alang bujur sisi pembentuk sudut pelurus untuk alang melintang pada rangka atap
- amban sarung atau songket yang dililitkan pada pinggang saat memakai baju melayu
- ambat perangkap ikan di sungai yang terbuat dari bambu yang dijalin rapat dengan rotan, ditancapkan di dasar sungai, tingginya harus melebihi permukaan air sungai
- ambung wadah berbentuk bulat panjang, terbuat dari anyaman rotan, bagian tengah diberi tali untuk dikaitkan ke bahu, dan bagian atas diberi tali untuk disangkutkan ke kepala
- amot makin menjadi-jadi
- angso duo motif batik Jambi, bergambar sepasang angsa, melambangkan legenda terbentuknya Kota Jambi
- antan-antan bilah yang digunakan untuk menembakkan peluru yang ada dalam mainan bedil buluh
- antar belanja adat perkawinan di Jambi dengan mengantar barang bawaan pihak laki-laki kepada pihak perempuan berupa perlengkapan kamar, perlengkapan mandi, seperangkat pakaian, kosmetik, dan perlengkapan masak (beras, kelapa, bawang, merica, dan sebagainya), pada saat menikah
- ayam bersanggul orang yang selalu menundukkan kepala karena malu
- ayam bertelur orang yang malas bekerja; pemalas
- baharok bau busuk yang sangat menyengat
- balun kain kafan
- baralek upacara memasuki rumah baru, bertujuan untuk meminta berkah agar penghuni rumah diberi keselamatan
- baselang mengerjakan sawah secara bersama-sama (gotong royong), yang berpindah dari sawah seseorang ke sawah orang lain
- batandang tradisi berkunjung yang dilakukan seorang pria ke rumah orang tua pacarnya, biasanya membawa gula atau kopi, sambil melantunkan pantun atau petuah
- bauh bambu yang sudah dibelah-belah untuk bahan baku anyaman
- bedil buluh bedil mainan dari bambu yang menggunakan kertas atau putik jambu air sebagai pelurunya
- belahan anak dari hasil pernikahan antara suku Duano dengan suku lain
- belat jala penangkap ikan yang digunakan di pantai
- belukor ladang yang hanya ditanami pohon buah-buahan seperti durian, duku, cempedak, petai, dan rambutan
- bersebo memakai sebo
- besale pemimpin spiritual suku Anak Dalam, biasanya dapat meramal atau menyembuhkan orang sakit
- beselunta tempat dalam bubungan, khusus untuk suami atau anak laki-laki
- betetak menyatukan papan dan rusuk kapal dengan paku
- biji timun motif batik Jambi, bentuknya menyerupai biji mentimun
- bingah kata sapaan untuk kerabat anak tengah
- ble berlayar mencari ikan seharian
- boru tali jaring
- bralem minyak kelapa
- bubur ayak bubur dari tepung beras yang dicampur seledri, bawang goreng, dan penyedap
- buling potongan rotan yang ditusukkan ke hidung kerbau, kemudian dijalin dengan tali membentuk lingkaran kecil, berfungsi untuk menarik kerbau
- busu kata sapaan untuk adik bungsu ayah atau ibu
- catur jahitan pembatas pada tengah kasur yang berfungsi untuk meratakan kapuk dan membentuk tonjolan pada kasur
- cilat kerang berbentuk bulat
- cuci kampung hukum adat di Jambi yang mengharuskan pasangan muda-mudi yang berbuat zina membayar uang denda
- cuci kampung penggantian para pejabat yang tidak berkualitas dengan pejabat yang berkualitas secara massal
- dap alat musik khas Kerinci terbuat dari bonggol kelapa dan kulit kambing, dibunyikan dan dimainkan untuk menurunkan benda-benda pusaka
- dapur kaleng yang diisi tanah, digunakan untuk meletakkan tungku
- depati jabatan dalam kepemimpinan suku Anak Dalam
- dompeng alat untuk penambangan emas di sungai, berfungsi menyedot pasir dari dasar sungai, selanjutnya butiran emas akan dipisahkan dari butiran pasir dengan menggunakan merkuri
- dundang nyanyian gembira untuk menidurkan anak-anak
- garang bagian dapur tempat mencuci beras, piring, dan peralatan dapur yang lain
- gazal musik yang dimainkan oleh masyarakat Jambi, dengan menggabungkan irama gambus, zapin, dan langgam, berfungsi sebagai musik hiburan pada hari besar Islam dan pada pesta perkawinan
- gendang panjang alat musik khas Jambi, digunakan untuk mengiringi pencak silat dan tarian daerah, terbuat dari kayu dan kulit kambing
- giginyaru batu cincin yang dijadikan jimat penangkal petir dan kecelakaan
- ikan jenggi ikan laut bermata besar yang dipercaya sebagai wujud makhluk halus
- jalo perahu yang berukuran panjang 7 m dan lebar 1,5 m, menggunakan layar dan dua dayung bersilang sebagai penggerak
- jalur perahu yang digerakkan dengan bantuan angin atau didayung
- jangko alat untuk meraut daun pandan, terbuat dari kepingan seng yang bertangkai kayu
- kail alat penangkap kepiting hutan bakau, terbuat dari kayu dengan panjang 2 m yang dilengkapi pengait di ujungnya
- kalangan pasar yang beroperasi pada hari-hari tertentu saja
- kalbu pengelompokan sosial dalam masyarakat pada masa Kesultanan Jambi
- kampih wadah berbentuk persegi, terbuat dari anyaman daun pandan berduri, dipakai untuk membawa bekal ke sawah
- kandul lipatan pada ujung jaring menyerupai kantong pada bagian bawah jerat ayam-ayam
- kecorong serunai yang terbuat dari batang padi dengan corong dari daun kelapa
- kedalomon ruangan yang berada di rumah induk, berfungsi sebagai kamar bagi anak perempuan
- kedidi komposisi musik kulintang yang hanya dimainkan pada saat pemasangan panji-panji adat dalam upacara perkawinan
- kelepai jendela yang dibuka dengan cara mendorongnya ke atas serta diikat dengan tali untuk menguatkannya
- kenas mengupas kerang untuk mengambil isinya
- ketan tumis ketan kukus yang diberi bumbu tumis (telur, ebi), kemudian diaduk menjadi satu
- kolim rakit dari bambu yang menggunakan galah sebagai penggeraknya
- kompang gendang pipih bundar, dibuat dari tabung kayu pendek, ujungnya agak lebar, satu ujungnya diberi tutup kulit
- krinok nyanyian berupa lantunan isi hati yang dilagukan pada saat menjaga sawah yang padinya sedang menguning, biasanya diiringi dengan alat musik gendang, biola, atau gong
- kurok dinding terbuat dari pelupuh bambu atau kulit kayu, berfungsi untuk membatasi tempat tidur, ruang makan, dan dapur
- lacak permainan yang menggunakan batu domino
- lacak destar laki-laki khas Jambi, dibuat dari bahan kain beledu yang warna merah pada bagian dalamnya diberi kertas tebal
- larik rumah adat Kerinci berbentuk panggung dan berpetak-petak, yang memiliki dua ruangan (ruangan dalam dan ruangan luar)
- leka alas tempat menaruh belanga terbuat dari kayu, berbentuk bulat tipis
- lita ikat kepala terbuat dari kain merah berbentuk runcing, pada bagian depan dan pada bagian belakangnya terdapat kuncir
- lusoh alat angkut barang seperti pedati, tetapi tidak memiliki roda dan gerobak, menggunakan dua buah kayu sebagai tempat meletakkan barang yang diseret oleh sapi atau kerbau
- mandah kincai perantau asal Kerinci
- mandi Safar mandi massal di laut yang dilakukan pada bulan Safar tiap tahun Hijriah, yang diyakini dapat menghindarkan orang dari berbagai macam bala dan penyakit
- mangku orang yang ditugaskan menimbang keputusan dalam sidang adat Suku Anak Dalam
- mawas gendang terbuat dari tabung kayu dan kulit
- melansir membagi sama banyak
- menaup mengikis kulit kayu dengan taup
- merawang makan bersama di alam terbuka
- mindu lahin jenis musik dari Kabupaten Kerinci yang bercerita tentang suka duka hidup di masa lalu, yang menggunakan alat musik suling bambu, rebana, tabuh, dan gong
- mutur makan di antara waktu sarapan dan waktu makan siang (biasanya ketan tumis, ketupat sayur)
- ngelok memuja makhluk halus dengan memberikan sesajen
- pakinan ilmu gaib yang digunakan untuk melindungi tubuh
- pakinangan wadah sirih yang terbuat dari kuningan, berbentuk mangkuk berkaki bulat, pada bibir mangkuk terdapat hiasan berupa lempengan, di tengah mangkuk berdiri logam bulat dengan tinggi 30 cm dan terdapat hiasan pada bagian atasnya
- perahu kajang perahu yang mempunyai tempat berlindung ( tadah angin) biasanya terbuat dari ranting kayu atau bulu, beratapkan ilalang atau daun nipah
- perelak ladang dekat desa yang ditanami sayur-sayuran
- perpat kupang berwarna putih
- piak keluarga besar dalam suku Batin di Jambi, dahulu tinggal di sebuah rumah besar yang terdiri atas beberapa keluarga inti
- racikan alat untuk membelah dan menghaluskan rotan terdiri dari pisau, sekrup dan roda yang dipasang pada sebuah kayu kemudian ditancapkan di tanah
- rakit dompeng rakit yang digunakan untuk mendompeng
- sambal lingkung serundeng ikan
- sangkan hutan yang sudah dibuka, tetapi tidak jadi ditanami dan dibiarkan kembali menjadi hutan
- sebo penutup muka dan kepala (dari rajutan benang wol), berfungsi melindungi muka dari udara dingin
- simpe jalinan tali untuk mengikat mata serampang ke gandarnya
- siuh bakar pembakaran terhadap rumah atau ladang orang lain
- siwek ketentuan adat yang mewajibkan setiap orang membawa makanan, minuman, dan sebagainya pada pesta adat di Kabupaten Kerinci
- tacincang pembunuhan yang dilakukan tanpa sengaja
- tale lagu yang dinyanyikan saat melepas orang naik haji, menuai padi, atau mengasuh anak
- tangsi benang yang digunakan untuk memancing
- tatuang tanduk kerbau yang ujungnya dilubangi, dapat ditiup seperti trompet, berfungsi untuk memberi tahu masyarakat pada saat akan mencari jejak rusa
- tauh musik pengiring tari, menggunakan instrumen kelintang perunggu, gendang, dan gong, terdapat di Provinsi Jambi
- taup alat untuk mengikis kulit kayu (seperti kayu manis dan sebagainya
- tekong calo pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri
- tokonem ilmu penamaan pulau
- tungganai saudara laki-laki dari suami atau istri
- turap bronjong turap yang bertingkat seperti tangga
- turap tegak turap yang dipasang lurus ke atap
- tutulungan gotong royong mengerjakan sawah atau ladang yang dilakukan oleh beberapa orang saja, waktunya lebih dari sehari
- ulubalang istri seorang malim yang membantu kegiatan pemantraan dan membawa semua hiasan yang akan digunakan oleh malim
- umo talang ladang yang terletak jauh dari desa, terutama ditanami padi
- upeh pangkal pelepah daun pisang
- yamato bagian laut atau sungai yang dangkal
- zikir baredah zikir yang diiringi gendang, merupakan bagian dari upacara pernikahan dan dilakukan selepas Isya
- zikir panjang zikir yang terdapat dalam upacara pesta adat, dilantunkan tanpa menggunakan gendang, dilakukan sampai tengah malam
Melayu Kalimantan
[sunting]- adak pagar untuk menghalangi atau membatasi gerak anak kecil, terbuat dari kayu, biasanya dipasang di pintu
- alit bekas koreng yang tidak bisa hilang pada kulit
- along panggilan untuk anak sulung
- ambi tikar berukuran 1,5 x1,5 m yang terbuat dari daun nipah kering
- ambong keranjang kulit kayu atau bambu yang biasa digunakan untuk tempat durian
- ampak padi yang tidak ada isinya
- anjong mengangkat layang-layang dengan tinggi agar dapat ditarik dan diterbangkan
- antah batu-batuan yang tercampur dengan padi
- antar pinang mengantar nampan sirih pinang dan barang-barang kepada calon istri
- babak membuka dari bawah ke atas
- balar lebam berwarna biru dan bengkak memanjang karena bekas pukulan
- balas baki penyerahan bingkisan berupa kue seperti juadah atau kue lapis pada saat kepulangan keluarga mempelai laki-laki setelah mengantar barang
- banas sampah sungai, misalnya barang atau benda yang dibuang ke sungai karena tidak terpakai lagi dan sebagainya atau kotoran seperti daun dan kertas
- belah krol belahan seperti rambut yang disisir terbelah dua
- beleman puntung kayu berapi yang sudah padam
- berowah tahlilan menjelang bulan Ramadan
- bicik alat yang terbuat dari tali untuk mengukur kelurusan tanaman
- binrat benang kain yang tercabut
- bomo dukun santet, dukun yang memiliki kemampuan menggunakan kekuatan sihir terhadap manusia
- cimpiringan tempat pencucian pecah belah
- dayo sebutan untuk gadis remaja
- duruan tumpukan kayu yang akan dibakar
- endah lain dari yang lain
- jabata roh yang bersemayam di tengah hutan atau di gunung yang dapat memberikan petunjuk kepada manusia; penguasa alam
- jangkar bagian dari kaki berupa lekuk di atas tumit yang sejajar dengan mata kaki
- jayau orang yang dianggap pandai dalam ilmu pengetahuan
- juat sering bertanya tentang masalah itu-itu saja
- kain lunggi kain tenun berbenang emas
- kampar dahan dan potongan pohon yang hanyut di sungai
- kanjar tari persembahan dari Kutai yang dimainkan oleh pria dan wanita untuk menghormati tamu
- kapeh menyusun papan untuk membuat perahu mulai dari lunas hingga mencapai ketinggian tertentu
- kuriak kombinasi beberapa warna yang membentuk noktah atau garis-garis kecil (tentang bulu ayam); jali3
- lanting rumah di atas rawa-rawa tempat memelihara itik (di Kalimantan Selatan)
- lanting rumah atau pondok di atas rakit di tepian sungai, digunakan untuk tempat tinggal atau kegiatan menenun
- nong panggilan untuk gadis kecil
- pengambin orang yang mengambin
- raban kandang ternak, biasanya dibuat di bawah rumah atau di belakang rumah
- risikan mengirim utusan dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan untuk memperoleh kesepakatan pernikahan
- simpe sisa kayu gergajian atau sisa kayu yang sudah dibelah
- tangga picak tangga yang anak tangganya berbentuk pipih dan terbuat dari papan tebal
- tongpan anak hasil kawin campur
- tumpang negeri upacara untuk menolak bala, dilakukan setiap bulan Syawal agar terhindar dari mara bahaya
- uang asap uang sebagai bantuan dari pihak mempelai laki-laki kepada calon mertua untuk menyiapkan jamuan pada acara pernikahan
- ugik kotoran yang melekat di gigi
Melayu Kepulauan Riau
[sunting]- ancak tempat menampung ikan teri mentah yang akan dimasak, terbuat dari rotan atau bambu
- asmaraguna orang yang pandai membuat pekasih
- badek keris kecil bermata agak lebar
- bangkar semak yang berlapis-lapis di tepi sungai
- barah lubang besar yang ditimbulkan oleh bisul yang telah pecah
- bedano bau yang sangat busuk
- bederis sangat tajam seperti mata pisau
- bicoh pergantian giliran tidur suami dari satu istri ke istri lainnya (tentang poligami)
- bolok bengkak karena terlalu lama menangis (tentang mata)
- dulang tempat mengisi bunga rampai yang terbuat dari kayu
- guyung kulit pohon sagu
- jumik terlalu matang (tentang buah)
- kelokok tiruan bunyi kalkun
- kernas makanan tradisional Natuna yang berbahan utama sagu butir atau sagu lemak, dicampur dengan tuna atau tongkol yang sudah dihaluskan, bentuknya berupa keping-keping dengan buliran sagu di permukaan dan di dalamnya
- kocah sangat sibuk
- pecah minyak minyak yang keluar (biasanya dari santan atau daging) ketika menumis, menggulai, atau karena direbus terlalu lama
- poyon sayu karena terlalu lama tidak tidur (tentang mata)
Melayu Kupang
[sunting]- gembor pohon yang kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau industri
Melayu Malaysia
[sunting]
- akhbar surat kabar; harian
- alaf masa seribu tahun; milenium
- ayah orang perempuan (India) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga
- banci cacah jiwa; perhitungan penduduk; sensus
- bohsia wanita muda yang suka mengobral seks secara bebas tanpa minta imbalan
- candawara acara televisi berbentuk permainan yang dipertandingkan untuk mendapatkan hadiah
- daiman kartu bridge dengan gambar belah ketupat
- dangai penganan, dibuat dari beras ketan, kelapa, dan gula
- derebar pengemudi
- jata lambang kebesaran negara
- kad kartu
- lukah tampak kemaluannya (karena tidak duduk dengan rapi, dan sebagainya)
- pas lulus (dalam ujian)
- pawagam panggung wayang gambar; bioskop
- puki anjing namnam
- sama ada apakah; ataukah
- selampit pelipur lara
- telatah gerak-gerik; tingkah laku; kelakuan (sikap dan sebagainya)
Melayu Manado
[sunting]
- babi kantong babi yang dipelihara secara khusus sebagai penghasil daging
- baku beking pande saling mendukung supaya menjadi pandai
- balangkep laki-laki dan perempuan yang terikat oleh hubungan perkawinan
- batekeng berfoto bersama
- benga-benga otot di belakang rahang yang bergerak saat mengunyah makanan
- binungku sebutan bagi orang yang tidak terdidik, primitif, dan bebal
- bolbak bebal/bodoh dan kasar
- bontet keadaan buah cengkih yang sudah lewat masa petiknya, berwarna merah kehitam-hitaman, bunganya sudah gugur
- cokodidi selalu bergerak, tidak dapat diam sehingga mengganggu orang lain
- dabu-dabu sambal khas Manado, dibuat dari cabai rawit, bawang merah, dan irisan tomat segar, biasanya disajikan dengan hidangan laut
- dada tipis orang yang rentan sekali terhadap penyakit, misalnya karena angin malam
- domato batu gunung yang dimanfaatkan untuk dudukan tiang-tiang paralel rumah khas Minahasa dengan tangga kiri dan kanan yang simetris
- figura perayaan akhir tahun di Manado, berupa pawai berkeliling kampung, diikuti oleh laki-laki yang berdandan seperti perempuan dan perempuan berdandan seperti laki-laki
- garida centil (sebutan yang biasa diberikan kepada perempuan nakal)
- garo rica masakan khas Minahasa yang dibuat dari ikan, ayam, atau daging yang ditumis dengan bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, serta aneka daun seperti kemangi, serai, daun pandan, dan daun jeruk
- gata bambu yang dipasang di batang pohon enau untuk menampung airnya
- gau daun enau yang dikeringkan untuk dijadikan pembungkus tembakau
- hukum tua kepala desa yang dipilih secara langsung, tidak mendapat gaji dari pemerintah, tetapi mendapat hak lain sebagai imbalan
- kowor tabung bambu yang digunakan untuk menyimpan saguer
- koyabu penganan tradisional Minahasa yang terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa muda, dan gula merah, dibungkus dengan daun pandan, kemudian dikukus
- lawer orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
- mangente bersikap ramah karena berkepentingan
- pakatuan wo pakalawiren semoga usia berlanjut sampai tua
- tinutuan penganan khas Manado berupa bubur dibuat dari campuran beras dan beberapa jenis sayur (kangkung, bayam, labu, dan sebagainya), biasanya dimakan dengan ikan
Melayu Medan
[sunting]

- abam abu rokok
- agoh bau mulut
- aguk bunga (melati atau tanjung) yang dirangkai dengan benang sehingga berbentuk seperti rantai, dipakai sebagai hiasan sanggul pengantin wanita
- ahoi salam khas Melayu Deli
- aja sebutan putri bangsawan (Deli)
- ajar buah pertama (tentang tanaman)
- ambang kotak peralatan yang terdapat dalam sampan nelayan, biasanya berisi alat-alat untuk memperbaiki mesin
- ampis pembatas kanan kiri jalan agar hewan berjalan lurus menuju jebakan
- anak geligi penggulung benang yang digunakan sebagai penyusun silangan benang
- ancai beban pikiran
- ancak tanda batas kepemilikan (misalnya untuk tanah atau rumah) berupa pohon, potongan besi yang ditanam, dan sebagainya
- ancuan tugal bambu
- anggau penjelmaan roh orang yang sudah meninggal
- awah sistem bagi hasil antara pemilik ternak atau tanaman dengan pekerja atas kesepakatan bersama
- bacar ramah dan simpatik
- badare nasi yang masih mentah
- balero alat untuk membuat motif atau ragam hias dari benang lungsi (dasar kain tenunan)
- balero papan tipis untuk menusukkan benang atas dan benang bawah
- balobas alat untuk menyusun motif sewaktu bertenun
- balu rambut-rambut halus yang ada di dahi atau di tengkuk
- balubar tempat menyimpan padi yang terbuat dari daun nipah
- bangkar suluh dari belarak
- bangkunang kelamin hewan betina
- barang akar tidak dapat dipindahkan
- beledi pintu yang memiliki dua daun
- berang pisau besar untuk merajang daun tembakau
- bocong lampu teplok berukuran besar yang digunakan untuk ke laut
- buang buako sangat berbeda dengan orang tuanya (tentang perangai)
- calong cangkir besar terbuat dari aluminium
- calung cangkir besar yang terbuat dari aluminium
- ceram bunyi orang mandi
- cimpin terletak di pinggir atau sisi terluar (pada meja, tebing, dan lain-lain)
- cindai sambungan kuku yang terbuat dari logam
- coding tumbuh kembali (tentang tanaman yang sudah dipotong)
- coja pedagang keliling
- condong parang tanpa gagang
- derus masakan yang belum masak
- dohur terbang beramai-ramai dan serentak (tentang burung)
- dupi pelampung di atas lumpur
- durap minum dengan rakus
- emang hati ingin tertawa
- gelinjir anak ikan gabus
- gelitar stoples kecil
- gendang induk gendang yang digunakan untuk menjaga tempo (irama) lagu yang diiringinya
- genohor dapur gula
- gerapai suka memegang segala benda
- gerep batu tulis
- gerompal menjadi satu dan kusut
- gorup tempat sisir yang berfungsi merapatkan benang yang ditenun
- haldap sesak napas karena batuk
- hundang-handing datang berulang-ulang ke tempat yang sama
- idip-idip kekurangan minyak (tentang pelita)
- ingau mudah lupa dan tidak tentu pikirannya
- jamu sukut jamuan kenduri yang diadakan oleh orang tua kedua calon pengantin setelah pinangannya secara resmi diterima
- janten jagung yang masih muda
- kajar tulang jaring
- kali sekali
- kenas kerang mentah yang diasamkan
- kulai malai gontai; lemah lunglai
- lampu nong lampu yang dipasang pada pelampung untuk menentukan lokasi jaring di dalam laut
- langgai laying jaring dorong yang pengoperasiannya dilakukan dengan menggunakan kapal
- layup jauh sekali sehingga makin tidak tampak
- lompo alat untuk menggantungkan papan penggulung
- longsut tanda atau bekas tusukan jari pada buah-buahan, seperti pepaya, pisang, dan sebagainya
- lori pintu sorong dari bambu
- lucak dimarahi habis-habisan
- lucak buah pinang yang muda dan telah gugur
- maduara selendang pengantin wanita yang transparan dan berwarna-warni serta dihiasi sulaman benang emas
- mandi berdimbar upacara mandi yang dilakukan oleh calon pengantin di pancapersada
- mengotek memetik daun tembakau
- merenduk menanam padi yang berusia satu bulan
- merutup berbunyi letupan secara beruntun
- musim antara musim yang berkaitan dengan keadaan laut pada bulan Januari sampai dengan Juni, angin darat ke laut dengan membawa debu sehingga air pantai keruh
- musim berombak musim yang berkaitan dengan keadaan laut pada bulan Oktober sampai dengan Desember setiap tahun angin barat laut bertiup kencang; musim paceklik bagi nelayan
- musim mengena musim yang berkaitan dengan keadaan laut di bulan Agustus sampai dengan September yang merupakan musim panen ikan bagi nelayan karena keadaan laut tenang dan teduh
- orang aluan orang atau anak buah kapal yang bertugas menarik pelampung
- orang batu orang atau anak buah kapal yang bertugas mengulur dan menarik tali layar yang berisi batu pemberat
- orang palung orang atau anak buah kapal yang bertugas menyiapkan dan membuang tuas
- orang tengah nelayan laut dalam
- orang tepi nelayan pantai
- pengapit bagian yang terdapat di antara sentung dan penjaring
- penjarang bagian jaring yang mempunyai mata jaring berukuran 2,5 cm
- peresau memungkiri apa yang telah dikatakannya sendiri
- plupoh tempat tidur yang terbuat dari potongan-potongan bambu
- polonting sepotong bambu bulat berfungsi sebagai penggulung benang
- pringgan berbatasan tanah atau bersebelahan tanah
- proco minuman yang terdiri atas potongan buah-buahan yang diberi santan
- pukat cerut alat untuk menangkap ikan, berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi pemberat, pelampung, dan cincin yang terbuat dari tembaga
- rusa rangau rusa yang masih remaja
- semerayan menantu dari saudara perempuan mertua
- sentung bagian jaring yang pada saat menangkap ikan, berfungsi sebagai kantong
- siwil daging tumbuh yang ada di sisi telinga
- suntil menyimpan sirih yang sudah dimamah di dalam mulut
- tajuk rusuk pada sampan
- tatombom jatuh terduduk
- tibun jatuh
- tuber jalan yang agak terjal pada bagian pinggirnya
- tungkas pembungkus nasi
- unggal-anggil bergoyang-goyang ke atas dan ke bawah (seperti kursi yang kakinya tinggi sebelah)
Melayu Riau
[sunting]- abot anak pohon sagu
- abtar tanpa ekor atau dengan ekor yang terpotong
- abun-abun pengasapan agar terhindar dari gangguan binatang (agas, nyamuk, dan sebagainya) atau makhluk halus pada masyarakat Talang Mamak, Riau
- acap air yang mengalir, menyusup ke arah lain walaupun sudah dibendung
- aco titik awal; batas awal (tentang permainan, perlombaan, atau pertandingan)
- aco mulai (tentang permainan, perlombaan, atau pertandingan)
- adei kata seru untuk mengungkapkan keluhan atau rasa malas ketika mengangkat sesuatu yang sangat berat
- agau menyuapkan makanan dengan sendok hingga ke anak tekak
- agih tagan membagikan kembali ke orang lain barang yang telah diterima
- air didih air yang dicampur dengan tepung kanji, biasanya digunakan untuk mengobati kulit
- air gedang air yang berwarna merah dari tanah gambut
- akok penyakit ayam yang menyebabkan ayam mengantuk, ditandai dengan gerakan kepala seperti mengangguk-angguk karena mengantuk
- alau serangga pemakan padi yang baru berisi
- alfazil sebutan yang digunakan dalam persuratan untuk menyapa orang yang pernah menolong, ustaz, atau yang setaraf
- ambah gerak-gerik yang tidak menyenangkan sebagai ungkapan rasa marah
- ambil hari mengambil jatah hari bekerja harian, biasanya di sawah (tentang buruh harian lepas)
- ambung cinu ambung untuk membawa cabai
- amo tungau berwarna putih, berjalan cepat, hidup di sekam padi
- amoa tanah yang sudah digemburkan untuk menanam palawija
- ampat kayu melintang yang menghubungkan tiang jerjak pada atap rumah
- ampi tempat sajen yang terbuat dari pelepah pinang untuk tolak bala
- amu kutu berukuran sangat kecil, berwarna transparan atau putih, merupakan ektoparasit pada unggas
- anak bulan bulan muda (tentang bulan pada hari pertama sampai dengan ketiga)
- andam memepat anak rambut bagian depan dan menghiasnya (tentang merias calon pengantin)
- angau terbayang atau terkenang kepada seseorang, terutama apabila dilamun cinta
- angel kesepian (tentang orang tua yang ditinggal anak-anaknya)
- anggar ukuran luas tanah 100 x 100 depa
- anjang panggilan kepada orang yang berperawakan tinggi
- anjok rak bertingkat dari kayu, bambu, dan sebagainya untuk meletakkan barang-barang keperluan memasak, buah-buahan, biji-bijian, dan sebagainya
- asak berpindah tempat duduk dengan cara menggeser pantat
- asidah penganan yang terbuat dari rempah-rempah berupa kayu manis, pandan, dan cengkih, rasanya gurih dan manis, biasa disajikan pada acara-acara tertentu
- babang perempuan yang meninggal karena gagal melahirkan
- babelih tetap melawan meskipun sudah kalah (tentang ayam aduan)
- bagan perhentian untuk orang yang mencari kayu atau karet di hutan, berupa atap yang miring ke satu sisi, bertiang empat, dan berlantai panggung rendah
- bagito upacara masuk suku, merupakan tahapan upacara perkawinan di Indragiri
- bahasa mendaki bahasa yang digunakan oleh orang muda terhadap orang yang lebih tua atau orang yang lebih rendah kedudukannya terhadap orang yang lebih tinggi kedudukannya
- bahasa mendatar bahasa yang digunakan terhadap orang yang sebaya atau yang berkedudukan setara
- bahasa menurun bahasa yang digunakan orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya terhadap yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya
- bajok pelan-pelan dan berhati-hati tanpa menimbulkan suara (tentang cara berjalan)
- bakut mata sembap karena terlalu lama tidur
- balim memaksakan keinginan dengan ancaman
- baling tidak seimbang dan tidak lurus, berat atau tebal sebelah (tentang papan, kayu, dan sebagainya)
- balui rumput yang berduri dan bermiang, biasanya digunakan sebagai obat untuk benih padi
- balung tempat menyepuh parang
- banai ampas sisa saringan perasan sagu
- bancau khawatir atau was-was menjadi gagal atau merugi
- bangking pohon kelapa yang sudah tua, tetapi berbuah kecil
- bangking ejekan untuk orang yang bertubuh kecil karena gen atau sakit
- bangkung memukul dengan kayu
- bangsal rumah tak berdinding sebagai tempat bekerja
- bangsal mesin tempat untuk meletakkan mesin di atas kapal
- baniu akar kayu yang muncul di permukaan tanah
- bapaduo sistem bagi hasil tanaman karet atau kelapa antara pemilik dan pekerja yang sama besar pada masyarakat Baturijal, Riau
- barut ramuan tradisional dari rempah-rempah, biasanya kunyit, kunyit bulai, dan sebagainya yang direbus dan dibungkus dengan kain, diurutkan ke bagian yang sakit
- basau kelapa busuk
- batang buruk kue dari tepung gandum dicampur dengan tepung beras dan tepung kelapa menjadi adonan dan dibentuk silinder bulat berongga dan diisi dengan serbuk kacang hijau
- bato pematang utama di tengah sawah atau ladang yang dipakai sebagai lalu lintas
- batobo kegiatan menggarap sawah atau ladang secara gotong royong sambil berpantun
- belat bilah bambu yang dijalin dengan ijuk atau rotan untuk mencuci udang, dan sebagainya
- berabal berjalan dalam kegelapan atau dalam suasana sedikit cahaya
- berbandung berdekatan; berhampiran (tentang rumah)
- berembus pergi menjauh
- berhidang makan bersama
- bermadah-madah mengucapkan kata-kata pujian
- bidai kepercayaan masyarakat Talang Mamak tentang adanya ular yang mulutnya terdapat di tengah badannya
- bidat limbah terakhir dari pengolahan sagu, berbentuk seperti serabut, dapat dijadikan pakan ternak
- bingar tak acuh terhadap lawan bicara
- bira bunga keladi yang berdaun lebar dan batangnya berwarna hitam
- bobat menggendong sesuatu di punggung dengan menggunakan tali yang disangkutkan ke dahi
- bodar memukul kuat-kuat dengan maksud untuk menyakiti
- bogok jago (tentang ayam aduan)
- bondek diseruduk babi
- bonga ulat kecil berwarna putih, tubuhnya berdebu seperti abu, sering ditemukan di dedaunan pohon
- boroh bengkak di wajah akibat penyakit atau sengatan lebah
- boya pelampung sebagai rambu lalu lintas pelayaran di laut
- busieh perut yang membesar karena terkena sihir atau guna-guna
- cabak cangkul berukuran kecil untuk menyiangi sawah, digunakan dengan cara menyamping
- calung takaran beras dari kaleng susu
- cangok suka meminta-minta makanan kepada orang tanpa merasa malu
- capol lepas dari ikatan (tentang binatang dan sebagainya)
- cilak botak hanya di bagian depan kepala
- citai alat yang matanya melintang, digunakan untuk menarah atau menakik
- congat-cangit tunduk dan tengadah berulang-ulang
- cuci lantai selamatan bagi ibu yang melahirkan, biasanya empat puluh hari setelah melahirkan
- cudak muncul lebih tinggi daripada yang lain
- cudat runcing dengan ujung melengkung ke atas
- cudit runcing dengan ujung melengkung sedikit ke bawah
- dako kayu yang menjadi dasar pada batu asah
- dawas racun yang sudah dihilangkan pengaruhnya dan tidak berbahaya lagi
- dodoi lagu yang didendangkan untuk menidurkan anak
- dogang tali keseimbangan pada perahu bermuatan 10—15 orang
- dukuh kata sapaan untuk anak tunggal
- dumbo cerita untuk menidurkan anak yang mengandung pengajaran
- engel bergurau secara berselebihan
- gana memikul sesuatu berdua, satu orang memikul di depan, satu orang lagi di belakang
- gano hantu atau makhluk halus yang tinggal di sungai atau air
- garotak jembatan yang terbuat dari papan atau kayu, beratap seng
- geladak air nasi yang melekat pada tutup periuk
- gerenek bunyi air dari dasar tanah yang disertai gelembung
- ginek gelembung-gelembung halus pada air
- grenek nada hias atau ornamentasi yang diungkapkan secara spontan oleh penyanyi dan pemusik hingga menambah keindahan pada lagu yang didendangkan
- gubai makanan pokok masyarakat Sakai, berupa ubi yang dikupas, direndam beberapa hari, diparut, kemudian diperas
- gumarang belum masak (tentang kelapa)
- guyir tidak kukuh dan kuat lagi (tentang pohon atau kayu yang dipancang)
- hangul rasa makanan yang mengandung terlalu banyak kunyit
- hegah berjalan bergoyang-goyang seperti berjalannya itik
- ikan alu barakuda
- ipubun penganan khas Riau, terbuat dari sagu, dimakan dengan ikan, gulai, kuah udang, atau ketan
- jakun heran karena melihat suatu benda atau hal yang baru dikenal
- jalu berjalan dalam keadaan tidur
- jemput antar mendengarkan berita buruk tentang seseorang dan menceritakannya kembali kepada orang yang diceritakan tersebut
- jenawi cermat; teliti
- jingkang menendang ke atas
- kampo memecahkan (buah manggis) dengan cara mengapit dengan kedua telapak tangan
- kayat nyanyian tradisional Riau yang diiringi dengan gendang dan dulang atau talam
- kayat cerita yang memuat riwayat seseorang, misalnya nabi, anak saleh, yang disampaikan dalam bentuk nyanyian
- kebai terkulai seperti ayam yang patah sayap
- kebang berjalan sambil bergoyang-goyang
- kebil berkedip-kedip karena keheranan (tentang mata)
- kebu sangat sering
- kelebak terbuka besar (tentang luka)
- kerenah ragam; tingkah laku; kemauan
- ketapang ampas kelapa
- ketok kayu memungut cukai secara ilegal dari pemilik kayu
- labeh tidak enak (tentang makanan) karena terlalu banyak bumbu atau salah resep
- labeh tidak berasa
- lace sibuk pergi ke sana kemari
- lampa berguling-guling di lantai dengan tangan dan kaki telentang
- laulu kertas yang diukir untuk hiasan pada upacara adat atau perkawinan
- longgo tadi malam
- mak andam penata rias
- makan berkancah makan dengan cara mengambil sambal atau gulai secara langsung di kancah, tanpa dihidangkan atau disuguhkan
- manai berumpun malas sekali
- melat suka mempermainkan kemaluannya sendiri (tentang anak laki-laki)
- mencece gemar menikah dan mempunyai banyak anak
- mengampuh membuka daging atau biji buah dengan cara menekan buah itu pada kedua telapak tangan
- mengurut memosisikan dayung pada sisi jalur atau sampan agar jalannya tetap lurus
- menyakat mengusik (supaya menjadi takut, menangis, dan sebagainya); merisak secara verbal
- monti orang yang menguasai seluk-beluk undang-undang adat
- nandong pantun atau syair yang dinyanyikan atau dilagukan
- narosa musala kecil di tepi sungai (biasanya untuk 3–5 orang)
- nolam puisi tradisional Riau yang berasal dari sastra Arab dan sastra Parsi
- nung gelar untuk orang berdarah raja dari pihak ibu (di daerah Riau)
- ojol getah karet yang telah beku
- ontam penganan khas Riau, dibuat dari ubi yang diparut halus dan diawetkan, dimakan dengan parutan kelapa dan gula
- orang patut pemuka masyarakat atau cerdik cendekia yang sangat dihormati oleh masyarakat lingkungannya
- pak itam sapaan untuk paman kedelapan dalam keluarga
- panintuak penganan khas Riau, dibuat dari tepung, dibungkus dengan plastik, dimasak dengan cara direbus dalam periuk besar atau wajan
- pasak seribu beras
- pêdêk sambal tradisional yang terbuat dari ikan teri yang telah difermentasi dan dicampur garam dan asam kandis, biasa ditemukan di Natuna
- pekek wadah berbentuk bulat yang terbuat dari anyaman daun rumbia atau pandan
- pengaeh pengepul ikan langsung dari nelayan
- perabu cepat marah
- perindu alat yang digunakan untuk melarik atau membubut kayu sehingga membentuk gasing
- pilis papan yang dipaku pada ujung kasau di bawah ujung atap
- piowan perempuan yang sudah lanjut usia tetapi belum menikah; perawan tua
- piowan sudah matang tetapi tidak dapat dikonsumsi karena kualitasnya tidak bagus (tentang buah kelapa)
- pompong perahu tradisional dari kayu yang digerakkan dengan tenaga diesel
- poren pekat dan masih asli pedesaan (tentang logat Melayu)
- punggo pohon yang sudah mati, tetapi belum tumbang
- raguh bekerja dengan sembarangan atau tidak rapi
- rarak musik tradisional yang terdiri atas celempong, gong, dan gendang
- raya betik suka cita setelah meraih kemenangan yang dinikmati secara diam-diam dalam keheningan
- renyuk pecah tetapi tidak berderai (tentang kaca)
- ritak banyak tanya
- robeh tetes-tetes air yang jatuh dari daun
- rumbuk alat untuk menangkap udang terbuat dari batang pohon yang diikat dan diberi penambat atau penahan, kemudian ditambatkan di sungai
- salibu tunas padi
- sambang buah jengkol yang sudah masak dan jatuh sendiri dari pohon
- sambutan penerus atau pengganti kepala suku (misalnya di kenegerian Airtiris, Kampar)
- sanggam bagus; gagah
- sanggung alat pertanian yang terbuat dari bambu yang dianyam dan diberi tangkai, dipakai untuk membasmi serangga pada tanaman padi
- sele belum pernah dibuat atau dilakukan orang sebelumnya; orisinal
- semput susah bernapas; sesak napas
- sendeng aliran dalam pencak silat yang mengandalkan ketepatan serangan dan kecepatan menghindar dari serangan lawan
- sengeh tertawa karena malu
- sepilis langit-langit rumah
- serembai marah sambil mencaci maki
- sigau tidak teratur atau tidak tenteram; kacau; kusut masai (tentang keadaan, perangai, dan sebagainya)
- sigau lalu lalang dalam waktu cepat secara berulang
- sikodi makhluk halus yang menjaga binatang
- sosak belahan bambu atau pelepah kelapa kering yang disisipkan di antara pagar persemaian padi agar ayam tidak masuk
- subei bengkak bernanah di sisi jempol kaki antara daging dan kuku
- sulih mata meminjam cincin kawin orang tua atau kerabat untuk pernikahan sendiri, lalu mengembalikannya setelah selesai pernikahan
- suman lemang yang terbuat dari sagu
- taru ingar bingar (tentang kucing berkelahi dan sebagainya)
- tebang rawang kegiatan menebang kayu yang tumbuh di rawa-rawa
- teh obeng es teh manis, biasanya menggunakan es batu yang berlubang di tengahnya
- telo ruang penghubung antara ruang utama dengan dapur yang memiliki pintu samping untuk keluar ke halaman
- terbendang tersiar
- terenang mangkuk besar terbuat dari porselen
- terodok tertusuk anak tekak ketika terlalu keras memasukkan sesuatu (makanan dan sebagainya) ke dalam mulut
- tesasol salah bicara atau salah menyebutkan sesuatu
- togok jermal atau tempat menangkap ikan di tepi pantai atau sungai
- tojoh dorong dengan galah
- tukual palu besar untuk memecahkan batu
- tunam terjun dengan posisi kepala duluan
- ulong sapaan kepada kakak laki-laki yang di tengah
- unah kata sapaan untuk kakak laki-laki yang ketiga
- unjon menyentak pancing yang umpannya terasa dimakan ikan
- uwok kata sapaan kepada kakak perempuan yang pertama
- zuriah pewaris raja-raja
Mentawai
[sunting]

- abak manang tempat memajang tengkorak binatang buruan yang merupakan simbol keahlian suku Mentawai dalam berburu, terletak di bagian atas ruangan uma
- bajao kekuatan terselubung dalam sebuah benda yang bisa mengganggu manusia
Mimika
[sunting]- nawarapoka prinsip yang menuntut bahwa suatu pemberian yang sifatnya materiel atau imateriel harus dibalas (kembali)
- osilima proses memasak pada upacara bakar batu yang dilakukan di luar rumah
- taparu sebutan yang menunjuk kepada kelompok orang tertentu yang amat penting (peran, kedudukan, dan sebagainya) dalam hidup sosial orang Mimika
Minahasa
[sunting]- alo panggilan kesayangan untuk anak laki-laki
- alolong kayu gelondong yang dilintangkan di bawah benda berat yang akan dipindahkan
- amporang abu yang berasal dari sisa pembakaran di tungku
- asu korotei anjing, biasanya berwarna loreng, yang disembelih sebagai persyaratan pada upacara adat penggantian atap rumah yang rusak
- bagai dimakan cacing
- bala burung yang dianggap dapat memberi isyarat melalui gerak-gerik atau suaranya
- fufu proses pengolahan ikan dengan cara diasapi hingga mengeras
- gocepe perahu khas Minahasa yang bagian perut atau badannya agak gembung dan lebar
- gotikatumpu upacara adat pertanian suku Muna di tanah ladang yang telah dibabat, dibakar, dan dibersihkan, tidak dapat langsung ditanami, tetapi lebih dahulu harus diadakan upacara untuk memberi sajian kepada roh-roh halus; bentuk kesatuan hidup setempat pada masa lalu
- ito panggilan bagi saudara laki-laki yang belum berumah tangga
- kalampat lubang keluar masuk tikus
- kapelian tempat keramat yang diyakini sebagai wilayah kekuasaan roh halus dalam kepercayaan Minahasa, dilewati dengan mengucapkan permisi
- keke kata sapaan untuk perempuan Minahasa
- kombangan tokoh dalam folklor Minahasa yang dikisahkan sebagai manusia yang malas bekerja dan rakus makan, sehingga akhir hidupnya susah
- loncek katak
- maengket tarian untuk mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta, dimainkan oleh pasangan laki-laki dan perempuan
- makantuh tolong-menolong (di Minahasa)
- manguni burung hantu; celepuk
- mapalus semangat gotong royong cara Minahasa, juga dapat dijadikan senjata melawan tindak kriminal
- maras membuka tanah
- opo nenek moyang
- sungkur sekop
- suweng sumbu pelita yang digunakan untuk mengukur rentang waktu bagi orang-orang yang bekerja bergotong-royong
- tindung tudung kepala yang khusus dikenakan seseorang untuk menjaga janda atau duda yang baru ditinggal oleh suami atau istrinya, dahulu berwarna putih mangkok dan sekarang berwarna hitam, terbuat dari bahan belacu seperti yang dikenakan oleh orang Tionghoa
- totolan tempat yang ditentukan oleh pemandu adat untuk dibangun rumah
- woku makanan khas Minahasa, terbuat dari ikan yang dibumbui cabai, bawang merah, bawang prei, daun kunyit, daun kemangi, dan sebagainya
- wolai orang yang selalu bergerak lambat
Minahasa Tonsawang
[sunting]- ayanginahe mantra untuk memanggil belut agar tidak lari saat ditangkap
- bahei buah pepaya yang busuk, ditandai oleh kulitnya yang rusak tidak merata dan berbintik hitam serta rasa daging buah yang pahit
- baletikuang pengadilan tradisional berbentuk rumah panggung bertangga jungkat-jungkit, memiliki satu tiang tengah, digunakan untuk memutuskan perkara yang dihadapi oleh masyarakat
- batai datang dan pergi secara tiba-tiba, seperti anak yang lahir langsung meninggal atau hujan yang tiba-tiba datang dan segera reda
- bengkawang atap yang terbuat dari daun rumbia
- bongos sayur daun papaya, biasanya dicampur daun ubi kayu, diberi bumbu dan dimasak dalam bambu
- botir cara tebang kayu dengan memotong atau menoreh keliling batang untuk mencegah pecahnya batang pada waktu rebah, mengakibatkan arah rebah yang tidak menentu
- ihoko menimbun bibit padi sebelum disemaikan ke dalam lubang tanah, dan mengeluarkannya saat musim tanam
- kaodila lapisan putih di lidah bayi yang sering mengganggu bayi sewaktu menyusui
- kebu bilah bambu atau papan yang dipasang pada ujung-ujung miringan atap agar tampak rapi dan sekaligus menjadi penahan atap
- koang luka yang tetap menganga walaupun sudah lama diobati
- lakas cepat, tetapi asal jadi
- siwapa kata sapaan halus dan sopan kepada orang tua yang masih hidup dan yang sudah meninggal
- songat melebar dan agak terangkat pada bagian ujung hidung sehingga lubang hidung tampak jelas
- suduh tusuk dengan ujung benda tumpul (ujung jari, ujung patahan ranting, dan sebagainya)
- taingan bagian dapur yang dibuat agak tinggi tempat meletakkan tungku
- takal penggalan kayu atau besi yang berlubang dua dan dipasangkan dengan tali ke leher hewan ternak agar tali penambat tidak mudah rusak
Minahasa Tonsea
[sunting]- ambal penganan khas Tonsea terbuat dari adonan tepung ketan, lemak babi, dan jahe, dibungkus dengan daun, lalu dimasak atau dikukus dalam talang atau buluh
- bobengka penganan khas Tonsea, dibuat dari adonan tepung ketan, gula aren, dan kelapa muda, dibubuhi kenari, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dimasak dalam wadah khusus
- colok penganan goreng khas Tonsea, dibuat dari adonan tepung beras, gula aren, kayu manis, dan telur
- dedikut pemberian berupa rumah, kebun, dan sebagainya dari orang tua angkat kepada anak yang akan diadopsi
- derderma permainan khas Tonsea yang disertai nyanyian, biasanya dilakukan pada waktu ada kematian untuk menghibur orang yang berdukacita
- dompon telaga kecil tempat menampung ikan untuk sementara waktu
- eti harta warisan orang tua yang belum dibagikan kepada anak-anaknya
- katrili tarian khas Tonsea (peninggalan bangsa Spanyol dan Portugis), dilakukan secara berpasangan oleh laki-laki yang berpakaian hitam dan perempuan berpakaian putih, dengan iringan lagu dari kelompok musik
- kekelong mahar yang diminta oleh pihak gadis yang jauh melampaui kemampuan pihak jejaka (karena orang tua atau gadis tidak setuju dengan pinangan)
- paloso wadah menyimpan beras dari seruas bambu
- timani orang yang pertama kali menginjakkan kaki di suatu daerah atau tempat
- wowa tradisi makan siang di acara perkawinan orang Tonsea yang ketika kegiatan makan usai, para undangan membawa pulang makanan yang sudah diatur dan disediakan beserta alat makan yang dipakai saat makan
Minangkabau
[sunting]

- acang-acang orang yang dihormati dan dipercaya dalam suatu negeri
- adok tarian dengan gerakan melingkar, dilakukan pada saat pesta perkawinan dan hanya oleh laki-laki
- adok alat musik tradisional Minangkabau, berbentuk rebana dengan penyanggang lingkaran yang tinggi dan tebal, digunakan untuk mengiringi tarian rantak kudo
- agun cagar(an); tanggungan; jaminan
- agut mengap
- ajak serupa (dengan); seperti
- ajik penganan yang terbuat dari beras pulut putih, dikukus, dimasak dengan gula merah hingga mengeras
- ajo kata sapaan untuk saudara laki-laki yang lebih tua di daerah Pariaman
- akas membagi dua secara memanjang
- alang hadiah; pemberian
- alang-alang bagian tertentu dari binatang buruan, biasanya sekitar bahu, yang menjadi bagian pemilik tanah tempat binatang buruan ditemukan atau rebah
- alat jamu (tamu)
- alat perjamuan
- alimun serba tahu
- alimunan ilmu menghilang (tidak terlihat di tempat yang terang atau di tengah keramaian)
- alir licin (permukaan)
- aluang peti besar yang selalu dijaga, tempat menyimpan pusaka atau surat berharga lain
- aluang sebutan untuk orang yang paling mengetahui seluk-beluk adat dan permasalahannya dan tempat orang bertanya tentang permasalahan adat
- aluo kelapa parut yang dilumuri cairan gula
- amai ibu
- amai panggilan kepada istri mamak
- amak ibu
- amam embun yang melekat di ujung rumput atau daun padi di pagi hari
- ambah tidak banyak pantang
- ambaian saudara persemendaan (hubungan persaudaraan antara semua suami dari semua anak perempuan di suatu kaum)
- ambu-ambu kelapa sangrai yang ditumbuk halus sebagai salah satu bahan bumbu gulai
- ampuh banjir; bah; sebak
- anak bola sebutan untuk pencopet
- anak indang pemain indang
- anak mamak anak pisang
- anak pisang anak saudara laki-laki dari ibu
- anak randai pemain randai
- anak sasian murid; pelajar; orang yang berguru
- ancai rusak; hancur; binasa
- ancak-ancak tidak memedulikan baik buruknya, untung ruginya, dan sebagainya
- ancak-ancak gila-gilaan; main-main
- anda sengaja diadang
- andan berkerabat (bersanak) dekat karena perkawinan, bukan karena hubungan darah
- andung nenek
- anggung gaya bingung (tidak tahu mana yang harus diturut atau dipilih)
- angku mamak (dari pihak ibu); paman
- angku kata sapaan kepada orang yang patut dihormati
- angku kakek
- angkuh rupa
- antap tenang (tidak cerewet dan sebagainya); diam
- anyang urap
- anyir anak yang masih kecil, belum dapat diajak berunding
- apak bapak
- apar bengkel atau dapur tukang besi; tempat tukang besi bekerja
- araban petarangan
- arah-arah mirip; serupa; hampir sama dengan
- arai mayang-mayang
- arai pinang penganan tradisional Minangkabau yang digoreng, terbuat dari terigu, diberi air, garam, dan dicetak dengan menggunakan mayang pinang
- arang mulut
- asa sangka
- asa sengaja
- asam pedas gulai (biasanya berisi ikan atau daging) yang rasanya pedas bercampur asam, rasa pedas berasal dari cabai dan rasa asam dari asam kandis
- asan asa; harap
- asi benar; sah
- asung hasut
- atur tusuk
- awak samo awak saling pengertian karena dari satu daerah (biasanya dikatakan pada saat jual beli apabila tawaran terlalu tinggi), makna harfiahnya 'kita sama kita'
- awat-awat hampir tidak
- aweh sumbat terbuat dari ijuk untuk menapis air daun kopi
- azam tujuan; cita-cita; maksud
- babat bebat
- bacak berbintik-bintik (tentang bulu)
- bagak berani
- bagan tempat menangkap ikan di laut yang menggunakan cadik untuk peletak jala yang dibenamkan, dilengkapi dengan beberapa lampu agar ikan datang mendekatinya
- bagar gulai daging yang tidak bersantan
- bahasa kata yang digunakan untuk menghubungkan bagian ujaran
- bailau sastra lisan Minangkabau di daerah Bayang, Pesisir Selatan, dalam bentuk pantun yang dilagukan oleh kaum perempuan untuk mengusir harimau yang masuk kampung
- baka keluarga yang menurunkan
- baka asal keturunan
- bakah sebutan untuk sesuatu yang memenuhi, meliputi atau melumuri sekujur badan
- bako keluarga dari pihak ayah
- balai pekan
- balapak kain songket dari Minangkabau, terbuat dari benang katun dan emas yang ditenun dengan tangan, biasa dipakai pada ucapara adat
- balayan penyakit kulit seperti bisul, yang tumbuh pada bagian kepala dan meninggalkan bekas
- balerong bangsal atau los (di pasar)
- balubua tempat menyimpan padi yang diletakkan di tengah rumah, dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat tidur
- balui tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah; seri
- baluian balui
- balun gulung; lipat
- bancut kerdil
- bangkeh belang putih pada dahi kuda
- bangkeh bangkas
- bangkeh warna putih pada kaki, paruh, kuku, dan bulu, di ujung bulu terdapat warna hitam (tentang ayam)
- bangkeh penjahat yang telah terkenal
- bangkitan hasil tanaman (seperti ubi, kacang)
- bansat gembel; miskin
- banti taring yang tumbuh pertama kali pada anak kuda, tanda bahwa kuda tersebut sudah mulai dapat diberi beban
- banting lembu; sapi; banteng
- bapak ruting bapak yang menyetubuhi anak kandungnya
- baragiah gadang ka awak mendapat bagian atau harta lebih besar kepada yang membagi, makna harfiahnya 'beragih besar kepada kita'
- barago bakul yang terbuat dari anyaman lidi
- baramban bisul yang membengkak, biasanya terletak di pangkal dan lipatan paha, ketiak dan sebagainya
- baramban tempat air mengalir dari ketinggian ke tempat yang rendah pada selokan atau sungai kecil
- barambang benda bulat-bulat yang ditempatkan di puncak tiang (seperti tiang bendera)
- basijontiak sijobang yang diringi dengan irama jentikan kotak korek api
- basijontiak mempertunjukkan sijobang yang diringi dgn irama jentikan kotak korek api
- bataram sastra lisan Minangkabau di Pesisir Selatan yang menceritakan Kaba Sutan Pengaduan, didendangkan oleh laki-laki dan diiringi oleh rebana (penonton pada umumnya kaum laki-laki)
- batih penganan khas Minangkabau seperti kerupuk yang renyah, dibuat dari beras yang dimasak hingga menjadi nasi, dilarut, dibumbui, kemudian dicetak dan dijemur sampai kering lalu digoreng hingga kuning
- batintin sastra lisan Minangkabau di Tanah Datar berbentuk pantun, dipertunjukkan pada malam hari oleh dua kelompok pemuda 5—20 orang, berumur 17—35 tahun, dengan memakai kain sarung yang menutupi wajah, kecuali mata
- batombe berbalas pantun yang diringi alat musik rebab, kesenian khas Nagari Abai, Solok Selatan, Sumatra Barat
- baun bau
- bawak kulit kerbau; belulang
- bebek embik (tiruan bunyi kambing)
- beka kelak
- belahan sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan)
- belembang berkas
- belerong los atau bangsal tempat berjualan di pasar
- belut lantah belut yang bersarang di batu
- belut lantah orang yang keras kepala
- bendang sawah; persawahan
- bengis marah; gusar
- bengkayang keras mangkas; keras perutnya (karena terlalu kenyang dan sebagainya); begap
- bengok murung; benguk
- beragan bermaksud; berniat
- berampai bertinju berkelahi pukul-memukul
- berasa dirasa(i); terasa (sebagai)
- berawai kecewa; dengan tangan hampa
- berbelahan seketurunan
- berbelau-belauan mengaburkan mata (tentang warna dan sebagainya); membuat pemandangan berkunang-kunang
- berbelut menangkap belut
- berbenar berbenar-benar
- berbenar-benar berkata (mengaku) terus terang; berunding dengan sungguh-sungguh
- berburuk berselisih; tidak berbaik (dengan)
- bercari dicari
- bercekik bertengkar (berbantah) dengan hebat
- bercura-cura mengeluarkan perkataan yang keji-keji (karena marah dan sebagainya)
- berdapat sesuai; cocok
- berdapat bertemu (dengan); berjumpa (dengan)
- berdarah bali penakut
- berdengar didengar(kan); diturut; diindahkan
- berderang mulai terang
- berderang mulai terbuka
- berduru berduyun-duyun (datang)
- bereda berlindung; berteduh
- beres sejuk sekali
- bergelas-gelasan mengadu layang-layang
- berhilau menari-nari beramai-ramai (di dekat harimau atau buaya yang tertangkap mati dan sebagainya)
- berhilau meratapi orang mati dan sebagainya
- berkaru tidak keruan (kalut, susah tentang pikiran, perasaan)
- berkelaluan tidak ada berhentinya; tidak ada batasnya; selalu
- berkelukur tergores-gores; lecet (terkelupas) kulitnya
- berkerut keriting; ikal
- berkincir air pintar (tangkas) dalam menjawab dan sebagainya
- berkincir air licik (licin; cerdik)
- berlikut mengendap (bersembunyi) di balik sesuatu
- berlindak-lindak bertimbun-timbun (tentang harta dan sebagainya); berlimbak-limbak
- bernala-nala berpikir-pikir; menimbang-nimbang
- berombai tradisi lisan di Sawahlunto Sijunjung berbentuk pantun yang dimainkan di sawah oleh kaum perempuan saat turun ke sawah
- berongsang marah-marah
- berorang-orang berlaku seperti orang lain (bukan secara kekeluargaan)
- berpetaruh menitipkan sesuatu kepada orang lain
- berpolah-polah bermewah-mewah (terlalu mewah); berlebih-lebihan
- berputar cakap berputar kecek
- berputar kecek beralih pembicaraan; bertukar pokok pembicaraan
- bersaur dalam keadaan berbelit (berkait, bertaut, berpaut)
- berselumu kotor (berlumur dengan sesuatu yang kotor); berbulu (tentang tepi kain yang digunting dan sebagainya)
- bersendorongan menggelincir ke muka; mendorong ke muka
- bersentana dengan sepertinya; dengan selayaknya; dengan kira-kira
- berserang bertambah
- bersialang mengambil madu dari sarang lebah
- bersiduga berlari dahulu-mendahului; berlomba; adu cepat
- bersilengah bersifat masa bodoh; lengah; tidak peduli apa-apa
- bersiru berubah atau beralih (berbalik) arah (tentang angin dan sebagainya)
- bersisalak bercekcok; bertengkar; berbantah
- bersisurut mundur; mengundurkan diri
- bersitungkin bekerja keras dan bersungguh-sungguh tanpa mengenal lelah
- bersuku masuk salah satu suku
- bertalah-talah tergesa-gesa; terburu-buru
- bertiup berkerumun (untuk melihat dan sebagainya)
- bertukas-tukas berulang-ulang (datang dan sebagainya)
- berwari maka (tersebutlah)
- berwari maka (tersebutlah ...)
- besan mendaki ibu atau ayah dari menantu laki-laki
- besan menurun ibu atau ayah dari menantu perempuan
- besar kecek besar cakap
- biak basah
- bijak pandai bercakap-cakap; petah lidah
- bilai tepi dan sebagainya yang disambungkan; sambungan
- binawah binatang (untuk memaki)
- bingit iri hati; dengki
- bingkatak buaya yang pendek dan gemuk badannya; buaya katak
- bobotok lauk-pauk yang dicampur kelapa yang berbumbu dan dibungkus dengan daun singkong, kemudian dimasak
- bokong bengkak; balut (tentang mata); kembung; berjendul
- bondong kelompok; gugus; kumpulan
- bongak bodoh
- bongkong belum tahu banyak tentang sopan santun (celaan kepada orang hulu)
- bontak gemuk bulat (tentang pipi dan sebagainya)
- buah perut orang-orang yang menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dari nenek perempuan)
- buak tidak tetap hati, pikiran, dan sebagainya; bertingkah
- buang kumbang
- bubun ubun-ubun
- buhuk gondok; beguk
- bumbun timbunan padi, tanah, dan sebagainya
- bundak kacau; rusuh; huru-hara
- bunjai rumbai-rumbai
- buntang bangkai
- burakah sombong
- cabau cakar; garuk
- cabuh (dalam keadaan) kacau; rusuh; heboh
- cakak perkelahian
- cakap tangkas; cekatan (tidak lamban)
- cako rentang waktu yang cukup lama dari waktu terjadinya peristiwa
- calak alat untuk menggosok intan (pisau dan sebagainya)
- calung tabung bambu untuk mengambil air
- calung timba kecil dari bambu
- calung mangkuk dari timah untuk menampung getah karet
- camar lahap; rakus; sangat gemar
- cambung mangkuk atau pinggan cekung (tempat nasi, buah, gulai, dan sebagainya); basi
- campung jatuh ke dalam air
- cangam cakup (dengan mulut); cengam
- cangap rakus
- canggu cagu
- canggung mengalami kesepian (ketaknyamanan batin) karena kehilangan seseorang atau sesuatu yang dimilikinya
- cangkir jari cakar yang belakang (tentang burung, ayam, dan sebagainya)
- cangkuk pekasam ikan
- cantik suka bersikap menarik perhatian laki-laki; genit; centil
- cantik amat suka bersetubuh; gasang
- caping orang muda yang mendampingi mempelai laki-laki ketika pulang pertama kali ke rumah mempelai perempuan
- carah cencang
- carah jual secara eceran
- caran tengkar (terutama wanita)
- cecak cubit
- ceduk timbul
- cegak sembuh dan segar kembali (dari sakit)
- cekarau tumbuhan air (batangnya berlubang besar)
- cela kain cita kasar yang coraknya berpetak-petak, biasa dibuat baju bagi perempuan yang agak tua; cele
- celak cahaya
- celangak terbuka lebar (tentang pintu dan sebagainya); celangap
- celek buta mata sebelah
- celupak pelita, dibuat dari mangkuk tanah liat yang kecil, dengan minyak kelapa sebagai bahan bakarnya
- cema tuduhan
- cema cemar
- cemeeh ejekan; hinaan; cemooh
- cempek cabik-cabik pada tepinya; sompek
- cendang juling
- cerocok corong; cerat; pembuluh
- cetus api alat untuk menghasilkan api (terdiri atas batu api, besi baja, dan rabuk); teker; pemantik api
- cewang tidak tetap hati (pikiran)
- cido serangan curang yang datang dari seseorang secara tiba-tiba (biasanya dari belakang)
- cido ringkih
- cigak kera
- cik tahi; cirit
- cikun sembunyi-sembunyi
- ciling babi hutan
- ciling menurun gaya atau cara memakai destar
- cinagan butiran tanah halus pada air (biasanya air yang bersumber dari rawa)
- cindai kuntilanak
- cindaku (orang yang dapat menjadi) harimau jadi-jadian
- cipeh lancang dan suka menyambung atau memotong percakapan orang, kadang-kadang suka menyampaikan atau menyebarluaskan berita yang tidak benar sehingga menimbulkan keresahan bagi orang lain
- cogah gagah; bagus (tentang pakaian dan sebagainya)
- cogah kaya
- colok celupan
- colok derajat (kedudukan dan sebagainya)
- colok sampan kecil untuk menangkap ikan, dilengkapi dengan tangguk, kail, dan lampu petromaks
- congkong rumah jaga; gardu
- coret semprot
- cuduh rentang waktu yang tidak terlalu lama dari waktu terjadinya peristiwa (biasanya paling lama 2 jam)
- cundang hasutan
- cupai lalai; lengah
- curiah suka bercakap-cakap; ramah-tamah
- da kata sapaan adik kepada kakak laki-laki; abang
- da uda
- dabak secara tiba-tiba
- dabih sembelih
- dabik pukul
- dadih jalang (air) susu encer
- dagang pikul
- dakak-dakak penganan khas Minangkabau, dibuat dari tepung beras yang direndang, didinginkan, dituangi air panas, diaduk sampai dapat dibentuk dengan cetakan yang berlubang-lubang kecil, rasanya gurih
- daluang jerat burung yang dipasang pada sarangnya
- damar kemiri
- damik tampar
- dampeng bersilat beramai-ramai berdekat-dekat membentuk sebuah lingkaran (lingkungan) dengan diiringi nyanyian
- dansanak sanak; saudara; sanak saudara
- darun bunyi keras yang serentak; derum
- datu orang yang pandai tentang ramu-ramuan obat; dukun
- datuk penghulu adat
- datuk jin atau hantu penunggu (suatu tempat dan sebagainya)
- datuk berhala; toapekong
- datuk harimau
- dek oleh karena; oleh sebab
- dekap dekat
- demik tampar; tepuk
- den saya
- dengan hamba tebusan; budak
- dengan saya; aku
- derai butir-butir (tanah, emas, dan sebagainya)
- di akan, kepada
- di dari
- doncang lompat
- dongkak lompat
- dubalang hulubalang
- duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan
- ebek iri; dengki
- emas satuan berat emas murni sama dengan 2,5 gram
- empap banting; lempar; empas
- enap diam (tidak bergerak dan tidak berkata-kata)
- engku paman; mamak (dari pihak ibu)
- engku kata sapaan kepada kakek (datuk)
- engku sebutan (kata sapaan) untuk laki-laki dewasa sebaya yang tidak dikenal; angku
- etek adik perempuan ayah atau adik perempuan ibu; bibi; makcik
- gabak redup
- gabak mendung (awan mengandung hujan)
- gabir kikuk; canggung; tidak tangkas; belum biasa; belum begitu pandai
- gadang besar
- gaduk congkak; sombong; angkuh
- gagang batang tumbuh-tumbuhan yang menjalar atau melilit (seperti sirih); sulur
- gagang tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal
- gaham gertakan; ancaman
- gajeboh bagian daging sapi atau kerbau yang bercampur lemak
- galu-galu padi yang hampir masak dan isinya masih lembek (baik dibuat emping)
- gama ukuran sebesar genggaman untuk tangkai padi yang disabit
- ganih putih (tentang kain)
- ganjur tarik; hela; sentak
- gano pendengaran yang terganggu karena telinga tersumbat
- gapuk tambun; gemuk
- garambir tebal telinga
- garang kuat (hebat, gemar) sekali
- garang terik (tentang panas matahari)
- garindin penyakit kuda yang dapat menyebabkan badan kuda menggigil
- garit gerak
- garung tangisan keras-keras (karena kesakitan); raungan
- garung deru (tentang topan)
- gasing tengkorak benda berbentuk gasing yang terbuat dari tengkorak manusia yang mati karena kecelakaan, biasanya untuk ilmu hitam
- gatang pemberian atau hadiah berupa kain dari pihak keluarga yang meninggal
- gaung ceruk (lubang) di tebing; gua
- gawal khilaf; keliru; salah
- gelapung nama tumbuhan
- gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya
- geneng manja; gagah (elok dan sebagainya)
- gepuk gemuk
- geridit pidit penuh sesak; berjejal-jejal
- gerindin menggigil (tentang penyakit kuda)
- gerundang anak katak yang masih seperti ikan kecil; berudu
- gerung geru; raung; tangis keras
- girik gobek
- goreng tongkang penganan khas Minangkabau, dibuat dari singkong yang dilumuri bumbu dan terigu cair untuk kemudian digoreng sampai matang
- guguk bukit kecil
- gulang-gulang dangau; gubuk (di sawah atau ladang)
- gundar sikat pakaian dan sebagainya
- halimbubu pusaran angin
- harta manah harta benda dari nenek moyang; harta benda milik keluarga
- haru kacau
- ilak alat untuk mengukur lebar kain yang akan ditenun
- imbau panggil; sebut
- imbau pintakan; serukan
- indang sastra lisan Minangkabau di Padang Pariaman, dimainkan oleh kaum laki-laki yang terdiri atas tiga tim dengan jumlah masing-masing tim 9–15 orang
- indarus ayam sabungan yang telah kalah berlaga (menjadi kepunyaan pemilik ayam yang menang)
- indu induk; nenek moyang
- induk samba sebutan untuk rendang yang dianggap sebagai lauk utama
- inyik nenek; kakek
- ira petak pada buah durian atau limau; ulas; pangsa
- ira garis atau urat kayu
- ira urat besar pada daging (yang mudah diiris)
- iras rupa; macam
- jabang cambang
- jalang pergi ke
- jangkang mati; meninggal
- jangkir jari kaki burung yang paling belakang
- jejap jijik
- jelang cair; encer (tentang susu dan sebagainya)
- jelijih air liur
- jemputan peminangan kepada orang laki-laki untuk dijadikan menantu
- jemputan (kendaraan) yang dipakai menjemput
- jemputan tindak menjemput
- jenang orang yang mengatur perjamuan
- jengang mengiang-ngiang (telinga)
- jeran kapok; jera
- jilah habis; bersih
- jipang cabang (pohon); dahan
- jolong mula-mula; mulai; pertama-tama (tentang pohon yang mulai berbuah dan sebagainya)
- jolor rayap; jalar
- jombang elok; cantik; tampan
- jongkeh sisir yang giginya jarang, terbuat dari tanduk, bambu, dan sebagainya
- juek tali-tali yang direntangkan di sawah untuk mengusir burung
- julo-julo kegiatan pengumpulan uang atau barang yang sama nilainya untuk diundi di antara orang yang mengumpulkannya untuk menentukan siapa yang memperolehnya; arisan
- jumputan uang antaran untuk kemenakan laki-laki tertua dari mempelai wanita
- jungut tanah (gunung) yang menganjur
- junjungan tongkat (galah dan sebagainya) tempat tumbuh-tumbuhan menjalar atau melilit; penjalaran
- kabung kerat; penggal; potong
- kacak (satuan) ukuran besar selingkung ujung ibu jari yang dipertemukan dengan ujung jari yang lain
- kacang goreng kacang tanah yang disangrai (biasanya dengan kulitnya)
- kaciak banamo, gadang bagala ungkapan yang menyatakan bahwa setiap orang mempunyai nama pada waktu kecil, tetapi mendapat gelar apabila sudah berkeluarga, makna harfiahnya 'kecil diberi nama, besar diberi gelar'
- kajang gubuk kecil, tidak berdinding, berada di samping atau di belakang rumah (biasanya tempat menyimpan kayu bakar, atau tempat memasak pada saat penyelenggaraan pesta)
- kakap pegang
- kalai baring; sandar
- kalang gundukan tanah memanjang sebagai media tanam untuk sayuran
- kalau sentana sekiranya; seandainya
- kalawang persemaian
- kalibut huru-hara; kekacauan
- kalimpasingan kebingungan tidak tahu apa yang akan dilakukan
- kalio masakan dari daging dan sebagainya yang diberi santan dan bumbu, dimasak hampir kering; rendang basah
- kalio panio makanan jenis kolak yang dibuat dari tepung beras yang dibentuk lonjong dan diberi unti di dalamnya
- kamban peluk dari belakang
- kanca pelangkin teman dekat (seperti saudara kandung)
- kangsa kaleng; belek
- kapak kepak; sayap
- kapuk lumbung (yang berdinding anyaman bambu, beratap, dan berbentuk bulat panjang)
- karapa gumpal (nasi, tanah, dan sebagainya) yang ditekan-tekan dengan genggaman tangan
- karengga kuda yang berbulu kelabu kemerah-merahan atau kekuning-kuningan; kuda napas
- kareseh-peseh bercakap-cakap dalam bahasa Eropa
- kebaji guna-guna yang membuat suami istri saling berbantah sehingga bercerai
- kebat-kebit selalu bergerak (bekerja dan sebagainya)
- kebelauan kebiru-biruan
- kecandan senda gurau; kelakar
- kecek celoteh, cakap, omong (yang bukan-bukan dan bersifat negatif)
- kecimus ejekan (penghinaan dan sebagainya) dengan mencibirkan bibir
- kejai berlapis sangat kikir
- kekok akalnya busuk hati; tidak jujur
- kelaluan maksud; tujuan
- kelam disigi, lekung ditinjau segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik
- kelambai hantu seperti raksasa perempuan berambut merah
- kelambai api kebakaran yang merembet-rembet
- kelarai simpul anyaman di pinggir
- kelarai sulaman (tekat) pada tepi kain
- kelimpanan mata yang kemasukan oleh benda kecil (seperti debu, gas) sehingga mata menjadi sakit; kena kelilip
- kelokak melepaskan; keloyak
- kelumun selubung
- kembut sumpit (kantong) pendek yang dianyam dari pandan (untuk membawa buah-buahan dan sebagainya)
- kemenakan bertali budi kemenakan di bawah lutut
- kemenakan di bawah lutut kemenakan yang tidak mempunyai hubungan suku, nagari berbeda, tetapi meminta perlindungan di tempat mamak; kemenakan bertali budi
- kemenakan di bawah pusar kemenakan yang mempunyai hubungan sesuku, tetapi negeri asalnya berbeda
- kemenakan di dada kemenakan yang bertalian secara adat
- kemenakan di dagu kemenakan yang bertalian darah
- kempuh empuk (tentang makanan)
- kempuh masak (karena dimasak, dipanggang, dan sebagainya)
- kempuh ranum (tentang buah-buahan)
- kempuh busuk (rusak)
- kepencong keluak
- kepetang kemarin
- kepompong bingung; kebingungan; gelisah
- kepuk lumbung padi
- kepuk kepis (bakul ikan)
- kerabu subang tipis terbuat dari emas, perak, dan sebagainya
- kerakap sirih yang daunnya lebar-lebar, lebih lebar daripada sirih biasa dan tidak enak rasanya
- kerakap daun sirih yang tebal dan keras (lawan dari sirih carang)
- kerepas pejam
- keripik sanjai penganan khas Minang, terbuat dari singkong yang diiris tipis dan digoreng, diberi bumbu garam dan dapat juga diberi tambahan bumbu balado
- kerumuk renyuk; remas
- keruntung bakul beranyam rapat dan bertali (untuk menyimpan ikan dan sebagainya)
- kerunyut lipatan kecil pada dahi, pipi, dan sebagainya
- kesisiran tertusuk duri; kesisipan
- ketek kecil; sedikit
- keujian kelihatan atau ketahuan (kejahatannya dan sebagainya)
- kiat akal (seni atau cara) melakukan; taktik
- kibang bakul
- kikis hilang; habis (harta benda)
- kili kelim (jahitan)
- kili-kili penyambung antara keluan kerbau, sapi dan tali ikatnya, terbuat dari tanduk, berbentuk angka delapan
- kili-kili penganan goreng yang terbuat dari tepung singkong atau beras, berbentuk angka delapan
- kimpus kepek; cekung
- kincang kecoh; tipu
- kincung kecoh; tipu
- kipang penganan yang terbuat dari kacang tanah, bijan, beras, diaduk dengan gula (merah), gurih rasanya; tenteng
- kisik tumbuk pelan-pelan
- kitar tolak, desak ke sisi
- kodek sarung; rok; bawahan
- konon istimewa pula; apalagi; jangan lagi
- korenah kelakuan; perangai
- koroh kerongkongan
- korong daerah (bagian) yang termasuk dalam lingkungan kampung; lingkungan kampung
- kucai pencil; kucil
- kucing air sebutan untuk orang yang berkhianat kepada temannya
- kudian kemudian; kelak
- kudian yang terakhir; yang belakangan
- kuir alat tani, berbentuk sisir (untuk mengumpulkan sampah, menyiangi tanaman, dan sebagainya)
- kulimat hemat (tentang makanan)
- kulum-kulum senggulung; tenggulung
- kuncit paling terakhir; paling belakang
- kundang bawa ke mana-mana
- kundi biji saga, dahulu digunakan untuk menimbang emas (1 emas = 24 kundi)
- kunyam kempis (tentang pipi karena tidak bergigi); kempot
- kupak patah; rusak; bejat
- kura-kura induk kunci gantung; repuh-repuh; gembok
- kuririk jangkrik
- kusuk daun yang dipakai untuk menggosok badan pada waktu mandi
- kutak guncang kuat-kuat
- kuyu penakut
- lada cabai
- ladah cemar; kotor; jijik
- ladung lekuk; keluk
- lahak bau busuk
- lajat sangat, payah (tentang sakit)
- laka peralatan dapur, terbuat dari kayu, besi, aluminium sebagai alas periuk, kuali, dan sebagainya yang baru diangkat dari api
- lamak di awak katuju di urang sesuatu yang kita katakan atau kita lakukan di samping kita senang hendaknya juga menyenangkan orang lain, makna harfiahnya 'enak bagi kita, disenangi oleh orang'
- lampok unggunan (longgokan) batang padi yang sudah disabit
- langgayan para-para
- langih sengau karena bibir sumbing, anak lidah pendek, atau gangguan saluran tenggorok
- langkai lampai; ramping
- langsar beruntung; berbahagia
- langsir kurus
- lantak nagari orang asli dan ternama dalam nagari
- lantan melantan
- lantik bengkok
- lantik lentik
- lanyah becek; berlumpur
- lapak lapik
- larang jarang
- lasat payah (tentang penyakit)
- lasat makin menjadi-jadi (tentang tangis)
- lasi takut; jera
- lasuh lancar, mudah, tidak ada rintangan (dalam menangkap pelajaran dan sebagainya)
- lawas luas
- layuh tepok (tentang tubuh, kaki, dan sebagainya); lumpuh
- layuh sangat lemah; tidak bersinar (tentang mata)
- lebuh jalan besar
- lelat daun sirih yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan (pada acara pertemuan)
- lemak sedap; enak
- lenek sangat kencang (tentang putaran roda, bor, gasing, mesin, dan sebagainya)
- lengkanas penghasut; pengkhianat
- lengong menoleh
- lengong menengok (melawat)
- lentung melentung
- lepai lemah hampir lumpuh (tentang kaki yang jika berjalan terseret-seret saja)
- lepe tidak bagus; tidak penuh (tentang bunyi atau suara)
- lepe (sudah) pipih; (sudah) kopek (tentang payudara perempuan)
- lepek melepek
- lepoh melepoh
- letai letih; lesu
- liku kelok; lekuk; lengkong
- limau sundai jeruk purut besar (dipakai untuk menggulai)
- limeh peranti pertanian dibuat dari pelepah pinang yang dibentuk menjadi kotak, sisi kiri dan kanannya dijahit dengan rotan, untuk menyimpan pupuk yang akan digunakan bersama dengan benih pada waktu menanamnya
- limpit lapis(an)
- limpoh longgok atau timbunan (padi, barang dagangan, dan sebagainya)
- lindang tidak bersisa sama sekali; habis; lenyap (tentang uang, harta)
- lindap redup; samar; (mulai) kabur; berkurang (tentang cahaya, panas, terang)
- lindap (mulai) padam
- lindap mendung
- lindap kurang dapat ditangkap maknanya; kurang jelas
- lindap sejuk; teduh
- lingkup habis pergi (datang dan sebagainya) semuanya
- lintibang luing
- lintuh lemah; lunak
- linyak pipih (karena terinjak, tertindih, dan sebagainya); penyek
- litak letih; lunglai (karena kelaparan)
- loloh longgar (tentang baju, cincin, dan sebagainya)
- lombar melombar
- londong melondong
- lopak petak (sawah)
- lorong tentang; mengenai
- luak daerah; distrik; luhak
- luak sumur (yang digali)
- lucut hilang; lenyap
- luli kayu penggulung kapas yang akan dipintal
- luluk lumpur
- lumpai jenis belut, ekor seperti lele, mata besar, berkulit tebal
- lunau lumpur (yang dihanyutkan banjir)
- lundang ruang (petak) dalam buah-buah; pangsa
- lutu kotoran
- luyak terlampau lunak atau lembik (seperti nasi yang terlampau banyak airnya)
- madar tidak berperasaan; tebal telinga
- majung serat dan sebagainya untuk menyumbat celah-celah papan dan sebagainya
- mak mamak
- making berbau busuk sekali
- mala air rembesan dari bangkai yang telah membusuk; danur
- malam inai malam menjelang hari perkawinan (pada waktu itu mempelai perempuan dihiasi)
- malangge tradisi berbagi durian untuk masyarakat yang tidak memiliki kebun durian, berupa kebebasan memungut durian yang jatuh di kebun siapa saja pada waktu yang telah ditentukan, terbuka untuk semua warga di desa Koto Malintang, Maninjau
- malangge memungut durian di kebun durian orang lain pada waktu yang telah ditentukan
- malapeh ao tidak mendapat sesuatu apa pun, makna harfiahnya 'melepas hawa/udara'
- mamak saudara ibu yang laki-laki
- mamak mak kecil atau mak tua
- mamak kata sapaan yang digunakan oleh raja kepada pegawai kerajaan yang tua
- mamang peribahasa yang mengandung nasihat
- manah harta benda (dari nenek moyang)
- mandeh mak; ibu
- mangsi tarum
- manjujai mendendangkan petuah, nasihat, dan cerita yang mendidik sebelum anak tidur; meninabobokkan
- manjujai tradisi mendendangkan anak sebelum tidur yang kerap dilombakan
- marah gelar anak sutan yang menikah dengan perempuan biasa atau putri (bangsawan) dengan laki-laki biasa
- marapulai mempelai (laki-laki)
- matan mata kayu; teras (inti) kayu
- maulua pemindahan hak penggarapan suatu area persawahan dengan cara calon penggarap terlebih dahulu diminta kesediaannya oleh pihak pemilik untuk menyerahkan beberapa takaran padi
- melabang menempa besi dan sebagainya supaya lebar
- melabuh beranak (tentang kerbau, sapi)
- melacut menyebat, memukul (dengan cemeti, rotan, dan sebagainya); lecut
- melajang melompat; menerjang
- melalah mengejar; memburu
- melamin menghiasi tempat tidur pengantin
- melampang memukul telinga atau kepala orang dengan tapak tangan
- melamun menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan
- melamun menggenangi, meliputi (seperti air menutupi karang)
- melangih membersihkan tanah sawah sebelum ditanami sampai benar-benar bersih dan tanahnya menjadi gembur
- melantun memantul; mengambul
- melanyak memukul kuat-kuat
- melapih menganyam; menjalin
- melapuk menepuk; menampar
- melatas memotong (rumput dan sebagainya)
- melembai melambai (tangan, saputangan, dan sebagainya)
- melembai menjilat-jilat (tentang api)
- melepasi malu mengawinkan kemenakan
- melesang mengendarai (kerbau, sepeda, dan sebagainya) dengan mengangkangi
- meletak menaruh; menempatkan
- melincam melancar dengan cepat seperti kilat
- melincam menghunjamkan senjata tajam dengan cepat
- melincam berlalu dengan cepat
- melumari mengotori (dengan minyak, darah, dan sebagainya)
- melumari mencemari; menodai
- melunyah meninju
- memacik memegang erat-erat
- memagut memeluk
- memakuk memotong dengan benda tajam yang dipukulkan keras-keras; menetak; memarang
- memalami menunggui (orang sakit dan sebagainya) pada waktu malam (dengan berjaga-jaga)
- memalun memeluk; membelit
- membagaikan memperolok-olokkan; menghinakan
- membalik-balik kaji membangkit-bangkit perkara lama
- membalun menaikkan, menambah, atau meninggikan, seperti timbunan, agar tanah berpematang
- membangkit memungut (menggali hasil tanaman)
- membangkit mengangkat
- membangkit menggugat (membongkar-bongkar, mengungkit-ungkit) perkara yang sudah-sudah
- membangkitkan membangkit untuk; mengangkatkan (tentang jemuran, cerek, dan sebagainya)
- membenar membenar-benar; berbenar-benar
- membenari membujuk; menasihati
- memberi angit memberi malu
- memekuk menetak; memakuk
- meminang-minang menimang-nimang
- memperdiarkan membiarkan; mendiamkan
- memperkawankan mengawinkan (anak perempuan)
- mempersinggah mempersilakan singgah
- mempersinggah menjamu orang yang singgah
- memugar melakukan dengan sungguh-sungguh
- mencacak mencubit
- mencacak mencopet
- mencagun timbul; muncul
- mencakus mengambil sedikit-sedikit makanan yang tersaji sebelum makan yang sungguh-sungguh dimulai
- mencari memilih
- mencari bako memilih menantu laki-laki
- mencempungi memasuki (mencampuri) perkara dan sebagainya
- mencetus menggigit dengan cara diam-diam (tentang kuda dan sebagainya)
- mencetus mencari-cari kesalahan
- mencilok mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet
- menciritkan tunjang beranak
- mencokok menangkap (ayam, ikan, dan sebagainya)
- mencokok menangkap basah atau memergoki seseorang yang sedang melakukan sesuatu yang tidak baik
- mencolek membangkitkan marah; menghasut
- mencuru (sakit) buang-buang air; menceret
- mendanau berbuat kurang senonoh (dengan perempuan induk semang dan sebagainya)
- mendarat berjalan di darat
- mendingin agak kurang sehat; meriang
- mendodong berjalan lurus tanpa melihat ke kiri dan ke kanan
- mendulang mengepul (tentang asap)
- mengabit memberi isyarat (mengajak)
- mengakok memegang; mengerjakan
- mengalawang membuat kalawang
- mengambak menambak atau menggalang supaya tinggi
- mengambal membumbun (tanah); menambak
- mengambau terjun
- mengambau menyerah
- mengambur terjun ke dalam air
- mengangan melihat dengan memanjangkan leher; melongok
- menganjak memindahkan (tanaman dan sebagainya)
- menganjik memasukkan benang ke dalam lubang jarum untuk menjahit, baik menjahit dengan menggunakan mesin maupun menjahit dengan tangan
- mengarincang mengutak-atik, menyentuh, meraba-raba, memeriksa wadah yang berisi sesuatu dengan tergesa
- mengawai memegang; meraba
- mengelanjar memantul
- mengendanai mengamat-amati; mengawasi; menjaga
- mengepit daun kunyit memuji-muji diri sendiri
- menggabas menggesa-gesakan
- menggaram menjilat-jilat (tentang ternak)
- mengiang pelangi; ular mengiang
- mengojok berjalan lambat-lambat dengan membungkuk-bungkuk (karena kelelahan dan sebagainya)
- mengongkang-ongkang berjalan dengan langkah panjang
- mengongkok-ongkok berjalan membungkuk-bungkuk
- mengoyak-oyak menggoyah; menggerak-gerakkan (supaya lepas); mengguncang-guncang
- mengucup mengatup; menguncup
- menguis mengupas kulit buah (mangga dan sebagainya) dengan gigi
- mengulurkan mengantarkan (nasi, uang, dan sebagainya)
- mengungkah membongkar; mengungkai
- mengunyai mengerjakan (memasak, merebus, dan sebagainya) lambat-lambat (dengan mengecilkan nyala api)
- mengurah membongkar (timbunan dan sebagainya)
- mengurah membuka jahitan, ikatan, dan sebagainya
- mengurah menceritakan (pengalaman, penderitaan, dan sebagainya)
- menguraikan nikah menceraikan istri
- meniatkan mendoakan; mengharapkan
- menjalang berkunjung; pergi ke
- menjelunut melekat
- menjemput menjadikan seorang laki-laki sebagai menantu
- menjilami menjilat-jilat (bibir dan sebagainya)
- menjongkeh menyisir rambut dengan jongkeh
- menjorok menganjur (ke luar atau ke dalam)
- menjuak menganjur ke atas (tinggi)
- menonong minum tanpa berhenti sampai habis; minum sekali habis
- menukar berbelanja; membeli-beli
- menyantung menutup atau merapatkan sesuatu dengan memasang pintu, jendela, laci, dan sebagainya
- menyantung menghabiskan makanan dengan rakus
- menyantung mengambil, memakani, menggelapkan sesuatu (selain makanan) untuk memuaskan diri pribadi
- menyedang mencukupi; memadai; sedang-menyedang
- menyelingkit mendesak masuk (ke dalam sekumpulan orang berkerumun)
- menyembai menangkap (menyambut) dengan cepat; merenggut
- menyembai melambai
- menyembam memasak dalam abu panas; membembam
- menyembam memanggang setengah masak
- menyengkak seram; menakutkan; menyangkak
- menyengko bergerak agar berada pada satu sisi benda dari arah belakang
- menyerang hari menolak hujan; menangkal
- menyerupa merupakan diri (sebagai); menyamar (menyaru) sebagai; berlagak (berlaku) seperti
- menyibuk mengawasi dari kejauhan dan sebagainya; mengintai; mengintip
- menyilih meminjam
- menyimbek menyepak dengan kaki, kaki berada pada posisi menyamping
- menyinggahi mengambil barang titipan (barang yang sedang diperbaiki)
- menyirihi menyorongkan atau menyuguhkan sirih (tembakau, rokok)
- menyisik menangkap ikan dengan menyebarkan sisik ikan ke aliran air selokan dan menunggu ikan dengan tangguk
- menyosok memulai (membuat, mendirikan)
- menyua menghadapkan (ayam yang akan diadu)
- menyungguhi melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh (dengan segala usaha)
- meraba marah
- meradai mengarak tabut
- meradai meminta sedekah (derma)
- meradak berjalan melanggar
- meradak menerobos; menyerang; mendobrak
- meragu mengganggu; mengacau
- meragu menampilkan rekaman dalam format yang cocok untuk melihat secara cepat pada layar
- merasi gugur semua daunnya (tentang pohon); merarasi
- merawak memanggil dari jauh dengan menangkupkan kedua tangan di sekitar mulut menyerupai corong agar suara terdengar nyaring
- merekam lengkap; melekatkan (seperti baju tubuh, sambungan kayu)
- meremoh menyelesaikan masalah, pekerjaan dan sebagainya secara asal-asalan
- meretek menggigil; gemetar
- merunyut lisut; kisut; berkerut
- meruok berbuih; membual
- meruok meluap; mendidih
- meruok marah
- mewalakkan menempatkan; meletakkan
- mirih jatuh bertetes; jatuh sedikit demi sedikit
- mirih amat basah
- mujari pohon, daunnya dikunyah sebagai sirih
- muncus tidak manjur; tidak mempan
- muno hilang ingatan (terdiam termenung-menung dan sebagainya) karena diguna-gunai orang
- nabu biji buah (durian, nangka, cempedak) dan daging buah
- nagari wilayah atau sekumpulan kampung yang dipimpin (dikepalai) oleh seorang penghulu; distrik
- naik pelamin(an) menjadi pengantin; menikah
- nan kalamak dek inyo enak bagi diri sendiri, tetapi tidak enak bagi orang lain
- ngalau gua
- ni uni (kakak perempuan)
- ninik nenek
- ninik mamak penghulu adat dan orang tua-tua
- nyamur embun
- nyanyang tidak tenang hati; gelisah; resah
- ojek ojok
- olak hilir
- olak kembali; ulang
- ongok bodoh; tolol
- opang bilah pengukur lebar mata jala, jaring, pukat (tidak standar tergantung kehendak pemesan)
- opang tangga dari bambu yang dilubangi sisi-sisinya untuk injakan kaki
- orang muda tukang salung (tari dan sebagainya)
- orong-orong lubang sumbu meriam (bedil) kuno
- pacak titik-titik air yang berhamburan; percik
- padahan akibat (yang kurang baik dari suatu perbuatan); timbalan; imbangan
- padan janji
- pagun kukuh; pagan
- paja anak-anak; budak
- pakau bingung, pusing, kacau (tentang perasaan)
- palai pepes ikan kecil-kecil
- palak panas badan (karena berkeringat); gerah
- palak panas hati; marah; merasa benci; kesal
- palak sangat berani; nekat
- pananti perangkat pakaian laki-laki yang disediakan mempelai perempuan untuk mengimbangi panibo yang diantar oleh mempelai laki-laki
- panar tercengang; termangu-mangu; terheran-heran
- panggak bangga; megah
- panggalan galah panjang untuk menjolok buah-buahan
- pangkalan tuan atau nyonya rumah (penerima tamu)
- panibo perangkat atau kelengkapan mempelai perempuan yang dibawa oleh mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan
- panto garis-garis pada kayu; belak
- panungkek pembantu utama kepala adat yang bertugas mewakili kepala adat
- parak kebun; ladang
- paran balok bubungan (rumah)
- parapati merpati
- parewa penjahat; perusuh
- pasar licin (mati rumputnya tentang jalan yang kerap kali dilalui)
- pasumandan semua perempuan yang menjadi istri dari laki-laki yang sekaum
- pasumandan pengiring pengantin (biasanya terdiri atas beberapa orang perempuan muda)
- patiman tempat menyimpan garam, berbentuk seperti tabung, dibuat dari tanah liat
- patuk alat kelamin laki-laki; zakar
- paung roti kering
- pedusi perempuan
- pedusi istri
- pegas rotan dan sebagainya untuk memukul (kasur dan sebagainya)
- pelalah orang yang mengejar; pengejar
- pelasah pakaian sehari-hari; pakaian yang sudah buruk
- pembarat orang yang menjadi penganut adat Barat
- pembayan saudara ipar; biras
- pemendak pendongkok
- pengenal ingatan
- pengenal orang yang memperkenalkan
- pensi lokan kecil yang hidup di danau-danau dan dagingnya dapat dimakan
- peragat tanda-tanda kebesaran (raja)
- perewa pemberani
- perewa perisau
- perewa pengacau; orang yang buruk kelakuan
- perlak kebun; taman
- persawangan tempat yang sunyi antara dusun-dusun; tanah yang luas (yang tidak didiami orang)
- pesara kubur; (pe)kuburan; pusara
- petes lancar bercakap-cakap (terutama pada anak-anak)
- petitih peribahasa; pepatah
- picing pejam
- pico lengah
- pilas ayam sabungan yang berparuh dan berkuku hitam, berbulu kuning dengan bintik-bintik hitam
- pindai memindai
- pirik cubit; jepit
- pisik padat; sintal (berdaging banyak)
- pitanggang mantra yang menyebabkan perempuan tidak suka kepada laki-laki atau tidak menikah seumur hidup karena tidak ada laki-laki yang mencintainya
- pitawat nasihat; petuah
- pitunang petunang
- polongan saluran air; pipa (air dan sebagainya); berumbung
- pondar pendek gemuk (tentang badan)
- porah suka menghamburkan atau memboroskan uang; boros; royal
- poyang moyang (orang tua kakek atau nenek)
- poyang dukun; pawang
- pudur padam
- pudur mati (tentang gunung berapi)
- pumpun himpun
- pungkang lempar
- puput alat tiup terbuat dari batang padi atau bambu pendek, ada yang ditambah dengan daun kelapa (pucuk rumbia dan sebagainya)
- puput peluit
- puput anak puput yang terdiri atas dua bagian
- pura pundi-pundi dari kain (tempat uang); kantong; dompet
- pura bursa
- pura dana (uang yang disediakan untuk suatu maksud)
- puruk benam; perosok
- pusu kelompok
- pusu kusut atau beterbangan tidak teratur (tentang kapuk, rambut, dan sebagainya)
- pusung tolol; bodoh
- puti panggilan kepada wanita keturunan raja-raja; putri
- puyu gosok
- rabas air yang jatuh dari daun-daunan sesudah turun hujan
- rabu paru-paru
- racak tunggang; naik
- racau lincah
- radai sirip
- rago peralatan pertanian berbentuk lingkaran terbuat dari rotan, untuk menyimpan atau membawa hasil pertanian
- raguk reguk; teguk
- rahak dahak; riak
- rajok pancang dari pohon hidup (untuk tanda batas)
- rakuk bagian pohon dan sebagainya yang ditoreh sebagian supaya mudah patah; takik; takuk
- rakung rongkong
- ranap sunyi
- rancak bagus; elok; cantik
- rancak giat; cepat; dinamis; gembira (tentang lagu, musik, tarian, dan sebagainya)
- randai merandai
- randai gerak tari dan silat yang dibawakan oleh sekelompok orang yang berkeliling membentuk lingkaran sambil bernyanyi dan bertepuk tangan, merupakan medium cerita “kaba”
- rang orang
- rangak gaduh; ribut
- rangkai hati (orang) yang disayangi; kekasih; jantung hati
- rangkam merangkam
- rangkaya orang kaya (sebutan)
- rangkiang bangunan bertiang empat, biasanya berbentuk gonjong, berada di depan rumah gadang untuk tempat menyimpan padi
- rapun hancur; remuk; pecah
- rasai merasai
- rasan basi; busuk
- rasian mimpi (terutama yang mengandung arti atau alamat)
- rawah kuali besar
- rawang merawang
- rayan merayan
- recak naik, tunggang
- redah tebang; tebas
- redut mengkal; kesal; dongkol
- reguk memasukkan (air dan sebagainya) ke dalam mulut lalu menelannya; teguk
- rengkit berasa kaku (pegal)
- renjeng angkat
- renyuk rajuk
- renyuk sentak; rentak
- rigai lampai; tinggi kurus
- rigi-rigi gerigi
- rinai gerimis; rintik-rintik; tetes-tetes (tentang hujan)
- ripai rebana
- ripit keripik pisang atau keladi
- ririt leret; deret
- rombok rimbun; rampak
- rongga bulu liang bulu roma
- ronggong meronggong
- rubik penganan seperti keripik yang dibuat dari singkong
- rudi urat keting
- rumah gadang rumah khas Minangkabau yang atapnya bergonjong, biasanya memiliki dua rangkiang di depannya
- rumah gadang balambai rumah gadang yang lantai bagian depan dari kamar tidur ditinggikan dan terdapat pada kedua ujung kiri dan kanan bangunan
- runtih meruntih
- rurut gugur; jatuh
- sabak muram; suram
- sabak redup (tentang cuaca); mendung
- sabak berlinang (tentang air mata)
- saban-saban sebentar-sebentar buang air kecil
- sadah kapur sirih
- sahap penutup; penudung
- saikua capang saikua capeh ungkapan yang menyatakan bahwa apabila seseorang menginginkan sesuatu yang belum pasti, sedangkan yang ada padanya sudah ditinggalkan atau dilepaskan, akhirnya tidak memperoleh apa-apa, makna harfiahnya 'seekor terbang, seekor lepas'
- saing taring
- saing gigi yang terdapat di antara gigi seri dan geraham, bentuknya runcing; gigi taring
- saka keluarga dari pihak ibu
- saka pangkat adat dari kaum yang bersifat turun-temurun
- saka gula tebu
- sakar samun; rompak; rampas
- sakin pisau
- salalauk camilan yang dibuat dari campuran tepung beras, kunyit, cabai, dan sebagainya, diisi dengan potongan teri atau ikan laut, dibentuk menjadi bola-bola kecil, lalu digoreng
- saluk destar
- saluk kain ikat kepala (dipakai oleh penghulu adat atau pengantin laki-laki)
- salung alat musik tiup yang terbuat dari bambu talang, berdiameter sekitar 3 cm, panjangnya sekitar 50 cm, mempunyai enam buah lubang pengatur nada berjarak sekitar 3 cm, pangkal ujungnya tidak bersumbat, ditiup dalam posisi miring dengan menempelkan pangkalnya ke pinggir kiri atau kanan bibir
- samak susah; gundah
- sambang kotak; tabung
- sambangan burung sebesar gagak
- sambau kembung (tentang perut karena masuk angin terlalu banyak minum air)
- sanda harta yang dijadikan jaminan dalam pegang gadai, yang sewaktu-waktu akan ditebus kembali
- sanda gadai
- sando kudo menggadaikan harta yang tidak mungkin ditebus lagi karena gadaiannya selalu bertambah
- sangai menyangai
- sangar bau yang merangsang, seperti bau bawang
- sangih besar perutnya karena kekenyangan; segah; senuh
- sangkak cabang kayu; dahan
- sangkak tempat bertelur ayam yang dibuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut terbalik; sarang ayam
- sanjai lanjai; lampai
- sanjai penganan dari singkong yang diiris tipis memanjang atau melebar, digoreng, dibumbui dengan cabai merah
- sansai banyak derita; sengsara
- sansai sedih sekali
- santapilalai orang yang terkena atau menderita penyakit karena guna-guna biasanya orang tersebut lesu, pikirannya kosong, dan tidak dapat merespons apa-apa
- santing bagus sekali; amat elok
- santiran imbangan; banding; tara
- santiran bayangan pada cermin
- santiran tiruan (bayangan) dari benda yang sebenarnya
- santung rakus
- sara bersara
- saragan serbuk (kayu dan sebagainya) yang telah lama tergeletak, tidak terurus, dan mungkin lapuk
- sarau celaka; sial
- saring ramping; langsing
- sarit sukar; susah hidup
- sarit miskin
- sasar sasaran
- sasau menyasau
- satih menyatih
- saung liang (di dalam tanah); korok; gua
- sawah langit sawah tadah hujan
- sawak tradisi menyapa (biasanya anak kecil) dengan sapaan yang berlawanan dari keadaan sebenarnya (misalnya sapaan "kurus" terhadap anak kecil yang gemuk, sehat, atau tampan), karena dipercaya dapat berakibat kebalikan dari makna sapaan
- sawo ular sawa
- sayak tempat air minum yang terbuat dari tempurung kelapa; separuh tempurung
- sealak-alak cukup; memadai
- sedua menyedua; memperdua
- segeh beres; kemas
- sejemang sebentar
- sekang sumbat
- sekat henti; kandas
- seko melumas bagian tubuh yang memar atau benjol karena terjatuh dan sebagainya dengan kain yang telah dibulatkan kira-kira sekepalan dan telah dihangatkan dengan meniupkan udara dari mulut atau melumasnya dengan punggung besi
- sela juling (tentang mata)
- selalu seluruh
- selang pinjam
- selang tempat di samping tangga yang masuk ke serambi (tempat membasuh kaki dan meletakkan terompah dan sebagainya sebelum masuk ke dalam rumah)
- selapan delapan
- selara daun yang telah tua (kering); silara
- selat sela; celah
- selawat dulang pembacaan selawat dengan berirama dan diiringi pukulan dulang (ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad saw)
- selawat talam selawat dulang
- selerang kulit yang di luar sekali; jangat
- selulusan seperangkat (tentang pakaian); satu setel
- selumbari kemarin dulu
- semarai pecah belah; merekah
- semarai berkembang
- semenda bapak paja semenda yang mempunyai sifat hanya sebagai pejantan, tanpa menghiraukan kehidupan rumah tangganya, anak, dan istrinya
- semenda kacang miang semenda yang suka menghasut dan menyebarkan fitnah keji, sehingga menjadi pemecah belah di keluarga istri
- semenda kutu dapur semenda yang suka tinggal di rumah saja, tidak mau peduli pada kegiatan masyarakat sekitarnya
- semenda langau hijau laki-laki yang suka memperbanyak istri tanpa tanggung jawab
- semenda lapik buruk semenda yang tidak mempunyai harga diri, kelangkahan, takut pada istri
- semenda ninik mamak semenda yang mempunyai sikap suka bekerja keras, cepat tanggap, berwibawa, bertanggung jawab dan menjadi tempat bertanya (tipe semenda yang ideal)
- sengangar petir pancaran petir; kilat petir
- senggang keras hati; tegar hati
- sentak menyentak
- senteng kurang (uang dan sebagainya); tidak mencukupi
- senteng sinting
- senting sukar; sulit
- sepasin binatang yang akan menjadi capung
- sepunguk segenggam (beras)
- serang silau
- serawal seluar; celana
- seraya penolong
- seraya pertolongan
- sereng berada tidak di tengah, tetapi di pinggir
- serengeh menyerengeh
- sering ramping; langsing
- sering menyering
- serosoh menyerosoh
- serupih serpih (sumbing)
- siar bakar perkara pembakaran (rumah dan sebagainya)
- sibir kerat; cabik; potong
- sijobang pertunjukkan sastra lisan khas Minangkabau berasal dari Payakumbuh, berupa kaba tentang cerita Anggun Nan Tungga Magek Jabang yang diiringi alat musik seperti kecapi, bahkan dengan jentikan sekotak korek api
- silok belum terbuka atau belum awas benar (tentang mata, seperti baru saja bangun tidur)
- simaung kepayang
- simbah menyimbah
- simbang permainan dengan melambung-lambungkan batu (biji-biji, manik-manik, dan sebagainya) ke atas lalu ditangkap lagi
- simbek gerakan menendang dengan cara mengayunkan kaki ke samping (biasanya dilakukan pada permainan sepak raga)
- simpang belahan cabang perkauman (kaum yang pindah ke negeri lain atau yang jauh tempatnya)
- simuntu anak-anak yang bertopeng atau bercoreng-coreng muka dengan arang (dalam perarakan tabut)
- singgan sehingga
- singgang panggang; salai
- singit menyingit
- singkat sungu pemarah
- sinka alat untuk membalik tanah, dibuat dari besi, berujung tajam, dipasang di bagian bawah batang bajak
- sintar sintal
- sintung menyintung
- sipangkalan tuan rumah
- sipedas jahe; halia
- sirah merah
- sirangkak ketam kecil
- siring tepi (kain dan sebagainya) yang berbeda warnanya
- sitaralak silat khas Minangkabau yang berasal dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat yang mengutamakan serangan pada saat lawan akan menyerang, menyebar dan berkembang di luar negeri
- siuk menyiuk
- sodam alat musik tiup yang terdiri atas dua bagian (bagian peniup dan bagian pengatur nada), terbuat dari bambu tipis dengan panjang 32,5–62,5 cm, garis tengah sekitar 2–3 cm, bagian pengatur nada berupa bambu tipis dengan panjang 5–7 cm, dihubungkan dengan bagian peniup yang mempunyai 4 lubang pengatur nada yang dapat menghasilkan nada pentatonis (jarak antara lubang nada ± 4 cm)
- solang bantah; sangkal
- solok lembah yang terletak di antara dua buah gunung
- sondai miring; landai
- sondang menyondang
- sondap anak rambut
- sondok gombak di dahi; jambak (jambul) pada dahi kuda; surai
- sontok pendek; singkat
- sosoh menyosoh
- sosok bakal (ladang, negeri, dan sebagainya); permulaan
- sosok tokoh; pribadi
- seperti kancah dibayar ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dan sebagainya)
- suak urung; batal
- suarang harta milik bersama, hasil pencaharian suami istri selama dalam perkawinan; harta gana-gini
- suarang milik persekutuan (perserikatan)
- sudi siasat; periksa
- sudu-sudu di tepi jalan, dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya orang yang tidak dapat dikalahkan
- suki cukup (tentang makanan); berlimpah dan mewah
- suku golongan orang sebagai bagian dari kaum yang seketurunan
- suling dalam keadaan kepala di bawah dan kaki di atas (tentang sikap badan); jungkir; tunggang
- sumando kacang miang semenda yang menimbulkan keresahan dan kekacauan dalam keluarga perempuan (istrinya)
- sumbur sembul
- sundak menyundak
- sundut bawa
- sungging menyungging
- sungkah menyungkah
- sungu jungur
- suni sunyi
- suntih menyuntih
- suntuk pendek (tentang akal, pikiran, dan sebagainya); singkat; picik
- sunu menyunu
- surih gores; garis
- sutan kata sapaan adat kepada kaum bangsawan
- sutan (nama salah satu) gelar kebangsawanan
- tabik (ungkapan untuk memberi) salam; selamat (pagi, siang, malam); assalamualaikum; sepada
- tabik perbuatan menghormati
- tabik maaf (dikatakan apabila masuk ke tempat yang keramat dan sebagainya)
- tadir dinding dari bambu yang dianyam
- tajuk tingkat; jenjang
- takah tampan; gagah; cakap
- takah sikap; tingkah
- taku cetakan kue terbuat dari tempurung kelapa yang dilubangi untuk membuat kue kareh-kareh
- talaok tempat memikat burung tekukur
- talaok tempat menyabung ayam
- talempong alat musik pukul dari logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar
- tambun timbun; longgok; tumpuk
- tambunsu lauk khas Minangkabau, terbuat dari usus sapi atau kerbau yang diisi campuran telur, tahu, rempah-rempah, dan diberi kuah
- tampang benih; bibit; biji; lembaga; janin
- tampang pokok pangkal; asal mula
- tampin taruhan untuk mengimbangi (melawan) taruhan yang lain; lawan; imbangan
- tampus kuning kemerah-merahan
- tangap menangap
- tanggang bertanggang
- tangkuk menangkuk
- tanjur sibur; gayung
- tanti tampal dari kain berbenang emas, yang diletakkan pada sisi baju perempuan atau celana untuk perhiasan
- tapa kuat
- tarak tapa
- tasa alat tabuh yang bentuknya setengah bulatan seperti rebab, tidak berlubang di belakangnya; tangsa
- temaah loba; tamak
- tembak tuju; arah; maksud
- tembilang besi harta yang diperoleh dari usaha sendiri, seperti dari meneroka sawah, membuka ladang baru
- tembilang emas harta yang dimiliki dengan cara menggadai
- tengak bingung
- tengkarah perselisihan pendapat; pertengkaran yang mendalam
- tengkarap rusak sama sekali; binasa
- tepok berbagai-bagai tipu muslihat
- teragung tertumbuk; terbentur; terlanggar
- terampai jemur waktu pagi kira-kira pukul delapan
- terangah payah
- terangah tercengang (tidak dapat berkata-kata)
- terbada-bada (tidak ~) tidak terkatakan lagi; tidak terhingga (sangat, hebat, dan sebagainya)
- terberumbun dalam keadaan menjulang dan besar; tesergam
- tercekik tertelan makanan yang keras hingga tersangkut di kerongkongan; termengkelan
- tercingangah terbuka lebar; ternganga
- tercocok hidung tertipu (seperti barang yang buruk dibeli dengan harga mahal)
- terdadek tersesat
- terdayuh sedih
- terdayuk terliuk
- terdohok terdorong (ke muka); terdorong hendak jatuh
- terjila tergeletak di tanah; terhantar; terjela
- terkanceh terhalang pertumbuhannya sehingga menjadi kecil; tidak dapat menjadi besar; terbantut (kerdil)
- terlalah terkejar tertangkap waktu melakukan kejahatan; tertangkap basah
- terlancap terdorong, telanjur (tentang perkataan dan sebagainya)
- terlantung terantuk; tersentuh
- terlonsong telanjur; terdorong
- terponggok tampak melonggok
- terponggok duduk mencangkung
- tersembur gelak tiba-tiba tertawa
- tersengsam tercocok atau tertusuk (duri dan sebagainya)
- tersingahak terkejut; terperanjat
- tersorong kata-kata telanjur perkataannya
- tetak menetak
- tiaga niaga
- timbala mangkok yang terbuat dari kaca, tempat air untuk mencuci jari tangan sebelum dan sesudah makan; kobokan
- tinggam guna-guna untuk membuat sakit (bengkak-bengkak dan sebagainya) dengan menusuk-nusukkan duri ekor ikan pari pada gambar orang
- tingkalak bubu yang berbentuk limas panjang; lukah
- tingkarang pecahan periuk belanga dan sebagainya; tembikar
- tingkarung pecahan pot
- tuah sakato kesepakatan untuk melaksanakan hasil musyawarah, merupakan langkah yang mengandung berkah bagi masyarakat
- tual tiang bendera
- tuar ranting-ranting (daun-daun dan sebagainya) yang ditegakkan di sawah untuk menakut-nakuti burung
- tuar tengkalak dari ranting berduri dan sebagainya
- tukup tutup; tudung
- tumbang penganan dibuat dari (keladi, pisang, ubi) yang direbus, ditumbuk halus dan dicampur dengan gula dan parutan kelapa
- tumpak kelompok; kumpulan; rumpun (pohon-pohonan, belukar, dan sebagainya)
- tumpak tempat; bidang (yang terdiri atas beberapa bidang kecil)
- tunam tertunam
- tunda bertunda
- tunda alat pertanian dibuat dari papan, dengan lebar 30 cm dan panjang 120 cm, bertangkai kayu atau bambu kecil yang panjangnya 2 m
- tungau menungau
- tungganai kepala suku yang dituakan dari suatu keluarga yang sepersukuan
- tungganai pawang
- tunggu menunggu
- tungkahan kayu landasan (di dapur dan sebagainya); kayu dan sebagainya penyangga (jembatan dan sebagainya); kayu tempat duduk sewaktu memarut kelapa dan sebagainya; tongkah
- tungku tigo sajarangan tiga unsur yang merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan, yaitu kaum adat, ulama, cerdik pandai (ilmuwan)
- tungkup telangkup; telungkup
- tuntun sesuatu yang digunakan untuk penutup mata (muka)
- tupai janjang sastra lisan Minangkabau yang berfungsi sebagai media pendidikan dan hanya dimainkan oleh laki-laki
- tura bertura-tura
- turang sambungan bubungan atap rumah yang berkeluk ke atas seperti bentuk tanduk kerbau; turang atap
- turang tambahan
- ubar cat
- ucok berunding dengan damai
- ucok berdamai
- uda kakak (laki-laki); abang
- udi sial; malang
- udu musuh
- uduh ramuan obat yang dipakai sebagai penangkal (dipasang di kebun dan sebagainya supaya pencuri tidak dapat masuk)
- uju pongah; sombong
- ukur patut; selayaknya; sudah tentu
- ulak-ulak lekuk (di atas pinggang)
- ular mengiang pelangi
- ulas sambungan
- ulit tidak mudah atau tidak mau (membayar utang)
- umbah ijuk untuk penapis kopi daun
- umbul lekas menjadi besar; subur
- umpuk timbunan; tumpukan; longgok
- umun masih rahasia; masih samar; sukar dipahami; tidak jelas
- undung-undung kain penutup kepala (supaya jangan terkena panas matahari atau hujan)
- uni kakak perempuan
- uniang panggilan untuk kakak perempuan, digunakan khusus di daerah Pariaman
- untuk bagian dari milik yang dibagi-bagikan
- upik kata sapaan kepada anak perempuan
- uring lekuk (alur) di bibir atas, di bawah hidung
- uris garis; gores
- usah tidak usah; jangan
- uwa-uwa tempat memegang bajak dan mengikatkan tali kendali hewan penarik, terbuat dari kayu, bentuknya seperti burung atau ayam
Moa
[sunting]- alodna menyalakan rokok dengan bara api dari tungku
Modole
[sunting]Moronene
[sunting]Muna
[sunting]- adamu penguasa tanah yang dipercaya oleh masyarakat setempat
- adarusa orang yang meminjam sesuatu (tentang uang atau barang), tetapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan uang atau barang tersebut
- adat fodidi pengubur mayat
- adati balano mahar pokok dalam tradisi pernikahan masyarakat Muna
- alangkitae mandi biasa dalam memandikan jenazah, diteruskan dengan mandi wajib
- alingkitae memandikan mayat; menghilangkan daki dan kotoran pada tubuh mayat
- alumpa melompati sesuatu (seperti parit atau kali) dengan satu kali lompatan
- ambekara perkawinan antara wanita golongan bangsawan dengan pria golongan biasa
- anakoda pawang atau orang tua yang mempunyai kekuatan gaib yang dipanggil untuk upacara pertama membuka kebun atau memandikan rumah
- anangkolaki golongan masyarakat yang dipandang memiliki status terendah dalam sistem sosial masyarakat suku Muna
- andu mengurut perut untuk memperbaiki letak janin
- anggai retak kecil (tentang piring, dan sebagainya)
- angki tua dan keras (tentang jagung)
- antono bosu emas yang diberikan kepada imam yang memimpin pelaksanaan upacara kematian, dapat berupa cincin jika jenazahnya laki-laki dan anting-anting, gelang, atau cincin jika jenazahnya perempuan
- bambaru bangsal berisi kursi yang dipersiapkan bagi anak yang telah selesai melakukan upacara katoba, digunakan untuk menunggu undangan yang akan datang sampai berakhirnya rangkaian acara
- bansa keranjang kecil dibuat dari anyaman bambu, digunakan untuk buang air kecil bagi gadis yang dipingit
- batata upacara meminta keselamatan kampung dari gangguan penyakit atau binatang liar
- bese alat musik petik (senar alat musik)
- beta sarung pengantin laki-laki
- bia-bia sarung pengantin dibuat dari benang yang berwarna cemerlang keputihan atau kuning keemasan, garis-garis lurus dengan warna dasar pada umumnya hitam, kuning, dan merah
- bini kawalu menyobek kain putih untuk kain kafan, biasanya dilakukan oleh orang yang ahli
- boka uang yang dikumpulkan oleh pihak keluarga pada upacara kematian
- boka satuan uang mahar pernikahan yang bernilai 2,40 rupiah
- bongkeke sarung yang digunakan oleh anak perempuan untuk mandi yang diikat sebatas dada dalam upacara katoba
- bonto kepala adat kampung
- dahopi persembahan doa dengan sesajen (kepada leluhur yang dilakukan pada bulan puasa)
- doko-doko penganan, dibuat dari beras giling, diisi dengan pisang, dibungkus dengan daun pisang, berbentuk piramida
- dolomani baju adat Kesultanan Buton yang terdiri atas baju yang berhiaskan sulaman motif bunga dan buah, celana yang ditutupi sarung di bagian atas sampai ke lutut, dan kopiah berhiaskan kaligrafi Arab, dipakai pada upacara resmi
- gambusu alat musik petik, semacam gitar, terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan senar sebagai sumber bunyi
- haroa hidangan berupa makanan lambang bekal bagi roh orang mati yang dianggap akan menempuh suatu perjalanan yang jauh
- haroa hidangan berupa makanan (lauk-pauk, kue tradisional) yang disiapkan untuk menyambut malam pada bulan Ramadan
- hogo-hogo penganan kukus dibuat dari ubi kayu yang direndam
- ikan kapindang lauk berbahan dasar ikan yang diberi garam dan dimasak sampai kering
- kabaea baju adat Muna untuk laki-laki golongan Walaka
- kabanti prosa liris dengan syair-syair bebas dan kebanyakan dipentaskan dengan lagu-lagu
- kabanti watuka pantun yang berasal dari kampung Watulea, daerah dekat Lombe
- kabuto makanan kukus, dibuat dari ubi kayu yang sudah dikeringkan, diiris-iris, direndam dalam air garam, dimakan dengan kelapa parut dan ikan kapindang
- kafamatai upacara tabur bibit pertama, bertujuan agar tanaman tumbuh subur dan berhasil, tidak diganggu hama dan penyakit
- kagombe nyanyian rakyat Muna, berupa pantun yang digunakan sebagai mantra untuk mengobati wabah cacar
- kamali bentuk bangunan istana tempat tinggal raja
- kambebe penganan kukus, dibuat dari jagung muda yang ditumbuk, dicampur gula merah, dibungkus dengan daun jagung
- kambose makanan, dibuat dari jagung tua yang kering, kemudian dimasak, dimakan dengan ikan pindang dan sayur bening
- kameko minuman keras yang terbuat dari air enau
- kampalusi penganan, dibuat dari jagung tua yang telah dibuang kulitnya, kemudian dimasak, diberi santan kental dan gula pasir
- kampua upacara adat pemotongan rambut bayi setelah berusia 44 hari; pesta gunting rambut
- kampuriu penutup kepala berbentuk belahan kerucut, dipakai oleh anak yang akan ditobatkan pada saat upacara katoba (khusus untuk anak laki-laki)
- kantola syair dalam lagu-lagu tradisional daerah Muna
- kaomu golongan bangsawan yang menempati status sosial yang tertinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat, biasa dikenal dengan sebutan La Ode untuk laki-laki dan Wa Ode untuk perempuan, diletakkan di awal nama
- kapupurapi alat musik yang dimainkan pada waktu petani sedang menjaga kebun pada malam atau siang hari untuk menyelamatkan kebun dari gangguan babi dan kera
- karia upacara adat yang dilakukan setelah upacara katoba, yaitu berupa pemingitan gadis sampai waktu menikahkannya
- kasalasa upacara yang dilakukan untuk memohon agar penduduk terhindar dari penyakit dan agar hasil panen berlimpah tanpa adanya gangguan dari roh-roh halus
- kasaraka upacara panen hasil kebun agar hasil kebun dapat terkumpul dengan selamat
- kato-kato alat musik berupa kentongan, terbuat dari kayu yang dikeluarkan isinya, sebagai tanda apabila ada kejadian bencana alam, perampokan, dan lain-lain, dengan cara dipukul-pukul
- katoba upacara menginjak kehidupan beragama untuk anak yang telah disunat dan telah ideal untuk memahami hal yang baik dan buruk; upacara pertobatan
- kau-kaudara dongeng, cerita yang dibawakan secara berlagu dan mempunyai irama tertentu (diceritakan waktu anak bermain atau diceritakan untuk menidurkan anak-anak, cerita seorang nenek pada cucunya)
- kawoto upacara menyanyikan bayi selama 40 hari
- kombo baju pengantin perempuan yang terbelah pada bagian depan, berlubang kepala sampai bagian atas dada
- kopo baju dalam pengantin laki-laki, berlengan panjang tidak terbelah pada bagian dada, kecuali mempunyai lubang kepala sampai bagian atas dada
- lense tarian wujud syukur dan kebahagiaan masyarakat Kulisusu
- linda tari tradisional Karia
- mbololo gong yang berukuran sedang, terbuat dari kuningan
- modero berbalas pantun oleh sekelompok muda-mudi dengan gerak melingkar
- morong bagian pohon kelapa yang berfungsi sebagai pembungkus bakal buah kelapa berwarna hitam setelah kelapa tua, biasa dipakai sebagai bahan bakar
- patiri cerita tentang kerelaan orang tua terhadap anaknya untuk dibunuh demi kesuciannya
- pogala tarian selamat datang untuk tamu raja
- pogau kamali bahasa yang digunakan rakyat dan pejabat terhadap raja
- pomantoro orang tua yang mengatur semua kegiatan pada waktu pesta, misalnya dalam pesta karia, hanya dia yang berhak masuk kamar gelap (dalam upacara tradisional kematian)
- rambi instrumentalia gong dan gendang dalam upacara adat
- renso pemerah bibir yang terbuat dari kertas
- salawi hiasan emas atau perak berbentuk pelat bulat, dipakai di dada dan di punggung gadis
- salawi perhiasan leher (kalung); hiasan yang bergantung pada rantai yang menjadi hiasan dada terdiri atas dua lempengan besar yang tebalnya beberapa mili
- sare tarian yang merupakan bagian dari pesta adat yang dipentaskan saat gadis pingitan masih berada dalam ruang pingitan
- sere tarian yang merupakan bagian dari pesta karia yang dipentaskan saat gadis pingitan masih berada dalam ruang pingitan
- sihaafari cerita dalam bahasa Muna yang artinya tidak binasa disambar kilat dan dapat membunuh garuda pemakan manusia
- siriganti penjaga rumah adat Muna
- solora rumput yang batangnya dapat digunakan sebagai obat sariawan
- sumpa kesusastraan lisan yang suci di kalangan suku Muna, berupa rangkaian atau kumpulan kalimat suci yang diucapkan sebagai sumpah dalam menyumpah raja atau pucuk pimpinan pemerintahan
- upacara pariwanga upacara tradisional masyarakat Kalisusu, saat upacara perempuannya mengenakan pakaian adat dan memakai konde di kepala yang dihias dengan renda, laki-lakinya mengenakan jubah hitam, dipertunjukkan setiap satu tahun sekali berlangsung selama sehari semalam, peserta tidak boleh masuk kalau bukan keturunannya
- woto menggendong dan menyanyikan bayi selama 40 hari
- wutangguro tanah yang dimiliki secara kolektif oleh masyarakat setempat, biasanya berupa sumber tanah liat yang menjadi bahan pembuatan alat rumah tangga
Muyu
[sunting]- amegop tarian yang dilakukan tanpa iringan musik
- amin awon babi pertama yang dipanah dalam pesta babi bagi masyarakat suku Muyu
- amjawat penyakit yang disebabkan oleh kekuatan supranatural perempuan yang sedang haid
- anggo pembakaran barang-barang tertentu, khususnya sisa-sisa binatang yang tertangkap, untuk inisiasi anak laki-laki dalam upacara penyembelihan babi keramat atau upacara perkawinan
- animanbon pesta pangan yang dirayakan suku Muyu setelah hasil pangannya dijual atau dipertukarkan (dibarterkan)
- anotang tarian yang dilakukan pada saat upacara penyambutan tamu (pendatang) baru
- apokdim alat untuk mengisap tembakau, terbuat dari buluh dan saringan dari pucuk sagu
- arowon kata sapaan atau panggilan untuk orang tua perempuan dan laki-laki
- awonatuk jenis nujum supranatural yang diungkapkan dengan membunuh seekor babi
- awonkat penyembuhan penyakit dengan menggunakan sepotong kulit babi
- awonkup babi putih
- aytek arwah orang yang mati terbunuh
- bakum nyanyian yang dilantunkan untuk mengiringi pemasakan daging babi liar
- benep arwah orang kaya
- cok kue sagu, dimakan dengan sayuran atau daging
- inam ikat kepala dari kepingan kecil-kecil kulit kerang
- irim tameng dada dari rotan
- iwimutu kuku burung pemangsa, yang dipakai sebagai hiasan hidung
- kimbiyum orang yang dalam mimpi dapat berhubungan dengan makhluk halus
- kondum nyanyian keramat yang dinyanyikan pada saat penyembelihan babi
- kononkot pengatur pembalasan pembunuhan, sekali atau lebih dari sekali
- kumut nyanyian pesta babi
- men rajut pengangkut
- mindit taring anjing untuk hiasan
- tinggimini pemotongan jari sebagai bentuk kedukaan terhadap keluarga yang telah meninggal dunia
- tomon hiasan hidung, berupa kepingan kecil dari kulit kerang atau tulang binatang
- tum hiasan hidung suku Muyu terbuat dari sebuah batu kecil
- wam perhiasan dari kulit kerang yang pipih dan lebar
- yawat babi keramat
- yawatbon upacara menyembelih yawat
- yemenbon pesta makan keladi
- yirip rangkaian hiasan yang terbuat dari gigi anjing, biasanya dipakai di pinggul laki-laki
- yok tarian yang dilakukan saat pengukuhan anak laki-laki sebagai tanda sudah akil balig atau dewasa
- yowonimi alat penyaring sagu yang terbuat dari anyaman batang anggrek dan kulit kayu melinjo
- yowot kantong sagu
- yunbai menyelidiki dan melacak pelaku pembunuhan
- yup pemukul dari batu untuk perang
- yurin nyanyian yang dilagukan pada malam hari sebelum keesokan harinya menembaki babi untuk pesta babi