kebudayaan
Tampilan
Bahasa Indonesia
[sunting]kebudayaan [id]
Nomina
kebudayaan (ke-an + budaya, posesif: ku, mu, nya; partikel: kah, lah)
- 1950, Ki Hadjar Dewantara, Pantjasila, Jogja: N.V. Usaha Penerbitan Indonesia, halaman 17:
- Karena budi inilah, manusia lalu dapat mewudjudkan hidup, baik lahir maupun batin, jg. bersifat luhur dan halus pula, dan inilah jang disebut „kebudajaan", jang berarti „buah-budi".
- hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat
(Antr) · keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya
- 2012, Perahu Tulis: Antologi Cerpen Remaja Sumatera Barat, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, halaman 170:
- Karena kejujuran Bang Rahmat dan Bang Agus, wartawan tadi menawarkan kepada mereka berdua untuk menjadi duta kebudayaan, walaupun mereka masih duduk di kelas tiga SMA, namun mereka layak dijadikan sebagai contoh.
- 1962, Ruth Fulton Benedict, Pola-Pola Kebudajaan, Jakarta: Pustaka Rakjat, halaman 19:
- kebudajaan bangsa2 kulitputih ini sama sekali tak sesuai dengan akibat² kebendaannja
- [kebudayaan bangsa2 kulitputih ini sama sekali tak sesuai dengan akibat² kebendaannja]
Terjemahan
- “kebudayaan” di Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi VI (Daring), Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, 2016.